21-23 September 2018, Festival Goyang Karawang

this formate

KARAWANG, bisniswisata.co,id: Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menggelar Festival Goyang Karawang 2018 tingkat nasional di Kompleks Candi Batujaya, Karawang, pada 21 hingga 23 September 2018.

Tujuan kegiatan ini, untuk melestarikan tradisi seni dan budaya khas Karawang agar tidak musnah. Selain itu, juga sebagai upaya mengenalkan tarian tradisional kepada generasi muda. Serta meningkatkan kunjungan wisatawan nasional maupun internasional agar berwisata ke Karawang.

Festival Goyang Karawang tingkat nasional, bagian dari pembinaan dan pelatihan untuk para pelajar di Karawang. Karena dikhawatirkan pelajar dan anak-anak di Karawang tidak berminat belajar seni tari tradisional.

Karena itu, berbagai jenis seni dan budaya khas daerah harus terus diperkenalkan kepada generasi muda. Sementara itu, pada kegiatan Festival Goyang Karawang itu sendiri tidak hanya menampilkan seni tari khas Karawang. Tetapi juga akan ada pertunjukan tari dari berbagai daerah, karena kegiatan itu digelar tingkat nasional.

Bukan hanya tarian khas Karawang. Rencananya, kegiatan itu akan dimeriahkan pertunjukan seni tari tradisional dan tarik kreasi dari Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Lampung, Jambi, Banten, Kalimantan, Jawa Tengah, Bengkulu, Sulawesi, NTT, dan Papua.

Dalam festival ini ada penampilan ibing Goyang Karawang secara massal. Juga ada tari Jaipong, Topeng Banjet, dan kesenian lainnya. Tidak hanya menampilkan tari, Festival Goyang Karawang juga bakal disi dengan pameran kuliner, kerajinan dan sejarah Karawang.

Pada 20 September 2018, digelar agenda santunan yatim piatu yang bertepatan tanggal 10 Muharam 1440 Hijriah,dengan lokasi Plaza Pemda Karawang.

21-23 September 2018 digelar sejumlah agenda diantaranya pada hari Jumat-Minggu berupa kegiatan Nadran Laut di TPI Ciparage, (Tempuran), Betok Mati (Cilebar),Pasir Putih (Cikul),Sungai Buntu (Pedes) dan Pakis Jaya,dengan pusat kegiatan di Ciparage.

Masih di hari Jumat-Minggu,agenda lainnya adalah Festival Goyang Karawang di Kawasan Candi Batu Jaya. Selain festival Goyang Karawang masih dilokasi yang sama di gelar kegiatan berupa Pasang Giri Nulis Aksara Sunda Kagana dan Pemecahan rekor penulisan aksara sunda terpanjang juga tampilnya pementasan Kosidah sawah. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Iming-Iming Pekan Mode Dunia Menggoda Desainer Lokal

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bagi para desainer, termasuk mereka dari Indonesia, panggung pekan mode dunia punya daya tarik sangat besar. Sudah banyak desainer Indonesia tampil di beberapa panggung dunia, termasuk Paris Fashion Week, Tokyo Fashion Week, sampai New York Fashion Week.

Anniesa Hasibuan, Nur Zahra, Dian Pelangi, Barli Asmara, Denny Wirawan, Peggy Hartanto, Khanaan Samlan, Soe Jakarta, dan lainnya adalah sederet desainer lokal sudah go international di panggung dunia, yang begitu menggoda.

Pada 2018 ini, sederet desainer Indonesia lainnya seperti Tities Sapoetra, Xiao Fen, Lia Afif, Jeny Tjahjawati, Si.Se.Sa, Dian Pelangi, dan Khanaan Samlan juga bakal memamerkan karya mereka di pusat mode dunia, Paris, Prancis. Sementara itu, Dian Pelangi dan Khanaan Samlan juga menampilkan koleksi di pameran Contemporary Muslim Fashion di de Young Museum, San Francisco, Amerika Serikat.

Paris Fashion Week merupakan ajang fesyen terbesar yang menampilkan desainer dan rumah mode penguasa industri fesyen dunia yang diselenggarakan oleh French Fashion Federation. Untuk memeriahkan pekan mode di Paris itu, digelar banyak acara serupa yang mendatangkan beragam desainer dunia.

Kini, desainer Tities bakal mengikuti Paris Fashion Show Spring Summer 2019 yang digelar oleh Fashion Division pada 28 September. Dia bakal berbagi panggung dengan empat desainer muda asal Indonesia lainnya.

Pentas di Paris ini bakal menjadi peragaan busana internasional yang pertama bagi Tities. Sejak mengawali karier pada 2015 lalu, Tities baru menggelar peragaan di Indonesia. Tities menganggap berangkat ke luar negeri merupakan salah satu mimpinya yang terwujud. “Setiap tahun ini ada di catatan aku, punya impian yang go international,” ucap Tities seperti dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (20/09/2018).

Desainer muda lainnya, Xiao Fen, akan memamerkan karyanya di Paris Runway Show yang digelar oleh Oxford Fashion Studio pada 1 Oktober. Langkah besar tampil di panggung mode dunia sering kali dianggap sebagai batu loncatan untuk karier desainer. Menggelar show di luar negeri, sering kali identik dengan go international, dianggap sebagai upaya yang bakal menentukan kesuksesan seorang desainer. Apalagi jika bisa menggelar show tunggal di pekan dunia mode.

