Fusion Ramen ala Chef Hawe

this formate

KUTA, bisiswisata.co.id: DIKENAL sebagai Chef Hawe, lengkapnya Harto Wijaya dengan olahan ramen nya. Ahir pekan ini mengundang kalangan keluarga penikmat olahan mie trendy , outhentik kudapan berkuah asli Korea dan popular di Jepang. Fusion Ramen yang ditawarkan adalah perpaduan taste Japanase food dengan cita rasa Asia, sesuai lidah Indonesa.

Kata Chef Hawe,ingredients nya adalah mie lokal soyu, mirin dan sake di campur dengan kaldu biasa dan seasoning garam merica dan tidak lupa dengan cabai Korean dengan cita rasa lokal. Jadi tetap berupaya mengembangkan kuliner nusantara ditengah gempuran kuliner asing sebagai ikutan industri pariwisata.

Mie adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih. Istilah ini juga merujuk kepada mi kering yang harus dimasak kembali dengan dicelupkan dalam air. Tulisan tertua mengenai mi berasal dari Dinasti Han Timur, antara tahun 25 dan 220 Masehi. Pada Oktober 2005, mi tertua yang diperkirakan berusia 4.000 tahun ditemukan di Qinghai, Tiongkok.

Mie yang dikenal dominan berbahan baku tepung gandum, tetapi di Asia terlebih di kawasan nusantara Indonesia, bahan baku mi lebih bervariasi sevariatif bentukannya. Ada dari tepung ganyong, singkong/ubi kayu “racun” di desa Pulung, Tubaba Lampung dan ragam umbi- umbian nusantara dan juga kacang- kacangan. Menurut sejumlah chef, perbedaan mie terjadi karena campuran bahan, asal usul tepung sebagai bahan baku, serta teknik pengolahan.

Yang istimewan akhir pekan ini di lapak Sesaji adalah olahan mie ramen dengan Nori, yang menurut Chef Hawe sangat dinikmati oleh kalangan anak anak muda dan juga para orang tua dizaman sekarang. Yuuk merapat ke seputaran jalan Dewi Sri, Kuta.

Jadi Turis Lokal Cara Terbaik untuk Mengenal Obyek Wisata Terdekat

this formate

JAKARTA,bisniswisata.co.id: Libur selama lima hari pekan lalu seorang teman mengatakan senang jadi wisatawan lokal, maksudnya tetap berwisata tapi tidak jauh-jauh masih satu-dua jam dari rumah.

” Hanya ke Bogor dan perginya berduaan saja dengan suami karena kami belum memiliki anak jadi seperti pacaran saja, aktivitasnya swa foto atau foto-foto bergantian saja,”kata Lianna Wijaya dengan nada riang.

Jadi turis lokal adalah cara terbaik untuk mengenal obyek wisata di sekitar kita. Para pelancong memang tidak boleh lupa untuk menjelajahi halaman belakang mereka sendiri. 

Lianna dan suami sebenarnya mau naik kereta api ke Bandung, balik ke Hobitton, obyek wisata di Lembang yang sebenarnya sudah pernah di kunjungi. 

” Tapi gagal dapat tiket kereta api karena kapasitas penumpang juga dikurangi sehingga akhirnya naik mobil saja ke Rancamaya, Bogor dan kulineran,” katanya menjelaskan.

Karena mau refreshing dan sudah bosan di rumah, Lianna mengaku senang jalan-jalan layaknya warga lokal saja. dia malah baru menyadari banyak obyek wisata di Bogor bukan hanya Istana dan Kebun Raya Bogor.

” Ada lapangan golf terintegrasi dengan hotel dan wahana permainan. Ada yang menggabungkan konsep tempat wisata memanjakan mata sekaligus menyediakan akomodasinya berupa kamar standar dan glamping,” jelasnya.

Mau cari-cari tempat yang instagramable ala Venice, itali, rumah-rumah Eropa dengan warna dominan putih, sedangkan di sekelilingnya adalah area luas dengan pemandangan yang memanjakan mata juga ada.

Ternyata ada begitu banyak alasan untuk bepergian secara lokal dan begitu banyak manfaat bepergian dekat ibukota Jakarta ini terutama setelah sehari-hari terjebak urusan mondar-mandir dalam rumah urusan kuliah dan belajar online, zoom meeting, urusan dapur dan makan.

Lianna yang bekerja di travel agent dan kerap ke luar negri ini mengaku kuliah lagi ikut program doktoral begitu pandemi global ini menghantam bisnis pariwisata di seluruh dunia.

Selama pandemi, pola wisatanya memang berubah total karena kini lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi dan selalu siap di tas dengan handsanitizer, masker, tissu basah dan di tempat wisata pilih yang terbuka.

” Sudah tiga kali selama pandemi saya jadi turis lokal dan tetap saja ada hal-hal baru yang kita lihat saat berwisata. Biaya yang keluar juga di bawah Rp 500 ribu,”jelasnya.

Salah satu alasan mengapa orang sering melewatkan obyek wisata terdekat adalah karena lokasinya relatif sangat dekat, begitu akrab ditelinga sehingga kita terus menundanya untuk mengunjunginya kapan-kapan saja.

“Padahal begitu kita kunjungi maka tetap saja secara lahir maupun batin menjadi turis lokal jauh lebih menyenangkan karena kita merasa familiar dengan sesama pengunjung yang kita temui, bahasa yang sama, kuliner yang kita sukai dan hal-hal yang dekat dengan keseharian kita,” kata Lianna.

Dia tidak menampik keinginan untuk berwisata ke luar negri. “Secepatnya begitu perbatasan dan protokol kesehatan masing-masing negara sudah diadaptasi, maka travel is possible. Ke Japan, Eropa & Amerika. Kangen suasana di negara-negara tersebut,” ungkapnya.

