Desa Spa Berusia Ratusan Tahun ini Dijual Seharga Rp 101 Miliar

this formate

Desa spa ini dijual seharga Rp 101 miliar (foto: businessinsder)

VASTMALAND COUNTY, bisniswisata.co.id: Jika dunia saat ini membuat Anda jengah, bayangkan saja betapa dahsyatnya memulai sesuatu yang baru. Apalagi kalau bisa mengumpulkan uang sebanyak 7 juta dollar AS, atau setara Rp 101 miliar.

 Sebuah desa bernama Satra Brunn yang terletak di Vastmaland County, Swedia (sekitar 90 menit di utara Stockholm) menawarkan kesempatan langka bagi siapapun yang ingin memilikinya. Seluruh desa dengan fasilitasnya dijual seharga 7 juta dollar AS.

Desa ini dibangun pada abad ke-18. Satra Brunn adalah potret sempurna arsitek desa Swedia, lengkap dengan gereja, sekolah, sebuah hotel, dan pabrik untuk mengemas mata air lokalnya sendiri.

Selama 320 tahun, Satra Bunn juga dikenal sebagai desa spa. Pemilik saat ini membelinya di awal tahun 1990. Jonas Martinsson yang menangani penjualan untuk Real Estate Internasional Christie mengatakan ada 15 kelompok terbentuk yang dengan penuh kasih sayang memelihara desa ini.

Jonas Martinsson menambahkan: “Ini adalah struktur yang sangat kompleks yang berkembang selama bertahun-tahun.” “Tidak ada yang bisa membangun desa jenis ini dalam beberapa tahun,” tambahnya, seperti dilansir CNN.

Bukan hanya itu, desa Sastra Brunn juga memiliki pra-sekolah yang mendidik 40 anak-anak setempat, pusat konferensi pers, spa dengan kolam renang, gym dan sauna.

Luas Sastra Bun mencapai lebih dari 70 hektar dan memiliki lebih dari 70 bangunan selama hampir 30 tahun. Penduduknya juga membuat acara perayaan rutin, pesta musim panas tahunan yang menarik  sekitar 6.000 pengunjung.

Namun, usia yang semakin tua membuat para penduduk mencari orang lain untuk menjadi pemimpin. Saat ini, sang pemilik sering menghabiskan waktu di desa, tapi mereka menyiapkan adanya kemungkinan jika seseorang bisa membawa desa pada perubahan yang lebih baik.

Semula, penawaran ini berakhir pada 31 Mei, tapi karena pandemi virus Corona membuat desa ini sulit menemukan pembeli. Sehingga, batas waktu pun diperpanjang hingga 16 Agustus 2020.

Biasanya Sastra Brunn menjadi kawasan liburan musim panas bagi wisatawan dari Skandinavia dan penduduk setempat, serta daerah di mana suhu musim dingin mencapai minus 10 atau lebih rendah.

 

 

I Gede Pitana: Banyak Cara Selain Berikan Subsidi Untuk Wisatawan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.idLockdown sudah dicabut, pelonggaran aktivitas masyarakat dunia juga sudah dilakukan di banyak negara. Namun melorotnya daya beli menyebabkan pemulihan ekonomi tersendat, terutama di negara-negara di mana pariwisata berkontribusi signifikan pada pendapatan nasional.

Di kawasan Asia, misalnya, Jepang dan Thailand yang sama-sama menjadi tujuan wisata favorit bagi wisatawan Indonesia  memberikan subsidi bagi warganya untuk berwisata.

Kegiatan wisata domestik kini menjadi tumpuan harapan untuk pulihkan industri travel & tourism dengan julukan negara gajah putih itu karena memiliki dampak berganda pada perekonomian nasionalnya. 

Pemerintah Thailand memberikan subsidi untuk diskon hotel dan pesawat, komponen biaya terbesar yang harus dikeluarkan seorang traveler.

Negara yang membukukan 39 juta kunjungan turis asing pada 2019 ini  berupaya memulihkan pariwisatanya dengan memacu liburan domestik. Dikutip dari Bangkok Post, pemerintah siap mengguyurkan stimulus bagi warga agar sudi pelesir tahun ini. Di tahap awal, pemerintah membiayai liburan 1,2 juta sukarelawan dan tenaga medis. 

Tahap kedua ialah memberi diskon 40 persen kamar hotel dengan plafon 3.000 baht (Rp1,3 juta) per malam. Di tahap terakhir, memberi subsidi tiket pesawat domestik untuk dua juta penumpang dengan nilai maksimum 1.000 baht (Rp500.000) per orang.

Jepang juga memberikan subsidi berupa diskon biaya perjalanan bagi warganya akibat COVID-19 dan gagal meraih dua target besar 2020 berupa gelaran Olimpiade dan menarik kunjungan 40 juta turis asing. 

Agar pariwisata tak tenggelam kian dalam di sumur pandemi, pemerintahnya meluncurkan inisiatif Go to Travel, semacam bantuan biaya perjalanan bagi pelancong domestik. Kebijakan itu diumumkan lewat akun Twitter Japan Tourism Agency. 

Detailnya belum dilansir, tapi menurut Kyodo News, pemerintah Shinzo Abe akan memberi korting kebutuhan trip hingga ¥20.000 (Rp2,6 juta) per orang. Warga dari satu kota di dorong untuk berwisata ke perfektur lain di wilayah Jepang.

I Gede Pitana ( Foto: Dok. pribadi)

Bagaimana dengan Indonesia yang pergerakan wisatawan domestiknya domestiknya mencapai 273 juta dengan pengeluaran Rp 800 ribu per trip ?Guru Besar Ilmu Pariwisata Universitas Udayana, Prof I Gede Pitana mengatakan subsidi untuk mendorong pergerakan wisatawan domestik atau disebut juga wisatawan nusantara ( wisnus) bisa saja diberikan subsidi oleh pemerintah. 

Tapi mengingat kurva yang belum melandai dan sebaran di 34 provinsi Pitana merasa subsidi wisata kurang tepat dilakukan. “Biaya untuk yang terpapar COVID-19 jadi prioritas dan jauh lebih pantas untuk dialokasikan,” tambahnya.

Namun dia mengakui belajar dari pengalaman kasus Bom Bali 1 ( tahun 2002) , terbukti wisatawan nusantara yang dianggap sebagai pelengkap saja ternyata sangat membantu pemulihan pariwisata Bali saat itu dan menyelamatkan perekonomian destinasi wisata utama RI.

Menurut Pitana banyak cara yang bisa dilakukan pemerintah mengingat masalah pandemi ini menjangkiti seluruh dunia sehingga semua orang sedang kesulitan secara finansial.

Jadi pelaku pariwisata diberikan insentif pajak yang dapat menjaga keberlangsungan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, di tengah tekanan dari dampak COVID-19.Sedangkan wisatawannya juga mendapat penghapusan retribusi, kata I Gede Pitana.

” Jika turis membeli tiket pesawat ada PPN, memanfaatkan hotel dan restoran ada PB 1, di restoran ada tax & service dan sampai kita belanja juga kena pajak. Jadi kurangi atau hilangkan rektribusi pajak agar wisatawan baik domestik maupun mancanegara senang datang ke Indonesia,” ungkapnya.

