B.Kusuma: Banyak Kenangan Berlayar Bersama Kapal Pesiar

this formate

Oleh : Lianna Wijaya 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Berwisata dengan kapal pesiar di Indonesia sedang naik daun tahun  2019 lalu. Tren wisata dengan kapal pesiar di Indonesia bahkan naik hampir dua kali lipat. Untuk rute favorit wisata kapal pesiar, orang Indonesia masih memilih memulai dari Singapura.

Beberapa destinasi kapal pesiar yang biasa ditawarkan kepada turis Indonesia adalah Singapura – Penang – Langkawi – Phuket, Singapura-Jakarta-Surabaya-Celukan Bawang (Bali Utara)-Singapura, dan rute-rute lain.

Namun pasangan Bruriadi Kusuma dan istrinya, Lanny,  adalah wisatawan Indonesia yang suka mengikuti pelayaran kapal pesiar bukan hanya dari Singapura tetapi juga dari negara-negara lain seperti HongKong maupun Alaska.

Jangan heran, pendiri PT Pakubumi Semesta yang juga alumnus Teknik Sipil ITB ini pengelana yang telah berkeliling dunia dengan mengunjungi 176 negara di dunia. Dan sampai sekarang masih aktif sebagai pengelana baik destinasi domestik dan mancanegara.

“Kapal pesiar yang paling berkesan adalah yang mampu memberikan service baik dengan destinasi menarik. Salah satu  destinasi yang paling menantang adalah menuju Antartica dan mengunjungi Easter Island di Samudera Pasifik” kata B. Kusuma, kelahiran 1935.

Sebagai warga senior dia masih kerap menyetir kendaraan sendiri seperti week-end ke Sentul yang tidak jauh dari Jakarta. Pengalamannya berlayar dengan kapal pesiar yang berkesan a.l adalah ke Easter Island atau Pulau Paskah yang dalam bahasa Polinesia adalah Rapa Nui.

Sebuah pulau milik Chili yang terletak di selatan Samudra Pasifik. Walaupun jaraknya 3.515 km sebelah barat Chili Daratan dengan ibu kotanya  Hanga Roa. Pulau ini terkenal dengan banyaknya patung-patung (moai), patung berusia 400 tahun yang dipahat dari batu yang kini terletak di sepanjang garis pantai.

Kapal Pesiar MSC saat di Rotterdam, Belanda
Kejutan dari anak-menantu-cucu saat cruise dan merayakan ulang tahun ke 57

Pengalaman tak terlupakan lainnya dengan kapal pesiar adalah saat mendapatkan kejutan dari anak-menantu serta para cucu saat merayakan ulang tahun perkawinan ke 57. 

Mendapat perlakuan khusus di hari istimewa buat B.Kusuma dan Lanny adalah dengan mengikuti semua program yang sudah diatur oleh anggota keluarganya sehingga semua happy.

Pria yang masih aktif travelling dan menulis kisah perjalanannya ini mengaku selalu rutin jalan kaki sehingga ketika berwisata maka mampu menikmati perjalanannya dengan baik sambil menikmati bangunan-bangunan bersejarah yang ada.

“Memang dasarnya harus sehat dan bugar, saya terbiasa melakukan gerak badan setiap pagi, dahulu melakukan jogging, sekarang berjalan kaki, dimana saya berada,” ungkapnya.

Sebagai traveler, Kusuma biasanya melakukan persiapan yang lebih matang. Sebelum bepergian, pria gaek ini terlebih dahulu aktif mencari berbagai informasi mengenai negara yang dituju. Jika sudah punya keinginan jalan, maka dia siap menghadapi masalah sesulit apa pun.

Kendati negara yang dituju tidak memiliki kedutaan di Indonesia, dia akan mengirimkan surat elektronik ke kedutaan yang ada di negara terdekat. Dia juga  sudah kenyang dengan segala macam birokrasi mengurus perjalanan yang harus dilalui.

Pernah ke konsulat Amerika Serikat untuk memasuki dua negara di Amerika Tengah, Elsavador dan Nikaragua. Tapi malah ditahan selama dua jam di bandara hingga nyaris ketinggalan pesawat.

 “Saya sudah mengunjungi 176 Negara Merdeka dan Berdaulat ditambah puluhan, daerah koloni, territori, protkterat dan sebagainya. Negara yang paling berkesan tentunya Indonesia, dimana saya lahir dan besar disini,” katanya tegas.

Sebagai seorang yang senang berwisata, Bruriadi Kusuma senantiasa merasa senang dimana saja, istilahnya disini senang, disana senang, dimana-mana senang. Contohnya ada negara swiss, yang kondisi alamnya khas berbeda dengan di kawasan tropis, dia tetap betah di sana.

Biasanya kalau travelling dia juga suka bawa pulang oleh-oleh karena sebagai kolektor, mengumpulkan berbagai cendramata mini, terutama patung gajah, bejana, gelas, sendok, patung khas setempat.

Menyinggung perjalanan udara yang kerap memakan waktu hingga 17 jam bahkan 24 jam, B.kusuma mengatakan masalah jetlag misalnya, bisa teratasi.

“Upayakan di pesawat cukup istirahat dan badan tetap bugar. Dengan kemauan keras dan hati yang senang jetlag kiranya teratasi” tuturnya.

Bepergian memang butuh perencanaan yang baik selain menyusun jadwal ( itenerary), persiapkan dokumen perjalanan, kamera, alat komunikasi seperti handphone, charger, stopkontak di samping perlengkapan baju tentunya.

” Intinya melakukan perjalanan itu harus senang bukan beban dan semuanya penting supaya jangan sampai kita tidak bisa pulang” katanya tergelak.

Menurut dia, untuk wisata domestik, wilayah Indonesia  semuanya menarik dengan keberagaman suku, adat-istiadat namun untuk kesiapan daerah dalam melayani tamu memang Bali istimewa dan menyenangkan.

Dalam kondisi pandemi global yang masih berlangsung, B. Kusuma mengaku memang terpaksa mengerem keinginan untuk wisata, namun dia tetap memperhatikan potokol Kesehatan, tetap bergerak badan dan tetap menulis.

” Saya tetap melakukan perjalanan  sesekali dan yang telah saya kunjungi menjadi tulisan untuk mengisi rubrik-rubrik saya di media massa”

Kegiatan pariwisata setelah pandemi ini akan sangat berbeda dengan sebelumnya. Oleh karena itu pihaknya berharap pemerintah memiliki solusi terbaik dan prosedur kesehatan. Dia berprinsip selagi masih ada umur dan kesempatan, gunakan waktu untuk berwisata supaya dapat melihat kawasan lain.

Penulis adalah : Mahasiswi Program Doktoral Manajemen Jasa Universitas Trisakti.

 

RinduTravelling dengan Kapal Pesiar, Yuk Ikuti Protokol Kesehatannya

this formate

Oleh Lianna Wijaya

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Perusahaan pelayaran berada di garis depan dalam mengembangkan praktik lingkungan yang bertanggung jawab, memimpin dengan memberi contoh bagi industri perkapalan dunia.

 Di seluruh dunia, industri pelayaran telah menginvestasikan lebih dari US$ 23,5 miliar pada kapal dengan teknologi baru dan bahan bakar yang lebih bersih untuk mengurangi emisi udara dan mencapai efisiensi energi yang lebih besar.

Kini kapal-kapal pesiar bahkan telah berinovasi untuk masa depan rendah karbon. Kapal pesiar modern adalah pembangkit tenaga inovasi yang penuh dengan teknologi mutakhir. 

Seluruh industri perkapalan mendapat manfaat dari adopsi awal oleh jalur pelayaran teknologi baru yang tidak ada lima hingga sepuluh tahun yang lalu.  Contohnya termasuk penggunaan LNG sebagai bahan bakar dan pengenalan kapal pesiar berbahan bakar LNG pertama.

Dimana sistem pembersihan gas buang, sistem pemurnian air limbah canggih, sistem pelumasan udara dan pelapis cat khusus adalah  untuk mengurangi konsumsi bahan bakar, mesin dan banyak lagi.

