Pemerintah UEA Resmikan Nama Jalan Presiden Jokowi di Abu Dhabi

this formate

 

Hotel Ikonik di New York Ini Tutup Permanen Dihantam Corona

this formate

Hotel Roosevelt tutup selamanya (foto: CNN)

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Tak tahan menghadapi tekanan berat akibat virus corona, Hotel Roosevelt di New York, Amerika Serikat (AS), yang telah beroperasi hampir 100 tahun akhirnya menutup pintunya secara permanen, alias tutup. 

Sejak 1924, Hotel Roosevelt telah menjadi saksi sejarah beragam peristiwa penting di kota dengan biaya hidup termahal di dunia itu. 

Hotel yang merupakan salah satu ikon kota New York ini pernah menjadi saksi sejarah yang tak pernah terlupakan. Pada pemilu presiden 1948, Gubernur Thomas Dewey menjadikan Hotel Roosevelt sebagai markasnya.

Di sana pula ia melakukan kesalahan memalukan saat mengumumkan dirinya telah mengalahkan Harry Truman yang sesungguhnya adalah pemenang pemilu presiden 1948.

Hotel Roosevelt juga muncul sebagai backdrop sejumlah film, di antaranya “The Irishman”.  Hotel ini dinamai sesuai dengan nama Presiden AS Theodore Roosevelt.

Imej hotel kerap muncul dalam banyak film Hollywood terkenal termasuk “Maid in Manhattan,” “Malcolm X”, dan “Wall Street.” dan  tradisi malam tahun baru pun dimulai di sana.

Guy Lombardo pemimpin band dan pemain biola terkenal keturunan Kanada-Amerika, untuk pertama kali di tahun 1929 memainkan dan menyiarkan lagu “Auld Lang Syne” di malam tahun baru. 

Itulah siaran Malam Tahun Baru secara nasional yang pertama di radio. Sejak saat itu dan seterusnya, orkestra pimpinan Guy Lombardo rutin memainkan lagu “Auld Lang Syne” di malam tahun baru hingga 1959.

Seolah telah menjadi bagian tak terpisahkan dari cakrawala kota Manhattan, Hotel Roosevelt memiliki arsitek yang menawan. Lokasinya pun sangat strategis, hanya beberapa menit saja dari Times Square dan Grand Central Terminal.  

Namun kini, Hotel Roosevelt harus menyerah mengakhiri kisahnya. Ia tak akan lagi menjadi saksi bagi sejumlah film maupun peristiwa bersejarah lain.

Hotel ini akan tutup permanen tahun ini, demikian kata juru bicara hotel kepada CNN dalam sebuah pernyataan. 

Hotel yang dimiliki Pakistan International Airlines ini menuding pandemi virus corona dan penurunan bisnis sebagai alasan utama mereka menghentikan operasinya.

“Karena lingkungan saat ini yang belum pernah terjadi sebelumnya dan dampak tidak pasti yang terus berlanjut dari COVID-19, pemilik The Roosevelt Hotel telah membuat keputusan sulit untuk menutup hotel,” ungkap juru bicara hotel dalam penyataannya.

Ia menambahkan permintaan yang sangat rendah telah memaksa hotel ikonik ini menghentikan operasinya sebelum akhir tahun. ”Saat ini tidak ada rencana untuk pembangunan di luar jadwal penutupan.” 

Pandemi COVID-19 telah menghancurkan industri perhotelan dan memaksa banyak hotel di seluruh AS mengambil langkah drastis demi bertahan hidup. Tingkat hunian telah mencapai titik terendah. Banyak karyawan di industri ini dirumahkan bahkan diberhentikan.

Menurut data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS, industri rekreasi dan perhotelan telah kehilangan 7,5 juta pekerjaan pada April. Hingga saat ini, hanya sekitar setengah dari pekerjaan tersebut yang kembali.

Sebuah survei yang dilakukan Asosiasi Penginapan Hotel Amerika menunjukkan 74 persen hotel mengatakan akan melakukan lebih banyak PHK jika merekat tak mendapatkan bantuan dari pemerintah federal.

