Indonesia Jadi Tempat Pilot Asing Cari Jam Terbang

this formate

TANGERANG, Bisniswisata.co.id: Pilot Indonesia kini harus bersaing dengan pilot asing di negara sendiri. Hal ini membuat pilot dalam negeri banyak yang menganggur. Tak bisa dipungkiri, perkembangan dunia penerbangan di Indonesia membutuhkan banyak tenaga penerbang. Saat ini ada 770 ribu penerbangan yang mengangkut jutaan penumpang.

“Pengembangan dunia penerbangan membutuhkan tenaga kerja yang handal, 770 ribu pernerbangan untuk mengangkut jutaan penumpang,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur , saat memberikan amanat upacara, di STIP Curug, Tangerang, Sabtu (27/1/2018).

Di Indonesia sekarang ini, lanjut dia, terdapat 7.150 pilot, 654 di antaranya adalah pilot asing. Indonesia menjadi tempat pilot asing dalam menambah jam terbangnya. Sementara pilot Indonesia yang belum memiliki sertifikat tidak diterima di maskapai dalam negeri apalgi luar negeri sehingga berujung menganggur.

“Ini menjadi ladang penghasilan bagi pilot asing yang memiliki sertifikat. Sementara kita dihadapkan dengan pilot yang baru lulus dan menganggur,” tutur Asman.

Sejak 2015 Indonesia sudah terlibat dalam masyarakat ekonomi ASEAN, dengan begitu untuk memenangkan persaingan membutuhan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Dia pun meminta kepada 50 wisudawan Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan (STIP) untuk menambah ilmu pengetahuan di luar sekolah.

“Hal ini mengindikasikan adik-adik harus siap mengandalkan, tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan yang ada di sekolah harus mencari kemampuan lain dari berbagai sumber. Termasuk menguasai berbagai bahasa minimal bahasa Inggris,” tutur Asman.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan harus menata beberapa sekolah ilmu transportasi yang ada di bawahnya. Salah satu yang menjadi banyak perhatian adalah sekolah pilot. Ini dikarenakan sampai saat ini banyak lulusan yang belum mendapatkan pekerjaan alias menganggur.

Untuk hal itu, pengamat transportasi Danang Parikesit mengusulkan beberapa poin untuk memperbaiki kualitas dan lulusan sekolah pilot yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan.

Menurut Danang, fasilitas pelatihan harus memenuhi persyaratan. Jumlah pesawat udara yang harus dioperasikan oleh sekolah penerbang merupakan hal terpenting yang harus diatur oleh regulator (Kemenhub) dalam meningkatkan keselamatan penerbangan sipil selaku pembina teknis sekolah penerbangan di Indonesia.

“Selain itu persyaratan luas area dan sistem pengontrolan terhadap perawatan pesawat udara juga perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan teknis lulusan pada sekolah penerbang,” ucap Danang seperti dikutip laman Liputan6.com, Sabtu (27/01/2018).

Tidak hanya itu, terpenuhinya jumlah minimum pesawat yang digunakan untuk praktek penerbang juga menjadi salah satu persyaratan prioritas yang harus dilakukan pada sekolah penerbang. Sesuai ketentuan, memenuhi paling sedikit harus memiliki 5 pesawat udara yang jenis atau tipenya mendukung kelangsungan sekolah penerbangan dengan satu diantaranya berupa pesawat udara bermesin ganda (multi engine).

Menurut Danang, sekolah penerbang juga harus memiliki organisasi perawatan pesawat udara guna menjamin keselamatan selama pelatihan penerbangan.

Danang menjelaskan, masyarakat saat ini semakin kritis apabila sekolah penerbang tidak comply dengan ketentuan walaupun tidak dipublish. Saat ini, pihak industri maskapai penerbangan akan mengetahui, sekolah mana yang memenuhi kualifikasi, sehingga apabila standar fasilitas tidak terpenuhi, maka pilot lulusan sekolah penerbang tersebut akan kesulitan mencari pangsa kerja di maskapai penerbangan.

“Banyaknya animo masyarakat untuk menjadi pilot pada sekolah penerbang saat ini, tentunya harus kita apresiasi dengan baik dalam menciptakan lapangan kerja yang kompetitif, sehingga kehadiran pemerintah dalam melakukan pembinaan pada sekolah penerbang harus optimal,” tambah Danang. (LEO)

Orang Indonesia Makin Sering Traveling ke Luar Negeri

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Airbnb, platform akomodasi dan pariwisata dunia melansir ulasan tren pariwisata sepanjang tahun 2017 terkait Orang Indonesia yang semakin sering melakukan traveling ke luar negeri. Ternyata Jepang, Singapura, Malaysia, Korea, dan Thailand menjadi tujuan terpopuler bagi turus Indonesia mengisi libburan.

Selain mengunjungi negara-negara Asia lainnya, tingkat popularitas pariwisata dalam negeri juga melonjak karena masyarakat Indonesia semakin menyadari masih banyak yang dapat dilakukan di dalam negeri. Karena itu mereka mengambil kesempatan tersebut untuk menikmati sejarah, budaya, dan warisan yang ada di republik ini.

Dalam keterangan resmi Airbnb yang diterima redaksi Bisniswisata.co.id, Sabtu (27/01/2018) menyebutkan beberapa tempat di dalam negeri yang tercatat paling populer: Denpasar (Bali), Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Ubud (Bali), Bogor, dan Lembang Jawa Barat.

