Tadabbur Alam & Doa Bersama Melawan Pandemi Oleh Majlis Shilaturrahim.

this formate

Kawasan wana wisata Curug Cilember sekaligus tempat ideal tadabbur alam. ( Foto: jabarprov.go.id)

CISARUA, bisniswisata.co.id: Wisata religi, tadabbur alam menjadi pilihan Majlis Ta’lim Shilaturrahim, Tanjung Priok, Jakarta Utara untuk kembali membuka aktivitas pengajian dengan tema “Doa Bersama Lawan Pandemi,” yang berlangsung di kawasan Curug Cilember.

Curug Cilember merupakan salah satu obyek wisata air terjun yang ada di Kabupaten Bogor. Obyek wisata yang terletak di Kecamatan Cisarua, berjarak sekitar 21 km dari arah Bogor serta dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit dari arah Bogor atau sekitar 1,5 jam dari Jakarta.

Curug Cilember memiliki keunikan tersendiri dikarenakan obyek wisata ini mempunyai obyek wisata air terjun sebanyak 7 buah. Air terjun dalam bahasa Sunda disebut Curug. Begitu memasuki pintu gerbang wisatawan akan bertemu dengan air terjun pertama dan begitu seterusnya sampai akhirnya di puncak bertemu dengan air terjun yang terakhir yang dikenal dengan nama curug tujuh.

Di sekitar kawasan wana wisata ini terdiri dari 2 ha hutan tanaman Agathis, Rasamala dan Pinus. Potensi visual lansekap menuju lokasi cukup menarik dengan pemandangan alam berupa pegunungan & perkebunan dan panorama kota Bogor dari atas ketinggian.

Bentang alam yang indah dan doa bersama dimalam hari di bawah atap langit menjadi sangat bermakna, apalagi mendoakan mereka yang telah wafat baik para tenaga medis maupun warga dunia akibat pandemi global COVID-19.

Mereka yang kini masih dalam perawatan dengan karantina diri di rumah-rumah pribadi maupun dirumah sakit rujukan di seluruh dunia juga mendapatkan doa-doa terbaik dari umat Islam yang tergabung dalam Majlis Shilaturahim ini.

Bagi keluarga yang ditinggalkan akibat pandemi global ini, tentunya semoga diberi kekuatan. Majlis Ta’lim Shilaturrahim hanya satu dari 1,8 milyar umat Islam yang ikut mendoakan orang-orang yang kalian cintai. Karena itu tetaplah tawakal. Be strong brother and sister.

Wisata religi yang berlangsung akhir pekan lalu ini memang berbeda karena selain untuk mendoakan agar pandemi global ini segera berakhir juga permohonan ampun pada Allah SWT atas ujian yang diberikan secara menyeluruh pada 216 negara di dunia.

Alhasil tadabbur alam yang dilaksanakan di halaman villa yang luas di kawasan Curug Cilember ini sekaligus untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan. Memahami tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah SWT dengan beragam ciptaannya.


Ketua Majlis Shilaturrahim H Nashori ( kiri atas) bersama pengurus lainnya Kyai H. Mudi ( tengah) serta suasana tadabbur alam di halaman villa ( Foto: Andi Azis Mahsifa)

 

Alam semesta, Manusia  dan Kehidupan adalah bukti bahwa segala sesuatu mengharuskan ada yang menciptakan dan dialah Allah SWT.  Sejatinya ketiga unsur tersebut bersifat terbatas, lemah, serba kurang sehingga tadabbur alam bersama ini bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pada Allah SWT.

Andi Azis Mahsifa, juru bicara Majlis Ta’lim Shilaturahim ini mengatakan penutupan pengajian dalam hitungan bulan guna mencegah penyebaran virus Corona membuat para anggota dan pengurus berinisiatif dengan tadabbur alam ini sekaligus pembukaan kembali pengajian rutin.

 Di era tahun  1990 an, sekelompok orang di bilangan pesisir Tanjung Priok, Jakarta, tepatnya disekitar Koja dan Cilincing membentuk satu perkumpulan pengajian rutin yang beranggotakan 10 hingga 15 orang.

“Pada awal terbentuknya perkumpulan ini seluruh anggota nya berasal dari wilayah Mauk, Tangerang yang kala itu bermukim di wilayah Koja & Cilincing.jakarta utara,” kata Andi Azis Mahsifa.

Seiring berjalannya waktu, anggota perkumpulan ini semakin bertambah hingga akhirnya dibuatlah satu wadah yang diberi nama Himpunan Keluarga Mauk Tangerang (HIKMAT). Pada awal berdirinya, kegiatan pengajian rutin mulai diadakan setiap malam jumat dari rumah ke rumah setiap anggota

Seiring dengan waktu, anggotapun bertambah bukan hanya dari keturunan yang berasal dari Mauk Tangerang. Para pendiri kelompok pengajian tersebut akhirnya sepakat merubah nama HIkmat menjadi Majlis Ta’lim Shilaturrahim.

Dari Anas bin Malik radiallahu anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Bagi siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menjalin hubungan silaturrahim.” (Hadist Riwayat. Muttafaq Alaih)

“Berangkat dari hadist diatas, Silaturahim merupakan sarana untuk memperoleh ridho dan pahala dari sisi Allah SWT,  sekaligus sebagai media untuk mendapatkan kelapangan rizki di dunia,” ungkapnya.

Hadits Rasulullah SAW itu menasihati kita, bahwa siapa yang ingin dilapangkan rizkinya oleh Allah dan dipanjangkan umurnya, maka  hendaklah ia mempererat jalinan silaturahim dengan saudara-saudaranya, dengan cara berbuat baik, menyayangi dan tidak memutuskan persaudaraa . Hal lni semua adalah dinilai sebagai shadaqah oleh Allah SWT, jelas Andi.

Beberapa nama yang pernah menjadi pelaku sejarah berdirinya Majlis Ta’lim Shilatuurahim dan kini semua sudah tutup usia a.l Kyai H.Muqarrabien Yusuf sebagai ketua, Ustad H. Ahmari As (wakil ketua) & Urip Raharjo sebagai sekretaris.

Beberapa nama yang juga  terlibat sejak awal berdirinya adalah H.Hasan  Bisri,Ustad Alwani Main,Ustad Rais, H.bahrum,Ustad yakub serta Ustad budi harjo &  H.Nashori. Di usianya yang hampir 30 tahun, Majlis Ta’lim Shilaturrahim terus berkembang.

” Di paruh perjalanan  berdirinya Majlis Shilaturrahim terpilihlah seorang ketua baru yang bernama H.Nashori. Bentang waktu hampir 15 tahun memimpin pastinya banyak cerita dan sejarah seiring  berkembangnya jemaah dan anggota,” kata Andi Aziz Mahsifa

Pada Anggaran Dasar Rumah Tangga Majlis Shilaturrahim jelas diuraikan seluruh tujuan,sifat, serta visi,aturan dan ketetapan,kewajiban,bahkan iuran para jemaah,ini semua tentunya menjadi dasar dan muara untuk terus mempertahankan dan mengembangkan Majlis Shilaturrahim dimasa mendatang.

Semoga dari setiap kegiatan yang dibuat dan dilaksanakan selalu menjadi aliran dan sumber pahala yang mengalir bagi para pendahulu,pendiri serta sesepuh Majlis Ta’lim Shilaturrahim ini, kata Andi Azis menutup wawancaranya.

