Sate Mak Syukur, Kuliner Bukit Tinggi Selalu Diburu Turis

this formate

BUKITTINGGI, bisniswisata.co.id: Destinasi wisata Padang bukan cuma menyimpan kekayaan alam menakjubkan. Namun juga aneka kulinernya juga menjadi daya tarik tersendiri. Salah satunya Sate Mak Syukur yang sudah terkenal hingga ke ibukota. Terbukti dari banyaknya cabang restoran Sate Padang Mak Syukur yang dibuka di beberapa mal.

Meskipun Anda bisa mencicipi Sate Padang tanpa harus pergi ke Padang, tapi sensasinya tentu berbeda jika mencicipinya langsung di kota asalnya. Kelak, ketika sudah berada di Padang, Anda bisa sekalian mengunjungi Bukit Tinggi yang terkenal dengan panoramanya itu.

Perjalanan menuju Bukit Tinggi akan melewati Padang Panjang. Sate Mak Sukur terletak di pinggir jalan kota tersebut, tepatnya di Jalan Sutan Syahrir Nomor 250, Silaing Bawah, demikian dilansir laman Tabloidbintang.com, Kamis (31/01/2019).

Sebagai tempat makan sate terenak di Sumatera Barat, restoran Sate Mak Syukur selalu dipadati oleh para pengunjung. Satu porsi terdiri dari tujuh tusuk satai daging yang merupakan bagian dari punuk dan rusuk sapi. Beralaskan daun pisang, satai disiram kuah kari yang kental dan berwarna kuning, serta ditaburi bawang goreng. Potongan-potongan ketupat pun menjadi pelengkap hidangan.

Irisan daging yang lumayan besar terasa empuk ketika dikunyah. Serat-serat daging berpadu dengan cita rasa kuah kari yang kaya rempah. Rasa kunyit, jahe, dan pedasnya cabai, lumer menjadi satu di lidah.

Selain memesan satai daging, Anda juga bisa memesan sate usus, jantung, maupun lidah sapi. Adapun minuman yang direkomendasikan adalah teh talua, yaitu teh hitam yang dicampur telur ayam atau telur bebek. Campuran keduanya dikocok hingga berbusa sampai memenuhi bibir gelas. Alih-alih terasa amis, rasa manis dan gurih malah menyentuh lidah.

Kesuksesan restoran tersebut dalam menjual 3000 tusuk sate pada hari-hari biasa, tidak terlepas dari perjuangan di masa lampau. Almarhum Syukur Sutan Rajo Endah, atau yang dulu kerap disapa Mak Syukur, berjualan satai sejak tahun 1941. Usahanya tidak langsung melejit. Dia harus bersusah payah dulu memikul satai dan menjajakannya di sekitar Padang Panjang.

Puluhan tahun merintis usaha kulinernya, akhirnya dia memanen hasilnya pada tahun 1980-an. Sate Mak Syukur mulai dikenal orang-orang dari seluruh penjuru Sumatera maupun luar Sumatera. Alih-alih berkeliling mencari pembeli seperti zaman dulu, kini orang-orang yang langsung mendatanginya. (NDY)

Airy Transformasi Diri Jadi Hotel Manager

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sepanjang 2017 terjadi 270,82 juta perjalanan dalam negeri oleh pengunjung lokal/wisatawan Nusantara. Sementara, pada tahun yang sama, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia mencapai 14,03 juta orang. Jumlah ini mengalami kenaikan sepanjang tahun 2018.

Persentase keduanya pun terus tumbuh. Pertumbuhan ini pun berbuah manis bagi bisnis di sekitarnya, tidak terkecuali bisnis Airy sebagai penyedia solusi perjalanan anggaran rendah berbasis teknologi.

“Besarnya potensi kunjungan wisata Indonesia semakin memotivasi kami untuk terus berinovasi Kami pun membidik para traveller maupun mitra pemilik properti di dalam bisnis ini. Kemitraan yang setara menjadikan kami semakin dipercaya,” ujar Corporate Communications Airy Stephan Sinisuka dalam siaran resminya, Kamis (31/01/2019).

Di sini, Airy tengah membangun positioning sebagai salah satu pemain terbesar di industri penginapan budget di Indonesia. Berbasis daring, Airy memberikan kemudahan akses untuk mendapatkan komodasi anggaran rendah dari katalog properti yang terkurasi. Airy pun membangun saluran distribusi melalui website dan aplikasi Android juga iOS.