Investasi dalam Penelitian dan Pengembangan (R&D), waktu, dan kolaborasi diperlukan agar teknologi lingkungan baru dapat ditingkatkan secara efektif dan aman.  Menyadari pentingnya kolaborasi, industri pelayaran telah bergabung dengan asosiasi maritim lainnya dalam mensponsori pembentukan Badan Litbang kolaboratif pertama di dunia.

Tujuan untuk  menghasilkan sekitar US$ 5 miliar selama periode sepuluh tahun untuk mengejar solusi lingkungan baru. Hal ini karena industri kapal pesiar menyadari bahwa upaya penelitian dan pengembangan yang kuat yang ditujukan untuk identifikasi jangka pendek dan produksi bahan bakar baru, sistem propulsi, dan teknologi terkait diperlukan untuk mencapai emisi karbon nol di armada maritim global. 

Perusahaan pelayaran yang bergabung dalam Cruising Lines International Association ( CLIA)  membuat komitmen seluruh armada global pada bulan Desember 2018 untuk mengurangi tingkat emisi karbon hingga 40% pada tahun 2030 dibandingkan dengan tingkat tahun 2008.  

Setelah seluruh dunia terdampak oleh penyebaran virus COVID-19 yang menghantam perekonomian dunia terutama membuat industri pariwisata terpuruk, bisnis kapal pesiar seolah mati suri. Namun bagi penggemar travelling dengan kapal pesiar kabar gembiranya Singapura yang menjadi home base banyak perusahaan pelayaran akan memulai operasionalnya lagi dari Marina Bay Cruise.

Kapal pesiar dengan home base Dingapura siap beroperasi kembali sesuai protokol kesehatan. ( foto: MSC cruise)

Rencananya mulai ada pelayaran pada 6 November 2020  yaitu kapal World Dream. Meski hanya berputar-putar di pangsa pasar Singapura saja karena  border masih dibatasi namun kapal lainnya juga, Royal Caribbean quantum of the seas juga segera beroperasi dengan protokol kesehatan yang diterapkan oleh otoritas di Singapura awal December 2020.

Berwisata dengan kapal pesiar memiliki daya tarik tersendiri, dimana wisatawan yang menjadi penumpang tidak perlu repot untuk selalu melakukan packing atau unpacking bagasi selama berlayar. 

Pandemi COVID-19 yang terjadi hingga saat ini, membuat industri kapal pesiar  mengalami tantangan hebat. Namun industri kapal pesiar tetap optimis dan berusaha beradaptasi dengan keadaan New Normal ini dengan menerapkan protokol kesehatan selama berlayar. 

Apa saja protokol kesehatan dan keselamatan yang penting untuk diketahui oleh penumpang dan awak kapal selama berada di atas kapal pesiar, berikut ini ulasannya.

Pre-boarding di terminal

Semua penumpang dan awak kapal akan menjalani tes pemeriksaan COVID-19 di terminal keberangkatan termasuk pemeriksaan suhu tubuh, pengisian kuesioner kesehatan dan tes usap COVID-19. 

Proses chek-in dilakukan dengan pelayanan online untuk menghindari terjadinya antrian atau kerumuman di terminal keberangkatan serta perlu menjaga jarak sosial. Tingkat sanitasi dan desinfeksi dengan frekuensi yang lebih tinggi di gangway atau koridor penumpang serta penanganan bagasi. 

Kapasitas kapal pesiar maksimal hanya 50% sehingga dengan mengurangi kapasitas ini dapat menambah kenyamanan dan dapat menjaga jarak selama di atas kapal pesiar.

Penumpang akan ditolak jika menunjukkan tanda-tanda penyakit seperti demam 37.5o C, gejala mirip flu, termasuk menggigil, batuk, sesak napas, nyeri otot/ tubuh, sakit kepala, kelelahan, sakit tenggorokan hingga hilangnya rasa/ bau atau kondisi dengan potensi paparan yang dicurigai atau dikonfirmasi kasus COVID-19.

Di atas kapal pesiar terjadi peningkatan tingkat sanitasi dan pembersihan di kabin penumpang dan area publik dengan menggunakan fasilitas disinfektan berstandar rumah sakit. Kegiatan Fogging disinfektan rutin dilakukan untuk kabin penumpang yang kosong.

Sirkulasi 100% udara segar dari luar dipasok ke semua kabin dan area tertutup serta area publik di dalam kapal sehingga tidak ada sirkulasi ulang untuk udara. 

Manajenen juga menambah jumlah tim atau staf medis yang telah dilatih menangani pasien gejala COVID-19 dengan rencana tanggapan yang sudah disiapkan dan bekerja sama dengan otoritas lokal. 

Pusat medis di atas kapal pesiar dilengkapi dengan peralatan pengujian dan ventilator untuk kasus COVID-19. Menyediakan ruang isolasi untuk penumpang yang dicurigai terkena paparan COVID-19 dan zona isolasi khusus dengan pasokan udara yang terpisah. 

Ada pemeriksaan suhu tubuh untuk penumpang dan awak kapal di atas kapal pesiar untuk pemantauan harian. Semua penumpang dan awak kapal harus menggunakan masker/alat pelindung mulut dan hidung. 

Pelatihan khusus diberikan untuk awak kapal yang berinteraksi langsung dengan penumpang dan selalu menggunakan sarung tangan.

Area restoran dan bar (Food & Beverage) akan bersihkan sebelum, selama dan setelah operasional. Para penumpang harus mencuci tangan sebelum masuk ke ruang makan dan menggunakan cairan pembersih tangan yang tersedia di depan pintu masuk area restoran dan bar. 

Tempat duduk penumpang dibuat jarak yang cukup. Layanan mandiri di restoran prasmanan tidak tersedia sehingga semua makanan dan minuman di area restoran dan bar akan disajikan oleh awak kapal yang memakai masker dan sarung tangan sekali pakai.

 Untuk menu restoran, para penumpang dapat mengakses kode QR melalui perangkat selular pribadi. Area di dek terbuka dan kolam renang dapat diakses dengan memastikan jarak sosial. 

Kursi berjemur (sun-deck chair) akan disterilkan sebelum dan setelah digunakan dan peningkatan sanitasi setiap malam. Teater pertunjukkan akan dibersihkan sebelum dan 

sesudah setiap pertunjukkan dan juga memastikan jarak sosial selama menonton pertunjukkan. Dispenser pembersih akan tersedia di berbagai tempat termasuk pintu masuk dan keluar area terbuka. Fasilitas spa dan kebugaran akan dibersihkan sebelum dan setelah digunakan para penumpang.

 Pusat informasi di atas kapal pesiar tersedia melalui sambungan telepon dan meja dengan memastikan jarak sosial dan menghindari antrian. Pembayaran tanpa uang tunai (cashless) sangat disarankan.

Protokol kesehatan dan keselamatan di atas kapal pesiar dilakukan karena kesehatan dan keselamatan para wisatawan dan awak kapal menjadi prioritas utama sehingga perlu dilakukan berbagai tindakan pencegahan dengan proses pemeriksaan kesehatan yang ketat sesuai dengan kebijakan dari pemerintah setempat. 

Dampak ekonomi industri kapal pesiar sangat besar sehingga dengan menangguhkan operasional kapal pesiar tidak menjadi solusi tepat, namun dengan penerapan protokol kesehatan dan keselamatan ini akan mengembalikan industri kapal pesiar untuk terus berkelanjutan

Penulis adalah : Mahasiswi Program Doktoral Manajemen Jasa Universitas Trisakti, Jakarta.

 

 

Bandara Dubai Bersiap untuk Hadapi Pemulihan yang Lambat

this formate

DUBAI, bisniswisata.co.id:  Bandara Internasional Dubai adalah bandara yang tersibuk di dunia untuk perjalanan internasional, dan terus semakin sibuk. Tapi kini kondisinya masih jauh dari apa yang dulu terjadi di tengah pandemi virus Corona saat ini dan bersiap untuk kemungkinan menghadapi lambatnya pemulihan,” kata Paul Griffiths CEO-nya kepada The Associated Press.

