Desember 2019, Bromo Terapkan Booking Online bagi Wisatawan

this formate

MALANG, bisniswisata.co.id: Balai Besar Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru (BB TNBTS) bakal menerapkan sistem booking online kepada para wisatawan yang mengunjungi destinasi wisata Gunung Bromo. Sistem ini rencananya mulai diberlakukan per 1 Desember 2019.

Kepala BB TNBTS John Kenedie menjelaskan, sistem pemesanan daring utamanya diberlakukan kepada pengunjung yang menggunakan jasa agen perjalanan (travel agent), operator tur, dan event organizer. Hal ini berarti pengelola tidak akan melayani pembelian tiket langsung di loket masuk.

Sementara untuk pengunjung yang tidak menggunakan jasa travel dan sejenisnya, mereka dapat memesan tiket online pada pukul 16.01 sampai 07.29 WIB. “Lalu untuk kunjungan pukul 07.30 sampai 16.00 WIB, pengunjung masih diperkenankan membeli tiket langsung di loket masuk yang ada di masing-masing pintu masuk,” jelasnya seperti diunduh laman Republika, Selasa (19/11/2019).

John menegaskan, sistem ini akan diterapkan secara bertahap bagi seluruh wisatawan. Meski demikian, saat ini sistem tersebut sudah dapat diakses. Antara lain dengan mengunjungi laman www.bookingbromo.bromotenggersemeru.org.

Penerapan skema booking online di Gunung Bromo dan sekitarnya diklaim telah melalui pembicaraan seksama. Tidak hanya dengan internal BB TNBTS, tapi juga bersama sejumlah pemerintah dan paguyuban terkait. Beberapa di antaranya dengan Paguyuban Jeep Ngacisari, Paguyuban PKL Ngadisari, Paguyuban PKL Ranupani, dan lain-lain.

John berharap, sistem ini dapat membantu meningkatkan kualitas sekaligus memudahkan pelayanan wisata di Gunung Bromo. “Dan optimalisasi pengelolaan TNBTS pada umumnya,” jelasnya. (ndy/republika)

Jika Kuliner Gado-gado Alami Dekonstruksi

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Gado-gado, salah satu kuliner khas Indonesia yang diminati masyarakat. Alasan kuliner ini disukai adalah isi yang berlimpah dengan rasa nikmat. Isi gado-gado mulai dari sayuran rebus, seperti kacang panjang, taoge, kol. Lalu ada lontong, tempe, telur dan tahu yang dicampur jadi satu dengan saus kacang.

Ciri khas lain dari gado-gado adalah cara penyajiannya yang mencampur semua bahan, termasuk bumbu kacang. Lantas, bagaimana jika ada gado-gado yang disajikan tanpa dicampur, melainkan dipisah satu-satu di atas piring yang sama dan ditata cantik? Konsep tersebut bisa disebut sebagai dekonstruksi.

Baru-baru ini, misalnya, ada gado-gado ala dekonstruksi di mana bahan ditata cantik mulai dari sayuran hingga lontong. Kemudian saus kacang dipisahkan sendiri.

Gado-gado ditata cantik dengan konsep tak biasa itu pun jadi viral.

I ordered gado-gado. They gave me deconstructed gado-gado. pic.twitter.com/5La1ndX6UN
— Pangeran? (@pangeransiahaan) November 15, 2019

Namun, terlepas dari hal itu, bagaimana sebenarnya konsep gado-gado dekonstruksi yang ditata cantik?

Chef Ragil Imam Wibowo mengatakan, mungkin saja ada dekonstruksi cara penyajian gado-gado. “Karena dekonstruksi itu penyajian, bukan masalah rasa. Rasa harus tetap sama,” ujar Chef Ragil seperti dilansir laman Kompas, Selasa (19/11/2019).

Ia juga tak menampik jika ada makanan lain yang cara penyajiannya didekonstruksi dari versi asli. Namun, satu hal yang perlu dipastikan, esensi dari makanan tersebut tetap harus ada.

Chef Ronald Prasanto pun berpendapat serupa. Menurutnya, kini banyak chef atau restoran fine dining yang menyajikan makanan, termasuk gado-gado, dengan cara berbeda. Ia pun sepakat, meski cara penyajian berbeda, rasa makanan harus tetap otentik. “(Meskipun) rasa akan berpengaruh, tapi harusnya tidak banyak. (Nah) yang penting orang tetap harus mengenali kalau itu rasa gado-gado,” ujar Chef Ronald.

Sementara Chef Petty Elliott berpendapat, esensi utama dalam hal dekonstruksi gado-gado adalah bagaimana mereka memertahankan rasa klasik gado-gado. “Harusnya rasa tetap klasik. Tergantung chefnya yang buat. Dia mau dekonstruksi gado-gado fusion bisa saja dia tambahkan bahan lain,” kata Chef Petty.

“Kalau saya, walaupun saya spesialis-nya di makanan modern Indonesian cuisine, tapi rasa masih otentik Indonesia,” jelas Chef Petty.

Petty pun mencontohkan gado-gado dekonstruksi yang mungkin ia buat. Pada prinsipnya, makanan dekonstruksi adalah semua bahan terpisah. Mulai dari sayuran hingga sausnya tidak dijadikan satu.