Tapi tak dimungkiri, ada juga orang-orang yang justru nyinyir atau meremehkan. Anggapan international oriented pun mampir ke pundak desainer-desainer tersebut.

Memang, show di luar negeri dan ikut peragaan mode dunia tak melulu berbuah keberhasilan dan kesuksesan. Meski go international adalah mimpi besar pada desainer, tapi pada kenyataannya mereka juga sadar akan kemungkinan 50:50 untuk bisa sukses lewat show tersebut. “Jika ada kesempatan, siapa yang enggak mau,” ujar Dian Pelangi

Para desainer sendiri sadar show di Paris atau belahan dunia lain bukan jaminan sukses, meski setidaknya bisa mendongkrak popularitas label. “Kiblat fesyen kebanyakan dari barat dan show di luar negeri bakal menaikkan level label tersebut,” kata Dian.

Dilanjutkan, kesempatan berpartisipasi dalam gelaran fesyen internasional bakal mendatangkan beragam manfaat. Pertama, branding atau membentuk brand atau label. “Tidak ada salahnya branding label di sana. Karya kita bisa dikagumi. Imbasnya tetap pasar di Indonesia. Kita bisa bilang bahwa label ini pernah fashion show di sini, di sini,” tegas Dian.

Kedua, penjualan atau selling. Dian berkata desainer pasti ingin usahanya terus berjalan. Jika koleksi laku, maka bisa menjadi modal untuk kemunculan koleksi baru.

Harapan akan meluasnya pasar juga menjadi harapan para desainer. Dari pengalamannya show di luar negeri, Dian dapat memetakan negara-negara yang bisa menjadi pembeli potensial atau potential buyer. “Kalau show di Amerika Serikat atau Eropa itu lebih ke branding. Pasar saya lebih ke negara Timur Tengah dan Asia karena baju saya dipakai enggak cuma dinikmati,” imbuh Dian.

Senada dengan Dian, Khanaan berpendapat bahwa beragam bentuk pertunjukan di luar negeri bakal bermuara pada penjualan. Namun, ia tidak menampik bahwa usaha promosi hingga ke berbagai negara selain untuk menambah pasar juga untuk mempertahankan pasar yang sudah terbentuk. “Sekarang harus promosi, kalau enggak promosi negara lain bisa ambil pasar kami,” kata dia dalam kesempatan serupa.

Dian Pelangi mungkin bisa sedikit tenang karena bukan pertama kalinya show di luar negeri. Karya-karyanya punya pasar sendiri di luar negeri. Labelnya bisa dibilang sukses di pasar internasional dan lokal. Kondisi ini mungkin berbeda untuk Tities Sapoetra dan Xiao Fen. Mereka berdua sadar kalau ‘iming-iming’ dan bayangan sukses di pasar lokal setelah show di luar negeri dengan mudah masih harus diraba-raba.

Meski koleksi Tities sudah dikenal di kalangan anak muda, namun show keluar negeri ini akan jadi pengalaman pertamanya. Dibanding membayangkan sukses dan bisnis meroket, Tities mencoba melihat ajakan show di luar negeri ini sebagai tempat mencari pengalaman dan mencoba peruntungan. “Sukses itu tergantung keberuntungan. Kita enggak akan pernah tahu kalau enggak dicoba, yang penting usaha dulu semaksimal mungkin,” kata Tities.

Di gelaran Fashion Division Paris Fashion Week itu, Tities juga bakal mengikuti pertemuan dengan pembeli dan distributor dari berbagai departement store. Jika karyanya berhasil menarik hati pembeli, bukan tak mungkin rancangan Tities bakal mejeng di banyak departement store dunia. “Tujuan utamanya adalah ingin ketemu buyer di sana, ketemu pemilik departement store,” ujar Tities yang mengawali karier sebagai selebriti ini.

Xiao Fen pun setuju dengan Tities. Xiao Fen justru melihat kesempatan show di luar negeri ini bukan sebagai tujuan go international oriented. Sebaliknya ini bisa menjadi gambaran akan perkembangan karyanya. “Show di luar negeri tidak menentukan hal tersebut (kesuksesan). Justru menurut saya itu adalah saat penentuan apakah karya saya bisa diakui baik di Indonesia maupun di mata dunia atau tidak,” kata Xiao Fen.

Desainer adibusana asal Surabaya ini mengaku ke luar negeri untuk bisa melihat penilaian dunia luar terhadap karyanya. Walau sudah melanglang buana ke Paris, dua desainer ini tetap masih berambisi untuk tampil dan memeragakan karya mereka di panggung Indonesia. Mereka masih melihat Indonesia sebagai pasar utama.

“Ya masih tertariklah untuk show di Indonesia. Itu, kan, utamanya. Harapannya habis dari luar negeri bisa diterima dan produknya laku serta menginspirasi,” kata Tities.

Buat para desainer yang baru akan melangkahkan kaki ke pertunjukan bertaraf internasional, Dian dan Khanaan memiliki saran. Berdasarkan pengalaman Dian, ia ingin para desainer yang ingin memamerkan karya di luar negeri untuk memperhatikan keberlangsungan alias sustainability.

