Januari-Oktober 2019, 19,9 Juta Orang Kunjungi Bali

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: BANDARA Internasional Ngurah Rai, Bali mencatat telah melayani 19,9 juta penumpang yang keluar masuk Pulau Bali, sepanjang 10 bulan terakhir atau Januari hingga Oktober 2019. Jumlah itu meningkat 1 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu dengan jumlah penumpang 19.855.559 orang. Penumpang sebanyak itu diangkut oleh 135.662 pesawat udara.

“Jumlah penumpang pada periode Januari hingga Oktober 2019 itu didominasi penumpang rute internasional. ‘Penumpang rute internasional masih mengungguli penumpang rute domestik hingga periode ini, bahkan mengalami pertumbuhan cukup banyak dibanding periode sama di tahun lalu,” papar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Herry A.Y. Sikado dalam keterangan resminya.

Tahun 2019 ini, lanjut dia, perbandingannya adalah sekitarnya 11,6 juta penumpang rute internasional berbanding 8,3 juta penumpang domestik. Sementara di periode yang sama di tahun 2018 lalu, jumlah penumpang internasional adalah 10,5 juta, sedangkan domestik 9,3 juta.

Dengan jumlah penumpang yang terlayani hingga akhir bulan Oktober tersebut, bandar udara tersibuk kedua di Indonesia ini melayani penumpang sebanyak kurang lebih 65.779 jiwa per harinya. Jumlah penumpang sebanyak ini diangkut oleh rata-rata 421 pesawat udara setiap harinya.

Cina masih menduduki peringkat pertama negara penyumbang wisatawan mancanegara terbanyak, yaitu dengan jumlah kunjungan selama sepuluh bulan di tahun 2019 ini sebanyak 1.037.078 jiwa. Di peringkat kedua adalah Australia, dengan jumlah kunjungan sebanyak 1.025.115 wisatawan, serta dengan jumlah kedatangan wisatawan sebanyak 303.083 jiwa, India masih menempati urutan ketiga.

”Ketiga negara tersebut masih menjadi tulang punggung negara penyumbang wisatawan mancanegara terbanyak di Bali, yaitu totalnya kira-kira hampir 2,3 juta wisatawan, atau menyentuh 63% dari total keseluruhan jumlah wisatawan mancanegara yang kami layani,” paparnya seperti dilansir laman Medcom, Senin (25/11/2019). (*)

Jokowi Ungkap Resto Favoritnya di Bogor

this formate

BOGOR, bisniswisata.co.id: Selasa lima tahun tinggal di Istana Bogor Jawa Barat, ternyata Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya hoby nikmati kuliner tradisional, kuliner yang khas bahkan kuliner yang merakyat. Apalagi kuliner yang disajikan itu merupakan makanan rumahan, yang sangat cocok dengan seleranya.

Bahkan, kepuasan menikmati kuliner itu dilampiaskan dengan menulis di vlog kuliner miliknya. Dan ini bukan pertama kali diungkap dalam sebuah tulisan. Sebelumnya Kepala Negara mengunggah #JKWKULINER edisi Solo, kini mantan Gubernur DKI Jakarta melontarkan cuitannya soal kuliner favoritnya di kota Hujan, Bogor.

“Sudah lima tahun ini saya dan keluarga bermukim di Bogor, kota hujan dengan kebun raya luas, dan kian berkembang jadi kota besar. Salah satu yang menyenangkan dari kota ini adalah makanannya,” tulis akun Presiden Joko Widodo lewat kanal Youtube.

Dalam video berdurasi 10 menit, Presiden Jokowi membeberkan 3 restoran yang menjadi favoritnya selama tinggal di Bogor. Tak hanya pernah merasakan nikmatinya tiga restorant dengan datang langsung mengunjunginya, namun juga kuliner favoritenya pernah disajikan sebagai jamuan di Istana Negara.

Diakui, Bogor menyimpan begitu banyak rumah makan modern dan tradisional dengan resep dunia atau Nusantara. Apalagi jenis makanan Sunda dan Jawa. Nah, di video tersebut Jokowi membocorkan tiga rumah makan yang menjadi kesukaannya di Bogor. Antara lain:

#. Resto Martabak dan Bakso Kiki

Menurut Jokowi, rumah makan terletak di Jl. Pahlawan No. 35A, Bogor ini menyajikan menu makanan yang bahan-bahannya sangat segar, fresh tanpa bahan pengawet. Juga dikenal dengan kualitas bahannya yang baik dan diracik sendiri oleh sang pemilik, Kiky Sanjaya. Dalam video, Pemilik Martabak dan Bakso Kiki, Kiki Snajaya menjelaskan, kini saatnya makanan lokal mendunia. “Produk lokal harus diangkat, jangan lama-lama lagi,” katanya.

Sementara untuk bakso, sang pemilik menyebutkan jika Martabak dan Bakso Kiki berusaha menyajikan bakso dengan daging yang bagus sehingga hasilnya berkualitas. “Ya biasa dipesan sama Istana Bogor, kalau ada acara-acara rapat kabinet, ada tamu negara. Udah berapa kali saya ngelayani, sama Pak Jokowi langsung,” ungkap Kiky.

#. Restoran Kluwih
Rumah makan yang berada di Jl. Bina Marga I No. 12, Baranangsiang, Bogor ini menyajikan makanan Sunda, tapi dengan cara yang unik. Ya, menurut Jokowi, makan di sana Anda akan diberi makanan yang dihampar di atas selembar daun pisang di atas meja kayu dan dinikmati bersama-sama. “Pernah mencoba cumi balakutak? Atau minuman es tape kluwih? Di sini tempatnya,” kata Jokowi yang mengaku sudah empat kali berkunjung ke Restoran Kluwih. Menu favorit Jokowi juga terbilang sederhana, yaitu ayam goreng, tahu, tempe, sambal, lalapan, cah jantung pisang, dan tahu gejrot.

