Indonesia Tourism Outlook 2020, Kolaborasi Teknologi dan Keahlian

0
185

Slide 1

NUSA DUA, bisniswisata.co.id,- KEMENTERIAN  Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI  Optimis, bahwa kepariwisataan Indonesia tahun 2020 akan cerah, walau pun pertumbuhan wisman tidak sebesar tahun 2014- 2018. Dalam proses pencapaian tersebut, akan ada pengaruh perubahan paradigma dari quantity ke quality tourism.  Perubahan paradigma ini harus tetap dimaknai bahwa kuantitas dan kualitas wisata sama pentinya. Peran digital semakin dominan.  Wisatawaan sudah menggunakan media digital untuk semua fase traveller’s journey (dream, search, book, visit, share). Tahun 2020, dominasi pasar adalah pasar  milenial. Bagaimna dengan kepariwisataan Bali?  Dengan brand yang kuat, Bali akan tetap menjadi destinasi utama.  Adanya travel advisory atau rekomendasi negative tidak layak kunjung, tidak akan banyak berpengaruh.  Tetapi harus disikapi dg bijak untuk memperbaiki destinasi.

Demikian ditegaskan  Ni Wayan Giri Adnyani, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, dalam acara Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2020 yang diselenggarakan Estepers, forum alumni Sekolah Pariwisata Bali. ITO 2020 mengambil tema Capturing the Landscape of Indonesia’s Tourism Industry 2020 – 2024 Collaboration between Technology and Expertise for win a quality market. Dibuka Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio di Nusa Dua.

Penyelenggaraan ITO merupakan bentuk idealisme dan sumbangsih dari para alumni yang berpengalaman dibidang pariwisata untuk menjadikan pariwisata Indonesia sebagai destinasi pariwisata terbaik di dunia,  memiliki competitive dan comparative advantage, berkualitas dan berkelanjutan berbasis masyarakat. Melalui event Indonesia Tourism Outlook ( ITO ) diharapkan mampu memprediksi forecast pariwisata kedepan dengan akurat yang dibutuhkan para stakeholder pariwisata untuk business projection

Menurut  I Nyoman Sukadana, AM.Par, SE,  selaku Ketua Umum Estepers,  bagi stake holder pariwisata sangat penting untuk mengikuti perkembangan teknologi tertutama kolaborasi teknologi dan operational di sektor pariwisata dapat berjalan selaras dan mengasilkan data akurat yang dapat di gunakan sebagai acuan layanan dan operasional.

“Melalui Event ITO 2020 ini kami mengajak kalangan yang berada di sektor Pariwisata untuk bersama-sama memahami bahwa teknologi akan membantu serta membawa perubahan besar pada bidang usaha kepariwisataan di seluruh dunia “ ungkap Gede Nyoman Sapta Adi, Project Direktor ITO 2020.

Selain menghadirkan Dra. Ni Wayan Giri Adnyani, M.Sc. CHE,  Deputy Bidang Industri dan Kelembagaan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, sebagai pembicara. Juga hadir Prof. Rhenald Kasali, Ph,D – Pemilik Rumah Perubahan sekaligus Director Pasca Sarjana Universitas Indonesia. Kadisparda Banyuwangi mewakili Abdul Azwar Anas, SPd.sS, Msi – Bupati Banyuwangi yang selama kepemimpinan nya,  berhasil meluncurkan berbagai program daerah dan menjadi agenda wisata,  salah satu nya adalah Banyuwangi Festival dengan konsep eco-tourism, Tour de Ijen serta menjadikan Bandara Blimbingsari di Banyuwangi, bandara yang disinggahi penerbangan langsung ari luar negeri.

Seorang yang juga mempunyai prestasi adalah Adi Satria – Vice President Sales & Marketing and Distribution at ACCOR Hotels, Malaysia, Indonesia dan Singapore yang akan memberikan masukan pentingnya teknologi dalam membangun dan membina hubungan dengan pelaku pariwisata dalam bidang pemasaran. Tidak ketinggalan pembicara Bank Indonesia Perwakilan Bali, Rizki Ernadi Wimanda, S.T., M.A. Ph.D. *

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.