Sementara Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat secara kumulatif sejak Januari-Oktober 2017, jumlah wisatawan domestik mencapai 252.569.465. Angka ini sudah mendekati target wisatawan domestik yang ditaruh di angka 265 juta.

Tak heran memang jika Bali berada di urutan pertama karena provinsi ini dinobatkan sebagai tujuan wisata terbaik di dunia pada tahun lalu. Airbnb mencatat, lingkungan terpopuler di Bali bagi turis, yaitu di Seminyak, Canggu, Kuta Utara, Sanur, dan Kuta Selatan atau Semenanjung Bukit.

Selain itu, wisatawan asing yang masuk ke Indonesia juga melonjak hingga 69%. Menurut data Airbnb , jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia tercatat lebih dari 904.600 tamu. Kebanyakan mereka berasal dari Australia, Amerika Serikat (AS), Singapura, Jerman, dan Inggris.

Wisatawan dari seluruh dunia terus mencari pengalaman unik dan menarik di negara ini. Mereka juga tertarik untuk melihat budaya asli Indonesia dari sudut pandang warga setempat. Ini menunjukkan popularitas Indonesia di kalangan wisatawan domestik dan internasional terus meningkat. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Desa Wisata Nglanggeran Raih ASEAN Sustainable Tourism Award

this formate

GUNUNG KIDUL. Bisniswisata.co.id: Prestasi luar biasa diraup Desa Wisata Nglanggeran Patuk, Gunungkidul Yogyakarta. Prestasi itu dengan meraih penghargaan ASEAN Sustainable Tourism Award. Kabar gembira itu dikisahkan pengelola Desa Wisata Nglanggeran, Sugeng Handoko, dalam lamannya gunungapipurba.com.

Penghargaan ini diberikan di Chiang Mai, Thailand, Jumat, 26 Januari 2018 yang diterima Menteri Pariwisata Arief Yahya. Ajang ini merupakan rangkaian kegiatan ASEAN Tourism Forum. Dalam ajang ini, Indonesia meraih 15 penghargaan kategori ASEAN Green Hotel Standard, ASEAN MICE Veneu Standard, ASEAN Clean Toursit City Standard.

“Kami merasa sangat bersyukur atas apresiasi yang diberikan ini, semoga menjadi tambahan penyemangat untuk kami bisa lebih baik lagi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan,” ucap Sugeng dalam tulisannya.

Desa Wisata Nglanggeran di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tahun 2017, desa ini juga memperoleh penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik I Indonesia dan menerima penghargaan ASEAN Community Based Tourism (CBT) Award 2017, yang diserahkan di Singapura, Jumat 20 Januari 2017. Ajang ini juga dilaksanakan dalam rangka kegiatan ASEAN Tourism Forum 2017.

Sugeng mengatakan Penta Helix adalah salah satu kunci sukses dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Desa Nglanggeran. “Kami banyak melibatkan akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media,” ujarnya.

Dilanjutkan, Desa Wisata Nglanggeran berupaya menerapkan 3 prinsip dasar agar berkembang. Pertama yaitu prinsip ramah lingkungan alam dan budaya. “Jangan sampai hadirnya pariwisata justru malah menimbulkan kerusakan alam dan menggerus budaya dan kearifan lokal masyarakat,” katanya sambil menambahkan tata kelola pengunjung dan daya dukung kawasan perlu menjadi perhatian.

Prinsip kedua yaitu ramah masyarakat. Sugeng mengatakan hadirnya kegiatan kepariwisataan di suatu daerah jangan sampai membuat masyarakat sebagai tuan rumah menjadi tidak nyaman. “Semuanya harus bahagia baik wisatawan maupun pemilik rumahnya, yakni masyarakat di kawasan wisata tersebut.” sambungnya.

Prinsip ketiga tentu ramah wisatawan. Sugeng berpikir wisatawan sebagai tamu harus diterima dengan baik dan melibatkan masyarakat. Desa wisata ini bahkan membuat pelatihan bagi warganya.

UNESCO Global Geopark

Benda peninggalan purbakala yang unik dan budaya tradisional yang masih kental membuat warga desa itu mampu menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri untuk belajar budaya sekaligus berekreasi. Ada dua obyek wisata di Desa Nglanggeran, yakni gunung api purba dan embung besar.

Tak sulit menemukan desa wisata di Dusun Kalisong, Desa Nglanggeran, itu. Lokasinya hanya berjarak 22 kilometer (km) dari Wonosari, ibu kota Kabupaten Gunung Kidul, atau 25 km dari Yogyakarta.

Gunung api purba merupakan gunung batu dari karst atau kapur. Jutaan tahun lalu, gunung itu pernah aktif. Puncak gunung adalah Gunung Gedhe di ketinggian sekitar 700 meter dari permukaan laut, seluas kawasan pegunungan 48 hektar. Gunung itu berupa jajaran gunung batu yang unik. Dengan mendaki selama 1,5-2 jam kita sudah sampai ke puncak gunung. Dari puncak kita bisa menikmati pemandangan indah.

