Batik Air Terbang Non-Stop Jakarta – Nanning China

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Batik Air membuka rute baru non-stop yang menghubungkan Jakarta dan Nanning Tiongkok. Rute international efektif mulai 16 November 2019. Penerbangan bernomor ID-7623 setiap Selasa dan Sabtu akan lepas landas melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pukul 17.55 WIB dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Internasional Nanning Wuxu, pada 23.30 waktu setempat.

Sedangkan rute kembali, dilayani pada hari berikutnya setiap Rabu dan Minggu. Batik Air akan terbang dari Nanning pada 00.30 waktu setempat, diperkirakan mendarat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pukul 04.20 WIB.

“Kesungguhan Batik Air ialah menyediakan pelayanan terbaik dan menambahkan kenyamanan tamu saat berada di pesawat (in-flight services) dengan upaya semakin meningkatkan pengalaman terbang sekitar lima jam di kelas premium services airlines,” papar Corporate Communications Strategic Batik Air, Danang Mandala Prihantoro di Jakarta, Jumat (15/11/2019)

Dijelaskan Penerbangan pertama akan dioperasikan dengan armada terbaru Airbus A320-200 berkapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi yang dilengkapi inflight entertainment (audio video on demand) di setiap kursi.

“Batik Air menyampaikan terima kasih kepada regulator, pengatur lalu lintas udara, pengelola bandar udara, seluruh kru, karyawan dan semua pihak dalam mendukung proses rencana penerbangan perdana ibukota Indonesia menuju kota berjuluk “Green City” Guangxi Zhuang, Tiongkok,” tambahnya.

Menurutnya, Penerbangan ke Nanning adalah bagian pengembangan bisnis di Tiongkok sekaligus merupakan komitmen Batik Air dalam memperpendek jarak antardestinasi internasional sejalan memperkuat layanan dan jaringan operasional. Dengan demikian, Batik Air sangat bangga mampu memberikan pilihan baru dalam melakukan perjalanan udara kepada setiap tamu, pebisnis dan pelancong melalui penerbangan langsung.

Nanning akhirnya melengkapi kota tujuan internasional Batik Air setelah Singapura; Kuala Lumpur, Malaysia; Chennai, India; Perth, Australia serta Kunming dan Guilin, Tiongkok.

Batik Air optimis tersedianya rute tanpa henti Indonesia dan Tiongkok akan memberikan dampak positif, seiring perkembangan dan pertumbuhan pariwisata nasional guna mendukung program pemerintah dalam mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan asing. Hal tersebut ditandai akses mudah bagi wisatawan mancanegara khususnya dari Nanning yang berkunjung ke Indonesia melalui Jakarta.

Selain itu, lanjut dia, Batik Air siap melayani dan mengakomodir kebutuhan wisatawan dalam negeri yang ingin berlibur ke Nanning. Rute Soekarno-Hatta – Nanning – Soekarno-Hatta akan memberikan nilai lebih kepada wisatawan dan pebisnis asal Nanning, yaitu semakin mudah bagi mereka yang mempunyai rencana menjelajahi lebih luas lagi kota-kota unggulan di Indonesia bersama Batik Air.

Ditambahkan, Batik Air menawarkan koneksi perjalanan terbaik dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, untuk melanjutkan perjalanan ke Balikpapan, Banda Aceh, Bandar Lampung, Banjarmasin, Tanjung Pandan, Batam, Bengkulu, Denpasar/Bali, Gorontalo, Jambi, Kupang, Labuan Bajo, Lubuklinggau, Luwuk, Makassar, Malang, Mamuju, Manado, Manokwari, Mataram—Lombok, Medan, Padang, Palangkaraya, Palembang, Palu, Pangkalpinang, Pekanbaru, Pontianak, Samarinda, Semarang, Silangit, Surabaya, Surakarta (Solo), Tarakan, Ternate, Yogyakarta–Adisutjipto, Yogyakarta–Kulonprogo. Untuk jaringan internasional ke Singapura, Kuala Lumpur, Perth, serta kota lainnya.

“Batik Air senantiasa terus mengembangkan konsep full-service sejalan meningkatkan jaringan serta kualitas layanan dengan tetap mengedepankan faktor keselamtan dan keamanan (safety first). Hingga kini Batik Air melayani lebih dari 45 destinasi domestik dan internasional, mempunyai frekuensi penerbangan mencapai lebih dari 350 perhari,” ungkapnya.

Batik Air mencatatkan rata-rata OTP 92.63% dengan kekuatan armada yang dioperasikan terdiri dari 44 Airbus 320-200CEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi), enam Boeing 737-900ER (12 kelas bisnis dan 168 kelas ekonomi), delapan Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi) serta satu Airbus 330-300CEO (18 kelas bisnis dan 374 kelas ekonomi). (ndy)

Istana Siak Digembok, Wisatawan Tak Bisa Menengok

this formate

SIAK RIAU, bisniswisata.co.id: Destinasi wisata sejarah Istana Asserayah Hasyimiah Siak Sri Inderapura atau dikenal dengan Istana Siak di Kabupaten Siak, Riau ditutup dengan pagar tergembok pada Kamis (14/11/2019). Dampaknya wisatawan yang ingin menikmati keindahan, kemegahan serta peninggalan sejarah tidak masuk ke dalam. Penutupan diduga akibat kisruh ahli waris yang menuntut haknya dan mengklaim memiliki surat wasiat asli dari kesultanan.

“Ini sudah bertahun-tahun, bulan lalu juga sudah, tapi tak dipedulikan juga. Dulu kami wasiat yang asli memang tak ada, duplikat yang ada, sekarang yang aslinya ada pada kami, kami minta hak kami,” kata Tengku Syarifah Nadira yang mengaku sebagai ahli waris di Siak seperti dilansir Antara, Jumat (15/11/2019).

