Semarak Jenang Solo Sajikan 17 Macam Jenang Khas

this formate

SOLO, bisniswisata.co.id: Kuliner Jenang bagi masyarakat Jawa, khususnya Solo Jawa Tengah sudah mengakar sejak zaman Hindu. Tradisi jenang juga ada saat era Walisongo bahkan sampai masa kini masih tetap lestari. Jenang selalu hadir sebagai simbol ungkapan rasa syukur kepadaNya. Dalam semua ritual selamatan masyarakat Jawa, jenang tak pernah dibaikan.

Jenang yang terbuat dari tepung beras atau tepung ketan dimasak dengan santan dan ditambahkan gula merah atau gula putih kemudian diaduk dalam panci besar hingga benar-benar matang dan kenyal. Makanan khas itu menjadi simbol doa, harapan, persatuan dan semangat masyarakat Jawa.

“Secara sosiologis jenis kuliner ini, lahir dari kreativitas masyarakat. Jenang, bebas dari atribut status sosial dan etnis alias bersifat demokratis, egaliter, spiritual dan relegius,” papar Pelindung Yayasan Jenang Indonesia, Slamet Raharjo seperti dilansir Antara, Ahad (17/02/2019).

Makanan itu hadir dalam banyak acara, misalnya selamatan untuk ibu hamil akan dilengkapi jenang procotan. Begitu pula ketika memberi nama kepada bayi setelah lahir maka dibuat jenang sepasaran. Selamatan setelah hajat pernikahan dengan harapan agar pengantin dan seluruh panitia selalu sehat, mendapat berkah dan kekuatan, akan dilengkapi jenang sungsum.

Kini bertepatan hari ulang tahun Kota Solo ke-274 tahun, dimeriahkan event kuliner, budaya dan wisata bertajuk Semarak Jenang Solo 2019 dengan menyajikan 17 macam jenang di Plasa Taman Sriwedari Solo.

Sebanyak 17 macam jenang dibagikan kepada masyarakat Solo, termasuk wisatawan yang datang. Diantaranya jenang abang putih, jenang sungsum, jenang sepasaran, jenang katul, jenang nganggrang, jenang sengkala, jenang lahan, jenang grendul, jenang majemukan, jenang salaka, jenang lemu, jenang kolok, jenang procot, jenang timbul, jenang pati, jenang taming, dan jenang warni sekawan.

“Festival jenang ini, bukan sekedar melestarikan jenang dan mengembangkan kuliner untuk menggerakan perekonomian, tetapi juga mendidik bangsa ini untuk hidup yang lebih baik lagi. Juga untuk mempersatukan masyarakat Kota Solo dan bersama-sama membangun lima budaya untuk mewujudkan Solo yang lebih baik dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya,” papar Walikota Solo Hadi Rudyatmo saat membuka Semarak Jenang Solo 2019, Ahad (17/02).

Lima budaya hidup itu kita harus gotong royong, merawat, menjaga, memiliki dan mengamankan Kota Solo ini dan isinya. “Juga ada 1000 takir jenang. Seribu jenang ini maknanya supaya masyarakat Kota Solo berlimpahan rezeki, tetap bersatu, gotong-royong untuk membangun Kota Solo,” sambungnya.

Usai sambutan, Walikota Solo membuka event ini, dengan menuangkan santan disebuah wadah besar, lalu membuat jenang majemuk. Setelah jenang siap disajikan, kemudian diberikan kepada salah satu perwakilan masyarakat Kota Solo.

Acara dilanjutkan penempatan jenang yang keseribu direplika tugu jam Pasar Gede, yang dianggap sebagai simbol Kota Solo. Setelah penempatan jenang yang ke seribu selesai, warga Solo yang menyaksikan acara tersebut pun langsung berebut untuk mengambil 1000 jenang yang telah dipasang direplika itu.

Sementara makna 17 jenang, yakni: Jenang abrit petak dengan warna merah dan putih merepresentasikan penciptaan/asal-usul manusia laki-laki dan perempuan. Jenang lang maknanya selalu melihat sesuatu dengan demensi yangluas, namun tetap fokus dengan apa yang menjadi tujuan. Jenang saloko maknanya kesucian itu milik Allah. Manusia harus selalu mewaspadai nafsu “aku” pada dirinya, berani mengoreksinya diri sebagai jalan untuk bisa mengenal Allah.

Jenang manggul maknanya adalah manusia harus menjunjung tinggi kebaikan leluhur yang telah mewariskan segala pengetahuan. Jenang suran maknanya waktu itu terbatas, manusia seharusnya ingat masa lalu dan memperbaiki masa depan. Jenang timbul mempunyai makna harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Manusia harus ingat Allah dan selalu berdoa untuk mewujudkan harapannya menjadi kenyataan.

Jenang grendul maknanya kehidupan itu seperti roda yang berputar, kadang di atas kadang di bawah. Jenang sumsum maknanya pada diri manusia melekat sifat kelemahan dan kekuatan. Jenang lahan maknanya agar melepaskan semua nafsu negatif, iri, dengki, sombong dan sebagainya di hadapan Allah. Jenang pati maknanya melebur nafsu dan pasrah kepada Allah.

Jenang kolep maknanya manusia sebagai mahkluk sosial selalu dihadapkan pada perbedaan. Menghormati dan menghargai perbedaan menjadi nilai yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Jenang ngangrang maknanya manusia seharusnya belajar mengontrol emosi kemarahannya agar kekuatan pada dirinya bisa bermanfaat untuk sesama.

Jenang taming maknanya belajar menjaga kekuatan dengan berdoa kepada Allah dan mengenali serta memahami kelemahan diri sendiri. Jenang lemu mawi sambel goreng maknanya manusia agar tak lemah membangun semangat baru dalam kehidupan. Jenang koloh maknanya kesempurnaan adalah tujuan hakiki kehidupan manusia, yang sering dilalaikan dalam kesibukan sehari-hari.

