Wow, 18 Anak Muda Indonesia Jadi Obama Leaders AsPac

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id,- DELAPAN belas orang generasi  muda Indonesia terpilih sebagai bagian Obama Foundation Leaders: Asia-Pacific,— sebuah komunitas global lintas sektor yang terdiri dari 200 pemimpin muda dari 33 negara—. Ke-18 Obama Leaders Indonesia tersebut berlatar belakang keahlian, pekerjaan beragam dari sektor publik, swasta, dan nirlaba, penggiat dunia pendidikan, lingkungan hidup, komunikasi dan informasi, hingga kewirausahaan.

Ke- 18 generasi muda Indonesia tersebut, 10- 14 Desember mengikuti acara Leaders: Asia-Pacific Program Gathering di Kuala Lumpur. Pertemuan lima hari itu, diisi berbagai kegiatan meliputi workshop peningkatan keterampilan, pelatihan pengembangan kepemimpinan, sekaligus peluang bagi para Obama Leaders untuk saling menjalin hubungan dan berjejaring. Para Obama Leaders,  berkesempatan untuk mengaplikasikan keterampilan dan pengetahuan mereka ke dalam berbagai skenario nyata dengan menggunakan pendekatan kreatif, berbasis nilai kelokalan dalam memecahkan masalah. Obama Leader menggarisbawahi pentingnya hubungan antara pelayanan dan kepemimpinan, para Leaders pun akan terlibat dalam kegiatan pelayanan masyarakat.

Dalam Leaders: Asia-Pacific Program Gathering, selain Presiden Barack Obama dan Michelle Obama, juga  menghadirkan pembicara YB Hannah Yeoh, Wakil Menteri Perempuan, Keluarga, dan Pembangunan Komunitas Malaysia; Tan Sri Dr. Tony Fernandes, wirasusahawan Malaysia dan pendiri AirAsia; Dr. Oyun Sanjaasuren, Direktur Hubungan Eksternal Green Climate Fund; Tim Brown, pendiri Allbirds; Arthur Huang, wirausahawan Taiwan dan pendiri Miniwiz; Helianti Hilman, wirausahawan dan pendiri JAVARA; Aaron Maniam, anggota Layanan Administratif Singapura; dan Pat Dwyer, Direktur and pendiri The Purpose Business.

Usai pertemuandi Kualalumpur , para Obama Leader meneruskan pembelajaran jarak jauh selama satu tahun melalui webinar, serangkaian kuliah virtual,  dukungan amplifikasi dan berbagai peluang lain yang disediakan Obama Foundation.

Peran Strategis

Menurut Ketua Bawah Anambas Foundation, Jerry Winata – salah satu Obama Leader Indonesia–, lebih dari setengah populasi dunia menetap di Asia dan Pasifik. Tidak mengherankan jika kemudian kawasan ini memegang peran strategis, menjadi sangat penting secara politis, ekonomis, dan lingkungan. Setiap perubahan dan dinamika yang terjadi di kawasan Asia Pasifik, turut memengaruhi situasi global. Kebanyakan negara di kawasan Asia Pasifik termasuk negara berkembang yang menghadapi dilema orientasi pembangunan antara pertumbuhan ekonomi versus perlindungan lingkungan hidup.

“Saya sangat bersemangat untuk menjalin hubungan dengan 200 pemimpin muda dari wilayah Asia-Pasifik untuk mencari jalan yang lebih terang untuk pembangunan berkelanjutan,” ujar laki-laki yang telah lama berkecimpung di ranah pembangunan itu.

 “Saya sangat bersemangat melihat latar belakang yang beragam dari para peserta Indonesia. Sewaktu kecil, pemimpin yang saya lihat adalah laki-laki dan gaya mereka otoriter dan mendominasi. Kita butuh lebih banyak keragaman di posisi kepemimpinan,” ungkap Obama Leader Indonesia, Prodita Sabarini, Editor Eksekutif The Conversation Indonesia. Media nirlaba yang menyajikan jurnalisme berbasis bukti, bersumber dari akademisi.

Sementara  Dissa Ahdanisa, pendiri Fingertalk, sebuah social enterprise yang bekerja bersama komunitas Tuna Rungu dan penyandang disabilitas berharap melalui jejaring pemimpin muda Obama Foundation Leaders  dapat menyebarluaskan kesadaran mengenai penyandang disabilitas dan tantangannya di Indonesia.

“Saya juga ingin bertemu orang-orang yang memiliki pandangan serupa dari berbagai belahan dunia. Belajar mengenai apa yang mereka lakukan, mengapa dan bagaimana mereka melakukannya. Dan berharap bisa berkolaborasi menciptakan dampak yang lebih besar di masa depan,” kata Dissa.

Adalah  Amalia Falah Alam, Perwakilan Indonesia untuk Fair Wear Foundation dan CNV International, berharap Obama Leaders dari Indonesia dapat mengembangkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat secara bersama-sama.

