2020, 5 Desa Wisata Jadi Destinasi Baru Bali

this formate

MANGUPURA, bisniswisata.co.id: Pengembangan lima desa wisata di wilayah Kabupaten Badung, Bali, yaitu Bongkasa Pertiwi, Sangeh, Baha Mengwi, Carangsari dan Pangsan, ditargetkan akan selesai pada tahun 2020 dengan konsep Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) yaitu menyeluruh dan terpola.

“Hingga saat ini tahapan yang telah selesai dilakukan adalah feasibility study yang akan ditidaklanjuti dengan master plan,” ujar Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta seperti dilansir Antara, Sabtu (17/11/2018).

Dilanjutkan, untuk DED dan konsep pengembangannya, telah dibuatkan oleh masing-masing desa wisata melalui Kelompok Sadar Wisata yang nantinya akan masuk ke Badan Usaha Milik Desa yang diformat melalui dana hibah.

“Melalui dana hibah ini dapat melakukan kegiatan sendiri dengan memanfaatkan potensi yang ada, baik tukang maupun bahan-bahan yang dipakai harus dibeli dari desa itu sendiri,” katanya.

Dengan begitu, menurut Giri Prasta, perputaran ekonomi dapat berjalan dan dapat memanfaatkan potensi yang ada di masing-masing desa. Selain itu, pembangunan lima desa wisata juga disesuaikan dengan potensi yang ada dan dengan adat, agama, tradisi, seni dan budaya setempat.

Diharapkan, program pengembangan desa wisata di Badung harus benar-benar terwujud dan jangan hanya sebatas wacana. Pihaknya juga ingin, desa di Badung menjadi desa yang membangun, bukan membangun desa. “Ketika desa membangun, peluang kerja dan potensi yang ada di desa itu sendiri akan dinikmati oleh masyarakat sebagai tuan di rumahnya sendiri,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Made Badra, mengatakan, konsep desa wisata itu terintegrasi secara menyeluruh dengan dilaksanakannya feasibility study. “Selain lima desa ini, wilayah Badung Utara juga memiliki 17 desa yang berpotensi untuk diwujudkan menjadi desa wisata. Guna menarik wisatawan ke Badung Utara, kami juga telah berencana menyiapkan wisata kereta gantung yang akan menjadi ikon baru di Badung utara,” ujarnya.

Terwujudnya desa wisata itu, sambung dia, akan mendukung keberadaan kereta gantung yang dapat menghidupkan pariwisata di Badung Utara. Menururnya, nantinya atraksi-atraksi yang ada di masing-masing desa wisata tidak harus sama, karena dengan berbedanya atraksi dan tampilan dapat menjadi roh dari desa wisata tersebut.

#. Desa Wisata Bongkasa Pertiwi

Sebagian besar penduduk sebagai petani dan peruntukkan lahan utamanya berupa pertanian padi lahan basah. Desa Bongkasa Pertiwi juga di lewati Sungai Ayung, salah satu sungai tertua dan terpanjang di Bali. Sungai ini untuk pertanian, perkebunan dan peternakan. Selain aktivitas bertanam dan peternakan menjadikan Bongkasa Pertiwi memiliki sajian landscape menarik bagi wisatawan.

Ada wisata alam dan wisata buatan dikembangkan. Juga kegiatan ritual keagamaan di areal sawah dan Pura Khayangan Tiga menjadi daya tarik tersendiri. Dari sisi arsitektur Pura dan rumah tradisional Bali menjadi simbol budaya. Bahkan ada kerajinan perak. Selain itu wisata buatan yang memacu adrenalin dapat dijumpai pada obyek wisata swing, arung jeram, paintball dan ATV (All Terrain vehicles).

#. Desa Wisata Sangeh

Desa wisata ini memiliki kawasan Taman Mumbul atau yang biasa dikenal dengan tempat panglukatan pancoran solas dan kolam besar yang disucikan. Sudah banyak wisatawang asing yang mengunjungi taman Umbul ini. Objek wisata lain di Sangeh dengan monyet berkeliaran bebas. Di tengah hutan ada pula sebuah pura yang bernama Pura Bukit Sari. Pura ini dibangun oleh Kerajaan Mengwi.

Daya tarik lainnya, ada hutan masih alami, tertata rapi dan cukup luas dan dianggap suci warga setempat. Hutan lindung seluas 14 Hektar dan tinggi pohon-pohonnya mencapai 50 meter. Hutan Sangeh ini terkenal tumbuhan pala (dipterrocarpustrinervis) yang usianya sudah cukup tua, dari 100 hingga 300 tahun.

#. Desa wisata Baha Mengwi

Desa ini sarat nilai kesejarahan Bali karena dulunya merupakan basis para pejuang kemerdekaan Bali. Selain itu, sangat kental budaya dan adat istiadat masyarakat Bali. Bahkan keindahan alami khas pedesaan yang dapat dinikmati juga disuguhi indahnya bangunan-bangunan dengan arsitektur tradisional khas Bali.

Bukan itu saja, penduduk Desa Baha memiliki keterampilan sebagai pengrajin ukir-ukiran, pengrajin anyaman, berbagai industri rumah tangga serta sering kali diadakan upacara keagamaan di desa ini. Tak hanya itu, juga melahirkan seniman legong. Penduduk Desa Baha mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dengan menggarap lahan persawahan mereka. Sistem pertanian di desa ini menerapkan sistem pengairan Subak dengan pengaturan irigasi sehingga sawah tidak mengalami kekeringan.

#. Desa Wisata Carangsari

Desa wisata ini kaya akan atraksi wisata mulai naik gajah, rafting, bersepeda, trekking lintas alam boleh juga belajar mengolah coklat atau olahan dapur khas Carangsari. Tak cukup waktu sehari atau dua hari menikmati desa wisata Carangsari, Anda ditawarkan ‘’pengalaman keseharian masyrakat Bali di Carangsari’’ dengan tinggal, menginap di rumah penduduk. Di desa ini tak cuma belajar sejarah perjuangan pahlawan I Gusti Ngurah Rai, tetapi menikmati Balinese experience ala Carangsari.

