Priyadi Abadi: Halal Tourism, Materi Kuliah Baru di STP Trisakti.

this formate

Priyadi Abadi, dosen STP Trisakti dan praktisi Halal Tourism. ( Foto: Dok. Pribadi) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Mahasiswa tingkat akhir Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti untuk tahun ajaran 2020-2021 mendapatkan mata kuliah Kapita Selekta mengenai Halal Tourism, kata Priyadi Abadi, Chairman Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF)  hari ini.

Dosen STP yang juga Direktur Utama Adinda Azzahra Tour & Travel ini mengatakan mahasiswa tingkat akhir yang siap terjun ke masyarakat setelah menyelesaikan kuliahnya harus paham bahwa halal tourism menjadi pilihan masyarakat dunia.

Negara-negara seperti Jepang, Korea, Taiwan bahkan Thailand kini dikenal sebagai Friendly Muslim Country, negara tujuan wisata ramah Muslim dan menawarkan paket-paket tour untuk kaum Muslimin dengan Halal Food dan kebutuhan lainnya.

” Mereka paham halal industry termasuk di dalamnya halal tourism adalah bisnis besar sehingga memberikan perhatian dan pelayanan tambahan dalam menjaring wisatawan Muslim dunia,” kata Priyadi Abadi.

Menurut dia dengan tren meningkatnya halal lifestyle, halal tourism dan semua yang berhubungan dengan industri halal termasuk perbankan syariah, maka dibutuhkan kontribusi Pentahelix dalam pengembangannya.

Pentahelix adalah pemerintah sebagai pengatur, akademisi sebagai konseptor, bisnis/ swasta sebagai investor, media sebagai katalisator dan masyarakat ( komunitas) sebagai akselerator harus kompak dalam mengembangkan Indonesia sebagai destinasi halal tourism.

Perguruan tinggi sebagai konseptor dan bagian dari Pentahelix perlu mempersiapkan sumber daya manusia ( SDM) siap pakai sesuai kebutuhan masyarakat terutama industri pariwisata, tambah Priyadi.

Oleh karena itu sejak lima tahun lalu sebagai pelaku Halal Tourism dia sudah mengajukan materi kuliah ini diberikan pada mahasiswa-mahasiswi STP Trisakti agar memahami bahwa Halal Tourism bukan hanya menjual paket Haji & Umroh.

” Bumi ini luas dan bukan hanya di Arab Saudi, tapi Islamic Heritage tersebar di berbagai benua jadi sejak 10 tahun lalu usaha kami, Adinda Azzahra Tour bukan hanya menjual paket Haji & Umroh tapi mengeksplore berbagai benua dengan paket Halal Tourism,”

Paket Eropa ke Perancis, misalnya, terjamin waktu sholat, makanan halal dan tempat-tempat yang dikunjungi selain obyek populer Tour Eiffel tapi juga mengunjungi Grand Mosque Paris.

” Di Grand Mosque Paris kaum milenial perlu tahu bahwa pada jaman Perang Dunia ke 2, leluhur mereka kaum Muslimin di Paris berjasa melindungi komunitas Yahudi di dalam mesjid itu dari perburuan tentara Nazi yang akan membatai mereka,” jelasnya.

Sebagai praktisi yang juga menjadi dosen di STP Trisakti, Priyadi Abadi berharap materi kuliah halal tourism akan membuka wawasan para mahasiswa bahwa setelah seluruh dunia terpapar COVID-19, halal tourism akan bangkit kembali dengan cepat karena halal lifestyle kini menjadi bagian hidup kaum Muslim maupun Non-Muslim.

 

 

 

Mengenal Eigthfold AI: Teknologi Kecerdasan Buatan untuk Perekrutan Karyawan

this formate

Teknologi kecerdasan buatan untuk merekrut karyawan (foto: workable resources)

SPANYOL, bisniswisata.co.id: Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence/AI sudah semakin luas digunakan.Yang terkini adalah pemanfaatan AI untuk proses perekrutan karyawan. 

Persoalan yang kerap muncul di dunia perekrutan adalah menempatkan karyawan sesuai bakat. Eightfold, perusahaan high-tech berbasis di San Francisco, AS, menawarkan solusinya dengan memperkenalkan platform perekrutan dan manajemen bakat. 

Eightfold yang didukung teknologi kecerdasan buatan telah mengubah cara perusahaan merekrut, melibatkan, dan mempertahankan karyawan berbakat. 

Berdiri sejak 2016, perusahaan mengaku platform Talent Intelligence Platform ini terus bertumbuh pesat. Medium mewawancari Kamal Ahluwalia, penemu sekaligus presiden Eightfold AI – platform kecerdasan buatan untuk perekrutan karyawan dan pencarian bakat ini. Berikut petikan percakapannya:

Kamal, bisakah Anda ceritakan mengapa tertarik pada Eightfold?

Selama 30 tahun berkecimpung di dunia high-tech di Silicon Valley, saya selalu terobsesi untuk menemukan manusia-manusia berbakat dan mempertahankannya,

Dua tahun lalu saya bertemu dengan pendiri perusahaan AI ini. Sebelumya dia bekerja untuk Google dan Facebook. Ia kemudian memutuskan keluar dan mendirikan Eightfold. Kami telah menciptakan sebuah platform, Talent Intelligence Platform, yang memungkinkan perusahaan mengetahui berapa lama para pekerja berbakat ini biasanya betah bekerja di satu perusahaan.

Kami mengawinkan data yang tersedia di perusahaan dengan yang ada di luar, ditampilkan secara transparan sehingga memungkinkan karyawan yang ada di dalam perusahaan dan kandidat di luar perusahaan dapat tumbuh bersama perusahaan.

Kami ingin menyediakan informasi tentang para karyawan berbakat berdasarkan pandangan 360 derajat. Aplikasi ini menawarkan tingkat akurasi yang tinggi dan kualitas proses idenifikasi talenta bagi perusahaan maupun indiviidu.

Para CEO mengatakan perlunya informasi mengenai kemampuan karyawan; Apa yang saat ini mereka bisa lakukan sehingga strategi bakat yang tepat dapat diterapkan; apakah mereka perlu meningkatkan skill pegawai yang ada atau mencari karyawan berbakat baru di luar sana.

Eightfold berambisi untuk mewujudkan misi:  karir yang tepat bagi semua orang di dunia. Seberapa jauh sudah perjalanan ini?