Jenang katul maknanya kita hidup tak bisa berdiri sendiri karena selalu membutuhkan orang lain. Jenang warni empat maknanya simbul nafsu yang melekat pada diri manusia. Warna merah simbol amarah. Putih menyimbolkan Muthamainah, kuning artinya aluamah dan hijau maknanya sufiyah (nafsu yang selalu ingin memiliki duniawi. (NDY)

Reog Ponorogo Hipnotis Warga Australia

this formate

CANBERRA, bisniswisata.co.id: Reog Ponorogo Singo Budoyo Mudho mengundang decak kagum sekaligus menghipmotis warga Australia. Kesenian tradisional khas Ponorogo Jawa Timur (Jatim) ini, unjuk kebolehan di Panggung Budaya untuk memeriahkan National Multicultural Festival (NMF) 2019, yang digelar di Canberra, Sabtu (16/2/2019).

Gelaran National Multicultural Festival ini, Indonesia juga mempersembahkan tarian Papua, tarian Kuda Lumping yang didukung Sanggar Tari Nusantara Sydney, pelajar Indonesia di Australia dan staf KBRI Canberra. Juga serta workshop alat musik Rindik khas Bali. Para seniman ini didatangkan langsung dari Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Di atas panggung, penampilan Reog Ponorogo mampu menghipnotis pengunjung dibandingkan penampilan peserta lainnya dari China, India, atau Nepal. Penampilan Panggung Budaya NMF 2019 diikuti penampilan dari berbagai belahan dunia dari Eropa, Amerika, Timur-Tengah, Afrika dan Asia Pasifik.

Selain Panggung Budaya, Indonesia juga berpartisipsi Parade yang dilakukan di sepanjang jalan London Circuit yang berada di pusat Kota Canberra. Penampilan kesenian Indonesia sangat dielu-elukan dan menjadi sasaran bidikan kamera para penonton.

Kata-kata ‘Wow’ berulang kali terlontar dari para penonton ketika menyaksikan parade Indonesia khususnya para peraga Reog Ponorogo yang dikelilingi para penari staf KBRI yang berpakaian Warok dan Jathil, berlenggak-lenggok memamerkan keindahan gerakan dan kostumnya.

Michelle (16 tahun), warga Canberra Australia, salah satu penonton yang hadir, mengaku sangat mengagumi tarian dan kostum Reog Ponorogo. “Menurut penilaian saya, penampilan Indonesia sangat unik, menarik, dan mistis,” ujar pelaja di Melrose Highschool Canberra ini, dalam siaran pers yang dikirim KBRI Australia, Ahad (17/2/2019).

Hal senada juga dilontarkan Eliza Kikert (38). Wanita asal Gungahlin Canberra mengaku tak pernah ketinggalan menghadiri NMF dalam 6 tahun terakhir, menyebut keikutsertaan Indonesia di NMF dalam beberapa tahun terakhir ini semakin menarik dan terbukti telah memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan multibudaya di Canberra.

“Tarian reog dari Indonesia sangat fantastis, benar-benar menakjubkan. Saya benar-benar kagum dan pertama kali saya melihat tarian hebat ini. Saya pernah ke Indonesia tapi tak pernah melihat tarian seperti, paling melihat tarian Bali,” sambungnya.

Dalam ajang National Multicultural Festival 2019 ini, Paviliun Indonesia yang dibuka oleh KBRI Canberra juga menjadi salah satu stand yang paling besar dibandingkan kedutaan besar asing lainnya yang ikut festival tahunan ini.

Menteri urusan Multikultural Canberra, Chris Steel, dan Komisioner untuk International Engagement Kota Canberra, Brendan Smyth menyempatkan diri mengunjungi Paviliun Indonesia yang berada di ASEAN Village.

Acara pembukaan ASEAN Village di NMF tahun ini dihadiri oleh seluruh Duta Besar negara anggota ASEAN di Canberra serta wakil dari Pemerintah Australian Capital Territory. Acara pembukaan ASEAN Village ditandai dengan pemukulan Gong Bali yang memang sudah menjadi alat musik popular di Indonesia.

Selain pertunjukan budaya negara anggota ASEAN, ditampilkan juga Joget Berhibur oleh Malaysia, alunan musik petik oleh Filipina, dan tarian tradisional Fhon Khom Khum dari Thailand.

Di Paviliun Indonesia disajikan berbagai barang promosi budaya Indonesia mulai dari daerah Jawa hingga Bali. Beberapa pengunjung terlihat memadati Paviliun Indonesia dan mengambil brosur pariwisata Indonesia yang memang sengaja disediakan. Sambil melihat tampilan video promosi pariwisata, pengunjung juga terlihat bertanya mengenai “10 Bali Baru” destinasi pariwisata Indonesia.

Bahkan tidak sedikit pengunjung yang mengaku penasaran ingin berkunjung langsung ke Indonesia untuk mempraktikkan bahasa Indonesia yang pernah dipelajari di sekolah sebelumnya.

Tidak hanya itu, Paviliun Indonesia juga memamerkan dan membagikan sampel berbagai produk-produk Indonesia yang telah merambah pasar Australia, seperti kerajinan rotan, mie instan, bumbu dapur, minuman dalam kemasan, snack, dan lainnya. Barang- barang produk Indonesia ini merupakan kerja sama antara Kementerian Perdagangan dengan DWP KBRI Canberra.

Tidak ketinggalan Becak dan Ondel-Ondel Betawi sebagai photo booth menjadi atraksi tersendiri bagi Pengunjung yang hadir untuk selfie atau foto bersama keluarga.

Menurut Duta Besar RI untuk Australia, Kristiarto Legowo, partisipasi Indonesia di NMF bertujuan untuk mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia di kalangan publik Australia. Bahkan, setiap kali mengikuti NMF, Tim Parade dan juga Paviliun Indonesia senantiasa menjadi primadona pengunjung.

“Posisi Indonesia sebagai destinasi terfavorit bagi wisatawan, pelajar, mahasiswa serta sukarelawan Australia yang berplesiran ke luar negeri setelah Selandia Baru, semakin memotivasi KBRI untuk selalu menggelar berbagai bentuk promosi yang inovatif”, ujar diplomat senior yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal di Kemlu RI.

