Fly Responsibly, Komitmen Ciptakan Masa Depan Industri Penerbangan

this formate

Gijs Van Popta, General Manager KLM untuk Asia Tenggara dan Ocenia.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: KLM  maskapai tertua di dunia yang masih beroperasi dengan nama asli memperingati Hari Ulang Tahun ( HUT) ke 100. Masyarakat Indonesia bisa belajar banyak dari perjalanan hidupnya melayani rute dunia, 95 tahun melayani rute ke  Batavia (Jakarta) dan 10 tahun terakhir melayani rute ke Bali.

Selama dua hari, tepatnya pada 5 dan 7 Oktober 2019  di Pusat Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis, Jakarta, masyarakat disuguhkan mini pameran mengenai KLM yang mulai berdiri pada tanggal 7 Oktober 1919 dan kini bahkan sudah menerapkan strategi untuk hidup 100 tahun ke depan.

Dalam pameran yang tergolong sederhana itu, Koninklijke Luchtvaart Maatschappij atau yang lebih dikenal dengan KLM merunut sejarah dan proyeksi masa depan yang menarik serta praktek bisnis yang bisa ditularkan pada seluruh perusahaan penerbangan di dunia.

“Kiat bisnis langgeng dari KLM adalah rajin berbagi ilmu karena untuk menerapkan program kami yaitu Fly Responsibility ( Terbang dengan bertanggungjawab) maka seluruh sektor harus bekerja bersama dan semua airlines juga harus bekerjasama menciptakan lingkungan hidup yang baik,” kata Gijs Van Popta, General Manager KLM untuk Asia Tenggara dan Ocenia.

Dia memandu langsung kalangan pers melewati lorong waktu saat awal perusahaan beroperasi serta kisah perjalanan pesawat Fokker F-VII yang bersejarah menuju Batavia .

Pesawat harus mampir di Basrah (Irak), Basher ( Iran), Ambala (India), Pakistan, Yangoon ( Myanmar), Malaysia, terbang ke Medan, Mentok (Bangka) dan akhirnya sampai di Batavia pada 24 November 1924 setelah menempuh perjalanan selama 55 hari. Alhasil hingga kini, Indonesia menjadi destinasi antar benuanya yang terlama mencapai 95 tahun.

Namun bagian terpenting dari mini pameran ini adalah area yang menampilkan langkah-langkah ramah lingkungan yang diambil oleh KLM serta rencana masa depan maskapai tersebut, termasuk proyek riset Flying V. Proyek tersebut merupakan kerja sama antara KLM dengan TU Delft untuk menghadirkan konsep pesawat masa depan yang hemat bahan bakar serta ramah lingkungan.

Pengunjung menangkap dengan jelas mencakup semua yang dilakukan maskapai ini sekarang dan di masa depan untuk meningkatkan keberlanjutan operasinya serta kontribusinya guna membangun masa depan yang lebih baik untuk generasi penerus agar bisa hidup layak di bumi. 

Pasalnya angka karbon dioksida ( CO2) menunjukkan nasib bumi yang semakin mengkhawatirkan dan berdampak pada perubahan iklim. Oleh karena itu industri penerbangan agar menerapkan ekonomi rendah karbon.

Sejak merger dengan Air France pada tahun 2004, KLM beroperasi dan selalu bertekad menjadi  pemimpin pasar dalam tiga bisnis utamanya, yaitu transportasi penumpang, kargo dan perawatan pesawat.

Pada tahun 2018, Grup KLM mengoperasikan penerbangan dari pangkalannya di Amsterdam di seluruh dunia, dengan armada 214 pesawat. KLM memiliki 33.000 karyawan. Pada 2018, Grup KLM menghasilkan lebih dari 10 miliar euro dalam pendapatan.

Dengan 34,1 juta penumpang dan 621.000 ton kargo, KLM dan KLM Cityhopper merupakan jantung dari Grup KLM. Melalui jaringan luas 92 destinasi Eropa dan 70 antar benua. 

“KLM adalah mitra di SkyTeam Alliance, sebuah kolaborasi yang menawarkan lebih banyak pilihan kepada wisatawan ke 1.063 tujuan di 173 negara. Jadi kami juga bekerjasama dengan Garuda Indonesia, anggota Sky Team” kata Gijs Van Popta.

Target pengurangan emisi karbon KLM 2018-2030

Hal yang terpenting untuk menjadi perusahaan penerbangan yang berkelanjutan, ujarnya, menularkan konsep untuk mengurangi dampak lingkungan dengan mengoptimalkan kegiatan operasional, berinovasi dengan rantai pasokan dan melibatkan seluruh staf dan industri penerbangan.

” Menyediakan produk serta layanan yang inovatif dan penuh tanggung jawab kepada pelanggan sudah jadi DNA karyawan,” tambahnya.

Perusahaannya juga telah berinvestasi dalam desain ramah lingkungan (eco design) untuk produk-produk in-flight pesawat dalam rangka menurunkan emisi CO2. Jadi mulai dari tas barang bawaan pilot dan crew, peralatan makan sampai baju seragam pramugari dari bahan yang ringan dan bisa di daur ulang semuanya lebih ringan.

Karena tiga bisnis utamanya adalah transportasi penumpang, kargo dan perawatan pesawat maka diantara berbagai inisiatif penuh inovasi yang dilakukan perusahaannya akhir-akhir ini adalah melanjutkan penggunaan biofuel dan mendorong industri penerbangan untuk menciptakan pasar untuk biofuel. 

