Kadin Dorong KEK Jadi Ujung Tombak Pertumbuhan Pariwisata

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dapat menjadi ujung tombak bagi pertumbuhan industri pariwisata. Pembangunan KEK mempunyai manfaat melahirkan pusat pertumbuhan baru di daerah karena dapat menciptakan lapangan kerja serta menekan tingkat kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa.

“KEK ini banyak insentif fiskal maupun kemudahan berusaha, sehingga membuat KEK menjadi sangat-sangat menarik dan menjadi ujung tombak manufaktur dan pariwisata,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani dalam keterangan resminya, Jumat (11/10/2019).

Diharapkan adanya komitmen bersama antara pemerintah dan dunia usaha untuk menghilangkan berbagai hambatan dalam pengembangan KEK, seperti multitafsir terhadap regulasi yang ada, agar investasi di KEK makin meningkat.

“Kami melakukan sosialisasi kepada anggota dan dunia usaha, termasuk calon investor, agar memahami bahwa investasi di KEK benar-benar investasi yang cepat, mudah, dengan perizinan lebih jelas. Koordinasi dengan K/L terkait juga dilakukan agar yang tidak efisien bisa berkurang,” ujarnya.

Menurutnya, pembenahan dalam iklim berusaha untuk pengembangan KEK menjadi penting karena Indonesia harus mencari peluang dari tingginya tensi perang dagang apalagi negara-negara lain sudah melakukan reformasi dengan hasil yang memadai.

“Kita ingin kebijakan yang benar-benar friendly dan simplified untuk meningkatkan iklim investasi, karena kenyataannya kita tertinggal dari negara-negara lain. Mereka terus mereformasi kebijakan dan melakukan penyempurnaan agar kemudahan berusaha dan daya saing meningkat,” katanya.

Pemerintah menargetkan 17 KEK terbentuk pada akhir 2019 sesuai sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Saat ini, baru 10 KEK yang telah beroperasi sepenuhnya, karena tiga KEK masih dalam tahap pembangunan dan empat KEK baru dalam tahap penetapan. Sebanyak 13 KEK sudah diresmikan pemerintah yang delapan di antaranya bergerak dalam industri pengolahan dan lima sektor pariwisata.

Hingga Oktober 2019, komitmen investasi di seluruh KEK yang tersebar di pelosok Tanah Air telah mencapai Rp85,3 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 8.686 orang. Dari komitmen tersebut, total nilai realisasi investasi di KEK baru mencapai Rp21 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan hingga saat ini komitmen investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) telah mencapai Rp 85,3 triliun. Total komitmen investasi itu untuk 13 KEK yang sudah dikeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) dan diresmikan. KEK tersebut terdiri dari 5 KEK pariwisata dan 8 KEK industri. “Investasi yang sudah komit posisi sekarang ini adalah Rp 85,3 triliun,” ujar Darmin di kantornya, Kamis (10/10/2019).

Komitmen ini akan dilanjutkan hingga proses pembangunan dan pengembangan di daerah KEK. Bahkan saat ini KEK juga telah menyerap tenaga kerja dan ke depannya akan lebih banyak lagi. “Kalau nanti selesai betul bangunan dan operasi maka akan serap tenaga kerja 8.686 orang,” katanya.

Disayangkan, meski komitmen investasi telah masuk hingga Rp 85 triliun, jumlah itu masih jauh dari harapan pemerintah. Apalagi jumlah KEK sudah semakin banyak yang diresmikan pemerintah. Sebagai informasi, dari 13 KEK yang sudah diresmikan pemerintah, baru 10 KEK yang telah beroperasi. “Di bandingkan dengan harapan kita dan jumlah KEK nya itu memang masih di bawah harapan kita,” kata dia.

Darmin menegaskan bahwa menggandeng pengusaha sebagai ‘duta KEK’ untuk mendorong investasi di kawasan tersebut sangat penting dilakukan. “Walau kita di sana sini ubah aturannya itu pasti investor lebih percaya yang di dalam. Di sinilah kenapa kita kerja sama dengan Kadin,” tegas Darmin.