Di restoran ini, pengunjung bisa memesan salah satu menu favorit yaitu paket liwet yang disajikan dengan daun pisang di atas meja untuk dimakan beramai-ramai. “Terus kita memang khasnya pakai tangan, termasuk tradisi makan bareng-barengnya itu kita kemas lebih menarik dan modern di sini,” jelas Yeksha Buana Alam, manajer operasional Kluwih

#. Restoran Sate Tegal “Laka-laka”

Di restoran Sate Tegal “Laka-laka” ini, Presiden Jokowi cukup terkesan dengan dua menu makanannya. Ya, ada sate kambing muda dan tengkleng. Jokowi juga menjelaskan arti dari ‘Laka-Laka’ adalah tidak ada duanya. Itu bahasa Tegal. Nah, Pemilik Sate Tegal ‘Laka-Laka’ Sunarto menjelaskan sedikit kalau dirinya amat bangga bisa menyajikan makanan pada orang nomor satu di Indonesia. “Saya bangga bisa menyajikan menu untuk rang nomor satu di Indonesia,” ucapnya di Vlog #JKWKULINER edisi Bogor ini. Jokowi sendiri diketahui menyukai menu sate kambing dengan lemak, sementara Ibu Negara Iriana lebih menyukai menu tengkleng.

“Dalam kesempatan tertentu kami diundang untuk menyajikan menu kami di istana. Membuat saya sangat bangga! Karena kami bisa dipanggil ke istana, menyajikan menu kami untuk orang nomor satu di Indonesia,” ungkap Sunarto bangga.

Vlog kuliner Jokowi yang diikuti 26.7 m Folowers dan sebanyak 254.505 telah ngeliks dan yang memberi komentar sebanyak 3.063 komentar sampai kemarin. Jadi jika wisata ke Bogor, jangan lupa kulinernya yang luar biasa? (ndy)

Miss World 2019, Princess Megonondo Jalani Fast Track Top Model

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Miss Indonesia 2019 Princess Megonondo menjalani fast track Top Model Audition dalam rangkaian kegiatan Miss World 2019. Event Fast Track Top Model ini diikuti sebanyak 120 kontestan dari berbagai negara. Selama karantina peserta Miss World 2019 disibukkan dengan berbagai aktifitas positif. Malah setiap harinya wajib menjalani berbagai penjurian untuk mendapatkan poin kemenangan menuju Miss World 2019.

Saat mengiktui Fast Track Top Model, Princess tampil anggun, stylish dan chich dengan mengenakan busana bernuansa hitam dipadu mantel cokelat. Bahkan Gaya rambutnya ditata model kuncir kuda yang dipadukan makeup yang sesuai, menyempurnakan penampilannya.

“Good Morning from London my loves, it has been an amazing day so far here and we had just finished our Top Model Auditions and this was my outfit for it. Classic and Chic would have to be my go-to look. We had an amazing day and it was so fun to see the girls walk, the energy here is fantastic I’m so happy to see the girls cheer and support one another!,” tulis Princess Megonondo melalui akun Instagram @princessmegonondo.

Saat Fast Track Top Model, para kontestan diharuskan menampilkan kemampuan berjalan ala model di catwalk. Bukan sembarang kompetisi, fast track ini dinilai langsung Julia Morley selaku Chairwoman of Miss World Organization dan sejumlah pihak yang berkompeten.

Kontestan yang berhasil mendapatkan nilai tertinggi secara otomatis akan masuk ke 40 besar semifinal Miss World 2019. Namun, perjuangan para kontestan tidak sampai disitu karena akan kembali dipertemukan dalam kompetisi lain. Mereka harus kembali menunjukkan kemampuan berjalan terbaiknya untuk final top model.

Setelah mendapat 40 kontestan, mereka berkesempatan untuk berjalan di runway sambil mengenakan beberapa busana dari koleksi brand mewah. Koleksi busana yang akan dikenakan oleh para kontestan pun bermacam-macam. Mulai dari setelan atasan dan bawahan, outwear, long dress hingga cocktail dress.

“Highligt kemarin ketika semua finalis mengikuti audisi top model. Besok akan pengumuman siapa top 40 semifinalis untuk final top model,” tulis akun @missworld_news.

Princess Megonondo menargetkan untuk memenangkan fast track kategori top model. Dia pun yakin bisa menjuarai fast track top model, setelah sebelumnya dia pernah tampil di ajang peragaan busanan tahunan, Jakarta Fashion Week (JFW) 2020 yang digelar beberapa waktu lalu.

“Secara pribadi saya confidence sekali di top model nanti karena berkesempatan untuk jalan di JFW. Itu sudah melatih saya secara catwalk dan secara confident diri jalan di depan banyak orang dan jalan di catwalk yang rapih dan dapat inside yang positif sekali dari orang-orang,” kata Princess seperti dilansir laman Sindonews, Senin (25/11/2019).

Di sisi lain, mereka yang memenangkan fast track berhak masuk dalam 15 besar di grand final Miss World. Selain menjalani penilaian fast track model, pada kesempatan ini, seluruh kontestan juga menjalani rehearsal. Sedangkan malam puncak Miss World akan diselenggarakan di ExCeL London pada 14 Desember 2019. (ndy/Sindonews)

Presiden Jokowi Terpikat Gamcheon Culture Village

this formate

BUSAN, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Gamcheon Culture Village di Busan, Korea Selatan, Ahad (24/11) siang. Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana tiba di desa budaya Gamcheon. Desa budaya Gamcheon adalah kampung yang sebelumnya kumuh, lantas ditata menjadi atraksi wisata menarik di Kota Busan. Desa ini terletak di lereng gunung yang cukup curam sehingga dikenal dengan sebutan “Machu Picchu-nya Busan”.

