Toilet Jongkok di Jepang Bikin Turis Asing Pusing

this formate

TOKYO, Bisniswisata.co.id: Pemerintah Jepang sedang berupaya mengganti toilet jongkok menjadi toilet gaya Barat guna untuk mengakomodasi gelombang kenaikan kunjungan turis asing ke negara Matahari Terbit.

Dilansir dari Japan Times, Minggu (28/1/2018), dengan banyaknya turis asing pusing, kebingungan tentang penggunaan toilet jongkok, pemerintah Jepang mempromosikan modernisasi toilet menjelang Olimpiade 2020. Tempat-tempat wisata utama di Jepang memiliki total toilet umum sekitar 4.000 unit.

Survei dari badan kepariwisataan Jepang menunjukkan masih ada 42 persen toilet umum di lokasi tersebut yang bergaya tradisional atau jongkok. Pemerintah Jepang juga telah menawarkan subsidi pada tahun fiskal 2017 ke pemerintah daerah untuk merenovasi toilet Jepang yang sudah kuno.

Subsidi digunakan untuk menutup sepertiga dari total biaya yang diperlukan, termasuk biaya untuk memasang tanda dan ilustrasi multibahasa.

Di Nagoya, wali kota Takashi Kawamura telah meluncurkan kebijakan pembaratan semua toilet tradisional Jepang di tempat umum seperti taman, stasiun bawah tanah, dan fasilitas publik lainnya. “Saya ingin kota Nagoya memiliki toilet paling keren di seluruh dunia,” katanya.

Sekitar setengah dari toilet umum di Nagoya yang digunakan turis adalah toilet jongkok. Kota dengan populasi 2,3 juta orang itu berencana untuk memprioritaskan perbaikan kamar mandi di kawasan wisata Kastil Nagoya.

Sementara itu, Kyoto, pemerintah setempat telah memberikan instruksi penggunaan toilet jongkok dengan ilustrasi dan penjelasan dalam beberapa bahasa, termasuk bahasa China. Situs web kota tersebut juga mempublikasikan “peta toilet umum” yang menunjukkan lokasi toilet gaya Jepang, gaya Barat, toilet untuk orangtua dengan bayi, dan orang berkebutuhan khusus. (JT)

Kawasan Wisata Mandeh Ditawarkan ke Investor

this formate

PAINAN, SUMBAR, Bisniswisata.co.id: Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) membuka kesempatan seluas-luasnya kepada investor baik dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi di Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh, Pesisir Selatan.

“Untuk mengembangkan Kawasan Mandeh, kami membutuhkan investor namun yang serius bukan yang iseng-iseng,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Pesisir Selatan, Suardi di Painan, seperti diunduh laman Antaranews, Senin (29/01/2018).

Hal tersebut ia tekankan karena pada beberapa kesempatan terdapat beberapa investor yang mengungkapkan kesanggupannya mengelola Kawasan Mandeh namun patah di tengah jalan. Pelbagai kemudahan akan ditawarkan kepada investor yang serius diantaranya kemudahan pengurusan izin, pengurusan izin bisa dilakukan secara online dan izin yang diterbitkan gratis kecuali izin mendirikan bangunan.

Hal tersebut ditawarkan agar investor tidak merasa terbebani dengan pelbagai seluk beluk pelayanan. “Dengan adanya investor yang mengelola Kawasan Mandeh tentu saja pengembangan kepariwisataan di lokasi akan lebih terarah dan pastinya akan berdampak kepada perekonomian masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dilanjutkan, beberapa pulau di Kawasan Mandeh yang bisa dikelola diantaranya Pulau Bintagor dengan luas 37 hektare, Pulau Pagang 32 hektare, Pulau Ular satu hektare, Pulau Marak 256 hektare. Juga, Pulau Cubadak 705 hektare, Pulau Taraju tiga hektare, Pulau Setan satu hektare, Pulau Sironjong Kaciak tiga hektare dan Pulau Sironjong Gadang 25 hektare dan beberapa pulau lainnya.

Di lokasi investor bisa mengembangkan berbagai wahana pariwisata, penginapan, dermaga bahkan juga bisa membuat restoran terapung. Dan Bukit Ameh memiliki luas 1.340 hektare dan sekitar 400 hektare saat ini dalam tahap pembebasan lahan. Di lokasi investor bisa membangun hotel berkelas internasional, lapangan golf, restoran dan lainnya

Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pernah meraih peringkat pertama pada kategori Surga Tersembunyi Terpopuler di Anugerah Pesona Indonesia (API) II. Dari puncak Mandeh, pengunjung bisa melihat onggokan Pulau Traju, Sironjong Besar, dan Sironjong Kecil, Pulau Setan, hingga Pulau Cubadak.

