26-28 Juli 2018, Festival Padang Melang 2018

this formate

KEPULAUAN ANMABAS, KEPRI, bisniswisata.co.id: Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mempersembahkan festival seru, penuh surprise dan luar biasa. Namanya Festival Padang Melang. Festival ini digelar di Pantai padang Melang, sebuah pantai landai di Kecamatan Jemaja yang panjangnya 7 km, pada 26 hingga 28 Juli 2018.

Perhelatan ketiga kalinya mengangkat tradisi budaya masyarakat di pesisir pantai Padang Melang yang bertajuk “Helat Budaya Melayu Pesisir”. Festival menampilkan suasana yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Event yang dikemas dengan berbagai tradisi upacara, atraksi budaya dan permainan rakyat dengan aktivitas pantai kekinian juga menyuguhkan pertunjukan musik dan artistik spot swafoto.

Sajian berbagai kuliner tradisional siap memanjakan pengunjung untuk menikmati sembari merasakan pengalaman yang kental akan khazanah budaya namun tidak meninggalkan sensasi masa kini. Bahkan, dalam festival juga ada festival mini di desa wisata mulai dari Desa Wisata Batu Berapit, Desa Wisata Mampok Elok dan Desa Wisata Landak menawarkan pengalaman touring sembari menjelajahi objek wisata alam.

Sejumlah objek wisata alam seperti air terjun Neraja, mangrove Genting Pulur, snorkeling di Pantai Kusik, Pulau Ayam, Pulau Duwate hingga wisata sejarah ke Pulau Kuku bekas dari camp pengungsian Vietnam juga ke basis pertahanan tentara Jepang di Gunung Datuk akan menjadi sensasi tersendiri bagi wisatawan.

Selama tiga hari ini, dibuka sejak sore hari terdiri sejumlah permainan Gendang TA, Silat Kampong dan sajian makan bedulang serta welcome drink aek buoh kepayang salah satu herbal yang terdapat di pulau Jemaja dan berkhasiat tinggi untuk kesehatan.

Sembari menikmati suasana senja di bibir pantai, para pengunjung akan disuguhkan sebuah pagelaran tari yang mengangkat tradisi Berume, yaitu aktivitas membuka lahan untuk bercocok tanam secara bergotong-royong serta pada malam harinya akan digelar Coast Malay Culture Night.

Coast Malay Culture Night sendiri merupakan pertunjukan seni budaya khas melayu pesisir, diantaranya pertunjukan Topeng Gubang, Tambur Percussion, beragam tarian dan lantunan lagu melayu Anambas, berbalas pantun kanak yang kemudian ditutup dengan Festival Pompong Hias dengan berbagai lampu warna-warni yang menghiasi gelapnya lautan pantai Padang Melang.

Sementara pada hari kedua akan diisi dengan berbagai permainan rakyat, seperti pangkak gasing, galah panjang dan lempar canang, dimana para wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan mencoba permainan tersebut.

Agenda sore harinya juga digelar Festival Tari Zapin serta pada malam harinya akan digelar Song on The Sea, yaitu pertunjukan musik berlatar panggung di atas air dengan sajian utama artis ternama, hal ini tentu saja akan menambah romantisme dengan adanya Festival Lampion Apung dan Lampion Terbang yang menghiasi langit sepanjang pantai Padang Melang.

Di hari ketiga, pengunjung akan diajak untuk bermain air laut, melalui lomba selam gong-gong dan pacu jongkong, sedangkan bagi pengunjung yang tetap ingin berdiam di pantai dapat mengikuti Festival Layang-layang.

Hal baru lainnya adalah pada tahun ini akan dilaksanakannya upacara Tolak Bala, yaitu bentuk upacara untuk menghalau segala mala petaka dengan tradisi utamanya memakan nasi Bertih dan melanjutkannya dengan tradisi Ngingkep Nyela yaitu menangkap ikan secara bersama-sama dengan cara menebarkan jala yang diarahkan ke pantai dengan harapan ikan-ikan akan naik terdampar ke pantai.