NMF merupakan ajang perhelatan multi seni-budaya dan makanan serta tarian terbesar di Ibu Kota Australia yang diadakan setiap tahun dan diikuti oleh komunitas dari berbagai negara di dunia. Rata-rata pengunjung yang datang mencapai hampir 300 ribu orang. Partisipasi Indonesia pada ajang multi-seni budaya di Canberra ini sudah menjadi acara tahunan yang selalu ditunggu oleh Publik Australia. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Kunjungan Wisatawan ke Kepulauan Seribu Terjun Bebas

this formate

KEPULAUAN SERIBU, bisniswisata.co.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu mendapat pengaduan dari para pemilik Pulau Resort dan kawasan wisata di kepulauan yang ada di atas kota Jakarta. Pengaduan itu terkait penurunan wisatawan yang terjun bebas hingga 50 persen. Merosotnya kunjungan ini sangat merugikan bisnis hotel dan pariwisata.

“Memang sejak musibah tsunami di Selat Sunda berdampak kepada kunjungan wisatawan bukan hanya di Pulau Resort tetapi di Pulau-pulau Wisata Permukiman maupun objek wisata d kawasan Kepulauan Seribu hingga 50 persen,” papar Asisten Pemerintahan Kepulauan Seribu, Arif Wibowo dalam keterangan tertulisnya, Ahad (17/02/2019).

Ia menuturkan, Pemkab Kepulauan Seribu akan mengundang para pemilik Pulau Resort maupun agen travel dalam waktu dekat. Hal itu dilakukan untuk mencari solusi membangkitkan kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu.

Selain itu, Pemkab Kepulauan Seribu juga akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Arif melanjutkan, untuk memasikan wilayah Kepulauan Seribu aman dan tidak terdampak tsunami.

Sehingga wisatawan tidak perlu khawatir berlibur ke pulau-pulau wisata yang ada di Kepulauan Seribu. “Pemkab sudah melakukan berbagai event melalui Sudin Pariwisata dan Kebudayaan untuk menarik wisatawan lokal dan mancanegara,” ujarnya.

Pemkab juga mendapatkan pengaduan dari warga mengenai pagar rumah dinas SDN 02 Pulau Tidung yang sudah doyong. Arif menambahkan, ada pula batu besar di pintu masuk pelabuhan utara yang mengakibatkan kapal berukuran besar tidak bisa masuk.

Ia mengatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti ke Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu untuk persoalan pagar rumah dinas. Sementara Suku Dinas Perhubungan terkait batu besar yang harus segera diangkat.

Beberapa destinasi wisata di Kepulauan Seribu antara lain:

#. Pulau Bidadari

Pulau Bidadari atau sempat dikenal dengan Pulau Sakit merupakan salah satu resor di Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta. Nama Pulau Sakit diperoleh pada zaman kejayaan Belanda di tanah Jakarta ketika VOC membangun rumah sakit kusta di area ini. Seiring dengan perkembangan sejarah, bukan hanya nama Pulau Sakit yang ditinggalkan, melainkan berbagai peninggalan Belanda yang masih tersisa di sini.

Sempat tak berpenghuni hingga tahun 1970, siapa sangka kini Pulau Bidadari justru menjadi lokasi yang cukup digemari para traveller. Pasalnya, Pulau Bidadari memiliki floating cottage alias resor yang berada di atas laut. Namun, cottage di darat dengan model panggung dan non-panggung juga tersedia di sini.

Pulau Bidadari memiliki berbagai fasilitas bermain, mulai dari banan boat hingga jetski bisa ditemui di sini. Yang menyenangkan, pulau ini juga dekat dengan Pulau Onrust. Traveller yang mengunjungi Pulau Bidadari pun bisa menyewa speedboat untuk menyebrang ke sana. Bila ingin berwisata air, bisa bermain dengan banana boat, jetski, kano, kayak laut, memancing dan berenang di pantai.

Di bibir pantai terdapat sejumlah pendopo untuk tempat duduk bersantai atau sekadar rebahan melepas kepenatan dan menikmati sejuknya hembusan angin pantai. Resor Pulau Bidadari juga memiliki taman yang berada di bawah rindangnya pohon-pohon sehingga tak perlu khawatir akan kepanasan.

Bila pengunjung hendak menyeberang ke Pulau Onrust, pengelola pulau menyediakan speedboat kecil untuk mengantar. Berkapasitas hingga ratusan orang, pulau ini cocok dijadikan lokasi outbond, gathering maupun outing.

#. Pulau Sepa

Hamparan pasir putih dengan bibir pantai yang landai ternyata bisa ditemui di wilayah Jakarta. Melangkah ke Kepulauan Seribu, Anda bisa mengunjungi Pulau Sepa yang menawarkan keindahan alam nan menawan.

Tak hanya pemandangan pasir putih yang memesona, Pulau Sepa juga menjadi lokasi ideal untuk snorkelling, diving, ataupun sekadar berenang. Pasalnya, lokasi ini memiliki titik diving yang bisa dieksplor para diver. Sama seperti sejumlah Pulau lain di Kepulauan Seribu, Pulau Sepa dilengkapi dengan fasilitasi cottage, banana boat, play ground, canoe, dan lain-lain.

Tak kalah menarik, selain bisa menikmati keindahan biota laut di pulau ini, Anda juga bisa berkunjung ke konservasi Penyu Sisik dan Terumbu Karang yang dikelola secara alami. Pilihan cottage yang tersedia pun cukup beragam, namun cottage yang mengapung di atas permukaan laut menjadi salah satu favorit para traveller.

#. Pulau Pari
Pulau Pari merupakan salah satu destinasi yang cukup populer di kalangan traveller Ibu Kota. Pasalnya, pulau ini memiliki tiga pantai yang menawan, yakni Pantai Pasir Perawan, LIPI, dan Kresek. Berkunjung ke Pantai Pasir Perawan, Anda bisa merasakan pengalaman bermain pasir putih dengan ombak tenang dari air laut yang jernih.

