Orang Rusia Pilih Wisata Domestik Karena Masih Terbatasnya Penerbangan Internasional

this formate

Wisatawan Rusia kini banyak yang berwisata di dalam negrinya sendiri. ( Foto: TravelBizNews)

MOSKOW, bisniswisata.co.id: Pengeluaran orang Rusia untuk bepergian ke seluruh negeri tumbuh 1,5 kali lipat pada paruh kedua musim panas, sekitar 9,5 miliar rubel (lebih dari US$125 juta), ungkap  Bank VTB.

Dilansir dari TravelBizNews, menurut laporan yang diterbitkan oleh VTB, pengeluaran untuk hotel, sewa transportasi, restoran, dan hiburan di tujuan wisata paling populer telah mencapai tataran seperti tahun lalu sebelum ada pandemi.

Salah satu faktor pertumbuhan adalah program cashback untuk memulai perjalanan Rusia yang diluncurkan oleh pemerintah tahun ini, kata bank tersebut.

Pada paruh pertama musim panas, uang yang dihabiskan untuk pariwisata dalam miliar rubel (US$79 juta), lebih rendah dari periode yang sama tahun 2019.

“Pertumbuhan terbesar di paruh kedua musim panas ditunjukkan oleh sektor hiburan – di sini volume mencapai 440 juta rubel (US$ 5,7 juta), meningkat 2,2 kali lipat dibandingkan dengan enam minggu pertama musim ini,” kata laporan bank itu.

Data menunjukkan, wisatawan telah menghabiskan lebih dari 1,75 miliar rubel (US$ 23 juta) untuk akomodasi hotel sejak pertengahan Juli. Peningkatan keseluruhan biaya perjalanan terbesar tercatat di Wilayah Kaliningrad – 2,3 kali lebih banyak jika dibandingkan dengan Agustus 2019.

Belanja turis di Wilayah Krasnodar juga meningkat sebesar 90 persen, sedangkan di Wilayah Leningrad naik sebesar 29 persen.

Popularitas Moskow dengan turis turun tiga kali lipat musim panas ini dibandingkan tahun lalu. Namun, ibu kota masih memimpin dalam hal pengeluaran pariwisata, dengan 9,66 miliar rubel (lebih dari US$127 juta).

St. Petersburg berada di tempat kedua dengan 1,7 miliar rubel (US$ 22,4 juta), diikuti oleh Wilayah Krasnodar dengan 1,36 miliar rubel (US$ 17,92 juta).

FABEC ANSPs Cabut Lebih dari 500 Pembatasan Rute untuk Optimalkan Penerbangan

this formate

JENEWA, bisniswisata.co.id: Di dunia penerbangan ada Functional Airspace Block Europe Central atau dikenal dengan FABEC yang menggabungkan lebih dari 20 mitra dan organisasi dari tujuh negara dan domain yang berbeda.

Melansir dari Travel Daily News disebutkan bahwa sebagai penyedia layanan navigasi udara, FABEC ANSPs telah mencabut lebih dari 500 pembatasan rute untuk mengoptimalkan profil penerbangan

Inisiatif ini merupakan bagian dari paket tindakan komprehensif yang hingga saat ini mencakup lebih dari 750 perbaikan dan fasilitasi bagi pengguna wilayah udara.

“Pencabutan sejak dimulainya pandemi pada bulan Maret, menghindari kebutuhan pesawat untuk beroperasi pada tingkat penerbangan yang tidak efisien atau menerbangkan rute yang lebih panjang.  kata Peggy Devestel, Ketua Komite Tetap Operasi FABEC.

Sebagian besar dari pembatasan rute ini diberlakukan pada saat permintaan lalu lintas tinggi untuk menstabilkan jaringan dan memastikan keamanan sambil memberikan kapasitas tambahan.  

Pengguna wilayah udara sekarang dalam posisi untuk merencanakan profil penerbangan yang dioptimalkan karena pencabutan pembatasan rute yang disusun oleh Manajer Jaringan dalam apa yang disebut Dokumen Ketersediaan Rute (RAD) Appendix 3. 

Rute yang diperpendek dan profil penerbangan vertikal yang dioptimalkan keduanya merupakan kontributor kuat untuk  menurunkan konsumsi bahan bakar dan mengurangi jejak lingkungan penerbangan. 

Selain itu, FABEC ANSPs akan menghapus pembatasan RAD lebih lanjut pada tahun 2020 sebagai bagian dari program berkelanjutan untuk mengoptimalkan profil penerbangan dan merampingkan arus lalu lintas.

 “ANSP FABEC memanfaatkan kemerosotan lalu lintas yang disebabkan oleh COVID-19 untuk menghilangkan kendala yang tidak perlu pada saat lalu lintas rendah dan mengoptimalkan rute di beberapa wilayah udara paling kompleks di Eropa,”  tambah Peggy Devestel.

Ketua Komite Tetap Operasi FABEC ini mengatakan  tindakan RAD membawa keamanan, prediktabilitas, dan stabilitas ke operasi wilayah udara.  Karenanya, mereka memainkan peran penting dalam efisiensi jaringan Eropa secara keseluruhan. 

