Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bisnis perusahaan rintisan (startup) di bidang jasa keuangan berbasis teknologi atau financial technology (fintech) terus tumbuh. Bahkan membawa kemajuan dalam infrastruktur pembayaran digital di Indonesia. Dampak pertumbuhan yang positif itu juga dirasakan Xendit – penyelenggara gerbang sistem pembayaran digital yang berdiri sejak tahun 2016.

“Selain sederhana dan muda digunakan dalam proses pembayaran di Indonesia, Xendit juga diintegrasikan ke sistem pengguna secara cepat. Ditambah lagi layanan kepada konsumen dilakukan secara Tim yang siap membantu pelaku bisnis, merupakan strategi utama kerja yang kami terapkan dalam melayani konsumen,” papar Chief Operating Officer (COO) Xendit, Tessa Wijaya soft launching XenSpace di Gedung Victoria Ground Floor, Melawai, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019).

Tessa menilai kemajuan teknologi bidang jasa keuangan di negara lain, juga harus berkembang dan maju di Indonesia. Saat ini, Xendit melayani berbagai macam bisnis di Indonesia yang memerlukan layanan pembayaran daring. Klien-klien Xendit sangat beragam, mulai dari UMKM, perusahaan rintisan, hingga korporasi besar.

“Kami ingin agar pengusaha dan pemimpin perusahaan dapat memusatkan perhatiannya untuk strategi-strategi pengembangan bisnis dan memajukan usahanya tanpa harus mengkhawatirkan mengenai proses keluar masuk uang ataupun rekonsiliasi pada akhir bulan,” ucap Tessa yang mengaku Xendit mengalami pertumbuhan sebesar 7 persen per minggu.

Dilanjutkan, produk yang disediakan Xendit adalah XenPayments (penerimaan pembayaran), XenInvoice (sistem pengelolaan invoice), XenDisburse (pengiriman dana), XenBatch (batch disbursement – pengiriman beberapa transaksi dalam satu perintah), XenCheck dan XenFraudCheck (proses KYC – Know Your Customers – otomatis).

Menurutnya, di dunia startup saling bertukar ide dan mendukung satu sama lain sangatlah penting. Hal tersebut menjadi salah atau faktor agar perusahaan rintisan di Indonesia bisa terus tumbuh dan berkembang. Dan bertukar ide dan pendapat merupakan suatu hal yang positif untuk ekosistem perusahaan rintisan di Tanah Air. Diharapkan, dengan terbangunnya relasi antar pelaku startup bisa saling membantu dan mewujudkan budaya yang terbuka.

“Berbagai macam perusahaan berbagai macam startup bisa saling berbagi dan saling mendukung supaya kita sama sama bisa maju,” ungkap Tessa sambil menambahkan XenSpace sendiri berlokasi di Gedung Victoria Ground Flour, Jakarta Selatan dan dapat digunakan secata gratis oleh para startup dari berbagai bidang.

Fasilitas yang tersedia di antara lima ruang pertemuan dengan kapasitas empat sampai enam orang, dan ruang kerja yang dilengkapi dengan akses internet. XenSpace juga dapat diubah menjadi event space dengan kapasitas hingga 100 peserta. “Rencananya akan dibuka dari pukul 9 pagi sampai 6 enam sore. Kan sekarang ini banyak startup belum memiliki situs atau sistem sendiri, mereka dapat dengan mudah menggunakan platform kami. Namun, perusahaan yang sudah memiliki tim teknis dan website, dapat berintegrasi dengan sistem kami melalui API (Application Program Interface) denhan cepat,” ungkap Tessa.

Karenanya, lanjut dia, melalui XenSpace, Xendit ingin menyediakan platform untuk bertukar pendapat dan berbagi ide bisnis. Para wirausaha akan memiliki kesempatan untuk bertatap muka dan berbincang mengenai ide yang tengah mereka garap dengan sesama wirausaha, praktisi teknologi, hingga orang yang tidak dikenal sekalipun. (end)

Sleman Gencar Sosialisasi Wisata Halal di Desa Wisata

this formate

SLEMAN, bisniswisata.co.id: Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menggandeng Halal Center Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk gencar menyosialisasikan penerapan wisata halal di wilayah Sleman dengan sasaran restoran, hotel, dan desa wisata.

“Selama ini masih ada salah persepsi perihal penerapan wisata halal. Wisata halal bukan berarti yang non-Muslim tidak difasilitasi. Adanya wisata halal itu agar wisatawan Muslim datang ke destinasi wisata terjamin kehalalannya,” papar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih di Sleman, Kamis (21/11/2019).

