Globalports Singapura Tertarik Bangun Pariwisata di Banda Aceh

this formate

BANDA ACEH, bisniswisata.co.id: Keberhasilan Kota Banda Aceh membangun sektor pariwisata memikat minat investor asing untuk berinvestasi. Globalports, perusahaan jasa wisata asal Singapura, tertarik membangun wisata di Banda Aceh dengan melakukan penandatanganan kerjasama,

Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan di Balai Kota Banda Aceh, Selasa (08/01). MoU ini ditandatangani Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan Direktur Eksekutif Globalports, Henry Teh Kok Kheng.

Henry menilai Banda Aceh miliki potensi wisata cukup menjanjikan. Pihaknya pun ikut mempromosikan kepada dunia luar apa saja kelebihan pariwisata Banda Aceh. Terkait kultur dan budaya Islam, juga ikut mensosialisasikan karena menjadi daya tarik wisatawan dunia seiring semakin diminatinya wisata halal dewasa ini.

“Project ini bisa datang dari bawah, seperti project rakyat. Kemudian diperkuat dengan kerjasama dengan Pemerintah Kota. Diharapkan project ini akan berkembang dari pasar ke pasar,” jelas Henry dalam keterangan tertulis, Kamis (10/01/2019).

Wali Kota Aminullah Usman mengatakan, kerjasama ini mencakup pariwisata dan bisnis terpadu dengan operasional dan kemampuan investasi. “Poin – poin tertuang dalam MoU diantaranya, real estet destinasi terpadu dan lokasi daya tarik wisata dengan di pertunjukkan dan di pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue, bisnis dan pengembangan Usaha Kecil dan Menengah, peningkatan pembangunan yang berkonsep Hijau dan Biru dan juga bidang – bidang lainnya yang bersifat umum,” terang Aminullah.

Diharapkan dengan kerjasama ini bisa membuka peluang investor lain untuk berinsvestasi di kota Banda Aceh. “Sehingga kita harapkan, banyaknya investor luar bisa berinvestasi di sini,” ungkapnya.

Bahkan, lanjut dia, dengan kerjasama ini usaha membangun kota tidak hanya terfokus dengan pendanaan APBK, APBA dan APBN. Tetapi juga dengan melibatkan investor serta berbagai dukungan pendanaan dari negara lain. “Bahkan dari dana CSR pun kita butuhkan untuk membangun kota ini. Jadi tidak ada ketergantungan dari pembiayaan negara,”paparnya.

Kerjasama ini ditandatangani untuk jangka waktu setahun dengan opsi perpanjangan ketika dinilai memiliki keuntungan bagi kedua belah pihak. “Kalau berjalan dengan baik, akan terbuka peluang kerjasama ini diperpanjang,” terangnya.

Data kementrian Pariwisata menyebut pertumbuhan investasi pariwisata tahun 2017 tumbuh 32% dibandingkan 2016. Bahkan di tahun 2018 di kuartal I saja, nilai realisasi investasi pariwisata mencapai 21,67% atau USD33,5 juta dari target tahun 2018 sebesar USD2 miliar. Tahun 2019 ditargetkan investasi pariwisata mencapai USD2,5 miliar. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Komunitas Motor Palembang Jejajahi Wisata Bangka

this formate

PALEMBANG, bisniswisata.co.id: Panas dan lelah, basah dan dinginnya udara yang menusuk tubuh karena hujan seketika berubah menjadi sejuk dan kehangatan karena canda tawa serta senyuman karena berbagi. Bak peribahasa habis gelap terbitlah terang, itulah yang menjadi semangat Pertariders dalam menjalankan misinya, Charity Through Riding sejak Februari 2018.

Pertariders lahir dari besutan komunitas pencinta motor atau bikers Pertamina, yang sudah malang melintang mengikuti kegiatan komunitas motor, Budi Yendri yang saat ini menjadi presiden Pertariders bersama Dicky Firmansyah, yang saat ini menjadi salah satu dewan penasehat aktif di Pertariders.

Ketika itu, Budi ingin menjembatani hobi sekaligus bisa berkontribusi lebih bagi Pertamina, dari sinilah Budi mengusulkan ide untuk menciptakan Komunitas Motor Pertamina sebagai salah satu perpanjangan tangan perusahaan terhadap masyarakat. “Selain berbagi hobi dengan teman-teman, kami punya misi untuk berbagi dan mengedukasi tentang Pertamina di setiap kami mengaspal,” katanya dalam keterangannya, Kamis (10/01/2019).

Meski baru mau menginjak umur satu tahun, Pertariders sudah memiliki banyak kenangan manis disetiap perjalanannya, salah satunya adalah perjalanan ke Pulau Bangka pada Mei 2018.

Dalam perjalanan tersebut, Pertariders mengunjungi dua tempat, yakni Masjid At Taqwa di Desa Lampur, Bangka Tengah dan Panti Asuhan Baiturrahman Annur di Pangkal Pinang. “Charity Ride to Bangka, awal dari misi Pertariders, kami mulai disini,” cerita Budi.

Perjalanan diawali menuju Bangka Tengah dari Palembang, ditengah dinginnya hujan, akhirnya Pertariders sampai di Masjid At Taqwa, Masjid tertua di Desa Lampur Bangka Tengah yang kokoh berdiri sejak 1967.

Dalam keadaan basah kuyup, Pertariders di sambut hangat oleh masyarakat, sekaligus pada hari ini mengikuti Ibadah Sholat Jumat. Tidak terasa lagi dinginnya badan ketika kehangatan masyarakat sekitar menyambut baik kedatangan Pertariders untuk kembali berkontribusi untuk renovasi bagian Masjid At Taqwa.

Tiba di Pangkal Pinang, antara terkejut, sedih, hingga ingin tertawa dirasakan semua bikers Pertariders ketika mendengar jawaban apa yang diketahui anak-anak di panti asuhan dan pengurusnya tentang Pertamina. “Jual bensin dan Pertamini.

Potret ini makin mendorong kami untuk terus berbagi dan mengedukasi, kami harus membuat masyarakat bangga terhadap perusahaan ini, karena perusahaan ini kan milik bangsa Indonesia,” tutur Budi dengan semangat.

Suasanapun mencari saat penjelasan mulai diberikan secara perlahan oleh bikers Pertariders, topangan dagu anak-anak saat mendengarkan dengan seksama menjadi sebuah bayaran yang tidak dapat dinilai setelah menempuh perjalanan dari Palembang hingga Pulau Bangka.

Kunjungan ini dilengkapi dengan pemberian sedikit rezeki dan hiburan untuk anak-anak dengan sekedar naik motor tunggangan Pertariders, jangankan lelah, senyum dan tawa para anak-anak ini bahkan menambah semangat riders untuk terus berkontribusi lebih ke depannya.

“Badan udah besar, gaya jantan, tapi banyak dari kamipun menangis melihat reaksi dan sambutan Panti Asuhan Baiturrahman Annur. Membantu itu bukan masalah bisa atau tidak, tapi kemauan, dan pada hari ini kami merasakan betapa membantu itu tidak susah, bahkan hobi seperti ini bisa sekaligus membantu,” Budi melanjutkan.