 

Lima Hotel Baru di Bali ini siap Sambut Turis Asing Mulai September

this formate

Tanah Gajah, Resor yang sebelumnya dikenal sebagai The Chedi Club di Ubud tempat yang asyik untuk kegiatan yoga, meditasi  dan spiritual lainnya. ( Foto Tanah Gajah) 

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Pulau Dewata, destinasi wisata utama yang paling banyak dikunjungi di Indonesia dijadwalkan membuka diri untuk wisatawan internasional September mendatang. Meski sudah memiliki berbagai pilihan akomodasi terbaik di dunia, tetapi itu tidak berarti tidak ada ruang untuk menambah kehadiran hotel di tengah keterpurukan akibat pandemi global.

Dikutip dari channelnewsasia, untuk tujuan yang berdimensi relatif kecil, Bali pasti mengemas banyak hal. Dari pantai yang bertemu Samudra Hindia dan daerah kantong pantai yang ramai hingga lembah-lembah hijau di pedalaman tempat budaya Hindu di pulau itu terus berkembang. Destinasi terus unggul sebagai tujuan wisata utama di negri ini.

Popularitasnya yang abadi dan keindahan alamnya telah menjadikannya layak untuk membangun beberapa resor mewah paling spektakuler di Asia.  Dan pembangunan tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan  sebagai dampak COVID-19. Sebaliknya berbagai akomodasi pilihan yang baru dibuka atau akan diluncurkan di seluruh pulau.

DESA POTATO HEAD

Ini nama akomodasi yang akan diluncurkan terdiri dari 168 kamar. Lama menjadi buah bibir untuk suasana pantai yang indah di Seminyak, Potato Head terus menetapkan standar yang tinggi saat meningkatkan kerja sebagai ‘desa kreatif ‘ pertama di pulau itu – selama tahun 2020.

Aset-aset yang ada seperti Katamama, sebuah hotel bata merah terinspirasi seni yang dirancang oleh arsitek Indonesia Andra Matin, dan klub pantai andalan yang nama mereknya membuat namanya, akan diintegrasikan ke dalam pengembangan baru yang ambisius.

Inti dari desa baru ini adalah Pusat Kreatifnya, yang dirancang dalam kemitraan dengan OMA, praktik yang didirikan oleh auteur Belanda legendaris, Rem Koolhaas.  Akomodasi Ini akan mencakup 168 kamar tamu di bawah bendera Potato Head Studios.

Sorotan lain yang akan diluncurkan secara bertahap akan mencakup restoran pertanian-ke-meja, bar, klub anak-anak yang digerakkan oleh lingkungan, studio rekaman musik, kolam renang tepi pantai dengan sofa daybed, beberapa area aktivas dengan atap, ampiteater, dan diskotik bawah tanah  .

 NIRJHARA

 Julukan Bali sebagai ‘ surga’ terancam oleh beberapa faktor seperti kondisi lalu lintas, pembangunan yang berlebihan dan banyaknya jumlah wisatawan yang semuanya mengancam untuk menangkal aura dunia lain.

Namun masih ada tempat-tempat di mana spiritualitas bawaan pulau tetap bersinar melalui Nirjhara, misalnya,  bolthole baru yang indah di garis pantai barat daya pulau.

Terletak hanya beberapa menit dari Tanah Lot, salah satu tempat suci Hindu paling dihormati di Bali, resor ini terletak di daerah kantong tropis yang dikelilingi oleh hutan dan sawah hijau zamrud.  Dengan menggunakan filosofi kemewahan yang mewah, nyatanya malah bersahaja.

Resor ini menghubungkan kembali para tamu dengan alam dengan tipe kamar termasuk paviliun dengan   kolam renang yang tergantung di atas aliran sungai di bawahnya, pohon dan dengan pemandangan sawah di sekitarnya. Resor ini memang terletak di daerah tropis yang dikelilingi oleh hutan dan sawah hijau zamrud. 

Restoran Ambu, menampilkan pemandangan air terjun yang mengalir dan masakan Bali yang dibuat dari bahan-bahan sederhana.  Nirjhara juga menawarkan pelajaran berselancar di pantai Kedungu yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari properti hotel.

 TANAH GAJAH

Resor yang sebelumnya dikenal sebagai The Chedi Club Tanah Gajah di Ubud dibuka kembali pada awal 2020 dengan sederhana. Properti ini pertama kali dibangun pada 1980-an sebagai rumah liburan bagi arsitek dan desainer Indonesia yang legendaris, Hendra Hadiprana dan keluarganya.  Dan resor yang diganti namanya memberi penghormatan kepada pria hebat itu.

Searah jarum jam; Waldorf Astoria, Desa Potato Head, W-Bali dan Nirjhara

Kesannya Intim, namun luas, hotel ini memiliki dua puluh pilihan akomodasi yang dipenuhi karya seni, mulai dari suite satu kamar dengan kamar mandi terbuka dan pemandangan kolam teratai hingga suasana perkebunan dengan kolam renang pribadi.  Langit-langit bangunan yang dipugar akan dihiasi dengan lukisan tradisional Bali yang berbagi kisah hidup Hadiprana.

Esensi Hadiprana juga terasa di properti ini, dengan segudang patung, barang antik, dan karya seni yang dikumpulkan kolektor selama bertahun-tahun menghiasi semua sudut tempat.  Restoran utama, The Tempayan, dinamai guci gerabah tradisional besar yang menghiasi jantung ruang makan di tengah sawah. 

Lounge tapas baru, bernama Panen Padi. Sementara itu pemandangannya menampilkan kolam-kolam angsa yang tenang dan di satu sisi lainnya terlihat ladang rimbun yang terbentang.

 W BALI – UBUD

W Bali – Ubud adalah resor W kedua yang dibuka di Bali, tetapi sangat berbeda dengan properti saudaranya di Seminyak. Sementara properti tepi pantai mewujudkan persona partai dari pantai selatan pulau. Resor baru ini dijadwalkan untuk pembukaan tahun 2021 dan kehadirannya lebih sesuai dengan getaran holistik dan spiritual yang dimainkan di sekitar Ubud, jantung budaya pulau itu.

Memang, penekanannya adalah menemukan kesejahkesejahteraandari pada kenikmatan menyeruput koktail saat matahari terbenam dengan pakaian renang keren. Lokasinya seperti bertengger di puncak bukit dan berorientasi ke arah matahari pagi yang terbit di timur.

Properti ini, yang akan menampilkan 100 kamar tamu termasuk total sepuluh villa dengan kolam renang pribadi, menawarkan pemandangan Lembah Tanggayuda yang menakjubkan.

Pemandangan ini akan menjadi fokus di beberapa titik penjualan utama resor.  WET Deck-nya akan menggabungkan kolam bertingkat yang terinspirasi oleh sawah-sawah terkenal di Bali, sementara Wanderbar, bar koktail panorama akan menawarkan pemandangan 360 derajat serta peningkatan mixologi. Bagian lainnya adalah Synn, sebuah restoran khas dan terbuka ke arah tebing hutan.

WALDORF ASTORIA BALI

Sedikitnya 96 vila Waldorf Astoria Bali yang baru semuanya akan menampilkan pemandangan Samudera Hindia dari atas ketinggian.  Ada pemandangan laut dan Waldorf Astoria Bali baru akan menawarkan beberapa yang paling spektakuler di pulau itu ketika akhirnya dibuka nanti dalam tahun ini juga.

Lokasi bertengger di puncak bukit setinggi 40 m di atas ombak yang menghantam di semenanjung Bukit di Bali selatan, dengan 96 vila semua menghadap langsung pemandangan Samudera Hindia.

Akomodasi mewah yang Anda harapkan dari properti Waldorf Astoria dengan pilihan mulai dari vila satu kamar tidur yang ramping hingga konfigurasi enam kamar tidur yang luar biasa.