Dilansir dari Arabnews, Setelah maskapai penerbangan jarak jauh Emirates secara drastis menghentikan penerbangannya pada bulan Maret dan perlahan-lahan melanjutkan rutenya, jumlah penumpang di bandara raksasa yang melayani perjalanan Timur-Barat telah merangkak hingga lebih dari 1 juta per bulan – sedikit di bawah 15 persen dari jumlah mereka setahun yang lalu, kata CEO Paul Griffiths.

Untuk meningkatkan jumlah tersebut, Griffiths mendesak negara-negara untuk beralih dari karantina wajib pada penumpang yang tiba dan menuju strategi yang dianut oleh Dubai.

Hal Itu termasuk pengujian virus Corona yang ketat sebelum keberangkatan, diikuti dengan penggunaan pelindung wajah wajib di pesawat dan pengujian pada saat kedatangan.

“Yang harus kami lakukan adalah mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengontrol dan mengelola risiko, yang sebenarnya bisa diterima. Maksud saya, hidup ini penuh dengan manajemen risiko. Tidak semuanya penuh dengan penghapusan risiko, “kata Griffiths.

“Tentunya hal yang sama harus diterapkan pada virus. Kita perlu mengendalikannya untuk meminimalkan risiko infeksi. Hal itu dapat dilakukan dengan beberapa tindakan yang kami sediakan untuk kami tanpa memperpanjang kerusakan sosial dan ekonomi yang saat ini terjadi.”

Lebih luas di Timur Tengah, jumlah penumpang tahun ini diperkirakan hanya mencapai 60 juta, turun dari 203 juta pada 2019, menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional. Itu hanya 30 persen dari angka tahun lalu.

Pemulihan mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun. Pada 2021, kelompok perdagangan berharap untuk melihat 90 juta pelancong di Timur Tengah, masih jauh lebih rendah dari 2019. Untuk membuat penumpang terbang sebelum vaksin tersedia secara luas. IATA menyerukan pengujian massal dan cepat terhadap penumpang daripada karantina negara.

Karantina itu membuat pincang mereka yang mempertimbangkan untuk melakukan perjalanan, kata Griffiths. Sebaliknya, negara-negara harus bergerak untuk menawarkan “paspor kesehatan” elektronik atau tindakan lain untuk membantu memastikan keselamatan saat berada di udara.

Griffiths mengatakan dia yakin perjalanan udara, dengan penumpang yang tertutup dengan benar, tetap aman. Bukti anekdotal yang dikutip dalam artikel Journal of Travel Medicine yang diterbitkan pada bulan September menunjukkan tidak ada penumpang yang tertular virus Corona.

Tidak ada yang tertular pada lima penerbangan delapan jam Emirates ke Hong Kong meskipun ada 58 penumpang yang tersebar di antara penerbangan yang dinyatakan positif pada saat kedatangan.

“Perjalanan dan pariwisata ( Travel & Tourism) serta kemampuan orang untuk bergerak bebas tentang bisnis mereka setiap hari sebenarnya adalah sesuatu yang akan memulai ekonomi,” kata Griffiths.

Kuncinya adalah perjalanan internasional dan penggunaan pesawat telah terbukti cukup maju dalam mengendalikan penyebaran virus.

Untuk Dubai, dimulainya kembali penerbangan tetap menjadi kepentingan bisnis mereka.Emirates tetap menjadi kunci utama dari kerajaan yang lebih luas yang dikenal sebagai “Dubai Inc.”, serangkaian bisnis yang saling terkait yang dimiliki oleh negara kota tersebut.

Perusahaan Investasi Dubai, dana kekayaan kedaulatan, memiliki Emirates secara keseluruhan, serta Bebas Bea Dubai yang menguntungkan. Penjualan bebas bea tersebut pada tahun 2019 menyumbang pendapatan US$ 2 miliar, termasuk lebih dari 15 juta cerutu dan 2,9 juta botol parfum.

Korporasi tidak menanggapi permintaan untuk mengomentari penjualan tahun 2020, meskipun laporan keuangan terakhirnya mengakui “tindakan untuk menahan virus telah mengakibatkan penutupan sementara toko.”

Beberapa toko bebas bea telah dibuka kembali di beberapa bagian bandara sejak saat itu. Otoritas Dubai juga telah memberi Emirates US$ 2 miliar bailout sambil memberhentikan ribuan staf.

Mengenai bandara, Griffiths mengatakan dia “tidak bisa mengesampingkan” kebutuhan untuk memecat lebih dari 2.000 karyawannya jika pemulihannya lambat.

Dubai dibuka kembali untuk turis pada Juli, bahkan ketika tetangganya Abu Dhabi masih mewajibkan penduduk UEA untuk menerima hasil tes virus agar bisa masuk ke emirat.

Ada peningkatan nyata dalam penerbangan di udara karena Emirates menawarkan check-in tanpa sentuhan dan tindakan lain untuk merayu wisatawan.

Namun, sebagian besar armada Airbus A380 bertingkat ikonik Emirates telah dilarang terbang. Pada awal tahun, dunia melihat 2.400 penerbangan dengan pesawat /seminggu – sebagian besar dilakukan oleh Emirates.

Menurut situs web pelacakan penerbangan FlightRadar24.com. Saat ini, paling banyak ada lebih dari 100 penerbangan dalam seminggu – sebagian besar masih diterbangkan oleh Emirates, kata situs web itu awal bulan ini.

“Masalahnya adalah apa yang harus kita pahami bahwa perjalanan udara akan pulih kembali. Maka kami akan kembali ke level yang pernah kami lihat sebelumnya, “kata Griffiths.

“Kami tidak bisa mengatakan berapa lama dan kapan. Dan 380 sekali lagi akan menjadi miliknya sendiri setelah volume itu kembali. “

Menikmati Makan Malam Khas Priangan di Kampung Muara Sunda  

this formate

Reporter bisniswisata.co.id, Arum Suci Sekarwangi mendapat undangan Famtrip ke Kabupaten Garut, Jawa Barat dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Ekraf dari 28 –  30 Oktober 2020 bertepatan dengan libur bersama yang ditetapkan pemerintah berkaitan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Berikut laporan ke tuju

GARUT, bisniswisata.co.id: Usai menikmati kehidupan di Desa Ciburial, malam harinya rombongan Forwarparekraf dari Kemenparekraf menikmati makan malam dengan suasana khas pedesaan sunda di Kampung Muara Sunda. 

Setelah beristirahat sejenak di hotel kami langung melanjutkan perjalanan ke restoran Kampung Muara Sunda yang hanya berjarak sekitar 10 menit dari hotel menggunakan kendaran roda empat dari tempat kami menginap di daerah Cimanuk. 

Setibanya di restoran yang terletak di Jalan Raya Bayongbong No. KM 3 Muara Sanding, Garut Kota ini, sesuai namanya bagian depan restoran dihiasi dengan caping-caping, dinding  menggunakan bilik bambu dan batu bata merah serta bambu bambu sebagai penyekat jendelanya membuat suasana khas sunda tampak sangat kental pada restoran ini.

Tamu disambut dengan musik kecapi suling khas Sunda, dipersilahkan memilih makanan di meja parasmanan dan kemudian memilih tempat makan yang duduk dengan meja dan kursi ataupun lesehan. 

Menu makanan seputar makanan Sunda dan Indonesian food. konsep seperti di Warung Nasi Ampera waktu rombongan kami jelang tiba di Garut.Namun menu di sini khusus seperti sop iga bakar atau soto juga bisa dipesan. Hal yang membuat suasana hati jadi tenang mungkin karena tamu disambut dengan musik kecapi suling khas Sunda.

Kami langsung dipersilahkan memilih makanan  dan kemudian memilih tempat makan yang duduk dengan meja dan kursi ataupun lesehan. Tapi saat tiba kami langsung disuguhkan Es Kang Mus sebagai welcome drink. Es kang mus sendiri terdiri dari buah nanas, buah naga, buah stroberi, buah mangga, jeli, sagu mutiara serta susu kental manis dan sirup. 