Desa agraris seluas 885 Ha. pada bagian utara berbatasan dengan Desa Getasan, bagian selatan berbatasan dengan Desa Sangeh, bagian barat berbatasan dengan Sungai Penet dan pada bagian sebelah timur berbatasan dengan Sungai Ayung. Posisi strategis dan memiliki kekayaan alam yang mumpuni sebagai asset kepariwisataan. Wajar jika kemudian dikembangkan menjadi desa wisata berbasis konservasi berkelanjutan.

#. Desa Wisata Pangsan
Keunikan desa wisata ini setiap jengkal memiliki adat, tradisi dan budayanyaa sendiri. Desa wisata ini dapat melihat, mempelajari, ikut merasakan bagaimana masyarakat melaksanakan upacara. Upacara Ngenar atau menanak bubur yang dilaksanakan oleh anak-anak yang masih berusia 9 sampai 10 tahun di Pura Puseh Pingit.

Juga ada upacara Dahe Teruna, berupa tata upakara membuat lawar, base-base, ngias, dan lain-lainnya yang dilakukan oleh laki-laki. Sementara remaja perempuan mengolah aneka sayur Sad Rasa yang digunakan untuk upacara Lampadan. Ada tradisi Nyerahane Saye, berupa upacara serah terima petugas pembantu kelihan, yang dilaksanakan di pura Puseh Pingit, dilengkapi dengan upacara Malang – yaitu tatacara merebus ayam dengan bumbu kelapa parut, rajangan bumbu genep, plus gula Bali. Tradisi Urak Tradisi serah terima beragam bumbu di Pura Pucak Manik dan Pempatan Desa (Catus Patha Desa) oleh sejumlah anggota masyarakat (pengayah/keluarga) yang ditetapkan secara bergilir setiap hari. (EP)

Mengisi Akhir Pekan di Menara 165, Menjawab Tiga Pertanyaan Dasar Umat  

this formate

Ary Ginanjar bersama peserta dari luar negri, Emad dari AS dan Ruud dari Belanda. ( foto ESQ Media).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sedikitnya 700  peserta mengikuti training ESQ 165 New Chapter selama tiga hari dari 16-18 November 2018 yang dipimpin langsung oleh DR HC Ginanjar Agustian di Granada Ballroom, Menara 165, hari ini

“ Alhamdulilah peserta datang dari berbagai instansi pemerintah dan perusahaan swasta maupun perorangan. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan juga ada dari Singapura, Kuala Lumpur dan Amerika Serikat,” kata Ary Ginanjar.

ESQ Training adalah sebuah latihan kepimpinan dan pembinaan Sumber Daya Manusia ( SDM) yang mengintegrasikan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual melalui 1 ihsan, 6 prinsip iman dan 5 prinsip Islam. Oleh karena itu gedung menjulang tinggi dengan lafadh Allah di atas puncaknya  dinamakan Menara 165.

Dengan jumlah alumni mencapai 1.617.239 orang yang tersebar di seluruh Indonesia dan mancanegara, pihaknya memiliki visi Indonesia Emas 1 yaitu berkontribusi pada negara dengan membangun SDM Indonesia yang  berkarakter pada 2020.

Training ESQ New Chapter ini bertujuan untuk mencapai visi mulia dari lembaga ESQ Leadership Center, yaitu mewujudkan Indonesia Emas 2020 itu dimana kelak diharapkan Indonesia memiliki karakter yang mulia, karakter tangguh yang akan membuat Indonesia menjadi sejahtera.

Melalui visi Indonesia Emas 2020 maka diharapkan kelak masyarakat Indonesia akan menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan, melalui 7 budi utama ESQ yaitu Jujur,Tanggung jawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama,Adil dan Peduli.

“Budi utama akan menjadi karakter bangsa ini sehingga kita menjadi bangsa  yang hebat, disegani dan diperhitungkan oleh bangsa lain. Akan terwujud Indonesia yang lebih baik dan sejahtera,’ kata Ary Ginanjar,  pendiri ESQ Leadership Center, pencipta dan penyelenggara beragam modul training ini.

Menurut dia , Budi utama akan menjadi ciri khas atau karakter dari masyarakat sehingga jika visi  Indonesia berkarakter pada tahun 2020 terwujud maka selanjutnya Indonesia menjadi negara sejahtera pada tahun 2030 dan Indonesia Adidaya pada tahun 2045

“Inshaa Allah visi Indonesia Emas pada tahun 2020, 2030 dan 2045 itu akan tercapai dan lewat training kami membimbing peserta untuk tidak terjebak rutinitas tapi mampu  menjawab pertanyaan Siapa Saya ?, Dimana Saya ? Mau kemana Saya?.” jelasnya.

Jika seorang umat dari agama apapun sudah memiliki jawaban dan kesadaran maka bisa menjadi pribadi yang lebih baik yaitu mental yang ajeg, hati yang puas dan tahu bagaimana cara mencapai achievment atau cita-cita dalam hidupnya.

Ibunda Prof. Dr. Hj. Aliyah Rasyid Baswedan, M.PD. ibu dari Gubernur DKI Anies Bawesdan bersama Hj. Anna Rohana Rohim, ibunda Ary Ginanjar saat pembukaan training.

 

Renungan 165

Ary dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan pentingnya memahami tuga pertanyaan dasar dan mengajak kita sama-sama Coba mengevaluasi diri kira-kira termasuk golongan yang manakah diri ini ?

“Coba kalau kita sudah punya 6 dan 5,  tapi tanpa 1. Artinya adalah sudah tergolong orang yang  beriman dan sudah melaksanakan shalat, puasa, zakat dan haji, tetapi diri kita tidak “ihsan”, atau tidak indah ahlaknya. Bagaimana kepribadiannya ?,” tanya Ary.

Atau bila Kita sudah melaksanakan yang 5, tapi tanpa 1 dan tanpa 6. Artinya menjadi  seorang yang sudah shalat, puasa, zakat dan haji, melaksanakan rukun Islam, tapi hatinya kosong tidak ada iman, dan tidak ihsan ahlaknya atau tidak indah ahlaknya.

