Jemput Bola, Melaka Gaet Turis Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wisatawan Indonesia yang berwisata ke luar negeri, grafiknya terus melonjak. Sehingga menjadi peluang emas bagi dari negara tetangga, Malaysia untuk menggaetnya. Apalagi kini transportasi semakin mudah dan murah. Bahkan keistimewaan hubungan kedua negara tidak dimiliki negara tetangga lainnya.

Keistimewaan itu, masyarakat kedua negara merupakan bangsa serumpun dan memiliki persamaan budaya dan agama. Salah satu buktinya hubungan antara kota Melaka dengan Jakarta yang terjalin sejak abad ke-13. Dalam upaya mempererat hubungan kedua kota, delegasi pelaku industri pariwisata di Melaka, melakukan kunjungan ke Jakarta dalam program Minggu (Wisata) Negeri Melaka.

Memang Indonesia masih menjadi penyumbang Wisatawan terbesar ke Malaysia, termasuk Melaka selain Singapura dan China. Tahun 2017 lalu tercatat 2.79 juta orang Indonesia mengunjungi Malaysia. Dari jumlah tersebut, 813,400 orang berkunjung ke Melaka. “Angka ini menunjukan peningkatan 6.89% dibanding tahun 2016 mencapai 760,984 orang,” ungkap Ketua Menteri Malaka YAB Tuan Adly Bin Zahari kepada Bisniswisata.co.id, Selasa (26/02/2019).

Turis Indonesia ke Melaka, lanjut dia, paling banyak wisatawan medis. Tercatat, yang berobat ke Melaka mencapai 100,645 orang dari total 113,951 wisatawan yang berobat di Malaysia pada tahun 2018. Para wisatawan medis di Melaka berobat di empat rumah sakit yang terdapat di Melaka (Putra Specialist Hospital, Mahkota Medical Centre, Hospital Pantai dan Oriental Melaka Straits Hospital).

“Rumah Sakit di Melaka tidak hanya menawarkan perawatan yang terbaik, dokter yang menangani sangat profesional, kenyamanan dan keamanan selalu terjaga baik, juga dari segi biaya separuh lebih rendah dibanding biaya perawatan di Singapura dan Jakarta,” jelasnya.
Dilanjutkan, banyak faktor yang menjadi daya tarik wisatawan untuk untuk menjadikan Melaka sebagai destinasi yang tidak bisa dilawati. Antara lain, Melaka merupakan salah satu Tapak Warisan Dunia UNESCO yang ditetapkan sejak 7 Juli 2008.

Selain itu, Melaka juga memiliki 13 lokasi destinasi wisata yang ditawarkan, antara lain, Melaka River Cruise, Menara Taming Sari dan Encore Melaka serta 24 musium dan 12 galeri di seluruh negeri Melaka.

YAB Tuan Adly Bin Zahari menambahkan dalam Program Visit Melaka 2019 tourims Melaka menargetkan 20 juta wisatawan mengunjungi Melaka. Angka ini sesuai dengan target pemerintah Malaysia yang mencanangkan 36 juta wisatawan menjelang 2020.

Berbagai progeram ditawarkan pada Visit Melaka 2019 ini, antara lain diskon di 28 destinasi wisata di Melaka, ada juga 186 buah acara yang akan digelar selama program Visit Melaka 2019 berlangsung. Selama tahun 2019, ada 11 Acara utama yang akan digelar diantaranya; Raptor Watch (9 – 10 Maret), Melaka Historic City Celebration (15 April), Pesta San Pedro (Juni).

Selain itu, Melaka World Heritage Unesco Celebration (Juli), Pesta Durian & Buah-Buahan (Juli), Melaka Food Festival (Agustus), Melaka By The Sea Carnival (September), Fiesta Melaka (Oktober), Melaka International River Festival (November), dan Melaka Countdown Fiesta pada Desember 2019.

Disinggung soal peresmian lokasi baru Galeri Melaka di Gedung Pos, Lantai 1, Jl Fatahilah – Kota Tua, Jakarta. “Memang sejak dibuka untuk umum pada 23 November 2018, pengunjung Galeri Melaka di Jakata terus meningkat. Dampaknya cukup besar. Dari 36 pengunjung pada November meningkat menjadi 340 pengunjung di Januari 2019,” ungkapnya.