Apresiasipun muncul dari berbagai pihak, salah satunya dukungan dari Direktur Sumber Daya Manusia, Koeshartanto dan Direktur Pengolahan Budi Santoso Syarif, menurut keduanya, Pertariders bisa sangat bermanfaat bagi kegiatan internal maupun eksternal Pertamina.

Pada Desember 2018, sebagai bentuk apresiasi, baik Koeshartanto dan Budi meresmikan langsung Pertariders Chapter Balongan dan rencananya akan diresmikan juga Pertariders nasional.

“Ke depan, komunitas yang sudah terdaftar dalam Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai induk dalam melakukan kegiatan bermotor ini akan terus melebarkan sayap, memperbanyak anggota di seluruh Indonesia, dan memastikan roda-roda ini terus berputar membagi edukasi serta kebahagiaan,” ucapnya seperti dilansir Inilah.com

“Hobi, berbagi, ibadah, apalagi yang kita cari? Perjalanan perdana Pertariders dalam Charity Ride to Bangka ini sudah menyimpulkan bahwa misi kami ini tidak lain adalah untuk kebahagiaan bersama, tidak hanya Pertariders, tapi masyarakat disekitar kami,” pungkas Budi. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Rahasia William Wongso Tetap Energik

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Di usianya bakal menginjak angka 72 tahun, pakar kuliner William Wirjaatmadja Wongso atau lebih dikenal William Wongso masih segar bugar, energik, dan cerdas. Apa sebenarnya rahasia di balik jiwa mudanya yang begitu awet hingga saat ini?

Om Wil, begitu biasa dipanggil, menceritakan dua rahasia dirinya bisa tetap sehat hingga saat ini. Pertama adalah makan tidak berlebihan. Kendati seorang pengelana rasa makanan, tidak kalap ketika menyantap hidangan yang ditemuinya di sejumlah daerah.

“Rahasianya [awet muda], ya icip-icip saja kalau makan. Saya ini enggak ada pantangannya kalau makan,” tutur lelaki kelahiran Malang Jawa Timur, 12 April 1947 seperti dilansir laman Bisnis.com, Kamis (10/1/2019).

Kegiatan blusukan menikmati ragam kuliner sebenarnya mendorongnya untuk makan yang banyak, namun Om Wil mengakui tidak rakus dalam melahap makanan. Bahkan tidak pernah menambah porsi makanan. Justru sekedar icip-icip menjadi trik jitu baginya untuk bisa menjaga pola makan. “Kedua, aktif keliling,” ungkap bapak dua anak Olivia Wongso dan Tia Wongso.

Diakui, dirinya telah khatam mengelilingi Indonesia, bahkan hampir seluruh negara di dunia. Berkeliling ke berbagai negara untuk culinary tour menjadi aktivitas yang membuatnya aktif bergerak dan lebih dinamis. “Karena itu, saya terbiasa untuk bergerak sehingga menjadi lebih sehat,” ucap peraih penghargaan BNSP Competency Award 2008 dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Ahli kuliner yang menguasai seni masakan Eropa dan Asia, semula bercita-cita menapaki karier di bidang film dan fotografi seperti ayahnya, Soewadi Wongso (Wong See Hwa), namun keahlian sang ayah dalam memasak menumbuhkan minatnya untuk mencintai dunia kuliner.

Keahliannya dalam memasak tidak diperoleh melalui pendidikan formal melainkan dari berguru langsung dengan pemilik warung di pinggir jalan hingga penyaji makanan berkelas di restoran atau hotel berbintang. Ia sering melakukan kunjungan ke tempat asal masakan dan langsung berinteraksi dengan ahlinya. (EP)

Menikmati Perjalanan Bisnis dan Wisata di Istanbul, Turki

this formate
  1. Istana Topkapi dan pemandangan Selat Bosphorus yang indah.

Santi Mia Sipan, CEO Jaty Arthamas yang juga Founder Wise Women dan Sekjen CEO Indonesia menceritakan perjalanannya ke Turki 20-28 November 2018 lalu. Berikut laporannya:

ISTANBUL, Turki, bisniswisata.co.id: Happy, perasan bahagia menyergap begitu roda pesawat Qatar Airways menyentuh landasan  di Bandara Sabiha Gökçen. Bersama Mutia Sari yang menjadi teman seperjalanan, kami akhirnya tiba di bandara internasional yang mengambil nama pilot pesawat tempur pertama Turki.

Mendarat di kota Istanbul yang berada persis di dua benua yaitu Eropa dan Asia membuat hati ingin cepat-cepat melihat pesona kota yang memadukan unsur kemoderenan benua biru sekaligus keramahan ala masyarakat Timur.

Kunjungan ke Turki kali ini adalah undangan Majalah Economic Review dan Ideku, pimpinan Nana Irlisa Rachmadiana yang menggelar Indonesia-Turkey Global CEO Awards bekerjasama dengan DEiK Turkiye.

Selesai urusan imigrasi dan naik kendaraan menuju hotel barulah paham bahwa Bandara Sabiha Gökçen ini lokasinya sekitar 35 km Tenggara dari pusat kota İstanbul.  Bandara ini berada di sisi Asia dari kota dua benua tersebut dan dibangun karena Bandar Udara Internasional Atatürk (di sisi Eropa) tidak cukup lagi untuk menampung ledakan penumpang domestik maupun internasional.

Satu jam setelah tiba, rombongan lainnya datang dan mendarat di bandara internasional yang berbeda yaitu Bandara Internasional Ataturk, merupakan bandara internasional utama di kota Istanbul, kota terpadat di Turki.

Bandara ini berlokasi di kawasan Yesilkoy yang berjarak 15 mil sebelah Barat dari pusat kota Istanbul dan namanya mengabadikan nama Mustafa Kemal Ataturk, yang merupakan pendiri dan presiden pertama Republik Turki.

Rombongan yang tiba di Bandara Ataturk adalah Nana Irlisa, Dewi, Doktor Risk Management dari Universitas Indonesia, dan Icha Trisya Founder Bambu Spa. Seperti biasa pertemuan para sahabat ini selalu penuh cerita padahal kami baru berpisah selama 13 jam saja selama perjalanan udara.

Meski tidak datang melalui Bandara Internasional Ataturk, namun kami mendapat informasi penumpang dapat melakukan penerbangan secara terus menerus dari Istanbul ke beberapa tujuan di seluruh Eropa, Asia, Afrika, Amerika Utara dan Amerika Selatan.

Tak perlu menunggu waktu lama karena setelah menempatkan koper di kamar Hotel Taksim Marmara, sebuah hotel bintang 5 yang menjulang tinggi di atas Alun-Alun Taksim yang ramai di Istanbul, kami langsung mengeksplor kawasan yang menjadi tempat ‘berlabuh’ selama empat malam sebelum pindah hotel lagi.

