2018, AirAsia Indonesia Angkut 5,2 Juta Penumpang

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: PT AirAsia Indonesia Tbk mengangkut 5,2 juta penumpang pada 2018. Jumlah itu naik 13 persen year on year (YoY). Pada kuartal IV 2018, empat pesawat yang sebelumnya dioperasikan oleh Indonesia AirAsia Extra (IAAX) telah dikembalikan kepada Indonesia AirAsia (IAA), yang mempengaruhi hasil kinerja yang menunjukkan angka yang tidak biasa pada kuartal IV 2018.

Perseroan mencatatkan peningkatan jumlah penumpang sebesar 56 persen yang didorong oleh penambahan kapasitas sebanyak 50 persen, sementara tingkat keterisian tercatat naik tiga persen menjadi 82 persen jika dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Statistik usaha tahun fiskal 2018, Perseroan mengangkut 5,2 juta penumpang, naik 13 persen year-on-year. Tingkat keterisian turun 2 persen jadi 82 persen. “Ini dilatari penambahan kapasitas sebesar 16 persen dan juga lingkungan usaha yang secara menyeluruh kurang optimis, diakibatkan oleh rentetan bencana alam sepanjang tahun,” kata kata CEO Grup AirAsia di Indonesia Dendy Kurniawan, Selasa (29/1/2019).

Dilanjutkan, selama tahun fiskal 2018, AirAsia Indonesia menambah satu unit pesawat dan menerima delapan unit pesawat yang dikembalikan dari IAAX, sehingga secara keseluruhan Perseroan mengoperasikan 24 unit pesawat.

Dengan penambahan kapasitas dan pesawat ini,pada 2018, AirAsia Indonesia memiliki jumlah penerbangan total 35.627 penerbangan atau naik 16 persen dibandingkan 2017 yang saat itu 30.822 penerbangan.

Maskapai berbiaya murah AirAsia Indonesia mengaku telah menjual harga tiket pesawat sesuai dengan ketentuan Kementerian Perhubungan. AirAsia tak terlalu mempersoalkan imbauan penurunan harga tiket pesawat. CEO Grup AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan mengatakan, keterjangkauan harga tiket tersebut, sebenarnya sudah menjadi slogan perusahaan sejak pertama kali didirikan.

“Kami tetap menjalankan bisnis seperti biasanya, sesuai dengan slogan kami agar layanan penerbangan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat: ‘now everyone can fly’,” lanjutnya.

Meski harga tiket AirAsia terjangkau tapi pihaknya tetap memprioritaskan keselamatan dan berupaya untuk terus meningkatkan efisiensi. “Serta berharap agar komponen-komponen biaya eksternal, antara lain seperti biaya bahan bakar, dapat turun,” sambungnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Kementrian PURR Gelontor Rp 40,35 Miliar untuk Labuan Bajo

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelontorkan anggaran sebesar Rp40,35 miliar untuk membangun berbagai infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengembangkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Pembangunan infrastruktur setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku, dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur yang telah disusun Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran persnya, Senin (28/01/2019).

Semakin baiknya fasilitas, lanjut dia, diharapkan lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo bisa bertambah. Kini Labuan Bajo lebih tertata rapi dan siap menjadi salah satu destinasi wisata selain Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Tidar.

Pada 2017-2018, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya telah membelanjakan anggaran sebesar Rp 40,35 miliar untuk penataan kawasan di empat lokasi yakni Kampung Ujung, Kampung Air, Kampung Tengah, dan Pulau Komodo.

Lingkup pekerjaan yang dilakukan di antaranya yakni pembangunan pusat wisata kuliner Kampung Ujung, pembangunan jalan lingkungan di Kampung Tengah, Pedestrian Jalan Soekarno Hatta, dan penerangan jalan umum, dan pembangunan Jembatan di Promenade Kampung Air.

Kementerian PUPR juga membangun gerbang, “sculpture” Komodo, bangunan “ticketing”, shelter pengunjung, toilet dan “signage”. Kemudian jaringan air bersih ke Pelabuhan, pekerjaan sanitasi berupa pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan kapasitas 170 meter kubik/hari.

