YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Pembukaan pameran lukisan Nandur Srawung #7 dapat diikuti secara virtual dengan menyaksikan siaran di akun Youtube Taman Budaya Yogyakarta pada 11 Oktober 2020 pada pukul 19.00 WIB.
” Sedikitnya 73 seniman terlibat dalam pameran lukisan ini dengan menampilkan 200 karya seni,” kata Drs. Diah Tutuko Suryandaru, Kepala Taman Budaya Yogyakarta, hari ini.
Acara pameran akan dibuka untuk umum secara terbatas mulai tanggal 12 Oktober 2020 – 21 Oktober 2020. Ada 3 sesi setiap harinya, yaitu pagi 10.00 – 12.00 siang, 12.30 – 14.30 WIB), dan sore 15. 00 hingga 17. 00 WIB).
Kapasitas kunjungan setiap sesinya adalah 30 pengunjung. Publik dapat menghadiri acara pameran dengan mendaftar terlebih dahulu melalui www.nandursrawung.art. Selanjutnya pengunjung akan mendapat konfirmasi berupa e-ticket yang akan dikirimkan ke surel pengunjung.
Menurut Diah Tutuko Suryandaru, saat menghadiri pameran secara langsung pengunjung wajib menunjukkan e-tiket dan bukti identitas diri, dan bagi pengunjung luar kota wajib menunjukkan surat sehat atau bukti rapid/swab test.
Pengunjung wajib menaati ketentuan protokol kesehatan yang berlaku dan peraturan galeri selama berkunjung. Selain itu publik juga dapat menikmati pameran Nandur Srawung secara daring.
Tema Wiwitan: Restart! terinspirasi dari ritual masyarakat petani Jawa dalam melakukan prosesi panen padi pertama. Upacara wiwitan dilakukan sebagai wujud terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan hasil bumi kepada manusia.
Prosesi dalam upacara wiwitan adalah menyimpan sebagian hasil panen untuk dijadikan benih pada musim tanam selanjutnya, menjadi inspirasi pameran Nandur Srawung kali ini. Wiwitan adalah memulai masa panen, tetapi sekaligus memulai persiapan untuk masa tanam baru.
Dalam acara ini tema wiwitan setidaknya dimaknai dalam beberapa hal, yaitu: kesamaan isu publik yang dirasakan sebagai masyarakat agraris, ritus-ritus terkait bumi, dan kreativitas masyarakat
Dalam meretas isu sosial termasuk pangan di masa pandemi memberikan peluang terjadinya kreativitas dalam memandang realitas, seperti pandangan mengenai praktik konsumsi dalam masyarakat, penguatan isu ketahanan pangan, dan jaringan-jaringan sosial baru dalam produksi dan konsumsi masyarakat.
Dalam seni rupa, pandemi juga membuka peluang makin terbukanya kemungkinan menjelajahi media dan cara baru melihat seni. Tahun 2020 ini, beberapa program Nandur Srawung mengalami perubahan bentuk karena pandemi.
Pameran menampilkan berbagai karya yang berkaitan dengan tema kuratorial. Beragam karya dari gagasan, bentuk, dan teknik ini melibatkan seniman dari berbagai wilayah Indonesia dan mancanegara sebagai peserta pameran.
Seniman dari luar negeri berasal dari Afghanistan, Amerika Serikat, Australia, Hungaria, Jepang, Jerman, Liechtenstein, Malaysia, Prancis, dan Slovenia. Pameran bisa diakses secara daring dan luring dengan reservasi di situs web Nandur Srawung.
Perjalanan bisnis mulai ramai di airport Tel Aviv, Israel (Foto: Briana Tozour/ unsplash.com)
NEW JERSEY, AS, bisniswisata.co.id: Separuh dari organisasi telah mulai melakukan perjalanan lagi pada bulan Agustus tetapi dengan ketentuan tentang di mana dan bagaimana karyawan dapat melakukan perjalanan.
Menurut survei State of the Market terbaru oleh perusahaan manajemen perjalanan global FCM Travel Solutions, AS dan penyedia perjalanan bisnis spesialis UKM Corporate Traveler, tingkat perjalanan bisnis kemungkinan akan tetap rendah hingga tahun 2023.
Dilansir dari BTN, dalam survei yang dilakukan pada bulan Agustus oleh konsultan FCM Dimensi dmengungkapkan bahwa dari 250 klien multi-nasional serta pelanggan perusahaan maka perjalanan bisnis di lebih dari 60 negara, mengungkapkan 50 persen responden mengatakan mereka sudah memiliki karyawan yang bepergian atau memesan reservasi untuk bepergian dalam waktu dekat.
Industri yang terus melakukan perjalanan selama pandemi atau memulai kembali perjalanan paling cepat adalah sektor pertambangan dan grosir, dengan hampir 80 persen klien telah melanjutkan perjalanan pada Agustus, serta bisnis di bidang konstruksi dan layanan makanan, di mana 70 persen telah melanjutkan perjalanan.
Namun, hasil gabungan dari ketiga survei pasar di negara bagian AS yang dilakukan antara April dan Agustus menunjukkan bahwa sementara 90 persen dari total 2.320 manajer perjalanan yang disurvei berencana untuk mengizinkan perjalanan domestik dan internasional jarak pendek.
Sedikitnya 7 persen mengatakan mereka tidak mungkin melanjutkan perjalanan internasional dan bepergian selama 2021 dan 30 persen tidak yakin karena pembatasan yang sedang berlangsung yang diberlakukan oleh beberapa pemerintah, seperti Inggris Raya.
Jumlah perjalanan yang dilakukan tahun depan juga tidak mungkin pulih sepenuhnya, dengan hanya 26 persen bisnis yang berencana untuk kembali ke tingkat perjalanan domestik sebelum Covid-19 selama 2021. Sisanya, 74 persen memperkirakan perjalanan domestik berkurang untuk tahun mendatang.
Ketika ditanya jenis karyawan mana yang kemungkinan akan kembali ke jalan terlebih dahulu, mayoritas responden mengatakan perjalanan dalam waktu dekat akan difokuskan pada pertumbuhan bisnis.
Retensi pelanggan dan dimulainya kembali proyek, dengan mereka yang berada di bagian penjualan, manajemen klien dan proyek lebih berpeluang lakukan perjalanan dan para pekerja pergi karena diizinkan bepergian.
Staf dalam peran administrasi dan dukungan kemungkinan besar akan mengalami pengurangan atau tidak ada perjalanan di masa mendatang. Pandemi tersebut berdampak pada kebijakan perjalanan yang bisa bertahan lama di masa depan.
Sekitar 84 persen responden memiliki kebijakan aktif sebelum COVID-19, tetapi 40 persen menambahkan kebijakan sementara untuk menutupi perubahan tambahan dalam perjalanan.
Dari perusahaan yang tidak memiliki kebijakan, 20 persen mengatakan mereka sekarang memiliki program sementara untuk memberikan kerangka kerja bagi para pelancong.