Marmara Hotel menawarkan kamar-kamar mewah dengan TV kabel, akses Wi-Fi gratis, serta pemandangan Bosphorus dan kota yang sangat indah. Bosphorus yang berasal dari bahasa Yunani adalah sebuah selat yang memisahkan Turki bagian Eropa dan bagian Asia.

Selat ini  menghubungkan Laut Marmara sesuai nama hotel tempat kami menginap dengan Laut Hitam. Selat ini memiliki panjang 30 km, dengan lebar maksimum 3.700 meter pada bagian utara.

Serba cantik

Begitu berada di tengah kerumunan warga dan para turis,  Istanbul sungguh kota yang mengesankan dan penduduknya yang wanita cantik-cantik dan para prianya juga tak kalah rupawan. Bahkan Donny, Dirut Tugu Mandiri yang juga mengikuti ajang penghargaan mengatakan dari setiap 10 wanita Turki maka yang kesebelasnya adalah wanita cantik.

Dengan  GDP US$ 16,885 per capita, Turki adalah negara Islam ke 8 terkaya di dunia dibawah Bahrain dan Saudi Arabia, pantas penduduknya terlihat nyaman, tenang dan bahagia

Turki bisa dikunjungi dengan mengajukan visa langsung berbayar setara USD$30 dan bulan November di Turki adalah menjelang winter dengan suhu antara 11 – 16 celcius. Kebanyakan orang sudah mengenakan winter coates termasuk kami yang  mengenakan baju hangat.

Santi Mia Sipan menikmati musim dingin di Turki, saat  daun maple berguguran

Jalan jalan pertama di alun alun kota terlihat daun-daun maple yang kuning mulai berguguran. Jadi ingat juga Kisah Petualangan Tintin di Istanbul by Herge, nama pena dari Georges Prosper Remi yang menampilkan Turki dalam komiknya.

Pastinya  penulis komik dan seniman berkebangsaan Belgia ini jatuh cinta dengan keindahan kota Istanbul  sehingga menuangkan dalam karya-karyanya.

Melihat daun maple berguguran  jadi ingat daun ini punya makna tersendiri, bahkan menjadi lambang negara Kanada. Mitosnya, jika melihat daun maple maka kita akan merasa damai dan bahagia.

Negeri yang penduduknya 90 persen adalah Muslim ini sungguh memiliki posisi yang sangat strategis dan kebudayaan tinggi mereka adalah gabungan dari era Byzantium, Romawi dan Dinasty Ottoman .

Dalam hati saya bersyukur bahwa negeri ini sungguh diridhoi Allah SWT dan Masya Allah baru tiba saja saya sudah bertekad untuk bisa berkunjung kembali secepatnya ke Turki di lain kesempatan.

Dahulu Istanbul memiliki nama Konstantinopel, ibukota Kekaisaran Romawi Byzantium. Kota ini berganti nama ketika Sultan Muhammad Al-Fatih berhasil merebutnya, lalu jadilah ia Islambul yang berarti Kota Islam.

Perjalanan yang panjang tersebut kini membuat Istanbul menyimpan berbagai objek wisata sejarah. Di antaranya ada Hagia Sophia, contoh terbaik untuk menemukan harmoni antara Islam dan Kristen.

Bangunan megah sekaligus ikon wisata Istanbul ini merupakan museum terbuka yang boleh dikunjungi siapa pun. Bangunan ini begitu megah dengan gaya bangunan Turki yang memadukan gaya Eropa, Asia dan Timur Tengah.

Hagia Sophia atau Aya Sofya (dari bahasa Yunani) adalah sebuah bangunan bekas basilika, masjid, dan sekarang museum, di Istanbul, Republik Turki. Dari masa pembangunannya pada tahun 537 M sampai 1453 M, bangunan ini merupakan katedral Ortodoks dan tempat kedudukan Patriark Ekumenis Konstantinopel.

Pada tahun 1204 sampai 1261, tempat ini diubah oleh Pasukan Salib Keempat menjadi Katedral Katolik Roma di bawah kekuasaan Kekaisaran Latin Konstantinopel. Bangunan ini menjadi masjid mulai 29 Mei 1453 sampai 1931 pada masa kekuasaan Kesultanan Utsmani dan pada 1 Febuari 1935 fungsinya berubah menjadi museum.

Nah saat mau masuk Hagia Sophia ada kejadian unik, tiba-tiba di sambut dan diantar oleh guide khusus jadi kami tak perlu mengantri untuk membeli tiket. Padahal yang jelas terlihat antrian mengular panjang.

Kemanapun kami melangkah sapaan ramah dari penduduk Turki selalu ada. Nah rajin membalas sapaan mereka itulah yang mungkin  membawa kami dapat beragam kemudahan dari Allah SWT.

Keindahan interior masjid Sultan Ahmed

Topkapi Palace

Bangunan megah lainnya yang kini menjadi museum adalah Topkapi Palace, istana kekaisaran Ottoman yang kini beralih fungsi sebagai museum dan menyimpan benda-benda peninggalan Rasulullah, Muhammad SAW dan para sahabatnya.

Istana Topkapı merupakan kediaman resmi Sultan Utsmaniyah selama lebih dari 600 tahun (1465-1856). Pembangunan istana ini dimulai pada tahun 1459 atas perintah Sultan Mehmed II. Kompleks istana terdiri dari empat lapangan utama dan banyak bangunan-bangunan kecil.

Pada puncaknya, istana ini dihuni oleh 4.000 orang. Selain sebagai tempat tinggal kerajaan, istana digunakan untuk acara-acara kenegaraan dan hiburan kerajaan. Sekarang menjadi daya tarik wisata dan berisi peninggalan suci penting dari dunia Muslim, termasuk pedang dan jubah Nabi Muhammad.

Tidak jauh dari situ, kita bisa menemukan Blue Mosque. Dibangun oleh Sultan Ahmed untuk menandingi Hagia Sophia. Lengkap dengan kubah besar, tiang menjulang tinggi, dan keramik iznik berwarna biru benderang yang menghiasi dindingnya.

Masjid ini dibangun antara tahun 1609 dan 1616 atas perintah Sultan Ahmed I, yang kemudian menjadi nama masjid tersebut. Ia dimakamkan di halaman masjid yang terletak di kawasan tertua di Istanbul.

Dikenal dengan nama Masjid Biru karena warna cat interiornya didominasi warna biru. Akan tetapi cat biru tersebut bukan merupakan bagian dari dekor asli masjid, maka cat tersebut dihilangkan. Sekarang, interior masjid ini tidak terlihat berwarna biru.

Arsitek Masjid Sultan Ahmed adalah Sedefhar Mehmet Aga yang diberi mandat untuk tidak perlu berhemat biaya dalam penciptaan tempat ibadah umat Islam yang besar dan indah ini.

Struktur dasar bangunan ini hampir berbentuk kubus, berukuran 53 kali 51 meter. Orang yang melakukan Shalat menghadap ke Makkah, dengan mihrab berada di depan.

