JAKARTA, bisniswisata.co.id: Promosi Wonderful Indonesia yang memakai Foto obyek wisata Thailand jadi viral di media sosial. Parahnya lagi, promosi Wonderful Indonesia itu dipasang di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Tak heran cibiran, sindiran menggema di media sosial.
Promosi memalukan atau keteledoran dan kelalain itu pertama kali diunggah oleh akun Twitter @ikrargilang pada Sabtu (16/2/2019) sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam unggahan fotonya, terlihat spanduk putih dengan panorama Phi Phi Island, Thailand bercap Wonderful Indonesia dipajang di sudut Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta.
“Dear @wondernesia @Kemenpar_RI kalian bercanda kan?! Udah nyomot foto, salah lokasi, dipampang di Bandara Int lagi. Maluuuu. Pantes negara kita diketawain sama Thailand urusan Pariwisatanya. Loc T2 Soetta @CGK_AP2 cc ah @TrinityTraveler,” tulisnya.
Cuitan itu langsung ramai dikomentari netizen lainnya dan tercatat telah diunggah kembali sebanyak 1.600 kali. Beragam komentar juga menyertai cuitan tersebut. Selain yang menyindir Angkasa Pura (AP) II sebagai pengelola bandara dan Kemenpar sebagai pencetus Wonderful Indonesia, tak sedikit juga yang menyindir agensi iklan tersebut.
“Di belahan timur Indonesia banyak lokasi yang tidak kalah indahnya kenapa harus comot foto dari negara lain?” tulis seorang netizen.
Belum sempat menjadi viral di dunia, cuitan tersebut langsung dibalas oleh pihak AP II, yang mengucapkan terima kasih atas info yang diberikan. Satu jam setelahnya, AP II langsung melakukan pencopotan, penurunan iklan tersebut, sekaligus mengunggah foto prosesnya di akun Twitter @contactap2. (NDY)
PONTIANAK, bisniswisata.co.id: Lion Air dengan nomor penerbangan JT-714 rute Jakarta – Pontianak Kalimantan Barat tergelincir di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (16/2/2019), pukul 15.10 WIB.
Tercatat sudah ketiga kalinya Lion Air tergelincir di Bandara Supadio. Pertama pada 3 November 2010 Lion Air dengan nomor penerbangan 712, PK-LIQ Boeing 737-400 rute Jakarta-Pontianak-Jakarta, tergelincir di Bandara Supadio, Pontianak. Dan 30 Desember 2012, Lion Air tergelincir di Bandara Supadio, Pontianak, pukul 22.00 WIB malam..
Sabtu siang Pesawat Boeing 737-800NG registrasi PK-LPS mengalami keluar landas pacu atau over run, sesaat setelah mendarat di Bandara Pontianak. Saat situasi ini terjadi, jarak pandang dilaporkan memenuhi persyaratan pendaratan dan kondisi hujan.
Informasi peristiwa itu juga beredar di media sosial. Netter Seref Sezgin dengan akun @SEREF737 menginformasikan peristiwa tersebut terjadi di tengah hujan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
“INCIDENT / Boeing 737-800 Lion Air (PK-LPS) suffered runway excursion upon landing at Pontianak airport (PNK) amidst rain and poor visibility, flight #JT714 from Jakarta. No injuries reported,” kata dia. Dia juga memposting sebuah foto pesawat Lion Air di atas rumput.
Menurut informasi akun @indoflyer pesawat tersebut mengalami over run. “Lion Air JT714 CGK-PNK PK-LPS B 737-800 mengalami over run di PNK,” kata dia
Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro membenarkan kejadian tergelincirnya Lion Air di Bandara Supadio. Penerbangan JT-714 membawa tujuh kru dengan 180 penumpang dewasa dan dua bayi.
“Pesawat lepas landas dari Soekarno-Hatta pukul 13.50 WIB. Seluruh penumpang dan kru sudah dievakuasi dengan keadaan selamat. Saat ini sudah berada di ruang terminal bandar udara untuk mendapatkan layanan terbaik,” paparnya.
Dikatakan, Penerbangan Lion Air JT-714 hari ini dipersiapkan secara baik. Pesawat Boeing 737-800NG registrasi PK-LPS sebelum dioperasikan sudah dilaksanakan pengecekan lebih awal (pre-flight check) dan dinyatakan laik terbang (safe to flight). Saat ini Lion Air bekerjasama dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan proses evakuasi pesawat dan langkah berikutnya.
“Lion Air menyampaikan permohonan maaf atas kondisi dan ketidaknyamanan yang timbul. Lion Air akan meminimalisir dampak yang timbul, agar operasional Lion Air lainnya tidak terganggu,” tandasnya.
Berikut daftar panjang insiden tergelincirnya Lion Air di Indonesia sejak 2002 hingga 2018:
#. 14 Januari 2002
Lion Air dengan nomor penerbangan 386 PK-LID, Boeing 737-200 rute Jakarta-Pekanbaru-Batam, gagal mengudara dan terperosok setelah badan pesawat meninggalkan landasan pacu di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, sepanjang lebih dari lima meter. Insiden ini mengakibatkan tujuh orang penumpang luka-luka.
#. 31 Oktober 2003
Lion Air penerbangan 787, jenis MD-82 rute Ambon-Makassar-Denpasar, keluar jalur saat mendarat di Bandara Hasanuddin, Makassar.
#. Juli 2004
Lion Air penerbangan 332, jenis MD-82 rute Jakarta-Palembang, tergelincir di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.
#. 30 November 2004
Lion Air dengan nomor penerbangan 538 PK-LMN, MD-82 rute Jakarta-Solo-Surabaya, tergelincir saat mendarat di Bandara Adisumarmo, Solo. Insiden ini memakan korban cukup banyak, yakni 26 penumpang tewas.
#. 3 Februari 2005
Lion Air dengan nomor penerbangan 791, jenis MD-82 rute Ambon-Makassar, tergelincir saat mendarat di Bandara Hasanuddin, Makassar.
#. 12 Februari 2005
Lion Air dengan nomor penerbangan 1641, jenis MD-82 rute Mataram-Surabaya, tergelincir ketika akan take off di Bandara Selaparang, Mataram. Roda depan pesawat keluar landasan sekitar setengah meter di sebelah utara pinggir landasan pacu.
#. 24 Desember 2005
Lion Air dengan nomor penerbangan 792, jenis MD-82 rute Jakarta-Makassar-Gorontalo, tergelincir saat mendarat di Bandara Hasanuddin, Makassar.
#. 18 Januari 2006
Lion Air dengan nomor penerbangan 778, jenis MD-82 rute Ambon-Makassar-Surabaya, tergelincir saat mendarat di Bandara Hasanuddin, Makassar.
