Negeri Kimchi juga “Muslim Friendly “

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: PESONA Korea tidak hanya K-Pop dan K- Drama, daya tarik budaya, kuliner dan alam Korea pun menjadi magnet kuat dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara, termasuk wisatawan muslim. Sampai pada tahun 2019 lalu, tren kunjungan wisatawan muslim ke Korea menunjukkan peningkatan signifikan.

Hal tersebut berdampak pada perkembangan lembaga, infrastruktur pelayanan publik, serta beragam industri yang ramah muslim. Sebagai contohnya, pembangunan tempat ibadah di berbagai tujuan wisata utama, hotel, pusat perbelanjaan, bandara dan lainnya. Selain itu, restoran ramah muslim pun semakin banyak dan mudah dijumpai. Perkembangan tersebut merupakan bukti keseriusan pemerintah Korea dalam mengembangkan wisata ramah muslim, yang gencar dipromosikan dengan label Muslim Friendly Korea Festival (MFKF)

Demikian siaran pers yang diterima bisniswisata.co.id dari Korea Tourism Organisazition (KTO) Jakarta. Jika MFKF 2019 diselenggarakan bulan September berupa Korea Travel Fair, MFKF 2020 diselenggarkan secara daring pada bulan Oktober dan Nopember.

Penyelenggaraan MFKF tahun ini juga cukup spesial diadakan di tengah perayaan Bulan Korea atau Korea Month. Setiap tahunnya, Oktober selalu menjadi saat paling istimewa karena merupakan momen diselenggarakannya acara-acara bertema Korea oleh Kedutaan Republik Korea untuk Indonesia.

Pada MFKF 2020, digelar acara Explore with Love dan Let’s Fall in Love. Explore with Love adalah jalan-jalan virtual ke destinasi wisata ramah muslim di Korea. Sedangkan Let’s Fall in Love jalan-jalan virtual ke beberapa festival di Korea yang ramah bagi wisatawan muslim. Eat with Love  jalan-jalan virtual ke restoran-restoran ramah muslim di Korea. Sedangkan di acara Cooking with Love, ada chef terkenal Indonesia memasak makanan halal Korea dan menu unik Korea lainnya.

Acara Capture with Love akan diisi seorang juru potret terkenal bercerita tentang pengalamannya mengabadikan momen di Korea dan tentu saja berbagi tentang bagaimana cara mengabadikan momen terbaik ketika berjalan-jalan di Korea. Di setiap acara disiapkan Wellness Corner, yang khusus membahas  wisata wellness di Korea.

Byun Jung Sup, Direktur KTO Jakarta, mengatakan  rangkaian acara yang diselenggarakan KTO Jakarta, diharapkan dapat ikut meramaikan perayaan Bulan Korea. Juga menjadi inspirasi untuk liburan, setelah kondisi kembali membaik. Khususnya, bagi wisatawan yang ingin mencari destinasi wisata ramah muslim dan destinasi wisata wellness untuk relaksasi setelah kepenatan di masa pandemi.

Dana Hibah Senilai Rp 3,3 Triliun untuk Pemda dan Pelaku Wisata Segera Cair

this formate

Dana hibah untuk pemda dan pelaku usaha pariwisata segera disalurkan (foto: Tempo)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif segera menyalurkan dana hibah khusus pariwisata senilai Rp 3,3 triliun rupiah. Dana yang diambil dari anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional ini dialokasikan untuk membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha di sektor tersebut.  

“Dalam rangka menekan dampak COVID-19 dan upaya menjaga keberlangsungan ekonomi khususnya pada sektor pariwisata, pemerintah telah menyiapkan dana hibah pariwisata sebesar Rp3,3 triliun yang merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” kata Wishnutama di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (21/10) seperti dilansir Antara.

Dana hibah tersebut ditujukan untuk membantu pemerintah daerah serta industri, hotel dan restoran yang saat ini sangat mengalami penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta gangguan finansial akibat pandemi COVID-19.

“Hibah pariwisata ini merupakan hibah dana tunai melalui mekanisme transfer ke daerah yang ditujukan kepada pemda serta usaha sektor pariwisata seperti hotel dan restoran di 101 daerah kabupaten kota yang berdasarkan beberapa kriteria,” tambah Wishnutama.

Kriteria-kriteria yang dimaksud adalah merupakan ibu kota dari 34 provinsi yang berada di 10 destinasi pariwisata prioritas dan 5 destinasi super prioritas.

“Selanjutnya daerah yang termasuk 100 calender of event, destinasi branding juga daerah dengan pendapatan dari pajak hotel dan pajak restoran minimal minimal 15 persen dari total PAD tahun anggaran 2019,” ungkap Wishnutama.

Hibah pariwisata akan dilakukan melalui mekanisme transfer ke daerah sebesar 70 persen untuk hotel dan restoran berdasarkan data realisasi Pajak Hotel dan Pajak Restoran (PHPR) tahun 2019 di pemerintah daerah masing-masing serta 30 persen untuk daerah yang digunakan sebagai bagian dalam penanganan dampak ekonomi dan sosial akibat COVID-19 terutama pada sektor pariwisata.

“Hibah pariwisata ini akan dilaksanakan hingga bulan Desember 2020,” tambah Wishnutama.