 

DK PWI : Wartawan Harus Jaga Jarak Dalam Kontestasi Pilkada

this formate

Ilhsm Bintang, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat. ( Foto: Tribun Sumbar)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Dewan Kehormatan.  ( DK) PWI Pusat kembali mengingatkan pentingnya media dan wartawan agar menjaga jarak dalam kontestasi politik pilkada 2020. Seperti diketahui pilkada serentak akan digelar di 270 daerah baik provinsi, kota dan kabupaten di seluruh Indonesia pada tanggal 9 Desember 2020.

Rangkaian kegiatannya seperti kampanye saat ini tengah berlangsung hingga 5 Desember yang akan datang. Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Ilham Bintang mengaku banyak menerima pengaduan mengenai keterlibatan wartawan dan bahkan pengurus organisasi wartawan dalam dukung mendukung pasangan calon di daerah.

“Khittah profesi wartawan dan pekerjaan jurnalistik sejak dulu adalah tidak memihak dan independen khususnya selama proses pilkada. Sikap itu untuk menjaga Pilkada berjalan demokratis, mengawasi azas jujur dan adil sehingga menghasilkan kepemimpinan daerah yang terbaik” kata Ilham seusai memimpin Rapat Dewan Kehormatan PWI Pusat Senin ( 19/10 ) yang digelar via zoom.

Rapat dihadiri Sekreraris DK Sasongko Tedjo, anggota Asro Kamal Rokan, Tri Agung Kristanto, Nasihin Masha dan Rajapane.

Harus mengundurkan diri

Bagi anggota dan pengurus PWI sendiri dari tingkat kabupaten, provinsi, dan pusat, sudah jelas panduannya baik dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga, Kode Etik Jurnalistik dan Kode Perilaku Wartawan.

“Namun entah karena kurang sosialisasi atau besarnya godaan, Dewan Kehormatan mencatat masih terjadi pelanggaran yang dilakukan wartawan dan pengurus PWI,” tambahnya.

Seperti misalnya kasus yang sekarang sedang ditangani DK PWI Pusat yakni dukungan secara terbuka pengurus PWI di suatu daerah terhadap salah satu pasangan calon dalam pemilihan gubernur. Rapat DK telah merekomendasikan kepada Pengurus PWI Pusat untuk menindak tegas oknum pengurus dimaksud.

Ilham mengingatkan, mendukung saja tidak boleh apalagi menjadi tim sukses atau menjadi pasangan calon. Menurut PD PRT terbaru hasil Kongres PWI di Solo tanggal 27-30 September 2018, jika pengurus PWI bertindak partisan seperti itu, mereka harus mengundurkan diri bukan lagi cuti.

Keputusan yang lebih tegas itu tidak lain dikeluarkan demi menjaga integritas, martabat dan profesionalitas wartawan. Peran media hendaknya lebih ditekankan untuk mengawal terselenggaranya kontestasi politik yang jujur dan adil dan menyosialisasikan pasangan calon secara terang benderang agar masyarakat tidak salah pilih.

DK PWI Pusat mengajak insan pers untuk menjaga self interest distancing di musim pilkada seperti sekarang ini. Kalau perlu secara khusus memberikan panduan agar pilkada berlangsung aman karena di tengah pandemi.

DK PWI dalam kesempatan itu juga menyoroti masih banyaknya ketidakakuratan dalam pemberitaan bahkan pemelintiran berita sehingga menghasilkan bias informasi.

“Menjadi wartawan itu berat tanggung jawabnya. Dituntut selalu profesional, menjaga kode etik dan kode perilaku wartawan”, tandas Ilham Bintang.

Bimbingan Teknis Manajemen Panggung Dongkrak Profesionalisme Kerja

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Manajemen panggung mampu mendongkrak kapasitas dan profesionalisme kerja dan merupakan kebutuhan utama dalam penyelenggaraan seni pertunjukan dan kegiatan perhelatan acara hiburan, kata Mohammad Amin, Direktur Industri Kreatif Musik, Seni Pertunjukan dan Penerbitan Kemenparekraf/Bekraf.

Berbicsra saat Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Panggung di Depok, Senin (19/10/2020), dia menjelaskan bidang ini menjadi penting karena berperan sebagai sebuah organisasi dalam pertunjukan.

