Kreatif Food Truck, Daya Tarik Wisata Kuliner Baru di Denpasar

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Dinas Pariwisata Denpasar merangkul Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan Kreatif Food Truck sebagai upaya mengembangkan ekonomi kreatif di bidang kuliner. Event pertama kali ini, digelar di Lapangan Parkir Taman Kota Lumintang, Denpasar, pada Sabtu (09/02/2019).

“Kegiatan ini merupakan suatu gagasan Wali Kota Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra bersama komunitas Food Truck di Denpasar guna mengembangkan kreatif kuliner yang menyajikan menu lokal sebagai destinasi wisata kuliner,” kata Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata (Dispar) Denpasar, I Wayan Hendaryana di Denpasar, Bali, Sabtu.

Ia mengatakan Kreatif Food Truck diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain kuliner dan dimeriahkan dengan musik akustik dari Dria Raba Kota Denpasar untuk menyuguhkan hiburan kepada masyarakat.

Menurut Hendaryana, Kreatif Food Truck merupakan yang pertama kalinya digelar Bekraf Kota Denpasar, namun akan menjadi suatu program keberlanjutan penyelenggaraan setiap bulannya di beberapa titik pariwisata di Kota Denpasar.

“Kegiatan ini pertama kalinya digelar, namun program ini merupakan program keberlanjutan yang digelar setiap bulannya di tempat dan dengan tema berbeda yang tentunya ditunggu-tunggu masyarakat,” ujarnya seperti dilansir Antara.

Selain untuk mengisi liburan akhir pekan, kegiatan ini juga merupakan rangkaian HUT ke-231 Kota Denpasar yang puncaknya pada 27 Februari 2019. Pada kegiatan tersebut akan menampilkan sebanyak 16 dari 33 food truck yang telah terdata di Kota Denpasar yang akan dimulai pukul 13.00- 22.00 Wita.

“Tentu dengan diadakannya kegiatan ini dapat menyuguhkan tempat rekreasi baru dan memberi daya tarik kepada wisatawan serta masyarakat yang ingin menghabiskan liburan akhir pekan di Kota Denpasar,” kata ujar Hendaryana.

Ia mengajak wisatawan maupun masyarakat untuk mengisi liburan akhir pekan di Kreatif Food Truck sambil menikmati kuliner dan keindahan air mancur menari di Lapangan Lumintang. (NDY)

Bagasi Berbayar, Industri Pariwisata bisa Tertekan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Regulasi bagasi berbayar ternyata berdampak ke sejumlah sektor. Salah satu sektor yang paling merasakan implikasinya yaitu pariwisata. Bahkan, pertumbuhan industri pariwisata bisa tertekan.

“Kalau pemerintah berniat mendorong sektor pariwisata, maka pertahankan harga tiket terjangkau di masyarakat,” kata Ekonom Institute for Developtment Econimics and Finance Bhima Yudhistira saat menjadi pembicara dalam acara diskusi bertajuk Mengapa Bagasi Berbayar di Gado-Gado Boplo Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019).

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) menganggap pariwisata merupakan sektor tumpuan ekonomi yang cukup penting bagi Indonesia. Sehingga pemerintah perlu menjaga kestabilan harga agar target wisatawan mancanegara maupun domestik bisa tercapai.

Selain sektor pariwisata, lanjut Bhima, industri Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) seperti oleh-oleh juga kena imbasnya. Penjualan produk-produk UMKM juga berpoteni mengalami penurunan akibat kebijakan itu. “Ini tentu agak menyedihkan sebab banyak juga daerah yang bergantung di sektor ini,” kata Bhima.

Begitu juga penginapan dan jasa transportasi. “Persewaan mobil di pusat pariwisata akan terkena dampak khususnya spesifik pada regional yang mengandalkan pariwisata,” katanya.

Dilanjutkan, kebijakan bagasi berbayar bisa berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi tahun 2019 yang diprediksi bakal stagnan di angka lima persen. Karena itu, pemerintah perlu mengevaluasi kebijakan tersebut. “Evaluasi lagi kebijakan soal bagasi berbayar. Kita tidak menyalahkan maskapai tetapi ini adalah pemerintah yang harus ambil alih karena ini sudah diregulasi,” ujarnya.

Menurutnya, industri penerbangan menjadi sorotan sejak awal 2019. Mulanya, industri aviasi disorot karena harga tiket mahal, meski telah melewati peak season setelah libur natal dan tahun baru 2019. Setelah itu, pengguna jasa penerbangan dikejutkan dengan sejumlah kebijakan maskapai untuk menaikkan harga bagasi pesawat. Khususnya untuk penerbangan dengan pesawat low cost carrier atau LCC.

Belakangan, industri logistik yang menjadi sasaran dengan adanya kebijakan maskapai untuk menaikkan harga kargo atau jasa pengiriman barang lewat udara. Akibat ini, salah satu asosiasi di bidang logistik mengancam akan melakukan pemboikotan jika kebijakan ini terus berlanjut.