Dengan adanya hibah pariwisata tahun 2020 tersebut, Wishnutama berharap dapat membantu peningkatan pelaksanaan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability) atau kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan di destinasi wisata sehingga tercipta rasa aman dan nyaman bagi wisatawan saat berkunjung.

“Sekaligus untuk membantu industri pariwisata agar dapat bertahan. Pemerintah akan terus melakukan berbagai macam kebijakan untuk membantu sektor pariwisata maupun ekonomi kreatif agar dapat bangkit kembali,” ungkap Wishnutama.

Hibah pariwisata itu menurut Wishnutama, menjadi langkah awal dari pemulihan sektor pariwisata.

“Juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan dari wisatawan untuk mengunjungi nantinya ke destinasi wisata karena pelaksanaan protokol kesehatan dengan baik adalah kunci keberhasilan sektor pariwisata agar dapat lebih cepat bangkit kembali,” kata Wishnutama.

Panduan protokol CHSE mencantumkan berbagai indikator untuk dipelajari dan disesuaikan dengan aktivitas secara mendetail.

Contohnya dalam panduan khusus pekerja, di mana pekerja wajib melakukan penilaian mandiri risiko COVID-19 dengan mengisi formulir self assessment sebelum memasuki area kerja. Jika hasil skor formulir menunjukkan bahwa pekerja berisiko besar terinfeksi, ia pun disarankan memeriksakan diri.

 

 

Cathay Pacific akan Memotong 8.500 Pekerjaan dan Tutup Operator Cathay Dragon  

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Cathay Pacific Airways Ltd Hong Kong mengatakan pada hari Rabu akan memangkas 5.900 pekerjaan dan mengakhiri merek regional Cathay Dragon.

Bergabung dengan rekan-rekan dalam memangkas biaya karena bergulat dengan penurunan permintaan karena pandemi virus korona.

Maskapai ini juga akan mengupayakan perubahan ketentuan dalam kontraknya dengan awak kabin dan pilot sebagai bagian dari restrukturisasi yang akan menelan biaya HK $ 2,2 miliar ($ 283,9 juta).

Secara keseluruhan,  itu akan memangkas 8.500 posisi, atau 24% dari jumlah karyawan normalnya, tetapi itu termasuk 2.600 peran yang saat ini tidak terisi karena inisiatif pengurangan biaya, kata Cathay.

“Tindakan yang kami umumkan hari ini, betapapun tidak menyenangkannya, mutlak diperlukan untuk membawa uang tunai turun ke tingkat yang lebih berkelanjutan,” kata Patrick Healy, Ketua Cathay kepada wartawan seperti dilansir dari Skift

Saham Cathay melonjak hampir 7% pada awal perdagangan dan 3% lebih tinggi pada pukul 0545 GMT, dengan pialang Jefferies mengatakan pengumuman tersebut menghapus kelebihan utama pada saham.

Singapore Airlines Ltd dan Qantas Airways Ltd Australia telah mengumumkan pemotongan gaji besar yang serupa, karena Asosiasi Transportasi Udara Internasional memperkirakan lalu lintas penumpang tidak akan pulih hingga 2024.

Cathay, yang telah menyimpan sekitar 40% armadanya di luar Hong Kong, mengatakan pada hari Senin pihaknya berencana untuk mengoperasikan kurang dari 50% dari kapasitas pra-pandemi pada tahun 2021.

Setelah menerima paket penyelamatan HK$ 5 miliar yang dipimpin oleh pemerintah Hong Kong pada bulan Juni, mereka telah melakukan tinjauan strategis.

Maskapai tersebut mengatakan mengeluarkan uang tunai sebesar HK $ 1,5 miliar hingga HK$ 2 miliar per bulan dan restrukturisasi tersebut akan membendung arus keluar sebesar HK$ 500 juta sebulan pada tahun 2021, dengan pemotongan gaji eksekutif terus berlanjut sepanjang tahun depan.

Analis BOCOM International Luya You mengatakan dia mengharapkan wawasan yang lebih strategis dari maskapai penerbangan tentang rencana armada dan jaringan rute sebagai bagian dari restrukturisasi.

“Seandainya mereka mengungkapkan lebih banyak tentang perencanaan armada untuk 2021-22, kami akan mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang pandangan mereka,” katanya.

Cathay akan menunda pengiriman 21 jet Boeing Co 777-9 untuk pesanan setelah tahun 2025, kata Healy.

Keputusan untuk mengakhiri merek regional Cathay Dragon sejalan dengan langkah pra-pandemi saingannya Singapore Airlines untuk memasukkan merek regional Silkair ke dalam merek utamanya.

Cathay Dragon, yang dulu dikenal sebagai Dragonair, mengoperasikan sebagian besar penerbangan grup tersebut ke dan dari daratan China dan telah dilanda penurunan permintaan sebelum pandemi karena protes anti-pemerintah yang meluas di Hong Kong yang menghalangi para pelancong dari daratan.

Rencana untuk menggabungkan Cathay Dragon ke dalam merek utama Cathay awal tahun ini mendapat hambatan dari regulator penerbangan China karena pelanggaran selama protes pro-demokrasi tahun lalu, dua sumber mengatakan kepada Reuters pada bulan Mei.

