Disayangkan, Kapal Wisata Tanpa Tiket Masuk Taman Nasional Komodo

this formate

KUPANG, Bisniswisata.co.id: Taman Nasional Komodo (TNK) kini semakin ramai dibanjiri wisatawan nusantara maupun mancanegara. Mayoritas wisatawan datang menumpang kapal wisata. Sayangnya, kapal-kapal wisata itu, langsung masuk ke kawasan destinasi unggulan nasional dan terindikasi tidak memiliki tiket. Akibatnya TNK dirugikan karena berkurangnya restribusi pendapatan.

Tak ingin terus kecolongan, pengelola TNK mulai mengawasi kapal-kapal wisata yang langsung masuk tanpa membeli karcis resmi ke kawasan TNK. “Kami mulai mengawasi kapal-kapal yang langsung masuk ke TNK, yang penting bagi kami mereka harus mengantongi tiket masuk,” papar Kepala Otoritas Taman Nasional Komodo (TNK) Sudiyono di Kupang, Selasa (30/1/2018).

Dilanjutkan, pintu masuk kapal-kapal wisata selain dari Labuan Bajo ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, juga bisa langsung dari Bima, Nusa Tenggara Barat yang berbatasan dengan wilayah perairan setempat.

Kapal-kapal itu, lanjutnya, wajib membeli tiket masuk sesuai dengan aturan yang berlaku seperti halnya yang masuk melalui Labuan Bajo. “Sekarang ini komunikasi juga sudah lancar sehigga tidak ada alasan lagi untuk tidak bisa membeli tiket,” katanya.

Sudiyono mengatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengatur kembali jalur-jalur laut di kawasan perairan TNK. “Mengingat ada sedikitnya sekitar 300 kapal wisata yang beroperasi melayani wisatawan di perairan TNK,” katanya sambil menambahkan
koordinasi yang dimaksudkan terkait pemberian rambu atau moorings sehingga jalur laut bisa diakui secara internasional.

Selain pengaturan jalur kapal, pihaknya juga menata arus kunjungan wisatawan ke destinasi wisata yang terkenal sebagai satu-satunya habitat satwa purba komodo (varanus komodoensis) yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia (new seven wonders) itu.

Terutama, kata dia, untuk kunjungan wisatawan dalam pola rombongan menggunakan kapal pesiar dengan jumlah mencapai lebih dari 50 orang. “Untuk wisatawan dengan jumlah lebih dari 50 orang kami minta untuk dapat menghubungi kami atau Koperasi Serba Usaha (KSU) Komodo sehingga pelayanannya bisa disiapkan dengan baik,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya dalam sehari bahkan pernah melayani jumlah pengunjung mencapai 1.500 orang yang datang dengan kapal cruise. “Jumlah kunjungan dalam bentuk rombongan memang harus dipersiapkan dan ditata agar ketika masuk kawasan tidak mengganggu habitat satwa komodo itu sendiri,” katanya. (ANT)

Blitar Tawarkan Wisata Unik Bikin Jenang

this formate

BLITAR, Bisniswisata.co.id: Jenang lamaran atau jenang lengket, dalam kultur masyarakat Jawa Timur, menjadi peranti wajib yang harus ada dalam prosesi lamaran. Menurut filosofinya, jenang dipercaya dapat mempererat hubungan kedua calon pengantin. Jenang lamaran juga menjadi simbol komitmen pasangan untuk menjalin hubungan yang serius.

Namun, dari waktu ke waktu, jenang lamaran tak cuma diproduksi ketika ada hajatan besar. Masyarakat mulai memasaknya untuk keperluan konsumsi sehari-hari, seperti teman minum teh. Bahkan dijadikan oleh-oleh.

Salah satu pembuat jenang untuk keperluan buah tangan adalah Hendri Christiawan. Ia punya rumah produksi bernama Omah Jenang Kelapa Sari. Lokasinya di Jalan Masjid Nomor 46, Rejowinangun, Kademangan, Blitar.