Kami sadar ini adalah tujuan maha besar tapi kami memiliki peluang untuk mewujudkannya. Kami yakin dunia saat ini sedang berada pada posisi ‘menuju ke perubahan’ baik sosial maupun teknologi. Kami siap merangkul perubahan besar ini dengan mengubah cara orang memulai karir. Ini juga termasuk bagaimana kita memberdayakan karyawan untuk mengejar karir pilihan mereka. Dimulai dari organisasi kami.

Kami memutuskan untuk keluar dari mode siluman sejak 2018. Saat ini kami sudah hadir di 26 negara di 4 benua. Kami punya pelanggan yang tersebar di 110 negara. Kami juga sudah menggunakan 15 bahasa.

Bagaimana perusahaan menemukan karyawan sesuai bakatnya?

Saat ini, bakat merupakan masalah CEO, bukan hanya SDM atau kesuksesan karyawan. Ketika jumlah karyawan di sebuah perusahaan telah mencapai 5.000 atau 10.000, CEO akan kesulitan melajak jejak kapabilitas karyawannya. 

Para CEO tidak lagi mengetahui ketrampilan apa yang telah didapat karyawan atau bagaimana menyiapkan mereka supaya lebih sukses dan memberi kesempatan untuk bisa lebih berkarir. Prinsip lama bahwa karir anda bergantung pada ‘siapa yang Anda kenal’ tak lagi berlaku di masyarakat yang lebih menuntut kesteraaan dan inklusif.

Di era kecerdasan buatan, kami ingin membantu perusahaan dan karyawan sekaligus. Setiap pekerjaan akan berubah. Baik atau buruk, COVID-19 telah mempercepat transformasi ini. Kami ingin menawarkan cara yang lebih mudah bagi setiap individu untuk mengembangkan kemampuan baru, belajar dari kesuksesan karir orang lain, dan tetap relevan serta selaras dengan ara perusahaan.

Contohnya Salesforce. Anda kini memiliki karyawan lebih dari 50.000. Dengan jumlah karyawan sebesar itu Anda harus memiliki talent network 200 kali lipat dari 50.000 atau sekitar 10 juta orang. Mereka ini adalah orang yang ingin bekerja di perusahaan Anda dan orang-orang yang ingin Anda pekerjakan. 

Dengan jaringan sebesar itu, Anda harus dapat membandingkan setiap peran yang ada di Salesforce dengan orang yang berada dalam talent network demi menemukan bakat terbaik untuk memainkan peran tertentu. Anda dapat memilih apakah akan memberi lebih banyak kesempatan kepada karyawan senior atau memberi peluang bagi sejumlah kandidat.

Sistem yang ada sekarang tidak dapat mengelola itu tapi dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan yang kami miliki, hal itu menjadi mungkin dilakukan.

Bagaimana Anda membantu perusahaan untuk ‘mempekerjakan karyawan sesuai potensinya’?

Kami telah membangun rumus atau Matriks Kemampuan yang memungkinkan untuk memprediksi secara akurat apa yang bisa dilakukan seseorang. Intinya dengan membuat kata kunci dan menelusuri resume calon karyawan. Ini untuk melihat background-nya selama ini.

Matriks Kemampuan ini berbasis data. Mesin ini juga dapat belajar sendiri dan secara otomatis memperbarui diri. Sistem kerjanya berfokus pada kemampuan belajar, menangkap konteks, dan berkembang seiring waktu. Dia juga akan cepat beradaptasi dengan perkembangan terbaru baik dalam alat maupun teknologi. Ini semua memungkinkan kami membantu klien untuk mempekerjakan karyawan potensial dengan sangat percaya diri.

Anda menjadi co-writer untuk buku bertajuk “What’s Next For You”. Ini menimbulkan pertanyaan, “Apa selanjutnya yang akan dilakukan Eightfold?”

Alasan mengapa kami menulis buku di awal perjalanan kami adalah kami ingin agar setiap orang berpikir secara berbeda, baik perusahaan maupun individu. Membuka lebih banyak peluang bagi karyawan yang saat ini bekerja di satu perusahaan. Menginspirasi orang agar mau terus belajar hal-hal baru. Dengan teknologi kecerdasan buata atau AI, kami akan mengubah bagaiman cara orang bekerja, menumbuhkan bakat, dan membangun tim berbakat.

Kami ingin platform yang kami miliki, yakni Talent Intelligence Platform, dapat dimanfaatkan untuk bidang lain. Selama ini kami telah memiliki client yang bergerak di 17 industri secara global. Jadi model kami cukup akurat untuk memahami kemampuan dan ketrampilan seseorang. Kelak, teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk bidang lain.

Rin Hindryati

Teknologi kecerdasan buatan untuk merekrut karyawan (foto: workable resources)

UNWTO-Eightfold.AI Bantu Pencari & Pemberi Kerja Sektor Pariwisata di Seluruh Dunia.

this formate

SPANYOL, bisniswisata.co.id:  Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) bekerja sama dengan Eightfold.ai yang berbasis di California untuk membantu menghubungkan pencari kerja pariwisata dengan pemberi kerjad sehingga mendorong pemulihan global sektor ini.

Kemitraan baru ini akan membuat UNWTO memanfaatkan kekuatan Eightfold Talent Exchange, pasar yang menghubungkan pekerja yang terkena dampak pandemi COVID-19 dengan pekerjaan yang tersedia.  

Menggunakan artificial intellegence ( AI), Exchange mencocokkan orang dengan pekerjaan yang tepat di perusahaan yang sedang merekrut, menciptakan jembatan antara mereka yang mencari pekerjaan dan organisasi yang perlu merekrut dengan cepat.

Semua anggota UNWTO terdiri dari 159 Negara serta lebih dari 500 anggota Afiliasi akan mendapatkan keuntungan dari akses langsung ke platform.  Mereka juga akan dapat menawarkan Talent Exchange kepada pekerja yang telah kehilangan pekerjaan terkait pariwisata karena COVID-19.  

Pada saat yang sama, pekerja dapat mendaftar untuk mencari pekerjaan yang tersedia yang memanfaatkan keterampilan dan pengalaman mereka.  Anggota yang memiliki kebutuhan perekrutan juga dapat mendaftar untuk memposting pekerjaan dan menemukan bakat yang dapat segera melakukan pekerjaan itu.

Menghubungkan pengusaha dengan bakat pariwisata

Kemitraan ini akan sangat membantu jutaan orang yang mata pencahariannya bergantung pada pariwisata, sekaligus menghubungkan pengusaha dengan bakat terbaik yang ditawarkan sektor kami.