Menurut I Gede Pitana, Pemerintah dan para pelaku pariwisata dapat membuat paket-paket hot deal yang sangat efektif meningkatkan kunjungan wisatawan dan perekonomian rakyat.” Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif biasa mengemas hotdeal, menggabungkan berbagai fasilitas yang tidak terpakai dengan harga dibawah normal. ” ujarnya.

Mantan pejabat Kemenparekraf ini memberikan ilustrasi hotel di Batam terisi penuh pada Week-end, sementara tingkat hunian kosong pada Selasa, Rabu. Kemenparekraf dan industri wisata lalu mengemas paket hot deal.

Paket wisata itu  agar warga Singapura terutama ibu rumah tangga bisa main golf, spa, ke salon dengan harga murah menggunakan transportasi  ferry kurang dari sejam juga dengan tarif khusus.

” Paket hot deal jadi pancingan, setelah itu mereka juga banyak membeli oleh-oleh sehingga berdampak pasa perekonomian daerah Batam juga,” kata I Gede Pitane.

Whisnutama: Keterlibatan aktif UMKM di Program #BanggaBuatanIndonesia Ciptakan Demand Tinggi

this formate

Menparekraf Whisnutama ( tengah) saat di kantor BPOM bersama ketua BPOM, Penny K. Lukito dan Menko Marvest  Luhut Binsar Panjaitan. ( Foto: Kemenparekraf) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Keterlibatan aktif UMKM dalam gerakan #BanggaBuatanIndonesia akan mendorong dan menciptakan permintaan (demand) yang tinggi terhadap produk-produk lokal Indonesia, kata Menparekraf/Kepala Bejraf Whisnutama Kusubandio, hari ini.

“Kami mendorong lebih banyak lagi pelaku UMKM untuk ikut bergabung. Pandemi COVID-19 memang memberikan dampak yang besar, namun di sisi lain juga mendorong kita untuk dapat lebih meningkatkan kehadiran produk-produk lokal yang inovatif dan memiliki daya saing tinggi,” kata Wishnutama Kusubandio

Berbicara saat  mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam peninjauan fasilitas pelayanan publik BPOM di Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jakarta, Selasa (7/7/2020), dia mengapresiasi keterlibatan aktif UMKM dalam gerakan #BanggaBuatanIndonesia ini.

” Penting bagi pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan mempelajari potensi-potensi yang ada. Juga memanfaatkan perkembangan teknologi dalam hal ini platform digital,” ujarnya.

Pemerintah akan terus memberikan pendampingan dan fasilitasi bagi UMKM. Termasuk mempermudah UMKM untuk mendapatkan perizinan usaha maupun sertifikasi produk melalui BPOM. #BanggaBuatanIndonesia merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong pelaku UMKM bertransformasi dari offline ke online.

Melalui platform e-commerce yang akan diluncurkan dalam waktu dekat, sedikitnya sudah sebanyak 800.000 UMKM yang bergabung dalam gerakan #BanggaBuatanIndonesia dari target 2 juta UMKM.

“Dengan memanfaatkan gerakan melalui platform digital tentunya kebutuhan terhadap produk-produk buatan Indonesia bisa meningkat. Itu yang menjadi sangat penting sehingga tidak melulu mencari produk-produk dari negara lain. Inilah yang perlu kita ciptakan sehingga pada kondisi normal baru ini era digital terakselerasi dengan baik,” katanya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam kesempatan tersebut meminta BPOM agar memberikan perhatian yang besar terhadap UMKM, terutama dalam memberikan relaksasi perizinan bagi UMKM pada Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Untuk itu ia mendorong agar BPOM menjalankan tiga fungsi terhadap UMKM yakni percepatan, penyederhanaan, dan pembinaan. Percepatan adalah upaya memberikan pelayanan yang cepat dan tepat bagi UMKM.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia, terutama di masa pandemi karena rebound dari UMKM akan jauh lebih cepat dari perusahaan-perusahaan besar,”.kata Luhut.

Presiden Joko Widodo menyampaikan produk-produk buatan dalam negeri harus menjadi andalan bangsa, menumbuhkan kepercayaan diri bangsa Indonesia, sebagai bangsa yang besar, bangsa yang bangga terhadap karya bangsa sendiri,” tambahnya.

Kemudian penyederhanaan dalam mempermudah UMKM mendapatkan sertifikasi namun dengan tetap memperhatikan standar yang ada. Menurutnya penerapan inovasi berbasis teknologi dapat memangkas tahapan penerbitan sertifikat.

“Presiden berkali-kali meminta kami bagaimana dapat melakukan efisiensi dan efektivitas, kedua hal itu saling berkaitan,” ujar Luhut.

Yang ketiga adalah proses pendampingan, bahwa BPOM harus dapat mengedukasi UMKM dalam melahirkan produk-produk yang aman.

Sementara Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito menyatakan komitmennya dalam mendukung pengembangan dan peningkatan daya saing UMKM. BPOM dikatakannya juga telah menjalankan berbagai program dalam mendukung UMKM.

Bentuk dukungan diantaranya peningkatan kapasitas melalui penyelenggaraan bimbingan teknis dan sosialisasi serta pendampingan untuk pemenuhan standar maupun inovasi dan pengembangan produk.

Selain itu juga secara aktif melakukan pendampingan dan coaching clinic bagi UMKM. Diantaranya coaching clinic serta konsultasi online peraturan, standar, sertifikasi sarana, dan registrasi produk.

“BPOM juga memberikan insentif untuk UMKM seperti keringanan biaya PNBP pelayanan publik untuk UMKM,” kata Penny K. Lukito.

 

Perum Bulog Distribusikan Bantuan Beras, Harga Beras Ikut Stabil

this formate

 

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Di tengah pandemi COVID-19, Perum Bulog telah melaksanakan mandat pendistribusian bantuan beras kepada masyarakat terdampak virus corona.  Satu hal yang menggembirakan, pendistribusian beras bantuan mampu menstabilkan harga pangan pokok itu di pasaran.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal mengemukakan hal itu saat kunjungan silaturahim ke Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2020).

Awaludin yang didampingi tim Humas Perum Bulog dan stafnya diterima Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi, Wasekjen Suprapto, Ketua PWI Peduli M Nasir, Ketua Bidang Publikasi dan Informasi PWI Peduli Nurcholis MA Basyari, dan sejumlah pengurus PWI Pusat/PWI Peduli.

Selain berdiskusi, dalam kunjungan silaturahim tersebut, Awaludin secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako kepada Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari. Paket berupa beras, minyak tanah, telur, dan bahan pangan lainnya itu akan disalurkan oleh PWI Peduli kepada korban terdampak COVID-19.

Total bantuan tersebut senilai Rp20 juta. Prioritas penerima terutama kalangan keluarga wartawan yang perekonomian keluarganya terdampak oleh mewabahnya virus korona jenis baru yang kini telah menjangkau 215 negara menurut catatan situs www.waldometers.

Humas Bulog Benny Butarbutar mengutip pernyataan Henry Kissinger, Penasihat Keamanan Nasional era Presiden Amerika Richard Nixon bahwa siapa yg mengendalikan pangan akan bisa mengendalikan masyarakat. Benny, mantan wartawan senior itu menyebut bahwa Amerika mempunyai stock pangan hingga 10 tahun ke depan.