Saat ini terdapat enam KEK pariwisata yang telah ditetapkan yakni KEK Mandalika di Lombok, KEK Tanjung Lesung di Banten, KEK Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, KEK Morotai di Maluku Utara. KEK Pariwisata Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, dan KEK Pariwisata Singhosari di Malang Jawa Timur. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Hard Rock Desaru Coast Semarakkan Bisnis Hotel di Johor

this formate

JOHOR MALAYSIA, bisniswisata.co.id: Hard Rock Hotel terus melebarkan sayapnya di penjuru dunia. Untuk menambah kehadirannya di 75 negara, Hard Rock International merayakan pembukaan hotel keduanya di Johor. Malaysia. Hard Rock Hotel Desaru Coast resmi dibuka akhir September 2019 dan siap menyemarakkan bisnis hotel di Johor.

Upacara pembukaannya diwarnai dengan ritual penghancuran gitar dan penampilan band dan penyanyi ternama.Hard RockDesaru Coast sendiri dikelilingi banyak atraksi menarik, mulai dari lapangan golf Els Club, Adventure Waterpark dan pusat perbelanjaan yang berada di tepian sungai.

“Hard Rock Internasional sangat senang dengan bertambah kehadirannya di Malaysia. Hotel Hard Rock Desaru Coast menyajikan keramahan khas kami di lokasi yang dikenal dunia sebagai potongan surga. Selain itu kami juga sedang merayakan 10 tahun kehadiran Hard Rock Hotel kami di Penang, “ papar Senior Vice President of Hard Rock International, Dale Hipsh dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Jumat (11/10/2019).

Pembukaan Hard Rock Hotel Desaru Coast diwarnai penghancuran gitar sangat ikonik, ledakan kembang api dan penampilan dari rocker legendaris Malaysia, Amy Search. Disambung suguhan music dari DJ Chinois and Hydra. Sebagai kejutan, perayaan pembukaan kedatangan pramusaji legendaris Hard Rock Café pertama di London yang dibuka pada tahun 1971, Rita Gilligan. Kehadirannya menambah energi dan keceriaan bagi tim Hard Rock dan para penggemarnya.

Dale menjelaskan Hard Rock Hotel Desaru Coast dihiasi koleksi memorabilia para ikon musik. Para staff hotel akan siap memberikan tur untuk para tamunya, mengenalkan potongan kenangan dari para artis musik, antara lain milik Elvis Presley, The Rolling Stones, Madona, Lady Gaga dan Rihanna.

“Juga ada Amy Search, penyanyi rock legendaris Malaysia ikut menyumbangkan microphone dan jaket kesayangannya secara ekslusif pada acara penandatanganan donasi koleksinya. Menambahkan koleks iartis regional untuk hotel ini,” lontarnya.

Dengan 365 kamar dan suites dengan balkon dan ruangan dengan luas lebih dari 780 kaki persegi untuk berbagai acara yang dapat dibagi menjadi 3 ruang pertemuan.Hard Rock Hotel Desaru Coast cocok untuk berbagai kalangan.Mulai dari keluarga, pasangan, maupun grup maupun pebisnis yang akan mendapatkan pelayanan yang tak terlupakan.

Hotel ini siap menyajikan memenuhi berbagai selera dengan berbagai macam makanan dan minuman di Sessions Restaurant dengan sajian masa kini. Ada juga The Elephant and The Butterfly, pool side bar and grill yang menyajikan masakan yang terinspirasi dari menu latin amerika.

Selain itu ada Constant Grind coffee bar untuk sekedar ngemil dan mencari minuman yang menyegarkan atau berkafein. Para tamu juga dapat mengunjungi GMT+8, lobby bar yang cantik, terinspirasi dari ruang waktu yang cocok untuk bersosialisasi dan sekedar nongkrong sambil menikmati sajian live music ditemani cocktail di tangan.

“Kami menawarkan berbagai fasilitas untuk para tamunya, termasuk program music The Sound of Your Stay yang dapat mengatur musik di kamar sesuai mood para tamunya. Atau menyediakan pinjaman gitar fender untuk dimainkan di dalam kamar lengkap dengan headphones untuk mencegah keluhan kebisingan,” ungkapnya.

Fasilitas lainnya, sambung dia, ada The Rock Om in room Yoga, Rock Shop yang menjual merchandise seputar merek Hard Rock dan Roxity Kids Club serta Rock Spa yang menyajikan pengalaman perawatan melalui musik. Melalui pijatan sesuai getaran musik memberikan sinyal kepada tubuh sehingga para tamu bersemangat kembali. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Pemerintah Tak Punya Rencana Tutup Pulau Komodo

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kembali menegaskan pemerintah tidak ada rencana menutup Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Rencana yang ada adalah menata pulau Komodi menjadi destinasi pariwisata yang bisa menyerupai wisata di Afrika.