“Pemahaman ini yang mengawal perwujudan ide seorang seniman atau kreator, mulai dari perencanaan, proses kreatif, pembangunan, hingga teknis pelaksanaan pertunjukan,” ujar Mohammad Amin.

Peran seorang manajer panggung pun menjadi penting karena mengkoordinir seluruh komponen artistik seperti set, property, lighting, sound, musik, artis, hingga jalannya sebuah pertunjukan.

Oleh karena itu tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk menciptakan manajemen panggung profesional, yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

“Hal ini untuk meningkatkan pengalaman penanganan kasus-kasus dalam bidang seni pertunjukan. Maka dari itu diperlukan bimbingan teknis pelatihan/pengajaran teori dan praktik bagi para Manajer Panggung,” ujar Amin.

Pelaksanaan Bimbingan Teknis Manajemen Panggung dilaksanakan pada 15-17 Oktober 2020 di The Margo Hotel Depok dan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

Pengajaran bimtek ini pun dilaksanakan dalam dua metode yaitu teori di hari pertama dan kedua, lalu praktik di hari ketiga yang dilaksanakan di aula Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia.

Beberapa materi yang diberikan di antaranya Pengantar Dasar Manajemen Panggung, Persiapan Seorang Manajer Panggung Tugas dan Tanggung jawab, Sistem Kerja, Struktur dan Organisasi Manajemen Panggung, Mengelola Technical Week – Paperwork’s serta praktik sebagai Manajer Panggung melalui simulasi pertunjukan.

Amin berharap kegiatan bimbingan teknologi manajemen panggung ini dapat mendorong peserta memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan di bidang Manajemen Panggung secara standar profesional, sehingga mampu bekerja di bidangnya secara lebih baik.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan iklim kerja manajemen panggung yang sistematis dan terprosedur sesuai standar kerja dan kebutuhan masing-masing pertunjukan. Hal ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam perkembangan dunia seni pertunjukan,” tutup Amin.

 

Wuhan, Kota Yang Paling Banyak Dikunjungi Wisatawan Domestik Selama Golden Week China

this formate

Tour ke  Menara Yellow Crane dan Universitas Wuhan paling banyak diminati wisatawan domesrik China. ( Foto: Skift)

WUHAN, China, bisniswisata.co.id: Meskipun ada kerinduan yang terus menerus akan turis asing, Wuhan telah menjadi kota yang paling banyak dikunjungi kembali pariwisatanya dari masa kelam dalam sejarah ibu kota porvinsi itu awal tahun ini. Pelajaran untuk Dunia? Ketika turis merasa aman, mereka akan kembali dalam jumlah besar.

dilansir dari skift, Wuhan, kota yang paling banyak dijauhi di China tengah yang menjadi pusat untuk wabah Covid-19 akhir tahun lalu, adalah kota China yang paling banyak dikunjungi selama hari libur nasional Golden Week

Menurut cerita Wall Street Journal, mengutip angka-angka dari otoritas pariwisata Tiongkok tentang kota berpenduduk 11 juta orang dan ibu kota provinsi Hubei. Statistik resmi pemerintah China memiliki jumlah kematian sebanyak 3.869 dan 50.333 terinfeksi dari virus korona selama empat bulan pertama wabah setelah isolasi 76 hari.

Pemerintah Wuhan, menurut Wall Street Journal, melaporkan bahwa 18,8 juta orang mengunjungi Wuhan selama hari libur nasional Golden Week 1-8 Oktober 2020 lalu.

Terlepas dari kenyataan bahwa turis Tiongkok bepergian ke dalam negeri untuk inkarnasi liburan 2020 alih-alih ke tempat-tempat liburan favorit seperti Thailand, Jepang, dan Vietnam, dan pengunjung internasional semuanya absen, pendapatan pariwisata di Wuhan turun sekitar 30 persen menjadi US$ 1,4 miliar.

Publikasi resmi China, mengutip permintaan yang terpendam dalam bentuk “revenge travel atau “revenge buying,” meramalkan dan memperkuat lonjakan perjalanan selama liburan.

Hal Itu mungkin telah memicu masuknya pengunjung ke Wuhan bersama dengan daya pikat pariwisata tradisional kota, dan beberapa kebanggaan nasional, dengan beberapa turis mengungkapkan dukungan yang baik untuk kota yang  tadinya dikepung masalah virus itu.