Sebagai daya pikat, Airy menetapkan akomodasi tujuan Jaminan Kenyamanan tiga di seluruh properti anggaran rendah para mitranya. Di sini, setiap kamar hotel menyediakan setidaknya tujuh fasilitas utama: air conditioner, televisi, tempat tidur yang bersih, air minum, makanan ringan, perlengkapan dasar mandi, dan air panas.

Tak hanya memikirkan traveller, bagi pemilik properti, Airy memberikan Property Management System yang komprehensif guna membantu property owner dalam mengelola bisnis penginapan mereka. Misalnya saja, Airy menyediakan fitur-fitur seperti Booking and Reservations System, Human Resources System, dan Finance System yang mudah diakses secara real time. Bukan hanya itu, mereka juga menyajikan informasi secara transparan sehingga meningkatkan efisiensi dari segi waktu maupun pembiayaan.

Dengan inovasinya ini, Airy berhasil mendorong tingkat okupansi para mitra pemilik properti kategori Airy Flagship hingga 60%-70% per bulan dari jutaan transaksi yang telah Airy bukukan. Bahkan, mereka mengklaim mampu mengurangi biaya operasional sebesar 30%-35% dari para pemilik properti tersebut.

Tak berhenti di situ, Airy juga memberikan benefit tambahan berupa program Airy Academy yaitu pelatihan keterampilan di bidang hospitality kepada karyawan yang bekerja di mitra properti Airy. Dengan demikian property owner mampu menghadirkan layanan terstandardisasi untuk semakin memuaskan traveller.

Tersebar di lebih 90 kota di Indonesia, Airy bertransformasi menjadi complete end-to-end hotel management. Ke depan, fokus Airy berada pada penambahan jumlah properti, memperluas pasar lewat platform baru dengan berkolaborasi dengan berbagai macam e-commerce, serta berkolaborasi dengan agen perjalanan daring (online travel agent/OTA) lainnya. Tak ketinggalan, berbagai fitur mutakhir juga telah disiapkan, dan segera diluncurkan tahun ini.

“Semoga Airy bisa terus melanjutkan komitmennya memajukan industri hotel anggaran rendah di Tanah Air. Dengan demikian, Airy tak hanya berperan bagi para traveller dan mitra property owner, tetapi juga berkontribusi lebih besar dalam memajukan ekonomi digital di Indonesia,” tutup Stephan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Kota Wisata di India Diguncang Wabah Flu Babi

this formate

RAJASTHAN, bisniswisata.co.id: Kota Rajasthan di bagian barat India terkenal dengan destinasi wisata istana dan benteng kuno, yang menjadi daya tarik banyak wisatawan asing, kini mengalami musibah memilukan. Wabah flu babi mnguncang salah satu daerah tujuan wisata terkenal dan terbesar di India.

Hingga kini, Wabah flu babi menewaskan 76 orang. Wabah itu menyerang karena suhu udara yang lebih dingin telah memperburuk wabah virus H1N1. Tercatat lebih sepertiga dari seluruh kematian akibat flu babi di India, kata para pejabat.

Tidak ada laporan wisatawan asing yang terpapar virus Flu Babi. Malah jumlah kunjungan wisatawan mancanagera melorot drastis sejak virus itu menghantui kota wisata ini. Lebih 8.700 orang di Rajasthan telah diperiksa terkait dengan H1N1 tahun ini, dan 1.976 dinyatakan positif pada Selasa, kata juru bicara departemen kesehatan negara bagian itu kepada Reuters, Kamis (31/01/2019).

Distrik Jodhpur dinyatakan kawasan yang paling parah terpapar. Sejauh ini tercatat 23 dari 76 kematian di negara bagian tersebut bulan ini. Rajasthan melaporkan 705 kasus flu babi dan 53 kematian dalam bulan Januari tahun lalu.

Satu tim dari Pusat Nasional untuk Penegendalaian Peenyakit (NCDC) tiba di Jodphur pada Selasa. Mereka akan berada selama dua hari untuk meneyelidiki wabah tersebut.

Manuruit data NCDC, di seluruh India terdapat 4.571 kasus virus H1N1 dan 169 kematian dilaporkan pada 27 Januari. Para dokter mengatakan wabah yang terjadi di Rajasthan sebagian akibat suhu udara lebih dingin daripada cuaca normal.

“Ini penyakit musiman dan cuaca kondusif untuk multiplikasi virus,” kata Raman Sharma, guru besar senior di SMS Medical College di Jaipur, ibu kota Rajasthan. (NDY)

Sakura Mulai Mekar, Jepang Gencar Promosi Wisata

this formate

TOKYO, bisniswisata.co.id: Setiap musim dingin, Japan Meteorological Corporation (JMC) merilis hasil prediksi yang memperkirakan kapan bunga sakura di Jepang mulai mekar dan mencapai puncak mekarnya. Perkiraan ini mencakup sekitar 1.000 lokasi di seluruh negeri dan diperbarui pada beberapa kesempatan saat musim semi mendekat.

