Tarif Masuk Objek Wisata Gianyar Naik 233 %

0
358
Turis Tiongkok saat berwisata di Goa Gajah Gianyar Bali (Foto: Bali Paket Tour)

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali memprediksi akan ada penurunan profit 2% hingga 3% lantaran kenaikan tarif masuk sejumlah objek wisata, seperti di Gianyar yang melakukan kenaikan tarif masuk hingga 233% untuk menyesuaikan dengan potensi ekonomi saat ini.

Objek wisata yang mengalami kenaikan tarif tersebut yakni Tirta Empul, Objek Wisata Peninggalan Warisan Budaya Goa Gajah, Daya Tarik Objek Wisata Peninggalan Warisan Budaya Gunung Kawi Tampaksiring Gunung Kawi Tampak Siring. Juga, Daya Tarik Wisata Peninggalan Warisan Budaya Gunung Kawi Sebatu.

Daya Tarik Wisata Peninggalan Warisan Budaya Yeh Pulu, Daya Tarik Wisata Peninggalan Warisan Budaya Alam Sidan dan Daya Tarik Wisata Peninggalan Warisan Budaya Candi Tebing Tegallinggah naik dengan harga yang sama.

Ketua Asita Bali I Ketut Ardana mengatakan sah-sah saja jika tiket masuk suatu objek wisata mengalami kenaikan. Hanya saja, kenaikan ini terjadi ketika menjelang akhir tahun sedangkan seluruh objek wisata tersebut telah terjual sebelumnya.

Biro perjalanan wisata pun tidak mungkin akan menaikkan tarif menyusul kenaikan biaya masuk sejumlah objek wisata tersebut. “Kontrak kerja dengan anggota dan partner di luar negeri kan biasa berlaku satu tahun dan harga-harga itu [kenaikan tarif] sudah berjalan sekarang,” kata Ardana seperti dilansir laman Bisnis.com, Jumat (16/11/2018).

Dilanjutkan pihak pengelola objek wisata bersama pemerintah daerah seharusnya mensosialisasikan kenaikan tarif tersebut dalam jangka waktu yang lama.

Kepala Dinas Pariwisata Gianyar Anak Agung Bagus Ari Brahmanta mengatakan sejak 2010, objek wisata tersebut tidak melakukan kenaikan tarif. Harga tarif masuk yang baru untuk retribusi objek wisata ini sudah didasarkan pada Peraturan Bupati Gianyar Nomor 129 Tahun 2018 tentang Peninjauan Tarif Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga.

Retribusi tiket masuk di Objek Wisata Tirta Empul untuk wisatawan asing dewasa naik menjadi Rp 50 Ribu per orang dari sebelumnya hanya Rp 15 ribu. Sementara untuk wisatawan asing anak-anak naik menjadi Rp 25 ribu dari sebelumnya Rp 7.500 per anak. Sementara untuk domestik kini naik menjadi Rp 30 ribu untuk dewasa dan Rp 15 ribu untuk anak-anak.

Bupati Gianyar Made Mahayastra mengatakan kenaikan retribusi tiket masuk objek wisata ini tidak hanya di Pura Tirta Empul. Namun sudah berlaku pada tujuh objek wisata yang dikelola Pemkab Gianyar, terhitung mulai Senin (12/11). Kenaikan serentak di tujuh objek wisata sesuai perda yang ditetapkan dulu, termasuk persetujuan yang sudah disetujui oleh DPRD.

Sementara empat objek wisata lainnya, seperti Daya Tarik Wisata Peninggalan Warisan Budaya Gunung Kawi Sebatu, Daya Tarik Wisata Peninggalan Warisan Budaya Yeh Pulu, Daya Tarik Wisata Peninggalan Warisan Budaya Alam Sidan dan Daya Tarik Wisata Peninggalan Warisan Budaya Candi Tebing Tegallinggah naik dengan harga yang sama.

Wisatawan mancanegara (wisman) dewasa Rp 30 ribu per orang, wisatawan domestik (wisdom) dewasa Rp 20 ribu per orang, wisman anak-anak Rp 15 ribu per orang dan wisdom anak-anak domestik Rp 15 ribu.
READ Kini, Gunung Agung Makin Tenang

Mahayastra menegaskan, tujuan dari peningkatan retribusi tiket masuk ini hanya untuk tidak menjual murah objek wisata Kabupaten Gianyar. Apalagi sebelumnya objek wisata di kawasan seni ini yang menawarkan keunikan warisan ribuan tahun hanya ditawarkan dengan harga Rp 15 ribu atau setara satu dolar.

“Sebelumnya dijual murah sekali objek kita, hanya dengan satu dolar atau Rp 15 ribu. Sedangkan Tanah Lot sudah beberapa tahun lalu naik menjadi Rp 75 ribu. Padahal objek wisata kita tidak kalah dengan Tanah Lot,” jelasnya.

Kenaikan retribusi ini. lanjut dia, diharapkan bisa menjadi tambahan anggaran untuk merawat hingga membangun berbagai fasilitas pada objek wisata tersebut. “Menjaga, merawat dan membangun segala fasilitas objek wisata juga memerlukan biaya. Yang terpenting tidak dijual satu dolar,” lontar Bupati.

Memang dibandingkan dengan objek wisata buatan yang kini marak di Kabupaten Gianyar. Objek itu dijual hingga puluhan ribu rupiah per orang. “Mereka itu sudah naik puluhan ribu. Kalau objek wisata kita ini kan buatan ribuan tahun yang lalu, kok dijual murah,” sambungnya. (EP)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.