Destinasi wisata Labuan Bajo merupakan satu dari 10 “Bali Baru” yang dikembangkan Pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara yang ditargetkan sebanyak 20 juta orang pada tahun 2019. Pariwisata diharapkan menjadi sektor andalan untuk mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan ketersediaan daya listrik di Labuan Bajo ibu kota Kabupaten Manggarai Barat sudah memadai untuk mendukung kegiatan investasi di daerah wisata itu. “Dari segi kelistrikan di Labuan Bajo, dari laporan cadangan daya yang saya lihat sudah di atas 20 persen dan sudah aman untuk mendukung investasi,” katanya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Film Bali: Beats of Paradise Tuai Pujian di Korsel

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Film Bali: Beats of Paradise karya Livi Zheng selalu mendapat sambutan yang luar biasa, saat diputar di berbagai mancanegara. Bahkan saat diputar secara khusus di National Museum of Korean Contemporary History di Seoul, Korea Selatan (Korsel) pekan lalu, juga menuai pujian dari berbagai pakar film dan akademisi negeri Gingseng.

Film Bali: Beats of Paradise juga membuat heboh saat diputar di bangunan tertinggi di Korea Selatan, Observatorium Seoul Sky pada Sabtu (26/1/2019). Film karya sutradara Indonesia yang berbasis di Hollywood ini menjadi sensasi tersendiri bagi pengunjung Sky Deck atau lantai 118 di bangunan Monolit perak setinggi 555 meter tersebut.

Gedung yang tercatat di Guinness World Record sebagai observatorium dengan lantai kaca tertinggi di dunia itu merupakan sebuah kesatuan dari tempat menakjubkan sekaligus menakutkan, karena lantai transparan yang mampu membuat jatung berdegup lebih kencang, terutama bagi yang takut ketinggian. Semua jadi terasa lain saat pemandangan yang tidak seperti biasanya ditawarkan di sana.

Selain disuguhi indahnya kota Seoul yang dibelah oleh Sungai Han, para pengunjung yang membayar tiket masuk berkisar 27.000 Won – 50.000 Won atau sekitar Rp345.000 hingga Rp640.000 itu juga mendapat suguhan indahnya Bali dan Gamelan Bali yang ditampilkan di film Bali: Beats of Paradise melalui layar raksasa. Para penonton pun rela duduk di lantai dan berdiri berdesakan.

Destinasi wisata Bali memang sudah tersohor ke berbagai penjuru dunia. Bali bahkan menjadi tujuan utama turis asal Korsel di Indonesia. Tidak hanya itu, pulau ini begitu kaya akan kebudayaannya, baik ragam upacara adat dan keseniannya.

Salah satu seni Bali yang sering muncul sebagai pengiring ritual adat dan tari-tarian adalah gamelan. Hal ini diulas dalam film Bali: Beats of Paradise melalui kisah perjalanan hidup Nyoman Wenten, seniman gamelan yang tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat bersama istrinya Nanik Wenten.

“Kisah nyata sepasang suami istri asal Indonesia yang memiliki mimpi memperkenalkan gamelan Bali di dunia internasional menjadi inti cerita. Film ini melibatkan musisi terkenal di antaranya Judith Hill, seorang penyanyi sekaligus pencipta lagu asal California partner duet Michael Jackson, dan juga melibatkan gitaris jazz Indonesia asal Bali I Wayan Balawan.” ungkap Livi dalam keterangan tertulisnya, yang diterima Bisniswisata.co.id. Senin (28/1/2019).

Sineas asal Blitar itu menambahkan bahwa niatannya membuat film tersebut tak lepas dari keinginannya untuk semakin memperkenalkan gamelan di dunia internasional. “Film ini secara khusus mengangkat gamelan yang sebenarnya sudah dipakai menjadi musik di beberapa film Hollywood, seperti Avatar dan Star Trek, juga game nintendo Super Mario Bros,” ucapnya.

Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi yang juga turut berperan dalam produksi film ini juga menyatakan sukacitanya bahwa film Bali: Beats of Paradise dapat ditayangkan di salah satu bangunan ikonik di Korea Selatan yang juga menjadi simbol kebesaran dan modernitas negara tersebut.

“Saya berharap semakin banyak masyarakat di dunia internasional, khususnya di Korea Selatan yang mengetahui dan mengapresiasi Gamelan, seiring dengan masyarakat Indonesia yang menyukai K-Pop,” tutur mantan Konjen RI di LA ini.