Dijelaskan, galeri Melaka di Jakarta didirikan tahun 2013 semula bertempat di Jalan Malaka 7-9, Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Sejak November 2018, Galeri Melaka menempati lokasi baru di gedung Kantor Pos, kawasan Kota Tua, Jl. Fatahilah, Jakarta Barat.

Di galeri Melaka, pengunjung dapat melihat berbagai destinasi wisata di Melaka seperti Museum, Sungai Melaka, Menara Taming Sari, Encore Melaka dan tempat-tempat bersejarah di Melaka lainnya. “Begitu juga dengan penemuan tarikh terbaru pengasasan Kesultanan Melayu Melaka 1262, informasi dondang sayang, yang merupakan kebudayaan yang hingga kini masih dipelihara di Melaka,” ujarnya.

Kunjungan delegasi ke Jakarta, ada 46 delegasi pelaku industri pariwisata dari kota Melaka. Mereka dari Hotel Summer, Hotel Da Som Inn, Tanjung Bidara Beach Resort, Putra Specialist Hospital, Mahkota Medical Centre & Dewan Perniagaan Melayu Melaka. “Selama di Jakarta, kami melakukan pertemuan dan menjalin networking dengan pelaku industri pariwisata di Jakarta, termasuk membuat paket wisata untuk kedua kota,”jelasnya.

Hadir dalam acara peresmian Galeri Malaka antara lain, Sekita YAB Tuan Adly bin Zahari , Ketua Menteri Melaka bersama dan Asiantoro, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Turut hadir di acara ini YB Datuk Muhammad Jailani bin Khamis, EXCO Pelancongan, Warisan dan Kebudayaan Negeri Melaka, En Roslan bin Othman, Pengarah Tourism Malaysia Jakarta, En Zairi Suboh, Pengurus Besar Tourism Melaka dan Pn Fadhilah Md Saleh, Pengurus Besar PERZIM. (ENDY)

Warga Bali Minati Wisata Spiritual Tirtayatra ke India

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Warga Bali pemeluk agama Hindu meminati wisata spiritual atau yang disebut dengan tirtayatra ke Sungai Gangga India. Meski jumlahnya belum banyak, namun peminat wisata tirtayatra dari waktu ke waktu grafiknya semakin naik.

“Seiring dengan meningkatnya kesejahteraan keluarga, mereka ingin melengkapi kebahagiaan dengan melakukan tirtayatra,” ungkap Kepala Cabang Biro Perjalanan Golden Rama Yan Hastama di Denpasar, Senin (25/2/2019).

Tirtayatra dapat diartikan perjalanan suci untuk melakukan ibadah serta ziarah ke tempat-tempat ibadah serta petilasan terkait keagamaan yang tersebar di berbagai tempat. Umat Hindu dari Bali biasanya melakukan tirtayatra ke pura besar dan petilasan Hindu di sejumlah daerah di Bali, dan wilayah Indonesia.

Tirtayatra ke India, sambung dia seperti dilansir laman Bisnis.com, selain berkunjung ke kuil-kuil Hindu, juga melihat dari dekat petilasan Kurukshetra yang diyakini sebagai lokasi perang dari wiracarita ‘Mahabaratha’ antara Pandawa dan Korawa.

Selain itu mengunjungi bekas kerajaan Indraprashta, sejumlah pura termasuk yang terbesar Akhsrdam Mandir, mandi suci di Sugai Gangga, dll. Mengutip brosur Golden Rama, paket favorit tirtayatra ke India selama tujuh hari dibanderol Rp15 juta.

Dalam perjalanan tersebut diberikan bonus mengunjungi Taj Mahal. Meskipun bukan petilasan Hindu, monumen kesetiaan cinta itu menjadi ikon yang menjadi daya tarik bagi siapa saja.

Yan menyebut tidak sepanjang musim bisa melakukan tirtayatra. Dalam setahun ia memberangkatkan sekitar 6 rombongan dengan anggota minimal 25 orang per grup. (NDY)

2019, Pelindo III Disinggahi 153 Kapal Pesiar

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sepanjang 2019, PT Pelindo III mencatat bakal kedatangan sekita 153 kapal pesiar di sejumlah pelabuhan yang dikelolanya yakni Jateng, Jatim, Bali, NTB, NTT. Pelabuhan Benoa, Bali masih menjadi tujuan utama kedatangan kapal pesiar. Rencananya, sebanyak 75 kapal pesiar bakal singgah di pelabuhan Benoa.

