Tiket Melambung, 2.000 Penumpang Bandara Minangkabau Ogah Terbang

this formate

PADANG, bisniswisata.co.id: Jumlah penumpang di Bandara Minangkabau berkurang sedikitnya 2.000 setiap hari, akibat mahalnya tiket penerbangan yang dirasakan sejak Desember 2018.

“Penurunan ini, berdampak ke pendapatan mengingat kontribusi pajak bandara (PSC) sebanyak 40 persen ke pendapatan Angkasa Pura II. Imbasnya memang cukup besar, cukup signifikan, 40 persen,” kata General Manager Bandara Minangkabau Dwi Ananda seperti dilansir Wartaekonomi.com, Senin (11/02/2019).

Dilanjutkan, meskipun tidak semua penurunan penumpang diakibatkan karena satu faktor, yaitu naiknya harga tiket pesawat. “Pasti ada traffic (pergerakan) dan tarif. Traffic turun tarif juga tidak naik,” katanya.

Dwi mengatakan akibat dari penurunan penumpang, hal itu juga berdampak pada penurunan pembeli dari gerai di Bandara Minangkabau. Untuk itu, ia mengatakan pihaknya melakukan strategi lain, yakni mengoptimalkan anak usaha.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara menyebut pihaknya sudah menurunkan harga tiket sebesar 70 persen “Selected rute langsung 70 persen bukan up to, langsung 70 persen, enggak ada lagi 10-20 persen untuk di low season ini, kata Ari. Namun, Ia menegaskan penurunan 70 persen hanya di musim sepi (low season). “Di high season sudah pasti enggak ada, semua pasti naik,” katanya.

Ia juga meminta situs pembelian tiket untuk mencantumkan harga sebelum dan sesuah diskon agar masyarakat mengetahui bahwa harga sudah diturunkan. “Kami memperlihatkan harga normal berapa, harga diskon berapa, biasanya harga hotel ada harga coret, sekarang di online travel ada harga coret, jadi tahu normal, diskon berapa sudah kita turunkan domestik dan internasional,” katanya. (NDY)

Asita Sayangkan Garuda Hapus Komisi Diam-diam

this formate

PEKANBARU, bisniswisata.co.id: Asosiasi perusahaan agen atau biro perjalanan (Asita) di Provinsi Riau menyayangkan pemberlakuan skema benefit merugikan karena tanpa komisi atau “zero commision”, yang diterapkan maskapai Garuda Indonesia dengan diam-diam.

“Diam-diam aja Garuda Indonesia ini. ‘Zero commision’ ini maksudnya, travel agen hanya akan mendapatkan komisi bila Penjualan mencapai Rp50 juta ke atas,” kata Ketua ASITA (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies) Riau, Dede Firmansyah, dalam pernyataan resmi secara tertulis di Pekanbaru, Senin (11/02/2019).

Beberapa waktu lalu, lanjut Dede, Garuda Indonesia berencana memberlakukan “zero commision” bagi agen perjalanan yang menjual tiket maskapai plat merah itu. Melalui peraturan itu, para travel agen hanya mendapatkan komisi bila penjualan dalam satu bulan mencapai di atas Rp50 juta.

Rencana itu tak diterapkan setelah Desember 2018, Asita Pusat dan PT Garuda Indonesia berembuk dan menyepakati aturan itu dibatalkan. Ironisnya, sambung dia, secara mengejutkan dilakukan Garuda Indonesia melalui berita resmi mereka di Garuda Info (GA INFO) yang dikeluarkan 29 Januari 2019 yang menyatakan bahwa, “zero commision” berlaku setelah 1 Februari 2019.

Setiap perusahaan agen perjalanan yang bekerjasama dengan Garuda Indonesia dalam menjual tiket, hanya akan mendapatkan komisi jika Penjualan travel agent berada di atas angka Rp50 juta. “Ini yang kita sayangkan. Putusan yang mengejutkan, tanpa langsung diberi tahu, hanya melalui Garuda Info,” katanya.

Dijelaskan, skema benefit yang merugikan itu di antaranya adalah penjualan di atas Rp400 miliar akan diberikan komisi 8 persen, Rp300 miliar sampai Rp400 miliar 7 persen, Rp200 miliar sampai Rp300 miliar 6 persen, Rp100 miliar sampai Rp200 miliar 5 persen.

Selanjutnya penjualan Rp50 miliar sampai Rp100 miliar 4,50 persen, Rp5 miliar sampai Rp50 miliar 4 persen, Rp50 juta sampai Rp5 miliar 3 persen, dan Rp50 juta 2 persen. “Skema Garuda Indonesia ini, saya pikir bukan pemberian komisi, tapi hasil prestasi, setelah mencapai Penjualan tertentu baru dapat Fee,” lontar Dede.

Saat ini bisnis biro perjalanan masih mengandalkan penjualan tiket. Meski ada yang menjual paket tur, sebagian besar biro agen masih mengandalkan penjualan tiket, dan hidup dari komisi penjualan tersebut.

