Casa Living, Hotel 3 in 1 buat Business Traveller

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ketika menyebut hotel, sekilas terbayang berupa bangunan besar bertingkat dengan banyak kamar. Seiring perkembangan, terutama semakin besarnya pasar di business traveller, membuat banyak bermunculan konsep-konsep hotel baru. Apalagi hotel lokasinya strategis, dekat dengan pusat bisnis, layanan simple, namun menjadikan kenyamanan sebagai faktor utama.

Ini juga yang dihadirkan Casa Living Senayan, di Jalan Penjernihan IV, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta, Casa Living menawarkan konsep yang unik dan nyaman bagi business traveller. Yakni memadukan antara coffee shop, kafe juga co-working space.

“Kita menyebutnya Hotel 3 in 1, karena memadukan antara ketiga hal yang saat ini memang sedang menjadi tren di kalangan masyarakat,” ujar Robin Samuel, pemilik dari Casa Living, seperti dilansir laman Republika.co.id, Ahad (18/11/2018).

Hal itu, ujar Robin, langsung terlihat ketika tamu memasuki lobi. Dimana antara resepsionis hotel dan Casa Kopi (Coffee Shop) menyatu. Sementara di barisan depan, terdapat sejumlah sofa yang nyaman dan meja panjang yang dapat dimanfaatkan menjadi co-working space.

Sentuhan desain-desain mural yang menggambarkan sejumlah lokasi ikonik travelling dunia ikut memberi suasana yang menyenangkan. Mulai dari Mykonos, Yunani dan Islandia yang sangat instagrammable. “Semua konsep ini saya dapatkan inspirasinya ketika melakukan perjalanan ke luar negeri,” ujar Robin.

Casa Living Senayan memiliki 33 kamar yang terdiri dari tiga jenis. Yakni King Corner View, King Deluxe View dan Queen Deluxe View.
Meski tidak mematok harga yang tinggi, namun fasilitas yang disediakan sangat lengkap. Mulai chiller (mini bar), smart tv, hingga USB plug memudahkan tamu dalam urusan charge ponsel. “Di dinding kamar juga dihias mural ikonik destinasi travelling dunia,” kata dia.

Di lantai atas, hotel ini juga memiliki Atap Rumah Cafe dengan view pemandangan gedung tinggi sekitar Senayan. Dari lantai 5, para tamu dapat menikmati suasana yang nyaman sambil menikmati berbagai sajian makanan yang ditawarkan. Salah satu yang menjadi favorit adalah Nasi Ayam Sambal Matah dan Tahu Cabe Garam. (EP)

Tips Traveling Membawa Hewan Kesayangan

this formate


JAKARTA, bisniswisata.co.id:
Traveling bisa jadi tidak menyenangkan saat seseorang meninggalkan hewan peliharaan atau kesayangannya dalam waktu yang lama di rumah seorang diri. Di sisi lain, membawa serta binatang dalam perjalanan memang sangat menyulitkan.

Apabila menitipkannya juga bukan menjadi pilihan, tidak ada solusi lain selain mengajak hewan peliharaan berlibur. Karena ini bukan hal yang mudah, dibutuhkan persiapan agar perjalanan tetap menyenangkan dan aman. Yuk, simak apa saja yang mesti Anda persiapkan saat melancing sambil membawa hewan kesayangan, inilah tipsnya:

#. Siapkan tanda pengenal

Pastikan hewan peliharaan sudah dilengkapi dengan tanda pengenal yang berisikan nama si hewan serta informasi kontak yang bisa dihubungi. Ini akan membantu mempertemukan kembali apabila dia terpisah dari Anda. Pastikan juga informasi yang diterakan sudah diperbarui.

#. Tempatkan di tempat yang tepat

Jika Anda berkendara sendiri menggunakan mobil, pastikan hewan peliharaan berada di tempat yang tepat. Akan lebih baik membawa wadah pengangkut khusus agar hewan peliharaan tidak melompat ke arah Anda dan membuat Anda berhenti tiba-tiba. Anda bisa juga melengkapi mobil Anda dengan sabuk pengaman untuk hewan yang bisa dibeli di toko perlengkapan hewan.

#. Jangan gunakan tali tuntun otomatis

Saat berjalan di bandara, terminal atau stasiun, hindari penggunaan tali tuntun otomatis. Ini memungkinkan hewan menarik tali hingga batas akhir dan akan mudah terbawa dalam arus kepadatan orang dalam jumlah besar. Tali tuntut statis adalah pilihan terbaik dan pergerakannya mudah dipantau dalam jarak tertentu.