#. 4 Maret 2006
Lion Air penerbangan 8987, MD-82 rute Denpasar-Surabaya tergelincir saat mendarat di Bandara Juanda, Surabaya faktor cuaca buruk.
#. 24 Desember 2006
Lion Air dengan nomor penerbangan 792, jenis PK-LIJ Boeing 737-400 rute Jakarta-Makassar-Gorontalo, tergelincir saat mendarat di Bandara Hasanuddin, Makassar.
#. 9 Mei 2009
Lion Air dengan nomor penerbangan PK-LIL, jenis MD-90 tergelincir di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.
#. 3 November 2010
Lion Air dengan nomor penerbangan 712, PK-LIQ Boeing 737-400 rute Jakarta-Pontianak-Jakarta, tergelincir di Bandara Supadio, Pontianak.
#. 14 Februari 2011
Lion Air dengan nomor penerbangan 598, jenis Boeing 737-900 ER rute Jakarta-Pekanbaru, tergelincir saat mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Namun insiden ini tidak ada korban jiwa.
#. 15 Februari 2011
Lion Air dengan nomor penerbangan JT 0295, jenis Boeing 737-900 ER rute Medan-Pekanbaru-Jakarta, tergelincir saat mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Semua roda pesawat keluar dari landasan pacu, namun semua penumpang selamat.
#. 23 Oktober 2011
Lion Air dengan nomor penerbangan JT 673 tergelincir sepanjang 15 meter dari landasan pacu di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur. Kedua roda pesawat terperosok.
#. 30 Desember 2012
Lion Air tergelincir di Bandara Supadio, Pontianak, pukul 22.00 WIB malam. (NDY)
Pemandangan kota Baku, Azerbaijan ( foto: repro Google).
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Azerbaijan, ada yang kenal dengan negara ini sebelumnya? Mungkin negara ini memang kurang dikenal di kalangan warga Indonesia. Bahkan untuk menyebutkan kata “Azerbaijan” pun cukup sulit dilafalkan bukan?.
“Tapi, ternyata negara ini sudah memikat hati saya sejak beberapa kali business trip kesana dan setelah saya membaca sejarah serta juga fakta-fakta menarik tentang Azerbaijan. Negara Api di dataran Eropa ini hampir memiliki kesamaan dengan Turki,” kata William Satriaputra, hari ini.
Republik Azerbaijan adalah sebuah negara di Kaukasus di persimpangan Eropa dan Asia Barat Daya. Ia berbatasan dengan Rusia di sebelah utara, Georgia dan Armenia di barat, dan Iran di selatan. . Ibu kotanya Baku dan mata uangnya adalah Manat Azerbaijan
“Jadi memang sebagian besar daratannya berada di benua Asia dan sebagian lain berada di Eropa. Bahkan, negara kita Indonesia merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Azerbaijan di dunia,” ungkap William Satriaputra.
Itulah sebabnya mengapa warga Azerbaijan kalau sudah berjumpa dengan warga Indonesia akan dianggap saudara, brother, relatives bahkan family karena kita memang memiliki banyak kedekatan.
Penduduk Azerbaijan kira-kira sekitar 10 juta orang. Sangat sedikit jika dibandingkan dengan penduduk Jakarta pada siang hari yang bisa mencapai hingga 13 juta orang.
Menariknya justru hampir 95 persen penduduknya beragama Islam. Meskipun negara ini negara sekuler, namun toleransi sangat dijunjung tinggi meskipun ada perbedaan madzhab. Jadi, jangan khawatir jika ingin traveling ke Azerbaijan.
William Satriaputra yang menjadi Kordinator Wilayah ESQ Europe, Middle East and Africa (EMEA) mengatakan untuk mempererat hubungan ke dua negara dan sesama saudara Muslim, pihaknya menjadwalkan training ESQ Character Building di Baku, ibukota Azerbaijan pada 16-17 Maret 2019.
Bekerja sama dengan Persatuan Pelajar dan Pemuda Indonesia di Azerbaijan dan Indonesian Diaspora Network Azerbaijan akan menyelenggarakan Training ESQ Batch 17 di wilayah kerjanya diharapkan dapat mengisi dan mengasah ruang batin para diaspora Indonesia dan masyarakat muslim di negara tersebut.
Rencana training ini terselenggara tak lepas dari respon positif dari Dubes RI untuk Azerbaijan, Dr. H. Husnan Bay Fananie, MA. Diplomat kelahiran Jakarta, 13 November 1967 ini memperoleh kepercayaan sebagai Duta Besar RI untuk Azerbaijan sejak 2016.
Dubes Ri di Azarbaijan, Dr. H. Husnan Bay Fananie, MA. ( tengah) saat pengajian di mesjid Al-hikmah.
Dubes RI Untuk Azerbaijan
Husnan yang alumni Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo yang telah menamatkan pendidikan strata satu hingga strata 3 berturut-turut di University of the Punjab, Lahore, Pakistan dan Rijks Universiteit Leiden, the Netherlands, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
The power of a dream telah dibuktikan sendiri oleh Husnan, bagaimana dahsyatnya mimpi yang bisa diraih dengan semangat dan kemauan yang keras. Impian adalah ambisi dari dalam diri manusia yang mampu menjadi motor untuk bangkit dan maju.
Impian akan memotivasi menuju keberhasilan, menghadapi berbagai rintangan untuk menghadapi tujuan seperti long marchnya Nelson Mandela. Masa depan hanyalah milik orang-orang yang percaya akan keindahan mimpi-mimpi kata Eleanor Roosevelt.
“Kisah dari Prof Dr Husnan Bey Fananie, MA, Dubes RI untuk Azerbaijan bisa menjadi teladan bagi kita semua untuk mampu mewujudkan mimpi,” kara William.
Awal kisah kehidupannya di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo yg didirikan KH R. Zainuddin, kakeknya untuk meraih ilmu dan membiasakannya hidup dilingkungan pesantren. Sering dipandangnya awan awan sambil bermimpi dan melukiskannya benua benua yang ingin di jelajahinya.
Tersihir dengan mantra Man Jadda Wa Jadda, siapa yang bersungguh sungguh ia akan berhasil dengan demikian berangkatlah Husnan menuntut ilmu ke Pakistan. Tak cukup dengan ilmu yang didapat dan bahasa Urdu yang dikuasai, semangat ingin mengejar mimpinya menjadi “Duta Besar” dan memutuskan berangkat menuju Negeri Belanda.
Kerja serabutan, aktif di PPME Den Haag dari Mushalla Al Ittihaad di awal tahun 90 an sehingga Masjid Al Hikmah terrealisir menjadi Masjid pertama Indonesia di negri Belanda dilakoninya sambil kuliah lagi di Leiden.