Ke arah utara kawasan tersebut, pengunjung bisa menikmati gugusan pulau yang terlihat melingkar seperti Pulau Pagang, Pulau Marak yang berdampingan dengan Sikuai, serta Pulau Bintangor. Berpaling ke arah berlawanan, pengunjung disajikan dengan keindahan tanjung dengan riak air yang ringan ibarat sebuah danau. Keindahan ini yang membuat Menteri Arief Yahya berulang kali mengunjungi kawasan tersebut.

Mandeh menjadi proyek percontohan pengembangan kawasan wisata di Sumbar. Mandeh potensial dikembangkan sebagai kawasan wisata meningkat luas kawasan yang berjarak sekita 56 kilometer dari Kota Padang tersebut mencapai 18.000 hektare. (NDHYK)

Bupati Kulon Progo: Bandara Baru Turunkan Angka Kemiskinan

this formate

KULON PROGO, Bisniswisata.co.id: Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengemukakan jika rencana pembangunan bandar udara internasional baru Yogyakarta di Kulon Progo terealisasi, diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan sekitar 10% menjadi 28.800 dari 32.000 kepala keluarga miskin

“Sebab, ada investasi yang akan terdapat di Kulon Progo. Selain itu, jumlah pengangguran turut berkurang sekitar 3.000 orang atau menjadi 5.000 jiwa dari 8.000.,” papar Bupati Hasto di Yogyakarta seperti dilansir laman Industry.co.id, Senin (29/01/2018).

Dilanjutkan, guna mewujudkan pembangunan bandara baru ini, Pemda dan PT Angkasa Pura I (Persero) bekerja sama melakukan pendekatan kepada warga Kulon Progo. Langkah-langkah yang telah diwujudkan adalah merelokasi warga yang bersedia pindah, memberikan pelatihan bagi warga usia produktif, hingga menyediakan rumah gratis.

Menyoal masih terdapat 32 kepala keluarga yang menolak direlokasi, ia menjelaskan bahwa mereka berpatokan pada beberapa KK yang belum diselesaikan pembayarannya. “Masih ada pembayaran yang dalam tahap konsinyasi, sehingga menjadi rujukan bagi 32 KK ini. Oleh sebab itu, kami mendorong agar AP I dapat menyelesaikan pembayarannya,” tegas dia.

Pada Kamis (25/1/2018) kemarin, AP I melakukan sarasehan yang dihadiri oleh Bupati Kulon Progo, Kepala Kantor Pertanahan BPN Kulonprogo, General Manager PT Pembangunan Perumahan (PT PP), Kepala Camat Kecamatan Temon Kepala Desa, Perangkat Desa, serta warga terdampak bandara di Desa Glagah, Palihan, Jangkaran, Sindutan dan Kebonrejo.

Adapun hasil sarasehannya adalah PT AP I dan seluruh stakeholder berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh permasalahan pembangunan bandara serta membuat Kantor Pelayanan dan Informasi (Helpdeski) di Kulonprogo guna memberikan warga kesempatan untuk menyampaikan keluhan, masukan, tanggapan dan juga untuk warga melakukan diskusi untuk penyelesaian permasalahan pembangunan bandara baru. (IND)

Medical Tourism, Kunjungan Turis Indonesia ke Singapura Turun

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Kunjungan wisatawan Indonesia yang melakukan Medical Tourism atau berobat ke Singapura menurun pada tahun 2017. Angka penurunan sekitar 15 hinggal 20 persen, akibat kondisi rumah sakit di Indonesia kini semakin bagus, para dokternya semakin berkualitas juga peralatannya semakin modern.

“Selain itu, ada anggapan rumah sakit di Singapura dianggap semakin mahal. Dengan berbagai faktor itu, orang Indonesia lebih banyak berobat di dalam negeri ketimbang harus ke luar negeri,” papar Arifin NG, Senior Vice President of Singapore Medical Group (SMG) yang ditemui Bisniswisata.co.id di Jakarta, Akhir pekan.

Selain itu, sambung Arifin, ada kecendurungan orang Indonesia ke Singapura bukan untuk berobat namun lebih banyak melakukan konsultasi dengan para dokter tentang penyakit yang dialaminya. Kemudian kembali ke Indonesia dan tidak menjalani rawat inap di Rumah sakit di Singapura. Sehingga terjadi penurunan yang tajam sejak dua tahun terakhir.

“Maaf soal data berapa warga Indonesia yang menjalani medical tourism di Singapura, saya tidak punya. Karena setiap rumah sakit di Singapura enggan membukanya dan merahasiakannya. Namun angka penurunan itu hasil perbincangan kalangan dokter di Singapura.