 

Negara-negara yang Paling Terkena Dampak Akibat Berkurangnya Kunjungan Turis AS

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Diperlukan waktu sebelum perjalanan internasional sepenuhnya kembali normal, tetapi tidak butuh waktu lama bagi beberapa negara untuk merasakan dampak efek COVID-19 terhadap kunjungan dari berkurangnya turus AS.

Dilansir dari travelpulse, situs perbandingan asuransi perjalanan InsureMyTriprecently menganalisis data dari Kantor National Travel & Tourism AS untuk menentukan negara mana yang paling terpengaruh oleh penurunan perjalanan orang Amerika ke luar negeri sejak pandemi virus Corona diumumkan pada bulan Maret.  Berikut 10 negara yang paling merasakannya ; 

  1. Irlandia

 Tidak mengherankan, Eropa telah menjadi salah satu wilayah yang paling terpengaruh oleh kurangnya perjalanan turis A.S. ke luar negeri.  Uni Eropa terus melarang orang Amerika berdasarkan tingkat kepositifan COVID-19 di A.S. 

Oleh karena itu tujuan seperti Irlandia, yang memerlukan karantina 14 hari pada saat kedatangan, telah mengalami penurunan dramatis dalam kunjungan dan pengeluaran berikutnya, kehilangan sekitar US$ 3,3 miliar.

  1. India

India nyaris sama seperti Irlandia dengan perkiraan kerugian US$ 3,5 miliar selama periode enam bulan.  India saat ini berada di Level 4 (larangan bepergian) pada skala penasihat perjalanan Departemen Luar Negeri AS karena ancaman pandemi virus Corona yang sedang berlangsung.

 

  1. Belanda

 Belanda sama-sama terkena dampak pandemi dalam hal kerugian finansial karena kurangnya dolar pariwisata dari AS, yang terpukul sekitar US$ 3,5 miliar.  Orang Amerika harus menunggu untuk wisata ke Amsterdam dan hotspot wisata lainnya karena Belanda adalah salah satu dari banyak negara Eropa yang masih tertutup untuk perjalanan liburan dari turis AS.

  1. Bahama

Biasanya salah satu tujuan internasional yang paling mudah diakses untuk orang Amerika adalah Bahama — yang menampung rekor 1,45 juta orang Amerika pada tahun 2019 —. Tapi kini terhambat oleh gagalnya pembukaan kembali bagi wisatawan AS selama musim panas.  

Pulau-pulau tersebut baru-baru ini memasuki Tahap 3 dari Rencana Kesiapan & Pemulihan Pariwisata negara yang memberi orang Amerika lampu hijau untuk berkunjung dengan bukti hasil tes COVID-19 negatif.  

Menurut penelitian InsureMyTrip, Bahama juga mengalami kerugian yang diperkirakan sebesar US$ 3,5 miliar karena kurangnyUSkunjungan wisatawan AS selama periode enam bulan.

  1. Jepang

Jepang adalah salah satu dari dua negara Asia yang sangat terpengaruh oleh penurunan mendadak pariwisata dari AS dan kehilangan devisa sekitar US$ 3,6 miliar selama periode enam bulan karena pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung.

  1. China

 China, tempat wabah virus Corona berasal pada  akhir 2019 lalu, telah kehilangan sekitar US$ 4 miliar dari penghentian kunjungan turis dari AS. Meskipun angka itu mengejutkan, itu hitungannya kurang dari setengah dari mereka yang prioritaskan China negara nomor satu dalam daftar yang mau dikunjungi.

  1. Jerman

 AS adalah salah satu pasar terpenting Jerman dalam hal pariwisata internasional karena negara tersebut menampung hampir 7 juta orang Amerika yang menginap tahun lalu.  Akibatnya, dampak COVID-19 menjadi parah dan merugikan Jerman hingga sekitar US$ 5,7 miliar.

  1. Spanyol

Spanyol lebih terpukul sedikit keras daripada Jerman, kehilangan sekitar US$ 5,8 miliar dari penghentian kunjungan AS selama enam bulan pertama pandemi.  Penurunan ini sangat mengecewakan karena Spanyol mencatat rekor jumlah pengunjung internasional 83,7 juta pada 2019.

  1. Prancis

Perancis adalah negara teratas di dunia untuk turis internasional yang telah terpukul karena krisis COVID-19 dan larangan perjalanan Uni Eropa berikutnya terhadap orang Amerika. Akibat tidak ada turis AS mengalami kerugian lebih dari US$ 8,1 miliar selama periode enam bulan karena kurangnya pengunjung AS saja.

  1. Italia

 Dengan potensi kerugian hampir US$ 8,3 miliar hanya dalam waktu enam bulan, Italia telah menjadi negara yang paling terpukul dalam hal dampak CCOVID-19 karena terhentinya perjalanan warga AS ke luar negeri.

Menurut penelitian InsureMyTrip, dengan sebagian besar Eropa tetap terlarang untuk perjalanan rekreasi warga Amerika hingga saat ini. Tidak jelas kapan Italia dan negara lainnya akan mulai pulih.  Kabar baiknya adalah tahun 2021 terlihat jauh lebih menjanjikan.

 

 

“International Code for the Protection of Tourists”, Perlindungan bagi Wisatawan

this formate

MADRID, bisniswisata.co.id: Wisatawan diberikan perlindungan hukum yang lebih besar sebagai konsumen di bawah rencana baru yang diajukan oleh Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO). Dengan memulihkan kepercayaan sebagai prioritas utama, Kode Internasional untuk Perlindungan Wisatawan (International Code for the Protection of Tourists ) — dikembangkan oleh UNWTO dengan dukungan hampir 100 negara anggota UNWTO— diharapkan mampu menberi dukungan yang jelas kepada wisatawan terdampak situasi darurat secara global.