Tak urung CEO Lotte World perusahaan induk Seoul Sky, Park Dongki dibuat kagum dan terpukau dengan suguhan kebudayaan Bali yang di tampilkan di film yang di garap selama satu tahun ini.

“Saya sangat terkejut bahwa musik tradisional bisa berkolaborasi dengan musik modern. Perpaduan antara keduanya menghasilkan musik yang sangat menakjubkan. Saya membayangkan bila seandainya gamelan dapat dipadukan dengan K-Pop, sepertinya akan menghasilkan karya yang hebat,” ungkap Park. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Lombok pun Sambat Mahalnya Tiket Pesawat

this formate

MATARAM, bisniswisata.co.id: Pasca Maluku, Pekanbaru dan Batam teriak harga tiket pesawat kian mencekik, kini giliran Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) pun sambat tingginya harga tiket pesawat. Padahal Lombok kini memasuki masa pemulihan pariwisata pasca terjadinya bencana alam.

“Mahalnya tiket pesawat sangat menghambat pemulihan pariwisata pasca bencana gempa bumi. Tingginya harga tiket pesawat dan penerapan biaya bagi bagasi dinilai berdampak bagi penurunan tingkat kunjungan wisatawan ke Lombok saat ini,” papar Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Rosiady Sayuti seperti dilansir Antara, Senin (28/01/2019).

Dilanjutkan, yang jadi masalah di Lombok hari ini adalah penerbangan. Mengingat beberapa calon penumpang yang komplain tentang penerapan biaya bagi bagasi. Kondisi ini akan berdampak buruk bagi rencana wisatawan untuk berlibur ke Lombok. Adanya aturan bagasi berbayar juga akan mempengaruhi penjualan oleh-oleh dan kerajinan tangan khas Lombok.

“Artinya kemahalanlah harga tiket pesawat yang mungkin jadi pengaruh juga, masa low season yang biasanya memang sepi jadi tambah sepi lagi saat ini,” lontarnya.

Rosiady meminta Dinas Pariwisata NTB berkomunikasi dengan manajemen maskapai agar bisa menurunkan harga tiket pesawat ke Lombok. “Kita harus bekerja juga, Pak Kadis (Pariwisata) bisa komunikasi ke maskapai untuk harga tiket pesawat, kalau tidak ajang evebt wisata yang digelar di Lombok akan berpengaruh,” paparnya.

Diharapkan manajemen maskapai bisa memberikan harga tiket pesawat ke Lombok yang lebih terjangkau untuk menarik minat wisatawan. Dia menilai, Lombok tidak bisa disamakan dengan daerah lain lantaran sedang dalam masa pemulihan pascagempa. “Kita tidak bisa berdiam diri, kita harus mendorong maskapai agar ada kebijakan khusus bagi daerah kita karena masih dalam pemulihan akibat bencana,” ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Muhammad Faozal mengaku saat ini, sektor pariwisata di NTB sedang berupaya bangkit setelah sempat lesu pada pertengahan hingga akhir 2018 akibat dampak gempa bumi. Sejumlah upaya akan dilakukan NTB seperti menggelar even pariwisata berskala nasional seperti Festival Pesona Bau Nyale.

Faozal mengharapkan, penyelenggaraan even pariwisata mampu kembali menggairahkan dunia pariwisata Lombok, termasuk para pelaku UMKM yang juga bergantung pada sektor pariwisata tersebut.

Terkait harga tiket pesawat yang tinggi, kata Faozal, Pemprov NTB tentu akan melakukan sejumlah langkah dengan mendorong maskapai menurunkan harga tiket pesawat agar lebih terjangkau. “Tentu kita tidak berdiam diri dengan harga tiket, kita akan bicara dengan manajemen maskapai terkait hal ini,” ujar Faozal.

