Lebih Banyak Orang Asing Diizinkan Masuk Thailand

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id:  Pusat Administrasi Situasi Covid-19 (CCSA)  Thailand menyetujui lebuh banyak orsng asing masuk ke negara itu.

Dr Taweesin Visanuyothin, juru bicara CCSA, mengatakan pertemuan itu dipimpin oleh Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha.

Dilansir dari ITC Travel, CCSA telah setuju untuk mengizinkan olahragawan yang akan bertanding di area tertutup untuk memasuki Thailand  mengikhti turnamen.

Kelompok pertama adalah pesepeda internasional yang berpartisipasi dalam acara bersepeda maraton kerajaan. Tour dunia bulu tangkis diadakan di Thailand pada Januari 2021.

Pemegang visa non-imigran, seperti pebisnis yang tidak memiliki ijin kerja apapun, sekarang diperbolehkan masuk, tetapi mereka harus memiliki simpanan minimal Bath 500,000 dalam enam bulan terakhir.

Skema Special Tourist Visa ( STV ) telah disetujui. dan Perdsna Menteri telah memerintahkan Kementerian Pariwisata dan Luar Negeri untuk membahas kerangka kerja dan pedoman yang jelas, dengan memprioritaskan manfaat nasional.

Orang asing yang berniat mengunjungi Thailand dapat menghubungi Kedutaan Besar Thailand atau agen visa untuk mendapatkanninformasi lebih lanjut.

Natapanu Nopakun, wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri, mengatakan bahwa mulai 8 Oktober dan seterusnya, sekitar 150 orang asing yang diverifikasi akan mulai tiba di Bandara Suvarnabhumi atau bandara Phuket.

Pemegang kartu Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik di wilayah berisiko rendah virus, seperti Selandia Baru, Australia, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Jepang, China, dan Hong Kong, sekarang diizinkan masuk.

Kain Endek Bali Warnai Koleksi Christian Dior Spring/ Summer 2020

this formate

PARIS, bisniswisata.co.id: Kain Endek Bali menjadi bahan pilihan Christian Dior untuk koleksi Spring/Summer 2021 yang di peragakan dalam Paris Fashion Week pada sore hari 29 September 2020 di Jardin de Tuileries, Paris.

“Penggunaan kain Endek Bali untuk koleksi Spring/Summer 2021 oleh Christian Dior, merupakan pengakuan yang tinggi terhadap keindahan dan kualitas kain Endek Bali dan berkontribusi positif terhadap dunia fashion internasional, ” kata Dubes RI di Paris melalui siaran persnya.

Semoga ini menjadi penyemangat bagi masyarakat di Bali ditengah tantangan Covid-19,” tutur Dubes RI Paris usai menyaksikan Pagelaran Busana Christian Dior, sebagai bagian dari Paris Fashion Week yang berlangsung dari tanggal 28 September – 06 Oktober 2020, tambahnya.

Artistic Director Christian Dior Couture, Maria Grazua Chiuri mengatakan, penggunaan kain Endek Bali tidak saja untuk koleksi baju namun juga untuk koleksi tas Christian Dior untuk Spring/Summer 2021.

“Dari sekitar 86 desain koleksi terbaru Christian Dior ada sekitar 9 motif kain Endek Bali yang digunakan dalam koleksi terbaru Christian Dior, ” kata Maria Grazua Chiuri

Dalam diskusi dengan Tata,  Dubes RI di Paris, Artistic Director Dior menyatakan bahwa inspirasi Christian Dior untuk menggunakan kain Endek Bali karena ingin mengangkat nilai dari kebudayaan serta craftsmanship terutama oleh para penenun perempuan.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Tim Christian Dior, kain Endek Bali merupakan nilai kebudayaan yang sangat sesuai dengan hasil karya yang ingin diangkat oleh Christian Dior. Sebagai bentuk recognisi kepada para penenun di Bali, Christian Dior berencana untuk mencantumkan daerah asal kain Endek tersebut pada label baju / pakaian nantinya.

Christian Dior menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Indonesia atas dukungannya untuk penggunaaan kain Endek sebagai bagian dari koleksi terbarunya.

Kordinasi dan kerja sama antara antara KBRI Paris dan Christian Dior dilakukan secara erat untuk memastikan penggunaan kain Endek tersebut sesuai dengan aturan budaya dan adat Bali.

Pemerintah Provinsi Bali memberikan dukungan penggunaan kain Endek Bali dan meminta Christian Dior untuk sepenuhnya menghormati HAKI kain Endek dan kain Endek yang digunakan harus asli yang diproduksi di Bali.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi atas dukungan dan gerak cepat tim Percepatan Pemulihan Ekonomi Kemlu dan Gubernur Bali beserta timnya, sehingga Christian Dior mendapat dukungan penuh untuk menggunakan kain Endek Bali untuk koleksinya,” tutur Tata, Dubes RI Paris.

Pelaksanaan Paris Fashion Week tahun ini dilakukan dalam sekala lebih terbatas. Selain memperhatikan penuh protokol kesehatan, jumlah undangan untuk fashion show juga lebih terbatas.

 

The Balmoral meluncurkan Ruang Acara Virtual Reality

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: The Balmoral, sebuah ruangan di  Rocco Forte Hotel di Edinburgh, telah meluncurkan ruang Acara Virtual Realitas yang lebih luas untuk menghadirkan inovasi ke pertemuan bisnis pada tahun 2020.

Ruang studio hibrid menghubungkan delegasi dalam kamar dan jarak jauh dengan aman dan terjamin, membuat mereka merasa seperti mereka di dalam ruangan.

Dilansir dari HospitaltyNet, studio reality virtual tambahan di Balmoral ini memungkinkan kerja yang dinamis, fleksibel, dan gesit pada saat kita sangat membutuhkannya. Studio ini terletak di Suite Holyrood hotel yang luas, di mana tata letak Anda, baik virtual maupun fisik, dapat sepenuhnya fleksibel.

Baik untuk Anda dan delegasi , sejalan dengan pedoman pemerintah yaitu jaga jarak. Studio ini akan meningkatkan presentasi digital, menciptakan pengalaman yang sangat imersif untuk audiens nasional atau bahkan global.