Selain itu, 17 kapal pesiar bakal singgah di Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat, 16 kapal pesiar di Pelabuhan Tanjung Emas, Jawa Tengah dan 16 kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur.

Lalu sebanyak 12 kapal pesiar bakal bertandang di Pelabuhan Probolinggo, 6 kapal di Pelabuhan Celukan Bawang, 3 kapal di Pelabuhan Kalabahi NTB, dan 3 kapal diPelabuhan Badas. Kemudian 2 kapal bakal singgah di Pelabuhan Ende dan masing-masing 1 kapal akan singgah di Pelabuhan Banyuwangi, Pelabuhan Maumere, dan Pelabuhan Kupang.

“Jumlah tersebut adalah rencana yang sudah tercatat di Pelindo III sepanjang tahun 2019 ini. Namun, jumlah tersebut masih dapat berubah, bisa saja bertambah maupun berkurang,” papar Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto dalam keterangan resmi, Senin (25/2/2019) .

Putut menyebut sejumlah faktor dapat mempengaruhi rencana kedatangan kapal pesiar. Isu keamanan, menurut dia, menjadi hal utama yang menjadi perhatian para operator kapal pesiar. Dicontohkan tahun 2018, ada 149 rencana kedatangan kapal pesiar di sejumlah pelabuhan perseroan. Namun, realisasinya hanya mencapai 138 kedatangan.

Ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo serta bencana alam di Nusa Tenggara Barat, menurut dia, menjadi faktor yang mempengaruhi jumlah kedatangan kapal pesiar di Pelabuhan yang berada di bawah wewenang Pelindo III pada tahun lalu.

“Setiap tahun jumlah kedatangan kapal pesiar terus meningkat, tahun 2017 kami mencatat realisasi 125 kedatangan kapal pesiar dan di tahun 2018 kemarin sebanyak 138 kedatangan. Kami optimis jumlah kedatangan akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang,” tambahnya.

Putut menyebut pihaknya juga berencana mengundang para operator kapal pesiar untuk menginformasikan fasilitas-fasilitas penunjang kapal pesiar yang tengah disiapkan oleh Pelindo III. Beberapa fasilitas yang disiapkan, antara lain pengembangan Pelabuhan Benoa, Bali dan Terminal Gilimas di Pelabuhan Lembar, NTB.

Di Pelabuhan Benoa, Bali misalnya, Pelindo III memperdalam alur pelayaran dari sebelumnya minus 11 meter LWS (low water spring/rata-rata muka air laut) menjadi minus 13 meter LWS. Kolam pelabuhan di dermaga timur diperdalam dari minus 9 meter LWS menjadi minus 12 meter LWS. Selain itu juga dilakukan peningkatan kapasitas dan perbaikan terminal penumpang.

“Jika selama ini di Pelabuhan Benoa, kapal-kapal pesiar ukuran besar di atas 250 meter hanya dapat berlabuh di luar pelabuhan, dengan adanya revitalisasi yang kami lakukan kapal-kapal tersebut dapat bersandar di dermaga,” ungkap Putut.

Sekretaris Perusahaan Pelindo III Faruq Hidayat menambahkan serangkaian peningkatan fasilitas pelabuhan khususnya terkait dengan kapal pesiar adalah upaya pelabuhan dalam mendukung pencapaian target wisatawan mancanegara tahun 2019.

Dari target 20 juta wisatawan mancanegara, 3 juta di antaranya diharapkan mampu disokong oleh BUMN. Untuk mencapai target tersebut, Kementerian BUMN membentuk tim sinergi BUMN Pariwisata dimana Pelindo III menjadi salah satu anggotanya.