#. Cari informasi aturan bawa hewan peliharaan di pesawat

Mantan petugas penerbangan Alaska Airlines, Elaine Malmrose, menyarankan mencari tahu aturan terkait membawa hewan peliharaan sebelum memesan tiket pesawat. “Baca persayaratan untuk melihat apa yang akan dibutuhkan hewan nantinya seperti ukuran wadah pengangkut, makanan dan minuman, dan lain-lain. Banyak orang tidak memahami ini,” kata Malmrose dikutip Yahoo, Ahad (18/11/2018).

Kebanyakan maskapai, meminta menyertakan sertifikat kesehatan hewan ketika melakukan penyebrangan antarnegara. Jika tidak melengkapi ini, bisa jadi Anda tidak bisa membawa hewan peliharaan ikut penerbangan bersama Anda. Yang pasti aturan setiap maskapai terkait hal ini tidak sama. Oleh karena itu penting mencari tahu terlebih dahulu.

#. Jangan tempatkan hewan peliharaan di bagasi

Apabila hewan peliharaan yang dibawa berukuran kecil, Malmrose tidak menyarankan meletakkannya di ruang bagasi. Guncangan yang besar saat penerbangan akan membuat wadah pengangkut mudah terhempas. Ditambah lagi kondisi gelap di ruang bagasi akan menyebabkan trauma pada hewan. Rasa trauma ini akan mempersulit saat perjalanan pulang nantinya.

Jika ukuran wadah pengangkut masih memungkinkan untuk dibawa masuk ke kabin, taruhlah dikursi sebelah Anda atau letakkan di bawah kursi bagian depan. Dengam demikian kondisi hewan peliharaan bisa terpantau dan membuat hewan lebih nyaman.

#. Pastikan hewan terbiasa dan nyaman di perjalanan

Beberapa hewan peliharaan ada yang gugup saat di perjalanan. Kondisi ini akan sangat menyulitkan. Untuk memastikannya, coba ajak hewan berkendara jarak dekat untuk mengukur seberapa gugup mereka di perjalanan. Jika hewan peliharaan Anda sakit atau sudah tua sebaiknya melakukan perjalanan dengan mobil atau kereta.

#. Siapkan obat penenang

Obat penenang bisa menjadi cara terakhir untuk membawa hewan peliharaan dengan tenang. Meski demikian, jangan langsung mudah saja memberikan obat penenang karena hal itu juga memiliki risiko, termasuk perubahan kecepatan denyut jantung. Konsultasikan terlebih dahulu apakah hewan peliharaan Anda aman diberi obat penenang. (EP)

Lestarikan Kuliner Nusantara, Resto Sampireun Rangkul William Wongso

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Restoran gorup Sampireun, yakni Talaga Sampireun dan Bumi Sampireun komitmen melestarikan Kuliner Nusantara dengan merangkul pakar kuliner William Wongso. Mereka memiliki keinginan besar agar Kuliner Nusantara dapat lebih disukai banyak orang.

Cara mewujudkan komitmen tersebut adalah dengan menjalin kerja sama dengan William Wongso. Terkait hal kerja sama itu, Carnelisia Valia selaku General Manager Talaga Sampireun dan Bumi Sampireun memberikan tanggapannya.

“William Wongso adalah pakar kuliner yang terkenal di Indonesia sekaligus duta kuliner Indonesia yang diperhitungkan dan diapresiasi oleh dunia. Ia secara konsisten memperkenalkan kuliner Indonesia di seluruh benua, salah satu caranya dengan aktif melakukan diplomasi kuliner,” kata Carnelisia Valia dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu, (17/11/2018).

Saat ini, restoran Talaga Sampireun telah tersebar di berbagai wilayah seperti Bintaro, Ancol, dan Puri juga satu Bumi Sampireun di Vimala Hills. Ada pula lima menu kreasi William Wongso yang meliputi Ayam Tangkap Aceh, Gulai Ikan Patin, Gadon (pepes daging), Dadar Pegagan dan Nasi Minyak Batanghari Daging Masak Hitam.

“Menu-menu yang dihadirkan adalah menu yang terdapat dibuku William Wongso yang mendapatkan penghargaan di Gourmand World Cookbook Awards ke-22 pada Mei 2017,” tambah Valia.

Lewat kolaborasi ini Talaga Sampireun dan Bumi Sampireun ingin banyak orang mencoba kuliner nusantara. “Sebab kuliner nusantara memiliki rasa khasnya masing-masing dengan bumbu-bumbu yang beragam dan proses memasak yang unik.” kata Valia.

William Wongso turut menyambut baik ajakan ini. “Niat saya bekerja sama dengan Talaga Sampireun karena ada niat baik pula dari manajemen untuk menyajikan cita rasa Indonesia yang mewakili daerah-daerah dengan sajian yang otentik,” ungkap William Wongso.