Dalam pertemuan pertamanya, Komite Pengembangan Kode Internasional untuk Perlindungan Turis, diikuti secara aktif perwakilan 92 negara anggota UNWTO. Bersama-sama, mereka mengadopsi rencana tindakan nyata untuk memulihkan kepercayaan wisatawan melalui kerangka kerja yang sama dan harmonis.

Dalam beberapa minggu ke depan, organisasi internasional, Komisi Eropa, serta pemangku kepentingan swasta, diminta untuk bergabung dengan inisiatif yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagai bagian tanggung jawab yang lebih adil dan seimbang di antara semua pemangku kepentingan pariwisata di dunia (khususnya) pasca COVID-19.

Membantu Turis yang Bermasalah

Rekomendasi bantuan untuk turis internasional dalam situasi darurat — dasar Kode Internasional untuk Perlindungan Wisatawan — merupakan serangkaian standar perlindungan konsumen minimum bagi wisatawan agar merasa aman dan lebih percaya diri dalam melakukan perjalanan internasional.

International Code for the Protection of Tourists dirancang untuk memastikan bantuan dalam situasi darurat dibagi secara adil di seluruh rantai nilai pariwisata, termasuk:

Mencegah kemungkinan gangguan dengan menyusun rencana kontinjensi dan protokol koordinasi serta melatih pemangku kepentingan pariwisata untuk membantu wisatawan dalam situasi darurat. Memberikan informasi real-time bagi wisatawan. Menangani kerja sama lintas batas antara pemerintah dan penyedia layanan pariwisata. Membina kerjasama yang erat antara pemerintah dan penyedia perjalanan serta akomodasi. Mengatasi pemulangan wisatawan yang efektif.

Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili mengatakan: “Ketidakpastian dan kurangnya kepercayaan dalam perjalanan adalah salah satu tantangan terbesar saat memulai kembali pariwisata. Kode Internasional untuk Perlindungan Wisatawan akan menjadi langkah penting untuk mengatasi hal ini. Menetapkan satu set standar perlindungan konsumen minimum bagi wisatawan, diharapkan membuat orang merasa lebih aman dan lebih percaya diri dalam perjalanan internasional. Dan memastikan bahwa tanggung jawab mengelola gangguan dalam situasi darurat dibagi secara adil ke seluruh sektor. “

Pengembangan Kode Internasional untuk Perlindungan Wisatawan akan dipresentasikan pada Sidang Umum UNWTO berikutnya (akhir 2021 di Marrakech, Maroko) untuk disetujui oleh Negara- negara anggota UNWTO.

Sambut New Normal, PT KAI Wisata Tawarkan 11 Paket Tour Domestik ke Jawa, Bali, Lombok & Belitung.

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) sebagai penyedia jasa tour & travel berbasis kereta api di Indonesia terus berinovasi dengan meluncurkan program paket tour domestik New Normal Back To Holiday mempersiapkan momen liburan panjang dalam rangka Natal dan Tahun Baru 2021.

” Pengalaman 11 tahun sebagai biro perjalanan wisata, PT KAI Wisata kini menawarkan Paket tour terdiri dari 11 pilihan ke berbagai destinasi menarik di Indonesia.,” kata Totok Suryono, Direktur Utama KAI Wisata dalam rilisnya.

Program ini merupakan upaya KAI Wisata untuk mendukung pemerintah dalam rangka pemulihan pariwisata nasional di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), tambahnya.

Menurut Totok, PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) tidak pernah berhenti melakukan inovasi dan pengembangan produk serta layanannya.

Adapun 11 pilihan paket tour domestik sebagai berikut: Exotic Pangandaran 2D1N, Summer Pangandaran 2D1N, Wonderful Cirebon 2D1N, Pesona Dieng 2D1N, Glamping Jogja 2D1N, Belitung Asyik, 2D1N. Eksotika Lombok 2D1N,
Adventure Jogja 2D1N, Discover Bali 2D1N, Escape Malang Snorkeling 2D1N, Escape Malang Offroad 2D1N.

Paket tour domestik New Normal Back To Holiday merupakan salah satu langkah nyata, inovasi dan kreativitas KAI Wisata dalam menghadirkan paket-paket perjalanan wisata domestik yang menarik.

“Kami harapkan bisa jadi trigger bagi para traveler untuk kembali berwisata pada masa New Normal sehingga tidak melewatkan penawaran paket tur menarik dari kami,” ujar Totok Suryono, Direktur Utama KAI Wisata.

Totok Suryono juga menjelaskan bahwa biaya paket tur sudah termasuk Rapid Test sebelum melakukan perjalanan wisata dan menginap di hotel bintang 4 (empat).

Dalam hal pelayanan, traveler akan mendapatkan pelayanan mulai dari saat melakukan pembelian paket tour hingga pada saat menikmati perjalanan wisata sampai dengan selesai atau pulang kembali.

Hal tersebut dimungkinkan mengingat produk dan layanan KAI Wisata ditangani oleh para talent yang memiliki passion pada bisnis travel sehingga bisa memberikan pengalaman perjalanan wisata yang indah dan tak terlupakan bagi traveler.

“Selain mendapatkan produk dan layanan terbaik, pelanggan kami juga akan mendapatkan berbagai keuntungan lainnya seperti program loyalitas pelanggan serta akses untuk berbagai penawaran menarik atau promo dari mitra kerja KAI Wisata, seperti airlines, hotel, dan lainnya”, tambah Totok Suryono.

Selain program New Normal Back To Holiday – Sejuta Pesona Indonesia, KAI Wisata juga tengah menyiapkan paket-paket tur luar negeri. KAI Wisata siap melayani grup atau rombongan (Group Inclusive Tour) maupun pelanggan yang tertarik berpergian dalam jumlah peserta terbatas (Free Individual Travelers).