“Pulau Komodo enggak ada rencana penutupan Komodo. Kita ingin menata Komodo menjadi tourist destination. Jadi, seperti di Afrika ada tempat safari,” kata Luhut di kantor Kemenko Kemaritiman Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Selain pengembangan, rencana lain atas Pulau Komodo ialah akan dibentuk pusat riset sehingga nantinya pulau yang menjadi lokasi Taman Nasional Komodo itu bisa lebih teratur. “Itu kayak dinosaurus di Komodo, mau dibikin research center, kita mau atur, supaya engak jadi semrawut. Jadi jangan khawatir enggak dapat kerjaan. Dengan adanya penataan begini, maka nanti penduduk setempat akan lebih sejahtera,” tegas mantan Kepala Staf Kepresidenan ini.

Dijelaskan pulau lain yakni Pulau Rinca, pulau kecil dekat Pulau Komodo, juga hidup komodo sehingga akan dibuat secara eksklusif riset yang bagus, penginanap yang baik sehingga para wisatawan bisa datang dan mengeluarkan dana. “Pulau Rinca ada Komodo juga, Pulau Komodo ini akan dibikin eksklusif dengan research yang bagus, penginapan oke. Kalau mau ke situ, keluarin lah uang berapa banyak.” sambungnya.

Indonesia memiliki 7 heritage atau warisan dunia, termasuk Komodo dan Taman Nasional Gunung Leuser di Aceh dan Sumatera Utara sehingga pemerintah akan pelestarian lingkungan. “Kita ingin juga itu ditata baik. Komodo untuk wisata, ingin tata dengan baik.” tandasnya.

Pada awal tahun, Pemerintah Provinsi NTT berencana menutup lokasi wisata Taman Nasional Komodo dari kunjungan wisatawan selama satu tahun. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan populasi komodo, dan juga rusa yang menjadi makanan utama hewan purba tersebut.

“Kami akan menutup Taman Nasional Komodo selama satu tahun. Pemerintah NTT akan melakukan penataan terhadap kawasan Taman Nasional Komodo agar menjadi lebih baik, sehingga habitat komodo menjadi lebih berkembang,” kata Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, seperti dilansir Antara.

Penataan ulang salah satu tujuh keajaiban dunia itu akan diintegrasikan dengan destinasi unggulan di Labuan Bajo. Di taman nasional itu, tercatat ada tiga desa yang didiami lebih dari 4 ribu jiwa. Satu desa terletak di Pulau Komodo dengan jumlah penduduk 1.818 jiwa, yang termasuk dalam zona khusus permukiman seluas 17,6 hektare sejak 24 Februari 2012. Sebelum ditetapkan sebagai taman nasional, ekspedisi Douglas Burden mencatat adanya permukiman di Pulau Komodo yang dihuni 40 keluarga, pada 1926.

Dilanjutkan, sebagai tujuan wisata alam premium, perlu dibangun penyediaan sarana-prasarana dan jasa wisata alam yang mempunyai kualitas berstandar internasional, termasuk sebuah museum. Karena itu, pengelolaan Taman Nasional Komodo harus terintegrasi dengan pengembangan destinasi wisata Labuan Bajo. “Saat ini sedang disusun ITMP (integrated tourism master plan) Labuan Bajo-Flores yang akan diselesaikan di 2020,” terang Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Djati Witjaksono Hadi dalam keterangan resminya seperti dimuat di Bisniswisata.co.id, Jumat (04/10/2019).

Penegasan ini sekaligus menjawab keresahan masyarakat setempat setelah mencuatnya wacana penutupan dan relokasi penduduk di Pulau Komodo, beberapa waktu lalu. Kondisi itu mendorong Menteri LHK Siti Nurbaya membentuk tim terpadu untuk melakukan kajian, sambungnya.

Tim terpadu menyimpulkan Pulau Komodo tak perlu ditutup karena tak ada alasan yang dapat dijadikan dasar penutupan baik ditinjau dari aspek ekologi, sosial, dan ekonomi. Penutupan Pulau Komodo akan menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha wisata.

Dari hasil monitoring populasi Komodo oleh Balai Taman Nasional Komodo dan Komodo Survival Program (KSP), populasi komodo selama lima tahun terakhir berfluktuasi dengan tren yang relatif stabil antara 2.400-3.000 ekor. (ndy/ant)

Wisatawan Swiss Hilang di Hutan Misool Raja Ampat

this formate

SORONG, bisniswisata.co.id: Aurelien, wisatawan asal Swiss dilaporkan terjebak dan hilang di dalam hutan Misool, Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Aurelien masuk dan melakukan perjalanan wisata di Hutan Misool tanpa pemandu wisata. Hilangnya pelancong asing sejak Selasa (8/10) mendapat perhatian serius Tim Basarnas Sorong dengan melakukan proses evakuasi.