Tentu saja hasil tangkapan ini akan dinikmati bersama-sama pula oleh semua pengunjung dalam gelaran pesta bakar ikan yang oleh warga setempat disebut Gowoi Boko Ekan. Kemudian Festival akan ditutup dengan menyaksikan pertunjukan drama Mendu semalam suntuk.

Beragam paket wisata telah dipersiapkan untuk meramaikan event ini. Dengan demikian melalui event ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata di Provinsi Kepri pada umumnya dan menjadikan pintu gerbang investasi pariwisata di Kabupaten Kepulauan Anambas pada khususnya, serta peningkatan pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.

Jika mau ke Kepulauan Anambas, kamu bisa memilih melewati rute laut maupun udara. Di rute laut, kamu bisa menumpang Ferry Blue Sea Jet, Ferry Rempang, KM Bukit Raya dan KM Sabuk Nusantara. Sementara rute udara ada Express Air, Susi Air, (in process Wings Air).

Di sekitar lokasi banyak penginapan kok. Harganya juga nggak mahal. Terdapat 5 penginapan yang bisa menjadi pilihan kamu. Ada Penginapan Miranti dengan 18 kamar, Penginapan Juliani yang punya 12 kamar, dan Penginapan Jose dengan 5 kamarnya. Ada juga Penginapan Anugerah yang punya 15 kamar dan Penginapan Balqis dengan 6 kamar. Juga terdapat 50 homestay yang dapat ditempati. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Cuaca Tak Bersabahat, Paket Wisata Bahari Dijual Selektif

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Kondisi cuaca sekarang ini tidak bersabahat. Angin kencang, gelombang tinggi jadi penyebab. Kondisi cuaca buruk itu terjadi di perairan nusantara, termasuk Bali selatan. Untuk itu, Pelaku wisata bahari di kawasan Tanjung Benoa memilih selektif dan berhati-hati menjual paket wisata tirta.

Pemilik Apollo Dive & Watersport Made Tromat mengatakan khusus untuk wisata penyelaman untuk sementara hanya dilayani pada waktu tertentu. Dia menegaskan bahwa pelaku wisata selalu memperhatikan rekomendasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Untuk penyelemanan, kami hanya layani sekitar pagi hari, kalau di atas jam 1 siang om bak sudah besar maka tidak dilayani jika ada permintaan,” jelas Made Tromat seperti dilansir laman Bisnis, Sabtu (21/07/2018).

Dijelaskan, untuk jenis permainan lain seperti parasailing hingga banana boat tetap dilayani normal. Tromat mengatakan tingkat kunjungan ke wisata tirta di sepanjang Tanjung Benoa dinilai normal tidak ada pengaruh.

Hanya pengelola lebih berhati-hati dalam membaca kondisi cuaca agar tidak menyebabkan kejadian buruk bagi wisatawan. Dia menuturkan pelaku sudah mendapatkan informasi mengenai potensi ancaman angin kencang dan ombak tinggi, tambahnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG, tinggi gelombang di perairan Selatan Jawa hingga Sumbawa berpotensi setinggi 2,5 meter-4 meter pada periode 19-21 Juli. BMKG sudah mengimbau kepada nelayan dan kapal-kapal kecil mewaspadai kondisi ini.

KSOP Padangbai bahkan sudah melarang kapal cepat atau fastboat tujuan Gili, Lombok untuk melayani penyeberangan. Hingga saat ini penumpang tujuan Lombok hanya dilayani menggunakan kapal feri. (END)

Perahu Wisata Terbalik, 17 Turis Meregang Nyawa

this formate

MISSOURI, AS, bisniswisata.co.id: Sebuah perahu wisata terbalik dan tenggelam di Danau Table Rock, Missouri, Amerika Serikat. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (19/7) malam dan menyebabkan 17 wisatawan asing meninggal dunia, termasuk anak- anak.