Meski begitu, lanjut Faozal, Pemprov NTB hanya mampu mendorong manajemen maskapai untuk meninjau kembali harga tiket pesawat ke Lombok. “Soal ini memang menyangkut kebijakan pusat, Pak menteri (pariwisata) juga sangat concern dengan monitor harga tiket pesawat dari berbagai daerah ke Lombok,” ucap Faozal. (NDY)

Boom.id & Aerowolf Team Eight, Wakil Indonesia Berlaga eSport di Bangkok

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tim Aerowolf Team Eight menjadi jawara babak kualifikasi Asia Pacific Predator League 2019 zona Indonesia di nomor PUBG. Berjuang sampai ronde ke-10 di Mal Taman Anggrek, Jakarta, Minggu (27/1/2019) malam, mereka mengoleksi poin tertinggi, yakni 131.

Akumulasi poin tersebut berselisih 20 angka dari sang runner-up, tim Ghost Alliance Ayres. Sementara itu, Victim Reality harus puas berada di posisi ke-3 (88 poin) dan Aerowolf Team Seven ada peringkat 4 dengan perolehan 79 poin. Hasil tersebut membuat Aerowolf Team Eight akan berjuang mewakili Indonesia di pentas Asia Pacific Predator League 2019, di Bangkok, Thailand, pada 15 – 17 Februari 2019.

Pada event bergengsi tersebut, tim PUBG Aerowolf Team Eight akan bersaing dengan 15 tim lainnya, yang berasal dari berbagai negara. Selain Indonesia, negara partisipan antara lain Australia, Makao, Hong Kong, India, Jepang, Korea, Malaysia, Filipna, Singapura, Chinese Taipe, Thailand dan Vietnam. Venue pertandingan ada di Nimibutr Stadium.

Pada pertampuran 10 ronde sepanjang hari ini, awalnya Aerowolf Team Eight tak terlalu memukau. Mereka kalah gas dari Ghost Allian Ayres, yang langsung mengumpulkan 20 poin, berbanding 10 milik Aerowolf Team Eight.

Namun, Aerowolf Team Eight tampil spektakuler pada ronde 2, dengan mengoleksi 14 kill. Lalu pada ronde 4, Aerowolf Team Eight kembali dominan dengan perolehan 11 kill. Setelah itu, Aerowolf Team Eight tampil konsisten dan sudah mengirim sinyal juara pada putaran ke-9.

Bagi tim yang diisi Entruv, Arthur, Katou dan Exagonid, kemenangan tersebut membuat mereka berhak atas hadiah sebesar Rp25 juta. Nantinya, kala bermain di Asia Pacific Predator League 2019, Aerowolf Team Eight akan berjibaku demi total hadiah 400 ribu dolar AS atau nyaris Rp6 miliar.

Sementara itu, sang runner-up, Ghost Alliance Ayres mendapat hadiah Rp15 juta, dan posisi ke-3, Victim Reality membawa pulang Rp10 juta. Sebelumnya, event kualifikasi Asia Pacific Predator League 2019 zona Indonesia diikuti 16 tim.

Mereka antara lain BOOM.ID, Kocak Koplak, Astaga Gaming, Xgate, Royal Esport KRS, Aerowolf.Team Seven, Aerowolf.Team Eight, Louvre Emporium, Alter Ego dan Victim Reality. Jumlah itu ditambah U2G, Ghost Alliance PIFF, Ghost Alliance Ayres, Rival, Pixel-Geim.M.I dan Existency.

Sementara BOOM.ID keluar sebagai juara dan menjadi perwakilan Indonesia untuk game DOTA 2, BOOM.ID yang beranggotakan Fbz, Fervian, Khezcute, Jhocam, dan Mikoto berhasil memenangkan pertandingan game DOTA 2 setelah bertanding melawan The Prime di babak final.

Pertandingan ini merupakan salah satu pertandingan paling sengit dan menegangkan di tahun ini. Final pun dimenangkan oleh BOOM.ID dengan skor akhir 2:0 melawan The Prime yang akhirnya harus puas di posisi runner-up.

“Selamat kepada para juara tahun ini yang berhak mewakili Indonesia ke Grand Final Asia Pacific Predator League di Bangkok, Thailand bulan depan. Pencapaian ini merupakan langkah berarti dalam meraih sukses dan rencana jangka panjang menjadi tim esports yang disegani di Asia Pasifik,” lontar Herbet Ang, Presiden Direktur Acer Indonesia dalam kata sambutan penutupan Indonesia Asia Pacific Predator League 2019.

