Italia Hadapi Krisis Internasional dengan Gerakan Pariwisata Domestik

this formate

Pemandangan indah di sekitar Laut Tyrrhenian, di Italia Selatan ( Foto: mytrip.co.id)

ROMA, bisniswisata.co.id: Setelah pandemi COVID-19, industri pariwisata mengalami krisis di seluruh dunia.  Namun, beberapa negara lebih tergantung pada sektor ini secara ekonomi daripada yang lain. Italia salah satu destinasi wisata dari wisatawan Indonesia yang dikunjungi dalam paket tour Eropa.

Bagi negara yang devisanya bergantung pada sektor pariwisata maka krisis dapat berakibat fatal dan  Italia yang pariwisatanya 13% dari PDB yang sedang berjuang keras di tengah-tengah situasi mengerikan dari rontoknya pariwisata internasionalnya.

Menurut ENIT (Otoritas Pariwisata Nasional Italia), pada tahun 2020 pariwisata di Italia akan mengalami krisis yang mendalam.  Menurut perkiraan, pariwisatanya bisa pulih  level tahun 2019 baru pada 2023.

Mengutip laporan tourism review, industri wisata akan kehilangan keuntungan lebih dari 20 miliar euro bahkan mungkin 23 euro sehubungan dengan anjloknya kedatangan kunjungan wisman ditambah hilangnya 46 miliar euro  dari pariwisata domestik.

Kota-kota Italia yang paling banyak dikunjungi berada dalam krisis.  Florence sejauh ini hanya ada 900 ribu room night per malam  , sementara hotel di Venesia hanya setengah terisi.  Jumlah penerbangan dari luar negeri juga turun 91%.

ENIT memperkirakan bahwa pada tahun 2020 ini jumlah pengunjung non-Italia akan turun sebesar 55%.  Bagian Selatan negara akan paling menderita dari situasi sulit ini, karena daerah yang paling bergantung pada pariwisata terletak di sini.

Sementara itu, meskipun pemerintah Italia berusaha untuk mengurangi kerugian yang diperkirakan dari  sektor pariwisata domestik. Tapi telah memperkenalkan paket “bonus liburan” kepada warga negaranya untuk mendorong mereka melakukan perjalanan di dalam negeri.

Pemerintah Italia telah mengalokasikan € 2,4 miliar untuk paket “bonus liburan” ini. Bonus ini disediakan untuk rumah tangga yang pendapatan tahunannya tidak melebihi € 40.000.  Keluarga yang terdiri dari tiga orang atau lebih dapat menerima € 500, sementara rumah tangga dua orang akan menerima € 300 dan satu orang akan mendapatkan € 150. 

Bonus liburan hanya dapat digunakan di wilayah Italia untuk menginap di hotel, losmen, tempat perkemahan, desa wisata dan lainnya. Nasa berlajunya hanya untuk masa menginap antara 1 Juli dan 31 Desember tahun 2020 ini.

Dalam praktiknya, berkat aplikasi seluler yang dilengkapi dengan kode QR, pelanggan akan dapat memperoleh manfaat dari diskon otomatis 80% dari nilai bonus dan 20% sisanya akan dikembalikan sebagai pengurang pajak untuk pengembalian pendapatan berikutnya  .

Pariwisata Italia menderita tahun  2020 ini karena pandemi coronavirus, dan industri memperkirakan potensi  kerugian hingga 120 miliar euro. Padahal sampai sekarang, industri ini telah menyediakan lapangan kerja bagi 4,2 juta orang dan berkontribusi  13% pada PDB.

Di Italia dan banyak negara Eropa, Hari Paskah atau Pekan Suci menandai awal musim turis, menyambut pengunjung asing, turis lokal, dan peziarah.  Musim semi merupakan musim yang kuat karena ada beberapa hari libur di Italia.

Musim panas kesempatan tawarkan kesempatan untuk menjelajahi Roma, Florence, Venesia, atau Napoli,  menikmati matahari di pantai Amalfi atau di Cinque Terre (Lima Tanah) di pantai Liguria.

Tetapi setelah wabah coronavirus dimulai pada akhir Februari, Italia – negara Eropa dengan angka kematian tertinggi – pariwisata asing runtuh, bahkan sebelum kuncian nasional diputuskan pada 10 Maret.

“Kami perkirakan omset anjlok  70% hingga 80%,” kata Luca Patane, Presiden asosiasi pariwisata Italia Confcommercio Confturismo.  Industri pariwisata tadinya mengharapkan terjual  30 juta lebih sedikit room nights per malam dalam periode antara Maret dan Mei.  Efek pandemi  juga sangat negatif untuk sektor catering dan ritel.

Setelah lockdown dicabut  di Italia, mobilitas warga masih jauh berkurang.  Musim panas dengan sedikit orang asing tak diharapkan.  Lorenza Bonaccorsi, Sekretaris Pariwisata, berpendapat bahwa tahun 2020 hancur sekali apalagi sebagian besar pemesanan dilakukan pada kuartal pertama tahun ini.”Butuh satu atau dua tahun, mungkin, untuk kembali ke level kinerja sebelumnya, “kata Bonaccorsi

Asosiasi tersebut menyerukan langkah-langkah dukungan konkret untuk pariwisata, yang telah merasakan dampak krisis paling kuat di antara sektor-sektor ekonomi. Apalagi pariwisata  Italia juga telah macet sebelum lockdown pada awal Maret dan akan terus menderita dari konsekuensi krisis coronavirus selama beberapa bulan setelah akhir jam malam, kata Patane.