“Pandemi COVID-19 telah membuat sektor pariwisata global sangat panas hingga 120 juta pekerjaan terancam.  Namun, pariwisata memiliki sejarah panjang dalam mengadaptasi dan merangkul inovasi,” kata  Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili 

Kemitraan ini akan sangat membantu jutaan orang yang mata pencahariannya bergantung pada pariwisata, sekaligus menghubungkan pemberi kerja dengan bakat terbaik yang ditawarkan sektor pariwisara, tambahnya.

Kamal Ahluwalia, Presiden Eightfold.ai, menambahkan: “Dengan Eightfold Talent Exchange, kami menyediakan bagi semua anggota UNWTO sebuah platform yang dapat menyatukan anggota untuk tujuan bersama

Tujuan yang  membuat individu yang telah kehilangan pekerjaan kembali bekerja. Artificial intellegence yang mendukung Exchange memahami kemampuan setiap orang: baik keterampilan yang mereka miliki dari pengalaman kerja, maupun keterampilan yang dapat mereka pelajari dengan mudah, jelas Kamal

Saat ini, kami membutuhkan platform yang menyesuaikan orang dengan pekerjaan yang tepat di perusahaan yang sedang merekrut.  Ini perlu memahami keterampilan dan persyaratan pekerjaan – dan perlu ditingkatkan dengan cepat.

Eightfold, dalam kemitraan dengan FMI dan didukung oleh McKinsey & Company, menyediakan platform semacam itu secara gratis selama krisis virus corona melalui Talent Exchange, sebuah penawaran baru yang didukung oleh eightfold.ai.

 

Arab Saudi Akan Segera Mengijinkan Umrah – Inilah Yang Perlu Anda Ketahui

this formate

SINGAPURA,  bisniswisata.co.id: Saat dunia menghadapi kondisi normal baru pandemi COVID-19, negara-negara juga mulai melonggarkan pembatasan perjalanan. Kabar baik! Dilansir dari Arab Saudi berencana untuk melanjutkan umrah secara bertahap mulai 4 Oktober 2020.

Dilansir dari havehalalwilltravel, Umrah telah ditangguhkan selama 7 bulan sejak Maret dan bahkan haji tahun ini berkurang menjadi 10.000 jamaah dari biasanya 2,5 juta. Sementara pencabutan larangan umrah merupakan kabar baik, namun akan dilakukan secara bertahap dan dengan pertimbangan yang matang.

Jika Anda bertanya-tanya apakah Anda bisa mulai merencanakan umrah, berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui :

1. Warga dan penduduk Arab Saudi bisa melakukan umrah terlebih dahulu pada 4 Oktober – hanya 6000 jamaah setiap hari yang diizinkan untuk melakukan umrah di Masjid al-Haram. Ini hanya untuk penduduk lokal dan penduduk Arab Saudi dan tindakan jarak sosial harus diikuti.

Pada 18 Oktober – Jumlah jemaah haji akan meningkat menjadi 15.000 dan shalat di Masjid Nabawi, Masjid Nabawi di Madinah juga akan dilanjutkan.

2. Wisatawan asing hanya diperbolehkan umrah mulai 1 November 2020, pengunjung dari luar Arab Saudi akan diizinkan untuk menunaikan umrah. Jumlah jemaah haji per hari juga akan ditingkatkan menjadi 20.000. Secara total, 60.000 jemaah akan diizinkan untuk sholat di kedua masjid suci setiap hari.Sampai saat ini, detail negara mana saja yang diizinkan untuk melaksanakan umrah belum diumumkan.

3. Akan ada kapasitas terbatas dan langkah-langkah keamanan. Bahkan dengan 20.000 jemaah setiap hari, ini masih jauh di bawah kapasitas umrah biasanya. Menurut pihak berwenang, ini akan menjadi normal baru sampai mereka memutuskan bahwa pandemi tidak lagi menjadi ancaman.
Selama beribadah, semua jamaah juga perlu memakai masker dan menjaga jarak fisik satu sama lain.

4. Peziarah harus mendaftar menggunakan aplikasi seluler. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi saat ini sedang mengembangkan aplikasi yang dapat digunakan jamaah untuk mendaftar dan memesannya.

Ini akan tersedia seminggu sebelum Umrah dimulai dan semua jamaah juga harus mematuhi pedoman kesehatan di aplikasi. Anda dapat melihat prosedurnya di sini!

5. Apakah Anda bisa mulai memesan paket umroh?

Bagi Anda yang berasal dari Singapura, Malaysia, dan Indonesia, jawabannya – belum!
Singapura. Fatwa terakhir yang dikeluarkan oleh Islamic Religious Council of Singapore (MUIS) pada tanggal 15 Mei menyatakan bahwa ibadah haji telah ditangguhkan hingga tahun 2021.

Saat ini tidak ada update tentang Umrah dan nasihat terakhir dikeluarkan setelah larangan umrah oleh Arab Saudi awal tahun ini. .
Kami juga telah memeriksa dengan agen perjalanan di Singapura dan mereka memberi tahu kami bahwa mereka masih menunggu pihak berwenang untuk memberi mereka rincian lebih lanjut. Sampai sekarang, belum ada rencana yang bisa dibuat.

Di Malaysia, pihak berwenang mengatakan mereka akan mendapatkan informasi resmi dari pemerintah Arab Saudi terlebih dahulu sebelum keputusan apa pun akan dibuat sehubungan dengan orang Malaysia yang melakukan umrah.

Menurut Bernama, Menteri di Departemen Perdana Menteri (Urusan Agama) Datuk Seri Dr Zulkifli Mohamad Al-Bakri akan membahas masalah tersebut dengan Dewan Keamanan Nasional (NSC) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang prosedur operasi standar jika orang Malaysia diizinkan untuk pergi haji.

Di Indonesia, pihak berwenang Indonesia juga sedang menyusun protokol kesehatan untuk orang Indonesia yang melakukan umrah sambil menunggu informasi lebih lanjut dari Arab Saudi. Menurut kompas.com, protokol tersebut kemungkinan besar akan mengecualikan orang tua dari melakukan umrah karena mereka berisiko lebih tinggi tertular COVID-19.

Kementerian yang mengawasi pendaftaran haji juga menyatakan bahwa Arab Saudi akan mengizinkan jamaah umrah Indonesia atau tidak akan tergantung pada situasi COVID-19 di negara asalnya.

Kami pasti akan memberikan pembaruan kepada Anda, jadi perhatikan ruang ini! Jika Anda berasal dari belahan dunia lain, tanyakan kepada badan agama setempat Anda untuk mengetahui apakah Anda akan diizinkan untuk melakukan Umrah atau tidak.