Uniknya, di sana, wisatawan tak hanya bisa berbelanja jenang, tapi juga dapat mempelajari seluk-beluk, filosofi, hingga cara membuat jenang. Rumah ini dikenal menjadi tempat wisata edukasi dan telah mendapatkan sertifikat dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

“Kami membuka sekolah jenang. Wisatawan bisa datang untuk kursus. Juga ada yang datang untuk magang. Waktu magangnya macam-macam. Biasanya dua pekan,” ucapnya seperti dilansir laman Tempo.co, Selasa (30/01/2018).

Wisatawan yang berniat magang bisa diajari cara mengolah jenang, cara memasarkan, hingga cara mengatur manajemennya. Kalau tak ingin magang lama-lama, pengunjung tetap bisa mencoba berlatih cara memasak jenang. Mereka diperkenankan masuk ke dapur pembuatannya. Di dapur itu, terdapat tungku besar yang bernama jedi.

Satu jedi dapat menampung 100-125 biji kelapa, 30 kilogram ketan, dan 30 kilogram gula kelapa. Semua komponen itu terus-terusan diaduk supaya lembek dan lengket. Proses pengadukannya kira-kira 7 jam.

Sepanjang hari, produksi jenang terus berlangsung. Jadi wisatawan yang datang bisa menjajal mengaduk jenang di wajan raksasa itu.
Spatula untuk mengaduk dibuat dari kayu khusus, yakni kayu akasia. Begitu pula dengan kayu bakar untuk perapiannya. “Alasannya supaya panasnya tahan lama,” kata Hendri.

Setelah belajar membuat jenang, wisatawan dapat membawanya pulang. Harga jenang itu per kilogram dibanderol Rp 25-30 ribu. Bisa dibawa sebagai buah tangan. Tahan sampai 1 tahun bila disimpan di lemari penyejuk.

Bila ingin mampir ke sana, Omah Jenang Kelapa Sari tak jauh-jauh amat dari Stasiun Blitar. Jaraknya cuma 7 kilometer. Bila ditempuh menggunakan kendaraan, estimasi waktunya kurang lebih 17 menit. Namun hanya bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi. Bisa juga dengan ojek online. Tarifnya berkisar Rp 10 ribu. (TMP)

Efektif, Komunitas Sadar Wisata Perlu Diperkuat

this formate

TANJUNGPINANG, Bisniswisata.co.id: Komunitas aktivitas kelompok sadar wisata di sejumlah desa di kawasan Kepulauan Riau, selama ini cukup efektif sehingga perlu diperkuat. Sehingga komunitas ini tetap eksis, bahkan pariwisata di daerah bisa berkembang lebih baik dan berkelanjutan.

“Kreativitas komunitas kelompok sadar wisata dapat melahirkan produk pariwisata yang menarik. Fakta menunjukkan selama ini ada sejumlah desa bangkit dari usaha pariwisata kreatif,” papar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Buralimar di Tanjungpinang, Selasa (30/1/2018).

Buralimar melanjutkan, pihaknya akan bersinergi dengan Dinas Pariwisata kabupaten dan kota agar kelompok sadar wisata lebih banyak di desa-desa yang tersebar di Kepri. “Komunitas Kelompok Sadar Wisata yang kreatif akan menciptakan destinasi wisata baru di desa-desa,” lontarnya seperti dilansir laman Republika.co.id

Beberapa daerah, seperti beberapa desa di Batam, Pulau Penyengat di Tanjungpinang, dan desa-desa di Bintan menunjukkan kemandirian warga mengelola sumber daya alam menjadi kawasan wisata.

Di Bintan, kawasan wisata baru berupa “gurun pasir” menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara. Di “gurun pasir” tersebut, banyak warga desa yang menjual kebutuhan wisman, termasuk produk kerajinan tangan khas Bintan.

Di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, kelompok sadar wisata menyediakan penyewaan pakaian melayu untuk para turis. Kelompok yang terdiri atas para pemuda-pemudi itu juga menjaga lingkungan pulau bersejarah itu tetap bersih.

Sama seperti Bintan, kelompok sadar wisata di Batam membangun kawasan wisata baru. Kawasan pariwisata bahari yang dikemas menarik, dan gencar dipromosikan secara optimal ternyata cukup efektif untuk menggoda wisatawan domestik dan wisman berkunjung ke kawasan wisata baru tersebut.