Dalam menerapkan konsep wisata halal di Sleman, pihaknya mengacu arahan dari Kementerian Pariwisata. “Yang terpenting di sektor wisata itu bisa ramah Muslim. Kalau datang ke destinasi wisata itu, pihak pengelola menyediakan tempat ibadahnya. Toilet laki dan perempuan dibedakan. Pakaian saat atraksi hiburan tidak terbuka,” lontarnya.

Dijelaskan, tahap awal penerapan sosialisasi ini dimulai dari desa wisata, baik yang kategori mandiri maupun berkembang. Tercatat ada puluhan desa wisata di Sleman, namun ada beberapa desa wisata yang sudah dikenal wisatawan nusantara maupun mancanegara. “Jadi kami rintis di desa wisata yang memproduksi makanan, minimal mendapatkan izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dulu,” ungkapnya.

Ia mengatakan, ke depan, proses selanjutnya lama dan agak mahal. Karena satu makanan seperti misal item tepungnya harus dilihat dari apa. “Kemudian nanti baru diajukan sertifikasi halal ke MUI,” katanya seperti dilansir laman Antara.

Sudarningsih mengatakan, untuk sektor hotel dan restoran, pihaknya sudah sosialisasikan untuk penerapan wisata halal. “Ada hotel seperti Hotel Cakrakusuma, makanan yang disediakan sudah halal,” katanya

Tercatat beberapa desa wisata di Sleman yang sudah sangat dikenal bahkan dikunjungi wisatawan, antara lain:

Desa Wisata Petung

Desa wisata ini memiliki keindahan dan suasana perdesaan yang masih sangat asri. Desa wisata Petung yang terletak pada ketinggian 850-900 meter diatas permuakaan laut memiliki berbagai daya tarik wisata alam perdesaan khas desa lereng Gunung Merapi. Hutan yang mengelilingi desa menambah kesejukan desa wisata Petung. Dari gardu pandang, dapat dilihat keelokan Gunung Merapi. Sering kali burung elang terbang ikut menghiasi pemandangan alam. Desa wisata ini berdekatan dengan gunung merapi maka, sehingga mempunyai keunikan dan keindahan alam yang mempesona. Salah satu daya tarik utama dari desa wisata ini adalah adanya perkebunan kopi yang dimiliki oleh masyarakat.

Desa Wisata Tanjung

Desa wisata Tanjung berada di Donoharjo, Ngaglik. Ada sebuah desa yang telah diresmikan sebagai desa wisata pada tahun 2001 yakni Desa Wisata Tanjung. Desa wisata ini terdiri atas 3 pedukuhan yakni Tanjung, Panasan dan Bantarjo dengan 6 RW dan 11 R. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Di sana, kita bisa mengikuti aktivitas warga lokal yakni menjadi petani. Seru dan memorable Sebagai sebuah desa wisata, Desa Wisata Tanjung menyajikan suasana tradisional Jawa yang sangat kental. Mulai dari perilaku masyarakatnya hingga benda-benda budaya. Salah satu yang paling mencolok adalah bangunan Rumah Joglo yang konon telah berusia 200 tahun. Desa Wisata Tanjung berada sekitar 5 km ke arah utara dari Monumen Jogja Kembali

Desa Wisata Pentingsari

Desa wisata yang satu ini masih di kabupaten Sleman tepatnya di lereng Gunung Merapi. Desa Wisata Pentingsari berada di Kelurahan Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan. Saat Gunung Merapi sedang bergejolak, desa ini mungkin akan masuk dalam zona berbahaya. Namun, dibalik itu, desa ini memiliki suasana pedesaan yang benar-benar menyegarkan. Masyarakat di Desa Wisata Pentingsari juga berprofesi sebagai petani. Suasana tradisional juga sangat terasa di desa wisata ini. Beberapa objek menarik yang bisa dikunjungi di desa wisata ini antara lain ancuran Suci Sendangsari serta batu luweng yang menjadi bagian dari perjuangan Pangeran Diponegoro dalam upaya mengusir penjajah

 Desa Wisata Trumpon
Kamu suka buah salak? Jika iya, desa wisata yang satu ini tak boleh terlewatkan saat sedang berada di Jogja. Desa Wisata Trumpon merupakan sebuah desa wisata yang berada di dusun Trumpon, desa Merdikurejo, kecamatan Tempel, kabupaten Sleman. Desa ini terkenal dengan agrowisata salak pondoh. Tidak cuma itu, kamu juga bisa melihat pemandangan Gunung Merapi yang tampak begitu gagah melalui gardu pandang yang tersedia di sana Di Desa Wisata Trumpon kita tak cuma bisa berkeliling melihat dari dekat pohon salak pondoh. Yang paling penting, kita bisa memetik salak pondoh langsung dari pohonnya dan memakannya langsung. Jika ingin tahu lebih jauh tentang salak, kita juga bisa bertanya-tanya tentang seluk beluk buah salak

Desa Wisata Kelor

Sesuai namanya, desa wisata ini terletak di Dusun Kelor, Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Disini kamu bisa menikmati permandangan hijau khas pedesaan. Kamu dapat menemukan perkebunan salak milik warga, dan ikut memetik dan membeli buah ini secara langsung. Berbagai fasilitas seperti outbond, flying fox, kegiatan masyarakat sehari-hari juga dapat dinikmati wisatawan. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat bermain-main di sungai dengan air jernihnya.

