Jamu Bagian Penting Medical Tourism Indonesia

this formate

Karyanto, pendiri JamuDigital.com ingatkan potensi jamu untuk medical tourism di Indonesia.(Foto.Dok. Pribadi).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Jamu sebagai warisan nenek moyang bangsa Indonesia memiliki potensi besar untuk mejadi bagian penting dari Medical Tourism pengobatan tradisional Indonesia.

Kunci utama untuk mewujudkannya adalah mensinergikan stakeholders terkait untuk membangun medical tourism pengobatan tradional yang sudah menjadi bagian dari kultur masyarakat Indonesia. 

Medical tourism adalah perjalanan seseorang dari suatu negara ke negara lain untuk mencari perawatan medis- apakah konvensional atau tradisional. Indonesia memiliki potensi besar untuk pengobatan tradisional, dengan menggunakan Jamu sebagai bagian penting dari tatalaksana medical tourism

Menurut Karyanto,  Fouder JamuDigital, dengan potensi sumber daya alam, kompetensi SDM, dan dukungan sosial-budaya yang kuat, produk herbal di Indonesia atau yang biasa dikenal dengan istilah Jamu ini, semestinya dapat menjadi komoditi yang mendunia-termasuk melalui medical tourism.  

“Sayangnya, melimpahnya biodiversitas di nusantara ini, belum didukung political will yang kuat. Akibatnya, potensi yang ada belum menjadi keunggulan daya saing. Negara diharapkan dapat memposisikan diri untuk mendukung pertumbuhan nation branding, sehingga produk herbal atau jamu di Indonesia dapat lebih menjulang tinggi di era Revolusi Industri 4.0,” ujar Karyanto- Sarjana Farmasi Alumni UGM ini.

Padahal Presiden Indonesia, Joko Widodo sudah menjadi ‘brand ambassador’ Jamu melalui Vlog Jamu yang menjadi viral- yang menceritakan kebiasaan Pak Jokowi minum Jamu ramuan: Jahe, Kunyit dan Temulawak yang dikonsumsi secara rutin.

Semestinya, budaya minum Jamu dari orang nomor satu di Indonesia ini, juga dapat dijadikan motivasi untuk dijadikan budaya minum Jamu oleh seluruh masyarakat Indonesia. Presiden saja minum Jamu!

Melihat fenomena ini, Karyanto- yang juga lebih dari 10 tahun berkarir sebagai wartawan ini, ingin berpartisipasi mengembangkan literasi Jamu melalui media online JamuDigital (www.jamudigital.com). Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun sebagai praktisi komunikasi public- diberbagai perusahaan bidang farmasi dan alkes di Indonesia, maka sejak awal tahun 2017 mendirikan JamuDigital

Karyanto setiap hari menggemakan potensi Jamu melalui media online dan jaringan media sosial JamuDigital- untuk membantu memperkuat brand Jamu Indonesia dan akses pasar digitalnya melalui www.jamudigital.com

Menurut dia, potensi bahan alam di Indonesia dengan meninjau dari sejumlah aspek, yaitu tiga aspek: Genetic resources, Traditional knowledge, Herbal medicine product.

Aspek Genetic resources merujuk pada keanekaragaman hayati di Indonesia. Dengan lebih dari 30.000 spesies tanaman, Indonesia dikenal sebagai negara mega biodiversitas ke-5 di dunia (LIPI, 2015). Sekitar 9.600 tanaman berkhasiat sebagai obat.

Aspek Traditional knowledge didasarkan pada hasil penghimpunan informasi oleh Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (RISTOJA). Menurut data yang diperoleh RISTOJA, terdapat sekitar 25.821 ramuan dan 2.670 spesies tumbuhan obat. Data tersebut diperoleh setelah meneliti 303 etnis yang tersebar di 24 provinsi di Indonesia (Laporan Ristoja B2P2TOOT, 2015). 

Aspek Herbal medicine products dapat melihat jumlah NIE (Nomor Ijin Edar) obat tradisional. Data yang tersedia hingga September 2018, sebanyak 10.688 NIE (data base Badan POM). Dan kurang dari 5.000 simplisia yang digunakan untuk memproduksi obat tradisional.

Karyanto menilai  potensi Jamu Indonesia benar-benar potensi yang dahsyat.  Jamu harusnya jadi muatan kapal ekspor non migas, juga menjadi ‘senjata’ penembus pasar global ditengah era back to nature masyarakat dunia apalagi di era COVID-19.

Tidak banyak negara dengan potensi sehebat  Indonesia. Ini juga potensi untuk dijadikan bagian penting dari medical tourism. Lantas mengapa jamu Indonesia belum naik kelas menjadi bagian dari Jaminan Kesehatan Negara (JKN)?

Sebagaimana yang telah diketahui, China sangat kuat dengan tradisi Traditional China Medical (TCM), India memiliki ayuverda, Jepang memiliki kampo. Negara tetangga, Malaysia juga punya produk herbal tongkat ali. 

Dengan sinergi meletupkan semangat ‘bambu runcing’ sebagai metafora merujuk ‘sikap maju tak gentar’, Karyanto yakin, Indonesia dapat menjadi negara kuat di bidang pengembangan obat herbal, ramuan jamunya mengalir melintas berbagai benua, menyehatkan masyarakat dunia.

Dalam perjalanannya mengembangkan literasi jamu, Karyanto tidak segan untuk menyempatkan diri mencari produk herbal Indonesia atau sekedar membandingkan herbal di negara-negara yang pernah ia kunjungi.