Petugas yang berwenang di sekitar lokasi mengatakan total penumpang yang menaiki perahu amfibi atau dikenal dengan perahu bebek itu sebanyak 31 orang. Sebelum tenggelam, saksi mata menuturkan perahu sempat terombang-ambing karena ombak tinggi.

” Sebanyak 17 orang yang meninggal berkisar dari usia satu sampai 70 tahun, dan termasuk nakhoda,” menurut kantor Sheriff Stone County sebagaimana dilansir di AFP, Jumat (20/7).

Cox Medical Center Branson mengatakan enam orang dirawat di rumah sakit. Kecelakaan itu disebabkan badai di atas danau buatan manusia di Missouri selatan. Ada dua perahu amfibi pada saat itu. Perahu lainnya dengan aman mencapai pantai. “Orang-orang di sebuah kapal besar di dekatnya, yang dikenal sebagai Branson Belle, melompat ke dalam air untuk menyelamatkan korban,” kata Sheriff Doug Rader.

Saksi Curt Elleman pada MSNBC mengatakan penyelamat tiba di sana dengan cepat. Korban tewas naik jumlahnya setelah penyelam kembali menyisir air, Jumat pagi, untuk mencari empat orang yang belum ditemukan. Penyelam menemukan perahu berada di kedalaman 25 meter dan mendarat di rodanya.

Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) mengirim tim untuk menyelidiki. Sherif meminta saksi mengirimkan video tambahan tentang kecelakaan itu. (AFP)

Tradisi Unik, Membatik Rokok dengan Ampas Kopi

this formate

REMBANG, bisniswisata.co.id: Seni membatik bisa dilampiaskan di media apapun, pada sebatang rokok pun juga oke. Ternyata, tradisi ini menjadi kebiasaan yang hidup sejak tempo dulu di Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Bahkan, tradisi yang unik, menarik dan artistik terbawa hingga sekarang ini. Dan di Lasem Rembang berkembang hingga kini.

Budayawan sekaligus orang yang dituakan di Lasem, Sie Hwie Djan alias Opa Gandor, mengatakan kultur rokok batik tak terdeteksi sejak kapan bermulanya. “Zaman dulu itu orang enggak punya banyak uang untuk beli rokok. Cara menghematnya ya dilelet pakai ampas kopi supaya tahan lama,” kata Opa Gandor di warung kopi Jeng Hai, Dusun Karangturi, Lasem, Jawa Tengah.

Kebiasaan ini mulanya dilakukan oleh para sopir truk serta bus yang menempuh jalur Semarang-Surabaya dan sebaliknya. Hampir di seluruh jalur pantura kultur mengolesi rokok dengan ampas kopi itu dapat dijumpai. Namun mereka umumnya tak membentuk pola batik.

Lantaran di Lasem banyak pembatik dan telah terkenal dengan darah seni membatiknya, ampas kopi yang dioleskan di rokok itu pun berbentuk pola-pola yamg indah mirip batik. Macam-macam bentuk polanya. Ada yang gabungan titik-titik berbentuk bunga, ada pula yang bermain dengan yang motif garis dan lengkungan.

Tradisi ini terbawa sampai kini. Seperti dilansir laman Tempo, yang selama empat hari menyambangi warung-warung kopi di Lasem, hampir setiap pengunjungnya melakukan aktivitas membatik rokok. Umumnya yang tampak fasih membatik adalah opa-opa berusia 70-80 tahun. Mereka memiliki jam-jam tertentu untuk menyambangi warung sambil membatik rokok. Biasanya pagi-pagi benar pukul 04.30 WIB. Siang pukul 13.00, WIB. Sore pukul 16.00 WIB.

Pemilik warung kopi Jeng Hai, yakni Hai atau yang akrab disapa Om Hai, mengajari cara membatik di atas sepuntung rokok. Mula-mula, kopi tubruk yang telah diseduh dihabiskan lebih dulu airnya. Lantas ampas rokok yang tersisa dituangkan ke piring kecil.