Fleksibilitas studio reality virtual  ini diperluas memungkinkan presenter menampilkan merek mereka secara visual. Pembicara dapat terlibat dengan audiens atau bahkan menelepon ke studio sendiri, memungkinkan untuk pertemuan interaktif dan produktif, tidak peduli seberapa jauh jarak delegasi.

Baik itu konferensi, peluncuran produk, atau sekadar berhubungan kembali dengan tim Anda, keserbagunaan studio melayani semua orang.

Stephen Walker, Direktur Penjualan dan Pemasaran mengatakan: “Ini adalah perkembangan yang menarik bagi kami di The Balmoral. Kami benar-benar menyelami masa depan rapat dan menawarkan penyiapan hybrid sepenuhnya untuk memastikan bahwa apa pun yang terjadi di tahun 2020, kami akan melakukannya tetap terhubung,”

Dengan kapasitas ruangan yang saat ini menjadi variabel konstan, The Balmoral dapat mematuhi pedoman pemerintah yang terus berkembang, sambil memastikan pengalaman yang menarik dan inovatif untuk semua peserta jarak jauh dan delegasi dalam ruangan sama “.

Ruang mutakhir menampilkan panggung 16 kaki x 8 kaki yang mengesankan lengkap dengan latar belakang LED, pencahayaan panggung, dua plasma repeater, dan sistem PA dengan 2 mikrofon.

Seorang teknisi juga akan berada di lokasi untuk mendukung presentasi Anda dan mengontrol peralatan AV, mengubah acara virtual Anda menjadi kenyataan.

Tentang The Balmoral, banyak hotel yang mengklaim memiliki landmark di depan pintu mereka, hanya sedikit yang mengatakan bahwa depan pintu mereka adalah landmark.

The Balmoral adalah hotel yang terletak di alamat paling bergengsi Edinburgh, No 1 Princes Street. Balmoral mulai hidup sebagai hotel kereta api besar pada tahun 1902, dan selama 115 tahun terakhir, The Glamis telah dipesan untuk beberapa tokohnya yang paling terkenal.

Mantan tamu properti ini termasuk anggota keluarga kerajaan dan keluarga kerajaan musik termasuk Sir Paul McCartney dan The Rolling Stones.

The Balmoral menawarkan 187 kamar kontemporer dan suite mewah. Masakan yang luar biasa dijamin di restoran nomor satu berbintang Michelin serta tempat makan sepanjang hari di hotel, Brasserie Prince by Alain Roux. Afternoon Tea disajikan di Palm Court dan hotel menawarkan koleksi lebih dari 500 wiski malt

Walt Disney PHK 28 Ribu Pegawai Akibat Pandemi COVID-19

this formate

        Walt Disney PHK 28 ribu karyawan (foto: BBC)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Walt Disney Company akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 28 ribu karyawannya, demikian disampaikan perusahaan secara tertulis seperti dilansir dari Reuters

Keputusan diambil karena perusahaan pengelola taman hiburan terbesar di dunia ini mengaku kesulitan seiring minimnya pengunjung dan penutupan sejumlah fasilitas selama pandemi virus corona. 

PHK ini mencakup level eksekutif hingga staf divisi taman hiburan, aktor pertunjukan dan  segmen produk berbagai tingkatan. Sekitar dua pertiga dari karyawan yang di PHK merupakan pekerja paruh waktu.

Disneyland telah menutup operasional seluruh taman hiburannya yang tersebar di sejumlah negara sejak wabah virus corona merebak awal tahun ini, tepatnya Maret 2020. Meski kemudian secara perlahan Disneyland di Amerika Serikat kembali dibuka, namun perusahaan terpaksa membatasi jumlah pengunjung demi mematuhi aturan jaga jarak sosial. Apalagi sejumlah negara bagian di AS memberlakukan kebijakan karantina wilayah atau lockdown.

 “Kami telah membuat keputusan yang sangat sulit untuk memulai proses pengurangan tenaga kerja kami di divisi taman hiburan dan produk layanan kami di seluruh tingkatan,” kata kepala unit usaha taman hiburan Disneyland, Josh D’Amaro.  

Dalam pernyataan kepada karyawannya, D’Amaro menyebut keputusan itu menyedihkan. Manajemen sudah berupaya menghindari PHK dengan memangkas biaya, menunda proyek dan merampingkan biaya operasional.

Perusahaan juga menyebut terus membayar tunjangan kesehatan bagi 48 ribu karyawannya yang diberikan cuti sejak April. Sehingga, perusahaan memutuskan tidak dapat beroperasi dengan full staf di tengah keterbatasan saat ini. 

“Meski keputusan ini memilukan hati, ini adalah satu-satunya opsi yang kami punya mengingat dampak berkepanjangan Covid-19 pada bisnis perusahaan,” kata D’Amaro.

Pariwisata adalah sektor pertama yang paling terdampak wabah COVID-19. Banyak negara di dunia terpaksa menutup diri demi menghambat penyebaran virus yang menyerang saluran pernafasan ini.

Dalam laporan Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) per 1 September 2020, sejumlah destinasi di tiap region masih ditutup untuk pariwisata internasional. Asia merupakan region yang paling banyak menutup destinasinya. 

Sebanyak 28 destinasi atau 61% dari total destinasi di Asia masih melakukan pembatasan wilayah. Sebaliknya, Eropa adalah region yang mulai mencabut status pembatasan wilayah.

Hanya sembilan destinasi atau 17% dari total destinasi di Eropa yang masih ditutup. Secara global, 51 tempat atau 23% dari total destinasi telah melakukan pembatasan selama 30 minggu. Sebanyak 27 di antaranya masih menutup perbatasannya.