Herbert meminta jangan menyerah dan terus semangat untuk finalis lainnya karena Acer senantiasa berada di garda depan sebagai PC brand yang memiliki komitmen jangka panjang untuk kemajuan ekosistem gaming di Indonesia. “Sekali lagi, semangat bertanding untuk juara tahun ini dan bagi yang belum berhasil, siapkan strategi untuk memenangkan Asia Pacific Predator League tahun depan.“ sambungnya.

Plt. Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Chandra Bhakti mengaku sangat senang hari ini melihat Acer dapat mendorong anak-anak muda berkompetisi dengan semangat dan mengadu strategi untuk menjadi wakil terbaik Indonesia di Grand Final Asia Pacific Predator League 2019 di Thailand.

“Kami mengapresiasi inisiatif dan komitmen Acer dalam menjadi salah satu penggerak industri esports nasional, semoga dapat terus bersama-sama membangun talenta muda anak Indonesia yang produktif dan berprestasi.” ujar Chandra.

Putaran Final Indonesia Asia Pacific Predator League 2019 telah diselenggarakan pada 25 – 27 Januari 2019 di Atrium Mall Taman Anggrek, Jakarta. Acara tiga hari ini menghadirkan rangkaian kegiatan seru untuk para pengunjung seperti Predator Thronos Experience, Cosplay & Coswalk Competition, Fighting Mini Games, Product Auction hingga penampilan dari Shojo Complex. Tercatat sebanyak lebih dari 10 ribu pengunjung menghadiri acara selama tiga hari tersebut.

Sang juara Indonesia: BOOM.ID dan Aerowolf.TeamEight akan diterbangkan ke Bangkok, Thailand untuk pertandingan Grand Final Asia Pacific Predator League 2019 pada tanggal 15 – 17 Februari 2019 mendatang.

Berbeda tahun lalu, saat penyelenggaraan Grand Final Asia Pacific Predator League pertama kalinya di Jakarta, yang diikuti oleh 8 negara, Asia Pacific Predator League 2019 tahun ini diikuti oleh peserta yang berasal dari 16 negara dari seluruh Asia Pasifik. Tidak hanya itu, prize pool yang diberikan turnamen paling sensasional dari Acer ini mencapai USD 400,000 yang setara dengan Rp 6 miliar. (ENDY)

Vinyet, Seni Rupa Kian Punah Ditelan Masa

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Sebut saja Vinyet, bagi generasi milenial banyak yang tidak tahu dan mengenalnya. Namun bagi generasi baby boomer atau di era 50-an hingga 80-an pasti mengenalnya. Vinyet sebenarnya adalah genre seni rupa yang sempat populer di era 50-an sampai 80-an. Setelah itu hilang dan ditinggalkan para perupa.

VinYet jadi karya seni dibuat untuk ilustrasi sajak, puisi, atau karya sastra lainnya. Vinyet dibuat para seniman dan dikirim ke redaksi penerbitan majalah kebudayaan yang memuat sastra. “Vinyet erat kaitannya dengan sastra, ibarat sastra adalah air, maka vignet ikannya,” ujar Hermanu, kurator pada pameran ilustrasi sastra Vinyet dan skets di Bentara Budaya Yogyakarta, pada 22-30 Januari 2019

Puluhan vinyet yang dicetak ulang di lembaran kertas, dipigura, dan terpampang rapi di dinding Bentara Budaya Yogyakarta, masyarakat bisa menikmati kembali karya seni rupa yang pernah menghiasi beragam media massa di masa lalu. Deretan nama perupa yang menghasilkan vinYet dipajang. Sebut saja, Rusli Widayat, Nasyah, Bagong Kussudiardja, Fajar Sidik, Batara Lubis, Jeihan, Amri Yahya, dan lainnya.

Vinyet tidak sendirian dalam dunia sastra, ada pula sketsa. Dua cabang seni rupa ini nyaris serupa, tetapi memiliki maksud dan tujuan yang berbeda. Vinyet dibuat untuk ilustrasi yang cenderung menghias goresan artistik, sedangkan sketsa adalah goresan artistik yang menggambarkan tentang sebuah objek. Walaupun hanya goresan, karya seni rupa itu sudah membuat pembaca paham.