Seperti, di Kampung Terih, cukup ramai dikunjungi wisatawan. Warga setempat juga dapat memanfaatkan kondisi itu dengan menjual kebutuhan wisatawan. “Dinas Pariwisata tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus bersinergi dengan dinas lainnya dalam mengelola potensi desa dan kampung menjadi kawasan wisata baru yang menarik,” katanya.

Buralimar mengatakan peran warga desa dalam meningkatkan sektor pariwisata sangat besar. Pemberdayaan masyarakat desa melalui pengelolaan potensi desa akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Desa-desa yang indah akan membangkitkan sektor pariwisata. Tingkat kunjungan wisman dapat meningkat, dan memberi dampak positif pada masyarakat desa,” ucapnya. (REP)

Garuda Singgahi 2 Kota di China dari Bali

this formate

KUTA, Bisniswisata.co.id: Maskapai penerbangan Garuda Indonesia membuka rute dari Bali menuju Xian dan Zhengzhou PP (pulang-pergi) China untuk mengakomodasi tingginya permintaan pasar wisatawan dari negeri itu berlibur di Pulau Dewata.

“Tingkat kunjungan wisatawan internasional dari China mencapai 120 juta per tahun di seluruh dunia. Kami sangat optimistis dapat memaksimalkan potensi pasar itu,” kata Direktur Kargo Garuda Indonesia Sigit Muhartono ketika menyambut kedatangan penumpang dari Xian di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai di Kuta, Kabupaten Badung, Selasa (30/1/2018).

Seperti dilansir laman Antaranews, Sigit yang juga membawahi pengembangan rute internasional Garuda itu menambahkan, ekspansi pasar di maskapai BUMN tersebut diharapkan meningkatkan porsi negeri dengan ikon panda itu yang saat ini mencapai sekitar 35 persen.

Penerbangan dari Bali menuju Xian dilayani dua kali dalam seminggu yakni Senin dan Jumat menggunakan pesawat Airbus A-330 seri 300 dengan kapasitas 360 kursi ekonomi pukul 16.55 WITA dan akan tiba di Xian pukul 00.25 waktu setempat.

Sementara penerbangan Xian menuju Bali juga akan dilayani dua kali dalam setiap minggunya yakni pada hari Selasa dan Sabtu yang dilayani pukul 01.55 waktu setempat dan tiba di Bali pada pukul 08.25 WITA.

Untuk penerbangan dari Bali menuju Zhengzhou akan dilayani tiga kali seminggu yakni Selasa, Kamis dan Minggu menggunakan pesawat Airbus A330-300 dilayani pukul 11.35 WITA dan akan tiba di Zhengzhou pada pukul 18.15 waktu setempat.

Sedangkan rute sebaliknya dari Zhengzhou menuju Bali dilayani setiap Senin, Rabu dan Jumat pukul 00.25 waktu setempat dan akan tiba di Bali pada pukul 07.30 WITA.

Hingga saat ini, Garuda Indonesa telah melayani sejumlah penerbangan langsung ke China di antaranya Jakarta-Guangzhou, Jakarta-Beijing, Jakarta-Shanghai, Denpasar-Beijing, Denpasar-Guangzhou, Denpasar-Shanghai dan Denpasar-Chengdu yang semuanya dilayani pulang pergi (PP).

Penerbangan dari negeri tirai bambu itu menuju Bali juga akan menjadi penghubung untuk rute-rute domestik lainnya, di antaranya Yogyakarta, Makassar, Manado, Labuan Bajo, dan berbagai destinasi wisata domestik lainnya yang saat ini terus dikembangkan oleh pemerintah. (ANT)

Tragis, 10 Turis Menari Erotis di Angkor Wat

this formate

KAMBOJA, Bisniswisata.co.id: Niat berwisata dan bersenang-senang, malah berhadapan dengan hukuman penjara dan denda. Kejadian itu dialami sepuluh turis asal Inggris, Kanada, Norwegia, Belanda dan Selandia Baru yang tengah berlibur di Kamboja, tak menyangka perjalanannya berakhir tragis.