“Sausnya bisa cabai yang diulek sendiri. Kacang dibuat dua tekstur, satu kayak saus dan satu lagi kacang tumbuk kasar. Lalu gula aren, kecap, dan saus asam Jawa dipisah. Terasi kalau perlu dibuat kayak debu, dan bawang putih dijadikan powder atau cripsy garlic flakes,” lanjutnya. (ndy/Kompas)

Tips Beri Kado Terbaik bagi Traveller

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Punya teman seorang traveler, namun bingung untuk memberikan kado terbaik baginya? Seorang traveler identik dengan ‘bawa sedikit barang-barang, hindari jet lag, dan tetap aman dalam berpetualang’. Ini merupakan mantra yang sering dilakukan oleh traveler yang sering bepergian.

Bahkan, bagi seorang traveler, barang-barang bawaannya adalah ‘kunci’ dari kegiatan wisata yang sedang dilakukan. Bila ingin memberikan kado terbaik baik sahabat atau pasangan yang juga berprofesi sebagai traveler, berikut beberapa rekomendasi produk yang bisa menjadi inspirasi kado terbaik, dilansir melalui CNBC, Selasa (19/11/2019).

Apa saja kado yang paling tepat, antara lain:

Buku Catatan

Telepon pintar dan tablet sangat bagus untuk mengambil gambar dan mencatat. Namun, bagaimana dengan mencatat perasaan, kesan, sketsa, satu kalimat yang sempurna, cuplikan percakapan yang aneh dan ide-ide hebat yang muncul tiba-tiba saat melakukan perjalanan? Itulah sebabnya pelancong sering membawa semacam notebook saku, dan notebook yang baru dan keren adalah hadiah yang bagus untuk mereka.

Buku Inspirasi Jalan-Jalan

Buku-buku yang menginspirasi dan menginformasikan perjalanan atau menawarkan konteks sejarah atau politik suatu tempat selalu merupakan hadiah yang luar biasa. Demikian pula kalender yang dapat berfungsi sebagai pengingat harian tentang destinasi favorit. Kalender elektronik memang berguna, tetapi untuk menandai hari-hari sampai perjalanan berikutnya, kalender bertema perjalanan jauh lebih menyenangkan.

Voucher Perjalanan

Banyak maskapai penerbangan, hotel, dan jalur pelayaran menawarkan gift voucher dan kartu yang dapat digunakan untuk memesan penerbangan, petualangan, dan penginapan. Kartu-kartu ini sangat nyaman tetapi pastikan untuk memeriksa limit dan aturan kedaluwarsa jika Anda mengikuti rute ini untuk mendapatkan hadiah.

Berbagai keperluan dengan travel size

Lotion, makanan ringan, barang-barang perawatan pribadi, dan staples P3K dapat membantu. Dan sebuah kotak atau tas berisi selusin atau lebih barang-barang perjalanan yang dipilih sendiri menjadi hadiah yang bagus.

Gift voucher resto masakan lokal

Menemukan restoran yang enak di jalan memang menyenangkan. Namun program makan bersama penduduk setempat yang menghubungkan turis dengan koki amatir juga menjadi hadiah yang menarik. (CNBC)

Naga Bonar Reborn, Film Edukasi yang Menghibur

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Naga Bonar Reborn, jenderal cerdik nan lucu siap menghibur pencinta film di Indonesia. Film dengan pemeran utama Gading Marten ini, menonjolkan nilai-nilai edukasi, pesan moral, bahkan menghibur sehingga sangat cocok bagi generasi milenial. Film ini serentak main di gedung bioskop seluruh Indonesia, pada 21 November 2019.

Film ini memang menarik perhatian karena melibatkan artis-artis papan atas di Indonesia. Selain Gading Marten, artis lainnya yaitu Citra Kirana, Delano Daniel, dan Rifky Alhabsy. Kehadiran mereka, tentu saja bisa menggaet kaum milenial untuk datang menonton. Apalagi, wajah-wajah mereka cukup terkenal di kalangan anak muda saat ini.

Film yang disutradarai oleh Dedi Setiadi ini mengambil latar cerita perang kemerdekaan era kolonial Belanda di daerah Sumatera Utara. “Lewat film ini, kita juga ingin menyampaikan bahwa Naga Bonar, tokoh yang diperankan oleh Gading Marten itu merupakan kaum milenial yang memiliki jiwa heroik, sosial, dan cinta Tanah Air,” papar Produser Eksekutif Naga Bonar Reborn Gusti Randa kepada wartawan di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Selama proses syuting, lanjut dia, banyak spot-spot menarik yang menjadi latar dari film Naga Bonar Reborn. Film ini mengambil syuting paling banyak di Sumut, yaitu kawasan Kabupaten Humbang Hasundutan dan Simalungun. “Karena selain karakter tokoh Naga Bonar itu lahir dari Sumut, selama ini kebanyakan dari kita mengetahui keindahan Danau Toba itu hanya dari Parapat,” katanya.

Dilanjutkan Lewat film ini, kita ingin mengeksplor keindahan alam Sumut. Dan memang ternyata, hasilnya cukup memuaskan karena Danau Toba itu jika dilihat dari Humbang Hasundutan benar-benar indah. Dibutuhkan waktu seminggu untuk mencari spot di Danau Toba yang sesuai dengan cerita dan jarang dilihat.