Bahan bakar yang beralih ke biofuel dapat mengurangi emisi CO2 hingga 80% dan saat ini perusahaannya menjadi satu-satunya maskapai penerbangan Eropa yang mengoperasikan penerbangan antarbenua dengan bahan bakar terbarukan.

“Prinsipnya pengurangan berat berarti lebih sedikit konsumsi bahan bakar dan karenanya lebih sedikit emisi CO2. Oleh karena itu kami konsisten memakai  

bahan yang lebih kuat dan lebih ringan serta menggunakan tenaga penggerak hibrid listrik yang diperlukan setelah tahun 2030 untuk semakin mengurangi emisi penerbangan,”

Industri penerbangan bertanggung jawab atas 2 hingga 3 persen dari emisi CO2 buatan manusia di dunia akibat pertumbuhan populasi, industri, perdagangan dan kemakmuran, ungkap Gijs Van Popta.

KLM memiliki ambisi untuk mencapai pengurangan CO2 absolut sebesar 15% pada tahun 2030 dibandingkan tahun 2005. Ini merupakan langkah menuju  2050 dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) untuk mengurangi emisi CO2 bersih dari penerbangan turun sebesar 50% pada tahun 2050 dibandingkan tahun 2005.

Hasilnya, Grup Air France-KLM berada di posisi 3 teratas dalam Indeks Keberlanjutan Dow Jones selama 14 tahun. Dalam upaya mempertahankan posisi ini, KLM telah mengambil langkah-langkah di bidang pembaruan armada dan pengembangan skema kompensasi CO2 sendiri.

Gerakan kompensasi CO2 ini mendorong penumpang untuk kontributif dalam mengurangi emisi CO2. Hasil kompensasi ini disalurkan untuk program reboisasi hutan di Panama dan belahan bumi lainnya.

“Jadi setiap kontribusi uang dari penumpang pesawat yang mendukung gerakan pengurangan CO2 dimanfaatkan  untuk menanam pohon baru, memelihara hutan yang ada dan mendukung komunitas lokal,”

Tanggungjawab sosial perusahaan ( CSR) untuk mengurangi emisi karbon, upaya mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab dan program yang mengubah hidup bagi masyarakat lokal menjadi satu kesatuan aksi nyata yang bisa dilakukan oleh semua industri penerbangan.

” Para petani kopi dan coklat di Panama mendapatkan manfaat dari program ini karena hasil panennya menjadi minuman yang disajikan dalam pesawat. Sementara kompensasi CO2 penumpang kami terkait dengan komitmen Fly Responsibly membuat operasi bisnis kita lebih berkelanjutan,” kata Gijs Van Popta.

Di akhir sesi sebagai ‘tour leader’ di mini pameran ini, Gijs menjelaskan gambar-gambar bangunan Belanda asli. Setiap tahun, pada tanggal 7 Oktober,saat merayakan ulang tahun KLM menghadirkan koleksi rumah baru dari rumah tradisional Belanda.

Selama ini rumah-rumah miniatur menjadi barang yang diinginkan para kolektor, menyebabkan barter yang meriah di antara para penumpang, jelasnya sambil senyum-senyum.

“Sejak 1950 an, kami memberikan setiap penumpang World Business Class sebuah hadiah unik berupa miniatur rumah Belanda tradisional – Delft Blue, yang berisi arak Belanda, atau dikenal sebagai jenever, “

Rupanya General Manager KLM untuk Asia Tenggara dan Ocenia ini juga suka sekali mengoleksi miniatur rumah tradisional Belanda ini. Apalagi tiap rumah tradisional sepanjang kanal di Amsterdam punya sejarahnya sendiri.

Miniatur rumah ke 100  yang dibagikan saat HUT ke 100 adalah Royal Palace Huis Ten Bosch di Hague, salah satu istana dan tempat tinggal keluarga kerajasn Belanda yang bisa dibawa pulang oleh para penumpang Business Class antar benua.

Pria yang sejak usia belasan tahun sudah berwisata ke Indonesia mengikuti overland Jawa-Bali-Lombok bersama kedua orangtuanya ini mengaku punya banyak kenangan dari perjalanan wisata keluarga ini. 

Kehadirannya kembali ke Jakarta di dampingi Wouter Gregorowitsch, Country Manager Air France KLM Indonesia agaknya seperti slogan baru maskapai ini “To more memories together “, untuk mendapatkan lebih banyak kenangan bersama. 

 

Kabut Asap, Jadwal Penerbangan Bandara Palembang Tertunda

this formate

PALEMBANG, bisniswista.co.id: Kabut asap pekat kembali menghantui Palembang Sumatera Selatan. Akibatnya jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin Palembang hanya tersisa 50 meter, sehingga jadwal penerbangan kembali tertunda pada Rabu (9/10/2019).

Executive General Manager Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Fahroji, mengatakan sebanyak 14 jadwal keberangkatan dan kedatangan harus tertunda akibat jarak pandang memburuk selama dua jam lebih. “Memang jarak pandang tadi sangat-sangat tidak diizinkan terbang maupun mendarat, jarak pandang baru normal di 1.000 meter pada pukul 07.30,” ujar Fahroji.