Cathay mengatakan maskapai akan segera berhenti beroperasi dan akan meminta persetujuan peraturan untuk membatalkan sebagian besar rute Cathay Dragon di Cathay Pacific dan maskapai berbiaya rendah HK Express.

Healy mengatakan akan ada “penghematan besar” dari penggabungan armada pesawat Cathay Dragon dengan armada jarak jauh Cathay Pacific dan fokus pada pemasaran satu merek premium.

Dalam jangka pendek, penutupan merek Cathay Dragon akan mengakibatkan tidak dapat membawa kargo ke Fuzhou, Guangzhou, Kuala Lumpur dan Fukuoka.

Begitupula hanya akan mengirim kargo khusus ke Xiamen, Chengdu, dan Hanoi, katanya kepada pelanggan kargo.  dalam memo, menunjukkan rute terputus untuk saat ini.

Seperti Singapore Airlines, Cathay tidak memiliki pasar domestik untuk menahannya dari jatuhnya perjalanan internasional karena penutupan perbatasan.

Pada bulan September, jumlah penumpang Cathay turun 98,1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, meskipun pengangkutan kargo turun 36,6% lebih kecil.

Saham Cathay telah jatuh 41% sejak awal Januari. Daftar saham maskapai ini didominasi oleh Swire Pacific Ltd, Air China Ltd, Qatar Airways dan pemerintah Hong Kong, dengan hanya 12% free float.

 

Masyarakat Harus Disiplin Protokol Kesehatan Saat Liburan dan Cuti Bersama

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menparekraf/Bekraf Wishnutama Kusubandio mengimbau masyarakat yang hendak berlibur saat cuti bersama Maulid Nabi Muhammad pada 28-30 Oktober 2020 untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin agar tidak terjadi kenaikan kasus COVID-19.

“Saya harapkan semua stakeholder dan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat yang ingin berlibur dapat melaksanakan protokol kesehatan dengan penuh kedisiplinan, penuh rasa kepedulian,” kata Wishnutama dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (20/10/2020).

Menparekraf juga terus berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga dalam mengantisipasi mobilisasi masyarakat saat libur panjang, khususnya dalam penerapan protokol kesehatan.

“Saatnya peduli terhadap diri kita sendiri, keluarga, sahabat, teman-teman, dan tentunya yang tidak kalah penting terhadap sektor pariwisata. Dengan kepedulian yang tinggi dalam melaksanakan protokol kesehatan saya yakin sektor pariwisata akan segera bangkit kembali,” kata Wishnutama.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengingatkan jajarannya agar mengantisipasi peningkatan laju penularan pandemi pada masa libur tersebut.

“Kita memiliki pengalaman kemarin libur panjang, pada satu setengah bulan yang lalu mungkin. Setelah itu terjadi kenaikan yang agak tinggi. Oleh sebab itu, ini perlu kita bicarakan agar kegiatan libur panjang dan cuti bersama ini jangan sampai berdampak pada kenaikan kasus COVID-19,” ujarnya.

Kepala Negara berharap dan berupaya agar angka-angka perbaikan tersebut dapat semakin meningkat dari waktu ke waktu agar selanjutnya tren penyebaran kasus COVID-19 di Indonesia semakin membaik.

Berdasarkan data per-18 Oktober 2020, rata-rata kasus aktif di Indonesia berada pada angka 17,69 persen. Angka tersebut sudah lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 22,54 persen.

WTTC akan Bentuk Komite Pengarah Global untuk Hidupkan Kembali Perjalanan Internasional

this formate

LONDON, Inggris:, bisniswisata.co.id:  Dewan Perjalanan & Pariwisata Dunia (World Travel & Tourism Council/WTTC) akan mempelopori dorongan global utama untuk menghidupkan kembali perjalanan internasional dengan para mitra dari sektor pemerintah maupun swasta.

Minggu lalu, Menteri Pariwisata G20 menampung lebih dari 45 CEO dan Anggota WTTC, yang mempresentasikan rencana pemulihan pekerja untuk menyelamatkan sektor ini yang menghadapi ancaman kehilangan 100 juta pekerjaan secara global.

Rencana Pemulihan Pekerja WTTC dapat menyelamatkan 65 juta pekerja di semua negara G20, termasuk Spanyol. Secara regional, Asia Pasifik dapat menyimpan paling banyak, dengan 45,8 juta pekerjaan, diikuti oleh Amerika dengan 20,2 juta dan Eropa dengan 19,9 juta.

Selama sesi Menteri Pariwisata G20 yang bersejarah, WTTC dan anggotanya mempresentasikan rencana mereka untuk menyelamatkan sektor travel & tourism  yang punya mengeksplorasi inisiatif utama untuk memberikan pemulihan cepat guna menyelamatkan jutaan pekerjaan yang hilang.

Menyusul keberhasilannya, WTTC terus memimpin respons terhadap tantangan dahsyat yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19 di sektor Perjalanan & Pariwisata yang sedang berjuang.

Sekarang mereka bermaksud untuk membangun struktur untuk mencapai tujuan-tujuan ini, yang dipimpin oleh Komite Pengarah global, yang terdiri dari 12 CEO Anggota WTTC dan pemimpin bisnis dan institusi lainnya untuk membangun konsensus internasional untuk mengambil tindakan.