“Sedikitnya ada 88.778 wisatawan mancanegara penumpang kapal pesiar yang turun di pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo III di tahun 2017 dan 125.218 wisatawan di tahun 2018,” pungkasnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Wisman Timteng Andalkan Cerita dan Pengalaman Langsung Wisatawan ke Indonesia

this formate

Jeddah International Travel & Tourism Exhibition (JITTX) pada 11-12 Februari 2019, ajang menjaring wisman  dari Timteng. ( foto : JITTX)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menurunnya jumlah kunjungan wisatawan Timur Tengah ke Indonesia tahun lalu perlu ditingkatkan dengan sub-bauran promosi yaitu sales promotion dengan program influencer gathering yang berbasis pada karakteristik pasar dan pola perjalanannya, kata Thamrin Bhiwana Bachri, Akademisi dan pengamat pariwisata, hari ini.

Travel decision wisman Timteng sulit di dipengaruhi dengan cara-cara promosi yang bersifat pemberian informasi saja seperti advertising. Mereka lebih percaya pada “cerita” dari kerabat atau teman-remannya yang pernah datang ke destinasi tertentu di Indonesia (after image). Jadi, informasi getuk tular atau words of mouth akan lebih efektif,” kata Thamrin.

Alumni Department Habitational Resources Universitas Wisconsin AS  Jurusan Hospitality and Tourism dan akademisi STP Bandung sekaligus mantan Dirjen Pemasaran dan Kerjasama Luar Negeri Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata ini mengatakan cara berpromosi melalui sales mission dan influencer gathering yang dilakukan oleh Kemenpar di ajang Jeddah International Travel & Tourism Exhibition (JITTX) pada 11-12 Februari 2019 sudah benar.

“Memang dalam influencer gathering maka orang Arab yang diendorse untuk memberikan kesaksiannya saat berwisata ke Indonesia harus benar-benar orang pilihan dan di dukung dokumentasi pendukung yang prima” kata Thamrin.

Dia mengingatkan dengan memahami karakteristik pola wisata turis Timur Tengah dan sifat promosinya ke akar rumput (grass root campaign) ke depan kunjungan dari kawasan ini akan meningkat lagi. Sebagai contoh wisman asal Timteng tidak menyukai barang tradisional termasuk makanan tradisional.

Mereka biasa menggandrungi makanan cepat saji seperti KFC, Mc Donald dan berbelanja barang-barang yang branded di Mall-mall terkemuka. Hal hal seperti ini seyogyanya dipahami oleh para tour operator dan pemandu wisata. Selanjutnya, perilaku, kebutuhan selera dan pilihan generasi millenial asal timteng perlu diteliti agar dapat “disediakan” jenis dan tingkat fasilitas dan pelayanan yang pas dengan tuntutan mereka.

“Jadi sasarannya sudah harus komunitas (communitization) misalnya orang-orang  Arab yang punya ikatan atau kedekatan kekeluargaan atau bisnis, dengan menjadi tuan rumah event-event mereka maupun menciptakan permintaan yang potential lainnya yang harus terus diteliti untuk jaring wisman dari Arab Saudi,”

Thamrin B. Bachri menjelaskan saat pertama kali menggalakkan promosi ke Timur Tengah, dia diundang diskusi oleh Jusuf Kalla yang menjadi Wapres masa 2004-2009 untuk mendiskusikan bagaimana meraup kunjungan Wisman dari Timteng dengan biaya promosi yang sangat minim.

“ Pak JK pada akhir diskusi memberikan buku How to deal with Arabic. Beberapa waktu setelah itu saya ditugasi untuk mempelajari keberhasilan Malaysia yg berpengalaman puluhan tahun mendatangkan wisman asal Timteng,” kata Thamrin.

Sementara itu, Nia Niscaya, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sebelumnya dalam rilisnya mengatakan bahwa tahun lalu wisman Arab Saudi ke Indonesia sedikit menurun jumlahnya karena berbagai sebab di antaranya faktor bencana yang terjadi di Tanah Air.

Pada 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisman dari wilayah Timur Tengah sebanyak 165.862 atau turun 0,15 % dibanding pada 2017 yang mencapai 166.111 wisman.

“Kami menargetkan tahun 2019 ini bisa mendatangkan setidaknya 200,000 wisman Arab Saudi berkunjung ke Indonesia. Promosi di Arab Saudi perlu terus dilakukan lantaran wisman di kawasan ini memiliki potensi yang sangat besar dan belum tergarap optimal,” kata Nia.

