Reporter bisniswisata.co.id, Arum Suci Sekarwangi mendapat undangan Famtrip ke Kabupaten Garut, Jawa Barat dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Ekraf dari 28 – 30 Oktober 2020 bertepatan dengan libur bersama yang ditetapkan pemerintah berkaitan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Berikut laporan ketiganya.
GARUT, bisniswisata.co.id: Berangkat usai sholat subuh dari rumah dan eksplor berbagai tempat di Garut hingga jelang sholat maghrib membuat check-in di Fave Hotel Cimanuk Garut memacu semangat untuk menyegarkan tubuh dengan mandi air panas secepatnya.
Tiba di lobby hotel warna dinding dan tiang-tiang gedung yang dominasi putih dipadu padankan dengan sofa-sofa berwarna terang benderang seperti merah, hijau dan ungu. Sementara dekorasi counter Receptionnya juga eyes catching karena seperti susunan pecahan batu marmer.
Tak perlu menunggu lama, setiap peserta mendapat kamar sendiri-sendiri sehingga saya segera bergegas menuju lantai dua. Maklum masih ada acara makan malam dan putar-putar kota Garut dengan bis Ngompreng, layanan bis wisata yang baru beroperasi lengkap dengan hiburan live music di dalamnya.
Dari balik jendela masih terlihat landskap pegunungan yang indah. Garut memang kota yang berada di ketinggian 717 mdpl dan dikelilingi beberapa gunung tinggi di Jawa Barat. Topografi seperti ini bikin Garut sebagai kota berhawa sejuk.
Ternyata lokasi hotel tempatnya strategis juga, berada dalam lingkungan kompleks ruko-ruko yang di antaranya terdapat restoran, kafe, karaoke, dan toko oleh-oleh. Jadi tidak perlu jauh-jauh untuk cari makan, hiburan, atau pun buah tangan.
Tipe kamar di Favehotel Cimanuk namanya Faveroom, Faveroom plus dan Fabroom. Kalau di hotel lain sama juga dengan dua tipe basic seperti standar dan superior nah kalau fabroom itu setara suite.
Luas kamar dan kelengkapan kamarnya nyaris sama, yang berbeda hanya di tipe superior disediakan refrigerator dan mini bar. Selain itu, kamar superior hanya berada di lantai 1 dan 2, sementara tipe standard bisa ditemui di lantai 1 sampai 3.
Nah tipe kamar yang lebih tinggi kelasnya, yaitu tipe Suite ( Fabroom) . karena jumlahnya hanya ada tiga kamar maka tipe Suite ini hanya bisa di-booking dengan memesan langsung ke Favehotel Cimanuk Garut, bukan melalui aplikasi atau travel agent.
Di kamar tipe superior ini tepat di sebelah pintu kamar mandi terdapat opencabinet tempat menggantung baju dan sudah disediakan bathrob, slipper, dan juga sajadah untuk alas sembahyang. Di rak bawah, terdapat safe deposit box dan satu kotak kulit untuk tempat menyimpan laundry.
Ada working desk panjang yang menempel ke tembok dan persis di sampingnya terpasang TV LCD 32 inchi yang menyiarkan banyak channel TV cable. Di atas meja kerja itu disediakan hot/tea coffee maker.
Ruang meeting di Fave Cimanuk Garut
Sementara di bawah meja kerja, untuk tipe Superior, terdapat refrigerator kecil dengan isi simple mini bar. Untuk tempat tidurnya, saya dapat King bed .
Usai sholat, sebelum bergabung lagi di lobby hotel menunggu jemputan bis Ngompreng, saya masih bisa melihat-lihat dari informasi di kamar mengenai fasilitas Meeting Room dan Ballroom.
Rupanya yang datang ke Garut untuk kepentingan bisnis misalnya meeting atau seminar, Favehotel Cimanuk Garut juga menyediakan tiga ruang pertemuan dengan ukuran kecil. Masing-masing bisa menampung sekitar 25 orang.
Uniknya padu padan kursi dan meja rapat lagi-lagi sangat kontras warnanya. Misalnya kursi putih dengan meja berwarna merah Fanta. Selain itu Favehotel Cimanuk Garut juga punya satu ballroom besar yang cocok untuk dipakai pesta pernikahan atau event-event besar lainnya.
Di dalam bis wisata Ngompreng, Garut. kulineran dan menikmati live music
Ngompreng
Ujung acara hari pertama di Garut sebenarnya berjumpa dengan Bupati Garut, tapi gagal dan diganti dengan kegiatan Ngompreng. Bukan seperti supir yang ngompreng cari pemasukan tambahan tapi singkatan dari Ngopi Makan Bareng.
Ngompreng yang menjadi produk baru Garut dilakukan di dalam bis, sambil berkeliling Garut dengen tetap mematuhi protokol kesehatan dan penumpang disajikan live music yg mengibur disepanjang perjalanan yang berdurasi sekitar 75 menit.
Sambil menikmati perjalanan dengan ngompreng berkeliling kota garut, kami juga disajikan beberapa kuliner khas garut yakni Burayot (adonannya mirip dengan kue cincin), kacang rebus, pisang rebus, ubi rebus dan minumannya Bandrek juga Bajigur.
Kapasitas ngompreng sendiri bisa mencapai 24 penumpang. Program yang mulai dimedsoskan di Instagram 25 Oktober ini mengundang wisatawan melakukan pemesanan 24 jam sebelum keberangkatan.
Penumpang menunjukkan bukti pemesanan pada petugas, saat akan naik ke dalam bus maka petugas akan mengecek suhu tubuh tiap penumpang yang diharuskan memakai masker kecuali pada saat makan dan berfoto.
Pergi bersama komunitas dan makan -minum diatas bis wisata sambil nyanyibareng jadi serasa di ruang karaoke. Apalagi bis berjalan di malam hari dengan penerangan seperti lampu disco. Alhasil acara penutup malam ini cukup menghibur dan pastinya membawa kenangan tentang Garut. Good Night
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengapresiasi peluncuran saluran televisi berita SEA Today yang juga diharapkan turut memberitakan dan mempromosikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.
“SEA Today bisa menjadi sarana mempromosikan Indonesia terutama pariwisatanya dan ekonomi kreatifnya dengan cara yang kekinian,” kata Wishnutama dalam acara “Soft Launching SEA Today” di Gedung STO Telkom, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2020).
Wishnutama mengatakan, SEA Today diharapkan mampu menyampaikan informasi-informasi yang baik mengenai Indonesia ke masyarakat di kawasan Asia Tenggara dan juga dunia internasional.
“Diharapkan kanal ini dapat menjadi perpanjangan informasi mengenai potensi alam, budaya, dan ekonomi kreatif yang dapat menarik minat wisatawan hingga investor asing. Tantangannya ke depan adalah bagaimana kita mengemas materi tersebut menjadi sebuah konten komunikasi yang menarik untuk disampaikan,” katanya.
Acara ini juga dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama PT Telkom Ririek Ardiansyah, dan Komisaris Utama PT Telkom Rhenald Kasali.