Kubah mesjid  dan menaranya mendominasi cakrawala kota Istanbul. Alhamdulillah saya bisa sholat maghrib dan Isya di sini dengan interior yang cantik. Bahagia rasanya bisa sholat disini walau suhu sekitar 10 celcius.Kuping dan tangan terasa beku, beruntung masjid-masjid disini menyediakan air wudhu hangat sehingga gigi tidak ngilu saat kumur-kumur dengan air sedingin es.

Icon wisata Blue Mosque Turki

Saat menunggu sholat magrib  tiba-tiba terdengar obrolan sejumlah wanita dengan bahasa Indonesia. Langsung saya berkenalan dengan mbak Nana, pemilik restoran Dapoer Melayu yang tengah menjajaki membuka restoran Indonesia di Istanbul.

Nana yang sholat bersama beberapa mahasiswi Indonesia di Turki langsung mengajak saya dan Mutia untuk menikmati malam di Selat Bosphorus. Subhanallah rejeki anak saleha, langsung di traktir pengusaha wanita yang mondar-mandir Turki-Jakarta ini.

Di sini bisa pakai kartu transportasi yang terintegrasi  untuk naik kapal maupun kereta api sehingga malam itu kami punya pengalaman naik beragam transportasi saat menikmati Istanbul di waktu malam.

Selain situs bersejarah, keindahan kota Istanbul Turki yang wajib dikunjungi juga menawarkan nuansa alam yang begitu damai. Coba saja jalan-jalan sepanjang Selat Bosphorus ini.  Menyaksikan kapal-kapal tongkang berlalu-lalang. Duduk rehat sambil menikmati hembusan angin laut dan sesekali bertemu burung-burung camar.

Bila malam tiba, suasana pun jadi lebih romantis. Jembatan dan bangunan-bangunan kuno tampak meriah oleh cahaya lampu. Bila sempat, jangan lupa naik private boat untuk menikmati aliran Selat Bosphorus yang begitu tenang.

Sebagai salah satu destinasi wisata favorit, Turki menyimpan segala hal yang memanjakan liburan semua orang. Mulai dari wisata religi, wisata alam, bangunan bersejarah, kuliner lezat, serta pusat-pusat perbelanjaan.

Selain Istanbul atau Kapadokya, ternyata Turki juga menyimpan kota lain yang tak kalah menarik, loh. Sebuah daerah berpredikat kota aman paling aman dan nyaman di Turki. Kota pelabuhan yang menawarkan suasana tenang, santai, dan menepi dari kebisingan serta polusi kota. Istanbul juga dikenal dgn kota seribu masjid dan sejuta kucing

Uniknya sambil jalan-jalan maka dimana-mana dengan mudah kita akan bertemu kucing dan anjing dengan bentuk tubuh gemuk dan jinak ( friendly) Walau mereka hewan tak bertuan tapi negara merawatnya dengan baik dan semua binatang liar diberi vaksin.

Anjing diberi peneng dikuping supaya ter registered dan anjing disini besar-besar seperti anak beruang. Anjing sejenis ras
Malamut Alaska banyak dijumpai di jalanan. Ras ini adalah salah satu ras anjing bertubuh besar yang berasal dari Alaska.

Dulunya ras anjing ini dimanfaatkan untuk menarik kereta barang yang tahan terhadap suhu sangat dingin, namun sekarang anjing ini dirawat sebagai peliharaan keluarga dan anjing pertunjukan. Harga anakan ras ini bisa mencapai Rp 35 juta/ ekor, sementara di sini mereka dengan aman melenggang di tengah keramaian.

Anehnya kemanapun kami melangkah banyak anjing dan kucing yang mengikuti langkah kami.  Ratusan meter kami diikuti anjing putih dan baru berhenti setelah kami memberinya roti.

Saat jalan-jalan dan cuci mata inilah baru membutuhkan Lyra Turki ( LT), mata uang Turki yang bila di kurs ke Rupiah  sekitar Rp 2600. Tak perlu membeli uang Lyra Turki sebelum berangkat karena tidak tersedia di Money Changer di Jakarta. Padahal tiap bulan ribuan orang Indonesia berwisata ke Turki. Begitu juga ribuan pelajar Indonesia kuliah di Turki.

Solusinya bawa saja ATM dan dengan mudah kita bisa menarik uang tunai dari ATM yang banyak tersedia sejak mulai mendarat di bandara dan di sudut-sudut kota lainnya.

Nah untuk kebutuhan internet selama perjalanan ini saya pakai paket salah satu operator selular untuk umroh yang bisa dipakai di Turki, hanya Rp 275.000 untuk online selama 10 hari karena kalau beli di Turki ternyata jauh lebih mahal. Alhamdulilah untuk urusan telekomunikasi, Indonesia lebih membanggakan deh dan harganya terjangkau.

Bisnis dan leisure

Memadukan kegiatan bisnis dengan
leisure adalah salah satu keahlian wanita dalam mengemas jadwal perjalanannya ke luar negri seperti yang dilakukan group kami ini. Soalnya hari berikutnya kami sibuk menghadiri pertemuan dengan para pebisnis Turki. Terima kasih atas DEiK diketuai Irhan Erdal yang sekaligus menjadi tuan rumah yang baik.

Hari kedua  setelah makan pagi, kami mengadakan pertemuan dengan organisasi di bawah Kamar Dagang Turki yaitu Istanbul Ticaret Odesi ( ITO). Turki dapat menjadi gerbang masuk produk Indonesia ke Eropa Barat, Eropa Timur, serta Afrika Utara.

Kami benar-benar menyimak dan mengikuti pembicaraan dengan serius.Tak ingin melewatkan meeting-meeting formal maupun informal. Produk-produk yang potensial dari RI untuk diekspor ke Turki antara lain benang, kain, ban, gelas, keramik, serta mainan anak.

Kumpul dan kuliner bersama tim dari Turki

Esoknya kami menghadiri jamuan makan yang disekenggarakan oleh DEiK di Hamdi Restaurant, salah satu restoran terbaik di Istanbul. Jamuan dihadiri kepala konjen RI, Perwakilan Kemenlu dan para pengusaha papan atas Turki.

Segala makanan terbaik dihidangkan disini dengan nama yang tidak akrab ditelinga kita seperti Lahmajun, Icli Kofte Ekmek. Ditutup dengan Turkish delight,   Baklava yang rasanya super legit dan manis.

Bagi saya semua makanan ini enak dan enak  banget. Tapi beberapa sahabat terlihat berjuang mengunyah pada rasa yang mereka belum familiar di lidahnya.

Akhirnya ajang penghargaanpun tiba dan event yang diberi nama Indonesia Turkey Global CEO Awards ini dihadiri  Dubes RI di Turki, Wardhana. Ada juga Konjen RI, perwakilan dari Kementrian Luar Negeri RI dan para pengusaha/ Chairman dari Indonesia dan Turki.

Berjalan sukses lancar dan penuh ramah tamah, kami  bersyukur langsung terjadi mutual transaction antara pebisnis online JD. iD , Maya Miranda dengan DEIK Turki diketuai Ilhan Erdall.