Menurutnya 14 penerbangan tunda tersebut terdiri dari tujuh jadwal keberangkatan ke Jakarta, Padang, Bengkulu, Pangkal Pinang dan Medan. Sedangkan tujuh jadwal tunda kedatangan yakni dari Jakarta, Batam, Medan, dan Pekanbaru. Penundaan terlama dialami Maskapai Citilink tujuan Jakarta yang seharusnya terbang pukul 05.00 WIB, namun baru dapat terbang pukul 08.14 WIB atau delay 194 menit.

Sementara kondisi kabut asap tersebut sudah diingatkan oleh BMKG seiring meningkatnya kembali titik panas di Sumsel dan potensi berkurangnya intensitas hujan akibat aktivitas Badai Tropis Hagibis.

“Munculnya Badai Tropis Hagibis di Laut Cina Selatan mengakibatkan kembali adanya aliran massa udara ke arah pusat tekanan rendah badai tersebut, hal ini mengakibatkan penurunan potensi dan intensitas hujan di wilayah Sumsel selama 10-12 Oktober 2019,” kata Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun SMB II Palembang, Bambang Beny Setiaji seperti disadur Antara.

Sedangkan secara lokal, menurutnya kondisi hujan akibat faktor lokal (awan konvektif) akan tetap berpotensi di wilayah bagian barat Sumsel karena kelembapan udara lapisan atas cukup memadai untuk pertumbuhan awan

Berdasarkan pantauan LAPAN, terdapat 31 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan 80 persen yang tersebar di Wilayah Tenggara Kota Palembang selama 24 jam terakhir. “Dari sebaran hotspot itu, asap kiriman ke Palembang berpotensi datang dari Wilayah Banyu Asin I, Tulung Selapan dan Mesuji dengan intensitas asap meningkat pada rentang pukul 04.00-07.00 WIB dan 16.00-20.00 WIB,” demikian Beny. (ndy)

Mau Wisata Kuliner Bertema Halloween? Yuk ke Bandung!

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Berbagai menu menarik dan inovatif terus bermunculan di Kota Bandung. Begitupun pada momen tertentu, seperti halnya momen Halloween yang identik dengan bulan Oktober seperti sekarang. Di Bandung, momen tersebut menjadi wahana untuk mempromosikan makanan unik dan kreatif.

Salah satunya adalah Karniv012 (dibaca Karnivor). Restoran ini membuat menu khusus bertepatan dengan perayaan Halloween. Menu yang dihadirkan pun bersinggungan dengan tema-tema hitam dan misterius. Tentu saja menjadi tanda tanya besar bagi konsumen yang datang ke resto yang di berada di Jalan RE Martadinata, Kota Bandung itu.

Sebut saja menu Phantom Wings. Sekilas menu ini tampak tak menarik, lantaran warnanya yang hitam legam. Namun, setelah dihidangkan, menu berbahan dasar sayap ayam ini, begitu menggugah selera. Bahkan setelah dicicipi, terasa lezat di lidah.

Begitupun dengan menu burger hitam berbentuk laba-laba bernama Spider Burg. Porsinya yang besar dan berwarna hitam, membuat penasaran untuk segera mencicipi. Menu ini dipadukan dengan kentang goreng, membuat satu porsi terasa begitu mengenyangkan perut.
Mau Cicipi Menu Bertema Halloween? Yuk, Datang ke Bandung!

“Kami ingin memberi pengalaman kepada konsumen, bahwa makanan tak hanya soal indera perasa saja, tetapi juga tampilan visual. Kami buat menu menu secret yang penawaran untuk dicicipi,” kata Marketing Manager Altima Group Dea Putri Utami seperti dilansir laman Sindonews, Rabu (09/10/2019).

Untuk menggugah keinginantahuan pengunjung, pada daftar menu Karniv012 tidak memunculkan gambar menu secara utuh. Manajemen pun tidak membuat daftar harga pada menu secret khusus Halloween. Sehingga dibutuhkan interaksi antara pembeli dengan pramusaji untuk mendapatkan informasi seputar kandungan menu dan tarif.

“Khusus untuk momen Halloween, kami membuat delapan menu spesial. Menu ini berlaku sejak tanggal 10—31 Oktober 2019. Harga yang ditawarkan pun bervariatif, antara Rp19.000—69.000,” ungkapnya.

Tahun ini, Karniv012 mengangkat tema Ghostbusted yang diadaptasi dari film legendaris Ghostbusters. Tema ini diimplementasikan pada menu dan ambience dekorasi. Termasuk bersantap dengan penerangan hijau neon khas Ghostbusted.

Halloween kali ini juga akan terasa lebih spesial dengan hadirnya inovasi berupa instalasi Galeri Seni #Photokeun di Karniv.012. Bekerja sama dengan para penggiat seni lokal anak muda Bandung, Karniv012 menghadirkan dua macam instalasi seni yang dapat dinikmati pelanggan. “Akan ada duainstalasi seni dengan permainan lighting, UV Light , dan cat fosfor yang akan dipamerkan dalam #Photokeun,” kata dia.

Pelanggan juga akan terhibur dengan pertunjukkan Busted, Theater dinning experience dari tim teater rekanan Karniv012. Pertunjukkan ini akan ada pada 12, 19, dan 31 Oktober 2019. “Kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas dalam dunia food and beverage tidak hanya terpusat pada inovasi makanan, tapi Altima group melampaui standar itu,” ujar Dea. (ndy/sindonews)

Berwisata di Bali, Turis Asing Dilarang Tinggal di Rumah Kos

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Wisatawan mancanegara (wisman) yang berwisata di Pulau Dewata kini dilarang tinggal di rumah kos. Larangan bagi turis asing tinggal di rumah kos tertuang dalam Pasal 7 huruf M Peraturan Bupati Badung No 35/2019 tentang Tata Cara Permohonan, Pendaftaran Kembali, dan Penyesuaian Izin Pengelolaan Rumah Kos.