 

 

 

Pengembangan Desa Wisata Sebagai Penggerak Ekonomi di DSP Borobudur  

this formate

Wisata alam jadi keunggulan desa wisata di tanah air. ( Foto: DESMA)

Direktorat Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional I Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Parekraf mengundang bisniswisata. co.id untuk menghadiri Rapat Kordinasi Desa Wisata Super Prioritas Borobudur di Hotel The Phoenix Hotel Yogyakarta – MGallery Collection. Berikut tulisan ke sebelas   ( terakhir) 

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id:  Desa wisata berkontribusi dalam mempromosikan ‘kekuatan’ dari Indonesia, kata Wiwiek Mahdayani, Founder & Direcfor DESMA, perusahan konsultan yang fokus pada sustainable tourism & consevation.

Tak berlebihan memang karena negara ini terdiri dari 17.504 pulau di 34 provinsi, 1340 suku bangsa, luas wilayah sepanjang 1,91 juta km persegi dan data BPS 2017 penduduknya mencapai 265 juta orang yang menjadi ‘kekuatan’ dan keunikan dibandingkan bangsa-bangsa lain di dunia.

Oleh karena itu ketika Sekjen Badan Pariwisata Dunia ( UNWTO), Zurab Pololikashvili mengatakan bahwa tema sentral Hari Pariwisata Dunia yang jatuh tiap 27 September dirayakan dengan tema Tourism & Rural Development maka peluang RI mengembangkan desa wisata semakin besar.

Tema Pariwisata dan Pembangunan Pedesaan memang tepat karena ditengah pandemi global,  tren warga dunia adalah berwisata di pedesaan, alam terbuka dan kawasan konservasi lainnya. Di Indonesia Rural & Tourism Village bahkan menyumbang 45% bagi devisa pariwisata.

“Ribuan desa dengan potensi wisata di Indonesia punya prospek cerah ke depan untuk menggerakkan perekonomian rakyat. Pariwisata telah terbukti menjadi penyambung hidup bagi banyak komunitas pedesaan,” kata Wiwik Mahdayani.

Namun, kekuatan sebenarnya masih harus dikerahkan sepenuhnya. Untuk itu dia mengajak pengelola desa wisata terutama yang menawarkan program Live In terus menggali keunikan potensi alam, seni dan budayanya.

Dengan demikian  dari ribuan desa dengan potensi wisata di Indonesia bisa menperpanjang lama tinggal wisatawan baik domestik maupun dari mancanegara.

” Jika desa wisata yang ada memiliki keunggulan masing-masing, bukan paket yang itu-itu saja  dan seragam maka desa akan menjadi sumber kekuatan ekonomi masyarakat,” kata Wiwiek optimistis.

 

Wiwik Mahdayani. founder & Director DESMA

 

Kekuatan sebenarnya yang masih harus dikerahkan sepenuhnya, ungkap Wiwik,  misalnya dalam hal kebijakan dan program karena  pemerintah daerah harus mendukung pengembangan desa wisata.

“Peraturan  Daerah  Provinsi  Jawa  Tengah  Nomor  2  Tahun  2019 Tentang Pemberdayaan Desa Wisata di Provinsi Jawa Tengah maksudnya adalah sebagai  acuan  dalam  penetapan,  pengelolaan, pembinaan dan pengawasan desa wisata. DSP Borobudur adalah salah satu desa wisata andalannya” 

Banyak hal lainnya yang menjadi tantangan dalam pengembangan desa wisata seperti sumber daya sebagai atraksi wisata, stakesholder kunci sebagai pengelola, kelembagaan, produk dan jasa yang berkualitas.

Belum lagi tantangan untuk akses ke pasar-pasar utama, kemitraan dengan stakesholder terkait, dukungan pemerintah tingkat Desa, Dinas Pariwisata Kabupaten, Provinsi hingga ke Pemerintah Pusat.

” Pengembangan desa wisata juga membutuhkan sinergi Pentahelix antara pemerintah sebagai pengatur, akademisi sebagai konseptor, bisnis/ swasta sebagai investor, media sebagai katalisator dan masyarakat ( komunitas) sebagai akselerator,” ungkap Wiwik Mahdayani.

” DSP Borobudur saat ini ibarat ‘gula’nya, magnet untuk wisatawan berkunjung. Program roadmap dan penguatan dari Direktorat Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional I Kemenparekraf untuk 12 desa disekitarnya akan membuat                ” gula-gula” atau daya tarik wisata baru ,”  kata Wiwik.

Oleh karena itu, perlu tata kelola desa wisata untuk memfasilitasi kegiatan pariwisata dengan lebih baik , pemerintahan yang baik (good governance) di tingkat desa dan sinergitas Pentahelix akan memperkuat SDM desa wisata untuk kembangkan  dan  kelola  desa wisatanya secara lebih professional.

” Ingat,  alasan  mengapa  pengunjung  akan  datang  kesuatu desa wisata, karena biasanya yang dicari adalah keunikan. Ciri khas ini dapat dijadikan senjata untuk keluar dari persaingan harga, yang dapat berdampak buruk bagi kelangsungan desa wisata,”

Sudah saatnya juga pengelola dewasa menciptakan platform maupun  berkerja sama dengan platform digital yang sudah ada seperti booking.com,  agoda, tokopedia, traveloka, gojek,  grab,  bukalapak  untuk  optimalkan penjualan produk maupun jasa desa wisata.

Memaksimalkan  penggunaan  aplikasi  terpadu  untuk  layanan dan produk di desa , baik pertanian, peternakan dan industri lainnya, penggunaan energi ramah lingkungan dan memiliki marketplace atau platform jual beli produk UMKM juga sudah menjadi tuntutan jaman.

Jika dikembangkan dengan baik maka hasilnya juga akan luar biasa sampai-sampai Presiden Jokowi mengunggah desa wisata ke akun Instagram yairu kolam wisata Umbul Ponggok, Desa Ponggok di Klaten, Jawa Tengah dimana pengunjung berfoto di bawah air dengan motor maupun aksesoris lainnya.

” Penghasilan desa wisata Ponggok itu mencapai Rp 10,3 miliar/ tahun,” jelas Wiwik. Masih banyak best practise lainnya dari desa wisata di Indonesia, seperti Desa Bilebante 10 km dari Kota Mataram, Lombok, NTB.