Sebagai upaya untuk memperketat kontrol perjalanan sejak dimulainya pandemi, 37 persen responden mengatakan bahwa mereka telah meningkatkan jumlah pemberi persetujuan perjalanan setidaknya satu.
Ke depan, duty of care akan menjadi prioritas utama pada tahun 2021 baik untuk klien perusahaan besar maupun UKM (masing-masing 23 persen dan 29 persen), diikuti oleh anggaran (12 persen dan 15 persen).
Untuk perusahaan besar, ini diikuti dengan melihat alat pemesanan online atau teknologi perjalanan (10 persen) dan kebijakan perjalanan (9 persen). Sedangkan UKM juga akan memprioritaskan travel policy (11 persen) dan approval (9 persen).
Sekitar 74 persen responden mengatakan mereka berencana untuk meninjau strategi pasokan hotel mereka untuk tahun 2021, dengan 37 persen mengevaluasi praktik kesehatan dan kebersihan dan 17 persen berencana untuk mengkonsolidasikan pemasok dan mengurangi kebocoran.
Empat belas persen akan meninjau kembali penetapan harga, 6 persen akan berganti pemasok dan 26 persen mengatakan mereka tidak akan membuat perubahan apa pun pada program hotel mereka.
Chris Galanty, CEO perusahaan global di Flight Center Travel Group, mengatakan, “Bahkan sekarang, saat kantong industri beralih ke pemulihan, lanskap perjalanan bisnis terus bergeser dan berkembang ”
Dalam persiapan untuk kembali ke keadaan normal, bisnis dan pemasok sedang membingkai kembali prioritas, proses, dan prosedur mereka. Jelas bahwa ketidakpastian akan tetap ada untuk beberapa waktu, terutama ketika pemerintah memberlakukan kembali pembatasan perbatasan atau periode karantina.
WorldHealth Mental Day diperingati setiap 10 Oktober. ( Ilustrasi/ shutterstock)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Banyan Tree Hotels & Resorts telah berkembang menjadi salah satu operator internasional di dunia dalam industri perhotelan dan spa.
Jaringannya mengelola lebih dari 48 resor dan hotel, 64 spa, 74 galeri ritel, dan tiga lapangan golf kejuaraan di 28 negara. Di Indonesia propertinya ada di 8 a.l di Bintan dan Bali.
Dilansir dari situs IHRA, Banyan Tree Group meluncurkan tiga inisiatif perintis di seluruh grup untuk mempromosikan kesejahteraan, terutama kesejahteraan mental, selama COVID-19 dan jelang Hari Kesehatan Mental Sedunia 10 Oktober 2020.
Inisiatif ini mengadvokasi lebih banyak pemimpin perusahaan untuk berinvestasi dalam kesehatan mental dan menyelaraskan dengan seruan WHO untuk bertindak dan memperbaiki pengabaian historis di bidang ini.
Diluncurkan untuk mempromosikan kesejahteraan, khususnya, selama COVID-19 dan seterusnya alibat pandemi yang sedang berlangsung dan ketidakpastian yang menyertainya sehingga kondisi kesehatan mental meningkat di seluruh dunia.
Data WHO telah menunjukkan bahwa mereka dipengaruhi oleh gangguan mental, sementara gangguan mental, neurologis, dan penggunaan zat menyebabkan dampak yang tinggi pada kesehatan yang makin buruk. Ada akibat tekanan kumulatif dari efek pandemi pada kehidupan dan mata pencaharian.
Sebagai perjalanan dari dalam ke luar, pendekatan yang mengutamakan orang, membawa grup hotel ini untuk mengubah modul pelatihan untuk mengekspresikan budaya layanannya.
Bersandar pada prinsip, modul dibangun dalam pembelajaran pengalaman dan pendekatan fasilitatif. Dipimpin oleh tim dan Kesejahteraan, ini adalah revolusi pembelajaran internal yang mempromosikan ketahanan, kesadaran diri, dan perawatan diri.
Selain itu, Grup perusahaan juga meletakkan dasar untuk mendukung kesejahteraan rekanan dengan peluncuran yang bermitra dengan praktisi kesejahteraan bersertifikasi eksternal yang memiliki kesamaan minat.
Sangat rahasia dan tersedia dalam bahasa Inggris, Cina, dan Thailand, rekan kerja mendapatkan manfaat dari sesi profesional gratis untuk mempelajari teknik manajemen stres, untuk diterapkan di tempat kerja dan dalam kehidupan pribadi mereka.
Selama waktu ini, Grup ini juga telah melakukan survei rekanan tahunannya yang biasa untuk lebih fokus pada kesejahteraan individu. Setelah uji coba yang sukses pada bulan Juli, itu akan diluncurkan untuk semua rekanannya secara global pada akhir tahun.
Indeks, dengan seperangkat indikator adalah tidur, kesadaran akan makanan, interaksi, keintiman & keterlibatan, vitalitas fisik, menumbuhkan pikiran, belajar & berkembang, harmoni dengan alam dan praktik yang berkelanjutan.
Survei pendahuluan telah menunjukkan bahwa rekan kerja mendapat nilai tinggi dalam hubungan dan praktik kebajikan sementara tidur dan kebugaran fisik adalah dua area utama untuk perbaikan.
Berdasarkan hasil keseluruhan setiap properti yang menunjukkan kesejahteraan karyawan, kantor pusat akan memberikan pedoman, pelatihan, dan kegiatan untuk implementasi.
Sementara sebagian besar industri kebugaran menyebutkan teknologi, tren, dan produk baru yang harus dimiliki orang untuk hidup dengan baik, praktik dasar-dasar sederhana ini secara sadar, didukung oleh teknologi yang membantu dan membuat perjalanan pribadi menuju kesejahteraan benar-benar berkelanjutan.
“Kita semua memiliki stres dalam hidup kita dan kita membutuhkan budaya yang terbuka untuk bagaimana kita secara kolektif dan individu mengatasinya,” kata Rentubg Ho, VP dan Brand H & Q Banyan Tree Resort & Hotel.
Tidak ada pertanyaan bahwa kesejahteraan mental adalah komponen penting dalam membangun tenaga kerja global yang tangguh di masa depan.
“Kami baru saja memulai perjalanan ini, tetapi umpan baliknya sangat positif. Dalam berbagi ini, kami berharap lebih banyak pemimpin perusahaan akan fokus di area ini, terutama di Asia” tambah Renyung Ho.
SPANYOL, bisniswisata.co.id: Badan Pariwisata Dunia ( UNWTO) pada peringatan Hari Pariwisata Dunia lalu memandu pemulihan dan menghargai inovasi dengan menyelenggarakan kompetisi Inovasi Pariwisata Pedesaan.
Dilansir dari situs UNWTO, organisasi dibawah PBB ini menggunakan kesempatan Hari Pariwisata Dunia untuk meluncurkan Rekomendasi baru tentang Pariwisata dan Pembangunan Pedesaan.