Namun hingga Kamis (10/10) malam, proses pencarian dihentikan sementara karena kondisi medan yang sulit dijangkau. “Tim pencari korban di Misool ditarik kembali ke Sorong. Bagi masyarakat setempat jika menemukan turis asing segera melapor,” papar Kepala Kantor Basarnas Sorong, Sunarto.

Dijelaskan, Aurelien melakukan perjalanan darat dari Kampung Gamta menuju Kampung Atkari Pulau Misool dengan lama perjalanan 10 hari. Setelah lewat dari satu minggu, wisatawan itu meminta pertolongan dengan melaporkan kontak darurat International Emergency Response Coordination Center (IERCC) 911 agar dievakuasi.

“Korban meminta dievakuasi karena logistik telah habis dan tidak dapat melanjutkan perjalanan sampai ke tujuan yang telah direncanakan. Saat ini tim dari Basarnas Sorong sedang melaksanakan perjalanan dengan jalan darat menuju titik dimana korban berada yakni Hutan Atkari untuk mengevakuasi korban,” ujar Sunarto seperti dilansir Antara, Jumat (11/10/2019).

Menurutnya, kendala pencarian adalah medan yang sulit menuju tempat atau titik di mana korban minta pertolongan melalui satelit. Akses menuju tempat itu berkarang terjal. “Operasi pencarian dihentikan sementara dan masih dilakukan pemantauan titik di mana korban meminta pertolongan untuk operasi lebih lanjut,” ujarnya.

Setiap sudut Pulau Misool, yang merupakan Kepingan “Surga” di Raja Ampat memang menyuguhkan pemandangan alam yang sangat menakjubkan. Mulai dari bentangan pantai dan pasir putihnya, taman laut yang eksotis, danau ubur-ubur sampai dengan hutan mangrove.

Selain itu, Pulau Misool memiliki deretan batu karang di bagian timur merupakan satu dari empat pulau terbesar di Kepulauan Raja Ampat. Pulau terbesar di gugusan kepulauan tersebut berbatasan dengan Laut Seram dimana perairan tersebut merupakan jalur lintas binatang laut lepas seperti paus.

Aktivitas Wisata di Misool antara lain Snorkeling dan diving yang tentunya tak boleh dilewatkan saat menjejakkan kaki di kawasan wisata ini. Saking banyaknya titik penyelaman yang memukau, rasanya akan butuh banyak waktu untuk menjelajahi taman laut Pulau Misool, yang masih alami dan sangat kaya ini.

Juga bisa mencoba Scuba Diving atau kayaking untuk melihat beragam jenis ikan, terumbu karang, hiu, penyu, pari, dan biota laut lain yang menghuni surga bawah laut Pulau Misool. Karena begitu jernih, kamu bahkan bisa mencapai hingga jarak pandang 25 meter!

Di Pulau Misool, harus menyempatkan diri untuk berkunjung ke Danau Ubur-ubur. Seperti namanya, danau ubur-ubur ini merupakan tempat berkoloninya ubur-ubur yang sangat cantik. Jangan khawatir, karena semua ubur-ubur yang ada di danau ini tidak beracun sehingga aman untuk dikunjungi

Yang ngak kalah penting, untuk berfoto di puncak bebatuan karst Pulau Misool, Goa Putri Termenung (trekking sedikit menyusuri gua untuk ber foto dengan stalakit berbentuk patungan putri sedang termenung), atau mengunjungi Goa Tengkorak untuk melihat tempat bersejarah dimana masyarakat Misool menyimpan jasad orang yang sudah meninggal.

Aktifitas wisata laiinya menjelajahi pemandangan eksotis flora dan fauna hutan mangrove di sekitar Pulau Misool yang nyaris belum terjamah kerusakan dan polusi. Serta sebuah lokasi tersembunyi di Pulau Misool yakni labirin batuan karst untuk melihat keberadaan lukisan berbentuk tangan manusia, ikan, dan lainnya di dinding-dinding gua atau yang disebut juga dengan petroglyph. Bayangkan, lukisan cantik berwarna dominan merah tersebut diperkirakan berusia sekitar 5.000 tahun!

