Blusukan ke Gang Hardjo, Garut, Menikmati Soto Legendaris H. Achri

this formate

H. Endang, generasi kedua soto legendaris  Garut, H. Achri yang sudah buka sejak 77 tahun lalu. ( Foto: Arum Suci Sekarwangi).

Reporter bisniswisata.co.id, Arum Suci Sekarwangi mendapat undangan Famtrip ke Kabupaten Garut, Jawa Barat dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Ekraf dari 28 –  30 Oktober 2020 bertepatan dengan libur bersama yang ditetapkan pemerintah berkaitan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Berikut laporannya ke empat.

GARUT, bisniswisata.co.id: Salah satu keunggulan dari Kabuparen Garut adalah wisata kulinernya. Untuk itu nama Soto Haji Achri sudah dikenal masyarakat Garut dan juga wisatawan karena  dimasak di atas tungku berbahan bakar kayu.

Oleh karena itu hari kedua di Garut, pagi-pagi rombongan Famtrip Forwaparekraf sudah duduk berjajar rapi di bangku panjang untuk mencicipi Soto Haji Achri yang legendaris.

Mengapa dibilang legendaris karena sudah eksis sebelum bangsa Indonesia merdeka dari para penjajah. Didirikan sejak tahun 1943 dan saat ini dipegang oleh generasi ke dua yaitu anak nomor dua dari H. Achri yaitu H. Endang.

Uniknya untuk mencicipi kuliner andalan ini perlu blusukan dulu karena tempatnya bukan di tepi jalan yang straregis, tapi justru menyelinap di antara keramaian Pasar Baru Garut, tepatnya di Jalan Mandalagiri, Gang Hardjo. 

Di mulut gang sempit selebar 2,5 meter itu, warung soto Haji Achri memakan hampir dua pertiga lebar gang sehingga hanya menyisakan 1 meter untuk akses warga keluar masuk.

Kami duduk di meja persis disamping H. Endang meracik soto disetiap mangkuk, didampingi istrinya yang membantu. Terdapat dua menu yaitu , soto daging ayam dan daging sapi. Sebuah talenan kayu berbentuk bulat tebal menjadi alat bantunya memotong-motong daging.

Haji Endang bekerja cekatan dalam diam, lalu potongan daging ditatanya dalam piring bukan mangkok. Nampaknya beliau memang tidak pelit dalam penyajian sehingga piring dipenuhi dengan daging baru ditambahkan kuah.

Untuk daging sapi sendiri yang banyak digunakannya  kebanyakan daging sapi bagian kepala. Dalam satu hari bisa menghabiskan sekitar 25-30kg daging sapi dan juga 4-5 kg kelapa untuk santannya.

Seru juga menyantap soto di gang senggol, maksudnya  menyantap soto di antara hilir mudik warga yang keluar masuk gang. “Kami sudah jualan sejak tahun 1943. Ya di gang ini aslinya. Haji Achri itu ayah saya. Sekarang warung soto ini saya teruskan setelah bapak wafat,” kata Haji Endang.

Pagi itu rombongan kami semua berseragam  kaos kuning. Warung itu penuh oleh anggota Forwapar saja. Dua buah meja panjang seukuran tiga meter diapit oleh masing-masing dua bangku panjang bisa menampung 20 orang dewasa. Warung ini setiap hari selalu ramai pengunjung.

” Saya tetap menggunakan bahan dan cara memasak seperti awal soto ini dijual  77 tahun lalu, sehingga rasa tetap terjaga,” kata H Endang.

Dalam satu hari dia bisa menghabiskan kira kira 300 porsi soto. Saat ini sudah terdapat 6 cabang, dua cabang ada  di garut dan empat lainnya  di Bandung. Jam buka dari pukul 06.00 sampai jam 12.00 untuk di pusat tempat rombongan kani makan.

Dandang hitam berisi soto habis jam 10.00- 11.00 WIB saja.
Sajian soto berkuah santan dengan piring ( Foto-foto: Arum Suci Sekarwangi).

Jadi bila datang untuk makan siang belum tentu ada karena  sajian ini paling favorit buat sarapan. Kalau beruntung juga bisa untuk brunch. Istilah brunch merupakan singkatan dari breakfast (sarapan) dan lunch (makan siang) soalnya antara jam 10.00-11.00 pagi sudah habis stock soto legendaris ini. Hebat kan……

Rombongan kami makan di pusat yang ada di tengah pasar Mandala Giri, tidak jauh dari stasiun Garut dan harga satu porsi seharga Rp 22.000 untuk ayam dan Rp 28.000 untuk soto sapi.

Saat sebelum makan maupun setelah makan, ada saja anggota rombongan yang mengintip dapur belakang tempat dandang hitam tinggi besar memasak kuah soto yang lezat. Haji Endang masih memasak menggunakan tungku kayu untuk menjaga rasa.

Setiap hari, Endang dan istrinya Hj Wanti dibantu dua karyawannya selalu setia melayani para pelanggan. Kesetiaan adalah kunci dari bisnis keluarga ini. Melayani sendiri pelanggan dengan sepenuh hati. Endang tetap menjaga kualitas rasa dan tidak mengubah proses memasaknya. 

“Memasaknya memakai tungku dengan kayu bakar. Tak pakai kompor gas karena rasanya bisa beda,” jelasnya.  Endang bercerita banyak pelanggan sotonya berasal dari luar kota, seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, termasuk sejumlah pejabat. 

“Pelanggannya mulai dari zaman ayah saya dulu berjualan. Ada yang dulu masih kecil pernah diajak orangtuanya ke sini, sekarang gantian mengajak keluarga. Mantan Menteri Suryadarma Ali waktu jadi Menteri Koperasi juga pernah ke sini,” kata Endang.

Semangkuk soto Haji Achri adalah paduan kuah soto bersantan dengan bumbu dan rempah pilihan. Sementara isiannya adalah daging sapi wtau ayam debgan taburan  daun seledri, bawang goreng dan kacang kedelai goreng.

“Akan lebih nikmat jika dimakan nasi putih hangat dan kerupuk kulit kerbau. Rasanya dari dulu sampai sekarang tidak berubah.Disajikan dengan perasan jeruk nipis, sambal, dan kacang kedelai goreng. ” kata salah seorang pria yang sedang mengantri untuk makan.

Risih juga menyadari banyak pelanggan yang menunggu rombongan wartawan ini keluar dari warung soto itu. Namun mungkin mereka juga  sudah biasa menunggu untuk menikmati soto Haji Achri. 

Berdesakan di gang sempit bagi mereka adalah harga yang setimpal demi menikmati semangkuk soto legenda Garut itu. Ada teman yang sarapan dobel baik di hotel maupun di soto Achri berjalan dengan perut kekenyangan. Pokoknya tidak ada sesal menyantap soto itu…..

 

 

Bandara Bersejarah Ini Tutup Selamanya Karena COVID-19

this formate

Sepi pengunjung bandara bersejarah ini tutup selamanya (foto: DW)

BERLIN, bisniswisata.co.id: Dampak pandemi COVID-19 sungguh luar biasa. Setelah berbulan-bulan sepi pengunjung akibat aturan lockdown yang diberlakukan di Eropa, bandara tersibuk dan bersejarah di ibu kota Jerman ini terpaksa tutup untuk selamanya.