Kunjungan wisman Saudi Arabia ke Indonesia pengeluaran per wismannya rata-rata US$ 2.226 per kunjungan atau dua kali lipat dibandingkan wisman dari Eropa maupun Amerika Serikat.

Wisman asal Arab Saudi sendiri, lanjut Nia, cenderung lebih menyukai destinasi wisata alam, pegunungan dengan udara yang sejuk, suasana alam yang tenang, dan fasilitas akomodasi berbintang lima.

Sedikitnya 100 Anggota ITLA Akan Ujian Sertifikasi Kompetensi Tour Leader

this formate

Para Tour Leader anggota Indonesian Tour Leader Association ( ITLA) siap mengikuti uji kompetensi ( foto: ITLA).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sedikitnya 100 tour Leader anggota dari Indonesian Tour Leader Association ( ITLA) akan melakukan ujian Sertifikasi Kompetensi Tour Leader awal Maret 2019, kata Robert A.Moningka, Wakil Ketua/Ketua Bidang SDM dan LITBANG, hari ini.

RI, ujarnya, telah menyepakati perjanjian
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) untuk mewujudkan Wawasan ASEAN 2020 dan telah menandatangani  “Mutual Recognition Arrangement – Tourism Professional” (MRA-TP) yaitu keseragaman Standar Kompetensi Kerja Industri Pariwisata di kawasan ASEAN.

Untuk mengantisipasi masuknya tenaga asing ke Indonesia, Kementerian Pariwisata mewajibkan pelaku industri untuk sertifikasi kompetensi atau diberi pengakuan kompetensinya, melalui sertifikasi kompetensi yang dilaksanakan oleh para LSP di bidang Pariwisata.

“Berkaitan dengan hal tersebut diatas, ITLA bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Pramindo, mendapat alokasi anggaran dari Kemenpar untuk mensertifikasi para tour leader. Jadi peserta mendapat subsidi 100% alias gratis tinggal ikut ujian sana,” kata Robert A. Moningka yang akrab dipanggil Bobby.

Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Tour Leader ini akan diadakan pada Sabtu, 02 Maret 2019 di Hotel Sofyan Tebet Jl. Prof. Dr. Soepomo No. 23 – Jakarta Selatan. Untuk menjadi peserta a.l harus ada surat rekomendasi dari Asosiasi (ITLA), Sertifikat pelatihan terkait dan minimal pernah 3 (tiga) kali membawa tour keluar negeri.

“Bagi yang sudah memiliki sertifikat namun masa berlakunya habis dapat mengikuti perpanjangan (RCC – Recognition Current Competence) dengan membayar biaya sebesar Rp. 250.000 (non refundable),” tambah Bobby.

Persyaratan bagi yang ingin mengikuti perpanjangan/RCC a.l adalah
fotokopi sertifikat yang lama, pas foto warna 3×4 = 2 lembar, melengkapi form APL 01 dan 02, ID Card ITLA, surat rekomendasi dari ITLA, CV dan logbook

Menurut Bobby, untuk meningkatkan profesionalisme anggota, pihaknya hampir setiap bulan juga melakukan seminar, pelatihan, workshop seperti bulan Febuari ini membalas Problem Solving On Duty sehingga peserta dapat menambah wawasan pada saat menjalankan tugas dilapangan.

Sedangkan pada Januari 2019 pihaknya telah melangsungkan National Tour Leader Bootcamp di Villa Bukit Pancawati, Bogor dan untuk Maret mendatang ada pelatihan dengan tema Guiding Technique and  The Art of Communication.

Giatnya kegiatan pelatihan dan workshop di lingkungan ITLA membuat para anggotanya selalu bersemangat menambah wawasan. Untuk sertifikasi kompetensi dari 1500 anggota, tidak kurang dari 350 anggota yang telah ikut uji kompetensi.

Hotel kapsul Bandara Soetta Raih Guest Review Award 2018

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Digital Airport Hotel atau hotel kapsul di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menyabet penghargaan internasional bergengsi dari Booking.com, yakni Guest Review Award 2018.

Vice President of Partner and Customer Services Booking.com James Waters mengapresiasi prestasi yang diraih Digital Airport Hotel karena berhasil meraih skor tertinggi, yakni 8.5 berdasarkan sisi ulasan pelanggan.