Bukan hanya kekayaan dan keindahan alam, Pulau Misool juga memiliki keanekaragaman budaya dan adat istiadat yang masih sangat kental. Ada beberapa desa di sekitar Pulau Misool yang menarik untuk dikunjungi. Di desa ini, juga bisa melakukan wisata kuliner untuk mencoba makan khas masyarakat Papua, yakni Papeda yang dikombinasikan dengan segarnya Kuah Kuning dan Ikan Tude Bakar, juga lezatnya Dabu-dabu dan sambal rica. (ndy/ant)

476 Penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin Didelay, Kenapa?

this formate

PALEMBANG, bisniswisata.co.id: Sebanyak 476 jadwal penerbangan baik kedatangan dan keberangkatan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang mengalami delay atau tertunda selama musim asap pada September 2019.

“Tercatat 476 jadwal penerbangan terdiri 239 jadwal kedatangan domestik, 233 jadwal keberangkatan domestik, 2 kedatangan internasional dan 2 keberangkatan internasional. 476 yang tertunda itu dari 2.852 penerbangan yang ada di Bandara SMB II Palembang selama September, atau 17 persen dari keseluruhan,” ujar Executive General Manager Bandara SMB II Palembang, Fahroji seperti dikutip dari Antara, Kamis (10/10).

Menurut dia, kabut asap mulai mengganggu penerbangan di Bandara SMB II Palembang sejak awal September hingga saat ini, gangguan umumnya terjadi pada pagi hari saat jadwal penerbangan padat.

Kabut asap paling parah terjadi pada 23 September yang menyebabkan aktifitas penerbangan terhenti selama tiga jam dan membuat belasan penerbangan tertunda akibat jarak pandang berada di bawah ambang batas aman 800 meter. “Bahkan hari itu pesawat Air Asia dari Kuala Lumpur terpaksa putar balik ke Johor Baru karena landasan tertutup asap cukup lama,” ujarnya.

Dari 476 penerbangan tersebut, jadwal tertunda paling banyak dialami Maskapai Lion Air yakni 83 kali tertunda kedatangan dan 74 kali tunda keberangkatan, atau total sebanyak 137 kali. “Sejauh ini penerbangan hanya tertunda dan putar balik saja, belum ada yang batal berangkat akibat asap, kalau batal karena faktor operasional ada,” jelasnya

Dia menambahkan Bandara SMB II tidak mengalami kerugian apapun akibat gangguan asap tersebut, hanya saja memang terjadi penumpukan jadwal dan penumpang yang sejauh ini masih bisa di atasi otoritas bandara. “Mungkin kerugian ada di penumpang yang rugi waktu,” katanya. (ndy).

Condé Nast Traveller Magazine: Indonesia Destinasi Wisata Terbaik 2019

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Majalah Condé Nast Traveller yang berpusat di London mengumumkan pariwisata Indonesia menempati peringkat pertama dalam daftar destinasi wisata terbaik tahun 2019, hasil pilihan pembaca majalah perjalanan mewah yang ditujukan untuk pelancong kelas atas yang mandiri.

Prestasi ini terbilang membanggakan, karena pada tahun sebelumnya dalam daftar yang sama, Indonesia hanya harus puas berada di peringkat ke-15, di bawah Swiss dan di atas Meksiko. Prestasi Indonesia tahun ini mengalahkan Italia yang pada tahun sebelumnya berada di peringkat teratas dalam daftar yang bertajuk ‘Top 20 Countries in the World: Readers’ Choice Awards 2019′ ini.

Dalam menyusun daftarnya, Condé Nast Traveller melakukan survei terhadap sekitar 600 ribu pembacanya. Hasilnya, sebanyak 92,78 persen pembaca memilih Indonesia sebagai negara terbaik untuk berwisata. Lima negara yang berada di bawah peringkat Indonesia tahun ini ialah; Thailand, Portugal, Sri Lanka, dan Afrika Selatan.

Sementara itu Italia yang tahun lalu berada di peringkat teratas kini berada di peringkat ke-sembilan, di bawah Filipina dan di atas Vietnam. Tidak seperti tahun sebelumnya, tahun ini lebih banyak negara-negara Asia yang dipilih pembaca untuk menempati daftar destinasi wisata terbaik.