Menurut Wishnutama, Indonesia tidak hanya memiliki kekayaan dan keindahan alam serta keanekaragaman budaya yang dapat dipromosikan oleh SEA Today.
Indonesia juga memiliki keanekaragaman di berbagai subsektor lainnya dari pariwisata dan ekonomi kreatif, seperti di sisi kuliner.
“Jajanan pasar Indonesia saja kalau kita kemas baik bisa menjadi konten yang sangat menarik.,” ungkap Wishnutama.
Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menambahkan SEA Today diharapkan bisa menjadi media yang dapat menyebarkan dan membangun citra positif Indonesia di mata dunia.
“Media yang baik adalah media yang bisa memberikan inspirasi dan persepsi yang baik, terutama meningkatkan citra Indonesia di mata dunia,” ujar Erick Thohir.
Selain itu, Erick juga berharap SEA Today dapat menjadi jalan bagi kaum milenial di Tanah Air untuk berkarya, berinovasi, dan berkreasi.
“Sudah saatnya kita dipandang dunia, sudah saatnya kita bangkit, seperti para pemuda yang bangkit menyatukan Indonesia pada 28 Oktober 1928,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, mengatakan pembangunan studio SEA Today direncanakan akan rampung pada akhir kuartal pertama 2021.
Selain itu, Ririek menuturkan SEA Today direncanakan akan didistribusikan ke mancanegara melalui kemitraan dengan media internasional. “Rencananya SEA Today akan kami tayangkan di 10 negara, beberapa di antaranya adalah Amerika Serikat, Inggris dan Korea Selatan,” ucap Ririek.
Acara ini juga diisi dengan pemotongan tumpeng dan pemberian cendera mata berupa seragam SEA Today kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, dan Menteri BUMN Erick Thohir oleh perwakilan direksi PT Telkom.
Reporter bisniswisata.co.id, Arum Suci Sekarwangi mendapat undangan Famtrip ke Kabupaten Garut, Jawa Barat dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Ekraf dari 28 – 30 Oktober 2020 bertepatan dengan libur bersama yang ditetapkan pemerintah berkaitan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Berikut laporan keduanya
GARUT, bisniswisata.co.id: Menikmati coffee break di atas rakit, lanjut ke Kampung Pulo dan Candi Cangkuang, begitu bunyi program acara selanjutnya setelah makan siang di Rancaekek. Membayangkan ngopi di atas rakit saya jadi merem melek, soalnya ngopi di atas perahu di Pasar Kuin Banjarmasin dan di Sungai Chao Praya, Thailand sudah pernah dialami.
Tapi di atas rakit ? asyik juga kali ya ?.Senyumpun hilang karena tertidur dan bangun-bangun bis wisata yang kami tumpangi sudah sampai di tujuan yaitu Candi Cangkuang, sebuah candi Hindu.
Tiba di Candi Cangkuang sekitar pukul 15.00 dan untuk menuju ke Candi Cangkuang kita perlu menyebrangi Situ Cangkuang dulu dengan perahu semacam rakit panjang atau getek. Bagitu masuk ke dalam dakit sudah disediakan kelapa muda ( degan ), jadi sebagian teman sibuk menyeruput air kelapa muda yang segar, sebagian lagi sibuk membidik kamera ke berbagai arah.
Letak Candi cangkuang sendiri terdapat di Kampung Pulo. Di sini terdapat aturan yaitu hanya boleh terdapat 7 bangunan yang didirikan. Warga adat kampung Pulo sendiri merupakan keturunan asli dari Eyang Embah Dalem Arif Muhammad.
Konon Eyang Embah Dalem Arif Muhammad merupakan salah satu panglima perang Kerajaan Mataram yang ditugaskan untuk menyerang VOC. Namun karena kalah dan takut mendapat sanksi apabila pulang ke Mataram, Eyang Embah Dalem Arif Muhammad memutuskan untuk bersembunyi di Cangkuang.
Tujuh bangunan yang terdapat di Kampung Pulo sendiri diperuntukkan untuk keturunannya. Jadi terdapat 6 bangunan rumah yang diperuntukkan untuk 6 anak perempuannya dan 1 mushola yang diperuntukkan untuk anak laki laki satu satunya Eyang Embah Dalem yang meninggal saat akan disunat.
Candi Cangkuang sendiri ditemukan berjarak hanya 3 meter dari makam Eyang Embah Dalem. Untuk bisa sampai di Kampung Pulo, setelah menyebrang dengan rakit panjang tadi lalu sedikit berjalan kaki untuk menemukan gerbang Kampung Pulo. Kedalaman air setu atau danau diperkirakan 1,5 meter.
Kampung Pulo merupakan suatu perkampungan yang terdapat di tengah kawasan Candi Cangkuang. Lebih tepatnya, terletak di Desa Cangkuang, Kampung Cijakar, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Candi Cangkuang adalah Candi Hindu.
Kampung adat ini masih terjaga nilai-nilai budaya dan adat istiadatnya. Masyarakat adat memiliki aturan dan gaya hidup yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya karena ada hukum yang mengikatnya yaitu hukum adat yang memelihara budaya dari leluhur mereka secara turun temurun.
Suasana kampung ini begitu asri, senyap, bersih dan jauh dari hiruk pikuk kendaraan. Perjalanan menuju Candi Cangkuang pun melewati jalan dengan pemandangan sawah di bagian kanan dan kiri jalan. Suasana dan udara menuju Candi Cangkuang (Kampung Pulo) terasa sejuk.
Di Kampung Pulo ini terdapat fenomena akulturasi budaya yang unik yaitu masyarakat muslim setempat masih melaksanakan tradisi Hindu yang diwariskan secara turun temurun dalam berabad-abad.
Walaupun seluruh masyarakat adat Kampung Pulo beragama Islam, namun mereka masih menjalankan tradisi-tradisi Hindu seperti upacara adat, memandikan benda pusaka, syukuran, dan ritual lainnya.
Candi ini menjadi satu-satunya candi Hindu yang pertama dan satu-satunya di tanah Sunda yang merupakan peninggalan Hindu Abad ke-8. Bangunan Candi berukuran 4,5×4 meter persegi dengan tinggi 8,5 meter. Diberi nama Candi Cangkuang karena candi ini terdapat di Desa Cangkuang.
Tidak hanya itu, di desa ini terdapat pohong Cangkuang yang merupakan sejenis tanaman palem. Embah Dalem Arif Muhammad yang menyepi ke desa ini kemudian menyebarkan Agama Islam.
Sebelum beliau mendatangi Desa Cangkuang, penduduk sekitar telah memeluk kepercayaan animisme, dinamisme dan Hindu. Pada akhirnya beliau memutuskan untuk menetap di Cangkuang tepatnya di Kampung Pulo sampai akhir hayatnya.
Ketika Embah Dalem Arif Muhammad wafat, beliau meninggalkan 6 orang anak perempuan dan satu orang anak laki-laki. Oleh karena itu, karena alasan inilah di Kampung Pulo terdapat 6 buah rumah adat yang berjejer saling berhadapan masing-masing 3 buah rumah di kiri dan di kanan (sebagai penanda keenam anak perempuan beliau) serta ada sebuah mesjid di pintu depan (sebagai penanda anak laki-laki beliau).