Namun demikian, lanjut dia, saat ini paling banyak yang melakukan medical tourism ke Singapura didominasi wisatawan dari Amerika Serikat. “Ya mungkin harga pengobatan di Amerika sangat mahal, sehingga larinya ke Singapura,” lontarnya.

Dilanjutkan, saat ini rumah sakit juga para dokter Singapura mulai menjemput bola mengantisipasi penurunan itu, dengan membuka cabang di beberapa negara tetangga seperti Vietnam, Kamboja, Indo China juga Indonesia dan hal ini akan terus berkembang ke bebarapa negara di kawasan ASEAN lainnya.

Karena itu, sambung Arifin, Singapore Medical Group (SMG) membuka The Cancer Centre, salah satu layanan klinik medis unggulan yang tergabung dalam Singapore Medical Group (SMG) membuka di Indonesia dan Vietnam. SMG merupakan sebuah grup dokter spesialis dan penyedia layanan kesehatan swasta di Singapura yang menawarkan beragam perawatan medis yang mendukung kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

“Kami berdiri sejak tahun 2005 dengan jaringan layanan kesehatan yang melibatkan lebih dari 25 bidang spesialisasi medis, SMG memiliki sederetan klinik medis untuk mendukung kesehatan masyarakat, termasuk The Cancer Centre, yang merupakan salah satu layanan unggulan kami,” katanya.

Klinik ini didedikasikan untuk menyediakan konsultasi lengkap dan pengobatan terkini untuk berbagai penyakit kanker oleh tim ahli Onkologi, perawat dan konselor yang berkualifikasi tinggi, tambah Arifin.

Menurutnya Kanker merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia, dan nomor tujuh pembunuh di Indonesia. Tahun 2013, prevalensi penyakit kanker cukup tinggi, mencapai 0,14% (347.792 orang) dari total populasi penduduk. Juga berdasarkan prediksi World Health Organization (WHO), pada 2030 jumlah penderita kanker di Indonesia meningkat tujuh kali lipat.

Saat ini 3 dari 4 orang terdeteksi kanker, seperti Kanker paru, hati, usus, kolorektal, payudara dan serviks adalah beberapa jenis kanker yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Tingginya penderita kanker menggerakkan The Cancer Center yang berpusat di Singapura memberikan solusi dalam menangani penyakit kanker.

Dr. Wong Seng Weng, ahli Onkologi dan Konsultan Spesialis dari The Cancer Centre menilai semua orang memiliki sel kanker di tubuhnya. Sel kanker dapat dibedakan dari sel normal berdasarkan sejumlah karakteristik morfologi, perilaku, dan genetiknya. Juga Sel kanker memiliki perkembangan yang abnormal, dapat menyebar dan menyerang sel normal lain layaknya teroris, dan sel ini tidak memiliki waktu tenggat hidup.

“Jika sel teroris ini sudah menyebar ke organ-organ lain, pemberantasan penyakit kanker secara tuntas sangat sulit dicapai. Jadi deteski lebih dini memang diperlukan agar kanker tidak menyebar,” papar Dr. Wong.

Dilanjutkan, pengobatan kanker umumnya ditentukan berdasarkan stadium kanker dan penyebarannya di dalam tubuh. Secara garis besar, terdapat empat tipe pengobatan kanker: Operasi, terapi radiasi, kemoterapi dan terapi hormon. Kemoterapi sangat umum dilakukan pada pasien kanker karena terapi ini sangat ampuh dalam menyasar sel kanker yang sudah menyebar.

Namun, kemoterapi dapat ikut membunuh sel normal yang sehat selain sel kanker sehingga menimbulkan efek samping tertentu, seperti Alopecia, Neutropenia dan dalam beberapa kasus langka, Cardiotoxicity. Immunotherapy dan Targeted Therapy, jelasnya.

Menurutnya, Immunotherapy adalah pengobatan terbaru yang dapat mengungkap sel kanker – yang sering kali terselubung di antara sel normal yang sehat – untuk kemudian membidik dan menghancurkannya. Terdapat banyak penelitian yang menunjukkan bahwa terapi ini dapat mengurangi risiko perkembangan penyakit atau kematian sebesar 50%, sebuah kemajuan dibandingkan tindakan kemoterapi.

Kelangsungan hidup seorang pasien, sambung dia, tidak ditentukan semata-mata oleh kekuatan sistem imun mereka. Sistem imun tidak dapat menyerang kanker bukan karena lemah, melainkan karena ia tidak memiliki kemampuan untuk mengenali kanker. Dan Immunotherapy tidak digunakan untuk memperkuat sistem imun, namun untuk membantunya mengidentifikasi sel kanker sehingga dapat menyerangnya.

Dengan kata lain, Immunotherapy bekerja untuk mengungkap penyamaran sel kanker yang mengacaukan sistem imun. Ada sistem pemberi sinyal yang digunakan oleh sel normal untuk memberi tahu sistem imun agar tidak menyerang mereka. Sebaliknya, sistem pemberi sinyal yang sama juga digunakan untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker, lontarnya.