Sorotan lain dari properti ini meliputi area pantai pribadi dengan klub pantai, dua restoran fine dining dan tempat spa.  Resor ini juga berada dalam jarak yang cukup dekat dengan Bukit Pandawa Golf Club, lapangan golf all-par 3 yang unik dan dinilai sebagai salah satu fasilitas golf terbaik di pulau ini.

Emirates Akan Tutup Biaya Medis Terkait Virus Corona

this formate

Emirates Tutup Biaya Medis Terkait COVID-19 (foto: BBC)

DUBAI, bisniswisata.co.id: Emirates, maskapai penerbangan terbesar di Timur Tengah, mengatakan pihaknya akan menutup seluruh biaya medis para penumpangnya terkait virus Corona. Hal ini dilakukan untuk membangkitkan rasa percaya diri agar orang mau kembali lagi bepergian. 

“Emirates akan menanggung biaya medis para penumpang yang terkait COVID-19 dan biaya karantina saat mereka bepergian dengan Emirates, dari dan menuju UEA  ke seluruh dunia. Semua gratis!,” demikian menurut pernyataan resmi yang dirilis kantor Media Emirates di Dubai, yang diansir AFP

Sejak pandemi COVID-19 merebak, maskapai yang berbasis di Dubai ini telah menghentikan seluruh layanan penerbangannya mulai akhir Maret. Keputusan ini diambil sebagai upaya untuk ikut membendung penyebaran virus yang bergerak secara eksponensial itu.

Dua pekan setelah itu, Emirates kembali beroperasi meski layanannya masih sangat terbatas. Rencananya, mereka akan kembali membuka penerbangan ke 58 kota pada pertengahan Agustus, turun dari 150 kota sebelum krisis COVID-19. 

Media lokal memberitakan bahwa pengumuman ini dirilis tak lama setelah Uni Emirat Arab mengeluarkan aturan yang mewajibkan semua penumpang yang masuk dan transit untuk melakukan tes kesehatan, mulai 1 Agustus mendatang.

 “Emirates akan menjadi maskapai pertama yang menawarkan biaya medis COVID-19 gratis bagi pelanggan yang bepergian ke, dari UEA dan seluruh dunia,” kata Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, kepala eksekutif grup Emirates, dalam cuitannya di akun Twitter pribadinya.

Langkah ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen untuk bepergian dan kembali meneguhkan posisi Emirates dan Dubai sebagai pemimpin di industri penerbangan, imbuhnya.

Penumpang bisa mengklaim biaya medis hingga 150.000 euro dan biaya karantina maksimal 100 eruo per hari selama 14 hari, bila kedapatan mereka didiagnosa terinfeksi virus Corona.

 “Kami tahu orang-orang sudah sangat ingin terbang seiring dengan mulai dibukanya sejumlah perbatasan, tapi mereka juga mencari fleksibilitas dan kepastian bagaimana jika sesuatu terjadi selama dalam perjalanan,” kata Sheikh Ahmed dalam pernyataan tertulisnya dan menambahkan bahwa kebijakan itu akan berlaku hingga 30 Oktober 2020.

Sebelumnya, presiden Emirates Tim Clark mengatakan mungkin butuh waktu hingga empat tahun sampai operasional benar-benar kembali seperti semula, dan kemungkinan akan ada PHK karyawan hingga 15 persen. Sebelum pandemi, Emirates mempekerjakan sekitar 60.000 karyawan, termasuk 4.300 pilot dan hampir 22.000 kru kabin.

 

Teknologi Telah Merobah Penanganan Pariwisata di ASEAN. 

this formate

Wisatawan  mengunjungi Grand Palace di Bangkok dengan memakai masker ketika dibuka kembali untuk para pengunjung menyusul pembatasan untuk menghentikan penyebaran coronavirus novel COVID-19.  (Foto AFP)

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Pertumbuhan yang cepat di Asia Tenggara telah menyebabkan peningkatan pendapatan yang memungkinkan warganya menikmati perjalanan liburan dalam bentuk destinasi jarak jauh dan perjalanan mikro. 

Pasar perjalanan dinas menggunakan anggaran daerah, termasuk penerbangan berbiaya rendah, juga diperkirakan akan tumbuh secara eksponensial.  Munculnya maskapai penerbangan berbiaya rendah dan kelas menengah yang semakin makmur di kawasan ini telah mengubah lanskap industri pariwisata secara luar biasa.

Teknologi memainkan peran penting dalam kemajuan industri perjalanan, di mana lebih banyak wisatawan melakukan pemesanan online.  Penelitian oleh Google-Temasek mengungkapkan bahwa perjalanan online adalah segmen terbesar dan paling mapan dalam ekonomi internet Asia Tenggara.

Dikutip dari theaseanpost.com, turis sering mencari kombinasi fasilitas dan penawaran saat memesan online untuk hotel.  Agen perjalanan bergantung pada platform pemesanan online karena mereka menyediakan manajemen data, transaksi online, dan layanan pelanggan tepat waktu.

Platform pemesanan atau agen perjalanan online (OTA) tidak hanya mengarahkan wisatawan ke hotel yang menawarkan harga terbaik tetapi juga melakukan hal yang sama untuk maskapai penerbangan, perusahaan penyewaan mobil, dan layanan terkait perjalanan lainnya. 

Online Travel Agent (OTA) adalah platform lengkap yang menyediakan ketersediaan waktu riil dan informasi perbandingan harga kepada konsumen.  Mesin metasearch memungkinkan wisatawan untuk membandingkan harga di seluruh OTA untuk menemukan penawaran terbaik.

Menurut Laporan Meltwater 2017 tentang Gangguan Digital Industri Perhotelan, pengeluaran perjalanan online Asia Tenggara diperkirakan akan mencapai US $ 76 miliar pada tahun 2025. Beberapa OTA terkemuka di kawasan ini termasuk Booking.com, Agoda, dan Expedia dan untuk OTA, keterjangkauan biasanya merupakan nilai jual utama mereka.

Hadapi gangguan

 Di dunia digital saat ini, gangguan tidak bisa dihindari.  Situs platform all-in-one memudahkan wisatawan memperoleh informasi luas tentang hotel, restoran, dan membaca ulasan tamu yang memungkinkan mereka membuat keputusan yang lebih baik ketika memilih tempat mereka untuk bepergian.

OTA seperti Agoda dan Expedia telah memberi konsumen kekuatan untuk mendapatkan penawaran yang lebih baik daripada pemesanan langsung dengan hotel.

Travel unicorn start-up Asia Tenggara, Traveloka, adalah platform pemesanan perjalanan dan gaya hidup terkemuka. Titik penjualan Traveloka tidak hanya menawarkan harga tiket pesawat dan kamar hotel yang kompetitif.

Tetapi juga memberikan pengalaman pemesanan terbaik kepada para penggunanya dengan opsi pembayaran yang fleksibel untuk melakukan booking. Dengan lebih dari 40 juta pengguna aktif di Asia Tenggara, pengguna Traveloka dapat menjelajahi ribuan produk dan aktivitas perjalanan.

 Layanan Traveloka, ‘Xperience’ menawarkan berbagai pilihan yang komprehensif seperti tempat-tempat wisata, hiburan dan paket wisata singkat, mengurangi kerumitan bagi wisatawan.  Platform yang mudah digunakan ini menjanjikan wisatawan pengalaman baru dan unik dan termasuk paket spa dan kegiatan lokal favorit.