Bila komisi benar-benar dihapus, tambahnya, tentu agen tidak mendapatkan keuntungan apa pun dari penjualan tiket. Saat ini ada sekitar 168 perusahaan agen/biro perjalanan yang menjadi anggota ASITA Riau.

Sementara Pihak Garuda Indonesia hingga kini memberikan keterangan resmi terkait zero commision. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Penumpang Bandara Lombok Semakin Sepi

this formate

LOMBOK TENGAH, bisniswisata.co.id: Lombok International Airport (LIA) kondisinya semakin sepi. Jumlah penumpang angkutan udara kini menukik turun yang sangat tajam. Bahkan, wisatawan asing yang datang pun terbatas. Ditambah lagi terjadi pembatalan juga pengurangan frekuensi penerbangan setiap harinya.

Sepinya penumpang juga dirasakan sopir travel bandara, Hendra (30) yang mengaku sudah dua hari tidak mengantar penumpang. Padahal, Hendra selalu stand by di konter yang berada tepat di depan pintu kedatangan penumpang. “Sepi sejak gempa, sekarang tiket naik dan bagasi bayar yang membuat semakin sepi,” ujar Hendra seperti dilansir Republika.co.id, Ahad (10/02/2019).

Hendra menambahkan, perusahan travel tempatnya bekerja menyediakan lima armada di LIA. Namun, sudah dua hari terakhir, kelima armada tersebut tidak ke mana-mana lantaran tidak ada penumpang. “Kondisi ini selain dampak bencana alam, juga harga tiket pesawat, penerapan bagasi berbayar, low season, juga keberadaan travel liar juga menjadi persoalan tambahan,” tambahnya.

Menurut Hendra, travel liar yang ada di LIA membuat mereka yang resmi kelabakan. Dia mencontohkan, travel resmi yang memiliki konter di depan pintu kedatangan penumpang mematok tarif untuk satu mobil dari bandara ke Mataram mulai dari Rp 200 ribu.

Sedangkan, travel liar menawarkan harga jauh di bawah tarif tersebut. Belum lagi tindakan para travel liar yang berebut menawarkan jasa membuat para travel resmi tidak berkutik. “Sistem menunggu di konter resmi berantakan, travel liar maju menawari penumpang dan memainkan harga kita bisa mati, kita yang resmi terbengkalai,” kata Hendra.

Hendra juga pernah mendapat keluhan dari wisatawan mancanegara (wisman) terkait aktivitas para travel liar yang berebut mendapatkan penumpang. “Turis-turis terutama yang asing juga risih. Pernah penumpang saya (wisman) bilang, ini bandara apa terminal,” ucap Hendra.

Sopir dari Koperasi Taxi Mataram (Kotama), Sudirman (53), yang sehari-hari juga bertugas di LIA juga mengungkapkan hal yang sama. Sudirman menceritakan, sebelum bencana gempa terjadi, dalam sehari minimal dua kali Sudirman bisa mengantar penumpang yang baru tiba di LIA. Hal itu berdasarkan antrean konter Kotama di bandara. Namun, kondisi tersebut tak lagi terjadi saat ini.

“Dulu (sebelum gempa) sehari dua kali, sekarang dua hari paling dapat satu kali mengikuti antrean konter. Kadang-kadang dapat dan enggak dapat, ya seperti begini sampai siang belum dapat (penumpang),” ujar Sudirman.

Sudirman menyampaikan sepinya penumpang pesawat berdampak besar bagi pelaku industri dan jasa wisata seperti dirinya. Sudirman berharap pemerintah memiliki kebijakan khusus terkait harga tiket pesawat dan bagasi berbayar untuk Lombok dan wilayah yang terkena bencana lainnya.

“Kalau punya kebijakan kaji dulu, tolong pikirkan daerah pariwisata seperti kita, kan banyak juga produk oleh-oleh, kalau bagasinya bayar, yang mau beli nanti mikir,” kata Sudirman.

Selain itu, Sudirman juga mendorong pemerintah menggencarkan even-even pariwisata di Lombok yang akan membantu percepatan pemulihan sektor pariwisata Lombok. “Kalau bisa pemerintah adakan even-even untuk menarik wisatawan datang,” lanjut warga Mataram tersebut.

General Manager (GM) LIA Nugroho Jati mengatakan pergerakan pesawat di LIA pada Februari masih sama dengan yang terjadi pada awal tahun. Memang, penurunan tingkat penumpang pesawat pada Januari mencapai 23 persen dibandingkan Januari 2018. Selama Januari hingga Februari, terjadi 40 pembatalan penerbangan setiap hari dari total sekira 100 pergerakan pesawat per hari di LIA.”(Februari) masih sama, belum ada peningkatan (dari Januari),” ujar Jati.