Mpon-mpon Indonesia seperti jahe, kunyit, temulawak dan kencur yang berkhasiat melawan virus corona

Jamu sebagai Nation Branding

Konsep nation branding pada prakteknya dapat menjadi pilihan strategi komunikasi pemasaran untuk memperkuat citra produk Indonesia- yang unik dan komprehensif. Komunikasi nation branding yang terencana, mampu membawakan nilai-nilai baik kepada masyarakat internasional terhadap citra Indonesia.

Imbal baliknya adalah mempermudah strategi komunikasi ‘product branding’. Nation branding adalah usaha membangun dan menjaga citra suatu negara secara holistik, yang dibentuk melalui internal dan eksternal yang berbasis pada nilai dan persepsi positif.

Saling berinteraksinya antara product branding dengan nation branding, seakan kita tidak dapat memisahkan keduanya. Sudah seperti satu paket, keduanya saling memberi pengaruh dan mempengaruhi.

Salah satu contoh bagaimana nation branding sangat mempengaruhi product branding adalah sado. Masyarakat Jepang yang selalui mengenalkan budaya minum teh hijau (sado) kepada para pengunjung.

Kesan pertama saat dikenalkan dengan sado waktu tahun 1994 berkesempatan untuk mengunjungan Hiroshima biasa saja. Malah lebih nikmat menyeruput teh aroma melati yang sangat terkenal di tanah air. 

Namun, seperti itulah membangun product branding, dengan menggiring publik. Dalam suatu pameran, para pengunjung dikepung untuk mendapatkan persespi yang unik. Membangun nation branding- dikemas dalam product branding disampaikan dalam tourism program

Jepang sukses dengan strategi ini, yang kini kita kenal teh Matcha. Jepang juga mengembangkan TJM (Traditional Japanese Medicine) dan pengobatan herbalnya terkenal dengan nama Kampo.  

Selain Jepang, Malaysia juga memiliki sistem nation branding yang cukup baik. Geliat herbal di negara tetangga banyak memiliki basis kesamaan budaya kita. Seperti yang telah disebutkan tadi, Tongkat Ali merupakan brand herbal yang cukup terkenal di Malaysia. Bahkan di toko sekelas minimarket yang khusus menjual produk helbal, terdapat alat pendeteksi keaslian produk Tongkat Ali tersebut. Nama alatnya MediTag. 

Seperti kartu ATM, tetapi ada dua lubang, yang mana lubang tersebut digunakan untuk ditempelkan pada barcode yang ada pada setiap kemasan. Jika produk herbal itu asli, maka akan terbaca sebuah logo dari sebuah lembaga di Malaysia. Jika palsu, tidak muncul logo tersebut.

Tidak hanya di minimarket saja, di berbagai mall besar di Malaysia, seperti Suria KLCC, Kuala Lumpur City Centre, juga di Central Market yang mana menjadi destinasi yang sering dikunjungi wisatawan, juga ada counter yang menjual Tongkat Ali. 

Tidak hanya itu, olahan herbal dari jahe juga cukup populer di Malaysia seperti yang dijual di salah satu toko herbal khusus di Chin Swee Temple.

Contoh lainnya adalah India, sempat belajar Ayuverda dan Fisioterapi di Shree Guru Gobind Singh Tricentenary (SGT) University di Gurgaon, New Delhi dan di Janardan University (UdaipurI) India, dia melihat bahwa keunggulan Ayuverda adalah dikonsep secara terintegrasi dalam sistem pengobatan tradisional yang terpadu. 

Ayurveda terdiri dari kata ‘ayur’ berarti hidup, dan ‘veda’ berarti bermakna pengetahuan/ilmu pengetahuan, Ayuverda sendiri memiliki arti ilmu pengetahuan tentang hidup atau cara hidup sehat berdasarkan ilmu pengetahuan. 

Konsep pengobatan Ayuverda yang memanfaatkan tumbuhan sebagai obat, telah menjadi bagian dari nation branding bangsa tersebut.

Selain itu, di Arab Saudi, masyarakat dunia tentu sangat akrab dengan buah kurma dan susu unta. Buah kurma adalah product branding yang kuat untuk makanan dengan kandungan gizi yang tinggi, dan sudah menyebar ke berbagai negara, khususnya di negara-negara mayoritas muslim. 

Indonesia dengan diaspora yang sangat banyak di jazirah arab ini, harusnya dapat dijadikan pasar herbal/ jamu. Jumlah diaspora Indonesia diseluruh dunia mencapai 8 juta orang dan di Arab Saudi relatif besar jumlahnya, apalagi dengan kegiatan ibadah umrah dan haji- silih berganti.

Penguatan UMKN 

Karyanto menyarankan untuk menjadikan Indonesia sebagai medical tourism pengobatan tradisional, maka kolaborasi dan sinergi dari berbagai stakeholders perlu dilakukan, yaitu dengan langkah-langkah strategis berikut ini:

  1. Makin memberdayakan UMKM Jamu agar mutu produk meningkat, kemasan makin modern, akses pasar digital dikembangkan
  2. Menetapkan sejumlah wilayah di Indonesia sebagai destinasi wisata Jamu dan konsep ini dikombinasikan dengan pelayanan pengobatan tradisional yang terintegrasi sehingga dapat menjadi medical tourism yang menjanjikan
  3. Meningkatkan kompetensi pengobatan tradisional, tidak hanya skill teknik terapinya, tetapi juga skill bahasa asingnya.
  4. Disiapkan eksosistem digital yang mensinergikan konsep medical tourism. 