Kini, sepuluh wisatawan mancanegara (wisman) itu tengah menghadapi hukuman satu tahun penjara serta denda 500 dolar per orang, setelah pejabat polisi Kamboja mendapati mereka menari dengan pose yang mengarah pornografi alias erotis di dekat tempat wisata terkenal, Angkor Wat

Kasus sebelumnya juga terjadi yang dilakukan sekitar 77 wisatawan asing. Mereka diringkus setelah polisi menggerebek sebuah vila sewaan di Kamboja, pada hari Kamis dan menemukan peserta menari dalam gaya tak pantas. Namun sebagian besar dari wisatawan dilepaskan, hanya 10 orang yang dikenai hukuman dan menghadapi hukuman satu tahun penjara. Mereka juga dikenai denda sebesar 500 dolar per orang.

Pihak berwenang mengatakan kepada AP, Selasa (30/01/2018) peserta berpartisipasi dalam tarian erotis di kota Siem Reap, di dekat kuil terkenal Angkor Wat. Kuil itu memegang Guinness World Records sebagai struktur keagamaan terbesar di dunia. Para turis itu memasang foto dirinya di posisi menari “pornografi” di media sosial, kata pejabat.

Sepuluh orang yang ditangkap termasuk lima warga negara Inggris, dua orang Kanada, satu pelancong Norwegia, satu pelancong dari Belanda, dan satu turis dari Selandia Baru. Kantor Luar Negeri Inggris saat ini memberikan bantuan kepada lima turis Inggris yang terlibat dalam insiden tersebut saat 10 orang menunggu proses lebih lanjut.

Ini bukan pertama kalinya wisatawan bermasalah di Kamboja karena perilaku yang dianggap tidak pantas. Negara ini telah menangkap beberapa kelompok wisatawan karena berpose telanjan, termasuk tiga orang Prancis yang ditangkap dan dikenakan biaya 750 dolar masing-masing sebelum dideportasi dari negara itu.

Sebagai tempat suci Kuil Angkor Wat harus dihormati pengunjungnya. Mereka yang datang bahkan diminta menghindari pakaian terbuka, seperti pengumuman kuil, dilansir dari Travel and Leisure. (AP)

Valentine, Resto Jepang Sajikan Sushi Rasa Cokelat

this formate

TOKYO, Bisniswisata.co.id: Semua orang pasti tahu kalau sushi terbuat dari nasi yang digulung dan diisi dengan tambahan isian serta nori atau lembaran rumput laut. Namun jelang Valentine, sushi kini berubah bentuk dalam formasi makanan manis dan berbahan dasar cokelat.

Kura Sushi, salah satu restoran sushi di Jepang mencoba menawarkan sushi yang terbuat dari cokelat. Ini bukan pertama kalinya, sebelumnya restoran ini selalu menyajikan menu yang tidak biasa, mulai dari makanan penutup, minuman, hingga makanan yang musiman.

Mereka menyajikan sushi yang terbuat dari cokelat sebagai makanan penutup, menu ini diberi nama Tiramisushi. Tiramisushi ini terbuat dari puding cokelat yang digulung di dalam lapisan nasi dan nori yang ditutupi dengan bubuk cokelat. Pada bagian atas sushi ini dihiasi dengan krim keju.

Mungkin Anda berpikir bagaimana rasa yang dihasilkan dari kombinasi rasa asin dan manis ini. Mengutip Rocketnews, Selasa (30/01/2018) Karu Sushi mengklaim bahwa rasa manis dari puding cokelat ini akan sangat baik jika dikombinasikan dengan rasa nasi.

Makanan ini merupakan makanan penutup yang hanya disajikan oleh Kura Sushi. Tiramisushi ini dibandrol dengan harga seratus yen atau sekitar Rp12.300. Makanan spesial ini akan tersedia pada tanggal 9-15 Februari 2018. (ROC)

Membengkak, Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Jadi Rp100 Triliun

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan anggaran pembiayaan Proyek Kereta Api cepat Jakarta-Surabaya melonjak menjadi lebih dari Rp100 triliun dari hitungan awal sekitar Rp60 triliun-Rp70 triliun.

“Kalau anggaran dulu kan Rp60 triliun, tapi anggaran yang disampaikan sekarang ini kira-kira lebih dari Rp100 triliun. Hal itu terungkap saat rapat di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman,” kata Menhub Budi dalam keterangan tertulis, Selasa (30/01/2018).