Selain pembatalan penerbangan, sejumlah maskapai juga mengurangi frekuensi penerbangan ke LIA pada awal tahun ini. Jati mengatakan, rute penerbangan Lombok-Kuala Lumpur menggunakan AirAsia yang sebelumnya dua kali penerbangan sehari, saat ini hanya satu kali penerbangan dalam sehari.

Sedangkan, rute Lombok-Singapura mengunakan Silk Air yang sebelumnya tujuh kali penerbangan dalam sepekan kini menjadi hanya empat kali dalam sepekan. “Intinya semua masih sama seperti Januari, namun AirAsia sudah mengajukan penambahan frekuensi yang lama, mau aktif lagi kembali ke normal,” kata Jati.

Menurut Jati, penurunan jumlah penumpang pesawat terjadi di seluruh Indonesia, tidak hanya di Lombok. Dia menilai, kondisi ini dipengaruhi sejumlah hal, mulai dari masa low season, kenaikan harga tiket pesawat, dan minat wisatawan berlibur ke Lombok pascabencana. Jati melanjutkan, kondisi minat penumpang untuk berwisata ke Lombok dan sejumlah destinasi di daerah lain saat ini relatif berkurang.

“Kenaikan harga tiket itu juga mungkin ada pengaruh menurunkan minat penumpang sehingga ketika tiket itu tidak terjual maka banyak jadwal penerbangan yang drop dan ini rata di seluruh Indonesia,” ucap Jati.

Mengenai keberadaan travel liar, Jati yang baru menjabat sebagai GM LIA pada awal Januari mengatakan sedang melakukan kajian dan evaluasi mendalam. Manajemen LIA, dia katakan, sedang melakukan sejumlah pembenahan agar memberikan kenyamanan bagi para pengguna jasa bandara. “Masih dalam tahap evaluasi karena hal ini (travel liar) perlu dikaji secara menyeluruh,” tambahnya. (NDY)

Juara Dunia Marc Marquez Main Angklung di Bandung

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Dalam kunjungan ke kota Bandung, Jawa Barat, pembalap MotoGP dunia Marc Marquez bertandang ke pusat seni Saung Angklung Udjo di Jalan Padasuka, Bandung, Ahad (10/02/2019). Juara MotoGP 2018 dikenalkan pada alat musik tradisional yang terbuat dari bambu itu. Kemudian duduk berderet bersama rombongan juga komunitas motor Bandung sambil membawa sebuah angklung.

Sebelum alat musik tradisional sekaligus warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO, dimainkan. Pembalap kelahiran Spanyol ini mendapat instruksi ringan cara memainkan angklung sekaligus nada pada angklung. Setelah belajar sebentar cara menggerakkan angklung dan berbunyi indah, Marc Marquez pun tersenyum.

Lagu Indonesia berjudul Bengawan Solo pun dimainkan, hasilnya sangat bagus tanpa cacat. Disusul lagu lainnya Can’t Help Falling in Love oleh penyanyi Elvis Presley, hingga lagu dari Jepang berjudul Sukiyaki. Marc Marquez terlihat menikmati seni budaya angklung.

Penampilan ditutup dengan Marquez menyanyikan lagu Besame Mucho diiringi permainan angklung oleh para peserta. Ia pun mengaku terkesan dengan pertunjukan tersebut. “Saya sangat menikmati pertunjukan ini. Ini merupakan salah satu pertunjukkan terbaik yang pernah saya datangi dan saksikan,” ujar Marquez bangga.

Setelah bermain angklung, pembalap juara dunia yang menyandang jukukan Baby Alien diajak bernyanyi dan berjoget bersama home band Saung Angklung Udjo lewat lagu “Despacito”. Tanpa malu, peraih lima gelar juara dunia MotoGP maju ke depan dan menari di hadapan penonton. Tak lupa dia berfoto bersama dengan anak-anak binaan Saung Angklung Udjo dan mendapat cindera mata angklung dari Saung Mang udjo. (NDY)

Akibat Tiket Naik dan Bagasi Berbayar, Pariwisata Daerah Sambat

this formate

RAJA AMPAT, bisniswisata.co.id: Kenaikan tarif tiket pesawat dan bagasi berbayar berimbas pada bisnis pariwisata di daerah. Seperti yang terjadi di kawasan wisata Raja Ampat, Papua Barat, mengalami penurunan jumlah kunjungan. Sejak penerapan itu, jumlah penumpang ke destinasi wisata Raja Ampat berkurang.

Anny Rahman, salah seorang agen pariwisata Raja Ampat yang biasa melayani wisatawan di Bandara Deo Sorong, sambat karena jumlah seat untuk kapal yang membawa turis menuju Raja Ampat hampir separuhnya kosong. Bahkan, kadang tidak ada penumpang.

“Ya, penyebabnya kenaikan tarif tiket pesawat dan bagasi berbayar. Wisatawan berkunjung ke Raja Ampat baik domestik maupun internasional mulai berkurang,” kata Anny seperti dilansir laman MediaIndonesia.com, Ahad (10/02/2019).