Dibangun hanya dalam tempo tiga bulan pada 1948, Bandara Tegel di Berlin ini terpaksa ditutup bulan depan. Penumpang akan dialihkan ke bandara internasional baru, berlokasi di sisi lain kota, yang dijadwalkan akan diresmikan pada Sabtu (31/10).

Pandemi virus corona telah mempercepat pengoperasion bandara yang hampir satu dekade terlambat dari jadwal, seperti dilansir Reuters.

Penutupan Bandara Tegel diambil sebagai langkah untuk menghemat uang ditengah larangan bepergian yang diberlakukan di Eropa.

Kebijakan lockdown diambil sebagai upaya meredam penyebaran virus corona. Sedangkan keputusan penutupan telah dikeluarkan sejak 26 Mei lalu.

Pemerintah federal, negara bagian Berlin dan Brandenburg menyetujui keputusan itu dalam pertemuan yang digelar lewat video conference dengan para pemegang saham. 

Menurut sejarahnya, Bandara Tegel dibangun saat Berlin Barat diblokir Uni Soviet. Josepth Stalin, pemimpin Soviet saat itu, ingin membuat kota berpenduduk sekitar 2 juta orang ini kelaparan. Berlin Barat merupakan daerah kantong yang terisolasi dari Jerman Barat.

Cara satu-satunya agar dapat keluar dari keadaan itu adalah dengan membangun bandara yang memungkinkan pesawat bantuan mendarat.

Oleh sebab itu pasukan Perancis yang menguasai sudut Berlin itu segera membangun landasan pacu yang kala itu masih dipenuhi bom perang. Dalam waktu singkat, bandara Tegel pun segera berdiri.

Bandara baru ini membantu meringankan kesibukan yang luar biasa di Bandara Tempelhof, juga ada di Berlin Barat, dimana pesawat-pesawat Inggris dan Amerika Serikat mendarat hambir terus menerus memberi makan penduduk kota untuk melalui musim dingin di tahun 1948-1949.

Baru pada tahun 1970-an bandara, yang namanya diambil dari perintis penerbangan abad ke-19 Otto Lilienthal, menjadi bandara komersial utama Berlin.

Bandara yang memiliki terminal heksagonal ultra modern ini memungkinkan penumpang menjangkau pesawat hanya dalam hitungan menit, begitu keluar dari mobil.

Bandara ini juga menjadi favorit para pecinta pesawat yang dapat menikmati lalu lalang pesawat dari jarak dekat lewat teras pengamatan.

Baru-baru ini fasilitas pengamatan telah dibuka kembali dengan aturan jarak sosial yang ketat. Setidaknya pengunjung masih dapat menikmati hari-hari terakhir bandara yang segera tutup permanen itu.

Bandara Tegel pernah direncanakan akan pindah sejak beberapa tahun silam saat bandara baru yang lebih besar, Bandara Berlin Brandenburg (BER) dijadwalkan dibuka pada 2011.

Kala itu Tegel masih merupakan bandara tersibuk di Berlin. Sedikitnya 24 juta orang terbang melalui Bandara Tegel pada 2019, menjadikannya bandara tersibuk keempat di Jerman.

Akan tetapi BER belum rampung setelah terjadi penundaan berulang kali disebabkan berbagai masalah mulai dari kesalahan desain sampai korupsi.

Pemerintah Berlin berencana memanfaatkan lahan bekas Bandara Tegel untuk kawasan penelitian dan industri. Mereka juga berjanji menyediakan kawawasan hijauh yang sangat luas di sana.

 

Global Halal Tourism Organisation Ltd Edukasi Sektor Bisnis Berikan Layanan Lebih Luas Bagi Muslimin

this formate

Aspirasi perjalanan dari generasi muda, terutama generasi milenial berkembang jauh. ( Foto: Unsplash.com/ Ikhsan Sugiarto)

INGGRIS, bisniswisata.co.id: Lewatlah sudah hari-hari ketika para pelancong Muslim memiliki pilihan terbatas untuk liburan atau bepergian ke luar negeri hanya untuk mengunjungi rumah leluhur mereka, Umroh atau ibadah Haji  ke Mekkah.

 Aspirasi perjalanan dari generasi muda, terutama generasi milenial berkembang jauh dan luas sebagian karena pendekatan petualangan mereka yang semakin meningkat terhadap kehidupan. 

 Dilansir dari globalhalaltourism.org, terungkap bahwa saat ini, para milenial terhubung melalui berbagai cara digital untuk meneliti atau berbagi pengalaman membeli produk, layanan, perjalanan petualangan dan kesukarelaan, dll. Penggunaan media sosial menambah minat  mereka untuk berpetualang, ingin melihat dunia.

Meluangkan waktu dari  bekerja, dengan pendapatan yang sangat diperlukan, untuk berkembang dan bepergian ke tujuan yang lebih global atau ke mancanegara.

Perjalanan halal, sektor yang tumbuh paling cepat dalam industri travel & tourism berdampak pada ekonomi dunia.  Pengeluaran pasar Muslim untuk perjalanan diperkirakan tumbuh dari US$142 miliar dolar pada 2014 menjadi US$ 233 miliar pada 2020.

Mirip dengan pasar perjalanan lainnya, istilah Pariwisata Halal tidak membawa konotasi religius, hanya menciptakan kebutuhan untuk memahami perilaku dan persyaratan segmen tertentu yang dilayani.  

Pariwisata Halal melayani wisatawan Muslim, dengan mematuhi prinsip-prinsip Islam yang merupakan kelompok agama yang tumbuh paling cepat di abad ini dan diharapkan meningkat sebesar 73% dari 1,6 Miliar pada tahun 2010 menjadi 2,76 Miliar pada tahun 2050.

Laporan Thomson Reuters tentang laporan ekonomi Islam global pada tahun 2016 memperkirakan  Pasar Muslim menghabiskan perjalanan keluar menjadi US$142 Miliar Dolar pada 2014 (11% dari pengeluaran global) ini tidak termasuk Haji dan Umrah. Sektor ini berpotensi meningkat menjadi US$233 Miliar Dolar (13% dari Pengeluaran Global) pada tahun 2020.

Wisata Halal diciptakan untuk memberikan semua pilihan orang, baik wisatawan Muslim maupun Non-Muslim dalam hal perjalanan yang ramah keluarga.  Halal sebagai gaya hidup untuk semua, prinsip-prinsip yang diwujudkan seperti penatagunaan bumi, standar sanitasi yang tinggi, mengejar kehidupan yang sederhana dan banyak lagi kebajikan dan prinsip penting lainnya.

Industri Wisata Halal menawarkan tempat shalat, pilihan makanan halal, fasilitas ramah Muslim seperti kolam renang terpisah dan spa untuk wanita.

Sektor perjalanan dan pariwisata konvensional telah mendapatkan kesadaran akan potensi bisnis pengeluaran muslim.

Sektor bisnis seperti maskapai penerbangan, hotel, restoran, bank dll memberikan pelayanan yang lebih luas bagi kaum Muslimin yang  tidak membahayakan bisnis mereka. Sebaliknya menerima respon positif dan peningkatan pendapatan yang mengejutkan.