Dilansir The Independent, Rabu (30/01/2019) tahun ini JMC mempromosikan kepada wisatawan bahwa Sakura akan mekar lebih awal. “Kochi di Shikoku (pulau terkecil dari empat pulau utama Jepang) akan menjadi tempat pertama yang berbunga pada 18 Maret 2019 dan Kyushu diharapkan menjadi pulau berikutnya,” kata Isao Kanda dari Earth Science Center Japan Meteorological Corporation’s Earth Science Center di Osaka.

Di Tokyo, bunga mulai bermekaran pada 22 Maret, empat hari lebih awal dari tahun-tahun normal. Bunga mekar penuh diperkirakan sekitar 29 Maret. Hiroshima akan mulai berbunga dari 23 Maret dan mekar penuh pada 1 April, sedangkan Kyoto pada 25 Maret dan 2 April, dan Osaka pada 27 Maret dan 3 April. Sapporo, bagian utara Hokkaido akan lebih lama berbunga daripada daerah lain di Jepang, yaitu pada 4 Mei.

Dijelaskan mengapa bunga Sakura mekar lebih awal di tahun ini. “Pada prinsipnya, mekarnya pohon membutuhkan dua faktor: dingin di musim dingin dan kehangatan di musim semi,” kata Kanda.

Di satu sisi, musim dingin ini relatif hangat, yang cenderung menunda pemekaran. Di sisi lain, diperkirakan akan hangat di musim semi, yang cenderung membuat cepat mekar. Karena efek dari kehangatan musim semi diperkirakan akan sedikit lebih berpengaruh, mereka memperkirakan Sakura akan akan mekar sedikit lebih awal tahun ini, hingga lima hari, tergantung lokasi.

Taman Ueno di Tokyo termasuk dalam kategori yang terakhir, banyak ditemukan orang berpiknik di bawah hamparan tanaman yang bersemi. Menjelang malam, taman Shinjuku Gyoen akan dipenuhi pengunjung yang melakukan tradisi Jepang dalam menikmati keindahan bunga, khususnya bunga sakura.

Tradisi tersebut dikenal dengan Hanami. Mereka akan jauh lebih tenang karena ada biaya masuk dan kebijakan tanpa alkohol untuk siapa pun yang ingin bersantai di tengah 1.300 bunga yang sangat beragam dan tersebar di halaman dan kebunnya.

Namun, Istana Kekaisaran Chidiorgafuchi era Edo adalah tempat mekar yang paling menarik di ibu kota. Tempat itu akan penuh dengan warna pink. Tempat hanami (tradisi Jepang dalam menikmati keindahan bunga, khususnya bunga sakura) terfavorit di malam hari adalah lingkungan Nakameguro yang modern, tempat bunga-bunga, lentera kertas, dan truk makanan dan minuman terdapat di pinggiran Sungai Meguro.

Ingin mencoba tempat hanami di luar Tokyo? Seperti kota-kota lain, Kyoto memiliki banyak tempat bunga sakura yang terkenal seperti Taman Maruyama, bunga-bunga yang menangis di Kuil Heian, tepi sungai di Arashiyama, dan Jalan Pejalan Kaki Filsuf. Tapi bersiaplah menghaapi keramaian di Kyoto.

Tempat yang paling fotogenik adalah Taman Kastil Hirosaki di Prefektur Aomori, di ujung utara pulau utama Jepang. JMC memperkirakan musim semi akan dimulai pada 24 April. Sekitar 2.600 bunga Sakura mekar di sini dan akan terlihat kastil Hirosaki bertingkat tiga di belakangnya. Saat ini sedang dipindahkan ke bagian lain dari taman, tetapi dengan banyaknya kelopak bunga berjatuhan, terowongan bunga sakura ,dan terangnya malam, Hirosaki masih menakjubkan.

Untuk alternatif di bagian utara, cobalah Taman Kitakami di Iwate, di mana salah satu yang menarik adalah naik kereta kuda di sepanjang jalan yang tertutup bunga. Rivaling Hirosaki adalah Gunung Yoshino di Nara, ibu kota sebelum Kyoto pada tahun 700-an.

Sisi gunung di sini diubah menjadi langit-langit merah muda yang lembut, dan itu menarik pengunjung, terutama pada akhir pekan. Jika Anda tidak ingin masuk ke dalam bus dari pusat Nara ke Yoshino, Taman Nara di jantung kota memiliki bunga-bunga indahnya sendiri, ditambah dua situs Unesco di Jepang, yaitu Kuil Todai-ji dan kuil Kasuga Taisha.