Bhima mengatakan, jika kondisi tersebut terus berlanjut, hal itu tentu akan berdampak pada tingkat okupansi hotel khususnya hotel bintang 1. Hotel bintang 1 selama ini dikenal menjadi tempat tinggal bagi wisatawan domestik khususnya milenial, yang hobi memanfaatkan tiket murah untuk berwisata.

Menurut Bhima, indikasi dampak tersebut terlihat sejak harga tiket yang telah melonjak sejak akhir 2018. Akibatnya, okupansi hotel di bintang 1 pada akhir tahun hanya mencapai 44 persen. “Ini baru hanya dari kenaikan tiket saja. Tapi tentu harus dipantau lagi di bulan Februari dan Maret sebab jika tidak akan berdampak pada tingkat kunjungan wisata pada 2019,” kata Bhima.

Diprediksi dalam jangka panjang bakal berimplikasi terhadap tingkat inflasi. Indikasi terlihat dengan masuknya komponen harga tiket sebagai penyumbang inflasi nomor 6 tertinggi dari total keseluruhan pada 2018. Padahal, tahun 2017 komponen harga tiket masih berada pada posisi ke 16 tertinggi penyumbang inflasi.

Apalagi, pemerintah kini mulai mengandalkan wisatawan domestik setelah wisatawan manca negara berkurang akibat bencana alam. Sayangnya, wisatawan domestik sangat peka terhadap adanya kenaikan harga tiket ini terkait kebijakan bagasi berbayar. “Artinya, jika harga di tingkat konsumen seperti tiket terus naik tersebut, bisa berdampak pada menurunnya minat wisatawan lokal untuk bepergian,” kata Bhima.

Sementara itu, Survei Dinas Pariwisata Padang menyebutkan penerapan kebijakan bagasi berbayar oleh maskapai penerbangan menyebabkan penjualan oleh-oleh berupa makanan dan lainnya anjlok 40 persen di Kota Padang, Sumatera Barat. “Wisatawan harus membayar lebih mahal akhirnya wisatawan lebih selektif atau mengurangi beli oleh-oleh,” kata Kepala Dinas Pariwisata Padang Medi Iswandi.

Menurutnya, seperti dilansir Antara, dibandingkan periode yang sama dengan 2018 terjadi penurunan 10 sampai 30 persen penjualan oleh-oleh di Padang. Tidak hanya berdampak bagi penjualan oleh-oleh, kebijakan bagasi berbayar juga mempengaruhi tingkat hunian hotel di Padang. “Rata-rata hotel huniannya juga turun hingga 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata dia.

Bahkan, lanjut dia, dengan kondisi ini membuat hotel bintang empat dan bintang tiga menurunkan harga setara bintang dua sehingga akhirnya hotel bintang kehilangan tamu. “Jasa pengiriman juga berdampak karena maskapai juga menaikkan tarif kargo udara,” tambahnya.

Salah satu pusat penjualan oleh-oleh di Lubuk Buaya Padang terpantau lebih sepi dari biasanya. Menurut seorang kasir Vera, terjadi penurunan omzet hingga 30 persen per hari. “Jika sehari biasanya penjualan hingga Rp10 juta sekarang hanya berkisar Rp7 juta sejak diterapkan kebijakan bagasi berbayar,” kata dia.

Warga Padang, Abdul, yang secara rutin berkunjung ke Jakarta menggunakan maskapai udara, mengaku selektif membawa barang karena kebijakan bagasi berbayar. “Biasanya selain membawa koper juga oleh-oleh satu kardus, sekarang untuk sementara oleh-oleh ditiadakan dulu karena biayanya lebih mahal dari harga belinya,” kata dia. (ENDY)

Marc Marquez, Pembalap Dunia Naik Bandros Keliling Bandung

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Pembalap Dunia, Marc Marquez keliling Kota Bandung menaiki Bandros (Bandung Tour on Bus). Kendaraan wisata khas kota Bandung itu berdesain terbuka tanpa jendela, sehingga memudahkan sang pembalap menyapa para penggemarnya. Juara dunia Moto GP 2018 itu, berwisata ke kota Parahyangan, Sabtu (9/2/2019) usai menjalani tes pramusim MotoGP di Sepang Malaysia.

Pebalap yang dijuluki Baby Alien bersama rombongan menggunakan dua unit Bandros. Berdesain terbuka tanpa jendela, kendaraan wisata khas Bandung ini memungkinkan Juara Dunia MotoGP lima kali ini melemparkan pandangannya ke sekeliling rute sekitar 16 km yang dilalui.

Pembalap asal Spanyol ini, memulai perjalanan keliling Bandung dari Trans Studio Mall di Jalan Gatot Subroto, ditemani 100 bikers dari komunitas Honda CBR series dan Honda Big Bike Bandung.

Mereka menyusuri beberapa kawasan terkenal kota Bandung seperti Jalan Asia Afrika yang terkenal dengan gedung Merdeka, Jalan Braga, Fiaduck, Wastu Kencana. Mereka juga melintasi Jalan Merdeka, Dago, Dipati Ukur sebelum akhirnya berhenti di Gedung Sate.