Meskipun masih jauh sebelum Anda dapat melakukan Umrah atau bahkan Haji, berita ini jelas merupakan langkah besar ke arah yang benar. Untuk saat ini, kami hanya bisa berdoa dan berharap segala sesuatunya membaik dan kami akan menunaikan ibadah haji di waktu yang akan datang.

Muslim Milenial:  Ketika Iman dan Modernitas Berjalan Seiring

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Rangkaian karakter huruf  itu tertulis M.U.P.P.I.E.S, G.U.M.MIES. Jika Anda mengira mereka adalah karakter dari Sesame Street, maka Anda salah paham.

Soalnya M.U.P.P.I.E.S atau arti aslinya Muslim Urban Professionals adalah salah satu istilah yang diciptakan oleh sebuah organisasi untuk mewakili Muslim Profesional Modern dan mereka bukan satu-satunya komunitas.

Jargon baru lainnya yang digunakan dalam ruang ekonomi Islam global adalah G.U.M.Mies atau Global Urban Millennial Muslim.  Jadi, siapa yang paling banyak diwakili oleh kelompok ini? Siapa mereka?

Perkenalkan, inilah Muslim Milenial atau istilahnya Generasi M, jenis identitas pemuda Muslim baru yang muncul secara global dalam dekade terakhir seperti dilansir dari collabdeen.com

Ini adalah kelompok global yang percaya bahwa iman dan modernitas berjalan seiring, dan bahwa mereka memiliki hak untuk menikmati yang terbaik dari kehidupan yang ditawarkan kepada mereka.  

Sebagian besar masih muda dan karena itu tumbuh dalam bayang-bayang Peristiwa 11 September di AS dan hidup di dunia internet. 

Satu dari tiga Muslim di seluruh dunia saat ini berusia di bawah 15 tahun dan dua dari tiga berusia di bawah 30 tahun.

Para pemuda Muslim ini merasa nyaman dengan diri mereka sendiri yang menyatukan iman dan modernitas. 

Mereka merasa iman dapat membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik dan kehidupan modern dapat mendukung mereka dalam meningkatkan religiusitas mereka.

Kebangkitan Muslim Milenial Modern.  Kenapa sekarang?

Untuk generasi muda Muslim saat ini, mereka adalah pengguna asli I.T.  Dengan teknologi yang mengganggu semua industri, maka soal keyakinan tidak ketinggalan.

Digitalisasi telah menyebabkan batas-batas menghilang, Muslim di seluruh dunia sekarang dapat terhubung dengan sesama penganut agama di mana pun di dunia, terlepas dari budaya, bahasa, geografi, ras, atau kemakmuran.

Namun secara historis, ummah hanya bisa menjadi keterikatan emosional dan spiritual, karena alasan praktis.  Berita disampaikan secara langsung melalui media sosial, dan yang paling penting, mereka dapat bertukar pikiran tentang apa artinya menjadi Muslim saat ini.

Hasilnya adalah identitas bersama yang dibangun di atas nilai-nilai, rasa solidaritas, dan tujuan komunitas bersama.

 Muslim Modern

Ruang online baru  telah memunculkan berbagai macam aktivitas gaya hidup Muslim mulai dari kepatuhan pada ajaran agama hingga buku harian perjalanan Halal, ulasan makanan Halal, blog mode Muslim, video YouTube, musik Muslim baru hingga kampanye amal.  Ada tampilan, suara, bahasa, dan budaya baru untuk para pengikut futuristik.

Warga London, Shahzad Younas menciptakan dan mendirikan MuzMatch.  Shahzad fokus pada membangun aplikasi seluler untuk membantu Muslim di seluruh dunia menemukan pasangan pernikahan yang sempurna melalui pembuatan jodoh Halal.

Aplikasi Have Halal Will Travel berfokus untuk mencari pilihan santapan gourmet halal di mana pun Anda berada, memanfaatkan budaya foodie halal yang sedang berkembang, bersama dengan berbagi pengalaman dan rekomendasi.

Ada Modanisa menawarkan wanita muda yang modis untuk menemukan fashion hijab modern dan kontemporer terbaru dan gaun wanita sederhana.

Di sisi lain, CollabDeen, platform kolaborasi komunitas, berfokus untuk menjadi platform komunitas lengkap yang menggabungkan elemen keyakinan dan gaya hidup.  

Administrator komunitas dari masjid, organisasi, atau pusat komunitas Islam sekarang bisa beristirahat lebih banyak karena platform ini memberi mereka teknologi untuk menjadi lebih efisien dan produktif dalam mengelola komunitas mereka dari acara hingga penggalangan dana dan manajemen keanggotaan.

Komunitas bisnis tidak ketinggalan karena platform ini juga menghubungkan bisnis dengan komunitas dan pengguna.  Teknologi yang disediakan CollabDeen akan meramaikan Pasar Islam termasuk Ekonomi Islam Global.

Untuk pengguna sehari-hari, CollabDeen adalah aplikasi pendamping Muslim lengkap dengan Augmented Reality. Pengguna dapat menemukan arah Kiblat, Masjid, Mussollah, Pusat komunitas, dan bisnis Halal.

Dunia maya telah memberi perusahaan yang berpusat pada Muslim akses ke khalayak luas dan internet memungkinkan bisnis mereka berkembang.

Bisa memiliki akses melalui internet ke berbagai macam produk dan layanan yang secara khusus disesuaikan dengan harapan mereka untuk menjalani gaya hidup Muslim sepenuhnya.

Hal ini memungkinkan mereka untuk membeli produk-produk dan memperkuat identitas Muslim bersama mereka. 

Ruang digital menawarkan kepada kaum muda Muslim ini sebuah kanvas kosong untuk melukiskan budaya dan identitas baru ini dalam istilah mereka sendiri.

Di samping ritual fisik penting yang menjadi jangkar kehidupan Muslim  yaitu mengerjakan  haji, sholat, puasa, segera beribadah di  masjid dan lainnya.

Komunitas – dunia online sama pentingnya bagi kaum Milenial Muslim seperti halnya dunia nyata yaitu membentuk dan memperkuat identitas global mereka.

Ini merupakan tempat di mana mereka berbagi dengan dunia non-Muslim global yang lebih luas tentang siapa mereka dan apa yang memotivasi mereka.

 Masa depan

Demokratisasi ilmu pengetahuan di internet telah membuka akses pembelajaran agama bagi kaum muda Muslim dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.  

