Sleman Gencar Sosialisasi Wisata Halal di Desa Wisata

0
28
Wisatawan asing ikut membajak sawah di Desa Wisata Tanjung Sleman (Foto: yukpiknik.com)

SLEMAN, bisniswisata.co.id: Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menggandeng Halal Center Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk gencar menyosialisasikan penerapan wisata halal di wilayah Sleman dengan sasaran restoran, hotel, dan desa wisata.

“Selama ini masih ada salah persepsi perihal penerapan wisata halal. Wisata halal bukan berarti yang non-Muslim tidak difasilitasi. Adanya wisata halal itu agar wisatawan Muslim datang ke destinasi wisata terjamin kehalalannya,” papar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih di Sleman, Kamis (21/11/2019).

Dalam menerapkan konsep wisata halal di Sleman, pihaknya mengacu arahan dari Kementerian Pariwisata. “Yang terpenting di sektor wisata itu bisa ramah Muslim. Kalau datang ke destinasi wisata itu, pihak pengelola menyediakan tempat ibadahnya. Toilet laki dan perempuan dibedakan. Pakaian saat atraksi hiburan tidak terbuka,” lontarnya.

Dijelaskan, tahap awal penerapan sosialisasi ini dimulai dari desa wisata, baik yang kategori mandiri maupun berkembang. Tercatat ada puluhan desa wisata di Sleman, namun ada beberapa desa wisata yang sudah dikenal wisatawan nusantara maupun mancanegara. “Jadi kami rintis di desa wisata yang memproduksi makanan, minimal mendapatkan izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dulu,” ungkapnya.

Ia mengatakan, ke depan, proses selanjutnya lama dan agak mahal. Karena satu makanan seperti misal item tepungnya harus dilihat dari apa. “Kemudian nanti baru diajukan sertifikasi halal ke MUI,” katanya seperti dilansir laman Antara.

Sudarningsih mengatakan, untuk sektor hotel dan restoran, pihaknya sudah sosialisasikan untuk penerapan wisata halal. “Ada hotel seperti Hotel Cakrakusuma, makanan yang disediakan sudah halal,” katanya

Tercatat beberapa desa wisata di Sleman yang sudah sangat dikenal bahkan dikunjungi wisatawan, antara lain:

Desa Wisata Petung

Desa wisata ini memiliki keindahan dan suasana perdesaan yang masih sangat asri. Desa wisata Petung yang terletak pada ketinggian 850-900 meter diatas permuakaan laut memiliki berbagai daya tarik wisata alam perdesaan khas desa lereng Gunung Merapi. Hutan yang mengelilingi desa menambah kesejukan desa wisata Petung. Dari gardu pandang, dapat dilihat keelokan Gunung Merapi. Sering kali burung elang terbang ikut menghiasi pemandangan alam. Desa wisata ini berdekatan dengan gunung merapi maka, sehingga mempunyai keunikan dan keindahan alam yang mempesona. Salah satu daya tarik utama dari desa wisata ini adalah adanya perkebunan kopi yang dimiliki oleh masyarakat.

Desa Wisata Tanjung

Desa wisata Tanjung berada di Donoharjo, Ngaglik. Ada sebuah desa yang telah diresmikan sebagai desa wisata pada tahun 2001 yakni Desa Wisata Tanjung. Desa wisata ini terdiri atas 3 pedukuhan yakni Tanjung, Panasan dan Bantarjo dengan 6 RW dan 11 R. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Di sana, kita bisa mengikuti aktivitas warga lokal yakni menjadi petani. Seru dan memorable Sebagai sebuah desa wisata, Desa Wisata Tanjung menyajikan suasana tradisional Jawa yang sangat kental. Mulai dari perilaku masyarakatnya hingga benda-benda budaya. Salah satu yang paling mencolok adalah bangunan Rumah Joglo yang konon telah berusia 200 tahun. Desa Wisata Tanjung berada sekitar 5 km ke arah utara dari Monumen Jogja Kembali

Desa Wisata Pentingsari

Desa wisata yang satu ini masih di kabupaten Sleman tepatnya di lereng Gunung Merapi. Desa Wisata Pentingsari berada di Kelurahan Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan. Saat Gunung Merapi sedang bergejolak, desa ini mungkin akan masuk dalam zona berbahaya. Namun, dibalik itu, desa ini memiliki suasana pedesaan yang benar-benar menyegarkan. Masyarakat di Desa Wisata Pentingsari juga berprofesi sebagai petani. Suasana tradisional juga sangat terasa di desa wisata ini. Beberapa objek menarik yang bisa dikunjungi di desa wisata ini antara lain ancuran Suci Sendangsari serta batu luweng yang menjadi bagian dari perjuangan Pangeran Diponegoro dalam upaya mengusir penjajah

 Desa Wisata Trumpon
Kamu suka buah salak? Jika iya, desa wisata yang satu ini tak boleh terlewatkan saat sedang berada di Jogja. Desa Wisata Trumpon merupakan sebuah desa wisata yang berada di dusun Trumpon, desa Merdikurejo, kecamatan Tempel, kabupaten Sleman. Desa ini terkenal dengan agrowisata salak pondoh. Tidak cuma itu, kamu juga bisa melihat pemandangan Gunung Merapi yang tampak begitu gagah melalui gardu pandang yang tersedia di sana Di Desa Wisata Trumpon kita tak cuma bisa berkeliling melihat dari dekat pohon salak pondoh. Yang paling penting, kita bisa memetik salak pondoh langsung dari pohonnya dan memakannya langsung. Jika ingin tahu lebih jauh tentang salak, kita juga bisa bertanya-tanya tentang seluk beluk buah salak

Desa Wisata Kelor

Sesuai namanya, desa wisata ini terletak di Dusun Kelor, Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Disini kamu bisa menikmati permandangan hijau khas pedesaan. Kamu dapat menemukan perkebunan salak milik warga, dan ikut memetik dan membeli buah ini secara langsung. Berbagai fasilitas seperti outbond, flying fox, kegiatan masyarakat sehari-hari juga dapat dinikmati wisatawan. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat bermain-main di sungai dengan air jernihnya.

Desa Wisata Pancoh

Desa Wisata Pancoh memiliki keanekaragaman budaya serta alam yang sangat mendukung untuk dijadikan sebagai salah satu desa wisata Padukuhan ini dikenal masyarakat dengan surthongnya yang berada di beberapa titik kawasan perairan yang bunyinya terdengar hingga mencapai radius 10 meter.

Desa Wisata Gamplong

Desa Wisata ini terkenal dengan kerajinan tenun. Desa wisata ini, terletak di sebelah barat Kota Yogyakarta ini cukup menarik untuk disinggahi wisatawan terlebih karena masih adanya industri kerajinan tenun tradisional dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Dengan ATBM, masyarakat perajin Gamplong mampu menghasilkan kain tenun sebagai bahan stagen (kain panjang untuk melilit bagian perut wanita). Selain kerajinan tenun, perajin juga mampu memproduksi kerajinan anyaman untuk suvenir. (ndy/Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.