Namun, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China mengatakan Golden Week  2020, yang berlangsung selama delapan hari lebih lama dari perayaan 2019, melihat jumlah turis turun 21 persen menjadi 637 juta, menurut South China Morning Post. Belanja pariwisata juga turun 30 persen.

Kunjungan ke Wuhan Bukanlah Wisata Covid yang Suram

Kami melihat agen perjalanan online China Ctrip pada hari Sabtu menawarkan berbagai tur grup ke Wuhan melalui kereta berkecepatan tinggi dari Shanghai, misalnya, dan termasuk tour Menara Yellow Crane dan Universitas Wuhan

Seorang reviewer memuji pemandangan jalan dan sungai di sepanjang jalan pegunungan dari Yellow Crane Tower Park ke menara. Dengan sebagian besar toko tutup, distrik seni Hanyang tidak terlalu ramai.

“Saya pergi ke jalan Chu River Han sendirian, pemandangan malam sangat indah, lobsternya enak,” katanya.

Tidak seperti tour Pablo Escobar di Medellin, Kolombia, yang menjelajahi masa lalu yang  gelap kota narkotika itu, tidak ada tour Wuhan yang kami lihat membawa pengunjung ke pasar daging dan makanan laut, tempat pandemi mencatat kasus resmi pertamanya, atau ke kilasan Covid-19 terkenal lainnya.

Sebaliknya, Tripadvisor akhir pekan ini menawarkan tour harian mini-grup klasik di Wuhan yang meliputi Yellow Crane Tower, Museum Provinsi Hubei, dan East Lake, mulai dari US$139 per orang.

 

Bagaimana Industri Kapal Pesiar Mulai Menarik Pelanggan Baru?

this formate

Penumpang kapal pesiar bersantai di kolam renang di bawah udara cerah langit Norwegia.  (Foto : Lauren Bowman)

NEW JERSEY, AS, bisniswisata.co.id: Saat jelajah kapal pesiar kembali dimulai, penggemar berat liburan di atas kapal akan menjadi yang pertama dalam antrean untuk naik.

Tetapi  untuk industri yang telah lama bergantung pada pelanggan baru untuk mendorong pertumbuhannya, akankah mereka yang belum pernah berlayar sebelumnya bersedia untuk memulai?

Akankah berita utama berbulan-bulan tentang karantina, tes onboard yang positif, dan berita sensasi soal virus membuat takut pemula untuk berada di atas kapal ?

Michelle Fee, CEO dan pendiri Cruise Planners, Perwakilan Perjalanan American Express, mengatakan pemula tidak akan menjadi fokus utama saat pelayaran pada awalnya dilanjutkan.

“Dengan tanda-tanda awal permintaan yang terpendam, dan fakta bahwa sebagian besar kapal akan berlayar dengan kapasitas yang dibatasi, penumpang kapal pesiar pertama kali tidak akan menjadi titik fokus – pilihan yang jelas adalah penumpang sebelumnya,” kata Fee dilansir dari travelpulse.

“Mereka tahu betapa amannya bepergian dengan kapal dan akan memiliki kepercayaan diri untuk naik, mengetahui sepenuhnya bahwa perusahaan pelayaran telah mengambil tindakan pencegahan yang luar biasa,” kata Michelle Fee,

Menurut dia bisnis pelayaran 2021-2022  memiliki dasar yang kuat, jadi sepertinya pihaknya tidak akan kesulitan mengisi kapal lagi, begitu pandemi ini sudah berlalu, tambahnya.

Pengatur waktu pertama akan mulai memesan lagi setelah semua kembali normal, dia memperkirakan.”Setelah semuanya tenang, dan akhirnya kembali normal, kapal penjelajah pertama kali akan sama menariknya, jika tidak lebih, dari sebelumnya,” tulis Fee dalam email.