Tahun 1999, obyek wisata ini dikelola Karang Taruna Bukit Putra Mandiri tetapi fasilitasnya belum lengkap. Mengingat banyaknya potensi budaya dan ekowisata di situs gunung api, tahun 2008 Badan Pengelola Desa Wisata Nglanggeran mengambil alih pengelolaannya. Mereka menambah berbagai fasilitas di sini. Kini, Gunung Api Purba yang menjadi salah satu Geosite di Gunung Sewu UNESCO Global Geopark

Sementara embung adalah bangunan berupa kolam seperti telaga di ketinggian sekitar 500 meter dari permukaan laut. Embung dengan luas sekitar 5.000 meter persegi itu berfungsi menampung air hujan untuk mengairi kebun buah kelengkeng, durian, dan rambutan di sekeliling embung. Pada musim kemarau, para petani bisa memanfaatkan airnya untuk mengairi sawah.

Pengunjung bisa naik ke embung dengan tangga. Sampai di sisi embung, bisa melihat matahari terbenam yang indah. Juga bisa melihat gunung api purba di seberang embung.

Pengelola Desa Wisata Nglanggeran mengembangkan kawasan wisata ini dengan membuat penginapan dan menyiapkan rumah penduduk untuk tempat live in. Program live in banyak diikuti pelajar dan wisatawan mancanegara.

Lewat program itu, wisatawan bisa berinteraksi dengan penduduk dan belajar budaya Desa Nglanggeran, seperti membatik topeng, membuat kerajinan dari janur (daun kelapa yang masih muda), belajar tari tradisional Jathilan dan Reog, ikut kenduri, menangkap dan melepas ikan di sungai, menanam padi di sawah, dan belajar memasak kuliner ala Desa Nglanggeran.

Bahkan, wisatawan dapat menikmati fasilitas berbagai kegiatan luar ruang, seperti rock climbing dengan 28 jalur, trekking, dan pengenalan budaya daerah Nglanggeran. Wisatawan juga bisa memilih hanya bermalam atau mengambil paket (bermalam plus ikut kegiatan luar ruang). (NDHYK)

Disarankan Pakai Tabir Surya Saat di Pesawat

this formate

LONDON, Bisniswisata.co.id: Sebagian orang mengira tabir surya hanya perlu digunakan saat cuaca terik apalagi saat berjemur di pantai. Namun, ahli dermatologi menegaskan krim pelindung kulit ini harus digunakan setiap hari, termasuk saat bepergian naik pesawat.

Pasalnya, kebanyakan jendela pada pesawat punya kemampuan menahan sinar UVB, namun sinar UVA, yang bisa menembus kulit lebih dalam, masih bisa menembus kaca, dan itu berisiko menimbulkan masalah pada kulit.

Memakai tabir surya sangat penting terutama untuk pilot. Sebuah studi terbaru yang disiarkan JAMA Dermatology mengungkapkan pilot yang selama satu jam berada di ketinggian 30.000 kaki terpapar radiasi UV setara dengan sesi mencoklatkan kulit (tanning) selama 20 menit.

Meski penumpang pasti tidak terpapar sinar matahari sebanyak pilot, tabir surya tetap sebaiknya tetap digunakan, terutama bagi mereka yang duduk di dekat jendela.

“Jendela pesawat di sebelah Anda mungkin ukurannya kecil, tapi Anda berada lebih dekat dengan lapisan ozon saat terbang setinggi puluhan ribu kaki,” kata dokter Sweta Rai dari British Association of Dermatologists kepada Sun Online, Sabtu (27/01/2018).

“Sinar matahari jauh lebih berbahaya pada ketinggian ini dan kita semua harus memakai tabir surya saat terbang.” sambung dokter Sweta serus.

Tabir surya dengan SPF 30, yang akan melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB yang berbahaya, bisa digunakan untuk melindungi kulit. Cukup oleskan tabir surya seukuran seukuran kelereng ke wajah, dan area terbuka lain seperti leher, dada, tangan, lengan bawah, dan telinga setidaknya satu jam sebelum terbang.

Penting juga untuk mengoleskan ulang tabir surya setiap dua jam, terutama selama penerbangan jarak jauh. Bagi mereka yang menggunakan rias wajah saat bepergian, beberapa foundation juga berguna sebagai tabir surya, tapi disarankan untuk memakai tabir surya secara terpisah sebelum berdandan untuk perlindungan maksimal.

Tak bisa dipungkiri, pentingnya peranan tabir surya dalam kegiatan sehari-hari, berwisata di pantai atau naik pesawar. Mengingat paparan sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan permanen di kulit tubuh. Faktanya, walaupun Anda telah rutin mengaplikasikan tabir surya, ada beberapa bagian tubuh yang terlewatkan, seperti dilansir dari byrdie.com. Ada beberapa bagian tubuh yang perlu diolesi tabir surya, antara lain:

#. Punggung
Jika Anda merasa repot untuk mengaplikasikan tabir surya di bagian punggung, ada beberapa alat yang telah dijual di pasaran untuk membantu.

#. Bibir
Bibir adalah area yang jarang diperhatikan, terutama ketika berhubungan dengan tabir surya. Bawalah lip balm yang mengandung SPF atau tabir surya kemanapun Anda pergi untuk mencegah kanker kulit di bibir.

#. Kulit kepala
Pernahkah Anda merasakan paparan sinar matahari sampai di kepala hingga kulit kepala menjadi merah? Jika Anda memiliki rambut berminyak, cobalah gunakan tabir surya bertekstur bubuk. Jika Anda memiliki rambut yang tipis, penting untuk selalu menggunakan topi dan tabir surya. Kulit kepala sebagai bagian tubuh yang paling sering terkena paparan sinar matahari jelas paling mungkin terkena kanker kulit.