Satu-satunya segmen yang dapat diandalkan industri ini adalah perjalanan domestik, yang biasanya menyumbang kurang dari setengah jumlah pelancong di negara ini.  Menurut survei terbaru yang disiapkan oleh institut SWG untuk Confcommercio dan Confturismo, 70% orang Italia percaya bahwa krisis kesehatan akan berlangsung dua atau tiga bulan lagi.

Setidaknya sampai awal musim panas, dan 47% orang Italia ingin menjadwalkan liburan mereka untuk  kemudian, sebagian besar di dalam negeri. Namun, 16% takut tidak memiliki sarana untuk membayar perjalanan mereka.

Industri pariwisata menuntut voucher hingga  € 400 dari pemerintah untuk keluarga yang merencanakan liburan di musim panas.  Ini bisa memberi oksigen ke industri pariwisata.  Survei melaporkan sepertiga dari keluarga Italia tidak memiliki rencana untuk liburan musim panas.

Dukungan sebesar € 600 per bulan untuk orang yang bekerja di sektor pariwisata Italia, yang diputuskan oleh pemerintah tentunya tidak cukup, keluh Vittorio Messina, Ketua asosiasi pariwisata Assoturismo.  Dia juga menyerukan penangguhan pembayaran pajak dan sewa untuk perusahaan pariwisata.

Pemerintah telah merencanakan langkah-langkah untuk semua industri seperti bsepertibagi pengangguran, pembayaran pajak yang ditangguhkan, jaminan sementara dari negara untuk kredit.

Ada bantuan 600 euro juga untuk wiraswasta, termasuk UKM yang berspesialisasi dalam penyewaan musiman melalui Airbnb.  Namun, beberapa studi memprediksi akan bertambah 10% kebangkrutan lagi jika krisis tidak berakhir sebelum akhir tahun ini.

Perdana Menteri Italia telah memperingatkan bahwa negara itu harus belajar “hidup berdampingan” dengan coronavirus untuk waktu yang lama. Menjauhkan diri  dan menghindari kelompok besar serta kerumunan sosial adalah langkah-langkah yang harus dipertahankan.

Prakteknya akan sangat sulit bagi kafe dan restoran kecil yang berlokasi di dekat pusat bersejarah Italia.  Bagaimana hotel akan menjamin jarak sosial 2 meter di ruang makan, pusat kebugaran, atau spa?

 

Pesona Goa Jomblang Yang Menyimpan Kisah Tragis 

this formate

Goa Jomblang Gunungkidul (Foto: garudacitizen)

GUNUNGKIDUL, bisniswisata.co.id: Sebuah tayangan terkini Netfilx – layanan streaming film berbayar – menampilkan dua sosok selebritis Asia, yaitu: Penyanyi asal Korea Selatan Lee Seung Gi dan aktor Taiwan Jasper Liu. Mereka memandu acara variety show terbaru bertajuk: “Twogether”. 

Dalam program ini mereka digambarkan tengah menjalankan misi menemukan para fans di Asia. Yang menarik, Yogyakarta terpilih sebagai destinasi pertama dalam seri petualangan tersebut. Salah satu obyek wisata yang dikunjungi adalah Goa Jomblang yang terletak di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Goa vertikal yang merupakah surganya dunia pariwisata ini adalah salah satu dari 500 goa yang terletak di pegunungan karst. Disebut goa vertikal karena ia mempunya mulut goa yang vertikal dengan jarak antara bibir gua dengan dasarnya bervariasi. Paling dalam sekitar 80 meter. Dan untuk memasuki Goa Jomblang diperlukan kemampuan teknik tali tunggal atau single rope technique (SRT).

Namun tak perlu skill yang tinggi untuk mencapai dasar goa, hanya butuh nyali saat bergelantungan 3 menit di atas tali sebelum mencapai dasar goa. Di sana sejumlah penarik sudah disiapkan pengelola agar wisatawan bisa turun. Dua orang pemandu bersiap di dasar goa menyambut dan melepas tali. Saat mencapai dasar goa, seketika kengerian itupun terbayar lunas. Di sana terhampar hutan purba yang hijau dan menakjubkan.

Menurut sejarahnya, goa ini  terbentuk karena fenomena sinkhole yang terjadi jutaan tahun lalu. Di dasar goa, hutan dengan vegetasinya terus hidup dan berkembang biak hingga sekarang. Inilah hutan purba yang hijau dan subur. Aneka pohon yang tak ditemukan di permukaan, aneka lumut, paku-pakuan, semak, hingga pohon-pohon besar tumbuh dengan rapat. 

Goa Jomblang bisa ditempuh dari pusat Kota Yogyakarta. Jaraknya kurang lebih 50 km. Setelah melewati jalan bebatuan sekitar 500 meter, pengunjung akan sampai di rumah kecil yang bisa digunakan untuk beristirahat. 

Pasangan selebritis Seung Gi dan Jasper membayar tiket sebesar Rp 500.000 per orang untuk bisa memasuki kawasan goa ini. Setelah mendapatkan penjelasan dari pemandu, mereka pun dipersilakan memilih sepatu bot dan helm yang merupakan perangkat utama sebelum menuruni goa ini.

Sekadar flashback ke belakang, goa ini menyisakan sedikit sejarah sangat kelam. Menurut cerita yang berkembang, goa ini disebut pernah dijadikan sebagai salah satu lokasi pembunuhan massal anggota PKI. Ratusan anggota PKI diperkirakan menemui ajalnya di sana. Mereka dibunuh dengan cara dijejerkan di bibir gua dengan tangan saling terikat satu dengan yang lain. Ketika salah satu ditembak dan terjatuh ke dalam goa, maka anggota lainnya otomatis akan ikut terjerembab.

