Pelancong Wanita Muslim Bertambah & Jadi Segment yang Tidak Bisa Diabaikan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Para pelancong wanita Muslim umumnya mencari hal-hal yang sama yang diinginkan oleh semua pelancong wanita di seluruh dunia yaitu  keselamatan dan keamanan terutama, juga pilihan makanan sehat dan pengalaman ritel yang baik.

Sebagian besar dari mereka saat bepergian juga tidak lupa untuk menjaga waktu sholat, makanan halal dan hal-hal yang berkaitan dengan keimanannya termasuk fasilitas keagamaan yang mudah diakses dan menawarkan ruang sholat khusus wanita termasuk layanan spa atau salon kecantikan khusus wanita.

Mengutip survey Mastercard-CrescentRating, tahun 2018, ada 140 juta pelancong Muslim internasional dan jumlahnya diproyeksikan akan hampir dua kali lipat pada tahun 2026. Sejauh ini belum ada survey terbaru yang diumumkan setelah dunia dilanda pandemi global COVID-19.

Hampir setengah dari pelancong Muslim ini atau  63 juta orang adalah kaum wanita yang menghabiskan sekitar US$ 80 miliar untuk perjalanan mereka. Dua pertiga dari populasi ini berusia 40 tahun atau lebih muda, menunjukkan kekuatan yang meningkat yang dimiliki Muslimah di pasar perjalanan global. 

Pelancong wanita Muslim biasanya bepergian dengan keluarga mereka (71%) termasuk anggota keluarga pria dan wanita.  28% responden telah melakukan perjalanan solo travelling dan beberapa telah bepergian dalam kelompok yang semuanya perempuan (29%). 

Tidak mengherankan, mayoritas mengidentifikasi mereka dengan lebih dari satu profil. Pelancong wanita Muslim paling berpengaruh dalam membuat keputusan perjalanan ketika  mereka melibatkan keluarga mereka dan pasangan. 

Baik dia sebagai anak perempuan, ibu atau pasangan dalam keluarga maka keputusan dalam membuat jadwal kegiatan dan tujuan ( itenerary ) adalah ditangan mereka dibandingkan dengan ketika mereka bepergian dengan orang lain.

Di Indonesia, pelancong wanita Muslim jika berwisata dengan keluarga akan memperhatikan detil program dan mengunjungi tempat-tempat yang menjadi destinasi favorit namun tentu saja prioritasnya adalah makanan halal dan dekat tempat sholat.

” Biasanya kita tinggal menghubungi travel agent dengan itenerary yang sudah disusun sesuai keinginan keluarga sehingga mereka yang tinggal urus mulai dari pilihan hotel hingga restoran, obyek wisata  hingga guide yang friendly Muslim,” ungkap Lyra Puspa, pendiri Vanaya Coaching International.

Untuk shalat, Lyra mengaku yang penting justru bisa berwudhu karena saat di perjalanan dia tinggal cari pojokan yang tenang di airport negara-negara non Muslim yang tidak menyediakan tempat ibadah.

” Tapi pernah juga di Great Wall, China kami shalat berjamaah di lokasi piknik  Rest Area dan jadi tontonan orang,” katanya mengenang.

Coach dari para CEO berbagai perusahaan di Indonesia ini kerap menjadi pembicara di mancanegara sehingga jika diminta mengisi conference atau pergi dengan tujuan bisnis maka hotel biasanya sudah dipesan oleh pihak panitia penyelenggara atau mitra bisnisnya di lokasi event.

“Makanan saya selalu request halal food dan fasilitas yang Friendly Muslim dan panitia yang tinggal urus,” ujar wanita bergelar PhD bidang Neuroscience in Psychology.

Jika sebagai peserta conference, permintaannya juga sama dan biasanya minta hotel di tempat event berlangsung atau hotel yang berdekatan karena Lyra mengaku untuk urusan konferensi dan bisnis fokus pada kegiatannya saja tidak mencampurkan agendanya dengan mengunjungi tempat wisata.

“Alhamdulillah sering bepergian ke luar negeri sebelum COVID-19 dan juga untuk urusan kuliah,” kata Lyra yang rajin kuliah formal di empat negara dan sampai tahun 2020 ini masih rajin kuliah a.l di Massachusetts Institute of Technology.

“Kalau kepentingan kuliah sudah ada langganan apartment dekat kampus. Makanan beli stok froozen atau setengah jadi dan tidak mengandung babi maupun non-lard. Kalau pas kuliah di AS atau di Inggris saat malas masak cari halal resto, atau kalo susah cari vegetarian resto,” ungkapnya. 

Lyra Puspa ( kiri) dan Rifda Agrinex, pengusaha wanita yang kerap solo travelling ke mancanegara ( foto. Dok. pribadi)

Pengusaha wanita lainnya yang kerap travelling adalah Rifda Ammarina yang suka disapa dengan nama Rifda Agrinex karena menjadi penggagas dan penyelenggara tahunan Agrinex, sebuah expo agribisbis yang setiap tahun diselenggarakan di Jakarta Convention Center ( JCC).

Wanita Muslimah yang kerap travelling ke mancanegara ini mengatakan hal yang menjadi perhatiannya saat bepergian adalah mulai dari penjemputan di bandara.

Pendiri Performax, event organizer ( EO) yang setiap tahun menggelar pameran pertanian bergengsi di Tanah Air dan sudah berlangsung selama 12 tahun ini mengatakan keamanan dan kenyamanan menjadi perhatiannya baik yang sifatnya aktivitas maupun dalam hal beribadah.