Menurut dia dengan menerapkan semua protokol dan perubahan baru, kapal akan menjadi lebih menarik daripada sebelum pandemi. Mulai dari embarkasi yang mulus, latihan baru tanpa kerumunan, sanitasi pada level tertinggi, dan lainnya – rumor, mitos, dan persepsi negatif semuanya akan terbukti salah dan hilang. ”

Tentu saja, penasihat perjalanan profesional ini akan menjadi kunci pemulihan. “Penasihat perjalanan perlu fokus pada pemasaran yang menginspirasi bersama dengan menyajikan protokol kesehatan dan keselamatan yang diluncurkan oleh industri pelayaran,” kata Drew Daly, wakil presiden senior dan manajer umum Dream Vacations, CruiseOne dan Cruises Inc.

“Mereka harus menjadi ahli dalam tindakan yang diambil karena semua konsumen ingin diberi tahu tentang protokol apa yang diterapkan dalam semua aspek pengalaman liburan – termasuk penerbangan, hotel sebelum dan sesudah kapal pesiar, tour, dan onboard. ”

Fee dan Daly juga mengatakan kebijakan pembatalan yang santai akan meyakinkan klien baru yang melakukan pelayaran.

“Ya, ini jelas telah membantu penasihat kami menutup penjualan, jadi selama ada ketakutan tertular virus, perusahaan liburan harus memperpanjang kebijakan pembatalan fleksibel mereka,” kata Fee.

Daly setuju dengan pendapat itu dan menurut dia kebijakan pembatalan yang lebih fleksibel akan memberikan ketenangan pikiran kepada konsumen yang mereka butuhkan saat merencanakan liburan kapal pesiar mereka dalam jangka pendek dan panjang.

Keduanya mengatakan kampanye diperlukan untuk menyebarkan berita tentang langkah-langkah keamanan mungkin dipimpin oleh Cruise Lines International Association (CLIA) yang mewadahi semua perusahaan cruise.

Industri ini benar-benar memiliki beberapa pengendalian kerusakan yang harus dilakukan dan perlu menyampaikan kabar baik tentang protokol ketat yang akan diikuti oleh jalur pelayaran untuk terus berlayar seaman mungkin.

“Kami telah secara terbuka berbicara dan menganjurkan agar CDC mundur dari industri pelayaran karena berdampak negatif pada kepercayaan konsumen dalam berlayar dan bepergian secara umum, ”kata Fee.

Basis pelanggan setia “Cruise Planners ‘telah mendorong penjualan perjalanan di masa depan. Untuk mencapai yang baru dalam pelayaran, pihaknya membutuhkan persepsi publik agar aman untuk membantu industri tercinta kami pulih sepenuhnya dan dibangun kembali.

Di Cruise Planners, kami tidak menghentikan upaya pemasaran proaktif kami, tetapi telah beralih ke pendekatan yang lebih mendukung, mendidik, dan informatif. Satu hal yang sangat sukses adalah seri virtual Where2Next baru kami untuk klien penasihat perjalanan.

Daly menyimpulkan protokol keselamatan dan kesehatan yang akan diterapkan pasti perlu dipromosikan secara besar-besaran kepada konsumen.

Perusahaan kapal pesiar, CLIA, dan agen perjalanan semuanya harus secara kolektif membicarakan langkah-langkah tersebut dan berbagi seperti apa rasanya di dalam kapal pesiar.

“Konsumen ingin melihat seperti apa kehidupan di kapal dan membayangkan bagaimana pengalaman mereka akan terungkap. ” ungkap Daly.

 

Daftar Destinasi Wisata Terbaik Versi Lonely Planet

this formate

Kota batu kuno Petra di Yordania, salah satu dari 7 keajaiban dunia (foto: Lonely Planet)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pandemi COVID-19 telah memaksa banyak orang untuk memikirkan kembali rencana perjalanan mereka. Tetapi jika Anda ingin sejenak berandai-andai membayangkan petualangan melancong di masa depan, situs perjalanan Lonely Planet baru saja merilis buku besar “Ultimate Travel List”.

Isinya mencakup 500 tujuan wisata yang tak bisa dilewatkan. Buku yang merupakan edisi kedua ini setidaknya dapat menjadi pelipur lara kekecewaan karena liburan yang terpaksa dibatalkan.

Buku yang kerap menjadi rujukan coffee table book ini menampilkan lebih dari 200 tujuan baru dan memeringkat 500 tempat dalam urutan kemewahannya.