Bisa juga kita sudah memiliki sifat baik ( Ihsan)  tanpa menjalan 6 rukun iman dan 5 rukun Islam. Artinya menjadi orang yang sudah berbuat ihsan atau kebaikan seperti jujur, suka menolong,suka  membantu, tanggung jawab, tetapi tidak punya 6 Rukun Iman di hatinya, dan tidak melaksanakan 5 Rukun Islam.

Bisa jadi kita sudah memiliki 1 dan 6 saja tapi tanpa 5. Yaitu orang yang berbuat baik atau ihsan seperti suka menolong, suka membantu, jujur, tanggung jawab. Dan juga sudah punya 6 rukun iman, akan tapi dia tidak shalat, tidak zakat, tidak puasa, atau tidak melaksanakan Rukun Islam.

Bagaimana kalau sudah punya 1 dan 5, tapi tanpa 6 ?. Yaitu orang yang berbuat baik atau ihsan ahlaknya, sudah juga  melakukan shalat, zakat, puasa, atau Rukun Islam, namun tidak beriman, atau kosong jiwanya ?.

“ Tentunya yang paling merugi adalah golongan umat yang  tidak punya 165
sama sekali. Orang yang tidak ihsan ahlaknya, tidak punya iman, dan tidak pula Islam.. Nah, kita tergolong kelompok yang mana ?, ungkap Ary Ginanjar.

Emad Abdellatif Hamdan, Direktur Saleema Foundation Amerika Serikat.

Lewat training ESQ maka pertanyaan Siapa saya ?, Dimana saya dan Mau kemana saya ? akan terjawab dengan sendirinya. Tidak heran setelah mengikuti training maka sedikitnya ada 12 ciri alumni ESQ  165 yang baik a.l adalah memiliki satu hati

Satu atau menyatu  antara hati, kata dan perbuatan. Hati dan pikirannya bersih dengan ZMP ( Zero Mind Process ) dan senantiasa berzikir. Dalam kehidupannya sehari-hari mampu mengaplikasikan 7 nilai dasar yaitu jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, dan peduli dalam keseharian.

“Untuk  7 dasar Budi Utama ini kalau sudah mampu diaplikasikan dengan baik di lingkungan keluarga hingga ke berbagai perusahaan maka hasilnya akan luar biasa. Itulah sebabnya banyak perusahaan yang sukses terus mengirimkan karyawan agar punya satu cita-cita dan menyamakan gerak langkah untuk mewujudkannya,” kata Ary Ginanjar yang selama 3 hari training dibantu tim trainer.

Ary mengaku tidak terasa kegiatan training ini sudah berjalan selama 18 tahun. Oleh karena itu Training ESQ 165 New Chapter adalah pembaruan dari training ESQ sebelumnya yang telah berusia 16 tahun. Perubahan tersebut antara lain pada desain dan teknologi yang digunakan.
Training ESQ New Chapter ini menggunakan pendekatan teknologi terbaru yang tidak hanya dengan teknologi sistem audio dan visual, tapi juga dengan pendekatan psikologis terbaru.

“Ini karena banyak tantangan yang dihadapi Indonesia masalah narkotika, korupsi, kenakalan remaja, serta prostitusi daring. Ini akibat kita terlalu mengandalkan kecerdasan intelektual, sehingga ada yang dirasa kering yaitu kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual,” ungkapya.

Hasil pelatihan sedikitnya membentuk enam prinsip yang tertanam dalam diri alumni yaitu bersikap teguh, tidak mudah stress dan nampak tenang dan ajeg  karena selalu meletakkan Allah dalam hatinya.

Prinsip lainnya adalah mampu berbuat kebaikan dan suka menolong karena percaya malaikat mencatat perbuatannya. Alumni mampu memimpin dirinya sendiri dan orang lain
dan menjadikan Rasulullah uswatun hasanah.

Ciri lainnya dari alumni ESQ adalah suka belajar dan terus melakukan perbaikan dengan tuntunan Al Qur’an dan Hadist, selalu berupaya maksimal mencapai tujuan dan senantiasa berorintasi jauh ke depan, bahkan hingga “Hari Akhir”.

Hasil pelatihan yang utama adalah memiliki hati yang selalu Ikhlas dalam setiap peran dan hasil sebagai sebuah takdir terbaik dari Allah.  Keraguan, kegelisahan pikiran yang mempengaruhi aktivitas kehidupannya selama ini hilang seiring mampunya menjawab pertanyaan dasar Siapa Saya ?, Dimana Saya?, Mau Kemana Saya ?.

Dalam aktivitas sehari-hari mereka selalu semangat dan pantang menyerah dijiwai oleh syahadat, terus berlatih meningkatkan karakter positif yang dibentuk oleh shalat serta terus berupaya membuang karakter negatif yang dilatih oleh kebiasaan berpuasa.

Para alumni juga terus berlatih mengeluarkan potensi positif dan senantiasa berbagi,karena
dibentuk oleh zakat. Mereka menjadi individu yang bisa mengeluarkan seluruh potensinya untuk kebaikan dan kemajuan ummat-bangsa hasil bentukan prinsip Haji. 

Pandangan Alumni

Djendri Djusman, pengusaha yang juga calon anggota legislatif dari PDIP mengucapkan kalimat tasbih Subhanallah ( Maha suci Allah) saat ditanya mengapa sebagai alumni rajin datang ke acara training

“ ESQ Leadership Center Ini adalah lembaga yang saya pikir serius banget dalam memperjuangkan Pembangunan Kharakter Bangsa Indonesia, kata pria berdarah Sumatra Barat yang besar di Amerika Serikat.

Sebagai lembaga pelatihan SDM, ESQ tidak tanggung-tanggung karena semuanya lengkap mulai dari materinya, trainernya, ada gedungnya yaitu  Menara I65 di kawasan prestisius Jl. TB Simatupang,Jakarta dan ada organisasi alumni yaitu Forum Komunikasi Alumni ( FKA ESQ), tambahnya.

“Pokoknya Keren abis. Kini seluruh anggota keluarga dan karyawan sudah mendapatkan training ESQ karena jenis training banyak sekali mulai dari kebutuhan anak, wanita, orangtua, manajemen hingga ESQ New Chapter ini,” kata Djendi Djusman.