Awaludin menambahkan, saat pandemi korona, keberadaan dan kiprah Bulog makin terlihat dan dirasakan oleh masyarakat. Ini juga berkat dukungan pemberitaan yang luas dari rekan-rekan wartawan.

Di wilayah DKI Jakarta, misalnya, Bulog dalam waktu singkat dapat mendistribusikan beras Bantuan Presiden yang dua pekan sebelum dan dua pekan setelah Lebaran (Idhul Fitri 1441 H),” katanya.

Menurut Awaludin, pendistribusian beras oleh Bulog terbukti dapat mengurangi tekanan terhadap pasar sehingga tidak bergejolak. Hal itu tampak dari stabilnya stok dan harga pangan, khususnya beras, pada masa menjelang dan setelah Idhul Fitri 1441 H pada akhir Mei silam.

Bersamaan dengan itu, sejumlah wilayah sedang gencar-gencarnya menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat. Biasanya, pada masa-masa menjelang dan setelah Lebaran terjadi gejolak pasar yang ditandai dengan naiknya harga-harga kebutuhan pokok. “Alhamdulillah, kali ini distribusi pangan lancar-lancar saja dan stok tetap terjaga,” kata Awaludin

Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari mengapresiasi kepedulian Bulog untuk berbagi kepada para korban terdampak Covid-19, terutama dari kalangan keluarga wartawan.
“Bantuan Bulog ini sangat berarti bagi wartawan dan keluarganya yang terdampak Covid-19. Kita tidak tahu sampai kapan wabah ini akan berakhir,” ujar Atal.

Awaludin mengakui wartawan dan media jurnalistik punya posisi strategis dalam menenangkan masyarakat sehingga tidak terjadi kegaduhan yang tak berdasar. Dalam banyak kasus, kepanikan masyarakat dalam menyikapi suatu keadaan, seperti stok pangan, lebih banyak dipicu oleh faktor psikologis ketimbang kondisi pasar atau kenyataan di lapangan.

Ketika diberitakan stok pangan “tinggal” sekian. Masyarakat panik sehingga terjadi gejolak pasar. Padahal, sesungguhnya yang terjadi selama ini ialah bahwa berkurangnya stok pangan di pasar masih tergolong aman dan dan kenaikan harga yang terjadi itu lantaran mengikuti hukum pasar.

“Kepanikan itu yang sesungguhnya memicu gejolak pasar. Belum lagi jika ada oknum tertentu yang memainkan kondisi psikologis masyarakat itu,” ujar Awaludin.

Dia mengimbau masyarakat tidak perlu panik dalam menyikapi peristiwa semacam itu karena sesaui dengan mandat yang dituagaskan pemerintah, Bulog mati-matian menjaga distribusi, kualitas, dan stok pangan, khususnya beras, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam pandangannya, harga pangan pokok sesungguhnya dapat dikendalikan.

Pertama, konsumsi pangan, khususnya beras, oleh masyarakat relatif flat alias stabil. Kedua, masa panen dan jumlah produksinya dapat diprediksi. Dengan begitu, pengaturan distribusi dan stok dapat dilakukan secara baik sehingga dapat mengurangi gejolak pasar dan kepanikan masyarakat yang dilandasi aksi-aksi spekulatif.

Atal Depari mengharapkan keseriusan pemerintah dalam mengendalikan stok dan harga pangan agar tetap terjangkau tanpa terjadi kepanikan dan gejolak pasar. Gejolak seperti itu bukan hanya merugikan masyarakat selaku konsumen melainkan juga para petani sebagai produsen pangan.

“Saya kira, Bulog perlu diberikan mandat dan kesempatan untuk juga mengelola sektor pertanian sebagai corporate farming selaku BUMN. Bulog perlu didukung instrumen yang memadai agar mampu menjalankan mandat pemerintah untuk mengamankan sektor hulu-hilir pangan, khususnya beras atau padi, jagung, dan kedelai (pajale),” kata Atal.

Ketua PWI Peduli M Nasir menambahkan bahwa kerja sama antara Bulog dan PWI sudah berlangsung baik selama ini. Misalnya sewaktu pelaksanaan Bakti Sosial pada Hari Pers Nasional di Banjarmasin. “Kedepan masih banyak yang bisa dikerja samakan,” kata Nasir.

Siap-siap Kulineran di Banyuwangi & Mencicipi Nasi Tempong.

this formate

Nasi Tempong, makanan khas Banyuwangi. ( Foto: Kemenparekraf).

BANYUWANGI, bisniswisata.co.id: Kabupaten Banyuwangi yang mendapat pengakuan dari Organisasi Pariwisata Dunia ( UNWTO)  sebagai “Excellence and Innovation in Tourism” punya keunggulan kuliner yang disebut Nasi Tempong.

Meski sekilas tak ada yang tampak istimewa dari kuliner asli Banyuwangi, Jawa Timur ini  namun tak ada salahnya mencoba, ditanggung bisa ketagihan karena lidah serasa “ditampar” pedasnya nasi Tempong.

Kesederhaan Nasi Tempong tidak menghalangi kelezatannya. Dengan isian yang seolah biasa mulai dari nasi putih, dilengkapi dengan potongan tempe, tahu, dan ikan asin, semakin bikin kangen saat ditambahkan lalapan berupa sayuran rebus mulai dari kol, bayam, juga terung. 

Satu hal lain yang membuat menu ini menjadi istimewa adalah sambalnya. Pedasnya cabai rawit, menyatu dengan kesegaran tomat ranti dengan aroma terasi khas Banyuwangi menghadirkan sensasi yang sulit dilupakan.

Semuanya diulek menjadi sambil dadak sehingga kesegerannya sangat terasa, membuat siapapun serasa “tertampar” akan kesegaran dan rasa pedas dari sambal Nasi Tempong. 

Hal itu pula yang menjadi latar belajang mengapa disebut Nasi Tempong yang dalam bahasa Osing, bahasa daerah Banyuwangi, berarti “tampar”. Kab Banyuwangi telah berkembang menjadi ikon wisata indonesia. Tak heran Oresiden Joko Widodo langsung melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi bersama sejumlah Menteri.

Dulu Banyuwangi hanyalah tempat persinggahan bagi wisatawan yang ingin berwisata ke Pulau Bali melalui Pelabuhan Ketapang. Tapi sekarang jadi tujuan wisata andalan Jawa Timur dan banyak bermunculan obyek-obyek wisata baru di kota Banyuwangi ini sehingga untuk tujuan wisata darat terutama menggunakan mobil pribadi banyak dikunjungan wisatawan domestik.

Kab Banyuwangi dinilai paling siap menerapkan protokol kesehatan standar WHO dan seiring berkembangnya tren media sosial, selain  polularitas Nasi Tempong naik, banyak lokasi wisata yang dulunya tidak dikenal orang sekarang menjadi viral. 

Buat yang selalu kangen dengan rasa pedas, sesekali cobalah Nasi Tempong. Tak usah khawatir untuk mencicipi sebab kini deretan penjual Nasi Tempong di Banyuwangi sudah mulai beroperasi kembali dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. 

Salah satunya adalah Nasi Tempong Mbok Wah yang sangat terkenal. Lokasinya ada di Jalan Gembrung Nomor 220, Glagah, Bakungan, Banyuwangi, Jawa Timur. 