Penghargaan The Best CEO / Global Leaders Award 2018 – 2019 ini dinobatkan kepada Perusahaan dan CEO. Penerimanya dari Indonesia adalah Donny J Subakti dari PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri, Maryono Sumaryono dari PT Asuransi Jiwa Taspen, Ituk Herarindri dari PT. Angkasa Pura II.

Penghargaan juga diberikan kepada Ahmad Irfandari PT Bank BJB, Abdullah Firman Wibowo dari PT BNI Syariah,Trisya Suherman dari PT LNC (Bambu SPA), Prof.DR.dr.Fachmi Idris mewakili BPJS Kesehatan, Maya Miranda dari bisnis online JD.id.

Penerima award lainnya dari perusahaan yang beragam yaitu Sripeni Inten Cahyani dari PT. Indonesia Power, Samsir Ismail dari PT. Bank Kalbar, Maryono dari PT. Bank BTN dan Imam Fathorrahman dari PT. Kimia Farma Apotek.

Para penerima Indonesia Turkey Global CEO Awards

Usai bertugas sebagai master of ceremony, saya dan teman-teman masih sempat belanja ke Chilly Market  yang mirip Grand Bazaar versi kecil tapi tutup jam 7 malam untuk berburu oleh-oleh.

Acara shopping masih berlanjut  ke salah satu mall terbesar di Istanbul yaitu Vadistanbul, sedikit lebih berkelas diatas mall Pacific Place di Jakarta. Namun uniknya mall ini dikelilingi oleh taman dan air mancur yg sangat luas dan terang benderang sehingga  menjadi spot foto yang Instagramable.

Sempat cuci mata masuk butik Zara yang ternyata banyak produknya bertuliskan made in Indonesia. Rasanya senang sekali produk mendunia itu hasil tangan-tangan terampil para pekerja pabriknya di Indonesia.

Usai acara penghargaan, teman-teman dari Indonedia pulang keesokan harinya. lementara saya dan Mutia Sari memperpanjang tinggal selama dua hari lagi karena penduduknya yang ramah dan punya teman-teman baru warga Turki seperti Ramadhan. Dia pula yang merekomendasikan hotel untuk dua malam berikutnya dengan harga seperempat dari hotel bintang lima.

Citra masyarakat Indonesia ramah tamah dengan tamu juga saya rasakan yang sama pada masyarakat Turki. Mereka yang kami temui umumnya  ramah, tulus dan penolong. Bukan cuma masyarakatnya, negara ini juga mau menampung para pengungsi dari Siria

Hal yang membanggakan pula adalah ribuan mahasiswa Indonesia kuliah di Turki didominasi alumni  Gontor yang banyak menerima beasiswa disini. Tinggal di negeri orang, mahasiswa kita ini sangat santun, penolong, profesional dan sangat koperatif.

Mereka juga sudah fasih berbahasa Turki sehingga bisa menjadi teman shopping yang efektif untuk mendapatkan harga-harga dengan diskon khusus. Meski akhirnya waktu pulang ke tanah airpun tiba, rasanya hati kami tertambat di Turki apalagi living cost hampir sama dengan Jakarta.

Goodbye Istanbul, Inshaa Allah saya akan kembali membawa teman-teman berwisata ke berbagai pelosok negri yang cantik ini.

Tanjung Puting Disinggahi Cruise MV Le Laperouse, Membawa 178 Wisman

this formate

Wisatawan cruise memakai perahu karet menuju Tanjung Puting.

KUMAI, Kalteng, bisniswisata.co.id:– Balai Taman Nasional Tanjung Puting dikunjungi tamu istimewa di awal 2019. Namanya, MV Le Laperouse, kapal pesiar yang membawa sekitar 178 wisatawan mancanegara dari 4 benua. Ada Eropa, Amerika, Australia, bahkan Asia. Mereka mengekplorasi eksotisnya Tanjung Puting melalui alur Sungai Buluh.

MV Le Laperouse berkunjung, Selasa (8/1), pukul 05.00 WIB. Mereka merapat melalui perairan Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah dengan wisatawan asal Prancis mendominasi dengan 104 orang., dari Australia sebanyak 15 orang, lalu ada 14 orang Amerika Serikat , 12 warga Belgia dan 11 orang wisatawan Swiss.

Dari total komposisi 178 wisatawan penumpang kapal pesiar itu,  90% orang turun mengekplorasi pesona Tanjung Puting yang terbagi dalam  dua group, 160 wisman masuk melalui Sungai Buluh Kecil dengan perahu karet.

“Kami tentu sangat gembira dengan kehadiran wisatawan MV Le Laperouse. Apalagi, mayoritas turun untuk menikmati keindahan Taman Nasional ini. Para wisatawan mengamati berbagai keindahan yang dimiliki Tanjung Puting,” ungkap Kadispar Kotawaringin Barat Wahyudi, hari ini.

Bergerak dari atas kapal MV Le Laperouse pukul 06.30 WIB, rombongan langsung menuju Camp Philomena. Di sana, mereka melihat aktivitas feeding orang utan. Sekitar pukul 11.00 WIB, rombongan pertama yang terdiri dari 80 wisman kembali ke kapal. Berikutnya giliran group 2 yang masuk pukul 13.15 WIB. Group ini melakukan susur Sungai Buluh Kecil untuk aktivitas serupa.

Selain menikmati feeding orang utan, Tanjung Puting ini memiliki banyak keunikan. Kawasan ini juga menjadi habitat bekantang dan kera. Ada juga beragam burung. Koleksi floranya juga sangat kaya. Pada 2018, Tanjung Puting berhasil melakukan 13 translokasi satwa liar. Rinciannya, 10 orang utan, 1 buaya sapit, 1 buaya muara, juga 1 macan dohan.

“Ada banyak aktivitas yang dilakukan wisatawan MV Le Laperouse. Sebab, kawasan Tanjung Puting terkenal sebagai cagar biosphare. Hutan tropis di sini juga sangat indah. Kami berharap akan ada lagi kunjungan cruise setelah ini,” tutur Wahyudi lagi.

Penumpang kapal pesiar siap merapat ke Tanjung Puting.

Hampir seharian buang sauh di perairan Kumai, MV Le Laperouse melanjutkan perjalanan pukul 19.30 WIB. Mengawali start dari Singapura, MV Le Laperouse juga berkunjung ke beberapa destinasi terbaik di nusantara. Selain Tanjung Puting, ada Banyuwangi, Badas Sumbawa, Pulau Mojo, Pink Beach, dan Taman Nasional Komodo. Berikutnya, Banda Neira dan Kei Island di Maluku, hingga Triton Bay Papua.

Setelah puas mengekplorasi nusantara dari 4-24 Januari, MV Le Laperouse lalu keluar menuju Australia. Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional II Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar Reza Fahlevi mengungkapkan, kehadiran kapal pesiar MV Le Laperouse di Tanjung Puting menjadi bukti betapa eksotisnya destinasi tersebut.