Publikasi baru menguraikan langkah-langkah kunci yang dapat diambil oleh destinasi untuk sepenuhnya memanfaatkan potensi pariwisata untuk membantu mendorong pemulihan sosial dan ekonomi di luar daerah perkotaan.
Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili mengatakan pihaknya menyadari pentingnya peran penting ide-ide dan teknologi baru dalam hal ini, UNWTO juga mengumumkan pemenang Kompetisi Inovasi Pariwisata Pedesaan.
Diselenggarakan bersama Pemerintah Spanyol, Google Spanyol, dan Federasi Asosiasi Wanita Pedesaan (FADEMUR). Kompetisi ini menarik lebih dari 130 aplikasi dari seluruh Spanyol. Hampir setengah dari lamaran (43%) diajukan oleh perempuan.
My Street Book memenangkan hadiah dalam kategori Inovasi, dan pemenang hadiah untuk start-up dengan pengaruh sosial terbesar adalah Van Woow.
Banyak manfaat pariwisata harus dirasakan di luar daerah perkotaan agar sektor ini dapat memenuhi potensinya untuk memberikan peluang bagi semua.
Pesan utama Hari Pariwisata Dunia 2020 saat UNWTO menyatukan komunitas gglobaladalah dengan tema Tourism & Rural Development (Pariwisata dan Pembangunan Pedesaan) saat peringatan Hari Pariwisata Dunia tiap 27 September.
Di seluruh dunia, pariwisata adalah jalur kehidupan bagi masyarakat pedesaan, menyediakan pekerjaan, mendukung bisnis pedesaan, dan melindungi warisan alam dan budaya.
Hari Pariwisata Dunia 2020 menekankan peran yang akan dimainkan sektor ini dalam membantu daerah pedesaan pulih dari dampak pandemi COVID-19 dan membangunnya untuk masa depan.
Pesan itu telah dibagikan oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, Yang Mulia Paus Francis, jaringan Duta UNWTO, termasuk bintang sepak bola Spanyol Iker Casillas, kepala pemerintahan termasuk Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, dan badan-badan PBB dan organisasi internasional, dari UNESCO dan ITC hingga OECD dan IATA.
Garis kehidupan bagi komunitas pedesaan
“Pariwisata telah terbukti menjadi jalur kehidupan bagi banyak komunitas pedesaan, tetapi kekuatan sebenarnya masih perlu dikerahkan sepenuhnya,” kata Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili
Hari Pariwisata Dunia ini menyoroti kemampuan unik sektor ini untuk menjangkau mereka yang seharusnya tertinggal, memberikan peluang bagi semua, mengubah kehidupan, dan melindungi warisan budaya yang menjadikan kita manusia, tambahnya.
Perayaan Hari Pariwisata dunia yang diselenggarakan oleh negara-negara MERCOSUR (Argentina, Brasil, Paraguay, Uruguay, dan Chili sebagai anggota asosiasi) untuk pertama kalinya dalam 40 tahun sejarah hari peringatan internasional bahwa tugas menjadi tuan rumah dibagi-bagi ke beberapa negara itu.
Komitmen bersama
Germán Cardoso, Menteri Pariwisata Uruguay, menyoroti pentingnya pariwisata pedesaan untuk membantu negara-negara mendiversifikasi pasar mereka, dengan menyatakan bahwa hal itu menawarkan “pengalaman sensitif dan emosional” bagi pengunjung serta manfaatnya bagi komunitas itu sendiri.
Menteri Pariwisata Argentina Matías Lammen mencatat bahwa pariwisata di Amerika Selatan bersifat regional. “Siapa pun yang mengunjungi kami biasanya mengunjungi lebih dari satu negara”. Hal ini membuat pendekatan gabungan untuk membangun masa depan yang lebih hijau menjadi penting.
Marcelo Alvaro Antonio, Menteri Pariwisata Brasil, menekankan pentingnya inovasi dan investasi serta kekuatan ekowisata dan wisata petualangan.
Untuk Paraguay, Menteri Sofía Elizabeth Montiel de Afara, menegaskan kembali “komitmen pemerintahnya terhadap Tujuan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan”. Penekanannya pada kerja sama dengan masyarakat lokal.
Wakil Menteri Pariwisata untuk Chili, José Luis Uriarte, juga berjanji untuk menggunakan pariwisata agar mendukung komunitas pedesaan gang menderita akibat dampak ekonomi dan sosial dari pandemi ini.
Peringatan juga diwarnai diskusi meja bundar yang diikuti oleh Mario Alberto González Sanchez, Direktur Sekretariat Pariwisata Meksiko, dan koki Chili dan Duta Besar Khusus UNWTO, Pilar Rodriguez.
Bergabung dengan mereka adalah Lisandro Menu-Marque, Direktur di Globalia, dan Shannon Stowell, CEO dari Asosiasi Perjalanan Petualangan Profesional dan Dana Perjalanan Petualangan Amerika Serikat.
Jagalah komunikasi dengan klien: kunci bertahan di era pandemi (foto: US chambers of commerce)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tanpa ada kejelasan kapan perbatasan negara dibuka kembali, banyak perusahaan travel yang biasanya mengatur paket wisata grup, kini berhenti beroperasi atau stuck.
Mereka sesungguhnya telah melakukan bermacam cara untuk bangkit, termasuk menawarkan refund dan vouchers serta membuat paket perjalanan baru bagi orang-orang yang gemar berpetualang. Nyatanya, hal itu tidak banyak membantu.
Pertanyaannya kemudian, apa yang dapat mereka lakukan untuk tetap mempertahankan klien setia mereka, sambil terus menarik klien baru.
Ini adalah era tersulit bagi industri perjalanan. Tantangan silih berganti datang sehingga menyulitkan bisnis untuk kembali normal.
Hal yang terbaru adalah munculnya daftar negara-negara yang warganya dianggap aman dari virus corona. Daftar ini dirilis oleh Uni Eropa. Itu berarti Amerika Serikat tidak termasuk negara dalam daftar aman.
Hal itu tidaklah terlalu mengejutkan mengingat kasus orang-orang yang terinfeksi corona masih terus bertambah di sana. Tetapi bagi industri perjalanan, itu berarti kendala lain untuk bangkit.
Perusahaan perjalanan AAA Travel yang berkantor pusat di Florida, Amerika Serikat, memperkirakan orang Amerika akan mengambil 700 juta liburan selama musim panas ini. Sebagian besar atau sekitar 97% memilih wisata dalam negeri.
Kebanyakan mereka juga akan melakukan perjalanan darat sedangkan perjalanan udara diperkirakan akan turun sekitar 73%.
Berikut ini sejumlah strategi yang bisa diambil perusahaan travel untuk bisa tetap bertahan di era pandemi COVID-19, seperti dilansir traveldailynews:
* Komunikasi adalah kunci – jadi tetaplah menjalin hubungan dengan klien. Banyak cara dapat dilakukan, antara lain lewat penyelenggaraan webinar, email, atau buletin. Tujuannya agar mereka tetap update untuk mengikuti perkembangan guidelines yang berubah dengan cepat, baik di tingkat domestik maupun internasional.
