Dulu “Be Kucing”, Sekarang “Mencar” Wisman dan Wisnus

0
295

BALI, bisniswisata.co.id,- KEDONGANAN, demikian masyarakat Bali mengenal sentra olahan ikan lemuru — be kucing ala Bali–  yang identik dengan pindang kucing ini. Pindang kucing goreng berteman sambal mbe (em be… Red), atau sambal matah (mentah), pelengkap nasi sela (umbi rambat) atau nasi jagung yang hangat. Menjadi sempurna disajikan bersama pepes daun kelor, atau sayur roroban kelor . Nikmatnya dikonsumsi ditengah semilir angin pantai di bawah pohon kelapa.

Pembaca bisniswisata.co.id, itulah keseharian masyarakat Pekraman Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, diteluk Jimbaran pada  era tahun 60 s.d 80 an lalu. Masyarakat pesisir pantai Kedonganan ini berprofesi sebagai nelayanan, keseharian mencar (menjaring) kekayaan laut  bak menangguk air sumur dangkal dengan damai. Kehidupan mereka mengalun sejalan alun gelombang di laut lepas. Ada masa panen ada masa paceklik melaut, namun dijalani dengan iklas. Masyarakat tetap dengan tekun menjalani kewajibannya mencar sepanjang malam, pagi merapat dan kaum wanita bertugas memasarkan dan mengolahnya.

Namun sepuluh tahun terakhir,  pesisir Kedonganan — namanya kalah popular dengan teluk Jimbaran –,  berkembang sebagai salah satu lokasi wisata kuliner ragam seafoodnya.

“Nenek moyang kami mencar lemuru untuk pindang kucing, kami mencar  (menjaring) bule, wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara,’’ ungkap Bendesa adat pekraman Kedonganan  I  Wayan Mertha.

Jika generasi tua menjadi nelayan pekerja, generasi mudanya sudah naik derajat menjadi pengusaha perikanan dari pemilik armada perahu penangkap ikan, pengelola nelayanan, pengolah hasil tangkapan.

“Nyaris tidak mencatat profesi bendega/ nelayan lagi kami di desa,” papar Mertha lebih lanjut. Pengusaha di Kedonganan mempekerjakan nelayan- nelayanan dari daerah lain baik dari Bali mau pun tetangga propinsi lainnya. Sehingga eksistensi Kedonganan sebagai  pekraman bendega, tempat pendaratan ikan, pasar komoditi perikanan laut segar tetap terjaga.

Tanpa kehilangan label desa nelayan, masyarakat pekraman Kedonganan merambah industri pariwisata. Tercatat 1.250 kepala keluarga dari enam banjar adat pekraman Kedonganan adalah pemilik café kuliner seafood. Berbicara community base in tourism (CBT), Kedonganan adalah salah dua contoh di wilayah Badung.

 

Festival Mina Wisata

Menjaga eksistensi desa nelayan tanpa melepaskan peluang kepariwisataan, mendorong kalangan generasi muda Kedonganan aktif berkreasi. Mengeksplore potensi perikanan menjadi atraksi wisata unik, khas Kedonganan. Selain melestarikan budaya, tradisi bendega (nelayan), sekaligus memupuk potensi masyarakat desa untuk membangun desanya.

Desa pesisir Kedonganan memiliki panjang pantai lebih kurang satu kilometer, kawasan dengan saujana indah teluk Jimbaran yang tenang dengan sunset spektakuler, dipagari lampu- lampu bandara di sisi kanan jika kita berdiri di pesisir menikmati sunset dan lampu hotel di sisi kiri.

“Potensi alam dan keseharian di wilayah inilah yang kami kemas dalam Festival Mina Wisata,” papar Koordinator Baga Yowana Pekraman Kedonganan Kadek Indra.

Festival, lanjut Krisna merupakan rangkaian kegiatan lomba sanitasi dan hias café, pameran grill terpanjang, lomba baleganjur tari, lomba membuat lawar dan late lilit seafood yang diikuti

oleh Sekehe Teruna Teruni, lomba masakan khas Kedonganan yang diikuti anggota organisasi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), lomba patung pasir, lomba mencar,  parade layangan kreasi, pasar murah dan hiburan masyarakat.

Festival bertema Pesisir Kedonganan diselenggarakan selama dua hari akhir pekan ini (17- 18 Nopember) tidak hanya melibatkan masyarakat asli pekraman Kedonganan, juga diikuti krama tamiu (pendatang) baik masyarakat urban yang berdomisili di wilayah Pekraman Kedonganan, wisatawan yang sedang berlibur, pelaku industri yang berusaha di wilayah Kedonganan.

Yang sedang berakhir pekan di Bali, yuk ke Kedonganan menikmati sajian Festival Mina Wisata. Boleh juga mencoba paket wisata sunset cruise menggunakan Sanata Cruise Line. *

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here