Jarak tempuh ±25 menit dari Kota Mataram dan 40 menit dari Bandara di Praya dengan jumlah penduduk 4174 jiwa tahun 2019, luas lahan 226 hektare lahan pertanian dan 87 hektare kebun milik masyarakat di desa.

Diresmikan Wakil Bupati Lombok Tengah sebagai desa wisata pada 1 September 2016. Penggabugan Pokdarwis, BUM Desa, Koperasi wanita ini  berhasil menjadi daya tarik wisata andalan dikelola pengurus aktif Pokdarwis sekitar 15 orang dan 30 anggota.

Tahun 2019 mengembangkan kebun herbal dan wellness center (Pusat Teraphist Kebugaran) kerjasama dengan Martha Tilaar dan Kampoeng Djamoe 

” Di Indonesia data Kemendes ada 1902 desa wisata yang potensial dan 7505 diantaranya sudah punya restoran di desa itu untuk kebutuhan wisatawan. Data Kemenpar tercatat  4,2 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke desa-desa wisata dari total kunjungan 16 juta wisman/ tahun,”

Pandemi COVID-19 telah membuat dunia terhenti.  Sektor pariwisata terpuruk dan paling terpukul hingga jutaan pekerja berisiko  kehilangan pekerjaan. Namun desa wisata pula yang diyakini menjadi media pemulihan untuk membantu masyarakat pedesaan menggerakkan perekonomian setempat maupun nasional.

Desa wisata akan mempertahankan warisan alam dan budaya mereka yang unik, mendukung proyek konservasi, termasuk melindungi spesies yang terancam punah, tradisi maupun ritual  yang hilang, tegas Wiwik.

 

 

 

Melongok Obyek Wisata Menarik di Pulau Bintan

this formate

Pulau Bintan nan elok mencuri hati wisatawan mancanegara (foto: Paket tour bintan)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pulau Bintan di provinsi Kepulauan Riau terkenal dengan keindahan pantainya. Ia kini menjadi salah satu tujuan wisata alam favorit, terutama bagi warga Singapura dan Malaysia. Lokasi yang berdekatan menjadikan Bintan tempat ideal untuk menghabiskan liburan akhir pekan. 

Pulau Bintan terletak di seberang Singapura dan Johor Baru, Malaysia dan berhadapan langsung dengan Laut China Selatan.

Kebanyakan orang Singapura bahkan menganggapnya sebagai “rumah kedua.” Di sana mereka dapat melepas lelah dan penat karena pekerjaan. Paket tur ke Bintan selama ini didominasi wisatawan mancanegara yang sebagian besar dari Singapura. 

Dolar Singapura sempat menjadi mata uang yang digunakan di beberapa resort dan hotel. Meski kemudian pemerintah mengeluarkan UU tentang penggunaan rupiah di dalam negeri. Kini wisatawan wajib menggunakan rupiah saat berwisata ke Bintan.

Pulau Bintan adalah pulau terbesar di provinsi Kepulauan Riau. Ibu kota provinsi, Kota Tanjunginang, berada di sana. Pulau ini memiliki tiga Pemerintahan, yakni: Pemerintah Kota Tanjungpinang yang terletak di Senggarang, Pemerintah Kabupaten Bintan terletak di Bandar Seri Bintan, serta Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau di Pulau Dompak (Tanjungpinang). 

Apa saja wisata yang ada di Pulau Bintan?Dirangkum dari laman resmi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, berikut tempat wisata di Pulau Bintan:

  1. Lagoi Bay Bintan 

Berada pada kawasan seluas 1.300 hektar, Lagoi Bay adalah ‘jantung Pulau Bintan’. Kawasan ini menawarkan aneka cita rasa makanan yang tersebar pada banyak tempat makan untuk memenuhi selera para wisatawan.  Wisatawan bisa mencoba makanan lokal mulai dari rendang sapi hingga goreng pisang keju, atau bahkan makanan laut segar serta makanan mancanegara lainnya.

Di Lagoi Bay Bintan terdapat sejumlah tempat hiburan di antaranya adalah Plaza Lagoi, Lagoi Beach, Lake Lagoi dan atraksi-atraksi lain seperti Lagoi bay Lantern Park serta Rumah Imaji.

  1. Pantai Trikora

Di antara barisan pantai di Pulau Bintan, Pantai Trikora adalah satu yang paling dikenal dan sejak lama jadi ikon wisata pantai terdepan yang sangat diminati pengunjung. Pantai ini terkenal baik dikalangan wisatawan domestik maupun asing. 

Pantai Trikora membentang panjang di sisi Timur Pulau Bintan dan dihampari bentangan pasir putih berbulir halus. Beberapa bagiannya, dihiasi oleh hamparan bebatuan berbagai bentuk dan rupa.

Beragam aktivitas yang bisa dilakukan oleh wisatawan di Pantai Trikora adalah berenang, menyelam, memancing serta berbagai olahraga pantai lainnya. Letak pantai ini dari Tanjung Pinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau berkisar 45 kilometer atau satu jam perjalanan.

  1. Pulau Penyengat

Pulau Penyengat atau Pulau Penyengat Inderasakti adalah sebuah pulau kecil yang berjarak 2 km dari Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Pulau ini berukuran panjang kurang lebih 2.000 meter dan lebar 850 meter. 

Pulau ini dapat ditempuh dari Kota Tanjungpinang dengan menggunakan perahu kecil bermotor atau lebih dikenal pompong yang memerlukan waktu tempuh kurang lebih 15 menit.

Di Pulau Penyengat terdapat berbagai peninggalan bersejarah yang diantaranya adalah Masjid Raya Sultan Riau, Istana Engku Bilik, Balai Adat Melayu, makam-makam para Raja dari Kerajaan Johor-Riau-Lingga.

Kemudian terdapat makam dari pahlawan nasional di bidang bahasa yaitu Raja Ali Haji (Raja Ali Haji adalah pengarang Gurindam 12, cikal bakal bahasa Melayu dan bahasa Indonesia), Gedung Tabib, kompleks Istana Kantor dan benteng pertahanan di Bukit Kursi.

Pulau Penyengat dinobatkan sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional dan tempat lahirnya tata bahasa Melayu. 