Karya-karya vinyet yang ditampilkan diambil dari majalah kebudayaan 1950-an. Salah satunya majalah Budaya terbitan Djawatan Kebudajaan Kementerian PP dan K. Banyak majalah kebudayaan dan populer yang mempunyai rubrik atau kolom khusus sastra yang memuat vinyet, seperti, Horizon, Kalam, Citra Jogja, dan Hai.

Hermanu menuturkan ada juga vinyet yang dimuat pada 1980-an dan sekadar ilustrasi pendamping puisi atau lagu-lagu populer saat itu. Pada 1990-an, ilustrasi sastra menggabungkan vinyet dan sketsa seperti yang dimuat di majalah Prisma.

“Tujuan dari pameran ini untuk mendokumentasikan karya seni rupa lama yang sudah terlupakan, bahkan generasi milenial mungkin sudah tidak mengenalnya,” ucap Hermanu seperti dilansir laman Liputan6.com, Senin (28/01/2019).

Lewat pameran juga bisa diketahui cabang seni rupa populer di masa lalu dan menggambarkan keberagaman seni rupa di Indonesia. Kehadiran vinyet yang tidak bisa berdiri sendiri dan harus menempel pada karya sastra membuat aliran seni rupa ini dianggap sebagai karya kelas dua. Keberadaannya kerap tidak dihargai dan tidak diarsipkan oleh media massa.

“Biasanya seniman mengirimkan ke redaksi dalam bentuk kertas, setelah dicetak di majalah, arsip aslinya dibuang,” tutur Yunanto, pengelola BBY.

Berbeda dengan lukisan yang biasanya masih disimpan oleh media massa. Hal itu pula yang membuatnya harus mereproduksi ulang vinyet dari majalah-majalah sebelum memamerkannya.

Ia menilai kebanyakan seniman membuat vignet dan mengirimkan ke redaksi majalah untuk mendapatkan honor. Rasa dalam membuat vinyet dan melukis juga berbeda. “Biasanya orang bikin vignet sambil lalu, berbeda dengan melukis yang fokus,” ucapnya.

Sekalipun terkesan diremehkan, vinyet dihasilkan oleh perupa ternama dari masa lalu dan hasilnya sangat artistik. “Era vinyet lebih dulu berakhir jika dibandingkan dengan media cetak. Ruang kosong yang diisi vinyet tergantikan dengan iklan atau bentuk promosi lainnya,” lontarnya.

Vinyet kini kehilangan ruang ketika era digital berkembang pesat sebab media online tidak memberi ruang kosong untuk hal-hal yang tidak bernilai untung. (NDY)

Datangkan Wisman, Indonesia Patut Belajar dari Spanyol

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Dubes Indonesia di Spanyol Hermono mengatakan Indonesia patut belajar dari negara Eropa itu dalam mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman), mengelola industri pariwisata, dan strategi pemerintahnya mengelola berbagai obyek wisata, sarana, dan prasarana.

“Pariwisata di Spanyol adalah penyumbang utama ketiga bagi kehidupan ekonomi nasional setelah sektor industri dan bisnis/perbankan, menyumbang sekitar 10-11 persen dari PDB Spanyol. Sedangkan Indonesia mengharapkan industri pariwisata dapat mendatangkan devisa negara setelah kelapa sawit,” kata Dubes Hermono di Madrid, Spanyol.

Hal itu diungkapkan Dubes Hermono pada saat berkunjung ke paviliun Indonesia di pameran pariwisata terbesar di Spanyol Feria Internacional de Turismo (FITUR) Madrid 2019 yang diadakan di Feria de Madrid, Spanyol. Pameran berlangsung selama lima hari 23-27 Januari 2019.

Seperti dilansir Antara, Ahad (27/01/2019) Dubes mengakui wisatawan yang datang ke Spanyol banyak yang melalui “overland” karena posisi Spanyol yang berada di daratan Eropa yang tentunya menjadi tujuan populer liburan musim panas, terutama dengan sejumlah besar wisatawan dari Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Benelux, dan Amerika Serikat, serta dari negara dengan berbahasa Spanyol.

Pada tahun 2017, Spanyol adalah negara kedua yang paling banyak dikunjungi wisatawan di dunia, yang mencapai 82 juta wisatawan menandai tahun kelima berturut-turut dari pemecahan rekor.

