Fusion Ramen ala Chef Hawe

KUTA, bisiswisata.co.id: DIKENAL sebagai Chef Hawe, lengkapnya Harto Wijaya dengan olahan ramen nya. Ahir pekan ini mengundang kalangan keluarga penikmat olahan mie trendy , outhentik kudapan berkuah asli Korea dan popular di Jepang. Fusion Ramen yang ditawarkan adalah perpaduan taste Japanase food dengan cita rasa Asia, sesuai lidah Indonesa.

Kata Chef Hawe,ingredients nya adalah mie lokal soyu, mirin dan sake di campur dengan kaldu biasa dan seasoning garam merica dan tidak lupa dengan cabai Korean dengan cita rasa lokal. Jadi tetap berupaya mengembangkan kuliner nusantara ditengah gempuran kuliner asing sebagai ikutan industri pariwisata.

Mie adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih. Istilah ini juga merujuk kepada mi kering yang harus dimasak kembali dengan dicelupkan dalam air. Tulisan tertua mengenai mi berasal dari Dinasti Han Timur, antara tahun 25 dan 220 Masehi. Pada Oktober 2005, mi tertua yang diperkirakan berusia 4.000 tahun ditemukan di Qinghai, Tiongkok.

Mie yang dikenal dominan berbahan baku tepung gandum, tetapi di Asia terlebih di kawasan nusantara Indonesia, bahan baku mi lebih bervariasi sevariatif bentukannya. Ada dari tepung ganyong, singkong/ubi kayu “racun” di desa Pulung, Tubaba Lampung dan ragam umbi- umbian nusantara dan juga kacang- kacangan. Menurut sejumlah chef, perbedaan mie terjadi karena campuran bahan, asal usul tepung sebagai bahan baku, serta teknik pengolahan.

Yang istimewan akhir pekan ini di lapak Sesaji adalah olahan mie ramen dengan Nori, yang menurut Chef Hawe sangat dinikmati oleh kalangan anak anak muda dan juga para orang tua dizaman sekarang. Yuuk merapat ke seputaran jalan Dewi Sri, Kuta.

Dwi Yani

Representatif Bali- Nusra Jln G Talang I, No 31B, Buana Indah Padangsambian, Denpasar, Bali Tlp. +628100426003/WA +628123948305 *Omnia tempus habent.*