Ampas tersebut harus dikeringkan menggunakan tisu supaya airnya terserap. Caranya, tisu ditekan-tekan di atas permukaan ampas. Lalu ampas dicampur dengan susu kental manis setelah bubuk kopi kering. Susu kental manis berfungsi sebagai lem atau perekat.

Lantas, mulailah proses membatik dengan medium tusuk gigi. Om Hai telah menyediakan perlengkapan membatik rokok, mulai tusuk gigi sampai susu kental manis.

Kopi yang dipakai untuk membatik bukan sembarang kopi. Kopi ini khas Lasem. Teksturnya lembut seperti bedak tabur. Kata Hai, kopi Lasem digiling sampai tujuh kali supaya benar-benar menghasilkan tekstur yang diinginkan.

Warga setempat biasa membeli biji kopi mentah di pasar atau yang masih berbentuk green bean. Lalu kopi itu dimasak manual sampai hitam pekat. Kemudian digiling di tempat khusus penggilingan kopi. Mereka menyebut kopi Lasem sebagai kopi lelet. “Karena kebiasaan ampasnya akan dileletin ke rokok nantinya, jadi namanya kopi lelet,” kata Opa Gandor.

Hasil rokok yang telah dibatik dengan kopi lelet diklaim istimewa. Aromanya wangi kopi dan rasanya lebih manis karena susu kental manis. Kopi lelet beserta rokok batiknya bak pusaka lain yang dimiliki Lasem selain batik tulis.

Kebudayaan itu terus hidup, dilakukan oleh hampir semua usia, dan menjadi salah satu peranti pemersatu. “Karena orang dari mana saja, latar belakang apa saja, etnis apa saja, akan membatik bareng di warung kopi,” ucap Opa Gandor.

Setelah rokok dibatik, ditaruh di mulut, api dinyalakan, asap disedot dalam-dalam dan dinikmati sambil minum kopi. Sebuah aktifitas rutin dalam mengisi kehidupan. (NDY)

2.500 Penari Berjaipong Masal di Bandung International Art Festival

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Bandung International Art Festival (BIAF) kembali dihelat. Perhelatan yang memasuki tahun keempat, semakin lebih bagus dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan peserta semakin melimpah bukan hanya dari Indonesia, namun sudah mampu menarik minat peserta dari mancanegara. Selain itu, acara yang disajikan semakin menarik.

“Salah satu yang paling menarik ada 2.500 penari menari jaipong secara massal. Jadi Tanggal 29nya tari massal akan menarikan dengan iringan lagu Daun Pulus Keser Bojong. Tak hanya penari, masyarakat juga bisa ikut menari,” lontar Kepala Seksi Pengembangan Produk Budaya dan Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Titin kuswiatin dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Jumat (20/07/2018).

Dilanjutkan, ribuan penari itu akan memecahkan rekor untuk peserta tari terbanyak. Sebelumnya Pemkot Bandung juga pernah menggelar acara Bandung Ayo Menari yang menghadirkan 1.700 penari dan meraih rekor dari Original Rekor Indonesia (ORI).

Para penari ini hadir tidak hanya dari Kota Bandung. Tapi juga kota kabupaten lain di Indonesia yang juga akan berpartisipasi. Di antaranya dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sulawesi. “Ada 120-150 sanggar tari yang ikut menari bersama ini,” ucapnya.

Dalam kegiatan menari bersama ini, kata dia, dikonsepkan untuk lebih menyatu dengan alam. Oleh karenanya para penari tidak melakukan pertunjukkan di atas panggung melainkan di alam bebas. Rencananya pertunjukkan tari ini akan digelar di Batu Templek atau Babakan Siliwangi.

Selain pertunjukkan tari, BIAF 2018 akan menghadirkan pentas seni budaya dari negara-negara lain. Ada 10 negara yang akan ikut terlibat dalam BIAF 2018 di antaranta Jerman, Belanda, Italia, Hungaria, India, Malaysia, dan Thailand.