Apalagi pertunjukan di luar negeri memerlukan biaya jauh lebih besar daripada pertunjukan dalam negeri. “Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Yang kita harapkan sustainability, bukan datang terus ‘bye’. Harus dipikirkan setelah fashion show terus apa,” katanya.

Kedua perlu dipertimbangkan adalah kualitas. Dian memberikan gambaran bahwa karya bakal dilihat oleh penikmat fesyen dari berbagai negara plus media-media internasional. Koleksi yang memiliki cacat bisa menjadi buah mulut dan tentu saja ini akan berimbas negatif pada citra label. “Ada satu benang nongol saja, yang ngomongin semua media. Jadi omongan mereka itu kalau enggak bagus banget ya parah banget. Desainer harus hati-hati,” imbuhnya.

Ketiga, jangan sia-siakan networking. Berkunjung ke luar negeri untuk pertunjukan juga dimanfaatkan untuk membangun jejaring dengan artis atau selegram sekalipun. Ini penting untuk membangun pasar.

Khanaan menambahkan hal keempat yang tak kalah penting yakni riset. Desainer perlu membaca pasar mode di negara yang dikunjungi. Riset bakal memberikan gambaran apakah koleksi cocok dengan selera pasar. Harapannya, desainer bisa mendapatkan pembeli di negara tujuan.

Tak hanya pasar mode secara luas, desainer juga perlu mempertimbangkan figur mode di negara tersebut misalnya, Khanaan bakal berkunjung ke Yordania dalam kesempatan gelaran mode sehingga ia mengamati gaya busana Ratu Rania. “Dampaknya di sana mendapat pembeli, enggak cuma heboh show tapi pulang enggak mendapat buyer kan sayang,” ucapnya. (EP)

Renang di Pulau Whitsunday, Turis Perempuan Digigit Hiu

this formate

QUEENSLAND, bisniswisata.co.id: Seorang turis perempuan mengalami cedera serius di kakinya setelah diserang hiu di Whitsundays (Queensland). Perempuan berusia 46 tahun tersebut sedang berenang dari sebuah kapal sewaan di Cid Harbour di Pulau Whitsunday, ketika kakinya digigit hiu sekitar pukul 5 sore pada Rabu (19/9).

Perempuan tersebut kemudian berhasil diselamatkan ke sebuah kapal lainnya, di mana di dalamnya terdapat seorang dokter. Dia kemudian dievakuasi dengan kapal motor kecil dan dibawa dengan helikopter ke rumah sakit. Menurut petugas kesehatan, wanita tersebut menderita luka besar di bagian paha atasnya.

“Untung ada dokter di lokasi kejadian, yang bisa membantu dengan perawatan segara, dan menghentikan pendarahan parah yang dialami turis tadi.” kata Dinas Kesehatan Queensland, seperti dilaporkan ABC.Net, Kamis (20/09/2018).

Cid Harbour adalah kawasan yang populer dikunjungi oleh kapal-kapal charteran yang terletak sekitar 100 kilometer utara MacKay di wilayah utara negara bagian Queensland.

Menteri Utama Queensland Annastacia Palaszczuk mengucapkan terima kasih kepada petugas bantuan yang berhasil membawa perempuan tersebut ke rumah sakit. “Seperti banyak warga Queensland lainnya, saya terkejut mendengar rincian serangan hiu terhadap seorang turis asal Tasmania di Cid Harbour di Whitsunday Harbour,” katanya.

Turis perempuan tersebut sedang berlibur dari Tasmania, dan menaiki kapal sewaan bernama Queensland Yacht Charters ketika insiden terjadi. (EP)

Tidur di Pesawat Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

this formate

BOSTON, bisniswisata.co.id: Selama penerbangan jarak jauh maupun dekat, penumpang kerap tertidur di pesawat terbang. Ternyata tidur di pesawat tidak disarankan para pakar, karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Dampak negatif tertidur di ketinggian 36 ribu kaki itu bukan tanpa alasan.

Menurut peneliti di Harvard Medical School, kasus tertentu seperti perubahan tekanan mendadak di ketinggian berpotensi merusak pendengaran. Pasalnya, kemampuan tubuh menyamakan tekanan di gendang telinga jauh berkurang saat tidur. Kegagalan tersebut bisa menyebabkan gangguan pendengaran jangka panjang yang permanen.

Menguap atau menelan dapat meringankan masalah tekanan dengan membuka saluran tipis di telinga yang disebut tabung Eustachian. Tetapi saat sedang tidur dan tidak melakukan tindakan itu, tabung dapat tersumbat.

Saat itulah terjadi barotrauma yang dipicu perbedaan tekanan bagian dalam dan luar gendang telinga. Kondisi tersebut rawan terjadi saat penerbangan atau scuba diving karena perbedaan tekanan udara atau air.

Dalam kasus yang parah, tabung yang terblokir dari waktu ke waktu bisa mengarah pada infeksi. Cairan terkumpul di belakang gendang telinga, menyebabkan nyeri dan masalah pendengaran.

Tindakan pencegahan terbaik adalah berusaha tetap terjaga selama penerbangan. Opsi lain, penumpang bisa mengatur alarm untuk bangun tepat sebelum mendarat, dikutip dari laman Manchester Evening News, Kamis (20/09/2018). (EP)

Bisnis Hotel di Solo Terimbas Gejolak Nilai Tukar

this formate

SOLO, bisniswisata.co.id: Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah yang menguat sejak tiga bulan terakhir diprediksi berdampak pada kinerja bisnis perhotelan di Solo, Jawa Tenggah. Meskipun secara rinci, dampak tersebut baru bisa dilihat di tahun berikutnya.