Menjawab permintaan lalu lintas yang tinggi dan tidak terduga dari 2017 hingga 2019 beberapa pembatasan RAD diperkenalkan oleh FABEC ANSP bekerja sama dengan Manajer Jaringan.

Mirip dengan sinyal lalu lintas jalan raya, tindakan ini mengarahkan pengguna wilayah udara di sekitar area yang paling padat.  Akibatnya, pengguna wilayah udara mengalami jaringan yang lebih stabil dan sedikit penundaan

Meskipun penerbangan ini menghasilkan emisi yang lebih tinggi, tapi dampak lingkungannya masih lebih rendah daripada yang semestinya jika tidak diperkenalkan.

Pengendali Lalu Lintas Udara FABEC memastikan bahwa kargo vital, repatriasi, dan penerbangan penyelamatan beroperasi dengan aman dan efisien bahkan pada puncak pandemi COVID-19

Kini saat dunia penerbangan kembali  bersiap ke keadaan normal, pengendali FABEC memastikan bahwa penerbangan Eropa dapat sekali lagi memainkan perannya untuk kepentingan orang maupun bisnis.

 

 

Impian Jalan-jalan ke Luar Angkasa Mulai Dirintis di Okinawa, Jepang  

this formate

Impian manusia biasa menjelajah ruang angkasa tak lama lagi bakal terwujud (foto: the upsider)

OKINAWA, bisniswisata.co.id: Meski dunia masih sibuk menghadapi pandemi COVID-19, impian menerbangkan turis ke luar angkasa tak pernah surut. Di tengah pandemi corona, pemerintah Prefektur Okinawa mengumumkan telah menjalin kerjasama dengan PD Aerospace Ltd, perusahaan penerbabangan berbasis di Nagoya, Jepang, untuk mengembangkan bisnis wisata luar angkasa.

Keduanya sepakat untuk sama-sama menjalankan usaha pariwisata luar angkasa dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di sebuah pulau terpencil, Pulau Shimojishima. Kelak, disanalah mereka akan membangun markas dan pelabuhan antariksa. 

Meski lokasinya terpencil, di sana sudah ada fasilitas landas pacu yang beroperasi sejak 1979 dan terutama digunakan sebagai bandara pelatihan bagi pilot-pilot pesawat komersial.

Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir banyak pilot yang lebih memilih menggunakan pesawat simulator untuk latihan, sehingga pendapatan bandara itu pun hilang.

Sebenarnya ide menerbangkan turis ke ruang angkasa telah dirintis SpaceX, perusahaan milik pengusaha ‘nyentrik’ dan futuristik Elon Musk.Impian yang telah direncanakan sejak 2011 itu semakin dekat untuk diwujudkan.

Dialah yang menggagas impian agar manusia biasa (bukan astronaut) juga dapat berkesempatan jalan-jalan ke luar angkasa dalam sebuah perjalanan komersil. 

Sementara itu, PD Aerospace mengatakan akan mulai merintis untuk mewujudkan rencana eksperimen ini paling cepat akhir tahun dengan lebih dulu mengembangkan landasan pacu yang ada. Selanjutnya, fasilitas hanger dan pusat pelatihan bagi pelancong luar angkasa akan didirikan pada 2022.

Pejabat lokal seperti dilansir Asahi Shimbun memproyeksikan akan mulai mengirim 100 orang ke luar angkasa setiap tahun pada 2025, kemudian meningkat menjadi 1.000 pada 2030. 

Saat ini perusahaan tengah mengembangkan pesawat ruang angkasa yang akan dilengkapi dengan masin baru sehingga dapat melakukan penerbangan pulang-pergi pada ketinggian 100 kilometer dalam tempo sekitar 90 menit.

Saat tur ke ruang angkasa, penumpang akan memperoleh pengalaman unik. Begitu pesawat memasuki orbit Bumi, tubuh manusia langsung merasakan efek dari gravitasi nol yang membuatnya melayang tanpa beban. Perjalanan ke luar angkasa ini dipatok dengan harga US$ 132.000 per orang.

Pemerintah Prefektur Okinawa berharap usaha ini akan dapat mendongkrak pendapatan daerah. Turis rencananya akan diterbangkan dengan pesawat ruang angkasa dari Pelabuhan Antariksa di Pulau Shimojishima ini.

 

Mbangun Ngamarta, Wayangan Suran dari Pemda Yogyakarta

this formate

Dalang Suharsono (Ki Cermo Sugondo) membawakan lakon Mbangun Ngamarta. ( Foto: Satrio Purnomo)

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Pagelaran wayang kulit  dengan lakon Mbangun ngamarta  mempunyai nilai yang sangat penting karena disamping dapat memberikan ruang kepada seniman untuk berkreasi di tengah pandemi global, juga dapat memperkenalkan dan menanamkan kecintaan akan khasanah budaya Indonesia kepada generasi muda, kata Drs. Kadarmanta Baskara Aji, Sekda DIY.

“Tidak sekedar menghadirkan tontonan saja, namun juga tuntunan, melalui cerita yang penuh filosofi dan ajaran luhur yang tercermin dari watak dan karakter tokoh-tokoh wayang yang mencerminkan kepribadian kita,” ujarnya saat membuka acara.