Nadira melanjutkan, rencananya Kamis ada musyawarah terkait masalah tersebut. Namun, tiba-tiba dibatalkan dengan alasan Bupati Siak Alfedri sedang tidak berada di tempat. Karenanya ahli waris pun menggembok pintu masuk.

Diakui, pihaknya sudah melakukan berbagai cara mulai dari buat surat pernyataan hingga kronologis. Namun hingga kini belum ada tanggapan sehingga dia merasa tidak diperhatikan. Juga Tengku Syarifah Nadira dan adiknya tidak lagi menetap di Siak mengurus hal ini memakan waktu, biaya, dan tenaga. Bahkan dari Rabu (13/11) mereka tidur di sekitar Istana Siak itu.

“Kami ke sini pakai biaya, waktu dan tenaga. Tadi pagi menginap di istana, kami sudah tak pulang. Nenek moyang kami dari sini, yang punya istana itu. Tapi kami menjerit, sudah tidak diperhatikan dari dulu,” tambahnya.

Asisten III Pemerintah Kabupaten Siak Jamaluddin membenarkan musyawarah menyelesaikan masalah ini tidak jadi dilakukan. Padahal, menurut dia, kesepakatan sebelumnya tak ada bupati tidak ada masalah. “Katanya kemarin kalau tak ada bupati, sekretaris daerah saja, Pak Jamal bisa juga. Saya tak masalah, yang penting apa kata bupati disampaikan. Tapi dapat pesan pagi ini tak jadi,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Siak, Fauzi Asni menyampaikan pihaknya belum mau menyampaikan terkait persoalan ini. Dia menunggu arahan apakah itu dari bupati, sekda, ataupun asisten. Demikian juga tentang keputusan untuk menutup istana ini masih belum ada keterangan. Sementara Bupati Siak masih dalam perjalanan dari Jakarta menuju Riau.

Obyek wisata sejarah ini, merupakan bangunan istana serupa kastil di benua Eropa. Istana ini peninggalan Kesultanan Siak Sri Indrapura sekaligus tempat tinggal Sultan Siak pada tahun 1732. Istana ini dikenal juga dengan nama Istana Asserayah Hasyimiah atau Istana Matahari Timur, dengan arsitektur yang megah dan memadukan gaya dari tiga budaya: Eropa, Arab, dan Melayu.

Istana Siak Sri Indrapura dirancang arsitektur asal Jerman. Sehingga, wajar jika corak bangunannya mirip kastil Eropa. Kompleks Istana Siak Sri Indrapura sendiri dibangun di atas laham seluas 32.000 meter persegi. Di kompleks ini, ada 4 istana yaitu Istana Siak, Istana Lima, Istana Panjang, dan Istana Baroe, yang berada di lahan seluas 1.000 m2.

Istana ini memiliki dua lantai yang dapat dieksplor. Memasuki bagian dalam, dengan dinding istana yang dihiasi keramik Perancis. Lantai pertama, ada 6 ruangan yang berfungsi sebagai ruang tunggu tamu, ruang tamu kehormatan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu perempuan, ruang sidang dan ruang pesta.

Lantai kedua memiliki 9 ruangan yang dulu digunakan untuk tempat istirahat Sultan serta tamu-tamu istana. Selain ruangan-ruangan di dalam istana, wisatawan juga dapat menemukan 8 meriam yang tersebar di halaman Istana Siak Sri Indrapura. Kemudian, ada pula bangunan kecil yang dulu pernah digunakan sebagai penjara sementara.

Aneka koleksi Kesultanan Siak Sri Indrapura juga masih disimpan di dalam istana ini. Beberapa koleksi tersebut di antaranya adalah singgasana bersepuh emas, duplikat mahkota kerajaan, tombak, payung, patung perunggu, dan alat musik komet. Istana ini sendiri terletak di tepi Sungai Siak, dan dapat ditempuh baik lewat jalur darat maupun lewat sungai. Di sunga depan istana juga terdapat peninggalan kapal tempo dulu yang cukup unik dan menarik. (ndy/Antara)

Kemenparekraf Apresiasi Hippindo Kembangkan Destinasi Wisata Belanja Baru

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Destinasi wisata belanja di Jakarta bakal bertambah semarak, setelah Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo)
menggandeng pengembang properti Vasanta dan Mitsubishi Corporation Jepang mengembangkan destinasi wisata baru di koridor timur Jakarta. Pengembangan ini mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

“Memang potensi wisata belanja juga kuliner akan bisa terakselerasi ke depannya dengan melibatkan semua stakeholders termasuk Hippindo. Karenanya kami sangat mendukung penuh inisiatif Hippindo dan Vasanta sebagai salah satu upaya akselerasi ekosistem ekonomi kreatif nasional,” papar Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabekraf) Angela Tanoesoedibjo saat acara penandatanganan kerjasama antara Hippindo dan Vasanta di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Wamen Angela melanjutkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia melalui wisata belanja dan kuliner merupakan salah satu wisata yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian di Indonesia. Data terakhir yang dikeluarkan Bekraf, PDB ekonomi kreatif di Indonesia tahun 2018 mencapai Rp1.105 triliun, dimana nilai kontribusi dari kuliner, fesyen dan kriya lebih dari 70%.

“Jadi kita bisa melihat bagaimana potensi pengembangan wisata belanja dan kuliner di Indonesia, yang begitu besar dan menjadi skala prioritas untuk dikembangkan lebih baik lagi,” lontar mantan Direksi PT Media Citra Nusantara Tbk (MNCN).