Prioritas dan rekomendasi yang dibuat oleh Komite Pengarah, akan diteruskan ke kelompok kerja fungsional untuk tindakan dan mendistribusikannya.

Kelompok kerja khusus ini akan membahas bagaimana membuka perjalanan dengan menciptakan ‘koridor udara’ penting dan standar yang diakui secara global untuk uji coba bandara dan kebijakan antara lain soal tracing atau pelacakan.

Selain itu, Kelompok Kerja Urusan Pemerintah, akan bekerja sama dengan masing-masing pemerintah untuk memastikan mereka memiliki semua data dan informasi relevan yang diperlukan untuk mendukung upaya bersama ini.

“WTTC diposisikan secara unik untuk menyediakan platform di tingkat tertinggi di mana sektor swasta dan publik dapat bekerja sama untuk membantu menghidupkan kembali perjalanan bisnis dan liburan internasional dan menyelamatkan 100 juta pekerjaan secara global,” kata Gloria Guevara, Presiden & CEO WTTC.

Apa yang dihasilkan dari pertemuan G20 yang bersejarah dengan para pemimpin bisnis internasional adalah konsensus yang jelas bahwa hanya kerja sama di tingkat tertinggi dan keterlibatan dengan sektor publik dan swasta yang akan mencapai tindakan, ungkapnya.

“Sangat penting bahwa ‘koridor udara’ dipulihkan antara pusat keuangan terkemuka dunia, seperti rute transatlantik yang sangat penting antara London dan New York.

“Memulihkan rute ini untuk pelancong bisnis internasional harus disertai dengan kesepakatan dan penerapan standar yang diakui secara global untuk pengujian bandara dan sistem pelacakan yang cepat dan hemat biaya,”.kata Gloria Guevara

Bersama-sama ini akan membantu menciptakan lingkungan yang aman dan higienis untuk bepergian dan membantu sektor Perjalanan & Pariwisata yang terus berjuang untuk kelangsungan hidup.

Hal ini pada gilirannya akan bertindak sebagai mesin untuk membantu memulai pemulihan ekonomi global yang menguntungkan seluruh sektor Perjalanan & Pariwisata dan jutaan pekerjaan di seluruh rantai pasokan yang bergantung pada perjalanan internasional.

“Dampak ekonomi dari COVID-19 terus membara melalui sektor travel& tourism. Namun, rencana kami dapat menyelamatkan 100 juta pekerjaan melalui kerja sama internasional yang kuat, menghilangkan hambatan perjalanan, dan memperkenalkan protokol pengujian internasional di bandara untuk meminimalkan penyebaran COVID-19 ” kata Gloria Guevara

“Sementara saya didorong oleh persatuan dan kekuatan tujuan yang ditunjukkan oleh sektor swasta dan publik pada Pertemuan Menteri Pariwisata G20 baru-baru ini, ada begitu banyak yang dipertaruhkan sehingga kita harus melipatgandakan upaya kolektif kita untuk menyelamatkan sektor ini bersama-sama.”

WTTC akan terus bekerja dengan badan industri besar dan organisasi global, seperti Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), Dewan Bandara Internasional (ACI), Forum Ekonomi Dunia (WEF), Kamar Dagang Internasional (ICC) , untuk lebih memajukan langkah-langkah positif yang telah dicapai.

WTTC telah menjadi yang terdepan dalam memimpin sektor swasta dalam upaya membangun kembali perjalanan internasional. Laporan Dampak Ekonomi 2020-nya menunjukkan betapa pentingnya sektor Perjalanan & Pariwisata bagi pemulihan ekonomi.

Selama 2019, laporan tersebut merinci bagaimana Travel & Tourism bertanggung jawab atas satu dari 10 pekerjaan (total 330 juta), memberikan kontribusi 10,3% terhadap PDB global dan menghasilkan satu dari empat dari semua pekerjaan baru.

Etihad Buat Sejarah dengan Penerbangan Penumpang dari UEA ke Israel

this formate

ABU DHABI, UAE,  bisniswisata.co.id: Etihad Airways Penerbangan 9607 membuat sejarah saat mendarat di Bandara Internasional Ben-Gurion Israel dekat Tel Aviv pada Senin pagi.

Penerbangan  dioperasikan dengan Boeing 787-9 Dreamliner  disebut-sebut sebagai penerbangan penumpang komersial pertama yang terbang antara Uni Emirat Arab dan Israel, dan tampaknya ditingkatkan frekuensinya.

Dilansir dari thepointsguy penerbangan hari Senin lalu dilakukan setelah penerbangan sebelumnya antara negara-negara yang lebih bersifat seremonial.

Pada Mei, Etihad menyelesaikan penerbangan pertama yang diketahui dari UEA ke Israel dengan Airbus A330-200 yang membawa muatan kargo menuju Otoritas Palestina.

Pada bulan Agustus, sebuah Boeing 737-900ER dari maskapai Israel El Al terbang dari Tel Aviv (TLV) ke Abu Dhabi dengan delegasi yang didalamnya termasuk Jared Kushner, menantu sekaligus penasihat Presiden Trump.

Itu semua terjadi di tengah pembukaan hubungan yang lebih luas antara Israel dan UEA yang diresmikan pada bulan Agustus.