Oleh karena itu setiap kali bepergian ke mancanegara maka dia akan menyusun programnya dengan detil apalagi dinegara non Muslim sehingga fokusnya adalah fasilitas Friendly Muslim disemua lini hotel, restaurant, tempat shalat dan termasuk destinasi wisata.

“Pilihan restoran selain makanannya  harus halal dan mudah diakses juga lingkungannya bersih,” kata wanita yang tengah mempersiapkan Kampung Agrinex, di Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten sebagai obyek wisata.

“Kalau pilihan hotel tergantung lama tinggalnya. Tapi lebih sering kalau business trip pilih hotel di pusat kota ( city centre) karena kemudahan transportasi. Buat saya  view yang indah dari kamar bisa menikmati taman, misalnya, juga menjadi prioritas,” kata Rifda.

Ketika melakukan  solo travelling, kata Rifda, bisa diagendakan untuk leisure juga apalagi ada obyek-obyek wisatanya yang populer didunia maka Rifda akan memprioritaskan pula kunjungan ke kebun raya, taman kota dan factory outlet.

“Masjid terkenal seperti Masjid Camii di Tokyo atau disebut Tokyo Mosque, sebagai salah satu masjid tertua di Jepang yang dibangun pada dekade 1930-an pasti saya kunjungi saat berada di sana,” kata Rifda.

Mengaku tidak suka ke tempat-tempat hiburan malam atau tempat dugem, Rifda  juga sangat selektif dengan pilihan restoran termasuk yang sudah berlabel halal karena bukan soal tidak menyajikan alkohol dan daging babi saja.

Alumni Institut Pertanian Bogor ( IPB) yang berpengalaman bekerja di industri pangan dan menjadi public relations manager hingga akhirnya menjadi pengusaha EO ini bahkan tengah mengembangkan obyek wisata halal yaitu Kampung Agrinex, Pandeglang.

Wisata kebun adalah sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan yang bahkan setelah pandemi global COVID-19 melanda dunia akan menjadi pilihan berwisata banyak orang.

“Indonesia sudah menjadi tujuan wisata halal jadi untuk mempromosikannya dan agar tidak kontraproduktif, harus benar-benar dipersiapkan dengan baik mulai dari promosi sehingga persiapan destinasinya,” 

Dia berharap lima tahun ke depan cetak biru kampung Agrinex Pandeglang yang sedang dibangunnya bisa terwujud termasuk penjualan villa di dalamnya  karena bisa dikomersialkan untuk pengunjung agrowisata, peserta pelatihan dan Keluarga Santri.

Rifda optimistis tekadnya membangun fasilitas agrowisata Kampung Agrinex terwujud meski kini menghadapi tantangan akibat pandemi global. Keyakinan sebagai negara tujuan halal tourism, di dukung sebagian masyakat yang telah menerapkan halal lifestyle serta riset pelancong wanita Muslim menjadi penentu destinasi yang akan dikunjungi maka semua bisa terwujud atas ridho Allah SWT, tegasnya.

 

Danau Toba Resmi Jadi UNESCO Global Geopark (UGG)

this formate

Keindahan Danau Toba dengan panorama desa di sekelilingnya. ( Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Danau Toba di Sumatera Utara telah ditetapkan sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG) pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis, Selasa, 2 Juli 2020.

Kabar gembira ini disampaikan oleh Menparekraf/ Ketua Bekraf Whisnutama Kusubandio  dalam pernyataannya di Jakarta, hari ini, Jumat (10/07/2020) dan menyambut baik penetapan ini yang akan membawa destinasi super prioritas ini lebih mendunia.

“Danau Toba yang menjadi salah satu destinasi pariwisata super prioritas kini telah tersertifikasi tingkat dunia oleh UNESCO Global Geopark (UGG) sehingga Danau Toba akan semakin terkenal di level dunia dan yang terpenting memberi manfaat bagi masyarakat setempat,” ujarnya.

Danau Toba bisa menjadi sumber pendapatan untuk masyarakat yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan jadi destinasi. Memadukan 3 potensi utama yaitu geodiversity, biodiversity, culture diversity, Danau Toba memiliki peranan penting menopang sektor pariwisata, tambah Whisnutama.

Menparerkaf menjelaskan, melalui pengembangan geopariwisata yang berkelanjutan, diharapkan akan membuat masyarakat setempat memiliki peluang untuk meningkatkan budaya, produk lokal, dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.

“Penetapan ini memberi kesempatan plus tanggung jawab bagi Indonesia, untuk mendorong pengembangan perekonomian dan pembangunan berkelanjutan di kawasan sekitar,” katanya.

Kaldera Toba berhasil masuk daftar UNESCO setelah dinilai dan diputuskan oleh UNESCO Global Geoparks Council pada Konferensi Internasional UNESCO Global Geoparks ke-IV di Lombok, Indonesia, pada 31 Agustus-2 September 2019.

 

 

AVMS Fashion Movement Upaya Gairahkan Kembali Bisnis Fashion 

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id:  Desainer Arby Vembria luncurkan program AVMS Fashion Movement di Arby Vembria Modeling School Yogyakarta dengan bintang tamu Anne Avantie dengan karya bertema Jaler. Jumat malam ini 

AVMS Fashion Movement merupakan sebuah pergerakan yang dilakukan oleh sekolah mode itu bersama  VA Production dalam menghadapi dampak melemahnya perekonomian pada industri fashion dan event akibat pandemik COVID-19. 