Dijelaskan, presiden Joko Widodo mengamanatkan strategi eksekusi untuk memperkuat eksistensi merek-merek lokal di Indonesia, sekaligus mendorong keberadaannya dan daya saingnya di mancanegara. “Karenanya saya bangga Vasanta dan Hippindo memberikan peluang bagi industri kecil serta mengedepankan produk dan merek lokal sebagai tenant utamanya, sehingga dapat mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif,” tandasnya.

Memang, tambah Wamen, menjadi upaya bersama untuk memberikan prioritas kepada produk dan merek lokal sekaligus meningkatkan aktivitas ritel sehingga menjadi role model bagi para pengembang lainnya untuk mengambil peran dalam wisata belanja merek-merek lokal di berbagai kota dan daerah Indonesia.

“Saya ucapkan selamat dan sukses. Semoga dapat memberikan kontribusi yang nyata terhadap perkembangan ekonomi kreatif untuk Indonesia maju,” sambung anggota termuda di Kabinet Indonesia Maju itu.

Ketua Umum Hippindo Budihardjo lduansjah menyampaikan, Hippindo City merupakan pilot project tugas dari presiden Joko Widodo. Dan mendapat dukungan penuh dari Kemenparekraf karena bernuansa wisata belanja juga kuliner, apalagi sudah memiliki pasar yang tetap, yakni hampir 10.000 ekspatriat asal Jepang yang tinggal di kawasan Hippindo City

“Selain itu diharapkan menjadikan Hippindo City sebagai destinasi wisata belanja baru bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Mengingat lokasinya sangat strategis dengan tol yang menuju obyek wisata Bandung. Jadi sebelum pelancong dari Jakarta dan sekitarnya berwisata ke Bandung bisa mampir ke Hippindo City untuk menikmati berbagai macam kuliner mulai kuliner nusantara maupun mancanegara,” jelasnya.

Disisi lain, lanjut Budiharjo destinasi baru ini menghadirkan konsep sebagai Kota Jepang asli pertama di Indonesia lewat merek-merek lokal sebagai tenant utamanya, serta Japanese Shopping Street sepanjang 1,5 km berkonsep outdoor yang menjelma sebagai Japanese Night Market pada malam hari dengan lebar jalan 18 meter yang akan melibatkan juga para pelaku usaha kecil menengah (UKM).

“Dengan bantuan Mitsubishi, kami merancang kota yang sangat mirip di Jepang dengan sangat detil, taman, ada bunga sakura, desain restoran dan trotoarnya juga standar Jepang. Harus detil karena ritel itu detil. Saya rasa belum pernah peritel diajak kerjasama seperti ini. Sehingga diharapkan wisatawan Indonesia tidak perlu berwisata ke Jepang, cukup menikmati suasana Jepang di Hippindo City,” tuturnya.

Sales & Marketing Director Vasanta Innopark Ming Liang menambahkan, pihaknya bersama Hippindo dan Kemenparekraf menargetkan Vasanta Innopark sebagai hunian dan kawasan komersial dengan konsep ‘The Genuine Intergrated Japanese Town in Eastern Corridor’ sukses menjadi ikon pariwisata Jepang asli pertama di Indonesia dan mampu menarik kunjungan wisatawan.

“Optimisme tersebut karena melihat lokasi Hippindo City yang sangat strategis yakni tepat di ‘Semanggi Baru Koridor Timur’ dan dilalui lebih dari 650.000 kendaraan setiap harinya,” ungkapnya. Dia menyebut total investasi proyek superblock tersebut senilai Rp15 triliun.

Vasanta Innopark memiliki lebih dari 28 fasilitas serta lokasi yang strategis yaitu tepat berada di hadapan interchange Tol JORR ll yang menghubungkan ke segala penjuru seperti ke Tanjung Priok, Bogor, Cikampek, Jawa, dan Jakarta. Lokasinya yang berada di antara kota-kota besar membuat Vasanta Innopark juga menargetkan wisatawan nusantara dari Jakarta, Bandung dan Bogor, jelasnya

“Terbentuknya destinasi wisata baru ini akan diawali oleh pembukaan Food Junction di dalam kawasan Hippindo City. Juga dilengkapi hotel berbintang. Proyek destinasi wisata yang ditargetkan selesai pada 2020, sehingga diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru, menyerap produk UKM, masuknya nvestasi baru di kawasan ini, juga kedatangan wisatawan terutama dari Jepang semakin meningga sehingga memberikan kontribusi bagi perekonomian di Indonesia.” sambungnya

Director PT Diamond Development Indonesia Mr. Kenji Shimazaki mengatakan kerja sama ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Koridor Timur.”Kami percaya bahwa kerja sama ini mampu berkontribusi pada pertumbuhan Koridor Timur sekaligus berdampak bagi kelangsungan masyarakat yang tinggal di Vasanta Innopark. Kami sangat menunggu kerja sama ini,” ungkap Kenji.

Menurut Kenji, sejauh ini belum ada area komersial yang mampu memfasilitasi lebih dari 130.000 karyawan termasuk ekspatriat yang bekerja di Kawasan Industri MM2100 dan sekitarnya. “Kami mendukung menciptakan konsep Japanesse Shopping Street secara sempurna,” kata Kenji.

Terletak di antara kota-kota besar, lanjut Kenji, membuat Vasanta Innopark menargetkan wisatawan lokal dari Jakarta, Bandung dan Bogor. Terbentuknya destinasi baru ini akan diawali dengan dibukanya Food Junction di dalam kawasan HIPPINDO City. Proyek destinasi wisata yang ditargetkan selesai pada tahun 2020 ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru, menyerap UKM-UKM sehingga memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia.