Menyadari untuk menggapai impian disamping ilmu perlu sarana maka Husnan pulang ke tanah air, aktif di dunia politik sebagai santri yang ingin mengabdi kepada bangsa dan negara. Dia kemudian menjadi Aspri Wapres Hamzah Haz dan anggota DPR/MPR sambil menyelesaikan tesisnya.
Diangkat sebagai Duta Besar untuk Azerbaijan 3 tahun yang lalu dan menganggap tugas yang di emban sebagai ibadah sekaligus representasi Indonesia, Husnan rajin promosi dan memperkenalkan budaya dan produk Indonesia.
Menurutnya ini cara ampuhnya untuk mengangkat Indonesia di kancah internasional seperti membentuk Indonesia Culture Club, memberikan kuliah umum dan menyambangi 38 perguruan Pencak Silat di Azerbaijan dengan 10.000 pesilat.
“Gelar Profesor dari Azerbaijan University of Languages diberikan kepada-nya demikian juga Award Duta Besar Sahabat Utama Pers Azerbaijan 2018 setelah sebelumnya mendapat predikat Duta Besar terbaik selama 3 tahun berturut turut di Azerbaijan,” jekas William Satriaputra.
Maulana Malik Ibrahim
Siapa sangka hubungan RI dan Azerbaijan terhubung berabad-abad lalu sehingga penduduk Azerbaijan sudah menganggap warga Indonesia sebagai saudaranya sendiri. Mengapa? Karena ternyata Maulana Malik Ibrahim arau dikenal sebagai Sunan Gresik berasal dari Azerbaijan, namun kemudian ia belajar di Samarkand.
Lewat perdagangan Maulana Malik Ibrahim membawa Islam hingga ke Samudera Pasai. Di negri ini lebih banyak pengikut Syiahnya dibanding pengikut Sunni. Namun yang patut diapresiasi mereka saling menghormati satu sama lain.
Azerbaijan disebut sebagai negara Api karena salah satu tempat wisata di Azerbaijan adalah sebuah gunung yang selalu mengeluarkan api. Menurut beberapa sumber di bawah “Burning Mountain” ini terdapat cadangan minyak yang berlimpah. Salah satu pendapatan Azerbaijan adalah emas hitam atau minyak bumi.
Gunung yang mengeluarkan api tersebut bernama Yanar Dag. Gunung setinggi 116 meter ini berlokasi di Absheron Peninsula 25 kilometer sebelum timur laut dari ibukota Azarbaijan, Baku.
Minyak bumi di Azerbaijan ternyata bukan hanya diolah menjadi beberapa produk lain seperti bensin dan lain sebagainya. Melainkan digunakan sebagai salah satu terapi untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.
“Benar, minyak bumi di Naftalan dipercaya bisa mengurangi pegal-pegal, nyeri sendi hingga digunakan untuk tujuan kecantikan, memperindah kulit. Nah, makin penasaran kan bagaimana bisa spa dengan minyak mentah di Naftalan, Azerbaijan?, ” ujarnya.
William Satriaputra diThe Haidar Aliyev Centre
Banyak kisah menarik lainnya saat mengeksplorasi obyek wisata di negri ini, salah satunya kisah cinta paling terkenal sepanjang sejarah di dunia adalah kisah Layla dan Majun. Padahal kisah tersebut sudah ditulis pada abad ke 12 dan masih bertahan hingga kini sebagai kisah cinta sepanjang masa.
Penulisnya, Nizami Ganjavi, ternyata berasal dari Azerbaijan. Inilah yang menjadi bukti bahwa Kebudayaan dan Peradaban tinggi pernah berdiri di Azerbaijan. Apalagi Azerbaijan berdekatan dengan negara-negara kuat seperti Iran dan Rusia.
William juga menjelaskan bahwa berwisata di Azerbaijan memiliki rasa aman dan nyaman karena tingkat kriminalitas di Azerbaijan tergolong rendah. Peraturan ditegakkan dengan sangat tegas. Bahkan pemerintahnya tidak akan segan-segan menindak segala tindak kejahatan seperti salah satunya illegal logging yang masih menjadi isu besar di Indonesia.
Tidak ada cerita tentang illegal logging hingga pembukaan lahan untuk pertanian. Hutan di Azerbaijan benar-benar sebagai warisan bagi anak cucu kelak. Sebuah warisan yang tak akan ternilai harganya bagi generasi mendatang.
Azerbaijan termasuk negara yang sangat menghargai alam. Menariknya Azerbaijan sudah memahami bahwa hutan adalah hutan. Jadi, hutan di Azerbaijan benar-benar dilindungi dan dilestarikan.
Tak heran area Taman Nasional Gobustan juga menjadi obyek yang menarik kunjungan wisatawan. Obyek yang lebih dikenal sebagai Gobustan Rock Art Cultural Landscape ini berjarak sekitar 64 km di barat daya dari pusat Kota Baku, tepatnya di sisi barat Laut Kaspia sehingga dalam sejam dari ibukota suasana alam tersaji.
Taman nasional ini meliputi daerah pegunungan dan perbukitan yang berada di tengah-tengah Azerbaijan. Selain memiliki koleksi lebih dari 6.000 ukiran batu yang telah bertahan selama 40.000 tahun lamanya.
Taman Nasional Gobustan juga memiliki reruntuhan gua yang pernah dihuni oleh manusia zaman purba, serta tempat tinggal dan area pemakaman. Semua peninggalan sejarah ini diduga berasal dari periode sebelum Zaman Es terakhir. Dengan luas sebesar 537 hektar, Taman Nasional Gobustan merupakan wilayah yang dilindungi.
Selain petroglyph, di Gobustan juga memiliki taman yang memiliki bebatuan bernyanyi. Salah satunya dikenal dengan nama Gaval Dash atau yang berarti batu tamborin.
Gaval dash adalah batu datar yang memiliki panjang sekitar dua meter. Batu ini mampu menghasilkan bebunyian jika diketuk dengan batu berukuran lebih kecil, sepintas suara yang dihasilkan batu ini menyerupai bunyi tamborin.
Di sini juga terdapat fosil dan benda benda laut seperti kerang yang menandakan pegunungan ini waktu banjir besar Nabi Nuh berada dibawah air.
Pernah mendengar nama kaum penyembah api? Merekalah yang hidup di zaman Persia pada abad ke-6 sebelum Masehi. Kaum ini adalah kaum penyembah api yang menganggapnya sebagai tuhan.
“Nah, hingga saat ini kuil kaum Zoroaster masih berdiri kokoh di ibu kota Azerbaijan, Baku. Jadi kunjungan ke negri ini akan banyak pengalaman yang bisa kita peroleh selain training ESQ,” katanya.