 Sertifikasi Pariwisata Halal – Mengidentifikasi Potensi Pertumbuhan Pasa

 Global Halal Tourism Organisation Ltd sedang dalam perjalanan besar untuk mendidik, mengembangkan dan mengidentifikasi industri Pariwisata Halal, berkembang menjadi organisasi global yang membantu tujuan, bisnis perjalanan, investor dan pelancong, untuk memahami keberadaan katering untuk pelancong muslim global, misalnya.

Organisasi ini juga membantu pelancong muslim untuk membuat pilihan yang lebih terdidik dari peringkat layanan, produk, dan tujuan halal yang terakreditasi dan bersertifikat di seluruh dunia.

 Tujuannya negara-negara non-Muslim yang telah menyadari bahwa wisatawan muslim adalah pendorong besar bagi perekonomian mereka.  Negara-negara seperti Jepang dan Filipina telah bergabung dalam kompetisi untuk meningkatkan kesadaran akan Pariwisata Destinasi Ramah Halal dan bersaing dengan destinasi peringkat teratas seperti Malaysia, UEA, Turki, Indonesia, Qatar, dll.

Dari sisi produk & layanan,  organisasi yang menjadi otoritas otentik untuk sertifikasi Halal ini  menetapkan tolok ukur, mendorong destinasi untuk mengidentifikasi potensi bisnis pasar dan bersaing secara sehat di antara mereka sendiri dalam memberikan layanan dan produk terbaik dengan mematuhi prinsip-prinsip Islam.

 Peringkat, Akreditasi, Sertifikasi: Layanan Organisasi Pariwisata Halal Global Ltd digunakan oleh setiap tingkatan industri pariwisata, dari badan pemerintah dan agen pariwisata hingga penyedia layanan perhotelan, untuk melayani kebutuhan wisatawan Muslim dengan lebih baik. 

Global Halal Tourism Organisation Ltd sebagai organisasi ilmiah dan penelitian berstandar internasional yang mampu mengeluarkan sertifikat kualitas produk dan standarisasi produk seperti standar 17065, 19933 dan 17020 untuk 22 sub-kategori layanan pariwisata yang berbeda di seluruh dunia.

Tularkan Semangat Optimisme Melalui Konferensi Internasional Halal Tourism Summit

this formate

Wisatawan Muslimah berfoto bersama di tepi pantai. Potensi besar wisata halal setelah pandemi perlu fokus digarap bersama  (Foto: okezone)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Industri pariwisata termasuk sektor paling terdampak pandemi COVID-19. Demikian pun pariwisata ramah muslim. 

Saat ini masih banyak negara memberlakukan aturan lockdown demi mencegah penyebaran virus yang bergerak secara eksponensial itu. Perbatasan masih ditutup dan banyak negara melarang warganya bepergian ke tempat-tempat yang dianggap belum aman. 

Pemerintah Indonesia juga tengah memberlakukan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) karena di sini pun pandemi belum mereda. 

Hal ini tentu berdampak pada anjloknya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada periode Januari s/d Juli jumlah turis asing yang datang ke Indonesia turun 89,12%, menjadi hanya 159,76 ribu orang dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu. 

Ketua Umum Pekumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI), Riyanto Sofyan dalam keterangan tertulisnya mengatakan pelaku wisata ramah muslim di Indonesia juga turut merasakan dampak krisis hebat akibat pandemi Covid-19.

“Selain pendapatan yang berkurang, sebagian usaha perjalanan wisata, penginapan ramah muslim, hingga restoran dan destinasi wisata harus tutup operasional dalam jangka waktu lama,” katanya.

Di tengah situasi sulit seperti ini, komunikasi intens sesama pelaku bisnis perlu dibangun. Itulah yang mendorong perhimpunan pelaku bisnis pariwisata halal menyelenggarakan serangkaian acara virtual. Tujuannya untuk saling menguatkan dan sharing

Salah satunya lewat konferensi internasional yang bertajuk “Strategic Innovation for Sustainable Muslim Friendly Tourism” yang akan diselenggarakan pada akhir Oktober. 

“Pelaksanaan konferensi internasional yang kedua ini merupakan komitmen PPHI dalam menebarkan semangat optimisme bagi para pelaku pariwisata, khususnya pariwisata ramah muslim di Indonesia,” ungkap Riyanto.

Konferensi tahun ini akan hadir beberapa pembicara dari dalam dan luar negeri, yaitu Reem Elshafaki (Senior Associate Dinarstandard – USA), Ufuk Secgin (Chief Marketing Officer HalalBooking.com, Inggris), Mikhail Melvin Goh (Chief Operating Officer Have Halal Will Travel – Singapur), dan Riyanto Sofyan (Chairman PPHI & Chairman SofyanCorp – Indonesia).

Sebelum acara puncak tersebut, sejumlah pertemuan virtual juga telah digelar. Selain untuk menjaga dan menjalin silaturhami, acara itu juga dimaksudkan untuk menyebar optimisme, dan saling berbagi pengalaman.

Khusus mengenai International Halal Tourism Summit (IHTS), penitia mengatakan pelaksanaan konferensi ini sekaligus ingin mengembalikan semangat kebangkitan industri pariwisata halal di Indonesia.

 “Kami berharap pelaku usaha bisa mendapat banyak insight bisnis dan strategi terkait pengembangan usaha di bidang industri pariwisata halal di Indonesia,” jelas Ketua pelaksana IHTS 2020 Noveri Maulana.

 

Menikmati Fave Hotel dan Garut di Waktu Malam Dengan ‘ Ngompreng’

this formate

Reporter bisniswisata.co.id, Arum Suci Sekarwangi mendapat undangan Famtrip ke Kabupaten Garut, Jawa Barat dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Ekraf dari 28 –  30 Oktober 2020 bertepatan dengan libur bersama yang ditetapkan pemerintah berkaitan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Berikut laporan ketiganya.

GARUT, bisniswisata.co.id: Berangkat usai sholat  subuh dari rumah dan eksplor berbagai tempat  di Garut hingga jelang sholat maghrib membuat check-in di Fave Hotel Cimanuk Garut  memacu semangat untuk menyegarkan tubuh dengan  mandi air panas secepatnya.

Tiba di lobby hotel warna dinding dan tiang-tiang gedung yang dominasi  putih dipadu padankan dengan sofa-sofa berwarna terang benderang seperti merah, hijau dan ungu.  Sementara dekorasi counter Receptionnya juga eyes catching karena seperti susunan pecahan batu marmer.

Tak perlu menunggu lama, setiap peserta mendapat kamar sendiri-sendiri sehingga saya segera bergegas menuju lantai dua. Maklum masih ada acara makan malam dan putar-putar kota Garut dengan bis Ngompreng, layanan bis wisata yang baru beroperasi lengkap dengan hiburan live music di dalamnya.

Dari balik jendela masih terlihat landskap pegunungan yang indah. Garut memang kota yang berada di ketinggian 717 mdpl dan dikelilingi beberapa gunung tinggi di Jawa Barat. Topografi seperti ini bikin Garut sebagai kota berhawa sejuk.

Ternyata lokasi hotel tempatnya strategis juga,  berada dalam lingkungan kompleks ruko-ruko yang di antaranya terdapat restoran, kafe, karaoke, dan toko oleh-oleh. Jadi tidak perlu jauh-jauh untuk cari makan, hiburan, atau pun buah tangan.

Tipe kamar di Favehotel Cimanuk namanya Faveroom, Faveroom plus dan Fabroom. Kalau di hotel lain sama juga dengan dua tipe basic seperti standar dan superior nah kalau fabroom itu setara suite.