Pergi  ke mal di lingkungan saat ini dianggap sebagai perjalanan, dan Traveloka ingin menguangkan perjalanan ini juga.  “Definisi perjalanan kami telah berubah,” kata kepala pemasaran Traveloka, Dannis Muhammad, yang perusahaannya sekarang menawarkan voucher restoran dan penawaran makan khusus untuk pengguna di kota-kota di Indonesia.

Di Jakarta, 80 persen penyewa yang menawarkan layanan atau produk gaya hidup sekarang dapat dipesan di Traveloka.Merek-merek yang membangun layanan mereka untuk menghubungkan wisatawan ke lingkungan terdekat mereka dan orang-orang daripada hanya menyediakan konektivitas digital akan lebih baik karena tren perjalanan berubah.

Pengganggu lain yang bersaing dalam ruang perjalanan online berasal dari maskapai berbiaya rendah terbesar di Asia Tenggara, AirAsia.  CEO maskapai ini, Tony Fernandes mengatakan bahwa masa depan perusahaan terletak pada “lebih dari sekedar maskapai penerbangan.”  Oleh karena itu dia berencana untuk memonetisasi 65 juta pengguna aktif bulanan AirAsia.com, perusahaan telah meluncurkan kembali situs web dan aplikasinya dan sekarang menawarkan pemesanan hotel dan fasilitas lainnya seperti tour.

Dengan krisis coronavirus saat ini, sebagian besar negara Asia Tenggara telah melarang penerbangan komersial internasional, sehingga sangat mempengaruhi industri pariwisata di wilayah tersebut.

Wakil Menteri Myanmar untuk Hotel dan Pariwisata, U Tin Latt memperkirakan kedatangan wisatawan di negara itu turun 5% tahun ini, sementara Thailand diproyeksikan melihat paling banyak delapan juta turis asing tahun ini – turun 80% dari tahun lalu.  

Fokus domestik

Jutaan orang di industri pariwisata dan penerbangan di seluruh negara anggota ASEAN telah kehilangan pekerjaan karena pandemi. Karena pembatasan virus secara bertahap berkurang di beberapa negara anggota, hotel dan OTA sekarang berlomba untuk memulai kembali pariwisata – dimulai dengan pelancong lokal.

 “Ketika Anda membelanjakan bisnis lokal, Anda membantu membangun bisnis ini dan ini akan meningkatkan ekonomi kita secara keseluruhan,” kata Musa Yusof, direktur jenderal Tourism Malaysia.

Dilaporkan bahwa wabah COVID-19 telah menurunkan jumlah pengunjung asing ke Vietnam menjadi hampir 3,7 juta pada paruh pertama 2020, penurunan 57% tahun-ke-tahun.  Ini telah mendorong pemerintah Vietnam fokus pada pariwisata domestik untuk meningkatkan ekonominya.  

Selain itu pemerintahnya juga  meluncurkan kampanye yang disebut ‘perjalanan Vietnam di Vietnam’ yang menawarkan diskon untuk penduduk lokal dan masuk gratis ke tempat-tempat wisata.

“Mengingat konteks saat ini, pasar domestik dianggap sebagai titik tumpu bagi industri pariwisata Vietnam untuk secara bertahap mendapatkan kembali momentum pertumbuhan,” kata Bui Thi Thanh Huong, wakil ketua Sun Group, pengembang properti yang menawarkan diskon sebanyak 60% di beberapa  resor dan taman hiburan.

Beberapa hotel sekarang bahkan menawarkan paket penjualan untuk ‘menginap’ untuk penduduk setempat.  Dan cara tercepat dan mudah untuk menemukan kesepakatan terbaik adalah melalui OTA.

Kemajuan teknologi mengubah lanskap perjalanan dan pariwisata secara drastis.  Pemesanan dapat dilakukan segera, dengan waktu persiapan yang lebih sedikit dan dengan berbagai pilihan untuk dipilih. 

Perbandingan harga antar platform juga menjamin perjalanan ekonomis dan kecerdasan buatan (AI) dalam bentuk chatbots memberikan bantuan ‘manusia’ sesuai permintaan.

Informasi yang tersedia, proses pemesanan cepat dan berbagai kategori hiburan dan atraksi yang dapat dipilih, akan mengubah fokus ke pengalaman yang lebih unik dengan perjalanan yang dipersonalisasikan

 

 

Departemen Pariwisata PWI Pusat Minta Stakeholder Fokus Pada Pengembangan Desa Wisata 

this formate

Warga desa wisata Kemiren, salah satu desa wisata di Banyuwangi,. ( Foto: Instagram Evyarialestari).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ketua Departemen Pariwisata Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) Pusat Hilda Ansariah Sabri mengatakan pengembangan desa wisata harus terus ditingkatkan apalagi di era New Normal saat ini organisasi pariwisata dunia UNWTO menyerukan pembukaan kembali pariwisata agar menerapkan sustainable tourism.

” Desa wisata adalah salah satu dari implementasi sustainable tourism atau disebut konsep pariwisata berkelanjutan. Setelah banyak negara melonggarkan aturan dan mencabut lockdown akibat pandemi global COVID-19, trend berwisata masyarakat dunia adalah berkunjung ke desa-desa wisata,” ujarnya.

Menurut dia, program kerja departemen pariwisata PWI Pusat adalah membina atau membentuk desa-desa wisata yang jarak tempuhnya hanya sekitar satu jam dari bandara maupun dari pusat kota Kabupaten/ Provinsi.

Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat, Dra Hilda Ansariah Sabri MM

“Selama ini desa wisata yang ada jarak tempuhnya bisa 4-7 jam dari ibukota provinsi maupun kabupaten, sehingga kurang strategis untuk dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara karena akses, atraksi dan amenitas ( 3A) menjadi kuncinya,” kata Hilda.

Wanita yang juga Pemimpin Umum/ Pemimpin Redaksi portal berita wisata www-bisniswisata.co.id dan E-Magz EXPLORE ini mengatakan jika desa wisata jarak tempuhnya dekat ke bandara atau ke ibukota kabupaten maupun provinsi, mudah bagi wisatawan untuk datang menikmati kuliner, suvenir, keseharian warga desa termasuk berfoto dengan baju daerah setempat.

” Wisatawan Indonesia kalau ke negri Belanda ingin ke Volendam untuk berfoto dengan kostum tradisional negri kincir angin itu. Padahal untuk foto di desa nelayan itu harganya juga tidak murah tapi mereka happy dan bangga bawa pulang  foto-foto dan suvenir dari tempat itu,” kata Hilda.

Pariwisata yang “ramah” dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya disepakati sebagai pariwisata berbasis komunitas atau yang tidak merugikan masyarakat sekitar, lingkungan, dan budaya lokal masyarakat, penyebutan ini lebih dikenal sebagai Community Based Tourism (CBT).

“CBT  mengutamakan masyarakat lokal sekitar destinasi wisata yang menjadi subjek sekaligus objek dalam managemen pariwisata. Peran masyarakat dalam konsep CBT ini sangat penting bagi keberlangsungan pariwisata ( sustainable tourism), ” kata Hilda yang 10 tahun terakhir kerap dipercaya menjadi juri lomba tingkat nasional Desa Wisata Kemenparekraf.

Ditanya tentang proyek percontohan yang sudah atau akan dilakukan oleh PWI Pusat, Hilda mengatakan bahwa sebagai organisasi profesi maka PWI akan mengajak stakesholders terkait untuk mewujudkannya karena disetiap desa wisata juga dibentuk Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis) yang menjadi pengelola desa wisata.