Hal Ini memiliki banyak aspek positif, termasuk mengakses perguruan tinggi agama secara  online termasuk aksesibilitas ke para ulama melalui pembaruan status Facebook, bahkan berbagi dakwah melalui Facebook.  

Sekarang ada sarjana selebriti, yang ceramahnya dibagikan puluhan ribu kali, dan kutipannya diubah menjadi meme dan memiliki jutaan pengikut di Twitter.

Peran internet dalam kemunculan segmen pasar baru ini yang meyakini keyakinan dan modernitas berjalan seiring.  Ini adalah ruang di mana mereka dapat mengajukan pertanyaan, menimba ilmu, mendirikan bisnis, dan membangun solidaritas.

Jadi apa selanjutnya?

Terlalu sering “Muslim” disamakan dengan satu etnis atau budaya, sehingga cita-cita umat, yang mengedepankan egalitarianisme, dilupakan.  

Dengan minoritas Muslim India yang mencapai 311 juta orangakan menjadi populasi Muslim terbesar di dunia – melampaui Pakistan yang jumlahnya 273 juta orang.

Muslim Indonesia diangka 265 juta,  Nigeria pada 213 juta, dan Bangladesh 182 juta orang dimana  basis pengguna internet di seluruh India hampir dua kali lipat, dari 233 juta pada tahun 2012 menjadi  sebanyak 462 juta pengguna tahun ini. Dengan demikian ummah digital sepertinya menawarkan harapan untuk mewujudkan keberagaman ummah.

Bangkitnya ummah digital yang inklusif ini akan membantu untuk mengakhiri label-label tersebut.  Sebaliknya, harapannya adalah bahwa orang akan mengenal mereka apa adanya dan bahwa itu akan menjadi ruang di mana mereka dapat sepenuhnya menjalani kehidupan modern yang setia

 

 

Arab Saudi Akan Dirikan Museum Sejarah Kota Jeddah

this formate

Museum berisi sejarah kota Jeddah segera berdiri (foto:Sumbernya: Trade arabia)

JEDDAH, bisniswisata.co.id: Kementerian Kebudayaan Arab Saudi baru-baru ini mengumumkan akan mendirikan museum yang diberi nama Laut Merah. Museum perjalanan sejarah kota Jeddah, Arab Saudi ini akan dibuka pada akhir 2022.

Museum akan dibangun di Gedung Bab Al-Bunt yang berlokasi di kawasan bersejarah di kota Jeddah. Di sana, sejumlah koleksi langka seperti manuskrip, gambar dan buku yang menceritakan kisah kota yang merupakan gerbang menuju tanah suci itu, akan dipajang.

Sudah saatnya Arab Saudi membangun museum kota Jeddah yang merupakan kota pelabuhan utama baik udara maupun laut ini.

Berlokasi di pantai barat Kerajaan Saudi, Jeddah telah lama dikenal sebagai kota tempat berpadunya budaya, tradisi, bahasa, dan etnis. Itulah antara lain mengapa ia dijuluki ‘Mutiara Laut Merah’.

Jeddah menyimpan banyak cerita penuh warna dari beragam peristiwa. Saking banyaknya, orang menyebut butuh waktu seumur hidup untuk menceritakan kembali perjalanan sejarah kota yang terletak di tepi Laut Merah itu. 

Lokasi gedung museum berada di kota yang juga terkenal sebagai Pelabuhan Bab Al-Bunt yang bersejarah karena dianggap sebagai tempat bertemunya penduduk Laut Merah dengan dunia luar.

Jeddah adalah pintu masuk dan gerbang utama para jamaah haji, pedagang, dan turis sejak beberapa abad silam.

Pelabuhan tersebut juga menjadi saksi saat Raja Abdul Aziz Al-Saud, pendiri Kerajaan Arab Saudi, bertolak ke Mesir untuk bertemu Raja Farouk. Peristiwa itu terjadi 74 tahun lalu. 

Museumnya sendiri akan dibangun di gedung berusia lebih dari 100 tahun yang sekarang digunakan sebagai pusat kesehatan dimana jamaah diberikan layanan kesehatan sebelum menuju ke Mekkah.

Bangunan bergaya khas Jeddah itu berdinding putih yang merupakan hasil ekstraksi batu karang yang ada di sepanjang pantai Laut Merah dengan tanah liat dari danau terdekat yang berfungsi sebagai semen perekat. 

Gedung Bab Al-Bunt berhias ornamen rumit yang dilengkapi balkon kayu dan jendela dikenal dengan sebutan “rowshan”. Aristeknya sangat dipengaruhi gaya orang-orang neolitik di Levant yang terkenal sebagai pembuat bangunan hebat.

Sekadar info, arsitektur bergaya neolitik sudah ada sejak sektiar 9.500 SM di Timur Tengah. Tembikar pertama kali diperkenalkan di zaman ini.

Kelak ketika museum sudah berdiri, semua kisah kota Jeddah akan ditampilkan di sana. Pengunjung bisa menikmati dan mempelajarinya lewat koleksi langka, seperti manuskrip, gambar, dan buku berisi sejarah kota.

Seniman Saudi Dia Aziz Dia, salah satu pelopor seni Kerajaan mengatakan kepada Arab News bahwa posisi Jeddah yang unik dalam sejarah dapat diceritakan lewat berbagai cara. Menurutnya keputusan pemerintah Saudi menampilkannya di museum merupakan pendekatan yang tepat.

 “Posisi dan sejarah kita harus ditempatkan di museum sehingga dapat kita dapat menunjukkan pada dunia siapa kita,” kata Dia.

Hal Ini harus diupayakan sekarang karena kalau tidak dipelajari dengan benar tentang siapa kita, maka semua warisan yang kita miliki bisa hilang seiring waktu, tambahnya.

Dia menambahkan bahwa tidak mudah untuk membangun museum dengan standar internasional. Banyak barang, lukisan dan artefak yang membutuhkan perhatian khusus.

Itu perlu pekerja terampil yang dapat memastikan pelestariannya. Pada akhirnya museum harus dapat menghadirkan tampilan yang optimal, cocok untuk konsumsi bukan hanya pengunjung lokal tetapi juga dari seluruh dunia.

Dilansir di Arab News, museum ini akan memamerkan lebih dari 100 karya seni kreatif, dan mengadakan empat pameran tahunan sementara. Selain itu, akan ada program pendidikan bagi anggota masyarakat di semua kelompok umur.

Museum Laut Merah akan mewakili tujuan artistik baru di Kerajaan Arab Saudi yang menceritakan kisah harmoni manusia dan kekayaan budaya dalam perjalanan spiritual jamaah haji dan umroh.