Ketua Etihad Mohamed Mubarak Al Mazrouei mengakui penerbangan hari itu dalam sebuah pernyataan, mengatakan bahwa operatornya “sangat senang menjadi yang terdepan” dalam membuka penerbangan baru antara Israel dan UEA.

Etihad belum menambahkan jadwal reguler untuk Tel Aviv, tetapi tampaknya akan melakukannya. Pengangkut bahkan meluncurkan situs pemesanan berbahasa Ibrani karena mereka memuji rencana masa depannya.

“Kami baru saja mulai mengeksplorasi potensi jangka panjang dari hubungan yang baru terbentuk ini, yang pasti akan sangat menguntungkan ekonomi kedua negara, kata Al Mazrouei.

Terutama di bidang perdagangan dan pariwisata, dan pada akhirnya orang-orang yang menyebutnya beragam dan daerah asal yang luar biasa, tambahnya.

Penerbangan itu terlaksana hanya sehari setelah para pejabat UEA dan Israel menyetujui kesepakatan yang akan memungkinkan jadwal penerbangan rutin antar negara.

The Times of Israel mengatakan kesepakatan itu akan memungkinkan hingga 28 penerbangan mingguan antara Tel Aviv dan kota Dubai dan Abu Dhabi UEA.

Selain itu, pakta tersebut menyerukan hingga 10 penerbangan kargo per minggu antara negara-negara tersebut dan penerbangan charter “tak terbatas” dari UEA ke kota resor Eilat di Israel selatan.

Kesepakatan tersebut diharapkan akan ditandatangani secara resmi.”Perjanjian penerbangan akan memungkinkan pariwisata, perdagangan, dan bisnis antar negara, dan merupakan salah satu buah penting pertama dari perjanjian perdamaian,” kata Kementerian Perhubungan Israel dalam sebuah pernyataan.

Kiat Air New Zealand Pikat Wisatawan di Tengah Pandemi COVID-19

this formate

Kota Napier di Selandia Baru, terkenal dengan bagunan art deco (foto: get your guide)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pandemi COVID-19 belum menunjukkan tanda-tanda akan berlalu. Negara-negara Eropa dan Amerika Serikat bahkan tengah menghadapi gelombang kedua serangan virus corona. 

Di tengah pandemi, melakukan perjalanan – terutama dengan menggunakan pesawat – bagi sebagian besar orang seolah menjadi tanda tanya besar. 

Tetapi tidak demikian dengan perusahaan penerbangan Air New Zealand. Mereka berpendapat lain: mengapa tidak merangkul tanda tanya besar itu sebagai strategi memikat orang untuk kembali bepergian. 

Air New Zealand, maskapai penerbangan asal Selandia Baru, kembali menawarkan program yang mereka sebut mystery breaks program. Para wisatawan yang tertarik mengikuti program ini diminta untuk membayar biaya dengan harga flat fee untuk memesan seluruh paket liburan yang disusun perusahaan.

Uniknya, para pemesan harus sepakat untuk tidak mencari tahu kemana tujuan wisata mereka hingga dua hari sebelum keberangkatan. 

Perusahaan menyediakan paket berjenjang mulai dari great, deluxe atau luxury dengan harga paket terendah sebesar AU$ 599 atau sekitar Rp 6,2 juta. Para pelancong juga boleh memilih tanggal keberangkatan dan mengisi kolom tempat-tempat yang tidak ingin mereka kunjungi. 

Air New Zealand memiliki rute penerbangan domestik ke 20 tujuan wisata di Selandia Baru, termasuk Napier, kota yang terkenal dengan bangunan bergaya Art Deco atau Queensland, surga bagi para petualang, dan kota bersejarah Dunedin.

Para pelancong nantinya akan diinapkan di jaringan hotel Accor. Sementara kendaraan akan disediakan Avis, penyedia sewa mobil terkemuka. Kedua perusahaan ini telah lama bermitra dengan Air New Zealand.

Selandia Baru termasuk salah satu negara yang sukses mengendalikan penyebaran virus corona dengan menerapkan aturan pembatasan yang ketat terutama di perbatasan.

Hingga saat ini penduduk masih belum dapat melakukan perjalanan ke luar negeri kecuali beberapa negara bagian Australia yang telah dianggap aman.

Menurut catatan Kementerian Kesehatan negara yang memiliki keindahan alam yang luar biasa, ada 1.531 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di sana dan dari jumlah itu hanya ada 25 kasus kematian. 

Sejak Juni, pemerintah telah melonggarkan sejumlah restriksi. Kini, perjalanan domestik sudah kembali diizinkan. Meski demikian pemerintah masih membatasai perjalanan antar negara. 

Jadi, cara paling efektif untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata adalah dengan mendorong penduduk lokal melakukan perjalanan wisata di dalam negari

Tourism Industry Aotearoa (TIA), badan pariwisata nasional yang berisi para pelaku industri pariwisata, telah mengajukan bantuan kepada Perdana Menteri Jacinda Ardern yang baru saja terpilih kembali.

Salah satu permintaan mereka adalah agar pemerintah membagikan kartu kredit senilai US$ 200 bagi setiap warga negara untuk dibelanjakan pada hal-hal terkait pariwisata seperti hotel maupun pertunjukan.