Wayang mempunyai pengertian “Wewayanging Ngaurip” yang artinya gambaran kehidupan kita bersama. Potensi kesenian wayang ini merupakan sesuatu yang sangat strategis untuk dikembangkan.

Tidak saja untuk membendung arus besar budaya populer yang cenderung mengesampingkan norma dan nilai kemanusiaan, akan tetapi seni pertunjukan wayang ini diharapkan dapat meminimalisasi pandangan yang sempit tentang nilai kehidupan serta kemanusiaan, tambahnya. 

Untuk itulah pihaknya menyambut baik serta menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dan Paguyuban Dalang Muda “Sukrokasih” DIY yang telah menyelenggarakan pementasan wayang kulit ini.

Bintang tamu a.l Elisha Orcarus Alasso, Sugeng Iwak Bandeng dan  Aldo Iwak Kebo.

” Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Dalang Suharsono (Ki Cermo Sugondo), beserta seniman lainnya yang telah bersedia untuk menghibur kita semua dengan kreasi yang memadukan konsep yang memuat unsur seni serta pesan moral dengan melibatkan seniman lokal, ” 

Disamping itu, wayang sekaligus dapat dipakai sebagai sarana kegiatan kita dalam memajukan nilai-nilai universal seperti keadilan, kesetaraan dan demokrasi serta nilai-nilai kebangsaan sehingga harus dipertahankan mempertahankan khasanah seni budaya yang sudah ada sejak dulu.

Menurut dia dengan sebanyak mungkin menampilkan pertunjukan-pertunjukan seni budaya ditengah masyarakat maka seni budaya akan terus diturunkan bagi generasi selanjutnya untuk dilestarikan dan dijaga keberadaannya.

Agenda Wayangan Suran Pemda Yogyakarta yang rutin digelar menyambut bulan Suro ini mengambil tema  Mbangun ngamarta Dalang: Ki Gondo Suharno, S.Sn. ( MB Cermo Sugondo) dengan pengiring dari Sanggar Kademangan. Bisa ditonton YouTube LIVE Streaming TasteOfJogja Disbud DIY,  Sukra Kasih Channel Ki Gondo Suharno Channel. Hadir pula bintang tamu a.l Elisha Orcarus Alasso, Sugeng Iwak Bandeng dan  Aldo Iwak Kebo.

 

Yuk Saksikan Dieng Cultural Festival di YouTube, Facebook, Instagram dan Mice.id.

this formate

Upacara Ruwat, pemotongan rambut gimbal anak-anak Dieng atas permintaan mereka sendiri yang menjadi inti festival.( Foto: Kemenparekraf).

WONOSOBO, bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak masyarakat untuk menyaksikan wisata virtual dalam ajang Dieng Culture Festival (DCF). Acara digelar pada 16-17 September 2020 melalui berbagai platform media sosial di antaranya YouTube, Facebook, Instagram, dan Mice.id.

“Keunikan ritual ini ialah pemotongan rambut dilaksanakan atas permintaan anak dan harus memenuhi permintaan anak yang akan diruwat,” kata Alif Fauzi,  Ketua Panitia Dieng Culture Festival, hari ini.

Dieng Culture Festival merupakan acara tahunan khas Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, yang menampilkan berbagai kesenian dan budaya dengan inti acara pemotongan rambut gimbal anak-anak Dieng.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani, Rabu (16/9/2020) menjelaskan bahwa Dieng Culture Festival merupakan salah satu event wisata unggulan di Jawa Tengah dan masuk dalam daftar Top 100 National Calendar of Events 2020 Kemenparekraf RI.

“Event ini selalu dinanti oleh wisatawan. Kemenparekraf pun terus mendukung kegiatan tersebut yang tahun ini dilaksanakan secara virtual. Dan kami berharap event virtual ini tetap memiliki daya tarik meski harus disaksikan lewat media sosial,” ujar Rizki.

Alif Fauzi mengatakan, konsep penyelenggaraan acara Dieng Culture Festival tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Yakni menyesuaikan standar operasional prosedur penanganan COVID-19, dengan menyelenggarakannya secara virtual.

“Tahun ini kami hanya mengundang 50 peserta untuk datang menyaksikan acara secara langsung. Acara tahun ini memang berbeda. Kita harus prihatin dengan situasi COVID-19 yang juga belum tuntas,” ungkapnya.

Untuk itu  acara Dieng Culture Festival yang ke-11 ini digelar secara virtual hybrid, target kami adalah masyarakat bisa menyaksikan DCF ini dengan rasa aman, tsmbah Alif.

Selain secara virtual, jelas Alif, ada beberapa acara yang dihapuskan seperti kirab budaya, penerbangan lampion, kongkow budaya, dan kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya penyebaran COVID-19.

” Malam acara jazz di atas awan juga disaksikan secara virtual. Ritual pemotongan rambut gimbalnya juga dilaksanakan secara virtual. Hanya mengundang 50 peserta VIP yang bisa nonton langsung ritual,” ujar Alif.