” Pokdarwis inilah nanti bersama PWI Daerah maupun IKatan Keluarga Wartawan Indonesia ( IKWI) yang melakukan pembinaan, pelatihan sehingga desa wisata tersebut bisa melayani wisatawan dengan baik dan pengurus Pokdarwis mahir mempromosikan lewat media sosial di websitenya masing-masing hasil binaan PWI,” 

Mengenai Kabupaten atau Provinsi yang bisa mengembangkan desa wisata seperti harapan PWI Pusat tanpa menunggu COVID-19 berakhir menurut Hilda adalah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

” Banyuwangi sudah ada bandara dan penerbangan langsung, jadi proyek percontohan pariwisata se Indonesia dan banyak bupati yang berkunjung ke sana untuk study banding,”  ungkapnya.

Sedangkan Banjarmasin jarak tempuh obyek wisata kurang dari satu jam adalah kawasan wisata Pasar Terapung di Kecamatan  Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin.

” Ada lagi Banjar Baru lokasinya dekat bandara dan dekat Martapura pusat perdagangan atau perbelanjaan permata/intan terbesar se Indonesia bahkan dunia. Ada 6 kecamatan dan 35 kelurahan sehingga saya mengharapkan Ketua PWI Kalsel Zainal Hilmi dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Dahnial Kifli bisa memilih lokasi yang tepat untuk pembinaan.

Menurut Hilda, tanpa harus menunggu pandemi global virus Corona berakhir, maka sinergi dari para stakeholders dapat mewujudkan desa wisata dengan konsep 3 A karena pembiayaan tidak selalu harus mengandalkan dana pemerintah.

” Semua perusahaan besar di Kalsel terutama sektor tambang bisa alokasikan dana CSR secara “keroyokan” untuk pariwisata daerahnya. Dana tidak besar yang penting political will,” 

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres  mengatakan sektor pariwisata sebagai pilar pertumbuhan ekonomi yang dapat menjadi platform untuk mengatasi pandemi. Nah tunggu apalagi ?

Giliran Sejumlah Desa Wisata NTB Menerima  Bantuan Program BISA

this formate

Guntur Sakti ( Kanan) menyerahkan bantuan alat kebersihan Program BISA Kemenparekraf di sejumlah desa wisata NTB ( Foto: Kemenparkraf)

MATARAM, Lombok, bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar rangkaian kegiatan padat karya dalam program Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA) di sejumlah Desa Wisata di Nusa Tenggara Barat (NTB), kata Guntur Sakti, perwakilan dari Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf.

Menurut Guntur, progran BISA merupakan gerakan padat karya yang bertujuan untuk mengoptimalkan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan masyarakat di destinasi dalam memasuki masa adaptasi kebiasaan baru pascapandemi COVID-19. Kegiatan yang berlangsung pada 24 hingga 27 Juli 2020 ini melibatkan peran aktif masyarakat.

“Kebersihan, kesehatan, dan keamanan akan menjadi faktor utama yang dibutuhkan wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru nanti. Sehingga kesiapan destinasi beserta seluruh pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di dalamnya harus benar-benar siap saat memasuki masa tersebut,” kata Guntur Sakti dalam keterangannya, Minggu (26/7/2020).

Kegiatan pertama berlangsung di Desa Wisata Tete Batu pada 24 hingga 25 Juli 2020 yang melibatkan sekitar 100 pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif terdampak COVID-19. Bersama-sama, masyarakat dengan dukungan Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, pihak kecamatan, Danramil serta perangkat desa, dan otoritas Taman Nasional Taman Gunung Rinjani melakukan aksi bersih-bersih.

Desa Wisata Tete Batu sebagai salah satu desa wisata tujuan favorit yang banyak dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara sebelum terjadinya pandemi COVID-19. Selanjutnya gerakan BISA juga berlangsung di Desa Wisata Bonjeruk, Lombok Tengah yang merupakan desa wisata yang dikembangkan atas kerja sama antara pemerintah daerah Lombok dengan Airasia, dan diresmikan pada 26 November 2019.

Kemenparekraf/Baparekraf memberikan sejumlah alat penunjang kebersihan dan kesehatan di seluruh lokasi kegiatan. Menariknya, bantuan wastafel portable sarana cuci tangan yang biasanya diberikan dalam bentuk tangki air portable diganti dengan kendi atau masyarakat setempat menyebutnya bong.

Kegiatan yang juga melibatkan peran aktif masyarakat itu berlangsung di empat titik, meliputi batas Desa Bonjeruk hingga Desa Ubung, Presa, Ombak, dan Pusat Desa. “Hal ini sebagai salah satu upaya dari Kemenparekraf/Baparekraf turut memberdayakan pekerja kreatif setempat,” kata Guntur Sakti.

Sementara hari ketiga, Minggu (26/7), kegiatan berlangsung di Kota Tua Ampenan, Mataram, yang juga didukung pemerintah setempat. Sekitar 100 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Mataram diajak untuk melakukan gerakan bersih-bersih di beberapa kawasan Kota Tua Ampenan seperti, Pondok Perasi, Pabean, serta Kota Tua. Sebagai salah satu destinasi pariwisata, Kota Tua Ampenan, memiliki sejumlah potensi pariwisata mulai dari bangunan bersejarah, pantai, hingga kuliner.

Guntur Sakti berharap, rangkaian kegiatan ini tidak hanya sebagai bagian dari kegiatan padat karya, namun dapat menumbuhkan rasa peduli seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif akan kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlangsungan lingkungan. Dimana semua faktor tersebut menjadi perhatian utama wisatawan dalam berwisata di era adaptasi kebiasaan baru.

“Kami juga telah menggulirkan program Indonesia Care sebagai kampanye nasional pariwisata sebagai simbol dari seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan juga masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa kami sangat peduli pentingnya menerapkan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlangsungan lingkungan,” kata Guntur

 

Petualangan Warga Senior Trekking dan Snorkling di P. Komodo  

this formate

 

LABUAN BAJO, bisniswisata.co.id: Perjalanan wisata bersama teman-teman komunitas IBMer, mantan-mantan teman sekantor di IBM yang rata-rata dudah menjadi warga senior selalu menjadi kenangan manis meski sudah dilakukan beberapa tahun lalu. 

Kini di tengah pandemi global dan pembangunan 3 A (Akses, Atraksi dan Amenitas) yang gencar, kerinduan berkunjung ke pulau Komodo semakin kuat apalagi sudah dicanangkan Presiden Jokowi sebagai destinasi prioritas pastinya banyak perubahan di Labuan Bajo, kota wisata yang menjadi titik awal petualangan ke Pulau Komodo

Titik berangkat untuk trekking di Pulau Rinca terlebih dahulu memang dari Labuan bajo. Setelah semalam istirahat di hotel di Labuhan Bajo. Pagi-pagi  jam 09:00 rombongan dibawa ke pelabuhan Labuhan Bajo. 

Labuan Bajo adalah ibu kota kabupaten Manggarai Barat dan terletak di ujung paling barat Pulau Flores, dimana penghuninya kebanyakan mencari nafkah di atas air ( kota nelayan ). Hal ini tercermin dari teluk yang sibuk yang penuh dengan berbagai ukuran kano, kapal layar, dan perahu bermotor.

Kami naik kapal Pinisi yang diubah menjadi mini hotel, dengan 6 kamar. Ditengah ada tempat kumpul, tempat makan dan tempat bercengkerama, paling atas di bagian atap disulap menjadi tempat mencari angin diwaktu malam. Kemudi kapal ada di bagian paling atas.