 

 

Ketrampilan Apa yang Dibutuhkan Agen Travel Sekarang ?

this formate

 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Saat travel dunia dilanjutkan, wisatawan mungkin merasa bahwa merencanakan perjalanan berikutnya menjadi lebih rumit dan sulit. Peraturan baru seputar pembatasan, persyaratan, karantina dan perjalanan, ketersediaan penerbangan.

Semua butuh waktu, pengetahuan dan pengalaman. Agen travel memiliki peran kunci dalam memenangkan kembali para pelancong.

Pengamatan ini, yang dilakukan oleh Amadeus dalam studi barunya tentang keterampilan agen travel dimasa mendatang, secara jelas.

Dilansir dari tourismreview, untuk berhasil memenangkan kembali para pelancong, para profesional pariwisata, dan lebih khusus lagi agen travel, harus mengandalkan beberapa keterampilan penting.

Empati

“Empati memainkan peran penting dalam merekonstruksi perjalanan yang berkesan – baik untuk bisnis maupun liburan,” kata Amadeus.

Tidak ada yang lebih penting daripada menempatkan diri pada posisi wisatawan, terutama pada saat keraguan dan ketakutan berlipat ganda sebelum atau selama perjalanan.

Dengan kontrol perbatasan yang selalu berubah, kebijakan perjalanan, dan pembatasan kesehatan, kontak dan pemahaman manusia menjadi yang terpenting.

Soliditas Tim

Dalam industri perjalanan, 50% eksekutif yang mampu berbicara mengatakan bahwa tim mereka adalah faktor kesuksesan terkuat mereka. Angka ini bahkan lebih tinggi di Eropa, di mana 63% eksekutif biro perjalanan mengatakan itu adalah faktor keberhasilan utama.

Mengelola krisis atau situasi yang sulit dalam menjalankan kembali industri, dan mempersiapkan masa depan tidak dapat dilakukan sendirian. Agen travel terbaik sebenarnya dikelilingi oleh rekan kerja yang dapat membimbing, memberi nasehat, mendukung serta membantu kapan saja.

Kemudahan Numerik

Keterampilan digital juga terbukti sangat diperlukan saat ini. Permintaan akan keterampilan ini meningkat untuk semua pekerjaan dan industri, termasuk bepergian.

“Dari percakapan kami dengan lebih dari 35 pemimpin biro perjalanan di seluruh dunia, banyak yang mengatakan bahwa mereka berjuang untuk memenuhi peran yang diperlukan untuk mengelola teknologi baru.

Menemukan keterampilan yang tepat adalah salah satu dari tiga perhatian teratas yang disorot dalam survei kami. Untuk membantu perusahaan dengan teknologi, perusahaan manajemen yang mengkhususkan diri dalam distribusi dan penjualan layanan perjalanan telah menerapkan Travel-19, sebuah interface yang menyediakan saran travel yang sering diperbarui dari berbagai sumber resmi.

Kehadiran di Jejaring Sosial

Jejaring sosial – yang sejalan dengan perkembangan teknologi di atas – juga diperlukan untuk kelancaran bisnis pariwisata. “Sementara banyak milenial memilih perjalanan mereka berikutnya berdasarkan bagaimana destinasi tersebut Instagramable .

“Promosi dari mulut ke mulut adalah bentuk rekomendasi yang paling dapat diandalkan, agen travel harus aktif di media sosial hari ini,” kata peneliti.

Keterampilan jejaring sosial harus diperoleh oleh semua tim yang berhubungan dengan pelanggan, dan tidak hanya oleh departemen pemasaran. Berbagi konten secara teratur di Facebook, Instagram, Twitter atau Tik Tok akan membangun loyalitas pelanggan dan menjangkau audiens baru.

Reaktivitas

Terakhir, agen travel harus mampu beradaptasi dengan tempat kerja yang selalu berubah dan mampu bereaksi dengan cepat. Secara khusus, mereka perlu terus memperbarui dan menyegarkan keterampilan mereka.

“Dalam pasar yang sulit, kemampuan untuk berpikir secara berbeda dan bereaksi lebih cepat akan menjadi kuncinya,” kata tim peneliti.

Kemampuan agensi untuk berkomunikasi dalam waktu nyata, memberikan informasi yang solid, dan tersedia setiap saat – singkatnya, menjadi responsif mungkin – akan memungkinkannya untuk memperkuat hubungan kepercayaan dengan kliennya.

 

Kemenparekraf Ajak Komunitas Film Gunakan Desa Wisata Sebagai Lokasi Syuting

this formate

Sutradara film nasional Hanung Bramantyo sebagai salah satu nara sumber ( Foto: Kemenparekraf)

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Salaka.edu serta IFC Network menggelar kegiatan pelatihan dan peningkatan pemahaman bagi komunitas film dan pengelola desa wisata untuk optimalkan desa wisata sebagai lokasi produksi film.

Kegiatan bertajuk IN-FRAME (Indonesia Film Course and Incubation Programme) berlangsung di Yogyakarta pada 13 hingga 16 Oktober 2020 dengan melibatkan 20 peserta dari komunitas film yang berada di Yogyakarta dan kota-kota sekitarnya seperti Magelang, Purworejo, dan Semarang.