Selain Kota Bandung, daerah lain di Indonesia yang bakal memeriahkan BIAF 2018 adalah Samarinda, Bogor, Kabupaten Bandung, Kota Makassar, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali.

BIAF tahun ini mengusung tema “Seni Alam Doa”. Disbudpar Kota Bandung menggunakan tema tersebut karena untuk tahun 2018 semua konsep kesenian yang digelar berkaitan dengan kondisi lingkungan alam sekitar. “Jadi tahun ini tidak menggunakan panggung megah dan mewah. Hampir semua kegiatan bernuansa alam,” ucapnya mengulang.

Pada BIAF 2018 ini, beberapa tempat di Kota Bandung akan menjadi pusat kegiatan. Di antaranya, pembukaan di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung (YPK) di jalan Naripan pada 27 Juli, Cikapundung Riverspot Jalan Ir. Soekarno (28 Juli), di Car Free Day (CFD) Dago, Batu Templek Cimenyan pada 29 Juli.

Disisi festival tahunan ini menjadi salah satu wadah melestarikan seni budaya khususnya Kota Bandung. “Kita ingin menjadikan Kota Bandung sebagai pusat kebudayaan. Juga mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kota Bandung. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian kota. Kita menargetkan sekitar 3.000 wisatawan hadir pada festival ini,” sambungnya.

BIAF merupakan festival yang mempunyai spirit seni untuk semua kalangan. Kegiatan ini berusaha merangkul lebih banyak kalangan dan seniman dari berbagai latar belakang seni. Kegiatan menjadi lebih menarik bagi para seniman karena memiliki tempat yang sangat spesifik dan bersanding dengan kearifan lokal. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tips Memahami Etika Berwisata di Italia

this formate

ROMA, bisniswisata.co.id: Italia adalah salah satu lokasi impian para wisatawan di seluruh dunia. Negara ini tak hanya memiliki keindahan alam saja, beberapa hal seperti kuliner, kesenian, fesyen, hingga arsitektur juga menjadi daya tarik yang tidak bisa ditolak ketika berada di Italia.

Namun Italia juga dikenal sebagai negara yang cukup kompleks, khususnya soal etika. Mengutip oyster, Jumat (20/07/2018) berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui sebelum berkunjung ke Italia.

Bukan berarti di Florence tidak ada Pizza sama sekali, tapi yang perlu diketahui adalah ada banyak daerah di italia dan semuanya memiliki keistimewaan tersendiri dalam hal makanan. Jika ingin memesan Pizza sebaiknya kunjungilah Naples, Bologna adalah gudangnya Parmigiano Reggiano, dan juga daerah-daerah lainnya.

#. Jangan abaikan kesenian

Sebuah kesalahan bsar jika berkunjung ke Italia namun tidak menikmati karya seni yang ada di sana. Karena koleksi kesenian di Italia cukup komplit, mulai dari era sebelum Renaissance hingga modern.

#. Tak ada Cappuccino setelah jam sarapan

Cappuccino adalah minuman yang sengaja disajikan untuk pagi hari, tepatnya sebelum sarapan. Jadi jangan heran jika tidak ada sajian cappiccino setelah jam sarapan. Jika ingin aman, pertimbangkan untuk memesan Espresso.

#. Cukup Sehari di Venesia

Memang Venesia identik dengan romantis, namun bukan berarti harus berhari-hari mengunjungi tempat ini. Bukan berarti tempat ini tidak menarik untuk dikunjungi berkali-kali, namun Venesia adalah salah satu tujuan wisatawan dari berbagai dunia sehingga kepadatannya sangat tidak bisa diprediksi.

#. Tak perlu beri tip di restoran

Uang tip seringkali dianggap sebagai salah satu unsur sopan santun dari sebuah pelayanan, namun hal itu tidak berlaku di Italia. Sebab pada beberapa kawasan wisata, ada istilah Servizo yang tertera dalam tagihan. Itu artinya pengunjung sudah memberikan 10 sampai 20 persen dari total tagihan untuk si pelayan, secara tidak langsung.