Berbeda dengan film Naga Bonar sebelumnya, Naga Bonar Reborn ini menceritakan kisah tokoh Naga Bonar sejak kecil, remaja, hingga menjadi jenderal yang bisa menjadi edukasi buat kaum milenial dengan arti perjuangan mempertahankan negara.

Selain itu, yang membuat Nagabonar Reborn makin istimewa adalah penampilan khusus dari ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Puan Maharani, yang untuk penama kalinya akan beradu akting dengan aktor terbaik piala Citra Festival Film Indonesia 2018, Gading Marten, yang terpilih untuk berperan sebagai Nagabonar, pemuda kampung yang menjadi jenderal perang saat masa penjajahan Belanda di Sumatera Utara. Aktor kawakan Indonesia seperti Ray Sahetapy dan Donny Damara pun ikut meramaikan Nagabonar Reborn.

“Gading tinggal di Humbang Hasundutan (Humbahas) selama dua minggu. Ibu Puan Maharani juga antusias main film ini. Beliau hafalkan 20 halaman naskah itu dari Jakarta ke Medan, Ibu Puan main sembilan menit di film Nagabonar Reborn ini, kita sepakat dengan tim bahwa ibu Puan memang layak main film,” katanya.

Namun ternyata tantangan terbesar saat syuting Nagabonar Reborn justru datang dari alam. Cuaca yang kurang mendukung serta akses menuju lokasi syuting yang jauh dari perkotaan, menjadi hambatan saat syuting film Nagabonar Reborn di Sumatera Utara. Hal tersebut tidak mengendurkan semangat para pemain dan kru film Nagabonar Reborn.

“Kami beruntung bahwa masyarakat disini juga turut membantu dan kami libatkan pula selama proses syuting berlangsung sehingga tantangan itu segera teratasi,” kata sutradara Nagabonar Reborn, Dedi Setiadi.

Hal ini didukung oleh Citra Kirana, aktris Favorit Nickelodeon Indonesia Kids 2013 yang terpilih memerankan Kirana, tambatan hati Nagabonar. “Medan memiliki alam yang indah, makanan yang enak dan warganya sangat bersahabat, sehingga kita selalu punya pengalaman menyenangkan saat syuting film ini,” ucap Dedi. (ens)

Kebangkitan Pariwisata Tunisia Lewat Konser Musik

this formate

TUNIS, bisniswisata.co.id: Di tengah gurun pasir Tunisia, hentakan bass dan sorotan sinar laser terdengar. Gurun pasir yang pernah menjadi lokasi syuting film ‘Star Wars’ ini dipenuhi orang yang tengah asyik menari. Kawanan unta terlihat di kejauhan. Festival musik Dunes Electronique, yang pertama kali diadakan tahun 2014, kembali digelar pada akhir pekan lalu setelah vakum.

Festival ini menandai kembalinya kegembiraan dan kemeriahan juga menghidupkan kembali dunia pariwisata Tunisia setelah tiga tahun mengalami keheningan, menyusul beberapa serangan jihad mematikan di negara Afrika Utara yang juga memukul sektor pariwisata Tunisia dengan parah.

Sebagai tanda meningkatnya daya tarik wisata di kawasan Sahara Tunisia, lebih dari 20 DJ internasional dan lokal serta ribuan orang bersuka ria berkumpul di Gurun Ong Jmal untuk berpesta selama dua hari. “Kami sudah mengunjungi Tunis, tapi kali ini kami datang jauh-jauh ke sini untuk festival,” kata Leopold Poignant, seorang mahasiswa berusia 22 tahun dari Paris yang berencana juga mengunjungi kota oasis terdekat, Tozeur, setelah pesta.

Dia mengatakan mereka tertarik oleh DJ seperti Adam Port dan Konstantin Sibold, “tapi kami juga datang untuk pengalaman. Ini adalah lokasi syuting Star Wars, dan berpesta di gurun benar-benar sesuatu yang unik.” sambungnya.

Acara ini diadakan di sekitar lokasi syuting film Star Wars pada 20 tahun yang lalu. Sutradara film George Lucas menjadikan gurun pasir ini sebagai Planet Tatooine. Saat musik dimainkan tanpa henti selama 30 jam, mereka yang tidak menari berdesakan di tenda-tenda nomaden yang ditetapkan sebagai ‘zona santai’ tempat api unggun menghangatkan malam.

Sebagian besar dari 5.000 orang yang bersuka ria adalah penduduk Tunisia, beberapa di antaranya belum pernah mengunjungi daerah itu sebelumnya. “Saya seorang gadis kota, saya tidak suka daerah tradisional ini, tetapi sekarang ada banyak acara di selatan jadi saya akhirnya datang,” kata Zoubeida seperti dilansir AFP, Selasa (19/11/2019).

Tentara dan polisi dikerahkan di sekitar lokasi pesta, yang terletak kurang dari 40 kilometer dari perbatasan Aljazair. Revolusi tahun 2011 yang menggulingkan otokrat lama Zine El Abidine Ben Ali dan serangan jihadis yang menewaskan puluhan wisatawan pada tahun 2015 merupakan pukulan berat bagi sektor pariwisata vital Tunisia.