“Dampak itu muncul baik di lingkup internal maupun eksternal hotel. Kalau dibilang apakah ada dampaknya? Saya katakan ada. Dampaknya bisa dilihat dari dua aspek, internal dan eksternal,” kata Perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo Bidang Humas dan Promosi, juga General Manager The Alana Hotel, Sistho A. Sreshtho.

Secara eksternal, hal itu juga terpengaruh dari keberadaan Solo dan sekitarnya sebagai kota bisnis. Pengunjung yang memanfaatkan hotel di Solo banyak dari kalangan bisnis. Sedangkan budget tamu bisnis tersebut juga ditentukan oleh budget dari perusahaan yang biasanya dianggarkan dengan mengacu nilai dolar.

“Kemudian untuk pembuatan budget akan dibuat di September atau Oktober. Misalnya saja tahun ini dolar dianggarkan Rp14.200, tahun depan mungkin Rp14.700. Itu akan berdampak pada perusahaan tersebut. Karyawan yang tadinya bisa menginap di hotel bintang empat atau lima, mungkin tahun depan akan downgrade,” kata dia.

Dampak internal, kenaikan nilai tukar dolar juga berdampak pada pengeluaran hotel. “Seperti perusahaan lain, hotel juga akan melakukan hal yang sama. Dalam membuat budget tentu akan melihat kurs dolar seperti apa. Mengingat sebagian rawmaterial atau bahan baku didatangkan dari luar negeri. Misalnya daging [impor], alkohol dan sebagainya. Tentu ada dampaknya. Belum lagi dengan kunjungan kerja atau kegiatan bisnis dan lain-lain,” kata dia.

Sementara secara pasti, dampak tersebut belum bisa diketahui dalam waktu dekat ini. Menurut Sistho, dampak tersebut baru bisa dibaca tahun depan. “Tapi yang jelas ada. Mudah-mudahan tidak akan banyak berdampak,” kata dia seperti dilansir laman Solopost.com, Kamis (20/09/2018).

Terkait dengan harga bahan baku yang didatangkan dari luar negeri, dia mengatakan belum ada dampak signifikan. Sedangkan dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), Sistho menilai Solo merupakan kota yang belum bisa banyak menarik kunjungan wisman. (EP)

Tiga Aplikasi Jadi Teman Pintar bagi Traveler

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Smartphone tanpa aplikasi mungkin tak akan secanggih seperti saat ini. Berkat aplikasi, smartphone bisa menjadi perangkat yang serba bisa dalam mendukung kehidupan sehari-hari.

Nilai esensial pun menjadi daya tarik para pengguna smartphone untuk memaksimalkan aktivitasnya sehari-hari, terlebih pada saat pengguna sedang berplesiran. Mereka seakan tak pernah puas mencari berbagai aplikasi yang turut memudahkan perjalanannya agar liburan terasa lebih mudah dan lancar.

Sebuah studi mengungkap hampir 25 kali para traveler sekaligus pengguna smartphone membuka aplikasi untuk memfasilitasi liburan mereka. Berbagai aplikasi pun bermunculan untuk menjawab semua keinginan para traveler.

Berikut ini tiga aplikasi yang dapat menemani perjalanan kamu untuk menuju destinasi favorit, tanpa kenal hambatan dan siap menjadi teman pintar perjalanan kamu. Antara lain:

#. Packpoint

Mengemas berbagai kebutuhan memang merupakan hal yang sangat penting bagi para traveler untuk memenuhi kebutuhan selama berpergian. Namun terkadang, aktivitas mengemas ini bisa jadi sangat menjengkelkan karena harus memikirkan berbagai hal yang tidak terduga, sehingga tak jarang para traveler lebih memilih untuk membawa semua barangnya.

Hal tersebut akan sangat merugikan traveler karena akan menjadi beban yang sangat berat ketika membawa banyak barang (semuanya belum tentu digunakan pada saat perjalanan). Namun, dengan aplikasi Packpoint, kamu tidak perlu khawatir lagi soal pengemasan barang. Berkat aplikasi ini kamu dapat memasukkan kebutuhan sesuai tema perjalanan. Packpoint akan mengingatkan kamu mengenai semua barang yang dibutuhkan selama perjalanan sehingga tidak perlu khawatir soal barang yang tertinggal.

#. Moovit

Berlibur dengan budget sangat ringan merupakan impian semua orang. Terkadang biaya transportasi menjadi beban tersendiri saat tengah berlibur karena kamu harus menyewa kendaraan atau berbagai moda transportasi yang dapat memfasilitasi keinginan. Dengan aplikasi Moovit, kamu dapat menekan biaya transportasi karena aplikasi ini memiliki cara berhemat yang sangat ampuh.

Moovit akan menyarankan kamu untuk menggunakan transportasi umum. Aplikasi ini juga akan membantu kamu menjelajah 800 kota di seluruh dunia dan menemukan transportasi umum di kota tersebut.