Konon penghuni Kampung Pulo tidak boleh lebih dari 6 kepala keluarga. Maka dari itu jika ada anak yang sudah menikah, maka paling lambat 2 minggu setelah itu harus keluar dari lingkungan keenam rumah tersebut.
Aturan adat turun temurun ini sampai sekarang tetap dijalankan dan rumah tersebut bisa ditempati oleh siapapun, baik itu ibu atau anaknya, hanya saja jumlahnya harus tetap yaitu 6 kepala keluarga saja.
Jika ibu dan bapak yang menempati rumah tersebut meninggal dunia, anak yang sudah menempati rumah di tempat lain dapat kembali tinggal di Kampung Pulo untuk mengisi kekosongan itu. Mereka yang menempati Kampung Pulo bersedia untuk menjaga kelestarian tradisi adat Kampung Pulo.
Keunikan Kampung Pulo
Keunikan lain yang terdapat di Kampung Pulo yaitu masyarakatnya menggunakan sistem kekerabatan matrilineal dimana yang dapat menerima waris bukan laki-laki, melainkan perempuan.
Dengan demikian yang berhak menguasai rumah-rumah adat adalah wanita dan diwariskan pula kepada anak perempuannya. Sedangkan bagi anak laki-laki yang sudah menikah harus meninggalkan kampung tersebut dalam dua minggu.
Naik rskit panjang ke Kampung Pulo, kuncen menjelaskan penyebaran agama Islam dan Candi Cangkuang tempat ibadah agama Hindu. ( Foto-Foto: Arum Suci Sekarwangi).
Ketika anak laki-laki satu-satunya dari almarhum Eyang Embah Dalem meninggal dunia saat hendak disunat, peristiwanya adalah tertimpa gong besar.
Konon saat itu acara dilengkapi dengan arak-arak sisingaan yang diiringi musik gamelan menggunakan gong besar. Namun, saat itu ada angin badai yang menimpa anak tersebut. Anak itu kemudian terjatuh dari tandu sehingga menyebabkan ia meninggal dunia.
Anak laki-laki satu-satunya Arif Muhammad itu kemudian menjadi pembelajaran dan asal usul adanya beberapa tradisi di kampung Pulo. Beberapa adat dan tradisi itu diantaranya menetapkan beberapa aturan soal atap rumah yaitu atap rumah harus memanjang (jolopong), tidak boleh menabuh gong besar.
Keturunannya juga tidak diperkenankan untuk beternak binatang besar berkaki empat, tidak boleh datang ke makam keramat pada hari Rabu dan malam Rabu, tidak boleh menambah bangunan pokok, tidak boleh menambah kepala keluarga, dan tidak boleh mencari nafkah di luar wilayah desa.
Soalnya menurut kepercayaan masyarakat setempat, apabila masyarakat melanggarnya maka akan timbul malapetaka bagi mereka.
Tidak diperkenankannya beternak hewan besar berkaki seperti kambing, kerbau, dan sapi dikarenakan masyarakat Kampung Pulo mayoritas mencari nafkah dengan bertani dan berkebun, sehingga ditakutkan hewan tersebut merusak sawah juga kebun mereka.
Selain bertani dan berkebun kini ada juga masyarakat Kampung Pulo yang mencari nafkah dengan berjualan. Selain itu juga, di daerah desa tersebut banyak terdapat makam keramat sehingga ditakutkan hewan-hewan tersebut dapat mengotori makam.
Walaupun begitu, masyarakat disana masih diperbolehkan memakan atau menyembelih hewan besar berkaki empat dan diperbolehkan juga untuk beternak asalkan tidak di daerah Kampung Pulo, melainkan di daerah lainnya.
Sementara alasan soal larangan ziarah pada hari Rabu dan malam Rabu dikarenakan pada masa agama Hindu, hari terbaik menyembah patung adalah pada hari Rabu dan malam Rabu. Sementara masyarakat menyembah patung, almarhum Embah Dalem menggunakan hari tersebut untuk memperdalam ajaran agama Islam.
Bahkan pada zaman dahulu, penduduk sekitar tidak diperkenankan bekerja berat. Begitu pula Embah Dalem Arif Muhammad pun tidak mau menerima tamu karena pada hari tersebut digunakan untuk mengajarkan agama.
Kini, Kampung Pulo dipimpin oleh sesepuh adat yang juga biasa disebut kuncen. Kuncen mengantar tamu yang berziarah ke makam Eyang Embah Dalem Arif Muhammad. Kuncen inilah yang membimbing pula masyarakat agar tidak melangggar adat.
Candi Cangkuang
Pada intinya, kuncen memiliki tugas yang berhubungan dengan batu candi dan makam. Kuncen harus bisa meluruskan bahwa ziarah ke makam itu untuk mendoakan, dan bukan untuk meminta sesuatu apalagi dijaman Pilkada saat ini.
Candi ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan situs bersejarah. Wisatawan yang berkunjung akan dapat belajar mendalami potongan sejarah, ada-istiadat, sekaligus mengapresiasi keindahan alam.
Candi Cangkuang adalah candi yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8 masehi. Wujud utuhnya yang bisa dilihat oleh wisatawan pada saat ini bukanlah ornamen aslinya 100 persen. Lebih dari setengah bagian candi dibuat ulang demi menghasilkan konstruksi yang serupa dengan aslinya. Namun, hal ini tidak mengurangi kemegahan bentuk candi.
Fondasi candi berukuran 4,5 meter kali 4,5 meter, dan tinggi setelah pemugaran adalah 8,5 meter. Bagian dalam candi merupakan ruang untuk menyimpan Arca Syiwa. Petunjuk keberadaan arca ini ditulis dalam catatan arkeologi Belanda.
Museum Situs Cangkuang
Banyak jejak peninggalan Dalem Arief yang masih bisa disaksikan sampai sekarang di Museum Situs Cangkuang. Masjid Kampung Pulo juga merupakan salah satu peninggalannya yang masih berdiri tegak.
Museum Situs Cangkuang masih berlokasi di area yang sama dengan Candi Cangkuang. Museum kecil ini menyimpan berbagai hasil galian dan peninggalan penyebaran agama Islam di Cangkuang.
Di museum ini, pengunjung bisa menyaksikan kitab-kitab tulisan tangan Dalem Arief. Ada juga Al-Quran dan catatan khutbah Jumat yang seluruh dibuat di kulit kayu. Pengunjung yang ingin mengetahui sejarah mengenai menyebarnya agama Islam di Cangkuang bisa menyempatkan untuk berkunjung kemari.
Dipintu masuk museum tertera bahwa museum ini dibawah pembinaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia yang membawahi Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten yang wilayah kerjanya mencakup Banren, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Lampung.
Di hari-hari tertentu, warga Kampung Pulo akan mengadakan pencucian benda dan senjata pusaka yang ada di museum ini. Acara ini biasanya diadakan pada tengah malam, namun bisa disaksikan oleh masyarakat umum juga.