Jam 11 kami tiba dipulau Rinca. Ada 4 ranger yang akan mengawal 16 orang rombongan eks IBM untuk trekking. Kalau menjumpai komodo dialam bebas, kami dilarang bicara keras,  dilarang bercanda bahkan gerakan harus sesedikit mungkin. Kalau bisa jangan jauh jauh dari ranger yang ditugaskan mengawal kami.

Pulau Rinca, mempunyai 2,300 komodo. Kami melakukan trekking, berjalan menyusuri hutan kering alias pohonnya menanggas, untuk melihat komodo dan berbagai macam binatang liar seperti rusa, babi hutan, monyet, banteng dan aneka ragam burung. Baru melangkah 1 km sudah menemukan beberapa komodo yang berada dibawah rumah yang dihuni ranger.

Kani terus berjalan dan mulai menaiki bukit gersang panas karena matahari dan be.temu seekor kerbau yang sedang berkubang di air, tengan luka bekas gigitan komodo di kaki belakang dan punggungnya. Kerbau ini akan mati dalam waktu kurang dari seminggu karena bisa komodo. Pesta menyantap kerbau oleh beberapa komodo akan dimulai kalau kerbau sudah mati.

Kami naik ke bukit dan melihat seekor komodo sedang dibawah pohon. Ngeri juga melihatnya. Adrenalin kami naik tapi terus berjalan kepuncak bukit untuk melihat pemandangan laut dan pantainya yang indah dari atas. 

Berpose di pintu gerbang Taman Nasional Pulau Komodo dan berfoto ria bersama binatang langka ini. ( Foto: Gufron)

Cuaca panasnya bukan main dan keringat menetes sampai kaos kami basah kuyup. Setelah selesai memotret, kami turun kebawah lewat jalan lain. Sampai dibawah ditempat kantor ranger barulah bisa istirahhat dan terus kedermaga dan naik ke Pinisi. 

Makan siang dinikmati di atas kapal dan rasanya nikmat sekali makan siangnya karena habis trekking pula. Menunya seperti hotel ada capjai, ayam goreng, tahu goreng dicampur sayur dan ada nanas dan ditambah menu bawaan dari Jakarta. 

Snorkling

Acara selanjutnya adalah snorkeling di dua pantai yang pasirnya bersih dan airnya jernih. Salah satunya yang unik adalah di Pink Beach. Pantainya benar-benar berwarna pink atau merah jambu. Apa yang sebenarnya terjadi?

Pink Beach atau Pantai Merah Muda adalah salah satu pantai yang ada di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Pantai ini disebut Pink Beach dikarenakan pasir pantainya yang berwarna pink, kesannya romantis. 

Warna pink dari pantainya merupakan campuran dari warna pantai pasir putih yang bercampur dengan serpihan karang, cangkang kerang, serta kalsium karbonat dari invertebrata laut yang berukuran sangat kecil, dan juga Foraminifera, Amuba Mikroskopis yang memiliki cangkang tubuh berwarna merah. Pantai seperti ini hanya ada 7 di dunia. Jadi kita harus bangga mempunyai salah satu pantai yang berwarna pink ini.

Di Pink Beach ini terdapat begitu banyak biota lautnya meliputi 1000 spesies ikan, 260 spesies terumbu karang, dan 70 spesies spong. Dengan adanya biota laut yang begitu banyak, kami menikmati sebagai tempat snorkeling

Arus di pantai ini cukup kuat dan hal itu dikarenakan adanya pertemuan air laut tropis dari utara dan air laut dari selatan. Ada satu teman putri terseret arus keras, tapi dibantu oleh pemandu kami yang jago berenang. Alhamdullilah semua teratasi dengan baik. Maklum rombongan kaum hawa ini sudah tidak ada yang muda lagi dengan usia antara 60-69 tahun.

Kami tidur di kapal cruise pinisi 6 kamar ini, wah ributnya suara mesin. Ditambah bau solar benar-benar mengganggu kenyamanan tidur. Ada beberapa teman yang memilih mengungsi tidur di dek kapal. Jam 4 subuh saya sudah bangun untuk sholat. 

snorkling
Penulis siap-siap snorkling dan menikmati Keindahan pink beach serta serunya petualangan menginap di atas kapal kayu ( Foto: Gufron)

Kapal berhenti sepanjang malam selama kami tidur, berlainan dengan kapal cruise yang malah terus berlayar ketika kami beristirahat. Jadi kapal Indonesia solider dengan manusianya, sama-sama istirahat di malam hari.

Sejuta kalong 

Ada satu fenomena alam yang menarik hati yaitu terbangnya sejuta kalong keluar dari sarangnya di senja hari setelah matahari terbenam. Ratusan kalong terus keluar seperti semburan air selama 20 an menit tak berhenti sedetikpun, kapal kemudian berjalan lagi mendekati Pulau Komodo.

Setelah selesai sarapan pagi, jadwal kami mulai trekking dan seperti anak sekolahan, jam 7 teng anggota IBMer  ini sudah siap. Teman-teman saya ini memang tepat waktu dan mudah diatur. Kapal pinisi ini tak kalah dengan kapal cruise pelayanannya, yakni mereka juga punya tender, sekoci untuk mengangkut penumpang dari kapal ke pantai pp.

Trekking di Pulau Komodo ini hasilnya lumayan daripada di Pulau Rinca kemarin sebab kami berjumpa dengan dua ekor komodo yang sedang melakukan penyamaran, pura-pura jadi batang pohon mati, tak bergerak, namun siap mengintai mangsanya kalau-kalau ada yang mendekat.

Akan halnya bau manusia, apalagi kakek nenek uzur yang alot seperti rombongan kami ini mungkin sensor  mereka mendeteksi “bukan  makanan” ! Trekking hari ini mengambil route yang medium, tidak terlalu berat dan tidak terlalu sulit medannya.

Setelah itu siap-siap untuk snorkeling site yang memang top markotop, selain mudah aksesnya, artinya beberapa meter saja dari pantai, taman lautnya juga aduhai. Namun arusnya memang deras dan terasa sekali ketika hari semakin siang. Ongkos trip ke Kepulauan Komodo terbayar lunas disuguhi pemandangan indah di sini.

Kami berenang di atas air laut di pantai itu dan melihat ke bawah seperti sedang ada di akuarium raksasa. Puluhan jenis ikan berwarna-warni yang indah serta terumbu karang yang hidup menerpa mata dari spot yang satu ke yang lain.

Setelah sekitar dua jam snorkeling, kami kembali ke kapal untuk makan siang bersama. Di pinisi ini, beragam  lauk dimasak  ABK. Menu makan siangnya, chicken snitzel alias ayam goreng tepung, sayur gocai yakni sekitar 5 macam sayuran dicah, tahu tempe masak tomat, ikan teri asin pakai cabe, yang terakhir bukan disiapkan chef kapal tapi dibawa salah satu dari kami.

Setelah makan, snorkeling kembali untuk kedua kali dihari yang sama tapi kali ini di dekat Pulau Sebayur. dan snorkeling di Kanawa Resort. Akomodasinya sederhana dibandingkan dengan yang di Raja Ampat.

Menurut Ondo, pendamping kami, pemilik resort adalah orang Itali. Jelas tamunya yang terlihat disana-sini bule semuanya. Kata Ondo lagi, ongkos nginap di resort juga sangat terjangkau. Snorkeling di pantai resort ini so-so untuk ukuran Kepulauan Komodo.

Malam hari tepat jam 19.00, acara makan malam ( dinner) dimulai dengan aneka hasil laut,  nasi dengan lauk pauk ikan bakar, terong cah tomat dan bawang, bakmi goreng dan sayur urap. Tiada appetizer dan dessert, chef kapal Padaelo sudah kecapean. 