“Tanjung Puting ini adalah destinasi luar biasa. Keindahan alam lengkap dengan satwanya luar biasa dan layak menjadi destinasi utama cruise. Sebab, profil yang dimiliki oleh Tanjung Puting ini sangat bagus,” terang Reza.

Tanjung Puting memang memiliki rekam jejak positif. Sepanjang 2018, Tanjung Puting mendapatkan 2 penghargaan. Ada Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) Kemenpar. Mereka juga memiliki award Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dari BNNK Kotawaringin Barat.

“Dengan potensi yang dimilikinya, kawasan Tanjung Puting ini banyak menarik kunjungan wisatawan di 2018. Pengelolaan SDM Tanjung Puting (Sumber Daya Manusia) juga bagus. Yang jelas kehadiran MV Le Laperouse di awal tahun bagus dan jadi sinyal positif perkembangan pariwisata di sana,” ujar Reza lagi.

Tshun lalu kawasan Tanjung Puting dikunjungi oleh 29.283 wisatawan. Dari proporsi ini, dominasi diperlihatkan kunjungan wisman hingga 64,3%. Angka riilnya 18.834 orang wisman dan untuk  wisnus hanya berada di angka 10.449 orang.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman mengatakan, MV Le Laperouse semakin menaikan value Tanjung Puting. Biasanya, akan ada kunjungan kapal pesiar lainnya. Kami yakin, area Tanjung Puting ini akan terus berkembang hingga memberikan impact ekonomi bagus, kata Dadang.

Berbendera Prancis, MV Le Laperouse ini memiliki bobot 9.900 GT. Pasar yang disasar adalah premium dengan Prancis sebagai basic. Kapal ini memiliki kecepatan 18 kn atau 21 mph, panjangnya 131 meter, lalu lebar 18 meter. Selain Indonesia, cruise ini melayani destinasi Karibia, Baltik, Mediterania, ASEAN, Amerika Selatan, hingga Australia.

Live Music Warnai Penerbangan Garuda Jakarta – Denpasar

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ada suasana berbeda di penerbangan Garuda Indonesia GA 408 Rute Jakarta–Denpasar. Perberdaan itu berupa live music akustik di pesawat. Tujuannya untuk menghibur penumpang agar tidak bosan serta memberi pengalaman penerbangan. Solois Abdul menyanyikan dua lagu secara akustik.

“Jadi Sejalan dengan upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan layanan, khususnya pengalaman penerbangan pengguna jasa, maskapai nasional Garuda Indonesia terus melakukan terobosan terbaru yang salah satunya dilakukan dengan menghadirkan hiburan live music akustik di pesawat yang kami harapkan dapat memberikan sensasi pengalaman penerbangan yang berbeda kepada pengguna jasa.” papar Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara.

Hadirnya layanan live music akustik bertajuk #GIAcoustic di atas ketinggian 35 ribu kaki ini, lanjut dia, juga merupakan komitmen berkelanjutan maskapai dalam menghadirkan new flight experience kepada pengguna jasa, sekaligus memberikan nilai tambah kepada pengguna jasa sebagai maskapai full service.

“Hadirnya #GIACoustic ini juga merupakan bagian dari upaya garuda mengapresiasi para musisi muda yang punya talenta dan memberi mereka ruang untuk lebih berkembang lagi,” jelas Ari melalui siaran pers yang diterima bisniswisata.co.id, Rabu (9/1/2019).

“Hiburan live music akustik tersebut juga kami harapkan dapat menyelaraskan customer voice, khususnya generasi milenial yang menginginkan nuansa pengalaman penerbangan yang berbeda di penerbangan Garuda Indonesia.” sambungnya.

Hadirnya layanan live music akustik tersebut telah melalui serangkaian assesment dalam memastikan aspek safety dan security yang tetap terjaga. Hal tersebut sejalan dengan komitmen maskapai dalam menghadirkan upaya peningkatan layanan yang sejalan dengan aspek ketaatan regulasi dan safety.

Sejalan dengan komitmen Garuda Indonesia dalam menghadirkan new flight experience, sebelumnya Garuda Indonesia telah menghadirkan sejumlah layanan baru, di antaranya hadirnya menu populer pada inflight menu yang bekerja sama dengan Hokben, serta diperkenalkannya konsep penerbangan Vintage Flight dengan menghadirkan nuansa layanan penerbangan di 1970an. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Maskapai Garuda Indonesia Hilangkan Komisi ke Agen Wisata, ASITA Siap Demo Besar

this formate

Ketua Umum DPP ASITA Asnawi Bahar ( kiri) beesama N. Rusmiati, Sekjen saat jumpa pers, Selasa (8/1).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ketua Dewan Pengurus Pusat ( DPP) Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA), Asnawi Bahar mengatakan siap demo besar dan pihaknya telah menulis surat pada Presiden Jokowi agar membatalkan kebijakan Garuda Indonesia yang menerapkan zero komisi pada BPW yang menjual tiket penerbangannya.

“Garuda Indonesia itu maskapai nasional tapi jalan sendiri dan tiba-tiba akan menghilangkan komisi agen,  hanya memberikan insentif di akhir periode sehingga kinerja Biro Perjalanan Wisata ( BPW) bisa turun dan mengancam pengembangan pariwisata nasional,”  kata Asnawi pada jumpa pers, kemarin,  di kantor DPP ASITA, Fatmawati, Jakarta Selatan.

Keputusan sepihak yang diambil manajemen Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional akan melibas 70% usaha BPW di daerah yang merupakan UMKM. Hal ini kontraproduktif dengan program Presiden Jokowi yang justru ingin meningkatkan UMKM.

“Hubungan ASITA dengan Garuda Indonesia ini ibarat pepatah Habis Manis Sepah Dibuang, padahal selama ini anggota kami yang menjualkan tiketnya. Kami sudah super sabar sejak Garuda menurunkan komisi agen dari 5% menjadi 2- 3% hampir dua tahun lalu,” kata Asnawi Bahar didampingi sekjennya.

Nunung Rusmiati, Sekjen ASITA mengatakan ketika Garuda Indonesia menurunkan komisi agen dari 5% menjadi 3% pada Mei 2017, bahkan sub-agent hanya hidup dari komisi 2%. Pihaknya juga sudah melayangkan protes dan dijanjikan ada penjelasan alasan-alasannya dan akan dievaluasi.

“Anggota kami terus menunggu penjelasan Garuda, tahu-tahu di awal tahun 2019 ini malah komisi agen akan dihilangkan. Janji penjelasan komisi turun dari 5% jadi 3% belum pernah diwujudkan malah sekarang akan dihilangkan,” kata Rusmiati.

ASITA  mendesak Garuda Indonesia mencabut keputuan itu dan bersikap adil terhadap mitra-mitranya. Sebagai contoh adalah kebijakan sistem top-up dengan insentif yang hanya dapat dilakukan oleh BPW besar.