Pengembangan teknologi Immunotherapy memberikan harapan baru untuk pengobatan kanker, terutama kanker yang mudah kambuh seperti kanker paru. Efek samping dari pengobatan ini pun memiliki risiko yang lebih kecil, yaitu ruam kulit ringan yang akan hilang kemudian. Immunotherapy juga dapat melengkapi efek yang dihasilkan dari kemoterapi jika keduanya dilakukan bersamaan.

Sementara, Targeted Therapy merupakan pengobatan yang menggunakan obat yang didesain khusus untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker dari jenis kanker yang spesifik – di level molekuler – dengan ‘mematikan’ sinyal pertumbuhan sel kanker yang dapat memicu perkembangbiakan sel.

“Pengobatan ini dinilai efektif karena obat yang digunakan hanya terfokus pada sel yang teridentifikasi memiliki potensi kanker, sehingga sel normal yang sehat tidak terkena dampak dari kemoterapi. Hasilnya, pengobatan ini dapat membantu memperpanjang kelangsungan hidup para penderita kanker payudara dengan status ‘HER2 Positif’ sampai dengan 5 tahun,” jelasnya.

Dr. Wong juga menjelaskan beberapa tipe Targeted Therapy seperti erlotinib dan gefitinib bekerja lebih baik pada pasien Asia, wanita dan non-perokok. Pasien yang menjalani terapi ini juga mengalami efek samping yang lebih rendah, menjadikannya ideal sebagai terapi perawatan jangka panjang untuk mengontrol sel kanker.

Dengan edukasi yang meluas mengenai perkembangan teknologi pengobatan yang revolusioner ini, diharapkan masa depan pengobatan penyakit kanker akan semakin cerah dan semakin banyak nyawa di dunia dapat terselamatkan dari penyakit ini, sambungnya. (NDHYK)

Surabaya, Rute Baru Kapal Pesiar Gantikan Thailand

this formate

SURABAYA, Bisniswisata.co.id: Surabaya kini semakin diminati wisatawan mancanegara yang menggunakan cruise atau kapal pesiar. Bahkan kota Pahlawan ini menjadi destinasi pilihan sekaligus rute baru yang dibuka Dream Cruise, salah satu operator kapal pesiar ternama.

“Masyarakat Asia jenuh dengan destinasi Malaysia dan Thailand, oleh karena itu kami membuka jalur baru di Indonesia, tepatnya Surabaya dan Bali,” papar Marketing Manager Genting Cruise Line Hari Susanto dalam keterangan tertulis, Ahad (28/01/2018).

Dilanjutkan, dipilihnya Surabaya bukan tanpa alasan. Dengan kedalaman perairan sekitar 14 meter, Pelabuhan Tanjung Perak sangat memudahkan kapal seberat 150 ribu ton merapat. Terlebih kini pelabuhan itu sudah dilengkapi terminal pelabuhan yang nyaman.

Jumlah penumpang kapal pesiar berkapasitas 1.600 kamar bisa mengangkut 3.200 orang. “Pada Desember 2017 ada 2.600 penumpang dari Indonesia dan 600 di antaranya dari Surabaya.” sambungnya

Genting Dream merupakan resort mewah terapung yang dirancang khusus untuk pasar Asia. Kapal ini memulai pelayarannya dari Singapura pada 16 November 2017. Genting Dream membawa wisatawan pada berbagai paket pelayaran akhir pekan selama dua malam atau lima malam. Berangkat dari hari Minggu dari Singapura, cruise berlayar menuju destinasi-destinasi di Selat Malaka dan Laut Jawa.

Kapal ini dilengkapi area kegiatan rekreasi dan hiburan. Di sana, antara lain, terdapat enam seluncuran air, panjat tebing, zip line sepanjang 35 meter yang berayun di atas laut terbuka, lapangan golf mini, dan arena bowling glow in the dark.

Lalu ada juga Teater Zodiac dengan 999 tempat duduk untuk pertunjukan kelas dunia, fasilitas karaoke yang canggih, serta klub malam Zouk, dan Zouk Beach Club untuk pesta Zouk Out At Sea. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tips Selvie Tetap Kece Saat Traveling

this formate

JAKARTA. Bisniswisata,co.id: Di tengah maraknya kontenmedia sosial, konten traveling menjadi salah satu hal yang paling menarik untuk diikuti. Berdasarkan Internet Merketing Inc. tahun 2015, menyebutkan 76% wisatawan kerap mengunggah foto perjalanannya di media sosial.