Sebaliknya, Pemilik kos juga dilarang menerima pelancong luar negeri yang ingin ngekos. “Isinya dengan tegas melarang warga negara asing tinggal di rumah kos,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Badung, I Made Agus Aryawan, Rabu (9/10/2019).

Perbup Badung No 35/2019 juga mengatur tentang kewajiban pemilik kos. Salah satunya, pemilik kos dilarang menyewakan kamarnya kepada warga negara asing. Kondisi itu ditengarai berdampak pada turunnya tingkat okupansi hotel.

Menurut Agus, Perbup ini bertujuan menata pariwisata Badung agar berkualitas. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir banyak wisatawan asing memilih tinggal di rumah kos dibandingkan hotel dengan pertimbangan biaya sewa yang murah. “Kita ingin mewujudkan pariwisata Badung berkualitas, menghindari penyalahgunaan rumah kos untuk fungsi hotel atau sarana akomodasi pariwisata,” ujar Agus.

Pada Perbup ini juga mengatur aspek legalitas, pengendalian, serta pengawasan terhadap rumah kos yang mengatur hak dan kewajiban pengelola maupun penghuni kos. “Perbup ini tidak ada mengatur tentang pengenaan pajak. Soal pengenaan pajak telah diatur dalam Perda 15 Tahun 2011 tentang Pajak Hotel,” tambahnya seperti disadur dari laman Sindonews.

Pada Perda 15 Tahun 2011 tersebut juga dinyatakan rumah kos yang dikenakan pajak memiliki lebih dari 10 kamar, karena sudah dikatagorikan sebagai hotel.
Dalam Perbup 35 yang dikatagorikan rumah kos dengan jumlah kamar paling sedikit 5 kamar paling banyak 15 kamar untuk disewakan kepada penghuni untuk jangka waktu minimal satu bulan. (ndy)

Kerusuhan Wamena, Objek Wisata di Jayawijaya Tak Terdampak

this formate

JAYAWIJAYA, bisniswisata.co.id: Sejumlah obyek wisata di Kabupaten Jayawijaya, Papua, dikabarkan aman dari dampak kerusuhan Wamena yang terjadi pada dua pekan lalu hingga menyebabkan pengungsian besar-besaran.

“Posisi destinasi wisata di Kabupaten Jayawijaya aman dari kerusuhan karena memang berada di pinggir kota Wamena, tempat kerusuhan meletus. Kerusuhan hanya terjadi di pusat perekonomian Wamena,” papar Arkeolog senior dari Balai Arkeologi Papua Haris Suroto di Kota Jayapura, pada Rabu (9/10/2019)

Dilanjutkan, Rumah-rumah tradisional Suku Dani di sekitar Wamena dan Lembah Baliem juga masih utuh, sehingga bagi penyuka tracking masih dapat menyaksikan kehidupan tradisional dan pemukiman tradisional Suku Dani.

Suku Dani sebagai pemilik obyek wisata budaya seperti mumi juga selalu menjaga peninggalan leluhurnya, sehingga objek wisata selalu dalam kondisi baik, dan terjaga keamananya. Saat ini turis masih bisa berwisata ke objek-objek wisata yang berada di Kabupaten Jayawijaya, seperti pemukiman Suku Dani, Lembah Baliem, atau Situs Gua Kontilola.

“Situs Gua Kontilola dengan gambar alien di dalamnya masih bisa dikunjungi. Mama-mama Suku Dani yang kreatif juga masih produktif menganyam kerajinan untuk dijual kepada turis yang datang,” jelasnya seperti dilansir Antara.

Juga Lembah Baliem sendiri merupakan daerah eksotis dengan keindahan alam dan budayanya. Dengan modal obyek wisata budaya, alam dan produk kreatif khas Wamena maka pariwisata akan membangkitkan perekonomian Wamena yang terpuruk akibat kerusuhan, ungkapnya,

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kegiatan ekonomi di Wamena, Jayawijaya Papua berangsur pulih usai dilanda kerusuhan beberapa waktu lalu. Salah satu tanda pergerakan roda ekonomi tersebut terlihat dari layanan kantor pos dan perbankan yang mulai buka.

Kepala PT Pos Indonesia Regional XI Wilayah Papua dan Papua Barat Lily Sellano, Jayapura menyatakan operasi kantornya mulai berjalan normal Senin (7/10). “Untuk wilayah Wamena sudah buka untuk layanan pensiun dan jasa keuangan, sedangkan layanan pengiriman surat akan diaktifkan alam pekan ini,” kata Lily Sellano.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meminta agar ratusan bangunan yang rusak, mulai dari kantor pemerintahan, rumah warga, serta ruko tempat usaha, akibat kerusuhan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, segera diperbaiki.

Hal itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono usai bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (8/10). Basuki melaporkan penanganan kerusakan bangunan akibat kerusuhan di Wamena. “Pelaksanaannya nanti melibatkan pengusaha lokal, dengan material lokal, dan juga pelaksanaannya dibantu oleh TNI,” kata Basuki.