Rangkaian kegiatan Dieng Culture Festival telah dibuka Rabu (16/9), dengan beberapa agenda, seperti sambutan dari Bupati Banjarnegara, penampilan kesenian tradisi, webinar, hingga pertunjukan musik jazz di atas awan.

ForwardKeys: Perjalanan Domestik China Siap Kembali ke Tingkat Sebelum COVID-19

this formate

Wisatawan di The Great Wall, China. Kunjungan wisatawan domestik capai 86% dari level 2019.      ( Foto: Google)

BEIJING, bisniswisata.co.id:  Perusahaan analisis perjalanan ForwardKeys memperkirakan bahwa perjalanan udara domestik di China akan mencapai pemulihan penuh pada awal September ini.

Dilansir dari The Moodie Davitt Report, pasar telah pulih dengan mantap setelah wabah COVID-19. Pada minggu kedua bulan Agustus, kedatangan domestik di bandara Tiongkok mencapai 86% dari level 2019 dan pemesanan (tiket yang dikeluarkan) mencapai 98%, dengan sebagian besar untuk perjalanan pada pertengahan hingga akhir Agustus.

ForwardKeys mengatakan perkiraan pemulihan penuh didasarkan pada empat faktor. “Pertama, pandemi sekarang sudah terkendali. Kedua, kapasitas kursi penerbangan domestik ditetapkan untuk tumbuh sebesar + 5,7% pada minggu terakhir bulan Agustus.

Pertumbuhan ini jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu – dan ketika maskapai penerbangan menyediakan kursi, mereka cenderung mengisinya dengan harga yang fleksibel.

Ketiga, banyak sekolah dan mahasiswa melakukan perjalanan menjelang dimulainya semester di bulan September. Terakhir, promosi harga yang agresif telah sangat merangsang permintaan. ”

VP Insights ForwardKeys Olivier Ponti mengatakan: “Ini adalah momen yang sangat penting karena ini adalah pertama kalinya sejak dimulainya wabah COVID-19 di mana segmen utama pasar penerbangan di mana pun di dunia telah kembali ke tingkat sebelum pandemi.”

Pasar penerbangan di China mencapai titik terendah pada minggu kedua bulan Februari dan telah naik secara bertahap sejak saat itu.

Pulau Hainan telah menjadi pemain yang menonjol, kata ForwardKeys, dengan pertumbuhan + 14,2% tahun ke tahun di minggu kedua bulan Agustus. Hal ini didukung oleh kebijakan bebas bea yang diperluas di Provinsi Hainan, yang diperkenalkan pada 1 Juli, yang telah mendorong ledakan penjualan sejak saat itu.

Chongqing, Chengdu, Shanghai dan Shenzhen juga mengalami pertumbuhan tahun-ke-tahun yang positif, karena tingkat aktivitas ekonomi yang lebih tinggi. Namun, perjalanan Tiongkok ke Beijing masih -24,8% di belakang periode yang sama pada 2019, tertahan oleh wabah COVID-19 kedua di kota itu.

Ponti menambahkan: “Pertanyaan pentingnya adalah apakah diskon besar-besaran masih diperlukan untuk mempertahankan pemulihan atau apakah industri akan kembali ke profitabilitas selama liburan Golden Week mendatang di bulan Oktober.”

Kopi Setara Jaring Kerjasama dengan Travel Story & Arah Destinasi

this formate

JAKARTA:, bisniswisata.co.id: Kopi Setara (kopisetara.com) menandatangani perjanjian kerja sama dengan Travel Sory (travelstory.id) dan Arah Destinasi (arahdestinasi.com).  Untuk tahap awal, kerja sama dilakukan dalam hal branding dan pertukaran konten,”ujar Yudi Rizka, direktur utama kopisetara.com.

Kopisetara.com merupakan bagian dari upaya penyebaran informasi dan promosi potensi wisata alam yang nantinya akan dikembangkan juga menjadi wadah pembinaan anggota serta marketplace,” ungkapnya.

Pihaknya juga akan terus berupaya supaya anggota koperasi bisa merasakan keuntungan dari berbagai sisi. Selain itu, kami juga berupaya untuk mengangkat wisata-wisata alam di Indonesia yang luar biasa, tetapi belum banyak diketahui.

Direktur Pemberitaan Arah Destinasi Farida Denura, menyambut baik kerja sama dengan Kopisetara.com dan Travel Story. “Di zaman sekarang ini, kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus saling melengkapi. Co-branding ini akan menguntungkan kedua belah pihak,” ujarnya.

Florence Untung, direktur marketing Travel Story mengatakan hal senada. Katanya, kerja sama konten dengan link aktif serta pemasangan banner di web masing-masing, akan menguntungkan kedua belah pihak. 

“Kita juga bisa saling sharing narasumber. Ke depan, kami berniat memperluas kerja sama di luar konten yang bisa menguntungkan kedua belah pihak,” jelas Florence. Dia menambahkan, selama ini Travel Story juga sudah melakukan co-branding dengan Arah Destinasi.

Kopi Setara

Ronie Ibrahim, wakil ketua Koperasi Sentra Wisata Alam Nusantara (Kopi Setara) yang memayungi kopisetara.com, menjelaskan bahwa koperasi tersebut didirikan oleh para pelaku usaha wisata alam dari berbagai jenis kegiatan, baik darat, air dan udara.