Saat berjalan menuju bis untuk check-in di Hotel Fave, Garut, saya masih takjub dengan cerita bagaimana pendekatan Eyang Embah Dalem Arif Muhammad pada masyarakat beragama Hindu pada masa hidupnya.
Wisata religi ini setidaknya membuat saya mampu memaknai kiprah Eyang menguatkan Islam adalah agama yang Rahmatan-lil-alamin, salah satu karakter atau prinsip utama Islam sebagai agama yang merangkul atau mengayomi semua pihak dan dalam semua hal.
Kab. Garut kaya dengan wisata alam a.l Gn Papandayan. ( Foto: Pikiran Rakyat)
Reporter bisniswisata.co.id, ArumSuci Sekarwangi mendapat undangan Famtrip ke Kabupaten Garut, Jawa Barat dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Ekraf dari 28 – 30 Oktober 2020 bertepatan dengan libur bersama yang ditetapkan pemerintah berkaitan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Berikut laporan pertamanya.
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kabupaten Garut menjadi pilihan Famtrip Kemenparekraf/Bekraf bagi Forum Wartawan Pariwisata Ekonomi dan Kreatif ( Forwaparekraf). Rabu pagi tepat jam 9.00 WIB meluncur di jalan tol setelah sebelumnya berkumpul di halaman Kemenparekraf di kawasan Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta.
Jelajah Garut , siapa takut ? selain terkenal dengan dodol Garut dan jacket kulit serta produk fashion lainnya, saya masih menyimpan dompet uang logam yang dibeli beberapa tahun lalu dan masih bagus sampai sekarang sehingga nafsu belanja cukup besar.
Apalagi kali ini pergi Famtrip di saat pandemi COVID-19 masih mewabah sehingga gerakan libur bersama selain harus waspada dan taat dengan protokol kesehatan juga suatu bentuk Kemenparekraf memberdayakan industri wisata karena setiap kunjungan wisatawan ke daerah punya dampak berganda ekonomi yang luas.
Teorinya cuma dua jam dari kota Bandung dan 4 Jam dari Jakarta dengan kemudahan aksesbilitas tol tentunya. Selain dodol dan produk kulit, Kabupaten Garut yang nama Ibu kotanya adalah Tarogong Kidul dikenal sebagai tujuan wisata alam yang komplit dan juga wisata kulinernya.
Tidak tanggung-tanggung, julukannya surga wahana wisata alam bebas.Soalnya buat anak milenial bisa trailrunning, mountain bike, rock climbing, hingga water sports lainnya seperti arung jeram dan river tubing di Banjarwangi. Alasan lain ada jalur panjat tebing dan ada pemandangan alam paling spektakuler di Jawa Barat yaitu Taman Wisata Alam Gunung Papandayan.
Sejak dulu, Papandayan memang menjadi daya tarik utama pariwisata Garut. Banyak yang menyebutnya sebagai panorama alam paling cantik di Jawa Barat. Tidak ayal, ribuan pendaki memadati Papandayan setiap akhir pekan.
Kabupaten di Provinsi Jawa Barat ini sudah terbentuk dan diresmikan sejak 16 Februari 1813 dan udaranya yang sejuk sejak jaman Belanda memang sudah banyak dikunjungi wisatawan. Tak heran banyak pilihan akomodasi mulai dari homestay di desa wisata, penginapan biasa hingga hotel berbintang dengan tarif kurang dari seratus ribu sampai harga jutaan per malam.
Tempat wisata di Garut yang banyak dan lengkap memang menuntut wisatawan untuk merencanakan agenda liburannya dengan cermat agar semakin banyak destinasi yang dapat dikunjungi. Saya pasrah saja mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan panitia mau kemana saja selama di Garut.
Hal yang pasti pihak pengundang membuat acara sangat padat supaya bisa mengeksplor sebanyak mungkin tempat sehingga kadang rombongan wartawan dibuat terbirit-birit mengikuti jadwal yang ketat.
Warung Nasi Ampera di kawasan Rancaekek ( Foto: Arum Suci Sekarwangi).
Seperti saya bilang tadi teorinya empat jam perjalanan tapi ternyata tiba di Warung Nasi Ampera Jl. Rancaekek No.23, Cinta Mulya, Kec. Jatinangor, Kabupaten Sumedang sudah jam 14.00. Pas di saat ‘penghuni’ perut membuat orkestra lagu keroncongan.
Libur bersama dan banyak warga gara-gara pandemi global COVID-19 pada Lebaran lalu tak bisa pulang mungkin kinilah mereka mudik. Tak heran perjalanan menuju Garut memang jadi molor. Untunglah memasuki halaman Warung Nasi Ampera mulai dari halaman parkir sudah sangat luas jadi sedap dipandang mata dengan susunan mobil yang teratur rapih.
Masuk ke dalam Warung Nasi berlogo huruf a kecil ini juga lega karena tersedia tempat mushola, deretan bangku kayu dan ruangan yang luas. Oh iya sebelum masuk memang harus di ukur suhu tubuh dulu dengan thermo gun atau termometer tembak, salah satu benda yang cukup populer sejak pandemi virus Corona. Setelah itu cuci tangan yang bersih baru masuk ruangan.
Tak perlu mengantri panjang karena semua masakan disajikan dengan sistem prasmanan. Penyajiannya juga punya estetika karena setiap jenis masakan disajikan di atas tungku tanah liat, diwadahi dan di tutupi daun pisang baru diatasnya piring berisi satu macam tumpukan peyek misalnya.
Sedikitnya ada 107 jenis menu yang bisa jadi pilihan pengunjung.
Makanan sangat beragam dan justru jadi bingung mau pilih yang mana karena ada asin cumi, udang tusuk, pete, perkedel jagung, sayur asem, belut, tahu goreng, paru, ikan nila goreng, ayam goreng, ayam kampung, udang windu, gurame bakar, pepes ayam, ayam bakar, Tamusu, iga bakar, bebek bakar, limpa.
Menu lainnya ikan asin jambal, gurame potong, pepes ikan mas, nasi putih, sop buntut, peoes tahu, tempe goreng, gurame terbang, babat, perkedel kentang, sop Iga, nila bakar, udang tepung, peoes jamur, gepuk daging, telor puyuh dan ayam sambal ijo.
Masih ada bacem tempe, sosis bakar, gepuk tusuk, kere, bakso goreng. perkedel tahu, bakso bakar, iksn mas bakar, sirloin, bacem tahu, otak, ikan mas goreng, cumi tawar, ttlor pindang, ampela tusuk, usus ayam, sop gurame, dan sosis goreng.
Untuk minuman juga banyak pilihan, ada es jeruk, es alpukat, buah naga, mangga, jambu, jeruk murni, juice kombinasi, juice mangga, juice belimbing dan juice apel.
Buat yang bingung pilih-pilih menu dan mau duduk manis ada paket 1 hingga 6 dan menunya untuk paket satu a.l nasi timbel, pilih ayam goreng atau mau ayam bakar, perkedel jagung atau perkedel kentang, tahu/tempe, asin jambal, lalab, sambel, buah dan air mineral.