Para peserta training yang datang dari Turki, Indonesia, Belanda dan Finlandia disamping dari Azerbaijan sendiri oleh panitia lokal akan mengikuti Cultural Excursion di kota Baku pada 18 Maret 2019 seperti mengunjungi Old City, Şəhidlər Xiyabanı, Highland Park dan Heydar Aliyev Center.
Old City atau Kota Lama atau fisebut Kota Dalam adalah pusat sejarah Baku, ibukota Azerbaijan. Kota Lama tersebut adalah bagian paling kuno di Baku yang dikelilingi oleh tembok yang melindunginya.
The Haidar Aliyev Centre adalah kompleks bangunan seluas 57.500 m² di Baku, Azerbaijan yang dirancang oleh arsitek Irak-Inggris, Zaha Hadid dan terkenal karena arsitekturnya yang khas dan gaya melengkung yang melengkung yang menghindari sudut tajam.
“ Setelah tour, peserta yang mengambil penerbangan malam akan langsung diantar ke bandara untuk pulang ke negara masing-masing. Kami berharap nanti ada training lanjutan dan Indonesia bisa menarik kunjungan wisatawan dari Azerbaijan,” kata William Satriaputra optimistis.
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Fashion hijrah jadi kata yang familiar terdengar beberapa waktu belakangan. Seolah menjelma jadi gerakan berujung pada label tren. Geliatnya tentu memengaruhi sekian banyak aspek, termasuk di dunia fashion lewat bermunculannya rupa busana syariah.
Ustaz Solmed menjelaskan, busana syariah adalah busana yang sesuai dengan ketentuan agama. “Ada tiga standar yang harus dipenuhi, yaitu menutup aurat, tidak tembus pandang, dan jangan sempit sampai membentuk bagian tubuh,” papar Uustad Solmed seperti dilansir Liputan6.com, Sabtu (16/02/2019).
Sebenarnya, lanjut dia, tidak ada standar warna tertentu untuk mengategorikan busana yang dikenakan termasuk syariah atau tidak. Pemilihan ini biasanya bergantung pada adat dan kebiasaan di tempat tertentu.
“Umumnya di Arab warna (pakai busana) hitam atau putih. Di Indonesia lebih warna-warni. Itu adat. Kebiasaan masyarakat setempat. Artinya, warna itu tidak masuk bagian dari SOP-nya,” Ustaz Solmed menjabarkan.
Pengertian serupa juga diberikan komite Hijabers Community, Soraya Maya Safiera. Soraya menilai busana syariah adalah pakaian yang wujud dan penggunaannya mengacu pada Alquran dan Alhadis. Hijaber Community sendiri merespon baik perkembangan usaha busana syariah di Indonesia. “Clothing line busana syariah mampu memfasilitasi umat Muslim yang ingin berhijrah dalam hal penampilan,” ujar Soraya
Kian tinggi minat publik dinilai Soraya juga bisa memberi peluang bagi masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam menggalakkan wirausaha di dalam negeri. Terbukti dengan bermunculannya label yang menjual busana syariah.
Anggapan busana syariah yang monoton nan membosankan seharusnya sudah ditinggal jauh-jauh. Dengan hadirnya ragam cloting line penjual pakaian sesuai ketentuan agama itu, para perempuan tetap bisa tampil stylist tanpa melalui perdebatan batin.
“Desain yang ditawarkan di pasar busana syariah sudah memiliki aneka ragam warna dan motif,” kata Soraya. Opsi inilah yang jadi titik balik imej busana syariah yang juga bisa playful, tapi tetap tak melanggar aturan agama.
Tinggal melakukan padu-padan tepat, serta menambah aksesori yang pas, penampilan dengan memakai busana syariah pun tetap bisa menawan di banyak kesempatan. Ustaz Solmed menegaskan, padu-padan ini boleh saja dilakukan tanpa meninggalkan tiga standar yang tadi sudah disebutkan. (NDY)
NEPAL, bisniswisata.co.id: CINA menutup pangkalan pendakian atau base camp Gunung Everest untuk pengunjung yang tidak memiliki izin pendakian. Pihak berwenang mengambil langkah tidak biasa untuk menangani masalah limbah yang terus bertambah di lokasi tersebut.
Seperti dilansir BBC, Sabtu (16/02/2019) Larangan itu berarti turis hanya bisa mendaki hingga sebuah biara yang berada sedikit di bawah ketinggian pangkalan pendakian di level 5.200 meter dari permukaan air laut. Lebih banyak orang mengunjungi gunung dari sisi selatan di Nepal, tetapi selama beberapa tahun terakhir, jumlah orang meningkat terus di sisi Cina.
Pangkalan pendakian Everest di Cina, yang terletak di Tibet, populer karena dapat diakses dengan mobil – sedangkan pendakian dari Nepal hanya dapat dicapai dengan mendaki selama hampir dua minggu. Gunung dengan puncak tertinggi di dunia ini lama bergelut dengan meningkatnya kadar sampah selama beberapa tahun terakhir, karena jumlah pengunjung yang meningkat.
Chinese Mountaineering Association mengatakan 40.000 mengunjungi base camp Everest pada 2015. Rekor 45.000 pengunjung yang mendaki melalui Nepal tercatat pada periode 2016-2017, menurut Kementerian Hutan dan Konservasi Nepal.
Wisatawan biasa hanya diperbolehkan mendaki hingga biara Rongbuk, yang berjarak sekitar 5.000 meter di atas permukaan laut, menurut kantor berita pemerintah China, Xinhua.
Sementara, pendaki gunung yang memiliki izin untuk mendaki hingga puncak di ketinggian 8.848 meter di atas permukaan laut, masih akan diizinkan untuk melintasi pangkalan pendakian yang lebih tinggi. Januari 2019, pihak berwenang mengumumkan bahwa mereka akan membatasi jumlah izin pendakian setiap tahun hingga 300 pendaki saja.
Di media sosial Cina, klaim telah menyebar dalam beberapa hari terakhir bahwa pangkalan pendakian Everest ini akan ditutup secara permanen untuk turis – tetapi Xinhua mengutip pejabat yang menyangkal hal itu. Pengumuman resmi tentang penutupan itu dibuat pada bulan Desember, di situs otoritas Tibet.
Disebutkan tiga operasi pembersihan pada musim semi lalu telah mengumpulkan delapan ton limbah, termasuk kotoran manusia dan peralatan pendaki gunung yang ditinggalkan.