Bagi yang ingin tailor-made tour atau melakukan perjalanan wisata dengan program yang ditentukan sendiri baik perjalanan wisata domestik maupun luar negeri juga dapat dilayani termasuk perjalanan dengan kapal pesiar (cruise), special interest tour.

“Mau melakukan perjalanan wisata bersama keluarga atau teman sesuai minat dan kegemaran, hingga open trip juga kami layani,” kara Totok.

Pihaknya akan memberikan banyak keuntungan karena traveler tidak perlu pusing mengatur program liburannya, serta bisa memperoleh harga yang ekonomis.

Selain juga berkesempatan mendapatkan teman baru selama perjalanan wisata terutama untuk paket wisata open trip yang sangat populer saat ini terutama di kalangan milenial.

“Dengan wajah dan logo baru serta semangat melampaui batas, kami berharap KAI Wisata akan menjadi yang terdepan dalam industri pariwisata di tanah air serta dapat terus mempertahankan loyalitas pelanggan kami,” ujar Totok Suryono.

Paket Tour Domestik New Normal Back To Holiday bisa dipesan melalui Konter KAI Wisata yang berlokasi di beberapa tempat seperti Stasiun Gambir, Jakarta, Stasiun Bandung dan Stasiun Gubeng, Surabaya

Disamping itu, untuk kemudahan bagi pelanggan sesuai dengan perkembangan teknologi dan era digitalisasi, maka paket tour juga dipasarkan dan dikomunikasikan secara online melalui website dan akun media sosialnya.

Manager Humas KAI Wisata, M. Ilud Siregar juga mengajak masyarakat dan traveler untuk berwisata seru, aman dan nyaman bersama KAI Wisata.

Pihaknya juga mengingatkan karena  program tour New Normal Back To Holiday masih tergolong baru, maka KAI Wisata ke depan masih akan terus menerima segala bentuk saran dan masukan yang membangun terkait program terbaru ini.

“Kami akan menampung sebanyak-banyaknya saran dan masukan guna memberikan yang terbaik bagi para pelanggan kami,” tutup M. Ilud Siregar.

 

Serunya Offroad dan Lava Tour di Kaki Gunung Guntur, Garut

this formate

Reporter bisniswisata.co.id, Arum Suci Sekarwangi mendapat undangan Famtrip ke Kabupaten Garut, Jawa Barat dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Ekraf dari 28 –  30 Oktober 2020 bertepatan dengan libur bersama yang ditetapkan pemerintah berkaitan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Berikut laporan ke tujuh

GARUT, bisniswisata.co.id: Hari terakhir Famtrip, rombongan diajak berpetualang di Garut dengan menikmati Lava Tour dan juga Fun Offroad di Gunung Guntur. Pukul 08.15 kami berangkat menuju Gunung Guntur yang terakhir meletus pada tahun 1847.

Letusannya membentuk track yang cukup menantang untuk wisata off road. Di dampingi rekan-rekan dari Ikatan Travel Agent Garut (ITGA)  kami mengikuti salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Garut yang disebut  lava tour. 

Lahar bekas letusan Gunung Guntur dua abad silam telah membentuk trek yang dapat menguji adrenaline apalagi menyusuri trek sejauh lima kilometer itu dengan jeep di jalan yang benar-benar masih alami. 

Petualangan pagi ini semakin menantang manakala batu-batu bekas lahar panas Gunung Guntur yang telah membeku dibiarkan memenuhi badan lintasan. Tentu saja semakin membuat aliran darah berdesir kencang mengaliri seluruh tubuh.

Tak dapat dipungkiri, salah satu kekuatan wisata di Garut panorama alamnya yang cukup asri. Ya, Kabupaten Garut memang kaya potensi. Hampir seluruh potensi itu kini telah disulap menjadi daya tarik wisata yang patut untuk kita kunjungi. 

Salah satu yang menarik adalah menikmati wisata offroad di Gunung Guntur ini  bersama  Kumpulan Jeep Anak Garut (Kujang) yang secara konsisten mempromosikan offroad di Gunung Guntur ini.

Pengembangan potensi wisata offroad ini juga mendapat perhatian dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) agar dapat menjadi atraksi yang terus mendatangkan wisatawan berlibur ke Garut. 

Koordinator Pemasaran Pariwisata Regional I Area I Kemenparekraf / Baparekraf, Taufik Nurhidayat mengatakan syarat 3 A yaitu Aksesibilitas, Amenitas dan Atraksi  terpenuhi. 

Kabupaten Garut, amat memenuhi ketiga unsur tersebut. Apalagi jika ditinjau dari aspek atraksi, Garut menawarkan beragam pilihan destinasi untuk dinikmati oleh wisatawan, salah satunya adalah affroad di Gunung Guntur ini.

Offroad di Gunung Guntur ini selain wisatawan akan merasakan sensasi petualangan  juga mendapatkan pemandangan panorama alam yang indah, yang menjadi kekuatan destinasi wisata di sini,” kata Taufik, 

Wisata lava tour ini patut untuk dikembangkan karena menjadi cara lain untuk mengeksplor keindahan panorama alam Gunung Guntur.

“Wisata petualangan ini menambah khasanah atraksi wisata di Kabupaten Garut. Tentu difenrensiasi ini menjadi kekuatan tersendiri untuk semakin mengembangkan pariwisata di Garut. Dan kami sangat mendukung ini,” ujarnya.

Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah yang juga hadir menerangkan, meski wisata petualang ini memacu adrenaline, namun ia juga tak melepaskan tren wisata yang berkembang belakangan ini yaitu spot Instagrammble.

