Bekal Pulang Kampung bagi Binaan Shelter KJRI Jeddah

0
14

JEDDAH, bisniswisata.co.id: Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah menggelar pelatihan usaha kuliner bagi 95 WNI binaan shelter, bertema “Merintis Usaha Kuliner: Menjadi Purna PMI yang Mandiri”, akhir pekan ini.

Konjen KJRI Jeddah,  Eko Hartono berharap, sepulang dari Arab Saudi para peserta dapat memanfaatkan modal yang diperoleh selama bekerja untuk merintis usaha kecil.

KJRI Jeddah, lanjut Konjen, berupaya memberikan bekal kerampilan yang diperlukan oleh para WNI/PMI binaan shelter untuk mendukung keinginan mereka merintis usaha, agar mereka mempunyai kemandirian ekonomi.

“Selain ini (pelatihan usaha kuliner), kami sedang merancang pelatihan kewirausahaan. Jadi, bagaimana kita bisa menjadi pengusaha UMKM yang masih dalam kemampuan ibu-ibu sekalian,” ucap Konjen.

KJRI Jeddah, sedang berupaya  memberikan bekal lebih, bukan sekedar pelatihan keterampilan,  juga kesempatan meningkatkan pendidikan melalui program kejar paket A, B dan C.

Pelatihan usaha kuliner diberikan chef Raden Daru Sulistiono  dan kawan- kawan yang saat ini bekerja sebagai inflight chef salah satu maskapai di Arab Saudi.
Panitia menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan seluruh peserta mengenakan masker selama acara berlangsung, menjaga jarak dan memeriksa suhu tubuh sebelum memasuki ruang acara.

Praktik membuat kue Gemblong, masak Sop Buntut dan ayam goreng/bakar presto

Narasumber mengawali pemaparannya dengan memberikan motivasi bagi peserta dan gambaran secara umum kiat sukses merintis usaha kuliner. Mulai dari perhitungan harga dasar, harga jual, harga terbuang, minat dan daya beli konsumen, pembuatan produk,  ketersediaan bahan baku, pengemasan, penentuan target, penentuan produk, legalitas produk dan aspek lainnya.
Usai mengikuti teori dan pemaparan bahan-bahan yang diperlukan, peserta mengikuti praktik membuat kue Gemblong, sop buntut, ayam goreng/bakar presto.

Menurut  Pelaksana Fungsi Konsuler-1 merangkap Koordinator Pelayanan dan Pelindungan Warga Safaat Ghofur, tujuan dari pelatihan tersebut adalah untuk memberikan bekal dan pengalaman bagi peserta.

“Berbekal ilmu dan pengalaman, diharapkan ibu-ibu dapat merintis usaha yang diminati oleh orang-orang sekitar,” kata Safaat selaku Koordinator acara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.