Anda bisa mencari 100 tempat menikmati bunga sakura resmi terbaik yang disusun Japan Cherry Blossom Association. Dalam daftar terdapat situs-situs di seluruh Jepang dan mencakup banyak alternatif yang tidak terlalu ramai, seperti Gunung Yoshino, dari Kastil Nago di Okinawa hingga Taman Utsubuki di Prefektur Tottori yang jarang dikunjungi. (NDY)

Majestic Banyuwangi Festival 2019 Diluncurkan di Jakarta

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Calender of Event Banyuwangi bertajuk Majestic Banyuwangi Festival 2019 kembali digelar dan diluncurkan di Jakarta. Beragam atraksi dan event wisata sepanjang tahun 2019, dihelat agar kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman) semakin meningkat dan pariwisata Banyuwangi semakin berkembang sekalgus maju.

Peluncuran secara resmi dilakukan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Selasa (29/1/2019) malam.

Majestic Banyuwangi Festival 2019 ini, menampilkan 99 event ditambah 20 additional event. Dari jumlah itu, ada top 3 event Banyuwangi yang masuk dalam 100 Event nasional antara lain Banyuwangi Ethno Carnival (digelar 27 Juli), Tou de Ijen (23 September) dan Gandrung Sewu (12 Oktober 2019).

“Banyaknya event ini mengukuhkan Banyuwangi sebagai kota festival terbaik dan terbanyak di Indonesia. Tahun 2012, Banyuwangi baru ada 12 event, tahun 2018 melonjak menjadi 77 event, dan tahun ini menjadi 99 event ditambah 20 event lagi. Semua event ini melibat seluruh potensi masyarakat Banyuwangi,” papar Menteri Pariwisata Arief Yahya saat meluncurkan Majestic Banyuwangi Festival 2019.

Menpar Arief Yahya mengaresiasi kepada Banyuwangi yang aktif mengemas event pariwisata setiap tahunnya, baik dalam jumlah maupun kualitasnya. Sehingga sangat tepat Banyuwangi ditetapkan sebagai kota festival terbaik di Indonesia. Penetapan Banyuwangi sebagai kota festival terbaik karena pertumbuhan event di Banyuwangi yang terus berkembang.

“Saya ingin daerah lainnya juga terus mengelorakan event maupun atraksi wisata, jika daerahnya ingin maju dalam pariwisatanya. Hingga kini ada dua kota yang paling banyak mengelar event dan atraksi wisata yakni Banyuwangi dan kota Solo,” sebutnya.

Diakuinya, atraksi wisata menjadi unsur penting dalam pariwisata yang dikenal dengan 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) dan unsur 3A di Banyuwangi terus berkembang, antara lain aksesibiltitas akhir 2018 sudah ada penerbangan internasional Citilink terbang Kualalumpur (Malaysia)-Banyuwangi dan penerbangan domestik dari Jakarta dan Surabaya.

“Adanya penerbangan langsung dari Jakarta, Surabaya, dan Kuala Lumpur mendorong meningkatnya kunjungan wisman dan wisnus ke Banyuwangi,” kata Arief Yahya.

Selain atraksi wisata, sambung menteri, Banyuwangi juga memiliki daya tarik wisata alam kelas dunia. Antara lain Kawah Ijen yang populer dengan blue fire, Taman Nasional Baluran, dan Pantai G-Land yang banyak diminati wisman. Posisi geografis Banyuwangi yang dekat dengan Bali, menjadikan pariwisata Banyuwangi cepat melakukan go international.

Bupati banyuwanfi Abdullah Azwar Anas menambahkan Majestic Banyuwangi Festival 2019 ini ibarat rangkuman bagi segenap potensi yang ada di Kabupaten Banyuwangi mulai dari seni budaya, kekayaan alam, dan kreativitas masyarakat sekaligus mengukuhkan Banyuwangi sebagai kota festival yang terkenal di Indonesia karena keberhasilannya dalam menyelenggarakan Banyuwangi Ethno Carnival

“Penampilan 99 event selama satu tahun penuh di Banyuwangi, terdiri atas 28 event sport, 17 event musik, 16 event culinary & inovasi, 30 event religi, 8 event digital dan milenial di antaranya Festival Juragan Pintar dan lain-lain,” jelas Bupati Anas.