Menu-menu Kuliner Nusantara ala William Wongso telah dapat dinikmati mulai tanggal 12 November 2018 di semua outlet Talaga Sampireun dan Bumi Sampireun Vimala Hills. Dengan harga Rp30 ribu-Rp110 ribu belum termasuk pajak dan service, selama bulan November pengunjung mendapatkan diskon 20 persen untuk semua menu Kuliner Nusantara ala William Wongso. (redaksibisniswisata@gmail.com)

A Man Called Ahok Tembus Sejuta Penonton

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Film A Man Called Ahok, mendapat sambutan luar biasa. Film yang menceritakan masa awal kehidupan mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini, tayang di bioskop se Indonesia awal November 2018 hingga kini jumlah penonton tembus sejuta lebih. Tepatnya 1.009.303 orang selama 10 hari.

Dikutip dari akun Instagram Ahok @basukibtp, ia menyebut jumlah penonton sudah mencapai lebih dari sejuta hingga Jumat (16/11).
“Terima kasih atas dukungannya pada film A Man Called Ahok. Per hari Jumat, 16 November 2018, penonton film A Man Called Ahok mencapai 1.009.303 orang. Siapa yang belum nonton ?” tulis pemilik akun bersamaan dengan unggahan foto tulisan tangan Ahok.

Dalam unggahan foto tersebut, Ahok mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap dukungan para penikmat film di Indonesia. “Kepada seluruh penonton film A Man Called Ahok, terima kasih atas dukungannya sehingga telah mencapai jumlah penonton sebanyak 1 (satu) juta. Majulah demi kebenaran, kejujuran, perikemanusiaan dan keadilan. Salam dari Mako Brimob, BTP.” tulis Ahok dibalik terali besi.

A Man Called Ahok merupakan film yang diangkat dari buku karya Rudi Valinka dengan judul senada. Sehingga bisa ditebak bahwa film tak akan mengisahkan aksi dan sepak terjang Ahok tetapi lebih pada latar belakangnya.

Film garapan Putrama Tuta ini tak mengandalkan Reza Rahadian, yang memang lihai memerankan tokoh-tokoh populer Indonesia. Ia justru mempercayakan peran Ahok pada Daniel Mananta yang lebih dikenal sebagai host atau VJ.

Film seolah menjawab pertanyaan asal muasal seorang Ahok yang gemar marah-marah dan tegas. Mengambil setting di kampung halamannya di Belitung, Putrama juga mengajak sederet aktor aktris untuk mendukung filmnya seperti Kin Wah Chew sebagai Kim Nam, ayah Ahok, Denny Sumargo sebagai Ahok remaja, Sita Nursanti sebagai Buniarti, ibu Ahok, Eriska Rein sebagai Buniarti muda serta Jill Gladys sebagai Fifi, adik Ahok.

Meski menuai kontroversi sebab bersaing dengan film Indonesia lain, film ini cukup mendapat apresiasi warganet alias netizen. “Terima kasih sudah berbagi kisah hidup Anda, untuk mengenal Anda lebih dekat. Keluarga yang sangat dermawan,” tulis akun @aishasof.

“Filmnya benar-benar sangat menyentuh bagus jalan ceritanya,” kata akun @aisyah_m.r.

Penulis buku Rudi Valinka bertutur proses pembuatan film berjudul A Man Called Ahok saat ditemui di Bioskop XXI Metropole, Jakarta Pusat, kemarin, Kamis, 6 September 2018. Menurut dia, rencana pembuatan film itu telah dicanangkan sejak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. “Awalnya itu sejak Pak Ahok memilih buku saya yang juga berjudul A Man Called Ahok untuk dibagikan dan dijual kepada warga Jakarta,” tutur dia.

Saat itu memang memasuki masa kampanye. Penjualan buku karya Rudi itu menjadi salah satu cara menggalang dana untuk kampanye Ahok-Djarot (Djarot Saiful Hidayat). Menurut Rudi, Ahok mengatakan, “Oke ini (buku karya Rudi) bisa menggambarkan saya secara utuh kepada warga DKI Jakarta.”

Tak disangka, kata Rudi, puluhan ribu eksemplar yang dicetak pun ludes, baik karena dibagikan maupun dijual. Rudi pun menyarankan kepada Ahok agar kisah kehidupannya selama di Belitung Timur itu difilmkan. Setelah tidak cocok dengan produser yang menawaran diri, Rudi akhirnya bertemu dengan produser bernama Ilya Sigma.

Konsep pengangkatan sisi parenting Ahok pun disetujui oleh Rudi. Ia meneruskan rencana beserta konsepnya itu ke Ahok di Balai Kota Jakarta pada Februari 2017 . Rudi mengatakan kedatangannya saat itu lebih untuk meminta izin kepada Ahok. “Kemudian Pak Ahok bilang, ‘Oke aku menyetujui,’ begitu,” kata Rudi menirukan perkataan Ahok.