“Ya ini sore-sore kita jalan diajak Pak Dubes dan Ibu Menteri Luar Negeri untuk melihat Kampung Gamcheon. Ini adalah penataan kampung yang sebelumnya kumuh, kemudian dilakukan pengecatan, tetapi juga kegiatan pemberdayaannya diisi,” kata Presiden Jokowi dalam siaran pers resmi yang dikeluarkan Setkab.go.id, Senin (25/11/2019).

Desa yang terletak di Distrik Saha ini, memiliki rumah-rumah yang berwarna-warni, dinding dengan beragam karya seni seperti mural, dan atap yang tampak bertumpuk jika dilihat dari atas. Pemandangan itu yang dilihat Presiden dan Ibu Iriana saat keduanya menikmati makanan khas Korea Selatan dari sebuah kafe.

“Jadi, misalnya di sini ada kafe, kita bisa minum kopi tapi murah. Kemudian juga ini makanan-makanan seperti ini, tetapi memang kemasannya dikemas dengan sangat bagus, diberikan brand. Ya penyajiannya sangat baik, tapi murah, sangat murah,” lontar kepala negara.

Presiden menilai, hal ini bisa diterapkan di desa-desa dengan modifikasi-modifikasi yang dibuat. Tetapi yang paling penting ada perbaikan kampung kemudian diisi kegiatan pemberdayaan ekonomi kreatif untuk masyarakat. “Saya kira kampung-kampung kita di desa kita mampu membangun seperti ini. Bukan sesuatu yang sulit,” ucap Presiden.

Desa Gamcheon yang juga dikenal dengan jalan-jalan dan lorong yang sempit, kini dipenuhi dengan toko suvenir, galeri seni, dan tempat makan di sepanjang jalannya. Penataan kampung seperti Gamcheon, menurut Presiden, bisa dijadikan inspirasi untuk menata kampung padat penduduk di Indonesia sehingga bisa meningkatkan ekonomi desa dan masyarakat setempat.

“Paling tidak ya ide-ide seperti ini bisa memberikan inspirasi bagi kepala daerah kita, bagi kampung-kampung kita, bagi desa-desa kita, bahwa dari yang sebelumnya kumuh tidak tertata, kemudian bisa ditata dan bisa mendatangkan peningkatan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Jokowi.

Di Indonesia sendiri, menurut Presiden, penataan kampung atau desa telah dilakukan di beberapa kota. Misalnya di Klaten, Yogyakarta, di Malang dan di Nglanggeran, Gunung Kidul. juga di Jakarta dan Semarang. “Ada beberapa mungkin di desa di kita yang sudah dengan versi berbeda misalnya kampung, di pondok, ya itu di Klaten dan juga di Yogya, di Gunung Kidul, di Nglanggeran, sudah dengan versi yang berbeda-beda ya,” katanya,

“Yang membedakan, kalau di sini, penataan kampung, pemberdayaan ekonominya menjadi wisata, menjadi kawasan wisata sehingga bercampur aduk dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Sehingga ini sebuah contoh yang sangat baik,” kata Presiden.

Presiden menilai, ide-ide seperti ini bisa memberikan inspirasi bagi kepala daerah, bagi kampung-kampung, bagi desa-desa, bahwa dari yang sebelumnya kumuh tidak tertata, kemudian bisa ditata dan bisa mendatangkan peningkatan ekonomi masyarakat.

Ia menyampaikan, ada beberapa contoh yang bisa dilakukan seperti di Klaten, Yogya, Gunungkidul, meskipun dengan versi berbeda-beda. Saat mengikuti agenda tersebut, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana berkeliling melihat suasana dan mencicipi minuman dan makanan ringan di salah satu kafe tersebut.

Layaknya saat blusukan di Indonesia, saat meninjau desa budaya Gamcheon pun tak sedikit warga yang meminta untuk berfoto bersama dengan Presiden Jokowi dan Ibu Iriana. Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana saat meninjau desa Gamcheon antara lain, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi. (ndy)

24 November – 4 Desember 2019, Indonesian Pearl Festival

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Kelautan dan Perikanan merangkul Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (Asbumi) mengelar acara Indonesian Pearl Festival 2019. Pameran mutiara yang ke delapan ini, diselenggarakan di atrium Lippo Mall Kemang Jakarta, pada 24 November hingga 4 Desember 2019.

Tujuannya untuk mempromosikan mutiara lokal dengan kualitas internasional. Juga agar masyarakat semua tahu salah satu sumberdaya laut yang ada di Indonesia miliki penghasil devisa negara yang sangat besar salah satunya adalah mutiara air asin, disamping ada juga mutiara air tawar. Dan tujuan lainnya, membranding mutiara Indonesia yang sempat dijuluki Queen Of Pearl di dunia. Namun saat ini tergerus oleh mutiara-mutiara asal China.

Tak bisa dipungkiri, sejak dahulu, mutiara air asin sudah menjadi primadona. Sementara Indonesia masuk dalam posisi lima sebagai negara penghasil mutiara terbesar di dunia dikalahkan oleh China. Indonesia merupakan negara nomor lima penghasil mutiara di dunia, Sayang nilainya belum begitu besar. Yakni 47 juta dollar AS.

Karenanya, dalam keterangan resmi Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diterima Bisniswisata. co.id, Ahad (24/11/2019) dengan acara yang digelar setiap tahun ini, bisa mendongkrak penjualan mutiara lokal. Ironi, Hongkong dan China yang sebelumnya mengimpor mutiara dari Indonesia menempati posisi teratas sebagai pengekspor mutiara dunia.

Tercatat, ada 32 stan yang akan ikut berpartisipasi dalam acara Indonesian Pearl Festival 2019 ini. Diharapkan dapat memacu pergerakan sektor mutiara lokal. Dan Sulawesi Utara sebagai daerah terbesar menghasilkan mutiara, diharapkan menjadi peran penting dalam industri mutiara nasional.