Keindahan dari pantai unggulan Pulau Pari ini juga bisa Anda nikmati dengan bersepeda di pinggir pantai atau melihat sunrise dan sunset. Selain Pantai Pasir Perawan, area Pulau Pari juga memiliki pusat konservasi penelitian oceanografi Indonesia. Di sisi barat Pulau Perawan terdapat area pemeliharaan dan penelitian biota serta tanaman laut yang dikelola oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Nama pantai ini pun disebut Pantai LIPI. Sebagai lokasi pemeliharaan, sudah tak diragukan lagi jika pantai LIPI memiliki pemadangan yang menakjubkan. Menikmati sunset di pantai ini menjadi rekomendasi yang mungkin bisa Anda coba. Tak jauh dari Pantai Lipi, Anda juga bisa menemui Pantai Kresek. Pasir ini memiliki hamparan pasir putih yang luas dengan padang ilalang yang tentunya instagramable. (redaksibisniswisata@gmail.com)

OYO Hotels Ekspansi Ke Medan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: OYO Hotels, jaringan hotel berbasis teknologi kembali melakukan ekspansi dengan membuka cabang di Medan, Sumatra Utara.Kini OYO Hotels resmi beroperasi di Medan dengan lebih dari 12 hotel dan lebih dari 500 kamar eksklusif. Di Indonesia telah tersedia lebih dari 200 hotel dengan sekitar 6.000 kamar di seluruh Indonesia.

“Medan menjadi pilihan lokasi untuk memperluas jaringannya karena menjadi salah satu kota bisnis terpenting di luar pulau Jawa,” papar
Country Head OYO Indonesia Rishabh Gupta dalam keterangan tertulis, Ahad (17/02/2019).

Dilanjutkan, akses menuju pusat kota dari pelabuhan dan bandara ditunjang jalan tol yang terintegrasi dengan kereta api, membuat Medan menjadi kota yang dinamis. Potensi perkembangan kota Medan merupakan peluang besar bagi pengembangan industri hotel budget lokal

OYO Hotels, kata Rishab, memiliki kelebihan dengan memaksimalkan keahlian dalam bidang pengelolaan perhotelan, operasional, teknologi, dan pelatihan serta penempatan staff, sehingga ketika memesan layanan OYO Hotels, para tamu mendapatkan jaminan fasilitas dan layanan terstandarisasi di seluruh jaringan OYO Hotels, di lebih dari 200 hotel di Indonesia.

“Setiap properti di jaringan OYO Hotels dilengkapi dengan fitur-fitur utama termasuk AC, televisi, WiFi gratis, air panas, perlengkapan mandi, dan kamar mandi yang higienis,” tambahnya.

Dengan hadirnya di kota Medan, wisatawan yang datang ke Medan dapat dengan mudah memesan akomodasi yang terstandarisasi melalui saluran online dan offline, termasuk aplikasi OYO, situs web, atau call centre, sambungnya.

Diakui, OYO Hotels mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan sejak mulai beroperasi di Medan. Saat ini, OYO memiliki lebih dari 12 hotel dengan lebih dari 500 kamar eksklusif, serta lebih dari 50 pegawai OYO. Setiap OYO Hotel menerapkan teknologi dalam setiap aspek operasional mereka dan kami juga fokus melatih staf hotel, guna menghilangkan kesenjangan kualitas layanan.

“Kami berharap dapat mereplikasi kinerja ini di Medan dalam beberapa bulan mendatang dan menjadikannya Kota OYO,” tegasnya sambil menambahkan secara nasional, OYO telah mengalami pertumbuhan bisnis sebesar lima kali lipat, karena kehadirannya di beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, Palembang, Yogyakarta, dan kota lainnya.

Sejak resmi beroperasi di Indonesia pada Oktober 2018, Jaringan OYO Hotels telah memiliki lebih dari 200 hotel di 30 kota dan rata-rata mengalami peningkatan okupansi kamar sebesar 80% jika dibandingkan sebelum bergabung dengan jaringan OYO Hotels.

“Melalui teknologi dan kemampuan mentransformasi serta menjalankan bisnis perhotelan, OYO Hotels juga sukses menambah 70 hotel dalam jaringannya setiap bulan,” lontarnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Disayangkan, Debat Capres Tak Masukkan Isu Pariwisata

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pelaku usaha pariwisata menyayangkan isu pariwisata tidak disinggung, apalagi dimasukkan dalam debat capres-cawapres 2019. Padahal, industri pariwisata bisa menjadi penyumbang devisa terbesar. Tahun 2016 mencapai USD 13,5 miliar, tahun 2017 tembus US$ 15 Mili dan tahun 2018 saja mencapai 17 miliar dolar AS, hanya satu tingkat di bawah CPO.

Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) sangat menyayangkan pariwisata tak masuk dalam debat capres 2019. Padahal ini sangat penting dan sangat perlu karena pariwisata bisa menyerap lapangan tenaga kerja yang sangat besar.

“Namun kami menyadari tidak masuknya Pariwisata dalam Debat Capres, karena Pariwisata selama ini belum menjadi Sektor Pariwisata, namun dianggap hanya berupa bidang Pariwisata saja. Padahal sektor itu memiliki nilai strategis ketimbang bidang,” papar Ketua Umum ICPI Prof. Azril Azahari, PhD kepada Bisniswisata.co.id, Ahad (17/02/2019).

Sebagai salah satu bidang yang sedang dan digandrungi banyak pihak, lanjut pengamat pariwisata ini, pariwisata rupanya tidak bisa berjalan sendiri. Ada beberapa aspek yang sangat terkait, termasuk yang menjadi tema untuk debat capres kedua di Pilpres 2019 yakni pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. “Karena itu pariwisata tak dibahas khusus dalam debat Capres,” ucapnya.

Dilanjutkan, sektor pangan, sumber daya alam, dan lingkungan hidup juga memiliki ikatan kuat dengan pariwisata. Karena menurutnya saat ini pariwisata sudah masuk ke dalam tahap keberlangsungan, sehingga lingkungan hidup adalah aspek yang sangat penting. “Nah jika pariwisata sudah menjadi sektor, maka dia bisa berdiri sendiri,” tandasnya.