Ahok, kata Rudi, hanya berpesan agar film tersebut dibuat apa adanya, tanpa ada yang dikurangi atau ditambah. Tujuannya, agar masyarakat yang menonton bisa tau bagaimana cerita terbentuknya sosok seorang Ahok.

Selama proses produksi, Rudi mengatakan baik Ahok maupun keluarga selalu dilibatkan. Tim produksi pun melakukan penggalian data selama setahun terkait sosok Ahok selama hidup di Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung. Mereka, kata Rudi, juga telah menunjukkan skrip film tersebut kepada Ahok. “Ketika beliau baca skripnya, dia happy,” kata Rudi.

Film A Man Called Ahok, Karya garapan sutradara Putrama Tuta itu akan bercerita tentang hubungan Ahok dengan ayahnya, Tjung kim nam, serta berbagai intrik dalam kehidupannya selama di Belitung Timur.

Semasa menjabat di ibu kota, diawali sebagai Wagub DKI Jakarta mendampingi Joko Widodo sebagai gubernurnya pada 2012, Ahok dikenal kontroversial. Cara bicaranya blak blakan, namun tegas dan terkenal mendorong transparansi. Dia di antaranya tidak takut bertengkar soal anggaran dengan anggota parlemen dan tak sungkan main pecat anak buahnya yang sudah digaji tinggi tapi malas.

Ahok dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta, menggantikan Joko Widodo yang maju ke Pilpres, pada 19 November 2014. Ia juga pernah menjadi anggota DPR RI setelah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur. (EP)

Dampak IMF dan OCC, Kunjungan Wisman ke Bali Naik

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Sepanjang Januari-Oktober 2018, Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali tercatat sudah dilalui 5,2 juta wisatawan mancanegara (wisman) naik 6,5% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. China masih menjadi negara penyumbang turis terbesar di Bali, dengan kontribusi 23,47% dari total kunjungan.

Urutan kedua dan tiga negara penyumbang wisatawan terbanyak masih ditempati Australia dan India, masing-masing 991.032 dan 293.300 orang. “Kenaikan wisatawan setiap bulannya terus terjadi, hingga Oktober 2018 tercatat kenaikan 6,58% pada tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu,” papar General Manager Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi.

Kunjungan turis asal China sempat menurun namun masih mendominasi, disusul Australia dan India. Berdasarkan data tercatat dari Januari hingga Oktober 2018, beberapa negara yang masuk dalam 10 besar mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun lalu. Salah satunya yang naik cukup signifikan yakni Amerika Serikat yang meningkat 50,83% atau 6.653 orang.

Seperti dilansir laman Tempo.co. Sabtu (17/11/2018), Perhelatan besar yang diselenggarakan di Bali pada Oktober seperti IMF-World Bank Group Annual Meetings 2018 dan Our Ocean Conference 2018 merupakan faktor peningkat kedatangan wisatawan mancanegara.

“Perhelatan besar pada Oktober terutama IMF-World Bank Group Annual Meetings 2018 merupakan faktor yang mampu menyumbang kenaikan wisatawan mancanegara, meskipun pada Oktober tidak termasuk dalam peak season,” ujar Yanus.

Bali masih dihadapi dengan low season, kenaikan diperkirakan terus bertambah hingga Desember 2018. Yanus optimistis jumlah kedatangan turis melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai akan mencapai 6,27 juta orang sesuai dengan target yang dicanangkan Kementerian Pariwisata. (EP)

Festival Canting, Seribu Pelajar Belajar Membatik

this formate

BANYUWANGI, bisniswisata.co.id: Sedikitnya 1.000 pelajar SD dan SMP di Banyuwangi belajar membatik dalam rangkaian Festival Canting Sewu di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (16/11). Ribuan pelajar itu bersama-sama mencanting lilin (malam) ke atas kain hingga membentuk rangkaian motif yang indah, menarik dan eksotik.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi antuasisme ribuan pelajar itu. Apresiasi ini layak diberikan karena mereka telah menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan kekayaan leluhur bangsa Indonesia.

“Mereka terlihat asyik dan gembira, tangan mereka juga sudah terlihat terbiasa mencanting. Ini menunjukkan mereka sudah terbiasa dengan aktivitas mencanting,” kata Anas dalam Keterangan tertulis Pemkab Banyuwangi, Sabtu (17/11/2018)

Tangan-tangan mungil terlihat lihai saat menorehkan cairan malam/ lilin mengikuti pola motif lokal batik Banyuwangi yang tergambar dalam kain. Sambil sesekali bercanda dengan teman satu wajan lilin, mereka terlihat tekun saat melakukan ripitasi gerakan mencanting. Mengambil canting, meniupnya, hingga mengusapkan canting berisi lilin cair mengikuti motif.