Pendirian koperasi ini menjawab tantangan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Di Indonesia, terang Ronie yang usahanya juga terkait aktivitas outdoor, wisata alam sangat berhubungan dengan petualangan seperti naik gunung, arung jeram, susur gua, panjat tebing, paralayang dan lain sebagainya.

Pada awalnya kegiatan ini hanya diminati oleh kelompok pecinta alam tidak lebih dari sebatas hobi saja. Namun beberapa tahun belakangan, kegiatan ini tidak saja dilakukan oleh para pehobi namun masyarakat umum juga ingin merasakan sensasi pengalaman dan petualangannya.

Masyarakat sangat antusias ingin merasakan hal tersebut tanpa perlu harus melalui jenjang pelatihan khusus seperti yang dilakukan oleh para kelompok pencinta alam. Keinginan tersebut lama kelamaan semakin meningkat dan kemudian menjadi gaya hidup  dan identitas seseorang. 

Itu sebabnya, tutur Ronie, di masa pandemi COVID-19, Kopi Setara membuat berbagai macam pelatihan untuk anggota. “Situasi sekarang bisa diubah menjadi kesempatan bagi pelaku usaha wisata alam untuk meningkatkan kapasitas diri. Beberapa pelatihan sudah kami buat dengan dukungan Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif,” tutur Ronie lewat daring.

Arah Destinasi & Travel Story

Arahdestinasi.com merupakan situs berita pariwisata yang berada di bawan PT Arah Kita Group. Berdiri dan resmi diumumkan secara terbuka pada tanggal 17 Februari 2018.

“Arah Kita Group memiliki beberapa devisi. Selain Arah Destinasi, ada Arah Properti dan Scolae yang bergerak di pemberitaan seputar pendidikan,” terang Farida yang sudah berpuluh tahun bergelut di bidang jurnalistik. 

Florence menjelaskan, travelstory.id merupakan situs pemberitaan yang lebih berfokus pada feature perjalanan, baik dalam satu rangkaian lengkap, termasuk itenerary, mau pun menulis objek-objek wisata secara mandiri. 

Travel Story didirikan Oktober 2019 dan meluncurkan produk cetak (majalah) pada Desember 2019. Namun, kegiatan cetak terhenti akibat COVID-19. “Kami sekarang berfokus pada web dan akan segera meluncurkan kembali dalam bentuk e-magazine,” pungkas Florence. 

 

 

 

10 Mitos Penting Seputar COVID-19 yang Sering Terabaikan

this formate

Banyak mitos seputar COVID-19 yang sering terabaikan (foto: article19)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pandemi COVID-19 belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Sejumlah negara, termasuk Indonesia, bahkan masih mencatat penambahan kasus baru.

Sejak virus corona mulai merebak ke seluruh dunia, informasi seputar mitos virus yang telah menginfeksi 29 juta orang lebih, sangatlah berlimpah. 

Jadi, mudah bagi kebanyakan orang untuk terjebak pada satu informasi yang sesungguhnya hanya mitos belaka. Mengenali mitos ini penting terutama bagi para perencana event atau penyelenggara acara yang melibatkan banyak orang.

Berikut ini 10 kesalahaphaman seputar COVID-19 yang paling sering ditemukan seperti dilansir Skift:

1.Pilih salah satu: mengenakan masker atau jaga jarak sosial

Banyak orang salah pengertian, menganggap jika sudah memakai masker maka tak perlu lagi menjaga jarak sosial. Itu tidak benar, karena tidak ada cara yang 100 persen efektif untuk mencegah penularan virus Corona.

Jadi, solusi yang tersedia sifatnya parsial. Itupun tidak dapat sepenuhnya menghilangkan risiko, hanya membantu mengurangi penularan. Oleh sebab itu, kita tetap perlu mengenakan masker dan jaga jarak sosial.

Bagi penyelenggara event yang hendak membuat hajatan di dalam ruangan maka perlu menetapkan aturan tegas yang mewajibkan peserta untuk mengenakan masker sambil tetap menjaga jarak setidaknya 6 kaki.  

2.Mengenakan masker membahayakan pernafasan

Menurut banyak pengkritik, pemakaian masker dapat menyebabkan Hipoksia [kekurangan oksigen dalam sel dan jaringan tubuh sehingga yang dapat mengganggu fungsi otak, hati, dan organ lainnya] dan hiperkapnia [kondisi di mana kadar oksigen dalam darah tinggi atau terlalu banyak]. Faktanya, itu tidak benar.

Bagi mereka yang masih belum yakin, lihatlah video yang diunggah beberapa tenaga medis profesional yang mengenakan masker selama bertugas. Dalam video itu ditunjukkan bahwa kadar oksigen mereka tetap konisten saat mereka bekerja dengan masker. Jadi, tidak ada alasan medis yang membenarkan seseorang yang menolak memakai masker.