Desa Wisata Pancoh

Desa Wisata Pancoh memiliki keanekaragaman budaya serta alam yang sangat mendukung untuk dijadikan sebagai salah satu desa wisata Padukuhan ini dikenal masyarakat dengan surthongnya yang berada di beberapa titik kawasan perairan yang bunyinya terdengar hingga mencapai radius 10 meter.

Desa Wisata Gamplong

Desa Wisata ini terkenal dengan kerajinan tenun. Desa wisata ini, terletak di sebelah barat Kota Yogyakarta ini cukup menarik untuk disinggahi wisatawan terlebih karena masih adanya industri kerajinan tenun tradisional dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Dengan ATBM, masyarakat perajin Gamplong mampu menghasilkan kain tenun sebagai bahan stagen (kain panjang untuk melilit bagian perut wanita). Selain kerajinan tenun, perajin juga mampu memproduksi kerajinan anyaman untuk suvenir. (ndy/Antara)

Kuliner Halal Indonesia Menggoda Lidah Warga Amerika

this formate

SAN FRANCISCO, bisniswisata.co.id: Indonesian Muslim Community San Francisco Bay Area (IMC-SFBA) menggelar Festival Kuliner Halal yang menyajikan masakan halal dari berbagai wilayah di Indonesia. Beragam kuliner daerah itu antara lain Nasi Kapau, Bakwan Malang, Siomay Bandung, Sate Padang, hingga Pempek Palembang.

Festival kuliner ini, mendapat sambutan positif sehingga diserbu ratusan warga San Francisco Bay Area Amerika Serikat. Festival kuliner bertajuk “Indo Feast” ini merupakan gelaran pertama kali di Kota San Jose Amerika Serikat, tepatnya di South Bay Islamic Center pada Minggu (17/11/2019).

“Kami ingin memperkenalkan makanan tradisional Indonesia kepada masyarakat Amerika. Termasuk yang muslim, karena belum ada restoran Indonesia halal di wilayah di San Francisco Bay Area,” ungkap Ketua IMC-SFBA, M Yusuf Efendi seperti dilansir laman Antara, Kamis (21/11/2019).

Konsul Jenderal Indonesia di San Francisco, Simon DI Soekarno menyampaikan rasa gembira dan berterima kasih kepada penyelenggara karena memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia kepada masyarakat Amerika. “Kita berkumpul untuk merayakan keanekaragaman budaya Indonesia dengan kuliner halalnya, yang akan mempererat tali persahabatan Indonesia dan Amerika,” kata Simon.

Masakan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia yang asing namun lezat di lidah, menggoda para warga lokal. Beragam kuliner daerah itu antara lain Nasi Kapau, Bakwan Malang, Siomay Bandung, Sate Padang, hingga Pempek Palembang. “Kami beli makanan banyak sekali karena semua enak-enak, cukup untuk makan kami selama beberapa hari,” ujar warga Indonesia yang tinggal di Amerika, Nani Thorstensen.

Bagi pengunjung diaspora Indonesia sendiri, Indo Feast Halal Festival bisa memuaskan rasa kangen akan makanan tradisional Indonesia yang otentik. “Enak semuanya, lebih otentik dibanding restoran Indonesia di US,” tukas Enie dari San Mateo.

Untuk Hawk Tea yang keturunan Kamboja, lupis adalah salah satu kue favoritnya. “Di Kamboja juga ada makanan yang rasanya seperti ini dibungkus daun dan digantung tali,” katanya.

Sedangkan bagi Aadhil yang berasal dari Srilanka, Nasi Kapau, Martabak Manis, Siomay adalah kuliner favoritnya. “Tapi yang paling saya suka adalah Bakso Malang yang pedas,” katanya.