Sebagai informasi, Vasanta Innopark merupakan proyek super block berkonsep ‘The Genuine Integrated Japanesse Town in Eastern Corridor’ yang diprakarsai oleh Vasanta. Fase pertama Vasanta dibangun di atas lahan seluas 12 hektar sebagai kawasan komersial (meliputi mall, office, hotel, ruko), residential (apartemen, kondominium, serviced apartemen), serta technology & education park. dibangun di atas lahan seluas 12 hektar sebagai kawasan komersial (meliputi mall, office, hotel, ruko), residential (apartemen, kondominium, serviced apartemen), serta technology & education park. (end)

Liburan di Raja Ampat, Kapal Aurelie Moeremans Sempat Ngadat

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Seleb cantik Aurelie Alida Marie Moeremans yang akrab disapa Aurelie Moeremans, dikenal multi talenta. Tak hanya terjun dunia akting, seleb cantik kelahiran Brussel Belgia pada 8 Agustus 1993 juga melebarkan sayapnya dunia musik, presenter yang pernah menjadi co-host di televisi swasta dipandu Vincent dan Desta, juga gemar traveling dan wisata bahari pantai paling digemari.

Salah satu destinasi wisata dalam negeri yang digemari adalah Raja Ampat. Kepulauan yang berada di ujung barat laut Papua ini, memang sudah dikenal luas sebagai ‘tambang emas’ bagi para penggila petualangan. Juga penyelam karena wisata dalam laut sangat keren. Bahkan Raja Ampat dianggap sebagai surga yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Satu-satunya cara untuk membuktikan berbagai pendapat dengan datang langsung menikmati ‘sang mutiara’ di ujung Papua, Untuk itu, juara 1 pada perlombaan modeling di Bandung tahun 2007 yang sudah membintangi 18 judul film dan film terakhirnya “Menunggu Pagi” disutradarai Teddy Soeriaatmadja, sengaja datang untuk membuktikannya sekaligus berlibur guna menghilangkan kepadatan aktifitas.

Keseruan liburan perempuan keturunan Belgia-Indonesia ini sempat diceritakan di Instagram pribadinya. Bahkan, Aurelie menceritakan kejadian kapalnya yang ngadat alias mogok ditengah laut. “Sempat stuck di tengah laut selama hampir setengah jam karena mesinnya kemasukan sampah plastik, ada 3x. Ayo guys kurangin penggunaan plastik sekali pakai dan jangan kita buang sampah sembarangan” tulis Aurelie seperti dilansir laman Liputan6, Kamis (14/1/019).

Terlepas dari kapalnya mogok, pemeran film ‘Kuntilanak’ juga membagikan beberapa foto keseruannya selama berlibur di Raja Ampat. Beberapa destinasi wisata dikunjunginya antara lain The Last Paradise, Raja Ampat, juga menikmati panorama yang indah di Piaynemo Island.

Selain itu, Pelantun lagu Here We Are menyempatkan bersantai menikmati matahari pagi di Raja Ampat. Juga menikmati suasana sunset di atas kapal. Meski kapal Aurelie sempat mogok karena terganjal sampah plastik, namun tidak membuat Aurelie melewatkan sunset yang indah. “Ya sedih juga banyak sampah plastik di perairan Raja Ampat,” lontar Aktris yang selalu mengkampanyekan mengurangi penggunaan sampah plastik. (ndy/Liputan6)

Google Maps & Google Translate Terintegrasi, Turis makin Terbantu

this formate

CALIFORNIA, bisniswisata.co.id: Mesin pencari raksasa Google kini mempersembahkan pembaruan fitur translate alamat untuk layanan Google Maps. Pembaruan ini, dapat membantu sekaligus memudahkan wisatawan atau pelancong asing untuk mengunjungi suatu tempat baru dengan lebih mudah.

Melansir Android Police, Kamis (14/11/2019), hal tersebut dilakukan Google dengan mengintegrasikan fitur Google Translate ke Google Maps. Membuatnya aplikasi navigasi akan memahami serta mengucapkan tempat atau tujuan sesuai dengan bahasa lokal secara lebih akurat.

Dalam peluncurannya, Google memberikan contoh, jika seorang turis sebagai pengguna dengan pengaturan bahasa Inggris di smartphone-nya sedang berpergian di Jepang dan ingin mengunjungi suatu tempat di negara tersebut, seperti biasanya Maps akan menampilkan informasi lengkap terkait tempat yang dicari, namun dengan pembaruan ini, Google menempatkan ikon speaker disamping informasi serta nama tempat tersebut.

Jika pengguna mengklik ikon speaker yang disediakan, maka Maps akan memberikan prompt dengan mengucapkan nama tempat dan alamat dengan cukup jelas menggunakan bahasa lokal. Pengguna pun dapat memberikan petunjuk suara tersebut ke orang sekitar untuk menunjukkan tempat yang ingin dituju.

Pembaruan Google Maps ini akan diluncurkan ke perangkat Android dan iOS pada bulan ini dengan dukungan awal untuk 50 bahasa terlebih dahulu dan bahasa tambahan lainnya sedang dalam pengerjaan. (ndy)

Batik Borobudur Terinspirasi Kekayaan Alam Desa

this formate

MAGELANG, bisniswisata.co.id: Candi Borobudur warisan budaya tak pernah berhenti menginspirasi peradaban di sekitarnya. Salah satunya, kerajinan batik yang berkembang dengan mengangkat potensi dan keindahan obyek lokal. Keunikan motif batik khas Borobudur ini, antara lain, ditampilkan oleh batik Kembang Batik yang dibuat Siti Khamzanah (31), warga Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Berawal dari mengikuti pelatihan membatik di kantor desa pada 2018, kini aktivitas membatik tidak bisa ditinggalkan. Siti khusus memproduksi karya batik tulis, yang setiap prosesnya dia kerjakan sendirian. Selama setahun ini, dia membuat batik bermotif benda-benda yang biasa dilihat dari lingkungan sekitar, mulai dari daun jaruman—tanaman serupa alang-alang—balai ekonomi desa (balkondes) dengan atap bergambar nanas, hingga Gereja Ayam.