“Bukti pariwisata masih kategori bidang, coba chek di Badan Pusat Statistik (BPS). Padahal yang disebut sektor pariwisata disejajarkan dengan sektor lainnya yang ada. Karena itu, saya juga sangat meragukan dengan data pariwisata selama ini yang dikeluarkan. Karena Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia yang diterbitkan BPS, tidak match dengan Jenis usaha yang diterbitkan oleh KEMENPAR melalui PERMENPAR No 10 thn 2018,” ungkapnya serius.

Dicontohkan pengukuran Makro Ekonomi bukanlah dihitung dari jumlah devisa, tapi dari kontribusi Pariwisata terhadap PDB (Produk Donestik Bruto). Sedangkan kontribusi Pariwisata terhadap PDB hanya 5,6 %. “Jadi jauh dibawah Pertanian dan Minyak/Sawit. Kesalahan kita mungkin kurang faham dengan pengukuran atas makro ekonomi kita,” papar Prof Azril.

Menurutnya, siapa pun yang kelak menjadi President harus mampu mengembangkan pariwisata jadi Sektor tersendiri serta harus mampu menghitung Perencanaan TK bidang Pariwisata, yang sampai saat ini Belum ada.

“Saya menilai kerugian yang besar jika pariwisata tidak masuk dalam Debat Capres. Pariwisata yang seharusnya menjadi Sektor yang harus berdiri sendiri akan terabaikan dan tidak menjadi titik perhatian maupun prioritas. Jadi yang harus dibenahi bila pariwisata mau disejajarkan dengan Sektor atau Lapangan Usaha lainnya yang sudah baku,” sambungnya.

Di tempat terpisah, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didin Junaedy mengaku kecewa masalah pariwisata tak masuk dalam debat capres 2019, padahal pariwisata memiliki nilai ekonomi yang strategis, mampu menciptakan lapangan kerja yang besar hingga mensejahterakan masyarakat hingga ke pelosok nusnatara, terutama yang memiliki obyek wisata.

“Pariwisata ini alurnya ke ekonomi, jangan di budaya atau kesra. Jadi, pariwisata nanti harus menjadi salah satu prioritas penbangunan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat karena pariwisata itu langsung bersinggungan dengan rakyat,” papar Didin saat menghadiri acara penandatanganan Kuningan MICE Alliance di Jakarta, akhir pekan ini.

Padahal, lanjut Didin, Indonesia ke depan hidup dari pariwisata. Peluang pariwisata Indonesia sangat besar untuk menjadi yang terbaik di dunia. Presiden Jokowi pada Ulang Tahun ke-50 PHRI, bahwa Indonesia masuk deretan 6 besar negara terindah di dunia versi penerbit ternama Inggris, Rough Guides. Kedua, Indonesia juga masuk 10 besar negara yang wajib dikunjungi pada 2019. Persisnya, Indonesia menempati nomor 7, dan menjadi satu-satunya negara ASEAN yang lolos top 10 versi Lonely Planet.

Selain itu Pariwisat menjadi penghasil devisa terbesar di Indonesia 2018, dengan 17 miliar dolar AS. Angka itu sudah mengalahkan CPO (crude palm oil) atau minyak kelapa sawit, juga oil and gas, minyak dan gas bumi. “Pariwisata menjadi penghasil devisa nomor satu Indonesia. Lho kenapa tidak masuk dalam bahasan Debat Capres, ini yag membuat saya kecewa,” lontarnya.

Debat capres kedua akan digelar di Hotel Sultan, Jakarta, dan dimulai pukul 20.00 WIB. Pembaca berita Tommy Tjokro dan Anisha Dashuki diplot sebagai moderator sekaligus memandu jalannya debat capres kedua ini. Nama Najwa Shihab sempat menjadi kandidat kuat moderator debat sebelum akhirnya KPU memutuskan Tommy dan Anisha.

Tim panelis beranggotakan Joni Hermana (Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember), Nur Hidayati (Direktur Eksekutif Walhi), Arif Satria (Rektor Institut Pertanian Bogor), Irwandy Arif (ahli pertambangan Institut Teknologi Bandung), Ahmad Agus Setiawan (pakar energi Universitas Gadjah Mada), Sudharto Prawata Hadi (pakar Lingkungan Hidup), Dewi Kartika (Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA). (ENDY)

Diterjang Angin Kencang, Bandara Notohadinegoro Rusak

this formate

JEMBER, bisniswisata.co.id: Bandara Notohadinegoro di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (16/2) petang, diterjang angin kencang. Akibatnya, sejumlah fasilitas di bandara tersebut mengalami kerusakan.

“Ada beberapa titik di kawasan bandara yang mengalami kerusakan seperti pos parkir, sejumlah kaca pecah, tiang bendera patah, sebagian plafon bandara rusak dan kami masih melakukan pendataan kerusakan hingga malam ini,” kata Kepala Bidang Kedarutatan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo dilansir Antara, Ahad (17/02/2019)

Selain itu, satu petugas bandara mengalami luka-luka karena terkena pecahan kaca, namun korban sudah mendapat pertolongan dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan beberapa jahitan. “Akses jalan menuju bandara macet total karena banyaknya pohon tumbang yang melintang ke tengah jalan, sehingga petugas BPBD juga masih melakukan pembersihan jalur menuju Bandara Notohadinegoro,” katanya.

Kepala Bandara Notohadinegoro Jember Edy Purnomo membenarkan kerusakan sejumlah fasilitas bandara akibat angin kencang. “Seluruh petugas di bandara masih sibuk mengembalikan fungsi Bandara Notohadinegoro Jember secara optimal karena diharapkan penerbangan tetap beroperasi pada Minggu (17/2),” lontarnya.

Manajer Garuda Indonesia Wilayah Jember Heru Joko Satria mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bandara Notohadinegoro Jember terkait dengan aktivitas penerbangan karena pihak bandara menyatakan aman dan bandara tetap beroperasi, meskipun ada sejumlah kerusakan fasilitas bandara akibat angin kencang.