“Melalui AVMS Fashion Movement ini kami mengundang para pelaku fashion yakni perancang busana (desainer), pengrajin, UMKM maupun pengusaha produk non-fashion lainnya seperti makeup, elektronik, skincare serta media untuk bangkit bersama,” kata Arby.

Pihaknya berharap gerakan yang dilakukannya bisa menghidupkan kembali industri fashion yang saat ini sedang mengalami keterpurukan dan membantu para desainer, pengrajin, UMKM untuk meningkatkan daya beli masyarakat dengan digital fashion show dan sales melalui media sosial.

“Rencananya rutin diselenggarakan setiap dua minggu sekali dan menghadirkan bintang tamu yang berbeda. Mengingat adanya peraturan pemerintah dalam menghadapi New Normal bahwa tidak boleh melebihi 20 orang dalam sebuah kegiatan yang mengakibatkan kerumunan masa, maka acara ini diselenggarakan secara privat tanpa ada penonton ” jelas Arby.

Fashion show hanya dapat dilihat melalui live streaming Instagram @avms.fashionmovement, @arbyvembria.modelingSchool@just.vembria,@vaproduction dan Youtube channel Arby Vembria Modeling School. 

“Kami juga akan mempersilahkan para penampil untuk memamerkan karyanya di media sosial milik pribadi,” ungkapnya.

Mengenai Arby Vembria Modeling School ( AVMS) pertama kali didirikan  Arby Vembria pada tanggal 1 November 2018. Melihat pertumbuhan industri fashion tanah air dan internasional membuat Arby berniat untuk membagikan ilmu yang dimilikinya selama 13 Tahun di industri fashion tanah air hingga internasional.

Sekolah pertama ia dirikan di kota Yogyakarta pada tanggal 24 Januari 2019 dan sekolah kedua diresmikan berikutnya di kota Semarang pada tanggal 30 Juni 2019. Untuk kota Jakarta, AVMS buka sister company dengan label BESTCAMP di Jakarta dan akan dibuka juga di Bali.

 

Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop Sudah Berjalan Baik

this formate

Menparekraf Whisnutama didampingi Kabaharkam Polri Komjen Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., di bioskop  XXI Plaza Senayan ( Foto Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menparekraf Whisnutama Kusubandio melihat langsung standar baru yang telah dipersiapkan pengelola bioskop. Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk, proses antre tiket, pembelian makanan yang bisa dilakukan dengan memesan dengan aplikasi, studio sebagai lokasi eksibisi film, serta papan informasi.

Peninjauan kesiapan penerapan protokol normal baru ke salah satu eksibitor, Cinema XXI, di Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (10/7/2020), bersamaan dengan peluncuran kampanye nasional “Indonesia Care” yaitu  panduan pelaksanaan Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) untuk sektor hotel, restoran, dan bioskop.

“Hari ini kita melihat bagaimana protokol kesehatan di bioskop dilaksanakan. Saya memastikan simulasinya berjalan dengan baik. Tidak hanya di bioskop, sebelumnya kami juga sudah melihat langsung simulasi penerapan protokol di berbagai sub sektor lainnya seperti hotel, restoran, dan juga destinasi wisata,” kata Wishnutama.

Menurut dia, semua proses tersebut telah dipersiapkan dengan pelaksanaan  physical distancing yang baik. Termasuk ketersediaan hand sanitizer di setiap sudut serta kesiapan para staf lengkap dengan alat pelindung diri yang dibutuhkan. Mulai dari sarung tangan, masker, serta face shield.

Dalam kesempatan itu Menparekraf didampingi Kabaharkam Polri Komjen. Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H, Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) Chand Parwez Servia, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf R. Kurleni Ukar

Hadir pula Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya dan Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh, Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin, dan Head of Corporate Communications & Brand Management Cinema XXI, Dewinta Hutagaol.

Menurut Whisnutama simulasi ini penting untuk dilakukan agar semua pihak, baik pelaku usaha maupun masyarakat paham akan prosedur-prosedur yang harus dijalankan. Sehingga saat nantinya sudah ada keputusan untuk kembali dibukanya bioskop, kegiatan dapat berlangsung dengan baik namun tetap aman dari COVID-19.

“Jangan tiba-tiba dibuka tapi sosialisasi belum terlaksana dengan baik. Karena apapun juga, risiko dari COVID-19 ini harus dihindari dan saya tak lelah menyampaikan agar sektor-sektor yang berada di bawah pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dapat menjalankan protokol dengan baik, benar dan penuh kedisiplinan,” ujar Wishnutama.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya telah mengeluarkan izin agar pengelola bioskop membuka kembali operasionalnya mulai tanggal 29 Juli 2020 dengan penerapan protokol yang ketat.

Menanggapi hal ini, Wishnutama mengatakan keputusan untuk membuka destinasi ataupun sektor ekonomi kreatif menjadi wewenang pemerintah daerah dengan memperhatikan tiga hal. Yakni status COVID-19, kesiapan daerah serta penerapan dari protokol kesehatan itu sendiri.

“Itu yang kita lakukan saat ini, sehingga kapanpun bioskop dibuka kita sudah siap. Dengan adanya panduan protokol kesehatan salah satunya di sektor perfilman ini, saya harap industri ini bisa produktif kembali, dari produksinya, bioskopnya dan berbagai macam aktivitas lainnya yang beberapa bulan terhenti,” kata Wishnutama.