*. Berikan informasi topik-topik terkait kebutuhan saat travelling seperti prosedur pembersihan hotel, penyewaan kendaraan, bahkan info tentang toilet umum di sepanjang jalan tol.
* Kirimi klien data-data terkini – Anda dapat menghubungi sejumlah hotel untuk mengetahui bagaimana mereka menjaga keamanan tamu. Atau kunjungilah restoran populer di kota-kota besar, tempat wisata terbuka, taman-taman kota, dsb.
* Setiap daerah memiliki aturan dan ketentuan sendiri. Bantulah klien untuk mendapatkan informasi detil.
* Go the extra mile – pengumpulan informasi seperti yang disebutkan di atas barangkali bukanlah termasuk dalam radar pekerjaan atau modus operandi Anda. Tetapi, terutama saat seperti sekarang, inilah strategi untuk memposisikan perusahaan sebagai ‘yang handal’ dalam semua hal terkait perjalanan di era pandemi.
* Anda dapat memperkuat loyalitas klien Anda yang sudah ada selama ini dan bahkan dapat menggaet wisatawan baru.
* Siarkan langsung – siapkan dan promosikan acara di Facebook. Dengan cara ini Anda membantu klien mengetahui opsi perjalanan pada saat pandemi dan di masa mendatang.
* Jadilah ahli media – hubungi stasiun TV dan radio lokal untuk mau menanggap CEO perusahaan berbicara tentang masa depan perjalanan. Cara ini membantu mempromosikan perusahaan sehingga publik menjadi lebih akrab dengan nama perusahaan.
Kelak, jika suatu saat mereka memerlukan nasehat atau paket perjalanan wisata, mereka akan ingat untuk menghubungi siapa.
LONDON, bisniswisata.co.id: Kluster perkantoran menjadi kluster baru pandemi global yang bukan hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di mancanegara. Untuk itu Institution of Occupational Safety and Health ( IOSH) dan World Travel & Tourism Council ( WTTC) mengeluarkan pedoman untuk kembali bekerja dengan aman.
Memorandum ditandatangani untuk memastikan pemulihan yang aman untuk sektor perjalanan & pariwisata. Institution of Occupational Safety and Health (IOSH) dan World Travel & Tourism Council (WTTC), menandatangani nota kerja sama ini, untuk membantu memastikan perlindungan bagi karyawan di bidang Perjalanan & Pariwisata dan pelancong.
Sebagai bagian dari kolaborasi, IOSH dan WTTC, yang mewakili sektor travel & tourism telah merilis sejumlah panduan untuk memungkinkan bisnis dalam sektor ini untuk kembali bekerja dengan aman. Hal Ini termasuk:
* Panduan kembali dengan selamat
* Panduan penilaian risiko
* Lembar fakta ergonomis Covid-19
* Mempertahankan lembar fakta prinsip kepemimpinan yang baik
*Kesehatan mental dan kesejahteraan – bekerja dari lembar fakta rumah
*Panduan pekerja jarak jauh
Ketika organisasi dalam sektor travel & tourism berusaha untuk pulih dari pandemi COVID-19, membangun kembali kepercayaan konsumen melalui protokol keselamatan dan kesehatan di semua operasi pariwisata telah muncul sebagai salah satu prioritas terbesar untuk WTTC, dan sektor yang lebih luas.
Sebagai badan untuk keselamatan dan kesehatan kerja profesional dan pengembang terkemuka kursus pelatihan keselamatan dan kesehatan, IOSH ditempatkan secara ideal untuk memberikan dukungan dalam mencegah kecelakaan dan penyakit kesehatan di sektor ini.
Kolaborasi ini bertujuan untuk membantu sektor travel & tourism pulih dari pandemi dengan memanfaatkan pengalaman IOSH dan solusi praktis untuk membantu organisasi dan bisnis menjaga keselamatan dan kesehatan tenaga kerja mereka dengan sebaik-baiknya.
Memorandum tersebut ditandatangani oleh Kepala Eksekutif IOSH, Bev Messinger dan Presiden & CEO WTTC, Gloria Guevara pada hari Selasa 29 September lalu yang diikuti oleh webinar pada hari berikutnya di mana Bev berbicara kepada anggota WTTC.
“Tujuan dari kolaborasi ini adalah untuk mendukung WTTC dan bisnis di sektor Perjalanan & Pariwisata pada masa sulit ini dengan keahlian dan sumber daya kami untuk menjaga karyawan Anda tetap aman dan sehat,” kata Bev.
Memulai kembali operasi kantor bukanlah sesuatu yang bisa terjadi dalam semalam. Perlu ada pendekatan yang terencana dan terkontrol risiko – berdasarkan kepemimpinan yang kuat, keterlibatan pekerja, dan nasihat kesehatan dan keselamatan yang baik.
Untuk memastikan orang, tempat kerja, sistem, dan peralatan yang aman. Kampanye IOSH’s Returning safe telah menawarkan saran baru untuk membantu orang-orang melakukan penilaian risiko Covid dan memperbarui cara mereka bekerja untuk memastikan semua orang tetap aman dan masyarakat serta ekonomi pulih.
“WTTC sangat senang dapat bermitra dengan IOSH dalam seperangkat pedoman yang penting. Pandemi Covid-19 telah mengubah secara drastis cara kami bekerja, dan kami berharap pada saat yang tepat perusahaan mulai kembali ke kantor, dengan protokol dan tindakan yang tepat untuk melindungi dan melindungi staf mereka,” kata Gloria Guevara, Presiden & CEO, WTTC.
Kepercayaan konsumen dan karyawan adalah komponen utama dalam pemulihan sektor Perjalanan & Pariwisata, dan kami yakin bahwa pedoman ini akan memainkan peran penting dalam proses itu, tambahnya.
Maladewa perkenalkan program loyalitas bagi wisatawan (foto: CNN)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Layanan loyalty program atau program loyalitas konsumen konvensional umumnya ditawarkan oleh perusahaan penerbangan, hotel, atau cafe sekelas Starbucks, misalnya. Secara harfiah program ini dimaksudkan untuk menjaga loyalitas konsumen agar tetap bertransaksi dengan perusahaan.
Selama ini belum pernah ada satu negara pun yang membuat loyalty program. Baru-baru ini Pemerintah Maladewa, negara kepulauan di Samudera Hindia yang terkenal dengan resor mewahnya, merilis program yang mereka sebut the Maldives Border Miles.
Imigrasi Maladewa lewat akun Twitter resminya mengumumkan program loyalty bagi wisatawan “Maldives Border Miles” pada 28 September.
Program ini memiliki tiga tingkatan katagori. Wisatawan dapat mengumpulkan poin sesuai jumlah kunjungan dan durasi tinggal. Poin tambahan akan diberikan bagi mereka yang datang untuk merayakan acara-acara khusus.