3.Masker adalah tempat berkembang biaknya virus

Meski ada kemungkinan sejumlah mikroba berpotensi berkembang biak pada masker yang dipakai berulang kali tanpa dicuci, fenomena ini tidak berlaku pada kasus SARS-CoV-2. Sebab, corona adalah virus yang tidak mungkin bereplikasi tanpa terlebih dahulu membajak sel inang yang hidup.

Jadi, jika Anda adalah penyelenggara acara maka cukup menyediakan satu masker sekali pakai per hari untuk dibagikan ke peserta. Cara ini sudah efektik untuk menjaga kebersihan.

4.Orang diizinkan untuk memilih aturan keamanan yang cocok bagi dirinya

Ini mitos yang salah. Menurut Steven Adelman, pengacara sekaligus VP dari Event Safety Alliance, aturan jaga jarak sosial harus konsisten ditegakkan demi meminimalkan risiko penularan.

Menurutnya setiap kasus Covid-19 baru akan berpeluang memberi kontribusi yang lebih besar bagi penyebaran virus sehingga menciptakan lingkungan yang kurang aman bagi semua orang.

5.Kebersihan cukup untuk mencegah transmisi

Satu-satunya faktor yang membuat infeksi saluran pernafasan sulit dikendalikan adalah penyebarannya lewat udara yang terkontaminasi. Jadi, membersihkan permukaan benda tidak terlalu efekti untuk mencegah penularannya. 

Akhir Mei lalu, CDC merilisi pedoman baru yang menyatakan penularan virus corona dari orang ke orang jauh lebih besar ketimbang tertular karena menyentuh permukaan yang terkontaminasi. Membersihkan segala permukaan dapat mengurangi risiko penyebaran, tetapi itu bukanlah solusi.

6.Pemeriksaan termal dapat membantu mengidentifikasi kasus Covid-19

Pengecekan suhu tubuh dengan termal dapat membantu mengurani transmisi COVID-19, tetapi cara ini tidak efektif untuk mengidentifikasi adanya kasus.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, ada orang yang tanpa gejala, artinya tidak demam, tetapi ia membawa virus corona. Orang-orang seperti ini tidak dapat terdeteksi oleh alat ini.

7.Terpapar berarti: semua atau tidak sama sekali

Banyak argumen menentang upaya pengendalian COVID-19 yang bertumpu pada gagasan bahwa perlindugan parsial tidak berguna. Menurut pendukungnya, tidak ada gunanya memberlakukan aturan jarak sosial atau kewajiban mengenakan masker jika ternyata ditemukan virus corona tetap dapat menulari manusia meski sudah berjarak 6 kaki.

Logika ini gagal karena tidak memperhitungkan fakta bahwa dosis infeksi – jumlah virus yang terpapar pada seseorang – dapat menulari dan memperparah kondisi orang yang telah memiliki penyakit bawaan.  

8.Hanya orang lanjut usia atau mereka yang memiliki kelainan sistem kekebalan tubuh yang perlu khawatir

Studi menunjukkan orang tua yang terkena COVID-19 lebih rentan untuk meninggal ketimbang anak muda. Tetapi kesenjangan itu tidak terlalu besar saat melihat jumlah kasus yang dirawat inap.

Menurut statistik dari CDC, kelompok usia 65 hingga 74 tahun memiliki  90 kali lebih mungkin meninggal karena virus corona daripada orang dewasa muda, tetapi dalam kasus rawat inap angkanya hanya 5 kali lebih mungkin dibanding orang muda.

Ada juga persepsi yang menyatakan bahwa semua kasus parah di kalangan anak muda terkait dengan kondisi kesehatan bawaannya. Terbukti bahwa hipertensi dan obesitas dapat memperparah kondisi sang pasien. Jarang ada kasus anak muda yang tidak memiliki penyakit bawaan akan meninggal dunia karena Covid-19.

Sejumlah peneliti berpendapat anak muda yang sehat dapat menjadi pendorong utama penularan virus corona. Oleh sebab itu, mereka harus diprioritaskan untuk divaksin, jika vaksin sudah tersedia.

9.Covid-19 Adalah Virus Musiman

Lonjakan kasus baru di AS yang terjadi selama musim panas mematahkan mitos bahwa cuaca panas akan mengakhiri pandemi COVID-19. Meski demikian, masih banyak orang yang keukeuh percaya adanya relevansi antara virus corona dengan iklim. Lalu, apakah musim dingin berarti akan terjadi gelombang kasus baru yang lebih besar?

Medical News Today baru-baru ini merilis penelitian yang menunjukkan bahwa kelembaban mungkin merupakan faktor lingkungan paling konkret. Jika suatu daerah memiliki kelembaban 40 sampai 60% maka tingkat penularan lebih rendah dan gejala orang tertular pun lebih ringan.

10.Orang Tanpa Gejala Tidak Dapat Menulari COVID-19

Masih belum jelas betul seberapa besar sebenarnya peran orang tanpa gejala (OTG) dalam  menyebarkan COVID-19. Tetapi sejumlah bukti menunjukkan penularan dari orang-orang yang tanpa gejala itu sangat nyata. Sebuah riset baru-baru ini menunjukkan 44% kasus baru tertular oleh mereka yang tanpa gejala. 