#. Leher dan dada

Bagian tubuh yang sering diabaikan ini jika dibiarkan selama bertahun-tahun akan menyebabkan kerusakan akibat paparan sinar matahari, hingga kanker kulit.

#. Telinga
Beberapa produk tabir surya telah dibuat mudah diaplikasikan untuk bagian telinga.

#. Tangan, kaki, dan kuku

Tangan dapat menunjukkan usia Anda. Aplikasikan tabur surya ke bagian tangan setiap hari. Sedangkan tanda awal kanker kulit di bawah kuku adalah garis gelap dari pangkal ke ujung kuku dan paling umum terjadi pada warna kulit yang lebih gelap. (NDHYK)

Unta Tertinggi di Dunia Warnai Festival Unta

this formate

RIYADH, Bisniswisata.co.id: Festival Unta Raja Abdulaziz di Rama, sekitar 120 km dari Riyadh, tahun ini terasa beda. Ini karena adanya unta tertinggi di dunia yang diharapkan akan masuk ke dalam Guinness World Records. Tiket Al-Dalbji, seorang supervisor di festival tersebut, mengatakan bahwa unta yang tingginya tiga meter memecahkan rekor sebelumnya dari unta tertinggi yaitu 190 cm.

“Unta kuning berusia delapan tahun itu milik Sultan Al-Rashidi dari Ha’il. Kami memiliki dua ekor unta lainnya dari jenis yang sama namun mereka tidak setinggi ini” kata Dalbji seperti dilansir laman saudigazette.com, Sabtu (27/01/20180.

Dilanjutkan, untuk memecahkan rekor dunia, pihaknya menghubungi Guinness yang menyuarakan persetujuan awal. Guinnes menanyatalan sedang melakukan pendaftaran unta. Sebuah tim dikirim ke festival awal minggu untuk memeriksa unta, mengambil sampel. dan memasang chip elektronik, serta sertifikat kesehatan. Baru kemudian nantinya akan dikeluarkan untuk melanjutkan proses registrasi resmi.

Dalbji mengakui ada tawaran untuk membeli unta seharga 80.000 dolar Amerika atau (300.000 Real). Dia mengatakan harga akan meningkat setelah terdaftar di Guinness.

Festival memasuki tahap penting pada minggu depan karena kompetisi dalam kategori kecantikan dan kecepatan meningkat. Apalagi kontestan berusaha memenangkan hadiah mencapai jutaan dolar. Festival ini adalah edisi kedua festival unta terbesar di dunia. Menurut panitia, festival ini digelar di 30 juta meter persegi di tengah padang pasir.

Lokasi tersebut memiliki makna sejarah yang penting karena merupakan titik awal dari tentara pendiri Kerajaan Raja Abdulaziz dalam misi mereka untuk mempersatukan negara tersebut. Festival ini dimulai pada 1 Januari dan akan berlanjut sampai 1 Februari.

“Jumlah pengunjung bervariasi antara 25.000 sampai 30.000 per hari,” kata Sultan Al-Bokami, juru bicara festival tersebut. “Orang datang ke sini mencari keaslian, warisan, dan budaya. Ada juga jumlah pengunjung yang meruapakan warga asing dan anggota staf kedutaan besar,” sambungnya

Festival ini juga dalam usaha untuk menghentikan ketergantungan terhadap minyak dan diversifikasi ekonominya. Pemerintah Arab Saudi menyatakan, festival unta yang dikunjungi jutaan orang setiap tahunnya itu, telah menghidupkan kembali sektor pariwisata dan suaha untuk menambah pendapatan tambahan seiring dengan turunnya harga minyak. Tercatat sekitar 26.000 unta berpartisipasi dalam kontes “Camel Mazayen” tersebut.

Kerasnya persaingan menyebabkan pula beberapa pemilik unta melakukan operasi plastik pada hewannya untuk meningkatkan peluang mereka untuk menang. “Lebih dari 20 kasus tersebut tertangkap sejauh ini,” menurut penyelenggara.

“Pemantauan kecurangan dan gangguan telah terbukti berhasil,” kata Pangeran Muhammad Bin Bin Bin Saud yang ikut dalam kontes tersebut. “Operasi plastik itu dianggap menyiksa unta dan menaruhnya pada rasa sakit yang parah, yaitu perilaku yang tidak berperikemanusiaan.”

Kompetisi balap unta dimulai pada hari Rabu lalu dan berlanjut sampai akhir festival dengan hadiah jutaan dolar untuk diperebutkan. Pemilik dari Bahrain, UEA, Kuwait dan Oman ikut serta dalam ajang ini.

Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad Bin Salman, wakil perdana menteri dan menteri pertahanan, pun telah dijadwalkan menghadiri upacara penutupan festival tersebut. Pangeran dan pejabat Kuwait dari negara-negara tetangga juga akan hadir. (NDHYK)

Jalur Wisata Diperbaiki, Tasikmalaya Rogoh Rp8 Miliar

this formate

TASIKMALAYA, Bisniswisata.co.id: Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) menyiapkan dana sebesar Rp8 miliar pada tahun anggaran 2018 yang siap digunakan untuk memperbaiki sejumlah jalur wisata agar wisatawan nyaman selama perjalanan.

“Untuk perbaikan jalur wisata sementara ada dana Rp8 miliar untuk perbaikan jalur objek wisata,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Tasikmalaya, Bambang Alamsyah.