Dalam Indonesian Pearl Festival juga memberikan sertifikasi kepada ragam mutiara yang diikutsertakan melalui dewan kurator. Dewan kurator ini berasal dari perusahaan jepang, Austria dan Ceko akan menilai mutiara yang diikutsertakan dalam festival.

Indonesian Pearl Festival ditargetkan meraup keuntungan Rp 5 miliar, Juga diharapkan terjadi lonjakan ekspor sepanjang tahun 2019 yang ditargetkan naik 11 persen atau 55 juta dollar AS dibanding tahun lalu yang tembus angka 47 juta dollar AS. Mengingat, selama pameran ini, panitia mengundang buyers dari negara lain yang selama ini buyers potensial Indonesia. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Ke Singapura, ada C3 Anime Festival Asia

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id,-  NAH, ini acara yang saya tunggu- tunggu, menengok negeri tetangga dan menikmati yang serba Jepang. Piknik sembari mencari ilmu perkembangan tehnologi dan budaya Jepang diajang C3 Anime Festival ( AFA). Menutrisi jiwa, menurut teman- teman saya.

Milenial, jangan ketinggalan, ajang C3 AFA digelar  di Suntec Singapore Convention and Exhibition Center akhir November ini. Konvensi tahunan anime negeri Sakura  ini,  menawarkan pertunjukan budaya pop Jepang, menghadirkan berbagai tren, mode, anime dan manga. Bisa dibayangkan kemeriahan, keseruan penampilan para pemain kostum (cosplayer), voice artist (pengisi suara), penyanyi, seniman, grup musik lokal hingga negara-negara sekitar Asia.

Menurut pendiri platform digital untuk wisata Singapura SGB, Tatiana Gromenko, budaya Jepang memang sudah dikenal dan diadopsi secara luas oleh masyarakat dunia, termasuk Singapura dan bahkan Indonesia. Kegiatan apa pun — bernuansa Jepang–  selalu dipadati masyarakat pecinta anime di kedua negara tersebut. Sebagai orang Rusia yang pernah tinggal di Indonesia, Tatiana merasakan bahwa infiltrasi budaya Jepang di Indonesia bisa dikatakan cukup berhasil.

“Kita bisa melihat komik-komik Jepang sangat laris di Indonesia. Bahkan film animasinya pun menduduki rating tertinggi di televisi lokal dengan pemirsa anak-anak dan dewasa. Uniknya, komik Jepang itu lintas generasi. Saya amati selama tinggal di Indonesia, penggemar Doraemon, Sinchan, Detective Conan bervariasi dari anak-anak hingga yang sudah punya anak,” tuturnya.

Menurut Tania, panggilan akrabnya, Singapura dan Indonesia memiliki kemiripan dalam hal adopsi kultur Jepang. Memiliki penggemar fanatik yang menjadikan Jepang sebagai second culture dalam keseharian mereka. Apa saja yang popular di Jepang biasanya akan popular juga di Singapura atau Indonesia.

“Adanya C3 Anime Festival Asia yang akan berlangsung tanggal 29 November sampai 1 Desember, menjadi obat rindu pecinta budaya pop Jepang. Singapura cukup dekat dan mudah diakses dari Indonesia. Pengunjung nantinya bisa menikmati sajian dengan nuansa Jepang yang kental,” imbuh Tania.

Popularitas C3 AFA bias dimaklumi, pasalnya event ini, mulai diselenggarakan sejak 2008 dan menjadi acara budaya Jepang terbesar di dunia yang diselenggarakan di Singapura, Indonesia, Thailand, Malaysia, Hongkong dan Jepang sendiri.  Dalam 10 tahun terakhir telah diselenggarakan hampir 30 festival, menghadirkan 1,7 juta pengunjung. Tahun lalu, festival ini juga diselenggarakan di Jakarta dengan menghadirkan 58 ribu pengunjung dan 173 ekshibitor. Sementara di Singapura menarik 105 ribu pengunjung dan 211 pameran.

“Dari data yang saya dapatkan, C3AFA tahun lalu di Jakarta, sebanyak 57 persen pengunjung berusia 17 hingga 21 tahun, sedangkan di Singapura 47 persen berumur 21 hingga 29 tahun. Saya pikir tahun ini di Singapura tidak jauh beda komposisi demografinya,” tutur Tania.

Termasuk kamu kah? Saya tunggu di Singapura ya, eeh di Suntec, C3 AFA.

10 Tahun doctorSHARE Dirayakan dengan Hospital Barge Tour

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menginjak usia sepuluh tahun, doctorSHARE memberi kesempatan kepada masyarakat, relawan, komunitas, youtuber, donatur hingga wartawan untuk melihat langsung berbagai fasilitas di Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya II dalam Hospital Barge Tour, berlokasi di Baywalk Mall @ Green Bay Pluit.

Tur Rumah Sakit Apung ini dibuka untuk umum pada 23 November – 1 Desember 2019. Masyarakat yang berminat mengikuti acara ini bisa registrasi melalui link https://ds2019hospitaltour.eventbrite.com. “Masyarakat dapat berkeliling dan merasakan bagaimana melayani masyarakat terpencil di Rumah Sakit Apung yang menjelajah kawasan pulau terpencil dan terluar, yang selama ini belum tersentuh dalam pelayanan kesehatan,” papar Pendiri Yayasan Dokter Peduli, dr. Lie Dharmawan di Green Bay Pluit Jakarta, Sabtu (23/11/2019).

“Saya berterima kasih kepada seluruh relawan, donatur, dan masyarakat yang mendukung hingga program kemanusiaan ini terus berjalan. Selama sepuluh tahun pelayanan, doctorSHARE belum sepenuhnya bisa menjangkau pelosok-pelosok negeri. Saya berharap dukungan demi dukungan terus berdatangan agar doctorSHARE bisa terus melayani masyarakat di Indonesia,” kata dr. Lie.