Upaya pembersihan untuk memindahkan mayat pendaki gunung yang telah meninggal di lokasi yang acap kali disebut sebagai zona kematian – yang terletak di atas 8.000 m, di mana udaranya terlalu tipis untuk menopang kehidupan dalam waktu lama. Karena ketinggian yang dingin dan tinggi, mayat-mayat ini sering tetap berada di gunung selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun. (NDY)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kordinator Wilayah ESQ Europe, Middle East and Africa (EMEA) bekerja sama dengan Persatuan Pelajar dan Pemuda Indonesia di Azerbaijan dan Indonesian Diaspora Network Azerbaijan akan menyelenggarakan Training ESQ Batch 17 pada tanggal 16 dan 17 Maret 2019 mendatang di Baku, Azerbaijan, kata William Satriaputra, Ketuanya hari ini.
“Training Character Building ESQ pertama di Regio Kaukasus ini diharapkan dapat mengisi dan mengasah ruang batin para diaspora Indonesia dan masyarakat muslim di negara tersebut,” ujarnya
William Satriaputra menjelaskan bahwa training terbuka bagi siapa saja baik Muslim maupun Non Muslim dan trainer untuk event ini adalah Abdul Haris Muchtar dan Rudi Masruddin. Target peserta 70-100 orang. Insyaa Allah Dubes Palestina di Baku dan istrinya dari Malaysia ikut training, tambahnya.
“Kami akan menampilkan wajah ramah Islam Indonesia dan training ini juga bertujuan membangun SDM yang berkarakter tangguh, peningkatan produktivitas dan kehidupan yang bahagia dan penuh makna dengan menggabungkan 3 potensi manusia yaitu kecerdasan, emosional, intelektual dan spiritual ( ESQ),” tegasnya.
Para trainer selain menggunakan Bahasa Indonesia juga akan menggunakan Bahasa Inggris karena pesertanya selain dari Persatuan Pelajar Indonesia ( PPI), masyarakat Indonesia dan expatriat Indonesia juga mahasiswa dan mahasiswi Universitas Azerbaijan jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.
“Peserta lainnya tentunya Staf KBRI di Baku termasuk Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP). Training Character Building ini merupakan angkatan ke 17 setelah angkatan 15 di Rabat Marokko dan angkatan 16 di Istanbul Turki,” kata William Satriaputra.
Memimpin Forum Komunikasi Alumni ESQ di wilayah Eropa, Timur Tengah dan Afrika, dia mengakui training di Baku ini merupakan lokasi terjauh atau sekitar 4700 km dari Amsterdam yang menjadi pusat kegiatan ESQ EMEA
William Satriaputra ( kiri) bersama Dubes RI untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie
Mengapa Baku menjadi lokasi training ESQ angkatan ke 17 ini karena selain persahabatan sejak muda dengan Duta Besar RI untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie yang biasa dipanggil Husnan, juga karena hubungan kedua negara dengan mayoritas Muslim ini juga perlu diikat dengan training spiritual ESQ.
“Salah satu negara bagiannya yaitu Nakchivan adalah tempat lahir dan meninggalnya Nabi Nuh. Dampak banjir besar Nabi Nuh menjadikan Negara ini kaya minyak dan gas kualitas terbaik. Nakhchivan merupakan salah satu pusat kebudayaan Azerbaijan,” kata William Satriaputra.
Indonesia import minyak dari Azerbaijan melalui Turki (pipa ke pelabuhan) karena tidak ada akses ke laut. Selain itu di Baku yang menjadi ibukota negara ini terdapat Pusat Studi Bahasa Indonesia didirikan oleh Habib Zarbaliyev pada tahun 2007.
Habib Zarbakiyev menghabiskan 36 tahun hidupnya untuk menggeluti bahasa Indonesia. Zarbaliyev merupakan lulusan jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Saint-Petersburg, Rusia pada tahun 1976.
“Selama kami mengadakan training ESQ di luar negri, belum ada Dubes RI yang all-out seperti pak Husnan, yang menjadi pintu masuk ke Azerbaijan,” kata William Satriaputra
Untuk training ESQ ini, pihaknya dibantu para relawan seperti Ton van Swieten dan Ruud van Herp menangani Sound Engineer/Multimedia, Emma Rodini, Oom Komariah dari Belanda yang menjadi Asistant Training Support ( ATS), Iffa Tiara Ayu dari Finlandia, Tesa Contesa dan Imas Choirun Nisa Fujiati dari Azerbaijan dan Sari Rusmiati, dari Turki yang menjadi ATS sekaligus petugas kesehatan, komsumsi dan lainnya.
“Training angkatan 17 ini pesertanya juga dari mancanegara karena sebagai peserta ada Lucy Andalusia Zaki Shahab, Sofia Anisa Al Djufri dan Ratna Widiasari dari Belanda. Peserta Susilowati Soderholm dan Siti Karhu datang dari Finlandia, Nurul Husnan Arief dari Turki serta Pramudji Kresno Atomo dan Dewi Smaragdina Aminarto jadi peserta training dari Indonesia,”
Pimpinan ESQ Leadership Centre, Ary Ginanjar Agustian juga dijadwalkan membuka training ESQ di Baku ini sehingga peserta dapat menggunakan konsep The ESQ Way 165 dalam kehidupannya sehari-hari.
ESQ Way yang telah disebarkan melalui training di seluruh benua baik oleh ESQ Leadership Center maupun oleh para alumninya seperti Korwil EMEA pimpinan William Satriaputra ini adalah sebuah metode training yang mampu menggabungkan tiga potensi dasar manusia.
Potensi itu adalah kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ) sehingga memberikan motivasi intelektual, emosional, dan spiritual dalam upaya meraih kebahagiaan hakiki.
Willuam Satriaputra optimistis, kehadiran teaining ESQ angkatan 17 di wilayahnya akan meningkatkan persahabatan dan spiritualitas diantara para pesertanya tetapi juga persaudaraan kedua negara Indonesia-Azerbaijan.
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kunjungan wisatawan nusantara maupun mancangara ke Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi daerah itu secara signifikan. Tren jumlah pengunjung ke kawasan wisata itu pun terus meningkat dari tahun ke tahun, terutama sejak kawasan itu ditetapkan sebagai New 7 Wonders of Natura pada tahun 2012.
“Meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke TN Komodo telah berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang signifikan, khususnya di Kabupaten Manggarai Barat dan wilayah di sekitarnya (NTT),” papar Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Djati Witjaksono Hadi, seperti dilansir Antara, Sabtu (16/02/2019)
Dilanjutkan, bukan cuma hewan purba komodo yang menjadi daya tarik pengunjung yang sebagian besar merupakan wisatawan mancanegara, karena di TN Komodo juga terdapat 42 titik selam yang menjadi magnet kedatangan.