Dewan Pariwisata Maladewa mengatakan program ini terbagi dalam tiga tingkatan katagori, yakni Abaarana (gold/emas), Antara (silver/perak), dan Aida (bronze/perunggu). Penamaan katagori diambil dari bahasa lokal.
Lewat akun Twitter resminya, imigrasi Maladewa menyebut: “Maldives Border Miles adalah program loyalitas tiga tingkat untuk wisatawan. Wisatawan akan mendapatkan poin berdasarkan jumlah kunjungan dan durasi tinggal. Poin tambahan akan diberikan atas kunjungan yang dimaksud untuk merayakan acara-acara khusus. “
Pemerintah berharap cara ini dapat menarik lebih banyak minat wisatawan untuk datang ke Maladewa, khususnya di era pandemi COVID-19.
Lalu, bagaimana turis menanggapi inisiatif yang baru pertama ada di dunia ini? Sebagian turis menyatakan akan datang namun tergantung pada bagaimana perkembangan pandemi virus corona, seperti dilansir dari CNN Travel.
Maladewa, negara yang ekonominya sangat bergantung pada industri pariwisata dan perhotelan ini, merupakah salah satu negara di Asia yang paling awal membuka kembali perbatasannya. Pengunjung perlahan mulai berdatangan sejak Juli lalu.
Seorang pakar industri perjalanan menilai ide tersebut dapat memiliki potensi jangka panjang. “Ini mungkin langkah paling inovatif yang diambil dewan pariwisata sebuah negara selain yang pernah ada yakni program ‘persinggahan gratis perjalanan ke Eropa’ yang diperkenalkan Pemerintah Islandia,” kata Scott Keyes, pendiri buletin Penerbangan Murah Scott, kepada CNN Travel.
“Sebagian besar dewan pariwisata di negara-negara lain hanya berfokus pada kampanye iklan mewah dan penyebaran Photoshopped, tetapi kampanye yang dilakukan Maladewa ini terbilang baru dan unik.”
Menurut keterangan perwakilan Dewan Pariwisata Nasional Maladewa, program tersebut akan dijalankan pada Desember 2020. Saat ini mereka masih belum merilis detil keterangan terkait keuntungan apa yang akan didapat wisatawan untuk masing-masing kategori, dan bagaimana mengumpulkan poin-poin itu.
Sebagai negara yang terkenal dengan resor mewahnya, tarif hotel di sana bisa sangat mahal. Sistem poin yang hendak diberlakukan dapat menjadi insentif yang menarik bagi pengunjung untuk dapat meng-upgrade atau bahkan mendapat penginapan gratis.
Titah Listiorini ( kanan) kreatif dalam menjaring pengunjung PRPP. ( Foto. dok pribadi)
SEMARANG bisniswisata.co.id: Senang rasanya berjumpa lagi dengan sosok Dra Titah Listiorini MM. Direktur PT. Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah di ruang kerjanya yang terpisah dari ruangan para staf badan usaha milik daerah ( BUMD) Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang ini.
Menempati bangunan terpisah yang cukup tua dan jauh dari kemewahan, bos yang mengelola sedikitnya 40 ha tanah itu mengaku pandemi global tidak mampu mengerem aktivitasnya meski para pegawai sempat ‘dirumahkan’ selama tiga bulan selama PPRP dan Grand Maerakaca ditutup dari 8 Maret – 22 Juni 2020 karena wabah COVID-19.
” Nyaris tanpa libur karena waktu awal Maret kami baru memulai pembangu- nan proyek Lumina. Daya tarik wisata baru di area Grand Maerakaca yang menampilkan pemukiman di lima negara,” kata ibu satu anak ini.
Sejak berjumpa pertama kali empat tahun yang lalu, etos kerjanya yang tidak pernah kendor itu yang membuat saya selalu bangga dengan kiprah srikandi wanita ini termasuk dari jejak digital di media sosialnya.
Penggemar travelling yang aktif berbahasa Inggris dan Perancis ini mengingatkan saya pada alm. Ir Ciputra, bos properti mantan pemilik perusahaan tempat saya dulu bekerja sekaligus guru entrepreneur.
“Entrepreneur itu orang yang mampu menciptakan sesuatu dari rongsokan menjadi emas,” begitu selalu ucapnya.
Kembali ke sosok Titah, sebagai pimpinan perusahaan BUMD maka dia tergolong memiliki jiwa entrepreneurship yang kuat karena ketika dipasrahi tugas sebagai Direktur PT PRPP dengan luas lahan total 40 ha itu pada 18 tahun lalu, maka Titah harus mencetak laba.
Dia harus bisa memimpin dan mengelola tempat pameran produk itu agar memberikan pemasukan bagi Pemkot Semarang dan Jawa Tengah. Mengelola Grand Maerakaca sebagai Taman Mini Jawa Tengah seluas 20 ha serta kawasan PRPP juga seluas 20 ha, ibarat dua sisi mata uang yang harus terus menerus dibersihkan, ditingkatkan seluruh aktivitas maupun penghasilannya.
Masih ada satu hal yang tidak boleh diabaikan yaitu mengelola sarana yang menjadi media pendidikan untuk lebih mengenal dan cinta tanah air.
Maklum Grand Maerakaca selama ini menyajikan anjungan dengan miniatur bangunan khas dari 35 kabupaten-kota di Jawa Tengah. Etalase budaya yang jadi destinasi wisata Jateng itu harus punya program acara yang menarik sehingga pengunjung terutama kalangan milenial terus datang untuk ikut mencintai dan melestarikan budaya bangsanya.
Tak heran dia banyak menggandeng komunitas untuk membuat event-event dan mengisi panggung acara. Sambil bergaul dengan berbagai kalangan, Titah tidak lupa juga menyisipkan elemen Sadar Wisata menerapkan Sapta Pesona untuk menciptakan rasa aman, tertib, nyaman, bersih, sejuk, ramah tamah dan kenangan.
Setiap malam minggu dia menggelar program M2M merangkul beragam komunitas untuk malam mingguan dengan menfasilitasi hiburan musik dari berbagai genre dan fansclub seperti Beatles, Iwan Fals, Koes plus dan lainnya.
Sebagai sarana pendidikan, Grand Maerakaca memiliki hutan mangrove seperti di Karimunjawa, bahkan ada miniatur Laut Jawa yang juga bisa diarungi dengan perahu bebek.
Hutan mangrove saat ini justru merupakan ciri khas dan menjadi daya tarik wisatawan ke Maerokoco.Hingga kini pihaknya masih punya misi memberikan edukasi kepada pengunjung terkait pentingnya hutan bakau, mulai dari ekosistem hingga manfaat tanaman yang telah dibudidayakan sejak 2007 tersebut.
Titah menerima tantangan di sirkuit motor, bersama Menlu Retno Marsudi dan berpose dengan staf wanita. ( Foto: dok. pribadi)
Saat pariwisata terpuruk akibat pandemi global COVID-19, Titah berhasil menciptakan daya tarik baru bagi Grand Maerakaca dengan hadirnya Lumina yaitu area bangunan-bangunan berbentuk miniatur pemukiman dari lima negara yakni dari Jepang, Turki, Meksiko, Santorini (Yunani), dan Arab.