 

Pelancong Wanita Muslim Masih Hadapi Islamphobia  Secara Verbal  

this formate

Asha dan peserta pelatihan rohani di Vietnam ( Foto: Mastercard-CrescentRating)

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Namanya Asha, wanita Muslim yang menjadi pendiri Asha & Co, sebuah komunitas bagi wanita sebaya. Uniknya Asha & Co mempromosikan kesehatan mental melalui memasak, seni, dan pertemuan regular komunitasnya.

Didirikan pada tahun 2015 dan berbasis di Singapura, komunitas ini menciptakan ruang yang aman bagi orang-orang yang berpikiran sama dengan berbagai keterampilan, minat, dan pengalaman untuk mengumpulkan dan bertukar gagasan, menciptakan ide-ide baru, membangun sistem dukungan yang sehat sambil menjelajahi potensi yang lebih besar.

“Wanita abad ke-21 sekarang memiliki lebih banyak ‘topi’ daripada sebelumnya, dan kita tahu itu bisa menjadi luar biasa. Kehidupan yang serba cepat telah menggerakkan kita untuk menggali lebih dalam untuk memahami tujuan kita dan untuk terhubung dengan apa yang membawa kita terpenuhi dalam hidup   dan kami mencapai ini melalui praktik yang penuh perhatian,” kata dikutip dari Muslim Women in Travel 2019 dari
Mastercard-CrescentRating

Pihaknya berdedikasi dalam melayani komunitas perempuan dengan penuh kasih sebagai #growthwarriors dan melengkapi, mengilhami dengan pengetahuan dan cara menjalani kehidupan yang merangkul pertumbuhan dalam hidup sehari-hari dan selangkah demi selangkah secara sadar dan terarah terus mengembangkan diri.

Nah bagaimana pengalanan dan tantangan yang dihadapinya sebagai  pelancong wanita Muslim?. ” Dalam perjalanan saya belum pernah diperlakukan secara berbeda oleh warga setempat tetapi saya pernah dilecehkan secara verbal dari turis  lain, terkait pernyataan Islamofobia, ungkap Asha..

Tantangan lain adalah harus berurusan dengan penilaian orang karena terlihat berbeda sebagai seorang Muslimah yang penampilan bukan seperti non-Muslim. Asha mengaku hobby berat dengan kegiatan menyelam tapi saat mau menyelam malah mendapat penolakan dari Muslim lain karena baju yang dikenakannya berbeda.

” Menyelam pakaiannya seperti itu, semua tertutup dan melekat karena   akan menyelam jauh ke dalam laut,” tambahnya.

Perusahaan Anda mulai menawarkan pelatihan spiritual (rohani) bersama untuk semua wanita di komunitas . Apa yang membuat Anda memulai kegiatan ini ?

“Perjalanan adalah salah satu media terbaru kami untuk berlatih kesehatan mental dan pelatihan rohani pertama kami adalah pergi ke Vietnam. Saya ingin itu bermakna dan tidak semata-mata pada tamasya, jadi kami bermitra dengan organisasi nirlaba untuk perempuan di sana untuk memberikan pengalaman budaya,” jawabnya.

Menurut Asha, para wanita Vietnam memiliki tantangan budaya mereka sendiri karena maraknya perdagangan manusia, pelecehan seksual dan fisik.  Anda bisa mengatakan itu lebih dari program pertukaran.

Apakah Anda pikir Anda berbeda dari pelancong wanita non-Muslim dalam hal layanan yang Anda cari? Kita semua bepergian karena berbagai alasan.  Hal yang sama berlaku untuk dua Wanita Muslim yang berjilbab yang  mungkin bepergian dengan tujuan yang berbeda, jawabnya.

“Apa yang membuat saya berbeda dari  wanita Muslim yang tidak berhijab karena saya harus melakukan beberapa penyesuaian untuk mengikuti aturan syariat agama saya. Makanan halal sangat penting bagi saya, tetapi saya cukup fleksibel

dan jika tidak ada makanan halal, saya akan mencari vegetarian atau sesuatu yang mudah dimakan.  Tapi saya kenal beberapa orang mungkin merasa tidak nyaman dengan opsi ini,” tuturnya.

Apakah Anda pikir kalangan bisnis melakukan pekerjaan dengan baik untuk melayani wanita Muslim?

“Sekalipun ada celah, perempuan Muslim biasanya bisa beradaptasi. Ketika saya berada di Maladewa, saya harus mengambil wudhu saya di sumur dan air dibagikan oleh dua jenis kelamin alias tidak ada privasi,” 

Buat dia melakukan wudhu tanpa mengekspos kesopanan yang tidak ada pertimbangan privasi akan membuat melakukan shalat lebih mudah bagi wanita Muslim.

“Secara pribadi, saya tidak menuntut fasilitas untuk semua wanita saja. Halbitu bukan bagian dari gaya hidup kita di Singapura.  tidak masalah pergi ke spa campuran gender karena biasanya Anda akan melakukannya berada di area pribadi dengan staf wanita, jadi kesopanan Anda dilindungi.  Tapi saya mengakui ada wanita lain yang tidak bisa menerima opsi itu,” ungkapnya.

 

Kemenparekraf Luncurkan Kampanye Penerapan Protokol Kesehatan ‘Indonesia Care’

this formate

JAKARTA. bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meluncurkan Indonesia Care, kampanye nasional untuk mengimplementasikan protokol kesehatan sekaligus verifikasi guna menghadirkan destinasi yang bersih, sehat, aman, dan lingkungan yang lestari.