Kisah ini sempat membuat takut masyarakat untuk berkunjung, apalagi ada sejumlah cerita angker yang berkembang di goa tersebut. Namun pada 1990-an masyarakat sekitar menggelar doa bersama di tempat ini. Sejak itu, tidak ada cerita seram seperti kejadian penjelajah gua yang hilang ditelan Goa Jomblang Gunung Kidul.

 

 

Pejabat UNWTO Lakukan Kunjungan Resmi ke Itali untuk Restart Pariwisata

this formate

Venesia, destinasi unggulan Italia yang dikunjungi Sekjen UNWTO dalam kunjungan resmi pertama di era COVID-19. ( Foto: NTD Indonesia).

MADRID, Spanyol, bisniswisata.co.id: Delegasi tingkat tinggi Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) tiba di Italia, kemarin, sehubungan sudah dicabutnya larangan di seluruh perbatasan Eropa untuk memulai kunjungan resmi pertama ke negara anggota yang terhenti sejak pandemi COVID-19.

Terhentinya aktivitas travel & tourism  selama beberapa bulan telah berdampak buruk bagi banyak bisnis dan jutaan mata pencaharian di seluruh dunia.  Untuk memulai pemulihan, negara-negara di dalam Zona Schengen (26 negara di Eropa) sekarang membuka kembali perbatasan mereka untuk wisatawan.

Setelah undangan resmi datang dari   Italia, Sekretaris Jenderal UNWTO,Zurab Pololikashvili, memulai kunjungan resmi 1-4 Juli dan bertemu dengan Menteri Kebudayaan, Warisan Budaya dan Pariwisata  Italia, Dario Franceschini untuk mempelajari lebih lanjut tentang rencana negara itu untuk restart pariwisatanya.

Italia memulai kembali gerakkan kegiatan pariwisata yang stabil dan berkelanjutan dari sektor andalan yang membantu melestarikan warisan budaya negara yang unik.

UNWTO memimpin memulai kembali pariwisata, dan Italia telah menunjukkan komitmennya untuk memanfaatkan kekuatan sektor ini guna mendorong pemulihan masyarakat yang lebih luas

“Aktivitas wisata domestik yang kuat dan komitmen untuk bekerja sama lintas batas sangat penting untuk mengembalikan aktivitas pariwisata yang bertanggung jawab dan banyak manfaat yang ditawarkannya, baik di dalam Zona Schengen dan di seluruh dunia, ujar Zurab Pololikashvili.

Dia memuji Pemerintah Italia atas upaya mereka sejauh ini dan menekankan dukungannya yang berkelanjutan untuk memastikan bahwa semua kegiatan terkait pariwisata secara bertahap dapat dimulai kembali. 

Dia juga mempresentasikan sumber daya yang telah dikembangkan UNWTO untuk membantu restart pariwisata termasuk rekomendasi pemulihan, peta jalan untuk pemerintah dan sektor swasta.  

Selama empat hari berikutnya dari kunjungan, Sekretaris Jenderal akan mengunjungi Roma, Milan dan Venesia, di mana ia akan mendapatkan wawasan yang mendalam tentang bagaimana sektor pariwisata dan destinasi lainnya di Italia telah mengalami dampak dahsyat COVID-19.

Selama fase lockdown badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa ini telah bekerja erat dengan negara anggotanya maupun industri wisata  untuk mengurangi dampak pada pekerjaan dan ekonomi sambil juga mempersiapkan untuk memulai kembali pariwisata dengan baik.

 

RI  Berbagi Pengalaman Mitigasi COVID-19 Indonesia di Forum UNWTO

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Langkah-langkah pemerintah Indonesia dalam menjalankan mitigasi dampak pandemi COVID-19 terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dipresentasikan dalam forum UNWTO Comission for East Asia & The Pacific UNWTO Commission for South Asia (CAP-CSA) Thirty-Second Joint Meeting (Virtual) yang berlangsung pada Selasa.

Direktur Hubungan Antarlembaga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) K. Candra Negara selaku pimpinan delegasi mengatakan, pertemuan Komisi Regional UNWTO ke-32 yang digelar secara virtual mendiskusikan berbagai upaya dalam memitigasi dampak pandemi COVID-19 di kawasan Asia Pasifik dan Asia Selatan.

“Termasuk mengenai rebuilding consumer confidence melalui strategi  Innovation, Investments and Digital Transformation yang disampaikan UNWTO. Pertemuan ini merupakan forum regional UNWTO pertama yang harus dilakukan secara virtual setelah kegiatan pertemuan fisik di Sri Lanka dibatalkan akibat pandemi COVID-19,” kata K. Candra Negara dalam siaran persnya, Rabu (1/7/2020).

Direktur Hub. Antar Lembaga Kemenparekraf K Chandra Negara ( tengah) diacara virtual forum UNWTO.

Pihaknya menyampaikan langkah pemerintah Indonesia dalam melakukan mitigasi berdasarkan tiga arahan besar Presiden Joko Widodo. Yakni program perlindungan sosial bagi pekerja pariwisata, realokasi anggaran untuk program atau kegiatan padat karya, serta stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kemenparekraf/Baparekraf kemudian menerjemahkan tiga arahan tersebut dalam berbagai program. Diantaranya bantuan langsung sementara bagi pekerja sektor kepariwisataan yang terdampak langsung pandemi, pelatihan untuk meningkatkan kompetensi di bidang kepariwisataan,

Selain itu juga menjalin kerja sama dengan pengusaha hotel dan transportasi untuk memberikan fasilitas akomodasi bagi tenaga kesehatan yang bertugas di beberapa rumah sakit rujukan pemerintah dalam penanganan COVID-19.