Djendri Djusman, salah satu alumn training ESQ

Kalimat tasbih “Masya Allah” kekaguman pada Alkah SWT diucapkan oleh peserta bule asal Amerika yang mengikuti Training ESQ New Chapter. Dia adalah Emad Abdellatif Hamdan, Direktur Saleema Foundation Amerika Serikat.

Pria berdarah Palestina yang besar di Amerika tersebut baru mengikuti rangkaian pembukaan di hari pertama training  dan himbauan Ary Ginanjar untuk sukses mengikuti yaitu fokus, enjoy dan bahagia dalam menjalani training langsung diterapkannya.

“Masya Allah baru kali ini ada training seperti ini di dunia dan saya menjadi bagian di dalamnya. Tidak sepenuhnya ucapan pak Ary bisa saya mengerti  tetapi takbir dan Alfatihah yang berkali-kali diucapkan berjamaah dan surat-surat Alquran yang ditunjukkan di layar multi media membuat saya paham Allah Maha Besar,” ujarnya dalam bahasa Inggris.

Sebagai Direktur Saleema Foundation yang berpusat di Amerika Serikat. Emad sudah dua tahun berada di Indonesia dan beristirikan Uci, salah satu alumni ESQ sejak 2005. Oleh karena itu Emad yang kini berusia 51 tahun fokus mengikuti training selama tiga hari bersama para karyawannya juga.

“Jutaan anak di Indonesia, mulai dari bayi hingga remaja, telah kehilangan satu atau kedua orang tuanya. Proyek kami mensponsori anak yatim dan panti asuhan, dan membantu komunitas mengangkat diri mereka keluar dari kemiskinan,” ungkap Emad sedikit mengungkap aktivitasnya di Indonesia.

Ibunda Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Prof. Dr. Hj. Aliyah Rasyid Baswedan, M.PD hadir dalam gelaran training ESQ New Chapter. Aliyah yang hadir dalam acara pembukaan tersebut menyatakan mereka yang ikut training akan paham bagaimana menjawab pertanyaan dasar hidup.

Sebelum memimpin training, Ary Ginanjar turun dari panggung dan mencium tangan dosen dan guru besar emeritus Universitas Negeri Yogyakarta yang aktif di berbagai kegiatan sosial, agama dan kemasyarakatan di DIY ini.

Ary juga mencium tangan ibundanya tercinta Hj Anna Rohana Rohim yang duduk bersebelahan dengan Aliyah Rasyid. Kesantunan pak Ary kepada kedua tokoh wanita ini menjadi panutan yang nyata tentunya.

Experience menjadi kata kunci untuk duduk dalam ruangan training selama tiga hari. Menikmati langsung dan pro aktif berperan serta dalam setiap urutan training makanya dari awal kami minta peserta fokus, enjoy dan bahagia sehingga dapat menerima materi yang diberikan,” kata Ary Ginanjar.

Bahasa hati yang bersifat universal adalah bahasa yang selalu dipakai di dalam training ESQ karena ketika kita bicara dengan ” bahasa ” yang sama sehingga  siapapun akan menerima, kata Ary Ginanjar.
.
Bahasa hati ini tidaklah mengenal perbedaan karena kita diciptakan oleh Tuhan yang satu, Tuhan yang telah menciptakan fitrah hati yang sama meskipun kita berbeda suku, berbeda bangsa dan berbeda agama sehingga training ini akan terus berjalan dan menjadikan SDM Indonesia berkarakter. 

 

Pulau Maspari, Obyek Wisata Baru Sumsel Kurang Perhatian

this formate

PALEMBANG, bisniswisata.co.id: Sumatra Selatan (Sumsel) berencana menggarap sektor pariwisata dari pulau terluar provinsi itu, yakni Pulau Maspari seiring potensi yang dimiliki pulau tersebut. Pulau Maspari yang terletak di pantai timur Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sangat potensial untuk dijadikan destinasi wisata bahari baru di Sumsel.

“Ini sebenarnya potensial sekali, di Sumsel kan tidak ada laut. Kalaupun ada laut tapi lumpur nah di laut ini pasirnya putih. Saya yakin kalau ini dikelola wisatawan akan senang sekali datang ke sini,” kata Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya dalam keterangan pers, Jumat (16/11/2018).

Dilanjutkan, hanya saja selama ini pulau Maspari kurang diperhatikan, sehingga potensi yang ada menjadi tidak maksimal. “Kami rencanakan mulai 2019 akan mengembangkan wisata di pulau ini,” katanya saat meninjau Pulau Maspari.

Dari hasil tinjauannya, ternyata Pulau Maspari memerlukan beberapa pembenahan dan pengelolaan yang lebih maksimal agar ke depan menjadi salah satu objek wisata andalan di Sumsel. “Akan kita kelola menjadi wisata tetapi kita tetap utamakan untuk pembenihan seperti udang, kakap, dan ikan-ikan laut lainnya dulu. Sehingga nanti dengan sendirinya wisata akan datang,” katanya.

Camat Tulung Selapan Djamik Djauhari siap mendukung rencana Pemprov Sumsel untuk mengembangkan Pulau Maspari. “Tentu kami senang sekali dengan gagasan wakil gubernu. Kalau ini dikembangkan, warga pasti akan senang karena tak perlu jauh-jauh untuk liburan dan berekreasi,” ujarnya.

Pulau Maspari luasnya sekitar 200 hektare. Dahulunya pulau ini tempat pembibitan udang juga ada tempat penangkaran penyu sebelum dilepas ke laut bebas. Selain memiliki keindahan alam yang sangat alami, eksotik juga ada kawasan batu karang, pasirnya masih putih alami, serta air laut yang sangat jernih.

Pulau ini dapat dicapai dari Palembang gunakan kapal cepat butuh waktu sekitar enam jam. Jika melalui perjalanan darat maka dapat ditempuh dalam waktu tiga jam dari Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) karena hanya berjarak 70 km. Kemudian, setelah perjalanan darat itu dilanjutkan dengan menaiki kapal cepat dengan waktu kurang lebih 15 menit dari Dermaga Selapan. (EP)

Kolam Renang Hotel di Bali Batasi Tamu Main HP

this formate

JIMBARAN, bisniswisata.co.id: Tak sedikit turis yang masih berkutat dengan telepon genggam atau komputer jinjingnya selama berwisata, baik untuk urusan pekerjaan atau urusan media sosial. Padahal liburan yang hakiki ialah melepas penat dari rutinitas sehari-hari, seperti menggunakan handphone atau telepon genggam.