Anas menambahkan, Desa Tampo merupakan salah satu sentra batik. Di desa itu terdapat sekitar 150 pekerja batik yang tertampung di enam UMKM batik. SD dan SMP yang berada di sekitar Desa Tampo juga telah memasukkan batik dalam kurikulumnya, bagian dari pelajaran seni, budaya, dan ketrampilan (SBK). Seperti di SDN 2 Tampo, tiap siswa dari kelas 4-6 SD mengikuti pelajaran membatik tiap pekan.

Desa Tampo, kata Anas, telah menjalankan apa yang Presiden Jokowi instruksikan agar sekolah memfasilitasi lahirnya generasi kreatif sesuai potensinya. Festival dan sekolah menjadi bagian meregenerasi pembatik.

“Saya merasa optimistis dengan perkembangan batik setelah melihat antusiasme dari pelajar tentang batik. Kami akan membantu mendatangkan ahli batik untuk meningkatkan kualitas pembatik muda ini. Selain itu, mereka yang terbaik, akan kami masukkan ke SMK batik yang shdah ada di Banyuwangi untuk bisa menjadi entrepreneur batik,” ujarnya.

Untuk itu, Anas menginstruksilkan agar semua sekolah melakukan apa yang telah Desa Tampo lakukan. Sekolah harus memasukkan pengembangan potensi daerahnya dalam sebuah ekstra kurikuler.

“Desa dengan penghasil buah naga, segera buka ekstrakurikuler tentang pengembangan dan pengolahan buah naga. Pemkab Banyuwangi dan BUMN perkebunan PTPN XII juga telah bersepakat membuka ekstrakurikuler khusus tentang kopi dan cokelat di sejumlah sekolah,” kata Anas.

Salah satu peserta, Lintang Zahra siswi kelas 4 SDN 2 Tampo, mengaku senang ikut acara itu, karena membatik adalah kesukaannya selain menari. “Apalagi saat diajak guru ke pusat membatik, senang bisa melihat ibu-ibu membatik, orang kerja memberi warna kain. Saya ingin bisa membuat kain batik,” kata Lintang.

Festival Canting Sewu merupakan rangkaian ajang Banyuwangi Batik Festival (BBF) yang didedikasikan untuk mempromosikan batik Banyuwangi sekaligus menautkan pembatik lokal dengan industri batik nasional. BBF akan digelar Sabtu malam, 17 November 2018. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Blackout, Okupansi Hotel di Makasar malah Panen

this formate

MAKASSAR, bisniswisata.co.id: Industri perhotelan di Makassar mencatatkan tingkat okupansi pada level maksimal saat terjadi kondisi blackout atau listrik padam secara total, yang melanda Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Blackout skala massif yang melanda tiga provinsi di Sulbagsel, yakni Sulsel Sulbar dan Sultra, mengkibatkan suplai listrik terhenti total dalam kurun lebih dari 12 jam.

Khusus di Makassar sendiri, hal tersebut membuat masyarakat dari segmen tertentu memilih untuk memanfaatkan akomodasi perhotelan agar bisa beristirahat nyaman. Kondisi blackout menjadi berkah tersendiri bagi perhotelan, yang mana okupansi bahkan bisa terisi penuh saat periode tersebut.

“Kendati begitu, kami berharap agar PLN bisa tuntaskan permasalahan black out ini,” papar Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga seperti dilansir laman Bisnis, Sabtu (17/11/2018).

Blackout di Sulbagsel terjadi sejak pukul 15.21 Wita, Kamis (15/11/2018) sore, kemudian diketahui teropicu oleh gangguan pada Transmisi 150 Kv segmen Makale-Palopo. Kerusakan pada infrastruktur vital itu mengakibatkan distribusi listrik pada Sulbagsel menjadi terhenti total hingga beberapa jam.

Dampak sistemik dirasakan seluruh segmen pelanggan, mulai dari rumah tangga hingga industri. Khusus pelanggan rumah tangga, kondisi demikian membuat peralatan penunjang mengandalkan tenaga listrik tidak bisa difungsikan.

Sementara langkah pemulihan sistem kelstrikan Sulbagsel pasca blackout masih terus dilakukan. Hingga Jumat sore per pukul 16.30 Wita, pemulihan sistem kelistrikan diklaim sudah mencapai 60% meski masih menyisakan opsi pemadaman bergilir.

Blackout yang terjadi juga memicu beberapa pembangkit memilih shutdon karena kegagalan fungsi dari transmisi untuk evakuasi daya. Sejauh ini, besaran daya yang telah kembali masuk ke dalam sistem kelistrikan Sulbagsel sudah mencapai 451 MW dan diestimasikan pulih sediakala pada Jumat malam.