Untuk agent travel yang besar dan mampu top up Rp  400 miliar maka akan mendapat insentif sebesar 8% dari salesnya. Sementara untuk agent kecil  tak akan pernah mampu mendapat insentif karena yang mampu top-up Rp 5 miliar, besaran insentifnya hanya 1%.

Upaya menghilangkan komisi akan membunuh usaha anggota ASITA di seluruh Indonesia yang selama ini menjadi mitra dari penjualan tiket Garuda. Merekalah yang membesarkan maskapai nasional ini.

“Pihak Garuda berjanji hari Kamis besok ( 10 Januari) akan dibahas kembali oleh Board of Director. Jika tetap berlaku zero komisi maka kami akan demo besar-besaran karena BUMN itu tidak pro rakyat,  kata Rusmiati.

Asnawi Bahar menyayangkan pejabat maskapai nasional yang merupakan BUMN ini justru mempersilahkan anggota ASITA dengan 150 ribu pekerjanya untuk melakukan demo menanggapi kebijakan sepihak Garuda Indonesia.

“Di negri ini rupanya rakyat harus demo dulu baru mendapat perhatian pemerintah. Kami berharap Presiden Jokowi menanggapi surat dari ASITA. Soalnya dengan komisi 2%-3% saja sudah susah hidup malah mau di bunuh bersama,” kata Asnawi Bahar.

Itulah sebabnya, pemerintah dalam hal ini Kementrian Pariwisata, Kementrian Perhubungan dan Kementrian BUMN agar mengkaji ulang kebijakan yang menjadi kontraproduktif untuk menjadikan pariwisata sektor unggulan dan penghasil devisa utama.

Mischa Chandrawinata Berbagi Momen Liburan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sejenak meninggalkan segudang kesibukan, selebiti Mischa Chandrawinata beberapa kali kedapatan traveling ke sejumlah destinasi eksotis di dalam maupun luar negeri. Hal ini tampak sederet unggahan di akun Instagram adik kandung Nadine Chandrawinata.

Meski punya jadwal yang padat, bujangan berwajah tampan selalu menyediakan waktu buat traveling, entah dengan keluarga tercinta ataupun bersama teman-temannya.

Supaya selalu sehat setiap kali pergi liburan, Mischa memilih untuk olahraga dan mengonsumsi makanan sehat. Mengingat ketika sedang liburan, ada saja hal-hal buruk terjadi. Mischa mengaku pernah mengalami hal yang mengganggu liburannya, yaitu sembelit.

“Waktu itu saya pernah dua minggu tidak buang air besar. Sempat tidak sadar, karena tidak ada gejala. Guna mengatasi, saya tidak pernah lupa membawa obat-obatan ketika sedang liburan. Buat aku kesehatan memang nomor satu. Apa saja yang dimasukkan ke dalam tubuh, harus kita tahu, makan dan minum di jam teratur, aku wajib banget,” katanya.

Sebelum traveling juga harus sedia payung sebelum hujan. Salah Satunya dengan membawa obat pribadi karena kita sendiri yang tahu kondisi tubuh. Selain membawa obat-obatan pribadi dan mengatur pola makan, Mischa juga menyarankan untuk menikmati saat-saat liburan.

“Kalau biasanya orang-orang itu liburan selalu bangun siang, saya sendiri lebih suka bangun pagi supaya kita bisa menikmati hari. Kalau perlu, kita lihat sunrise dan memanfaatkan waktu. Intinya jangan stres saat liburan, harus senang,” tutup Mischa.

Lewat unggahan-unggahan sepulang traveling, lelaki kelahiran Hannover, Jerman 31 tahun lalu, selalu berbagi momen liburan dengan tempat tujuan yang nyatanya sangat mungkin jadi referensi pecinta traveling.

Dari Bali sampai gurun di Dubai, berikut sederet destinasi liburan ala Mischa Chandrawinata seperti dilansir Liputan6.com, Rabu (9/1/2019):

#. Pantai Berawa, Bali

Mungkin sudah sangat mainstream, namun pesona Bali sepertinya masih belum jua lelah memikat hati. Dari sekian banyak pesisir, Mischa pernah kedapatan memilih waktu bersantai di tepian Pantai Berawa. Berada di wilayah Canggu, pantai ini dikenal lewat pemandangan matahari terbenam yang spektakuler. Sesekali langitnya begitu jingga sampai terefleksi sempurna di pasir, namun di waktu lain, ledakan warnanya bisa beragam dan tak kalah cantik.

#. Gunung Kerbau, Maluku Barat Daya
Walau mengaku sangat suka laut, tapi bukan berarti penjelajahan Mischa sebatas deretan pesisir cantik. Dalam suatu waktu, pemain sinetron ini tampak menikmati cantik pemandangan di Gunung Kerbau, Maluku Barat Daya. Tepatnya berada di Pulau Moa, kawasan ini dikenal lewat hamparan padang rumput yang bisa sangat hijau di musim penghujan dan cokelat eksotis saat kemarau. Sesuai namanya, Anda bisa menemukan kawanan kerbau mencari makan dan berendam di sini.

#. Dubai, Uni Emirat Arab
Tak hanya sejumlah destinasi di dalam negeri, Micha juga kedapatan melakukan penjelajahan hingga ke Timur Tengah. Tak semata menikmati ritme metropolitan Dubai, Uni Emirat Arab, ia pun bergeser dari pusat kota untuk menikmati wisata gurun. Ya, dalam sebuah unggahan, Mischa Chandrawinata kedapatan tengah berinteraksi dengan seekor unta yang di foto lain kedapatan ia tunggani. Menginap di desert resort tentu akan memberi pengalaman berbeda tak terlupakan. (EP)

Penampakan Drone di Heathrow, Penerbangan Terpaksa Didelay

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Penerbangan dari bandara Heahtrow di London telah ditangguhkan sekitar satu jam pada Selasa (8/1). Penangguhan atau delay dilakukan setelah sebuah pesawat nirawak (drone) terlihat di sekitar bandara tersibuk di Eropa itu.

Penampakan drone itu dikhawatirkan menimbulkan kekacauan seperti yang terjadi di bandara Gatwick bulan lalu dalam skala yang lebih besar. “Kami sedang menangani penampakan drone di Heathrow,” kata pihak bandara.

“Sebagai langkah pencegahan, kami menghentikan keberangkatan, sambil melakukan penyelidikan. Kami meminta maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh delay berkepanjangan,” tutur pengelola bandara Heathrow menambahkan.

Kepolisian Metropolitan London mengatakan menerima laporan tentang sebuah drone yang terlihat di dekat bandara sekitar pukul 17.05 GMT pada Selasa (8/1), dan melakukan penyelidikan bersama otoritas bandara.

Disebutkan bahwa petugas polisi termasuk di antara mereka yang melaporkan melihat pesawat tak berawak itu dan melancarkan penyelidikan penuh atas pelanggaran hukum.

Bandara membenarkan satu jam kemudian bahwa semua penerbangan sudah dimulai lagi. Laman pemberangkatan pesawat mencatat penerbangan mulai lepas landas pada pukul 18.11 GMT.