“Kemenparekraf/Baparekraf juga sedang menyiapkan buku panduan untuk pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sebagai turunan yang lebih detail dari protokol kesehatan yang telah diterbitkan Kementerian Kesehatan berdasarkan masukan dari Kemenparekraf untuk sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” kata dia.

Panduan tersebut mencakup pengaturan hotel, restoran, destinasi wisata, homestay, hingga tour operator yang sekaligus diharapkan bisa mendapat dukungan dari UNWTO dalam penyelesaian acuan tersebut.

 

Sektor MICE kembali dibuka di Malaysia

this formate

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id:  Malaysia membuka kembali sektor Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE) yang ditandai dengan penyelenggaraan seminar pariwisata yang diselenggarakan oleh Persatuan Agen Pelancongan Malaysia (MATA) di Kuala Lumpur, kemarin.

Acara itu diselenggarakan bersamaan dengan peluncuran portal booking wisata Malaysia www.ditofa.com bertempat di gedung PWTC yang dihadiri sebanyak 250 peserta yang merupakan syarat maksimal yang ditentukan Majelis Keamanan Nasional (MKN) Malaysia.

Mengutip kantor berita Antara, acara  ini dihadiri Direktur Pariwisata Domestik dan Acara Pariwisata Malaysia,  Dr Ammar Abd Ghapar mewakili Menteri  Hajah Nancy Shukri, Presiden MATA Haji Mohd Khalid Bin Harun dan CEO Ditofa Haffiz Halim dan sejumlah praktisi industri pariwisata.

Penyelenggaraan acara tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan yakni peserta menjalani pengukuran suhu dan tempat duduk diatur dengan pola jaga jarak sosial.

Ammar Abd Ghapar dalam sambutannya mengatakan penyelenggaraan acara seminar pelancongan tidak berarti penyelenggaraan webinar saat pandemik tidak baik namun dalam rangka menstimulasi perekonomian sehingga tidak bisa hanya duduk dalam rumah.

“Kita harus keluar rumah sehingga industri bisa tumbuh. Kalau tidak industri tidak akan bergerak karena itu kami ucapkan terima kasih kepada PWTC yang sudah berani membuat acara ini. Kegiatan Ini merupakan pertama kali diselenggarakan di Malaysia,” katanya.

Dia mengatakan penyelenggaraan acara ini akan menjadi pembanding bahwa kalau sebuah acara diselenggarakan dengan protokol kesehatan maka akan selamat dari COVID-19.

“Industri pariwisata ini terkait antara yang satu dengan yang lain. Penyelenggaraan acara ini mengikutsertakan food and beverage sehingga membantu industri ini dan kalau ini dibantu transportasi berjalan untuk menggerakkan penjual sayuran,” katanya.

Pada kesempatan yang sama dia mengajak warga Malaysia untuk melakukan wisata keluarga dengan mengunjungi destinasi-destinasi pariwisata yang ada di negara ini.

 

Pengambil Kebijakan dan Pelaku Ekonomi Kreatif didorong Antisipasi Cepatnya Perkembangan Artificial Intelligence ( AI)

this formate

Kemenparekraf Whisnutama Kusubandio saat mengikuti webinar dengan topik Artificial Intelligence . ( Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Artificial Intelligence ( AI) menjadi topik bahasan yang diharapkan dapat dikembangkan ke depan dalam bentuk regulasi dan kebijakan di Indonesia dalam mengantisipasi perkembangan ekonomi digital ke depan,” kata Wishnutama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kemarin.

Perkembangan ekonomi digital ke depan harus dapat diimbangi dengan kemampuan peningkatan keamanan data. Hal Ini menjadi salah satu poin penting yang harus dapat diantisipasi seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk di sektor ekonomi kreatif, dalam transformasi dunia digital, ” tambahnya dalam webinar Bagaimana Artificial Intelligence (AI) Mempengaruhi Sistem Hak Cipta?”, Selasa (30/6/2020).

“Kedaulatan data juga hal krusial karena menyangkut ekosistem ekonomi digital, kedaulatan data sangat penting untuk membangun ekonomi digital ke depan,” ujar Wishnutama.

Indonesia harus benar-benar bisa mewujudkan kedaulatan data agar potensi lokal kita bisa lebih kompetitif dan dapat bersaing dengan berbagai platform digital atau produk buatan luar.

“Melalui diskusi ini diharapkan ada masukan mengenai hal-hal yang perlu dikembangkan ke depan dalam bentuk regulasi dan kebijakan di Indonesia dalam mengantisipasi perkembangan ekonomi digital ke depan,” kata Wishnutama.

Artificial Intelligence dinilai sebagai salah satu teknologi yang patut diantisipasi perkembangannya oleh para pelaku ekonomi kreatif karena dapat memberi banyak kemudahan, terutama dalam mengkonstruksi data untuk diterjemahkan ke dalam karya yang disukai banyak orang, kata Ari Juliano Gema, Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi dan Regulasi Kemenparekraf dalam diskusi Regulasi Ekonomi Digital.

“Pada umumnya AI merupakan disiplin ilmu komputer yang ditujukan untuk mengembangkan mesin dan sistem yang dapat melakukan tugas yang dianggap membutuhkan kecerdasan manusia,” kata Ari Juliano Gema.