Dukungan masyarakat yang dapat diberikan pada doctorSHARE adalah melalui donasi baik berupa pendanaan maupun keperluan medis, menjadi relawan, hingga membentuk jaringan kemitraan. Dukungan yang diberikan sepenuhnya akan digunakan untuk melayani masyarakat yang kesulitan dalam mengakses kesehatan, sambungnya.

Diakui, selama 10 tahun beroperasi yang boleh naik kapal ini hanya khusus melayani kesehatan masyarakat secara cuma-cuma, dan tidak terbuka untuk umum karena menjaga kondisi kapal tetap steril. “Artinya tidak dipakai tur keliling seperti saat ini. Namun akhirnya saya merasakan sangat penting agar dibuka tur seperti ini, tujuannya semua pihak bisa mengetahui kondisi Rumah Sakit Apung,” jelasnya

Dijelaskan, RSA yang berdiri diatas kapal tongkang ini sudah menjangkau pelosok daerah di Indonesia dan melayani kesehatan masyarakat secara gratis. Sebelum berlabuh di Jakarta, RSA Nusa Waluya II berlabuh di Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu pada 16 November 2018 hingga 15 Februari 2019. Tim relawan bersama RSA Nusa Waluya II membantu pemulihan pasca-bencana yang melanda Sulawesi Tengah.

Selama perjalanan 10 tahun sejak berdiri pada 19 November 2009, doctorSHARE telah melakukan 3.291 operasi mayor, 5.538 operasi minor, 2.464 perawatan gigi, 58.859 pelayanan rawat jalan dan konsultasi, penyuluhan kesehatan kepada 11.856 warga, serta 2.227 USG pemeriksaan kandungan.

“Layanan kesehatan tersebut diberikan melalui beberapa program diantaranya Rumah Sakit Apung (RSA), Dokter Terbang, Klinik Tuberkulosis, dan Panti Rawat Gizi (PRG). Khusus RSA sejauh ini telah berkembang menjadi tiga unit,” tutur dr. Lie.

RSA Nusa Waluya II menjadi program layanan kesehatan terbaru dari doctorSHARE ini dirilis pada November 2018. Pelayanan yang diberikan setara rumah sakit tipe C di darat dan memiliki jangka waktu pelayanan yang lebih lama di wilayah kepulauan.

Sebelum berlayar ke Jakarta, RSA Nusa Waluya II berlabuh di Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu pada 16 November 2018 hingga 15 Februari 2019. Tim relawan bersama RSA Nusa Waluya II membantu pemulihan pasca-bencana yang melanda Sulawesi Tengah. Rusaknya sejumlah fasilitas kesehatan akibat bencana membuat masyarakat kesulitan saat membutuhkan layanan kesehatan.

“Selama di Palu, kami memberikan layanan pengobatan umum, bedah mayor, bedah minor, poli gigi, poli kandungan, trauma healing, dan pemberdayaan tenaga kesehatan lokal dengan total pasien mencapai 9.938 jiwa,” ujar Koordinator RSA Nusa Waluya II, dr. Stephanie.

dr. Stephanie melanjutkan, untuk satu kali pelayanan, rumah sakit apung tersebut beroperasi sekitar 6 bulan sampai 1 tahun di satu tempat sekaligus menerbangkan dokter ke wilayah terpencil dekat rumah sakit bersandar. Dan untuk satu kali pelayanan, diperlukan kurang lebih 30 tenaga medis termasuk dokter spesialis, dokter umum, apoteker dan bidan.

Dia mengatakan pembedahan pasien di atas kapal dapat dilakukan dengan aman karena kapal beroperasi stabil di atas permukaan air laut. “Kapal kami bentuknya sangat besar, secara stabilitas lebih stabil dibandingkan dengan kapal lain, jadi tidak terasa goncangan di atas kapal,” tuturnya sambil menambahkan doctorSHARE membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi orang yang ingin bergabung sebagai relawan medis maupun non medis

Di RSA ini, dilengkapi apotik, ruang operasi, bedah minor dan mayor, ruang bersalin, dua ruang rawat inap yang dipisahkan antara lelaki dan perempuan, empat poli THT, gigi, kandungan dan trauma healing. Selama ini, untuk operasi bersalin sudah melayani sekitar 17 ibu hamil tanpa operasi cesar dan semua anak yang yang lahir diatas kapal ini dinamakan dari para dokter yang menanganinya.

Sepanjang tahun 2020, RSA Nusa Waluya II akan melayani wilayah Kepulauan Riau, NTT, Maluku Utara, Sulawesi Utara dan Kalimantan dengan dana yang dibutuhkan sekitar Rp 7 miliar lebih. Dana yang paling besar itu tersedot untuk kebutuhan BBm Solar serta biaya menarik Kapal Rumah Sakit Apung dengan Tugboat.

Dana operasional yang dibutuhkan itu untungnya dibantu para donatur. Dan para donatur itu diabadikan dalam dinding kapal. Sayangnya, selama ini bantuan dari pemerintah terutama Kementrian Kesehatan sangat rendah tidak sampai 1 Persen. (end)

Jogja Fashion Week (JFW) 2019 Sarana Menuju Pusat Fashion Asia

this formate

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Kegiatan Jogja Fashion Week (JFW) 2019 yang berlangsung selama empat hati resmi ditutup Sabtu malam di atrium Hartono Mall Jogjakarta. Di tahun ke 14 penyelenggaraannya, antusias penonton tinggi.

Ketua Indonesian Fashion Chamber (IFC) Jogjakarta Phillip Iswardono mengatakan kegiatan JFW setiap harinya diisi oleh para designer yang menjelaskan pula karya-karyanya yang terinspirasi budaya Indonesia.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih sudah dipercaya kepada Dinas Perindustrian dalam penyelenggaraan Jogja Fashion Week bekerjasama dengan Hartono Mall dan semua pihak yang yang terlibat. Semoga Jogja bisa menjadi pusat Fashion di Asia dan  dunia,” kata Phillip Iswardono.