Gereja Ayam atau disebut Gereja Merpati adalah obyek wisata di Perbukitan Menoreh yang populer setelah menjadi lokasi shooting film Ada Apa Dengan Cinta 2, yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari rumah Siti. Balkondes adalah pusat kegiatan, penggerak ekonomi desa yang didirikan Kementerian BUMN sejak 2017. Kini, di kawasan Balkondes Kembanglimus tengah dibudidayakan nanas sebagai komoditas unggulan.

Tak mau memakai motif batik klasik seperti parang atau kawung, Siti menegaskan akan terus membatik dengan menggunakan motif-motif khas yang bersumber dari kekayaan alam di desa. ”Saya juga berencana memakai motif singkong, baik tanaman maupun daun-daunnya, serta daun pepaya,” ujarnya.

Selain mengembangkan motif batik, Siti juga belajar pewarnaan. Kebetulan, tahun ini, bersama UNESCO, sejumlah perajin batik, termasuk dirinya, diajarkan membuat pewarna dari bahan-bahan alami. ”Dari pelatihan tersebut, saya baru tahu, ternyata gula aren pun bisa bermanfaat untuk dipakai dalam proses pewarnaan,” lanjutnya seperti dilansir laman Kompas, Kamis (14/11/2019).

Gula aren biasa dipadukan dengan warna indigo. Paduan keduanya akan menghasilkan warna biru yang mencolok. Dari pelatihan tersebut, dia pun mengetahui bahwa daun rambutan bisa menghasilkan warna hitam, sedangkan kulit daun mahoni bisa menghasilkan warna kuning.

Inspirasi alam

Gairah membatik juga tumbuh di Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, yang berjarak sekitar 9 kilometer dari Candi Borobudur. Di sana, Widiharto (33) bersama kakaknya, Widarsih (36), berkarya membuat batik tulis khas berlabel Batik Kere Blirik Gendis.

Batik tulis karya Widiharto ini memiliki kekhasan berupa motif yang terinspirasi dari keadaan alam di desanya. Keunikan lain juga terdapat pada teknik canting berupa blirik atau zig-zag. Salah satu motif yang dikembangkannya adalah motif kricaan, yang merupakan gambar pecahan-pecahan marmer berwarna merah hati.

Batik tulis karya Widiharto ini memiliki kekhasan berupa motif yang terinspirasi dari keadaan alam di desanya. ”Motif kricaan ini terinspirasi dari bongkahan marmer merah yang merupakan ikon desa ini,” ucap Widiharto yang akrab disapa Widi.

Selain motif kricaan, ada pula motif kambing etawa yang merupakan komoditas ternak unggulan warga Desa Ngargoretno. Daun bambu menjelma menjadi motif godong garing atau daun kering serta godong kobong atau daun terbakar. Ada pula motif gula dengan wujud kombinasi antara sulur pohon kelapa dan perbukitan.

Widi mengatakan, nama ”kere” yang dipakai sebagai label batik ini dalam bahasa Jawa bermakna miskin. Kata ini sengaja dipakai untuk menggambarkan usaha batiknya yang memang dirintisnya dalam kondisi miskin modal dan pendanaan.

Kata ”kere” juga dimaksudkan merupakan pelesetan dari keri, yang dalam bahasa Jawa bermakna ketinggalan. Widi menyebutkan, batiknya ketinggalan atau tertinggal dalam arti ada sejumlah tempat lain yang lebih dahulu mengembangkan batik, misalnya daerah Wanurejo dan Sawangan, Magelang.

Widi merupakan lulusan D-3 Perhotelan Akademi Pariwisata STIPARY Yogyakarta dan pernah bekerja sebagai juru masak di hotel di Jakarta. Sembari bekerja, ia mendalami ilmu tentang batik dan kemudian pulang kampung untuk mendirikan usaha Batik Kere. ”Saya prihatin, tidak banyak anak muda yang meneruskan membatik ini,” katanya.

Menurut Widi, jiwa seninya berasal dari kakek-neneknya yang hidup di lingkungan membatik di Samigaluh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Semangat membatik tersebut kemudian dibawanya ke tempat kelahirannya di Desa Ngargoretno.

Salah satu kendala yang dihadapi Widi adalah kurangnya sumber daya manusia yang tekun untuk mencanting di desa itu. Meski ada sekitar 10 ibu rumah tangga yang pernah mendapatkan pelatihan membatik, mereka belum tertarik menjadikan batik sebagai sumber pemasukan karena sebagian besar masih mengandalkan hasil bertani.

Akhirnya, karena hanya dikerjakan secara intensif dengan sang kakak, Widi baru bisa memproduksi 5 sampai 10 lembar batik tulis per bulan. Bahkan, ada juga batik tulis yang baru bisa diselesaikan hingga tiga bulan. Biasanya batik ini punya kerumitan motif dan pewarnaan. Batik karya Widi dijual mulai harga Rp 300.000 sampai Rp 450.000 per lembar. Penjualannya pun berdasarkan pemesanan orang per orang.

Hal ini juga diakui Siti Khamzanah. Menurut dia, dari 12 warga Desa Kembanglimus yang pernah mengikuti pelatihan membatik pada 2018, kini hanya lima orang yang terus tekun dan menjalankan aktivitas memproduksi batik. Sebagai pemula yang belum memiliki permintaan rutin, Siti pun belum berani mencurahkan segenap perhatiannya pada usaha batik.