Juara dunia lima kali ini, terlihat ramah menyapa para penggemarnya dari dalam Bandros. Publik yang menyaksikan antusias dan mengeluarkan telepon genggam untuk mengabadikan momen tersebut.

Setibanya di Gedung Sate, pembalap Repsol Honda Team ini disambut Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat Drs. H. Dady Iskandar, MM. Selama singgah di Gedung Sate, Marc Marquez berkesempatan mengenal lebih dekat sejarah kota Bandung di Museum Gedung Sate yang langsung disampaikan Dady Iskandar.

Vice President PT AHM Johannes Loman mengatakan Jawa Barat merupakan pasar potensial bagi Honda. Karena itu pula Marquez ingin menyapa para pecinta Honda di kota Bandung. “Jawa Barat juga memiliki komunitas sepeda motor Honda terbesar di Indonesia,” katanya.

Besok, Ahad (10/2) Marquez bersama tim mengunjungi pusat budaya dan kesenian angklung dan akan mengajak Juara Moto GP itu bermain bersama alat musik bamb itu. (NDY)

Sukabumi Tawarkan Wisata Memacu Adrenalin

this formate

SUKABUMI, bisniswisata.co.id: Destinasi wisata yang memacu adrenalin saat ini cukup populer di kalangan para wisatawan. Tak hanya mengeksplorasi spot wisata namun obyek wisata cenderung ekstrem memberikan pengalaman berbeda.

Nah, buat yang suka petualangan dan mencoba hal-hal baru, bisa mencoba 360 Citarik Airstrip di Sukabumi, Jawa Barat. Di tempat itu, kamu bisa mencoba sensasi terbang dengan paramotor, salah satu kegiatan yang banyak diincar ketika wisatawan datang ke Dubai.

Cahyo Alkantana, ikon petualang alam liar yang memelopori paramotor di Sukabumi memberi gambaran tentang aktivitas memacu adrenalin tersebut. Wisatawan dapat menikmati pemandangan dari ketinggian dengan terbang tandem bersama pilot menggunakan paramotor, paralayang berbaling-baling di bagian belakang dan dilengkapi dengan payung terbang.

Menerbangkan paramotor tentu dibutuhkan keahlian. Karena itu, untuk kepentingan wisatawan, disediakan paramotor tandem untuk mencobanya. Pilot akan membawa wisatawan bisa terbang dengan nyaman dan aman serta bisa menikmati sensasinya. “Aktivitas itu nantinya berada di bawah nama 360 Citarik Airstrip,” papar Cahyo, seperti dikutip Arah Destinasi, Sabtu (09/02/2019).

360 Citarik Airstrip akan dibuka pada minggu terakhir bulan puasa tahun 2019. Ada beberapa paket menarik untuk para wisatawan. Paket Local Joyfly misalnya, mengajak wisatawan terbang selama 15 menit menikmati view Gunung Halimun, Arus Liar, Nusa Island, Bravo Adventure, Caldera, Citarik River Camp, Selaras, Kaki Langit, juga persawahan, perkebunan sawit dan jeram-jeram Sungai Citarik.

Juga bisa paket Cross Country selama 25 menit menuju Pelabuhan Ratu mendarat di Pantai Citepus atau 35 menit menuju Geopark Cileteuh.
Tahap awal disediakan lima unit parastrike buat wisatawa, sehingga bisa datang bersama teman dan keluarga, bisa terbang bersama-sama menikmati sensasi dan pemandangan di kawasan tersebut.

Selain paramotor, kawasan di sana juga bisa diisi dengan kegiatan wisata yang bisa diikuti semua usia. mulai dari menikmati pemandangan, ikut arung jeram, berkuda, outbond, hingga berkemah.

Selain destinasi wisata andrenalin, Sukabumi juga memiliki obyek wisata lainnya yang ngehits bahkan menjadi instagramable, antara lain:

1. Karang Para

Tempat wisata ini berada di Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunung Guruh. Jika diukur dari pusat kota Sukabumi, jaraknya hanya sekita 10 kilometer. Hal yang menjadikan Karang para istimewa adalah berdiri di atas bebatuan karst dengan ornamen yang sangat unik. Tak heran jika di tempat ini langsung dibuat beragam spot foto demi destinawi wisata yang instagramable.

2. Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Bagi yang sudah tidak tahun untuk menyatu dengan alam, Taman Nasional Gunung Halimun Salak bisa menjadi piihan tepat untuk disambangi saat musim libur lebaran. Taman Nasional yang memiliki luas lebih dari seluas 113 ribu hektare ini, punya banyak pilihan untuk wisata alam seperti air terjun, hutan pinus, dan sungai. Bahkan bumi perkemahan pun tersedia di tempat ini jika wisatawan ingin menikmati liburan bersama keluarga.