Bagi Adhitya Ramadhan,— seorang jurnalis harian Kompas — menyatakan, yang terpilih dalam program ini pasti memiliki gambaran ideal akan dunianya masing-masing. Obama Foundation Leaders merupakan sarana yang tepat untuk menyatukan gambaran tersebut menjadi potret utuh wajah masa depan yang lebih baik bagi semua.

@obama foundation
@obama foundation

Selain mereka, generasi muda yang terpilih sebagai Obama Leader Indonesia adalah Adi Pradana, Manajer Tata Kelola Lahan Berkelanjutan di WRI Indonesia. Adi Nugroho, Manajer di Usaha Desa, Angga D. Martha, Spesialis Kebijakan Sosial untuk UNICEF dan salah satu pendiri Ngobrolin Indonesia, Axton Salim, Co-Chair of Scaling Up Nutrition (SUN) Business Network Global Advisory Group & Coordinator of SUN Business Network Indonesia, Gigih Rezki Septianto, Co-founder & CEO WeCare.id, Jasmine Putri, Senior Forest Political and Market Campaigner Greenpeace, Julisa Tambunan, Co-founder & CEO GirlSPARKS, Nalindra Annalia Pelekai, Konsultan Youth Development Programs. I Putu Wiraguna, Co-founder & Direktur Five Pillar Experiences & Sun Sang Eco Village. Rachel Arinii Judhistari, Manajer Program FORUM-ASIA East Asia dan ASEAN. Randi Swandaru, Kepala Divisi Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional. Swietenia Puspa Lestari, Direktur Eksekutif Divers Clean Action dan Dini Indrawati Septiani saat ini sebagai Country Representative / Country Director AVPN Indonesia. Selamat ya!

DPRD DKI Jakarta Soroti Kesemrawutan Kota Tua

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kesemrawutan Kota Tua Jakarta mendapat sorotan tajam dari DPRD DKI Jakarta. Kesemrawutan itu, akibat banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di ruas jalan, sehingga menggangu kelancaran lalu lintas serta ketidaknyamanan bagi wisatawan yang menikmati destinasi wisata Kota Tua.

“Harusnya PKL diawasi dong, kan mereka perlu ditata lagi. Dulu sudah baik, kini semrawut lagi. Apalagi kalau PKL sudah masuk ke jalanan kan enggak boleh, namun mereka nekad, ya karena tidak ada pengawasan secara serius,” papar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik di Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Kendati pengawasan tersebut dijalankan langsung oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), politisi Partai Gerindra tersebut menekankan adanya kerja sama antardinas. Yakni Satpol PP dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta sebagai pengelola Kawasan Kota Tua serta Dinas UMKM. “Harus ditata karena kan ini untuk pariwisata. Kalau teratur dan bersih wisatawan juga pasti lebih banyak,” kata Taufik.

Dari pantauan di lapangan, akibat banyaknya PKL di badan jalan, akses pejalan kaki terganggu dan kemacetan tak terhindarkan di kawasan tersebut. Sejatinya penataan PKL di Kawasan Kota Tua direncanakan selesai pada November 2019. Namun hingga kini masih belum terlihat penataan apapun di kawasan tersebut.

Malahan PKL menguasai beberapa ruas jalanan di satu bagian Kota Tua yang sejatinya merupakan jalan untuk kendaraan bermotor. Di seberang Gedung BNI yang terletak di sebelah akses pintu keluar Stasiun Jakarta Kota, lalu di bagian Jalan Kunir dan sekeliling Kota Tua, terlihat antrean orang menyatu dengan PKL yang berjualan di sepanjang trotoar ke arah wisata Kota Tua.

Hal itu menyebabkan pemandangan kian semrawut. Aktivitas jual-beli antara pedagang dan wisatawan kerap mengganggu akses jalan. Para pejalan kaki harus berdesak-desakan hanya untuk bisa melintas. “Ini kan mengganggu kenyamanan wisatawan,” sambungnya.

Kota Tua Jakarta memiliki beberapa objek wisata sejarah yang menarik. Inilah objek wisata Kota Tua Jakarta yang kerap dikunjungi wisatawan, antara lain:

Museum Fatahillah

Museum yang sangat dikenal wisatawan ini, tak jauh dari Stasiun Kota. Dulu, museum ini berfungsi sebagai balai kota, pengadilan, kantor catatan sipil, tempat ibadah Minggu, dan tempat Dewan Kotapraja. Tahun 1968 diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta. Dan dijadikan sebagai Museum Sejarah Jakarta oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Museum Fatahillah menyimpan beberapa koleksi barang sejarah berupa benda asli maupun replika. Di sini ada replika peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penggalian arkeologi di Kota Jakarta, furnitur-furnitur antik, koleksi keramik, gerabah, prasasti, dan yang lainnya. Di dalam Museum Fatahillah juga terdapat penjara bawah tanah. Disebut-sebut di sana menjadi saksi bisu penderitaan para tawanan.

Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan salah satu sejarah Kota Jakarta. Di sini Jakarta dikenal luas oleh dunia. Orang asing datang ke Indonesia melalui Pelabuhan Sunda Kelapa. Pedagang dari Tiongkok berlayar dengan membawa barang kerajinan berupa keramik dan kain sutera untuk ditukar dengan rempah-rempah. Sedangkan pedagang dari India dan Arab datang membawa kain dan minyak wangi untuk ditukar dengan rempah-rempah. Saat ini aktivitas di Pelabuhan Sunda Kelapa masih digunakan dan beroperasi sebagai dermaga transportasi laut. Lokasi ini juga dijadikan sebagai spot foto yang menarik bagi para pengunjung.

Museum Bank Indonesia

Awalnya merupakan rumah sakit bernama Binnen Hospital. Tahun 1828 dialihfungsikan menjadi bank dengan nama De Javashe Bank (DJB). Tahun 1953, bank tersebut menjadi Bank Sentral Indonesia atau Bank Indonesia (BI). Kemudian BI pindah ke gedung baru pada tahun 1962. Gedung lama kemudian menjadi Museum Bank Indonesia. Di sana kita akan mendapat pengetahuan tentang sejarah terbentuknya bank sentral di Indonesia. Ketika memasuki lobi museum, kita akan melihat sebuah kaca patri yang sangat indah. Ada juga sebuah lukisan unik dan antik lainnya.

Museum Wayang

Objek wisata lainnya di Kota Tua Jakarta yakni Museum Wayang. Di sini kamu akan disuguhi aneka koleksi wayang yang berasal dari daerah-daerah di Indonesia dan luar negeri.

Toko Merah

Toko Merah terletak di sekitar Jalam Kali Besar. Bangunan ini berwarna merah. Dulunya bangunan ini merupakan sebuah toko yang dimiliki oleh warga China. Toko Merah dibangun tahun 1730 oleh Gustaaf Willem Baron van Imhoff dengan konsep sebuah rumah yang besar, megah, dan nyaman. Tempat ini difungsikan sebagai gedung serbaguna untuk konferensi dan pameran. Kamu bisa berfoto-foto di depan Toko Merah ini.

Taman Fatahillah

Taman ini merupakan sebuah lapangan di kawasan Kota Tua. Di sini dekat dengan Museum Fatahillah dan Museum Wayang. Di bulan puasa ini, tempat ini kerap menjadi tempat ngabuburit. Kamu pun bisa menyewa sepeda dan bermain sepeda keliling taman ini.

Jembatan Kota Intan

Jembatan Kota Intan merupakan jembatan tertua di Indonesia. Jembatan ini dibangun pada 1628 oleh pemerintah Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia jembatan ini berganti nama menjadi Jembatan Kota Intan sesuai dengan nama lokasi. Pada masa awal pembangunannya jembatan ini terletak persis di ujung kubu atau bastion Diamond dari Kastil Batavia. Jembatan Kota Intan ini merupakan jembatan gantung. Dari atas jembatan ini kita dapat melihat kantor pabean, ke arah utara. (ndy)

2020, Pembangunan Museum Komodo Direalisasikan

this formate

KUPANG, bisniswisata.co.id: Pembangunan museum Komodo di Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores akan direalisasikan pada 2020. Museum ini, sebagai sarana informasi bagi wisatawan yang berwisata ke Pulau Komodo tentang proses perkembang biakan Komodo.

“Proses persiapan pembangunan museum Komodo sudah mulai dilakukan sehingga pembangunan museum Komodo dipastikan direalisasikan pada 2020,” kata Kepala Biro Humas Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu Marius di Kupang, Jumat (22/11/2019),

Menurut dia, kehadiran museum Komodo menjadi salah satu lokasi wisata menarik bagi wisatawan dan para peneliti dalam meneliti sejarah binatang purbakala Komodo. Museum ini dilengkapi fasilitas audiovisual tentang proses pengembang biakan Komodo sehingga mudah dipahami wisatawan yang datang berkunjung ke Pulau Komodo.

“Museum Komodo selain sebagai pusat wisata juga dimanfaatkan untuk tempat penelitian terkait sejarah keberadaan habitat Komodo. Para ahli akan mendapat beraga informasi di museum Komodo itu,” terang Marius Ardu Jelamu didampingi Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Veri Guru.

Ia mengatakan dalam museum Komodo dilengkapi juga dengan berbagai dokumen-dokumen ilmiah tentang sejarah Komodo hingga destinasi wisata internasional itu menjadi “new seven wondered of nature” di dunia. Pemerintah NTT bersama pemerintah pusat akan mengelola secara bersama Pulau Komodo sebagai kawasan terkonservasi mulai tahun 2020.