 Freddy Harris ,  Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM   dan    Ari Juliano Gema, Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi dan Regulasi Kemenparekraf.

Dia memberi contoh beberapa karya dari AI yang begitu menakjubkan. Diantaranya “The Next Rembrandt”, yakni sebuah proyek iklan yang dipesan oleh ING Bank kepada J. Walter Thompson, sebuah biro periklanan pada 2016. Proyek AI ini menganalisis 346 lukisan karya Rembrandt van Rijn, pelukis Belanda yang juga dikenal sebagai pelukis terbesar dalam sejarah seni Eropa.

Hingga sampai pada sebuah kesimpulan bahwa jika Rembrandt masih hidup saat ini, kemungkinan besar ia akan melukis seorang pria berusia 30-40 tahun, memakai baju hitam dan topi, serta posisi wajah dari sisi kanan. “Iklan tersebut kemudian memenangkan lebih dari 60 penghargaan periklanan,” kata Ari Juliano.

Selain itu, program AI juga telah memungkinkan untuk membuat sebuah novel. Contohnya novel yang diciptakan melalui sebuah perangkat lunak yang dikembangkan oleh Hitoshi Matsubara dan timnya di Future University Hakodate, Jepang. Novel dari hasil AI tersebut kemudian diikutkan dalam lomba, bersaing dengan novel-novel terbaik di Jepang dan hampir memenangkan lomba tersebut.

Atau program dari BOTNIK, dimana program AI ini menganalisis tujuh novel Harry Potter mulai dari gaya penulisan dan lainnya, hingga akhirnya program AI ini bisa menghadirkan buku lanjutan novel Harry Potter.

“Novel Harry Potter sudah tamat, namun menggunakan AI dapat menganalisis 7 novel Harry Potter dan muncullah novel buatan BOTNIK yang orang-orang mengapresiasi dan tidak menyangka bahwa novel tersebut dibuat melalui sebuah program AI,” kata Ari.

Ibarat dua sisi mata uang, kemajuan teknologi ini selain menawarkan banyak kemudahan sekaligus dapat memberi ancaman bagi para pelaku ekonomi kreatif dari sisi orisinalitas dan hak cipta.

Di sinilah diperlukan antisipasi bersama dari seluruh pemangku kepentingan ekonomi kreatif untuk dapat mendorong hadirnya produk hukum yang dapat melindungi para pelaku ekonomi kreatif ke depannya.

“Masalahnya ketika AI itu yang mengandung ““DNA”” dari karya orang lain digunakan oleh orang yang tidak berhak, dalam hal ini bukan pencipta dan bukan pemegang hak cipta, tentu akan bermasalah ketika dia menghasilkan sebuah karya,” kata Ari.

Untuk itu perlu diatur dengan jelas seberapa besar keterlibatan seseorang yang memakai aplikasi AI untuk menghasilkan sebuah karya dalam merancang, membuat, memimpin dan mengawasi, pembuatan karya tersebut sehingga dapat dikategorikan sebagai pencipta karya tersebut menurut UU Hak Cipta.

Asosiasi atau organisasi pelaku ekraf pun didorong untuk membuat panduan mengenai batasan kemiripan substansial atas suatu karya di bidangnya masing-masing. Sehingga dapat mengantisipasi karya yang dibuat aplikasi AI dari ““DNA”” karya-karya yang sudah ada.

“Sehingga hasil apapun yang ada di pasar baik dari pribadi ataupun AI sudah dapat diklasifikasi apakah melanggar hak cipta atau tidak,” kata dia.

“Kita harus dapat merespons perkembangan teknologi khususnya yang mendorong inovasi ekonomi digital, sehingga nantinya kita tidak ketinggalan jauh dari perkembangan teknologi dalam membuat kebijakan hukum dan regulasi. Segala hal soal dampak positif dan negatif dapat diantisipasi dengan adanya produk hukum yang melindungi dari dekat,” ujar Ari.

Hal senada dikatakan Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, Freddy Harris yang menyebutkan hukum akan selalu berkembang dan mengikuti perkembangan yang ada.

Ia pun menilai Artificial Intelligence ke depan dapat menjadi subyek hukum yang sama dengan perorangan maupun badan hukum-korporasi karena memiliki fungsi-fungsi yang sama seperti pembawa hak, pemilik hak ekonomi, pemilik hak moral, pemilik hak terkait, dan lainnya.

“Seseorang bisa didenda, dikenakan ganti rugi, dan lainnya. Hanya saja saat ini ‘rumah’ atau aturannya belum dibuat. Tapi kita akan ke sana, mari kita pikirkan kemungkinan bahwa AI bisa menjadi subjek hukum masa depan,” kata Freddy.

 

Kunjungan Turis Asing Ke Thailand Diprediski Anjlok Hingga 80 Persen Tahun Ini

this formate

Kunjungan Turis Asing ke Thailand anjlok akibat corona (foto: mopays)

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak orang menahan diri, bahkan membatalkan rencana perjalanan, baik dalam maupun luar negeri. Industri paling terdampak oleh keadaan ini adalah pariwisata. Thailand, salah satu negara tujuan wisata paling populer di dunia, mulai mengkalkulasi penurunan drastis jumlah wisatawan asing yang datang. 

Sektor yang menyumbang 12 persen dari pergerakan ekonomi di negeri gajah putih itu, diperkirakan baru akan pulih pada 2021. Demikian seperti disampaikan Chairat Triratanajaraspon, presiden Dewan Pariwisata Thailand, kepada reporter, seperti dilansir Reuters.