Dilanjutkan, dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Jabar itu akan terbagi ke beberapa objek wisata yang kondisinya memang membutuhkan perbaikan untuk memudahkan akses wisata. Salah satu jalur wisata yang siap diperbaiki dari dana tersebut, Jalan Panyindangan di Kecamatan Cisayong yang menghubungkan ke kawasan wisata Talaga Bodas dan air terjun.

“Yang saya tahu dana itu untuk Jalan Panyindangan yang menghubungkan ke objek wisata Talaga Bodas, di situ juga ada Curug Dengdeng, serta pemandangan alam yang luar biasa bagusnya. Obyek wisata ini sudah dikenal wisatawan domestik, dan sering dikujungi wisatawan,” katanya.

Ia menyampaikan sejumlah jalur wisata unggulan di Kabupaten Tasikmalaya seperti wisata alam Gunung Galunggung dan wisata ziarah Pamijahan saat ini kondisi jalannya sudah bagus. Sedangkan jalur wisata lainnya, kata dia, akan dikoordinaiskan dengan Dinas Pariwisata untuk dilakukan perbaikan maupun penguatan jalan.

Tasikmalaya mempunyai objek wisata yang sangat lengkap mulai dari wisata budaya hingga wisata alam yang sangat cocok dan menarik untuk dikunjungi. Tercatat ada sekitar 40 destinasi wisata di Tasikmalaya, dari jumlah itu ada sekitar 10 hingga 15 obyek wisata yang lagi ngetrend, hits didatangi wisatawan.

#. Telaga Bodas

Obyek wisata alam Talaga Bodas berada di Desa Sundakerta, Kecamatan Sukahening. Perpaduan alam pegunungan yang indah dengan panorama sebuah telaga memiliki air berwarna putih seperti warna susu mampu mengobati siapapun yang datang untuk lepas dari kepenatan. Tak jauh dari sumber mata air, ada belerang dapat untuk pengobatan. Talaga Bodas juga dilengkapi bumi perkemahan. Juga ada 8 titik sumber mata air panas di antaranya, Cikahuripan, Talaga Hijau, Cigatal, Ciengang, Cikajayaan, Cikarohmat, Cipanyipuhan dan Cipusaka. Sayang sumber mata air itu hanya ditata seadanya dengan menggunakan bambu.

# Curug atau Air terjun

Tasikmalaya ternyata memiliki banyak tempat wisata Air Terjun (bahasa Sunda = Curug) yang eksotis dan menakjubkan. Curug sangat cocok dikunjungi bagi Anda yang memiliki jiwa berpetualang, Curug juga bisa memberikan sensasi berlibur yang berbeda dan Menyenangkan. Objek wisata yang tersembunyi ini selalu dicari dan diburu untuk dikunjungi karena memiliki panorama alam yang alami dan airnya mengalir abadi tak pernah berhenti. Ada Curug Dengdeng, Curug Cihanjuang, Curug Ciparay, Curug Cileutak, Curug Cimanintin, Curug Ciwatin, Curug Gado Bangkong, Curug Badak, Curug Sawer, Curug Putih, Curug Patapaan, Curug Gegebos, Curug Teureup, Curug cipinaha, Curug Entep.

#. Gunung Galunggung

Kawah juga pemandian air panas di Gunung Galunggung merupakan salah satu tempat wisata yang paling sering dikunjungi di Tasikmalaya. Gunung ini merupakan salah satu gunung berapi di Tasikmalaya dan setelah tahun 1982, Gunung Galunggung menjadi tempat wisata yang menyediakan pemandangan alam seperti danau, kolam renang, kolam rendam dan bak pemandian air panas.

#. Kampung Naga

Jika penasaran dengan bagaimana sisi tradisional yang ada di Tasikmalaya, bisa menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Kampung Naga. Ini adalah sebuah desa yang masih tradisional dan memegang adat istiadat serta mempertahankan kebudayaan leluhurnya. Mulai dari bangunan hingga gaya hidup yang dianut oleh masyarakat di kampung ini masih sangat tradisional. Untuk bisa mencapai kampung ini Anda bisa melewati jalur utama Garut dan Tasikmalaya.

#. Wisata Pantai

Selain wisata alam, buatan dan sejarah, ternyata Tasikmalaya memiliki banyak tempat wisata Pantai yang eksotis dan menakjubkan. Wisata di Pantai banyak disukai, Pengunjung bisa bermain air dan Berenang maupun hanya sekedar berfoto. Terdata ada delapan pantai di Tasikmalaya yang kerap dikunjungi wisatawan. Ada Pantai Selatan Cipatujah, Pantai Sindangkerta, Pantai Pamayangsari, Pantai Karangtawulan, Pantai Bubujung, Pantai Cimanuk, Pantai Ciheras dan Pantai Cikawung Gading.

# Situ Gede

Situ memiliki arti sebuah danau alam. Situ Gede artinya danau besar. Dengan luas sekitar 47 hektar terletak di Kecamatan Mangkubumi, danau ini merupakan salah satu ikon untuk wisata kota Tasikmalaya. Banyak fasilitas hiburan yang di danau ini seperti jogging track, wahana rekreasi, area memancing, tempat untuk berperahu bahkan hingga tempat untuk meeting bisa Anda nikmati di Situ Gede ini. Kawasan Situ Gede paling ramai dikunjungi pada hari Sabtu dan Minggu. Hanya saja kurang nyaman apabila berwisata saat musim kemarau karena volume air biasanya susut drastis.