Soal lalapan, di tengah rumah makan khas Sunda yang juga menyajikan makanan kekinian itu punya meja khusus untuk lalapan dan sambal jadi tinggal ambil saja seperti bonus gituh.
Namanya memang warung nasi tapi tempatnya luas sekali bisa buat berbagai acara kantor, acara arisan keluarga besar, rombongan tour sampai acara kondangan.
Salutnya setelah mampir makan siang di Warung Nasi Ampera ini adalah pengelolaan manajemennya bisa membuka di Bandung saja ada 25 cabang ternasuk yang kami singgahi di jalan Raya Bandung-Garut ini. Belum di Jakarta, Bali dan kota lainnya. Pastinya bila jelang Hari Raya seperti Lebaran dan akhir tahun para pegawainya sibuk luar biasa.
Mempertahankan nama Warung Nasi juga unik padahal mau dilabel dengan nama restoran biar lebih keren juga memenuhi syarat. Bukan hanya bertahan, tak bisa diragukan lagi jika rumah makan ini telah mengalami perkembangan yang pesat.
Awal mula berdirinya warung nasi Ampera yaitu H.Tatang Sujani S.Sos dan Hj. St.E. Rochaety (alm) yang mulai membuka usaha warung nasi khas sunda ini di sebuah tempat yang kecil dan sangat tidak representative di sekitar terminal Kebon Kelapa Bandung sekarang menjadi ITC Kebon Kelapa.
Pada mulanya mayoritas pelanggan warung nasi Ampera ini adalah para supir angkot dan supir bis yang singgah untuk makan siang. Dengan model Geksor ( begitu duduk langsung disuguhin makanan ), tempat itu selalu ramai dan pengunjung silih berganti.
Cara ini membuat pelanggan dapat menikmati suasana warung nasi yang lebih akrab. Dengan semakin ramainya terminal Kebon Kelapa dari waktu ke waktu maka tak heran semakin banyak pengunjung dari berbagai kalangan, cabangpun buka dimana-mana, pengunjungnyapun dari berbagai strata.
Berhubung tak punya banyak waktu dan sebelum masuk hotel Fave Garut harus melongok Kampung Pulo dan Candi Cangkuang, jadilah rombongan harus bergegas lagi kembali ke bis wisata. Padahal tadi sudah siap-siap mau lihat sudut oleh-oleh dan makanan ringan khas daerah itu di Warung Nasi itu.. Alhamdulilah perut kenyang, matapun meredup…..
BALI, bisniswisata.co.id: LIBUR panjang pekan ini, didukung diskon PSC — passenger service charge/ airport tax— dari 13 bandara. Peluang untuk memanfaatkan fasilitas staycation setelah sembilan bulan mengalami pembatasan gerak akibat pandemic COVID-19.
Hasil pengamatan sejumlah anggota ASITA 71– khususnya yang melayani pasar domestik–, Bali masih menjadi pilihan utama. Jika akhir pekan ini dan akhir pekan- akhir pekan berikutnya, pada bulan Nopember dan Desember, Anda dan keluarga ada di Bali. Boleh lah mengambil bagian pada program dinner Stars Chef Series on the Road dari tim Sesaji Kuliner Nusantara.
Makan malam istimewa bersama yang terkasih, keluarga atau kolega dengan “sesaji” khusus seorang executive chef, dan cukup dibudgetkan Rp 30 ribu per porsi.
Diharapkan program dinner Stars Chef Series on the Road , tidak sekadar memberi pengalaman dinner menu istimewa klas hotel bintang bagi pengunjung. Tetapi menjadi wujud kepedulian untuk ikut serta menggerakan perekonomian masyarakat ditujuan wisata. Bagian dari nilai wisatawan bertanggungjawab.
Bagi chef dan staf yang terlibat, program dinner Stars Chef Series on the Road adalah ruang latih untuk menjaga ketajaman pisau dapur, keahlian, keterampilan dan tetap menjaga intiusi seorang chef.
“Menghidupkan api tungku yang makin meredup akibat pembatasan pergerakan. Disaat sulit seperti ini, kolaborasi, bahu membahu, saling mendukung, adalah upaya kami ikut serta menjadi bagian percepatan pemulihan pariwisata dan ekonomi. Berdamai dengan pandemi dan disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk menjaga kepercayaan konsumen,” ujar Satria Santoso, leader tim Sesaji Kuliner Nusantara dan pencetus ide dari program ini, menjawab bisniswisata.co.id.
Stars Chef Series on the Road menghadirkan Chef Wayan Susana –ex Executive Chef Sheraton Media, Jakarta, Chef Hawe –ex Executive Chef Klapa Resort Bali dan Jakarta, Chef Sujana –ex Executive Ramada Encore, Bali, Chef Hartono Lim –ex Executive Chef Swis-bell Hotel, Chef Gd Baihakie –Sun Island Resorts Bali, Chef Ketut Suaryana –ex Sous Chef Nusa Dua Beach Hotel & Spa, Chef Sukarmajaya -Ex Executive Chef Impiana Resort,Chef Reza -Ex Executive Chef Plataran Menjangan,Chef Rofi -Ex Executive Chef Pelangi Restaurant, Chef Mangku -Ex Executive Chef Wapa de Ume ResortdanChef Roni -Ex Executive Chef Plataran.
Stars Chef Series pertama akan hadir Jumat, 30 Oktober mulai pukul 18.00 sore sampai pukul 22.00 malam di selasar Bakmie MG Djakarta Express, Jl. Dewi Sri, Legian, Kuta.
Akhir pekanbertema Carnivora Night (grill) menampilkan Chef Wayan Susana –ex Executive Chef Sheraton Media, Jakarta, ngegrill daging sapi, kambing, ayam. Akhir pekan yang lain akan hadir kudapan aneka sate, nasi goreng. Memenuhi selera warga asing dirancang juga malam Ramen, Dim Sum, Thai food. Perlu diingat, bahan baku yang digunakan semua produksi di Bali dengan harapan sektor pertanian, perkebunan, peternakan juga segera bangkit.
Masih dalam suasana berlibur di Bali, boleh juga mencoba aneka sarapan pagi yang dijajakan di Lapak Sesaji Kuliner Nusantara. Digelar setiap hari dari jam 06.00 wita sampai jam 11.00 wita seputaran jalan Dewi Sri Legian. Ada nasi pecel, nasi liwet, nasi uduk, patsay, bubur Canton dan nasi kebuli. Mari.
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia Sharia Economic Festival ( ISEF) ke 7 resmi dibuka oleh Presuden RI, Joko Widodo dengan target sebagai pemain utama dalam perekonomian dunia khususnya di sektor ekonomi dan keuangan syariah.
Bermula dari latar belakang bahwa industri keuangan dan ekonomi syariah telah bertransformasi menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Sebagai Negara dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia dikenal dunia sebagai ‘raksasa tidur’ yang menyimpan potensi dan peluang besar sebagai pemain utama dalam perekonomian dunia khususnya di sektor ekonomi dan keuangan syariah itu.