3. Goa Buniayu
Kawasan wana wisata Buniayu, Sukabumi, adalah yang salah satu yang terlengkap. Mulai dari penulusuran goa horisontal, goa vertikal, air terjun Bibijilan, merasakan kehidupan masyarakat sekitar goa (sekaligus bermalam di rumah penduduk), hingga berkemah sambil menghirup udara segar di antara pohon -pohon pinus. Bahkan di tempat yang hanya berjarak 17,5 kilometer dari pusat koa sukabumi ini, terdapat sebuah museum bawah tanah.

4. Situ Gunung

Situ Gunung merupakan sebuah kawasan wisata danau yang ada di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, tepatnya di kecamatan Kadudampit atau sekitar 16 kilometer dari Kota Sukabumi. Di tempat ini wisatawan bisa menyusuri danau dengan perahu, berkemah, memancing, atau hanya sekadar makan bersama keluarga di tepi danau.

5. Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar

Tempat ini berada di wilayah Kampung Sukamulya Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Jarak Kampung Ciptagelar ke kota Sukabumi sekitar 103 Km. Perlu perjuangan ekstra untuk menuju ke lokasi ini karena jalanannya terjal dan sempit, namun ketika menapakkan kaki di Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar pemandangan yang asri dan adat istiadat yang kental seakan membayar lunas jerih payah.

6. Curug Cikaso

Jika ingin merasakan sensasi petualangan, ada baiknya untuk mengunjungi Curug Cikaso yang lokasinya tidak jauh dari Pantai Ujung Genteng atau sekitar 100 kilometer dari pusat kota Sukabumi. Curug Cikaso terbentuk dari tiga titik air terjun yang berdampingan dalam satu lokasi dengan kolam berwarna hijau kebiruan di bawahnya. Untuk sampai ke lokasi, pengunjung bisa memilih petualangannya antara berjalan kaki ataupun menaiki perahu kecil melalui jalan sungai yang diantar oleh masyarakat setempat. (redaksibisniswisata@gmail.com)

12-23 Februari 2019, Japan Cultural Weeks 2019

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Japan Foundation kembali menghelat Pekan Budaya Jepang 2019 atau Japan Cultural Weeks 2019. Perhelatan di di Hall The Japan Foundation Gedung Summitmas I Lantai 2 Jakarta Pusat, selama 12 hari mulai 12-23 Februari 2019 untuk memberikan pengalaman kebudayaan Negeri Sakura pada masyarakat Indonesia.

Japan Cultural Weeks 2019 ini, berisi belasan kegiatan bervariasi. Ada Diskusi, workshop, demonstrasi, talkshow, dan pemutaran film yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan informasi tentang Jepang lebih mendalam serta menjadi ajang pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Jepang.

Selain itu ada event pengenalan Kyogi Karuta dari Ogura Karuta Club, pemutaran film “Pop In Q”, pengenalan Yosakoi dari Yosakoi Naruko Odori “Hyakka Ryouran”, juga kuliah umum “An Introduction to Islam via Personal Experience: Basic Knowledge for Peaceful Co-Existence with Muslims” dalam bahasa Jepang.

Pengunjung juga bisa belajar lebih banyak tentang igo alias catur Jepang, ikebana, kaligrafi Shodo, kuliner onigiri dan makimono, mengetahui upacara minum teh (Sadou) dari Chado Urasenke Tankokai, Indonesia hingga berbincang mengenai film “5 Centimeters per Second” yang disutradarai Shinkai Makoto.

Jadi tidak perlu jauh-jauh ke Jepang untuk mempelajari Budaya Jepang. Kegiatan tahunan ini masih sama dengan kegiatan sebelumnya memberikan edukasi mengenai kebudayaan Jepang.

Tertarik mempelajari budaya Jepang? Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya sedikitpun. Jika tertarik Anda bisa menghubungi Japan Foundation di 0215201266 untuk segera meregistrasi karena tempat amat terbatas.

Memang bagi masyarakat Indonesia kita mengambil berbagai manfaat dari hal-hal budaya bagaimana masyarakat Jepang menghargai budaya mereka sendiri. Ini yang patut menjadi perhatian dan contoh bagi masyarakat Indonesia. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tips Hindari Aksi Kriminal saat Liburan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kasus pencopetan, perampasan, penodongan hingga aksi kriminalitas lainnya saat berwisata menikmati liburan kerap terjadi. Memang jika tak waspada, harta yang dibawa pelancong bisa raib dalam sekejap tanpa meninggalkan jejak.

Tentu tak seorang pun mau terkena musibah ini. Kehilangan barang maupun uang merupakan kejadian paling menyedihkan yang selalu membekas di pikiran, apalagi kalau nominal uang yang hilang cukup besar. Bahkan liburan pun jadi berantakan, tidak menyenangkan malah menyedihkan.

Karenanya, agar terhindar dari aksi kriminal, hendaklah tetaplah waspada terhadap orang-orang di sekitar. Ingat peribahasa “rambut sama hitam, tetapi hati siapa yang tahu”.