Menuju lokasi ini pengunjung akan lebih dahulu diajak menyusuri jalan yang sedikit sempit namun tetap bisa dilewati kendaraan roda empat. Lokasinya tepat berada di pinggir jalan namun sedikit tinggi.

Setelah menaiki tangga, para pengunjung bisa memilih lebih dulu lokasi makan. Jika ingin santai sambil lesehan, bisa memilih lokasi di sebelah kiri warung makan. Sementara di sisi kanan, berjejer meja dan bangku yang juga bisa jadi pilihan. 

Sementara di bagian tengah rumah makan, tersaji pemandangan yang dijamin membuat siapapun tergugah seleranya. Deretan menu pendamping Nasi Tempong tersaji dan tersusun dengan rapi. Mulai dari pilihan ikan yang digoreng, udang, paru, (nus) cumi hitam, hingga satai telur puyuh.

Dan yang paling menarik perhatian adalah sambal Nasi Tempong yang diulek di atas cobek berukuran besar. Sambal ini dibuat dadakan saat pelanggan datang dan disesuaikan dengan jumlah yang datang. 

Nasi putih hangat dengan potongan tahu dan tempe serta ikan asin yang garing, terasa sangat nikmat dengan rasa sambalnya yang pedas-asam nan segar. Belum lagi dengan sayuran rebusnya yang masih garing dan manis. 

Jangan lewatkan menu lainnya seperti udang goreng tepung, juga paru goreng serta nus (cumi) hitam. Renyah dari tepungnya menyelimuti rasa udangnya yang manis. Begitu juga dengan paru goreng, garing di luar namun lembut di dalam. 

Kekenyalan dari nus (cumi) hitam juga terasa segar, apalagi dengan kuahnya kala diaduk dengan nasi dan sambal. Sedap tak terkira. Untuk yang tidak terlalu suka pedas, pengunjung bisa minta dibuatkan dengan rasa pedas yang tak terlalu “menampar”. 

Warung mbok Wah menyediakan Nasi Tempong dan lauk pelengkapnya.

Dibuat “Dadakan”

“Kunci dari kesegaran sambal ini memang yang dibuat baru, saat pelanggan datang. Sehingga rasanya akan selalu segar,” ujar Towi, selaku pengelola rumah makan Sego Tempong Mbok Wah. 

Adik dari Mbok Wah ini mengatakan, awalnya menu ini menjadi andalan masyarakat Banyuwangi untuk bekal mereka ke sawah. 

Namun seiring waktu dengan rasanya yang khas dan semakin terbukanya Banyuwangi sebagai destinasi wisata, membuat masakan ini jadi banyak diburu wisatawan. Karena itu kemudian banyak disajikan menu-menu pendukung lainnya. 

“Tapi kuncinya semuanya harus selalu segar, bahan-bahannya segar. Makanya kita harus selalu baru, kalau diinapkan rasanya sudah berubah. Kita sesuaikan dengan pengunjung yang datang,” kata Towi. 

Dalam satu hari, Towi mengatakan, warung yang dikelolanya ini bisa menghabiskan lima kilogram cabai rawit untuk sambal. Namun sejak pandemi COVID-19, jumlahnya tidak seperti biasanya karena jumlah pengunjung yang menurun drastis. Bahkan ia harus menutup usahanya dalam waktu yang cukup lama. 

Namun dengan penanganan COVID-19 di Banyuwangi, ia bersyukur karena sudah mulai kembali membuka kembali usahanya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dikatakannya juga melakukan pendampingan dan pengawasan dengan ketat. 

“Semua karyawan yang masuk dipastikan kesehatannya, dengan cek suhu tubuh dan menggunakan masker dan pelindung wajah. Tempat cuci tangan dan hand sanitizer juga kami siapkan di setiap area rumah makan,” kata Towi. 

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sebelumnya telah membuat timeline tahapan pemulihan untuk sektor pariwisata daerah yang dibagi dalam tiga tahapan. Yakni emergency, recovery hingga penerapan normal baru. Saat ini Banyuwangi telah memasuki fase pemulihan yang diisi dengan edukasi dan sosialisasi tentang protokol yang akan berlaku di masa New Normal kepada para stakeholder pariwisata daerah. 

Pemkab Banyuwangi juga telah memberikan pendampingan dan sertifikasi kesehatan termasuk restoran dan warung rakyat. 

Dengan sertifikasi inii wisatawan yang datang merasa nyaman dan aman untuk menikmati kuliner di warung rakyat. Nah siap menerima tantangan Nasi Tampong ?.

Karya Van Gogh Digelar Lewat Drive-in di Toronto, Kanada

this formate

Ruang pameran drive-in dapat memuat 10 mobil (foto: AFP)

TORONTO, bisniswisata.co.id: Pandemi Covid-19 telah memaksa banyak museum membatalkan atau menunda pameran lukisan. Tapi tidak demikian dengan pameran lukisan Van Gogh di Toronto, Kanada. Penyelenggara muncul dengan ide baru: para pecinta seni boleh menyaksikan karya-karya Van Gogh dari dalam mobilnya (drive-in) di Museum Toronto, Kanada.

“Tentu saja, karena COVID kami harus berpikir kreatif,” kata Corey Ross, co-produser pameran Van Gogh seperti dilansir AFP.

Toronto, kota terbesar di Kanada, secara perlahan mulai melonggarkan aturan lockdown.Pameran lukisan Van Gogh yang digelar minggu ini menempati area gudang yang maha luas: satu area disediakan bagi pengunjung yang lebih suka menikmati lukisan dengan berjalan kaki, tentu dengan aturan jarak sosial yang ketat, dan bagian lain disiapkan sebagai area drive-in bagi pengunjung yang memilih menikmati pameran dari dalam mobil.

“Anda pasti belum pernah memiliki pengalaman seperti ini dari dalam mobilmu,” kata Ross. “Perasaannya hampir seolah-olah mobil itu ‘terbang’ melalui seni.”

Pameran bertajuk “Van Gogh, Starry Night” di Kanada ini digelar berkat dukungan penyelenggara yang telah menggelar pameran serupa di L’Atelier des Lumieres, Paris.

Pameran di Toronto menampilkan konsep digital serupa dengan yang di Paris, yakni karya-karya pelukis Belanda itu diproyeksikan ke dinding dan lantai dengan resolusi yang tinggi.

Ruang pameran drive-in dapat memuat 10 mobil sekaligus. Mobil harus menghadap depan dan pengemudi wajib mematikan mesin karena akan mengganggu pemutaran musik saat karya itu ditampilkan.

Satu paket penampilan karya digelar selama 35 menit, dan pengunjung boleh mengambil foto. Meski pamerannya jauh di Kanada, semoga bagi seniman Indonesia juga bisa jadi inspirasi ya karena kita belum tahu hidup bersama COVID-19.

 

Survey IATA:  Traveler Mengungkapkan Masalah COVID-19

this formate

JENEWA, bisniswisata.co.id: International Air Transport Association (IATA) merilis riset opini publik yang menunjukkan kesediaan untuk berpergian karena kekhawatiran akan risiko tertular COVID-19 selama perjalanan udara. 