Kini political will dibutuhkan agar jamu menjadi bagian penting Medical Tourism Indonesia. Perlu fokus sejauhmana mpon-mpon sebagai  obat herbal yang tepat untuk melawan COVID-19 ?

 

Giorgio Arrmani & Gino Sorbillo Jadi Dubes UNWTO

this formate

Giorgio Arrmani, desainer kondang yang ditunjuk jadi Dubes Khusus Pariwisara oleh UNWTO. ( Foto: DA MAN Magazine)

ITALIA, bisniswisata.co.id: Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) telah menunjuk dua Duta Besar baru untuk memimpin dimulainya kembali bisnis pariwisata di seluruh Eropa yaitu perancang busana terkenal Giorgio Armani dan chef Dino Gino Sorbillo sebagai Duta Besar khusus untuk  Pariwisata.

Pada kesempatan kunjungan ke Italia  delegasi resmi pertama yang melakukan perjalanan sejak penutupan perbatasan akibat COVID-19, UNWTO telah menunjuk perancang busana terkenal Giorgio Armani dan chef Dino Gino Sorbillo dalam peran baru mereka sebagai Duta Besar Khusus.

Keduanya akan memanfaatkan status dan pengaruh mereka untuk mempromosikan pekerjaan badan khusus PBB untuk pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.  Sebagai pemimpin dalam bidang keahlian memasak dan fashion, mereka mewakili dua sektor ekonomi terbesar Italia dan dua industri yang berkontribusi untuk menjadikan negara ini sebagai pemimpin pariwisata global.  

Sejak mendirikan perusahaannya sendiri pada tahun 1975, Giorgio Armani telah menjadi identik dengan gaya Italia.  Sebagai koki, Gino Sorbillo terkenal dengan pizza tradisional Nepal dan telah membuka restoran pemenang penghargaan di seluruh dunia.

“Italia adalah salah satu tujuan wisata paling terkenal di dunia.  Setiap tahun, jutaan orang mengunjungi untuk menikmati budayanya, mode dan keahlian memasaknya.  Sebagai imbalannya, pariwisata mendukung mata pencaharian dan ekonomi lokal dan regional dan membantu melestarikan budaya Italia ini,” kataSekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili.

Sebagai Duta Khusus UNWTO untuk Pariwisata, Giorgio Armani dapat membantu memperkuat pesan utama UNWTO tentang kekuatan pariwisata dalam menciptakan peluang dan mendorong pertumbuhan. Sebagai Duta Khusus UNWTO untuk Pariwisata Gastronomi, Gino Sorbillo akan memamerkan kemampuan unik keahlian memasak untuk melestarikan dan mempromosikan warisan budaya serta memberi wisatawan rasa unik dari destinasi yang mereka kunjungi.

 Setelah menerima penunjukkan itu, Armani mengatakan: ‘Saya benar-benar senang telah dihormati dengan cara ini oleh sebuah organisasi yang percaya bahwa orang-orang harus didorong untuk melihat keindahan dunia dengan cara yang penuh hormat dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Nenurut Armani, rasa tanggung jawab terhadap komunitas telah membantunya melalui pandemi yang mengerikan ini, dan juga telah mendorongnya untuk memainkan peran kecilnya dalam membantu mereka yang terlibat dalam perang melawan virus, dan perjuangan melawan ekonomi  serta tantangan yang ditimbulkannya.  

“Kepercayaan pada komunitas global dan penghargaan terhadap kemanusiaan yang kita semua bagikan adalah apa yang akan membantu kita membangun masa depan yang lebih baik bagi diri kita sendiri dan generasi yang akan datang,” kata Desainer Georgio Armani.

Dengan memperhatikan hal-hal penting dalam hidup, seperti betapa berharganya  menjaga lingkungan dan tugas untuk melindunginya maka penunjukkan ini merupakan suatu kehormatan untuk mengambil peran sebagai Duta Besar Khusus untuk Pariwisata. tegasnya.

Penunjukan tersebut juga memperkuat hubungan kuat UNWTO dengan Italia, negara Anggota pertama yang menerima kunjungan dari kepemimpinan organisasi sejak  seluruh dunia memberlakukan pembatasan perjalanan dalam menanggapi pandemi. 

Delegasi UNWTO yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal berada di Italia 1-4 Juli 2020 dan mengunjungi Roma, Italia, Milan dan Venesia dan bekerja dengan otoritas nasional dan kota untuk mendukung memulai kembali pariwisata dan memastikan ini berjalan seiring dengan pemulihan ekonomi dan sosial yang lebih luas.

Dirjen Hubdar Permudah Akses ke Candi Borobudur dengan Transportasi Terintegrasi.

this formate

Keindahan Candi Borobudur yang mendunia  ( Foto: Kemenparekraf)

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Dirjen Pehubungan Darat, Kementerian Pehubungan RI, Budi Setyadi mengimplementasikan progam Kawasan Stategis Pariwisata Nasional ( KSPN) dengan revitalisasi penyediaan pelayanan angkutan antarmoda pola tetap dan teratur yang akan menjadikan lokasi wisata lebih mudah diakses, teritegrasi dengan moda lain.

” Kita dukung dengan kepastian layanan, peningkatan konektivitas serta menciptakan captive demand , dengan menggunakan skema mix use untuk mendukung visi dan misi Presiden Joko Widodo dalam pengembangan KSPN,” ungkap Budi.

Kementerian perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat hadir untuk menyediakan sarana transportasi umum sebagai penunjang bagi masyarakat maupun wisatawan dalam melakukan aktifitas perjalanan wisata dari dan menuju Kawasan Candi Borobudur,” kata  Budi Setiyadi  dalam sambutannya yang dibacakan Direktur Angkutan Jalan Ahmad Yani secara online, Sabtu.