Didukung dengan jumlah pengguna aktif Instagram, sekaligus tren industri pariwisata yang meningkat dalam dua tahun terakhir, konten foto mengenai traveling pun tentunya semakin sering dibagikan. Tidak heran jika banyak sekali figur media sosial, yang memiliki banyak pengikut karena feed mereka dipenuhi foto-foto traveling menampilkan pemandangan yang memesona.

Kini, untuk mendapatkan foto-foto jernih saat traveling, traveler tidak perlu repot lagi membawa kamera DSLR. Cukup dengan manfaatkan ponsel pintar, setiap momen seru jalan-jalan dapat diabadikan dan dibagikan ke orang-orang terdekat.

Agar menghasilkan foto selvie yang kece, menarik dan membuat orang kagum ada tips memotret saat traveling:

#. Konsepkan Dulu Tampilan Foto

Perlu dicatat, konten dan konsep harus selalu menjadi prioritas utama, saat ingin membagikan foto perjalanan ke akun media sosial. Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah, langsung mengunggah setiap foto liburan di Instagram ketika dirasa menarik. Padahal, itu justru membuat feedmu berantakan dengan foto-foto yang tidak rapi dan beraturan.

# Pilih Terbaik
Luangkan waktu sejenak untuk memilah foto-foto terbaik saat traveling. Juga memadukannya dengan caption yang kreatif. Tentukan juga konsep foto traveling yang sesuai selera dan kepribadian agar tampilan feed media sosial selalu konsisten. Baik itu pemandangan alam, kuliner, selfie, maupun outfit yang akan digunakan.Jangan lupa pastikan juga objek utama lainnya yang ingin ditonjolkan di media sosial.

#. Perhatikan Kualitas Foto

Jika kamu sudah memiliki ide akan foto liburan yang keren dan feed media sosial yang diidamkan, selanjutnya memastikan bagaimana caranya agar foto yang kamu ambil berkualitas baik. Saat mengandalkan smartphone untuk mengabadikan momen traveling, pastikan resolusi kamera smartphone cukup tinggi, sehingga walaupun objek yang kamu foto jauh dan terlihat kecil, hasilnya akan tetap terlihat cukup tajam dan jelas saat gambar diperbesar.

# Pastikan Sesuai Aslinya

Pastikan pula warna dan kontras yang dihasilkan sesuai dengan aslinya, sehingga foto awan dan bangunan yang kamu ambil terlihat jelas dan berwarna tajam. Untuk mendapatkan foto seperti ini, bisa gunakan smartphone memiliki resolusi kamera depan 24MP tertinggi di dunia, dan 16MP dengan mode High Dynamic Range (HDR) yang menghasilkan foto beresolusi setara 64MP untuk kamera belakangnya.

Dengan langkah ini kamu tidak hanya membuat feed media sosialmu semakin menarik,tetapi juga menginspirasi orang lain melalui foto-foto yang merekam momen travelingmu. Selamat Mencoba. (*)

Lombok Marathon 2018 Diwarnai Keributan

this formate

MATARAM, Bisniswisata.co.id: Sport tourism Lombok Marathon 2018 yang digelar Ahad (28/1/2018) di Mataram, yang diharapkan mengangkat pariwisata Lombok ternyata tidak berjalan mulus. Kali ini, Lombok Marathon diwarnai protes para peserta, keributan pun terjadi. Peserta dari luar daerah menuding panitia melakukan penipuan.

“Ini tidak benar, ini penipuan ini. Janji panitia untuk memberikan medali pada seluruh finisher tidak bisa mereka penuhi. Ini even terburuk yang saya ikuti. Dua tahun saya mengikuti even macam ini, baru kali ini saya temukan even paling buruk di Lombok Marathon ini,” ujar Minda Mora Purba, peserta asal Jakarta.

Minda dan sejumlah peserta mengamuk di hadapan Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin, Kapolda NTB Brigjen Polisi Firli dan pejabat daerah yang hadir dalam even tersebut. “Saya sudah keluarkan uang banyak untuk mengikuti even ini, tapi apa yang saya dapatkan? Ini sungguh mengecewakan,” ujar Minda yang mengikuti kategori half marathon.

Awalnya even tahunan ini berjalan mulus. Peserta memulai start di Senggigi Squre, Lombok Barat untuk kategori 10 KM dan 42 KM afau full marathon. Sementara peserta yang mengikuti marathon 5 KM melakukan star dari simpang lima kota tua Ampenan.

Panitia Lombok Marathon mengklaim peserta sebanyak 5.000 orang. Ada 15 orang yang berasal dari berbagai negara. Mereka ikut serta pada even 2017. Peserta menikmati jalur Senggigi dan kota Mataram yang ramah.

Masalah mulai muncul ketika sejumlah peserta mulai memprotes lantaran mereka tak mendapatkan tanda khusus untuk mengambil medali. Padahal catatan waktu mereka masuk dalam katagori penerima medali.