Seharusnya, lanjut Anny, tiket pesawat tidak perlu naik, demikian juga bagasi tidak berbayar. “Di Malaysia tiket pesawat murah dan bagasi tidak berbayar, kenapa di sini sebaliknya,” keluhnya.

Dampak yang besar akibat harga tiket mahal dan bagasi berbayar juga dirasakan industri pariwisata di sejumlah daerah. Mereka pun sambat, seperti Kalimantan Selatan, tingkat kunjungan wisatawan turun sampai 14%.

“Kunjungan ke tempat wisata berkurang. Imbasnya sampai ke para pemandu wisata serta masyarakat yang mengandalkan penghasilan dari sektor wisata, seperti motoris perahu motor dan sebagainya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Dahnial Kifli.

Guna membangkitkan industri wisata daerah ini, Pemprov Kalsel mengimbau masyarakat agar lebih memilih destinasi wisata di daerah sendiri guna menghidupkan industri wisata dan UMKM daerah.

Pemprov Kalsel juga terus berupaya mengembangkan industri pariwisata dengan menggelar beragam event wisata dan membuat destinasi wisata baru. Saat ini, harga tiket Banjarmasin ke Surabaya rata-rata mencapai Rp1,2 juta dari harga normal sebelumnya hanya Rp400-Rp600 ribu.

Hal serupa juga dialami para penggiat pariwisata Bangka Belitung. Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Bangka Belitung, Bambang Patijaya, mengatakan ada sekitar 50 anggota PHRI yang telah , sambat bisnisnya lesu sejak akhir 2018 hingga awal 2019. Menurutnya, tidak ada wisatawan yang datang ke Bangka Belitung.

“Pada Desember 2018, okupansi perhotelan hanya 1 hotel yang mengaku okupansinya 100%. Lainnya di bawah 90% di Belitung, ini jarang terjadi. Bangka juga sama okupansi hotelnya hanya 70%. Ini mungkin ada tsunami di Banten mengurangi berlibur ke pinggir pantai. Tapi, utama karena biaya bepergian ke Babel mahal,” kata Bambang.

Selain perhotelan dan rumah makan, pusat oleh-oleh dan suvenir juga sepi. Seperti yang terjadi di Kota Pekanbaru, Riau. Para pedagang oleh-oleh yang tergabung dalam UMKM mengalami penurunan dari segi penjualan.

“Penjualan oleh-oleh menurun drastis karena bagasi berbayar. Perputaran uang melambat,” kata Ibnu Masoed, Ketua Penasihat DPD Association of The Indonesia Tour and Travel Agencies (Asita) Riau.

Ketua DPD Asita Riau, Dede Firmansyah, menambahkan saat ini Asita Riau menawarkan paket wisata ke perusahaan dan komunitas dengan transportasi darat ke Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Ini sebagai alternatif tawaran ke wisatawan sejak mahalnya harga tiket pesawat.

Di tempat terpisah, Pengamat penerbangan, Chappy Hakim mengatakan, sesungguhnya bisnis penerbangan itu memang mahal dan adanya persepsi atau pemahaman masyarakat yang keliru, kurang tepat terkait penerbangan murah. “Persepsi keliru, ada penerbangan murah, tidak ada itu murah,” kata dia.

Dilanjutkan, Pihak maskapai harus mengeluarkan biaya operasional yang besar untuk perawatan mesin, mengikuti perkembangan teknologi, hingga penyesuaian pada harga bahan bakar avtur. “Kalau berbicara airlines semuanya begitu, complicated. Mahal, memerlukan knowledge dan untung tipis,” ujar dia.

Jika kemudian berkembang penerbangan berbiaya murah (low cost Carrier/LCC), hal tersebut hanya bagian dari strategi bisnis untuk menarik pelanggan. “Fenomena menarik, LCC. LCC muncul dulu berbicara penerbangan glamour, luxurious, mewah, dan sebagainya. Kemudian ada orang berpikir ada peluang pasar kalau dimurahin sedikit akan banyak traveler menggunakan pesawat,” ungkap Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) ini.

Padahal, lanjut dia, hal itu adalah siasat bisnis, siasat menjual. “Sesuatu yang sebenarnya mahal supaya terlihat murah, ya sesederhana itu. Sehingga kemudian menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Sebab bisnis penerbangan sudah telanjur dipersepsikan murah,” paparnya seperti dilansir Merdeka.com

Namun karena sudah terlanjur orang mempunyai persepsi murah kemudian tiba-tiba mahal dan tiba-tiba berbayar, makanya jadi ribut. Karena itu, Pemerintah sebagai regulator diharapkan dapat menjalin komunikasi yang baik dengan pelaku usaha juga menetapkan regulasi. Agar pergerakan dalam strategi bisnis yang dilakukan maskapai tidak menimbulkan keresahan, sambungnya