Dilanjutkan, proyek Revitalisasi Jalur Kereta Jakarta-Surabaya itu menggunakan lebar rel sempit (narrow gauge). Proyek itu ditargetkan bisa dimulai tahun 2018, namun masih menunggu studi kelayakan (feasibility study) selesai dikerjakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) pada Maret 2018.

Menurut Budi, lantaran nilai investasinya tinggi, pemerintah mengkaji agar anggaran dapat ditekan hingga maksimal Rp90 triliun dengan tiga kriteria.

“Pertama, melibatkan kontraktor nasional, kedua, menggunakan teknologi dalam negeri dan ketiga, mengoptimasi dengan teknologi yang paling optimal. Karena, tadinya mau ‘elevated’ (melayang) dari Jakarta sampai Surabaya. Kan mahal. ‘Elevated’ di bagian-bagian tertentu saja,” ujarnya.

Nantinya, lanjut dia, pembiayaan diharapkan tidak membebani negara. Pemerintah tengah mengkaji konsep untuk mencari pendanaan swasta dari sejumlah negara tanpa perlu menambah rasio utang negara.

Pemerintah juga berencana untuk membentuk otoritas khusus untuk menerima dan mengelola dana tersebut untuk direalisasikan dalam proyek. “Pak Luhut mengarahkan ada potensi dana swasta dari beberapa negara di antaranya Jepang yang bisa digunakan tanpa melibatkan pinjaman APBN,” katanya.

Budi mengaku konsep dibentuknya otoritas khusus merupakan ide Menko Luhut yang mengatakan bahwa konsep pinjaman swasta dari luar negeri bisa digunakan sehingga tidak membebani anggaran negara. Dengan demikian pengerjaan proyek infrastruktur juga tetap bisa berjalan dengan baik.

Konsep tersebut telah digunakan di sejumlah negara seperti Amerika Serikat untuk pembangunan World Trade Center (WTC). “WTC itu pakai otoritas juga, bukan pemerintah maupun swasta,” katanya

Pembentukan otoritas khusus yang akan menerima dan mengelola pinjaman tersebut untuk direalisasikan dalam proyek kereta kencang. Dan konsep tentang badan otoritas tersebut masih sangat baru. Menhub belum yakin otoritas tersebut berada di bawah Kementerian Perhubungan, namun bentuknya nanti dipastikannya bukan berbentuk badan usaha. “Ini bukan badan usaha, ini otoritas, semacam korporasi, tapi saya belum riset,” katanya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Di Milan, Resto Cepat Saji Sajikan Mi Instan Indonesia

this formate

MILAN, Bisniswisata.co.id: Jangan heran jika berjalan-jalan di Kota Milan, Italia, lantas melihat ada restoran yang menjual menu Indomie Goreng. Kuliner instand yang populer di masyarakat Indonesia, ternyata dijual di CKN&CKN, salah satu restoran cepat saji halal yang ada di Kota Milan.

“Pemilik restoran, Osama adalah orang Mesir yang sudah lama bermukim di kota Milan dan mempunyai tujuh cabang di pelosok kota Milan dengan berjualan mi goreng Indonesia,” kata Marketing Rapresentative Indofood di Milan Yulia Kartini, seperti dikutip Antara, Senin (29/1/208).

Menurutnya dengan semakin banyaknya imigran yang bekerja di kota Milan, makanan halal menjadi suatu kebutuhan pokok. Apalagi Indomie sudah cukup dikenal oleh masyarakat di Italia, yang gemar mengkonsumsi pasta dan spageti yang mirip dengan Indomie.

Yulia Kartini, menyatakan kolaborasi dengan restoran adalah salah satu misi untuk lebih memperkenalkan makanan Indonesia kepada masyarakat Italia. Dan ini tidak terbatas hanya dengan mi instan. Dalam waktu dekat, ia akan meluncurkan bumbu jadi dan snack Indofood di Italia.

Tak hanya di dalam negeri, mie instan Indomie, juga digemari di mancanegara. Mi buatan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) ini bahkan go international dan menguasai pasar luar negeri. Mi berslogan ‘Indomie, Seleraku’ ini sangat populer di Singapura, Malaysia, Hong Kong hingga Taiwan.

Bahkan negara di kawasan Eropa, Timur Tengah, Afrika maupun Amerika juga menjual Indomie. Kenapa Indomie sangat populer di dunia?