“Kehadiran Lumina sejalan dengan konsep bangunan khas dari 35 kabupaten-kota di Jawa Tengah. Pengunjung juga mendapatkan pengalaman baru dari spot baru ini,” jelasnya.
Masing-masing bangunan tersebut ditampilkan dalam bentuk tiga dimensi (3D) untuk memfasilitasi masyarakat di era digital yang suka berfoto ria. Meski bukan rumah yang bisa dimasuki tapi pengunjung bisa puas berfoto.
Buka sejak 5 Septenber 2020, kehadiran Lumina merubah lahan kosong yang kumuh dan becek ke jalan masuk kawasan mangrove. Sekali lagi hubungan baiknya dengan berbagai komunitas akhirnya bisa menarik investor yaitu PT Genta Multijaya untuk menggarap Lumina dengan nilai investasi Rp 2 Milliar. yang langsung nge hits di Instagram.
” Tarif masuk dari Rp 10.000 naik menjadi Rp 15.000 dengan sistem bagi hasil tiket untuk 3 tahun. Setelah itu Lumina konsepnya bisa saja berubah menjadi negri dongeng misalnya,” jelas Titah.
From Zero to Hero
Pertama kali dia masuk ke PRPP sebagai pengurus sejak 2002 silam. Ia mengatakan sebetulnya tak punya pengalaman sama sekali mengurus sebuah kawasan rekreasi sebesar PRPP. Namun saat itu lantaran ada kesempatan dan punya dorongan untuk mencoba dirinya pun akhirnya terjun dan menerima pinangan untuk mengurus Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu.
Titah di gerbang Torii dan berbagai fasilitas di Grand Marakaca serta anjungan Pemkab Kebumen.
Mengaku awalnya bingung untuk mengurus kawasan wisata di daerah Semarang Barat, Kota Semarang itu karena karena lahannya yang begitu luas. Apalagi kondisi infrastruktur rusak dan bahkan tidak terurus. Terlebih lagi dengan faktor alam sekitar yang seringkali direndam rob membuat kawasan wisata itu jadi kurang terawat.
Maklum dari seorang dosen di Akademi Pariwisata dan konsultan tenaga kerja langsung memimpin PT PRPP dengan segudang tantangan mulai dari SDM hingga infrastruktur yang harus segera ditangani. Tekadnya menguat untuk mampu merubah kawasan itu semakin cantik dan mampu menyerap banyak pengunjung.
Strateginya saat itu membuat skala prioritas. Infrastruktur di sekitar komplek yang awalnya bernama Puri Maerakaca itu diperbaiki. Apalagi PRPP dekat dengan kawasan industri perkotaan, pelabuhan laut Tanjung Emas, serta 5 menit dari Bandara Internasional A. Yani, Semarang.
Tahun 2020 ini setelah tertunda bertahun-tahun, Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah bakal dirombak besar-besaran menjadi etalase pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Revitalisasi ditargetkan mulai tahun ini sehingga pada 2022 mendatang .
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bahkan sudah membeberkan konsep inti revitalisasi PRPP tersebut bakal mengusung spirit ramah lingkungan, futuristik dan modern sebagai satu pusat pameran yang menunjang MICE yakni Meeting, Insentif, Conference and Exhibition.
Terlebih, legalitas kepemilikan lahan telah dikantongi setelah pengajuan kembali (PK) yang diajukan Pemprov Jawa Tengah dikabulkan Mahkamah Agung (MA). Semula harapan menggandeng swasta setelah adanya feasibility study bisa ground breaking tapi COVID-19 datang, jadwalpun mundur.
Titah Listiorini mengatakan, total lahan yang bakal direvitalisasi seluas 15,4 hektar. Rencananya, revitalisasi akan meliputi pembangunan hotel tujuh lantai yang memiliki 300 kamar, exhibition hall berukuran 10 ribu meter persegi dan convention hall seluas 5 ribu meter persegi.
Selain itu, juga akan dibangun ruang pamer industri, pusat oleh-oleh, restoran dan hotel dalam satu kawasan yang menjadi penunjang bandara dan pengembangan obyek wisata.
” Sejauh ini dua konsorsium investor dari dalam negri akan investasi senilai Rp 2 triliunan yaitu PT Sarana Pembangunan Jateng & PT Telkom Sigma. Di dalam area juga termasuk ada fasilitas SPBU,” kata Titah Listiorini.
Dia berharap proyek ini menjadi kenyataan dan insya allah pada 2023 dia sudah bisa pamit mundur dengan mempersembahkan yang terbaik untuk kegiatan MICE di Jawa Tengah. ” Semua hanya akan terwujud atas izin Allah SWT,” katanya optimistis.
SEMARANG, bisniswisata.co.id: Banyak cara dalam menyikapi musibah termasuk pandemi global yang membuat sektor pariwisata di seluruh dunia terpuruk. Namun Direktur PT PRPP Jawa Tengah Dra Titah Listiorini MM, pengelola Taman Mini Jateng yang disebut Grand Maerakaca justru mampu meningkatkan tarif masuk dengan menambah daya tarik baru.
” Sejak 5 September 2020 lalu kami membuka resmi Lumina berasal dari kata “Ilumination” yang artinya adalah cahaya atau “penerangan”. Harapannya menjadi cahaya bagi fasilitas lainnya yang sudah ada di Grand Maerakaca” ujarnya.
Pandemi Corona dalam beberapa bulan terakhir berdampak besar bagi pemasukan segala sektor usaha, termasuk pariwisata. Sempat tiga bulan ditutup dari 8 Maret, Grand Maerakaca dibuka kembali 22 Juni 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di era COVID-19 ini.
Pembukaan kembali dilakukan setelah mendapat rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dari Kota Semarang. Berbagai pembaruan dilakukan seperti pembayaran tiket secara digital, pemasangan tempat cuci tangan di 15 titik, papan petunjuk dan himbauan di pasang agar pengunjung rajin cuci tangan, selalu pakai masker dan jaga jarak.
” Setelah dibuka kembali pengunjung anjlok di hari biasa hanya 200 an orang, week-end naik 300-400 orang. Padahal sebelum COVID pengunjung capai minimal 1000 orang di hari kerja dan saat week-end diatas 5000 orang,” jelas Titah.
Pandemi membuat orang takut berwisata tapi Titah melihat adanya peluang dan waktu yang tepat untuk berbenah. Mulai dari renovasi hingga bikin wahana baru.
Untuk Lumina Titah merubah lahan kosong yang kumuh dan becek dengan jalan masuk ke dalam kawasan mangrove buatan di Grand Maerakaco.