Jayawijaya adalah salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Papua, dengan ibu kota di Wamena. Lokasinya yang berada di pegunungan membuat kabupaten ini memiliki pemandangan yang menakjubkan. Nah, berikut adalah 10 destinasi wisata menarik yang bisa kamu kunjungi di Jayawijaya.

#, Air Terjun Walesi
Air Terjun berlokasi di Distrik Walesi, Wamena ini sebenarnya tak memiliki ketinggian yang terlalu curam, namun memiliki pemandangan yang menawan. Aliran air terjun yang tak terlalu deras membuat kolam yang berada di bawahnya cukup dangkal, sehingga sering digunakan oleh para pengunjung untuk bermain air atau sekedar berendam merasakan kesegaran airnya.

#. Danau Habbema

Danau yang disebut-sebut sebagai danau di atas awan dan tertinggi di Indonesia. Karena memang danau ini berada di ketinggain 3.225 mdpl. Pada mulanya danau ini bernama Danau Yuginopa, kemudian dirubah dengan nama Habbema tak lain adalah nama seorang perwira Belanda, yakni Letnan Habema. Ia adalah perwira yang mengawal tim ekspedisi ke puncak Trikora tahun 1909. Danau Habbema masih berada di kawasan Taman Nasional Lorentz Papua.

#. Goa Kontilola
Di Jayawijaya juga ada Goa Kontilola memiliki pemandangan yang menawan. Di dalam goa terdapat lukisan manusia purba, yang disebut-sebut sebagai gambar alien. Tak seperti goa yang lainnya, Goa Kontilola memiliki ruangan yang cukup besar, dan mulut goanya pun cukup lebar.

#. Jembatan Sinatma

Jembatan ini memiliki konstruksi gantung, yang di bawahnya ada aliran sungai yang cukup deras. Jadi bisa dipastikan, kamu akan merasakan sensasi yang menegangkan ketika melewati jembatan yang satu ini.

#, Kampung Wisata Suroba

Kampung yang mayoritas rumah penduduknya adalah rumah tradisional Papua, Honai. Saat berkunjung ke sana, kamu akan langsung disambut ramah tamah oleh penduduk. Di sana kamu juga bisa menikmati pemandangan alam sekitar yang menawan.

#. Lembah Baliem

Jayawijaya dikelilingi Lembah Baliem. Lembah cantik ini didiami oleh banyak suku, yang di mana kebanyakan adalah Suku Dani. Setiap tahunnya, di Lembah Baliem diadakan festival tertua di Indonesia, yakni Festival Lembah Baliem. Festival itu sendiri menghadirkan berbagai macam ritual budaya hingga tari tradisional.

#. Mumi Baliem
Di Lembah Baliem bisa melihat 6 mumi yang sudah berusia sangat tua. Yang paling terkenal adalah Mumi Wim Motok Mabel, yang konon katanya sudah berusia 280 tahun. Wim berarti perang, Motok berarti panglima, dan Mabel adalah nama asli dari jasad yang dimumikan tersebut. Dinamakan demikian karena memang dulunya Mabel adalah seorang panglima perang yang sangat disegani di Distrik Kerulu.

#. Pasir Putih Desa Aikima

Lembah Baliem memang menyimpan sejuta pesona. Ketika berkunjung ke Lembah Baliem, kamu juga bisa datang ke Desa Aikima yang memiliki spot unik berupa bukit yang penuh dengan pasir. Akses menuju ke Pasir Putih Desa Aikima juga tak begitu sulit, karena hanya berjarak sekitar 15 menit perjalanan dari jalan raya. Dengan keunikan yang dimilikinya, kamu dijamin tak akan menyesal berkunjung ke sana.

#. Rumput Mei

Jika biasanya lembah akan dikelilingi oleh rumput ilalang berwarna hijau, berbeda halnya dengan di Lembah Baliem. Karena di sana kamu tak akan menemukan ilalang berwarna hijau, melainkan hamparan tanah luas yang dikelilingi oleh ilalang berwarna ungu. Lembah ini sendiri terletak di Kampung Parema, Distrik Wesaput dan di Kampung Aikima, Distrik Hubikosi. Hamparan rumput ilalang berwarna ungu ini pun hanya terjadi satu kali dalam setahun, yakni pada bulan Mei. Maka dari itu, dinamakan dengan Rumput Mei.

#. Telaga Biru

Sedikit jauh ke pedalaman Lembah Baliem, kamu juga bisa menemukan telaga cantik yang dinamakan dengan Telaga Biru. Untuk menuju ke sana, kamu harus menempuh perjalanan selama 2 jam dari Wamena. Memang belum ada penunjuk jalan untuk menuju ke sana, hal yang sebenarnya sangat disayangkan. Padahal destinasi wisata ini memiliki pemandangan yang mengagumkan. (ndy)

Mahkota Miss Tourism World 2019 Diraih Kontestan Meksiko

this formate

QINDDAO, bisniswisata.co.id: Kontestan asal Meksiko Michelle Hewitt Zapata memenangi mahkota Miss Tourism World 2019. Juri juga mengumumkan Svetlana Mamaeva dari Kanada sebagai runner-up pertama, dan Tan Ruoyi dari Tiongkok sebagai runner-up kedua. Kontes ini dimulai pada 24 September hingga 6 Oktober 2019.