Rencana memulai kembali industri ini mengatasi masalah utama penumpang yang mengalami kekhawatiran untuk melakukan perjalanan selama COVID-19

Wisatawan mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi diri mereka dari COVID-19 dengan 77% mengatakan bahwa mereka mencuci tangan lebih sering, 71% menghindari pertemuan besar dan 67% memakai masker wajah di depan umum.  

Sedikitnya 58% dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa mereka telah menghindari perjalanan udara, dengan 33% menyarankan bahwa mereka akan menghindari perjalanan di masa depan sebagai langkah berkelanjutan untuk mengurangi risiko penangkapan COVID-19.

 Wisatawan mengidentifikasi tiga kekhawatiran utama mereka sebagai berikut:

Di Airport                     

  1. Berada di dalam bus / kereta yang padat saat menuju pesawat (59%) 
  2. Mengantri saat check-in / kontrol keamanan / perbatasan atau naik (42%)
  3. 3.Menggunakan fasilitas toilet / toilet bandara (38%)

Saat On Board

  1. Duduk di sebelah seseorang yang mungkin terinfeksi (65%).
  2. Menggunakan fasilitas toilet / toilet (42%).
  3. Menghirup udara di pesawat (37%

Ketika diminta untuk membuat peringkat tiga langkah teratas yang akan membuat mereka merasa lebih aman, 37% mengutip screening COVID-19 di bandara keberangkatan, 34% setuju dengan wajib memakai masker wajah dan 33% mencatat langkah-langkah jarak sosial di pesawat.

Penumpang sendiri menunjukkan kemauan untuk memainkan peran dalam menjaga keamanan penerbangan dengan:

1.Menjalani pemeriksaan suhu (43%)

  1. Mengenakan masker selama  perjalanan (42%).
  1. Check-in online untuk meminimalkan interaksi di bandara (40%)
  1. Mengambil tes COVID-19 sebelum bepergian (39%).
  1. Sanitasi area tempat duduk mereka (38%).

“Orang-orang jelas peduli tentang COVID-19 saat bepergian.  Tetapi mereka juga diyakinkan oleh langkah-langkah praktis yang diperkenalkan oleh pemerintah dan industri di bawah panduan Take-off yang dikembangkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO),” kata Alexandre de Juniac, Direktur Jenderal dan CEO IATA.

Hal Ini termasuk pemakaian masker, pengenalan teknologi tanpa kontak dalam proses perjalanan dan tindakan penyaringan. ” Ini memberi tahu kita bahwa kita berada di jalur yang benar untuk memulihkan kepercayaan diri dalam perjalanan.  Tapi itu butuh waktu.  Agar memiliki efek maksimal, sangat penting bagi pemerintah untuk menerapkan langkah-langkah ini secara global, tambahnya. 

Survei juga menunjukkan beberapa masalah utama dalam memulihkan kepercayaan di mana industri perlu mengkomunikasikan fakta secara lebih efektif.  Kekhawatiran teratas penumpang adalah:

1.Kualitas udara kabin: Para pelancong belum memutuskan tentang kualitas udara kabin.  Sementara 57% pelancong percaya bahwa kualitas udara berbahaya, tapi 55% juga menjawab bahwa mereka memahami bahwa udara sebersih udara di ruang operasi rumah sakit.  

Faktanya, kualitas udara di pesawat modern jauh lebih baik daripada kebanyakan lingkungan tertutup lainnya.  Ini ditukar dengan udara segar setiap 2-3 menit, sedangkan udara di sebagian besar gedung kantor ditukar 2-3 kali per jam.  Selain itu, filter High Efficiency Particulate Air (HEPA) menangkap lebih dari 99,999% kuman, termasuk Coronavirus.

2.Jarak sosial: Pemerintah menyarankan untuk memakai masker ketika jarak sosial tidak memungkinkan, seperti halnya dengan transportasi umum.  Ini sejalan dengan panduan Take-off ICAO ahli.  Selain itu, saat penumpang duduk di dekat kapal, aliran udara kabin dari langit-langit ke lantai. 

Ini membatasi potensi penyebaran virus atau kuman ke belakang atau ke depan di kabin.  Ada beberapa hambatan alami lain untuk penularan virus di kapal, termasuk orientasi ke depan penumpang (membatasi interaksi tatap muka), sandaran belakang yang membatasi penularan dari baris ke baris, dan terbatasnya pergerakan penumpang di kapal.  kabin.

Sebenarnya tidak ada persyaratan untuk langkah-langkah jarak sosial di pesawat dari otoritas penerbangan yang sangat dihormati seperti Administrasi Penerbangan Federal AS, Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa atau ICAO.

“Sudah bukan rahasia lagi bahwa penumpang memiliki kekhawatiran tentang risiko transmisi di dalam pesawat.  Mereka harus diyakinkan oleh banyak fitur anti-virus bawaan dari sistem aliran udara dan pengaturan tempat duduk yang menghadap ke depan.” kata de Juniac.

Selain itu, penyaringan sebelum penerbangan dan masker adalah beberapa lapisan perlindungan tambahan yang sedang dilaksanakan oleh industri dan pemerintah atas saran ICAO dan Organisasi Kesehatan Dunia.  Tidak ada lingkungan yang bebas risiko, tetapi sedikit lingkungan yang terkontrol seperti kabin pesawat.  Dan kita perlu memastikan bahwa para pelancong memahami hal itu, tegasnya.

 Tidak Ada Solusi Cepat

Sementara hampir setengah dari mereka yang disurvei (45%) mengindikasikan mereka akan kembali melakukan perjalanan dalam beberapa bulan setelah pandemi mereda, ini adalah penurunan yang signifikan dari 61% yang dicatat dalam survei April. 

Secara keseluruhan, hasil survei menunjukkan bahwa orang tidak kehilangan selera untuk bepergian, tetapi ada halangan untuk kembali ke tingkat perjalanan sebelum krisis:

Mayoritas pelancong yang disurvei berencana untuk kembali melakukan perjalanan untuk melihat keluarga dan teman (57%), untuk berlibur (56%) atau untuk melakukan bisnis (55%) sesegera mungkin setelah pandemi mereda.

Tetapi, 66% mengatakan bahwa mereka akan bepergian lebih sedikit untuk liburan dan bisnis di dunia pasca-pandemi. Sebesar  64% menunjukkan bahwa mereka akan menunda perjalanan sampai faktor ekonomi membaik baik secara pribadi dan lebih luas.

“Krisis ini bisa memiliki bayangan yang sangat panjang.  Penumpang memberi tahu kami bahwa perlu waktu sebelum mereka kembali ke kebiasaan perjalanan lama mereka,”

Banyak maskapai penerbangan yang tidak merencanakan permintaan untuk kembali ke tingkat 2019 hingga 2023 atau 2024. Banyak pemerintah telah merespons dengan jalur finansial dan langkah-langkah bantuan lainnya pada puncak krisis.  

Oleh karena beberapa bagian dunia memulai jalan panjang menuju pemulihan, sangat penting bagi pemerintah untuk tetap terlibat.  Langkah-langkah bantuan lanjutan seperti pengurangan dari aturan slot use-it-or-loss it, pengurangan pajak atau langkah-langkah pengurangan biaya akan sangat penting untuk beberapa waktu mendatang, ”kata de Juniac.