“Penerbangan Garuda rute Surabaya-Jember pulang pergi (PP) pada Minggu (17/2) tetap sesuai jadwal karena pihak Bandara Notohadigoro Jember memastikan aktivitas penerbangan aman dan tetap beroperasi,” ujarnya.

Berdasarkan data BPBD Jember tercatat ada tiga warga yang mengalami luka ringan terdampak angin kencang yang terjadi di Kecamatan Sumbersari dan Ajung, sedangkan di beberapa kecamatan sejumlah pohon tumbang menghambat akses jalan karena melintang di jalan.

Pohon tumbang di Kecamatan Patrang menyebabkan akses jalan terganggu, kemudian di Kecamatan Sumbersari terdapat beberapa pohon tumbang yang menimpa ambulans di Puskesmas Sumbersari rusak ringan hingga menyebabkan dua orang mengalami luka ringan.

Di Kecamatan Ajung, pohon tumbang menimpa tujuh rumah warga, pohon tumbang di sepanjang akses jalan menuju Bandara Notohadinegoro Jember menyebabkan satu orang mengalami luka, di Kecamatan Mumbulsari juga terdapat pohon tumbang yang menimpa sebuah warung di pinggir jalan. (NDY)

Tren Fesyen: Bulu Binatang Ditentang, Imitasi Jadi Solusi

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Tahun 2019, banyak rumah mode menghentikan penggunaan bulu binatang pada produknya. Burberry, Gucci, Versace, Coach hanyalah beberapa label besar yang menentang kekejaman terhadap binatang dalam beberapa tahun terakhir ini.

Label-label ternama itu melarang penggunaan bahan dari binatang dalam koleksi mereka. Sebagai alternatif, mereka menggunakan bahan imitasi. Para pengecer juga melakukan tindakan yang sama.

Baru-baru ini, platfrom pengecer fesyen kelas atas FarFetch juga mengeluarkan pernyataan hanya menjual produk yang tak memakai bulu binatang pada Desember 2019. Bulan September 2017 juga menandai perubahan di seluruh industri mode.

London Fashion Week menjadi pekan mode besar pertama yang tak lagi memamerkan busana berbahan bulu di atas catwalk. Langkah ini disambut baik oleh organisasi perlidungan hewan PETA.

PETA juga mengeluarkan tanggapan pada berita Victoria Beckham yang turut melarang penggunaaan kulit binatang eksotis dari koleksinya, setelah melakukan proses banding dengan organisasi tersebut. “Di balik tas atau sepatu berbahan kulit buaya, ular, atau kadal ada kematian yang kejam,” komentar Elia Allen selaku Direktur PETA seperti dilansir celebrityinsider.

Menurutnya, keputusan Victoria Beckham melarang penggunaan kulit hewan eksotis akan mengurangi jumlah kematian hewan yang mulai punah. Untuk itu, organisasi PETA meminta merek-merek mewah lainnya untuk mengikuti contoh baik ini.

Apa yang dilakukan oleh label fesyen milik istri David Beckham juga dilakukan oleh label ternama lainnya, seperti Chanel, Vivienne Westwood dan Diane von Furstenberg. Semua merek mewah itu telah menghapus penggunaan kulit binatang eksotis. Perubahan nyata benar-benar terjadi dalam industri fesyen.

Sejauh ini, banyak label ternama, pengecer dan peritel high street telah berkomitmen untuk menggunakan produk bebas bulu dan kulit binatang eksotis dalam beberapa tahun terakhir.

Memang, beberapa rumah mode masih menggunakan bulu binatang dalam jumlah minimalis pada produknya. Namun, label ternama seperti Gucci telah menghapus penuh penggunaan bulu binatang. Langkah ini telah menjadi berita utama sejak Oktober 2017 dan menjadi momen penting dalam industri mode.

Sejumlah label, seperti Vivienne Westwood dan Ralph Lauren juga telah menghapus bahan bulu binatang dari produk mereka selama lebih dari satu dekad. Label lainnya seperti Stella McCartney dan Kate Spade tidak pernah menggunakan bulu binatang dalam koleksi mereka dalam setahun terakhir ini. Langkah ini pun diikuti oleh banyak merek besar lainnya.

Sayangnya, masih ada rumah mode ternama yang menggunakan bahan bulu dan kulit binatang eksotis dalam koleksinya, seperti Dior, Saint Laurent dan Louis Vuitton. PETA saat ini tengah menjalankan kampanya untuk mendesak mereka agar segera mengentikannya.

Berikut rumah mode melarang penggunaan bulu binatang: Coach pada koleksi musim gugur/musim dingin tahun 2019, Chanel pada November 2018, Jean Paul Gaultier pada November 2018, Gucci pada koleksi musim semi/musim panas 2018, Michael Kors pada Desember 2018, Victoria Beckham pada koleksi musim gugur/musim dingin 2019, Burberry pada koleksi musim gugur/ musim dingin 2019.

Selain itu, Jimmy Choo pada Desember 2018, Versace pada koleksi musim gugur/dingin 2019, Diane von Furstenberg pada koleksi musim gugur musim dingin 2019, John Galliano pada koleksi musim gugur/musim dingin 2019, 3.1 Phillip Lim pada koleksi musim gugur/musim dingin 2019, Giorgio Armani pada Maret 2016, Vivienne Westwood pada 2007, Ralph Lauren pada April 2007, Tommy Hilfiger pada Maret 2007, J. Crew pada Januari 2005 dan Calvin Klein pada Februari 1994

Saat ini, sangat jarang peritel high street yang menjual produk berbahan bulu. Banyak dari mereka berkomitmen untuk melarang penggunaan bahan bulu binatang dalam beberapa terakhir ini. Hanya sedikit dari mereka yang pernah menjual produk dengan bahan kulit biantang eksotik.