Dilanjutkan, Jumlah kunjungan wisman ke Banyuwangi tahun 2017 sebanyak 98.970 orang, sedangkan wisnus sebanyak 4,83 juta. Tahun 2018 kunjungan wisman diproyeksikan sebanyak 100.000 wisman, dan wisnus sekitar 5 juta. “Semoga target bisa tercapai untuk itu pemda, pengusaha biro perjalanan wisata, hotel dan stakeholder pariwisata Banyuwangi dan

Festival Juragan Pintar menghadirkan startup Warung Pintar yang merupakan warung dikawinkan dengan teknologi dalam pengelolaannya sehingga memberikan kemudahan bagi pemilik warung serta kenyamanan bagi para pelanggannya dan teknologi ini bisa digunakan sebagai alat promosi pariwisata di Indonesia berbasis digital.

Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda merinci 99 event antara lain Banyuwangi Ethno Carnival, event budaya gandrung Sewu juga ada International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) yang merupakan tur balap sepeda internasional yang digelar sejak 2012, akan digelar mulai tanggal 23 sampai 26 September 2019.

“Event olahraga yang ditambahkan adalah untuk para penghobi, bukan kompetisi untuk para profesional. Seperti Festival Ijen Green Run yang justru memberikan sumbangan besar pada okupansi hotel dan homestay,” jelas pria yang akrab disapa Bram ini.

Selain acara olahraga, lanjutnya Bram, pihaknya juga menyelenggarakan acara musik. Tahun ini, terdapat 16 acara musik, mulai dari Jazz Pelajar, Jazz Pantai, Jazz Gunung, Lalare Orchestra, Angklung Caruk, dan yang baru Festival Musik Jalanan.

“Untuk menikmati konser jazz ada tiket yang harus dibeli, musik jalanan akan menghadirkan musisi berkualitas dari Jalan Malioboro Yogyakarta dan Taman Bungkul Surabaya untuk dinikmati masyarakat secara gratis. Jadi musik tidak hanya untuk yang high class, tapi juga untuk yang menengah ke bawah. Selain itu, juga ada acara seputar dunia kuliner, fashion, dan lain-lain,” terang Bram.

Tak hanya itu, Banyuwangi juga memiliki daya tarik wisata alam kelas dunia. Beberapa di antaranya Kawah Ijen yang populer dengan blue fire, Taman Nasional Baluran, dan Pantai G-Land. Posisi geografis Banyuwangi yang dekat dengan Bali, menjadikan pariwisata Banyuwangi cepat dikenal di dunia internasional. Hal itu terlihat dari jumlah kunjungan wisman ke Banyuwangi pada 2017 sebanyak 98.970 orang, sedangkan wisnus sebanyak 4,83 juta.

Selain atraksi wisata, sambung menteri, Banyuwangi juga memiliki daya tarik wisata alam kelas dunia. Antara lain Kawah Ijen yang populer dengan blue fire, Taman Nasional Baluran, dan Pantai G-Land yang banyak diminati wisman. Posisi geografis Banyuwangi yang dekat dengan Bali, menjadikan pariwisata Banyuwangi cepat melakukan go international. (ENDY)

1 – 28 Februari 2019, Solo Great Sale 2019

this formate

SOLO, bisniswisata.co.id: Solo Great Sale (SGS), kembali dihelat. Perhelatan wisata belanja akan berlangsung selama sebulan, mulai 1 hingga 28 Februari 2019. Dalam perhelatan tahunan ini, ditargetkan total transaksi dalam SGS 2019 mencapai Rp 600 miliar.

Transaksi nontunai sudah dirintis pada perhelatan SGS tahun-tahun sebelumnya. Namun saat itu hanya fokus di pasar tradisional. Sehingga dari sisi coverage terbatas. Dorongan untuk transaksi nontunai tersebut dihatapkan sekaligus menjadi momentum untuk mendukung program pemerintah Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Selain lebih mudah dengan transaksi nontunai, pembayaran pelanggan yang melakukan nontunai juga akan diberikan insentif. Insentif tersebut berupa dobel poin yang diperoleh saat transaksi.

Jika pada transaksi tunai setiap pembelian Rp 50 ribu mendapat satu poin, untuk pembayaran nontunai mendapat dua poin. Ketentuan tersebut berlaku untuk kelipatan pembelanjaan.

SGS 2019 mengangkat tema Mudahnya Berbelanja di Masa Penuh Warna. Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan yang cukup besar di tahun politik ini. Selain itu, persaingan global, perkembangan teknologi digital dan era disrupsi dinilai membutuhkan terobosan dan inovasi yang tepat.

Pada akhir kegiatan, panitia melakukan undian dari poin yang diperoleh konsumen. Panitia menyiapkan hadiah utama berupa satu unit rumah, serta hadiah pendukung berupa satu unit mobil, sepeda motor dan peralatan elektronik dan lainnya.