Sudah banyak tempat kongko atau tempat menginap yang memberikan aturan bebas gadget bagi pengunjungnya. Namun kini Ayana Resort & Spa di Jimbaran, Bali, juga mulai melakukannya.

Mengutip laman Lonely Planet, Jumat (16/11/2018), hotel mewah tersebut baru saja meluncurkan kampanye agar tamu meninggalkan pemakaian gadget selama berlibur. Kampanye tersebut diberi nama ‘In the Moment’ dengan maksud mendorong tamu menikmati suasana dan kegiatan berlibur semaksimal mungkin.

Kampanye ‘In the Moment’ memberlakukan peraturan bahwa peralatan elektronik dilarang di area kolam renang River Pool mulai pukul 09.00 sampai 17.00 WITA. Memasuki area River Pool, tamu akan diminta menyimpan telepon genggam dan alat elektronik lainnya di dalam loker yang sudah disediakan.

Selama waktu yang berlaku, tamu penginapan tak bisa berkutat pada sosial media, menerima telfon atau pesan singkat. Sebagai gantinya, permainan klasik seperti catur, kartu atau jenga disediakan untuk tamu. Dengan “keseruan manual” itu tamu diharapkan dapat bersosialisasi dan melupakan rutinitasnya dari barang elektronik.

Sebelumnya juga diberitakan kalau salah satu jaringan hotel dari Amerika Serikat, Wyndham Grand, menerbitkan promosi unik, yakni tamu bisa mendapat fasilitas dan layanan VIP asalkan tak menggunakan barang elektronik yang terhubung dengan internet selama menginap.

Promosi tersebut merupakan hasil kolaborasi hotel dengan Yondr, perusahaan penyedia jasa detoks kecanduan barang elektronik. Cara ikut sertanya cukup mudah, tamu tinggal check-in dan langsung menaruh barang elektronik berinternetnya di boks khusus yang bakal dikunci dan dititipkan kepada petugas lobi.

Fasilitas dan layanannya VIP yang ditawarkan cukup menggiurkan, yakni tamu bisa menikmati paket makan dan minum gratis, area kolam renang eksklusif serta kesempatan mendapatkan voucher menginap gratis. Pihak hotel berharap bahwa promosi ini bisa membuat tamunya lebih menikmati waktu bersantai dan liburan sebenarnya.

Dari data yang disusun mereka tercatat bahwa sebanyak 87 persen tamu hotel sibuk dengan barang elektronik berinternetnya di kolam renang. Saking sibuknya, mereka sampai lupa untuk berenang. Data yang sama juga menunjukkan bahwa setiap orang mengecek telepon genggamnya selama 12 menit dalam satu hari selama liburan. Durasi itu sama dengan durasi ketika mereka sedang bekerja. (EP)

Tarif Masuk Objek Wisata Gianyar Naik 233 %

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali memprediksi akan ada penurunan profit 2% hingga 3% lantaran kenaikan tarif masuk sejumlah objek wisata, seperti di Gianyar yang melakukan kenaikan tarif masuk hingga 233% untuk menyesuaikan dengan potensi ekonomi saat ini.

Objek wisata yang mengalami kenaikan tarif tersebut yakni Tirta Empul, Objek Wisata Peninggalan Warisan Budaya Goa Gajah, Daya Tarik Objek Wisata Peninggalan Warisan Budaya Gunung Kawi Tampaksiring Gunung Kawi Tampak Siring. Juga, Daya Tarik Wisata Peninggalan Warisan Budaya Gunung Kawi Sebatu.

Daya Tarik Wisata Peninggalan Warisan Budaya Yeh Pulu, Daya Tarik Wisata Peninggalan Warisan Budaya Alam Sidan dan Daya Tarik Wisata Peninggalan Warisan Budaya Candi Tebing Tegallinggah naik dengan harga yang sama.

Ketua Asita Bali I Ketut Ardana mengatakan sah-sah saja jika tiket masuk suatu objek wisata mengalami kenaikan. Hanya saja, kenaikan ini terjadi ketika menjelang akhir tahun sedangkan seluruh objek wisata tersebut telah terjual sebelumnya.

Biro perjalanan wisata pun tidak mungkin akan menaikkan tarif menyusul kenaikan biaya masuk sejumlah objek wisata tersebut. “Kontrak kerja dengan anggota dan partner di luar negeri kan biasa berlaku satu tahun dan harga-harga itu [kenaikan tarif] sudah berjalan sekarang,” kata Ardana seperti dilansir laman Bisnis.com, Jumat (16/11/2018).

Dilanjutkan pihak pengelola objek wisata bersama pemerintah daerah seharusnya mensosialisasikan kenaikan tarif tersebut dalam jangka waktu yang lama.

Kepala Dinas Pariwisata Gianyar Anak Agung Bagus Ari Brahmanta mengatakan sejak 2010, objek wisata tersebut tidak melakukan kenaikan tarif. Harga tarif masuk yang baru untuk retribusi objek wisata ini sudah didasarkan pada Peraturan Bupati Gianyar Nomor 129 Tahun 2018 tentang Peninjauan Tarif Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga.

Retribusi tiket masuk di Objek Wisata Tirta Empul untuk wisatawan asing dewasa naik menjadi Rp 50 Ribu per orang dari sebelumnya hanya Rp 15 ribu. Sementara untuk wisatawan asing anak-anak naik menjadi Rp 25 ribu dari sebelumnya Rp 7.500 per anak. Sementara untuk domestik kini naik menjadi Rp 30 ribu untuk dewasa dan Rp 15 ribu untuk anak-anak.

Bupati Gianyar Made Mahayastra mengatakan kenaikan retribusi tiket masuk objek wisata ini tidak hanya di Pura Tirta Empul. Namun sudah berlaku pada tujuh objek wisata yang dikelola Pemkab Gianyar, terhitung mulai Senin (12/11). Kenaikan serentak di tujuh objek wisata sesuai perda yang ditetapkan dulu, termasuk persetujuan yang sudah disetujui oleh DPRD.