Dirjen Budi menyampaikan itu dalam “Rapat Revitalisasi Peningkatan PelayananAngkutqn Antarmoda Pola Tetap Dan Teratur Di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobidur Dengqn Konsep Mix Use Penggunaan Sarana Angkutan”. Hadir dalam rapat itu Kepala BPTD Jateng dan DIY, Kadiahub Jateng, Kadishub DIY dan seluruh pihak terkait di Yogyakarta.

Menurut Budi, Pelayanan Angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) hadir sebagai solusi dalam memenuhi tingkat kebutuhan transportasi masyarakat dalam sektor pariwisata. Sebuah kompetensi dasar dalam layanan transportasi yang diberikan Pemerintah melihat factor keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan dan keteraturan.

Dengan situasi pandemi COVID -19 yang terjadi di seluruh dunia berakibat pada  perubahan pola aktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari – hari. Untuk itu, Pemerintah melalui Kemenhub  mulai menerapkan konsep New Normal yaitu perubahan budaya hidup masyarakat dengan melihat pada pedoman protokol kesehatan sesuai standar WHO dalam pelayanan bidang transportasi masal.

Ahmad Yani menambahkan tak hanya Standar Prosedur Protokol kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh, penggunaan hand sanitizer, penggunaan masker, namun juga  physical distancing juga perlu dilakukan dan di sosialisasikan khususnya dalam penggunaan transportasi umum.

Menurut Yani, seluruh upaya yang dilakukan oleh Pemerintah tidak akan maksimal, jika tidak ada sinergitas dari seluruh pelaku usaha yang begerak pada bidang pariwisata serta menjadi poros utama dalam menyukseskan, melancarkan dan meningkatkan kualitas kinerja penyelenggaraan pelayanan KSPN.

Oleh karena itu, dalam kesempatan  tersebut, Ahmad mengajakl peserta rapat kenormalan baru sebagai momentum dan awal kebangkitan pariwisara RI.

“Penyelenggaraan angkutan umum yang baik, selamat, aman, nyaman dan sehat   merupakan kewajiban dan tanggung jawab bersama, antara pemerintah pusat dan daerah, operator angkutan umum untuk memberikan dan meningkatkan kualitas pelayanan angkutan jalan, sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tambahnya.

Dukungan semua oihak dibutuhkan mengingat Candi Borobudur adalah sebuah Megastruktur warisan wangsa Syailendra yang dibangun mulai abad 8 ini merupakan bangunan candi dan kitab pengetahuan Buddha terbesar di dunia. 

Pasca ditetapkannya Candi Borobudur menjadi Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991, ia menjadi jujugan turistis. Kini tak kurang dari 3,5 juta pengunjung setiap tahunnya memadati benda cagar budaya tersebut. 

Tingginya jumlah pengunjung, meningkatkan daya perekonomian khususnya sektor perekonomian mikro dan makro sebagai penunjang roda perekonomian masyarakat sekitar. Transportasi merupakan suatu elemen yang tak terpisahkan dari roda perekonomian baik skala mikro maupun makro.

 

DPR Setujui Perubahan Anggaran Kemenparekraf Tahun 2020 

this formate

Menparekraf Whisnutama di dampingi Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo saat Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI, kemarin (Foto: Kemenparekraf) 

JaKARTA, bisniswisata.co.id: Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengapresiasi kinerja Kemenparekraf/Baparekraf khususnya dalam menjalankan langkah-langkah mitigasi dampak COVID-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

Selain itu juga menyetujui perubahan anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun anggaran 2020 dengan pemotongan anggaran Kemenparekraf RI pada APBN Tahun  sebesar Rp 2,045 triliun.

“Komisi X DPR RI menyetujui pemotongan anggaran Kemenparekraf RI pada APBN Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 2,045 triliun,” kata Agustina Wilujeng, Wakil Ketua Komisi X DPR RI.

Berbicara  selaku pimpinan rapat dalam rapat kerja antara Komisi X DPR dengan Kemenparekraf di Gedung DPR/RI Jumat,  Agustina Wilujeng menyatakan dengan pemotongan anggaran tersebut maka pagu anggaran yang awalnya sebesar Rp 5.366.861.663.000 berkurang menjadi sebesar Rp 3.265.457.304.000.

“Pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan diharapkan tetap dapat menjadi tulang punggung bangkitnya ekonomi Indonesia di masa-masa yang akan datang,” kata Agustina. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyambut baik persetujuan dan dukungan Komisi X DPR sebagai mitra Kemenparekraf/Baparekraf. 

Komitmennya untuk melaksanakan upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia memasuki fase normal baru.Termasuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap sektor pariwisata yang berfokus pada kebersihan, kesehatan, keamanan dan lingkungan (Cleanliness, Health, Safety and Environment-CHSE). 

Tahapan-tahapan tersebut termasuk promosi nantinya akan dilakukan dengan melihat perkembangan penanganan COVID-19 serta kesiapan daerah, pelaku industri, maupun masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. 

Hal ini sangat penting karena jangan sampai dalam pelaksanaannya nanti malah terjadi peningkatan kasus baru. Memperbaiki protokol bisa dalam waktu satu atau dua hari, tetapi mengembalikan rasa percaya wisatawan itu butuh waktu lama

“Terima kasih banyak atas masukan, saran, dan dukungannya. Semoga pariwisata dan ekonomi kreatif kita bangkit dan berkembang jauh lebih baik,” ungkap Wishnutama.