GM PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (Kitlur) Sulawesi Purnomo Iskak mengaku ada gangguan pada site Jeneponto menyebabkan frekuensi sistem drop dan diikuti lepasnya pembangkit besar lainnya seperti PLTA Poso, PLTGU Sengkang dan PLTU Jeneponto. “Saat ini sistem kelistrikan Sulbagsel sudah normal 60%. Kami memohon doa agar malam ini sistem kelistrikan Sulbagsel sudah pulih,” ucapnya. (EP)

Open Trip Menjamur, Plus Minus pun Terukur

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Belakangan ini, aktivitas traveling generasi milenial dalam negeri makin menjadi. Seiring popularitas terus meningkat, ada fenomena menarik terkait melancong termasuk semakin menjamurnya open trip.

Secara sederhana sesuai namanya, cara berwisata ini memungkinkan berbagai tempat bersama sahabat atau orang lain. Sebagian agent tour punya minimal kuota untuk sekali open trip, sementara yang lain bebas dan pasti jalan.

Nantinya, pasti digabung bersama pelancong lain dalam menjelajah suatu tempat destinasi wisata. Itinerary juga sudah sangat jelas, berikut dengan jam berangkat, pulang, dan agenda selama berada di destinasi traveling.

Kebijakan open trip ini sangat mungkin berbeda antara satu agent tour dengan yang lain. Namun, secara keseluruhan, apa saja sih plus dan minus ikut open trip?

Kelebihan ikut open trip diantaranya, Menghemat biaya jadi satu godaan utama untuk ikut open trip. “Kalau kita trip-nya ke pantai dan orangnya sedikit jadi nggak perlu pusing-pusing mikir sewa kapal karena pasti mahal,” tutur Niken Yuli Arfianti, salah seorang peserta yang sudah ikut beberapa open trip seperti diunduh pada Liputan6.com, Sabtu (17/11/2018).

Selaras dengan Niken, founder @bantenvacation, salah satu agent tour yang menyediakan jasa open trip, Mamduh, menyebut open trip merupakan salah satu alternatif untuk menekan budget perjalanan.

Nizar Zulmi, salah satu peserta yang sudah mengikuti beberapa open trip mengatakan, cara ini bisa alternatif bagi Anda yang tak punya teman traveling, mengingat akan bertemu pelancong lain selama perjalanan. “Nggak ribet juga karena semua sudah diurus,” sambungnya juga lewat pesan singkat.

Dilanjutkan, tujuan perjalanan pun sudah dipelajari lebih dulu. Di samping aman, ketepatan waktu untuk melihat semua tempat yang sudah ada di jadwal perjalanan hampir bisa dijamin. Praktis dan cukup murah untuk Anda yang tak bepergian dalam satu grup besar jadi alasan open trip diminati tak sedikit pelancong. “Tapi, semua balik lagi pada keinginan masing-masing. Mau yang mana,” kata Mamduh.

Memang kelebihannya sudah sangat menggiurkan, juga harus mempertimbangkan sederet kekurangan ikut open trip. Karena bergabung dengan orang lain yang tidak Anda kenal, mood perjalanan sangat tentatif.

“Kalau partner traveling nggak asyik, itu ngaruh ke sekitar,” kata Nizar. Lalu, waktu untuk jelajah sendiri jadi sedikit berkurang karena ada jadwal yang harus ditepati. “Nggak bisa leyeh-leyeh lama karena semuanya harus sesuai jadwal yang sudah ditentuin,” sambung Niken.

Juga, Mamduh menambahkan, dengan menjamurnya open trip, banyak juga oknum agent tour nakal yang menipu para pelancong. “Liburan nggak dapat, duit hilang. Ada yang murah, tapi fasilitas seadanya. Akhirnya nggak sesuai ekspektasi,” katanya.

Apalagi, siapa saja sekarang bisa membuka jasa open trip. “Hanya modal tahu lokasi, fasilitas, dan kontak infrastruktur di lokasi. Biasa yang baru-baru (agent tour) buka harga murah di banding harga standar yang lain,” sambungnya.

Ia pun menyarankan, Anda yang bakal ikut open trip harus selektif dan cerdas memilih agent tour. “Ada rekam jejak, rekomendasi dari kerabat, kantor, dan lain-lain. Selalu baca detail, including, excluding, dan itinerary yang ditawarkan, atau booking dari market place trip yang terpercaya,” tuturnya. (EP)

Tukar Valas Ilegal, Travel Agen Cina Main Jegal

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Setelah melakukan praktik zero tour free yang rugikan pariwisata Bali, kini kerugian juga dialami Pedagang Valuta Asing (Valas). Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) Bali menemukan praktik penukaran valas secara ilegal bahkan bermain curang.

Ketua Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) Bali, Ayu Astuti Dharma meminta pemerintah Provinsi Bali menindak tegas travel agen Cina yang bermain curang dalam praktik penukaran valuta asing (valas) di Bali. Hal ini disampaikannya di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APVA Indonesia di Denpasar, Jumat (9/11).