Spanyol menempati peringkat pertama di antara 136 negara dalam Indeks Daya Saing Perjalanan dan Pariwisata dua tahunan yang diterbitkan World Economic Forum pada 2017. Apalagi Organisasi Pariwisata Dunia (UN WTO) memiliki kantor pusat di Madrid.

Kehadiran paviliun Indonesia dalam pameran pariwisata yang digelar untuk ke 39 kalinya terbesar ketiga setelah ITB Berlin dan WTM London, adalah dalam upaya menjaring wisatawan Spanyol sekaligus wisatawan mancanegara. Apalagi banyaknya industri pariwisata yang datang dari berbagai negara mengikuti pameran pariwisata yang dibuka Raja Spanyol.

Dalam pameran kali ini, paviliun Indonesia mengusung Phinisi. Spanyol menjadi salah satu penyumbang wisman besar ke Indonesia. Posisinya berada diperingkat ketujuh dalam hal jumlah kunjungan wisatawan dari Eropa ke Indonesia.

Spanyol tercatat menyumbang wisman sebanyak 81.690 wisman pada tahun 2017. Torehan ini pun terkoreksi positif di tahun 2018. Spanyol menyumbang 86.558 wisatawan atau naik sebesar 5,95 persen di tahun 2018. Diharapkan selain dapat belajar dari Spanyol dalam mendatangkan wisatawan, Indonesia terus berupaya menarik wisatawan Spanyol. (NDY)

Kembangkan Wisata Bawah Laut, Bahrain Ceburkan Boeing 747

this formate

BAHRAIN, bisniswisata.co.id: Bahrain serius mengembangkan pariwisata dengan tujuan menggaet kunjungsn wisatawan asing di negara teluk Persia. Untuk itu, Bahrain membuka tempat hiburan baru. Konsepnya berbentuk taman menyelam bawah air seluas 100 ribu meter persegi.

Rencananya, taman bawah laut ini diisi dengan beberapa fitur menarik dan tak biasa. Salah satunya dengan menenggelamkan pesawat jenis Boeing 747 sepanjang 70 meter.

Melansir CNN, Ahad (27/01/2019) pesawat yang bakal diturunkan ke dalam air itu merupakan kapal terbang yang sudah tak lagi laik mengudara. Lokasi penyelaman bawah laut juga akan menampilkan replika rumah mutiara Bahrain, terumbu karang buatan, dan patung seni.

Wahana ini dibangun berdasarkan kerjasama dari Supreme Council for Environment, Bahrain Tourism and Exhibitions Authority (BTEA), serta sektor swasta. Taman hiburan ini rencananya akan dibuka pada musim panas 2019.

Meski begitu rencana pembukaan wisata bawah air ini mendapat kritik keras. Pakar kelautan, Adriana Humanes, mengatakan material-material dari wahana yang akan dimasukkan ke bawah laut dikhawatirkan bakal merusak organisme laut.

“Bahan-bahan seperti tembaga, aluminium, timah dan baja, hidrokarbon minyak bumi dan polutan potensial lainnya dapat mengalami korosi. Hal ini memengaruhi organisme laut di sekitarnya,” ujar ahli Ekologi Kelautan James Cook University tersebut.

Cook menambahkan, selain menyebabkan kerusakan organisme laut, wahana ini juga berpotensi menjadi ancaman keselamatan bagi para penyelam. Lantaran integritas struktural wahana pesawat dapat memicu penyakit serta membahayakan gerak penyelam amatir.

Menanggapi suara miring yang beredar, Badan Pariwisata dan Pameran Bahrain mengatakan, pihaknya sudah menghilangkan kontaminan di tubuh pesawat. Badan pesawat terbang juga akan dimodifikasi sedemikian khusus sebelum diterjunkan ke dalam laut.

Konsep hiburan bawah air yang diusung Bahrain pun bukan pertama kali diterapkan. Beberapa negara lain, seperti Maladewa dengan hotel bawah airnya dan museum bawah air AS di Florida.

Selain itu, di AS, sebuah jet Boeing 727 juga pernah ditenggelamkan di lepas pantai Miami pada 1993. Meskipun kondisi pesawat tersebut kemudian rusak dihantam Badai Gordon pada musim panas 1995. (NDY)

Tips Berwisata Bersama Si Buah Hati

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Berlibur bersama keluarga, termasuk si buah hati akan sangat menyenangkan. Selain meningkatkan kedekatan antara anak dan orang tua, si buah hati juga dapat mengetahui banyak hal dari pengalaman anyar yang belum mereka temui sebelumnya.