“Berbagai tahapan persiapan pengelolaan Pulau Komodo secara bersama pemerintah NTT dan Pemerintah Pusat sudah mulai dilakukan termasuk penyiapan teknologi untuk transaksi pembelian tiket masuk bagi wisatawan yang datang berwisata ke Pulau Komodo,” jelasnya seperti dilansir laman Bisnis. (ndy)

Harga Tiket Pesawat “First Class” Sangat Mahal, Mengapa?

this formate

ATLANTA, bisniswisata.co.id: Harga tiket pesawat untuk kursi premium, business, dan first class dalam sebuah maskapai, memang tidak murah, sangat mahal jika dibandingkan dengan kelas ekonomi. Hal ini mengingat fasilitas yang diberikan untuk kursi premium, business, dan first class lebih banyak dan lebih khusus dibanding dengan kelas ekonomi.

Selain itu, apa yang membuat kursi premium, business dan first class di maskapai menjadi sangat mahal ? Mengutip CNBC, Jumat (22/11/2019), seorang analis Janet Bednarek dari University of Dayton mengatakan bahwa maskapai seperti Delta, United, dan American Airlines menghasilkan banyak keuntungan dalam penjualan tiket pesawat first class.

Menurutnya masyarakat cenderung membeli tiket business, first class atau premium untuk penerbangan jarak jauh. Data dari Cirium menjelaskan bahwa pada bulan Agustus 2019, lebih dari 6,4 juta orang terbang dengan kursi premium di penerbangan Amerika Utara atau sekitar 9 persen dari total 67 juta kursi yang ditempati.

Per Juni 2019, Delta Air Lines mengumumkan pendapatan perusahaan sebesar 12,5 miliar dollar AS, atau meningkat 1 miliar dollar AS dibanding tahun sebelumnya. Maskapai itu juga menyebut bahwa kenaikan pendapatan mencakup kontribusi penjualan tiket premium sebanyak 10 persen.

Konsolidasi industri maskapai dan kondisi ekonomi yang menguat di AS saat ini memungkinkan maskapai-maskapai berinvestasi kepada pesawat yang lebih efisien dalam bahan bakar dengan bentuk kabin yang berfokus pada kelas premium.

Bagian depan pesawat pada penerbangan internasional disulap menjadi model hybrid atau lebih mewah dari first class dan business. Pesawat dengan fasilitas kabin bahkan muncul pada penerbangan lintas negara dengan banyak fasilitas, yang umumnya ditemukan pada penerbangan ke Eropa.

Maskapai bertarif rendah JetBlue, kini juga mencoba peruntungan untuk pasar kelas bisnis. April lalu, JetBlue memulai beberapa penerbangan harian dari New York ke London dengan menerbangkan Airbus A321 yang akan mencakup layanan premium yang disebut Mint. Mint merupakan versi kelas bisnis JetBlue, yang tetap jauh lebih murah daripada kompetiornya.

Menurut Bednarek, maskapai mendapat keuntungan lebih banyak dari penjualan fasilitas premium mereka. “Maskapai penerbangan menjadi jauh lebih canggih dimana mereka dapat mengisi pendapatan mereka melalui kursi-kursi fasilitas premium, dan itulah cara mereka membuat uang,” jelasnya.

Meskipun maskapai mengurangi jumlah ruang yang mereka alokasikan untuk penumpang kelas satu, maskapai termasuk Delta, United dan Amerika untuk saat ini telah menemukan keuntungan besar dalam layanan kabin premium. (ndy/CNBC)

Garuda Mendarat Darurat di Halim

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 271 yang bertolak dari Banyuwangi menuju Bandara Soekarno-Hatta terpaksa mendarat darurat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat (22/11) Akibat cuaca buruk. Sejumlah penumpang yang hendak langsung turun di Halim sempat tertahan.

“Sekitar satu jam penumpang tertahan di Halim, karena dapat informasi baru bisa mendarat lagi di Cengkareng sekitar pukul 13.00 WIB. Sekarang proses penurunan sebagian penumpang di Halim,” kata Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan dalam siaran pers.

Ikhsan menyebut pesawat Garuda 271 terbang dari Banyuwangi pukul 09.50 WIB. Jadwal tiba di Bandara Soetta pukul 11.50 WIB. Pesawat mendapati cuaca tidak baik saat hendak mendarat di Bandara Soetta, sehingga pilot memutuskan mengalihkan pesawat ke Bandara Halim. Saat tiba di Halim pesawat dalam posisi menunggu perkembangan informasi dari pihak Bandara Soetta.

Ikhsan menyebut selama proses menunggu, situasi dalam pesawat tidak kondusif. Sebagian penumpang meminta turun dan mengakhiri perjalanan di Halim, bukan di Bandara Soetta. Saat itu pihak maskapai belum bisa memenuhi permintaan itu karena maskapai harus berkoordinasi dengan Bandara Halim, meminta izin agar bisa menurunkan sebagian penumpang di sana. Sekitar satu jam penumpang tertahan di Halim.

