Open Trip Menjamur, Plus Minus pun Terukur

0
65
Open trip menikmati Jeep Wisata Lava Tour di Lereng Gunung Merapi (Foto: Elshinta.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Belakangan ini, aktivitas traveling generasi milenial dalam negeri makin menjadi. Seiring popularitas terus meningkat, ada fenomena menarik terkait melancong termasuk semakin menjamurnya open trip.

Secara sederhana sesuai namanya, cara berwisata ini memungkinkan berbagai tempat bersama sahabat atau orang lain. Sebagian agent tour punya minimal kuota untuk sekali open trip, sementara yang lain bebas dan pasti jalan.

Nantinya, pasti digabung bersama pelancong lain dalam menjelajah suatu tempat destinasi wisata. Itinerary juga sudah sangat jelas, berikut dengan jam berangkat, pulang, dan agenda selama berada di destinasi traveling.

Kebijakan open trip ini sangat mungkin berbeda antara satu agent tour dengan yang lain. Namun, secara keseluruhan, apa saja sih plus dan minus ikut open trip?

Kelebihan ikut open trip diantaranya, Menghemat biaya jadi satu godaan utama untuk ikut open trip. “Kalau kita trip-nya ke pantai dan orangnya sedikit jadi nggak perlu pusing-pusing mikir sewa kapal karena pasti mahal,” tutur Niken Yuli Arfianti, salah seorang peserta yang sudah ikut beberapa open trip seperti diunduh pada Liputan6.com, Sabtu (17/11/2018).

Selaras dengan Niken, founder @bantenvacation, salah satu agent tour yang menyediakan jasa open trip, Mamduh, menyebut open trip merupakan salah satu alternatif untuk menekan budget perjalanan.

Nizar Zulmi, salah satu peserta yang sudah mengikuti beberapa open trip mengatakan, cara ini bisa alternatif bagi Anda yang tak punya teman traveling, mengingat akan bertemu pelancong lain selama perjalanan. “Nggak ribet juga karena semua sudah diurus,” sambungnya juga lewat pesan singkat.

Dilanjutkan, tujuan perjalanan pun sudah dipelajari lebih dulu. Di samping aman, ketepatan waktu untuk melihat semua tempat yang sudah ada di jadwal perjalanan hampir bisa dijamin. Praktis dan cukup murah untuk Anda yang tak bepergian dalam satu grup besar jadi alasan open trip diminati tak sedikit pelancong. “Tapi, semua balik lagi pada keinginan masing-masing. Mau yang mana,” kata Mamduh.

Memang kelebihannya sudah sangat menggiurkan, juga harus mempertimbangkan sederet kekurangan ikut open trip. Karena bergabung dengan orang lain yang tidak Anda kenal, mood perjalanan sangat tentatif.

“Kalau partner traveling nggak asyik, itu ngaruh ke sekitar,” kata Nizar. Lalu, waktu untuk jelajah sendiri jadi sedikit berkurang karena ada jadwal yang harus ditepati. “Nggak bisa leyeh-leyeh lama karena semuanya harus sesuai jadwal yang sudah ditentuin,” sambung Niken.

Juga, Mamduh menambahkan, dengan menjamurnya open trip, banyak juga oknum agent tour nakal yang menipu para pelancong. “Liburan nggak dapat, duit hilang. Ada yang murah, tapi fasilitas seadanya. Akhirnya nggak sesuai ekspektasi,” katanya.

Apalagi, siapa saja sekarang bisa membuka jasa open trip. “Hanya modal tahu lokasi, fasilitas, dan kontak infrastruktur di lokasi. Biasa yang baru-baru (agent tour) buka harga murah di banding harga standar yang lain,” sambungnya.

Ia pun menyarankan, Anda yang bakal ikut open trip harus selektif dan cerdas memilih agent tour. “Ada rekam jejak, rekomendasi dari kerabat, kantor, dan lain-lain. Selalu baca detail, including, excluding, dan itinerary yang ditawarkan, atau booking dari market place trip yang terpercaya,” tuturnya. (EP)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.