Berikut daftar lengkap Destinasi Wisata Terbaik 2019 pilihan pembaca Condé Nast Traveller:

Indonesia 92,78
Thailand 92,37
Portugal 91,94
Sri Lanka 91,79
Afrika Selatan 91.59

Peru 91.28
Yunani 91.18
Filipina 90,63
Italia 90.62
Vietnam 90,46

Turki 90.15
Jepang 89,74
Meksiko 89.7
Tanzania 89,62
Israel 89,54

Kolombia 89.41
Selandia Baru 89.11
Irlandia 89,08
Kamboja 89,03
Kroasia 88.83
(ndy)

Hutan Bakau di Mandeh Jadi Obyek Wisata Baru

this formate

PESISIR SELATAN, bisniswisata.co.id: Kawasan Terpadu Mandeh (KWT), Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatra Barat bakal dilengkapi wisata hutan bakau atau mangrove seluas 750 hektare (Ha). Keberadaan wisata mangrove ini, menjadi daya tarik baru bagi Kawasan Terpadu Mandeh

“Dinas Lingkungan Hidup Pessel berencana memanfaatkan potensi hutan bakau di Kawasan Wisata Terpadu Mandeh sebagai lokasi wisata hutan bakau, yang diharapkan menjadi daya tarik wisatawan,” papar Kabid Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pessel, Darpius Indra, saat dihubungi, Kamis (10/10)

Menurutnya, potensi hutan bakau di KWT Mandeh cukup luas untuk dikembangkan. Dia menambahkan, untuk menjadikan wisata hutan bakau di KWT Mandeh, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pesisir Selatan melakukan studi banding ke Kampung Tengkalak, Desa Sukawarta, Perawang, Provinsi Jawa Barat, guna melihat pengelolaan dan penataan kawasan hutan bakau.

Dari hasil studi banding, sebutnya, ternyata secara geografis wilayah pengelolaan wisata hutan bakau di daerah tersebut tidak jauh berbeda dengan wilayah di Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan. Ada beberapa bibit bakau nantinya bisa dikembangkan, seperti bakau jenis api-api dan rigopuro. “Kelompok Gempita di daerah itu cukup komit dalam mengembangkan hutan bakau,” ujarnya seperti diunduh laman Medcom.

Jika kawasan hutan Bakau di KWT Mandeh sangat berpotensi dapat dikembangkan sebagai lokasi wisata hutan bakau. Untuk menjadikan kawasan WHB, Dinas Lingkungan Hidup siap menjemput anggaran ke Provinsi dan Pusat. Sementara itu, konsep wisata hutan bakau ini jalan menuju lokasi kawasan WHB akan segera dipersiapkan. (ndy/Medcom)

Digital Meeting Point, Fasilitas Anyar Bandara Ngurah Rai

this formate

MANGUPURA, bisniswisata.co.id: Setelah menghadirkan fasilitas holding room bagi penumpang berkebutuhan khusus, PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menghadirkan fasilitas baru yaitu Digital Meeting Point. Fasilitas titik bertemu digital ini akan membantu mempermudah penjemputan penumpang pesawat udara.

“Fasilitas baru ini terdiri dari dua jenis komponen, yang pertama adalah fasilitas berupa kiosk dan video wall yang terletak di Terminal Kedatangan Domestik dan Internasional dan komponen kedua adalah aplikasi yang dapat dibuka melalui ponsel pintar penjemput penumpang,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado, di Mangupura.

Hingga bulan September tahun 2019 ini, total penumpang yang datang di bandara Ngurah Rai tercatat lebih dari 8,7 juta penumpang, meningkat 1 persen dibandingkan dengan catatan di periode yang sama di tahun lalu. Jumlah kedatangan penumpang rute internasional tercatat mendominasi kedatangan penumpang rute domestik, dengan perbandingan 5,1 juta penumpang internasional berbanding 3,6 juta penumpang rute domestik.

Dengan banyaknya penumpang yang datang tersebut, Herry Sikado mengatakan, diperlukan suatu fasilitas yang mempermudah bagi para penjemput untuk menjemput para penumpang yang baru saja tiba di Pulau Dewata. “Dengan rangkaian fasilitas baru yang kami hadirkan ini, penjemput dapat dengan mudah untuk melakukan penjemputan tamu ataupun penumpang yang baru saja mendarat di Bali,” katanya.

Sebelum menggunakan fasilitas tersebut, penjemput diharuskan untuk melakukan registrasi di website http://digimeet.ngurahrai-airport.co.id. Dalam proses registrasi, penjemput diminta untuk memasukkan data diri sesuai dengan data yang diminta dalam aplikasi. Kemudian, penjemput penumpang yang data dirinya telah diverifikasi oleh sistem akan memiliki akun pengguna dan kata sandi yang kemudian dapat digunakan untuk melakukan proses login aplikasi.