#. Jangan bawa Tongsis

Di era sekarang ini siapa tak kenal tongsis, bahkan hampir setiap orang memilikinya, terlebih bagi kaum muda. Tongsis atau tongkat narsis ini bisa dibilang sangat membantu berfoto selfie karena bisa memdahkan menjangkau frame selfie sesuai keinginan. Ternyata tongsis Italia tidak memperkenankan gunakan tongsis. Jika tak ingin diusir sebaiknya jangan bawa Tongsis. (*)

Once Bangga Nyanyi Lagu Asian Games

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Penyanyi solo Once Mekel, yang terlibat dalam proses produksi kumpulan lagu Asian Games 2018 mengaku bangga bisa bergabung dalam mensukseskan Asian Games 2018. Penyanyi kelahiran Makassar 21 Mei 1970, menyanyikan lagu berjudul Menaklukkan Dunia.

Mantan Vokalis Dewa menceritakan bagaimana ia merasa terpanggil berkontribusi dalam proyek ini. Sejak awal ia dihubungi Ketua Umum Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI), Gumilang Ramadhan. “Saya merasa bangga. Sebagai musisi, harus punya tanggung jawab sosial,” kata penyanyi bergenre Rock, Pop seperti dikutip laman Republika, Kamis (19/07/2018).

Pelantun lagu Dealova menerangkan teknis pembuatannya. Menurut Once, lagu tersebut liriknya ditulis oleh vokalis DMasiv, Rian Ekky Pradipta. Kemudian arransemennya dilakukan oleh Pay Burman, produser, gitaris BIP, yang juga eks personil Slank.

Ketika pertama mendengar demonya, Once merasa musiknya terlalu pelan untuk sebuah event olahraga seperti ini. Barulah di tangan Pay, berubah seperti yang ia harapkan. “Akhirnya dapat aransemen baru dari Pay yang bisa menyemangati,” ujar mantan pentolan Dewa 19 ini.

Once menyebut pesan dari lagu ini. Menurutnya ada nuasa perjuangan membawa nama negara di pentas internasional. Di sisi lain, menyampaikan secara global Indonesia yang berbeda-beda tapi tetap satu. “Semoga ini menjadi produk yang bisa meramaikan Asian Games kita,” ujar bapak satu anak Manuel Mekel.

Rapper Jflow turut berkontribusi. Ia menulis lagu berjudul Dance Tonight yang dinyanyikan oleh Bunga Citra Lestari. Liriknya, kata JFlow membuat perempuan merasa cantik. Tapi ketika ditulis dalam bahasa Inggris memiliki pesan luas. “Saya ingin album ini nggak cuma didengerin orang Indonesia,” tuturnya. (REP)

Asian Games: Okupansi Hotel Sekitar Venues Tembus 90 Persen

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) DKI Jakarta memprediksi tingkat okupansi penginapan hotel berbintang mencapai lebih dari 90%, ketika Asian Games berlangsung hampir dua pekan, 18 Agustus –2 September 2018. Saat ini anggota PHRI DKI Jakarta mencapai lebih dari 200 pengusaha hotel berbintang dan restoran.

“Jumlah ini disumbangkan oleh atlet, ofisial, dan delegasi negara yang ikut Asian Games. Juga, pemerintah dan Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) menyiapkan beberapa penginapan khusus kepada atlet dan ofisial di sekitar venue pertandingan,” papar Ketua PHRI DKI Jakarta Khrisnadi seperti diunduh laman Bisnis, Kamis (19/07/2018).

Kendati beberapa penginapan mengalami kenaikan signifikan, namun kenaikan di atas 90% ini hanya terjadi di sekitar venue pertandingan Asian Games. Dan hotel yang jauh dengan lokasi pertandingan diprediksi juga mengalami kenaikan, tetapi tidak signifikan. “Hotel yang jauh dengan venue akan mendapat limbah (limpahan) dari pengunjung yang tidak mendapat penginapan dekat tempat pertandingan,” katanya.