Sebagai gantinya, kami isi dengan cerita nostalgia semasa kerja termasuk kisah-kisah teman -teman exIBM yang tidak ikutan trip serta para mantan bos-bos kami yang lucu-lucu. Rasanya memang ingin menikmati malam terakhir dengan begadang sambil memandang langit penuh bintang.

Maklum esok pagi kapal merapat lagi ke pelabuhan dan kamipun meninggalkan Labuan Bajo untuk kembali ke Jakarta, melewati rutinitas serta kesibukan kota metropolitan dan berdendang lagu Kors Plus : Ke Jakarta aku kan kembaliiii……

 

@wikipedia

Selamat Datang di Qatar, Wajib Karantina 14 Hari

this formate

QATAR, bisniswisata.co.id: Mulai 1 Agustus, pemerintah negara Qatar – salah satu negara di Timur Tengah, membuka “pembatasanan perjalanan” untuk wisatawan manca negara khususnya dari 40 negara terakreditasi rendah resiko penularan COVID-19.

Pelonggaran pembatasan berlaku bagi warga dan penduduk tetap untuk melakukan perjalanan masuk dan keluar dari Qatar. Keputusan diambil setelah pencabutan pembatasan perjalanan secara bertahap yang diberlakukan sehubungan dengan pandemi COVID-19.

Kantor Komunikasi Pemerintah (Government Communications Office/GCO) Qatar,  mengumumkan bahwa Qatar menyambut kedatangan wisatawan dari negara-negara yang memiliki risiko rendah infeksi virus corona dan mereka wajib menjalani pengujian virus corona di bandara serta karantina 14 hari.

Wisatawan harus menandatangani dokumen perjanjian formal wajib karantina selama seminggu. Setelah tujuh hari, para pelancong harus menjalani tes kedua dan menyelesaikan periode karantina mereka jika hasilnya negatif. Jika ada individu yang positif, mereka akan dipindahkan ke fasilitas pemerintah untuk diisolasi.

Kementerian Kesehatan Masyarakat (Ministry of Public Health) Qatar telah memperbarui daftar negara-negara aman berdasarkan indikator kesehatan masyarakat Qatar dan protokol kesehatan internasional. Daftar ini juga akan ditinjau setiap dua minggu.

Sampai saat ini ke-40 negara tersebut adalah Turki, Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Kroasia, Malta, Finlandia, Hongaria, Polandia, Austria, Swiss, Republik Ceko, Slovakia, Denmark, Norwegia, Islandia, Estonia, Lithuania, Lithuania, Latvia, Irlandia, Slovenia, Belgia, Inggris, Yunani, Belanda, Maroko, Aljazair, Kanada, Cina, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Selandia Baru, Korea Selatan, Jepang, Australia, pemerintahan Siprus Yunani dan Andorra.

Qatar juga telah meluncurkan layanan Exceptional Entry Permit (EEP/Izin Masuk Luar Biasa) untuk memungkinkan penduduk, yang saat ini terdampar di luar negeri, kembali ke Qatar. Izin masuk dapat diajukan melalui aplikasi yang ada di portal resmi pemerintah Qatar.

Fasilitas tersebut memungkinkan kalangan pengusaha, baik perorangan atau perusahaan, sektor pemerintah atau swasta, untuk mengajukan izin masuk bagi penduduk dan anggota keluarga mereka yang memegang QID kembali ke Qatar.

Fasilitas EEP, juga dapat digunakan bagi wisatawan yang berasal dari luar daftar 40 negara layak kunjung ke Qatar. Pengunjung yang akan datang dari negara yang tidak ada dalam daftar aman harus mendapatkan “sertifikat bebas virus” dari fasilitas pengujian COVID-19 yang terakreditasi tidak lebih dari 48 jam sebelum bepergian dan mematuhi kewajiban karantina ketika mereka tiba di Qatar.

Individu yang gagal mendapatkan tes dari fasilitas terakreditasi di negara keberangkatan mereka, wajib karantina di hotel dengan biaya sendiri selama seminggu dan menjalani tes COVID-19 pada hari ketujuh. Pengunjung dengan hasil positif akan dipindahkan ke fasilitas isolasi dan yang hasil negatif melanjutkan masa karantinanya  selama seminggu (wajib karantina 14 hari).

Sementara itu, warga negara Qatar, pasangan dan anak-anak mereka, dan mereka yang memiliki tempat tinggal permanen, dapat melakukan perjalanan ke luar negeri dan kembali kapan saja akan dikenakan tes coronavirus atau karantina setelah mereka kembali, tergantung pada apakah negara keberangkatan dianggap sebagai negara risiko rendah atau sebaliknya.

Penduduk Qatar yang stranded abroad (tertahan di luar negeri/di luar negara Qatar) diizinkan kembali ke Qatar berdasarkan tingkat prioritas, termasuk memenuhi indikator kesehatan seperti diumumkan pihak GCO. Pencabutan pembatasan perjalanan pada 1 Agustus berada di bawah fase ketiga dari empat fase yang ditetapkan pemerintah Qatar.***

Wishnutama: Aplikasi Ferizy Solusi Kemudahan Untuk Beli Tiket Ferry

this formate

Peluncuran Ferizy dihadiri Menparekraf ( paling kanan), Menhub, Menteri BUMN, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Foto: Kemenparekraf)

MERAK, Banten, bisniswisata.co.id: Konektivitas merupakan salah satu faktor pendukung utama dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Oleh karena itu Menparekraf/ Ketua Bekraf Wishnutama Kusubandio dukung penggunaan aplikasi reservasi tiket ferry berbasis online “Ferizy” yang diluncurkan secara resmi di Pelabuhan Eksekutif Merak, Banten.

Dalam sambutannya pada peluncuran Ferizy, hari ini,  Sabtu (25/7/2020)  aplikasi ini sebagai jawaban atas harapan masyarakat untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan reservasi tiket kapal ferry dengan menggunakan teknologi digital.

“Saya meyakini ke depan, dengan terakselerasinya era digital yang lebih cepat selama masa pandemi COVID-19, tren pembelian tiket via online ini akan terus meningkat seiring gaya hidup masyarakat di era kenormalan baru,” ujar Wishnutama.

Pandemi COVID-19 membuat era digital terakselerasi lebih cepat dari yang seharusnya sehingga memaksa hampir semua orang untuk mentransformasikan segala kegiatannya ke platform digital.

Turut hadir dalam acara peluncuran “Ferizy” Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi, dan Kapolda Banten Irjen Pol. Drs. Fiandar.

Kehadiran layanan Ferizy juga sebagai bentuk sinergi antara kementerian/lembaga dalam hal ini Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, dan pemangku kepentingan lainnya yang selalu mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Saya berharap aplikasi Ferizy dapat menjadikan pengguna jasa kapal ferry semakin mandiri, mudah, aman, dan nyaman melakukan perjalanan,” kata Wishnutama.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan kehadiran layanan ini akan memudahkan layanan bagi masyarakat dan wisatawan. Dia juga menginformasikan bahwaKementerian Perhubungan rencananya akan menghibahkan pengelolaan 20 terminal di Danau Toba kepada ASDP.

“Kehadiran Ferizy menjadi satu langkah maju ke depan untuk dapat diterapkan, yang juga diharapkan akan memberikan kemudahan dalam memberikan layanan serta pembelajaran bagi masyarakat dan wisatawan,” kata Budi Karya.

Sementara Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan kehadiran tiga menteri dalam peluncuran Ferizy bukan sekadar seremonial, melainkan mencerminkan komitmen pemerintah dalam memudahkan dan melayani masyarakat dengan baik.