Selain itu, terapkan tips jitu berikut ini agar uang Anda tetap aman selama liburan, seperti dikutip dari Cermati.com, sabtu (09/02/2019):

#. Bawa Pouch saat Bepergian

Terutama bagi perempuan, sebaiknya hindari membawa tas bahu dan tas berukuran besar yang sangat rawan terhadap kasus perampokan. Banyak kejadian di mana perampok sengaja menyayat tas untuk mengambil gadget dan dompet dari dalam tas. Menariknya lagi, pemilik tidak tahu bahkan tidak merasakan apa-apa. Ganti tas dengan pouch yang lebih praktis. Meskipun ukurannya kecil, tapi bisa menampung barang-barang penting, seperti handphone, uang, dan kartu kredit.

#. Gunakan Tas Pinggang, Bukan Backpack

Selain praktis dan trendy, tas pinggang juga dinilai lebih aman untuk menyimpang barang-barang penting dan berharga saat travelling. Alasannya, karena paling dekat dengan bagian tubuh. Ketika tersentuh, Anda juga langsung tersadar sehingga perampok tidak berani melayangkan niatnya.

#. Manfaatkan Saku Celana Bagian Depan

Jika dibandingkan dengan saku celana bagian depan, Anda pasti lebih suka menyimpan uang di saku belakang. Benar, bukan? Sekarang, ubah kebiasaan karena menyimpan uang di saku celana depan lebih aman. Saku bagian depan dirancang dengan kerapatan yang tinggi, sehingga sulit untuk dimasuki oleh benda berukuran besar, seperti tangan. Logikanya saja, pencuri manapun tidak berani memasukkan tangan ke saku bagian depan karena dapat dipastikan 95 persen akan ketahuan. Kecuali jika uangmu kelihatan atau hampir terjatuh.

#. Jangan Sepelekan Fungsi Kaos Kaki

Ketika masih kecil, orangtua sering menyuruh anak-anaknya untuk menyimpan uang di kaos kaki. Kira-kira, kenapa? Meskipun terkesan jorok, tapi maksud orangtua baik, yaitu supaya uang tetap aman dan tidak dicuri oleh siapapun. Simpan uang yang memiliki nominal besar di dalam kaos kaki, seperti pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Sedangkan untuk nominal yang lebih kecil bisa disimpan di pouch, saku celana bagian depan, atau di dalam tas.

#. Simpan Uang di Berbagai Tempat

Banyak orang menyimpan uangnya di dalam satu tempat dengan alasan lebih simple dan mudah dijangkau. Padahal, tindakan ini memperbesar peluang pencuri untuk melakukan aksi kejahatan. Coba bayangkan jika dompet Anda hilang, baik uang, kartu debit, dan kartu kredit akan lenyap begitu saja. Lalu, bagaimana dengan nasib barang belanjaan jika kebetulan Anda sedang berbelanja? Masukkan uang tunai dan kartu ke tempat yang berbeda. Untuk uang, Anda bisa menaruhnya di dalam saku celana atau di belt bag. Sedangkan kartu-kartu bisa dimasukkan di dalam pouch. Jika salah satu alat pembayaran hilang, masih ada alat pembayaran lain yang bisa digunakan untuk menyelesaikan transaksi.

#. Batasi Membawa Jumlah Uang Tunai

Transaksi menggunakan kartu debit atau kartu kredit menyebabkan tindakan konsumtif. Namun, dari sisi keamanan, kartu-kartu ini sangat membantu untuk mengatasi perbuatan jahat. Jika kartu debit atau kredit dicuri orang lain, Anda bisa menghubungi bank penerbit untuk memblokir kartu, sehingga kartu tidak disalahgunakan oleh pencuri. Meskipun kartu kredit sudah ada, Anda tetap harus membawa uang tunai untuk membayar transaksi dengan nominal kecil. Misalnya, untuk membayar minuman, makanan, atau membeli tisu.

#. Waspada saat Menarik Uang di ATM

Biarpun ruangan untuk mesin ATM sudah dilengkapi dengan sisi TV, tapi Anda tidak dapat memastikan kalau daerah tersebut aman dari penjahat. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya tingkatkan rasa waspada di mana pun Anda berada. Tutupi tombol angka pada mesin ATM saat Anda memasukkan nomor PIN. Pastikan orang yang mengantre di belakang Anda tidak melihat atau mengintip nomor PIN yang dimasukkan, agar proses menarik uang lebih aman.

#. Jangan Taruh Uang dengan Sembrono

Berapapun nominal uang yang Anda bawa, besar ataupun kecil, simpan di tempat yang paling aman dan sulit dijangkau oleh orang lain.
Hindari kebiasaan menaruh uang secara sembrono agar Anda tidak menjadi pusat perhatian atau bahkan menjadi mangsa pelaku tindak kejahatan, di mana pun Anda berada atau bepergian.