Daftar baru dalam buku edisi ini disusun oleh para tim ahli Lonely Planet. Isinya banyak menyoroti hal-hal apa saja yang harus dilihat (must-see) dan pengalaman yang harus dilakukan (must-do). 

Kebanyakan isinya memuat pengalaman outdoor dan backpacking, seperti melihat satwa liar di Kepulauan Galapagos atau mengagumi air terjun spektakuler Iguazu Falls yang terbentang di Argentina dan Brazil, hingga pengalaman menjelajah lanskap geotermal Taman Nasional Yellowstone.

Tim mengevaluasi buku panduan Lonely Plant yang lama dan menilai komitmen setiap destinasi terhadap keberlanjutan.

“Untuk edisi kali ini, kami memberikan poin ekstra untuk destinasi dan atraksi yang mengelola pariwisata secara berkelanjutan,” kata Piers Pickard, Wakil Presiden penerbitan Lonely Planet, dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu Tom Hall, eksekutif Lonely Planet kepada CNN Travel mengakui bahwa pilihan untuk bepergian saat ini sangat terbatas. “Tetapi daftar [dalam buku] tersebut bertujuan untuk memberi inspirasi untuk 2021 dan setelahnya saat perjalanan mulai pulih.”

Dia menambahkan buku ini dapat menjadi semacam daftar keinginan orang [untuk bepergian] yang dapat digunakan bukan untuk saat ini tetapi di masa depan. 

Di antara 500 tujuan wisata, 29 di antaranya berada di Amerika Serikat, termasuk sembilan taman nasional serta perpaduan yang baik antara lembaga budaya dan seni.

Salah satu dari 200 lokasi wisata baru adalah Museum Nasional Sejarah dan Kebudayaan Afrika Amerika di Washington, D.C.. 

Lalu, apa saja deretan destinasi teratas versi Ultimate Travel List yang diterbitkan Lonely Planet? Berikut daftar 10 yang teratas:

  1. Petra, Yordania
  2. Kepulauan Galapagos, Ekuador
  3. Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta, Australia
  4. Delta Okavango, Botswana
  5. Taman Nasional Yellowstone, Amerika Serikat
  6. Danau Bled, Slovenia
  7. Air Terjun Iguazu, Argentina – Brasil
  8. Kuil Angkor, Kamboja
  9. Salar de Uyuni, Bolivia
  10. Sirkuit Annapurna, Nepal

Bekal Pulang Kampung bagi Binaan Shelter KJRI Jeddah

this formate

JEDDAH, bisniswisata.co.id: Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah menggelar pelatihan usaha kuliner bagi 95 WNI binaan shelter, bertema “Merintis Usaha Kuliner: Menjadi Purna PMI yang Mandiri”, akhir pekan ini.

Konjen KJRI Jeddah,  Eko Hartono berharap, sepulang dari Arab Saudi para peserta dapat memanfaatkan modal yang diperoleh selama bekerja untuk merintis usaha kecil.

KJRI Jeddah, lanjut Konjen, berupaya memberikan bekal kerampilan yang diperlukan oleh para WNI/PMI binaan shelter untuk mendukung keinginan mereka merintis usaha, agar mereka mempunyai kemandirian ekonomi.

“Selain ini (pelatihan usaha kuliner), kami sedang merancang pelatihan kewirausahaan. Jadi, bagaimana kita bisa menjadi pengusaha UMKM yang masih dalam kemampuan ibu-ibu sekalian,” ucap Konjen.

KJRI Jeddah, sedang berupaya  memberikan bekal lebih, bukan sekedar pelatihan keterampilan,  juga kesempatan meningkatkan pendidikan melalui program kejar paket A, B dan C.

Pelatihan usaha kuliner diberikan chef Raden Daru Sulistiono  dan kawan- kawan yang saat ini bekerja sebagai inflight chef salah satu maskapai di Arab Saudi.
Panitia menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan seluruh peserta mengenakan masker selama acara berlangsung, menjaga jarak dan memeriksa suhu tubuh sebelum memasuki ruang acara.