Sementara empat objek wisata lainnya, seperti Daya Tarik Wisata Peninggalan Warisan Budaya Gunung Kawi Sebatu, Daya Tarik Wisata Peninggalan Warisan Budaya Yeh Pulu, Daya Tarik Wisata Peninggalan Warisan Budaya Alam Sidan dan Daya Tarik Wisata Peninggalan Warisan Budaya Candi Tebing Tegallinggah naik dengan harga yang sama.

Wisatawan mancanegara (wisman) dewasa Rp 30 ribu per orang, wisatawan domestik (wisdom) dewasa Rp 20 ribu per orang, wisman anak-anak Rp 15 ribu per orang dan wisdom anak-anak domestik Rp 15 ribu.
READ Kini, Gunung Agung Makin Tenang

Mahayastra menegaskan, tujuan dari peningkatan retribusi tiket masuk ini hanya untuk tidak menjual murah objek wisata Kabupaten Gianyar. Apalagi sebelumnya objek wisata di kawasan seni ini yang menawarkan keunikan warisan ribuan tahun hanya ditawarkan dengan harga Rp 15 ribu atau setara satu dolar.

“Sebelumnya dijual murah sekali objek kita, hanya dengan satu dolar atau Rp 15 ribu. Sedangkan Tanah Lot sudah beberapa tahun lalu naik menjadi Rp 75 ribu. Padahal objek wisata kita tidak kalah dengan Tanah Lot,” jelasnya.

Kenaikan retribusi ini. lanjut dia, diharapkan bisa menjadi tambahan anggaran untuk merawat hingga membangun berbagai fasilitas pada objek wisata tersebut. “Menjaga, merawat dan membangun segala fasilitas objek wisata juga memerlukan biaya. Yang terpenting tidak dijual satu dolar,” lontar Bupati.

Memang dibandingkan dengan objek wisata buatan yang kini marak di Kabupaten Gianyar. Objek itu dijual hingga puluhan ribu rupiah per orang. “Mereka itu sudah naik puluhan ribu. Kalau objek wisata kita ini kan buatan ribuan tahun yang lalu, kok dijual murah,” sambungnya. (EP)

Boeing Digugat Akibat Lion Air JT 610 Jatuh

this formate

CHICAGO, bisniswisata.co.id: Jatuhnya Lion Air JT610 di perairan Karawang, Jawa Barat pada 29 Oktober 2018, berbuntut panjang. Salah satu keluarga korban mengajukan gugatan terhadap Boeing Company di pengadilan Circuit Court of Cook County di Chicago, Illinois, AS.

“Gugatan ini kami ajukan atas nama klien kami yaitu orang tua dari Rio Nanda Pratama yang tewas ketika pesawat Boeing 737 MAX 8 jatuh ke laut. Pratama adalah seorang dokter muda dalam perjalan pulang dari sebuah konferensi di Jakarta dan hendak menikah pada tanggal 11 November 2018,” tulis Curtis Miner dari Colson Hicks Eidson seperti dilansir Bloomberg, Jumat (16/11).

Dijelaskan, Boeing digugat lantaran JT 610 menggunakan pesawat Boeing 737 MAX. Pada 7 November 2018, Federal Aviation Administration (FAA) telah merilis Emergency Airworthiness Directive untuk Boeing 737 MAX. FAA menilai Boeing 737 MAX memiliki kondisi tak aman dan kondisi ini juga mungkin ada dan dapat terjadi pada Boeing 737 MAX lainnya.

Curtis menambahkan, gugatan diajukan sebab di Indonesia hasil investigasi terhadap kecelakaan udara tak dapat menentukan siapa yang melakukan kesalahan. “Investigasi oleh lembaga Pemerintah biasanya tidak akan memutuskan siapa yang bersalah dan tidak menyediakan ganti rugi yang adil kepada para keluarga korban. Inilah pentingnya gugatan perdata pribadi dalam tragedi seperti ini,” sambungnya.

Juru Bicara Boeing Chaz Bickers menolak berkomentar atas gugatan ini maupun penyelidikan yang dilakukan. Dijelaskan perusahaan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memahami segala aspek di insiden ini serta bekerja sama dengan tim penyelidik dan semua otoritas terkait. “Kami yakin dengan keamanan di 737 MAX,” ucap Bickers.

Penyelidikan yang dilakukan meyakini kerusakan sensor memicu sistem keamanan pesawat, yang terkomputerisasi untuk membuat pesawat menukik tajam dan akhirnya jatuh, ketika pilot dan kopilot berupaya mengatasi malafungsi lainnya.

Boeing dan regulator penerbangan AS pun tengah mempertimbangkan untuk menambah perbaikan perangkat lunak di pesawat-pesawat 737 MAX. Pesawat 737 MAX 8 sebelumnya diklaim sebagai salah satu pesawat paling canggih.

Tiga serikat pilot AS pun telah menyampaikan kekhawatiran mereka mengenai minimnya informasi yang disediakan Boeing mengenai sistem keamanan ini.

Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan alat penunjuk kecepatan pesawat itu sudah bermasalah dalam empat penerbangan terakhirnya.

Pesawat Lion Air JT 610 terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten pada Senin (29/10) pukul 06.20 WIB. Pesawat tersebut seharusnya tiba di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang sejam kemudian. Sekitar 13 menit setelah lepas landas, pesawat hilang kontak dan jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

Pesawat tersebut membawa 189 orang yang terdiri atas 181 penumpang dan 8 kru, termasuk mendiang Rio. Hingga kini, baru 92 korban yang berhasil teridentifikasi. (EP)

Sederet Artis Marakkan Event Weekend di Bandung

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Weekend, hari yang ditunggu telah tiba. Pastinya tak pernah disia-siakan. Setiap orang tentunya memiliki tujuan berlibur yang berbeda-beda, ada yang lebih memilih tetap di rumah, ada yang pergi ke luar kota atau bahkan ada yang sudah merencanakan untuk berlibur ke luar negeri dari jauh-jauh hari.