Melihat potensi besar tersebut, Bank Indonesia sebagai bank sentral berupaya memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, diantaranya melalui penyelenggaraan kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) sejak tahun 2014.
ISEF memiliki visi untuk mendorong ekonomi dan keuangan syariah sebagai arus utama kebijakan nasional dan internasional dan menjadikan Indonesia sebagai referensi dunia dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Upaya mewujudkan visi tersebut, Bank Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan cakupan kegiatan ISEF ke level internasional. ISEF bertransformasi dari agenda bersifat lokal nasional menuju level internasional dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang unggul di dunia.
“Ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, sehingga Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia harus dapat menangkap peluang tersebut,” kata Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia pada pembukaan puncak kegiatan Indonesia Syariah Economic Festival (ISEF) ke-7 tahun 2020, yang diselenggarakan pada hari ini (28/10) secara virtual.
Pemerintah, kata Presiden, akan terus berupaya untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah secara terintegrasi dan komprehensif baik dari pembentukan ekosistem industri halal, penyederhanaan regulasi, serta mempersiapkan SDM yang berkualitas.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Jokowi mengungkapkan mimpi besarnya agar RI memiliki bank syariah raksasa. Saat ini sedang peleburan tiga bank syariah BUMN yakni Bank Syariah Mandiri (BSM), BRI Syariah, dan BNI Syariah. Aksi korporasi tersebut bakal membuat Indonesia memiliki bank syariah raksasa.
“Pemerintah memiliki concern besar untuk membangkitkan raksasa ini. Total 3 aset bank syariah BUMN yaitu BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah sampai semester pertama 2020 adalah Rp 214 triliun. Sebuah angka yang besar,” tambahnya.
Gekaran ISEF memang punya misi mendorong Ekonomi dan Keuangan syariah sebagai arus utama kebijakan nasional dan internasional dan menjadikan Indonesia sebagai referensi dunia dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah
Misinya adalah mengintegrasikan dan merealisasikan pemikiran dalam bentuk inistiatif nyata yang berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional dan global melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang selaras dengan prinsip Syariah dan nilai-nilai lokal Indonesia.
Nilai-nilai yang ingin diperoleh adalah peran ISEF sebagai ikon pengembangan ekonomi syariah Nasional dan Internasional. Oleh karenacitu tema kali ini adalah Pemberdayaan Bersama dalam Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Syariah Melalui Promosi Industri Halal untuk Kemakmuran Global.
Indonesia Sharia Economic Festival ( ISEF ) merupakan inisiasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia bekerjasama dengan seluruh stakesholder terkait dengan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
JENEWA, bisniswisata.co.id: Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mempresentasikan analisis baru yang menunjukkan bahwa industri penerbangan tidak dapat memangkas biaya secukupnya untuk menetralisir “pembakaran” uang tunai yang parah untuk menghindari kebangkrutan dan mempertahankan pekerjanya pada tahun 2021.
IATA menegaskan kembali seruannya untuk tindakan bantuan pemerintah guna mempertahankan maskapai penerbangan secara finansial dan menghindari pemutusan hubungan kerja besar-besaran. IATA juga menyerukan pengujian COVID-19 pra-penerbangan untuk membuka perbatasan dan memungkinkan perjalanan tanpa karantina.
Total pendapatan industri pada tahun 2021 diperkirakan akan turun 46% dibandingkan dengan angka 2019 sebesar US$ 838 miliar. Analisis sebelumnya untuk pendapatan tahun 2021 turun sekitar 29% dibandingkan tahun 2019. Hal ini didasarkan pada ekspektasi akan pemulihan permintaan yang dimulai pada kuartal keempat tahun 2020.
Namun, pemulihan telah tertunda, karena wabah COVID-19 baru, dan pembatasan perjalanan yang diamanatkan termasuk penutupan perbatasan dan tindakan karantina masih berlangsung. IATA memperkirakan lalu lintas sepanjang tahun 2020 turun 66% dibandingkan 2019, dengan permintaan Desember turun 68%.
“Kuartal keempat tahun 2020 akan sangat sulit dan hanya ada sedikit indikasi bahwa paruh pertama 2021 akan jauh lebih baik, selama perbatasan tetap ditutup dan / atau karantina kedatangan tetap berlaku,” kata Alexandre de Juniac, Direktur Jenderal dan CEO IATA.
Tanpa bantuan keuangan tambahan dari pemerintah, maskapai rata-rata hanya memiliki 8,5 bulan uang tunai yang tersisa dengan tingkat pengeluaran saat ini. Dan kami tidak dapat memotong biaya dengan cukup cepat untuk mengejar penurunan pendapatan, ungkapnya.
Meskipun maskapai penerbangan telah mengambil langkah drastis untuk mengurangi biaya, sekitar 50% biaya maskapai penerbangan bersifat tetap atau semi tetap, setidaknya dalam jangka pendek.
Hasilnya adalah biaya tidak turun secepat pendapatan. Misalnya, penurunan tahun ke tahun dalam biaya operasional untuk kuartal kedua adalah 48% dibandingkan dengan penurunan 73% dalam pendapatan operasional, berdasarkan sampel dari 76 maskapai penerbangan.
Selain itu, karena maskapai penerbangan telah mengurangi kapasitas (kilometer kursi yang tersedia, atau ASK) sebagai tanggapan terhadap jatuhnya permintaan perjalanan, biaya unit (biaya per ASK, atau CASK) telah meningkat, karena kilometer kursi yang lebih sedikit untuk ‘menyebarkan’ biaya.
Hasil awal untuk kuartal ketiga menunjukkan bahwa biaya unit naik sekitar 40% dibandingkan periode tahun lalu.
Menantikan tahun 2021, IATA memperkirakan untuk mencapai hasil operasi yang impas dan menetralkan cashburn, biaya unit perlu turun sebesar 30% dibandingkan dengan rata-rata CASK untuk tahun 2020. Penurunan seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya.
Faktor-faktor yang berkontribusi pada analisis ini meliputi:
Dengan permintaan internasional turun hampir 90%, maskapai penerbangan telah memarkir ribuan pesawat jarak jauh dan mengalihkan operasinya ke penerbangan jarak pendek — jika memungkinkan–.
Namun, karena jarak rata-rata yang diterbangkan telah turun tajam, dibutuhkan lebih banyak pesawat untuk mengoperasikan jaringan tersebut. Dengan demikian, kapasitas terbang (ASK) turun 62% dibandingkan Januari 2019, tetapi armada dalam layanan hanya turun 21%.
Sekitar 60% dari armada pesawat dunia disewakan. Sementara maskapai penerbangan telah menerima beberapa pengurangan dari lessor, biaya sewa pesawat turun kurang dari 10% selama setahun terakhir.
Bandara dan penyedia layanan navigasi udara harus menghindari kenaikan biaya untuk mengisi kesenjangan dalam anggaran yang bergantung pada tingkat lalu lintas sebelum krisis. Biaya infrastruktur turun tajam karena lebih sedikit penerbangan dan penumpang.