Dilanjutkan warga, suporter, dan media yang berkontribusi terhadap kenaikan okupansi di lokasi yang jauh dengan venue pertandingan. “Warga, suporter, media itu tidak bisa kami bisa prediksi [menginap di mana]. Namun [berkontribusi] ke hotel yang jauh dengan venue,” sambungnya.

Disebutkan, penginapan di Jakarta saat ini sudah mulai merasakan peningkatan. Hal ini karena beberapa tim official yang telah datang ke Tanah Air. Dengan demikian, rata-rata okupansi penginapan saat ini berada di atas 60%.

Khrisnadi berharap Asian Games bisa memberikan multiplier effect terhadap sektor pariwisata Tanah Air, khususnya Ibu Kota yang sedang berkembang. Juga Asian Games secara langsung bisa mendorong perekonomian Jakarta menjadi bertumbuh lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya. “Tujuan mereka bukan hanya sekadar datang, namun akan pergi ke tempat wisata, belanja, makan, dan lain-lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan Herlan Asfiudin menjelaskan sebanyak 150 hotel dan restoran di Palembang dan se-Sumatera Selatan disiapkan untuk menyambut Asian Games 2018. Dari jumlah itu, PHRIoptimistis akomodasi tidak akan menjadi kendala lagi.

Data 155 hotel tersebut bisa menyediakan setidaknya 10 ribu kamar dengan berbagai kelas dan tipe. “Untuk kamar, kami pikir tidak ada masalah lagi,” katanya sambil menambahkan selain berbenah menjelang perhelatan Asian Games, PHRI turut serta mensosialisasi keberadaan event tersebut melalui berbagai cara.

Menurut Herlan, salah satu cara tersebut adalah memasang banner dan atribut yang berkaitan dengan pesta olahraga negara-negara se-Asia itu. Alhasil, hotel dan restoran makin cantik dan menawan. “Itu di semua hotel dan resto kita pasang banner, siap sukseskan Asian Games,” ujarnya. (END)

Padang Savana Taman Nasional Gunung Tambora Terbakar

this formate

MATARAM, bisniswisata.co.id: Kawasan padang savana Taman Nasional Gunung Tambora yang masuk dalam wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tengara Barat, dilaporkan terbakar sejak Rabu (18/7) dan masih berlangsung hingga Kamis (19/7/2018).

Kepala Balai Taman Nasional Tambora R Agus Budi Santosa yang dihubungi dari Mataram, Kamis membenarkan adanya lahan yang terbakar di dalam kawasan taman nasional, namun belum bisa memastikan berapa luasnya dan dimana koordinatnya.

“Saya belum bisa mendapatkan laporan resmi dari petugas yang masih melakukan pemadaman di atas gunung. Semuanya belum turun dan kesulitan mengirimkan data karena tidak ada sinyal alat telekomunikasi,” katanya seperti dilansir laman Republika, Kamis (19/07/2018)

Agus mengaku hanya mendapatkan informasi mengenai dua lokasi kebakaran, yakni di jalur pendakian Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Selain itu, di lahan yang disengketakan oleh warga dengan perusahaan yang bergerak di sektor kehutanan.

“Kalau kebakaran yang terjadi di lahan yang diklaim oleh warga dan perusahaan tidak masuk dalam kawasan taman nasional. Lahan tersebut diduga terbakar karena faktor konflik,” ujarnya.

Meskipun demikian, petugas Taman Nasional Tambora masih siaga di sekitar lahan yang terbakar. Pasalnya, lokasinya sangat dekat dengan perbatasan kawasan taman nasional. Jika tidak diawasi, dikhawatirkan api bisa menjalar membakar rerumputan kering dan pepohonan di dalam hutan.

“Upaya pemadaman api yang membakar lahan yang diklaim oleh warga dan perusahaan dilakukan oleh anggota TNI AD. Sampai Rabu (18/7) malam, api masih menyala di lahan tersebut,” ucapnya.