“Kalau dalam pengumuman yang kami baca di website resmi Lombok Marathon, semua peserta akan mendapatkan kaus dan semua finisher akan mendapatkan medali. Sekarang kok hanya 500 orang yang akan dapat medali,” keluh Andy salah seorang peserta dari Lombok Barat.

Situasi makin memanas saat hari makin siang. Peserta menunggu berjam-jam untuk mendapatkan medali. Panitia yang menyuguhkan musik dan peresean, olah raga tradisional Lombok, mulai dituding mengulur-ulur waktu.

Hingga muncul teriakan para peserta yang menuding panitia melakukan penipuan terhadap mereka. Protes itu tepat di hadapan Wakil Gubernur NTB dan Kapolda NTB yang duduk di podium tamu. Putra Kapolda yang ikut kegiatan itu sempat kaget dan menangis atas aksi protes itu. Di tengah keributan suara protes itu, Kapolda menenangkan putranya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Wakil Gubernur NTB, Muhamnad Amin menenangkan peserta yang marah dan meminta panitia memenuhi janji mereka. Minda yang sejak awal sudah memprotes mengatakan bahwa dia menginginkan mendali finisher dan kaus.

“Berikan saya kaus dan mendali finisher itu. Kami sudah lari loh, lari pakai tenaga ya, itu hak kami, jangan rampas hak kami dari dunia lari. Siapapun yang membuat even itu, akan saya teruskan ini, ini penipuan” tekan Minda seperti dikutip Kompas.com.

Wakil Gubernur meminta panitia untuk bertangung jawab. “Awalnya even ini kan sudah berjalan bagus, ini kasuistik. Kita akan perbaiki agar kedepan lebih bagus, saya kecewa juga atas kejadian ini,” kata Amin.

Wibowo yang disebut sebagai Ketua Panitia nampak buru-buru meninggalkan lokasi halaman kantor Gubernur NTB tempat berkumpulnya ribuan peserta. Wibowo mengaku dirinya bukan ketua panitia dan menunjuk seseorang yang bernama Franky, yang sebenarnya hanya penangungjawab medali.

Salah seorang anggota Koni, Nasruddin mengatakan, mendali yang diributkan itu hanya berjumlah 500 buah dan baru sampai dari Singapura tempat Panitia memesannya. “Nasi sudah jadi bubur, ini benar-benar memalukan NTB, kita ngga akan dipercaya lagi,” ungkap Dedy salah seorang peserta asal NTB. Sampai berita ini diturunkan informasi resmi nama-nama juara Lombok Marathon belum diperoleh. (KMP)

Keterbatasan Bandara, Potensi Pariwisata Jogya Hilang 50 %

this formate

YOGYAKARTA, Bisniswisata.co.id: PT Angkasa Pura I memprediksi ada potensi pariwisata dalam jumlah besar yang hilang akibat terbatasnya kapasitas Bandara Internasional Adisutjipto di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Padahal, Yogyakarta tercatat sebagai destinasi wisata nomor dua setelah Bali.

“Potensi pariwisata yang hilang itu luar biasa, kalau mau dipersentasekan hampir 50% dari potensi yang ada,” kata General Manager Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama seperti dilansir laman Kontan.co.id, Ahad (28/01/2018).

Dilanjutkan, penerbangan langsung rute internasional dari dan ke Yogyakarta baru Singapura dan Malaysia. Sementara wisatawan mancanegara lain yang ingin ke Yogyakarta kebanyakan harus melakukan penerbangan transit dulu di Bandara Ngurah Rai di Bali.

Berdasarkan informasi dari pengusaha travel agent yang dia terima, kebanyakan wisatawan hanya mampir ke Yogyakarta untuk perjalanan sehari. Selebihnya, mereka kembali ke Bali karena pesawatnya transit di Bali, sehingga waktu berwisata lebih banyak dihabiskan di Bali ketimbang di Yogyakarta. “Pagi jalan-jalan, malam mereka pulang ke Bali. Hotel dan kuliner tidak ditempati,” tutur Pandu.

Tidak adanya rute penerbangan internasional yang lebih dari dua itu dikarenakan kapasitas di Adisutjipto yang sudah maksimal dan tidak bisa dikembangkan lagi. Sehingga, diperlukan bandara baru yang dalam waktu dekat akan dibangun, yaitu New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo.

Kehadiran NYIA diperkirakan mendongkrak secara signifikan jumlah wisatawan mancanegara ke Yogyakarta, didukung oleh kapasitas maksimal hingga 20 juta penumpang per tahun serta landasan pacu sepanjang 3.600 meter dan lebar 60 meter.