Peluncuran kampanye Indonesia Care ditandai dengan pemutaran video kampanye “Indonesia Care” di Studio XXI Plaza Senayan, Jakarta. Sekakigus diluncurkan Panduan Pelaksanaan Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) atau yang selanjutnya disebut Panduan Pelaksanaan Kesehatan, Kebersihan, dan Keselamatan untuk sektor Hotel, Restoran dan Bioskop.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, kampanye Indonesia Care atau disingkat I Do Care menunjukkan komitmen bangsa Indonesia, khususnya seluruh pemangku kepentingan di sektor Parekraf kepada masyarakat dunia bahwa Indonesia sangat peduli atas kebaikan bersama untuk menjaga kebersihan, higienitas, dan pelayanan tanpa kontak langsung untuk keamanan sesama.

Indonesia Care diinisiasi sebagai kesepakatan nasional untuk meningkatkan kepercayaan publik dengan memaksimalkan partisipasi publik serta pebisnis untuk menjunjung tinggi sanitasi dan higienitas sepenuh hati.

” Ini merupakan salah satu strategi komunikasi kita untuk dapat menjalankan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan mengutamakan prinsip kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan,” kata Wishnutama Kusubandio.

Turut hadir dalam peluncuran kampanye Indonesia Care,  Kabaharkam Polri Komjen. Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H, Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) Chand Parwez Servia, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf R. Kurleni Ukar, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya dan Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Frans Teguh

Menparekraf mengajak seluruh pihak, yakni masyarakat dan industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk turut serta dalam kampanye “Indonesia Care” ini dengan melaksanakan pengelolaan tempat usaha dan wisata yang memastikan sanitasi, higienitas, dan pelayanan tanpa kontak langsung.

Pelaksanaan protokol sangat penting dan strategis untuk dilaksanakan sebaik-baiknya dengan melibatkan pengusaha, konsumen dan masyarakat.

“Dengan upaya ini diharapkan sektor yang sudah dibuka dan yang akan dibuka siap melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa kembali bergerak, produktif namun tetap aman dari COVID-19,” kata dia.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya menjelaskan, Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang diterbitkan mengacu pada standar global sebagai panduan teknis operasional bagi pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam melangsungkan berbagai aktivitas ekonomi yang berangsur-angsur kembali bergerak pascapandemi COVID-19.

“Panduan protokol ini merupakan turunan yang lebih detail dari Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang disusun oleh Kementerian Kesehatan berdasarkan masukan dari Kemenparekraf,” kata Nia Niscaya.

Berdasarkan data dari social listening tools Sprinklr Analytic dengan keyword Indonesia, Travel, dan penanganan COVID-19, persepsi negara lain terhadap Indonesia masih rendah. Dengan diluncurkannya Panduan Pelaksanaan Kesehatan, Kebersihan, dan Keselamatan ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

“Ini merupakan bagian dari langkah gaining confidence  atau building trust baik untuk masyarakat domestik dan juga internasional,” kata Nia Niscaya.

Oleh karena itu, protokol kesehatan mesti menjadi perhatian untuk diimplementasikan secara ketat oleh pelaku industri. “Informasi soal Indonesia Care dan Panduan Pelaksanaan Kesehatan, Kebersihan, dan Keselamatan bisa dilihat lebih lanjut di _website_ indonesia.travel/indonesiacare,” kata Nia Niscaya.

Dalam kesempatan ini juga disosialisasikan Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Panduan Teknis Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif dalam Masa Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat COVID-19.

 

AMPHURI Pastikan Banyuwangi Layak Jadi Destinasi “Halal Tourism”

this formate

BANYUWANGI,Jatim, bisniswisata.co.id – Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) yang berkedudukan di Jakarta, mengunjungi Banyuwangi, untuk menggali informasi tentang Banyuwangi.

“Memastikan Banyuwangi layak untuk dimasukkan ke dalam program wisata halal tourism Amphuri, bersama beberapa kota lainnya seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Probolinggo (Bromo), “ ungkap  Wakil Ketua Umum Amphuri, Imam Basori.

Saat ditemui Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Wakil Ketua Umum Amphuri, Imam Basori mengungkapkan ketertarikannya akan Banyuwangi. “Bulan Januari lalu, saya sudah berkeliling Banyuwangi. Termasuk mengunjungi Kawah Ijen dan blue fire-nya. Rasa “capek” tertebus melihat keindahannya,” kata Imam.

Banyuwangi memiliki tempat-tempat wisata yang begitu ramah terhadap muslim. Masjid mudah ditemui, kulinernya halal dan enak, tempat wisatanya bersih dan ada banyak pilihan destinasi. “Kami punya tekad untuk memasarkan halal tourism ke mancanegara, khususnya ke negara-negara di Timur Tengah. Dan kami ingin Banyuwangi masuk ke dalam promosi wisata halal kami,” tutur Imam.

Amphuri melihat, outdoor tourism menjadi muslim choice ke depannya. Amphuri optimis, mampu menarik wisatawan manca negara lebih banyak lagi untuk datang ke Indonesia. Khususnya wisatawan dari Turki, Maroko, Aljazair, Tunisia, seluruh Afrika, seluruh Timur Tengah dan negara-negara Eropa Muslim. Saat ini tamu Timur Tengah yang berkunjung ke Indonesia baru mencapai 18 juta orang. Amphuri optimis, ke depan akan lebih banyak lagi wisatawan Timur Tengah yang akan datang ke Indonesia, termasuk Banyuwangi di dalamnya. Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengakui Banyuwangi sedang berbenah.