#. TripIt

Aplikasi ini merupakan salah satu teman pintar untuk membantu kamu mencatat seluruh itinerary. Mulanya, TripIt hanya aplikasi pencatat segala jadwal perjalanan secara manual. Namun kini, TripIt berubah menjadi personal assistant yang siap menemani kamu saat pelesiran.

Itinerary yang sudah kamu buat akan diatur ke dalam jadwal khusus, lengkap dengan detail moda transportasi guna memudahkan perjalanan hingga sampai ke lokasi tujuan. TripIt juga dapat menyinkronisasikan jadwal yang telah dibuat dengan berbagai aplikasi yang ada di dalam smartphone. Hal tersebut akan memudahkan perjalanan karena kamu bisa mengecek segala macam hal di berbagai aplikasi yang terhubung dengan TripIt. (EP)

KIN Fresh Milk Persembahkan Susu Segar Hasil Sapi A2

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Susu sapi semua orang sudah tahu. Cairan bergizi berwarna putih ini, ternyata tidak semua orang mengkonsumsinya dengan berbagai alasan dan asumsi. Buktinya, data Kementerian Pertanian tahun 2016, konsumsi susu di Indonesia saat ini masih sangat rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya.

Sebagian orang melewatkan manfaat dari susu sapi segar karena merasa mual, menimbulkan diare, tambah gendut atau karena alergi dan berbagai faktor lainnya diantaranya masalah ekonomi. Padahal, manfaat susu sangat penting untuk pemenuhan nutrisi. Susu mengandung nutrisi lengkap terdiri protein, lemak, dan karbohidrat sebagai sumber energi, mineral, serta vitamin untuk mendukung fungsi tubuh.

“Gejala mual, kembung, diare setelah mengonsumi susu terjadi karena kandungan protein beta casein A1 dalam susu bereaksi dengan protein pencernaan lainnya di dalam tubuh, sehingga memicu gejala yang menyerupai intoleransi terhadap laktosa, seperti ketidaknyamanan perut, flatulensi (akumulasi gas berlebih dalam perut dari usus besar), kembung, dan diare yang terjadi setelah mengonsumsi produk susu,” papar pakar gizi, Rizal Alaydrus

Untungnya, lanjut dia, kemajuan penelitian dan teknologi banyak menghadirkan terobosan, memberikan kebaikan bagi kehidupan manusia. Bahkan pengembangan industri susu sapi perah telah menemukan sapi jenis A2, dipercaya menghasilkan susu lebih baik bagi tubuh manusia.

Susu sapi, menurut Rizal, umumnya memiliki kandungan protein A1 dan protein A2 dengan rasio 40% dan 60%. Awalnya sapi di seluruh dunia hanya menghasilkan protein A2 saja, seiring berjalannya waktu dan adanya mutasi genetik. Bahkan, kini semakin banyak sapi yang menghasilkan susu dengan kandungan protein A1.

“Sapi A2 didapat dari proses seleksi alami dengan melalui seleksi tes DNA, tanpa rekayasa genetik. Dan saat ini, susu A2 tengah mendapat perhatian dari dunia kesehatan karena potensinya dalam menjadikan susu sapi lebih baik dari segi nutrisi maupun dari segi toleransi oleh sistem pencernaan,” tambahnya.

Susu yang hanyamengandung protein A2, dipercaya lebih mudah dicerna oleh tubuh dan nutrisinya lebih mudah diserap. Sapi A2 didapat dari proses seleksi alami dengan melalui seleksi tes DNA, tanpa rekayasa genetik, lontarnya.

Salah satu pemain industri susu, PT ABC Kogen Dairy, berupaya setiap orang bisa mendapatkan nutrisi terbaik dari alam. Karena itu, PT ABC Kogen Dairy mempersembahkan terobosan baru lewat KIN Fresh Milk, susu segar dari sapi A2.

“Bahkan untuk menjamin kualitas susu yang dihasilkan, peternakan yang dikelola PT ABC Kogen Dairy hanya memelihara jenis sapi A2, yang menghasilkan susu dengan kandungan protein A2 saja. Seluruh sapi di peternakan KIN menjalani proses pemeriksaan ketat, mulai kualitas kesehatan, kondisi hidup, hingga pemeriksaan DNA untuk memastikan susu yang dihasilkan tidak mengandung protein A1,” papar Marketing Manager KIN Fresh Milk, Anton Budiharjo dalam keterangannya, Kamis (20/09/2018).

Diakui, sebagian orang banyak mengalami reaksi pada tubuhnya sesaat setelah mengonsumsi susu dan menganggap hal itu adalah normal. Padahal, reaksi yang dirasakan diantaranya rasa tidak nyaman di perut seperti rasa kembung, eneg, bahkan mulas. Seharusnya minum susu sama seperti kita mengonsumsi minuman lain yang tidak menimbulkan respon di perut.

“Banyak orang menduga hal ini disebabkan karena mereka lactose intolerant, padahal bisa jadi karena tubuhnya tidak dapat mencerna protein A1 yang terdapat dalam susu.” ungkap Anton.

Brand Manager KIN Fresh Milk Tiffany Pratiwi Suwandi menambahkan KIN Fresh Milk merupakan produk susu segar pertama di Indonesia yang berasal dari sapi A2 dan hadir sebagai pilihan yang lebih baik bagi konsumen, karena tidak menimbulkan rasa eneg atau kembung akibat minum susu.