“Trek wisata lava tour ini juga cukup Instagrammable. Jadi relevan dengan kebutuhan wisata di era digital saat ini,” tutur dia.dari ketinggian dan juga menikmati pemandangan Gunung Putri yang puncaknya dijadikan titik awal paralayang.

Gunung Guntur yang meletus pada 1847,
letusannya membentuk track yang cukup menantang untuk wisata offroad. ( Foto: Arum Suci Sekarwangi)

Menurut Ferdianstah, 80% kekuatan pariwisata Kabupaten Garut adalah berbasis alam,  seni dan budaya. Kekayaan alam dan seni-budaya ini harus terus dilestarikan agar sektor pariwisata Garut memiliki filosofi yang kuat.

” Eksplorasi kekayaan alam dan seni-budaya Garut dalam konteks pariwisata pasti akan memberi nilai tambah bagi perkonomian masyarakat,” kata Ferdiansyah.

Direktur Pemasaran Regional I, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Vincensius Jemadu yang hari ini ikut bergabung menambahkan, lava tour  ini harus terus didukung dan dipromosikan, sehingga mendapat porsi seimbang dalam hal pemasarannya.

Sebagai destinasi yang terbilang baru, namun ia memiliki atraksi dan pasarnya tersendiri. “Lava tour ini punya pasar sendiri. Bahkan, yang bukan pecinta offroad atau adventure pun tertantang untuk ikut menikmati terjalnya trek lava tour,” kata Vincent.

Dia sepakat paket ini harus didukung dan terus dikembangkan, selain tetap dipertahankan diferensiasinya dengan lava tour daerah lain. Kekuatannya adalah masih alaminya trek di sini, tegasnya.

Stevano, ketua ITGA, mengatakan bahwa mereka juga menyediakan paket fun offroad sambil berkemah yang pastinya sangat menarik. Wisata petualangan yang baru dibentuk beberapa bulan yang lalu ini sangat menarik untuk dikembangkan.

Stevano yang juga ikut menemani rombongan dalam trip tersebut mengatakan sebulan terakhir baru efektif melayani wisatawan, karena sebelumnya terganggu akibat Covid-19.

Disamping karena adanya pandemi Covid-19, wisata alam di kaki Gunung Guntur ini bisa dibilang masih kurang dipromosikan, sehingga belum banyak wisatawan yang mengetahui dan datang. Padahal dari kaki gunung ini wisatawan dapat menikmati pemandangan Kota Garut 

Tapi wajar rasanya karena trek fun offroad dan lava tour ini sebelumnya adalah kawasan konservasi, dan baru pada awal tahun 2020 ini Perhutani menjadikan beberapa zona sebagai Taman Wisata Alam.

Tidak hanya di kaki Gunung  Guntur dengan Lava Tournya, Destinasi ITGA Jeep Fun Offroad Garut juga bisa anda nikmati di Cirolek dengan pemandangan rindang hutan pinus, di Dayeuh Manggung serta Cikajang yang bisa dinikmati sambil menelusuri kebun teh.

Rute terdekat bisa menghabiskan waktu dua  jam dan rute terjauh bisa dinikmati dengan waktu sekitar 6 jam perjalanan. Tarif sewa Jeep untuk offroad adalah sebesar Rp. 350.000/orang. Untuk satu mobil Jeep dapat diisi maksimal 3 orang.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati serunya berwisata off-road dengan suguhan pemandangan alam yang sangat indah di Garut, wisatawan dapat menghubungi hotel atau penginapan yang telah melakukan kerjasama dengan Ikatan Travel Agent Garut (ITGA). 

Pastinya, Gunung Guntur yang memiliki ketinggian 2249 mdpl ini memiliki sejuta pesona yang akan membuat pengunjung berdecak kagum akan keindahannya. Yuk berwisata ke Garut!

 

Pelancong Merespons Positif Tawaran Qantas Tour ke Destinasi Spesial

this formate

Qantas rilis program ‘flight to somewhere’ bertarif mulai Rp 25 juta (foto: CNN)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Setelah sukses dengan program “flight to nowhere” alias penerbangan tanpa tujuan atau ke antah-berantah, Qantas menawarkan sesuatu yang bahkan lebih besar.

Maskapai penerbangan Australia ini menyebutnya “flight to somewhere” atau penerbangan ke suatu tempat dengan pengalaman tak biasa. 

Pandemi COVID-19 telah mendorong banyak perbatasan nasional di seluruh dunia ditutup. Maskapai penerbangan dituntut untuk kreatif agar bisa survive.

Program yang ditawarkan Qantas Airways ini membuktikan hal itu. Baru saja rilis, tiket penerbangan “flight to somewhere” ini sudah ludes terjual hanya dalam 10 menit. 

“Kami kewalahan dengan respons terhadap penerbangan wisata kami, saat sebagian besar perbatasan masih diberlakukan,” kata Eksekutif Qantas Group, Alan Joyce, dalam siaran pers seperti dilansir CNN Travel.

“(Tiket) itu terjual habis dalam waktu 10 menit dan respons dari penumpang di dalamnya sangat fantastis. Bahkan, orang yang sering terbang mengatakan tak pernah mengalami penerbangan keliling Australia seperti itu. Dan, kru kami senang bisa kembali ke kapal,” dia menambahkan.

Program “flight to somewhere” Qantas dirancang khusus bagi pelancong Australia yang hingga kini masih belum dapat meninggalkan negara.

Mereka diizinkan keluar dan berlibur tetapi di dalam negeri. Konsep program ini adalah mengajak wisatawan untuk melakukan perjalanan ke beberapa tujuan khusus, salah satunya Uluru di Australia.

Liburan 24 jam dari Sydney ke Uluru ini akan berlangsung dari 5-6 Desember 2020. Wisatawan akan diajak tamasya dan menginap di hotel.