“Segmentasi pariwisata kami memang outdoor tourism atau pariwisata berbasis alam/ecotourism. Orang yang datang ke Banyuwangi akan menikmati keragaman destinasi wisata alam yang ada, seperti Kawah Ijen, Pulau Merah, Taman Nasional Meru Betiri dan Alas Purwo, berbagai pantai serta perkebunan. Jangan kuatir untuk membawa wisatawan Timur Tengah ke Banyuwangi, karena di sini hotel-hotel kami juga dilengkapi dengan masjid atau musholla sebagai sarana ibadah. Makanan-makanannya pun juga makanan halal,” jelas Anas.

Anas juga menyebut beberapa festival di Banyuwangi yang bisa dinikmati wisatawan muslim. Di antaranya Banyuwangi Bersholawat bersama Habib  Syekh, Refleksi Akhir Tahun yang selalu mendatangkan ulama-ulama terkenal untuk mengisi malam pergantian tahun dengan doa bersama, serta Arabian Street Food (Arasfo) yang rutin digelar setiap malam Minggu.

Potensi wisatanya sangat tinggi. Tak heran jikalau Banyuwangi jadi salah satu destinasi favorit di Jawa Timur. Jumlah kunjungan wisatawan domestik sejak tahun 2013 hingga tahun 2019 mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2013 wisatawan domestik yang mengunjungi Kabupaten Banyuwangi sejumlah 1.057.952 orang dan di tahun 2019 jumlah wisatawan domestik yang mengunjungi Kabupaten Banyuwangi menjadi 5.307.054 orang.

Tidak hanya wisatawan lokal, keindahan Banyuwangi juga disorot mancanegara. Terbukti dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2013 sebanyak 10.462 orang, meningkat signifikan menjadi 101.622 orang di tahun 2019. Rombongan Amphuri ini menghabiskan waktu dua hari di Banyuwangi dan menyempatkan diri untuk gowes bersama di areal perkebunan Kali Bendo. Total ada 90 orang anggota rombongan yang mengikuti touring dengan  menempuh jalan darat. ***

“Charter Flight” Angkut 425 WNI dari Arab Saudi

this formate

JEDDAH, bisniswisata.co.id: Sebanyak 425 penumpang terdiri dari para mahasiswa, Pekerja Migran Indonesia (PMI) termasuk PMI bermasalah dan ditampung sementara di shelter KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah, diterbangkan ke Indonesia menggunakan pesawat charter Lion Air dengan nomor penerbangan JT111. Pesawat bertolak dari Jeddah Arab Saudi Kamis, 9 Juli 2020 pukul 5:15 waktu setempat.

Sejak penghentian sementara penerbangan jemaah umrah 27 Februari untuk meredam penyebaran COVID-19, Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah telah bekerja sama dengan maskapai Saudia untuk membantu kepulangan secara mandiri sebanyak 2.663 WNI/PMI melalui 9 kali penerbangan.

“Kami menjajaki kemungkinan kerja sama dengan semua maskapai yang bersedia mengangkut WNI dengan harga yang terjangkau. Kali ini maskapai Lion Air bersedia mengangkut dengan tarif 2.400 riyal, karena ini sifatnya penerbangan charter. Berangkat kosong pulang bawa penumpang,” terang Konjen Eko Hartono. 

Para PMI tersebut, lanjut Konjen Eko, terpaksa harus pulang karena masa kontrak kerja mereka telah berakhir. Sebagian lagi harus pulang lantaran perusahaan tempat mereka bekerja ditutup, menyusul kebijakan pemerintah setempat yang melarang perusahaan-perusahaan dengan kategori tertentu beroperasi selama pandemi COVID-19.

KJRI Jeddah, jelas Konjen Eko, sifatnya membantu WNI yang terpaksa harus pulang. KJRI melakukan negosiasi dengan pihak maskapai agar harga bisa ditekan serendah mungkin. Tim KJRI Jeddah membuka pendaftaran online secara perorangan dengan persyaratan dan ketentuan, diantaranya kewajiban bagi calon penumpang mematuhi protokol kesehatan.

Tim KJRI kemudian melakukan verifikasi terhadap lampiran dokumen yang disampaikan secara online dan wajib disertakan oleh setiap calon penumpang, antara lain memastikan apakah visa exit telah diterbitkan dan yang bersangkutan tidak sedang mengalamai gangguan kesehatan.

Selama penerbangan internasional reguler belum beroperasi, KJRI Jeddah terus menjajaki kerja sama dengan berbagai maskapai, terutama maskapai nasional, yang bersedia mengangkut WNI yang terpaksa harus pulang di tengah pandemi, tentunya dengan harga yang terjangkau. ***

Para Desainer Tampilkan Produk Etnik dan Unik Sesuai Protokol Kesehatan.

this formate

Beragam masker, face shield dan topi dari bahan batik dan tenun dalam warna cerah, tampil etnik dan unik. Dari ki-ka, karya  Agus T. Santosa, Ita Yudi, dan Elly Y. Natadisastra. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Masa-masa pandemi COVID-19 dengan gaya hidup new normal ini, terlihat banyak masyarakat berseliweran memakai tutup wajah dan juga penutup hidung dan mulut. 