  1. Pulau Mapur

Pemandangan bawah laut yang elok di perairan sekitaran Mapur, Kabupaten Bintan ini sejak lama sudah menyedot perhatian para wisatawan, terutama mereka para penyuka diving. 

Tak heran kalau di waktu-waktu tertentu, perairan Mapur dan sekitarnya banyak dikunjungi turis asing. Pulau Mapur sendiri memiliki luas 4.400 meter persegi dengan jumlah penduduk sekitar 267 KK. 

Di sisi Utara, perairannya berbatasan dengan Laut Cina Selatan dan Malaysia, sisi Selatan berbatasan dengan Kelong sedangkan di sisi Barat berbatasan dengan Kecamatan Gunung Kijang.

Sejak tahun 2006, pemerintah telah mengembangkan perairan Pulau Mapur sebagai kawasan “COREMAP,” yang fokus pada penelitian terumbu karang.

 

WTTC Rilis Laporan Tren Perjalanan Masa Depan Usai Pandemi COVID-19

this formate

Tren perjalanan pascapandemi corona (foto: pointbleu design)

LONDON, bisniswisata.co.id: World Travel & Tourism Council (WTTC) yang mewakili sektor parwisata global baru saja merilis laporan tentang dampak pandemi COVID-19 terhadap empat pemangku kepentingan paling utama di sektor pariwisata, yakni: para pelancong, pebisnis, para tanaga kerja, dan masyarakat. 

Laporan ini disusun anggota WTTC bersama-sama dengan Oliver Wyman, perusahaan konsultan manajemen global, demikian seperti dilansir dari rilis yang diterima bisniswisata.co.id.

Hasil studi ini menegaskan perlunya koordinasi yang rapih pada tingkat global sebagai siasat untuk memulihkan sektor yang selama 2019 memberi kontribusi 10,3% terhadap PDB global.

Travel & Tourism juga bertanggung jawab atas satu dari 10 pekerjaan (total 330 juta) dan berhasil menciptakan satu dari empat peluang kerja baru.

Melawan pandemi COVID-19 tidak bisa dilakukan secara sporadis atau sendiri-sendiri. Koordinasi pada tingkat global perlu diupayakan sebagai pendekatan baru demi menciptakan kenyamanan orang untuk bepergian. 

Penerapan teknologi juga menjadi bagian penting selain tentunya protokol kesehatan dan kebersihan yang ketat. Ini semua pada akhirnya akan membangun kepercyaaan warga dunia untuk kembali bepergian dan melancong.

Pandemi COVID-19 yang telah melanda hampir di 200 negara termasuk Indonesia diprediksi akan membawa perubahan tren pariwisata dunia. 

Laporan WTTC ini memuat empat tren makro yang diprediksi akan memimpin pemulihan sektor perjalanan dan pariwisata di era setelah pandemi virus corona. Keempaat tren itu termasuk: permintaan yang terus berevolusi, masalah kesehatan dan kebersihan, inovasi dan digitalisasi, serta aspek keberlanjutan.

Data dalam laporan tersebut menunjukkan 70% pelancong dari Amerika Utara mengatakan mereka akan tetap memesan tiket perjalanan selama COVID-19 asalkan tidak ada penalti jika harus ada perubahan jadwal.

Terkait masalah kesehatan dan kebersihan, 9 dari 10 konsumen (92%) memercayai rekomendasi dari pengalaman pribadi. Sebagian besar pelancong atau 69% menyatakan kebersihan sebagai komponen penting saat merespons keadaan saat ini. Perilaku ini diharapkan akan terus berlanjut meski setelah vaksin COVID-19 ditemukan.

Gambaran itu menunjukkan perlunya kesiapan destinasi wisata maupun pelaku industri perjalanan memenuhi harapan para pelancong yang secara evolusi prioritasnya telah berubah. Mereka menuntut agar protokol kesehatan dan keselamatan di era normal baru segera diadopsi.

Digitalisasi menjadi penting selama pandemi COVID-19. Bekerja jarak jauh untuk melaksanakan aturan jarak sosial dan pemberlakukan lockdown di seluruh dunia makin mempercepat proses digitalisasi. 

Orang kini semakin nyaman dengan melakukan perjalanan yang serba minim kontak. Hampir separuh atau 45% pelancong mengatakan siap untuk beralih dari memegang paspor kertas ke identitas berbasis digital.

Menurut Presiden dan CEO WTTC, Gloria Guevara, penelitian komprihensif ini telah membuka jalan tentang bagaimana memulihkan sektor perjalanan dan pariwisata. “…sekaligus memberi kami wawasan apa pendekatan terbaik yang perlu diambil. Memberi ide terkait visi serta harapan di sektor ini,” imbuhnya.

Laporan ini menawarkan sejumlah rekomendasi terkait langkah pemulihan di sektor perjalanan dan pariwisata. Berikut antara lain pointers penting:

  • Pembukaan perbatasan dan repatriasi: Pendekatan yang harmonis perlu dilakukan untuk menghapus restriksi perjalanan. Caranya dengan mengevaluasi penilaian risiko sebelumnya dan terus melakukan testing serta pelacakan kontak sebagai syarat saat keberangkatan. 
  • Mendefinisikan standar kesehatan dan keselamatan umum: Sektor publik dan swasta harus sama-sama menyepakati penerapan standar kesehatan & keselamatan di seluruh industri Perjalanan & Pariwisata.
  • Memperkuat dukungan bagi pekerja: Siapkan perlindungan penggajian dan subsidi upah bagi pekerja serta stimulus untuk konsumen umum dan penangguhan pembayaran pajak
  • Memberi insentif pada perjalanan: Berikan insentif bagi konsumen, dimulai dari wisatawan domestik kemudian ke regional dan internasional secepat mungkin dan proporsional
  • Promosi wisata: pemerintah dan dewan pariwisata diharapkan dapat membantu mempromosikan wisata dan memberi insentif pada perjalanan domestik maupun regional.
  • Perluas infrastruktur digital hingga ke tujuan wisata di pedesaan sambil terus meningkatkan ketrampilan digital mereka
  • Merangsang praktik berkelanjutan: Siapkan insentif bagi sektor swasta yang mengedepankan prinsip sustainable tourism

 

 

Singapore Airlines Akan Membawa Program NDC ke AS Maret 2021

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Singapore Airlines akan memperluas Program KrisConnect berbasis Kemampuan New Distribution Capability   ( NDC) ke Amerika Serikat pada Maret 2021, maskapai itu mengumumkan.