Ayu menyebut Gubernur dan Wakil Gubernur Bali sudah menindak tegas toko-toko Cina yang berpraktik bisnis tak sehat di Bali. APVA juga memiliki kendala serupa di mana anggota banyak menemukan travel agen melayani transaksi penukaran valas untuk wisatawan Cina bukan di tempat penukaran uang (money changer) berizin.

“Contoh kasusnya, setelah travel agen Cina ini menjemput tamu, mereka tidak langsung membawa tamu ke hotel, melainkan menurunkan mereka di toko-toko atau mini market tertentu untuk berbelanja (dalam rupiah). Wisatawan yang belum sempat menukar uang akan dilayani di atas mobil. Seharusnya mereka membawa terlebih dahulu wisatawan ke money changer berizin,” lontar Ayu.

Modus seperti ini, sebut Ayu sering dijumpainya. Praktik-praktik curang penukaran uang tak berizin ini bukan hanya merugikan asosiasi, namun turis secara langsung. “Pada kesempatan rakernas ini, kami harap gubernur dan wakil gubernur Bali yang sudah mengetahui permasalahan pariwisata akibat money changer ilegal ini bisa memperkuat aturan dengan peraturan gubernur (pergub),” kata Ayu.

Data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali menunjukkan money changer di Bali tumbuh dua persen sepanjang 2017. Jumlahnya menjadi 703 kantor, terdiri dari 122 kantor pusat dan 581 kantor cabang tersebar di sejumlah titik di Pulau Dewata.

Untuk mengatasinya, sambung Ayu seperti dilansir Republika.co.id, Sabtu (17/11/2018) berharap lebih banyak lagi money changer yang belum terdaftar segera bergabung dengan asosiasi. Ini karena BI sejak lama telah mempermudah izin keikutsertaan anggota.

Gubernur Bali, Wayan Koster sehari sebelumnya telah menginstruksikan menutup semua jaringan toko Cina di Bali yang melakukan praktik zero tour free yang merugikan seluruh pihak, wisatawan juga destinasi pariwisata. Sebagian pelaku usaha dari Negeri Tirai Bambu ini juga beroperasi ilegal dengan mempekerjakan karyawan asing dan tidak menjual barang-barang lokal di Bali.

Dalam praktiknya, turis Cina di Bali terikat dalam paket wisata yang telah disusun travel agen. Turis misalnya sudah diarahkan berbelanja ke toko-toko tertentu yang sudah terafiliasi dengan agen dan biasanya harga jual barang-barang di toko tersebut lebih tinggi. Metode pembayarannya juga menggunakan sistem nontunai ala Cina, seperti aplikasi WeChat yang belum berizin di Indonesia.

Dalam rapat yang digelar tertutup Kamis (8/11), Koster menyebut ada sekitar 16 toko jaringan Cina yang praktiknya tidak sehat dan akan ditutup. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini memerintahkan Satpol PP Bali dan Satpol PP Badung untuk menutup seluruh toko tersebut.

“Besok (Jumat) seluruh toko ini ditutup. Ke depannya akan kami lakukan penataan secara tertib, membangun usaha yang tertib, menghormati budaya Bali, mencintai Bali, dan menjaga nama baik Bali,” katanya.

Instruksi Gubernur Bali tertanggal 8 November 2018 ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota seBali. Instruksi tersebut memuat sejumlah poin penting.

Pertama, penyelenggaraan kepariwisataan Bali harus dijaga kualitas dan keberlanjutannya dengan sebaik-baiknya. Kedua, segera melakukan upaya penertiban, secara tegas terhadap usaha akomodasi, usaha perjalanan wisata, dan usaha perdagangan yang melakukan praktek usaha tidak sehat dan melanggar peraturan.

Ketiga, terhadap jenis-jenis usaha tersebut pada poin dua, yang telah terbukti melakukan pelanggaran peraturan perundang-undangan agar dilakukan penindakan penutupan usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Surat ini ditembuskan ke Ketua DPRD Bali. (EP)

Tips Liburan Sekolah Tanpa Bikin Kantong Bolong

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Liburan sekolah sebentar lagi. Tak bisa dipungkiri liburan selalu akrab dengan uang, uang, dan uang. Bahkan rencana liburan sudah dipersiapkan dengan matang sekalipun, terkadang tak akan berjalan sesuai harapan jika tak punya uang yang cukup.

Padahal liburan menjadi momen yang paling pas untuk merelaksasi pikiran dan mendekatkan diri kepada anggota keluarga. Terbatasnya uang bukan menjadi faktor penghalang untuk pergi liburan bila Anda merencanakannya dengan baik.