Ini juga akan menjadi jendela budaya dan sejarah yang memberikan catatan penting dari nilai-nilai estetika & warisan kota-kota pesisir di sepanjang Laut Merah dan pengaruh budayanya.

Museum ini adalah bagian dari Program Kualitas Gidup, salah satu Program Realisasi Visi Kerajaan 2030, dan berada di bawah payung Prakarsa Museum Khusus yang diumumkan Kementerian Kebudayaan. 

 

 

Diskusi Kopi di Deplu Peringati Hari Kopi Sedunia

this formate

Dini Aryani Cindller, CEO Tanamerah ( paling kanan)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Diskusi kopi menjadi topik menarik dikalangan para Dubes RI di mancanegara bertepatan dengan Hari Kopi Dunia yang diperingati setiap 1 Oktober karena punya arti penting bagi industri kopi nasional.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat pademi COVID-19 yang membatasi acara kumpul-kumpul seperti pameran, pertemuan bisnis atau workshop tidak mengurangi niat para penggiat kopi di Kementerian Luar Negeri untuk bertemu secara virtual.

Hari ini tepat pada Hari Kopi Dunia, 1 Oktober 2020, para penggiat kopi di Kemlu diskusi online dengan salah satu perusahaan kopi ternama, Tanamera Coffee. Tujuannya untuk membagikan kisah kopi sebagai produk penting dan upaya untuk meningkatkan ekspor kopi spesialiti ke manca negara.

Acara yang digawangi Prayono Atiyanto, Duta Besar/Diplomat Ahli Utama Kemlu dan beberapa dubes lainnya juga mendatangkan CEO dan pendiri Tanamera Coffee, Dini Aryani Cindller.

Pertemuan virtual tersebut juga dihadiri oleh satuan kerja Kemlu, utamanya Ditjen Amerika dan Eropa, Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK), Kantor Setwamen, beberapa Perwakilan RI di luar negeri dan petani kopi di Medan.

”Kita perlu mendengarkan success story dari sudut pandang yang praktis,” kata Dubes Prayono. Keberhasilan perusahaan Tanamera Coffee itu bisa jadi tolak ukur.

Tidak saja keberaniannya untuk merambah pasar ke semua penjuru dunia, tetapi juga berhasil mengangkat harkat petani lokal yang pada akhirnya membawa peningkatan kesejahteraan.

Mengawali ceritanya, Dini Aryani Cindller menjelaskan usaha yang dimulai sejak tahun awal tahun 2000. Sampai sekarang Tanamera Coffee telah menerima 51 penghargaan internasional dari International Coffee Award sejak tahun 2015.

Pada tahun 2015 dan 2016, Tanamera Coffee juga menjadi Champion International Roaster dalam Melbourne International Coffee Expo dan pada tahun 2019 Tanamera telah sukses mengadakan business meeting di Moskow.

Prestasi ini menjadikan Tanamera Coffee sebagai kedai kopi di Indonesia yang paling banyak mendapat penghargaan internasional. Moderator diskusi, Dubes Djumantoro Purbo meminta ”resep” Dini bisa memilah coffee beans dan mengangkat harkat petani lokal di berbagai daerah Indonesia.

“Pengawasan dari hulu hingga hilir menjadi hal yang wajib, agar biji kopi yang dihasilkan memang benar-benar yang terbaik. Master Roaster kami, John Lee. Beliau ini orang Korea yang selalu berkeliling ke berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia untuk menemukan potensi biji kopi terbaik,” ungkap Dini.

Dini menyatakan rasa optimismenya tentang kopi. ”Kopi saat ini adalah salah satu penghasil devisa negara”, ujarnya. Bahkan ditengah isu resesi dan sengitnya pertarungan pasar kedai kopi di Indonesia.

Tanamera Coffee sebagai kedai kopi lokal mampu sejajar dengan sejumlah merek besar seperti Starbucks (MAP Group) maupun Maxx Coffee (Lippo Group).

Kesiapan Perwakilan RI

Dalam tanya jawab, Konjen RI Hamburg Ardian Wicaksono menyatakan beberapa inistiatif perwakilan antara lain My Bali. Disebutkan bahwa KJRI Hamburg telah melakukan kegiatan promosi kopi secara intensif.

Perolehan kopi My Bali dilakukan melalui direct trade langsung dengan para petani secara berkelanjutan dengan beberapa sentra kopi di Indonesia khususnya Sumatera, Bali dan Jawa.

Keberadaan restoran dan cafe Indonesia di wilayah KJRI Hamburg akan dimanfaatkan untuk promosi kopi Indonesia termasuk Tanamera Coffee.

Direktur Amerika 1 Kemlu, Darianto Harsono menyatakan bahwa meskipun Amerika Latin dikuasai pasar Brazil dan Kolumbia, namun untuk menghadapi pesaingnya yaitu kopi robusta Vietnam, Indonesia telah mengantisipasi dengan beberapa inovasi.

Dalam waktu dekat Kemlu akan membentuk digital platform yang akan memasukkan exhibition. Kemlu akan memfasilitasi penggunaan platform ini untuk mencari mitra di negara akreditasi.

Selain itu pada awal Desember nanti Kemlu akan mengadakan The Indonesian-Latin American and the Caribbean Policy Dialogue di Bali. Dalam kesempatan tersebut pejabat dan pengusaha dari benua Amerika latin yang berkujung ke Bali akan dibawa mengunjungi pusat pemrosesan kopi Tanamera di Kintamani.

Untuk memperkenalkan kekayaan kopi Indonesia yang unik ke pasar internasional, lanjut Dini, pihaknya siap untuk berekspansi ke pasar Eropa dan Amerika Latin.

“Negara lain perlu mengetahui bahwa daerah dan propinsi memiliki perbedaan tanah dari Sabang sampai Merauke, yang membuat kopi kita lebih berkarakter dibanding negara lain,” tutup Dini.

Salah seorang penggiat kopi di Medan, Dalton Sembiring mengatakan sangat terinspirasi dengan success story Dini. Dijelaskan bahwa Tanamera perlu mengadakan penjajagan ke daerah Brastagi dan Simalungun.

Sumatera utara terkenal dengan rasa dan aroma kopi yang khas. Selain pasar domestik, Dalton dan para petani koleganya telah berhasil menjala pembeli dari luar negeri, termasuk Amerika Serikat, Jepang, dan Timur Tengah.