“(Bagasi berbayar) bagian bisnis jadi pemerintah hanya mengatur saja, itu sebabnya ada asosiasi yang bisa berkomunikasi dengan pemerintah sehingga pemerintah bisa mengeluarkan regulasi sebagai regulator sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Sehingga pelayanan masyarakat di bidang transportasi udara itu benar-benar wajar, proporsional, dan profesional,” kata dia. (NDY)

Tips Atasi Kesepian Saat Solo Traveling

this formate

JAKARTA. bisniswisata.co.id: Merasa kesepian saat melakukan solo traveling atau berpelesir seorang diri mungkin dialami beberapa orang. Seperti yang dialami Meredith Carey, seorang penulis dari CNNTraveller. Dalam tulisannya, Carey menggambarkan perasaannya saat melakukan perjalanan seorang diri di usia 22 tahun. Ia merasa kerepotan melakukan solo trip pertamanya di Italia.

Carey pernah menangis di lorong Eataly Genoa, kelelahan akibat penat terbang, dan hal yang membuat lebih parah saat tidak bisa menguasai bahasa lokal. Ia merasa seperti berkeliaran di dalam kegelapan. Hingga akhirnya Carey mendapat cara mengatasi rasa kesepian dan kekhawatiran saat melakukan perjalanan seorang diri.

Ia merasa lega karena tidak sendiri merasakan kesulitan berpelesir sendirian di tempat asing. Banyak para pelancong lain, salah satunya Samantha Brown yang mengalami hal serupa. Brown yang juga editor dari Traveler Mark Ellwood sempat merasa kesepian. Para solo trip traveler kemudian berbagi pengalamannya menghindari atau menaklukan blues perjalanan solo.

#. Pergi ke Keramaian
Kesendirian menjadi hal yang tak bisa ditampik. Meski demikian, ini menjadi keindahan dalam melakukan perjalanan solo. Mengapa? Seorang solo traveller bertanggung jawab secara penuh terhadap dirinya sendiri sehingga memiliki kebebasan. Berbeda ketika melakukan perjalanan bersama rombongan yang mungkin mempunyai perbedaan pikiran. Namun ketika merasa benar-benar sendirian dan membutuhkan teman, pergilah ke tempat ramai untuk menemukan ‘teman’. Tempat ramai tersebut bisa berupa pasar lokal atau mal. Lokasi tersebut akan penuh dengan orang yang berkeliaran sehingga suasana ramai akan membuat kesendirian seolah tidak terasa lagi.

#. Teman Sarapan
Sarapan atau makan pagi menjadi hal yang tak boleh terlewatkan saat melakukan perjalanan seorang diri. Ketika sarapan di sebuah restoran, bawalah buku atau catatan. Kemudian buatlah catatan untuk hari itu. Berbincang sebentar dengan para staf restoran bukan hal buruk. Biasanya mereka cenderung belum sibuk pada pagi hari. Hal yang menguntungkan pada jam makan pagi, orang-orang belum terkontaminasi alkohol sehingga lebih nyaman diajak bicara.

#. Jadi Bagian dari Lingkungan
Berakting atau berpura-pura saja sebagai penduduk lokal yang sudah lama tinggal di tempat tersebut. Hal ini ampuh mengurangi rasa kesendirian. Berjalan di tengah taman dan menikmati suasana bisa menjadi salah satu aktivitas yang bisa dilakukan. Atau, pergilah ke supermarket dan beli bahan makanan untuk dimakan di hotel. Hal ini bisa membuat kita seolah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari penduduk lokal. Aktivitas ini juga cukup menghibur.

#. Ubah Pola Pikir
Bila sebelumnya semua kegiatan selalu dikaitkan dengan banyak orang, kali ini lakukan aktivitas yang memang ingin dikerjakan sendirian. Misalnya, bersantai di bak mandi. Bahkan menatap diri sendiri di kaca besar yang jarang bisa dilakukan di rumah, hingga duduk di kafe dan membaca buku bisa menjadi hal yang mudah dilakukan. (NDY)

Edinburgh Rencana Terapkan Pajak Bagi Wisatawan

this formate

EDINBURGHS, bisniswisata co.id: Berencana berkunjung ke Edinburgh Skotlandia, siap-siap merogoh kocek tambahan jika ingin pergi ke tempat wisata terkenalnya. Edinburgh dikabarkan menjadi negara pertama di Britania Raya yang akan menerapkan pajak bagi wisatawan.

Dilansir dari CNN, Minggu (10/2/2019), pajak tambahan bagi turis akan dikenakan pada tujuan wisata populer di Edinburgh. Dana yang terkumpul dari pajak akan digunakan untuk memperbaiki destinasi yang rusak, karena adanya overtourism atau kondisi pada suatu tempat terlalu sering dikunjungi oleh wisatawan hingga menyebabkan kerusakan tertentu.