Dan, sebuah kesempatan emas bagi wisatawan yang berwisata di Paris Van Java, di akhir pekan pertengahan November 2018. Pasalnya, sederet artis menyemarakkan berbagai event menarik. Mereka tampil bergantian di acara Gedung Sate Festival selama dua hari.

Selain itu, ada Risa Saraswati yang menghelat konser spesial terkait peluncuran album musik dan novel horor terbarunya dengan judul Sandekala. Seperti dilansir laman Tempo, beberapa pameran seni rupa juga tersebar di penjuru kota.

1. Gedung Sate Festival

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat menggelar acara Gedung Sate Festival yang berlangsung Jumat-Sabtu, 16-17 November 2018. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Ida Hernida mengatakan, agenda tahunan perdana di Jawa Barat ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari sektor wisata.

Festival menyajikan karnaval budaya 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat sepanjang satu kilometer juga pameran produk unggulan, dan beragam kuliner. Acara yang dimulai sejak siang hingga malam itu memadukan unsur seni, pertunjukan, dan area partisipasi. Pengunjung juga bakal dihibur sederet artis dan musisi, seperti Via Vallen, Dwiki Darmawan, Ita Purnamasari, Java Jive, T-Five, The Rollies Reborn, SHE, The Milo, Saratus Persen, dan lain-lain. Acara itu terbuka untuk umum dan gratis.

2. Peluncuran album musik dan novel

Penyanyi dan penulis novel Risa Saraswati meluncurkan karya terbarunya berupa album musik dan buku bertema horor. Keduanya berjudul sama yaitu Sandekala atau senja kala. Risa dan timnya merancang acara khusus berupa konser di Gedung Rumentang Siang, Kosambi, Bandung, Jumat malam, 16 November 2018. Sebelum memasuki arena pertunjukan, para penonton akan diajak ikut Ghost Tour.

3. Pameran di Taman Budaya Jawa Barat

Di galeri Taman Budaya Jawa Barat Dago, ada pameran tunggal Bonie yang berlangsung 14-30 November 2018. Dikuratori pelukis Diyanto, judul pameran itu In Silent My Flower Blooms.

4. Galeri Teras NuArt

Pameran bersama di Galeri Teras NuArt Sculpture Park Bandung menampilkan 20 karya pilihan seniman selama sebulan, 14 November hingga 14 Desember 2018. Berjudul Jauh Tak Antara, pameran terbuka untuk umum dari pukul 09.00-17.00 WIB. (EP)

Dulu “Be Kucing”, Sekarang “Mencar” Wisman dan Wisnus

this formate

BALI, bisniswisata.co.id,- KEDONGANAN, demikian masyarakat Bali mengenal sentra olahan ikan lemuru — be kucing ala Bali–  yang identik dengan pindang kucing ini. Pindang kucing goreng berteman sambal mbe (em be… Red), atau sambal matah (mentah), pelengkap nasi sela (umbi rambat) atau nasi jagung yang hangat. Menjadi sempurna disajikan bersama pepes daun kelor, atau sayur roroban kelor . Nikmatnya dikonsumsi ditengah semilir angin pantai di bawah pohon kelapa.

Pembaca bisniswisata.co.id, itulah keseharian masyarakat Pekraman Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, diteluk Jimbaran pada  era tahun 60 s.d 80 an lalu. Masyarakat pesisir pantai Kedonganan ini berprofesi sebagai nelayanan, keseharian mencar (menjaring) kekayaan laut  bak menangguk air sumur dangkal dengan damai. Kehidupan mereka mengalun sejalan alun gelombang di laut lepas. Ada masa panen ada masa paceklik melaut, namun dijalani dengan iklas. Masyarakat tetap dengan tekun menjalani kewajibannya mencar sepanjang malam, pagi merapat dan kaum wanita bertugas memasarkan dan mengolahnya.

Namun sepuluh tahun terakhir,  pesisir Kedonganan — namanya kalah popular dengan teluk Jimbaran –,  berkembang sebagai salah satu lokasi wisata kuliner ragam seafoodnya.

“Nenek moyang kami mencar lemuru untuk pindang kucing, kami mencar  (menjaring) bule, wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara,’’ ungkap Bendesa adat pekraman Kedonganan  I  Wayan Mertha.

Jika generasi tua menjadi nelayan pekerja, generasi mudanya sudah naik derajat menjadi pengusaha perikanan dari pemilik armada perahu penangkap ikan, pengelola nelayanan, pengolah hasil tangkapan.

“Nyaris tidak mencatat profesi bendega/ nelayan lagi kami di desa,” papar Mertha lebih lanjut. Pengusaha di Kedonganan mempekerjakan nelayan- nelayanan dari daerah lain baik dari Bali mau pun tetangga propinsi lainnya. Sehingga eksistensi Kedonganan sebagai  pekraman bendega, tempat pendaratan ikan, pasar komoditi perikanan laut segar tetap terjaga.

Tanpa kehilangan label desa nelayan, masyarakat pekraman Kedonganan merambah industri pariwisata. Tercatat 1.250 kepala keluarga dari enam banjar adat pekraman Kedonganan adalah pemilik café kuliner seafood. Berbicara community base in tourism (CBT), Kedonganan adalah salah dua contoh di wilayah Badung.

 

Festival Mina Wisata

Menjaga eksistensi desa nelayan tanpa melepaskan peluang kepariwisataan, mendorong kalangan generasi muda Kedonganan aktif berkreasi. Mengeksplore potensi perikanan menjadi atraksi wisata unik, khas Kedonganan. Selain melestarikan budaya, tradisi bendega (nelayan), sekaligus memupuk potensi masyarakat desa untuk membangun desanya.

Desa pesisir Kedonganan memiliki panjang pantai lebih kurang satu kilometer, kawasan dengan saujana indah teluk Jimbaran yang tenang dengan sunset spektakuler, dipagari lampu- lampu bandara di sisi kanan jika kita berdiri di pesisir menikmati sunset dan lampu hotel di sisi kiri.

“Potensi alam dan keseharian di wilayah inilah yang kami kemas dalam Festival Mina Wisata,” papar Koordinator Baga Yowana Pekraman Kedonganan Kadek Indra.