Apalagi ketika tempat wisata kuliner, mal, perkantoran dan lokasi umum lainnya sudah mulai dibuka, semua harus menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Penutup hidung dan mulut yang terkenal dengan sebutan masker, serta penutup wajah yang transparan dikenal dengan face shield, kini bermunculan dengan beragam tipe, model dan gaya. 

Tak heran kalau belakangan ini bak jamur tumbuh di musim hujan, dalam waktu cepat muncul beragam produsen atau penjual masker dan face shield dari berbagai kalangan.

Kini banyak ibu rumah tangga biasa yang hanya mengurus anak dan keluarga, mulai berbisnis dengan membuat masker yang cukup mudah. Atau para UKM yang semula menjahit busana, tas, dan sepatu, juga ikut berlomba memproduksi masker. Karena masyarakat sekarang memang membutuhkan alat pelindung wajah tersebut.

Dari berbagai macam masker dan face shield yang ditawarkan, tetap saja ada yang melirik dan mendesain masker khusus dari bahan berbeda. Yaitu menggunakan kain-kain etnik atau wastra nusantara seperti kain batik, tenun, dan songket. Juga kreasi masker dari olahan renda brukat dipadu dengan bahan polos yang nyaman dipakai.

Model yang dibuat juga unik. Ada yang merancang satu set masker dan face shiel dari bahan batik, atau dari kain tenun. Ada yang membuat masker satu set dengan topi bulat yang menutup sebagian wajah  dari bahan batik. 

Beragam karya masker etnik dan unik ini, bila dipakai akan menambah kepercayaan diri pemakain, dan terpenting akan membuat orang sekitarnya tahu akan batik dan tenun.

Seperti Elly Yulia Natadisastra dari Bandung. Desainer aksesoris ini biasa membuat barang kerajinan seperti kalung dan gelang dari batu-batuan, karya decoupage pada tas wanita, dompet dan lainnya dari bahan anyaman dari Tasik, Jawa Barat ini, tergelitik hatinya untuk membuat masker dan face shield dari batik. Dan jadilah karya yang cantik dan bisa dibilang unik. Kaca atau mika penutup wajah diberi lis kain batik dan tenun.

“Awalnya ini saya buat untuk diri sendiri dan handemade. Tapi belakangan banyak pesanan, saya juga mengajarkan para UKM binaan Dekranasda Jawa Barat untuk membuatnya. Alhamdulillah orderan terus ada dari berbagai kota di Indonesia. Setidaknya bisa membantu ibu-ibu lain dalam mendapatkan penghasilan,” ungkap Elly per telepon.

Apalagi karya masker dan face shield Elly ini langsung dipakai oleh Ibu Atalia Praratya Ridwan Kamil, isteri Gubernur Jawa Barat, yang juga Ketua Dekranasda Jabar dalam berbagai kegiatan. Tak hayal lagi permintaan terhadap produknya berdatangan.

Menurut Elly, membuat face shiled cukup mudah. Beli mika meteran, lalu potong sesuai ukuran wajah. Dan dibuat melengkung. Pinggirannya diberi lis kain batik atau tenun dengan alat perekat double tape. Untuk bagian atas diberi busa yang ditutup dengan kain yang sama, serta diperkuat dengan kancing khusus yang dipakai untuk celana jeans.

“Semuanya dilem, sehingga kuat.  Untuk masker dijahit. Dibuat dari bahan yang sama dengan lis face shield, jadi satu set,” ujar Elly yang juga pengurus di Dekranasda Jawa Barat ini. Untuk satu set masker dan face shield ini, warga cukup membayarnya Rp65.000.

Topi dan masker

Lain lagi cerita Agus T. Santosa, desainer busana dengan label Apikmen. Pengusaha yang sering pameran ke luar negeri seperti ke Moskow ini, saat pandemi Covid-19 ingin membuat sesuatu untuk isterinya supaya aman dan terlindungi dari virus.

Agus sudah terbiasa mengolah batik jadi busana. Kali ini dia membuatkan masker dan topi bulat (bucket hat). “Isteri saya pakai kerudung. Nah, biar simpel saya buatkan dia masker dan topi bulat dari bahan senada, yang bisa menutupi kepala dan wajahnya. Untuk bagian leher tinggal dikalungi dengan syal. Jadi semua tetap tertutup,” paparnya.

Ternyata koleksi masker dan topi tersebut cukup membuat oang lain ingin juga memilikinya. Akhirnya Agus memproduksinya lebih banyak. Dia memakai batik antara lain motif kreneng untuk produknya. 

“Permintaan cukup banyak,” tambahnya. Masker dan topi ini bisa dipakai oleh semua kalangan, baik laki-laki dan perempuan. Untuk satu set dijual Rp150.000.

Begitu juga dengan desainer Ratih Puspitawati yang akrab disama Bu Ita Yudi. Perempuan yang satu ini biasa merancang aksesoris handemade berupa kalung, gelang dan anting dari dari perpaduan berbagai bahan seperti mutiara, payet, batu-batuan, kayu, kerang, perak dan kristal ini.

Ita dengan produk berlabel Poes Craft yang sudah sudah 20 tahun lebih dilakoninya, sering melanglang buana ke luar negeri untuk memamerkan karyanya. Dia juga banyak mendapatkan penghargaan sebagai desainer aksesoris. Diantaranya Smesco Award pada 2018, dan Penghargaan Aksi Hidup Baik Sebagai Perajin DKI Jakarta yang diberikan oleh Guberner DKI pada Hari Ibu Desember 2019.