Luas kamar dan kelengkapan kamarnya nyaris sama, yang berbeda hanya di tipe superior disediakan refrigerator dan mini bar. Selain itu, kamar superior hanya berada di lantai 1 dan 2, sementara tipe standard bisa ditemui di lantai 1 sampai 3. 

Nah tipe kamar yang lebih tinggi kelasnya, yaitu tipe Suite ( Fabroom) . karena jumlahnya hanya ada tiga kamar maka tipe Suite ini hanya bisa di-booking dengan memesan langsung ke Favehotel Cimanuk Garut, bukan melalui aplikasi atau travel agent.

Di kamar tipe superior ini tepat di sebelah pintu kamar mandi terdapat open cabinet tempat menggantung baju dan sudah disediakan bath rob, slipper, dan juga sajadah untuk alas sembahyang. Di rak bawah, terdapat safe deposit box dan satu kotak kulit untuk tempat menyimpan laundry.

Ada working desk panjang yang menempel ke tembok dan persis di sampingnya terpasang TV LCD 32 inchi yang menyiarkan banyak channel TV cable. Di atas meja kerja itu disediakan hot/tea coffee maker

                   Ruang meeting di Fave Cimanuk Garut

Sementara di bawah meja kerja, untuk tipe Superior, terdapat refrigerator kecil dengan isi simple mini bar. Untuk tempat tidurnya, saya dapat King bed .

Usai sholat, sebelum bergabung lagi di lobby hotel menunggu jemputan bis Ngompreng, saya masih bisa melihat-lihat dari informasi di kamar mengenai fasilitas Meeting Room dan Ballroom.

Rupanya yang  datang ke Garut untuk kepentingan bisnis misalnya meeting atau seminar, Favehotel Cimanuk Garut juga menyediakan tiga ruang pertemuan dengan ukuran kecil. Masing-masing bisa menampung sekitar 25 orang.

Uniknya padu padan kursi dan meja rapat lagi-lagi sangat kontras warnanya. Misalnya kursi putih dengan meja berwarna merah Fanta. Selain itu Favehotel Cimanuk Garut juga punya satu ballroom besar yang cocok untuk dipakai pesta pernikahan atau event-event besar lainnya.

Di dalam bis wisata Ngompreng, Garut. kulineran dan menikmati live music

Ngompreng

Ujung acara hari pertama di Garut sebenarnya berjumpa dengan Bupati Garut, tapi gagal dan diganti dengan kegiatan Ngompreng. Bukan seperti supir yang ngompreng cari pemasukan tambahan tapi singkatan dari Ngopi  Makan Bareng.

Ngompreng yang menjadi produk baru Garut dilakukan di dalam bis, sambil berkeliling Garut dengen tetap mematuhi protokol kesehatan dan penumpang disajikan live music yg mengibur disepanjang perjalanan yang berdurasi  sekitar  75 menit.

Sambil menikmati perjalanan dengan ngompreng berkeliling kota garut, kami juga disajikan beberapa kuliner khas garut yakni  Burayot (adonannya mirip dengan kue cincin), kacang rebus, pisang rebus, ubi rebus dan minumannya Bandrek juga Bajigur. 

Kapasitas ngompreng sendiri bisa mencapai 24 penumpang. Program yang mulai dimedsoskan di Instagram 25 Oktober ini mengundang wisatawan melakukan pemesanan 24 jam sebelum keberangkatan.

Penumpang menunjukkan bukti pemesanan pada petugas, saat akan naik ke dalam bus  maka petugas akan mengecek suhu tubuh tiap penumpang yang diharuskan memakai masker kecuali pada saat makan dan berfoto.

Pergi  bersama komunitas dan makan -minum diatas bis wisata sambil nyanyi bareng jadi serasa di ruang karaoke. Apalagi bis berjalan di malam hari dengan penerangan seperti lampu disco. Alhasil acara penutup malam ini cukup menghibur dan pastinya membawa kenangan tentang Garut. Good Night

Whisnutama: Kanal Berita SEA Today Agar Turut Promosikan Pariwisata Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengapresiasi peluncuran saluran televisi berita SEA Today yang juga diharapkan turut memberitakan dan mempromosikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

“SEA Today bisa menjadi sarana mempromosikan Indonesia terutama pariwisatanya dan ekonomi kreatifnya dengan cara yang kekinian,” kata Wishnutama dalam acara “Soft Launching SEA Today” di Gedung STO Telkom, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2020).

Wishnutama mengatakan, SEA Today diharapkan mampu menyampaikan informasi-informasi yang baik mengenai Indonesia ke masyarakat di kawasan Asia Tenggara dan juga dunia internasional.

“Diharapkan kanal ini dapat menjadi perpanjangan informasi mengenai potensi alam, budaya, dan ekonomi kreatif yang dapat menarik minat wisatawan hingga investor asing. Tantangannya ke depan adalah bagaimana kita mengemas materi tersebut menjadi sebuah konten komunikasi yang menarik untuk disampaikan,” katanya.

Acara ini juga dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama PT Telkom Ririek Ardiansyah, dan Komisaris Utama PT Telkom Rhenald Kasali.

Menurut Wishnutama, Indonesia tidak hanya memiliki kekayaan dan keindahan alam serta keanekaragaman budaya yang dapat dipromosikan oleh SEA Today.

Indonesia juga memiliki keanekaragaman di berbagai subsektor lainnya dari pariwisata dan ekonomi kreatif, seperti di sisi kuliner.

“Jajanan pasar Indonesia saja kalau kita kemas baik bisa menjadi konten yang sangat menarik.,” ungkap Wishnutama.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menambahkan SEA Today diharapkan bisa menjadi media yang dapat menyebarkan dan membangun citra positif Indonesia di mata dunia.

“Media yang baik adalah media yang bisa memberikan inspirasi dan persepsi yang baik, terutama meningkatkan citra Indonesia di mata dunia,” ujar Erick Thohir.

Selain itu, Erick juga berharap SEA Today dapat menjadi jalan bagi kaum milenial di Tanah Air untuk berkarya, berinovasi, dan berkreasi.

“Sudah saatnya kita dipandang dunia, sudah saatnya kita bangkit, seperti para pemuda yang bangkit menyatukan Indonesia pada 28 Oktober 1928,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, mengatakan pembangunan studio SEA Today direncanakan akan rampung pada akhir kuartal pertama 2021.

Selain itu, Ririek menuturkan SEA Today direncanakan akan didistribusikan ke mancanegara melalui kemitraan dengan media internasional. “Rencananya SEA Today akan kami tayangkan di 10 negara, beberapa di antaranya adalah Amerika Serikat, Inggris dan Korea Selatan,” ucap Ririek.

Acara ini juga diisi dengan pemotongan tumpeng dan pemberian cendera mata berupa seragam SEA Today kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, dan Menteri BUMN Erick Thohir oleh perwakilan direksi PT Telkom.