Banyak yang berharap Indo Feast mengadakan event yang sama dalam waktu dekat dan digelar rutin. “Saya akan datang ke event Indo Feast berikutnya, untuk melihat anak-anak ikut fashion show berpakaian tradisional Indonesia,” kata Amrina Rodino. (ndy/Antara)

EasyJet Bertekad Kurangi Emisi Karbon

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: EasyJet, maskapai penerbangan bertarif murah asal Inggris, bertekad mengurangi emisi karbon di setiap penerbangannya. Upaya hijaunya ini dikatakan tidak berdampak pada kantong penumpang.

EasyJet menghadapi banyak tekanan yang meminta maskapai untuk mengurangi emisi karbon dari pesawat-pesawatnya. Beberapa kelompok masyarakat bahkan menyerukan untuk berhenti menggunakan pesawat dalam upaya mengurangi dampak perjalanan udara terhadap lingkungan.

Adalah Greta Thunberg, gadis berusia 16 tahun dari Swedia yang menggagas aksi tersebut. Thunberg menjadi berita utama lantaran aksinya yang kontroversial. September lalu, ia pergi ke AS untuk menyampaikan pidatonya di KTT Aksi Iklim PBB. Namun, dia menolak menggunakan pesawat dengan alasan emisi karbon yang dihasilkan pesawat.

Thunberg akhirnya tiba di New York dengan kapal pesiar bebas emisi untuk menghadiri acara tersebut. Cara yang sama juga ia lakukan saat kembali ke Eropa. Thunberg harus meminta bantuan untuk mendapatkan tumpangan kapal pesiar.

Rencana EasyJet menjadi maskapai besar pertama dengan penerbangan bebas emisi karbon diumumkan dalam sebuah pernyataan, Selasa (19/11/2019). Upaya yang bakal menelan biaya US$32,4 juta (£25 juta) per tahun itu dimulai sejak keputusan diumumkan.

Dana sebesar itu akan dihabiskan untuk proyek-proyek menghilangkan CO2 dari udara, seperti menanam pohon, melindungi hutan dari deforestasi, serta inisiatif penggunaan tenaga surya dan angin.

EasyJet ingin memastikan bahwa proyek-proyek tersebut dapat membantu mengeluarkan karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya dari atmosfer. Meski begitu, maskapai berbiaya rendah ini berjanji tidak akan mengubah pelayanannya, termasuk tarif tiket dan kinerja pesawat.

“Kami mengakui upaya penyeimbangan hanya langkah sementara sampai teknologi lain tersedia untuk mengurangi emisi karbon saat terbang. Tetapi kami ingin melakukan sesuatu sekarang,” kata CEO EasyJet Johan Lundgren, dikutip RT, Kamis (21/11/2019).

Bersamaan dengan pengumuman itu, EasyJet mempresentasikan laporan keuangan tahunannya. Laba perusahaan sebelum pajak untuk tahun ini sebesar £427 juta atau sekitar US$552,5 juta. Meski laba setahun ini lebih tinggi dari yang diharapkan, namun 26 persen lebih rendah dari tahun lalu karena biaya bahan bakarnya lebih tinggi.

Menurut The Guardian, aksi EasyJet tersebut mendahului maskapai-maskapai rivalnya, termasuk British Airways, anak perusahaan IAG. Bulan lalu, perusahaan ini berjanji akan menjadi maskapai yang netral-carbon pada 2050 dan akan memulai dari penerbangan domestiknya tahun depan. (ndy/warta ekonomi)

Thailand, Negara Populer di Kalangan Traveler

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Thailand merupakan destinasi wisata paling eksotis, paling populer dan paling diserbu turis di Asia Tenggara. Dengan gugusan alam yang indah, kebudayaan yang lestari, bahkan wisata kulinernya yang luar biasa. Sehingga Thailand sukses merebut hati wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Karena itu, sebaiknya Anda mencoba untuk berwisata ke Negeri Seribu Pagoda setidaknya sekali seumur hidup. Segera cari tiket ke thailand dari jauh-jauh hari untuk mendapatkan berbagai promo menarik. Dan persiapan

Ingin lebih tahu apa saja yang membuat Thailand begitu populer di kalangan traveler? Dalam keterangan resmi yang diterima redaksi Bisniswisata.co.id, Kamis (21/112019) ada 5 hal menarik menjelajah Negeri Gajah Putih, antara lain:

1. Akomodasi Transportasi di Thailand cukup murah

Thailand memiliki akses yang cukup baik. Di sana Anda akan mudah menemukan moda transportasi. Selain angkutan umum, transportasi berbasis daring pun bisa ditemukan dengan mudah. Selain itu, transportasi untuk sampai ke Thailand pun sangat mudah. Rasanya hampir semua maskapai membuka rute penerbangan dari dan ke Thailand. Beberapa di antaranya memang menawarkan harga yang mahal. Ada pula yang menawarkan dengan harga yang murah.