Tahun 2014, jumlah kunjungan wisatawan tercatat 80.626 ribu, tahun 2015 menjadi 95.410, tahun 2016 naik menjadi 107.711, tahun 2017 naik lagi menjadi 125.069 dan tahun 2018 tercatat 159.217 wisawatan. Tiket masuk wisatawan mancanegara sebesar Rp150 ribu dan wisatawan nusantara sebesar Rp5.000, berdasarkan PP. 12 tahun 2014 tentang Penerimaaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Data Kementerian KLHK menunjukkan, penerimaan pungutan yang disetor oleh Balai TN Komodo kepada kas negara terus mengalami peningkatan. Tahun 2014 Balai Taman Nasional Komodo menyetor pungutan untuk kas negara sebesar Rp5,4 miliar, tahun 2015 Rp19,20 miliar, tahun 2016 Rp22,80 miliar, tahun 2017 Rp29,10 miliar, dan tahun 2018 Rp 33,16 miliar.
Meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke TN Komodo telah berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang signifikan, khususnya di Kabupaten Manggarai Barat dan wilayah di sekitarnya.
Rantai ekonomi berdampak pada penghidupan masyarakat pelaku wisata antara lain tour operator yang mengoperasikan 157 kapal wisata, keterlibatan 94 guide dari masyarakat lokal, tingkat hunian 1.136 kamar hotel, lahirnya empat hotel berbintang.
Rantai ekonomi tersebut berpengaruh pada penghidupan 4.556 jiwa masyarakat yang tersebar di Desa Komodo (1.725 jiwa), Desa Papagaran (1.252 jiwa), dan Desa Pasir Panjang (1.579 jiwa). Khusus masyarakat dari Desa Komodo, sebagian besar terlibat dalam kegiatan wisata.
Destinasi wisata Labuan Bajo bukan hanya melihat komodo, namun ada hampir 20 obyek wisata yang tersebar di wilayah ini. Dari jumlah itu ada beberapa destinasi wisata yang jadi hits dan kerap didatangi wisatawan, antara lain:
#. Gili Laba
Merupakan sebuah pulau kecil di kawasan Taman Nasional Komodo, yang menawarkan panorama alam yang menawan. Hamparan laut terlihat sangat cantik dari atas bukit. Pemandangan warna biru jernih air laut dengan pasir putih membentang. Dari puncak gili laba dapat melihat pemandangan Pulau komodo. Saat musim penghujan warna-warna pepohonan hijau namun saat kemarau warna pepohonan jadi kuning.
#. Wisata Pulau lainnya
Selain Pulau Komodo dan Gili Laba, juga ada wisata pulau lainnya: Pulau Rinca, Kanawa, Padar, Seraya, Kalong, Bidadari, Kelor dan Pulau Kambing. Dan Pulau Rinca serta Pulau Padar yang menarik karena dihuni satwa komodo jumlahnya sekitar 1500 ekor. Selain komodo juga ada kerbau liar, aneka burung dan babi liar. Di pulau rinca para pengunjung ditawarkan untuk mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan yaitu dengan program penanaman tanaman bakau. Sementara Pulau Kanawa menawarkan wisata bawah laut dengan berbagai terumbu karang, ikan kecil berwarna warni, mola-mola dan penyu dapat terlihat jelas hal ini karena air laut yang masih sangat jernih.
#. Wisata Susur Goa
Di Labuah Bajo ada dua goa yang menarik untuk dikunjungi. GOa Watu Cermin dan Goa Rangko. Goa Watu Cermin menyajikan fosil hewan laut di dinding goa dan menjadi bukti dulu goa ini berada di dasar laut. Gua rangko terdapat air laut warna biru jernih dengan dihiasi berbagai stalaktit yang membuat pemandangan sekitar gua sangat eksotis.
#. Air Terjun Cunca Wulang
Air terjun ini memiliki ketinggian 200 mdpl yang mirip green canyon. Berbagai bebatuan mengapit sepanjang sungai. Dapat dipanjat karena batu itu tidak punya sisi tajam. Jika ingin meloncat dari atas batu, dapat melakukannya loncat di atas batu setinggi 6 meter di air terjun cunca wulang ini, akan tetapi harus konsultasi dulu ke guide ya karena terkadang debit air dapat berkurang jika mulai memasuki musim kemarau. Jika tak bisa renang, cukup main ke air terjun sambil menikmati pesona dindingnya yang menyatu dengan airnya yang tenang.
#. Taka Makasar
Pulau super kecil nan mungil yang berada di tengah lautan atau mungkin bisa juga dibilang hanya sebuah gosong pasir. Walaupun kecil mungil namun pemandangan disini dibilang cukup menarik. Hamparan pasir putihnya sungguh menggoda siapa saja untuk sejenak bersantai dan bermain air di tepian pantainya yang landai dan tak terlalu dalam. Dan jika berenang sedikit menjauh, karang karang sangat indah siap menyapa kita.
#. Manta Point
Tak jauh dari Taka Makassar terdapat sebuah perairan yang menjadi habitat dari sang manta – si ikan pari manta. Untuk melihat ataupun berenang bareng manta ini butuh sedikit hoki dan keberuntungan karena manta yang selalu berpindah dan arus yang lumayan kencang. Pada saat ke sini kapal yang saya tumpangi pun berputar-putar dan tak menemukan si manta ini.
#. Pantai Pink
Sesuai namanya, memang pantai ini mempunyai pasir yang berwarna pink. Sekilas memang tak tampak tapi coba ambil segenggam pasirnya dan perhatikan, maka akan Nampak butir butiran halus berwarna merah. Warna pink ini semakin terlihat jika kalian pandang dari ketinggian bukit dan matahari sedang bersinar terang. Pantai pink di Indonesia hanya ada 2 yang pertama di Kepulauan Komodo ini dan yang kedua berada di Pulau Lombok. Warna pink ini sebenarnya berasal dari sebaran karang karang berwarna merah yang banyak terdapat di sekitar pantai. Pada saat karang ini hanyut dan hancur terbawa arus butiran butiran karang ini tercampur diantara pasir pasir dan sekilas menjadikan warnanya pink.
#. Bukit Sylvia
Nama bukit ini terinspirasi akan nama sebuah resort yang berada tak jauh dari bukit ini. Terletak tak begitu jauh dari pusat kota Labuan Bajo, kalian dapat menyewa motor ataupun mobil untuk mencapainya dan hanya butuh waktu 10 menit saja untuk mendaki. Di atas bukit kalian dapat melihat berkeliling 360 derajat. Panorama perbukitan gersang pun tersaji di depan mata, garis pantai meliuk yang memanjakan dan pulau pulau indah yang tersebar menunggu untuk kita jelajahi
#. Desa Cancar
Di desa ini ada area persawahan yang dibentuk mirip seperti sebuah jaring laba-laba raksasa. Jika ingin melihat persawahan unik ini, posisi terbaiknya adalah dari ketinggian sehingga bisa dengan leluasa melihat persawahan ini dengan view sempurna. Untuk itu, para travellers biasanya akan berkunjung ke Puncak Weol, dimana bisa mendapatkan view secara keseluruhan dari sini. Siap-siap dibuat takjub karena yang petani Desa Cancar lakukan benar-benar bukan hanya sekedar menanam padi tapi juga membuat sebuah karya seni.