“Dalam hal ini ASDP melalui Ferizy telah mencerminkan dua hal tersebut, bahwa pelayanan publik harus diutamakan,” kata Erick Thohir. Selanjutnya ia berharap terminal penyeberangan juga terintegrasi dengan angkutan umum lainnya. Apalagi dengan pembangunan Tol Trans Sumatera yang saat ini saja sudah mampu meningkatkan aktivitas masyarakat hingga 40 persen antara Pulau Jawa dan Sumatera.

“Hal ini perlu diantisipasi. Saya harapkan peningkatan kualitas kerja di ASDP harus terus dijaga. Tapi saya yakin ini bisa terlaksana apalagi didukung oleh BUMN dan BUMD dan juga pengusaha di daerah dan sektor swasta,” kata Erick Thohir.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, layanan tiket online Ferizy merupakan salah satu transformasi digital yang dilakukan ASDP sebagai wujud peningkatan layanan BUMN dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat.

Website dan aplikasi Ferizy yang dibuat ASDP bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia, menjadi salah satu milestone perusahaan pada 2020. “Antrean menjadi salah satu tantangan yang dihadapi ASDP, terlebih di saat momentum puncak seperti hari raya. Kehadiran Ferizy yang dapat dipesan dari 60 hari sebelum keberangkatan diharapkan bisa mempermudah masyarakat,” kata Ira.

Sejak diterapkan mulai 1 Mei 2020 di empat pelabuhan utama ASDP, yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk, Ira menjelaskan, antusiasme pengguna jasa ferry yang membeli tiket online melalui Ferizy terus meningkat.

“Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat, yang semakin familiar dengan layanan Ferizy yang memberikan kemudahan dan kenyamanan saat membeli tiket ferry, ” tururbya.

Simpel, tidak perlu antre di pelabuhan, dan manifest penumpang lebih terjamin. Dalam dua tahun terakhir ini, ASDP bertekad mewujudkan upaya modernisasi layanan penyeberangan menjadi lebih baik lagi, tambahnya.

Usai meresmikan Ferizy, ketiga menteri menyeberang dari Pelabuhan Merak dengan kapal ekspress ASDP KMP Portlink menuju Pelabuhan Bakauheni. Kemudian meninjau Menara Siger, salah satu ikon wisata di Provinsi Lampung.

Di lokasi itu, Gubernur Lampung menyampaikan penjelasan tentang rencana pengembangan pariwisata di Kawasan Bakauheni. Bakauheni memiliki deretan pulau cantik, dan berpeluang untuk dikelola sebagai destinasi yang dapat ditawarkan untuk wisatawan domestik maupun ke mancanegara.

Menparekraf minta agar seluruh pemangku kepentingan mendukung untuk mendorong pariwisata domestik agar mampu membantu menggerakkan roda ekonomi setiap destinasi pariwisata di Indonesia pasca pandemi COVID-19.

Jadi Pengusaha Saat Pandemi Global, Bertahanlah & Jadi Manusia Bernilai

this formate

Keindahan Pantai Borocay di Philipina yang memikat dan menarik kunjungan wisman. ( Foto: PNA)

MANILA, bisniswisata.co.id: Anda memiliki bisnis di sektor pariwisata dan menjadi pemilik usaha ? jangan sampai usaha jadi tutup permanen karena adanya pandemi global COVID-19. 

Sebaliknya carilah mitra baru yang akan mampu mempertahankan dan menghidupkan kembali bisnis sementara krisis terus mempengaruhi ekonomi, demikian kesimpulan webinar daring yang diselenggarakan di negara tetangga Philipina.

Itulah masukan kolektif dari pembicara motivasi terkenal dan pakar bisnis Josiah Go dan Francis Kong selama Leadership Excellence Series (LES) 2020 yang diselenggarakan oleh The Department of Tourism National Capital Region (DOT NCR) Philipina.

“Jika Anda menyerah dengan keadaan dan 0menutup bisnis, Anda tidak memiliki nilai. Jika Anda menjual bisnis, Anda memiliki nilai. Tetapi jika Anda menghidupkan kembali bisnis, itu memiliki nilai yang lebih besar. Jika Anda ingin berbalik, Anda bisa tetapi Anda mungkin harus menemukan  mitra baru. Jangan tutup, “kata Josiah Go seperti dikutip kantor berita PNA.

Beradaptasi dan berinovasi akan menjadi satu-satunya cara industri pariwisata yang terpukul dapat bertahan hidup di bawah tekanan saat ini yang dibawa oleh pandemi penyakit Coronavirus 2019 

Setelah kegiatan diizinkan kembali maka perusahaan harus siap untuk menciptakan “penawaran menarik” untuk menarik klien, kata Josiah Go, ketua dan kepala strategi inovasi Mansmith and Fielders Inc.

Dia mengatakan perusahaan harus memiliki “pola pikir peluncuran kembali” ketika membuat penawaran, seperti memperkenalkan atraksi wisata baru dengan waktu acara mega penjualan di tiket pesawat, hotel, mal, dan restoran.

Sementara itu, perusahaan juga harus menemukan cara-cara kreatif untuk memikat pasar lain, seperti apa yang dilakukan perusahaan penyewaan Jepang Kasoku Apartments dalam mempromosikan ruangnya kepada orang-orang yang ingin menghindari apa yang disebut  cara ‘berpisah dengan COVID-19’ atau untuk sekadar mengambil nafas dan keluar dari kungkungan dirumah.

Dia juga mencontohkan, anggaran Hotel Fab di India, yang mengubah kamarnya menjadi area kerja alternatif, menyasar pengusaha dan bukannya turis. Memperhatikan bahwa pandemi juga akan berlalu, Go mengatakan penutupan bukanlah pilihan terbaik.

Sementara itu Francis Kong, presiden Success Options, Inc. dan direktur Inspire Leadership Consultancy, juga mencatat bahwa perusahaan harus bergerak menuju pemasaran digital ketika dunia memasuki apa yang disebut ekonomi tanpa kontak.

 “Ketika COVID-19 pecah, Anda harus memahami bahwa apa pun yang kami lakukan sampai sekarang, ini bukan inovasi. Inovasi akan datang kemudian. Kami hanya beradaptasi dan beradaptasi dan masih melakukan hal itu,” kata Francis Kong.

Direktur DOT-NCR Woodrow Maquiling setuju bahwa krisis itu hanya bersifat sementara dan bahwa COVID-19 bukanlah jalan buntu tetapi jalan memutar.”Masa-masa yang penuh tantangan dalam pariwisata ini menuntut kita untuk selalu imajinatif, berani, dan berani dalam mengejar arah selanjutnya untuk pariwisata negara kita,” kata Maquiling.

Berkali-kali, katanya, pariwisata Filipina telah secara konsisten membuktikan ketahanannya dan kemampuannya tidak hanya untuk bangkit kembali sebagai sektor tetapi untuk memimpin pemulihan ekonomi dan sosial negara itu.

 “Pekerjaan pemulihan kami mungkin tampak sebagai perjuangan berat.  Namun, kita harus mulai di suatu tempat jika kita harus pergi ke suatu tempat, “tambah Maquiling. 

Pengunjung internasional ke Filipina pada tahun 2019 mencapai 8,26 juta, pertumbuhan 15,24 persedibandingkan tahuni 2018  dengan kedatangan 7,16 juta wisman.

Hampir semua bulan, kecuali Januari, terdaftar tingkat pertumbuhan dua digit, yang terbesar adalah Agustus dengan kenaikan  27,54 persen sementara Desember mencatat volume tertinggi di 776.798 orang.