Dalam rapat ini, Komisi X DPR RI juga menyetujui pagu indikatif belanja K/L Kemenparekraf/Baparekraf Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp 8 triliun. Total anggaran tersebut meliputi RAPBN sebesar Rp 4,111 triliun dan usulan tambahan sebesar Rp 3,888 triliun yang di dalamnya mencakup anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp 454,3 miliar.

Walmart Ubah 160 Lahan Parkir Jadi Bioskop Drive-in

this formate

Walmart ubah lahan parkir jadi bioskop drive-in (foto: Fortune)

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Pandemi Covid-19 telah memaksa seluruh bioskop di Amerika Serikat (AS) konvensional tutup. Film-film anyar pun terpaksa menunda perlisannya. Tetapi hasrat orang untuk menonton tetap ada, bahkan makin membuncah. 

Walmart, jaringan supermarket terbesar di AS melihat peluang bisnis baru. Selain tentunya itu bertujuan untuk membantu industri film yang tengah berjuang di tengah pandemi virus Corona. Mereka berencana membuka drive- in bioskop. 

Tak perlu lahan baru untuk mewujudkannya. Mereka hanya memanfaatkan tempat parkir yang ada di toko serba ada itu. Rencananya, pusat perbelanjaan milik Keluarga Walton ini bakal mengubah 160 tempat parkirnya untuk bioskop konvensional yang masih ditutup di hampir seluruh wilayah di AS.

Untuk rencana tersebut, Walmart akan menggandeng Tribeca Enterprises, perusahaan media milik aktor Robert De Niro, yang akan memprogram film yang tayang di bioskop drive in tersebut. Sayangnya, pihak Walmart belum memberi penjelasan lebih detil soal di mana tempat parkir dari pusat perbelanjaan yang akan dijadikan bioskop drive-in maupun jenis film apa saja yang bakal ditayangkan.

Walmart hanya menyatakan, seperti dilansir CNN, rencana lebih detil bakal diungkapkan pada laman resmi. Rencana ini akan mewujud pada Oktober mendatang dan menggelar sekitar 300 kali penayangan film.

  “Waktu yang ramah buat keluarga dan teman ini bisa dihabiskan dengan menikmati penayangan film-film populer, dan penampilan khusus para pembuat film serta selebritis. Semua itu akan dikirim langsung ke kendaraan pelanggan,” tulis Walmart dalam keterangan tertulis mereka. 

Toko-toko Walmart terdekat dengan bioskop drive-in akan tetap buka sehingga penonton dapat memesan makanan kecil hingga makanan utama sebelum menontont film di bioskop drive-in.

Sejak Pandemi COVID-19, bioskop drive-in kembali bermunculan di AS. Ini adalah cara para pemilik bioskop kecil untuk bertahan karena bagaimanapun penutupan bioskop telah berdampak pada usaha mereka. Pelaku bisnis tersebut memutuskan untuk membuka bioskop drive in demi menutupi hilangnya pendapatan.

Whisnutama: Pelaku Parekraf Agar  Maksimalkan Kebijakan Insentif Pemerintah.

this formate

Menparekraf Whisnutama dudampingi Wamenparekrag Angela Tanoesoedibyo tengah bincang-bincang dengan pengelola hotel. ( Foto: Kemenparekraf) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) didorong untuk memanfaatkan berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam upaya mitigasi dan mempercepat pulihnya perekonomian sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dari dampak pandemi COVID-19. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dalam keterangannya, Jumat, mengatakan, pemerintah telah menggulirkan berbagai program yang dapat dimanfaatkan industri parekraf yang terdampak pandemi COVID-19. 

“Salah satunya melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 44/PMK.03/2020 sebagai perluasan dari PMK 23 yang mengatur tentang pemberian insentif berupa subsidi PPh 21, pembebasan PPh Pasal 22 Impor, dan pengurangan PPh Pasal 25 sebesar 30 persen,” ungkap Whisnutama.

Termasuk untuk sektor pariwisata dan yang mencakup perhotelan, restoran, biro perjalanan wisata, dan usaha wisata lainnya serta bidangbekonomi kreatif seperti fotografi, periklanan, perfilman, dan lainnya

“Namun pemanfaatan program ini oleh industri masih rendah, baru dipergunakan oleh 200 ribu wajib pajak atau sebesar 8 persen dari 2,3 juta wajib pajak,” kata Wishnutama Kusubandio. 

Untuk itu Menparekraf mengimbau industri agar lebih aktif dan mengoptimalkan kebijakan stimulus dan relaksasi yang diberikan sehingga keberlangsungan industri pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif tetap laju di tengah pandemi. 

Kemenparekraf sendiri akan terus melakukan sosialisasi kepada industri agar informasi ini tersampaikan dengan baik. Termasuk proaktif menghubungi para pelaku agar dapat memanfaatkan kebijakan stimulus dan relaksasi. 

“Seperti pengurangan pajak dan lainnya yang mereka eligible (berhak) bukan hanya untuk tahun ini tapi juga untuk tahun depan,” kata Wishnutama. 

Begitu juga untuk pelaku UMKM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dapat mengakses program bantuan yang telah disiapkan pemerintah. 

Pemerintah sebelumnya telah menyiapkan lima skema perlindungan dan pemulihan ekonomi bagi sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Termasuk program khusus bagi pelaku usaha ultra mikro yang diharapkan dapat membuat mereka dapat bertahan di tengah pandemi COVID-19.