 Salah satu penghalang terbesar untuk pemulihan industri adalah karantina.  Sekitar 85% pelancong melaporkan kekhawatiran akan dikarantina saat bepergian, tingkat kekhawatiran yang sama dengan mereka yang melaporkan kekhawatiran umum untuk tertular virus saat bepergian (84%). 

Diantara langkah-langkah yang bersedia dilakukan oleh para pelancong dalam beradaptasi untuk bepergian selama atau setelah pandemi, hanya 17% yang melaporkan bahwa mereka akan bersedia menjalani karantina.

 “Karantina adalah pembunuh bayaran.  Menjaga perbatasan ditutup memperpanjang rasa sakit dengan menyebabkan kesulitan ekonomi jauh di luar maskapai penerbangan.  Jika pemerintah ingin memulai kembali sektor pariwisata mereka, langkah-langkah berbasis risiko alternatif diperlukan.  

Banyak yang dimasukkan dalam pedoman Take-off ICAO, seperti pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan untuk mencegah orang yang bergejala bepergian.  Maskapai penerbangan membantu upaya ini dengan kebijakan pemesanan ulang yang fleksibel.  

“Dalam hari-hari terakhir ini kita telah melihat Inggris dan Uni Eropa mengumumkan perhitungan berbasis risiko untuk membuka perbatasan mereka.  Dan negara lain telah memilih opsi pengujian.  Di mana ada keinginan untuk membuka, ada cara untuk melakukannya secara bertanggung jawab, ”kata de Juniac.

Mengenai survei IATA  ke-11 negara ini dilakukan selama minggu pertama Juni 2020, menilai kekhawatiran para pelancong selama pandemi dan jadwal waktu potensial bagi mereka untuk kembali bepergian.  Ini adalah gelombang ketiga survei, dengan gelombang sebelumnya dilakukan pada akhir Februari dan awal April.  Semua yang disurvei telah mengambil setidaknya satu penerbangan sejak Juli 2019.

 

Ramai-Ramai Berkaca Pada Keadaan di Skift Forum Eropa

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Skift, Inc. perusahaan media yang didirikan pada 2012, penyedia layanan berita, penelitian, dan pemasaran untuk industri perjalanan yang didirikan oleh Rafat Ali dan Jason Clampet awal pekan lalu mengadakan Skift Forum Eropa.

Berkaca dari keadaan dan dampak pandemi global, para tokoh industri pariwisata hasilkan enam taktik  ditengah COVID-19 yang  dirangkum Dennis Schaal, dari Skift dari pertemuan pada Selasa lalu 1 Juli 2020.

Ada pandemi global yang jadi krisis dan telah menghancurkan bisnis dunia,  memaksa perusahaan berkaca,  merenungkan perubahan yang terjadi dan berdampak pada bisnisnya. Akankah preferensi perjalanan konsumen berubah selamanya karena Coronavirus? Karena kata selamanya adalah waktu yang sangat lama.

PHK besar-besaran,  cuti tanpa gaji, kondisi anggaran yang porak poranda, pinjaman dan lockdown yang menghasilkan pembatalan besar-besaran perjalanan membuat perusahaan hingga Badan Pariwisata Dunia mencari taktik bagaimana bisa membangun bisnis mereka lagi.

Hal Itu hanya salah satu kunci utama dari acara tahunan Skift Forum Eropa yang keempat, berikut hasil bahasan lainnya.

  1. PELUANG UNTUK MEMULAI BISNIS LAGI

Dari perusahaan perjalanan online hingga operator tur papan atas sepakat  tekanan  akibat COVID-19 menghadirkan peluang yang tidak biasa  dan memberi waktu bagi brand mereka untuk memikirkan kembali misi dan inti bisnis serta bagaimana membentuk kembali bisnis.

CEO Tripadvisor,  Steve Kaufer mengatakan perusahaan akan mengecilkan penjualan tiket penerbangan, kurangi proses pemesanan hotel, dan akan mengasah fungsi sebagai perencanaan perjalanan, menyusun apa yang dia beri label “perjalanan yang dipertimbangkan.”  

Kaufer mengatakan langkah ini mungkin mengarah pada pengurangan jumlah pengunjung unik dan mendukung pelanggan yang tertarik untuk menggunakan Tripadvisor berulang kali.

 Cyril Ranque, presiden Grup Expedia dari grup mitra perjalanannya, mengambil tema yang sama, dengan alasan bahwa perusahaan menggunakan krisis untuk menyederhanakan – yang berarti mengurangi – portofolio mereknya.  

Arnaud Champenois, wakil presiden senior pemasaran Belmond, mengatakan bahwa rantai pandemi tersebut “mendemokrasikan” merek-mereknya dengan menggunakan Instagram untuk menarik tambahan jumlah wanita muda sebagai tamu. Gagasan menciptakan kembali operasi juga terkait erat dengan masalah overtourism.

  1. MANAJEMEN DESTINASI YANG LEBIH BAIK UNTUK MENCEGAH OVERTOURISM

 Beberapa entitas pariwisata dan perusahaan perjalanan online menunjukkan bahwa penghentian aktivitas perjalanan oleh virus coronavirus memungkinkan mereka untuk membuat perlindungan terhadap overtourism, dan berpeluang untuk mempromosikan tujuan wisata yang kurang dipadati turis.

Sigríður Dögg Guðmundsdóttir, kepala Visit Iceland mengatakan hikmah pandemi tersebut menekan tombol pengaturan ulang pariwisata, dan memperluas indikator kapasitas pariwisata ke seluruh negara.  Tujuannya akan mempromosikan lokalitas yang kurang dikunjungi.  

Luis Araujo, presiden Turism de Portugal, mengatakan ada risiko memulai kembali pariwisata terlalu cepat untuk mengimbangi tahun pariwisata yang mengerikan ini.

“Tentu saja krisis ini telah melunakkan kekhawatiran seputar overtourism, tetapi ini tidak berarti masalahnya  berakhir,” kata Jennifer Iduh, kepala penelitian dan pengembangan di Komisi Perjalanan Eropa. 

 “Kami sekarang diberi kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam hal manajemen destinasi dan daya dukung.”

 Ranque dari Expedia Group mengatakan fakta bahwa para wisatawan saat ini mengunjungi tujuan-tujuan yang tidak banyak dikunjungi orang, seringkali dalam jarak mengemudi. Hal ini berarti mesin pencari akan membangun konten ini, dan memungkinkan Expedia untuk memasarkannya untuk pertama kalinya tempat-tempat baru yang belum masuk peta mesin pencarian.

Janicke Hansen, salah satu pendiri NordicTB, mencatat bahwa tujuan wisata telah berbalik ke dalam negri dengan dewan pariwisata berusaha untuk mempromosikan obyek wisata mereka  sendiri kepada warga wisatanya. Tetapi mereka mengalami kesulitan karena banyak dari dewan pariwisata ini tidak mengerti cara terbaik membidik wisatawan domestiknya karena terbiasa menargetkan pengunjung internasional.

  1. PROGRAM REFUND JADI TITIK BALIK ?

Richard Clarke, analis senior Bernstein untuk hotel dan liburan global, berpendapat bahwa mengemas  paket mungkin bukan solusi alami karena krisis coronavirus mulai surut. Masalahnya operator tur TUI lambat untuk memberikan pengembalian uang.  Dia mengatakan Airbnb dan Booking.com malah cukup cepat dalam memberikan pengembalian uang.