Pada penyelenggaraan SGS tahun ini lebih banyak melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Termasuk di dalamnya 2.500 pedagang di 43 pasar tradisional di Solo. Juga melibatkan pelaku bisnis daring dan pelaku bisnis berbasis aplikasi. Jumlah pebisnis daring yang sudah terdaftar sebagai tenant mencapai 1.500 pelaku usaha.

SGS juga diikuti bebagai destinasi wisata, seperti Museum Batik, Museum Keris dan taman hiburan lainnya. SGS juga didukung penyedia jasa transportasi wisata, seperti Sepur Kluthuk Jaladara dan Bus Tingkat Werkudara. (redaksibisniswisata@gmail)

Pasca Direnovasi, Wisata Batu Seribu Bangkit dari Keterpurukan

this formate

SUKOHARJO, bisniswisata.co.id: Kolam renang di tengah hutan, yang bersumber dari mata air tentunya sangat menarik. Kesegaran udara di antara pepohonan dan kemurnian airnya menjadi daya tarik tersendiri. Bagi masyarakat Sukoharjo dan sekitarnya, kolam renang di antara pepohonan dengan sumber air dari dalam bumi bisa didapatkan dengan mudah di obyek wisata Baru Seribu.

Bagi sebagian orang, nama destinasi ini mungkin tidak asing lagi karena memang sudah ada sekitar kurang-lebih 30 tahun. Selain itu, Batu Seribu juga pernah berjaya sekitar tahun 90-an sampai awal tahun 2000.

Destinasi Wisata Batu Seribu di Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. Lokasinya ada di kaki Gunung Gajah Mungkur dan dekat dengan wisata hitz Sukoharjo lainnya, Gunung Sepikul. Sayangnya belakangan ini, destinasi ini seolah terlupakan. Hal itu dikarenakan kondisinya yang kurang terawat, stylenya masih pola lama dan belum instagramable, sehingga tidak lagi menjadi daya tarik wisatawan.

Namun kini ada suasana berbeda, bahkan bangkit kembali dari kerterpurukan kunjungan wisatawan dan menjadi destinasi yang mampu menarik minat wisatawan. Destinasi ini mulai direnovasi yang pengerjaannya dimulai sejak akhir September 2018

Tahap renovasi pertama adalah di kawasan utama Batu Seribu, yakni area kolam renang. Perbaikan sudah mulai tampak sejak area parkir bagian atas. Pintu masuk yang unik berbentuk kadal raksasa telah diperbaiki dan dicat sehingga terlihat menarik. Jalan masuk ke Wisata Batu Seribu adalah lewat mulut patung kadal itu.

Jalan setapak menuju kolam renang juga turut diperbaiki dengan tambahan ornamen gerbang berbentuk gunungan wayang berwa-warni yang instagramable. Di samping jalan utama juga sudah ditambahkan panggung untuk pertunjukan dan tempat berkumpul.

Renovasi juga dilakukan di area kolam renang yang lantainya dibuat lebih cerah dan bersih. Di kolam renang dewasa paling atas juga sudah dibangun tribun yang bisa digunakan untuk beristirahat dan duduk-duduk.

Kamar mandi, toilet dan ruang ganti pun telah diperbaiki total. Kini selain bangunannya baru dengan warna yang cerah, jumlahnya juga ditambah untuk memenuhi kebutuhan pengunjung. Kolam renang kedua dan ketiga untuk anak-anak tidak luput dari perbaikan. Selain dipercantik, gazebo-gazebo berwarna cerah turut hadir di sekeliling kolam.

Saat ini proyek renovasi Wisata Batu Seribu sudah selesai. Pelaksana proyek hanya tinggal menyelesaikan finishing, salah satunya adalah pembuatan pagar. Wisata Batu Seribu ditutup untuk pengunjung selama proses renovasi. Rencananya dalam waktu dekat, destinasi wisata ini akan kembali dibuka untuk umum ketika renovasi tahap satu selesai dilakukan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, Darno mengatakan, perbaikan juga akan dilakukan pada akses jalan menuju Wisata Batu Seribu. “Kita sudah komunikasi dengan pak bupati. Dalam waktu dekat nanti dianggarkan. Jalan itu paling tidak lebarnya enam meter,” ujar Darno seperti dilansir Kompas.com, Selasa (29/01/2019).

Darno menambahkan, akses jalan saat ini masih sempit dan berbahaya. Mobil pribadi pun jika sopirnya tidak andal, juga tidak akan berani. Jika jalan memiliki lebar enam meter, maka bus kecil bisa dengan mudah melewatinya.