Rasanya sangat segar dan pas sekali untuk hidangan pembuka. Nikmat sekali rasanya sambil memandangi hamparan sawah yang terhampar di depan mata.

Bangunan restorannya memanjang dan kalau memilih duduk yang lesehan maka menuju ke tempat lesehan melewati kolam yang dihubungkan oleh jembatan kecil. kemudian di tempat lesehan di suguhi panorama pedesaan pemandangan sawah.

Suasana malam hari di Kampung Muara Sunda, bersantap diapit bentangan sawah. ( Foto-foto Arum Suci Sekarwangi)

Kampung Muara Sunda memang menawarkan pengalaman yang berbeda karena pengunjung dimanjakan dengan suasana pesawahan dan juga pegunungan yang tentunya sangat nyaman. Takjubnya, meski suasana malam pemandangan sawah ini masih bisa dinikmati.

Restoran ini menawarkan berbagai macam pilihan menu makanan dan juga minuman khas sunda. Menu favorit pengunjung disini adalah Sayur Sop Kikil, Iga Sapi dan juga Gurame Kuah Bumbu Merah. 

Ketiga makanan tersebut menjadi favorit pengunjung karena rasanya yang khas menggunakan rempah-rempah dan bumbu rahasia Kampung Muara Sunda. Jadi meskipun terdapat menu yang serupa di tempat lain, rasanya pasti tetap akan berbeda.

Makanan utama yang dihidangkan untuk rombongan kami kali ini adalah Ayam Bakar dan juga Gepuk yang dilengkapi dengan tiga macam sambal dan tentunya nasi serta lalapan. 

Lengkap dan tentunya nikmat karena harga makanannya juga terjangkau. di Kampung Muara Sunda harga berkisar antara Rp. 3.000 hingga Rp. 125.000 untuk makanan dan Rp. 7000 hingga Rp. 32.000 untuk minuman.

Tidak hanya itu, terdapat fasilitas yang cukup lengkap di Kampung Muara Sunda ini, diantaranya tempat bermain anak, tempat untuk berswafoto, mushala, panggung live music dan juga ruangan meeting yang juga lengkap dengan proyektor dan layar.

Untuk yang sedang berlibur ke Garut, tidak ada salahnya mencoba datang dan mencicipi makanan khas sunda yang ada di Kampung Muara Sunda ini baik waktu siang ataupun malam hari

Soalnya keunggulannya adalah suasana makan di tengah sawah dan kolam ikan emas sehingga menambah nikmat makan bersama keluarga. Bagi kawula muda yang ingin eksis di media sosial, disini pun ada sejumlah spot instagramable. Komplitkan, yuk merapat.

Pulau Canary Gabung INSTO untuk Bantu Pemulihan Pariwisata Lewat Data Akurat

this formate

MADRID, Spanyol, bisniswisata.co.id: Kepulauan Canary telah dikukuhkan sebagai anggota terbaru dari Jaringan Internasional Observatorium Pariwisata Berkelanjutan (INSTO) yang sedang berkembang.

INSTO mengawasi pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab di seluruh dunia. Pengumuman itu datang saatorganisasi yang dibentuk sebagai , sebuah inisiatif dari Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) mengadakan pertemuan tahunannya, mempertemukan para pemangku kepentingan utama dari sektor publik dan swasta.

Sejak didirikan pada tahun 2004, jaringan INSTO terus berkembang baik dalam ukuran maupun pengaruh. Sekarang, saat para anggotanya membantu memandu pemulihan pariwisata dari dampak pandemi COVID-19, mereka bertemu secara virtual untuk kedua kalinya sejak dimulainya krisis saat ini.

Pertemuan tahunan tersebut memberikan platform bagi lebih dari 100 pakar internasional untuk dialog terbuka tentang arah masa depan pariwisata dan tentang tujuan dukungan yang diperlukan untuk mempertahankan upaya mereka menempatkan keberlanjutan di jantung pertumbuhan di masa depan.

Anggota baru

Tourism Observatory of the Canary Islands, salah satu tujuan paling populer di Eropa, akan bergabung dengan 30 anggota INSTO lainnya dalam memantau dan mengukur pariwisata dan memberikan data yang jelas dan obyektif untuk memandu pengambilan keputusan berbasis bukti.

Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili berkata: “UNWTO dengan hangat menyambut Kepulauan Canary ke dalam jaringan INSTO kami. Ini menunjukkan komitmen kuat Kepulauan ini terhadap pariwisata sebagai kekuatan untuk keberlanjutan dan pembangunan.

Hal Ini akan memfasilitasi generasi bukti yang lebih banyak dan lebih baik tentang dampak ekonomi, lingkungan dan sosial yang ditimbulkan oleh pariwisata di Kepulauan Canary, tambahnya.

Ms. Teresa Berástegui Guigou, Wakil Menteri Pariwisata untuk Kepulauan Canary, menambahkan: “Penggabungan Kepulauan Canary ke dalam Jaringan Internasional UNWTO untuk INSTO terjadi pada saat yang penting dan menentukan untuk sektor pariwisata global.

Mengingat krisis kesehatan dan semakin pentingnya bekerja pada keberlanjutan destinasi, dan pada generasi pengetahuan pariwisata untuk pengambilan keputusan, ujar Wamenpar.

Serangkaian masalah mendesak dibahas selama pertemuan tahunan INSTO, dengan masukan dari sektor publik dan swasta dan dari masyarakat sipil, termasuk akademisi.

Masalah khusus yang ditangani termasuk mengukur kebutuhan destinasi, indikator kesehatan masyarakat yang muncul, dan berbagai produk pariwisata untuk mengurangi dampak sosial dan ekonomi dari krisis saat ini.

Pertemuan tersebut juga berfokus pada isu-isu yang sedang berlangsung bagi anggota INSTO, termasuk mengukur kepuasan wisatawan dan penduduk destinasi wisata.

Selain itu juga menilai dan meningkatkan tata kelola, dan mengidentifikasi bagaimana aksi nasional dan lokal yang digabungkan membuka jalan bagi respons, ketahanan, dan pemulihan yang berkelanjutan.

Dijamin Aman, Fiji Tawarkan Paket Wisata Khusus ke Resort Pulau Pribadi

this formate

Wisatawan super kaya dapat perlakuan khusus (foto: CNN)

FIJI, bisniswisata.co.id: Di tengah pandemi COVID-19 yang masih menghantui, banyak pelancong mencari cara yang aman untuk plesiran. Hingga saat ini, sejumlah negara masih memberlakukan aturan lockdown. Salah satunya adalah negara Kepulauan Fiji. 

Otoritas setempat mengumumkan bahwa perbatasannya ditutup hingga setidaknya Maret 2021. Untuk sementara, pesawat komersial tidak dapat mendarat di sana. 

Tetapi bagi pelancong berkantong tebal, aturan itu dapat disiasati. Mereka dapat mengajukan ‘personal travel bubble’ khusus untuk dapat mengunjungi resort mewah di sana dengan lebih leluasa.

Sekadar info, travel bubble adalah kondisi dimana dua atau lebih negara yang dinyatakan berhasil mengontrol virus Corona sepakat untuk menciptakan sebuah gelembung atau koridor perjalanan.

Gelembung ini memudahkan penduduk yang tinggal di dalamnya melakukan perjalanan secara bebas, dan menghindari kewajiban karantina mandiri.

Sebuah kemitraan antara Laucala Private Island Resort dengan Fiji Airways –  maskapai penerbangan nasional negara itu – menawarkan paket wisata khusus. Turis yang berkunjung ke Fiji dalam rombongan ini akan mendapat sejumlah kemudahan.  

Hingga 20 tamu dalam satu rombongan sekaligus bisa datang dengan memanfaatkan fasilitas ini. Jet-jet pribadi Fiji Airways siap menerbangkan para turis langsung dari Los Angeles ke Nadi, bandara dan pusat transit utama di negara dengan lebih dari 300 pulau ini. 