Miss World World 2019 Final Global mencapai klimaksnya pada Minggu (6/10) malam di Kota Qingdao, Tiongkok timur. Kontes selama 12 hari itu diikuti para kontestan dari 67 negara dan wilayah, seperti Rusia, Amerika Serikat, Prancis, Venezuela, Brasil, serta negara-negara anggota SCO (Organisasi Kerjasama Shanghai) serta negara-negara dan wilayah terkait BRI (Belt and Road Initiative).

Sayang, tidak ada catatan perwakilan Indonesia mengikuti Miss Tourism World 2019. Padahal kejuaraan dunia ini memiliki nilai strategis dalam mempromosikan pariwisata sekaligus menarik turis asing datang ke Indonesia.

Seperti dilansir Xinhua, Rabu (09/10/2019), ajang skala internasional ini, dipandu bersama Biro Kebudayaan dan Pariwisata Kota Qingdao dan panitia penyelenggara Miss World World Global Finals, kontes ini melibatkan kegiatan seperti pameran foto, peragaan busana dan upacara pembukaan.

Dianggap sebagai kontes ketiga terbesar di dunia setelah Miss Universe dan Miss World, acara ini bertujuan untuk mempromosikan pertukaran budaya dan kerja sama pariwisata antarnegara.

Biro Kebudayaan dan Pariwisata Kota Qingdao menyatakan acara ini merupakan kesempatan untuk mempromosikan sumber daya wisata, budaya, dan sejarah kota yang kaya kepada dunia. Selama 12 hari, para kontestan mengikuti berbagai acara yang sangat padat mulai acara sosial, kunjungan ke obyek wisata di China, wawancara tentang dunia pariwisata termasuk kondisi pariwisata dan budaya di negara masing-masing kontestan. hingga penampilan pakaian khas daerah. (end)

Segarnya Laguna Verde, Sayang Wisatawan Dilarang Renang

this formate

BOLIVIA, bisniswisata.co.id: Laguna Verde terletak di ujung barat daya Bolivia, tidak jauh dari perbatasan dengan Chili. Lokasi tepatnya berada di Wilayah Altiplano — atau dataran tinggi — di Bolivia. Altiplano membuat siapapun terpana menghadapi lukisan alamnya yang spektakuler.

Angin yang bertiup kencang membuat danau ini berwarna-warni, dari pirus yang terang hingga zamrud yang cemerlang. Dari perbukitan dan lembah, pemandangan yang paling menakjubkan adalah Salar de Uyuni, sebuah danau terbesar di dunia. Di sebelah selatan dataran bergaram terdapat serangkaian danau dataran tinggi, yang banyak di dinamai berdasarkan warnanya.

Laguna Colorada bisa dibilang danau paling terkenal di wilayah ini, karena airnya yang merah mencolok dan ribuan flamingo merah muda yang datang untuk memakan plankton-nya. Sekitar 40 mil di selatan Laguna Colorada terdapat Laguna Verde — sebuah danau yang lebih kecil tapi tidak kalah spektakuler dengan karakteristik yang sangat berbeda.

Laguna Verde, seperti namanya, terlihat hijau. Dan kadang-kadang terlihat busa yang mencurigakan, mungkin beracun. Kawanan burung flamingo pun memilih tak mencari makan di danau ini. Laguna Verde memiliki konsentrasi timbal, sulfur, arsenik, dan kalsium karbonat yang tinggi. Tentu, bukan saja flamengo, Anda pun enggan untuk bermain air di Laguna Verde. Apalagi berenang pun dilarang.

Saking tingginya kandungan mineralnya, perairan Danau Verde tetap cair pada suhu serendah -6,1 derajat Fahrenheit (-21,2 derajat Celsius). Tapi mineral yang sama itu, justru memberi danau warna hijau yang fantastis, menjadikannya hotspot bagi fotografer dan penggemar pemandangan aneh.

Sifat indah Laguna Verde semakin sempurna dengan kehadiran Volcán Licancabur, sebuah stratovolcano yang kerucutnya hampir sempurna, yang mencuat kurang dari tiga mil ke barat daya danau. Licancabur dianggap sebagai gunung suci, dan situs arkeologi ditemukan pada lereng dan kawah puncaknya, yang menyembunyikan sebuah crypt Inca.

Laguna Verde terletak di dalam Cagar Nasional Fauardo Avaroa Andean Fauna di ujung barat daya Bolivia, di Provinsi Sur Lípez di bagian Potosí. Sebuah jalan lintas sempit memisahkan Laguna Verde dari Laguna Blanca (White Lake), yang warna putihnya juga merupakan hasil mineral di dalam air.

Banyak wisatawan mengunjungi danau selama tur beberapa hari, yang sering dikombinasikan dengan Salar de Uyuni. Waktu terbaik untuk mengunjungi Laguna Verde, selama musim kemarau dari bulan April hingga September.

Bila ke Laguna Verde, selalu bawa pakaian hangat, karena ketinggian tinggi dan angin kencang dapat menyebabkan beberapa kondisi yang sangat dingin, bahkan ketika matahari bersinar cerah – maka jangan lupa pula krim tabir surya Anda. (ndy)

13 Kesenian Jabar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Sebanyak 13 kesenian asal Jawa Barat (Jabar) resmi ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui penyerahan sertifikat di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (8/10/2019). Sertifikat Apresiasi ini, diserahkan Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo kepada Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Daud Achmad yang hadir mewakili Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Daud mengatakan, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar sangat mengapresiasi penetapan tersebut. Daud pun mengimbau kepada para pimpinan daerah di kabupaten/kota se-Jabar untuk terus menghidupkan budaya asli daerahnya agar tidak tergerus zaman dan diambil alih pihak luar.