Cara ini mungkin bisa menjadi penawar bagi orang-orang yang sudah tak sabar melakukan wisata dengan menaiki pesawat.

“Sekarang setelah lebih banyak perbatasan mulai dibuka, kami bermitra dengan operator pariwisata di lapangan untuk menawarkan penerbangan khusus ke tujuan khusus,” kata Alan.

Untuk pengalaman penerbangan kali ini, penumpang tak hanya merasakan sensasi terbang di pesawat. Tapi, juga berlibur semalam di Sails in the Desert, sebuah hotel resort Ayers Rock.

Selama penerbangan, penumpang akan menikmati penerbangan tingkat rendah dan menyaksikan keindahan landmark populer Australia itu, termasuk Sydney Harbour.

Menurut siaran pers dari Qantas, pelancong yang ikut program ini akan meninggalkan Sydney pada pukul 08.00 pagi menuju Northern Territory. Setibanya di Uluru, mereka akan diajak menyaksikan pameran Field of Light di malam hari.

Makan malam tiga menu di bawah bintang-bintang dan menyaksikan pertunjukan didgeridoo tradisional untuk mendengarkan anggota komunitas pribumi bercerita tentang sejarah dan makna Uluru.

Malam itu juga para tamu akan diinapkan di Sails in the Desert, sebuah resort kelas atas. Para pelancong disarankan untuk bangun lebih awal agar dapat menikmati matahari terbit di atas Uluru. Setelah itu, mereka akan makan siang sebelum kembali ke pesawat untuk terbang pulang ke Sydney.

Penerbangan dari Sydney ke Ulura akan memakan waktu sekitar tiga setengah jam. Rute ini biasa dioperasikan oleh maskapai penerbangan bertarif rendah milik Qantas, Jetstar yang sejak pandemi virus corona telah berhenti beroperasi.

Uluru, yang sebelumnya dikenal dengan nama kolonial Ayers Rock, adalah tempat suci bagi masyarakat Pribumi Australia. Tempat ini memiliki arti khusus bagi orang Anangu, yang memiliki hubungan sejarah panjang dengan situs tersebut.

Uluru resmi ditutup bagi para pendaki pada Oktober 2019 untuk menjaga kelestariannya. Sebelum pandemi COVID-19, lebih dari 300.000 orang datang ke Uluru setiap tahunnya.  

Tarif eknomi untuk paket “flight to somewhere” tour 24 jam ini dibandrol dengan harga 2.499 dollar Australia atau sekitar Rp 25,7 juta. Sedangkan untuk kelas bisnis tarifnya 3.999 dollar Australia atau Rp 41,1 juta.

 

Libur Panjang, Penumpang Perjalanan Kereta Priority Tambahan Capai 100%

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Penumpang perjalanan tambahan Kereta Priority meningkat di masa libur long weekend dan cuti bersama, kataTotok Suryono Direktur Utama PT Kereta Api Pariwisata. hari ini.

“Peningkatan jumlah penumpang tersebut terdapat pada KA Bima Priority relasi Gambir-Surabaya Gubeng, KA Turangga Priority relasi Bandung-Surabaya Gubeng, KA Taksaka Fakultatif Priority relasi Gambir-Yogyakarta dan KA Argo Wilis Priority relasi Bandung-Surabaya Gubeng,” tambahnya.

Peningkatan penumpang di kereta priority tambahan rata-rata mencapai kurang lebih 100% dengan seat tempat duduk yang terjual hingga 31 seat tempat duduk dari kapasitas 21 seat tempat duduk yang di sediakan atau 70% di masa adaptasi kebiasaan baru.

Peningkatan penumpang lebih dari 21 seat tempat duduk yang terjual karena  adanya penumpang yang naik dan turun di stasiun antara atau lintas.

Perjalanan Kereta Priority tambahan tetap menerapkan protokol Adaptasi Kebiasaan Baru. Para Penumpang diharuskan untuk tetap mematuhi persyaratan sesuai yang diatur oleh Gugus Tugas Covid-19, yakni para penumpang harus dalam kondisi sehat, tidak sedang menderita flu, baik batuk, maupun deman dengan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celcius.

“Kami terus dan selalu siap menyambut para pelanggan setia kami dengan tetap memberikan pelayanan yang terbaik, serta aman dan nyaman pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru,sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah”, ujar Totok Suryono.

Bagi setiap penumpang KA yang melakukan perjalanan wajib menggunakan masker selama berada di area stasiun maupun di atas Kereta dan memakai Face Shield yang disediakan oleh petugas saat akan naik ke atas KA, serta mengikuti protokol kesehatan dan 3M yaitu mencuci tangan, memakai masker serta menjaga jarak saat berada di stasiun dan di kereta.

Para penumpang juga diminta untuk menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket sebagai pelindung diri, mengurangi kegiatan berbicara saat berada di dalam KA untuk menghindari penyebaran virus melalui droplet.

Ilud Siregar, Humas PT KA Pariwisata mengatakan sebelum naik kereta  para calon penumpang dan pelanggan setia Kereta Wisata sudah melaksanakan Rapid Test. Pihaknya saat ini bekerjasama dengan Rajawali Nusindo, grup usaha Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menyediakan layanan Rapid Test Covid-19 seharga Rp.85.000,- yang tersedia di Stasiun Gambir, Stasiun Bandung dan beberapa stasiun lainnya,tutup Ilud siregar.

Pameran Masker Indonesia di Yogya Libatkan Desainer dari Berbagai Kota  

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Masker yang merupakan sarana vital dan sangat penting menjadi perhatian utama pada saat pandemi ini untuk digunakan sehari-hari oleh seluruh lapisan masyakat Indonesia dan warga dunia lainnya.