“Bahkan kopi Simalungun dan Brastagi sudah dibeli Starbucks,” tambahnya bangga. Sekarang tinggal bagaimana petani bisa konsisten untuk mengirim pasokan dan menjaga kualitas.”

Pandangan Millenial

Pertemuan yang dipandu mantan Dubes RI untuk Republik Slovakia, Djumantoro Purbo ini juga meminta masukan dari diplomat muda. Mewakili kaum milenial.

Michael Kariono dari BPPK Kemlu menyatakan bahwa Indonesia harus menetapkan target market dan kopi apa yang akan kita promosikan di luar negeri. Kopi Indonesia terkenal beragam, baik body maupun keasamannya.

”Keanekaragaman kopi di seluruh Indonesia sebaiknya dijadikan kekuatan bukan sesuatu yang melemahkan, apalagi tiap daerah diakui geographical indications (GI) nya”, kata Michael.

Heikal dari kantor Setwamen mengatakan  bahwa banyak potensi daerah yang dapat dikembangkan. Sangat akrab dengan budaya dan etos Jember, maka dia akan mencari informasi lebih banyak tentang potensi kopi, termasuk Bondowoso dan Banyuwangi.

Peserta lainnya, Nurul Hasanah juga mendukung Michael dan Heikal bahwa menggalakkan kopi harus dengan cara inovatif. Yang membanggakan Nurul adalah bahwa usaha kopi kelas dunia ini juga bisa dipegang oleh orang Indonesia.

Dia juga  menyampaikan penghargaan kepada Dini Riyani Cindller yang menceritakan kisah sukses usaha kopinya, diakhir pertemuan Dubes Djumantoro menyampaikan pentingnya promosi kopi Indonesia ke luar negeri dan memberikan nilai tambah dalam produknya.

Jaminan keberadaan dan pasokan kopi serta penekanan pada very specific niche market itu penting. Dengan kata lain pasar yang sangat fokus terhadap suatu jenis atau layanan tertentu.

”Namun penting pula untuk memasukkan sebuah narasi dan aspek historisnya, termasuk kopi tubruk”, ujar Djumantoro menutup bahasan maupun diplomasi ini.

Kegiatan MICE di Banyuwangi Mulai Bangkit

this formate

Hotel Aston Banyuwangi dengan fasilitas MICE          ( Foto: Traveloka).

JAKARTA. bisniswisata.co.id: Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Muhammad Yanuarto Bramuda, mengatakan kegiatan Meeting, Incentive, Conference & Exhibition ( MICE) di Banyuwangi mulai bangkit

“Geliat kegiatan rapat-rapat di hotel awalnya berkisar di bawah 50 peserta, namun terakhir kantor Menko Kemaritiman dan Investasi membuat kegiatan di Hotel Aston Banyuwangi di atas 100 an peserta,” ujarnya hari ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Muhammad Yanuarto Bramuda

Adanya kegiatan MICE di hotel jelas mendongkrak tingkat hunian hotel dihari kerja yang bisa mencapai 80%. Sementara untuk akhir pekan karena banyak kunjungan wisatawan lokal dan kota-kota sekitarnya tingkat hunian diatas 90%.

Setelah sejumlah obyek wisata dibuka kembali Juli lalu Pemkab gencar kampanye Rebound Banyuwangi Agustus lalu bersama Kemenparekraf dan dampaknya dalam pemulihan ekonomi mulai terasa.

Industri pariwisata Banyuwangi mulai pulih dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat setelah sepi terkena dampak pandemi COVID-19. Homestay warga, hotel, destinasi wisata, dan usaha kuliner mengalami peningkatan okupansi.

Tidak hanya penginapan, destinasi wisata juga banyak dikunjungi wisatawan dari luar Banyuwangi. Mereka berwisata ke Pantai Pulau Merah, Pantai Cacalan, Pantai Boom, Bangsring Underwater dan destinasi lainnya banyak dikunjungi wisatawan.

“Di destinasi wisata banyak wisatawan dari luar Banyuwangi. Ini cukup mengembirakan bagi program Rebound Banyuwangi,” kata Bramuda.

Ikon obyek wisata favorit lainnya yang sudah dibuka di era New Normal a.l Kawah Ijen, Fenomena Blue Fire, Taman Gandrung Terakota, Agrowisata Tamansuruh, hingga Taman Alas Purwo.

Menggeliatnya kegiatan MICE diakui usai Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat koordinasi pengembangan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi akhir Juli lalu.

Rapat diikuti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Menteri BUMN Susyanto, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan sejumlah CEO/direktur utama mulai dari Garuda Indonesia, Perhutani, Traveloka, dan Dana

Menyinggung peringatan Hari Pariwisata Dunia yang baru lalu dengan tema Tourism & Rural Development yang mendorong warga dunia untuk berkunjung ke desa-desa wisata, Bramuda mengatakan Desa Kemiren, Banyuwangi selalu siap menerima tamu.

” Letaknya hanya sekitar 15 menit dari bandara Banyuwangi Internasional Airport dan Desa Kemiren adalah desa adat yang memiliki berbagai keunikan mulai dari adat,tradisi, kesenian,kuliner serta pola hidup masyarakatnya masih menjaga tradisi yang ada sejak dulu,” kata Bramuda.

Dia berharap kunjungan wisatawan domestik yang menjadi andalan untuk membangkitkan perekonomian daerah akan terus meningkat sehingga sektor pariwisata sebagai motor penggerak perekonomian daerah dapat optimal. ” Kuncinya adalah safe travel, selalu pakai masker, jaga jarak, patuhi protokol kesehatan dengan baik, ” tegasnya.

 

Konten Animasi Dapat Optimalkan Potensi Wisata Daerah

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id:  Kemenparekraf mendorong pemanfaatan konten animasi yang dikemas secara menarik untuk mengoptimalkan potensi pariwisata daerah. Hal ini sekaligus sebagai upaya dalam meningkatkan daya tarik wisata daerah.

“Untuk mengemas konten animasi yang bertujuan  mengembangkan potensi pariwisata daerah diperlukan kecermatan dalam melihat peluang yang ada,” kata Wawan Rusiawan, Direktur Kajian Strategis Kemenparekraf /Baparekraf Wawan Rusiawan, Rabu.

Berbicara saat membuka acara Bincang Inklusif Seputar MetadatA ( BISMA)  yang bertajuk “Pengemasan Konten Animasi Berbasis Potensi Pariwisata Daerah”, Wawan mengatakan bahwa animasi di Indonesia sangat potensial untuk dikembangkan.