”Saat ini, saya masih melakukan aktivitas membatik sebagai kegiatan untuk mengisi waktu luang saja,” ujarnya. Dengan pola seperti itu, dalam waktu sebulan, Siti hanya menghasilkan satu atau dua lembar kain. (ndy/Kompas)

Komunitas Tari Jakarta Menata Masa Depan Tari Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Komunitas tari di Jakarta kembali menggelar Jakarta Dance Meet Up (JDMU) Selection, yang akan berlangsung di Gedung Kesenian Jakarta, selama dua hari pada tanggal 15 dan 16 November 2019.

JDMU Selection ini merupakan kelanjutan dari JDMU Reguler yakni pertemuan antar komunitas tari di Jakarta tersebut diharapkan menghasilkan karya-karya baru lewat pertunjukan yang diselenggarakan. Gagasan penciptaan dan karya yang pertunjukkan itu akan diuji lewat berbagai pengamatan dan diskusi karya.

“Jadi JDMU Selection mrupakan hasil pilihan karya-karya yang mempunyai potensi untuk dilanjutkan ke model produksi yang lebih kuat dan dapat dipertanggungjawabkan. Tahap ini merupakan akumulasi dari pengalaman yang didapatkan setiap komunitas tari.” papar komite tari Dewan Kesenian Jakarta, Yola Yulfianti dalam keterangan resminya, Rabu (13/11/2019).

Yola melanjutkan, mengingat kelompok tari ditahap ini merupakan pilihan dari komunitas yang bergabung di tahap sebelumnya, dan untuk memperdalam apa sudah mereka dapatkan, program ini memberikan fasilitas ChoreoLab kepada setiap komunitas di JDMU Selection.

Fasilitas ini memungkinkan komunitas-komunitas seni untuk mendapatkan pandangan baru dalam menciptakan karya dari narasumber yang beragam. Bukan hanya dari dunia tari, tetapi juga dari disiplin seni lainnya. “Keberbagaian cara melihat yang terdapat dalam berbagai disiplin seni itulah yang diharapkan memunculkan gagasan penciptaan baru di ChoreoLab,” ungkapnya.

Dalam ChoreoLab, peserta JDMU mendapat masukan berupa kelas dari sejumlah pihak dari berbagai keahlian, seperti Iskandar K Loedin(Artistik) Otto Siddharta (Musik) dan Anusirwan (tari)

Selain itu, sambung dia, seluruh aktivitas, evaluasi serta perkembangan JDMU juga dibukukan yang ditulis oleh pengamat tari Fariq Alfaruqi. Dengan demikian manfaat JDMU bukan saja dirasakan langsung peserta JDMU, tapi juga terdokumentasi dan tertulis dalam bentuk buku yang dapat dipelajari masyarakat luas.
Untuk menjaga keberlangsungan JDMU ini, ada board executive yang bertugas merumuskan dan menyelenggaran yang terdiri dari Hartati, Rusdy Rukmarata, Yola Yulfianti dan Josh Marcy.

“JDMU Selection ini pada prinsipnya tidak hanya memperkuat jejaring antar komunitas yang sudah terbentuk, tetapi juga menitik-beratkan pada penguatan kerja-kerja di belakang layar, proses kreatif, dan sebagainya. Karena itu, aspek-aspek yang berkaitan pendalaman materi, penguatan konsep, pengujian gagasan, dan sebagainya, mendapat tempat yang lebih banyak dan lebih kompeten,” lanjutnya.

Untuk itu, peserta juga mengikuti sejumlah kegiatan yang diharapkan mampu merangsang gagasan karya serta wawasan serta jejaring untuk menjadi yang lebih baik. Acara-acara tersebut meliputi : pada bulan September 2019 lalu digelar FGD tentang gagasan dan konsep karya. FGD ini hanya dihadiri oleh koreografer dan membawa gagasan karya baru

Juga pada Oktober 2019 diadakan FGD tentang struktur karya, skenografi, musik untuk tari, persentasi proses karya. Setiap koreografer presentasi progres karya (dengan penari) dan diskusi

Sementara pada November 2019, presentasi progres karya (dengan penari) dan diskui. Nama koreografer dan komunitas yang terpilih : Abu Hasan Lobubun (Daun Gatal), Alisa Soelaeman (Alisa Soelaeman Danceworks), Annisa Nurkhadijah (KIG Dance Community UPI Bandung), Bathara Saverigadi Dewandro (Swargaloka Art), Ken Nala Amrytha ( EKI ON CALL), Nudiandra Sarasvati (MUDAMOVE), Marich Prakoso Kekasih (Kreativitat Dance Indonesia) dan
Trianna Ambarwati ( Lentera Fannani)

Sedangkan Pentas JDMU Selecion akan diadakan pada tanggal 15 dan 16 November 2019 di Gedung Kesenian Jakarta. Diharapkan Penonton terdiri dari : Komunitas-komunitas tari di Jakarta dan Jaringan di Seluruh Indonesia, Pendukung dan penggemar komunitas-komunitas tari di Jakarta, para Murid sekolah atau kursus tari di Jakarta serta Pecinta pertunjukan tari di Indonesia. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Bom Meledak di Medan, Pengamanan Bandara Diperketat

this formate


JAKARTA, bisniswisata.co.id:
Pengamanan di 19 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura (AP) II diperketat menyusul terjadinya bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara. Seluruh executive general manager di masing-masing bandara sudah diinstruksikan untuk memperketat keamanan.

“Kami upayakan bandara-bandara di bawah pengelolaan AP II aman dari aksi teror dan dapat beroperasi dengan normal melayani penumpang pesawat dan juga penerbangan dari seluruh maskapai,” ungkap Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin dalam keterangan resminya, Rabu (13/11/2019).

Menurutnya, Angkasa Pura II bersama-sama dengan seluruh unsur keamanan seperti TNI dan Polri meningkatkan kewaspadaan, dengan juga meningkatkan koordinasi unsur intelijen. Implementasi dari diperketatnya keamanan di 19 bandara di bawah Angkasa Pura II adalah dengan melakukan random check terhadap penumpang pesawat atau pengguna jasa bandara beserta barang bawaan.