“Kita perlu izin, harus koordinasi dengan otoritas setempat karena tak bisa langsung. Karena kami bukan terbang dari Halim sehingga tak punya izin turunkan penumpang di sana,” kata Ikhsan.

Dilanjutkan, sesuai atauran penerbangan domestik dan internasional, Garuda Indonesia diharuskan untuk menerbangkan penumpang dari bandara asal hingga bandara akhir tujuan. “Namun Garuda harus melihat situasi yang berkembang di lapangan sehingga mengizinkan penumpang untuk turun di Halim,” kata dia.

Setelah mendapatkan izin, pesawat baru memperbolehkan sebagian penumpang turun di Halim. Mereka turun sekitar pukul 13.30 WIB. Sebagian penumpang lain kembali diterbangkan untuk mendarat dan diturunkan di Bandara Soetta.

Dari total 94 penumpang, sebanyak 69 penumpang memutuskan turun di Halim, 25 penumpang melanjutkan perjalanan ke Cengkareng. “Saat ini sebagian penumpang telah turun dari pesawat dan sebagian penumpang akan diterbangkan kembali ke Cengkareng setelah proses di Halim selesai,” ujar dia.

Garuda Indonesia memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh penumpang akibat pengalihan pendaratan dari Bandara Soetta ke Bandara Halim. Pengalihan terpaksa dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan perjalanan para penumpang.

“Garuda Indonesia juga membutuhkan waktu untuk berkoordinasi dengan otoritas dan groundhandling untuk penurunan penumpang karena Halim bukan last destination pesawat GA271,” ujar Ikhsan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Anya Geraldine Buka Bisnis Kedai Burger

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Selebgram Anya Geraldine menggandeng Broadway Group Jakarta membuka kedai burger berkonsep praktis di kawasan Karet, Jakarta Pusat. Kedai burger yang bernama Burger Bar ini menawarkan berbagai varian rasa burger. Keunggulan yang ditawarkan Burger Bar adalah proses produksi burger yang semuanya diproduksi secara langsung di kedai tanpa proses pemasakan di awal atau pre-cook.

Secara total, kedai Burger Bar ini sudah memiliki tujuh menu burger. Patty Melt Burger, Classic Cheese Burger, Breakfast Burger, Pulled Chicken Burger, Philly Cheese Burger, Fish Burger, dan Fried Chicken Burger.

Ide membuka kedai burger tercetus karena Nur Amalina Hayati, nama asli Anya Geraldine sangat menyukai burger. “Basically, aku suka banget burger, karena burger itu praktis dan enak. Yang penting aku suka,” kata dara kelahiran Jakarta, 15 Desember 1995 seperti diunduh laman Liputan6, Jumat (22/11/2019)

Dalam menjalani bisnis ini, Anya Geraldine dibantu oleh seorang sahabatnya, William Ernest Silanoe, yang sudah lebih dahulu terjun di dunia bisnis. Ernest sepakat menjalani bisnis ini bersama Anya Geraldine karena keduanya memiliki visi dan misi yang sama.

Kerjasama Anya Geraldine ini dirasa tepat di tengah kesibukannya sebagai pemain film. Pasalnya, partner bisnisnya ini sangat menguasai dan bisa saling mengisi satu sama lain di saat Anya Geraldine sedang disibukkan di dunia hiburan.

“Makanya aku cari partner yang bisa, karena aku takut enggak bisa ngatur kalau benar-benar sendiri, karena aku punya kesibukan. Jadi bisa ganti-gantian,” kata pemain film Rembulan Tenggelam di Wajahmu, Tusuk Jelangkung di Lubang Buaya (2018) dan Yowis Ben 2 (2019)

Berbagai menu yang disajikan di Burger Bar sangat mengedepankan konsep artisan alias dibuat sendiri semua dari dasar. Pembuatan tiap makanan dilakukan secara langsung di kedai. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan kualitas kesegaran dan juga rasa.

“Kita bikin patty sendiri from scratch (dasar), giling dagingnya sendiri juga. Daging pakai angus beef. Semua saus juga homemade (buatan sendiri). Kalau homemade itu rasanya lebih enak dan harga juga lebih rendah,” lontarnya.

Berbagai macam saus bisa jadi pilihan pengunjung di sini. Mulai dari saus klasik barbecue, saus keju, saus gravy, black pepper, dan saus buffalo. Salah satu varian camilanyang sempat Kompas.com coba adalah menu poutine fries dengan saus gravy.