#. Segera lapor polisi terdekat

Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti menjadi korban aksi kriminalitas, hendaknya segera lapor ke polisi terdekat. Laporan ini sangat baik agar polisi cepat bertindak. Juga laporan anda akan mengurangi korban lainnya. (NDY)

Serapan Rendah, UMKM Pariwisata Didorong Mengakses Dana KUR

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Penyerapan kredit usaha rakyat (KUR) di sektor pariwisata masih sangat rendah, baru sekitar 3% dari total dana yang disalurkan kepada 42.277 UMKM di Kota Denpasar. Karenanya pelaku usaha di sektor pariwisata didorong untuk memanfaatkan kredit dengan bunga ringan demi mengembangkan usaha lebih bagus lagi..

“Kami akan optimalkan potensi sektor pariwisata bersama pelaku industri kreatif untuk berperan lebih besar lagi dalam menggerakkan perekonomian kota ini,” papar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena seperti dilansir Bisnis.com, Sabtu (09/02/2019).

Menurut Erwin selain pelaku usaha pariwisata, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri –yang jumlahnya kian meningkat dari tahun ke tahun– juga bisa mengakses KUR. Usaha yang bergerak di subsektor ekonomi kreatif juga masih sedikit yang memanfaatkan kredit ringan dari pemerintah ini.

Subsektor ekonomi kreatif yang dimaksud adalah periklanan; arsitektur; pasar seni dan barang antik; kerajinan; desain; fesyen; video, film dan fotografi; permainan interaktif; musik; seni pertunjukan; penerbitan dan percetakan; layanan komputer dan peranti lunak; televisi dan radio; serta riset dan pengembangan.

Saat ini penyerapan KUR oleh UMKM di Denpasar masih didominasi perdagangan kecil dan menengah serta pertanian. Sebanyak 42.277 UMKM di Kota Denpasar yang terdiri 37.503 usaha mikro dan 4.774 usaha kecil pada 2018 telah menyerap dana KUR sekitar Rp1,2 triliun.

Ia yakin dana KUR untuk UMKM tahun depan plafonnya lebih besar karena peyaluran yang baik dan tepat sasaran dengan NPL 0,54%. “Capaian ini sudah cukup baik, tetapi masih perlu ditingkatkan lagi terutama agar lebih tepat sasaran, misalnya menggarap subsektor ekonomi kreatif yang banyak digerakkan oleh anak muda,” jelasnya.

Lebih lanjut Erwin berharap KUR bisa benar-benar bermanfaat bagi pelaku UMKM dan memperkuat perekonomian untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Kasi Pembinaan Pariwisata Dewi Diana mengatakan berupaya menggandeng komunitas anak muda kreatif yang memiliki usaha di berbagai bidang untuk meningkatkan kapasitas usaha. “alam waktu dekat kami akan mengumpulkan 60 komunitas untuk menyerap aspirasi sekaligus sosialisasi KUR agar para pelaku usaha ini lebih semangat menjalankan usaha,” lontarnya. (NDY)

Brussels Holiday Fair, Indonesia Promosikan 10 Bali Baru

this formate

BRUSSELS, bisniswisata.co.id: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Brussel dengan dukungan Kementerian Pariwisata kembali mempromosikan “10 Bali Baru” pada pameran Brussels Holiday Fair di Brussels Expo, Belgia, pada 7 – 10 Februari 2019.

Pensosbud KBRI Brussel, Ance Maylany kepada Antara London, Sabtu (9//2/2019), mengatakan sebanyak 10 operator tur menjual berbagai paket wisata di luar Bali.

Daftar 10 Bali baru yang disebut Pemerintah yaitu, Danau Toba, Belitung, Candi Borobudur, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Gunung Bromo, Mandalika Lombok, Pulau Komodo, Taman Nasional Wakatobi, Pulau Morotai.

Dubes RI di Brussel, Yuri Thamrin secara resmi membuka paviliun Indonesia dan mengundang warga Belgia untuk berkunjung ke Indonesia dan berkunjung ke pavilion Indonesia untuk mengetahui lebih banyak destinasi wisata yang ditawarkan.

Ia mengakui bencana alam yang melanda destinasi utama di Indonesia pada semester II-2018, Lombok dan Bali, mengakibatkan kunjungan wisatawan Belgia ke Indonesia tidak begitu besar.

Kenaikan wisawatan hanya tercatat 3 persen di 2018 yaitu 49.942 orang, sedang 2017 hanya 48.477 orang, sementara empat tahun terakhir tercatat kenaikan sebesar 10 persen. Untuk itu Indonesia berupaya mempromosikan “10 Bali Baru” pada Brussels Holiday Fair.

Selama empat hari pameran, operator tur dari Indonesia berupaya menarik jumlah pengunjung untuk berlibur ke Indonesia. Pavilion Wonderful Indonesia menampilkan berbagai kegiatan antara lain kesenian berupa tari-tarian, kuliner, promosi kopi dari barista asal Indonesia hingga kuis. Paviliun didesain dengan bentuk atap rumah adat suku Sasak dari Lombok.