Praktik membuat kue Gemblong, masak Sop Buntut dan ayam goreng/bakar presto

Narasumber mengawali pemaparannya dengan memberikan motivasi bagi peserta dan gambaran secara umum kiat sukses merintis usaha kuliner. Mulai dari perhitungan harga dasar, harga jual, harga terbuang, minat dan daya beli konsumen, pembuatan produk,  ketersediaan bahan baku, pengemasan, penentuan target, penentuan produk, legalitas produk dan aspek lainnya.
Usai mengikuti teori dan pemaparan bahan-bahan yang diperlukan, peserta mengikuti praktik membuat kue Gemblong, sop buntut, ayam goreng/bakar presto.

Menurut  Pelaksana Fungsi Konsuler-1 merangkap Koordinator Pelayanan dan Pelindungan Warga Safaat Ghofur, tujuan dari pelatihan tersebut adalah untuk memberikan bekal dan pengalaman bagi peserta.

“Berbekal ilmu dan pengalaman, diharapkan ibu-ibu dapat merintis usaha yang diminati oleh orang-orang sekitar,” kata Safaat selaku Koordinator acara.

VResorts Ubah Pengalaman Virtual-Reality Di Industri Perhotelan

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id : Berkantor pusat di Singapura, VResorts adalah VR-commerce dan inovator konten VR yang melayani resor dan hotel di seluruh dunia dengan solusi virtual reality yang inovatif.

VResorts kini telah meluncurkan platform pemesanan Virtual Reality – yang pertama dari jenisnya, memungkinkan para pelancong untuk memilih tujuan wisata mereka dan membeli liburan mereka dari dalam ruang realitas virtual.

Pembuatan konten inovatif dan platform meta-pencarian ini sekarang memungkinkan wisatawan untuk merasakan pengalaman imersif berkualitas tinggi sebelum membeli atau memastikan keunggulan kompetitif untuk hotel dan resor yang ada di platform tersebut.

Di lansir dari Travel Daily News, Inovasi yang mengganggu dalam saluran distribusi perhotelan terbatas pada munculnya agen perjalanan online di pertengahan 90-an dan, lebih dari satu dekade kemudian, evolusi ke platform pemesanan seluler.

VResorts memperkenalkan VR-commerce, untuk barang dan layanan offline, sebagai konsep baru untuk merintis era baru bisnis e-commerce.

VR-commerce dengan sempurna menggabungkan manfaat belanja online dan offline dalam satu platform. Ini memberi konsumen kemudahan untuk berbelanja dari rumah serta membandingkan harga, sambil terlibat dengan produk atau layanan pada tingkat sensorik.

Platform ini membantu pengguna untuk ‘merasakan’ tujuan dan fasilitas sebelumnya, menghilangkan kebutuhan akan konten yang panjang dan tidak perlu, dan ini akan berdampak positif pada pengalaman pelanggan dalam pengambilan keputusan mereka.

Hotel dan resor di sisi lain, mendapatkan keuntungan dari pengalaman imersif ini yang dapat digunakan sebagai alat penjualan dan pemasaran yang kuat, meningkatkan penawaran merek dan personalisasi produk – membuat konversi penjualan lebih mungkin terjadi.

Awalnya dikembangkan untuk pemesanan perjalanan, teknologi ini juga dapat diterapkan pada produk atau layanan apa pun di semua industri dan pengguna dapat merasakannya secara nyaman dari rumah mereka.

Ini adalah kali pertama platform perdagangan VR di dunia membuat para pengguna pencarian liburan yang merasakan sealami dan seinutisi mungkin. Karena pandemi 2020 mendorong pengalaman jarak jauh ke garis terdepan.

Patform pemesanan realitas virtual ini akan membantu hotel dan resor membedakan diri mereka di pasar; tugas yang semakin menantang bagi merek dan pemasar di dunia saat ini.

“Kami percaya pemesanan realitas virtual, dan memang perdagangan, adalah penerima manfaat langsung dari Pandemi Corona. Konsumen menuntut kemampuan untuk berinteraksi dengan merek dalam format yang paling nyaman dan alami bagi mereka.

“Kami percaya bahwa perdagangan VR untuk barang dan layanan offline yang hanya menyediakan kebutuhan ini, ”kata Vladimir Varnavskii, pendiri VResorts.

Dia melanjutkan dengan mengatakan, “Norma baru bagi kami adalah terus mengkurasi pengalaman VR yang beragam dan mulus di platform kami untuk memastikan bahwa kepercayaan konsumen terhadap apa yang mereka beli adalah mutlak”.