Dari Nadi mereka akan ditransfer ke Laucala yang merupakan resort pulau pribadi. Di sana para turis dapat bebas menikmati pemandangan laut biru dan pasir putih yang menakjubkan, praktis hanya untuk mereka sendiri.

Aturannya saat ini, para pelancong yang diizinkan masuk Fiji harus menjalani karantina wajib selama 14 hari. Tetapi dengan mempertimbangkan lokasi Laucala yang terpencil, Departemen Kesehatan telah mengeluarkan izin program tanpa karantina bagi pelancong yang tiba di Laucala. 

Meski demikian para turis yang terbang dari luar negeri ke Laucala tetap harus menunjukkan tiga hasil negatif tes COVID-19, yakni seminggu sebelum bepergian, 72 jam sebelum naik pesawat, dan satu hasil tes saat tiba di Fiji.

Selain urusan transportasi dan hotel yang serba berkelas, pelancong dengan paket khusus ini dapat memanfaatkan Private Suite di Bandara Internasional Los Angeles.

Itu adalah lounge bandara pribadi yang mewah yang biasa digunakan para anggota keluarga kerajaan dan selebritis sebelum meninggalkan LA. Setibanya di Nadi, para tamu akan dijamu di lounge pribadi milik Fiji Airways.

Bagaimana dengan biayanya? Tentu tidak murah. Anda perlu menyiapkan dana US$ 490.000 atau sekitar Rp 7,1 miliar. Harga itu sudah termasuk biaya pesawat jet pribadi, akomodasi selama 7 hari, biaya aktivitas selama di pulau, makan dan minum, serta transfer bandara untuk maksimal 20 orang.

Paket ini hanya ada di Los Angeles. Jika Anda tidak tinggal di LA, berarti Anda harus mengurus sendiri seluruh keperluan untuk mencapai Fiji. 

Dengan harga super mahal, tawaran ini tentu bukan didesain untuk kebanyakan turis. Tetapi ini bukanlah satu-sataunya program yang diinisasi pemerintah untuk menggairahkan sektor pariwisata yang berkontribusi 40% terhadap produk nasional bruto.

Sudah menjadi rahasia umum, Perdana Menteri Fiji Josaia “Frank” Voreqe Bainimarama memang amat berhasrat menarik minat wisatawan super kaya untuk datang ke negara yang memiliki lebih dari 300 pulau itu. 

Pemerintah sebelumnya juga menawarkan ‘jalur biru’ bagi para pelancong yang datang dengan kapal pesiar pribadi.

Mereka bisa menjalani karantina di atas kapal sebelum datang mendarat dan menjelajah negara kepulauan dengan banyak hotel mewah itu.

 

Dalam Industri Pariwisata, Ada Importir Tanpa Kontainer

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: Sumbangandevisa dari sektor pariwisata meningkat dari 12,2 miliar dolar AS pada 2015, menjadi 13,6 miliar dolar AS di 2016, dan naik lagi menjadi 15 miliar dolar AS pada 2017. Pada 2018 ditargetkan meraup devisa 17 miliar dolar AS, pada 2019 dibidik menyumbang devisa nomor 1 mengalahkan sektor lain dengan proyeksi nilai sebesar 20 miliar dolar AS.

Realisasi tahun 2019 menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mencapai Rp 280 triliun dengan posisi kontribusi pada PDB nasional sebesar 5,5 %.  Meningkat dari capaian 2018 yaitu Rp 270 triliun yang berkontribusi 4,5 % terhadap PDB.

“Hampir 40% adalah kontribusi industri di Bali,” jelas Ketua DPD ASITA Bali periode 2016-2020 Ketut Ardana disela persiapan Musda ASITA Bali yang direncanakan 16 Desember mendatang.

Untuk tahun 2020, lanjutnya kepada bisniswisata.co.id, Bali tidak mampu berkontribusi devisa, justru memerlukan suntikan dana segar agar mampu memulai industri plesir yang berdamai dengan pandemi COVID-19.

Seperti diketahui, data tahun 2020, dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan total kunjungan wisman periode Januari-Agustus 2020 hanya 3,41 juta, atau anjlok 68,17% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Indonesia diperkirakan akan kehilangan devisa lebih dari Rp 213 triliun karena penurunan jumlah wisatawan mancanegara. Kondisi ini juga berimbas besar pada pelaku industri pariwisata.

Angin segar untuk segera bangkit muncul saat dikeluarkannya Surat Menteri Keuangan RI Nomor: S-244/MK.7/2020 tanggal 12 Oktober 2020, perihal : Penetapan Pemberian Hibah Pariwisata Tahun Anggaran 2020, melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dilansir  pada tanggal 13 Oktober 2020 melalui simakrama on-line  bahwasanya Pemerintah menyiapkan dan segera menyalurkan dana hibah pariwisata sebesar Rp 3,3 Triliun bagi pelaku usaha pariwisata dan pemerintah daerah untuk dapat bertahan di tengah pandemi. Guna membantu pemerintah daerah serta industri hotel dan restoran yang saat ini sedang mengalami gangguan finansial. Serta recovery penurunan pendapatan asli daerah (PAD) akibat pandemi COVID-19.

Dipertanyakan

Merespon Surat Menteri Keuangan RI Nomor: S-244/MK.7/2020 tanggal 12 Oktober 2020 tersebut, DPD ASITA Bali mempertanyakan eksistensi 11 sektor diluar hotel dan restoran bagi negara.

“Industri pariwisata itu melibatkan paling sedikit 13 sektor bisnis, ASITA dan anggota adalah salah satu importir tanpa kontainer yang mendatangkan wisman dan wisnus ke Bali,” kata Ketut Ardana.

Menurut Undang-Undang Pariwisata no 10 tahun 2009, industri pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan pariwisata. Pada industri ini paling tidak ada 13 sektor terlibat didalamnya antra lain: agen perjalanan wisata, sanggar seni, penyelenggaraan MICE ( Meeting, Incentive, Convention Exhibition), penyediaan akomodasi wisata, penyediaan makanan dan minuman dilokasi wisata, jasa informasi pariwisata, pengelolaan tempat wisata, jasa konsultan pariwisata, usaha jasa pramuwisata/pemandu wisata, wisata tirta/air, jasa transportasi pariwisata, industri kerajinan dan pusat penjualan oleh-oleh.

UU jelas menyebutkan keberadaan agen perjalanan wisata yang secara resmi bernama ASITA, tercatat DPD ASITA Bali beranggotakan 422 perusahaan sebanyak 14 BPW menggarap pasar ASEAN, 118 BPW mengelola pasar domestik, 34 BPW menangani pasar  Australia, 102 BPW menlayani pasar China, 52 BPW melayani pasar Jepang. Pasar Eropa Barat dikelola 58 BPW, tujuh BPW untuk pasar Middle East, 38 BPW melayani pasar India dan pasar Amerika dikelola 29 BPW

Jika didekade 80- 90, wisatawan yang berkunjung ke Bali menggunakan jasa biro perjalanan wisata anggota ASITA Bali. Dekade 10 tahun terakhir, anggota DPD ASITA Bali hanya mampu mengelola kurang lebih 40 persen dari total wisatawan manca negara dan domestik yang berkunjung ke Bali. Prosentase lainnya berbagi dengan pihak jasa sales and marketing on line, pengelola open trips mau pun hotel.

DPD ASITA Bali sangat mengapresiasi upaya pemerintah, juga  mengingatkan bahwa sektor ekonomi dalam industri pariwista tidak hanya hotel dan restoran, ada 11 sektor lain yang secara asosiasi berada dibawah naungan Bali Tourism Board. Khusus biro perjalanan wisata/BPW di Bali, domiman focus usaha anggota di bidang inbound tourism .

Hampir 46 tahun terakhir melakukan kegiatan promosi diseluruh event baik dalam maupun luar negeri sesuai pasar yang dilayani masing- masing perusahaan. Sebagai asosiasi perjalanan wisata, ASITA juga menyelenggarakan, menyusun dan menjual paket wisata dalam negeri kepada tour operator di dalam dan luar negeri atas dasar permintaan mitra kerja di pasar- pasar wisatawan.