“Susu dari sapi A2 ini adalah 100% susu segar, tanpa ada yang ditambahkan atau dikurangi pada kandungannya. KIN Fresh Milk hanya mengandung protein A2 yang lebih bersahabat untuk perut, sehingga lebih mudah dicerna dan diserap dalam tubuh,” jelasnya serius

KIN Fresh Milk hadir dalam 3 rasa favorit, yaitu Full Cream, Chocolate, dan Coffee. KIN Fresh Milk juga merupakan satu-satunya produk susu yang dikemas dalam botol dengan UVlight barrier untuk menjamin kualitas produk tanpa bahan pengawet. Bahkan, Kin Fresh Milk – Susu Berkelas dari sapi teratas

“Dengan ragam rasa Kin Fresh Milk yang tersedia, konsumen memiliki kebebasan untuk menikmati manfaat murni dari susu sapi segar tanpa khawatir akan timbulnya rasa eneg atau kembung. Kin Fresh Milk juga hadir sebagai pilihan yang lebih sehat bagi para penggemar susu dan aman untuk dikonsumsi anak usia 2 tahun ke atas,” papar Tiffany. (endy)

Patih Indo dan BMI Tawarkan One Stop Service Pelayanan Umroh

this formate

SERPONG, Tangsel, bisniswisata.co.id: PT Patih Indo Tours & Haji Umroh menggandeng PT Badir Matahari International ( BMI) Travel  sebagai land arrangement Umroh dan Haji untuk menawarkan program Umoh Amanah selama 9 hari dari Jakarta, kata DR Rusmiati S si, Msi, hari ini.

“Selama ini travel yang memiliki izin penyelenggaraan haji dan umroh menggandeng mitra kerja secara terpisah bahkan dengan perusahaan berbeda-beda mulai untuk hotel, transportasi, catering dan lainnya?” jelasnya.

Namun kini semua kebutuhan jemaah bisa dilayani oleh BMI Travel yang memberikan one stop service bagi travel agent di Indonesia untuk mengurus jemaahnya beribadah selama di tanah suci.

Kini, kata Rusmiati, BMI Travel hadir di Jakarta, Indonesia bermitra dengan pihaknya sebagai perusahaan wholesale yang bergerak dalam penyediaan akomodasi jamaah Umroh selama di Madinah dan Makkah, seperti LA Umroh, Aplikasi Visa, Reservasi Hotel Reservasi,  perusahaan transportasi dengan 14.000 Hafil bis dan mobil-mobil mewah untuk transportasi personal serta bisnis catering.

“Kalau selama ini kita harus melakukan telpon jarak jauh dengan mitra, melakukan perjanjian, pembayaran dengan perusahaan di Jeddah atau di Mekkah, maka sekarang semuanya dapat dilakukan dengan BMI Jakarta. Tidak ada perbedaan waktu dan hambatan masalah bahasa, ” tambahnya.

Hasilnya adalah produk umroh Amanah yang terdiri dari Paket Bismillah dan Paket Alhamdulilah dengan harga mulai Rp 21,9 juta sekamar ber empat, Rp 22.4 juta sekamar bertiga atau harga Rp 23,6 juta untuk satu kamar berdua di hotel mewah.

“Untuk kedua paket initersedia tanggal 23 Oktobet dan 2 November 2018 dengan pesawat Garuda Indonesia maupun Saudia. Harga tidak tetmasuk biaya perlengkapan umroh, biaya pembuatan paspor, buku kuning/ suntik vaksin, Surat Mahram dan biaya visa,” kata Rusmiati.

M Saleh Afzal, Presdir BMI Travel mengatakan perusahaan induknya di Jeddah, Saudi Arabia adalah Badir Global Business Development.Co, merupakan perusahaan yang sudah beroperasi selama 112 tahun sehingga masyarakat Indonesia bisa paham bahwa BMI adalah usaha yang berkelanjutan.

“Setelah kasus First Travel dan Abu Tours, masyarakat Indonesia memang harus berhati-hati dalam memilih penyelenggara Haji dan Umroh serta jangan tertipu dengan harga murah,” kata M. Saleh Afzal.

Konsumen harus memahami bahwa untuk penyelenggaraan umroh maka komponen pertama saja yaitu tiket pesawat PP sudah mencapai Rp 13 juta-15 juta/orang tergatung pesawat yang digunakan.  Untuk akomodasi 8 hari, transportasi lokal, catering, visa juga biaya termurah sudah lebih dari Rp 6-7 juta.

“Jadi masyarakat harus curiga dengan harga murah apalagi jika tidak ada kepastian tanggal berangkat dan akomodasinya dimana,” tambah Saleh.

Jadi itulah sebabnya Pemerintah Indonesia menetapkan untuk umroh biayanya tidak boleh kurang dari Rp 20 juta/orang. Tahun lalu sedikitnya 1 juta orang Indonesia berangkat umroh.

Menurut dia, karena kuota haji yang terbatas maka potensi peningkatan jamaah umroh akan terus meningkat. kepercayaan yang tinggi sangat dibutuhkan sehingga BMI membuka peluang kerjasama dengan berbagai organisasi penyelenggara Umroh dan Haji, berbagai organisasi seperti Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia ( APPSINDO ) dan asosiasi profesi lainnya.