“Saya mengimbau kepada kabupaten/kota (untuk) bisa terus memelihara, bisa terus melestarikan budaya-budaya yang memang hidup di daerahnya. Sebenarnya kita berkompetisi juga dengan negara tetangga kita, seperti di Sumatera (budayanya) banyak yang diklaim wilayah lain,” ujar Daud seperti dilansir laman AyoBandung, Rabu (09/10/2019).

Selain itu, Daud menyebutkan bahwa Pemdaprov Jabar tidak hanya mengupayakan pengakuan resmi budaya-budaya yang ada di 27 kabupaten/kota. Saat ini, pihaknya melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar sedang memperjuangkan pengakuan UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB) atas budaya Pencak Silat.

“(Melalui) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang sedang kita upayakan untuk bisa mendapat pengakuan dari UNESCO itu pencak silat. Memang penilaiannya lama, prosesnya sudah beberapa tahun,” tambah Daud.

Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo juga mengimbau para kepala daerah untuk segera mengajukan hak paten warisan budayanya di Kementerian Hukum dan HAM RI. Hal tersebut dinilai penting sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam hal pelestarian budaya.

“Saya minta semua budaya yang tadi ditetapkan, kalau bisa dipatenkan di Kementerian Hukum dan HAM. Tidak hanya budaya, tapi juga kulinernya. Jangan sampai dikemudian hari ada kebudayaan kita yang diakui oleh negara lain,” tegas Tjahjo.

Sementara Mendikbud RI Muhadjir Effendy mengatakan, program tahunan ini merupakan langkah konkret pemerintah pusat dalam melindungi budaya-budaya dari klaim negara asing. Tak hanya menjalankan amanat Undang-Undang Dasar, gelaran sertifikasi warisan budaya ini juga merupakan wujud komitmen dalam pelestarian budaya.

“Penetapan warisan budaya takbenda ini merupakan langkah konkret sebagai bentuk perlindungan kekayaan budaya yang dimiliki agar tidak di klaim pihak lain,” tegas Muhadjir sambil menambahkan tahun ini, kurang lebih 267 warisan budaya takbenda didaftarkan dari seluruh Indonesia. Jawa Barat sendiri mengajukan 13 kesenian budaya rakyat yang seluruhnya lulus seleksi dan verifikasi sehingga resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Setelah diusulkan oleh provinsi masing-masing, dilakukan verifikasi dan uji lapangan oleh tim ahli serta diakhiri oleh sidang penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada Agustus lalu. Sidang dilakukan sebagai tahap akhir untuk menentukan status setiap usulan. Dinas yang membidangi kebudayaan didampingi oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya mempresentasikan usulannya di hadapan staf ahli yang berjumlah 15 orang.

Berikut 13 kesenian Jawa Barat yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2019: Badawang, Bajidoran, Blenderan, Benjang, Cingcowong, Domyak, Kawin Cai, Panjang Jimat Kasepuhan Cirebon, Reak Dogdog, Seren Taun Cigugur, Seren Taun Banten Kidul (Kabupaten Sukabumi), Tari Trebang Randu Kintir dan Topeng Banjet. (ndy)

12-18 Oktober 2019, Saparan Yaa Qowiyyu

this formate

KLATEN, bisniswisata.co.id: Saparan Yaa Qowiyyu, tradisi tahunan yang sarat dengan makna religi dan budaya kembali digelar. Gelaran tahun ini akan berlangsung di Jatinom, Klaten pada 15 Sapar dalam kalender Jawa, atau 18 Oktober 2019 dalam kalender Masehi atau tepatnya selama sepekan mulai dari 12 hingga 18 Oktober 2019.

“Tradisi keagamaan dan budaya Yaa Qowiyyu sudah berjalan sejak 1511 tahun saka atau 1688 masehi di Jatinom. Tahun ini lebih semarak dengan menampilkan potensi budaya masyarakat yang berwarna-warni dengan tidak meninggalkan nilai-nilai religi dan budaya yang ada,” kata Sekretaris Lembaga Pengelola, Pelestari Peninggalan Kyai Ageng Gribig, Moh. Sudaryanto dalam keterangan resminya.

Laiknya Saparan Yaa Qowiyyu pada tahun-tahun sebelumnya, puncak kegiatan ini adalah bagi-bagi kue apem. Sebanyak tujuh ton apem diperkirakan akan dibagikan pada acara tahun ini yang diperkirakan diikuti oleh puluhan ribu orang, termasuk Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Ia menceritakan tradisi Yaa Qowiyyu diprakarsai oleh tokoh sejarah Kyai Ageng Gribig (keturunan Raja Brawijaya V dari Keraton Majapahit), sekaligus juru dakwah dari Wali Sanga. Ya Qowiyyu sendiri merupakan doa meminta kekuatan kepada Allah SWT, baik iman, jiwa, raga, ekonomi, dan lain-lain. Apem berasal dari kata afwan (bahasa Arab) yang berarti minta maaf dalam bahasa Indonesia.

