Bom Meledak di Medan, Pengamanan Bandara Diperketat

0
28
Anggota Brimob Polda Bali bersama petugas bandara mengawasi penumpang yang masuk di Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Sabtu (28/11). Pengamanan bandara internasional tersebut diperketat dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pengamanan bandara dan satuan pengamanan adat atau Pecalang untuk mengantisipasi ancaman teroris yang akhir-akhir ini merebak pasca teror di Paris, Prancis. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/aww/15.


JAKARTA, bisniswisata.co.id:
Pengamanan di 19 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura (AP) II diperketat menyusul terjadinya bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara. Seluruh executive general manager di masing-masing bandara sudah diinstruksikan untuk memperketat keamanan.

“Kami upayakan bandara-bandara di bawah pengelolaan AP II aman dari aksi teror dan dapat beroperasi dengan normal melayani penumpang pesawat dan juga penerbangan dari seluruh maskapai,” ungkap Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin dalam keterangan resminya, Rabu (13/11/2019).

Menurutnya, Angkasa Pura II bersama-sama dengan seluruh unsur keamanan seperti TNI dan Polri meningkatkan kewaspadaan, dengan juga meningkatkan koordinasi unsur intelijen. Implementasi dari diperketatnya keamanan di 19 bandara di bawah Angkasa Pura II adalah dengan melakukan random check terhadap penumpang pesawat atau pengguna jasa bandara beserta barang bawaan.

Selain itu, random check juga dilakukan terhadap kendaraan dan orang yang ingin memasuki area bandara dan gedung terminal, terang Awaluddin sambil menambahkan keamanan yang diperketat di access control point (ACP), yakni titik di mana kendaraan atau pekerja memasuki sisi udara dari bandara. Di samping itu, Unit K9 saat ini juga sudah dikerahkan untuk memeriksa barang bawaan serta tas/koper yang berada di baggage handling area.

“Saat ini Komite Keamanan Bandara atau Airport Security Committee terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi penuh guna menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban di bandara-bandara Angkasa Pura II,” sambungnya.

Sementara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub meminta seluruh Unit Penyelenggara Bandar Udara dan Badan Usaha Bandar Udara untuk meningkatkan pengawasan bandara di seluruh wilayah Indonesia. Dan meminta semua pihak waspada, tetap siaga, dan memperketat keamanan di area bandara untuk menjamin keamanan operasional penerbangan.

“Upaya ini kami lakukan pascakejadian bom di Mapolresta Medan. Seluruh pihak wajib meningkatkan kepedulian terkait keamanan wilayah bandara. Apabila terdapat hal yang mencurigakan agar segera melaporkan kepada personel yang bertugas,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti dalam siaran pers, Rabu (13/11/2019).

Sampai saat ini, sambung dia, operasional penerbangan di bawah pengawasan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan masih beroperasi dengan baik, khususnya Bandara Kuala Namu. Bandara merupakan objek vital negara yang wajib dijaga keamanannya. “Keamanan merupakan hal utama yang harus dipenuhi, sebagaimana moto penerbangan Indonesia yang selamat, aman, dan nyaman,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Bintang Hidayat telah melakukan koordinasi untuk meningkatkan pengawasan secara intensif di wilayah Bandara Kuala Namu bersama dengan TNI/Polri. Pengawasan penumpang yang akan keluar dan masuk wilayah bandara, khususnya area keamanan terbatas, juga semakin diperketat. “Kami pastikan akses dari dan ke bandara diperketat dengan meningkatkan profiling atau identifikasi terhadap pengguna jasa penerbangan,” kata Bintang. (ndy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.