Varian kentang goreng ini memiliki rasa yang menarik. Selain diberi saus gravy juga diberi saus keju yang memiliki rasa ringan. Kentang goreng di sini juga dibuat dengan kentang segar yang dipotong sendiri. Kalau rotinya kita pakai brioche bun. Kalau brioche itu dibuat beda sama burger buns seperti biasa karena ini mengandung banyak butter jadi fluffy. Tertarik? (ndy)

Komunitas Mobil Klasik Amerika Gelar Hotsod Weekend Party

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Kecintaan terhadap mobil klasik Amerika atau lebih dikenal dengan mobil hotrod menjadi latar belakang lahirnya komunitas Hotrodiningrat Yogyakarta. Komunitas yang telah terbentuk sejak 2010 tersebut kini beranggotakan 10 orang. Sistem keanggotaan yang simpel dan jumlah personel yang tidak terlalu banyak justru semakin menguatkan kualitas komunitas Hotrodiningrat.

“Sebab, komunikasi serta koordinasi antaranggota lebih mudah dilakukan,” kata Abah Topan, anggota Hostrodingrat seperti dilansir laman Republika, Jumat (22/11/2019) pada acara Hotrod Weekend Party (HWP) di Yogyakarta.

Bagi pemilik mobil klasik kustom, berkumpul bersama menjadi tradisi yang tidak pernah lepas dari aktivitas komunitas tersebut, khususnya dalam menggalang persatuan dan kesatuan antarsesama mobil klasik.

Menurut Abah Topan, komunitas seperti Hotrodiningrat merupakan wujud komunitas yang idealis, serta tumbuh dan berkembang atas dasa rasa kecintaan yang sama terhadap otomotif. Oleh karena itu, terkadang keberadaannya sering dianggap sebelah mata oleh beberapa pihak. “Kegiatan yang kami lakukan diharapkan menimbulkan rasa partisipasi bagi pihak lain untuk turut mengenal bahwa di Yogyakarta terdapat pecinta mobil klasik,” ungkapnya.

Sejak terbentuk sembilan tahun lalu, komunitas ini melakukan berbagai rangkaian kegiatan antara lain meliputi touring dan HWP. Perihal touring, biasanya dilakukan bersama dengan komunitas Hotrod dari daerah lain untuk saling bertemu dan bersilaturahim serta menumbuhkan rasa persaudaraan antarsesama anggota. “Kegiatan touring kemarin kami ke Bali. Mungkin untuk ke depannya ke Lampung atau Kalimantan,” tuturnya.

Rangkaian HWP di tahun 2019 ini adalah kali kelima penyelenggaraan kegiatan tersebut. Topan menjelaskan, awalnya rangkaian HWP hanya sebatas kegiatan dalam memeriahkan hari ulang tahun. Akan tetapi, dengan adanya antusiasme yang berbeda dan peminat yang makin berkembang pihaknya mengadakan kegaitan tersebut setiap tahunnya sebagai agenda rutin.

Pagelaran HWP dipakai sebagai sarana pengenalan mobil-mobil klasik terhadap masyarakat luas. Kegiatan tersebut menjadi event yang selalu ditunggu-tunggu oleh pecinta mobil Hotrod. Adanya berbagai atraksi mobil dibeberapa ruas jalan, serta permainan hiburan dengan tema berbeda tiap tahunnya, menjadi daya tarik sendiri sebagai nilai jual dari kegiatan yang dilakukan. (ndy)

1 Desember 2019, 7 Kereta Api Jarak Jauh Baru Dioperasikan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Mulai 1 Desember 2019, tujuh kereta api (KA) jarak jauh baru, mulai beroperasi dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen Jakarta. Bertambahnya KA baru di wilayah Daop 1 Jakarta ini, dilakukan sesuai pemberlakuan Grafik Perjalanan KA (Gapeka) 2019. Hal ini sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1781 tahun 2019 tentang Penetapan Grafik Perjalanan KA 2019 PT KAI (Persero).

“Tentunya dengan hadirnya 7 KA Baru di Daop 1 Jakarta sesuai Gapeka 2019, pengguna setia kereta api akan semakin terakomodasi kebutuhan perjalanan kereta apinya,” papar Executive Vice President Daop 1 Jakarta Dadan Rudiansyah dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Jumat (22/11/2019).

Dijelaskan, penetapan Gapeka 2019 merupakan penggantian terhadap Gapeka 2017 yang sebelumnya digunakan oleh KAI. “Beroperasinya KA baru ini kami berharap dapat memenuhi aspirasi dan kebutuhan pelanggan terhadap layanan kereta api sehingga kereta api selalu menjadi transportasi yang dapat diandalkan,” kata Dadan.

Dari tujuh KA baru tersebut, empat di antaranya berangkat dari Stasiun Gambir dan tiga KA lain dari Stasiun Pasar Senen.

Tiga KA baru yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen:

1. Anjasmoro Ekspres relasi Pasar Senen-Yogyakarta-Jombang (pergi pulang) dengan keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen pukul 05.25 WIB.