Kemenparekraf sendiri memiliki program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) yang menyasar UMKM di beberapa subsektor yang telah ditetapkan. Yakni kuliner, fesyen, kriya, aplikasi, film animasi dan video, game developer, serta pariwisata (khususnya desa wisata). 

“Untuk tahun 2020 ini kami menyiapkan dana sebesar Rp24 miliar untuk pendukungan pengembangan UMKM lewat program Bantuan Insentif Pemerintah,” kata Wishnutama. 

Kampanye aktivasi #DiIndonesiaAja Mengajak Wisnus Berwisata di Dalam Negri

this formate

Kunjungan wisman ke Indonesia turun tajam 86,90%, Pemerintah fokus bidik wisnus. ( Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kampanye aktivasi #DiIndonesiaAja mengajak wisatawan domestik untuk berwisata di dalam negeri dengan tetap menegakkan protokol Cleanliness, Health, and Safety(CHS), kata kata Ari Juliano Gema, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Dampak COVID-19 Kemenparekraf/Baparekraf, hari ini.

Fokus pada segmen wisatawan nusantara (wisnus) menjadi langkah   awal Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) dalam pemulihan sektor pariwisata yang terdampak pandemi COVID-19.

“Kami memprioritaskan untuk menggarap segmen wisatawan nusantara terlebih dahulu dalam waktu dekat yang akan menggerakkan kembali perekonomian melalui sektor pariwisata dengan  menggarap segmen wisatawan nusantara ( wisnus) terlebih dahulu,” tambah Ari Juliano Gema.

Wisnus akan menjadi harapan bagi percepatan pemulihan sektor pariwisata Indonesia, sehingga Kemenparekraf salah satunya membuat program kampanye tersebut. “Untuk membangun kepercayaan terhadap destinasi Indonesia, penerapan protokol CHS dipersiapkan, didukung dengan acuan penerapan protokol kesehatan yang telah dikeluarkan Kementerian Kesehatan,” jelasnya.

CHS diturunkan ke panduan protokol kesehatan sektor parekraf, yang antara lain dalam bentuk buku panduan digital dan pembuatan konten kreatif bekerja sama dengan hotel, rumah makan, dan sektor ekonomi kreatif lainnya yang akan segera diluncurkan, tambahnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada pada Mei 2020 mencapai 163.600 orang. Posisi ini meningkat 3,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, dibandingkan dengan periode yang sama di 2019, kunjungan wisatawan mancanegara mengalami penurunan tajam sebesar 86,90 persen. Menurut kebangsaan jumlah wisman pada Mei 2020 terutama berasal dari Timor Leste sebesar 49,8 persen. Posisi kedua diikuti oleh Malaysia sebanyak 40,6 persen dan China 1,2 persen.

Dari jumlah kunjungan turis tersebut yang menggunakan transportasi darat tercatat sebanyak 114,7 ribu orang atau 70,1 persen. Sementara untuk sektor laut tercatat 48,4 ribu orang atau sebesar 29,6 persen.

“Khusus untuk segmen wisatawan mancanegara, kami terus melakukan soft promotion dengan melakukan kampanye #DreamNow #TravelTomorrow. Hal itu lantaran penduduk dunia sangat sensitif saat ini, maka promosi luar negeri juga akan lebih menyuarakan tentang DreamNow sambil terus menginspirasi untuk #TravelTomorrow,” ujarnya.

Ari Juliano juga menjelaskan, dalam upaya memberikan customer journey, konsep dreaming adalah salah satu awal yang baik. Oleh karena itu, Indonesia perlu terus melakukan promosi digital untuk menginspirasi wisatawan sehingga saat kondisi sudah memungkinkan untuk melakukan perjalanan, mereka akan memilih berwisata di Indonesia.

“Ketika penyebaran COVID-19 mulai terkendali, masyarakat diharapkan tetap saling mengingatkan untuk menegakkan protokol kesehatan. Belajar dari negara lain yang berhasil menangani COVID-19 dengan baik, yang bangkit terlebih dahulu adalah wisatawan domestiknya,” ujarnya.

 

Dua Bersaudara di Madiun Sulap Hamparan Sawah Jadi Tempat Wisata  

this formate

Taman Bantaran Kali Poyo di Madiun (foto: Solopos)

MADIUN, bisniswisata.co.id: Meski terbilang sederhana, anak-anak di Desa Banaran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kini punya alternatif tempat bermain yang menyenangkan. Persisnya di atas hamparan sawah seluas 2.000 meter persegi. 

Dua kakak beradik, Suwarno dan Suwandi, berinisiatif membangun taman wisata yang mereka namai Taman Bantaran Kali Poyo. Di sana ada sejumlah wahana bermain, seperti: sepeda gantung, kereta gantung, becak dan keretea mini. Anak-anak bisa merasakan sensasi naik kereta gantung melintasi hamparan sawah atau mengayuh sepeda di udara di atas sawah.

Selain itu, untuk mempercantik wahans, dua warga Madiun ini menanami bunga-bungaan dan pohon pepaya serta markisa di lingkungan sekitar sawah. Tujuannya, selain untuk mempercantik taman wisata juga agar para orang tua yang menamani putra-putrinya bermain dapat sekaligus membeli buah yang dapat dipetik langsung dari pohon. Tentu dengan harga sangat terjangkau.

Salah seorang penggagasnya, Suwarno, mengatakan awal mendirikan taman ini karena ada kegelisahan terhadap fasilitas taman yang minim bagi anak-anak di desanya. Di lain sisi, ada tempat yang menarik untuk dijadikan taman. 