“Ulasan positif seperti `thank-you card` yang seluruh dunia bisa melihat. Pada 2018, Digital Airport Hotel mengesankan para tamu sehingga mereka selalu mengucapkan terima kasih dan sekarang review terhadap properti adalah salah satu yang tertinggi di Booking.com,” kata James melalui keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Ahad (24/2/2019).

Penghargaan `Guest Review Award` sendiri merupakan penghargaan tahunan yang diberikan kepada penyedia jasa properti atas keramahan luar biasa yang dibuktikan dari banyaknya ulasan (review) positif dari para tamu setelah mereka menginap.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan penghargaan tersebut merupakan pengakuan dari dunia terhadap fasilitas yang ada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Kami merasa bangga atas pencapaian Digital Airport Hotel di mana hotel kapsul ini melengkapi layanan berkelas dunia lainnya yang ada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Terima kasih kami ucapkan kepada para tamu atas review positif mereka,” paparnya.

Digital Airport Hotel ini merupakan Hotel Kapsul Bandara pertama di Indonesia. Hotel ini bertempat di Terminal 3 domestik, lantai 1 area kedatangan, Bandara Internasional Soetta ini, bertema Space-Ship yang didesain futuristik.

Hotel ini dilengkapi fasilitas terkini, seperti access card, TV cable, tempat tidur dengan bantal dan selimut, juga dua USB charging port. Memang fFasilitasnya lengkap, kurang lebih terdapat 50 channel TV cable di setiap capsule, free wifi, USB charger port, sharing shower area dengan air panas/dingin,

Juga loker yang ukurannya cukup menyimpan barang handcarry di cabin pesawat, amenities yang cukup lengkap yg terdiri dari 2 in 1 body shampoo, dental kit, handuk, slipper, dan complimentary satu botol air mineral.

Pengunjung bisa memilih dua tipe kamar hotel kapsul yang ditawarkan, yaitu Alpha dan Beta. Hal yang membedakannya pada ukuran TV, untuk tipe Alpha TV berukuran 22 inch dan mendapat meja portable kecil. Sedangkan untuk tipe Beta, TV berukuran 32 inch tanpa meja portable.

Saat ini ada 120 kapsul dari dua tipe kamar tersebut. Juga terdapat tempat mandi umum dengan toilet terpisah, 24 jam CCTV, dan sebagainya, guna semakin menambah kenyamanan dan keamanan.

Jika wisatawan bisa menginap hanya 6 jam, atau satu malam lebih, sehingga lebih fleksibel. Pihak pengelola menawarkan mulai Rp 250.000 per 6 jam, dan Rp 375.000 untuk sewa satu malam. Untuk saat ini hotel kapsul bandara itu baru bisa dipesan langsung di tempat, dan dibuka sejak 10 Agustus 2018.

Perlu diingat, hotel kapsul ini hanya bisa memuat satu orang karena telah diukur sedemikian rupa, kecuali untuk anak di bawah usia lima tahun. (NDY)

Ternyata di Pesawat Ada Kursi Terburuk Lho?

this formate

BOSTON, bisniswisata.co.id: Selama ini saat naik pesawat dapat kursi dimanapun posisi, tak selalu memasalahkan. Yang penting bisa naik pesawat, perjalanan menjadi cepat, efisiensi waktu terpenuhi. Eh, ternyata ada kursi terburuk dalam pesawat. Dan pemilihan kursi saat menumpang pesawat dapat memengaruhi berbagai faktor selama penerbangan, apalagi jika melakukan perjalanan internasional yang panjang.

Ada baiknya sebelum menupang pesawat melakukan check in, terlebih dahulu agar dapat menentukan kursi pilihan. “Lokasi kursi paling buruk secara umum adalah barisan paling belakang dari maskapai,” kata konten spesialis di SeatGuru, David Duff seperti dilansir SmarterTravel, Ahad (24/02/2019).

Duff mengatakan kursi barisan paling belakang biasanya memiliki jarak sandaran yang lebih terbatas dibanding kursi baris lain. Belum lagi gangguan suara dan bau dari orang yang mengantre ingin menggunakan toilet, kru kabin yang menyiapkan makanan, dan mengobrol.
“Banyak kursi baris paling belakang dari pesawat tidak punya jendela dan paling parah ketika di belakang turbulensi lebih terasa,” jelas Duff.