2. Hotel dan atraksi murah

Di Asia Tenggara, Thailand merupakan salah satu yang termurah. Harga-harga barang yang ada di Thailand pun tidak jauh berbeda bila dikonversikan ke rupiah sekalipun. Sehingga, traveling ke Thailand tidak akan membuat Anda bangkrut. Kecuali kalau Anda tidak bisa menahan diri. Imbas dari harga murah ini adalah tentu saja hotel-hotel bagus yang menawarkan harga murah. Dengan harga yang terjangkau ini pun Anda sudah bisa menikmati fasilitas yang lebih dari cukup bagi para traveler.

3. Thailand si surga kuliner

Beberapa dari Anda mungkin hanya tahu kalau Thailand adalah rumah dari Durian Montong. Padahal, Thailand juga memiliki koleks kuliner yang sangat lezat. Dengan cita rasa asam, manis, gurih, dan pedas, kuliner Thailand pasti diterima dengan baik oleh traveler Indonesia.

4. Surga street food

Sadar atau tidak? Banyak dari jajanan yang hits di tanah air ini mengadopsi jajanan-jajanan negara tetangga. Salah satu negara yang sering dijadikan kiblat dalam hidangan street food adalah Thailand. Sebut saja es mangga yang dulu sukses membuat pengunjung rela mengantre hingga mengular. Siapkan perut dan dompet, karena sekali jajan akan berakibat jajan-jajan berikutnya.

5. Budaya tinggi yang jadi atraksi edukatif

Kalau Anda traveling bersama anak, maka pasti ia bisa mengambil nilai penting dari traveling ke Thailand. Sebab, Anda masih dengan mudah menemukan kegiatan-kegiatan kebudayaan dan keagamaan yang lestari turun temurun.

Itu dia lima hal yang membuat Thailand begitu populer di Asia Tenggara. Kepopulerannya ini pun membuat Indonesia merasa terpacu untuk menjadi lebih baik. Semoga beberapa tahun ke depan Indonesia bisa jadi destinasi nomor satu di Asia Tenggara. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Sultan HB X: Hati-hati Beri Izin Hotel Baru

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta para bupati dan wali kota di wilayahnya agar lebih selektif dalam memberikan izin pendirian hotel. Pasalnya Maret 2020, bandara baru Yogyakarta International Airport di Kulon Progo sudah bisa diresmikan yang dampaknya terjadi peningkatan bisnis perhotelan.

“Harapan saya kepada bupati dan wali kota, hati-hati untuk memberikan izin membangun hotel. Karena bagaimanapun hotel-hotel di Yogya itu, di luar hari libur dan weekend, baru kira-kira 50%-55% saja yang bisa memenuhi target,” papar Sultan seperti dilansir laman Tempo, Kamis (21/11/2019).

Dilanjutkan, Maret 2020, bandara baru Yogyakarta International Airport di Kulon Progo sudah bisa diresmikan. Namun hal itu tidak lantas membuka semua pintu investasi, utamanya pembangunan hotel. Dipastikan butuh waktu satu sampai tiga tahun untuk pariwisata DIY tumbuh berkembang.

“Jadi untuk investasi, tidak berarti begitu airport dibuka, bisa terjadi pembangunan hotel yang luar biasa. Itu akan rugi semua, jadi hati-hati. Jangan sampai mengizinkan pembangunan hotel hanya untuk merugi. Jangan sampai investasi di DIY tidak ada yang boleh merugi, ini yang harus jadi perhatian” ujarnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istijab Danunegara sebelumnya mencatat saat menyambut liburan panjang seperti Idul Fitri atau Natal juga Tahun Baru setidaknya di DI Yogyakarta tersedia 21 ribu lebih kamar. Kamar-kamar itu disediakan 320 hotel berbintang yang totalnya ada 8.500 kamar dan 500 hotel non bintang di Jogja, yang total memiliki sekitar 13 ribuan kamar.

Namun hanya hotel-hotel yang berada di kawasan wisata ring I yang tetap jadi primadona yang diserbu wisatawan. Berlebihnya jumlah kamar yang disediakan kalangan perhotelan di Jogja itu, tak serta merta akan ludes. Meskipun libur natal dan tahun baru merupakan peak season atau saat tingginya kunjungan.

“Banyaknya kamar hotel di Jogja itu sebenarnya over supply, tingkat hunian maksimal liburan akhir tahun ini prediksinya pada kisaran 60 persen dari total kamar tersedia,” ujarnya.

Menurut Istidjab, kamar-kamar hotel yang ada di kawasan wisata Ring I seperti Malioboro dan sekitarnya, biasanya sudah habis di-booking H-7 tahun baru. Sehingga pilihan wisatawan yang pesan kamar mepet waktu tahun baru hanya di kawasan Ring II.