Lebih jauh dipaparkan Ketua DPD ASITA Bali, bahwa ASITA dan anggota juga telah menyelenggarakan event besar pasar wisata yang mendatangkan seller dan buyer dari kantong- kantong wisatawan 10 besar untuk Bali bernama Bali and Beyond Travel Fair. Untuk tahun 2020, acara ditunda dengan alasan pandemi sebagai kebijakan melindungi pasar mau pun Bali sebagai destinasi.

Dalam pergerakan industri pariwisata,  anggota ASITA juga berkontribusi pajak langsung mau pun tidak langsung. Baik pajak badan usaha, PPn, PPH, pajak tidak langsung yang dibayarkan melalui akomodasi dan restorant yang digunakan oleh “tamu” FIT, atau grup dari  anggota ASITA.

DPD ASITA Bali hanya mengingatkan kembali, amanat Undang- undang kepariwisataan No 10 tahun 2009 pasal 31: bahwa setiap perseorangan, organisasi pariwisata, lembaga pemerintah, serta badan usaha yang berprestasi luar biasa atau berjasa besar dalam partisipasinya meningkatkan pembangunan, kepeloporan, dan pengabdian di bidang kepariwisataan yang dapat dibuktikan dengan fakta yang konkret diberi penghargaan.

Penghargaan sebagaimana dimaksud diberikan oleh Pemerintah atau lembaga lain yang terpercaya . Dapat berbentuk pemberian piagam, uang, atau bentuk penghargaan lain yang bermanfaat. Penyusunan regulasi dan pemberian insentif untuk mendorong perkembangan industri kecil dan menengah dan usaha pariwisata skala usaha mikro, kecil dan menengah yang dikembangkan masyarakat lokal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; Mendorong pemberian insentif dan kemudahan bagi pengembangan industri kecil dan menengah dan Usaha Pariwisata skala usaha mikro, kecil dan menengah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan  mendorong pelindungan terhadap kelangsungan industri kecil dan menengah dan Usaha Pariwisata skala usaha mikro, kecil dan menengah di sekitar destinasi pariwisata.

DPD ASITA Bali, berharap hibah juga diberikan sesuai dengan amanat UU No 10 tahun 2009 pasal 31 tersebut, dan seluruh sektor ekonomi dalam industri pariwisata dapat segera bangkit dengan adanya dukungan ini dan sekaligus penerapan protokol kesehatan berbasis clean, healty, safety, environment (CHSE).

Desa Wisata Saung Budaya Ciburial Ajak Masyarakat Berkontribusi Bagi Kesejahteraan Ummat

this formate

Reporter bisniswisata.co.id, Arum Suci Sekarwangi mendapat undangan Famtrip ke Kabupaten Garut, Jawa Barat dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Ekraf dari 28 –  30 Oktober 2020 bertepatan dengan libur bersama yang ditetapkan pemerintah berkaitan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Berikut laporan ke enam

GARUT, bisniswisata.co.id: Wisata desa menjadi acuan dan tema pada Hari Pariwisata Dunia 27 September 2020 lalu yaitu Tourism and Rural Development, yakni untuk membantu komunitas pedesaan membangun potensi pariwisata yang ada.

Bagi banyak komunitas pedesaan, pariwisata adalah jalur kehidupan sejati. Ini memberikan lapangan kerja dan peluang di luar kota besar, terutama bagi perempuan dan pemuda.

Pariwisata juga membantu masyarakat pedesaan mempertahankan warisan alam dan budayanya. Harapan pemulihan kini disandarkan pada pariwisata domestik. Saat banyak pintu imigrasi masih ditutup, aktivitas wisata dalam negeri akan digenjot untuk memutar roda perekonomian.

Desa wisata kini menjadi pilihan berwisata di masa pandemi COVID-19 dan berbicara soal wisata di Jawa Barat rasanya memang tidak pernah ada habisnya, banyak sekali obyek wisata yang dimiliki oleh Jawa barat salah satunya terletak di Desa Ciburial.

Asal mula desa wisata yang terletak di Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut ini dinamakan Ciburial adalah karena di kawasan ini terdapat beberapa mata air. “Ci” yang berarti air dan  “Burial” yang memiliki makna keluar dari tanah. Jadi maknanya adalah mata air ini tidak pernah kering bahkan di musim kemarau. Air nya juga sangat jernih.

Desa wisata ini menawarkan pengalaman hidup di pedesaan untuk para pengunjung ( Live in). Berbagai macam aktifitas yang menarik dapat dinikmati diantaranya berkebun sawi, Merawat domba Garut di Villa Domba, memancing ikan hingga outbound.

Suasana khas pedesaan bisa menjadi barang mahal bagi masyarakat perkotaan. Itulah yang dipikirkan oleh Oban Subana, Kepala Desa setempat pada 2010 lalu. 

Boleh dibilang pemikirannya yang visionerlah akhirnya dirintis lahirnya desa wisata ini. Sebelumnya desa punya usaha simpan pinjam, tapi tidak bisa jalan, makanya mencari usaha lain hingga akhirnya muncul ide desa wisata.

“Oban Subana sebagai Kepala Desa Sukalaksana Kecamatan Samarang membuat konsep dasarnya memang menjual suasana asli khas pedesaan di sini,” jelas Hadian Hendracahya, Manajer Desa Wisata Ciburial saat menyambut kedatangan rombongan.

Meski telah muncul ide membangun  desa wisata, namun menurut Hadian saat itu konsep yang akan dijual belum jelas. Akhirnya kepala desa membawa Hadian dan beberapa orang pemuda melihat sumber mata air Ciburial yang sebelumnya selalu dijadikan sajian atau paket wisata oleh salah satu hotel ternama yang ada di Desa tetangganya.

“Pak Kepala Desa memulai dengan membangun satu saung penginapan di samping sumber mata air Ciburial dan mulai pembenahan lahan,” katanya.

Setelah itu pembangunan sarana dan prasarana pun terus dilakukan pihak desa. Hingga, saat ini telah berdiri beberapa bangunan lain mulai dari kantor hingga ruang rapat.

Kini suasana desa wisata mulai terasa begitu pengunjung memasuki gerbang Desa Sukalaksana. Jalan desa tampak bersih dengan pemukiman warga yang teratur rapih, dan area pesawahan di kiri jalan. 

Begitu masuk ke parkiran desa wisata ini, bau khas dari lahan pertanian terasa kental. Puluhan anak-anak dan remaja menyambut dan menarikan pertunjukan Barudak Lembur, menampilkan berbagai permainan tradisional jaman dulu.

Selain penginapan, kantor dan ruang pertemuan, di atas lahan desa wisata juga ada lahan-lahan pertanian dan lapangan bermain. Lahan pertanian ini menjadi salah satu paket wisata yang bisa dinikmati pengunjung, berupa paket wisata edukasi.

“Pengunjung bisa belajar menanam sawi, mengolah sawah, memandikan dan mencukur domba Garut sampai memancing ikan dan ngagogo (nangkap ikan di kolam),” kata Hadian.

Kunjungan tamu melibatkan banyak warga untuk menarikan permainanntradisional, membatik motif Farutan, pembuatan kopi dan budi daya domba Garut.

Selain itu, ada juga paket wisata keterampilan dari mulai belajar silat, gamelan, membatik, membuat kerajinan dari bahan akar wangi, hingga membuat sabun dari bahan akarwangi.

Makanya, biasanya pengunjung desa wisata ini rata-rata lama tinggal selama tiga hari dua malam dan rimbongan anak sekolah bisa sampai satu minggu tinggal di desa, mengisi homestay yang ada.

Batik Garutan

Apa aktivitas yang bisa dilakukan oleh pengunjung di desa wisata ini terutama yang mengikuti program Live In ? tentunya mendalami batik tulis Garutan yang diproduksi di Desa Ciburial ini sehari-hari.

Motif yang dibuat terinspirasi dari alam yg ada di desa tersebut. Seperti motif Bulu Ayam, Cupat Manggu, Bilik, Bambu dan juga Caisim. Kisaran harganya sendiri dihargai 150.000 per meternya.