Selain kursi baris paling belakang, kursi bagian tengah juga tidak diminati karena dijepit oleh dua penumpang lain sehingga tidak ideal. Ada juga kursi di bagian sebelah jendela evakuasi. Kursi ini biasanya tidak dapat disandarkan ke belakang, walaupun punya kelebihan yakni ruang untuk kaki yang lebih lebar.

“Banyak keluhan dari pembaca SeatGuru, kalau suasana di kursi sebelah jendela evakuasi lebih dingin daripada kursi lain. Untuk mengakalinya bawalah tambahan seperti pashimina atau selimut,” saran Duff.

Terakhir adalah kursi sekat. Alias kursi yang berada persis di belakang sekat atau dinding pembatas (misal sekat memisahkan kelas ekonomi dan kelas ekonomi premium, atau sekat penumpang dan toilet).

Kursi sekat ini terkenal memiliki ruang kaki yang luas dan tidak akan terkena gangguan dari penumpang depan, karena yang ada hanya sekat. Namun kursi ini populer di kelangan penumpang yang membawa bayi, karena sekat dapat ditempel tempat tidur bayi. Jadi bijaklah memilih lokasi duduk di pesawat.

#. Cara Menghindari Kursi Terburuk di Pesawat

Jangan menggunakan peta tempat duduk situs pemesanan ketika memilih tempat duduk. Lebih baik langsung ke loket boarding atau chek ini di bandara untuk menemukan kursi yang diinginkan. Jika gagal diraih atau dimiliki orang lain, saatnya membuat pilihan lainnya sesuai peta tempat duduk di ada loket goarding.

Atau biasanya dapat memilih tempat duduk saat memesan atau ketika check-in, meskipun Anda akan memiliki lebih banyak opsi jika Anda menentukan pilihan sebelumnya dalam proses.

Banyak maskapai penerbangan mengenakan biaya tambahan untuk kursi yang paling banyak diminati (seperti baris keluar atau kursi dengan ruang kaki ekstra), sementara yang lain berani membayar biaya untuk pemilihan kursi apapun. Dalam kasus ini, pertanyaannya menjadi seberapa besar nilai Anda untuk mengklaim kursi yang Anda inginkan?

“Kami memahami para pelancong ingin menghemat uang dalam penerbangan mereka dan merasa nyaman dan kadang-kadang itu [berarti] Anda harus membayar sedikit ekstra untuk kenyamanan. Memang banyak pengalaman terbang di luar kendali, jadi mengapa tidak memastikan dapat mengendalikan satu hal?” lontarnya.

#. Bukan Jaminan
Ingat, memilih tempat duduk sejak awal pesanan, bukan jaminan kuat untuk mendapatkan tempat duduk yang diharapkan. Sebagian besar kontrak pengangkutan maskapai mengizinkan mereka untuk mengubah penugasan kursi jika perlu, dan masalah gangguan jadwal dapat memaksa maskapai untuk mengganti pesawat baru dengan tata letak kursi yang berbeda. Jika ini terjadi dan Anda tidak puas dengan penugasan kursi baru Anda, bicarakan dengan costemer center sesegera mungkin dan tanyakan dengan sopan alternatif mana yang tersedia.

#. Chek-in Terlambat
Perhatikan juga, jika check-in terlambat atau muncul di pintu masuk pada menit terakhir, maskapai mungkin menganggap Anda tidak datang dan memberikan tempat duduk Anda kepada orang lain. Untuk mencegah hal ini, check in online hingga 24 jam sebelumnya dan beri diri Anda banyak waktu untuk sampai ke bandara. (NDY)

Dilan Corner, Destinasi Milenial di Kota Kembang

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Film Dilan 1990 memang meraup sukses di layar lebar. Tercatat hingga kini sudah menembus 6 juta penonton. Ini menunjukkan sebagai indikator kesuksesan dari semua film nasional yang setting dan shotingnya berlatar kota Kembang, Bandung.

Dan kini hadir Dilan 1991, yang merupakan film sekuel dari film Dilan 1990. Film Dilan 1991 akan rilis pada 28 Februari 2019. Namun dalam Gala Priemere-nya pada Ahad (24/2) rumah produksi Max Pictures membuat secara khusus Hari Dilan. Bahkan Tak ingin kehilangan moment, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membangun Dilan Corner.