Meskipun kawasan selatan tidak secara langsung menjadi sasaran dalam serangan itu, kunjungan ke wilayah tersebut ikut berkurang. “Jumlah wisatawan terbanyak sekarang adalah orang Rusia, dan mereka hanya membeli air dalam perjalanan ke padang pasir,” kata Nagga Ramzi, seorang penjaga toko. “Sulit. Tidak ada apa pun di sini selain kurma … dan pariwisata.” sambungnya.

Kebangkitan pariwisata

Bertahun-tahun setelah serangan itu, pariwisata berskala besar telah kembali ke Tunisia dan selatan menjadi tuan rumah semakin banyak kegiatan wisata. Ultra-maraton Sahara, Festival Film Internasional Tozeur dan festival musik Sufi yang disebut Rouhaniyet semuanya telah digelar.

Hotel mulai penuh dan wisatawan mulai bermalam lebih lama. Jumlah pengunjung terus meningkat selama tiga tahun terakhir, menurut komisioner pariwisata Tozeur, Yasser Souf. Untuk 1 Januari-30 Oktober, jumlahnya telah meningkat 27 persen, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019.

Beberapa hotel dibuka kembali, guest house yang lebih kecil telah berlipat ganda dan grup hotel mewah Thailand, Anantara, akan meluncurkan resor bintang lima pada akhir Desember mendatang. Salah Akkoun, seorang pengemudi kereta kuda, berharap wisatawan akan melindungi bisnis lokal dan belajar untuk “meluangkan waktu” selama berada di padang pasir. (ndy/afp)

Jumlah Wisman ke Jakarta Meleset dari Target

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sepanjang tahun 2019, target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 2,94 juta orang. Target ini memang meningkat dibandingkan 2018 yang mencapai 2.813.411 orang. Sayangnya, Hingga Oktober 2019 baru mencapai 1.905.551 orang. Ini berarti jumlah pelancong asing berwisata ke Ibukota masih jauh dari target.

“Realisasi kunjungan wisman ke Jakarta berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI per Oktober 2019, sudah mencapai 1.905.551 orang. Artinya baru mencapai 64,8 persen dari target yang telah ditetapkan. Dengan begitu, Disparbud DKI masih harus terus mengejar sisa target sebanyak 35,2% dalam waktu dua bulan ini,” papar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Alberto Ali di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Karena itu, lanjut dia seperti dilansir laman Berita satu, pihaknya terus gencar melakukan berbagai kegiatan festival dan pergelaran kesenian budaya dalam waktu kurang dari dua bulan. Mengingat November dan Desember merupakan musim liburan bagi wisman dari berbagai negara.

Melihat sisa target masih cukup besar yang harus dituntaskan hingga akhir tahun, Alberto Ali menegaskan, pihaknya optimistis dapat menyelesaikannya dengan baik. Karena masih ada beberapa event lagi yang akan digelar dalam waktu satu setengah bulan ini. “Tentunya harus optimistis, mengingat masih beberapa event yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat,” ujar Alberto Ali.

Pada 21-24 November ini, di Jakarta Convention Centre (JCC), akan digelar Pameran Wisata Halal. Lalu, Tidung Aquathlon diadakan 23-24 November 2019 di Pulau Tidung Kepulauan Seribu. Selanjutnya, Festival Akhir Tahun. Diharapkan, dari event-event tersebut dapat mendatangkan pengunjung yang lebih banyak ke Jakarta.

Bahkan dalam dua hari pekan lalu, Sabtu dan Minggu (16-17/11/2019), Disparbud DKI telah menggelar lima festival sekaligus. Pertama, Jakarta International Performing Arts selama 2 hari, 16-17 November di Silang Timur Monas. Dihadiri pengunjung sekitar 1.400 orang dari target 1.000 pengunjung.

“Kemudian, Jakarta Cosplay Parade 2019 yang digelar pada 17 November di Silang Barat Monas, Jakarta Pusat. Jumlah pengunjung dari komunitas sebanyak kurang lebih 2.500 orang dari target 1.000 pengunjung,” terang Alberto Ali.

Lalu, Pergelaran Festival Pecinan 2019 pada 16 November di Kota Tua. Sebanyak 15.000 orang mengunjungi festival ini. Padahal, targetnya 5.000-10.000 pengunjung. Selanjutnya, Festival Pesona Lokal pada 16 November di GBK, jumlah pengunjung sekitar 8.000 orang dari target 5.000 pengunjung. Dan terakhir, Festival Kreatif Jakarta selama 2 hari, 16-17 November diselenggarakan di kawasan Rasuna Epicentrum Sisi Barat Apartemen Taman Rasuna, Jakarta Selatan. Ada 2.000 pengunjung. Targetnya 1.500 pengunjung.

“Jadi kami masih terus optimistis untuk meraih target kunjungan wisman ke Jakarta tahun ini,” tegasnya. Masih berdasarkan data BPS DKI, sepanjang Januari – September 2019, wisman asal Tiongkok mendominasi dan tetap berada di posisi pertama. Sementara wisman asal Malaysia menempati posisi kedua menggantikan posisi wisman asal Jepang. Wisman asal Singapura naik di posisi keempat menggantikan wisman asal Arab Saudi, dan posisi kelima ditempati oleh wisman asal Korea Selatan. (ndy)

Top, 2 Hotel Butik di Bali Terbaik di Dunia

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Setelah melalui survei panjang dan penjurian yang ketat, pada 9 November 2019 di Merchant Taylors’ Hall, London, menyebutkan Awarta Nusa Dua Resort & Villas, Bali, Indonesia dinobatkan sebagai hotel butik terbaik di dunia atau World’s Best Boutique Hotel untuk kedua kalinya secara berturut-turut.