Domba Garut

Domba Garut diternakan dan diperlakukan sebagai hewan yang istimewa. Terlihat dari kandang yang ada dengan sebutan Villa Domba Desa Ciburial.

Domba-dimba ini layaknya atlit  juga sering mengikuti kompetisi seperti, Adu Domba dan modeling. Domba domba disini juga memiliki bentuk bentuk tanduk yang bagus dan juga bulu yang sangat bersih.

Aneh tapi nyata tapi  jika ada pengunjung mereka bisa langsung berpose bak model. Tidak heran jika harga Domba Garut yg sering mengikuti kompetisi ini bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Teh Dengan Cita Rasa Kopi

Selain Kopi Akar wangi, Desa Ciburial juga memproduksi minuman yg cukup unik, namanya Teh Kewer. Minuman ini memiliki aroma yang sama dengan kopi. Teh kewer sendiri berasal dari tanaman kewer yang tumbuh liar di sekitaran Desa Ciburial. 

Tanaman bernama latin Senna Septemtrionalis ini memiliki banyak khasiat untuk kesehatan, seperti mengobati sakit pinggang, melancarkan buang air kecil dan juga meringankan gejala penyakit ginjal, bahkan hingga meringankan gejala penyakit stroke. 

Desa Wisata Saung Ciburial saat ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Desa Sukalaksana. Selain mengurus desa wisata, BumDes ini juga memiliki dua unit usaha lain yaitu penyediaan air bersih bagi warga dan perdagangan umum.

Hebatkan?..Nah siapa mau berwisata sekaligus jadi penggerak desa wisata ? gerakan yang kini menjadi trend dunia karena pengunjung yang datang bukan hanya menjadi penikmat tetapi juga berkontribusi ilmu pengetahuan maupun proyek-proyek untuk kemaslahatan ummat.

 

Kamojang Ecopark, Wisata Ala Drama Korea ‘Winter Sonata’  

this formate

Reporter bisniswisata.co.id, Arum Suci Sekarwangi mendapat undangan Famtrip ke Kabupaten Garut, Jawa Barat dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Ekraf dari 28 –  30 Oktober 2020 bertepatan dengan libur bersama yang ditetapkan pemerintah berkaitan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Berikut laporan ke lima.

GARUT, bisniswisata.co.id: Puas menikmati sarapan di tempat makan yang sudah melegenda di Garut, saatnya melancong ke tempat wisata yang hits yaitu Kamojang Ecopark, wisata ala drama Korea, Winter Sonata karena di tempat ketinggian ini dipenuhi pohon pinus seperti lokasi shooting film itu.

Destinasi wisata yang terbilang baru ini  berada di perbatasan antara Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung. Lokasinya berada di pegunungan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Kamojang.

Lantaran berada di ketinggian, sudah barang tentu udara cukup dingin. Dalam waktu tertentu kabut turun menyelimuti destinasi wisata yang dibuka untuk umum pada dua tahun lalu itu.

Counter tiket berupa kontainer dan Kamojang Ecopark yang berada di ketinggian dengan udara sejuk ini  menawarkan ragam spot selfie Instagrammable yang menjadi kebutuhan baru wisatawan di era digital ini.

Setibanya disana rombongan Famtrip Kemenparekraf disambut dengan pertunjukan kesenian Raja Dogar, salah satu pertunjukkan seni khas Garut yang telah pentas di Istana Negara dalam acara Kemilau Nusantara dan bahkan sudah pentas hingga luar negeri. 

Pak Entis selaku pendiri kesenian Raja Dogar mengatakan saat ini seni pertunjukkan yang didirikan pada 18 Desember 2005 ini sudah sampai ke 6 ggenerasi.Pertunjukannya mirip barongsai hanya bentuknya dimba Garut. Tiap ‘domba’ berisi dua orang pemain juga.

Puas dengan pertunjukkan Raja Dogar, kami langsung berburu foto di beberapa spot selfie yang ada disana. Terdapat beberapa spot foto yang instagramable di Kamojang Ecopark sehingga tak heran banyak sekali kaum milenial datang kesini baik dari dalam maupun luar kota untuk berswafoto. 

Pemandangan alam yang disuguhkan di tempat wisata yang baru dibuka di awal tahun 2018 ini juga sangat cantik. Sayang untuk beberapa spot sudah perlu perbaikan karena kurang perawatan ditambah lagi tantangan cuaca dan udara terbuka sehingga ada kerusakan kecil yang harus diwaspadai oleh pengelola maupun pengunjung.

Untuk masuk ke tempat wisata ini pengunjung  perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp 15.000 per orang. Di beberapa spot foto favorit, pengelola sudah menyediakan fotografer yang siap memotret dengan angle yg ciamik, pengelola menarik biaya Rp 5000 per foto. 

Sebut saja misalnya gardu pandang seperti jembatan dengan pemandangan lembah hijau berkabut. Ada pula sepeda gantung, exstrem swing dan ayunan di pinggir tebing, lalu ada penyewaan ATV, Flying Fox dan berbagai fasilitas lainnya.

Di Kamojang Ecopark juga terdapat replika balon udara raksasa yang bisa kita naiki. Warna jingga balon udara menambah cantik foto kita di tengah hijaunya suasana hutan pinus.

Nah daya tarik utama dari tempat ini adalah area hutan pinus yang tertata rapi. Banyak wisatawan yang menyebutnya mirip seperti dengan salah satu scene drama korea yang terkenal: Winter Sonata

Kamojang Ecopark juga memiliki taman bunga matahari yang tak kalah sedap di pandang mata. Hamparan bunga berwarna kuning itu sudah barang tentu menambah foto yang kita ambil di sini semakin menarik.

Di Kamojang Ecopark ada beberapa fasilitas unggulan lainnya seperti rumah makan yang nuansanya seperti rumah pohon terbuat dari kayu. Ada pula semacam amphitheater. Untuk kenangan lainnya silahkan berfoto ala putri Jepang karena pengunjung bisa juga menyewa kimono untuk sekadar mengabadikannya dan diunggah ke media sosial.

Atraksi Pertunjukan Raja Dogar di Ecopark Kamojang ( Foto-foto: Arum Suci Sekarwangi)

Charlie Chaplin 

Charlie Chaplin adalah seorang seniman legendaris dunia. Tak hanya dikenal sebagai komedian, ia juga seorang aktor, sutradara, penulis cerita dan penata musik. Siapa sangka pria yang pernah meraih penghargaan Academy Award atau Oscar ini pernah berkunjung ke Garut, Indonesia bahkan sampai dua kali dalam waktu cukup lama.

Pria asal Inggris ini berjaya di era film bisu di awal era 1900-an ini pertama datang pada 1927. Lalu pada 1932, ia datang lagi  Garut bersama kakaknya Sydney Chaplin. 

Dalam film dokumentasi kunjungannya terlihat, setiba di Stasiun Cibatu, Chaplin disambut antusias warga, termasuk santri dan pelajar. Komedian yang dikenal dengan potongan kumis ala Adolf Hitler ini membalas sambutan itu dengan hangat seperti dilansir dari akun Instagram @album sejarah 

Chaplin menjuluki  Garut sebagai Swiss van Java. Saat itu para pemilik perkebunan di tanah Priangan memang kerap berwisata ke Garut dengan naik kereta api lalu dijemput lebih dari selusin sedan taksi dan limousine tua milik hotel parkir di pelataran stasiun untuk menjemput tamu-tamu penting yang akan bertamasya dan liburan di Garut.

Selain Garut, Chaplin mengunjungi Situ Cangkuang dan kemudian ke Candi Borobudur, Jawa Tengah. Lalu, ia berkunjung ke Bali pada 4 April -17 April 1932 bersama Sydney.

Aneh juga jika selama ini Pemkab Garut tidak pernah memasarkan dengan baik potensi wisata alam dan sejarahnya yang sudah dikunjungi tokoh dunia. 