Untuk itu, baik pemerintah maupun pelaku usaha kreatif harus saling bersinergi menciptakan harmonisasi guna melihat berbagai peluang. Sehingga, ke depan peluang tersebut bisa diimplementasikan, kata Wawan.

Kemenparekraf/Baparekraf menggelar acara ini sebagai untuk dapat berdiskusi mengenai berbagai macam peluang serta berbagi pemahaman dan pengetahuan terkait cara mengemas konten animasi yang baik dan menarik dalam meningkatkan potensi pariwisata daerah.

Talkshow ini menghadirkan dua narasumber, yakni Kreator dan Penulis Skrip Si Juki, Faza Ibnu dan Ketua Asosiasi Industri Animasi Indonesia, Daryl Wilson. Keduanya mengatakan budaya pop terutama animasi dapat memberikan dampak kepada pariwisata di sebuah negara atau daerah. Seperti di Jepang yang memiliki maskot untuk setiap daerahnya.

Fungsi dari maskot ini sangat beragam, antara lain sebagai instrumen untuk menyampaikan informasi dari pemerintah, sosialisasi program, sekaligus karakter yang dapat dijadikan suvenir atau merchandise khas yang diharapkan dapat meningkatkan ekonomi kreatif di daerah tersebut.

“Melalui pengembangan maskot ini, pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di setiap daerah bisa memanfaatkan karakter tersebut sebagai peluang bisnis,” kata Juki.

Salah satu maskot yang sukses di Jepang adalah Kumamon. Hanya dalam waktu dua tahun, Kumamon telah menghasilkan keuntungan ekonomi sebesar  US$1,2 miliar untuk wilayahnya, termasuk pariwisata dan penjualan produk, serta publisitas senilai  US$90 juta .

Menurut studi Bank of Japan penjualan merchandise Kumamon telah mencapai 29,3 miliar yen pada 2012.“Dari studi kasus tersebut, terlihat beberapa peluang yang bisa diimplementasikan dalam meningkatkan pariwisata daerah di Indonesia, ujar Faza.

Antara lain melakukan branding pariwisata daerah dengan menggunakan karakter animasi nasional. Lalu, pemerintah daerah dapat melakukan kolaborasi dengan kreator lokal, serta pemerintah daerah menginisiasi maskot di setiap daerah wisata, tambahnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Industri Animasi Indonesia, Daryl Wilson, mengatakan harus ada regulasi yang mendukung terkait konten animasi.

Pemda,  misalnya mendukung penggunaan brand karakter secara gratis bagi pengusaha lokal daerah dan membatasi penggunaan brand karakter oleh perusahaan asing dengan hak dan kewajiban yang ketat dan jelas.

“Selain itu, pemerintah daerah juga menyediakan fasilitas pemasaran berlokasi strategis dengan biaya rendah bahkan gratis bagi pengusaha lokal yang nantinya menggunakan brand karakter ini,” kata Daryl.

Banyak sekali potensi daerah di Indonesia yang bisa digunakan menjadi konten animasi, mulai dari warisan budaya, pahlawan nasional, peristiwa sejarah, cerita rakyat, upacara adat, hingga pakaian tradisional.

“Jika kita bisa kelola atau kurasi bersama, lalu merumuskan strategi dalam pengemasan dan penciptaan konten animasi, maka banyak manfaat yang bisa diperoleh pariwisata daerah,”  tambah Daryl.

Hal ini tidak hanya terkait mempromosikan destinasi saja tetapi bisa mengangkat budaya lokal Indonesia. Sehingga, konten animasi ini menjadi salah satu strategi yang sangat efektif  untuk meningkatkan potensi wisata daerah apabila dioptimalkan dengan baik.

 

Kedai Kopi Ini Membandrol Satu Jenis Kopi Hampir Rp 1 Juta Per Gelas

this formate

Kedai Kopi Queens of Mayfair menyajikan kopi dengan harga fantastis (foto: CNN)

LONDON, bisniswisata.co.id: Di kota London, Inggris, ada kedai kopi yang membandrol jenis kopi dengan harga fantastis, yakni US$ 64 atau sekitar Rp 950.000 per gelas. Kopi berjulukan ‘cup of excellence’ ini diklaim sebagai yang termahal di Inggris.

Uniknya lagi, kopi tidak disajikan dalam cangkir seperti lazimnya di kedai-kedai kopi, melainkan dengan gelas anggur kristal yang tinggi. Kapasitasnya lebih banyak sehingga cukup untuk diminum berdua.

Beberapa penikmat kopi rela menempuh perjalanan selama berjam-jam untuk sekadar mencicipi kopi yang digiling dan diseduh langsung para barista profesional di Queens of Mayfair, kedai kopi berkonsep elegan yang lokasinya berada di kawasan mewah di London.

Pemiliknya, Grace dan Victoria Sheppard mengaku kopi ini sangat eksklusif karena didapatkan lewat proses lelang oleh coffee roaster/perusahaan pemanggang kopi Difference Coffee Co.

Biji kopi yang digunakan berasal dari Ethiopia dan termasuk jenis kopi langka yang sudah berhasil menyabet berbagai penghargaan.

Biji itu dibeli kembali pada Juni dan dipanggang bulan lalu oleh Difference Coffee, pemanggang kopi yang memasok kopi ke Queens of Mayfair.

Ia juga salah satu dari hanya delapan perusahaan di seluruh dunia yang diundang untuk menawar biji tersebut.

Harga per cangkir kopi ini sudah merupakan harga eceran, sementara harga per kilogram biji kopi ini sekitar £ 2.000 (Rp 38,1 juta). “Target kami tentu saja para pencinta kopi sejati yang memiliki standar selera tinggi,” ujar Victoria.

Kedai kopi Queens of Mayfair juga hanya memiliki stok untuk 15 gelas kopi. Pemiliknya mengatakan telah berhasil menjual lebih dari separuh stok yang tersedia.

Ini saran para barista: saat memesan kopi ini sebaiknya jangan membayangkan untuk menambah susu, gula, atau taburan coklat di atasnya. Kopi ini harus dinikmati sebagai kopi hitam dan menjadi bagian dari pengalaman eksklusif.

Victoria, yang mendirikan Queens of Mayfair bersama saudara perempuannya, Grace Sheppard, mengatakan kepada CNN Travel bahwa ada pelanggannya yang fanatik kopi mengaku rela melakukan perjalanan selama beberapa jam jauhnya untuk mencicipi minuman tersebut.

“Kami memiliki penikmat kopi yang datang kepada kami dari berbagai tempat,” katanya sambil menggambarkan kopi ini sebagai “komoditas yang sangat langka”.