Untungnya sebelum pandemi, proyek ini sudah mulai dikerjakan sehingga selama tutup proyek terus berlanjut. Obyek baru yang menggandeng investor dengan sistem bagi hasil tiket itu terus dikerjakan hingga pada 16 Agustus – 2 September 2020 sudah bisa dinikmati selama 17 hari dengan total sekitar 20.000 pengunjung.
” Lumina sempat kami tutup tiga hari untuk bersolek dan dihias lampu-lampu dan pernak-pernik lainnya. Pada 5 September 2020 lalu kami sudah grand launching dan mendapat sambutan meriah dari warga Semarang dan kota-kota lainnya,”
Lumina berlokasi tidak jauh dari wahana bebek air maupun hutan mangrove dan terdiri dari bangunan-bangunan baru berbentuk miniatur hunian mancanegara yang sejalan dengan konsep Grand Maerakaca
Rumah Mexico di Lumina, Grsnd Maerakaca, Semarang
Selama ini Grand Maerakaca menyajikan anjungan dengan miniatur bangunan khas dari 35 kabupaten-kota di Jawa Tengah termasuk hutan mangrove seperti di Karimunjawa, bahkan ada Laut Jawa yang juga bisa diarungi dengan perahu bebek.
“Kami ambil masing-masing dari lima negara, yakni dari Jepang,Santorini (Yunani), Turki. Meksiko dan Arab. Harapan kami, pengunjung bisa menikmati kekhasan dari mancanegara,” tutur Titah, sapaan akrabnya.
Ada sekitar 25 replika bangunan menyerupai aslinya. Berkat kerjasama dengan PT Genta Multijaya, bangunan tersebut berhasil digarap selama 5 bulan dengan nilai investasi Rp 2 Milliar.
Harga tiket yang semula dibanderol Rp 10 ribu per orang naik menjadi Rp 15 ribu. Harga tersebut sudah dperhitungkannya termasuk membanding objek wisata lain di Kota Semarang.
Persembahan bagi penggemar foto
Tidak semua bangunan yang berbentuk 3D bisa dimasuki, namun para pengunjung dijamin mendapatkan foto-foto yang instagramable.
Lumina memang memikat, begitu tiba gerbangnya sudah kental dengan nuansa kuil Jepang biasa disebut Torii dan membuat pengunjung langsung menghentikan langkah untuk swa foto atau foto bersama.
Torii adalah merupakan pembatas antara kawasan tempat tinggal manusia dengan kawasan suci tempat tinggal dewa. Selain itu, bangunan ini berfungsi sebagai pintu gerbang kuil.
Torii biasa ditemukan dipintu masuk kuil Jepang , seperti gerbang besar berupa dua batang palang sejajar yang disangga dua batang tiang vertikal. Bangunan ini umumnya dicat dengan warna merah (oranye) menyala, dan kadang-kadang juga tidak dicat (warna asli bahan bangunan).
Pemukiman Jepang memang mengawali ‘petualangan’ di lima negara. Masing-masing bangunan ditampilkan dalam bentuk tiga dimensi (3D). Sudut pengambilan dan waktu kunjungan akan sangat mempengaruhi hasil foto.
” Banyak pengunjung datang di pagi hari sambil bersepeda atau sore jelang sunset karena hasil fotonya cantik-cantik seolah-olah sedang di lima negara itu,” ungkap Titah.
Lampu-lampu kertas seperti lampion, hiasan bendera koinobori berbentuk ikan-ikanan terpasang depan rumah gaya Jepang dimana warganya memang suka memelihara ikan di halaman rumah terutama ikan Koi. Identitas lainnya seperti bunga Sakura juga menghiasi depan rumah.
Sekitar abad ke-12 di Jepang. Kaisar Jepang senang sekali memelihara ikan koi, suatu ketika kaisar melihat tingkah laku yang aneh pada ikan koinya. Ikan itu melompat-lompat seperti ingin keluar dari kolam dan oleh kaisar ikan itu dibawa keluar istana.
Baru saja kaisar keluar dengan membawa ikan koi kesayangannya itu, terjadilah gempa yang sangat dashyat, dan kisar selamat karena ia berada diluar halaman kerajaan. Itulah awal mula mengapa ikan koi disebut ikan keberuntungan dan berharga mahal.
Para Samurai di Muromachi di Jepang menghargai ikan ini sebagai simbol keberanian dan usaha keras/pantang menyerah dan secara khusus juga dianggap sebagai simbol dari anak lelaki yang kemudian dikaitkan dengan perayaan hari anak laki-laki (Kodomo no Hi), setiap 5 Mei, yang ditandai dengan diadakannya festival.
Dari Jepang pengunjung diajak menikmati keindahan rumah-rumah di Santorini, sekitar 200 km sebelah Tenggara Yunani dimana pemukimannya terletak ditepi tebing laut Aegea.
Santorini adalah salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan dunia. Bangunan rumah penduduknya menggunakan arsitektur tradisional khas Cyclades, gugusan pulau setempat.
Bangunan bentuknya menyerupai kubus atau silinder dengan warna rumah didominasi warna putih dan biru atau warna cerah lainnya.
Di area Santorini, pengunjung bisa naik turun tangga sehingga bisa berpose dengan lebih kreatif bukan sekedar di depan pintu rumah. Warnanya yang dominasi putih dan biru cukup membuat penampilan dan baju yang dikenakan pengunjung jadi eyes catching.
Rumah-rumah dari lima negara. ( Foto: HAS)
Sudah terbayang bagaimana serunya pengunjung yang datang bersama keluarga ataupun anggota komunitasnya. Mestinya heboh dengan celoteh dan atur posisi berfoto ria.
Titah mengakui, bukan hanya petugas Grand Maerakaca saja yang bisa tiba-tiba jadi ” polisi”, tiap Sabtu dan Minggu saat berada di lokasi ini, dia juga mendadak bawel mengingatkan pengunjung pakai kembali maskernya setelah berfoto ria.
Selain mengingatkan langsung, petugas melalui pengeras suara juga selalu meminta pengunjung terutama rombongan keluarga agar selalu pakai masker dan jaga jarak.
Ternyata memang ada kaitannya antara Turki dan Yunani terutama dalam hal gaya arsitektur bangunan karena letaknya memang berbatasan dengan Yunani.
Terletak persis di antara benua Asia dan Eropa, Turki adalah sebuah negara di kawasan Timur Tengah yang tersohor akan kekayaan sejarah dan budaya, serta keunikan alamnya. “Kekayaan” Turki pun diakui dunia dengan adanya 11 situs UNESCO World Heritage yang tersebar di seluruh penjuru negara ini.
Rumah-rumah Turki ini dihiasi dengan bunga Tulip darimana bunga itu berasal bukan dari Belanda. Tulip sebenarnya berasal dari Turki, dulu dibudidayakan pada masa kekaisaran Ottoman dan kemudian baru masuk ke Belanda hinggak identik dengan negri kincir angin itu.
Kata Tulip dalam Bahasa Turki yakni “turban” karena bentuknya menyerupai turban alias penutup kepala khas Turki yang biasa dipakai pria Turki. Pengunjung bisa naik ke teras atas rumah Turki yang ada atau sekedar berpose depan rumah yang dihiasi lampu-lampu gantung di sisi kiri dan kanan pintu masuk.