Hotel butik lainnya di Bali yang meraih penghargaan adalah Hanging Gardens Of Bali, Bali, Indonesia dinobatkan sebagai World’s Most Stunning Views. Penganugerahan hotel butik terbaik di dunia atau Boutique Hotel Awards itu merupakan perhelatan yang ke-9 kalinya.

Mengapa Awarta menjadi yang terbaik? Namanya secara harfiah berarti harta karun, jadi sepertinya pantas Awarta Nusa Dua Luxury Villas & Spa di Bali telah diakui sebagai permata yang tersimpan dalam peti, dari standar terbaik sebuah hotel butik.

Awarta terdiri dari 14 vila, resor mewah ini terkenal dengan layanan kelas satu, yang mencakup penjemputan di bandara dengan limusin Chrysler, serta lahan yang menakjubkan yang mencakup halaman yang dipenuhi dengan pohon bonsai dan kamboja.

Naomi Siawarta, direktur dan pemilik resor, langsung menerima penghargaan tersebut Merchant Taylors ‘Hall. Baginya menang dua kali sebagai mimpi yang menjadi kenyataan. Siawarta mengatakan tim di Awarta terus-menerus menantang diri mereka sendiri untuk menjaga pengalaman tetap hidup dan memicu kejutan di tempat yang paling tidak diharapkan.

Boutique Hotel Awards memang perhelatan prestisius. Semua pemenang dipilih dari daftar lebih dari 300 nominasi dari 80 negara lebih. Selama proses penjurian, setiap properti menerima kunjungan pribadi dari juri hotel yang berpengalaman untuk memastikan pengalaman tamu yang benar-benar otentik.

Awarta bukan satu-satunya hotel di Bali yang membawa pulang hadiah. Hanging Gardens Of Bali, yang terletak dekat Ubud, dianugerahi gelar “Pemandangan Paling Menakjubkan di Dunia” atau penghargaan World’s Most Stunning Views untuk kedua kalinya.

Sementara itu Emaho Sekawa, yang berada di ketinggian bukit di Vanua Levu, pulau terbesar kedua di Fiji, dinamai sebagai “Hotel Pantai atau Pesisir Terbaik Dunia” atau World’s Best Beach or Coastal Hotel.

Te Koi Lodge Selandia Baru, yang diambil alih oleh Ian dan Ali Metcalfe pada 2017 dan berubah menjadi kemewahan, dinobatkan sebagai Hotel Baru Terbaik Dunia tahun 2019. Wind dan Donkey Bay Inn yang bertenaga surya, properti Selandia Baru lainnya, meraih World’s Most Sustainable Hotel di Dunia.

Persembahan Kosta Rika Rancho Pacifico, yang terletak di atas hutan hujan Uvita de Osa dan Drake Bay Getaway Resort, sebuah pondok eko di Semenanjung Osa, masing-masing dinamai World’s Most Romantic Retreat dan World’s Best Honeymoon Hideaway.

Akhirnya, Chitwa Chitwa Private Game Lodge, sebuah hotel yang dijalankan keluarga di Sabi Sand Game Reserve di Afrika Selatan menerima gelar Hotel Keluarga Terbaik Dunia, sebagian besar berkat berbagai kegiatannya, termasuk drive game dan berjalan-jalan di semak-semak.

Pondok ini juga memiliki perpustakaan, balkon untuk menyaksikan matahari terbenam, dan kolam renang luar ruangan yang indah. Berikut pemenang selengkapnya sebagaimana dinukil dari CNN Travel, Selasa (19/11/2019).

Sebanyak 15 hotel butik di penjuru dunia yang meraih penghargaan antara lain:

1. World’s Best Boutique Hotel: Awarta Nusa Dua Resort & Villas, Bali, Indonesia
2 . World’s Best Beach or Coastal Hotel: Emaho Sekawa, Fiji, South Pacific
3. World’s Best City Explorer: Riad Kheirredine, Marrakech, Morocco
4. World’s Best Classic Elegance Hotel: Relais & Chateaux Hotel Heritage, Bruges, Belgium
5. World’s Best Culinary Excellence: Velaa Private Island, Maldives

6. World’s Most Inspired Design Hotel: Byblos Art Hotel, Verona, Italy
7. World’s Best Honeymoon Hideaway: Drake Bay Getaway Resort, Costa Rica
8. World’s Best New Hotel: Te Koi The Lodge At Bronte, New Zealand
9. World’s Most Chic Hotel: Arctic Light Hotel, Rovaniemi, Finland
10. World’s Best Relaxation Retreat: Green Spa Resort Stanglwirt, Austria

11. World’s Most Romantic Retreat: Rancho Pacifico, Uvita, Costa Rica
12. World’s Most Sustainable Hotel: Donkey Bay Inn, Russell, New Zealand
13. World’s Best Wellness Spa: Masseria San Domenico, Puglia, Italy
14. World’s Most Stunning Views: Hanging Gardens Of Bali, Bali, Indonesia
15 World’s Best Family Hotel: Chitwa Chitwa Private Game Lodge, Greater Kruger, South Africa (ndy/CNN Travel)

Komunitas Calya Semarakkan Jambore TOC di Ancol

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: KOMUNITAS induk para pemilik kendaraan Toyota yaitu Toyota Owners Club (TOC) menggelar agenda tahunan Jambore TOC, Minggu (17/11). Jambore yang dihadiri 18 komunitas di bawah TOC itu digelar di Ecovention Ancol dengan total sekitar 1.500 orang peserta.