Dilansir dari Business Travel News, KrisConnect, yang diluncurkan Singapura pada 2018, bertindak sebagai “gerbang NDC” yang memberi akses pihak  untuk menjual dan melayani produk tambahan, diskon, dan paket, termasuk memberikan penawaran yang dipersonalisasi kepada wisatawan berdasarkan jenis perjalanan mereka.

Antara lain menawarkan Wi-Fi kepada seseorang yang bepergian pada bisnis, misalnya — dan status program loyalitas KrisFlyer, kata VP e-commerce dan distribusi Singapore Airlines, Bryan Koh.

Opsi koneksi mencakup langsung ke agen, melalui semua sistem distribusi global utama, portal agen perjalanan Agen 360 Singapura, dan mitra lain seperti Travelfusion dan Verteil Technologies.

“Apa yang ingin kami lakukan adalah memungkinkan agen menjual lebih banyak dan menjual lebih baik,” kata Koh. “Ketika mereka bisa melakukan itu, mereka menjadi tenaga penjualan tambahan bagi kami.”

Saat ini, lebih dari 400 lembaga terhubung, menurut Koh. Singapura sudah mulai menjangkau agensi A.S. untuk memulai pekerjaan orientasi selama enam bulan ke depan, dengan rencana untuk menayangkan konten pada bulan Maret.

Hal Itu akan mencakup webinar dengan mitra perjalanan perusahaan dan akun selama beberapa minggu ke depan untuk membicarakan tentang KrisConnect dan implementasinya, kata VP A.S. Bagian Timur Singapore Airlines Adrian Ee.

Kemampuan tersebut juga akan memberi Singapura kemampuan baru dalam perjanjian dengan pelanggan korporat, kata Koh.

“Kesepakatan korporat utama kami datang dengan Wi-Fi gratis,” katanya. “Sekarang, kami dapat menegosiasikan kursi gratis dan dapat menawarkan keuntungan ekonomi lainnya.”

Dalam beberapa bulan terakhir, Singapura mengumumkan bahwa mereka akan mulai mengenakan biaya tambahan sebesar US $ 12 per tiket untuk pemesanan GDS melalui standar EDIFACT yang lama pada bulan Januari untuk tujuh pasar awal: Singapura, Australia, Jerman, Indonesia, Selandia Baru, Swiss, dan Inggris Raya .

Meskipun daftar itu tidak termasuk Amerika Serikat, Singapura mengindikasikan bahwa pada akhirnya akan dikenakan biaya tambahan di semua titik penjualan, The Beat melaporkan pada bulan Agustus.

Koh mengatakan “tidak ada keputusan” yang dibuat terkait dengan biaya tambahan di pasar AS. Adrian Ee mengatakan bahwa jika diberlakukan di Amerika Serikat, itu tidak akan terjadi sebelum Program KrisConnect tersedia di sana.

Optimisme Kopi Indonesia Menerjang Pasar Nordik

this formate

Bagas Hapsoro, moderator dalam pertemuan tersebut ( Foto: Fajar/ Kedubes Swedia)

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Kopi Indonesia adalah salah satu yang terbaik di dunia. Meskipun terdapat kopi jenis Geisha Panama, Blue Mountain, dan sebagainya. Tetapi Indonesia lebih kaya,” kata Syafrudin, Ketua Coffee Speciality Association of Indonesia (SCAI)

Berbicara dalam pertemuan virtual yang diselenggarakan Kemlu RI, Selasa sore (29/9), Syafrudin mengatakan banyak daerah yang memproduksi dengan ciri khasnya masing-masing dan kopi banyak disukai wisarawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh para penggiat kopi, wakil pemerintah, asosiasi, barista, dan pengamat kopi baik dari Indonesia dan Swedia, terlihat antusiasme untuk bekerjasama dan saling memberikan info ketika potensi speciality coffee itu besar. Bertindak selaku moderator dalam pertemuan tersebut adalah Dubes RI untuk Swedia dan Latvia 2016-2020, Bagas Hapsoro.

Mengawali pertemuan, mantan Dubes RI di Azerbaijan, Prayono Atiyanto, menyatakan bahwa fokus kepada specialty coffee harus menjadi prioritas. ”Saya perlu menekankan bahwa kita menitik beratkan kepada hasil yang spesifik. Bahan yang sudah ada kita garap secara maksimal dan konsisten”, ujar Prayono. ”

Menurut dia, sahabat kopi Indonesia harus menggarap hal ini dengan serius, karena mampu menciptakan value-added yang sangat besar dengan kapasitas produksi yang tidak besar, tambahnya dalam rilis yang bisniswisata.co.id terima dari Kedubes RI di Swedia, hari ini.

Sependapat dengan Prayono, Ketua SCAI, A. Syafrudin menyampaikan bahwa sebagai bahan public outreach kepada masyarakat, khususnya millenial, specialty coffee adalah kopi yang mempunyai kualitas tinggi, baik rasa maupun aroma dengan standar ukur cupping test dan tentunya diproses dengan ketentuan khusus.

Menurut Syafrudin kopi ini adalah kopi yang dinilai oleh Q-Grader tersertifikasi yang mampu memenuhi kriteria kelas specialty mengacu pada Specialty Coffee Association (SCA), dari segi kualitas fisik dan kualitas rasa.

“Terdapat tiga kelas dalam kualitas fisik, yaitu Specialty Grade, Premium Grade, dan Exchange Grade. Untuk kualitas rasa, kopi dapat dibilang specialty jika mendapatkan nilai di atas 80 melalui proses cupping” ujar Syafrudin.

Ditambahkan oleh Wakil Ketua SCAI, Daroe Handoyo, bahwa seyogyanya pengusaha kopi Indonesia tidak saja menekankan pada produksi tetapi juga ”narasi” kopi.