Acara yang dibuka oleh Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Arya (GKBRAA ) ini menunjukkan perilaku hidup New Normal ini  yang menggiatkan kepedulian dan kreativitas pelaku industri kreatif bagaimana membuat masker penutup wajah bisa tampil keren tetapi dengan mementingkan unsur kesehatan dan fungsi secara benar.

Masker yang tidak hanya sebagai alat penutup mulut dan hidung namun lebih dari itu bagi para pelaku industri kreatif yaitu para fashion designer masker bisa dirancang dengan gaya yang lebih fashionable.

Mengambil peran penting dan mendukung pemerintah adanya himbauan wajib menggunakan masker maka Indonesian Fashion Chamber ( IFC)  sangat peduli akan hal tersebut. 

Kerjasama antara berbagai pihak dengan difasilitasi oleh Galeria Mall menyambut baik program Pameran  Masker Indonesia hadirkan fashion designer yang tergabung di Jakarta, 8Pontianak, Makassar, Bandung. Semarang, Malang, Padang, Surabaya dan pastinya Yogyakarta sebagai tuan rumah.

Diharapkan pameran yang sekaligus juga ajang bisnis ini disambut baik oleh masyarakat sehingga bisa memberikan edukasi yang baik bahwa masker bisa tampil fashionable.

Tentunya dengan tetap  memakai bahan yang nyaman dan pola yang benar sehingga masker tetap terlihat indah, cantik, nyaman dipakai dan tentunya tampil fashionable.

“Pada akhirnya kebutuhan masker ini dijembatani oleh kebutuhan pokok dari sisi fashion, tapi fashion designer berkreasi tidak hanya pakaian namun juga serasi dan matching dengan masker yang dipakai,” kata  Philip Iswandono Ketua IFC, hari ini.

Dampak dari virus Corona yang muncul sejak akhir tahun 2019 lalu tidak hanya pada kesehatan saja. Terutama pada bidang industri pariwisata yang mengalami penurunan yang sangat drastis.

 

Salah satu kota yang merasakan penurunan di industri pariwisata adalah Kota Yogyakarta. Tetapi sejak kehidupan new normal dimulai, maka aspek lintas kreatifitas pariwisata pun sudah mulai bergerak. 

Seluruh bidang-bidang ekonomi dan kreatifitas harus segera bergerak agar perekonomian dan pariwisata Kota Yogyakarta khususnya segera akan bangkit kembali.

Sedemikian pentingnya masker bagi masyarakat dunia saat ini bahkan kita masih belum tahu kapan akan berakhimya pandemi COVID-19, dengan rasa kebersamaan dan saling memotivasi maka para designer dan kreator masker Indonesia.

Pentingnya masker untuk kehidupan merubah lifestyle masyarajat. Untuk itulah maka House of L’Mar yang disupport oleh Galeria Mall, Kopi Lawoek dan juga Organized by Efar Indonesia mengadakan “Pameran Masker Indonesia selama kurun waktu 3 bulan di Galeria Mall Yogyakarta.

Pameran masker Indonesia ini diapresiasikan pada para fashion designer dan kreator untuk terlibat di acara ini dengan beberapa jadwal misalnya Jadwal Minggu 1 dan Minggu 2 di bulan November bekerja sama dengan IFC (Indonesia Fashion Chamber).

Para designer yang terlibat adalah Lia Mustafa, Rengganis, Insaicle, Sofie Design, Elkana Gunawan,  Adhy & Alie Accessories, RENDA by ‘rief House, Santri Muslim Wear, Alphiana C, Lenny Agustin, Phillip,  Alma Riva, Luvia, House Of Mia.

Ada pula designer Irna Mutiara,  Nabila Sajidah/Bandung, Sofie/Jakarta, Elkana Gunawan/Semarang, Adhy & Alie/Makassar, Arief/Pontianak,  Lily Gunawan/Makasar,  Alphiana Chandrajani/Surabaya.

Desainer lainnya , Lenny Agustin Jakarta, Phillip Iswardono, Alma Riva, Lutfi Vadisa, Mia Ridwan semuanya dari Yogyakarta. Ada pula Wening’s Line, DewiQu, Hendri Budiman dan Dannique

 

Bali Teratas, Menyusul Semarang & Yogya Tujuan Libur Panjang Oktober 2020

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bali, Yogyakarta, Semarang  menjadi pilihan masyarakat yang memanfaatkan libur panjang, cuti bersama yang ditetapkan pemerintah berkaitan dengan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW.

Libur bersama mengapit Hari Besar Umat Islam dimulai 28-30 Oktober dilanjutkan dengan 31 Oktober & 1 November sehingga total libur panjang menjadi lima hari yang memungkinkan wisatawan domestik lebih leluasa memilih tujuan wisatanya.

Anton Thedy, CEO TX Travel mengatakan untuk perjalanan udara, tujuan Bali terbanyak dimana wisatawan domestik mulai berdatangan ke Bali dalam libur cuti bersama pekan ini sejak 28 Oktober.

” Tujuan wisata yang paling di minati tetap Bali, walaupun peminatnya tidak melonjak seperti tahun  2019 lalu tapi tetap ada peningkatan meski di bawah 30%,” ungkap bos travel agent dengan 255 cabang franchaise ini.

Dia tidak tahu persis apakah lonjakan kunjungan wisatawan domestik ini juga di dukung dengan promo harga tiket dari Air Asia Domestik periode 26 okt – I November 2020, diikuti penghapusan airport tax di 13 bandara termasuk Bali, Yogya dan Semarang. 

Communication and Legal Manager AP I Ngurah Rai Andanina Dyah Permatasari Mega mengatakan kedatangan domestik ke Bali pada hari pertama libur panjang 28 Oktober tercatat 15.000 penumpang.