Ditanya mengenai kapan dimulainya perbaikan akses jalan, ia menjawab jika kemungkinan proyek akan dimulai pada tahun 2020. Selain itu, kawasan luar Batu Seribu juga akan direnovasi. Kawasan yang merupakan tempat outbond dan taman bermain anak ini selain akan diperbaiki juga rencananya akan ditambahkan satwa untuk sarana edukasi anak. (NDY)

Bagasi Kena Rp 2,5 Juta, Penumpang di Kualanamu Tinggalkan Oleh-oleh

this formate

MEDAN, bisniswisata.co.id: Penerapan tarif bagasi ternyata belum banyak diketahui penumpang pesawat. Buktinya, Taufik, warga Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, terpaksa meninggalkan dodol dan kopi di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, karena melebihi batas maksimal bagasi pesawat, Rabu (23/1/2019).

Saat itu, Taufik dan dua rekannya harus membayar biaya tambahan bagasi sebesar Rp 2,5 juta untuk barang bawaan mereka yang mencapai 50 kilogram. Tak mau membayar, akhirnya Taufik memilih untuk meninggalkan oleh-oleh dodol dan kopi miliknya, yang beratnya mencapai 20 kilogram.

“Gila kalau seperti ini namanya, bagus ditinggalkan sajalah oleh-oleh ini. Ngapain kami bawa hampir Rp 2,5 juta kami kena. Kami mau ke Kalimantan,” kata Taufik, seperti dilansir dari Tribunnews, Selasa (29/01/2019)

Seperti diketahui, maskapai milik Lion Group ( Wings Air dan Lion Air) telah menerapkan tarif berbayar yang melebihi 7 kilogram. Setelah itu, Taufik terpaksa menghubungi kerabatnya untuk mengambil kopi dan dodol di bandara. “Dodol saja kami beli cuma Rp 35.000 per kilogram. Tapi di sini per kilo kenanya Rp 80.000. Ya untuk apa dibawa kalau seperti ini,” kata Taufik.

Selasa (22/1/2019), seorang penumpang pesawat Wings Air di Bandara Rahadi Oesman, Ketapang, Kalimantan Barat, mengamuk menggunakan parang karena dikenai tarif bagasi. Akibat peristiwa tersebut, gagang pintu masuk bandara mengalami kerusakan.

Aksi nekat pria berinisial OS (23) sempat membuat para calon penumpang di bandara panik. Petugas keamanan bandara akhirnya berhasil mengamankan pria tersebut dan menggelandangnya ke Mapolres Ketapang.

“Penumpang ini membawa barang seberat sekitar 11 kilogram, tapi karena mulai hari ini Maskapai Wings sudah memberlakukan aturan bagasi berbayar, ia diminta untuk bayar kelebihannya,” kata Kepala Bandara Rahadi Oesman Ketapang Suhardoyo, Selasa (22/1/2019). (NDY)

Dubai Miracle Garden, Obyek Wisata di Tengah Gurun Pasir

this formate

DUBAI, bisniswisata.co.id: Pariwisata Dubai, Uni Emirat Arab memang luar biasa. Berbagai destinasi dibangun untuk warganya sekaligus menarik minta wisatawan asing agar berwisata ke negara di Timur Tengah ini. Dan kini Dubai memiliki obyek wisata yang menakjubkan Dubai Miracle Garden, yang lokasinya berada di tengah gurun pasir.

Obyek wisata yang dibangun di kota pesisir nan gersang ini tak henti-hentinya membuat “mulut menganga”. Selalu ada gedung baru, atraksi wisata baru, mega-project baru yang menambah daftar panjang hal-hal yang “ter-“ di dunia yang dimiliki oleh Dubai.

Dibuka pada hari 14 Februari 2013, Dubai Miracle Garden telah menyabet dua predikat dari Guinness World Records. Pertama adalah taman vertikal terbesar di dunia (2013) dan rangkaian bunga terbesar yang membentuk Airbus A380 (2016).

Memang rasanya sulit percaya dengan mata sendiri ketika dihadapkan langsung figur pesawat Emirates Airbus 380, salah satu armada pesawat terbesar di dunia. Pesawat itu hadir dengan ukuran sebenarnya dan berbalut bunga aneka warna. Pesawat ini “terdampar” di tengah Dubai Miracle Garden, taman bunga seluas 72.000 meter persegi yang ada di Kota Dubai, Uni Emirat Arab.