Baru-baru ini, peritel Mango telah bersumpah untuk berhenti menggunakan bulu dan kulit eksotis di lini produknya setelah mengadakan pertemuan dengan PETA. Peritel high street yang populer memiliki total 2.060 toko di 104 negara yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Berikut beberapa peritel high street yang melarang penggunaan bulu: Mango sejak November 2011, Gap sejak November 2016, H&M sejak November 2016, Topshop sejak Desember 2004, Urban Outfitters sejak Maret 2009, Zara sejak November 2016

Dalam hal mengambil sikap penentangan pada kekejaman hewan, pengecer fesyen juga memiliki tanggung jawab yang sama besarnya. Beberapa tahun terakhir, banyak pengecer mendapatkan pujian karena berkomitmen untuk menghapuskan penjualan bulu, kulit binatang eksotis dan bahan-bahan lain yang berkontribusi terhadap kekejaman terhadap binatang.

ASOS, misalnya, mendapat tepuk tangan dari PETA ketika mengumumkan tidak lagi menjual pakaian yang terbuat dari mohair, sutra, kasmir atau bulu pada tahun 2018. Langkah ini merupakan jawaban atas video mengenai produksi mohair di Afrika Selatan, yang dirilis PETA pada Mei 2018.

Berikut beberapa pengecer fesyen yang melarang penggunaan bulu binatang: FarFetch sejak Desember 2019, ASOS memperkenalkan larangan mohair, sutra, kasmir, dan bulu pada Juni 2018. Sebelumnya, Asos tidak pernah menjual produk berbahan bulu. Yoox Net-a-Porter pada Juni 2017 dan Selfridges pada 2004. (NDY)

Prawirotaman Festival, Kegiatan Jogja Heboh Untuk Atasi Low Season

this formate

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Prawirotaman Festival menggelar Fashion on the Street di Jalan Prawirotaman yang menampilkan karya desainer muda dari Jogja. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan event Jogja Heboh atasi low season kunjungan wisman.

Prawirotaman Festival sendiri merupakan sebuah event yang menggabungkan antara seni, musik, fashion dan kuliner. Festival dibuka oleh L’Mar  yang menampilkan fashion show di jalanan Prawirotaman.

Didukung oleh Paguyuban Pengusaha Pariwisata Prawirotaman (P4Y), KADIN DIY, dan L’Mar, Festival ini menampilkan karya dari desainer muda Jogja dibawah naungan Klamb 7 antara lain Aini Anendra, Anggraini Hermana, Fariz Ashar, Rony Billiardo, dan Yuliana Fitri. Mereka menampilkan berbagai desain terbaru dari kain lurik dan juga batik.

Untuk menambah kemeriahan di acara tersebut, ditampilkan dua desainer ternama. Yang pertama adalah Lanny Amborowati desainer dari Jogja dan kedua adalah Raegita Zoro desainer tami  dari Jakarta.

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi berharap, acara ini mampu menjadi bagian dari peningkatan aktivitas ekonomi di Jogja. Jogja menurutnya sudah lama dikenal sebagai kota fashion.

“Segala jenis industri butik dan kain di Jogja sangat banyak. Ini adalah penguatan kita menjadikan Jogja sebagai kota industri kreatif,” katanya.

Jogja Heboh sendiri merupakan acara yang diselenggarakan oleh KADIN DIY bersama dengan PHRI Jogja dan ASITA DIY untuk menyemarakan Jogja di bulan Februari yang merupakan  bulan kunjungan wisata terendah dalam satu tahun ( low season).

Prawirotaman sebagai Kampung Bule atau Kampung Wisata merupakan kawasan dengan pilihan hotel, restoran dan fasilitas pendukung bagi para wisatawan yang datang ke Jogja sehingga dipilih menjadi salah satu lokasi strategis bagi Jogja Heboh 2019.

Dari rangkaian acara juga ada free tour Prawirotaman, Before and Now oleh Via Via Jogja yang mengusung tema perkembangan Prawirotaman sebagai kampung batik pada tempo dulu hingga menjadi kawasan wisata saat ini.

Para peserta diajak berkeliling ke seputaran Prawirotaman untuk merasakan atmosfer Kampung Prawirotaman .Free tour ini berlangsung selama 2 hari setiap pukul 14.00wib dengan reservasi di Via Via Jogja.

Di akhir pekan ini masih ada Mangkuyudan Gayeng Local Heroes Tirtodipuran Prawirotaman Carnival.
Acara ini merupakan ajang silaturahmi seniman Jogja untuk guyub rukun dalam berkesenian.

Di kampung seni ini ditampilkan banyak pertunjukan musik tradisional, musik modern, seni tari maupun seni rupa untuk menghibur masyarakat domestik maupun mancanegara. Bersama acara ini akan digelar bazar kuliner dan berbagai souvenir etnik.

Objek Wisata Miskin Daya Tarik di Kota Turis Dunia

this formate

TOKYO, bisniswisata.co.id: Traveling, salah satu solusi terbaik membuang penat, mengisi energi, dan menyegarkan pikiran. Tapi hal itu hanya terjadi jika kamu traveling ke tempat yang tepat. Jika salah memilih tempat, yang ada kamu akan semakin bingung saat ingin mengeksplorasi tempat yang dikunjungi. Kemungkinan terburuknya, mati gaya pastinya.

Apalagi destinasi wisata itu berada di kota turis dunia. Akibatnya, buang-buang uang, bikin lelah, capek, sakit hati dan dongkol.Nah, supaya tidak terjadi, sebaiknya memilih kota yang memang dikenal sebagai tujuan wisata yang menarik.

Sehingga nantinya kamu tidak merasa sia-sia, bahkan bisa mati gaya karena menghabiskan waktu dan biaya hanya untuk berkunjung ke kota tersebut. Sejumlah kota turis bisa jadi dianggap sebagai destinasi turis terbaik di dunia. Namun, tidak semua objek wisata di sana memuaskan. Selalu ada lokasi yang miskin daya tarik, membosankan, dan kurang menarik dikunjungi.

Ada baiknya menghindari objek wisata demikian dan mencari lokasi lain yang lebih atraktif. Berikut objek wisata menjemukan di kota-kota turis terbaik dari berbagai belahan dunia karena beberapa alasan, seperti diulas laman Stuff, Ahad (17/02/2019).