Festival, lanjut Krisna merupakan rangkaian kegiatan lomba sanitasi dan hias café, pameran grill terpanjang, lomba baleganjur tari, lomba membuat lawar dan late lilit seafood yang diikuti

oleh Sekehe Teruna Teruni, lomba masakan khas Kedonganan yang diikuti anggota organisasi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), lomba patung pasir, lomba mencar,  parade layangan kreasi, pasar murah dan hiburan masyarakat.

Festival bertema Pesisir Kedonganan diselenggarakan selama dua hari akhir pekan ini (17- 18 Nopember) tidak hanya melibatkan masyarakat asli pekraman Kedonganan, juga diikuti krama tamiu (pendatang) baik masyarakat urban yang berdomisili di wilayah Pekraman Kedonganan, wisatawan yang sedang berlibur, pelaku industri yang berusaha di wilayah Kedonganan.

Yang sedang berakhir pekan di Bali, yuk ke Kedonganan menikmati sajian Festival Mina Wisata. Boleh juga mencoba paket wisata sunset cruise menggunakan Sanata Cruise Line. *

AC Mati, Penumpang Lion Air Tujuan Yogya Turun dari Pesawat

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Penumpang pesawat Lion Air JT-556 dari Bandara Soekarno-Hatta Cengakareng menuju Bandara Adisutjipto Yogyakarta turun lagi dari pesawat saat masih berada di landasan karena pendingin udara tidak berfungsi.

Dalam video yang beredar di media sosial tampak sejumlah penumpang turun dari sebuah pesawat dan menunggu di landasan parkir. Beberapa saat kemudian para penumpang berpindah ke ruang tunggu.

Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro membenarkan informasi tersebut. Danang mengatakan, penerbangan JT-556 itu menggunakan pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LHI. Pertiwa itu terjadi Kamis (15/11/2018) malam, sekitar pukul 21.00 WIB, saat semua penumpang telah masuk ke pesawat dan posisi pesawat masih di landas parkir (apron).

Saat itu, tiba-tiba Auxiliary Power Unit (APU), perangkat yang menyediakan sumber energi pesawat saat mesin belum berputar mengalami penurunan daya sehingga menyebabkan sistem pendingin dan listrik pada pesawat terganggu. “Untuk memastikan keselamatan dan keamanan serta kenyamanan penerbangan, teknisi segera melakukan pengecekan,” kata Danang dalam keterangan resminya, Jumat (16/11/2018).

Ia mengatakan, awalnya pesawat telah menjalani proses pemeriksaan terbang dan dinyatakan laik terbang. Pengecekan yang dilakukan membutuhkan waktu karena itu semua penumpang diturunkan dan dibawa ke ruang tunggu keberangkatan terminal. Setelah perbaikan, kendala pada APU dapat teratasi dan kondisi pesawat dalam keadaan normal kembali.

Manajemen Lion Air telah menginformasikan penundaan keberangkatan JT-556 kepada penumpang dan memberikan kompensasi keterlambatan berdasarkan ketentuan. Lion Air juga memfasilitasi sesuai permintaan penumpang antara lain melakukan pengembalian dana atau refund menurut aturan yang berlaku.

Penerbangan JT-556 kemudian diberangkatkan dengan membawa tujuh kru, 200 penumpang dewasa dan satu anak. Pesawat itu mengudara pukul 22.50 WIB dan mendarat di Yogyakarta pukul 23.52 WIB. Lion Air telah mengganti pesawat yang sedianya untuk layanan JT-556 dengan pesawat Lion Air lainnya yaitu Boeing 737-900ER registrasi PK-LHL.

“Lion Air menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang timbul. Lion Air akan meminimalisir dampak yang timbul, agar operasional Lion Air lainnya tidak terganggu,” ujar Danang. (redaksibisniswista@gmail.com)

AirAsia Jajaki Terbangi Banyuwangi-Kuala Lumpur

this formate

BANYUWANGI, bisniswisata.co.id: Manajemen AirAsia berencana membuka penerbangan langsung Kuala Lumpur – Banyuwangi dan sebaliknya. Penerbangan ini menyasar anak muda milenial yang gemar berwisata petualangan. Untuk mematangkan rencana direct flight dilakukan beberapa kali mengadakan pembicaraan dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

“Sekarang kami berkunjung kembali untuk memantapkan perencanaan rute tersebut. Semua aspek sedang diproses,” papar Commercial Director PT Indonesia AirAsia Redhouse Rifai Taberi dalam keterangan tertulis, Kamis (15/11/2018).

Rifai mengatakan, AirAsia merupakan maskapai yang pelanggannya mayoritas anak muda. AirAsia termasuk 10 maskapai berbiaya hemat terbaik di dunia sesuai penilaian dari Skytrax. “Dengan rute dari dan ke Kuala Lumpur, Banyuwangi akan terhubung dengan 130 destinasi di berbagai dunia yang telah ada sebelumnya,” kata Rifai.

Menurut dia banyak yang bisa dikembangkan di Banyuwangi. Banyak tempat-tempat yang bisa menjadi daya tarik wisatawan kalangan anak muda. “Kawah Ijen merupakan destinasi favorit di Banyuwangi dengan fenomena api biru (blue flame) yang sangat mendunia. Banyak wisatawan yang ingin datang ke sana. Ini wisata petualangan yang diminati anak muda,” kata Rifai.

Menurut Rifai, karakteristik wisatawan muda adalah menyukai wisata petualangan dan kuliner. Dua hal itu bisa ditemui di Banyuwangi. Dan AirAsia sangat tertarik untuk membuka jalan penerbangan langsung ini. Apalagi wisatawan asal Malaysia suka dengan wisata petualangan.

Rifai mengatakan rute penerbangan Banyuwangi-Kuala Lumpur dijadwalkan beroperasi pada kuartal II 2019. Ini karena, promosi penerbangan internasional berbeda dengan domestik. “Kalau domestik, jualannya cukup satu bulan. Tapi kalau internasional, minimal membutuhkan waktu tiga bulan,” kata dia. (redaksibisniswisata@gmail.com)