“Angka  itu cuma minus 19 persen saja dibanding tanggal yang sama tahun 2019 lalu, jadi hampir sudah mendekatilah angka dengan tahun lalu.  Kedatangan domestik ini tertinggi semenjak pandemi ya,” kata Mega saat dikutip  detikcom.

Anton menambahkan sebagian besar wisatawan domestik memang memilih untuk berwisata dengan kendaraan pribadi karena lebih aman bersama keluarga memanfaatkan jalan tol baru.

” Adik saya sendiri, Lily bersama keluarganya dari Sukabumi, Jawa Barat pilih ke Semarang via tol untuk mengunjungi obyek-obyek wisata baru yang Instagramable seperti ke Ayanaz Gedong Songo, Jawa Tengah Krajan, Banyukuning, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Tempat wisata di Semarang ini menyuguhkan banyak spot foto instagenic di alam terbuka yang pastinya disukai oleh para penyuka swafoto. Diresmikan dan dibuka pada tanggal 11 Juni 2019, obyek wisata yang berada di dalam komplek Candi Gedong Songo ini langsung melejit dan menjadi salah satu tempat wisata favorit muda mudi.

Trend jalan- jalan zaman pandemi ini, kata Anton, menggunakan mobil sendiri, mungkin takut terbang.  Micro tourism perginya yang dekat-dekat di bawah 5-6 jam perjalanan. Makanya  perjalanan ke kawasan Bogor, Puncak dan Bandung menjadi macet.

Wisatawan domestik dari Jakarta sambangi lava tour Merapi dengan Jeep di Yogyakarta.( Foto: Paranitha).

Menurut Anton, wisatawan domestik maupun lokal mencari tujuan wisata yang open air, luas, lega, outdoor, udara terbuka dan  menghindari tempat wisata  yang banyak kerumunan.

Dari hasil survey terbatas, 90 % responden menjawab memanfaatkan libur panjang karena merasa bosan setelah berbulan-bulan bekerja dan sekolah dari rumah saja. Selain itu pilihan obyek wisata adalah yang menerapkan  kebersihan, kesehatan dan keamanan dari penyebaran virus jadi prioritas utama.

” Wisatawan juga pilih akomodasi dan hotel yang menerapkan  less touching, menghindari yang banyak bersentuhan termasuk melakukan pembayaran dengan uang digital,” ungkap Anton.

Lily melalui WA menjelaskan bahwa dari Semarang dia juga akan melanjutkan ke Yogyakarta baru kembali ke Sukabumi. “Perjalanan darat lewat tol enak, lagi pula baik Semarang maupun Yogya banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi dan makanannya enak-enak,” kata Lily.

Dia mengaku selama masa pandemi global ini  sudah empat kali berwisata dan selalu dengan persiapan sesuai protokol kesehatan, pakai masker, bawa handsanitizer dan rajin cuci tangan serta menjauhi kerumunan dan targetnya pulang tetap dalam keadaan sehat.

” Berwisata dengan kendaraan pribadi dan mengatur sendiri perjalanan jadi lebih flexible, anggaran juga tidak banyak berkisar Rp 2-3 juta saja,” kata lily.

Bos Eztu Glass Art , Brian Yaputra, pria kelahiran Semarang yang ahli dalam hal kaca patri juga  semula ingin memanfaatkan libur panjang untuk melihat proyeknya di Gresik, Jatim, tapi akhirnya lima hari terakhir tetap di Jakarta.

Buah karyanya memang terpampang di sejumlah tempat monumental. Dari masjid, gereja, istana kesultanan hingga Disneyland Hong kong dan dia baru rampung merias masjid besar terbaru di Gresik. 

“Mesjidnya  besar , mewah dan agung namanya Masjid Akbar Moedhar Arifin menjadi masjid paling megah di Kabupaten Gresik, Jawa Timur yang berdiri di tanah seluas 5 hektare. Saat ini Kemegahan masjid tidak hanya tampak dari bangunannya tapi juga kaca patrinya dong,” kata Brian Yaputra berseloroh.

Dia tetap akan melakukan perjalanan darat ke Jatim melihat proyeknya di hari kerja. Hotel pilih bsrkisar Rp 750 ribu/ malam dan untuk makan budget Rp 200 ribu/ orang.

Seni kaca patri, ujarnya,  telah dipakai untuk menghiasi rumah ibadah sejak abad 10, terbukti menyajikan nuansa damai, tenang dan khidmat kepada umatNya. Dia mengaku bahagia bisa mempersembahkan seni kaca patri yang indah untuk saudara-saudara kaum Muslimin, tambah Brian

Pria yang gemar travelling ini mengaku sudah bosan berkutat dengan urusan kantor dan ingin berwisata namun karena border juga belum dibuka dan banyak negara didunia masih tegang dengan urusan COVID-19 maka dia berupaya menekan keinginan karena usia yang rentan di masa pandemi.

” Bagitu COVID-19 minggat saya akan langsung ke China karena ada proyek baru menuggu. Saya  juga mau ke Hongkong karena Disneyland  menambah bangunan dengan kaca patri sepenuhnya dipercayakan karya Eztu Glass Art yang sudah terpasang di gedung tambahan Disney,” jelasnya.

Selanjutnya dia sudah rindu dengan tempat-tempat yang biasa disambanginya di kota London  dan dua kota di AS lainnya yang ingin dikunjunginya tahun depan adalah Boston dan New York karena banyak museum yang tidak pernah cukup waktu untuk dinikmatinya.

Brian mengaku akan mengatur sendiri perjalanan antar kotanya supaya lebih fleksibel dan mendaparkan suasana berbeda sehingga bisa refreshing, kata seniman papan atas kaca patri ini mengakhiri WA chat nya.