#. Tonjong Canyon

Destinasi wisata alam, sungai, tebing dan bebatuan ini sangat berbeda dengan tempat wisata lainnya di Tasikmalaya. Tonjong Canyon di Desa Nagrog Kecamatan Cipatujuh Tasikmalaya, hampir sama seperti Green Canyon di Amerika, juga Papandayan dan Ciamis dan wisata lubang sewu di Wonosobo Jawa Tengah. Disamping mempunyai bentuk batu yang unik kayak dikuir juga terdapat air terjun serta sungai dengan air berwarna hijau.

#. Kebun Teh Taraju
Kebun teh Taraju tak kalah menariknya untuk dikunjungi. Hamparanerkebunan teh seluas 2.062 hektar meliputi 1.329 hekatar sebagai hal milik rakyat dan 732 hektar milik swasta, memiliki udara segar. Jarak dari pusat kota tasikmalaya menuju ke kebun teh taraju dalah sekitar 48 kilometer. Saat musim yang tepat, jika Anda datang pagi-pagi Anda masih dapat melihat ibu-ibu yang memetik daun teh dan bisa merasakan minum teh. (Redaksibisniswisata@gmail.com)

Bahan & Rasa Berbeda, Satay Kato Tolak Disamakan Taichan

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Bisnis kuliner satay terus berkembang. Inovasi baru bermunculan. Selain menguntungkan karena siklusnya yang cepat, bisnis kuliner Satay diklaim tergolong berisiko rendah. Dari berbagai satay yang ada di daerah se Nusantara, kini ada Satay Kato, yang sedang menjadi tren kuliner saat ini.

Satay Kato mulai beroperasi di Kemang, Jakarta Selatan pada 20 Agustus 2016. Tampilannya yang mirip dengan Satay Taichan, membuat sebagian pecinta satai mengira bahwa Satay Kato adalah Satay Taichan.

Yudha Fajrin (29), Founder Satay Kato dengan tegas menyebutkan bahwa Satay Kato bukanlah Taichan, melainkan Satay pedas dengan brand Kato. Keduanya hanya mirip dari tampilannya saja. Namun untuk rasa, sangat berbeda.

Satay Kato berbahan baku paha ayam sementara Satay Taichan berbahan baku dada ayam sehingga Satay Kato cenderung lebih gurih dan juicy. Satay Kato bisa dimakan tanpa sambal karena sudah diberi bumbu, sementara Satay Taichan tidak. Sambal Satay Kato adalah sambal yang dimasak sementara Satay Taichan adalah sambal mentah.

Satay Kato merupakan kuliner kaki lima yang dijajakan dengan konsep yang sangat kekinian. Dengan gerobak kayu sebagai pusat dapur dan kursi-kursi yang tertata di pinggir jalan, Kato berusaha menyesuaikan konsep dengan selera generasi muda yang hobi nongkrong, senang dengan suasana santai dan terbuka.

Namun untuk produk, Satay Kato yang dibanderol dengan harga Rp20 ribu per porsi ini menyasar market dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, dewasa, hingga orang tua. Pelanggan Satay Kato pun biasa mengonsumsi satay hingga puluhan tusuk dalam sehari.

Tempat yang cozy dan service yang baik, membuat Satay Kato pun banyak dikunjungi kalangan artis. Bahkan, tidak jarang Satay Kato mendapatkan pesanan hingga ribuan tusuk dari kalangan pejabat.

Yudha optimis dan siap untuk bersaing bisnis secara sehat dengan satay lainnya, termasuk Satay Taichan. Konsistensi Yudha dalam menjalankan bisnis Satay Kato, mulai dari produk yang ditawarkan hingga komposisi dan servisnya, ternyata mampu membawa Satay Kato berekspansi hingga mencapai 25 cabang Satay Kato se-Indonesia pada Desember 2017.

Tahun 2018, Yudha menargetkan Satay Kato bisa membuka cabang hingga 100 gerai atau gerobak. Omzet rata-rata yang bisa dikantongi Satay Kato sebagai kuliner kaki lima bisa mencapai Rp50 juta per hari. Untuk omzet tertinggi, Satay Kato bisa mencapai omzet Rp70 juta sampai Rp80 juta per hari.

Menurut Yudha, Satay Kato selalu habis terjual setiap harinya. Namun yang membedakan dalam penjualan setiap harinya hanya persoalan waktu. “Terkadang jam habisnya bisa lebih cepat, bisa agak lama,” jelas Yudha.

Dibenak pelanggannya, Satay Kato identik dengan pembuatannya yang lama karena harus antre untuk membakarnya atau bahkan habis. Tidak kehabisan akal, Yudha membuat sebuah inovasi, yang ia sebut dengan antre online.

Pelanggan Satay Kato bisa memesan melalui WhatsApp sebelum datang ke gerai. “Order di siang hari atau beberapa jam sebelum datang ke gerai melalui WhatsApp. Jadi, datang tidak perlu tunggu,” jelas Yudha.

Bahkan Satay Kato memiliki grop WhatsApp pelanggan untuk memudahkan order dan menjalin tingkatan emosional yang baik dengan para pelanggannya ataupun hubungan emosional antar pelanggan.