“Jadi sebelumnya di areal sawah ini ada lahan yang terbengkalai. Tidak terawat. Banyak ditanami alang-alang. Saat itu, kami mulai membersihkannya,” ujar dia, seperti dilansir Madiun Pos.

Pada Juni 2019, Suwarno yang selama ini berprofesi sebagai petani bersama saudaranya Suwandi, dibantu beberapa orang, mulai membersihkan dan menata kawasan tersebut. Ternyata setelah taman itu jadi, repons masyarakat lumayan positif.

Mereka pun rela mengeluarkan dana dari kocek pribadi untuk mewujudkan Taman Wisata. Total biaya yang sudah digunakan untuk menata taman ini sekitar Rp30 juta. 

“Jadi tidak langsung Rp30 juta ya. Bertahap. Kalau ada uang sedikit, beli cat, menata taman, membuat wahana,” ujar Suwandi yang merupakan PNS di Kabupaten Madiun itu.

Langkah kecil kakak beradik ini dapat menginsipirasi masyarakat desa lain untuk kreatif menciptakan tempat-tempat wisata yang unik, dan tak perlu mahal. Untuk masuk ke lokasi Taman Banaran Poyo ini, pengelola tak memungut bayaran sepeser pun. Mereka hanya diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan dan merusak tanaman.

 

 

 

ACI dan IATA Minta Pemerintah Tanggung Biaya Cek Tambahan Kesehatan

this formate

Tes darah cepat dilakukan oleh Otoritas Kesehatan Dubai (DHA) di bandara  dan hasilnya tersedia dalam 10 menit. Biaya kesehatan sebelum terbang ini harus ditanggung pemerintah ( Foto: IATA)

MONTREAL, Kanada, bisniswisata.co.id: Airports Council International (ACI) World dan International Air Transport Association (IATA) mendesak agar biaya yang berkaitan dengan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang ditujukan untuk mengurangi penyebaran penyakit menular harus ditanggung oleh pemerintah.

Efek pandemi COVID-19 pada industri dan ekonomi yang lebih luas telah menghentikan penerbangan di tingkat global, yang menyebabkan kerugian multi-miliar dalam pendapatan dan lalu lintas udara.

Ketika industri penerbangan memulai kembali dan merencanakan pemulihan jangka panjang yang berkelanjutan, kesehatan dan keselamatan penumpang dan staf tetap menjadi prioritas utama bagi bandara dan maskapai penerbangan.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), melalui Dewan Tugas Pemulihan Penerbangan  (CART), telah memutuskan untuk bermitra dengan negara-negara anggotanya, organisasi internasional dan regional, dan industri untuk mengatasi tantangan dan untuk menyediakan panduan global keselamatan, keamanan.

Sepakat memulai kembali secara berkelanjutan dan memulihkan sektor penerbangan.  Panduan TakeOff ICAO menguraikan sejumlah langkah baru untuk menjaga kesehatan masyarakat, yang sudah diperkenalkan oleh bandara dan maskapai penerbangan di seluruh dunia.

Untuk memastikan implementasi , langkah-langkah ini di lapangan  yang meliputi pemeriksaan kesehatan, sanitasi dan jarak sosial – akan membutuhkan implementasi oleh otoritas nasional yang sesuai.  

ACI dan IATA percaya bahwa peran dan tanggung jawab pemerintah, maskapai penerbangan, bandara udara, dan pemangku kepentingan operasional lainnya yang ada harus dihormati dalam menerapkan respons terhadap wabah COVID-19. 

Operator penerbangan dan bandara harus dilibatkan dalam diskusi nasional untuk menilai kepraktisan penerapan solusi yang diusulkan oleh ICAO yang bertujuan untuk harmonisasi lintas yurisdiksi.

Ada pengakuan bahwa tambal sulam berbagai kerangka kerja berisiko membingungkan pelancong, memperkenalkan inefisiensi dan biaya kepatuhan tambahan yang tidak perlu pada penumpang, bandara dan maskapai penerbangan. Padahal Peraturan Kesehatan Internasional Organisasi Kesehatan Dunia mewajibkan pemerintah membayar biaya tindakan kesehatan.

 “Ketika bandara beroperasi dan maskapai penerbangan mulai pulih secara perlahan, kesehatan dan keselamatan penumpang dan staf sangat penting dan banyak tindakan kesehatan baru sedang dipertimbangkan oleh pemerintah untuk implantasi di bandara,” kata Direktur Dunia ACI World, Luis Felipe de Oliveira. 

Ketika industri menavigasi kompleksitas dari memulai kembali operasi, ACI percaya biaya tindakan kesehatan apa pun yang diperlukan harus ditanggung oleh pemerintah, tegasnya mengingatkan.

ACI dan IATA selaras dengan masalah ini, sebagaimana diatur dalam Aviation Restarting Safely – ACI dan IATA Joint Approach yang merupakan masukan kami untuk panduan TakeOff ICAO.  Ini menyatakan bahwa pendanaan publik untuk tindakan kesehatan harus dipastikan, termasuk tetapi tidak terbatas pada infrastruktur atau perubahan operasional yang diperlukan untuk implementasinya. 

 “Industri penerbangan ingin membuat dunia bergerak kembali.  Kami telah berhasil bekerja dengan ICAO dan banyak pemerintah di seluruh dunia untuk menerapkan protokol standar yang menjaga kesehatan masyarakat,” kata Alexandre de Juniac, Direktur Jenderal dan CEO IATA.