“Dari sisi penjemput, setelah memiliki akun pengguna, mereka dapat menggunakan aplikasi ini untuk memantau penumpang yang hendak dijemput. Sedangkan dari sisi penumpang, dapat mengakses aplikasi ini untuk mengetahui detail penjemput, seperti identitas dan bahkan lokasi penjemput secara realtime,” katanya seperti dilansir Antara, Kamis (10/10/2019).

Selain melalui aplikasi, penumpang yang telah mendarat juga dapat mengetahui informasi mengenai penjemput di lokasi video wall yang ada terminal kedatangan. Data yang ditampilkan berisi informasi terkait data penumpang seperti nama penumpang, nomor penerbangan dan asal penerbangan serta data penjemput yang berisi nama penjemput, kontak penjemput, serta titik bertemu.

Data yang ditampilkan di layar video wall tersebut adalah data dengan status pesawat yang sudah mendarat dan akan otomatis ditutup oleh sistem setelah tiga jam sejak pesawat tersebut mendarat pada penerbangan domestik. Kemudian empat jam setelah pesawat mendarat untuk penerbangan internasional.

Herry Sikado menegaskan, seluruh data yang telah masuk ke sistem aplikasi tersebut, dijamin kerahasiaannya serta hanya digunakan terbatas untuk kepentingan peningkatan pelayanan di bandar udara. Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi terkait penggunaan fasilitas baru itu kepada sejumlah pemangku kebijakan terkait, seperti maskapai, ground handling dan instansi komunitas bandara lain serta kepada para pelaku pariwisata.

“Harapan kami dengan adanya fasilitas ini, dapat semakin mempermudah proses penjemputan penumpang oleh para penjemput serta para pelaku pariwisata,” ujarnya.

Ia menambahkan, fasilitas yang baru saja diluncurkan tersebut merupakan yang pertama kali diaplikasikan di Indonesia, serta akan senantiasa dievaluasi dan ditingkatkan guna peningkatan kualitas layanan. “Dengan tambahan fasilitas baru ini, kami berharap bahwa pengguna jasa bandara dapat semakin merasa nyaman, serta dapat semakin meningkatkan pengalaman penumpang di bandar udara kami,” katanya. (ndy)

Tari Sining & Gutel Diakui sebagai Warisan Budaya tak Benda

this formate

BANDA ACEH, bisniswisata.co.id: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia telah menetapkan Tari Sining dan Gutel dari Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB)

“Penetapan kedua Warisan Budaya Tak Benda tersebut dilakukan melalui penyerahan sertifikat oleh Mendagri Tjahjo Kumolo di sela kegiatan malam resepsi apresiasi Warisan Budaya Tak Benda,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Setdakab Aceh Tengah, Salman Nuri di Banda Aceh, Kamis (10/10).

Ia menjelaskan, sertifikat penetapan warisan budaya tak benda tersebut diserahkan kepada perwakilan dari 31 provinsi termasuk di dalamnya dari Provinsi Aceh..
“Sertifikat ini nantinya diserahkan kembali di provinsi masing-masing kepada kepala daerah,” kata Salman seperti dilansir dari Antara

Salman menjelaskan, dari Provinsi Aceh, selain Aceh Tengah yang mendapatkan sertifikat WBTB tersebut, ada dua kabupaten lain yang menerima apresiasi, yaitu Kabupaten Aceh Tamiang dan Simeulue.

Tari sining merupakan salah satu tarian yang berasal dari Dataran Tinggi Gayo yang memiliki gerakan yang indah, energik, dinamis dan simbolik yang menggambarkan dan menirukan gerakan burung unggau dan burung WO.

Tarian tersebut memiliki filosofi sebagai kekuatan, keteduhan, kedamaian dan keharmonisan antara penghuni rumah dengan alam. Tarian tersebut awalnya dilakukan tampilkan untuk prosesi mendirikan rumah baru dan prosesi upacara memandikan dan penobatan raja. (ndy)

Yogya Menduniakan Batik Lewat Pameran

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Tak ada kata berhenti untuk menggenjot daya beli masyarakat terhadap batik. Bahkan, untuk menduniakan batik berbagai strategi diterapkan. Inilah yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan menggelar pameran batik 2019. Ratusan industri kecil menengah ambil bagian dalam pameran akbar digelar di Gedung Grha Pradipta Jogja Expo Center Yogyakarta. Rabu (9/10) hingga Minggu (13/10).