Servis berupa order online tersebut ditawarkan Yudha ketika customer Satay Kato merasa lama menunggu pesanan. Yudha akan menghampiri customer-nya dan mengajaknya bergabung dengan grup WhatsApp dan menyarankan untuk lain waktu memesan memalui WhatsApp. Servis inovatifnya tersebut pun mendapat respons positif dari para customer yang kemudian menjadi pelanggan yang loyal.

“Nama grupnya Kato Genk. Mereka (pelanggan) sendiri yang kasih nama. Banyak juga pelanggan yang membayar via transfer. Di sini yang dijaga adalah hubungan pertemanan dengan pelanggan,” ungkap Yudha.

Bagi Yudha, bernovasi tidak selalu datang dari sebuah produk. Servis yang baik pun bisa menjadi strategi bisnis yang inovatif. Karena menurutnya, servis juga menjadi salah satu alasan customer merasa nyaman, kemudian merekomendasikan kepada temannya, dan kembali datang di lain waktu. (WE)

Dua Desa Wisata Baru di Jambi Siap Sambut Wisatawan

this formate

JAMBI, Bisniswisata.co.id: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi mengidentifikasi sejumlah desa yang telah memiliki kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di daerah itu untuk dibentuk menjadi desa wisata baru yang akan diresmikan tahun 2018.

“Desa tersebut berada di Kabupaten Merangin dan Kerinci, yang sebelumnya sudah ada Pokdarwis dan kita identifikasi untuk dibentuk menjadi desa wisata baru,” kata Kepala Bidang Destinasi Wisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi, Heri Suroso di Jambi, Jumat (26/01/2018).

Dua desa wisata baru ini, akan diresmikan itu sebelumnya adalah desa yang telah memiliki kelompok sadar wisata juga desa wisata kategori embrio. “Untuk desa yang akan diresmikan menjadi desa wisata itu belum bisa saya sebutkan namanya, yang jelas di Kabupaten Merangin dan Kerinci,” kata Heri sambil menambahkan dua desa wisata baru ini sudah siap menyambut kunjungan wisatawan.

Sebelum diresmikan menjadi desa wisata itu, harus dilakukan identifikasi karena masih diperlukan komitmen dan kesungguhan masyarakat desa sehingga nantinya jika sudah menjadi desa wisata tidak berhenti ditengah jalan. “Kita identifikasi dulu yang melibatkan berbagai pihak termasuk praktisi. Setelah kita identifikasi dan masyarakat desa itu siap kemudian kita berikan pembinaan,” katanya.

Selain destinasi wisata yang menarik, untuk menjadi desa wisata menurut Heri, desa wisata itu harus memiliki standar pelayanan, seperti penginapan (home stay) dan kelompok sadar wisata yang siap menerima kunjungan wisatawan.

Saat ini di Provinsi Jambi yang memiliki 11 daerah kabupaten/kota, baru teradapat dua desa wisata, yakni Desa Wisata Lekuk 50 Tumbi Lempur di Kabupaten Kerinci dan Desa Wisata Muarojambi di Kabupaten Muarojambi.

Desa Wisata Lempur yang terletak di Kecamatan Lempur itu terdapat berbagai potensi wisata yang bisa dikunjungi wisatawan. Diantaranya wisata agro, wisata edukasi, wisata alam dan wisata budaya.

Desa Wisata Muarojambi di Kabupaten Muarojambi itu terintegrasi atau berada di kawasan sekitar cagar budaya komplek percandian Muarojambi, yang merupakan situs purbakala kompleks percandian agama Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara.

Mengenal dan mempelajari budaya kampung menjadi andalan desa wisata Muarojambi, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke desa itu seperti dilansir dari laman antaranews. (ANO)

Trend Baru, Spa Bir Berendam sambil Nenggak Bir

this formate

PRAGUE, Bisniswisata.co.id: Spa umumnya untuk berendam dan relaksasi. Namun ada inovasi baru di dunia spa. Demi memanjakan pengunjung maupun wisatawan yang berkunjung untuk spa, kini ada spa bir. Unik memang berendam di bir sambil diminum juga OK. Spa bir ini terdapat di tiga Kota yakni Prague, Budapest serta Austria.

Dikutip laman the sun, Kamis (24/1/2018), di Beer Spa, Prague, pengunjung atau wisatawan ditawarkan sejumlah merkbir Krušovice ringan dan berwarna gelap, sauna hop dan tempat tidur jerami untuk beristirahat seharga € 70 per orang atau seharga Rp 1,1 juta.

Sementara, Thermal Beer Spa di Budapest wisatawan atau pengunjung selama 45 menit bisa spa bir dengan harga € 43 atau senilai Rp 712 ribu. Sementara, bagi yang ingin masuk dua orang dalam satu bak, seharga € 10 atau seharga Rp 165 ribu.

Banyak sekali yang ingin mencoba sensasi berendam di kolam spa ini. Karena, menurut situs Beer Spa and Spa Beer Land mengklaim bahwa mandi bir dapat membantu peremajaan kulit, pengurangan stres dan berkurangnya ketegangan otot.

Joshua Zeichner, MD, Direktur Riset Kosmetik dan Klinis di Dermatologi di Rumah Sakit Mount Sinai, mengatakan bahwa mandi dengan bir sebenarnya baik. “Bir biasanya digunakan untuk mengobati berbagai masalah kulit, dari anti penuaan hingga eksim,” katanya kepada Yahoo Beauty

Bir juga sering direkomendasikan oleh ahli kecantikan sebagai air untuk menyiram rambut saat sedang mencuci rambut, karena bisa menambah kilau rambut.