“Konsep kerjasamanya dengan APPSINDO misalnya, organisasi menginformasikan kepada seluruh anggotanya di tanah air dan kami memberikan diskon sehingga organisasi dapat mengumpulkan uang untuk membiayai aktivitasnya,”

Di samping itu pihaknya juga bisa menggandeng perbankan untuk membiayai perjalanan umroh dengan cicilan 12, 24 dan 36 bulan atau sekitar Rp 548 ribu/ bulan. Besarnya cicilan tergantung juga uang muka ( DP) yang diserahkan antara Rp 2-5 juta yang disediakan oleh Bank DKI Syariah Cabang Serpong untuk kerjasama dengan APPSINDO, misalnya.

One stop service menjadi unggulan kami karena itu berikanlah kepastian, keamanan dan kenyamanan bagi para jamaah sehingga usaha kita berkah, tandas M Saleh Afzal.

 

 

ASITA Jakarta Travel Mart ( AJTM) 2018 Moment Kebangkitan Pariwisata Lombok

this formate

Hasiyanna bersama Ketua Panitia AJTM membuka acara di Hotel Holiday Inn, Kemayoran

JAKARTA, bisniswisata.co.id: ASITA Jakarta Travel Mart ( AJTM) ke 3 sukses mempertemukan 132 seller ( penjual) dalam dan luar negri dengan sedikitnya 200 buyer produk wisata Indonesia. Bursa wisata B to B ini juga sekaligus menjadi momentum pemulihan pariwisata Lombok, kata Hasiyanna S. Ashadi, Ketua ASITA Jakarta, hari ini.

“AJTM kali ini juga kami jadikan momentum untuk mendukung program NTB Bangkit yang diinisiasi Kementrian Pariwisata dengan mensponsori 14 industri pariwisata NTB untuk berjualan di bursa wisata ini, tambahnya.

Seperti diketahui gempa beruntun yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat ( NTB) telah membuat destinasi wisata halal ini dalam dua bulan terakhir di tinggalkan wisatawan mancanegara maupun nusantara.

“Kehadiran teman-teman industri wisata Lombok  di AJTM tepat karena tour operator di ibukota Jakarta dapat membantu pasarkan paket-paket wisata unggulan sehingga wisman dapat kembali hadir berwisata di Lombok, NTB,”

Suasana pertemuan seller dan buyer di Hotel Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta

Menurut Hasiyanna, masih banyak wilayah tidak terkena dampak gempa yang terjadi di bagian Lombok Timur. Banyak tempat di daerah lainnya aman di kunjungi wisatawan seperti kawasan Mandalika? Lombok Tengah.

Oleh karena itu dengan kehadiran rekan-rekan industri dari NTB maka mereka bisa menjelaskan langsung mana wilayah yang aman, apa saja kebutuhan yang harus diprioritaskan agar industri pariwisata bisa bangkit kembali.

“ Pengalaman saat terjadi Bom Bali 1 dan II , kalangan industri pariwisata kompak untuk memulihkan kunjungan wisatawan baik dari dalam dan luar negri. Ingat nggak saat kami membuat kegiatan 1000 Langkah ke Bali ? ,”

Program seperti itu dihidupkan untuk Lombok.  Oleh karena itu pada AJTM ke 3 ini pihaknya menggali langsung semua informasi untuk kebangkitan pariwisata Lombok dan serentak memprioritaskan penjualan paket wisata ke sana, tambah Hasiyanna.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga telah menyurati semua instansi pemerintah untuk segera mengadakan kegiatan Meeting, Incentive, Conference & Exhibition ( MICE)  di Lombok dan Sumbawa sehingga wisatawan nusantara akan tetap terus mengalir datang.

Lombok, NTB, sebagai destinasi wisata halal sudah mendunia, kata Hasiyanna, oleh karena itu ketidakhadiran wisatawan dalam dan luar negri sangat berdampak pada perekonomian daerah. Masyarakat Lombok harus bangkit dari keterpurukan.

“Kami menyemangati 14 industri pariwisata Lombok yang hadir di AJTM karena sudah 2 bulan tidak ada tamu. Mereka tinggal menyesuaikan paket yang bisa dijual oleh anggota Asita Jakarta pada mitra-mitra langsungnya di luar negri,’  tegasnya.









 

 

 

Demi Melancong, Traveler Indonesia Anggarkan Rp 10 Juta per Tahun

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Hasil survei terbaru dari Amadeus menyebutkan traveler Indonesia, khususnya kalangan Gen Z (72%) mengalokasikan dana sekitar RP 10 juta per tahun untuk melancong baik ke dalam negeri maupun luar negeri. Dan hanya 20% yang mengalokasikan bujet kisaran Rp 10 juta- 20 juta per tahun.

Untuk kalangan millenial atau Generasi Y (39% responden) menyediakan anggaran wisata per tahunnya kurang dari Rp 10 juta. Dan, 32% dari mereka menganggarkan Rp 10 juta- 20 juta per tahun untuk liburan.

Selain itu, sebanyak 27% responden dari Generasi X mengalokasikan dana liburan Rp 10 juta- 20 juta per tahun dan 24% menyediakan dana kurang dari Rp 10 juta per tahun. Secara umum, 49% traveler Indonesia menyediakan kurang dari Rp 10 juta per tahun dan 28% mengalokasikan Rp 10 juta- 20 juta per tahun untuk liburan.