# Usaha keras
Franciscus Welirang, Direktur Direktur PT Indofood Sukses Makmur , mengatakan jika terkenalnya Indomie adalah buah dari kerja keras pihaknya. Mereka secara konsisten memasarkan Indomie ke berbagai negara sejak 1992 silam. “Kalau bicara populer, Indomie itu sejak tahun 1992, jadi sudah mengakar, dan original yang pertama. Atas kerja keras tersebutlah, kini Indonmie telah mendunia,” ujar Franciscus Welirang dalam satu kesempatan

# Punya pabrik di berbagai negara

Selain telah dikonsumsi oleh masyarakat di berbagai negara, Indomie juga memiliki pabrik di luar negeri. Parbrik itu telah berdiri di Malaysia, Saudi Arabia, Nigeria, Suria hingga Mesir. “Dan kami juga berproduksi di sana, saya kira itu dasarnya,” jelas Franciscus. Atas keberhasilan ini, kini Indomie telah hadir di 100 negara. 80 negara di antaranya merupakan tujuan ekspor dari Indonesia. Satu diantaranya adalah Nigeria.

# Makanan sejuta umat di Nigeria

Indomie kini telah menjadi makanan sejuta umat di Nigeria. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, yang baru kembali dari Nigeria. Ia sangat mengagumi kepopuleran Indomie di Nigeria. “Mulai dari masyarakat bawah sampai atas, itu luar biasa Indomie jadi makanan sehari-hari,” ujar Mendag. Karena terlalu populer, bahkan ada yang mengklaim Indomie sebagai merek Nigeria. Namun, Lukita tidak mempersoalkan itu, karena Indomie jelas-jelas milik Indonesia. (ANT/KMP)

Cuaca Ekstrem, Destinasi Wisata Kelimutu Ditutup

this formate

ENDE, Bisniswisata.co.id: Cuaca ekstrem berupa angin kencang membuat pengelola Taman Nasional Kelimutu menutup sementara objek wisata unggulan di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Barat (NTT) itu. Balai Taman Nasional Kelimutu mengumumkan penutupan melalui surat edaran resmi yang diterbitkan pada Senin (29/1/2018).

“Pengumuman pembukaannya kembali masih menunggu situasi kondusif, kemungkinan pada pekan mendatang,” papar Kepala Seksi Wilayah I Moni Taman Nasional Kelimutu Benediktus Rio dalam keterangan resminya, Senin (29/01/2018).

Dilnajutkan, angin kencang yang disertai hujan lebat mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik dan merusak beberapa fasilitas untuk turis, seperti toilet dan pos tunggu. Cuaca buruk mendatangkan kabut tebal, juga mengakibatkan keindahan Danau Kelimutu tak terlihat.

Saat cuaca cerah, pengunjung bisa melihat dengan jelas danau tiga warna itu. “Sejak minggu yang lalu kami sudah melakukan sistem buka tutup. Tapi, hari ini kami resmi menutupnya sementara demi keamanan pengunjung,” ujar Benediktus.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur Tini Thadeus secara terpisah mengimbau masyarakat di Pulau Flores dan sekitarnya tetap waspada menghadapi angin kencang. Selain objek wisata, angin kencang juga merusak perkebunan milik masyarakat.

“Rata-rata semua wilayah Pulau Flores terkena dampak cuaca ekstrem berupa angin kencang sekitar empat hari berturut-turut ini. Kami minta agar masayrakat tetap waspada agar tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Tini.

Salah satu langkah penanggulangan dampak cuaca ekstrem ini, petugas BPBD setempat sedang mendata dampak kerusakan serta perkiraan permintaan bantuan ke pemerintah daerah serta pusat.

Taman Nasional Kelimutu diresmikan pada tahun 1992. Taman ini memiliki luas sekitar 50 kilometer persegi. Gunung Kelibara merupakan puncak tertinggi di sana, dengan ketinggian sekitar 1.731 meter di atas permukaan laut. Selain itu, ada juga Gunung Kelimutu dan Danau Kelimutu yang berdiri gagah di sana.

Taman Nasional Kelimutu juga menjadi habitat burung langka, seperti Punai Flores, Elang Flores, dan Burung Hantu Wallacea. Objek wisata alam ini bisa ditempuh dengan penerbangan dari Kupang ke Ende atau Bima ke Ende.