Sebagai salah satu komunitas di bawah payung TOC, Komunitas Toyota Calya Indonesia (KTCI) juga menyemarakkan evet ini, dengan mengerahkan sejumlah anggotanya untuk memeriahkan ajang silaturahmi akbar antarpemilik kendaraan Toyota di Indonesia itu. Sedikitnya ada 25 Chapter KTCI se-Nusantara yang hadir.

Saling berbagi informasi di dunia otomotif menjadi menu utama obrolan di antara para anggota lintas komunitas itu. Selain silahturami, acara dimeriahkan berbagai game interaktif dan hiburan musik bersama Nu Seven Band.

Jambore Nasional TOC kali ini mengangkat tema: Mempererat persatuan dan Kesatuan Nusantara melalui kreasi unik dan menarik dalam menghias/dress up mobil. Setiap komunitas mewakili satu mobil yg akan mejadi ikonik ‘Indonesia Banget’.

Ketua Umum KTCI Sapto Prayitno mengatakan, KTCI akan berpartisipasi secara all out dengan mengerahkan seluruh perwakilan chapter se-Nusantara.

“Tujuannya adalah agar euforia Jambore Toyota kali ini bisa dirasakan oleh para member di luar Jakarta. Karena temanya ‘Indonesia Banget’, kami spesial menghadirkan KTCI chapter Papua sebagai chapter terjauh dari Jakarta,” imbuh Sapto dalam keterangan resminya, Senin (19/11)

Sebagai komunitas yang baru berusia tiga tahun, KTCI sudah memiliki sekitar 800-an anggota yang tersebar hingga di pelosok Nusantara. Momen ini dimanfaatkan para member untuk saling bertukar informasi mengenai otomotif. “Dari sekian banyak produsen mobil, hanya Toyota yang benar-benar merangkul komunitas dengan berbagai event positif dan tentunya bermanfaat,” ujar Sapto.

Bertemakan Break The Impossibilities, Jamboree 2019 hadir untuk semakin mendekatkan sesama anggota komunitas Toyota, maupun Toyota sendiri. Seperti diketahui, ajang ini diikuti sekitar 1.500 peserta anggota 18 Toyota Owner Club (TOC) dari berbagai komunitas pemilik mobil Toyota di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). (ndy)

22 November 2019, BCI Equinox Jakarta 2019

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Mengulang kesuksesan di tahun-tahun sebelumnya, BCI Asia kembali menggelar BCI Equinox Jakarta 2019. Dengan mengusung konsep boutique exhibition, event wisata MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) bakal diselenggarakan di Hall Senayan Cinty Lantai 8 Jakarta, pada Jumat (22/11/2019) yang digelar sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

BCI Equinox merupakan ajang pameran berkonsep boutique dan memiliki suasana santai dalam sebuah jamuan makan malam dan koktail. BCI Equinox Jakarta digelar untuk memberikan kesempatan bagi perusahaan atau merek tertentu untuk menampilkan produk terbaru, teknologi terbaru, dan pelayanan kepada arsitek, pengembang, desainer interior. profesional desain, konstruksi, dan para pengembang ternama di Indonesia dalam sebuah ajang networking.

Dalam event yang digelar sejak tahun 2016, juga peluncuran buku terbaru dari Dr, Nirmal Krishanani berjudul “Ecopunture: Transforming Architecture and Urbanism in Asia” yang mengangkat tema hubungan antara manusia dan alam.

Selain itu ada peluncuran produk terbaru BCI Asia Archify yang sebelumnya dikenal dengan nama Bluprin. Memang, Bluprin terus berusaha mengembangkan industri arsitektur dan desain interior di Indonesia melalui ranah digital. Berawal sebagai platform yang menghubungkan arsitek dan desainer dengan publik untuk berbagai kebutuhan desain dan renovasi,

Bluprin kini menampung lebih dari tiga ribu profesional dengan portofolio yang mencapai lima ribu proyek. Dalam perkembangannya Bluprin juga memberi kesempatan bagi supplier material konstruksi untuk memasarkan produk dan kini telah menampung lebih dari 12 ribu produk dari berbagai kategori.

Jadi pada Awal 2019, BCI Media Group mengakuisisi Bluprin dengan harapan untuk bersama mengembangkan platform ini dalam skala yang lebih luas dan komprehensif. Maka itu, dalam prosesnya, rebranding menjadi penanda langkah besar yang diambil. Rebranding nama platform menjadi Archify dilaksanakan pada 22 November 2019 pada acara EQUINOX 2019 yang diselenggarakan oleh BCI Asia

Archify akan menjadi platform yang dikembangkan di berbagai negara di Asia Pasifik, termasuk Australia, Selandia Baru, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan negara-negara lainnya dengan visi menghubungkan tiga stakeholder utama dalam bidang desain dan konstruksi, yaitu para profesional di bidang desain, supplier produk konstruksi, dan masyarakat.