Penyedia infrastruktur dapat memotong biaya, menunda pengeluaran modal, meminjam di pasar modal untuk menutupi kerugian atau mencari bantuan keuangan pemerintah.
Bahan bakar adalah satu-satunya titik terang dengan harga turun 42% pada 2019. Sayangnya, harga diperkirakan akan naik tahun depan karena peningkatan aktivitas ekonomi yang meningkatkan permintaan energi.
Meskipun IATA tidak menganjurkan pengurangan tenaga kerja tertentu, mempertahankan tingkat produktivitas tenaga kerja tahun lalu (ASK / karyawan), akan membutuhkan pemotongan 40%. Kehilangan pekerjaan lebih lanjut atau pemotongan gaji akan diperlukan untuk menurunkan biaya tenaga kerja unit ke titik terendah dalam beberapa tahun terakhir dengan pengurangan 52% dari tingkat Q3 2020.
Bahkan jika pengurangan biaya tenaga kerja yang belum pernah terjadi sebelumnya itu ingin dicapai, total biaya masih akan lebih tinggi daripada pendapatan pada tahun 2021, dan maskapai penerbangan akan terus mengeluarkan uang tunai.
“Ada sedikit kabar baik tentang biaya pada tahun 2021. Bahkan jika kami memaksimalkan pemotongan biaya kami, terap masih tidak akan memiliki industri yang berkelanjutan secara finansial pada tahun 2021,” kata de Juniac.
“Tulisan tangannya ada di dinding. Untuk setiap hari saat krisis berlanjut, potensi kehilangan pekerjaan dan kehancuran ekonomi tumbuh. Kecuali pemerintah bertindak cepat, sekitar 1,3 juta pekerjaan maskapai penerbangan terancam. Dan itu akan memiliki efek domino yang menempatkan 3,5 juta pekerjaan tambahan di sektor penerbangan dalam bahaya bersama dengan total 46 juta orang di ekonomi yang lebih luas yang pekerjaannya didukung oleh penerbangan.
Selain itu, hilangnya konektivitas penerbangan akan berdampak dramatis pada PDB global, mengancam aktivitas ekonomi senilai US$1,8 triliun. Pemerintah harus mengambil tindakan tegas untuk mencegah bencana ekonomi dan tenaga kerja yang akan datang ini.
“Mereka harus melangkah maju dengan langkah-langkah bantuan keuangan tambahan. Dan mereka harus menggunakan pengujian COVID-19 yang sistematis untuk membuka kembali perbatasan dengan aman tanpa karantina, ”kata de Juniac.
Analisis ini menguraikan tantangan biaya yang dihadapi maskapai penerbangan. Namun, IATA tidak menganjurkan atau merekomendasikan tindakan spesifik apa pun terkait pencapaian pengurangan biaya, termasuk metode untuk mengurangi biaya tenaga kerja.
Namun, analisis ini harus membantu pemerintah untuk memahami dan mengevaluasi urgensi, sensitivitas dan dimensi keputusan yang akan dihadapi maskapai penerbangan, karena mereka berjuang untuk tetap menjadi organisasi yang mampu secara finansial. IATA mewakili sekitar 290 maskapai yang terdiri dari 82% lalu lintas udara global.
Dirjen IATA, Alexandre de Juni saat media briefing, kemarin.( Foyo: IATA)
MONTREAL, Kanada, bisniswisata.co.id: Prospek industri maskapai penerbangan pada tahun 2021 sangat buruk. Untuk bertahan hidup, maskapai penerbangan perlu menyesuaikan biaya dengan pendapatan, kata Dirjen IATA, Alexandre de Juniac saat media briefing, kemarin.
“Melakukan hal tersebut adalah tindakan penyeimbangan yang sulit karena maskapai penerbangan juga harus menjaga kemampuan agar dapat meningkatkan operasi dengan aman dan efisien ketika permintaan meningkat,” jelasnya.
Menurut dia, peningkatan permintaan sepertinya akan memakan waktu lebih lama daripada yang bisa diantisipasi siapa pun. Krisis ini bukanlah penurunan beberapa bulan. Pihaknya melihat lebih dari satu tahun permintaan sangat tertekan.
Keputusan yang diambil dalam beberapa minggu dan bulan ke depan untuk mengatasi krisis akan mengatur ulang lintasan penerbangan untuk beberapa tahun mendatang.
Manajemen biaya yang cermat kemungkinan besar tidak akan melihat biaya turun sebanding dengan pengurangan dalam penerbangan.
Bahkan dengan pengurangan armada yang buruk, pengurangan harga dari penyewaan pesawat terbatas dan proporsi yang lebih besar dari penerbangan jarak pendek akan memaksa biaya unit armada naik.
Meskipun biaya bahan bakar telah turun dengan pengurangan jumlah penerbangan, ada ekspektasi kenaikan harga bahan bakar pada tahun 2021.
Dengan cara yang sama, meskipun biaya infrastruktur telah turun sejalan dengan penurunan permintaan, mitra infrastruktur kami perlu mencari solusi — termasuk bantuan pemerintah — untuk mengisi kesenjangan anggaran tanpa menaikkan biaya maskapai penerbangan.
Tenaga kerja adalah biaya utama lainnya. Kami melihat berita kehilangan pekerjaan yang signifikan karena maskapai penerbangan mencoba menyesuaikan jumlah tenaga kerja.
Untuk mempertahankan tingkat produktivitas tenaga kerja (ASK / karyawan) tahun lalu, penyerapan tenaga kerja perlu dipotong 40%. Kehilangan pekerjaan lebih lanjut atau pemotongan gaji akan diperlukan untuk menurunkan biaya unit tenaga kerja ke titik terendah dalam beberapa tahun terakhir, pengurangan 52% dari level Q3 2020
Analisis hari ini adalah satu lagi pengingat akan perlunya dua permintaan paling mendasar dari pemerintah dalam krisis ini yaitu bantuan keuangan lanjutan, dalam bentuk yang tidak menambah beban hutang, dan menggunakan pengujian pra-keberangkatan sistematis untuk membuka kembali perbatasan dengan aman tanpa tindakan karantina
Masalah lain
“Meski beritanya buruk, saya juga ingin mengingatkan semua orang bahwa krisis tidak mematikan dedikasi penerbangan untuk perbaikan berkelanjutan. Dan saya memiliki tiga contohnya minggu ini,” kata Alexandre de Juniac.
Informasi lainnya, telah ditandatangani perjanjian dengan Organisasi Meteorologi Dunia yang bertujuan untuk menambah jumlah maskapai penerbangan yang menyediakan data cuaca selama operasi penerbangan.
Ini akan membantu menutupi celah yang diciptakan oleh pengurangan tajam dalam terbang. Pengumpulan data ini mendukung ramalan cuaca yang lebih baik yang memiliki banyak kegunaan, termasuk operasi penerbangan yang aman.
Simposium Aksesibilitas Global telah dimulai dengan maskapai penerbangan dan regulator yang mencari cara untuk membuat perjalanan menjadi lebih baik bagi penumpang penyandang disabilitas — selama krisis dan setelahnya.