Edinburgh menamai pajak turisnya Transient Visitor Levy (TVL) atau retribusi pengunjung sementara (wisatawan). Dewan Kota Edinburgh menilai penerapan pajak ini adalah hal terbaik yang dapat dilakukan untuk mempertahankan pariwisata Edinburgh.

“TVL atau pajak turis diterapkan pada wisatawan yang berkunjung ke Edinburgh dan menginap lebih dari satu malam di akomodasi berbayar seperti hotel,” demikian isi website pemerintah Edinburgh.

Dewan Kota Edinburgh menetapkan biaya pajak turis sekitar 2 poundsterling per hari atau Rp 36.152 (asumsi kurs Rp 18.076 per poundsterling), berdasarkan hasil suara yang diambil. Selanjutnya adalah keputusan Parlemen Skotlandia apakah usulan pajak tersebut akan diterima atau tidak.

Pajak tersebut hanya berlaku bagi turis yang menginap di hotel. Jika turis berkemah, ia akan terbebas dari pajak tersebut, dengan catatan durasi kemah hanya 7 hari. Lebih dari itu, turis akan dikenakan 14 poundsterling atau sekitar Rp 253.092.

Edinburgh menerapkan pajak ini sebagai bentuk pendanaan infrastruktur pariwisata di sana. Tempat wisata seperti kastil Edinburgh merupakan tempat yang paling banyak dikunjungi dan dirusak sarananya oleh wisatawan, baik sengaja maupun tidak. Edinburgh bukanlah satu-satunya kota yang menerapkan pajak ini.

Venezuela telah terlebih dahulu mengaplikasikan pajak turis bagi orang-orang yang datang ke tempat wisatanya. Pemerintah Venezuela menarik 11 euro dari turis yang datang menyewa kapal pesiar dan berwisata di sana, baik menginap atau tidak.

Bali juga sudah menerapkan pajak turis dan menggunakan dana pajak untuk membersihkan pantai dari sampah. Sayangnya, malah mendapat reaksi protes dari dalam maupun luar negeri. (NDY)

Museum Timah, Sayang Kunjungan Wisman Tiap Tahunnya Melemah

this formate

PANGKALPINANG, bisniswisata.co.id: Museum Timah satu-satunya di Asia bahkan dunia, ternyata semakin dijauhi wisatawan mancanegara (wisman). Terbukti, jumlah kunjugan turis asing ke Museum yang berada di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, setiap tahunnya semakin merosot.

Sepanjang tahun 2018 tercatat sebanyak 276 orang asing. Jumlah kunjungan ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2017 mencapai 297 orang wisman. Tahun 2016, masih cukup tinggi sebanyak 342 pelancong asing yang rata-rata berasal dari Singapura, China, Jepang, Belanda dan negara lainnya.

“Memang grafiknya setiap tahunnya mengalami penurunan sejak dua tahun terakhir. Karena wisatawan asing yang berwisata di Pulau Bangka terus berkurang, sehingga mempengaruhi kunjungan ke museum Timah,” kata Kepala Museum Timah Indonesia Muhammad Taufik di Pangkalpinang, Sabtu (9/2/2019).

Taufik mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab penurunan kunjungan wisatawan asing ini ke Pulau Bangka, termasuk ke Museum Timah. Namun demikian, pihaknya tetap optimistis pengunjung 2019 akan mengalami peningkatan seiring sarana dan prasana pendukung museum ini semakin ditingkatkan.

Misalnya, Museum Timah Indonesia menyediakan dua unit bus Pownis, bus wisata gratis yang siap mengantarkan wisatawan mengunjungi objek wisata sejarah di Kota Pangkalpinang dengan sensasi kendaraan angkutan umum tahun 1980-an. Selain itu, peningkatan fasilitas di dalam dan luar museum untuk kenyamanan pengunjung museum bersejarah itu.

“Kami optimistis kunjungan wisatawan tahun ini meningkat, karena sarana dan prasanana pendukung museum ini yang semakin baik untuk keamanan serta kenyamanan pengunjung,” katanya seperti dilansir Antara.

Menurut dia, Museum Timah Indonesia merupakan museum teknologi pertimahan yang dikelola PT Timah Tbk. Museum ini didirikan pada 1958 untuk mencatat sejarah pertimahan di Bangka Belitung.

Museum Timah Indonesia menempati sebuah gedung bersejarah yang awalnya adalah rumah dinas Hoofdt Administrateur Bangka Tin Winning (BTW). “Pada masa perjuangan Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno, Hatta dan para pemimpin tinggi Republik Indonesia diasingkan ke Bangka dan mengadakan perundingan dengan utusan PBB (Komisi Tiga Negara) pada 1948 di gedung tersebut,” kata Taufik.

Rumah ini memiliki nilai sejarah tinggi bagi kemerdekaan Republik Indonesia. Museum ini menyimpan catatan perjalanan panjang sejarah pertimahan di Bangka Belitung bahkan dunia. Museum ini, didirikan tahun 1958. Tujuannya untuk mencatat sejarah pertimahan di Bangka Belitung dan memperkenalkannya pada masyarakat luas.