Istidjab menyebut jika tingkat hunian hotel rata-rata di DIY tinggi saat saat libur akhir tahun, sebenarnya bisa didongkrak. Namun hal itu tergantung juga dari kreativitas pengelola.

Angka kenaikan tingkat hunian untuk hotel berbintang misalnya bisa didongkrak sekitar 10 persen dari angka 60 persen sehingga menjadi 70 persen. Sedangkan hotel non bintang bisa naik dari angka normal 40 persen menjadi 50 persen.

Sedangkan untuk hotel kawasan ring I paling menerima berkah libur akhir tahun. Sebab kenaikan tingkat huniannya tiap hotel bisa tembus di atas 90 persen. Sementara okupansi perhotelan di kawasan Ring II diprediksi bisa mencapai 80 persen. (ndy/Tempo)

21 – 24 November 2019, Festival Siti Nurbaya

this formate

PADANG, bisniswisata.co.id: Demi menjaga kelestarian kebudayaan lokal sekaligus mendatangkan wisatawan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Festival Siti Nurbaya, yang diselenggarakan di tiga lokasi yaitu Danau Campago, Kantor KAN Kuranji, dan Simpang Kalumpang Padang, pada 22 hingga 24 November 2019.

Dalam Festival ini, berbagai kegiatan digelar seperti, lomba lagu minang, randai, sipak rago, lomba lagu gamad, lomba permainan Anak Nagari, lomba baju kuruang basiba. Juga ada beberapa kegiatan dan hiburan menarik lainnya seperti pameran foto, pemutaran film India dan penampilan musik dan seni budaya. Di bidang kuliner juga tak kalah menarik, dengan masakan tradisional yang beragam bahkan telah mendunia seperti rendang.

Festival yang sudah memasuki tahun kesembilan ini, merupakan wadah bagi masyarakat dan komunitas seni untuk mengaktualisasikan diri, berpartisipasi dan berkompetisi, Juga diharapkan masyarakat Kota Padang terutama generasi muda bisa menjaga Kebudayaan minang.

Pasalnya, tantangan generasi muda saat ini lebih banyak pengaruh gadget dan kebudayaan asing yang cepat masuk ke Indonesia. Sehingga, dengan adanya festival ini kita mengharapkan generasi muda tidak lupa akan kebudayaan lokal. Budaya lokal di Kota Padang cukup beragam mulai dari kesenian seperti rabab, saluang, dendang pauh dan lainnya.

Selain itu, Festival ini sebagai sarana memperkenalkan seni dan budaya Minang kepada wisatawan lokal maupun mancanegara. Sehingga diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan nusantara (Wisnus) maupun mancanegara (Wisman) ke Kota Padang. Jika banyak wisatawan yang datang ke Kota Padang, akan mendatangkan pemasukan untuk Kota Padang.

Tiga lokasi dengan rincian: Lokasi Pertama di kawasan Pantai Cimpago selaku panggung utama, lokasi kedua di Gelanggang Siliah Baganti Kantor KAN Pauh IX Kuranji, dan ketiga di kawasan Simpang Kalumpang, Kecamatan Koto Tangah. Memang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, lokasi festival hanya disatu titik dan tahun ini baru dikembangkan di tiga titik.

Tujuan penambahan lokasi ini, supaya masyarakat Kota Padang lebih tahu ada kegiatan seni dan kebudayaan yang dilakukan Pemko Padang. Kemudian masyarakat bisa menikmati dan menerima manfaat dari gelaran tersebut. Dan pembukaannya sendiri akan dilakukan Sabtu 23 November bertempat di Pantai Cimpago sekira pukul 15.30 WIB. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Bahaya, Ngecas HP di Colokan USB Bandara

this formate

LOS ANGELES, bisniswisata.co.id: Tak sedikit para penumpang maupun traveler yang memanfaatkan tempat pengisian baterai ponsel di bandara saat menunggu penerbangan. Sebenarnya aman atau tidak sih? Memang di sejumlah bandara umumnya menyediakan fasilitas tempat pengisian baterai dalam bentuk USB yang bisa dipakai penumpang pesawat secara cuma-cuma. Layanan ini pun begitu memudahkan traveler, khususnya yang tak membawa chargeran.

Sekilas, layanan itu memang begitu nyaman dan membantu penumpang maupun traveler. Ternyata, kebiasaan mengisi daya di port USB (seperti yang ada di bandara) itu berbahaya bagi perangkat Anda loh! Lengah sedikit, saldo rekening Anda bisa terkuras karena hal tersebut. Kok bisa?