Minggu lalu IATA mendapat kabar baik bahwa pesawat akan dapat terbang melewati Israel dan Yordania, membuat rute penerbangan lebih efisien dari perspektif bahan bakar dan lingkungan.
“Perkembangan ini menjadi pengingat bahwa penerbangan adalah industri yang bertanggung jawab,” tandasnya.
Menparekraf Whisnutama saat jumpa pers virtual ( Foto: Kemenparekraf)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung acara AXN All-Stars yang menghadirkan program menarik dan menghibur secara virtual di tengah pandemi COVID-19 sekaligus mengkampanyekan protokol kesehatan Indonesia Care.
Berbicara pada Press Conference “AXN All Stars Virtual Media Junket”, Selasa (27/10), Menparekraf/Kepala BEKRAF Whisnutama mengapresiasi upaya AXN untuk berkolaborasi dengan kementeriannya untuk menghadirkan acara hiburan secara virtual bagi masyarakat di tengah pandemi COVID-19.
Tak hanya itu, acara itu juga mengajak masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kesempatan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.
“Kami harap ini akan menghadirkan hiburan kepada semua di tengah pandemi. Semoga kita semua tetap sehat bahagia agar imunitas terjaga,” ujar Wishnutatama.
Acara AXN All-Star menjadi salah satu cara untuk mempromosikan kepada dunia tentang kepedulian Indonesia terhadap implementasi protokol kesehatan pada destinasi wisata hingga kesenian dan budaya, dalam kampanye Indonesia Care.
“Ini adalah kesempatan yang bagus untuk kita, karena dengan kegiatan ini bisa mempromosikan destinasi wisata, meningkatkan kreativitas dan inovasi masyarakat Indonesia, dan saya melihat banyak keuntungan dari kemitraan ini,” ungkapnya.
Tentunya acara ini juga akan mempromosikan talenta-talenta kami, seperti Afgan, Lesti, serta Angela July, Frans Sisir dan Siti Saniyah. Tidak hanya talenta mereka, tapi juga keindahan dan kreativitas Indonesia, tambah Wishnutama.
Sementara itu, Presiden & CEO KC Global Media Asia, yang memiliki AXN, George Chien, mengatakan AXN All-Stars ini akan menampilkan talenta dan pertunjukan dengan kehebatan teknologi untuk memberikan semangat positif pada situasi pandemi COVID-19.
“Jadi hari ini, adalah sebuah kehormatan untuk bermitra dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, untuk membuat acara virtual yang luar biasa ini, ” ujar George.
Acara seperti AXN All-Star ini dilakukan di seluruh dunia, Indonesia, Singapura, Taiwan, Filipina, Jepang, Australia, termasuk Amerika, dan Eropa. Pada kegiatan virtual ini, akan menampilkan talenta dan pertunjukan yang hebat, yang akan kita lihat kehebatan dari teknologi dan hiburan untuk membawa semangat yang positif untuk kita, ujar George
Lebih lanjut, dia mengatakan AXN All-stars akan tayang perdana pada 28 November 2020 di YouTube dan Facebook AXN Asia, yang akan menampilkan Anggun, Afgan, Lesti, Cosentino, Cyril Takayama, David Foster, Michael Bolton, dan Mel C.
“Kami berterima kasih kepada Menparekraf Wishnutama yang telah mendukung acara ini, dan juga untuk para bintang tamu yang hadir, yang telah mengkontribusikan talentanya. Saya sangat menantikan pertunjukan para bintang Asia pada 28 November 2020,” ujarnya.
Afgan yang menjadi salah satu penampil di AXN All-Stars mengaku bangga dapat berkolaborasi bersama All-Stars. “Ini sangat menakjubkan, saya tidak sabar untuk menghibur masyarakat,” ujar Afgan.
Travel agent perlu adaptasi kebiasaan baru para pelancong jika ingin tetap bertahan (foto: Skift)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Hingga kini tak ada seorang pun yang tahu kapan dan bagaimana industri perjalanan akan keluar dari pandemi COVID-19. Perencanaan pemulihan menjadi sebuah tantangan besar.
Saat ini pun pelaku industri perjalanan seolah jalan di tempat setelah sejumlah pembatasan kembali dikeluarkan pada menit-menit terakhir. Apalagi protokol kesehatan dan keselamatan kerap berubah-ubah.
Selama masa ketidakpastian ini, perusahaan perjalan perlu mencari cara otentik untuk kembali terhubung dengan para pelancong. Mereka juga perlu terus membangun brand sambil menangkap peluang permintaan lebih awal.
Pemulihan dipastikan akan berjalan secara bertahap mulai dari tingkat lokal, kemudian meluas ke regional, nasional, lalu global. Pandemi yang bergerak secara eksponensial dan konstan menuntut ketangkasan untuk menghadapinya.
Menurut survei yang dilakukan Edelman Trust Barometer, dua dari tiga partisipan yang disurvei mengatakan bahwa pertimbangan mereka menghubungi perusahaan travel dipengaruhi oleh bagaimana brand tersebut merespons pandemi COVID-19.
Banyak pengiklan perjalanan mencoba mengolah persepsi negatif seputar pandemi corona, termasuk isu terkait kesehatan dan keselamatan, hilangnya kepercayaan, dan perubahan kebijakan pemerintah.
Misalnya, ketika pandemi memaksa Etihad Airways menghentikan penerbangan, manajer perusahaan Shefali Vyas menyadari betul pentingnya berkomunikasi dengan klien secepat dan seefisien mungkin. Caranya adalah dengan menjangkau mereka di sejumlah platform media sosial, tempat paling banyak para pelancong mencari informasi.
“Kami melakukannya dengan memanfaatkan Facebook Messenger untuk layanan pelanggan serta dengan cara lain seperti Facebok Notes dimana informasi diperbarui setiap jam,” kata Vyas seperti dilansir Skift.
Selain itu, penting juga untuk berempati kepada para pelancong yang hasratnya untuk berkelana terpaksa tertangguhkan karena pandemi.
Banyak orang berangan-angan hendak melakukan perjalanan pertama begitu pembatasan dihapus. Oleh sebat itu penting bagi perusahaan untuk mendesain pesan yang sesuai dengan keadaan dan suasana hati para klien.
Mula-mula, orang mungkin akan bepergian ke tempat-tempat wisata yang dekat dengan rumah. Tapi mereka pasti akan berhasrat juga keluar menjelajah menjangkau tempat-tempat yang lebih jauh.
Oleh karena itu bangunlah pesan yang berisi antisipasi bagaimana jika pembatasan mulai dilonggarkan. Jangan lupa sampaikan pengalaman-pengalaman mengasyikkan yang menunggu untuk dicobai jika larangan perjalanan dihapus.
Saat pelanggan mulai kembali melakukan perjalanan, penting untuk tetap menerapkan kebijakan yang fleksibel termasuk aturan pemesanan. Sampaikan juga langkah-langkah kesehatan dan keselamatan yang benderang demi melindungi pelancong.