 

Berkunjung ke Candi Cangkuang, Wisata Religi Islam Kental Tradisi Hindu

this formate

Reporter bisniswisata.co.id, Arum Suci Sekarwangi mendapat undangan Famtrip ke Kabupaten Garut, Jawa Barat dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Ekraf dari 28 –  30 Oktober 2020 bertepatan dengan libur bersama yang ditetapkan pemerintah berkaitan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Berikut laporan keduanya

GARUT, bisniswisata.co.id: Menikmati coffee break di atas rakit,  lanjut ke Kampung Pulo dan Candi Cangkuang, begitu bunyi program acara selanjutnya setelah  makan siang di Rancaekek. Membayangkan  ngopi di atas rakit saya jadi merem melek, soalnya ngopi di atas perahu di Pasar Kuin Banjarmasin dan di Sungai Chao Praya, Thailand sudah pernah dialami.

Tapi di atas rakit ? asyik juga kali ya ?.Senyumpun hilang karena tertidur dan bangun-bangun bis wisata yang kami tumpangi sudah sampai  di tujuan yaitu Candi Cangkuang, sebuah candi Hindu.

Tiba di Candi Cangkuang sekitar pukul 15.00 dan  untuk menuju ke Candi Cangkuang kita perlu menyebrangi Situ Cangkuang dulu dengan perahu semacam rakit panjang atau getek.  Bagitu masuk ke dalam dakit sudah disediakan kelapa muda ( degan ), jadi sebagian teman sibuk menyeruput air kelapa muda yang segar, sebagian lagi sibuk membidik kamera ke berbagai arah.

Letak Candi cangkuang sendiri terdapat di Kampung Pulo. Di sini  terdapat aturan yaitu hanya boleh terdapat 7 bangunan yang didirikan. Warga adat kampung Pulo sendiri merupakan keturunan asli dari Eyang Embah Dalem Arif Muhammad.

Konon Eyang Embah Dalem Arif Muhammad merupakan salah satu panglima perang Kerajaan Mataram yang ditugaskan untuk menyerang VOC. Namun karena kalah dan takut mendapat sanksi apabila pulang ke Mataram, Eyang Embah Dalem Arif Muhammad memutuskan untuk bersembunyi di Cangkuang.

Tujuh bangunan yang terdapat di Kampung Pulo sendiri diperuntukkan untuk keturunannya. Jadi terdapat 6 bangunan rumah yang diperuntukkan untuk 6 anak perempuannya dan 1 mushola yang diperuntukkan untuk anak laki laki satu satunya Eyang Embah Dalem yang meninggal saat akan disunat.

Candi Cangkuang sendiri ditemukan berjarak hanya 3 meter dari makam Eyang Embah Dalem. Untuk bisa sampai di Kampung Pulo,  setelah menyebrang  dengan rakit panjang tadi lalu  sedikit berjalan kaki untuk menemukan gerbang Kampung Pulo. Kedalaman air setu atau danau diperkirakan 1,5 meter. 

Kampung Pulo merupakan suatu perkampungan yang terdapat di tengah kawasan Candi Cangkuang. Lebih tepatnya, terletak di Desa Cangkuang, Kampung Cijakar, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Candi Cangkuang adalah Candi Hindu.

Kampung adat ini  masih terjaga nilai-nilai budaya dan adat istiadatnya. Masyarakat adat memiliki aturan dan gaya hidup yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya karena ada hukum yang mengikatnya yaitu hukum adat yang memelihara budaya dari leluhur mereka secara turun temurun.

 Suasana kampung ini begitu asri, senyap, bersih dan jauh dari hiruk pikuk kendaraan. Perjalanan menuju Candi Cangkuang pun melewati jalan dengan pemandangan sawah di bagian kanan dan kiri jalan. Suasana dan udara menuju Candi Cangkuang (Kampung Pulo) terasa sejuk.

Di Kampung Pulo ini terdapat fenomena akulturasi budaya yang unik yaitu masyarakat muslim setempat masih melaksanakan tradisi Hindu yang diwariskan secara turun temurun dalam berabad-abad. 

Walaupun seluruh masyarakat adat Kampung Pulo beragama Islam, namun mereka masih menjalankan tradisi-tradisi Hindu seperti upacara adat, memandikan benda pusaka, syukuran, dan ritual lainnya.

Candi ini menjadi satu-satunya candi Hindu yang pertama dan satu-satunya di tanah Sunda yang merupakan peninggalan Hindu Abad ke-8. Bangunan Candi berukuran 4,5×4 meter persegi dengan tinggi 8,5 meter. Diberi nama Candi Cangkuang karena candi ini terdapat di Desa Cangkuang. 

Tidak hanya itu, di desa ini terdapat pohong Cangkuang yang merupakan sejenis tanaman palem. Embah Dalem Arif Muhammad yang menyepi ke desa ini kemudian  menyebarkan Agama Islam. 

Sebelum beliau mendatangi Desa Cangkuang, penduduk sekitar telah memeluk kepercayaan animisme, dinamisme dan Hindu. Pada akhirnya beliau memutuskan untuk menetap di Cangkuang tepatnya di Kampung Pulo sampai akhir hayatnya. 

Ketika Embah Dalem Arif Muhammad wafat, beliau meninggalkan 6 orang anak perempuan dan satu orang anak laki-laki. Oleh karena itu, karena alasan inilah di Kampung Pulo terdapat 6 buah rumah adat yang berjejer saling berhadapan masing-masing 3 buah rumah di kiri dan di kanan (sebagai penanda keenam anak perempuan beliau) serta ada sebuah mesjid di pintu depan (sebagai penanda anak laki-laki beliau).

Konon penghuni Kampung Pulo tidak boleh lebih dari 6 kepala keluarga. Maka dari itu jika ada anak yang sudah menikah, maka paling lambat 2 minggu setelah itu harus keluar dari lingkungan keenam rumah tersebut. 

Aturan adat turun temurun ini sampai sekarang tetap dijalankan  dan rumah tersebut bisa ditempati oleh siapapun, baik itu ibu atau anaknya, hanya saja jumlahnya harus tetap yaitu 6 kepala keluarga saja. 

Jika ibu dan bapak yang menempati rumah tersebut meninggal dunia, anak yang sudah menempati rumah di tempat lain dapat kembali tinggal di Kampung Pulo untuk mengisi kekosongan itu. Mereka yang menempati Kampung Pulo bersedia untuk menjaga kelestarian tradisi adat Kampung Pulo.

Keunikan Kampung Pulo

Keunikan lain yang terdapat di Kampung Pulo yaitu masyarakatnya menggunakan sistem kekerabatan matrilineal dimana yang dapat menerima waris bukan laki-laki, melainkan perempuan. 

Dengan demikian yang berhak menguasai rumah-rumah adat adalah wanita dan diwariskan pula kepada anak perempuannya. Sedangkan bagi anak laki-laki yang sudah menikah harus meninggalkan kampung tersebut dalam dua minggu. 

Naik rskit panjang ke Kampung Pulo, kuncen menjelaskan penyebaran agama Islam dan Candi Cangkuang tempat ibadah agama Hindu. ( Foto-Foto: Arum Suci Sekarwangi).

Ketika anak laki-laki satu-satunya dari almarhum Eyang Embah Dalem meninggal dunia saat hendak disunat, peristiwanya adalah tertimpa gong besar.

Konon saat itu acara  dilengkapi dengan arak-arak sisingaan yang diiringi musik gamelan menggunakan gong besar. Namun, saat itu ada angin badai yang menimpa anak tersebut. Anak itu kemudian terjatuh dari tandu sehingga menyebabkan ia meninggal dunia. 