Selain itu, random check juga dilakukan terhadap kendaraan dan orang yang ingin memasuki area bandara dan gedung terminal, terang Awaluddin sambil menambahkan keamanan yang diperketat di access control point (ACP), yakni titik di mana kendaraan atau pekerja memasuki sisi udara dari bandara. Di samping itu, Unit K9 saat ini juga sudah dikerahkan untuk memeriksa barang bawaan serta tas/koper yang berada di baggage handling area.

“Saat ini Komite Keamanan Bandara atau Airport Security Committee terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi penuh guna menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban di bandara-bandara Angkasa Pura II,” sambungnya.

Sementara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub meminta seluruh Unit Penyelenggara Bandar Udara dan Badan Usaha Bandar Udara untuk meningkatkan pengawasan bandara di seluruh wilayah Indonesia. Dan meminta semua pihak waspada, tetap siaga, dan memperketat keamanan di area bandara untuk menjamin keamanan operasional penerbangan.

“Upaya ini kami lakukan pascakejadian bom di Mapolresta Medan. Seluruh pihak wajib meningkatkan kepedulian terkait keamanan wilayah bandara. Apabila terdapat hal yang mencurigakan agar segera melaporkan kepada personel yang bertugas,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti dalam siaran pers, Rabu (13/11/2019).

Sampai saat ini, sambung dia, operasional penerbangan di bawah pengawasan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan masih beroperasi dengan baik, khususnya Bandara Kuala Namu. Bandara merupakan objek vital negara yang wajib dijaga keamanannya. “Keamanan merupakan hal utama yang harus dipenuhi, sebagaimana moto penerbangan Indonesia yang selamat, aman, dan nyaman,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Bintang Hidayat telah melakukan koordinasi untuk meningkatkan pengawasan secara intensif di wilayah Bandara Kuala Namu bersama dengan TNI/Polri. Pengawasan penumpang yang akan keluar dan masuk wilayah bandara, khususnya area keamanan terbatas, juga semakin diperketat. “Kami pastikan akses dari dan ke bandara diperketat dengan meningkatkan profiling atau identifikasi terhadap pengguna jasa penerbangan,” kata Bintang. (ndy)

Tragis, Wisatawan Dipungli Ketika Nikmati Lereng Merapi

this formate

SLEMAN, bisniswisata.co.id: Gunung Merapi memang menjadi daya tarik wisata yang menakjubkan. Selain erupsi yang mengeluarkan lava pijar, wedus gembhel atau awan panas juga panorama gunung berapi ini memang luar biasa apalagi ada spot wisata yang tak akan kering untuk dikunjungi. Karena itu Merapi selalu diserbu wisatawan nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman).

Sayangnya, akhir-akhir ini ada informasi kurang mengenekkan. Adanya pungutan liar bagi wisatawan yang dilakukan pemandu wisata di wilayah lereng Merapi, Cangkringan, Sleman. Laporan pengaduan ke Polsek Cangkringan terus bertambah. Wisatawan pun resah. Keresahan ini dikhawatirkan berdampak pada pada penuruna kunjungan wisatawan yang akhirnya mencoreng pariwisata bahkan pendapatan masyarakat sekitar juga berkurang.

Untuk itu, Polsek Cangkringan menerjukan tim untuk menyelidiki adanya pungutan dilakukan pemandu wisata di wilayah lereng Merapi. “Memang kami menarima pengaduan bahkan nformasi bahwa wisatawan yang akan berkunjung di objek wisata lereng Gunung Merapi ini, dipaksa untuk menggunakan jasa pemanduan saat memasuki Desa Umbulharjo, Cangkringan,” papar Kapolsek Cangkringan, Sleman, AKP Samiyana di Sleman, Rabu (13/11/2019).

Aksi pungutan liar ini, lanjut Kapolsek, bukan hanya menimpa wisatawan yang menggunakan mobil maupun motor, namun wisatawan jalan kaki pun wajib membayar jasa pemanduan sebesar Rp60.000 per orang. “Ini kan nggak bener,” lontar Kapolsek Cangkringan.

Dilanjutkan, untuk memastikan kebenaran informasi itu, Polsek Cangkringan menerjunkan dua tim, satu tim bersepeda motor dan tim lainnya menggunakan mobil. “Benar, kami dihentikan dan diharuskan menggunakan jasa pemanduan,” katanya seperti dilansir laman Medcom,

Kapolsek mengungkapkan ia menemukan pula pengunjung yang berbalik arah karena mengaku tidak punya uang sebesar Rp60.000. Para pengunjung tidak boleh masuk. Padahal dalam kerjanya, pemandu ini hanya akan mengantar ke lokasi tertentu kemudian meninggalkannya.

Dalam dialognya dengan kelompok yang mengharuskan membayar Rp60.000 per orang ini, kata Kapolsek mereka mengaku pungutan itu berdasar Perdes (Peraturan Desa) Nomor 8 tahun 2017 dan telah diketahui oleh Kapolsek. “Padahal kami di Polsek tidak pernah mengeluarkan izin maupun rekomendasi atau apa lah yang membolehkan pungutan itu. Orang yang tidak tahu dikira kami mendapat 86 dari mereka,” ungkap AKP Samiyana.

Setelah mendapat bukti yang cukup, lanjut Kapolsek, sebanyak 60 orang yang mengaku sebagai pemberi jasa pemanduan dengan cara memaksa digiring ke Polsek Cangkringan untuk mendapatkan pembinaan. “Pada tahap ini mereka kami minta membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Kalau pemaksaan ini diulangi, kami akan melakukan proses hukum,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih membenarkan adanya langkah Kapolsek Cangkringan tersebut. Sudarningsih mengatakan cukup banyak aduan pungutan liar yang mengatasnamakan warga dari para wisatawan yang masuk ke instansinya.