Archify juga terus dikembangkan dengan fitur-fitur baru yang dapat membantu proses bekerja profesional di bidang desain. Empat fitur utama yang terus dikembangkan antara lain My Library, Design Folder, Moodboard, dan Specsheet. Baik profesional maupun publik yang mendaftarkan akun di Archify dapat menikmati fitur-fitur tersebut.

My Library, sebagai contoh, merupakan fitur agar pengguna platform dapat menyimpan produk berdasarkan kategori untuk dengan mudah diakses di waktu lain. Design Folder memberi fleksibilitas bagi pengguna platform untuk menyimpan foto proyek, profil biro desain, dan produk dalam satu berkas. Fitur ini khususnya terkait dengan Moodboard yang dapat dipakai untuk membuat kolase inspirasi desain, serta Specsheet untuk menampilkan daftar spesifikasi produk yang tersimpan dalam Design Folder.

Archify dan fitur-fiturnya kemudian didukung dengan hadirnya ArchifyNow sebagai media publikasi yang mengabarkan berita terbaru di dunia arsitektur dan desain interior. Tidak hanya di Indonesia, ArchifyNow juga akan menghadirkan rubrik regional yang bersifat lintas negara sehingga pemberitaan seperti proyek desain, profil desainer, maupun pembaharuan tentang desain lainnya mencakup negara-negara di Asia Pasifik. Dengan demikian, proyek-proyek yang terkurasi dan dipublikasi pun akan menjangkau negara-negara tersebut.

Sebagai bagian dari rebranding, Archify akan terus dikembangkan, baik dari segi fitur, maupun kenyamanan bagi penggunanya sehingga dapat menjadi platform andalan bagi para stakeholder di bidang desain dan konstruksi. Bersama BCI Asia, diharapkan keberadaan Archify dapat terus memberi sumbangsih positif bagi dunia desain dan konstruksi di Indonesia dan Asia Pasifik. (end)

Media Wisata AS: 2020 Jangan Kunjungi Bali & Komodo, Kenapa???

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Media wisata asal Amerika Serikat, Fodor’s Travel meluncurkan daftar destinasi untuk dikunjungi dan lebih baik dipertimbangkan untuk tidak dikunjungi pada 2020. Menariknya dalam daftar destinasi yang lebih baik dipertimbangkan untuk tidak dikunjungi pada 2020 atau No List, Fodor’s Travel mencantumkan Bali sebagai salah satu destinasi dalam daftar tersebut.

“Bali, pulau yang paling banyak dikunjungi di Indonesia telah menderita efek pariwisata massal dalam beberapa tahun terakhir, sampai pemerintah menarik pajak turis untuk membantu memerangi efek (pariwisata massal) terhadap lingkungan,” dikutip dari situs Fodors.com.

Fodor’s Travel menyebutkan Bali pada 2017 dideklarasikan sebagai kawasan darurat sampah, lantaran terlalu banyak sampah plastik di pantai dan perairan. “Badan Lingkungan Hidup Bali mencatat bahwa pulau itu menghasilkan 3.800 ton sampah setiap hari, dengan hanya 60 persen berakhir di tempat pembuangan sampah. Sebuah pengamatan yang jelas bagi siapa pun yang mengunjungi pulau itu,” tulis Fodor’s Travel.

Hal lain yang menjadi fokus Fodor’s Travel adalah kelangkaan air bersih di Bali karena pembangunan vila dan lapangan golf yang berdampak pada petani lokal. Juga perilaku turis yang tidak senonoh terutama di kawasan suci pusat peribadatan, membuat pihak berwenang di Bali berupaya membuat peraturan dan pedoman.

“Wisatawan yang mengunjungi situs-situs keagamaan dengan mengenakan pakaian renang, memanjat situs-situs suci, dan umumnya tidak menghormati adat dan norma budaya,” tulis Fodor’s Travel.

Selain Bali, destinasi lain di Indonesia yang masuk dalam daftar No List atau lebih baik dipertimbangkan untuk tidak dikunjungi pada 2020 adalah Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Jika di Bali Fodor’s Travel berfokus pada dampak lingkungan dari pariwisata massal, beda cerita dengan Pulau Komodo.

Fodor’s Travel mengamati Pulau Komodo sebagai destinasi dengan harga wisata yang terlalu murah dan patut menaikan pajak turis untuk kelestarian hewan langka. “Pemangku kebijakan di Indonesia pada awalnya berencana untuk menutup Pulau Komodo selama satu tahun dari Januari 2020 tetapi membatalkan inisiatif setelah menentukan bahwa komodo yang hidup di sana tidak terancam oleh campur tangan wisatawan terhadap perilaku dan habitat mereka,” tulis Fodor’s Travel.

Menurut Fodor’s Travel saat ini UNESCO sedang mengawasi pemerintah Indonesia, terutama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam pengelolaan Taman Nasional Komodo. Meskipun menulis keterangan pemerintah Indonesia sedang membahas pemberlakuan pajak turis dan pembatasan jumlah pengunjung ke Pulau Komodo, Fodor’s Travel tetap mengajak turis untuk mempertimbangkan kunjungan ke sana

Selain Bali dan Komodo masih ada destinasi terkenal lain di dunia yang tidak disarankan oleh Fodor’s Travel untuk dikunjungi pada 2020. Destinasi terebut seperti Angkor Wat di Kamboja, Hanoi Train Street atau jalur kereta di Hanoi, Vietnam, Barcelona di Spanyol, dan Big Sur di California. No List atau daftar destinasi lebih baik dipertimbangkan untuk tidak dikunjungi dari Fodor’s Travel berfokus pada isu lingkungan, etika, dan terkadang politik.