Sementara studi yang didasarkan pada penelusuran kontak menemukan bahwa penularan dari orang-orang tanpa gejala menyumbang 6,4 hingga 12,6 persen kasus baru. Ini berarti sangat mungkin penularan terjadi dari orang yang tanpa gejala. 

Jadi kesimpulannya, belum ada informasi yang betul-betul memuaskan terkait COVID-19. Peneliti masih terus mempelajari perilaku virus yang bergerak secara eksponensial ini.

Ilmuwan baru dapat memahami bagaimana virus ini menyerang tubuh manusia. Mereka masih terus meneliti bagaimana cara mengurangi penularannya. Oleh sebab itu penting untuk tetap up-to-date sehingga kita dapat memisahkan fakta dari fiksi.

 

Ketika Harus Bepergian di Tengah Pandemi Global COVID-19

this formate

ATLANTA, AS, bisniswisata.co.id : Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau  Centers for Disease Control and Prevention (CDC) adalah badan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat yang berbasis di DeKalb County, Georgia. 

Lokasinya berdekatan dengan kampus Universitas Emory dan sebelah timur kota Atlanta. Badan ini berfungsi untuk meningkatkan kesehatan dan keamanan publik dengan menyediakan informasi dan mempromosikan kesehatan dengan departemen kesehatan negara dan organisasi lainnya.

CDC memfokuskan perhatian nasional pada perkembangan dan pemasukan pencegahan penyakit dan mengontrol (terutama penyakit infeksi), kesehatan lingkungan, kesehatan dan keamanan pekerjaan, promosi kesehatan, pencegahan luka dan pendidikan untuk mewujudkan Amerika Serikat yang sehat.

Di era pandemi global ini melalui situsnya CDC memberikan panduan Perjalanan Selama COVID-19. Pasalnya bepergian meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan dan menyebarkan COVID-19.  Tinggal di rumah adalah cara terbaik untuk melindungi diri Anda dan orang lain dari COVID-19.

Anda bisa tertular COVID-19 selama perjalanan.  Anda mungkin merasa sehat dan tidak menunjukkan gejala apa pun, tetapi Anda masih dapat menyebarkan COVID-19 kepada orang lain terutama teman perjalanan   termasuk anak-anak.

Bisa menyebarkan COVID-19 ke orang lain termasuk keluarga, teman, dan komunitas Anda selama 14 hari setelah Anda terpapar virus.

Jangan bepergian jika Anda sakit atau jika Anda berada di sekitar seseorang yang terjangkit COVID-19 dalam 14 hari terakhir. Begitu juga, jangan bepergian dengan seseorang yang sedang sakit.

Hal yang patut pertimbangkan sebelum bepergian:

Apakah COVID-19 menyebar di tempat tujuan Anda? Semakin banyak kasus di tempat tujuan maka semakin besar kemungkinan terinfeksi selama perjalanan dan menyebarkan virus kepada orang lain saat Anda kembali.

Apakah Anda tinggal dengan seseorang yang mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah akibat COVID-19?. Pasalnya jika Anda terinfeksi saat bepergian, Anda dapat menyebarkan virus kepada orang yang Anda cintai saat Anda kembali, meskipun Anda tidak memiliki gejala.

Sebaran COVID-19, warna orangr tertinggi, Kuning tanda sedang dan kuning muda yang terendah

Apakah Anda berisiko tinggi terkena penyakit parah akibat COVID-19?

Siapa pun bisa sangat sakit akibat virus yang menyebabkan COVID-19, tetapi orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang dari segala usia dengan kondisi medis tertentu memiliki risiko lebih tinggi untuk penyakit parah akibat COVID-19.

Apakah destinasi Anda memiliki persyaratan atau batasan bagi wisatawan?. Beberapa pemerintah negara bagian, lokal, dan teritorial memiliki persyaratan, seperti mewajibkan orang untuk memakai masker dan mewajibkan mereka yang baru bepergian untuk tinggal di rumah hingga 14 hari. 

Periksa situs web negara bagian  teritorial ( Kabupaten atau provinsi)  kesukuan, dan kesehatan masyarakat lokal untuk informasi sebelum 

Jika Anda bepergian ke luar negeri, periksa Kantor Luar Negeri atau Kementerian Kesehatan tujuan atau Departemen Luar Negeri AS, Biro Urusan Konsuler, halaman Informasi Negara, ikon eksternal untuk detail tentang persyaratan masuk dan larangan bagi pelancong yang datang, seperti tes wajib atau karantina.  .

 Saat bepergian

Selama perjalanan Anda, ambil langkah-langkah untuk melindungi diri dan orang lain dari COVID-19: *Kenakan masker untuk menutupi hidung dan mulut saat berada di tempat umum. Hindari kontak dekat dengan menjaga jarak setidaknya 6 kaki (sekitar 2 lengan) dari siapa pun yang bukan dari rumah Anda.

*Sering-seringlah mencuci tangan atau gunakan pembersih tangan (dengan setidaknya 60% alkohol). Hindari kontak dengan siapa pun yang sedang sakit. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda.