Selama empat hari, peserta dibekali materi mengenai layanan produksi film dan desa wisata, layanan perizinan dan insentif, layanan lokasi dan produksi, hingga strategi pemasaran, dan sistem informasi dari para narasumber.

Direktur Industri Kreatif Film, Televisi, dan Animasi Kemenparekraf/Baparekraf, Syaifullah, dalam keterangannya, Selasa (20/10/2020), mengatakan, kegiatan ini memberi pemahaman kepada para filmmaker dan pengelola desa wisata mengenai manajemen dan pengelolaan lokasi syuting sebagai aset yang dapat dioptimalkan.

Bahwa lokasi film dapat memberikan efek emosional yang berpotensi menjadi pengungkit roda perekonomian dengan menghidupkan industri pariwisata dan pengembangan aspek ekonomi kreatif lainnya.

Telah banyak best practices dari industri perfilman nasional hingga mancanegara mengenai potensi ekonomi dari lokasi syuting bagi industri pariwisata dan pengembangan Intellectual Property (IP) lainnya.

“Saya harap sinergi antara filmmaker dan pengelola desa wisata dapat menjadi pengungkit bagi optimalisasi lokasi syuting,”ujar Syaifullah.

Terutama karena Yogyakarta sebagai kota yang memiliki kekayaan budaya, keindahan alam, kriya, serta kuliner merupakan salah satu lokasi favorit tempat pembuatan film (movie set) yang bisa menjadi magnet tersendiri untuk dikunjungi wisatawan, tambahnya.

Sutradara film nasional Hanung Bramantyo turut hadir sebagai salah satu pembicara. Ia berbagi mengenai studio syuting sekaligus Desa Wisata Gamplong yang diinisiasi bersama dengan warga desa terkait.

Membangun set lokasi bukan hal yang mudah dalam proses pembuatan film. Sayang sekali apabila set tersebut harus dihancurkan setelah proses syuting usai. Dari beragam referensi dan pengalaman pribadi, saya melihat lokasi syuting memberikan value tersendiri yang potensial untuk dikembangkan lebih lanjut.

“Untuk itu saya bersama warga desa Gamplong menginisiasi ini sekaligus sebagai penggerak perekonomian warga di sekitar,” ujar Hanung.

Hingga saat ini total terdapat 15 film dan iklan yang dibuat di lokasi tersebut. Sebagai lokasi wisata, Gamplong juga menarik banyak perhatian wisatawan.

Sebelum pandemi, jumlah wisatawan yang mengunjungi set lokasi film “Bumi Manusia”, “Sultan Agung”, “Habibie & Ainun 3”, hingga yang terbaru “Gatotkaca” ini mencapai lebih dari 40 ribu pengunjung tiap bulannya.

Meskipun sempat ditutup selama empat bulan dalam kurun waktu Maret hingga Juni, saat ini jumlah pengunjung masih lebih dari 20 ribu orang perbulan.

“Komunitas film di Yogyakarta dan sekitarnya relatif lebih berkembang dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia. Ekosistem perfilman di sini juga sudah cukup matang,” kata Hanung.

Dengan ditunjang aspek pariwisata yang juga sudah sangat berkembang, diharapkan Yogyakarta dapat menjadi pilot project yang baik bagi pengembangan lokasi syuting sebagai destinasi wisata dan ekraf lainnya, tambahnya.

IN-FRAME dilaksanakan di empat daerah, yaitu Bali, Yogyakarta, Danau Toba, dan akan ditutup di Jakarta dengan menghadirkan berbagai stakeholder pengembangan destinasi wisata dari lokasi syuting.

Kegiatan IN-FRAME di Yogyakarta merupakan lokasi kedua setelah sebelumnya diselenggarakan di Denpasar dengan cakupan sineas dan komunitas film dari Pulau Bali dan Nusa Tenggara.

 

 

Studi Ungkapkan Semakin Pentingnya Pelancong OTA dalam Pemulihan Ekonomi

this formate

Penelitian baru dari Grup Expedia menunjukkan bahwa pelancong OTA menghabiskan lebih banyak uang dan tinggal lebih lama, yang mengarah pada stimulus ekonomi untuk destinasi dan komunitas.

SEATTLE, AS, bisniswisata.co.id: Sebuah studi baru Expedia Group, bekerja sama dengan firma riset global BVA BDRC, meneliti kontribusi agen perjalanan online (OTA) untuk sektor perjalanan       dan pariwisata ( travel & tourism) AS.

Baik pola pengeluaran pelancong OTA maupun peran OTA dalam perjalanan pemesanan hotel. Penelitian tersebut menunjukkan semakin pentingnya pelancong OTA untuk mendorong pemulihan ekonomi bagi industri perjalanan AS.

Preferensi untuk OTA sedang meningkat

Dilansir dari Travel Daily News, berdasarkan penelitian, wisatawan 57 % lebih cenderung memesan hotel melalui OTA dibandingkan sebelum pandemi. Karena OTA menarik lebih banyak pelancong rekreasi, mereka berada di posisi yang tepat untuk menangkap satu-satunya segmen yang sedang bepergian.

Namun, motivasi pemesanan wisatawan lain yang muncul berkontribusi pada peningkatan preferensi untuk OTA, termasuk: Untuk mendapatkan tarif per malam terbaik (69%), Untuk mendapatkan kamar terbaik (40%),  Untuk membandingkan properti di satu lokasi (35%).