Bagi para designer dapat menjadi ajang belajar sebagai pelaku industri fashion dan pelaku UMKM karena industri kreatif di bidang fashion ini  diharapkan dapat menjadi tonggak perekonomian di Indonesia, tambahnya.

 JFW yang berlangsung 20-23 November 2019 dengan mengusung tema Suistanable Fashion selalu dipadati pengunjung. Pada hari penutupan terlihat antusias para penonton tinggi untuk menyaksikan para model-model berlenggak-lenggok diatas catwalk. Mereka memenuhi area sekitar atrium dan menonton dari lantai-lantai atas.

                   eksplor batik kekayaan budaya Indonesia

Sementara itu, General Manager Hartono Mall Jogjakarta, Dian Widiyanti mengatakan sangat senang menjadi tuan rumah event ini dan  turut berbangga dapat menjadi bagian untuk memajukan bisnis fashion di Indonesia.

“Kami senang dipercaya jadi tuan rumah. Semoga industri fashion terus maju, dan Indonesia jadi gerbang fashion dunia. Tentunya dengan support pemerintah dan rekan profesional di IFC Indonesia agar bisa go internasional, ” tirurnya.

Kabid Industri Logam Sandang dan Aneka Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Intan Mustika Ningrum dalam kesempatan tersebut mengatakan, di DIY, fashion menjadi industri nomor dua setelah kuliner.

Disperindag berharap Jogjakarta jadi pusat fashion di Asia maupun dunia. Visinya, di 2020 Indonesia jadi kiblat fashion dunia. Fashion memiliki peran penting di perekonomian nasional. 

 

Menikmati skybike dan Wana Wisata Kampung Ciherang, Sumedang

this formate

SUMEDANG, Jawa Barat, bisniswisata.co.id: Bersepeda di jalan dengan lingkungan yang aman dan nyaman di tengah udara segar sungguh mengasyikkan. Apalagi kalau menggowesnya perlahan sambil berbincang dengan Si Dia sepanjang perjalanan.

Menggowes seperti itu mungkin sudah biasa bersama kekasih hati. Tapi kali ini pasti menjadi pengalaman tak biasa karena roda-roda sepeda yang kita gowes  itu, masing-masing harus meluncur di atas seutas tambang baja yang terentang di ketinggian 50 meter, untuk melintasi sebuah jurang sungai sepanjang 100 meter di bukit hutan pinus yang rimbun dan sepi.

Itulah  skybike, sepeda udara, satu dari ragam nomor aktivitas  highroop   outbound,  bentuk   permainan   sehat (aman   dan terukur) dengan menggunakan   sistem tali-temali di atas sebuah   ketinggian.

Nomor   lain yang  menarik adalah  flying  fox,   yang   memberi   kesempatan   pada pengunjung meluncur ibarat tupai dari ketinggian sebuah batang pohon, ke lokasi lain yang   sudah ditentukan. Ada juga grazy   web,   jaring   tambang setinggi 4 meter   yang menutup jalan, harus   dipanjat dan dilompati untuk   bisa melanjutkan perjalanan.

Wahana lainnta adalah  grazy   web bridge  (jembatan   dari jalinan tambang) yang membentang di atas sungai.Tak kalah menarik adalah jembatan di ketingian cabang pohon yang cuma berupa bilah-bilah papan ataupun lingkaran tali yang cuma pas untuk pijakan satu telapak kaki.

Semua itu harus dilewati, karena konsepnya memang  the way of noreturn alias  tak   ada jalan   kembali, untuk   kita bisa mengikuti   nomor-nomor outbound  lainnya.Permainan-permainan ala petualang alam yang penuh tantangan dan sangat memacu hormon adrenalin dalam tubuh ini bisa dinikmati kampung Ciherang,  Desa Cijambu,Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Bagi   kaum muda   pencinta alam,   kawasan dibawah pengelolaan Perhutani   KPH Sumedang BKPH Manglayang Timur RPH   Cijambu, ini bukan sesuatu yang baru. Bukit seluas 12 hektar di tepi timur Pegunungan Manglayang dengan tegakan hutan pinus dan aliran Sungai Ciherang sejak dulu biasa dijadikan areal berkemah.

Belakangan klub-klub sepeda gunung ataupun  sepeda motor, juga menjadikannya tempat ngumpul. Potensi  ini mendorong   pemerintah daerah,   dengan menggandeng pengusaha, Perhutani sebagai penguasa lahan dan Lembaga Kerukunan Masyarakat Desa   Hutan, mengembangkannya menjadi Wana Wisata Kampung Ciherang di tahun 2016.

                                aktivitas di wana wisata

Dulu   butuh beberapa   jam dari Kota Bandung   untuk mencapai Kampung Ciherang yang jaraknya tak lebih dari 30 Km saja. Tapi kini  jalan tanah sudah diaspal dan jaringan jalan-jalan kampung sekitar dicor dengan semen.

Cuma butuh 1,5 jam bermobil dari ujung Tol Cileunyi – Bandung Untuk mencapai Kampung Ciherang. Silahkan ambil rute ke arah Jatinangor, meliwati Kampus IPDN dan Unpad hingga tiba di Kecamatan Tanjungsari.  Belok kiri setelah Gedung Ganesha Operation Cabang Tanjungsari yang terletak di sebelah kiri jalan.

Bila dari arah Kota Sumedang, patokannya adalah SMPN 1 Tanjungsari, dan lalu berbelok ke arah kanan. Susuri jalan tersebut sejauh sekitar 20 Km ke arah utara,   melewati bukit-bukit, kebun dan sawah terasering yang indah.