Anak laki-laki satu-satunya Arif Muhammad itu kemudian menjadi pembelajaran dan asal usul adanya beberapa tradisi di kampung Pulo. Beberapa adat dan tradisi itu diantaranya menetapkan beberapa aturan soal atap rumah yaitu atap rumah harus memanjang (jolopong), tidak boleh menabuh gong besar.

Keturunannya juga tidak diperkenankan untuk beternak binatang besar berkaki empat, tidak boleh datang ke makam keramat pada hari Rabu dan malam Rabu, tidak boleh menambah bangunan pokok, tidak boleh menambah kepala keluarga, dan tidak boleh mencari nafkah di luar wilayah desa. 

Soalnya menurut kepercayaan masyarakat setempat, apabila masyarakat melanggarnya maka akan timbul malapetaka bagi mereka.

Tidak diperkenankannya beternak hewan besar berkaki  seperti kambing, kerbau, dan sapi dikarenakan masyarakat Kampung Pulo mayoritas mencari nafkah dengan bertani dan berkebun, sehingga ditakutkan hewan tersebut merusak sawah juga kebun mereka. 

Selain bertani dan berkebun kini ada juga masyarakat Kampung Pulo yang mencari nafkah dengan berjualan. Selain itu juga, di daerah desa tersebut banyak terdapat makam keramat sehingga ditakutkan hewan-hewan tersebut dapat mengotori makam. 

Walaupun begitu, masyarakat disana masih diperbolehkan memakan atau menyembelih hewan besar berkaki empat dan diperbolehkan juga untuk beternak asalkan tidak di daerah Kampung Pulo, melainkan di daerah lainnya.

Sementara alasan soal larangan ziarah pada hari Rabu dan malam Rabu dikarenakan pada masa agama Hindu, hari terbaik menyembah patung adalah pada hari Rabu dan malam Rabu. Sementara masyarakat menyembah patung, almarhum Embah Dalem menggunakan hari tersebut untuk memperdalam ajaran agama Islam. 

Bahkan pada zaman dahulu, penduduk sekitar tidak diperkenankan bekerja berat. Begitu pula Embah Dalem Arif Muhammad pun tidak mau menerima tamu karena pada hari tersebut digunakan untuk mengajarkan agama.

Kini, Kampung Pulo dipimpin oleh sesepuh adat yang juga biasa disebut kuncen. Kuncen mengantar tamu yang berziarah ke makam Eyang Embah Dalem Arif Muhammad.  Kuncen inilah yang membimbing pula masyarakat agar tidak melangggar adat.

Candi Cangkuang

Pada intinya, kuncen memiliki tugas yang berhubungan dengan batu candi dan makam. Kuncen harus bisa meluruskan bahwa ziarah ke makam itu untuk mendoakan, dan bukan untuk meminta sesuatu apalagi dijaman Pilkada saat ini.

Candi ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan situs bersejarah. Wisatawan yang berkunjung akan dapat belajar mendalami potongan sejarah, ada-istiadat, sekaligus mengapresiasi keindahan alam.

Candi Cangkuang adalah candi yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8 masehi. Wujud utuhnya yang bisa dilihat oleh wisatawan pada saat ini bukanlah ornamen aslinya 100 persen. Lebih dari setengah bagian candi dibuat ulang demi menghasilkan konstruksi yang serupa dengan aslinya. Namun, hal ini tidak mengurangi kemegahan bentuk candi.

Fondasi candi berukuran 4,5 meter kali 4,5 meter, dan tinggi setelah pemugaran adalah 8,5 meter. Bagian dalam candi merupakan ruang untuk menyimpan Arca Syiwa. Petunjuk keberadaan arca ini ditulis dalam catatan arkeologi Belanda. 

Museum Situs Cangkuang

Banyak jejak peninggalan Dalem Arief yang masih bisa disaksikan sampai sekarang di Museum Situs Cangkuang. Masjid Kampung Pulo juga merupakan salah satu peninggalannya yang masih berdiri tegak. 

Museum Situs Cangkuang masih berlokasi di area yang sama dengan Candi Cangkuang. Museum kecil ini menyimpan berbagai hasil galian dan peninggalan penyebaran agama Islam di Cangkuang.

Di museum ini, pengunjung bisa menyaksikan kitab-kitab tulisan tangan Dalem Arief. Ada juga Al-Quran dan catatan khutbah Jumat yang seluruh dibuat di kulit kayu. Pengunjung yang ingin mengetahui sejarah mengenai menyebarnya agama Islam di Cangkuang bisa menyempatkan untuk berkunjung kemari.

Dipintu masuk museum tertera bahwa museum ini dibawah pembinaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia yang membawahi Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten yang wilayah kerjanya mencakup Banren, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Lampung.                     

Di hari-hari tertentu, warga Kampung Pulo akan mengadakan pencucian benda dan senjata pusaka yang ada di museum ini. Acara ini biasanya diadakan pada tengah malam, namun bisa disaksikan oleh masyarakat umum juga.

Saat berjalan menuju bis untuk check-in di Hotel Fave, Garut, saya masih takjub dengan cerita bagaimana pendekatan Eyang Embah Dalem Arif Muhammad pada masyarakat beragama Hindu pada masa hidupnya.

Wisata religi ini setidaknya membuat saya mampu memaknai kiprah Eyang menguatkan Islam adalah agama yang Rahmatan-lil-alamin,  salah satu karakter atau prinsip utama Islam sebagai agama yang merangkul atau mengayomi semua pihak dan dalam semua hal. 

Wisata ke Kabupaten Garut, Langsung Kulineran di Warung Nasi Ampera Rancaekek.

this formate

Kab. Garut kaya dengan wisata alam a.l Gn Papandayan. ( Foto: Pikiran Rakyat) 

Reporter bisniswisata.co.id, Arum Suci Sekarwangi mendapat undangan Famtrip ke Kabupaten Garut, Jawa Barat dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Ekraf dari 28 –  30 Oktober 2020 bertepatan dengan libur bersama yang ditetapkan pemerintah berkaitan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Berikut laporan pertamanya.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kabupaten Garut menjadi pilihan Famtrip Kemenparekraf/Bekraf bagi Forum Wartawan Pariwisata Ekonomi dan Kreatif ( Forwaparekraf). Rabu pagi tepat jam 9.00 WIB meluncur di jalan tol setelah sebelumnya berkumpul di halaman Kemenparekraf di kawasan Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Jelajah Garut , siapa takut ? selain terkenal dengan dodol Garut dan jacket kulit serta produk fashion lainnya, saya masih menyimpan dompet uang logam yang dibeli beberapa tahun lalu dan masih bagus sampai sekarang sehingga nafsu belanja cukup besar.

Apalagi kali ini pergi Famtrip di saat pandemi COVID-19 masih mewabah sehingga gerakan libur bersama selain harus waspada dan taat dengan protokol kesehatan juga suatu bentuk Kemenparekraf memberdayakan industri wisata karena setiap kunjungan wisatawan ke daerah punya dampak berganda ekonomi yang luas.

Teorinya cuma dua jam dari kota Bandung dan 4 Jam dari Jakarta dengan kemudahan aksesbilitas tol tentunya. Selain dodol dan produk kulit, Kabupaten Garut yang nama Ibu kotanya adalah Tarogong Kidul dikenal sebagai tujuan wisata alam yang komplit dan juga wisata kulinernya. 