Faktanya, Kantor Kejaksaan Distrik Los Angeles (LA) memperingatkan para pengguna ponsel pintar untuk berhenti mengisi daya di port USB tempat umum sebab itu bisa berujung peretasan. Dampaknya, perangkat akan terinfeksi malware berbahaya.

“Malware dapat menyelinap ke perangkat yang terhubung ke stasiun pengisian daya yang sudah terinfeksi. Parahnya, data dan kata sandi pengguna dapat dicuri oleh peretas,” tulis PhoneArena dalam laporannya, dikutip Rabu (20/11/2019).

Bukan tak mungkin hal itu dapat berujung pada kerugian materi, seperti pemerasan saldo aplikasi bank seluler pemilik ponsel pintar. Mengerikan, bukan? Peringatan dari Kantor Kejaksaan Distrik LA menyebutkan, “stasiun pengisian daya USB publik di bandara, hotel, dan lokasi lain berpotensi membahayakan perangkat di seluruh dunia.”

Untuk itu, para pengguna ponsel disarankan untuk membawa bank daya dan kabel masing-masing ketika mereka berpergian. Sudah banyak outlet-outlet yang menjual bank daya, baik secara daring maupun luring.

Seorang pakar keamanan cyber dari perusahaan teknologi IBM asal Amerika Serikat bernama Caleb Barlow punya masukan berbeda soal itu. Barlow mengatakan kalau colokan USB yang banyak ditemui di tempat pengisian baterai ponsel bandara dapat dimanfaatkan untuk kejahatan cyber seperti ia katakan pada media Forbes.

“Mencolok USB di tempat umum diibaratkan seperti menemukan sikat gigi di jalan dan memakainya untuk sikat gigi. Anda tak akan tahu perihal dari mana barang itu,” ujar Barlow sambil menambahkan colokan USB untuk mengisi baterai ponsel di bandara bisa saja dimodifikasi oleh penjahat cyber untuk meng-install virus hingga mencuri informasi tanpa sepengetahuan traveler.

Menurut survey dari IBN X-FORCE, bandara telah menjadi area kedua yang paling banyak diincar oleh penjahat cyber tahun 2018. Peringkatnya meningkat dari urutan ke-10 tahun 2017 lalu. (ndy/PhoneArena)

Komunitas Sadar Wisata Bangli Dilatih Kelola Homestay

this formate

BANGLI, bisniswisata.co.id: Sekitar 40 orang dari komunitas atau kelompok sadar wisata Bangli Bali mendapat pelatihan tata kelola homestay dan pondok wisata se-Kabupaten Bangli yang berlangsung di Wantilan Desa Penglipuran, Bali, dari tanggal 18-20 November 2019.

Pelatihan ini memiliki nilai strategis karena selain untuk mensejahterakan masyarakat Bangli, juga memajukan pariwisata ditingkat desa sehingga pariwisata tidak saja dinikmati oleh orang kota saja, tapi masyarakat pedesaan dapat lebih bisa berkembang.

“Saya harap masyarakat disiplin dalam mengelola homestay dan harus ramah-tamah terhadap wisatawan, baik mancanegara maupun domestik. Bikin salah satu strategi agar wisatawan senang dan betah menginap di homestay,” ungkap Bupati Bangli Made Gianyar saat membuka secara resmi pelatihan tata kelola homestay dan pondok wisata.

Kegiatan ini adalah upaya untuk menjawab tantangan global pembangunan pariwisata. Pelatihan ini juga untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan homestay atau rumah wisata.

Mengingat keberadaan homestay sangat strategis untuk mendukung pengembangan kawasan objek pariwisata di Bangli, sehingga pengembangan sarana dan prasarana dalam menunjang aksesibilitas dan fasilitas-fasilitas desa wisata sangat dibutuhkan, katanya.

Dengan tata kelola homestay yang baik, diharapkan wisatawan akan lebih senang dan dapat merasakan suasana pedesaan yang lebih nyaman, tenang serta mengetahui aktifitas masyarakat sehari-hari, harap Bupati Bangli seperti dilansir laman Industry, Rabu (20/11/2019).

Kegiatan yang didanai dari dana alokasi khusus non fisik Kementrian Pariwisata itu menghadirkan narasumber dari Asita Bali, HPI Bali, Universitas Udayana, STPBI Denpasar, Politeknik Pariwisata Bali, dan para Ketua Jejaring Kelompokdl Sadar Wisata se-Kabupaten Bangli.