Pendirian museum berawal tahun 50-an, saat itu dalam kegiatan penambangan banyak ditemukan benda-benda tradisional yang digunakan oleh penambang zaman dahulu, utamanya zaman Belanda. Museum Timah baru resmi dibuka sekaligus diresmikan pada 2 Agustus 1997.

Dalam perkembangannya, museum ini sangat berguna bagi masyarakat luas karena di dalamnya pengunjung bisa mengetahui sejarah pertimahan di Bangka Belitung, perkembangan teknologi pertambangan sejak zaman Belanda hingga masa kini.

Tahun 2010, melihat besarnya jumlah kunjungan wisatawan ke museum Timah, dilakukanlah renovasi tata letak sehingga lebih fokus pada pertambangan. Beragam koleksi materi yang ada didalam museum juga ditambah sehingga alur sejarah pertambangan menjadi semakin tampak.

Museum ini menjadi salah satu Destinasi Wisata Sejarah yang menarik bagi wisatawan karena merupakan satu satunya museum timah yang ada di Indonesia bahkan satu-satunya di dunia. Museum Timah juga menjadi daya tarik luar biasa bagi wisatawan yang pernah memiliki hubungan emosional dengan Bangka Belitung, seperti orang-orang Belanda yang dulu pernah bekerja di Bangka.

Museum ini menjadi menarik karena disamping koleksinya tentang sejarah penambangan timah, gedungnyapun merupakan tempat bersejarah karena dijadikan lokasi beberapa kali perundingan atau diplomasi antara pemimpin Republik yang diasingkan ke Bangka dengan Pemerintah Belanda dan UNCI (United Nations Commission for Indonesia) sehingga lahirlah Roem-Royen Statement pada tanggal 7 Mei 1949 (delegasi Indonesia dipimpin oleh Mr. Moh. Roem dan delegasi Belanda dipimpin oleh H.J. Van Royen). (NDY)

Pilot China Airlines Mogok, 4.000 Penumpang Terlantar

this formate

BEIJING, bisniswisata.co.id: Sekitar 4.000 penumpang pesawat telantar akibat pemogokan ratusan pilot maskapai penerbangan China Airlines di Taiwan. Maskapai penerbangan yang berkantor pusat di Taipei itu menyebutkan pemogokan tersebut telah mengakibatkan 26 jadwal penerbangan dari Taiwan dibatalkan.

Sekitar 500 dari 1.300 pilot melakukan mogok kerja mulai Jumat (8/2) pukul 06.00 waktu Taipei (05.00 WIB), demikian laporan Kantor Berita Taiwan CNA, Sabtu (09/02/2019). Pemogokan itu mengakibatkan para penumpang maskapai China Airlines dari tiga bandar udara besar di Taiwan tujuan Los Angeles, Manila, Tokyo, Hong Kong, dan Bangkok telantar.

Tidak diketahui pasti sampai kapan para pilot itu akan mengakhiri aksinya. Mereka protes atas panjangnya jam kerja pada penerbangan jarak jauh yang tidak diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan dan fasilitas.

Para penumpang di Bandara Internasional Taoyuan, Bandara Songshan, dan Bandara Internasional Kaohsiung tidak bisa menutupi rasa kecewanya setelah membaca pengumuman yang ditempelkan oleh Serikat Pilot China Airlines Cabang Taoyuan (PUT), Kamis (7/2) tengah malam. Kementerian Perhubungan Taiwan menggelar posko darurat untuk mengatasi hal ini sejak Jumat dini hari.

Selain tujuan kota-kota besar di dunia, para penumpang tujuan kota-kota di Cina, seperti Beijing, Shanghai, Wuxi, Guangzhou, dan Shenzhen juga terdampak atas aksi mogok kerja maskapai penerbangan pelat merah Taiwan itu.

Anggota PUT sepakat menunda pemogokan selama setahun setelah bernegosiasi dengan Pemerintah Kota Taoyuan pada Agustus 2018. Namun keinginan mereka melakukan aksi pada awal bulan ini tidak bisa dibendung setelah protes mereka soal jam kerja panjang tak ditanggapi positif oleh maskapai.

GM China Airlines Hsieh Shih Chien menyatakan terbuka untuk berdialog dengan PUT dan berharap perwakilan pilot bersedia kembali ke meja perundingan. Mereka juga berupaya sesegera mungkin menjadwal kembali sejumlah penerbangan untuk mengurangi dampak dari pemogokan para pilot di kepulauan berpemerintahan mandiri tersebut. (NDY)

Ridwan Kamil: Sirkuit MotoGP Mampu Dongkrak Pariwisata

this formate

BANDUNG, ViralKata.com – Setelah Palembang Sumatera Selatan dan Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), kini Jawa Barat (Jabar) juga berambisi membangun sirkuit MotiGP. Ambisi itu dilontarkan langsung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai bertemu dengan pembalap MotoGP, Marc Marquez di Gedung Sate Jalan Diponegoro, Sabtu (9/2).