Pada hari libur, Dubai Miracle Garden selalu dibanjiri wisatawan. Mereka berasal dari India, China, Timur Tengah juga wisman dari negara Eropa dan lainnya. Semua wisatawan menikmati suasana, berfoto dengan latar bunga aneka warna. Lanskap gurun pasir yang gersang membuat Dubai Miracle Garden benar-benar seperti keajaiban.

Taman bunga ini hanya buka pada musim dingin, yaitu mulai pertengahan November hingga pertengahan Mei. Saat musim panas yaitu Juni-Agustus, temperatur udara bisa mencapai 52 derajat Celcius sehingga taman harus ditutup.

Namun selebihnya, Anda bebas mengeksplorasi taman di tengah udara sejuk musim dingin. Pada hari KompasTravel menyambangi Dubai Miracle Garden, suhu berkisar antara 23-26 derajat Celcius dengan angin yang sejuk.

Rangkaian bunga di Dubai Miracle Garden tak hanya dibiarkan tumbuh alami di tanah. Banyak rangkaian bunga raksasa dengan aneka bentuk, mulai dari kucing, gajah, Teddy Bear, sampai Mickey Mouse.

Rangkaian bunga Mickey Mouse menjulang setinggi 18 meter, dan menyabet penghargaan “World’s Largest Topiary Structure” oleh Guiness World Records. Ini adalah hasil kerja sama Dubai Miracle Garden dan Walt Disney Company.

Wisatawan juga bisa berfoto di Floral Clock, jam raksasa dari bunga aneka warna berdiameter 15 meter. Untuk menikmati Dubai Miracle Garden, tiket masuk untuk orang dewasa sebesar 50 Dirham (Rp 191.000) dan 40 Dirham (153.000) untuk anak-anak di bawah 12 tahun. (NDY)

JavaMiFi Garap Wisatawan Jepang

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: JavaMifi, penyedia layanan sewa pocket wifi, melakukan ekspansi ke Jepang dengan menggandeng Og Inc. (Sakura Mobile). Dengan hadirnya JavaMifi di Jepang semakin mengukuhkan positioning Java Mifi sebagai satu-satunya layanan penyediaan pocket wifi yang berfokus terhadap wisatawan luar maupun Indonesia.

“Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan di Denpasar, 25 Januari 2019. Kerja sama ini merupakan awal dari ekspansi bisnis kami di tahun 2019, pasar Jepang kami pilih melihat besarnya pertumbuhan wisatawan baik dari sisi inbound (wisatawan masuk ke Indonesia) maupun outbound (keluar Indonesia),” lontar Founder JavaMifi Andintya Maris, dalam keterangan tertulis, Selasa (29/01/2019).

Jumlah wisatawan Jepang yang berkunjung ke Indonesia terus mengalami kenaikan hingga tercatat tembus 700.000 orang pada akhir 2017 lalu. Dengan kerja sama ini, wisatawan Jepang yang akan berkunjung ke Indonesia bisa mendapatkan modem JavaMifi langsung saat masih berada di Jepang, baik di antar ke rumah atau kantor, diambil sendiri di outlet Sakura Mobile atau counter airport Jepang sebelum keberangkatan.

Juga dapat diambil ketika mereka tiba di Indonesia baik di airport maupun di hotel dan villa tempat mereka menginap. “Wisatawan Jepang yang akan datang ke Indonesia baik untuk tujuan bisnis maupun liburan akan dapat tetap terkoneksi internet dengan support lokal di Indonesia dan customer service berbahasa Jepang sehingga akan membuat orang Jepang tetap merasa seperti berada di negara asal,” sebut Kosei Shimoda, Co-Founder & Chief Operations Officer (COO) Sakura Mobile.

General Manager JavaMifi Arindro Nugroho menambahkan, kerja sama ini juga akan memberikan kemudahan bagi wisatawan Indonesia pengguna JavaMifi yang berkunjung ke Jepang untuk tetap terkoneksi internet dengan tambahan pilihan.

Warga Indonesia bisa mengambil travel wifi di Jepang begitu tiba di bandara maupun di hotel tempat mereka menginap. Pengguna JavaMifi juga akan memperoleh layanan tim lokal di Jepang untuk yang memerlukan bantuan.

Berdasarkan data pengguna yang dirilis oleh JavaMifi, Jepang terus mendominasi destinasi utama wisatawan Indonesia sepanjang 2018.

“Sakura Mobile memiliki visi misi yang sejalan dengan JavaMifi sehingga kami yakin dengan dukungan jaringan mereka, JavaMifi mampu memberikan level of service yang semakin excellent untuk setiap pengguna travel wifi inbound dan outbound,” sebut Arindro. (redaksibisniswisata@gmail.com)