Bukan hanya spa bir yang ditawarkan, di spa bir ini juga ada kolam renang yang dipenuhi bir dari Austria. Selain itu, pengunjung kolam renang Schloss Starkenberger dapat memesan minuman di salah satu dari tujuh bak mandi seharga selama dua jam. Kolam renang, yang berukuran panjang 13 kaki, mengandung sekitar 42 ribu liter brews yang berbeda.

Sementara, Bos di tempat pembuatan bir di Tarrenz, Austria, bersikeras bahwa minuman keras dapat membantu penyembuhan psoriasis dan menyembuhkan luka terbuka.

Tetapi, bagi wisatawan tidak disarankan untuk meminum bir di kolam renang sekalipun, karena tidak dibersihkan setelahnya. Para tamu malah bisa memesan segelas bir segar untuk dikirim ke kolam mereka. Ada 13 bir berbeda, semuanya dibuat oleh tempat pembuatan bir di bagian lain kastil.

Kolam renang telah dibangun di ruang bawah tanah kastil berusia 700 tahun dimana tempat pembuatan bir beroperasi di ruang fermentasi. Pemilik memutuskan untuk mengubah kamar menjadi pemandian bir yang unik setelah teknologi modern berarti mereka tidak lagi memerlukan ruang bawah tanah fermentasi.

Bagi wisatawan yang ingin mencoba salah satu kolam disarankan untuk memesan lebih awal meskipun, karena staf mengatakan bahwa biasanya penuh setiap hari. Dan jika Anda belum memiliki cukup minuman keras pada akhir kunjungan, ada juga pemandian wiski di dekatnya. (SUN)

CSR Pelindo I Bangun Desa Wisata di Toba

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I menerima penghargaan Apresiasi CSR Award 2017 pada Kamis (25/1/2018), untuk ketegori budaya. Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga kepada Direktur Keuangan Pelindo I Farid Luthfi.

Apresiasi yang diberikan buah dari konsistensi Pelindo I dalam menjalankan program Corporate Social Responsibilty (CSR) dengan membangun Desa Wisata Tomok Parsaoran di Danau Toba, Sumut, secara berkelanjutan sejak 2016.

Pelindo I dinilai sukses melakukan pembinaan terhadap kelompok masyarakat sadar wisata di kawasan Danau Toba. Kelompok sadar wisata ini mendapatkan pelatihan juga studi banding ke sejumlah obJek wisata di Yogyakarta. Tujuannya agar warga di sekitar Danau Toba memperoleh wawasan dalam mengembangkan potensi bisnis di desa wisata mereka.

“Kami bangga dengan apresiasi ini. Ketiga kali bagi Pelindo I menerima penghargaan atas konsistensinya dalam mengembangkan kapasitas SDM di lingkungan internal perusahaan dan masyarakat sekitar. Kami terus meningkatkan upaya pembinaan terhadap masyarakat di kawasan wisata Danau Toba. Pencapaian ini sekaligus sebagai bukti konsistensi kami sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang aktif mendorong pembangunan perekonomian desa, sesuai program BUMN Hadir untuk Negeri,” tutur Farid Luthfi.

Pemilihan Desa Wisata Tomok Parsaoran di Pulau Samosir, Danau Toba, juga diapresiasi sebagai langkah tepat. Hal ini karena Desa Tomok memiliki banyak potensi sejarah. Mulai dari makam Raja Sidabutar, Museum Batak, dan pertunjukan patung Sigale-gale. Terlebih Danau Toba masuk dalam 10 destinasi pariwisata yang ditetapkan pemerintah sejak 2016.

Bantuan untuk pembangunan desa wisata antara lain penataan lansekap area kursi batu dan penanda kawasan, penataan tribun penonton untuk pertunjukan Sigale-gale, pembangunan Sopo (Bangunan Khas Batak), pembanguan gazebo untuk perajin tenun, penataan lansekap area makam raja Sidabutar, penataan lansekap dan panggung acara Mangalahat Horbo, serta pembangunan area parkir.

Pelaksanaan kegiatan CSR ini, bukan semata amanat dari peraturan pemerintah dan perundang-undangan. Namun, program ini dilaksanakan sebagai investasi jangka panjang untuk keberlangsungan usaha perseroan. Dengan kegiatan CSR ini kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan akan meningkat sehingga keserasian hubungan antara perusahaan dengan masyarakat juga akan meningkat.

Sepanjang 2017, Pelabuhan Belawan yang dikelola Pelindo I menerima sejumlah kunjungan dari kapal wisata atau cruise dari mancanegara di antaranya MV Austral yang membawa 212 wisatawan dari Amerika Serikat, Belgia, United Kingdom, Australia, Kanada, India, Polandia, Afrika Selatan, Finlandia, dan Selandia Baru. Selain itu, Pelabuhan Belawan juga pernah menerima kunjungan dari Kapal Pesiar MV Silver Discovery.

“Ke depannya, kami akan terus melakukan inovasi dan kreativitas dalam menjalankan program CSR ini. Harapannya, melalui kegiatan ini masyarakat di sekitar area wilayah kerja BUMN akan semakin meningkat kesejahteraannya sekaligus jalinan hubungan positif antara masyarakat dan perseroan akan semakin meningkat,” tutup ACS Humas Pelindo I Fiona Sari Utami dalam keterangan tertulis, Jumat (26/01/2018). (redaksibisniswisata@gmail.com)