“Terkait dengan perilaku milenial dalam hal travelling. Pertama, adalah masalah aspirasi. Tentunya ini merupakan tantangan buat brand untuk memahami keinginan mereka bahkan sebelum konsumen tahu bahwa mereka butuh,” papar Vice President Corporate Marketing and Communications Asia Pacific Amadeus Karun Budhraja dalam keterangan tertulis, Rabu (19/09/2018).

Kedua, ;anjut dia, milenial merupakan generasi yang berlomba-lomba mencari pengalaman. Baik dalam bentuk digital dan konvensional. Sebelum melakukan travelling, milenial ini mencari dan mendapatkan inspirasi dari rekanan terdekat mereka.

“Setelah itu mereka akan mendengarkan pendapat dari digital reviewers dan platform travel seperti Agoda dan TripAdvisor. Milenial ini ketika travelling selalu ingin terhubung dengan internet,” ungkap Karun.

Dilanjutkan, sebanyak 54% milenial di Asia Pasifik tetap terhubung dengan internet selama liburan. Sekitar 52% terhubung untuk bisa mengakses peta dan lokasi. 49% terhubung agar bisa memberikan informasi kepada rekanan bahwa mereka aman selama berlibur. “Ini peluang baru bagi pelaku pariwisata seperti hotel atau provider seluler. Bisa hadirkan Wi-Fi gratis dan kartu perdana dengan fitur khusus,”.

Milenial ini ingin mendapatkan rekomendasi terkait travelling berdasarkan sumber yang tepat. Data dari Amadeus mencatat sebanyak 31% menyukai promosi dari email, 23% dari media sosial, dab 20% dari travel apps. “Saat ini milenial bukan soal berkunjung saja. Mereka menekankan pentingnya sebuah pengalaman yang nyata ketika berliburan,” lontarnya.

VP Commercial Dwidayatour Hendriyapto menambahkan wisata kapal pesiar ternyata merupakan liburan impian traveler Indonesia. Data dari menyebutkan sebanyak 52% responden menyatakan ingin menikmati liburan di samudra dengan kapal pesiar. Dan sebanyak 90% responden menyatakan belum pernah naik kapal pesiar.

Yang menarik, pilihan liburan ini ternyata menndominasi semua kelompok usia, baik Gen X, Y, dan Z. Alternatif lain yang diiinginkan adalah liburan dengan paket tur ke suatu negara (24%) dan menginap di hotel unik dengan pemandangan alam (10%).

Liburan dengan kapal pesiar sedang menarik perhatian traveler Indonesia. Mereka ingin menikmati liburan dan atraksi-atraksi menarik di tengah samudra, dan merasakan pengalaman baru yang jarang ditemukan saat berwisata di daratan, lanjutnya.

Terbukti, sebanyak 79% responden menyatakan alasan mereka belum pernah menikmati kapal pesiar adalah faktor harga relatif mahal. Tapi dengan alasan ingin menikmati pengalaman berbeda (71%), mereka tetap memimpikan liburan dengan kapal pesiar ini, ucapnya

Memang kapal pesiar menawarkan sensasi berbeda dengan menawarkan kunjungan ke lokasi atau pulau-pulau baru, serta atraksi-atraksi menarik di atas kapal dan di darat. Selain menikmati pemandangan samudra luas, wisatawan juga dapat menikmati pemandangan angkasa berbintang dari tengah laut dengan keindahan tak tertandingi.

Pengalaman yang sulit dilupakan oleh anak, remaja bahkan orang tua juga dapat dinikmati di atas kapal pesiar, karena tersaji hiburan serta aktivitas yang beragam. Inilah yang membuat liburan gaya ini semakin diminati para traveler.

Destinasi Eropa (Mediterania/Non Mediterania) menjadi favorit traveler Indonesia (27%). Selain destinasi tersebut, Generasi Z ternyata juga sangat berminat mengunjungi Jepang, Korea dan Hong Kong dengan kapal pesiar. Generasi ini juga lebih menyukai liburan dengan kapal pesiar selama 6-8 hari (40%). Sementara Generasi X (47%) dan Y (44%) lebih memilih 3 hingga 5 hari.

Bagi Generasi Z, internet merupakan fasilitas utama yang paling diharapkan eksis dalam kapal pesiar (77%). Selain itu, fasilitas lain yang diminati adalah pool & jacuzzi serta suite & balcony cabins. Ketiganya juga menjadi fasilitas yang diharapkan oleh Generasi X dan Y, dengan urutan prioritas yaitu suite & balcony cabins, akses internet serta pool & jacuzzi.

Untuk mempersiapkan rencana liburan dengan kapal pesiar, traveler Indonesia ternyata membutuhkan waktu 4-6 bulan (25%). Dan 21% mengaku mempersiapkan diri sejak 1-3 bulan sebelumnya. Mereka berniat akan berwisata dengan keluarga (49%) dan pasangan (29%).

Bahkan Generasi Z yang ingin berlibur di kapal pesiar bersama keluarga juga mendominasi (48%). Berapa besar bujet yang dianggarkan untuk naik kapal pesiar? 54% Responden menyatakan menyiapkan anggara kurang dari Rp 10 juta, dan 30% mengaku mempersiapkan anggara antara Rp 10 juta- 20 juta. (redaksibisniswisata@gmail.com)