Perjalanan dilanjutkan ke benua Amerika Utara, tepatnya di Mexico yang tampilan depan rumahnya lebih ‘garang’ dengan tulang kepala kerbau di tiang-tiang kayu sebelum pintu masuk seperti di film-film koboi.
Pengunjung bisa berpose di teras rumah dengan tangan bertelekan di pagar. ” Nantinya akan ada penyewaan kostum sehingga bagi yang suka foto bisa lebih ‘menjiwai’ karakter orang Mexico,” kata Titah
Nama Mexico berasal dari Mexi ialah sebagian nama Mexitli, yaitu nama dewa perang sedangkan co bermakna ‘tempat’ dan ca berarti ‘orang’. Kebanyakan dari orang Meksiko tidak bisa berbahasa Inggris meski negara mereka berbatasan langsung dengan Amerika.
Karena 300 tahun di jajah Spanyol maka mereka berbahasa Spanyol, bukan bahasa Meksiko meski ada 50 bahasa lokal. di Lumina pengunjung bisa berfoto di depan bangunan dengan atap bentuk topi khas Mexico Sombrero.
Di bagian ujung barulah pengunjung bertemu dengan rumah adat orang Arab disebut Ushaiger, sebuah desa yang terletak 200 kilometer barat laut Riyadh di jantung Najd, dataran tinggi tengah Semenanjung Arab.
Ushaiger yang berarti “Pirang Kecil” dinamai sesuai warna bukit kecil yang terletak di utara desa. Meski terbuat dari batu merah, penduduk setempat mengatakan warna merah itu dengan istilah pirang di masa lalu.
Di tempat aslinya, Ushaiger dikelilingi oleh tembok tebal dengan menara besar dan pintu lebar yang terbuat dari kayu. Di Lumina warna bangunannya cendrung coklat dan kuning dan cukup menarik untuk pose-pose di pintunya yang melengkung.
Di bagian akhir terdapat sebuah panggung sekaligus bisa dimanfaatkan untuk duduk-duduk istirahat sejenak setelah blusukan ke lima ‘negara’.
Kata blusukan rasanya lebih tepat karena blusuk dari bahasa Jawa artinya masuk dan berkunjung ke Lumina berarti masuk ke tempat tertentu untuk mengetahui sesuatu sambil dolanan atau ‘bermain’.
Dari Lumina pengunjung bisa menuju kembali ke wilayah Taman Mini Jawa Tengah melalui Jembatan di anjungan Brebes dan bertemu lagi dengan jembatan panjang melingkar dengan hutan-hutan bakaunya.
Hingga kini Grand Maerokoco masih punya misi memberikan edukasi kepada pengunjung terkait pentingnya hutan bakau, mulai dari ekosistem hingga manfaat tanaman yang telah dibudidayakan sejak 2007 tersebut.
Lahan terbuka yang hijau itulah yang menjadi alasan utama Irwan, karyawan hotel Serrata, di Srondol, Semarang untuk refreshing sejenak berwisata ke Lumina bersama keluarga.
“Mumpung libur, saya pilih ke Lumina yang lagi hits apalagi udaranya terbuka dan protokol kesehatan benar-benar diterapkan sehingga kami mereka aman berwisata di tengah pandemi,” kata Irwan.
Dia juga mengaku ingin memanjakan istrinya sejenak karena mendadak harus jadi guru bagi putra yang berusia 6 tahun karena peraturan belajar dari rumah.
Luas Grand Maerokoco yang mencapai 20 ha diharapkan bisa memanjakan mata, pikiran dan lidah keluarganya untuk sekaligus wisata kuliner.
Alhasil berwisata di lima negara dan mengunjungi tiga benua ternyata bisa dilakukan di Lumina. Meski panas terik, ada rasa enggan untuk buru-buru beranjak. Apalagi tempat wisata ini lokasinya hanya lima menit dari bandara A. Yani Internasional Airport. Akhirnya terucap juga kata perpisagan dengan Titah. Au Revoir Madame…...
Wisman pilih jalur darat, pengunjung bandara Soeta sepi (foto: okezone)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Selama pandemi COVID-19, perjalanan melalui jalur darat ternyata masih menjadi pilihan para pelancong manca negara. Cara ini diyakini lebih aman untuk menghindari kemungkinan terinfeksi virus Corona.
Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini merilis data jumlah kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) yang menunjukkan tren itu. Pada Agustus 2020 ada 165.000 (wisman) yang tiba di Indonesia selama Agustus. Dari jumlah itu, mayoritas atau 65% datang lewat jalur darat.
Berdasarkan data situs resmi BPS, jalur darat merupakan pintu masuk wisman paling ramai selama Agustus 2020 dibanding jalur udara dan laut. Jumlah total kedatangan wisman melalui jalur darat adalah 107.594. Sementara jalur laut ada 51.731, dan jalur udara hanya 5.645 kedatangan.
Turun signifikan
Bandara Soekarno-Hatta mengalami penurunan jumlah kedatangan wisman paling banyak dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Pada Agustus 2020 hanya ada 4.469 wisman yang datang ke Indonesia melalui bandara itu. Padahal pada bulan yang sama tahun lalu ada 251.569 orang, atau turun 98 persen.
Meski demikian bandara Soekarno-Hatta masih yang paling ramai dibanding pintu masuk jalur udara lainnya. Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali, misalnya. Pada Agustus 2020 hanya menerima 12 kedatangan wisman.
Sementara Bandara Sam Ratulangi di Manado menerima cukup banyak kedatangan wisman, yakni 912 orang. Meski menurut data BPS angka itu turun 93 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu. Sedangkan Bandara Kualanamu di Deli Serdang hanya menerima 28 wisman pada Agustus.
Jalur laut digunakan 31 persen wisman
Selama Agustus, jalur laut digunakan 31 persen wisman atau 51.731 dari jumlah total 165.000 wisman.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.505 wisman tiba dari jalur Batam, 10 wisman dari jalur Tanjung Benoa, dan 50.216 wisman dari pintu laut lainnya.
Pintu laut Tanjung Uban, Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, dan Tanjung Mas menerima nol wisman pada bulan itu.
Sementara untuk kedatangan wisman pada Agustus 2019, jalur laut digunakan 368.408 orang dengan pintu laut Batam menerima kedatangan paling banyak, yakni 183.401 wisman.
Jumlah tersebut disusul kedatangan wisman dari pintu laut lainnya sebanyak 101.796 orang, Tanjung Uban 55.638 orang, Tanjung Pinang 15.621 orang, Tanjung Balai Karimun 10.273 orang, Tanjung Benoa 1.679 orang, dan Tanjung Mas nol kedatangan wisman.
Data wisman yang datang lewat jalur udara hanya 4 persen atau 5.600 wisman dan via jalur laut ada 31 pesen atau 51.700.