Selama masa pandemi Covid-19 ini, Ita ikut membuat alat pelengkap kesehatan seperti baju APD dan masker. Setelah order APD sepi, Ita beralih membuat bucket hat dan topi lebar, masker, face shield, lengkap dengan tas  dan dompet dari bahan tenun. Dia juga memproduksi masker yang dipermanis sulam tangan.

Dalam memproduksi produknya ini Ita dibantu oleh 15 perajinnya yang sudah lama bekerja sama dengannya. “Mereka rata-rata sudah 15 tahun ikut saya. Selama pandemi ini mereka kerja di rumah. Selama ini mereka bikin aksesoris, sekarang saya latih mereka bikin masker dan topi, tas dan  lainnya. Alhamdulillah, cukup banyak pesanan dan bisa membantu menghidupi semuanya,” ungkap Ita.

Menurut dia, selama COVID-19 ini orang agak takut juga memakai barang-barang branded keluar. “Nah, saya terpikir untuk buat tas bertali panjang atau tali pendek yang bisa menyimpan Hp dan dompet serta enteng dibawa. Dan juga modis karena dirancang satu set dengan topi, face shield, serta masker,” lanjutnya. Untuk satu set produknya itu, Ita mematok harga Rp250.000.

Kini jalan-jalan ke luar rumah sudah boleh dilakukan, namun tetap waspada dan memenuhi penerapan protokol kesehatan, seperti memakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan. Ingin berwisata atau sekadar menghirup udah segar di luar rumah, Anda bisa tampil modis dan cantik dengan produk masker etni dan unik.   (bundayoely@gmail.com)

 

Museum Replika Rumah Komikus Astro Boy, Doraemon Dibuka di Tokyo

this formate

Museum Tokiwaso di Tokyo, replika rumah para komikus legendaris (foto:Kyodo news)

TOKYO, bisniswisata.co.d: Manga atau cerita bergambar bagi masyrakat Jepang bukan sekadar bacaan, tapi sudah melekat menjadi bagian dari budaya populer di sana. Industrinya pun berkembang pesat bahkan melambung hingga ke manca negera.

Produknya bukan hanya buku, majalah atau terbitan lain, tapi yang lebih besar adalah industri film animasi yang menampilkan karakter yang diambil dari tokoh dalam manga. Tetsuwan Atom, misalnya, kemudian lebih populer sebagai Astro Boy, adalah karakter ciptaan Osamu Tezuka.

Tradisi manga sendiri sudah sangat panjang, dimulai sejak zaman Edo. Kala itu, seorang pemahat kayu dan pelukis, Katsushika Hokusai, menciptakan karakter bernama Hokusai Manga yang terbit secara serial hingga 15 volume pada 1814.

Tradisi membuat cerita bergambar atau komik ini terus berlanjut hingga pada awal abad ke-20. Saat itu muncul Osamu Tezuka yang membawa sejarah baru dunia manga di Jepang. Karya-karyanya banyak diinspirasi film-film animasi Walt Disney.

Sebuah museum yang mereplika apartemen yang jadi kediaman mendiang Osamu Tezuka di Tokyo dan komikus legendaris Jepang lainnya, telah selesai dibangun dan resmi dibuka untuk umum pada Selasa (7/7). Museum ini berdiri setelah bangunan asli dari kayu dibongkar pada 1982 atau 38 tahun lalu.

Tokiwaso Manga Museum yang berlokasi di kawasan Toshima menampilkan replika ruangan dan interior dari gedung dua lantai yang ditinggali banyak seniman termasuk Osamu Tezuka pencipta “Astro Boy” dan Fujiko F. Fujio pembuat komik “Doraemon” yang menetap di sana pada 1950-an dan 1960-an, seperti dilansir dari Kyodo.

Rencana pengerjaan proyek ini diumumkan pada 2016 dan pembangunannya dimulai pada 2019. Lokasi museum dipilih dekat bangunan aslinya. Museum semula dijadwalkan akan dibuka untuk publik pada Maret. Namun ditunda karena pandemi virus corona.

Hasil karya para komikus yang berupa komik lawas dan tandatangan lebih dari 100 komikus dipajang di lantai pertama Museum Tokiwaso. Sedangkan replika kamar mereka, termasuk dapur dan toilet bersama, ditampilkan di lantai dua.

Di museum ini pengunjung dapat membaca buku-buku yang bertutur tentang komikus dari Tokiwaso. DI sana juga mereka dapat menonton cuplikan video wawancara dengan komikus.

“Kami ingin menampilkan tempat kelahiran budaya anime dan manga (komik Jepang) ke seluruh dunia,” kata Walikota Toshima Yukio Takano dalam pembukaan. Pengunjung tidak dipungut biaya masuk.

Komikus lain yang ditampilkan dalam museum termasuk Fujio Akatsuka, pengarang “Genius Bakabon”, dan Shotaro Ishinomori, pencipta “Cyborg 009” dan “Kamen Rider”.

Museum buka mulai pukul 10 pagi hingga 6 petang dan tutup tiap Senin. Di era pandemi Covid-19, pengunjung diminta mendaftar terlebih dulu di laman resmi sebelum datang, untuk menekan penyebaran infeksi virus.

Tokiwaso Manga Museum dapat dicapai dengan berjalan kaki lima menit dari stasiun Ochiai-Minami-Nagasaki jalur Toei Oeodo, atau berjalan 10 menit dari stasiun Higashi-Nagasaki jalur Seibu Ikebukuro.