Jumlah turis asing yang datang tahun ini diproyeksi tergerus menjadi maksimal hanya 8 juta atau turun 80 persen dari tahun lalu. Tercatat sebanyak 39,8 juta wisatawan asing datang ke Thailand pada 2019.

Awal pekan ini, Bangkok mencabut larangan penerbangan internasional, tetapi itu pun dibatasi hanya berlaku bagi penumpang yang memenuhi syarat tertentu.

Dewan pariwisata telah mendesak pemerintah untuk menandatangani perjanjian perjalanan dengan negara-negara yang dianggap mampu mengendalikan wabah virus Corona, seperti: Cina, Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan.

Hingga kemarin, Selasa (30/6), Thailand tak mencatat kasus baru. Itu berarti sudah 36 hari tak ada kasus baru ditemukan di sana. Akibat Corona, negara berpotensi kehilangan pendapatan hingga 1,6 triliun bath atau sekitar 51,78 miliar dollar.

Untuk itu pemerintah terus mendorong peningkatan pariwisata domestik. Targetnya, 80 hingga 100 juta perjalanan, kata gubernur Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) Yuthasak Supasorn dalam briefing terpisah. Target itu tak terlalu ambisius. Bandingkan dengan jumlah perjalanan tahun lalu yang mencapai 166,84 juta perjalanan domestik.

Pemerintah telah setuju untuk meluncurkan paket stimulus sebesar US$ 722 juta guna mendorong sektor pariwisata. Dukungan untuk perjalanan domestik akan diluncurkan mulai pertengahan Juli.

Sedangkan rombongan pertama wisatawan asing yang telah diatur keberangkatannya akan tiba dalam satu atau dua bulan mendatang, kata wakil gubernur Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) Kunchorn Na Ayutthaya.

Sayang, dia tak menyebut dari mana saja asal turis tersebut. TAT sendiri menargetkan 10 hingga 12 juta turis asing akan datang tahun ini.Thailand termasuk negara non Uni Eropa yang mulai hari ini warga negaranya boleh  berkunjung ke negara-negara anggota Uni Eropa.

 

 

Uni Eropa Izinkan 15 Negara non UE Masuk Termasuk Jepang & Thailand

this formate

BRUSSEL, bisniswiaata.co.id: Uni Eropa (UE) beranggotakan 27 negara telah memutuskan bahwa mulai hari ini, 1 Juli 2020 perbatasan akan dibuka kembali untuk warga negara dari 15 negara non-UE, termasuk Kanada, Maroko dan Australia, tetapi tidak untuk AS, Brasil, dan Rusia.

Cina ada dalam daftar, tetapi tunduk pada perjanjian timbal balik, masih tertunda. Keputusan bulat oleh Dewan Eropa tidak mengikat secara hukum, sehingga negara dapat memilih untuk tidak membuka diri terhadap semua negara tersebut. Para diplomat menghabiskan waktu lima hari untuk memperdebatkan daftar 15 negara itu, di tengah berbagai kekhawatiran pandemi.

Hasilnya yang disebut “tujuan perjalanan aman” adalah, selain China: Aljazair, Australia, Kanada, Georgia, Jepang, Montenegro, Maroko, Selandia Baru, Rwanda, Serbia, Korea Selatan, Thailand, Tunisia, dan Uruguay.

Inggris dan empat negara non-UE lainnya – Swiss, Islandia, Liechtenstein dan Norwegia – secara otomatis dimasukkan sebagai “aman”. Dikutip dari laporan wartawan BBC Gavin Lee di Brussels mengatakan ada lobi ketat oleh perwakilan AS, Rusia dan Turki untuk dimasukkan dalam daftar.

Para pejabat UE mengatakan keputusan itu didasarkan pada sejumlah faktor ilmiah a.l memastikan bahwa tingkat infeksi Covid-19 di negara itu cukup rendah (di mana negara memiliki kurang dari 16 dalam setiap 100.000 yang terinfeksi). Bahwa ada kecenderungan kasus menurun dan kebijakan social distancing berada pada “tingkat yang memadai”

Seorang diplomat dari negara anggota Eropa utara mengatakan kepada BBC bahwa sejumlah pertimbangan geopolitik juga mempengaruhi keputusan itu, Negara-negara Balkan dan Eropa Timur telah merekomendasikan agar Georgia, bekas negara Soviet, dimasukkan.

Pemerintah Hongaria dipahami telah melobi untuk dimasukkannya Serbia.  Pejabat Spanyol mengatakan mereka meminta Maroko dimasukkan dalam daftar, asalkan ada perjanjian timbal balik.

Denmark dan Austria berada di antara beberapa negara anggota dengan alasan jumlah negara kurang dari 15 negara. Tetapi pada akhirnya, itu keputusan diadopsi dengan suara bulat oleh negara-negara anggota. Setiap negara anggota harus mengumumkan kapan mereka akan mulai menerima kembali warga dari beberapa atau semua negara tersebut.

Para pejabat Perancis mengatakan mereka berharap untuk mengimplementasikan keputusan itu dalam hari-hari mendatang. Republik Ceko telah menerbitkan daftar delapan negara yang dianggapnya aman untuk bepergian. Daftar UE ini akan diperbarui setiap dua minggu dan Inggris dicakup oleh fase transisi Brexit

Banyak kontrol perbatasan telah dicabut untuk warga Uni Eropa yang bepergian di dalam blok tersebut.  Aturan masa depan untuk pelancong Inggris adalah bagian dari negosiasi Brexit saat ini.