Dengan beberapa tips berikut, rencana liburan sekolah pun bisa diwujudkan tanpa harus menguras kantong menjadi bolong, seperti dikutip dari Cermati.com, Sabtu (17/11/2018):

#. Pilih Waktu yang Tepat

Menghabiskan waktu liburan di luar kota memakan biaya yang tidak sedikit, apalagi saat liburan sekolah tiba. Biaya yang keluar mungkin melonjak dua kali lipat karena harga seluruh fasilitas selama liburan naik drastis. Tapi, Anda bisa meminimalisir pengeluaran dengan menentukan waktu yang tepat.

Biaya fasilitas liburan biasanya akan melonjak di awal hingga pertengahan waktu liburan tiba. Untuk menghemat biaya, Anda dan keluarga bisa berlibur di hari-hari terakhir liburan sekolah. Suasana liburannya mungkin akan sedikit berkurang. Tapi yang namanya liburan, tetap saja akan berkesan dan menyenangkan, apalagi kalau bersama keluarga. Ditambah lagi dengan biaya yang lebih murah.

#. Pastikan Jumlah Orang Ikut Liburan

Jumlah member yang ikut liburan tentu akan memengaruhi jumlah pengeluaran. Semakin banyak member, tentu pengeluaran akan semakin bertambah karena setiap member mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. Tapi dengan mengetahui jumlah anggota keluarga yang ikut, Anda dapat memperkirakan jumlah pengeluaran yang akan dihabiskan selama liburan. Dengan demikian bujet yang telah dipersiapkan sebelumnya akan cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan selama liburan berlangsung.

#. Gunakan Transportasi Sesuai Tempat Liburan

Untuk mencapai lokasi tujuan berlibur, Anda bisa memastikan transportasi apa yang lebih ekonomis untuk menjangkaunya. Sebab tidak semua tempat wisata bisa lebih murah bila dijangkau dengan kendaraan pribadi, dan juga sebaliknya, lebih murah jika menggunakan transportasi umum. Jika memang tujuan wisata itu ternyata justru lebih murah bila dijangkau dengan transportasi umum, maka sebaiknya tinggalkan saja mobil di rumah dan nikmati berlibur menggunakan transportasi umum.

Fasilitas yang ditawarkan oleh transportasi umum memang sangat terbatas. Anda dan keluarga juga harus siap untuk sempit-sempitan di dalam kendaraan. Tapi, jika bepergian dengan transportasi umum bisa menghemat biaya, kenapa harus capek-capek mengendarai mobil sendiri? Bahkan semua keluh kesah yang dirasakan selama di perjalanan pun akan terbayarkan saat sudah sampai di lokasi tujuan.

#. Pilih Penginapan yang Murah

Suasana liburan akan terasa indah jika dihabiskan di penginapan mewah dan elit. Tapi, jumlah biaya yang dikeluarkan tentu akan sangat besar pula. Harga satu kamar hotel per malam saja bisa mencapai jutaan rupiah, apalagi saat musim liburan sekolah.

Liburan tidak selalu identik dengan penginapan mewah. Anda dan keluarga bisa menginap di tempat penginapan murah meriah selama liburan. Tetapi, tempat penginapan murah biasanya laku keras saat musim liburan sekolah tiba. Anda harus pesan tempat jauh-jauh hari sebelum tanggal keberangkatan kalau tidak mau kehabisan.

#. Bawa Bekal Makanan Sendiri

Saat liburan sekolah tiba, harga makanan dan jajanan di lokasi liburan biasanya lebih mahal dari hari biasanya. Pengeluaran pun akan membengkak dengan sendirinya jika terus-menerus beli makan di luar. Daripada menambah pengeluaran, lebih baik membawa bekal makanan sendiri.

Membawa bekal makanan yang cukup tentunya akan menguntungkan. Selain menghemat biaya, makanan yang dibawa dari rumah tentu lebih sehat dan bergizi kalau dibandingkan dengan jajanan di luar. Keuntungan yang didapat pun lebih maksimal jika tempat penginapan mempunyai dapur pribadi. Jadi, Anda dan anggota keluarga bisa memasak makanan sendiri tanpa harus membelinya di luar.

#. Kurangi Pembelian Oleh-Oleh
Membawa oleh-oleh setelah liburan seolah memang sudah wajib saja. Tapi, membeli oleh-oleh tentu akan menambah jumlah pengeluaran. Kalau sampai kebablasan, biaya yang dihabiskan untuk membeli oleh-oleh bisa lebih mahal dibandingkan biaya penginapan selama liburan.

Boleh saja kalau ingin membawa oleh-oleh, tapi batasi bujet untuk membelinya. Oleh-oleh yang dibeli juga tidak perlu terlalu mahal. Cukup oleh-oleh yang murah meriah, yang penting membawa buah tangan untuk sanak saudara, teman kerja, ataupun tetangga. (EP)