Sasaran kita cuma sepelemparan batu dari gerbang Kampung Ciherang.Ada   areal lebih luas dari lapangan sepakbola, untuk areal parkir kendaraan roda dua ataupun roda empat. Ada masjid dan warung-warung makanan   di sekitarannya. Juga pedagang sayur dan buah-buah segar, khususnya di hari Sabtu dan Minggu serta hari libur nasional.

Kampung Ciherang memang dikelilingi areal pertanian yang subur. Sepanjang jalan, mata dimanjakan oleh panorama alam nan indah. Bukit-bukit yang dihiasi petak-petak sawah terasering, jauh lebih indah dan luas dari tempat serupa di Bali, dengan lahan-lahan kebun yang selalu berganti tanaman di tiap musim.

Ada juga rumah-rumah penduduk dihiasi antena parabola   dan tampah-tampah penjemur tembakau. Di beberapa   sudut tampak kebun-kebun, Bunga Matahari ( Sunflower ) yang bijinya menjadi komoditi ekspor ke negri Belanda.

Wana Wisata Kampung Ciherang buka tiap hari antara Pk 08:00 –17:00   WIB. HTM Rp30.000/orang. Sambil memperlihatkan lembar tiket masuk,   pengunjung gratis memanfaatkan berbagai fasilitas dan wahana wisata outbound  di  lokasi  itu, termasuk  menikmati SkyBike, Flying Fox, dan beberapa bentuk permainan lainnya.

Anak-anak juga bisa membeli tiket kuda tunggang keliling kawasan, Mini Motocross di  track khusus, River Tubbing ataupun menjajal mengayuh perahu karet didanau tenang. Ada   kolam renang bersusun di bagian atas hutan pinus,   dengan sumber mata air alam yang bisa direnangi secara gratis.

Banyak spot unik  lainnya untuk foto   selfie.   Ada   pengamen   tradisional   dengan siter   yang menyanyikan tembang-tembang Sunda. Ada Mini Zoo yang menghadirkan berbagai   unggas dan burung langka.   Ada banyak gubuk gratis untuk berteduh pula, serts jejeran warung-warung makanan minuman dengan  harga wajar.

Bila   kangen   masa lalu,   dan Anda ingin   bermalam di lokasi   itu, ada disewakan ragam   peralatan berkemah. Tak berlebihan bila tempat ini merupakan wana   wisata yang asyik dikawasan timur Gunung Manglayang.

Nah mau coba ? mari arahkan kendaraan pribadi ke perbatasan Kabupaten  Bandung dan Kabupaten Sumedang – Jawa Barat ini. Wana wisata Kampoeng Ciherang yang  berdiri diatas lahan 12 hektar ini, menjadi salah satu tempat rekreasi pilihan bagi warga Sumedang, luar daerah, bahkan mancanegara seperti, dari Turki, Austria, India dan lainnya

Taman Topi Nasib Keberadaannya Menghitung Hari 

this formate

BOGOR, bisniswisata.co.id: Akhir pekan warga Jakarta kerap memanfaatkan kereta api Commuter Line untuk berwisata kuliner, wisata alam maupun wisata lainnya ke obyek wisata buatan di kota hujan ini.

Nah tiba di stasiun Bogor, ada destinasi murah meriah untuk dijelajahi yaitu Taman Topi yang bersebelahan dengan Stasiun Bogor atau cukup berjalan kaki sejauh 200 meter saja. Taman Rekreasi gratis ini berdiri di lahan seluas dua hektar dengan beberapa bangunan dengan atap mirip topi raksasa warna-warni.

Namun ada juga yang bagian atasnya dibentuk serupa buah-buahan.takkan dikenakan tiket masuk. Menariknya lagi, di kawasan ini terdapat objek wisata lain bernama Taman Ade Irma Suryani. Sejatinya nama tersebut merupakan sebutan asli dari komplek taman ini. 

Masuk Taman Ade Irma Suryani, banyak wahana permainan anak seperti bom-bom car, monorail, gajah terbang, komidi putar, hingga flying fox cocok untuk wahana bermain anak-anak. Ada juga food court dengan aneka jenis kuliner, termasuk soto mie – sajian khas Bogor dan di bagian lain, terdapat deretan warung makan dan gerobak kali lima yang menawarkan aneka menu berbeda.

Taman Topi Bogor atau biasa juga disebut Plaza Kapten Muslihat dulu lebih dikenal sebagai Taman Ade Irma Suryani. Taman tersebut merupakan taman tertua di Bogor yang dibangun pada tahun 1975 dan sangat terkenal pada era 1990 an karena banyak anak-anak yang pergi ke taman ria ini karena harganya yang sangat terjangkau terutama oleh keluarga muda.

Nama Kapten Muslihat adalah salah satu pahlawan yang berasal dari kota Bogor. Pahlawan tersebut bernama Tubagus Muslihat yang memimpin perang melawan penjajahan Inggris. Meski usia masih muda dan pada masa itu berpangkat letnan, namun dia seorang yang gagah berani membela bangsa dan akhirnya tewas terbunuh. 

Pemerintah mengabadikan namanya menjadi nama jalan di Bogor dan ia menjadi icon Taman Topi Bogor. Namun kini ada wacana yang menyatakan bahwa taman ini akan beralih fungsi. Pemerintah akan menyulap taman ini menjadi taman terbuka hijau selain menyediakan wahana permainan yang menarik.

Konsep dari taman ini menggunakan konsep taman terbuka. Pepohonan dan tanaman hijau menambah suasana asri. Banyak pula acara yang bisa dilangsungkan di taman ini. 

Mendengar Taman Topi akan berganti wajah cukup membuat syok warga yang biasa menyambangi sarana rekreasi favorit di Kota Bogor ini.  Kini, masyarakat khususnya warga Kota Bogor juga penasaran apa yang bakal menimpa Taman Topi pada akhir 2019 ini.