Dalam wawancara khusus dengan Editor Perjalanan Skif, Matt Parsons, Kepala Pemasaran TUI Group Erik Friemuth mengatakan  bahwa pelanggan perusahaan memahami bahwa masalah pengembalian dana adalah situasi khusus, dan bahwa itu adalah operator tur yang memulangkan penumpang yang terdampar.

Dia mencatat bahwa wisatawan yang berlibur tanpa memesan melalui operator tur terpaksa harus menggunakan penerbangan terpaksa dijemput dari pemerintah mereka, dan di Jerman, misalnya, mereka mendapat tagihan untuk tumpangan itu.

Ranque dari Expedia Group menggembar-gemborkan program pemulihannya  dalam bentuk kredit pemasaran untuk mitra perjalanan, menambahkan bahwa kucuran dana kemungkinan akan tumbuh lebih tinggi dari yang awalnya diumumkan $ 275 juta karena begitu banyak hotel telah menerapkan dan memenuhi syarat.  Ranque mengatakan dia kecewa bahwa Google tidak berbuat lebih banyak untuk membantu bisnis usaha kecil.

Johannes Reck, salah satu pendiri dan CEO GetYourGuide, juga mengkritik upaya Google.  “Anda bisa melihat sendiri selama pandemi ketika pembatalan menghantam, yang refund uang pelanggan, yang berjaga di pusat layanan pelanggan adalah GetYourGuide, itu bukan Google, kan?” kata Reck.

Mengacu pada fakta bahwa Airbnb dan Expedia Group meluncurkan program pemulihan, Arjan Dijk, wakil presiden senior dan chief marketing officer di Booking.com, mengatakan program ini sebagian besar tidak benar.  Booking.com berfokus pada penyediaan data insights kepada mitra daripada mengecekkatanya.

 “Tanda tanya besar di sekitar program-program bantuan ini adalah bahwa mereka program yang kompleks, tidak jelas, dan semacam PR (hubungan masyarakat) untuk membuat perusahaan terlihat baik,” kata Dijk.  “Tapi apakah bantuan itu benar-benar baik untuk para mitra?”

  1. KEBERSIHAN SUATU KEHARUSAN BERIKUTNYA ADALAH KETAATAN 

Para pembicara di Skift Forum Eropa sebagian besar setuju bahwa upaya sanitasi akan sangat menentukan dalam membangun kepercayaan pemesanan wisatawan di era pasca-COVID-19, tetapi mereka sering tidak sependapat apakah itu akan menjadi hotel atau persewaan liburan yang memimpin permintaan

 Frank Gervais, CEO Accor, di Eropa mengatakan merek dapat “mengubah batasan menjadi aset” dalam persaingan melawan sektor penyewaan tempat  liburan.  “Anda akan menemukan hotel yang bersih dan aman,” katanya.  “Ini canggih.  Ini adalah keindahan industri kami, dan kami harus berada dalam nol, nol, nol keraguan tentang itu.  Tetapi kita juga perlu menjaga pendekatan kepedulian dan kehangatan ini.  Kita perlu menemukan kembali bersama. ”

Karin Sheppard, wakil presiden senior IHG dan direktur pelaksana Eropa, mengatakan keselamatan dan kebersihan akan sangat penting dalam memulihkan industri hotel.  Sheppard menambahkan bahwa ini bukan hanya konsumen yang fokus pada masalah kepercayaan – investor juga mencari merek yang tepercaya.  Dia mengharapkan kesibukan hotel independen yang dikonversi menjadi jaringan dalam jangka pendek.

Sementara CEO Oyo Vacation Homes, Tobias Wann mengatakan dia yakin bahwa penyewaan tempat liburan seperti villa adalah produk yang “jauh lebih unggul” daripada jenis fasilitas hospitality lainnya saat ini. Dijk dari Booking.com mengatakan dia tidak yakin bahwa liburan akan membuat hotel menjadi ujung tombak dalam masalah keamanan.

  1. KAPAN, KAPAN, KAPAN?

 Ada sangat sedikit konsensus pada kesepakatan kapan sebenarnya industri perjalanan akan pulih, dan bagamana perjalanan mungkin menyerupai atau berbeda dari bentuk sebelumnya.  Tentu saja, banyak tergantung pada gelombang kedua pandemi,  perawatan coronavirus, dan nantinya potensi tingkat  kemanjuran vaksin.

Tentu saja, sebagian besar tergantung pada negara tempat Anda beroperasi dan apakah bisnis Anda terkait dengan persewaan rumah liburan, hotel, atau penerbangan, yang tampaknya bisnisnya bisa cepat balik  di banyak bagian dunia.

CEO KLM Pieter Elbers mengatakan maskapai Belanda itu tidak membayangkan pemulihan penuh sampai tahun 2023″.  Sementara Elbers mengatakan KLM sedang mengalami lingkungan yang “menantang” untuk penerbangan jarak jauh sementara penerbangan jarak pendek  kembali lagi secara sederhana.

 Clarke dari Bernstein mengatakan perusahaan riset mulai melihat pemulihan perjalanan 12 minggu yang lalu di China, delapan minggu yang lalu di Amerika Serikat, dan Jerman telah menjadi kuat belakangan ini.  Clarke mengatakan dia mengharapkanbelakanganaktivitas kembali normal untuk industri perjalanan global pada 2021.

Friemuth dari TUI mematok rebound penuh seperti yang terjadi pada musim panas 2021.

  1. AKANKAH  INDUSTRI PERJALANAN SELAMANYA JADI BERUBAH?

Berbagai pembicara berbeda pada apakah perilaku konsumen dan industri perjalanan “selamanya” berubah ?

Reck dari GetYourGuide mengatakan tantangan terbesar perusahaan sebelum krisis adalah konsumen akan menunggu sebelum tiba di tujuan sebelum memutuskan untuk memesan tur.  

Dia mengatakan sekarang para pelancong akan memesan terlebih dahulu tur mereka karena tidak ada yang hari ini akan mengambil risiko harus antri dengan kerumunan orang untuk mendapatkan izin masuk ke Vatikan.  Ia memperkirakan perilaku ini akan bertahan setidaknya selama 12-24 bulan.

Champenois dari Belmond berpendapat bahwa pelancong papan atas akan lebih jarang melakukan perjalanan, tetapi mereka akan tinggal di tujuan wisata jadi lebih lama.  Perjalanan, atau pengalaman, harus sepadan, katanya.

Dijk dari Booking.com mengatakan dia tidak berbagi pandangan CEO Airbnb Brian Chesky bahwa perjalanan akan secara permanen didistribusikan kembali ke tujuan yang lebih kecil di tempat liburan sehingga wisatawan dapat menghindari kota yang padat dan hotel yang penuh sesak.

 “Itu menjadi berita utama yang baik. Jadi, aku memberikan pujian pada Brian karena berita utama yang bagus dan penting.” kata Dijk.

 

Setelah Bioskop Drive-in, Kini Muncul Horor Drive-in di Tokyo

this formate

Horor drive-in di Tokyo mendekatkan zombie ke pengunjung (foto: gulfnews)

TOKYO, biniswisata.co.id: Selama pandemi Covid-19, ada-ada saja cara orang berkreasi untuk mensiasati keadaan yang belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Jika di Amerika Serikat (AS) mulai bermunculan bioskop drive-in, di Tokyo, Jepang, ada pertunjukan horor ala drive-in untuk menakut-nakuti mereka yang suka sensasi ini.