Tidak tanggung-tanggung, julukannya surga wahana wisata alam bebas.Soalnya buat anak milenial bisa trail running, mountain bike, rock climbing, hingga water sports lainnya seperti arung jeram dan river tubing di Banjarwangi. Alasan lain ada jalur panjat tebing dan ada pemandangan alam paling spektakuler di Jawa Barat yaitu Taman Wisata Alam Gunung Papandayan.

Sejak dulu, Papandayan memang menjadi daya tarik utama pariwisata Garut. Banyak yang menyebutnya sebagai panorama alam paling cantik di Jawa Barat. Tidak ayal, ribuan pendaki memadati Papandayan setiap akhir pekan.

Kabupaten di Provinsi Jawa Barat ini  sudah terbentuk dan diresmikan  sejak 16 Februari 1813 dan udaranya yang sejuk sejak jaman Belanda memang sudah banyak dikunjungi wisatawan. Tak heran banyak pilihan akomodasi mulai dari homestay di desa wisata, penginapan biasa hingga hotel berbintang dengan tarif kurang dari seratus ribu sampai harga jutaan per malam.

Tempat wisata di Garut yang banyak dan lengkap memang menuntut wisatawan untuk merencanakan agenda liburannya dengan cermat agar semakin banyak destinasi yang dapat dikunjungi. Saya pasrah saja mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan panitia mau kemana saja selama di Garut.

Hal yang pasti pihak pengundang membuat acara sangat padat supaya bisa mengeksplor sebanyak mungkin tempat sehingga kadang rombongan wartawan dibuat terbirit-birit mengikuti jadwal yang ketat.

 

Warung Nasi Ampera di kawasan Rancaekek ( Foto: Arum Suci Sekarwangi).

Seperti saya bilang tadi teorinya empat jam perjalanan tapi ternyata tiba di  Warung Nasi Ampera Jl. Rancaekek No.23, Cinta Mulya, Kec. Jatinangor, Kabupaten Sumedang sudah jam 14.00. Pas di saat  ‘penghuni’ perut membuat orkestra lagu keroncongan.

Libur bersama dan banyak warga gara-gara pandemi global COVID-19 pada Lebaran lalu tak bisa pulang  mungkin kinilah mereka mudik. Tak heran  perjalanan menuju Garut memang jadi molor. Untunglah memasuki halaman Warung Nasi Ampera mulai dari halaman parkir sudah sangat luas jadi sedap dipandang mata dengan susunan mobil yang teratur rapih.

Masuk ke dalam Warung Nasi berlogo huruf a kecil ini juga lega karena tersedia tempat mushola, deretan bangku kayu dan ruangan yang luas. Oh iya sebelum masuk memang harus di ukur suhu tubuh dulu dengan thermo gun atau termometer tembak, salah satu benda yang cukup populer sejak pandemi virus Corona. Setelah itu cuci tangan yang bersih baru masuk ruangan.

Tak perlu mengantri panjang karena semua masakan disajikan dengan sistem prasmanan. Penyajiannya juga punya estetika karena setiap jenis masakan disajikan di atas tungku tanah liat, diwadahi dan di tutupi daun pisang baru diatasnya piring berisi satu macam tumpukan peyek misalnya.

Sedikitnya ada 107 jenis menu yang bisa jadi pilihan pengunjung.

Makanan sangat beragam dan justru jadi bingung mau pilih yang mana karena ada asin cumi, udang tusuk, pete, perkedel jagung, sayur asem, belut, tahu goreng, paru, ikan nila goreng, ayam goreng, ayam kampung, udang windu, gurame bakar, pepes ayam, ayam bakar, Tamusu, iga bakar,  bebek bakar, limpa.

Menu lainnya  ikan asin jambal, gurame potong, pepes ikan mas, nasi putih, sop buntut, peoes tahu, tempe goreng, gurame terbang, babat, perkedel kentang, sop Iga, nila bakar, udang tepung, peoes jamur, gepuk daging, telor puyuh dan  ayam sambal ijo.

Masih ada bacem tempe, sosis bakar,  gepuk tusuk, kere, bakso goreng. perkedel tahu, bakso bakar, iksn mas bakar, sirloin, bacem tahu, otak, ikan mas goreng, cumi tawar, ttlor pindang, ampela tusuk, usus ayam, sop gurame, dan  sosis goreng.

Untuk minuman juga banyak pilihan, ada es jeruk, es alpukat, buah naga, mangga, jambu, jeruk murni, juice kombinasi, juice mangga,  juice belimbing dan juice apel.

Buat yang bingung pilih-pilih menu dan mau duduk manis ada paket 1 hingga 6 dan menunya untuk paket satu  a.l nasi timbel, pilih ayam goreng atau mau ayam bakar, perkedel jagung atau perkedel kentang, tahu/tempe, asin jambal, lalab, sambel, buah dan air mineral.

Soal lalapan, di tengah rumah makan khas Sunda yang juga menyajikan makanan kekinian itu punya meja khusus untuk lalapan dan sambal jadi tinggal ambil saja seperti bonus gituh.

Namanya memang warung nasi tapi tempatnya luas sekali bisa buat berbagai acara kantor, acara arisan  keluarga besar, rombongan tour sampai acara kondangan. 

Salutnya setelah mampir makan siang di Warung Nasi Ampera ini adalah pengelolaan manajemennya bisa membuka di Bandung saja ada 25 cabang ternasuk yang kami singgahi di jalan Raya Bandung-Garut ini.  Belum di  Jakarta, Bali dan kota lainnya. Pastinya bila jelang Hari Raya seperti Lebaran dan akhir  tahun para pegawainya sibuk luar biasa.

Mempertahankan nama Warung Nasi juga unik padahal mau dilabel dengan nama restoran biar lebih keren juga memenuhi syarat. Bukan hanya bertahan, tak bisa diragukan lagi jika rumah makan ini telah mengalami perkembangan yang pesat. 

Awal mula berdirinya warung nasi Ampera yaitu H.Tatang Sujani S.Sos dan Hj. St.E. Rochaety (alm) yang mulai membuka usaha warung nasi khas sunda ini di sebuah tempat yang kecil dan sangat tidak representative di sekitar terminal Kebon Kelapa Bandung sekarang menjadi ITC Kebon Kelapa.

Pada mulanya mayoritas pelanggan warung nasi Ampera ini adalah para supir angkot dan supir bis yang singgah untuk makan siang. Dengan model Geksor  ( begitu duduk langsung disuguhin makanan ), tempat itu selalu ramai dan pengunjung silih berganti.

Cara ini  membuat pelanggan dapat menikmati suasana warung nasi yang lebih akrab. Dengan semakin ramainya terminal Kebon Kelapa dari waktu ke waktu maka tak heran semakin banyak pengunjung dari berbagai kalangan, cabangpun buka dimana-mana, pengunjungnyapun dari berbagai strata.

Berhubung tak punya banyak waktu dan sebelum masuk hotel Fave Garut harus melongok Kampung Pulo dan Candi Cangkuang, jadilah rombongan harus bergegas lagi kembali ke bis wisata. Padahal tadi sudah siap-siap mau lihat sudut oleh-oleh dan makanan ringan khas daerah itu di Warung Nasi itu.. Alhamdulilah perut kenyang, matapun meredup…..