Dengan infrastruktur seperti itu, dipastikan maskapai internasional dengan pesawat berbadan lebar bisa beroperasi secara leluasa di NYIA. “Nanti akan ada 50% penerbangan dari luar negeri bisa kami adopsi di NYIA,” ujar Pandu. (KNT)

Dikaji, Tiket Naik Monas Dijual Secara Online

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Hingga kini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta bersama Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Monas Jakarta menkaji Sistem pembelian karcis untuk naik ke Monas tidak secara konvensional namun dengan sistem online. Penjualan secara online lebih memudahkan pengunjung untuk mengetahui kuota karcis yang tersedia. Mengingat jumlah pengunjung yang bisa naik Tugu Monas hingga ke puncak dibatasi hanya 2.000 orang per hari.

“Sampai kini kami masih mengkaji penjualan tiket naik Monas secara online. Kajian ini bersama Pempeov DKI Jakarta dan instansi terkait. Jadi kami masih menunggu. Namun untuk hingga kini, kami masih menjual tiket secara manual,” papar Kepala Unit Pengelolaan Teknis (UPT) Monas Munjirin kepada Bisniswisata.co.id di Jakarta, Ahad (28/01/2018).

Kajian itu, sambung dia, tiket online bukan hanya khusus ke Monas saja namun terintegrasi dengan lainnya seperti untuk busway, KRL atau masuk ke obyek wisata lainnya yang ada di Jakarta contoh Ragunan. Juga sistem pembeliannya harus melalui bank yang juga milik DKI Jakarta. “Nah, ini semua masuk dalam pengkajian itu,” katanya.

Kajian lainnya kelebihan dan kekurangan dengan menggunakan sistem online. Memang jual tiket secara online lebih memudahkan pengunjung untuk mengetahui kuota karcis yang tersedia. Mengingat jumlah pengunjung yang hanya bisa naik Tugu Monas hingga ke puncak setiap harinya dibatasi 2000 orang saja. “Jadi gampang, dia tahu tiap hari kuotanya tinggal berapa. Bisa beli dua hari sebelumnya dari rumah, kantor atau dimana saja,” kata dia.

Munjirin menjelaskan pembatasan 2.000 orang penhari, sesuai dengan kemampuan lift Monas yang hanya satu uni cukup untuk mengangkut 10 orang. Lift bekerja mulai pagi pukul 08.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB malam. Sekali menarik ke atas membutuhkan waktu 3 menit yang berarti satu jam ada 20 kali 10 orang berarti hanya 200 orang.

“Lift kerja hanya 10 jam jadi totalnya 2.000 orang. Lift juga istirahat jalan pukul 17.00 dan berfungsi lagi usai magbrib. Jika dipaksakan jelas akan membahayakan. Sehingga kami membatasinya sesuai dengan kemampuan lift,” ungkapnya.

Dia khawatir, lift tersebut akan rusak jika dipaksakan mengangkut lebh dari ketentuan karena banyaknya beban yang ditanggung setiap harinya. “Ya namanya mesin, buatan manusia. Bisa rusak kan. Makanya saya maunya kuota (pengunjung) itu dikurangi,” kata dia.

Namun, kata dia soal pengurangan kuota ini tentu tak bisa sembarangan dia lakukan. “Salah-salah jadi viral nanti banyak yang protes. Sekarang saja yang protes sudah banyak,” katanya.

Selama ini, wisatawan lokal, nasional dan internasional yang masuk ke kawasan Monas pada hari weekend bisa mencapai 60.000 orang setiap harinya. Jika saat liburan sekolah atau libur panjang yang masuk mencapai 150.000 orang perhari. Sedangkan hari-haro biasa Monas dikunjungi 20.000 perhari. “Untuk turis asing yang datang ke Monas dari berbagai penjuru dunia, namun yang paling banyak wisatawan dari Korea dan Jepang,” sambungnya. (NDHYK)

The JKT Pizza, Kuliner Italia Cita Rasa Indonesia

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: PIZZA, kuliner khas Italia memang tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Hampir seluruh daerah di Tanah Air terdapat gerai yang khusus menjualnya. Namun, bagaimana jika roti khas Italia itu memiliki cita rasa Indonesia? Nah, inilah yang coba ditawarkan Sapori Deli di bilangan Asia Afrika, Senayan, Jakarta. Restoran di dalam Fairmont Hotel Jakarta, menawarkan piza dengan cita rasa dan bumbu khas Indonesia.

Sepintas roti tipis yang diberi nama the jkt pizza itu tidak berbeda dengan pizza lainnya. Namun, bumbu dan rempah Nusantara terasa. Cita rasa yang ditawarkan tidak lain ialah rendang, khas Padang, Sumatra Barat.