Sejarah dan kisah dibalik kopi perlu menjadi highlight. Istilah yang dipakai anak muda kiranya dapat mendongkrak popularitas kopi. Misalnya ”Do Good for the people”.

Ini dimaksudkan bahwa minum kopi adalah untuk menaikkan kesejahteraan petani. Juga istilah “Do Good for the Earth”, tentunya adalah harus memperhatikan kelestarian alam.

Bertindak sebagai pembicara terakhir adalah Budhaman Sutedja, seorang barista, cup taster dan green bean sourcer yang memulai bisnis kopinya di Swedia sejak tahun 2003. Disampaikan bahwa orang Swedia dan orang Nordik lainnya minum kopi spesialiti karena kualitas dan transparansinya.

Selalu terdapat kejelasan yang mengatakan dari mana kopi itu berasal. Hal yang selalu menjadi kesulitan bagi kopi Indonesia adalah pasokannya. ”Kita kadang-kadang bingung tidak ada keajegan mengenai supply”, keluh Budhaman.

Saran Budhaman berikutnya adalah perlunya himbauan kepada para diaspora. Untuk memperluas branding kopi Indonesia secara mancanegara, peran serta retailer café Indonesia sangat penting. Sebab, di tangan merekalah brand dan kualitas kopi Indonesia semakin dikenal oleh masyarakat global.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut adalah para dubes designate untuk Nordik, khususnya Dubes RI untuk Swedia, Denmark, dan Finlandia yang menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kerjasama untuk merebut pasar kopi spesialiti di Nordik.

Dubes RI untuk Swedia (designate), Kamapradipta Isnomo menyampaikan bahwa Swedia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat konsumsi kopi tertinggi di dunia. Berdasarkan data International Coffee Organization (ICO) tahun 2017, Swedia menempati peringkat ke-6 tertinggi dengan tingkat konsumsi rata-rata sebesar 8,2 kg per kapita.

Kelima negara tertinggi adalah Finlandia (12 kg), Norwegia (9,9 kg), Islandia (9 kg), Denmark (8,7 kg), dan Belanda (8,4 kg). “Indonesia adalah salah satu penghasil dan pengekspor kopi terbesar di dunia, terdapat peluang untuk menggarap pasar Swedia dalam rangka peningkatan nilai ekspor dan promosi beragam kopi Indonesia kepada masyarakat Swedia” ujar Kamapradipta.

Dubes RI untuk Denmark (designate), Dewi S. Wahab sependapat dengan Kamapradipta seraya menambahkan bahwa keamanan makanan merupakan salah satu persyaratan tambahan yang penting bagi produk kopi yang akan memasuki pasar Uni Eropa, termasuk pencegahan terhadap kontaminasi.

“Dalam hal persyaratan khusus, skema sertifikasi semakin mengikuti tren menuju ethical consumption. Meskipun demikian, kualitas kopi yang tinggi tetap merupakan penentu paling penting dalam pasar kopi specialty” ujar Dewi.

Sejalan dengan keduanya, Dubes RI untuk Finlandia (designate), Ratu Silvy Gayatri menyatakan bahwa kita patut bangga dengan kopi Indonesia yang telah mendunia. Banyak orang di luar negeri yang bisa menikmati kopi Indonesia, bahkan mampu merubah budaya minum teh di RRC.

“Hanya yang perlu menjadi perhatian adalah pasar Eropa. Kita perlu hati-hati dengan isu moral seperti, perlindungan lingkungan, anti penyiksaan terhadap binatang, dan upah petani yang perlu penyesuaian. Untuk itu, Indonesia perlu memonitor regulasi Komisi Eropa” ujar Silvy.

Kebijakan baru Komisi Eropa yang akan diberlakukan 13 November 2020 perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, kalangan asosiasi dan koperasi tani. Pendek kata, menurut Silvy, Komisi Eropa bersepakat untuk menurunkan batas kandungan residu dari yang mulanya 0,05 mg/kg produk menjadi 0,01 mg/kg.

Perubahan ini dilakukan menyusul temuan soal dampak kesehatan yang ditimbulkan residu tersebut terhadap kemungkinan kerusakan genetika dan saraf pada tubuh konsumen.

Mengenai kopi unggulan Indonesia, Kamapradipta optimis bahwa ekspor kopi Indonesia masih memungkinkan untuk ditingkatkan dengan mempertimbangkan konsumsi kopi masyarakat Indonesia rata-rata 1,2 kg per kapita/tahun atau 300 ribu ton/tahun.

Selain itu, beberapa jenis kopi Indonesia cukup populer di dunia, seperti Kopi Gayo (Aceh), Kopi Preanger (Jabar), Kopi Kintamani (Bali), Kopi Toraja (Sulawesi) hingga Kopi Bejawa (Flores).

Dari berbagai survei konsumen, kopi Indonesia dinilai memiliki rasa tersendiri, di mana iklim tropis membuat produk kopi yang dihasilkan memiliki tingkat keasaman serta aroma yang pas.

Roadmap Pengembangan Desa Wisata di DSP Borobudur  

this formate

Direktorat Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional I Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Parekraf mengundang bisniswisata. co.id untuk menghadiri Rapat Kordinasi Desa Wisata Super Prioritas Borobudur di Hotel The Phoenix Hotel Yogyakarta – MGallery Collection. Berikut tulisan ke sepuluh

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Pengembangan desa wisata saat ini menjadi prioritas dalam RPJMN 2020-2024 sebagai pendukung pencapaian percepatan pengembangan Destinasi Super Prioritas (DSP) termasuk salah satu diantaranya adalah DSP Borobudur dan sekitarnya.

Untuk itu,  Ir Oni Yulfian MBTM, Direktur Pengembangan Destinasi Regional I, Kemenparekraf mengatakan desa wisata di kawasan Borobudur posisinya harus terus diperkuat dengan melakukan roadmap menggandeng  Pusat Perencanaan & Pengembangan Kepariwisataan ( P2Par) ITB

Pengembangan desa wisata di DSP Borobudur dalam tahun anggaran 2020 ini meliputi 12 Desa Wisata yang termasuk dalam dua provinsi yaitu Jawa Tengah terdiri dari 2 (dua) kabupaten yaitu Kab. Magelang dan Kab Purworejo dan DI. Yogyakarta mencakup 6 kabupaten.