Nguri-uri Dadi Mberkahi (menghidup-hidupi dan memberi berkah) merupakan tajuk yang dipilih untuk tahun ini. Maksudnya dengan upaya yang terus-menerus masyarakat menjaga kearifan masa lalu. Sejumlah agenda baru dalam rangkaian acara, antara lain pentas kesenian, jemparingan lomba pembuatan apem, lomba memancing, bazaar makanan dan jajanan, pameran dan pelatihan fotografi Jatinom, hingga pentas wayang kulit.

“Lomba Jemparingan (panah tradisional) yang digelar oleh Yayasan Ash-Shomad ke-19 juga ada wayang kulit dan pameran fotografi Wangsul Jatinom oleh Dr Mia Sismadi, diskusi warisan dan nilai-nilai Kyai Ageng Gribig oleh Ki Hadjar Poerwatjarita, dan Parade Nusantara,” kata dia

Mia Sismadi yang akan menggelar pameran foto dalam pekan Ya Qowiyyu itu mengatakan, dia ingin menunjukkan kekayaan perubahab tradisi di Jatinom. “Dulu saya masih dapat foto masyarakat menerima apem dengan tangan, tetapi sekarang dengan payung,” sambungnya seperti dilansir laman Medcom, Rabu (09/10/2019).

Selain itu, ada pula foto tentang tradisi pasar ternak di Jatinom yang dulu seperti Texas, lengkap dengan topi ala koboi. Semua foto yang ditampilkan ingin menunjukkan kekayaan tradisi di Jatinom dan agar masyarakat Jatinom tidak lupa terhadap tradisi mereka. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Maksimalkan Bromo Tengger Semeru agar Long Stay Turis Lebih lama

this formate

SINGOSARI MALANG, bisniswisata.co.id: Jawa Timur (Jatim) memaksimalkan pariwisata Bromo, Tengger dan Semeru yang masuk dalam Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru (TNBTS). Keseriusan ini dengan mempersiapkan secara optimal, termasuk masalah akses, fasilitas serta melakukan pemetaan daya dukung alam menghadapi banyaknya wisatawan yang terus bergerak naik.

“Memang, Jatim dalam hal TNBTS masuk dalam tiga prioritas pengembangan pariwisata oleh pemerintah pusat. Sehingga perlu ditangani secara serius terutama aksesnya. Jadi nanti (pengembangannya) menyambung ke Malang Raya, Probolinggo ke Lumajang,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Museum Singhasari, Malang, Selasa (8/10).

Pihaknya telah mendapatkan investor untuk mengembangkan akses di BTS. Di antaranya rencana usulan transportasi cable car atau kereta gantung dan sky train. Usulan ini didukung Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang berencana mendatangkan investor kereta gantung dari Swiss. Dan untuk sky train investornya asal China yang punya ketertarikan untuk investasi.

“Jadi cable car sudah ada yang komitmen menginvestasikan melalui Bappenas itu Swiss via Probolinggo. Kalau sky train dari Malang, investor Cina punya ketertarikan di sini. Pembangunan kereta gantung diharapkan mempermudah akses wisatawan yang ingin melihat matahari terbit dan terbenam di kawasan BTS,” papar mantan Menteri Sosial.

Di sisi lain, Khofifah menyoroti daya dukung alam di kawasan wisata Bromo Tengger Semeru. Pasalnya, wisata BTS harus tetap mengedepankan aspek ecotourism. Ini berarti perlu menghitung maksimum daya tampung BTS di beberapa titik per harinya. Upaya ini, sangat penting dan memiliki nilai strategis agar kondisi alam di BTS tidak mengalami kerusakan serta keasriannya tetap terjaga dan lestari.

“Sehari berapa wisatawan boleh menikmati indahnya Bromo. Karena termasuk ecotourism, area-area yang terkait dengan pasir berbisik itu membutuhkan titik-titik tertentu. (Misalnya) mobil boleh lewat di mana? Itu tetap harus dijaga,” lontarnya

Untuk itu Pemprov Jatim akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait pengelolaan ecotourism. Gubernur tak ingin banyaknya pengunjung justru menjadi ancaman bagi alam di sekitar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). “Balai Besar TNBTS harus diajak duduk bersama. Terkait di mana titik yang diperbolehkan kalau kita mau lihat sunrise. Juga duduk bersama KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan),” ungkapnya.

Dengan adanya pengembangan ini, Khofifah berharap, wisatawan mancanegara (wisman) dapat menetap lebih lama di Jatim. Pasalnya, rata-rata wisman hanya dua hari mengisi liburan di Jatim. Dengan langkah ini diharapkan turis asing maupun domestik bisa menambah waktu di Jatim hingga empat hari.

Wisman asal Eropa biasanya mengisi waktu liburan sekitar 14 hari di Indonesia. Mereka menetap di Candi Borobudur dan Jatim masing-masing selama dua hari. “Dua hari di Jatim, satu hari di Bromo dan satu hari lagi di Ijen. Lalu 10 hari berlibur di Bali. Nah kita ingin tinggal di sini lebih lama lagi,” sarannya.

Diharapkan jika turis asing melalui Malang akan tinggal di Malang minimal sehari. Baru kemudian di Bromo sehari, yang lewat Probolinggo, Surabaya, juga begitu. Paling tidak mereka bisa empat hari di Jatim. “Untuk itu, saya minta tour operator agar merayu wisman agar long stay di Jatim. Lamanya tinggal akan mempengaruhi pengeluarannya sehingga berdampak ke pendapatan masyarakat,” tegasnya serius. (ndy)