 

“Stars Chef Series on the Road,” Menghidupkan Api Tungku yang Meredup

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: LIBUR panjang pekan ini, didukung diskon PSC — passenger service charge/ airport tax— dari 13 bandara. Peluang untuk memanfaatkan fasilitas staycation setelah sembilan bulan mengalami pembatasan gerak akibat pandemic COVID-19.

Hasil pengamatan sejumlah anggota ASITA 71– khususnya yang melayani pasar domestik–, Bali masih menjadi pilihan utama. Jika akhir pekan ini dan akhir pekan- akhir pekan berikutnya, pada bulan Nopember dan Desember, Anda dan keluarga ada di Bali. Boleh lah mengambil bagian pada program dinner Stars Chef Series on the Road dari tim Sesaji Kuliner Nusantara.

Makan malam istimewa bersama yang terkasih, keluarga atau kolega dengan “sesaji” khusus seorang executive chef, dan cukup dibudgetkan Rp 30 ribu per porsi.

Diharapkan program dinner Stars Chef Series on the Road , tidak sekadar memberi pengalaman dinner menu istimewa klas hotel bintang bagi pengunjung. Tetapi menjadi wujud kepedulian untuk ikut serta menggerakan perekonomian masyarakat ditujuan wisata. Bagian dari nilai wisatawan bertanggungjawab.

Bagi chef dan staf yang terlibat, program dinner Stars Chef Series on the Road adalah ruang latih untuk menjaga ketajaman pisau dapur, keahlian, keterampilan dan tetap menjaga intiusi seorang chef.  

 “Menghidupkan api tungku yang makin meredup akibat pembatasan pergerakan. Disaat sulit seperti ini, kolaborasi, bahu membahu, saling mendukung, adalah upaya kami ikut serta menjadi bagian percepatan pemulihan pariwisata dan ekonomi. Berdamai dengan pandemi dan disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk menjaga kepercayaan konsumen,” ujar Satria Santoso, leader tim Sesaji Kuliner Nusantara dan pencetus ide dari program ini, menjawab bisniswisata.co.id.

Stars Chef Series on the Road menghadirkan Chef Wayan Susana –ex Executive Chef Sheraton Media, Jakarta, Chef Hawe –ex Executive Chef Klapa Resort Bali dan Jakarta, Chef Sujana –ex Executive Ramada Encore, Bali, Chef Hartono Lim –ex Executive Chef Swis-bell Hotel, Chef Gd Baihakie –Sun Island Resorts Bali, Chef Ketut Suaryana –ex Sous Chef Nusa Dua Beach Hotel & Spa, Chef Sukarmajaya -Ex Executive Chef Impiana Resort,Chef Reza -Ex Executive Chef Plataran Menjangan,Chef Rofi -Ex Executive Chef Pelangi Restaurant, Chef Mangku -Ex Executive Chef Wapa de Ume ResortdanChef Roni -Ex Executive Chef Plataran.

Stars Chef Series pertama akan hadir Jumat, 30 Oktober mulai pukul 18.00 sore sampai  pukul 22.00 malam di selasar Bakmie MG Djakarta Express, Jl. Dewi Sri, Legian, Kuta.

Akhir pekanbertema Carnivora Night (grill) menampilkan Chef Wayan Susana –ex Executive Chef Sheraton Media, Jakarta, nge grill daging sapi, kambing, ayam. Akhir pekan yang lain akan hadir kudapan aneka sate, nasi goreng. Memenuhi selera warga asing dirancang juga malam Ramen, Dim Sum, Thai food. Perlu diingat, bahan baku yang digunakan semua produksi di Bali dengan harapan sektor pertanian, perkebunan, peternakan juga segera bangkit.

Masih dalam suasana berlibur di Bali, boleh juga mencoba aneka sarapan pagi yang dijajakan di Lapak Sesaji Kuliner Nusantara. Digelar setiap hari dari jam 06.00 wita sampai jam 11.00 wita seputaran jalan Dewi Sri Legian. Ada nasi pecel, nasi liwet, nasi uduk, patsay, bubur Canton dan nasi kebuli. Mari.

Indonesia Sharia Economic Festival ( ISEF) ke 7, Upaya BI Bangunkan ‘Macan Tidur”

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia Sharia Economic Festival ( ISEF) ke 7 resmi dibuka oleh Presuden RI, Joko Widodo dengan target sebagai pemain utama dalam perekonomian dunia khususnya di sektor ekonomi dan keuangan syariah.

Bermula dari latar belakang bahwa  industri keuangan dan ekonomi syariah telah bertransformasi menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Sebagai Negara dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia dikenal dunia sebagai ‘raksasa tidur’ yang menyimpan potensi dan peluang besar sebagai pemain utama dalam perekonomian dunia khususnya di sektor ekonomi dan keuangan syariah itu.

Melihat potensi besar tersebut, Bank Indonesia sebagai bank sentral berupaya memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, diantaranya melalui penyelenggaraan kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) sejak tahun 2014. 

ISEF memiliki visi untuk mendorong ekonomi dan keuangan syariah sebagai arus utama kebijakan nasional dan internasional dan menjadikan Indonesia sebagai referensi dunia dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Upaya mewujudkan visi tersebut, Bank Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan cakupan kegiatan ISEF ke level internasional. ISEF bertransformasi dari agenda bersifat lokal nasional menuju level internasional dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang unggul di dunia.

“Ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, sehingga Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia harus dapat menangkap peluang tersebut,”  kata Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia pada pembukaan puncak kegiatan Indonesia Syariah Economic Festival (ISEF) ke-7 tahun 2020, yang diselenggarakan pada hari ini (28/10) secara virtual. 

Pemerintah, kata Presiden,  akan terus berupaya untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah secara terintegrasi dan komprehensif baik dari pembentukan ekosistem industri halal, penyederhanaan regulasi, serta mempersiapkan SDM yang berkualitas.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Jokowi mengungkapkan mimpi besarnya agar RI memiliki bank syariah raksasa. Saat ini sedang peleburan  tiga bank syariah BUMN yakni Bank Syariah Mandiri (BSM), BRI Syariah, dan BNI Syariah. Aksi korporasi tersebut bakal membuat Indonesia memiliki bank syariah raksasa.

“Pemerintah memiliki concern besar untuk membangkitkan raksasa ini. Total 3 aset bank syariah BUMN yaitu BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah sampai semester pertama 2020 adalah Rp 214 triliun. Sebuah angka yang besar,” tambahnya.

Gekaran ISEF memang punya misi mendorong Ekonomi dan Keuangan syariah sebagai arus utama kebijakan nasional dan internasional dan menjadikan Indonesia sebagai referensi dunia dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah

Misinya adalah mengintegrasikan dan merealisasikan pemikiran dalam bentuk inistiatif nyata yang berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional dan global melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang selaras dengan prinsip Syariah dan nilai-nilai lokal Indonesia.

Nilai-nilai yang ingin diperoleh adalah peran ISEF sebagai ikon pengembangan ekonomi syariah Nasional dan Internasional. Oleh karenacitu tema kali ini adalah Pemberdayaan Bersama dalam Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Syariah Melalui Promosi Industri Halal untuk Kemakmuran Global.

Indonesia Sharia Economic Festival ( ISEF ) merupakan inisiasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia bekerjasama dengan seluruh stakesholder terkait dengan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.