Chef Sapori Deli Fairmont Hotel Jakarta, Husain Faqih Shahab menjelaskan untuk membuat adonan roti, ia mencampurkan tepung terigu dengan air, garam, ragi, dan extra virgin olive oil. Setelah kalis, adonan kemudian dibentuk gepeng. Tekniknya pun layaknya di Italia, menggunakan dua tangan di atas meja adonan. “Ya untuk cara membuatnya masih sama. Yang membedakan hanya bumbu dan rempahnya saja,” terangnya seperti dilansir laman MediaIndonesia.com, Ahad (28/01/2018).

Adonan yang sudah pipih itu lalu diolesi saus rendang. Kemudian dipanggang di panggangan khusus dengan suhu 270 derajat celsius, selama kurang dari 10 menit. Adonan setengah matang itu dikeluarkan dari panggangan untuk ditaburi keju yang sudah dipotong dadu. Untuk saus rendang, chef Husain menggabungkan bumbu kuning ala Sapori Deli yang dikombinasikan dengan cabai giling, daun kunyit, sereh, lengkuas, jahe, jintan, dan santan. Keju yang dipilih ialah mozarela untuk penegasan Italianya.

“Untuk piza dua kali proses panggang. Jadi, setelah tadi dioleskan saus rendang lalu dipanggang lagi kemudian dicampurkan beberapa isian,” ungkapnya. Tidak hanya saus, piza ini dilengkapi daging sapi bagian paha. Daging yang disuwir-suwir sebelum taburan keju. Tentunya tidak ketinggalan potongan bawang merah, cabai, daun ketumbar, dan tomat.

“Setelah dimasukkan semua, dipanggang kembali hingga matang. Kurang lebih hanya membutuhkan waktu 10 menit,” jelas Faqih. Rasa asam, manis, bercampur gurih sangat terasa saat mendarat di mulut. Lelehan kejunya sangat menggoda ketika diangkat dari wadah piza berupa papan berserat kayu. Daging rendangnya pun lumer saat disantap.

“Ini salah satu makanan yang masuk ke buku menu dan hidangan ini yang termasuk paling laris di Sapori Deli. Ya karena perpaduan rasa Indonesianya itu,” tegas Faqih. Menariknya di tempat itu, pengunjung dapat melihat proses pembuatan piza hingga siap dihidangkan. Bahkan bila ada pengunjung yang ingin mencoba membuat piza, mereka juga memberikan keleluasaan. “Melihat pembuatan sekaligus ikut membuat bisa juga. Ini sebagai bentuk edukasi sih untuk pengunjung yang datang,” ungkapnya.

Selain piza, Faqih menghidangkan martabak pizza piazza. Masakan ala Sapori Deli ini unik dan berbeda dengan martabak umumnya. Pasalnya adonan yang digunakan Faqih ialah adonan piza. Bukan hanya penggunaan rotinya, isi martabaknya pun berbeda. Faqih menggunakan daging sapi yang telah digiling, bawang bombay, daun bawang, cabai merah yang telah diiris tipis, dan tambahan keju mozarela. Pada topping, ada perpaduan saus tomat dan keju mozarela.

Cara memasaknya pun berbeda. Martabak ini hanya dipanggang sekali sekitar 10 menit dengan suhu 270 derajat celsius. Ketinggian pada suhu oven pemanggangan juga diatur sehingga tingkat kematangan martabak pizanya sesuai. Berbeda dengan martabak umumnya, martabak itu tidak berminyak sehingga mulut tidak berlepotan. Sebaliknya kerenyahan kulit martabak langsung terasa. Isiannya pun menyegarkan.

“Hidangan ini, meski tidak masuk buku menu kami, cukup banyak juga yang pesan,” ujar Faqih. Kehadiran martabak ini ternyata memiliki sejarah. Berdasarkan cerita Marketing Communications Fairmount Hotel Jakarta Cindy Yuwono, awalnya martabak itu hanya kudapan biasa yang tidak ditawarkan untuk pengunjung.

Kala itu kepala chef ingin memakan martabak, tetapi terkendala oleh bahan pembuatan martabak. Waktu itu, hanya tersedia adonan piza. Kemudian ia mengolah adonan piza itu menjadi hidangan martabak yang lengkap dengan isiannya. Karena keunikannya itu, makanan ini hanya ditawarkan bagi pengunjung sehingga tidak dimasukkan ke buku menu.

“Dari cerita itu kemudian hidangan martabak piza kami tawarkan kepada pengunjung hingga saat ini,” ujar Cindy. Harga sangat terjangkau. The jkt pizza hanya dibanderol dengan harga Rp135 ribu ++. Begitu juga harga martabak pizza piazza Rp135 ribu ++ per porsinya. “Cukup terjangkau untuk harga terlebih dengan porsi yang cukup besar,” tandas Cindy. (MIC)