Motivasi lain termasuk mendapatkan poin reward (32 %), one-stop shopping (28 %), promosi langsung (26%), dan membeli paket penawaran, seperti penerbangan dan hotel, dalam satu transaksi (25 %).

Wisatawan OTA menghabiskan lebih banyak uang, tinggal lebih lama dan mendukung stimulus ekonomi. Penelitian mengungkapkan bahwa sebelum pandemi, wisatawan OTA menginap lebih banyak, menghabiskan lebih banyak di properti, dan menghasilkan lebih banyak pendapatan bagi masyarakat lokal dibandingkan dengan pemesan hotel langsung.

Wisatawan OTA akan menginap lebih room night dibandingkan dengan pemesan hotel langsung. Rata-rata, pelancong domestik OTA menginap hampir lima malam, sementara pemesan langsung menginap lebih dari empat malam.

Pelancong OTA internasional tinggal hampir tujuh setengah malam, dibandingkan dengan tujuh malam untuk pemesan hotel.

Pelancong OTA domestik mengeluarkan 16% lebih banyak per perjalanan daripada pemesan langsung dan, terlepas dari persepsi bahwa pelancong OTA mencari tarif yang lebih murah, mereka membelanjakan jumlah yang hampir sama dengan pemesan langsung untuk akomodasi.

Di dalam negeri, pelancong OTA lebih cenderung memesan hotel kelas atas, seperti layanan penuh atas atau mewah, daripada pemesan hotel langsung: 22 persen (OTA) vs 16 persen (hotel langsung).

Pelancong rekreasi OTA domestik menghabiskan hampir 5% lebih banyak untuk properti daripada pemesan hotel, termasuk fasilitas seperti kolam renang hotel, bar hotel, gym, layanan binatu, restoran, mini bar, dan spa.

Pelancong bisnis OTA internasional menghabiskan 5% lebih banyak untuk total perjalanan mereka sebelum pandemi. Semua pelancong bisnis OTA, baik internasional maupun domestik, menghabiskan 5% lebih banyak untuk pengeluaran harian.

Wisatawan OTA menghasilkan lebih banyak stimulus ekonomi untuk destinasi dan komunitas pendukung, menghabiskan lebih banyak untuk makanan dan minuman (+12 %), aktivitas (+6%), dan sewa mobil (+27%).

Pelancong OTA domestik adalah pelancong aktif, dengan berbelanja, mengunjungi atraksi budaya, dan mengambil bagian dalam masakan lokal di puncak daftar aktivitas perjalanan.

“Industri ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan awal dan menjanjikan, tetapi cara orang bepergian — dan cara mereka membuat keputusan — telah berubah,” kata Cyril Ranque, presiden, Grup Mitra Wisatawan di Grup Expedia.

“Sebagai bagian dari tujuan kami untuk menjadi mitra tepercaya bagi pemasok perjalanan, kami berdedikasi untuk menggali wawasan yang akan membantu mereka mengatur ulang strategi dan menarik wisatawan yang paling penting.”

Studi ini juga mengungkap wawasan tambahan tentang perilaku wisatawan yang muncul yang didorong oleh pandemi.

Poin-poin penting meliputi:

Kapan mereka akan pergi? Optimisme mencapai puncaknya pada bulan Juni dan secara bertahap dimoderasi pada bulan Juli dan Agustus. Di bulan Juni, 23% responden mengatakan akan bepergian dalam 1-3 bulan, 28 % mengatakan dalam enam bulan, dan 22 % mengatakan enam hingga 12 bulan.

Sisanya tidak yakin kapan mereka akan bepergian; mereka hanya tahu bahwa mereka ingin melakukannya pada suatu saat. Bagaimana mereka bisa sampai di sana? Sepanjang musim panas, lebih banyak orang Amerika bepergian dengan mobil, naik 20% pada Juni 2020 dibandingkan Juni 2019.

Dimana mereka akan tinggal? Hotel pasar menengah dan kelas atas masing-masing turun 13%  dan 30% . Anggaran dan kemewahan tetap menjadi jenis hotel yang paling dicari, dan akomodasi alternatif seperti persewaan liburan mengalami peningkatan preferensi yang berarti.

Dua pertiga wisatawan yang mencari akomodasi alternatif mengutip risiko yang lebih rendah dari paparan virus di daerah berpenduduk sedikit sebagai nilai jual utama.

Apakah mereka akan bepergian untuk bekerja? Perjalanan perusahaan berada pada jalur pemulihan yang tidak rata, yang ditentukan oleh tahapan saat pembatasan perjalanan dicabut.

Menurut penelitian global dari Egencia, perusahaan manajemen perjalanan korporat Grup Expedia, sembilan dari sepuluh perusahaan yakin tenaga kerja mereka akan kembali melakukan perjalanan bisnis pada Januari 2021.

Soalnya pembatasan pemerintah dicabut dan risiko terhadap karyawan menurun.Tren menarik muncul dari COVID -19 adalah flexcation, liburan diperpanjang yang memberikan manfaat liburan dan kepraktisan ruang kerja jarak jauh. Empat dari sepuluh pelancong yang disurvei untuk laporan ini cenderung memesan jenis perjalanan ini.