“Batik sebagai produk tekstil tradisional khas Indonesia harus semakin mendunia. Batik adalah budaya Indonesia yang akan terus berkembang. Batik adalah budaya kita, tradisi kita terutama Yogyakarta. Oleh karena itu batik harus terus berkembang sebagai panduan berbusana yang memiliki filosofi tinggi,” papar
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana saat pembukaan pameran Batik di Yogyakarta, Rabu (9/10).

Pameran yang bertajuk Batik Nusantara Mendunia untuk memperingati Hari Batik Nasional ini, menampilkan berbagai hasil karya batik yang kaya dengan corak, ragam, motif dan warna. Ditampilkan pula batik tulis maupun cap. “Tidak hanya batik klasik tetapi juga kontemporer dan modern,” katanya.

Selama ini batik telah dipakai oleh seluruh kalangan masyarakat tanpa membedakan status dan usia. Batik, lanjutnya, juga digunakan mulai dari kelahiran hingga kematian. “Batik digunakan mulai dari kelahiran hingga kematian bagi orang Jawa, itu merupakan perjalanan batik yang terkadang orang tidak mengingatnya tetapi menggunakannya,” lontarnya seperti dilansir laman MediaIndonesia, Kamis (10/10/2019).

Diharapkan dengan adanya pameran ini akan memberikan nilai tambah ekonomi bagi para pelaku IKM batik dan sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berbelanja batik serta menjadi ajang bagi kolektor batik untuk mendapatkan tambahan koleksinya.

Selain Pameran Batik 2019 , juga digelar fashion show batik serta kegiatan menarik lainnya, termasuk sejumlah teknologi terapan dalam industri batik yang terbaru juga diperkenalkan, Dalam pameran itu kami akan menampilkan Batik Analyzer, suatu teknologi artificial intelligence (AI) yang dipakai untuk mendeteksi keaslian kain bermotif batik,” ujar Kepala BBKB Titik Purwati Widowati

Titik menuturkan inovasi Batik Analyzer ini berawal dari kesulitan masyarakat membedakan kain batik dan tiruan yang beredar di pasaran. Khususnya pasca banjirnya produk impor tiruan batik, dengan harga yang sangat murah dan mengancam pengrajin.

Selain Batik Analyzer itu, pada pameran yang akan datang itu, Balai Riset dan Standardisasi Industri (Baristand) Padang akan mengenalkan inovas zat pewarna alami untuk pewarna batik. Zat warna alam tersebut diekstrak dari tanaman gambir yang diolah menjadi bahan pewarna batik, menggantikan pewarna sintetis yang saat ini masih banyak diimpor dari luar negeri. Sementara Balai Besar Tekstil akan ikut memamerkan hasil penelitiannya berupa Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) Dobby Elektronik.

Pengembangan desain struktur kain tenun untuk bahan baku kain batik menjad lebih mudah dan praktis, dengan menggunakan ATBM Dobby Elektronik. Di mana inovasi itu sedang dikembangkan versi terbarunya, berupa perangkat Dobby Elektronik yang kompatibel dengan ATBM vang digunakan di industry kecil menengah berbasis Internet of Things (loT).

Melalui inovasi ini proses desain motif dapat dikerjakan di mana saja, kemudian langsung terkoneksi ke operator ATBM dan dapat langsung ditenun, tanpa harus membuat motif di papan paku dobby secara manual.

Sekretaris Dekranasda DIY Roni Guritno mengatakan pameran batik kali ini mengusung sejumlah teknologi seputar batik. Sebab pembuatan batik kini tidak terbatas dengan menggunakan canting atau biasa disebut batik tulis. Adapula batik cap yang dibuat menggunakan cap atau alat semacam stempel. Yogyakarta menjadi tuan rumah perhelatan akbar ini, karena pada 18 Oktober 2014 lalu kota ini dinobatkan sebagai Kota Batik oleh World Craft Council (WCC).

“Untuk mempertahankan penghargaan bagi Yogyakarta itu dilakukan dengan terus membina dan mengembangkan produk batik, sehingga batik menjadi kekuatan budaya dan ekonomi DIY,” ujar Roni sambil menambahkan pameran kali ini melibatkan 150 perajin batik dan turunannya dari industri kecil menengah (IKM) di DI Yoyakarta dan berbagai daerah di Indonesia. (ndy/MI)