Tetapi warga negara Inggris masih diperlakukan dengan cara yang sama seperti warga negara Uni Eropa sampai akhir masa transisi Brexit pada tanggal 31 Desember, kata Komisi Uni Eropa. Jadi selama periode ini warga negara Inggris dan anggota keluarga mereka dibebaskan dari pembatasan perjalanan sementara UE.

Negara-negara UE di zona Schengen yang beranggotakan 26 negara biasanya mengizinkan penyeberangan perbatasan bebas paspor untuk warga negara UE, tetapi otoritas nasional telah menerapkan kembali pembatasan dalam krisis ini. 

Negara ke 27, Malta adalah sebuah negara kepulauan di Eropa Selatan. Malta terletak sekitar 80 km (50 mi) di selatan dari Italia,

Inggris saat ini sedang negosiasikan “jembatan udara” sementara dengan beberapa negara anggota UE, sehingga pandemi coronavirus tidak sepenuhnya memblokir liburan musim panas – musim tersibuk di Eropa untuk pariwisata, yang mempekerjakan jutaan orang.

Dalam diskusi Uni Eropa ada perpecahan antara Spanyol yang menginginkan peningkatan pariwisata, tetapi lebih memilih untuk bermain aman karena mereka telah terpukul sangat keras oleh CIVID-19 – dan yang lain seperti Yunani dan Portugal, yang bergantung pada pariwisata tetapi terlalu parah akibat virus.

Mungkin orang akan berpikir sangat mudah memutuskan negara non-UE mana yang dianggap “aman”.  Tapi trrnyata prosesnya berliku-liku dan terpecah belah, memadukan politik dan ekonomi, serta kesehatan masyarakat.

Negara-negara seperti Jerman dan Spanyol, ngeri dengan kehancuran COVID-19, ingin bermain aman. Mereka mendorong untuk memiliki daftar pendek negara-negara dengan tingkat infeksi rendah, layanan kesehatan yang baik dan data kesehatan yang dapat diandalkan.

Tetapi Yunani dan Portugal punya ide lain.  Karena ingin meningkatkan post-lockdown mereka, ekonomi lesu dengan pariwisata, dan tidak terlalu takut dengan infeksi yang meluas pada puncak pandemi, mereka malah menginginkan daftar sepanjang mungkin.

Kemudian datang Prancis, bersikeras pada timbal balik.  Jika negara non-UE melarang penerbangan dari blok tersebut, kata Paris, mereka tidak akan muncul dalam daftar. Akhirnya: pertimbangan diplomatik muncul.

Betapa canggung bagi Uni Eropa ( UE) untuk memasukkan beberapa negara tetapi tidak yang lain. Setelah berhari-hari tawar-menawar, daftar terakhir adalah upaya yang dicoba.  Banyak keringat metaforis, darah dan air mata untuk membuat 15 daftar yang hanya bersifat nasehat, terbuka untuk pengecualian dan akan secara teratur diubah dan diperbarui.

 

Kemenparekraf Optimalkan Potensi Industri Gaming di Masa Pandemi

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kemenparekraf mendorong para pelaku ekonomi kreatif agar mengoptimalkan potensi industri gaming Indonesia di tengah masa pandemi. Industri gaming mengalami perkembangan yang cukup signifikan di tengah pandemi COVID-19,” kata Syaifullah, Direktur Industri Kreatif, Film, Televisi dan Animassi Kemenparekraf/ Baparekraf saat Webinar Seri Ngobrol Parekraf dengan tema “Potensi Besar Industri Gaming di Indonesia” kemarin.

Dari data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Game Indonesia (AGI), pertumbuhan pengembang game di Indonesia naik 10-20 % di tengah pandemi lantaran lonjakan penggunaan platform digital di kalangan masyarakat, khususnya para penggemar game, katanya.

Syaifullah juga menjelaskan, industri gaming di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing dalam pasar internasional. Pada 2017, pengembang aplikasi dan game berkontribusi 1,93% terhadap produk domestik bruto sektor ekonomi kreatif Indonesia atau sebesar Rp 19.115,1 miliar. 

“Sektor ini juga dapat menyerap 44.733 tenaga kerja pada subsektor aplikasi dan game developer pada tahun yang sama,” tambahnya.

Namun, Syaifullah menjelaskan industri gaming tidak semata tanpa masalah. Pembajakan, keamanan siber, serta pemerataan akses telekomunikasi masih menjadi kendala yang dihadapi industri ini. 

Pada saat yang bersamaan, Asosiasi Game Indonesia (AGI) bersama LIPI dan Kominfo sedang melakukan riset nasional untuk mengetahui kondisi terbaru dari Ekosistem Industri Game Indonesia. 

Ketersediaan data yang akurat menjadi point penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang tepat untuk pengembangan ekosistem gaming nasional.

Saat ini, pemerintah sedang mengupayakan berbagai inisiatif strategis untuk menunjang industri gaming agar semakin meroket dari tahun ke tahun dan menjadikan game lokal sebagai tuan rumah di industri game nasional.

Salah satunya adalah dengan menghadirkan skema insentif. Selain itu, berbagai gelaran acara game juga dilakukan, contohnya adalah gelaran Piala Presiden Esports pada Februari 2020 serta inisiatif ‘GELORA 2020’ (Game Lokal Kreasi Indonesia) yang sedang dilaksanakan dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

“Kita banyak menyaksikan talenta dan konsep orisinil game developer lokal yang datang dari berbagai daerah di Indonesia,” katanya

Selain mendapatkan dukungan pemerintah, Syaifullah sudah melihat beberapa perusahaan besar mulai serius menggarap sektor game dengan menjadi sponsor beberapa tim eSports di Indonesia. Hal tersebut merupakan sinergi yang baik agar ekosistem industri game semakin matang.