“Kejadian ini sudah beberapa kali terulang. Kami tidak boleh tinggal diam dan harus melakukan pembinaan,” kata Sudarningsih sambil menambahkan baik Dinas Pariwisata maupun Polsek Cangkringan saat ini telah memerintahkan tidak ada lagi pemaksaan jasa pemanduan.

Lurah Umbulharjo, Suyatmi menyampaikan ketika ada laporan pungutan liar yang masuk, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas di Kelurahan. “Kami Pemdes Umbulharjo, tidak pernah menerima serupiah pun bagian dari pungutan itu,” tegasnya. (ndy/Medcom)

16 November 2019, Ngayogjazz 2019

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Event musik jazz tahunan bertajuk Ngayogjazz kembali digelar. Event yang telah diselenggarakan sebanyak 12 kali sejak tahun 2007 ini berlangsung di Pedukuhan Kwagon, Desa Sidorejo, Kecamatan Godean, Sleman pada Sabtu, 16 November 2019 dimulai pukul 10:00 WIB.

Ngayogjazz 2019 bakal berlangsung dengan suasana haru, sekaligus menjadi monumen terakhir sang inisiator Djaduk Ferianto yang menghadap Ilahi, pada Rabu (13/11/2019) sekitar pukul 02.30 WIB. Seniman kelahiran Yogyakarta pada 19 Juli 1964 ini meninggal dunia karena serangan jantung. “Di hari-hari terakhir ini Djaduk sangat sibuk untuk latihan musik dan sedang menyiapkan Ngayogjazz,” ujar Butet Kartaredjasa di rumah duka, Rabu (13/11/2019).

Butet menyampaikan, Ngayogjazz 2019 rencananya akan dibuka oleh Menko Polhukam Mahfud MD. Djaduk Ferianto juga sudah meminta para penggagas Ngajogjazz untuk naik ke atas panggung mendampingi Mahfud MD.

Djaduk, lanjut Buteta memang sangat serius mempersiapkan gelaran Ngayogjazz 2019. “Dia memang dikenal pekerja keras, penuh disiplin, menyiapkan segala sesuatunya secara perfeksionis. Sehingga saya bisa memahami dari setiap persiapan-persiapan yang dilakukan itu menyedot energy, menyedot konsentrasi yang berlebih dari dosisnya. Dan itulah Djaduk,” tambahnya.

Butet berharap, Ngayogjazz bisa terus dilanjutkan dan bisa tetap terlaksana, meski tanpa kehadiran sang inisiator Djaduk Ferianto. “Yang pasti mudah-mudahan Ngayogjazz bisa terus diwujudkan, dilaksanakan tanggal 16 November ini sebagai monumen terakhirnya Djaduk,” sambung Butet seperti diunduh laman Kompas.

Event Ngayogjazz 2019 kali ini mengangkat tema “Satu Nusa, Satu Jazz-nya”, yang dimeriahkan oleh sederet musisi ternama dari dalam maupun luar negeri. Di antaranya ada Dewa Budjana, Mus Mujiono, Monita Tahalea, Festivalist, dan sejumlah musisi lainnya. Dan Ngayogjazz 2019 akan ditutup dengan penampilan penyanyi campursari legendaries, Didi Kempot, yang akan tampil bersama Shoimah.

Tujuan utama diselenggarakannya event ini adalah untuk memberdayakan masyarakat sekitar tempat diadakannya Ngayogjazz. Maka dari itu, Ngayogjazz selalu memilih tempat di pedesaan yang jauh dari keramaian kota. Bahkan, dengan adanya event ini bisa menggerakkan ekonomi masyarakat setempat. Yang menjadi ciri khas dari Ngayogjazz adalah selalu diadakan di pedesaan dan melibatkan masyarakat setempat, dengan salah satu konsepnya: “jaz bisa dinikmati siapa saja.”

Dilansir dari website resminya, Ngayogjazz ini juga menampilkan kesenian daerah, kemudian ada pasar tiban bernama Pasar Jazz yang mayoritas diikuti oleh penduduk setempat sebagai usaha pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ngayogjazz terbuka untuk siapa saja yang ingin datang, gratis alias tanpa biaya apa pun. Begitu pun workshop yang diadakan. Orang-orang bebas bertukar pikiran dengan para musisi nanti.

“Jarak antara panggung dan penonton yang dekat dan tanpa sekat menjadi ciri tersendiri di Ngayogjazz. Interaksi yang hangat selalu terjadi antara musisi dengan penonton,” demikian informasi dari website Ngayogjazz.

“Dan setiap tahunnya penikmat Ngayogjazz semakin bertambah. Tanpa disadari, jazz semakin bisa berinteraksi baik dengan kesenian lain dan juga dengan masyarakat yang lebih luas.”

Berikut daftar musikus yang akan mengisi acara tersebut. Musisi Internasional: Arp Frique (Belanda), Rodrigo Parejo Quartet (Spanyol), Baraka (Jepang) dan Eym trio (Prancis)

Musisi Dalam Negeri: Soimah, Didi Kempot feat Kuaetnika, Mus Mujiono with Dexter, Idang Rasjidi Sings Jazz, Tompi, Dewa Bujana, Bagong Big BandIndro Hardjodikoro ft. Sruti Respati, Frau dan FSTVLST

Komunitas Jaz: Tricotado (Komunitas Jazz Jogja), Javafive (Komunitas Jazz dari Semarang), Batik Replica New Generation (Pekalongan), Solammijazz (Trenggalek), Kopi Jazz (Kediri) dan Satria Quartrett (Purwokerto). (ndy/Kompas)