Kepala Bidang Pemasaran Wisata Kabupaten Bangli, Wayan Merta juga berharap agar kelompok sadar wisata di Kabupaten Bangli semakin bertambah banyak sehingga berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan yang berkunjung ke pedesaan dan membawa dampak yang sangat besar bagi masyarakat. (ndy/Industry)

Selain Berwisata, Wisatawan Tularkan Ilmu bagi Anak-anak Lembata

this formate

LEMBATA NTT, bisniswisata.co.id: Obyek wisata Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) luar biasa. Selain memiliki pantai dengan air laut sejernih kaca, juga ada air terjun, desa nelayan, kawasan perbukitan, juga menyaksikan pemburuan ikan paus serta meihat percikan lava yang tiada habisnya di Gunung Api Batutara, yang merupakan salah satu gunung api paling aktif di kepulauan lembata.

Liburan sambil belajar di alam terbuka bisa kamu dapatkan di Taman Daun Lewoleba. Taman Daun ini merupakan taman baca yang lahir dari rasa keprihatinan terhadap kurangnya sumber-sumber bacaan yang ada di Lembata. Disediakan buku-buku bacaan secara gratis serta selalu intens dengan berbagai aktivitas terkait literasi secara swadaya oleh relawan yang tergabung di dalamnya.

Bahkan para wisatawan mancanegara (wisman) datang bukan hanya menikmati wisata Lembata namun juga berbagi ilmu serta memotivasi anak-anak Lembata. Seperti dilakukan Kelly, Esteer, dan Stevy, merupakan sebagian anak muda asal mancanegara yang sudah tidak asing dengan Taman Daun. Ini merupakan lokasi taman baca, taman bermain, sekaligus homestay di Kampung Beluwa, Kelurahan Lewoleba Barat, Kabupaten Lembata, NTT.

Sejatinya, Kelly dan kawan-kawan datang untuk berlibur dan berwisata di Lembata. Kelly datang dari Irlandia, Esteer yang seorang insinyur berasal dari Spanyol, dan Stevy, gadis muda asli Amerika.

Taman Daun juga tidak asing bagi anak-anak muda lain asal Brasil, Rusia, Serbia, Jerman, Malaysia, dan Jakarta. Kebanyakan turis muda itu datang ke Lembata sebagai tempat persinggahan terakhir, dari rangkaian liburan mereka ke Indonesia. “Saya sudah dua minggu di sini. Setelah izin tinggal saya habis, saya akan kembali ke Irlandia,” ungkap Kelly.

Di Lembata, mereka tidak hanya mereguk nikmatnya keindahan alam. Mereka juga bisa mengikuti serangkaian upacara adat, seperti Antar Dulang, Maso Minta, dan Antar Belis Gading. Bahkan, mereka juga bisa berinteraksi dengan anak-anak dan warga. Setiap sore, Kelly dan teman-temannya bergabung dalam kelompok belajar di Taman Daun.

Para turis itu menjadi relawan yang mengajar anak-anak di daerah itu dengan beragam keterampilan dan keahlian, di antaranya kemampuan berbahasa Inggris atau memasak. “Saya bahagia bisa berbagi. Saya tidak sekadar berwisata, tapi dapat berbagi ilmu dan memotivasi anak-anak,” ujar Esteer, mekanik yang bekerja di Denmark ini.

Kegiatan itu membuat Kelly dan Esteer betah dan merasa menjadi bagian dari keluarga orang Lembata. “Saya akan promosikan kenyamanan di Taman Daun.” lontarnya seperti dilansir laman MediaIndonesia, Rabu (20/11/2019).

Taman dibangun Goris Batafor, warga asli Lewoleba, pada 1987. Sebelumnya, lulusan Sekolah Pertanian di Jawa Tengah, itu bekerja di kapal. Turun dari kapal, Goris bertekad menyumbangkan ilmu pengetahuan kepada anak-anak Lembata. Ia membuka Taman Daun sebagai taman baca dan perpustakaan. Anak-anak juga bisa bermain di taman yang ditata asri dan indah, dengan pepohonan yang rimbun.

Dalam perjalanan, John Batafor, sang adik, memperkenalkan Taman Daun lewat dunia maya. Ia menawarkan akomodasi gratis bagi wisatawan, namun mereka diharuskan memberi sumbangsih dengan menularkan ilmu dan keterampilan kepada anak-anak.

“Dulu, Pemkab Lembata hanya mencatat dalam satu tahun hanya ada 8 turis asing yang datang, dengan lama tinggal maksimal 5 hari. Sekarang dengan pola volunterisme yang kami kembangkan, banyak yang datang dan bisa satu bulan mereka tinggal di Lembata,” ujar John.

Hubungan timbal balik itu membuat sesama manusia dari berbagai bangsa bisa saling terikat. “Kami bisa membangun naluri kekeluargaan.” sambungnya. (ndy/MediaIndonesia)