Dia mengatakan standar protokol juga memberi para pelancong kepercayaan diri untuk kembali mengudara.  Tetapi industri ini masih berada di tepi jurang keuangan.  Biaya tambahan dari tindakan kesehatan yang diamanatkan oleh WHO harus  ditanggung oleh pemerintah. 

” Hal  Itu akan memungkinkan industri untuk memfokuskan sumber daya yang menghubungkan kembali dunia dan meningkatkan pemulihan ekonomi global. ” ungkap Juniac

 

 

 

Industri MICE Thailand Siap Bangkit 

this formate

Bangkok International Trade & Exhibition Centre atau BITEC, salah satu venue MICE. ( Foto: Expo Stars)

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Pemerintah Thailand telah mengizinkan industri MICE di negri itu  memulai kembali tanpa batasan ukuran dan kehadiran di bawah tahap keempat kelonggaran dari langkah-langkah lockdown.

Untuk mendorong industri MICE Thailand di era New Normal maka Thailand Convention and Exhibition Bureau ( TCEB) dan Departemen Kesehatan (DOH) di bawah Kementerian Kesehatan Masyarakat  sebelumnya sudah melakukan inspeksi ke Bangkok  International Trade & Exhibition Centre (BITEC).

Mengutip TravelDailyNews , Inspeksi di BITEC diikuti kunjungan ke IMPACT, tempat utama bisnis konvensi lainnya di Bangkok. Kunjungan ke tempat-tempat MICE lainnya termasuk fasilitas hotel di sekitar Bangkok akan menyusul.

Langkah-langkah kesehatan baru di tempat-tempat konvensi Thailand adalah bagian dari Pedoman Kebersihan MICE Venue, yang telah dikembangkan TCEB bekerja sama dengan asosiasi pemangku kepentingan utama di negri itu seperti, Asosiasi Insentif dan Konvensi Thailand (TICA), Asosiasi Pameran Thailand (TEA) dan Asosiasi Manajemen Acara (EMA), sebagai persiapan  untuk pembukaan kembali bisnis MICE.

Pedoman ini sejalan dengan arahan dari Departemen Pengendalian Penyakit dan Departemen Kesehatan dan memenuhi kriteria Pusat Administrasi Situasi COVID-19 (CCSA).  Dengan demikian, industri MICE Thailand telah mendapatkan persetujuan pemerintah untuk memulai kembali tanpa batasan ukuran dan kehadiran maksimum yang sudah efektif  sejak 15 Juni 2020.

Supawan Teerarat, Wakil Ketua TCEB mengatakan Industri MICE dan acara bisnis di Thailand sedang memasuki periode transformasi yang signifikan.  TCEB, sebagai badan nasional yang mengawasi industri MICE akan membantu para pengusaha untuk mereset operasi sehingga mereka daakanmemulai bisnis lagi.

“MICE Venue Hygiene Guidelines adalah salah satu inisiatif biro untuk memastikan pemerintah bahwa MICE dapat beroperasi dengan cara yang dapat meminimalkan risiko infeksi penyakit dan memastikan operator layanan, kebersihan dan keselamatan pengunjung di tempat tersebut,” ungkap  Supawan Teerarat.

Kolaborasi dan dukungan di antara para pemangku kepentingan untuk mempraktikkan pedoman kesehatan dan langkah-langkahnya sangat penting untuk menciptakan dan meningkatkan kepercayaan dalam bisnis MICE Thailand dan memastikan bahwa industri dapat bergerak majuduntuk menggerakkan perekonomian nasional, tambahnya.

Pemerintah dan Departemen Kesehatan mengakui pentingnya industri MICE sebagai salah satu sektor utama yang mendorong ekonomi dan pembangunan negara, kata Dr. Panpimol Wipulakorn, Direktur Jenderal Departemen Kesehatan, Kementerian Kesehatan Masyarakat.

Dia  mengatakan bahwa pihaknya telah berkolaborasi dengan jaringan mitra rekanan untuk meningkatkan standar higiene bagi industri MICE untuk memungkinkan keselamatan tempat dan peralatan mereka serta langkah-langkah perlindungan bagi staf, penyelenggara acara, dan peserta acara. 

Departemennya juga telah memantau, membimbing, dan memberikan rekomendasi tentang praktik kebersihan untuk sektor bisnis ini mengatasi normal baru.  Ini akan meningkatkan kepercayaan diri pengusaha dan peserta acara untuk melakukan kegiatan ekonomi bersama dengan perlindungan kesehatan, ujarnya.

Panittha Buri, Managing Director Bangkok International Trade & Exhibition Centre atau BITEC, mengatakan telah siap melayani sebagai penyedia layanan MICE terkemuka di Asia-Pasifik selama lebih dari 2 dekade dengan Standar Tempat MICE Thailand bersertifikat.  

Untuk meningkatkan standar terhadap pandemi COVID-19, BITEC telah mengambil 6 langkah pencegahan: 1. mengadopsi aplikasi pemerintah Thailand-Chana, untuk check-in dan check-out, 2.  menempatkan titik penyaringan di area akses, 3. membatasi 1 orang per 4 meter persegi, 4. menyemprotkan kuman di aula, 5. menyiapkan langkah-langkah jarak fisik, 6. PR semua tindakan dalam organisasi sebelum dibuka kembali.

“Kami menerapkan konsep yang disebut “Zona ANTI COVID” dengan menggunakan inovasi UVC yang maju secara teknologi yang dapat membunuh kuman dan bakteri COVID-19 di permukaan udara.  Pengunjung dapat memastikan kebersihan dan keselamatan di area BITEC karena kami secara ketat melakukan pedoman sesuai denganKprotokol kesehatan, ” tambahnya.