Juga ada Kepulauan Galapagos yang disorot oleh Fodor’s Travel dengan permasalahan hampir mirip. Pajak turis di Galapagos dinilai terlalu murah dan tidak naik selama 20 tahun. Pajak turis yang terlalu murah dinilai tidak akan mengurangi dampak pariwisata massal.

Banyaknya kunjungan wisatawan ditakutkan akan berpengaruh pada kelestarian hewan langka seperti komodo di Pulau Komodo dan dan kura-kura terbesar di dunia yang ada di Kepulauan Galapagos. “Dengan keunikan dan keistimewaan dari pulau-pulau ini. memanfaatkan pariwisata sebagai potensi uang memang masuk akal. Namun apakah kamu semua harus pergi ke sana?”

Seberapa jauh pemerintah dan komunitas lokal berupaya menjaga destinasinya, menurut Fodor’s Travel patut diperhatikan oleh setiap turis. Hal tersebut juga dinilai lebih penting ketimbang menandai daftar impian petualangan.

Masih banyak destinasi lain terkenal di dunia yang masuk daftar No List dari Fodor’s Travel untuk 2020. Fodor’s Travel adalah media wisata yang berawal dari buku panduan wisata dengan cikal bakal berawal pada 1936 di London, Inggris. Pada 1949 buku panduan wisata modern Fodor’s Travel diproduksi di Perancis.
Pada 1996 situs resmi Fodor’s Travel dibuat dan pada 2016 situs ini diakuisisi oleh perusahaan internet di California, Amerika Serikat.

“Untuk tahun ini, seperti yang kami lakukan tiap tahun kami fokus pada destinasi dan isu yang membuat kita beristirahat sejenak. Masalah-masalah yang mendasarinya adalah masalah-masalah yang akan kita hadapi satu dekade mendatang,” tulis Fodor’s Travel.

Di akhir dituliskan bahwa keputusan diserahkan kepada pembaca, karena pembaca yang merencanakan perjalanan sendiri. “Oleh karena itu yang ditampilkan dalam No List bukan daftar terlarang. Sebaliknya ini adalah janji ketika kita benar-benar membahas tujuan yang disebutkan di sini, di tempat yang menakjubkan, kita akan berwisata dengan bertanggung jawab,” tulis Fodor’s Travel.

Meningkat

Ditempat terpisah, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari sejumlah negara ke Bali mengalami peningkatan sepanjang tahun 2019 dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Kunjungan wisatawan Australia ke Bali meningkat menjadi 118.556 kunjungan selama 2019, dibandingkan dengan periode yang sama 2018 yang tercatat 104.010 kunjungan, baik melalui jalur penerbangan maupun laut.

Tiga negara lain yang kunjungannya mulai meningkat yaitu Perancis menjadi 35.942, Jepang menjadi 33.474, dan Inggris menjadi 31.265. Kunjungan wisatawan asal Tiongkok menurun dari 136.424 pada 2018 menjadi 109.028 pada 2019. “Pariwisata di Bali menunjukkan isyarat perbaikan dari pelemahan sejak Agustus 2018 di mana beberapa indikator pariwisata melambat sampai dengan Juli 2019,” kata Kepala BPS Provinsi Bali, Adi Nugroho seperti dikutip dari Antara.

Menurut Adi, isyarat perlambatan kunjungan wisatawan mancanegara itu masih dirasakan. Namun untuk indikator Agustus 2019, isyarat itu mulai membaik dan ada perbaikan untuk ke depan.

Adi memperkirakan penurunan kunjungan wisatawan asing pada 2018 disebabkan perang dagang internasional yang ikut menyumbang berkurangnya minat berwisata. “Karena alasan itu, daya beli terganggu dan selera untuk bersenang-senang juga terganggu,” kata Adi. Menurut Adi, pengaruh tarif penerbangan nasional yang saat ini belum kembali ke situasi bagus juga mungkin menjadi penyebab turunnya minat berwisata.

“Bukan mustahil juga pembangunan destinasi wisata selain Bali juga menjadi pertimbangan kunjungan wisatawan, sehingga sebagian wisatawan yang dulu mengarah ke Bali sekarang mencoba destinasi lain,” ucapnya.

Selain itu, menurut Adi, adanya travel advice juga mempengaruhi kedatangan wisatawan asing khususnya Australia. “Beberapa negara yang salah satu yang kami dengar Australia memberikan travel advice untuk berhati-hati mengunjungi Indonesia karena konon mereka mengkhawatirkan tentang UU yang sempat menimbulkan gejolak itu,” ucap Adi.

Ditambahkan, pemerintah Australia menasehati masyarakatnya berhati-hati untuk berkunjung ke Indonesia lantaran rencana Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP). Ia memperkirakan rencana RKUHP berdampak pada kunjungan wisatawan Australia. (ndy/Fodors.com/ant)