2. Dharmawangsa Ekspres relasi Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi (pergi pulang) dengan keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen pukul 08.25 WIB.

3. Fajar Utama Solo relasi Pasar Senen-Solo (pergi pulang) dengan keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen pukul 05.50 WIB. Fajar Utama Solo merupakan perubahan nama dari Senja Utama Solo. Namanya berubah karena perubahan waktu keberangkatan yang sebelumnya malam hari menjadi pagi hari.

Sementara daftar empat KA baru di Stasiun Gambir:

1. KA Argo Wilis, sebelumnya Surabaya Gubeng-Bandung (pergi pulang), kini mengalami perpanjangan relasi menjadi Surabaya Gubeng-Bandung-Gambir (pergi pulang) dengan keberangkatan dari Stasiun Gambir pukul 05.00 WIB.

2. KA Mutiara Selatan, sebelumnya dengan rute Malang-Surabaya Gubeng-Bandung (pergi pulang), kini mengalami perpanjangan relasi menjadi Malang-Surabaya Gubeng-Bandung-Gambir (pergi pulang). Keberangkatan dari Stasiun Gambir pukul 17.10 WIB.

3. KA Malabar, sebelumnya Malang-Bandung (pergi pulang), kini mengalami perpanjangan relasi menjadi Malang-Bandung-Pasar Senen (pergi pulang). Jadwal keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen pukul 16.10 WIB.

4. KA Turangga, sebelumnya Surabaya Gubeng-Bandung (pergi pulang), kini mengalami perpanjangan relasi menjadi Surabaya-Bandung-Gambir (pergi pulang) dengan keberangkatan dari Stasiun Gambir pukul 14.00 WIB. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Menhub usul puncak Hari Pers Nasional 2020 Berlangsung di Kawasan Bandara Banjarmasin

this formate

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) menerima kunjungan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Panitia Hari Pers Nasional 2020 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengusulkan puncak Hari Pers Nasional ( HPN) di kawasan Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Gagasannya yang Out of The  Box ditanggapi dengan positif panitia HPN.

Hal itu diungkapkan ketika menerima kunjungan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Panitia Hari Pers Nasional 2020 di Kementrian Perhubungan Republik Indonesia Jalan Merdeka Barat Jakarta, Jumat.

“Saya mengusulkan agar acara puncak Hari Pers Nasional 2020 dipusatkan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin sekaligus dirangkaikan dengan Peresmian Bandara,” ujarnya dalam siaran Pers panitia HPN, hari ini.

Budi usulkan agar peresmian bandara baru  Kalimantan Selatan itu bertepatan dengan kegiatan Hari Pers Nasional sehingga Presiden Jokowi juga akan meresmikan dua momen penting.  Pemikirannya yang out of the box, berpikir di luar kebiasaan menjadi tantangan bagi panitia maupun Pemprov Kalsel yang menjadi tuan rumah.

” Libatkan milenial, tunjukan kearifan lokal dan atraksi pariwisata saat peresmian bandara baru tersebut. Kalau soal kegiatan di bandara saya support maksimal,” ujar Menhub.

Menhub mengingatkan Presiden Jokowi memang terus sedang upayakan Bali Baru dan untuk pengembagan pariwisata ini Indoensia tidak punya anggaran yang banyak sekali sehingga harus saling mendukung untuk kepentingan nasional.

Oleh karena itu untuk HPN, kita konsentrasi di bandara dengan mengadakan pameran budaya, kuliner dan tarian. Jadi ada objek yang menbanggakan sehingga monumental,” kata Budi Karya Sumadi.

Panitia HPN menanggapi dengan positif gagasan Menhub dan Ketum PWI Pusat mengatakan selain bersilahturahmi juga memberikan ucapan selamat atas penunjukan kembali Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan.

Menurut Budi Karya pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kementrian PUPR dan beberapa pihak terkait untuk mempercantik fasilitas jalan serta penunjang lainya di Ibu Kota Kalsel, agar ketika pelaksanaan HPN Februari 2020 semuanya sudah bisa selesai dikerjakan.

Pemprov Kalsel sebagai tuan rumah sangat membutuhkan dukungan dari Kemenhub terkait berbagai fasilitas pembangunan di daerah Kalsel, misalnya untuk transportasi serta percepatan sarana penunjang lainya. 

“Pembangunan infrastruktur di sana juga tentu akan terus berkembang. Jadi kami sangat berharap agar HPN 2020 mampu memberi kontribusi pada citra Kalsel yang kini sudah lebih baik dengan akan diadakannya HPN yang merupakan Event Nasional Tahunan,” jelas Atal S Depari.

Dia didampingi Sekertaris Jenderal PWI Pusat Mirza Zuhaldi,Ketua Panitia HPN 2020 Auri Jaya, Ketua Bidang Pendidikan PWI Nurjaman Mochtar, Direktur Kerjasama Wartawan ASEAN Dar Edi Yoga dan Humas HPN Mercys Charles Loho.