5. Kampung Melo
Di sekitar Labuan Bajo ada wisata budaya yaitu Kampung Melo. Saat berkunjung ke Kampung Melo, disambut tarian caci yang merupakan tarian khas Manggarai dan dimainkan para lelaki dari Kampung Melo. Saat membawakan tarian caci, para penari mengenakan pakaian yang tak kalah atraktifnya dengan pertunjukan tariannya itu sendiri. Para lelaki ini akan mengenakan topi dan membawa pecut serta tameng yang akan digunakan untuk peragaan menyerang lawan tarinya. Tak hanya tariannya, pemandangan indah yang ada di Kampung Melo ini dijamin akan membuat siapa saja yang datang berkunjung akan sangat terkesan. (redaksibisniswisata@gmail.com)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wisata MICE (meetings, incentives, conferencing, exhibitions) di Indonesia mulai bergairah lagi, setelah sekian lama tak bergeming. Untuk menggairahkan itu, Jakarta kembali menambah satu venue MICE baru yang terpadu. Ada venue, hotel, restoran, mall juga lokasi entertaiment di satu kawasan. Kuningan MICE Alliance, namanya.
Kehadiran Kuningan MICE Alliance hasil kolaborasi diprakasai PT Wahana Inspirasi Bintang melalui anak usahanya Alcor Mice dan diinisiasi The Kasablanka Hall, yang berhasil merangkul 10 hotel yang ada di kawasan Kuningan Jakarta.
“Bisnis MICE di Indonesia, kami optimis bisa tumbuh. Apalagi setelah didorong Presiden kita agar MICE dikembangkan lebih baik. Karena itu, kami mewujudkan dengan membentuk Kuningan MICE Alliance. Karena kawasan Kuningan salah satu kawasan bisnis paling strategis di Jakarta baik dari rumah, perkantoran, hotel, dan sebagainya ada disana,” papar Chief of Mission Alcor Prime, Jim Tehusijarana dalam keterangan pers di Kasablanka Mall, Jumat (15/02/2019).
Dalam aliansi ini, lanjut dia, menggandeng 9 hotel dan 1 perusahaan transportasi. Sehingga Kuningan MICE Alliance diharapkan dapat meningkatkan okupansi maupun utilisasi masing-masing perusahaan. “Semua even MICE bisa berlangsung di Hall The Kasablanka yang memiliki kapasitas 1.000 ke atas dengan fasilitas yang sangat memenuhi standar internasional,” lontarnya.
Juga didukung lebih dari 2.000 kamar yang tesedia di semua hotel yang berpartisipasi serta ruang acara seluas 14.000 meter persegi. “Jadi Kuningan MICE Alliance ini siap untuk mengakomodasi kebutuhan professional convention organizers (PCO), Professional Exhibition Organizers (PEO), Domestic Management Company (DMC) dan perencanaan acara lainnya,” sambungnya.
Ditambahkan, setelah terbentuknya Kuningan MICE Alliance, langkah pertama dengan melakukan pematangan strategi bisnis MICE, memperkuat expose dan mengadakan pertemuan dengan berbagai pihak termasuk mendekatkan diri dengan BUMN, Pemda DKI Jakarta, Kementrian Pariwisata. “Kita tahu BUMN banyak mengadakan acara dan dengan adanya MKA ini kita bisa teritegrasi,” ujarnya.
Ke depannya, dengan adanya Kuningan MICE Alliance ini performance Alcor bisa tumbuh 20%. “Tahun lalu kami menangani sekitar 300 event di skala kecil dan besar dan dengan adanya Kuningan MICE Alliance, ini bisa naik sekitar 20%,” harapnya sambil menambahkan untuk pengembangan bisnis MICE, Alcor juga berencana menambah satu venue lagi di kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan.
Manager The Kasablanka Hall, Panca R Sarungu menyambut bagus kehadiran Kuningan MICE Alliance ini, karena dapat mengerakkan bisnis MICE di Jakarta lebih baik lagi. Apalagi didukung hotel dan usaha trasportasi sehinga pengembangan bisnis MICE terutama di kawasan Kuningan Jakarta akan semakin berkembang.
“Yang menjadi kendala selama ini dalam bisnis MICE adalah kapasitas veneu yang sangat terbatas. The Kasablanka Hall ini memiliki veneu yang memiliki kapasitas 3.500 dan 2.000 untuk class room. Ditambahkan lagi sekitar 2.300 kamar hotel dengan standar hotel berbintang,” papar Panca.
Selain itu, lanjut dia, peserta MICE yang mengikuti berbagai event MICE memiliki waktu yang sangat terbatas, sehingga sulit untuk melakukan leisure. “Nah Kasablanka mall menyediakan semua kebutuhan peserta MICE mulai wisata belanja, menikmati kuliner, lifestyle dan apa saja yang diinginkan, kami menyedikannya,” sambungnya. (ENDY)
SOLO, bisniswisata.co.id: Terkait event wisata, Solo boleh diacungi jempol. Berbagai evant wisata digelar, tujuannya untuk mengaet wisatawan nusantara maupun mancanegara datang di kota yang dikomandoi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kini, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali menggelar wisata MICE bertajuk: Bengawan Solo Travel Mart (BTM) yang BTM diselenggarakan pada 17-19 Februari 2019.
BTM ajang promosi pariwisata Kota Solo digelar rutin setiap tahun ini, berupa bussines meeting mempertemukan buyer (pembeli) dari biro travel yang berpotensi menjual paket wisata destinasi Kota Solo, dan seller (penjual) sebagai penyedia jasa pariwisata seperti hotel, objek wisata, restoran, transportasi, oleh-oleh, tempat hiburan ditargetkan dapat membukukan transaksi hingga Rp 2 miliar.
“Saat bussines meeting, diharapkan langsung terjadi transaksi. Selain itu, peserta juga diajak mengunjungi objek wisata yang direncanakan panitia,” kata Ketua Panitia BTM 2019, Wahyu Adi Wicaksono dalam keterangan resminya, Jumat (15/2/2019).
BTM kali ini, lanjut dia, dihadiri 70 buyer dari Makassar, Bali, Jakarta, Bogor, Yogyakarta, Flores, Bojonegoro, Malang, Bandung, Semarang, Surabaya dan Lombok. Selain itu akan dihadiri 50 seller yang difokuskan pada potensi Kota Solo dari hotel, destinasi wisata, transportasi, oleh-oleh, restoran, dan tempat hiburan.