Acara ini digagas sebuah kelompok pertunjukan yang para aktornya berpakaian dan berkostum seperti zombie dan hantu. Mereka akan menakut-nakuti tamu yang datang dengan mengendarai mobil. Jadi, pengunjung tak perlu khawatir bakal tertular virus Corona.

Pelanggan yang mengendarai mobil akan diminta masuk ke dalam sebuah garasi. Satu mobil dalam satu waktu. Di dalam ruang itu, mereka akan diperdengarkan cerita pembunuhan lengkap dengan efek suara menakutkan dari  pengeras suara. Kemudian para aktor yang telah berdandan ala monster itu akan menyerbu ke sisi-sisi kendaraan dan mulai menyemportkan darah palsu ke jendela mobil.

Kelompok pertunjukan bernama Kowagarasetai atau ‘pasukan menyeramkan’ ini berharap dapat menakut-nakuti sebanyak 11 mobil per hari bulan ini, dan semoga bisa berlanjut pada bulan berikutnya, kata koordinator kelompok, Kenta Iawana, seperti dilansir CNN

Untuk menikmati pertunjukan horor ini, tarif per mobil dengan beberapa orang di dalamnya bisa mencapai 9.000 yen atau sekitar Rp1,2 juta. Pertunjukan ini berdurasi 15 menit hingga pintu terbuka dan grup lain masuk ke garasi. Pengunjung yang tidak membawa mobil bisa meminjam kendaraan yang tersedia.

Sebelum ada Pandemi Covid-19, Kowagarasetai biasa menggelar pertunjukan di taman-taman bermain. Namun kini tawaran pekerjaan berkurang karena tempat-tempat hiburan ditutup dan orang banyak memilih untuk tinggal di rumah saja. 

Sebenarnya di era pandemi, mereka pernah mencoba membuat pertunjukan yang memperhatikan jarak-sosial. Para penampil harus menjaga jarak minimal dua meter. Akibatnya pertunjukan menjadi  “sedikit membosankan”, kata Iawana.

Drive-in ini bisa membuat orang merasakan seperti berada di rumah hantu,” kata dia. “Kami mungkin akan melanjutkannya ketika virus corona sudah tidak ada.”

 

Pemerintah Gelar Bulan Kemerdekaan” Sambut HUT Ke-75 Kemerdekaan RI 

this formate

Menparekraf Whisnutama ( kanan) mendampingi Mensesneg Pratikno dan Kasetpres Heru Budi Hartono saat peluncuran Bulan Kemerdekaan.            ( Foto: Kemenparekraf

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pemerintah secara resmi meluncurkan program “Bulan Kemerdekaan” yang akan menghadirkan serangkaian kegiatan dalam rangka menyambut HUT Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno dalam acara peluncuran bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio,mengatakan, perayaan hari kemerdekaan tahun ini digelar secara berbeda akibat pandemi COVID-19.

Hadir bersama Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono dan Sekretaris Menteri Sekretariat Negara (Sesmensesneg) Setya Utama, Senin (6/7), di Gedung Utama Kantor Sekretaris Negara, Pratikno mengatakan Presiden semula meminta untuk dirancang HUT ke-75 RI dengan meriah seperti karnaval internasional yang melibatkan sejumlah negara.

“Tapi dengan adanya pandemi COVID-19 mengubah semuanya. Perayaan hari kemerdekaan harus disesuaikan meski tidak mengurangi rasa khidmat menyukuri kemerdekaan dan tetap menunjukkan Indonesia sebagai negara yang besar dan kokoh secara politik, ekonomi, sosial, dan budaya,” ungkapnya.

Menurut Pratikno, perayaan tahun ini dilakukan secara sederhana dengan tetap mendorong antusiasme masyarakat yang tinggi. Kreativitas dan inovasi juga tetap dikedepankan hanya saja harus sesuai dengan protokol yang aman COVID-19. Maka nanti akan banyak kegiatan yang sifatnya virtual, jelasnya.

IDia menjelaskan, upacara kenaikan dan penurunan bendera akan tetap dilaksanakan secara khidmat namun dengan peserta yang terbatas. Termasuk jumlah paskibraka yang terlibat juga sangat terbatas.

Hal ini bukan berarti partisipasi masyarakat jadi terbatas. Seluruh rakyat Indonesia diharapkan ikut aktif terlibat dalam upacara terutama secara virtual.

“Kami akan memperkenalkan tradisi baru, ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia menghentikan kegiatan sejenak, berdiri tegak, dan dengan khidmat mengikuti dikumandangkannya lagu Indonesia Raya. Termasuk masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri,” kata Pratikno.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, rangkaian kegiatan “Bulan Kemerdekaan” diawali pada awal Juli 2020 dengan peluncuran logo HUT ke-75 RI dan sosialisasi kegiatan penghormatan penaikan bendera.

Seluruh masyarakat Indonesia diharapkan dapat berdiri dengan sikap sempurna dan ikut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara serentak ketika mendengar sirine, dentuman meriam, dan sirine panjang di Istana Negara pada hari kemerdekaan 17 Agustus 2020.

“Saat upacara penaikan bendera pukul 10.00 akan ada bunyi sirine dan kira-kira pukul 10.15 akan ada bunyi sirine kedua yang panjang, saat itulah diharapkan seluruh masyarakat untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya,” kata Wishnutama.

Upacara penaikan dan penurunan bendera nantinya akan disiarkan secara langsung secara serentak di seluruh stasiun televisi nasional, televisi lokal, serta disiarkan secara live streaming di sosial media.

Selain itu, pada 30 menit sebelum upacara penaikan bendera dan 60 menit sebelum upacara penurunan bendera telah disiapkan acara khusus yang menampilkan suguhan seni dan budaya dengan penampilan dari berbagai musisi dan penyanyi.

Di acara tersebut juga akan diisi dengan video tentang peringatan 75 tahun Kemerdekaan RI di tengah pandemi. Bahwa harapan, optimisme, dan rasa cinta tanah air harus semakin menguat meski Indonesia sedang dihadapkan pada kesulitan. Termasuk video sosialisasi mengajak masyarakat untuk tetap berkarya dan beradaptasi dengan kehidupan normal baru.

“Hari ini seluruh dunia sedang dilanda pandemi yang berdampak pada setiap lapisan masyarakat. Saatnya kita tunjukkan pada dunia bahwa kita bisa bangkit bersama memenangkan segala tantangan yang ada dan bergotong royong menuju Indonesia Maju,” kata Wishnutama Kusubandio.

Berkaitan memeriahkan HUT ke-75 Kemerdekaan RI juga akan digelar lomba digital berupa videografi/fotografi dalam mempercantik lingkungan dengan menjaga protokol kesehatan dengan tema Lingkungan Bersih Indah Sehat Kreatif Untuk Indonesia Kuat.

“Saatnya kita membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, dan mampu menghadapi segala macam tantangan bersama. Keterbatasan saat ini seharusnya dijadikan momentum bagi anak bangsa untuk berkreativitas dan berinovasi. Indonesia adalah bangsa yang kuat karena persatuan,” kata Wishnutama.