Namun, tak sedikit orang tua yang justru mengurungkan niatnya untuk berlibur bersama anak. Kebanyakan dari mereka menganggap bahwa berlibur bersama anak akan sangat merepotkan. Padahal, berlibur akan sangat menyenangkan jika persiapan dan perencanaan dilakukan dengan tepat dan praktis.

Psikolog keluarga, Nadya Pramesrani dan mom influencer, Enno Lerian berbagi beberapa tips yang bisa dipersiapkan orang tua saat merencanakan liburan bersama anak, dilansir CNN, Ahad (27/01/2019):

#. Libatkan anak dalam perencanaan liburan
Menjadikan anak sebagai penyusun dan perencana dalam liburan sangatlah penting. Anak tentu akan merasa senang saat tahu bahwa mereka akan berlibur ke tempat yang mereka inginkan. Untuk itu, sebelum memulai rencana liburan, ada baiknya jika Anda terlebih dahulu bertanya pada anak soal destinasi wisata yang diinginkannya.

#. Siapkan bekal makanan anak
Liburan bersama anak akan kacau ketika si buah hati kelaparan. Saat lapar, anak biasanya akan marah, kesal dan menangis. Untuk meminimalisir hal itu, sebaiknya persiapkan bekal makanan praktis untuk dibawa seperti buah-buahan, susu, camilan dan lainnya.

#. Siapkan rencana kedua
Akan lebih baik jika Anda menyiapkan beberapa rencana destinasi wisata yang bakal dikunjungi. Ini perlu dilakukan untuk mengatasi anak yang tak merasa nyaman dengan lokasi awal yang didatangi. Dengan begitu, Anda tetap bisa membuat anak senang dengan membawanya ke lokasi lain.

#. Membawa obat-obatan
Obat-obatan sangat diperlukan untuk mengatasi kondisi tubuh anak yang tiba-tiba menurun. Bawalah obat-obatan praktis seperti krim anti-nyamuk, obat demam dan lainnya. Namun, jangan lupa juga untuk membawa perbekalan obat untuk Anda dan suami. Sebab, jika Anda sakit, anak tak akan terurus.

#. Membawa bekal pakaian seperlunya

Orang tua kerap kali membawa bekal pakaian yang terlalu banyak saat berlibur dengan alasan untuk berjaga-jaga. Padahal, hal itu hanya akan membuat Anda dan si buah hati kewalahan dengan barang bawaan yang terlalu banyak. Sebaiknya, persiapkan pakaian yang sesuai dengan cuaca di lokasi liburan. Untuk perjalanan selama satu hari, dua pasang pakaian dirasa cukup. (NDY)

Hotel Berdekorasi Serba Sosis Cuma di Jerman

this formate

JERMAN, bisniswisata.co.id: Pencinta sosis bisa menikmati hari di sebuah hotel Jerman milik tukang daging yang seluruh dekorasinya dihiasi gambar daging cincang berbentuk silinder panjang itu. Dindingnya dilapisi gambar sosis, bantalnya berbentuk sosis, nomor kamar tertera di pisau daging dan bahkan sabunnya juga berbentuk sosis.

Dikutip dari Reuters, Ahad (27/01/2019) restoran di hotel itu bernama “Wurstaurant” yang menyajikan makanan dari sosis, termasuk es krim sosis. “Ini adalah surga bratwurst (sosis khas Jerman berisi daging sapi atau babi) dan saya menyukainya,” kata Claus Boebel, tukang daging yang membuka hotel di Bavaria, Jerman.

“Saya ingin mendapatkan nuansa liburan di rumahku…dan membuat sosis bratwurst menarik untuk dunia. Hotel itu bernama BB&BB, Boebel Bratwurst Bed and Breakfast,” paparnya.

Ada tujuh kamar yang bisa ditempati, semua tamu bisa menginap dan mendapatkan sarapan sosis yang sehat. Sebelum pulang, tamu hotel pun bisa membeli ragam daging di toko Boebel atau ikut kelas memasak. (NDY)