Brussels Holiday Fair menjadi pameran satu-satunya di Belgia yang diikuti 350 eksibitor dan dikunjungi lebih dari 100 ribu orang. Indonesia menjadi peserta tetap pameran ini sejak 2011, dimana pada tahun 2012 Indonesia menjadi negara tamu pameran, menghadirkan Pavilion Wonderful Indonesia di Hall 3.

Pameran yang menjadi ajang pertemuan industri pariwisata dan konsumen dengan 67 persen pengunjung yang berupaya mencari informasi mengenai destinasi yang akan dikunjungi pada musim panas mendatang.

Sementara 33 persen pengunjung melakukan booked trip saat pameran. Pameran yang digelar lebih dari 50 tahun dan umumnya warga dan agen pariwisata Belgia di komunitas berbahasa Belanda dalam upaya mengembangkan pasar di wilayah Belanda. (NDY)

Ketika Doa Untuk Bangsa Dilaksanakan Di Atap Nusantara

this formate

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia negeri yang kaya warna, baik dari segi Budaya, Suku, Bangsa, Bahasa, Agama, dan Adat Istiadat. Bangkitnya semangat nasionalisme pada diri dan bangga menjadi bangsa Indonesia bagi sebagian orang lainnya bukan sekadar slogan belaka.

Ungkapan “Aku Cinta Indonesia” justru diikuti sikap dan aksi yang nyata. Inilah yang menginspirasi beberapa ibu-ibu melakukan kegiatan dan berbuat sesuatu untuk Indonesia  dengan melakukan doa bersama diatap-atap tertinggi beberapa puncak gunung di Indonesia untuk kedamaian, keamanan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Kompak dan bersiap melakukan pendakian

Perjalanan kali ini ke puncak Syarif gunung Merbabu (3141mdpl) untuk melakukan doa keselamatan dan kedamaian bangsa Indonesia pada tanggal 1-3 februari 2019 lewat jalur berbeda melalui jalur “Timboa”, yang terletak di Desa Ngadirojo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah.

Sebenarnya ini adalah jalur lama, karena merupakan jalur ritual yang ramai di bulan-buan tertentu, seperti malam 1 Syuro. Kemudian 4 tahun terakhir jalur ini mulai diaktifkan lagi, tidak hanya untuk para pengunjung yang ingin napak tilas ataupun ziarah, tetapi juga untuk mereka yang ingin mendaki gunung Merbabu ini melalui jalur yang berbeda, jalur Timboa.

Bahkan, setiap tanggal 17 Agustus warga sekitar juga mengadakan acara pengibaran bendera Merah Putih melalui jalur ini.

Sejarah Jalur Timboa

Pada awal tahun 1985 adalah seorang dari salah satu desa di daerah Cepogo yang datang ke sebuah hutan di lereng Merbabu. Dalam perjalannya untuk membuka kampung baru yang berada di daerah ini yang masih merupakan hutan lebat, beliau kehujanan dan akhirnya dia berteduh di bawah sebuah pohon besar yang memuat beberapa orang.

Sambil berbincang bincang dengan seorang temannya dia membicarakan nama sebuah desa yang akan mereka buka saat itu. Dalam obrolannya yang diiringi hujan yang sangat deras dan hanya berteduh dibawah pohon mereka kebingungan mencari nama sebuah desa yang akan mereka tinggali nanti.

Menjelang sore dan hujan pun sudah mulai reda mereka keluar dari pohon tersebut. Mereka menyadari bahwa mereka baru saja berteduh di dalam pohon “Timboa”. Dalam perjalanan pulangnya mereka pun membicarakan tentang pohon tersebut. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk memberi nama desa tersebut dengan sebutan “Timboa”.

Dalam masa pemerintahan yang berjalan selama 5 tahun kampung tersebut diubah menjadi nama Margomulyo. Namun masyarakat juga tak lupa dengan nama yang pertama kali dibuat di kampung tersebut, saat ini telah dibuka jalur pendakian menuju puncak gunung Merbabu dengan nama jalur Merbabu via Timboa dan pelestarian pohon Timboa yang sekarang mulai dibudidayakan oleh masyarakat.

Kiprah SIABI

Adalah Swara Ibu Asah Bangsa Indonesia (SIABI), perkumpulan yang komandoi oleh Arietta A. Beeby Talumewo yang rajin mengadakan ekspedisi/petualangan dengan melakukan perjalanan ke alam bebas baik di wilayah pedalaman di Indonesia maupun manca-negara.

Perkumpulan atau komunitas yang anggotanya terdiri dari perempuan berusia diatas 40 tahun dengan kedewasaan mental dan fisik yang luar biasa ini terlatih melakukan kegiatan luar ruang/outdoor adventure ke berbagai wilayah di Indonesia.

SIABI ini didukung oleh para penasehat dan pembina yang ahli dalam bidangnya masing-masing, antara lain Ibu Halida Hatta (tokoh Bangsa), Don Hasman(Senior Etno Fotografer),  Lody Korua (Senior Konsultan Petualangan), Clara Sumawarti (Pendaki wanita Indonesia Pertama di Mt. Everest), Anton Bayu Samudra (Jurnalis) dan beberapa tokoh lainnya.