Secara global, pada 15 September 2020 hingga pukul 15.57, sedikitnya ada 29.155.581 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, termasuk 926.544 kematian yang dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Berita terkait : https://bisniswisata.co.id/lebih-dari-50-tujuan-global-adalah-pembatasan-perjalanan-tapi-tetap-harus-hari-hati/

 

Video Perjuangan dan Harapan Menuju Indonesia Maju dari Jatim Pemenang Lomba Rayakan Kemerdekaan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Video berjudul “Perjuangan dan Harapan Menuju Indonesia Maju”. Karya dari Tim Super Marines 1 Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya, berhasil jadi pemenang terbaik dan sekakigus menyabet gelar sebagai juara favorit Lomba Rayakan Kemerdekaan yang digelar dalam rangka perayaan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Saya atas nama Presiden Republik Indonesia mengucapkan selamat kepada para pemenang Lomba Rayakan Kemerdekaan,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dalam acara yang digelar secara hybrid, Selasa (15/9/2020).

Sebagai penyelenggara, Kemenparekraf menggelar kegiatan lomba yang mengangkat tema “Cinta Indonesia”. Dia menilai karya para finalis dan peserta lainnya sangat luar biasa dan kreatif. Hal tersebut menunjukkan bahwa meski saat ini semua sedang berada di situasi pandemi yang penuh dengan keterbatasan, namun tetap mampu berkreasi dengan penuh inovasi.

“Inilah yang dibutuhkan Indonesia saat ini dan ke depan untuk tetap kreatif dan inovatif. Hal tersebut dapat terlihat dalam video-video karya peserta saat momen penghormatan dengan sikap sempurna ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan,”

Whisnutama tidak lupa menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk seluruh peserta yang sudah mengunggah karyanya dengan luar biasa. Sekali lagi tetap semangat dan selmangat.

Lomba Rayakan Kemerdekaan berlangsung melalui proses yang cukup panjang. Selama periode lomba terdapat 2.192 perwakilan peserta dari 33 provinsi di Indonesia yang mendaftar melalui situs www.hutri75.kemenparekraf.go.id.

Dari jumlah tersebut terdapat 838 peserta yang mengunggah video di tiga media sosial yaitu YouTube, Facebook, dan Instagram yang kemudian dikurasi oleh para kurator.

Dari proses kurasi tersebut, didapat 102 karya video dengan berdasarkan kelengkapan data pendukung, administrasi, dan juga pemenuhan kriteria penilaian.

Kriteri itu a.l yaitu unsur cinta Indonesia, menerapkan protokol kesehatan, semangat gotong royong dan kebersamaan, ide dan kreativitas, serta estetika dan nilai seni.

Ketua Dewan Juri Lomba Rayakan Kemerdekaan, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, mengatakan, proses kurasi terhadap 102 karya video tersebut dilakukan pada 1 dan 2 September 2020 dan menghasilkan 20 finalis karya video serta enam karya video yang direkomendasikan kepada Dewan Juri Kehormatan untuk dinilai dan ditetapkan urutan pemenang.

Dewan juri Kehormatan yakni Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Mendagri Tito Karnavian, Mensesneg Pratikno dan Menparekraf Wishnutama Kusubandio sendiri.

“Semuanya memberikan nilai atas enam video yang terbaik, akhirnya diputuskan pemenang seperti yang disampaikan,” kata Adi Deriyan.

Dia berharap lomba ini dapat terus membakar semangat dan optimisme masyarakat. “Harapan besarnya, yang utama adalah kita bangga dengan negara ini, kita punya kebanggaan menjadi warga di negara ini, warga negara Indonesia,” kata Adi Deriyan.

Berikut daftar pemenang Lomba Rayakan Kemerdekaan:
*20 Finalis* (Hadiah Uang Pembinaan masing-masing Rp25 Juta)

Harapan 3: “Kami Cinta Indonesia”, dari SMP IL Kapten Fatubaa, Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Belu (Hadiah Uang Pembinaan Rp40 Juta).

Harapan 2: “Semangat Agustusan Kampung Tinjon Yogyakarta”, dari kelompok Kontjo Lawas Project, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Sleman (Hadiah Uang Pembinaan Rp50 Juta).

Harapan 1: “Dari Perempuan Raja Ampat untuk Indonesia”, dari kelompok Mora (Molo Ombin Raja Ampat), Provinsi Papua Barat, Kabupaten Raja Ampat (Hadiah Uang Pembinaan Rp60 Juta).

Juara 3:  “Semangat Cinta Indonesia dari Pedalaman Kalimantan”, dari kelompok Bersinar Desaku, Provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara (Hadiah Uang Pembinaan Rp75 Juta).

Juara 2: “Terbang Tinggi untuk Indonesia”, dari kelompok Fikri Ashsiddiqi, Provinsi Kalimantan Selatan, Kota Banjarmasin (Hadiah Uang Pembinaan Rp100 Juta).

Juara 1: “Perjuangan dan Harapan Menuju Indonesia Maju, dari kelompok Super Marines 1, Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya (Hadiah Uang Pembinaan Rp125 Juta).

Juara Favorit: “Perjuangan dan Harapan Menuju Indonesia Maju, dari kelompok Super Marines 1, Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya (Hadiah Uang Pembinaan Rp50 Juta).