Budi Karya Sumadi yang didampingi Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Hengki Angkasawan menyambut baik kunjungan PWI Pusat dan Panitia HPN 2020.

“Hari Pers ini adalah momentum untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan serta pembangunan khususnya di wilayah Kalimantan Selatan dan tentu melalui program pemerintah Kemenhub juga siap menunjang Kesuksesan Hari Pers Nasional 2020 di Banjarmasin Kalsel ,” kata Budi Karya.

Dengan sumber daya alam kalsel seperti penghasil batubara,  sawit dan berbagai potensi lainya, Menhub akan berperan cukup vital bagi perekonomian di pusat pemerintahan nanti. 

 

Indonesia Tourism Outlook 2020, Kolaborasi Teknologi dan Keahlian

this formate

Slide 1

NUSA DUA, bisniswisata.co.id,- KEMENTERIAN  Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI  Optimis, bahwa kepariwisataan Indonesia tahun 2020 akan cerah, walau pun pertumbuhan wisman tidak sebesar tahun 2014- 2018. Dalam proses pencapaian tersebut, akan ada pengaruh perubahan paradigma dari quantity ke quality tourism.  Perubahan paradigma ini harus tetap dimaknai bahwa kuantitas dan kualitas wisata sama pentinya. Peran digital semakin dominan.  Wisatawaan sudah menggunakan media digital untuk semua fase traveller’s journey (dream, search, book, visit, share). Tahun 2020, dominasi pasar adalah pasar  milenial. Bagaimna dengan kepariwisataan Bali?  Dengan brand yang kuat, Bali akan tetap menjadi destinasi utama.  Adanya travel advisory atau rekomendasi negative tidak layak kunjung, tidak akan banyak berpengaruh.  Tetapi harus disikapi dg bijak untuk memperbaiki destinasi.

Demikian ditegaskan  Ni Wayan Giri Adnyani, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, dalam acara Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2020 yang diselenggarakan Estepers, forum alumni Sekolah Pariwisata Bali. ITO 2020 mengambil tema Capturing the Landscape of Indonesia’s Tourism Industry 2020 – 2024 Collaboration between Technology and Expertise for win a quality market. Dibuka Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio di Nusa Dua.

Penyelenggaraan ITO merupakan bentuk idealisme dan sumbangsih dari para alumni yang berpengalaman dibidang pariwisata untuk menjadikan pariwisata Indonesia sebagai destinasi pariwisata terbaik di dunia,  memiliki competitive dan comparative advantage, berkualitas dan berkelanjutan berbasis masyarakat. Melalui event Indonesia Tourism Outlook ( ITO ) diharapkan mampu memprediksi forecast pariwisata kedepan dengan akurat yang dibutuhkan para stakeholder pariwisata untuk business projection

Menurut  I Nyoman Sukadana, AM.Par, SE,  selaku Ketua Umum Estepers,  bagi stake holder pariwisata sangat penting untuk mengikuti perkembangan teknologi tertutama kolaborasi teknologi dan operational di sektor pariwisata dapat berjalan selaras dan mengasilkan data akurat yang dapat di gunakan sebagai acuan layanan dan operasional.

“Melalui Event ITO 2020 ini kami mengajak kalangan yang berada di sektor Pariwisata untuk bersama-sama memahami bahwa teknologi akan membantu serta membawa perubahan besar pada bidang usaha kepariwisataan di seluruh dunia “ ungkap Gede Nyoman Sapta Adi, Project Direktor ITO 2020.

Selain menghadirkan Dra. Ni Wayan Giri Adnyani, M.Sc. CHE,  Deputy Bidang Industri dan Kelembagaan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, sebagai pembicara. Juga hadir Prof. Rhenald Kasali, Ph,D – Pemilik Rumah Perubahan sekaligus Director Pasca Sarjana Universitas Indonesia. Kadisparda Banyuwangi mewakili Abdul Azwar Anas, SPd.sS, Msi – Bupati Banyuwangi yang selama kepemimpinan nya,  berhasil meluncurkan berbagai program daerah dan menjadi agenda wisata,  salah satu nya adalah Banyuwangi Festival dengan konsep eco-tourism, Tour de Ijen serta menjadikan Bandara Blimbingsari di Banyuwangi, bandara yang disinggahi penerbangan langsung ari luar negeri.

Seorang yang juga mempunyai prestasi adalah Adi Satria – Vice President Sales & Marketing and Distribution at ACCOR Hotels, Malaysia, Indonesia dan Singapore yang akan memberikan masukan pentingnya teknologi dalam membangun dan membina hubungan dengan pelaku pariwisata dalam bidang pemasaran. Tidak ketinggalan pembicara Bank Indonesia Perwakilan Bali, Rizki Ernadi Wimanda, S.T., M.A. Ph.D. *