Seperti diketahui orang nomor satu di Kota Bogor, Bima Arya medio Juli 2019 lalu mengatakan Taman Topi akan diubah menjadi ruang terbuka hijau sebagai alun-alunya Kota Bogor yang akan dimulai perombakannya pada Desember 2019. Kabar inilah yang menjadikan apa yang ada di Taman Topi kini seolah mati segan hidup tak mau.     

para penghuninya yang biasa berjualan atau menjajakan jasanya sedang galau menanti akan seperti apa Taman Topi kedepannya. Apalagi pergantian tahun tinggal beberapa waktu lagi. Dan memasuki bulan Desember yang tinggal hitungan hari ini menjadi penantian yang menyiksa.

Kegamangan pun tergambar pada orang-orang yang sudah puluhan tahun menjadi penghuni Taman Topi Bogor, salah satu tujuan wisata kuliner dan rekreasi favorit keluarga  sejak tahun 1975 an hingga 2019. 

Senyum getir itu terlihat jelas dari wajah Tofik penjual es duren yang sudah berjualan selama 20 tahun di Taman Topi. Seolah ingin berkata apakah es durennya akan menjadi kenangan? Hal itu pula yang membuat dirinya gusar.  

 Pria asal Cirebon ini berkisah suka duka berjualan di area Taman Topi.  Jauh sebelum booming  penggunaan duren sebagai minuman dan makanan, Tofik dan bapaknya sudah menjadikan duren sebagai isian rasa es krimnya dan menjualnya di Taman Topi sejak 1980-an.

Kemudahan mengakses Taman Topi membuat ramai pengunjung, jualan es duren Topik pun laris manis. “Kalau akhir pekan bisa bawa pulang sampai Rp1 juta. Kalau hari bisa antara Rp400.000-Rp500.000,” ucap Bapak dua anak ini dengan senang, kemarin.

Seiring berjalan waktu, masa jaya Taman Topi berangsur meredup terlebih saat terjadi pembenahan tata kota Bogor. Berawal dari kemacetan yang terjadi di depan pintu masuk atau patung Plaza Kapten Muslihat, Taman Topi membuat aparat berwenang ( Pemerintah Kota Bogor ) membuat pagar di tengah jalan sebagai penghalang masyarakat untuk menyebrang sembarangan dan hanya bisa menyebrang di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) yang tersedia.

Tofik menilai dengan adanya pagar di tengah jalan tersebut membuat orang malas menggunakan JPO dan akhirnya lambat laun banyak pembeli es duren langganannya menjadi berkurang. Hal itu sudah berlangsung hampir tiga tahun belakangan ini. 

Namun penurunan omzet yang drastis menurut Topik terjadi saat kontrak pengelola Taman Topi dengan Pemerintah Kota Bogor berakhir Desember 2018 silam. “Sekarang untuk mendapatkan Rp200.000 sehari susah. Semakin sepi sekarang ini. Apalagi kebersihan Taman Topi juga tidak seperti dulu lagi,” lirih Tofik. 

Dia tak tahu lagi harus bagaimana, sementara waktu terus berjalan. Mau tidak mau dirinya hanya bisa memanfaatkan waktu sebelum Desember tahun ini berskhir. Harapannya pedagang seperti dirinya diakomodasi oleh Pemerintah Kota Bogor meski nantinya Taman Topi sudah tak ada lagi.

 Desember pun menjadi tanya besar bagi orang-orang yang juga mendiami Taman Topi seperti Herman. Herman seorang pemandu wisata yang kerap bermarkas di gerai Tour Information Center  juga sudah mengetahui Taman Topi dalam waktu dekat akan mejadi kenangan. 

Herman yang sudah melang melintang 29 tahun memandu wisatawan asing ini hanya menunggu waktu saja. Dia lalu menceritakan keberadaan gerai informasi wisata di Taman Topi yang telah berjasa banyak  bagi Herman. 

Berawal dari suka mengunjungi Kebun Raya hingga kini ia menjadi pemandu wisata, gerai yang di Taman Topi itulah saksi bagaimana dia mengawali menjadi pemandu wisata. Menurut Herman perubahan situasi dan kondisi hanya perlu disikapi dengan semangat bekerja lebih baik lagi. 

Herman menyebut dirinya pun pernah merasakan masa sibuk sebagai pemandu wisata  yakni pada masa sebelum 2013. Ia membandingkan saat itu sehari bisa mengantar tamu asing hingga 40 orang. Sementara lima tahun belakangan ini untuk mengantarkan tamu yang mau jalan-jalan sehari dua orang saja susah bukan kepalang. 

 Zaman yang berubah diakui Herman sebagai salah satu faktor peminat jasanya terjun bebas. Dahalu orang masih butuh mobil dan butuh pemandu wisata untuk menuju destinasi wisata. Zaman now semuanya bisa dilakukan sendiri melalui gawai. Dengan internet semuanya jadi mudah. 

Dia masih tetap bersyukur gempuran teknologi canggih tersebut tak membuat orang asing berkurang menggunakan tenaganya. Terbukti, Herman berterus terang 90 persen yang masih menggunakan jasanya menuju lokasi wisata adalah orang asing.

“Memang kalau bawa tamu lokal bingung juga mau jelaskan apa. Semuanya mereka bisa akses informasinya. Jadi untuk tamu lokal kita sekarang lebih ke fasilitator saja. Kita siapkan sarana prasarananya,” ungkap Herman yang sering mengantarkan turis dari Belanda menuju destinasi alam Bogor seperti Gunung Salak.

Bagi Herman, Taman Topi ada atau tidak ada lagi, dirinya akan mengikuti kemana nasib membawanya. Jika masih ada tempat seperti Tour Information Center ini ia akan tetap menawarkan jasanya untuk mengantarkan pelancong ke pelosok Bogor. “Saya siap antar ke seluruh tempat wisata,” ujarnya.