           Statistik Industri Game developper di Indonesia

Presiden Indonesia Esports Premier League (IESPL), Giring Ganesha, menambahkan eSports juga bisa menjadi profesi yang menjanjikan bagi generasi muda yang sangat akrab dengan perkembangan teknologi.

“Industri Gaming di Indonesia semakin diakui eksistensinya. Data dari IESPL di 2019 menunjukkan Indonesia menempati peringkat 12 di pasar gaming dunia dengan total pemain game aktif sebanyak 62,1 juta orang. Secara keseluruhan di tahun 2019 industri ini menghasilkan pendapatan sebesar 1,04 miliar dolar AS,” jelasnya.

Tiga alasan yang membuat eSports kian populer di kalangan masyarakat. adalah shifting from PC to mobile yang menunjukkan pergeseran tren penggunaan game ke perangkat yang lebih praktis dan simple, yaitu melalui telepon genggam, kata Giring.

Kedua shifting from single to multiplayer, yang berarti peminat game sekarang lebih memilih untuk memainkan game yang bermode multipemain karena dapat membangun semangat kebersamaan. 

Ketiga, shifting from playing to watching, yang dilakukan oleh peminat game untuk menonton pemain lain berstrategi dalam menyelesaikan sebuah game melalu berbagai platform digital. 

“Tidak dapat dipungkiri lagi, industri gaming memiliki potensi yang besar bagi Indonesia. Pengembang game seperti Agate, yang berasal dari Bandung, berhasil merilis game berjudul Valthirian Arc: Hero School Story dan mampu meraih pemasukan sebesar 1 juta dolar AS.,”

Jenjang karir eSports pun tak kalah hebatnya, banyak sekali pemain eSports bertalenta yang sudah mengharumkan nama bangsa, seperti Rizki Faidan yang berhasil meraih juara pertama dalam ajang PES LEAGUE ASIA FINALS 2019, dan terkenal sebagai salah satu atlet eSports ternama di Asia Tenggara,” ungkapnya

Giring juga menilai dukungan pemerintah terhadap industri gaming selama ini sudah cukup baik, terlihat dari penyelenggaraan kompetisi eSports yang secara rutin dilakukan oleh pemerintah seperti kompetisi Piala Presiden Esports 2019 dan 2020. 

“Saat ini atlet gaming tanah air memiliki potensi besar untuk membawa nama baik Indonesia ke tingkat internasional, sama halnya dengan atlet olahraga lainnya. Impian kami semua di IESPL adalah untuk melihat semakin banyak atlet eSports menjadi juara mewakili Indonesia di atas panggung kompetisi eSports internasional dan melihat bendera merah putih berkibar dengan iringan lagu Indonesia Raya,” kata Giring.

 

Ini Daftar Kota Termahal di Dunia untuk Ekspatriat

this formate

                  Kota Ashgabat (foto: silkroad)

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Kota Ashgabat di Turkmenistan, negara di Asia Tengah yang merdeka pada Oktober 1991, muncul sebagai kota termahal kedua di dunia bagi para ekspatriat. Kota berjulukan ‘Kota Marmer Putih’ itu berada satu tingkat saja di bawah Hong Kong, demikian menurut survei yang dilakukan Mercer bertajuk Cost of Living Survey. 

Kota Ashgabat menggeser Tokyo (no.3) dan New York (no.6). Negara yang terkenal memiliki banyak kota unik ini dianggap mampu mengatasi krisis ekonomi dan kekurangan pangan, serta mengendalikan hiperinflasi. 

Hong Kong tetap bertengger di posisi puncak meski tengah menghadapi kerusuhan politik. Itu karena sebagian besar pasar properti termahal di dunia ada di sana.

Data Marcer ini dikumpulkan pada Maret saat pandemi Covid-19 baru mulai merebak. Oleh sebab itu data ini tidak mencerminkan dampak pandemi terhadap harga-harga dan biaya hidup. Meski demikian, fakta bahwa harga bahan makanan mulai melonjak di Amerika Serikat serta tempat lain,maka dapat dipastikan kota-kota termahal di dunia akan semakin mahal. 

Sejumlah faktor seperti: fluktuasi mata uang, biaya inflasi untuk barang dan jasa, serta tarif akomodasi, berkontribusi pada biaya hidup para ekspatriat yang bekerja untuk perusahaan multinasional.

Survei ini bertujuan untuk membantu pemerintah dan perusahaan multinasional menetapkan gaji bagi karyawan yang pindah dan bekerja ke luar negeri.

Saat ini tatanan ekonomi global tengah berubah akibat pandemi Covid-19. Banyak perusahaan mulai menerapkan pendekatan baru termasuk menata ulang kebijakan bekerja di kantor dan mulai mengenalkan kebijakan bekerja dari rumah. Inlah saatnya untuk mempertimbangkan kembali wawasan dan mindset.

Berikut ini adalah 10 kota paling mahal di dunia bagi ekspatriat menurut survei Mercer.

  1. Hong Kong (China)
  2. Ashgabat (Turkmenistan)
  3. Tokyo (Japan)
  4. Zurich (Switzerland)
  5. Singapore
  6. New York City (USA)
  7. Shanghai (China)
  8. Bern (Switzerland)
  9. Geneva (Switzerland)
  10. Beijing (China)