Musim terbaik untuk datang yakni sekitar bulan Juli sampai September setiap tahunnya, karena di masa tersebut ada momen bertelur dan migrasi burung yang bisa diamati. (Redaksibisniswisata@gmail.com)

4 Hari Tayang, Dilan 1990 Tembus Sejuta Penonton

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Film nasional kembali berkibar. Buktinya, baru empat hari tayang di bioskop, film Dilan 1990 mampu menembus 1 juta penonton. Total jumlah penonton itu tercatat hingga penayangan kemarin, Minggu (28/01) hingga pukul 17.00 Wib. Menjadikan film ini sebagai film Indonesia terlaris sementara tahun 2018.

Hal tersebut diungkapkan Falcon Pictures, perusahaan yang memproduksi film yang diperankan oleh Vanesha Prescilia dan Iqbal eks Coboy Junior tersebut. “Terimakasih untuk 1 juta penonton yang telah telah menjadi saksi kisah Dilan dan Milea,” tulis Falcon Pictures dalam akun instagramnya.

Film yang diangkat dari novel judul yang sama Dilan yang ditulis oleh Pidi Baiq itu, diarahkan secara apik oleh sutradara Fajar Bustomi. Dengan berlatar belakang kota Bandung, film ini dianggap sukses membuat orang nostalgia masa SMA di kota kembang tersebut.

“Dari awal saya sudah menduga kalau film ini akan menghadirkan jutaan penonton. Alhamdulillah, dugaan saya tidak meleset,” ujar produser Max Pictures Ody Mulya, Senin (29/1/2018).

Dilanjutkan, kalau dia merasa senang karena film yang dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla ini, mendapatkan review yang juga positif dari netizen yang telah menonton film ini. “Alhamdulillah, kerja keras kami dapat menghibur penonton film Dilan. Ini menjadi penyemangat untuk kami untuk membuat sekuel film Dilan ini,” ujarnya.

Film Dilan 1990, pada hari ketiga penayangannya, Sabtu (27/1) sukses menghadirkan 411 ribu penonton. Prestasi tersebut hampir melewati perolehan penonton Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss.

Mengangkat genre drama percintaan anak sekolah, sutradara dan penulis film ini membuat cerita yang ringan namun mengena pada para penontonnya.

Film ini menceritakan siswi salah satu sekolah menengah atas (SMA) bernama Milea (Vanesha Priscillia) . Pagi itu ia bertemu dengan Dilan (Iqbaal Ramadhan) yang meramalkan mereka akan bertemu di kantin sebuah SMA di Bandung tahun 1990, saat Milea pindah dari Jakarta ke Bandung. Perkenalan yang tidak biasa membawa Milea mengenal keunikan Dilan, pintar, baik hati, romantis.

Saat istirahat, Milea tak kunjung pergi ke kantin. Akhirnya, ia mendapatkan sepucuk surat berisi permintaan maaf karena ramalannya salah, namun Dilan kembali meramalkan mereka akan bertemu di rumah Milea keesokan harinya. Saat Milea mencuci sepatu, ia dipanggil pembantunya karena dicari seseorang. Orang itu adalah Dilan yang mengantar sepucuk surat bersama dengan temannya.

Rupanya Dilan menyukai Milea dan terus mendekati Milea setiap hari dengan gombalan romantisnya yang membuat tersenyum. Di ulang tahun ke-17 Milea, perempuan cantik ini mendapat kejutan dari sang pacar yang datang dari Jakarta, Beni (Brandon Salim). Nampaknya sejarah perjalanan hubungan mereka tak selalu mulus.

Milea juga mendapat kejutan dari teman-teman sekelas dan Dilan. Sejak saat itu hubungan Milea dan Dilan semakin dekat, tetapi juga sempat merenggang karena teman sekelas Milea, Nandan menyukai Milea.

Lain hari, Milea memiliki kesempatan untuk datang ke TVRI Jakarta untuk lomba cerdas cermat. Saat menunggu Wati dari toilet, Beni datang disaat Milea sedang duduk berdua dengan Nandan. Beni yang salah paham merendahkan Milea di depan umum dengan kata-kata yang tak pantas. Hubungan Beni dan Milea pun kandas. (DAY)