Apalagi adanya pandemi Covid-19 yang melanda, berdampak krisis pada segala sektor kehidupan, salah satu yang paling terdampak krisis akibat pandemi adalah sektor pariwisata.

Oleh karena itu segala upaya dilakukan oleh pemerintah untuk memulihkannya, salah satunya dengan membuka kembali beberapa destinasi wisata unggulan, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Beragam macam destinasi wisata mulai dari gunung hingga pantai dimiliki oleh Garut. Garut memiliki potensi yang besar untuk mendapat kunjungan wisatawan dengan jumlah yang tinggi apalagi akses tol dari ibukota hanya 4 jam.

Beruntung dikunjungan kali ini ada Koordinator Pemasaran Pariwisata Regional I Area Kemenparekraf /Baparekraf, Taufik Nurhidayat. Dia menuturkan, Kamojang Ecopark merupakan destinasi unggulan yang cocok untuk semua kalangan, baik anak-anak muda maupun keluarga.

“Tren baru destinasi wisata di tengah digitalisasi adalah spot selfie Instagrammable. Di Kamojang Ecopark ini ada banyak fasilitas spot selfie yang cocok untuk semua kalangan,” kata Taufik yang menggelar Famtrip ini.

Bimtek untuk Pemkab Garut

Famtrip ini diselenggarakan setelah sebelumnyaKemenparekraf/Bapare- kraf menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknis Kemitraan Strategi Promosi Pariwisata di Era Adaptasi Kebiasaan Baru di Garut. Bimtek itu dimaksudkan untuk kembali menggairahkan sektor pariwisata di Kabupaten Garut yang terdampak imbas pandemi COVID-19. 

Taufik Hidayat, Koor Pemasaran Pariwisata Reguonal 1, Area 1 Kemenpar dan Ferdiansyah ( kanan), anggota Komisi X DPR-RI.

Menurutnya, sebagai obyek wisata unggulan, Kamojang Ecopark sudah barang tentu menjadi pilihan destinasi wisatawan untuk menghabiskan waktu berlibur. Namun, pandemi Covid-19 mengubah pola kunjungan wisatawan dalam menentukan destinasi wisata.

Sebelum melakukan perjalanan wisata, wisatawan akan menggali informasi apakah destinasi yang akan dituju memenuhi standar protokol kesehatan COVID-19. Mereka memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, keamanan dan keberlangsungan lingkungan hidup. 

“Melalui Bimtek itu kami memberikan pedoman kepada pelaku wisata agar destinasi mereka tak hanya menarik dari segi fasilitas pendukung saja, tetapi juga memenuhi standar protokol kesehatan yang konsisten dan disiplin diterapkan,” ungkap Taufik.

Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah menambahkan, salah satu kekuatan sektor pariwisata di Garut adalah alam, dalam hal ini hutan lindung. Hampir 80 persen destinasi di Garut adalah berbasis alam.

Kekuatan itu menurutnya mesti terus dikolaborasikan agar dapat dipromosikan secara proporsional. Tujuan akhirnya tak lain yakni datangnya wisatawan yang berimbas pada bergeliatnya perkonomian masyarakat.

“Pariwisata ini adalah sektor yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Nah, sebelum kita melakukan promosi, harus ditentukan dulu target pasarnya, pola promosinya. Kita berterimakasih kepada Kemenparekraf yang sudah bekerja keras membangkitkan kembali pariwisata di Garut ini,” ungkapnya.

Ferdiansyah berharap Kemenparekraf terus mengawal strategi pemasaran Kabupaten Garut. “Mudah-mudahan ke depannya harus dibuat lebih matang dan nanti di tahun 2024 menjadi titik take-off pariwisata di Kabupaten Garut,” harap dia.

Dia berharap bisa menggeser aktivitas wisatawan untuk memilih wisata alam dan budaya, keseimbangan dan keheningan, dan Garut memiliki segalanya untuk tujuan wisata tersebut.

“Famtrip ini akan menjadi pengalaman bagi para operator travel, travel agent dan rekan-rekan media. Informasi yang akan diterima di sembilan destinasi selama Famtrip di Garut akan membantu promosi atau sosialisasi mengenai kepariwisataan Kabupaten Garut” jelas Ferdiansyah.

“Harapan saya  Business to Business (B2B)

 bisa segera dilakukan untuk menjual Garut sehingga pangsa pasarnya meluas hingga Jakarta selain Bandung yang kini mulai masuk ke Garut,” paparnya.

Dengan mulainya B2B, kata Ferdiansyah, maka ada kesempatan menata kesiapan destinasi dan pendukung destinasi, travel agent mudah mengemas paket tour, lalu ditata berdasarkan segmentasi pasar, berdasar latar belakang konsumen, minat dan keinginannya.

Sementara untuk menjual Garut kepada wisatawan, inovasi sangat diperlukan. ”Kami mempersiapkan cukup lama, hingga 10 tahun dengan  amenitas dan atraksinya, juga aksesibilitasnya,” paparnya.

Tantangan bagi pengembangan wisata di Garut adalah masalah Sumber Daya Manusia (SDM). Atraksi yang gampang dijual,  kemasannya yang perlu ditata sesuai Sapta Pesona, diantaranya melahirkan kenangan indah bagi wisatawan.

 

Agoda GoLocal Tonight dan Hygiene Plus Upaya Dukung Kebangkitan Pariwisata

this formate

Gede Gunawan, Country Director Agoda Indonesia saat daring, hari ini. ( Foto: Kemenparekraf) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Program Agoda GoLocal Tonight dan Hygiene Plus sebagai upaya untuk mendukung kebangkitan sektor pariwisata di Indonesia yang terdampak oleh pandemi COVID-19,” kata Gede Gunawan, Country Director Agoda Indonesia.

Dia menjelaskan kedua program ini merupakan bentuk dukungan Agoda terhadap Pemerintah Indonesia untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata di Tanah Air.

“Selain itu, Gunawan menambahkan, khusus untuk program Hygiene Plus, hotel, dan penginapan yang bermitra dengan Agoda akan menerima sertifikasi Hygiene Plus dari Agoda sebagai penanda bahwa hotel dan penginapan tersebut menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin,” tambahnya.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya, dalam keterangannya, Jumat (30/10/2020), mengungkapkan pandemi COVID-19 berdampak besar terhadap sektor pariwisata di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Hal ini memicu terjadinya perubahan tren pariwisata dari wisata murah menjadi wisata aman.

“Wisatawan cenderung lebih mencari destinasi yang aman, dalam artian sudah menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, saat ini wisatawan juga mengutamakan fleksibilitas di sektor transportasi dan akomodasi,” kata Nia.

Nia menjelaskan, pihaknya mendukung program Agoda GoLocal Tonight yang merupakan program diskon tambahan hingga 30 persen bagi wisatawan yang melakukan reservasi hotel di kota tempat tinggalnya pada hari yang sama.

Sementara, Hygiene Plus adalah program penerapan protokol kesehatan yang ketat di hotel atau penginapan yang bermitra dengan Agoda yang sesuai dengan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) yang telah disusun oleh Kemenparekraf/Baparekraf.

“Kemenparekraf mendukung program GoLocal Tonight dan Hygiene plus karena kedua program ini dapat membantu industri akomodasi beradaptasi dengan kebutuhan wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru, serta membantu agar para wisatawan dapat berwisata dengan aman dan fleksibel,” ungkap Nia.

Nia mengingatkan masyarakat agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, mengenakan masker, dan menjaga jarak, terutama di destinasi-destinasi wisata.

“Jadi wisatawan juga wajib memastikan destinasi yang dituju sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan disiplin,” katanya.

Gede Gunawan juga menambahkan bahwa hotel dapat mengakses dan ikut serta dalam program HygienePlus tanpa dipungut biaya. “Pengelola hotel dan penginapan cukup menerapkan protokol kesehatan secara ketat yang nantinya akan dimonitor oleh tim kami. Jika dinilai memenuhi syarat, maka kami akan memberikan badge Hygiene Plus bagi hotel dan penginapan tersebut,” ujarnya.