Untuk kabupaten Magelang ada 3 (tiga) desa wisata yang menjadi prioritas pengembangan, yaitu Desa Wisata Karanganyar, Desa Wisata Karangrejo, dan Desa Borobudur sedangkan untuk Kab. Purworejo hanya 1 (satu) desa yaitu Desa Kaligono. 

Desa Wisata yang termasuk Prov. DI. Yogyakarta mencakup 4 (empat) Kabupaten yaitu Kab. Kulonprogo, Kab. Gunung Kidul, Kab. Sleman dan Kab. Bantul. Kab. Kulon Progo ada 4 (empat) desa yang menjadi prioritas pengembangan.

Desa-desa itu adalah  Desa Glagah, Desa Segajih, Desa Tinalah dan Desa Jatimulyo. Untuk Kab. Gunung Kidul 1 (satu) desa yaitu Desa Bleberan Sri Getuk. Kab. Sleman 2 (dua) desa wisata yaitu Desa Pulesari dan Desa Garongan. Sedangkan untuk Kab. Bantul 1 (satu) desa wisata yaitu Desa Mangunan. 

“Kami sedang dalam proses menyusun roadmap pengembangan desa wisata di Destinasi Super Prioritas (DSP) Borobudur dan sekitarnya dengan memetakan dan membuat profil terkait 12 Desa Wisata Prioritas tersebut,” kata Oni Yulfian.

Roadmap ini dibuat sebagai pedoman pengembangan desa wisata lima tahun kedepan dan sebagai pedoman operasional dalam melaksanakan kebijakan dan strategi pembangunan desa wisata dalam Ripparnas, RPJMN dan Rencana Terpadu Kawasan.

Sasaran dari pembentukan roadmap pengembangan desa wisata ini diharapkan dapat menggambarkan :

*Profil dari masing-masing desa yang mencakup kebijakan pengembangan desa wisata baik di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/ kota.

*Karakteristik dan tingkat perkembangan desa.

*Potensi dan tantangan pengembangan

* Strategi dan indikasi program kegiatan pengembangan desa wisata di DSP Borobudur

“Jadi tujuan pengembangan desa wisata di DSP Borobudur adalah sebagai pendorong peningkatan kapasitas masyarakat dan kualitas produk pariwisata berbasis masyarakat dalam mendorong peningkatan perekonomian desa,” kata Oni Yulfian.

      Peneliti P2PAR Institut Tekhnologi Bandung ( ITB) Yani Adriani.

Yani Adriani dari P2PAR mengatakan survei desa wisata diselenggarakan 23-26 September 2020 bersamaan dengan Rakor Desa Wisata dan sosialisasi Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability ( CHSE)  dengan mengumpulkan data sekunder, wawancara maupun pengamatan di lapangan. 

“Kami survei terlebih dahulu di tiga desa di Kab. Magelang dan satu di Purworejo, esoknya 24 September empat desa di Kulonprogo, lanjut ke dua desa di Kab. Sleman, satu di Bantul dan satu desa wisata di Gunung Kidul,” kata Yani Adriani.

Yani menambahkan bahwa pengembangan desa wisata adalah berbasis pada masyarakat sehingga aktivitas dan programnya adalah pariwisata yang dimiliki dan dikelola oleh masyarakat.

Dikordinasikan di tingkat komunitas yang berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dengan mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat, melindungi nilai-nilai sosial budaya, serta warisan alam dan budaya.

” Jadi prinsipnya adalah melibatkan dan memberdayakan masyarakat untuk menjamin kepemilikan dan pengelolaan yang transparan ” ungkapnya.

Selain itu juga menjalin kemitraan dengan para pemangku kepentingan, mendapatkan reputasi yang diakui pemerintah, meningkatkan kesejahteraan dan martabat, pembagian manfaat yang adil dan transparan serta meningkatkan keterkaitan antara ekonomi lokal dan regional.

Sasaran lainnya menjunjung tinggi budaya dan tradisi lokal, berkontribusi terhadap konservasi sumber daya alam, meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung dengan memperkuat interaksi berkualitas antara tuan rumah dan tamu dan memiliki kemandirian finansial.

Profil setiap desa wisata ditelaah mulai dari 3 A yaitu akses, amenitas dan atraksi. Setelah itu potensi unggulannya apa, daya tarik dan program yang selama ini sudah dilakukan apa saja, fasilitas penunjangnya apa saja.

” Setiap pelayanan yang diberikan kepada wisatawan itu ada panduannya. Misalnya dalam hal tata kelola yang efektif dan transparan saja ada sedikitnya 7 indikator yang harus dipenuhi,” kata Yani.

Mengenai kelembagaan sedikitnya ada dua indikator, kegiatan konservasi untuk memperbaiki lingkungan ada 7 indikator, interaksi tamu dan masyarakat lokal ada 8 indikator dan keberlanjutan produk pariwisata berbasis masyarakat  parameternya ada 5 indikator yang harus dipenuhi.

“Pengelola desa wisata sedikitnya harus memenuhi 23 kriteria dan 171 indikator agar pelayannya berstandar internasional minimal standar yang berlaku di negara-negara ASEAN ” jelas Yani.

Pembangunan desa secara terpadu untuk mendorong transformasi  sosial, budaya dan ekonomi jadi strateginya adalah meningkatkan daya saing destinasi dan industri pariwisatanya di dukung penguatan rantai pasok dan ekosistem kepariwisataan, jelasnya.

Nantinya, kata Yani Adriani, 12 desa wisata DSP Borobudur ini punya identitas kuat, berdaya saing tinggi dan berstandar internasional sehingga berkontribusi positif bagi desa disekitarnya.

“Untuk mewujudkannya tergantung kesiapan masyarakat setempat, kesiapan produk, dukungan desa dan daerahnya,” ujarnya menutup uraiannya.