Kepada Reuters, Rabu (9/1/2019) seorang saksi mata yang berada di dalam sebuah pesawat di landasan pacu Heathrow mengatakan sejumlah pesawat sedang menunggu izin untuk terbang dan kemudian diberi tahu bahwa mereka sudah bisa mulai bergerak.

Bandara tersibuk kedua di London, Gatwick, mendapat gangguan parah ketika sejumlah drone terlihat dalam tiga hari berturut-turut pada Desember. Gangguan itu menyebabkan seribu penerbangan ditunda atau dialihkan dan berdampak pada 140 ribu penumpang.

Gangguan drone di Gatwick, yang sejauh ini merupakan kasus paling parah yang dialami sebuah bandara besar, menyingkap kerentanan yang harus diwaspadai oleh pasukan keamanan, perusahaan penerbangan dan operator bandara di seluruh dunia.

Tentara Inggris terpaksa menurunkan teknologi militer untuk berjaga-jaga di wilayah sekitar Gatwick, dan memastikan bahwa bandara tersebut cukup aman untuk diterbangi. Polisi mengatakan melakukan pencarian besar-besaran di Heathrow guna mencari sosok yang bertanggung jawab mengoperasikan drone tersebut.

“Kami menurunkan pasukan dan peralatan penting untuk memantau wilayah udara di Heathrow guna mendetiksi dengan cepat dan mencegah semua aktivitas drone tak berizin, sebagian merupakan pelajaran yang kami terima dari kasus Gatwick,” kata komandan polisi Stuart Cundy.

Bantuan militer diterapkan setelah penampakan drone, katanya, tanpa memberi keterangan lebih lanjut karena akan memengaruhi langkah-langkah pengamanan.

Menteri Perhubungan Inggris Chris Grayling mengatakan telah mendapat laporan dari Heathrow mengenai peristiwa drone tersebut. “Saya sudah berbicara dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan serta pihak militer untuk mengirimkan pasukan dan teknologi yang telah digunakan di Gatwick ke Heathrow secepat mungkin,” katanya.

Kedua bandara menyikapi kejadian tersebut dengan memanfaatkan teknologi anti-drone standar militer. Heathrow mengatakan bekerja sama dengan pihak berwenang, termasuk kepolisian, dan memakai teknologi yang tepat untuk memerangi ancaman drone.

Bandara tersebut pada tahun 2017 dilaporkan melayani 78 juta penumpang dan menjadi pangkalan utama bagi penerbangan British Airways. Jalur tersibuk untuk pelayanan penumpang adalah menuju Dubai dan New York. (EP)

Sumbar Jadikan Pariwisata Sumber Ekonomi Baru

this formate

PADANG, bisniswisata.co.id: Selama ini, perekonomian Sumatera Barat (Sumbar) ditopang sektor pertanian, industri pengolahan dan perdagangan. Namun ke depan, sektor pariwisata akan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru. Upaya Pemerintah Provinsi Sumbar untuk menggaet kunjungan wisatawan ke Ranah Minang secara perlahan mulai menampakkan hasil.

Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata Sumbar, jumlah kunjungan wisatawan ke Sumbar pada 2018 diperkirakan mencapai 8,1 juta orang. Angka ini melebihi dari target 8 juta orang. “Dari 8,1 juta orang tersebut terdiri atas 8.073.070 wisatawan nusantara dan 57.638 wisatawan mancanegara atau wisman,” ujar Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dalam keterangan resminya, Rabu (9/1/2019).

Dilanjutkan, agar bisa menjadikan pariwisata sebagai sumber ekonomi baru, dibutuhkan sejumlah upaya. Salah satunya terus meningkatkan dan mengoptimalkan daya tarik objek wisata. Juga, mematangkan rencana pengembangan pariwisata agar jelas seperti apa target yang hendak dicapai.

Dari 10 kabupaten dan kota di wilayahbya yang mengembangkan pariwisata selama ini belum ada keterkaitan satu sama lain serta perencanaan yang matang. “Belum ada tata ruang yang siap dibangun, kajian Amdal hingga rencana pembangunan yang detail. Jadi semua masih mentah dan belum siap,” lanjutnya.

Pihaknya juga terus melakukan pembenahan pada sejumlah objek wisata yang ada di daerah itu. Saat ini yang fokus dibenahi adalah tempat wisata untuk dilengkapi infrastruktur dan sarana penunjang lainnya. “Persyaratan yang wajib ada di lokasi objek wisata adalah WC, kamar mandi, mushala, kuliner hingga pusat penjualan cendera mata,” sebutnya.

Berbicara soal destinasi, Sumbar memiliki paket lengkap. Mulai dari pantai, laut, pulau, danau, bukit, lembah, pegunungan, kuliner hingga kekayaan adat istiadat. Keindahan alam bumi Ranah Minang nan elok bukan gembar-gembor semata.

Mengacu pada penelitian Pusat Kajian Sosial Budaya dan Ekonomi (PKSBE) Universitas Negeri Padang, ternyata sebagian besar wisatawan yang berkunjung mengakui daerah ini memiliki daya tarik berupa alam yang indah.

Untuk wisata bahari, Sumbar memiliki Pantai Padang dengan pesona matahari terbenam. Ada juga Pantai Air Manis yang dikenal lewat legenda si Malin Kundang anak durhaka.

Bagi pecinta wisata air, sejumlah pulau kecil di Padang juga tak kalah menggoda untuk dikunjungi. Mulai dari Pasumpahan, Pamutusan hingga kawasan Mande yang disebut sebagai Raja Ampat-nya Sumbar.

Untuk yang suka rekreasi ke pegunungan, Bukittinggi menjadi pilihan. Sejuknya hawa kota dengan ikon jam gadang hingga pemandangan eksotik Ngarai Sianok membuat mata tak jemu memandang. Belum lagi Danau Kembar, Danau Maninjau hingga Danau Singkarak yang juga tak kalah menarik untuk disinggahi.

Tak hanya kaya dengan alamnya yang cantik. Negeri minangkabau juga kaya akan atraksi dan event budaya. Terdapat 132 acara pariwisata yang diadakan Sumbar dalam satu tahun.

Sepanjang tahun 2019, ada tiga agenda wisata menarik di Sumbar. Di antaranya Pasa Harau Art dan Culture Festival pada Bulan Agustus, Tour de Singkarak bulan November dan Festival Pesona Budaya Minangkabau pada Desember.

Sejumlah daerah di Sumbar juga punya aktraksi budaya yang unik. Seperti Hoyak Tabuik di Pariaman, Pacu Jawi di Tanah Datar hingga wisata religi ke sejumlah masjid yang indah dan mempesona.

Semua itu kian sempurna dengan sajian kuliner yang kaya. Mulai dari nasi Padang, nasi kapau, sate, gulai kepala ikan, soto padang, rendang sampai beragam penganan tradisional yang menggugah selera. (redaksibisniswisata@gmail.com)