Tetap semangat di puncak ketinggian

SIABI bukanlah organisasi politik, perkumpulan ini  terbentuk atas inisiatif anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mendeklarasikan di Jogjakarta pada tanggal 3 November 2018 dan mempunyai perwakilan di beberapa daerah nusantara.

Adapun VISInya adalah untuk membangun para perempuan mempersiapkan diri mereka menjadi ibu yang mandiri, tangguh serta berkepribadian baik sebagai ibu bangsa Indonesia,  sedangkan MISInya untuk mengembangkan pengetahuan, meningkatkan kapasitas dan kualitas kaum perempuan dalam kehidupannya.

Anggotanya generasi yang mandiri, tangguh dan bertanggung-jawab kepada keluarga, negara dan lingkungannya. Mereka mengadakan ekspedisi/petualangan dengan melakukan perjalanan ke alam bebas baik wilayah pedalaman di Indonesia maupun manca-negara.

Menjalin kerjasama dan  mengembangkan jaringan dengan berbagai pihak di tingkat lokal, nasional dan internasional dalam rangka pembangunan bangsa melalui kegiatan pengabdian masyarakat maupun kegiatan di alam bebas sesuai kearifan lokal.

Kegiatan selanjutnya adalah melakukan doa bersama dan pengabdian masyarakat kebeberapa daerah pedalaman Papua,  Sulawesi, Kalimantan, Sumatra dan Nusa Tenggara Timur.

SIABI juga mengajak perempuan Indonesia untuk bergabung dan aktif dengan syarat usia minimal 40 tahun keatas bersama sama membangun bangsa Indonesia melalui beberapa kegiatan petualangan.

Bagi mereka yang memiliki kecintaan yang sama maka dapat bergabung dengan menghubungi pengurus.siabi@gmail.com dan ariette.at@gmail.com.

Christian Sugiono, Artis Pertama Terjun ke Dunia Startup

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pernah dengar startup media online Malesbanget yang salah satu pelopornya adalah artis tampan Christian Sugiono? Ternyata dirinya adalah artis pertama yang terjun dalam dunia startup lho. Artis yang merupakan suami Titi Kamal ini ternyata juga melewati kehidupan yang berlika-liku. Jalannya menuju kesuksesan enggak semudah membalikkan telapak tangan.

Tian, begitu biasa ia disapa dulu sempat berkuliah di Jerman, tepatnya Technische Universität Hamburg jurusan Teknologi Informasi. Semasa kuliahnya dulu, pria yang memiliki hidung mancung dan tinggi badan 184 cm ini sempat menggeluti profesi tukang cuci piring lho. Bukan hanya itu, di restoran tempatnya bekerja, ia juga berprofesi menjadi kasir dan juru masak.

Kerasnya kehidupan yang dijalaninya di Jerman menjadi bekal baginya untuk memulai usaha sedari bawah di Indonesia. Mengemban ilmu di Jurusan Teknik Informasi, membuat kemampuannya terhadap teknologi terus terasah sehingga ia percaya diri untuk berkecimpung dalam dunia startup.

Bisa dibilang, passion Christian Sugiono di bidang teknologi sudah terlihat sejak dia berusia remaja. Ternyata enggak cuma asal-asalan mengambil kuliah di bidang teknologi, Christian pun sangat serius menggeluti bidang tersebut. Salah satu langkah awal yang dia lakukan adalah membangun portal bernama MalesBanget bersama beberapa rekannya.

Portal yang sedari awal didesain dengan jokes-jokes buat pria dewasa tersebut memang sempat vakum sekitar tahun 2000-an. Kemudian, beberapa tahun belakangan ini kembali berjalan dan memutuskan untuk ekspansi ke YouTube dengan menghadirkan beberapa program acara di sana.

Namanya yang sudah enggak asing lagi dalam dunia keartisan dan dunia teknologi, membuat bapak dua anak Kai Attar Sugiono dan Arjuna Zayan Sugiono digandeng menjadi brand ambassador merek teknologi ternama, Microsoft Indonesia dan Samsung Indonesia. Dirinya juga sempat tampil di iklan HP atau Hewlett Packard di tahun 2008.

Bukan hanya bergelut di dunia startup, lelaki kelahiran Jakarta 25 Februari 1981, seperti dilansir Wartaekonomi.co.id, Jumat (08/02/2019) saat ini mulai merambah dunia bisnis bersama Sang Istri, Titi Kamal. Salah satunya, membangun biro jodoh online bernama Setipe.

Di luar bidang teknologi, Tian bersama istri sukses membangun bisnis kuliner, kecantikan, dan properti. Terbukti beragam brand mereka yang dikenal oleh masyarakat umum. Di antaranya, membangun restoran bernama Warung Tekko, membangun vila di Bali bernama Vila De Sugi yang disewakan Rp2 juta per malam, dan ada pula produk kue kekinian, salon, dan bisnis katering yang sudah lama mereka geluti. (NDY)