Sementara pemadaman api di dalam kawasan taman nasional sudah dilakukan oleh petugas Taman Nasional Tambora. Agus menyebutkan, jumlah petugas yang melakukan pemadaman api sebanyak 13 orang. Mereka terbagi dalam dua tim. Ada yang memadamkan api di jalur pendakian Piong, dan ada yang siaga di lokasi lahan sengketa yang terbakar. Upaya pemadaman di dalam kawasan taman nasional dengan cara menyemprotkan air menggunakan pompa punggung (jet sooter).

“Petugas saya belum turun dari gunung hingga siang ini. Kemungkinan masih ada titik api yang menyala dan masih siaga di lokasi kebakaran yang menjadi sengketa antara warga dengan perusahaan,” kata Agus.

Taman Nasional Tambora secara administratif termasuk dalam Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, Pulau Sumbawa, NTB. Penunjukan kawasan Taman Nasional Tambora dilakukan dengan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan 111/MenLHK-II/2015 tanggal 7 April 2015.

Taman nasional itu diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 11 April 2015, bertepatan dengan peringatan 100 tahun letusan besar Gunung Tambora pada 11 April 1815. Status kawasan sebelum menjadi taman nasional terdiri dari cagar alam seluas 23.840,81 hektare, suaka margasatwa seluas 21.674,68 hektare, dan taman buru seluas 26.130,25 hektare. (RE))

Ramada Suites, Ramaikan Bisnis Hotel di Solo

this formate

SOLO, bisniswisata.co.id: Wyndham Destinations, pengelola hotel dan resor global menghadirkan Ramada Suites by Wyndham Solo yang berlokasi di Solo, Jawa Tengah. Kehadiran hotel baru ini semakin meramaikan bisnis hotel di Kota dengan julukan The Spirit of Java.

Bangunan Ramada Suites Solo terinspirasi dari warisan budaya lokal yang unik, dengan memadukan unsur kerajaan tradisional Jawa dan arsitektur modern. Desain 136 kamar hotel ini dikemas apik dalam tiga lantai bangunan utama dan hunian dua lantai.

“Solo akan segera menjadi tujuan yang wajib dikunjungi oleh wisatawan yang ingin menikmati kekayaann sejarah Jawa dan budayanya” ujar Barry Robinson, President and Managing Director, International Operations, Wyndham Destinations, dalam siaran pers yang diterima Bisniswisata.co.id, Kamis (19/07/2018).

Menurut Robinson, wisatawan akan menyukai perpaduan pesona pasar tradisional dengan pasar modern (mal), menikmati alam pedesaan yang mengelilingi kota, juga pertunjukan seni tradisional yang ditampilkan di Solo. Sebagai salah satu daerah kekuasaan Kerajaan Mataram pada masa lampau, Solo memiliki sejarah yang masih melekat pada kehidupan masyarakatnya yang akan memikat pelancong.

Ramada Suites Solo akan menjadi pusat akomodasi bagi wisatawan yang ingin menjelajahi lebih jauh Solo dan sekitarnya. “Kami tidak sabar menyambut tamu-tamu kami di tujuan yang dinamis ini dan memberikan pelayanan kami yang khas dalam perhotelan,” kata Robinson.

Ramada Suites Solo dikelola PT Wyndham Hotel Management, anak usaha Wyndham Destinations di Indonesia, melalui kesepakatan lisensi dengan Wyndham Hotels & Resorts. Wyndham Hotel Management saat ini mengelola delapan hotel dan resor di Indonesia di bawah brand Wyndham, Wyndham Garden, Ramada by Wyndham, dan Days Inn by Wyndham.

Empat properti berlokasi di Bali, sementara Jakarta, Surabaya, Palembang, dan sekarang Solo masing-masing satu properti. Wyndham Hotel dan Resort menawarkan lebih dari 120 properti di Asia Tenggara dan Pasifik di bawah bendera Ramada. Sedang Wyndham Destinations secara global telah mencakup hingga 110 negara dengan lebih dari 220 resor. (redaksibisniswisata@gmail.com)