Pria yang akrab disapa Emil itu menilai, kehadiran sirkuit akan mendongkrak potensi ekonomi di Jabar. “Sekarang saya melihat MotoGP ini bukan urusan olahraga, tapi pariwisata. Saya enggak ada masalah dan mendukung. Karena MotoGP ini harus berada dalam radius perhotelan. Sehingga pariwisata Jabar bisa maju dengan jenis pariwisata alam dan pariwisata event,” ucap Emil.

Seperti dilansir Kompas.com, Emil mengaku sudah kedatangan dua investor yang berminat membangun sirkuit di Jabar. Saat ini, baru tahap penjajakan. “Saya sudah dua kali kedatangan investor yang menyatakan minat untuk membuat sirkuit yang terkait MotoGP. Investornya masih lokal. Ini menandakan peluang bisnis event berbentuk olahraga dan pariwisata ini tinggi sekali” ujar Emil.

Emil menargetkan kawasan Pantura Jabar jadi lokasi sirkuit tersebut. Sebab, Pantura akan jadi daerah pengembangan utama Jabar. Ia menyebut, area seluas 200 hektar akan disiapkan guna merealisasikan rencana tersebut.

Diakui, harus ada persiapan khusus dari pemerintah dan investor. Apalagi membangun sirkuit ada perhitungan yang sangat matang. “Kan sirkuit itu sebaiknya ada di sekitar perhotelan juga dekat dengan bandara,” ungkapnya lagi.

Rencananya juga di daerah Bandara Kertajati Majalengka, Jawa Barat. Supaya orang dari seluruh dunia kalau mau datang enggak terlalu jauh kan dari Bandara. Dan memang lahannya mau dijadikan kota baru yang disebut segi tiga emas. Lahannya minimal 200 hektaran. Kalau gak ada halangan tahun depan, tambahnya.

Namun, Emil mengakui tak mudah merealisasikan wacana tersebut. Apalagi, banyak daerah di Indonesia yang punya keinginan sama, seperti di Palembang Sumatera Selatan juga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Ya pasti tahun depan kalau mulai. Karena saingannya kan banyak ada di Sumatera, NTB (Nusa Tenggara Barat) juga mau. Tapi menurut saya, jangan hanya lokasi, tetapi lihat jumlah penduduknya. Kalau di Jabar perfect karena jumlah penduduknya sangat besar yang merupakan konsumen dari motor,” jelasnya.

Ditambahkan, rencana bangun sirkuit MotoGP belum akan dilakukan tahun ini. Ia menyebut harus banyak yang dipersiapkan dan siap bersaing dengan daerah-daerah lain yang juga berencana membangun sirkuit bertaraf Internasional.

“Memang dengan pembangunan sirkuit bisa mendongkrak pariwisata. Apalagi penggemar MotoGP di Indonesia cukup besar, ditambah lagi nanti akan berbondong-bondong turis luar negeri,” harapnya.

Saat bertemu dengan juara Moto GP 2018 Marc Marquez di Gedung Sate, Ridwan mengajak pebalap berusia 25 tahun tersebut berkeliling Gedung Sate. Bahkan, keduanya sempat berbincang santai di menara Gedung Sate.

“Marquez itu juara Moto GP yang datang ke Indonesia. Alhamdulillah ditarik ke Bandung, Jawa Barat. Kita bicara yang ringan-ringan. Saya ceritakan Jawa Barat ini mojangnya cantik-cantik. Karena dia masih single, siapa tahu menikahi mojang Jabar,” ujar Emil,

Emil juga sempat berbincang dengan Marquez dengan bahasa Spanyol. “Saya sampaikan saya bisa bahasa Spanyol sedikit karena waktu di Amerika pernah pakai bahasa Spanyol. Saya sebut Mucho Trabajo Mucho Dinero, Mocho Trabajo Poco Dinero, dia ketawa. Artinya, banyak kerja banyak uang, kalau ini (jadi Gubernur) banyak kerja sedikit uang. Itu joke-nya,” tutur Emil.

Kepada Marquez, Emil mengatakan bahwa Jawa Barat merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. “Saya bilang harus wajib datang ke Jabar. Kenapa wajib datang karena penduduk terbesar Indonesia adanya di Jabar. Kedua, pabrik-pabrik Honda ada di Jabar sehingga datanglah ke sini, kemudian dia senang pada dasarnya karena tadi di sini diajak naik Bandros dengan komunitas motor,” ujarnya.

Seusai berbincang santai, Emil pun sempat berfoto dengan mengendarai motor bersama Marquez. “Saya doakan (Marquez) sukses karena dia jadi inspirasi anak-anak milenial bahwa kalau punya cita-cita, kerja keras pasti sampai,” ujarnya. (NDY)