Orang ingin merasakan produk dan layanan dengan kemudahan menggunakan perangkat mereka. Dalam skenario seperti itu, VR adalah bagian yang layak dari ruang digital dan telah mengalami percepatan perkembangan selama beberapa tahun terakhir.

VResorts percaya bahwa mereka saat ini berada dalam fase transisi di mana sebagian besar pengguna diperkenalkan ke VR-commerce untuk barang dan layanan offline untuk pertama kalinya.

Tim ini memiliki silsilah dalam VR yang membentang dari pembuat konten untuk Discovery dan National Geographic hingga konsultan raksasa seperti Mckinsey dengan semua anggota menjadi pelaku bisnis perhotelan sehingga memastikan alat dan solusi yang difokuskan pada industri.

 

‘Start Your Journey’, Program Pelatihan Bidang Fotografi dari Kemenparekraf

this formate

TANGERANG, bisniswisata.co.id: Kemenparekraf Luncurkan ‘Start Your Journey!’, Program Pelatihan Bidang Fotografi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai bimbingan teknis peningkatan keterampilan fotografi dan ilustrasi bekerja sama dengan platform pembelajaran digital, Vokraf.

Program pelatihan akan dilakukan secara daring melalui platform Vokraf mulai  besok, 19 Oktober hingga akhir November 2020 kepada 1.000 peserta terpilih melalui kurasi sebelum ajang digelar. Peserta program Start Your Journey! ini datang dari berbagai daerah di Indonesia, dari Aceh, Kalimantan, hingga Papua.

Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf mengatakan, program itu digelar mempertimbangkan kondisi pandemi COVID-19 yang sedang melanda dan menyebabkan hampir semua sektor terdampak oleh pandemi ini.

“Kemenparekraf secara proaktif mendukung peningkatan _skill_ masyarakat agar tetap produktif sehingga perekonomian Indonesia tetap berputar,” kata Muhammad Neil El Himam.

Turut hadir dalam acara konferensi, Mohammad Amin, Direktur Industri Kreatif Film, Televisi, dan Animasi, Kemenparekraf, Syaifullah, Plt. Direktur Aplikasi dan Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf , Muhammad Azhar Iskandar Zainal, Co-founder & CPO Vokraf Mahatma Waskitadi, Ilustrator expert Anindito Wisnu, dan Fotografer, Rez Harditya.

Neil mengatakan, pelatihan bidang fotografi dan ilustrasi diharapkan mendorong masyarakat tetap produktif. Kedua bidang tersebut dinilai dibutuhkan oleh berbagai sektor industri, bahkan dari sektor terkecil seperti berjualan makanan dari rumah.

Khususnya fotografi, target peserta difokuskan pada pemilik maupun masyarakat yang bekerja di sektor UMKM. Terlebih di zaman serba digital ini, ilustrasi pada suatu produk menjadi visual marketing yang menambah daya tarik.

“Kedua bidang baik fotografi dan ilustrasi menjadi bagian penting pendukung dalam transformasi digital sehingga perlu dilakukan peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif dalam bidang tersebut,” kata Neil.

Di platform Vokraf.com terdapat video pembelajaran dengan materi yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini, tugas praktik untuk membuat karya yang outputnya bisa menjadi portofolio, serta sertifikat yang akan dikeluarkan oleh Vokraf dan Kemenparekraf.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendukung kreativitas masyarakat dalam hal menggambar digital, menuangkan ide, dan mendukung visualisasi produk digital,” kata Muhammad Neil.

Ia mengatakan, saat ini pemerintah telah meluncurkan gerakan #BanggaBuatanIndonesia dan #BeliKreatifLokal sebagai bentuk dukungan dan dorongan dalam pemulihan dampak pandemi.

Melalui pemanfaatan teknologi, diharapkan konten kreatif dan inovatif dapat memberikan alternatif bagi masyarakat untuk tetap produktif di tengah masa yang tidak menentu ini.

“Sembari kita berharap kondisi segera kembali normal, mari kita terus tingkatkan kapasitas dan keterampilan agar semakin memiliki daya saing dan daya jual yang tinggi,” kata Muhammad Neil.