Hari pertama, peserta akan diajak mengikuti Pesta Jenang di Plaza Sriwedari, dilanjutkan mengunjungi Museum Manusia Purba di Sangiran, Kabupaten Sragen. Malamnya, peserta diajak menyaksikan Opera Kolosal Boyong Kedhaton di Pendhapi Gede Balai Kota Solo.
Hari kedua, pertemuan antara buyer dan seller. Dilanjutkan eksplor kereta api wisata Sepur Klutuk Jaladara. Kemudian malamnya gala dinner di museum batik House of Danarhadi.
Hari ketiga, dilakukan kunjungan ke Rumah Atsiri Indonesia di Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. “Selama tiga hari kami akan mengenalkan Solo kepada travel agen dari luar Solo, dengan harapan mereka akan datang lagi membawa tamu ke Solo,” harapnya.
Ketua ASITA Solo, Pri Siswanto, mengatakan, setiap tahun harus ada sesuatu yang baru dari kegiatan BTM. Ada kemungkinan objek wisata lama diperbaharui jadi akan dikunjungi lagi. Sebab, daerah-daerah lain juga gencar mempromosikan pariwisata yang dimiliki.
“Tahun ini kami coba konsep Bussines to Bussines. Kami kenalkan Bussines to Bussines-nya di kawasan Laweyan di Dalem Gondosuli. Tahun depan tantangan kalau ini berhasil harus cari yang baru lagi,” ucapnya.
Ditambahkan, tahun ini mengusung konsep Get Along The Archipelago Bengawan Travel Mart (BTM) akan digelar kembali.Ppara buyer yang hadir ada beberapa yang potensial menjual paket wisata Solo, di antaranya Panorama Destination, Sun Educational (Join local partner dengan Mokaya Tour Solo). juga Merapi Persona (Tamu Eropa), serta Pasindo Tour dan beberapa biro travel potensial lainnya.
“Yang ditekankan adalah acara business to business (b to b) yang diharapkan akan langsung terjadi transaksi, selain juga transaksi berkelanjutan. Para peserta pun juga akan diajak untuk farm trip mengunjungi objek wisata unik dan bernilai jual tinggi.” tambahnya. (NDY)
SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Wisatawan dari Indonesia banyak menyumbang pemasukan bagi ekonomi Singapura, karena banyaknya turis dari Indonesia yang datang dan belanja di Singapura. Dari Januari sampai September 2018, devisa pariwisata dari wisatawan Indonesia tumbuh 8 persen dan melampaui pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan Indonesia yang mencapai 2 persen.
“Kondisi ini membuat posisi Indonesia tetap bertahan sebagai penyumbang devisa pariwisata terbesar kedua bagi negara itu setelah China. Di antara lebih dari 3 juta wisatawan Indonesia berwisata ke Singapura, jumlah kunjungan wisatawan dari kota-kota di luar Jakarta mengalami pertumbuhan lebih pesat dibandingkan yang dari Jakarta,” papar Chief Executive Singapore Tourism Board (STB) Keith Tan dalam keterangan resminya, Jumat (15/02/2019).
Tren seperti ini, lanjut dia, sesuai dengan pertumbuhan kelas menengah serta kenaikan jumlah perjalanan ke luar negeri dari seluruh wilayah Indonesia. Tercatat industri pariwisata Singapura kembali mengalami pencapaian yang tinggi pada 2018 dengan terciptanya rekor baru dalam jumlah devisa pariwisata maupun kunjungan wisatawan selama tiga tahun berturut-turut.
Kinerja positif terjadi pada sektor utama industri pariwisata yaitu BTMICE, perhotelan, dan kapal pesiar. “Devisa pariwisata Singapura tumbuh 1,0 persen menjadi 27,1 miliar dolar AS, terutama berkat pertumbuhan kunjungan wisatawan dari hampir seluruh 15 negara utama penyumbang wisatawan ke Singapura juga belanja lebih tinggi oleh wisatawan dari lima pasar utama penyumbang devisa pariwisata,”.
Rekor pertumbuhan jumlah wisatawan dari delapan negara mendorong kenaikan jumlah kunjungan wisatawan sebesar 6,2 persen menjadi 18,5 juta. “Kami sangat senang bahwa sektor pariwisata Singapura berkinerja baik meskipun ada sejumlah ketidakpastian ekonomi. Kami beruntung berkat dampak positif dari sejumlah faktor,” paparnya.
Seperti, sambung dia, masih kuatnya kebutuhan perjalanan Asia Pasifik, meningkatnya konektivitas penerbangan ke Singapura, dan digelarnya berbagai ajang penting. “Ikut menggembirakan kami juga, bahwa upaya pemasaran dan kolaborasi dengan mitra industri akhirnya membuahkan hasil,” katanya.
Dilanjutkan, pasar Indonesia masih tetap kuat selama 2018 di tengah nilai tukar rupiah yang sempat bergejolak. “Meskipun mata uang rupiah melemah, namun kami senang dengan masih tumbuhnya belanja wisatawan Indonesia. Ini sesuai dengan strategi kami dalam mengejar Pariwisata Berkualitas dan menegaskan kembali tentang masih kuatnya daya tarik Singapura sebagai salah satu tujuan utama perjalanan luar negeri bagi warga Indonesia,” katanya.
Negara itu fokus dalam mendorong pertumbuhan wisatawan dari luar Jakarta yang ternyata juga menunjukkan hasil. “Terutama dengan keputusan untuk membuka kantor regional STB kedua di Surabaya pada Oktober 2017,” kata Raymond Lim, Direktur Area STB untuk Indonesia.
Selain itu, jumlah penumpang kapal pesiar dari Indonesia juga memberi kontribusi signifikan pada pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan secara keseluruhan. Dengan tersedianya rencana perjalanan kapal pesiar selama setahun penuh dan semakin banyaknya kapal pesiar dengan kapasitas lebih besar yang singgah di Singapura, jumlah penumpang dari Indonesia pada 2018 bisa mengalami kenaikan 69 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Lonjakan terjadi baik di segmen pesiar rekreasi maupun kelompok korporat yang menyelenggarakan pertemuan dan program perjalanan insentif di kapal pesiar. STB Indonesia juga telah berupaya memasarkan Singapura sebagai tujuan wisata yang ramah bagi Muslim.
Pada 2018, Singapura dinobatkan sebagai tujuan wisata paling ramah Muslim di antara negara non-Muslim lainnya oleh Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index. Ini adalah gelar keempat kalinya secara berturut-turut dimana aspek utama yang sangat diperhatikan oleh pelancong Muslim adalah lingkungan yang aman, ragam pilihan makanan halal, dan kemudahan akses tempat ibadah yang semuanya ada di Singapura. (redaksi@bisniswisata.co.id)