#. Odaiba di Tokyo, Jepang

Pulau artifisial di teluk Tokyo ini jauh berbeda dengan kota pusatnya yang autentik dan penuh hal menarik. Untuk apa mengunjungi area industrial tua yang dipenuhi mal dan restoran gaya Amerika? Lebih baik beralih ke distrik Shinjuku, Ebisu, atau Nakameguro.

#. Rathaus-Glockenspiel di Munich, Jerman

Objek wisata kuno ini membikin penasaran di awal tapi membuat kecewa di akhir. Rathaus-Glockenspiel hanya menampilkan sejumlah figurin berputar diiringi musik selama 12 menit. Jauh lebih menyenangkan menyambangi objek wisata lain di Munich.

#. A Symphony of Lights di Hong Kong

Jangan terjebak dengan iming-iming A Symphony of Lights di Hong Kong karena itu hanya sekumpulan gedung pencakar langit yang menembakkan cahaya ke langit. Daripada bertandang ke sana, lebih baik berkunjung ke pasar malam, wisata air, atau berburu kuliner.

#. Salisbury, Adelaide Utara

Tidak banyak yang bisa Anda temui di Salisbury, Adelaide Utara Australia. Di sini, kita akan lebih banyak menjumpai tempat pelelangan mobil bekas.

#. Forbidden City di Beijing, Cina
Beijing adalah kota yang hebat, kecuali untuk salah satu bagiannya yang dijuluki Forbidden City. Namanya memang terkesan gelap dan misterius. Tetapi, menyimak parade di sana tidak semenarik yang dibayangkan dan hanya membuat terjebak berjam-jam di kerumunan.

#. Spanish Steps di Roma, Italia
Daripada melihat tangga yang kurang cantik di Spanish Steps, lebih baik pelancong menetapkan pilihan pada objek wisata lain di Roma, Italia. Pemandangan bangunan klasik, museum, galeri seni, kedai kopi, dan restoran penuh makanan lezat akan jauh lebih menarik dinikmati.

#. Port Augusta, Australia Selatan

Port Augusta merupakan tempat persinggahan sebelum turis menuju Adelaide. Namun, turis benar-benar tidak bisa menikmati suasana di Port Augusta. Karena, tidak ada daya tarik seperti mal atau tempat hiburan. Tempat ini hanya merupakan tempat yang gersang.

#. Casablanca, Maroko

Membayangkan Maroko sebagai kota yang eksotis dan romantis, apalagi setelah melihat penampakannya di film Casablanca. Sayangnya, kenyataan tidak seindah yang dibayangkan. Casablanca adalah sebuah kota kecil yang kumuh dan dipenuhi penjual yang menjual barang-barang murah. (NDY)

Penerbangan Langsung Moskow-Denpasar Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Rusia ke Indonesia  

this formate

Pertemuan Dubes RI Moskow M. Wahid Supriyadi dengan pelaku usaha pariwisata Rusia di Moskow.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Jumlah wisatawan dari Moskow yang berkunjung ke Indonesia meningkat, sejak dibukanya penerbangan langsung Moskow-Denpasar oleh maskapai penerbangan Rusia, Rossiya Airlines.

Penerbangan langsung yang berlaku mulai 28 Oktober 2018 itu, menjadi salah satu faktor penting bagi peningkatan wisatawan Rusia ke Indonesia. Sebab, menjadi moda perjalanan alternatif yang nyaman bagi wisatawan Rusia, dengan waktu tempuh yang tidak terlalu lama, yaitu sekitar 12 jam.

Hal tersebut disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus M. Wahid Supriyadi. Menurut dia, wisatawan Rusia yang mengunjungi Indonesia pad 2018 naik 6,95% dari 117.500 pada tahun 2017, menjadi 125.700.

“Hal itu tidak terlepas dari upaya berbagai pihak, termasuk tour operator, agen wisata, media dan perusahaan penerbangan, dalam mempromosikan destinasi wisata Indonesia kepada masyarakat Rusia,” ujar Wahid pada acara Indonesian Tourism Update di Wisma Duta KBRI Moskow, baru-baru ini.

Pertemuan yang diselenggarakan atas kerja sama KBRI Moskow dengan salah satu tour operator terbesar di Rusia, Coral Travel ini dihadiri oleh lebih kurang 30 agen wisata Rusia, wartawan, VITO (Visit Indonesia Tourism Office), serta perwakilan dari maskapai penerbangan Qatar Airways.

Dubes Wahid menambahkan bahwa dibukanya penerbangan langsung Moskow-Denpasar oleh maskapai penerbangan Rusia, Rossiya Airlines, menjadi salah satu faktor penting bagi peningkatan wisatawan Rusia ke Indonesia.

Dia menuturkan Indonesia layak dikunjungi wisatawan asing, termasuk dari Rusia, ujarnya seperti disampaikan oleh Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, kemarin.

Wahid juga mengutip Big 7 Media, bahwa Indonesia termasuk negara yang paling instagramanle menempati urutan ke-4 dunia,  posisi ke-6 paling cantik versi Rough Guide, dan negara paling aman di urutan ke-9 untuk solo traveler versi Global Peace Index.

Indonesia bahkan menempatkan tiga pulaunya sebagai pulau paling cantik di dunia, yaitu Jawa di urutan ke-1, Bali pada posisi ke-2, dan Lombok di nomor ke-3 versi Travel and Leisure.

Sementara itu, perwakilan Coral Travel menyampaikan pada periode Oktober 2018-Januari 2019, pihaknya berhasil menjual paket wisata ke Indonesia dua kali lipat dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk tahun ini Coral Travel berharap dapat meningkatkan penjualan paket wisata Indonesia dari tahun lalu yang berjumlah lebih dari 1000 paket wisata. Coral Travel juga berharap pihaknya dapat melanjutkan kerja sama dengan KBRI Moskow untuk mempromosikan destinasi Indonesia di Rusia.

Dubes Wahid mengatakan upaya mendorong peningkatan wisatawan Rusia ke Indonesia dilakukan dengan berbagai program kegiatan KBRI Moskow, yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Indonesia, seperti sales mission, joint promotion program, partisipasi pada pameran pariwisata, familirization trip, serta penyelenggaraan Festival Indonesia di Moskow.