Dilan Corner berdiri di Taman Saparua, Bandung. Ruang publik yang kecil ini, dilengkapi sejumlah fasilitas literasi dengan polesan film Dilan. Sehingga menjadi destinasi wisata milenial untuk beraktifitas, menikmati keindahan taman kota, merasakan kesejukan udara kota diantara kebisingan lalu lintas yang semakin padat.

“Tempatnya ada memorabilia, ada meja tempat orang membaca buku, termasuk nanti ada perpustakaan, tempat olahraga. Jadi nanti di sudut sana ada bangunan isinya buku terpilih,” ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melakukan proses peletakan batu pertama atau groundbreaking Dilan Corner di Taman Saparua, Bandung, Ahad (24/2/2019).

Ia berharap, Sudut Dilan dapat menjadi ruang untuk menambah produktivitas kaum milenial dalam hal literasi. “Taman literasi adalah semangat yang ingin kita hadirkan di mana seringkali film ini sukses karena datang dari novel. Jadi nanti tempat ini dipakai secara positif untuk membahas sastra, novel, mendiskusikannya seperti inspirasi film Dilan dikonversi menjadi film. Mudah-mudahan ingat Dilan ingat kesuksesan literasi dan film,” jelasnya.

Ke depannya, Dilan Corner akan dipenuhi banyak meja-meja dan buku, termasuk perpustakaannya. ” Literasi Indonesia ranking 60 dari 65 negara. Orang Indonesia kan baca buku males. Supaya kita bisa mengubah kebiasaan menjadi untuk bisa membuat tulisan. Sudut ini kan kurang termanfaatkan, jadi kita ubah menjadi positif,” sambung Kang Emil, panggilan akrabnya.

Dilan Corner akan memakan waktu selama setahun. Setelah proyek selesai para pemain film Dilan dapat kembali meresmikan Dilan Corner. “Tanahnya milik pemerintah, butuh setahun. Jadi nanti akhir tahun selesai. Kita doakan hari ini lancar dan masyarakat Bandung bisa mendukung kuatnya industri film di Bandung. Setelah selesai nanti kita reuni lagi di sini,” kata Emil.

Kehadiran Dilan Corner ini, lanjut dia, sebagai apresiasi pemerintah lantaran sangat merepresentasikan kondisi Bandung dan Jawa Barat. “Karena setting-nya sangat Bandung, Jawa Barat. Sehingga alasan itu yang menjadikan kita mengapresiasi menginspirasi anak muda yang dilakukan Pidi Baiq, menulis, film dan anak muda yang menjadi teladan,” jelas mantan Walikota Bandung.

Pada acara itu, dua pemeran utama film Dilan 1991, Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla, turut terlibat dalam prosesi tersebut dengan meletakkan bata dan semen. Kehadiran para pemeran Dilan pun menyita perhatian masyarakat dan fans. Tak ingin kehilangan kesempatan, mereka berdesakan untuk berswafoto bersama para pemeran Dilan.

Melihat apresiasi cukup tinggi membuat Iqbaal dan Vanesha merasa bangga akan adanya Sudut Dilan. “Bangga film Dilan 1991 bisa teraprseiasi oleh Kang Ridwan Kamil, Pak Arief Yahya dan masyarakat Bandung. Setelah Dilan Corner selesai semoga enggak cuma ada milenial dan fans saja semoga Dilan Corner jadi ruang baca dan ada yang bisa bikin buku seperti Pidi Baiq,” ucap Iqbaal. (NDY)

Tiket Penerbangan Domestik Mahal, Turis Milenial RI Pilih Ke Korea dan Thailand

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Penjualan tour domestik anjlok dititik terendah dan ini sangat berpengaruh bagi travel agent  didaerah yang domainnya tour dalam negeri, ungkap Djohari Somad, Managing Director Multi Tours, hari ini.

“Harga penerbangan tiket domestik yang mahal bahkan tanpa bagasi berpengaruh pada penjualan paket wisata dalam negri, sebaliknya paket outbound justru laris,” tambahnya.

Meski harga tiket penerbangan mulai turun namun belum mendorong penjualan paket-paket wisata dalam negri seperti Bali Nusa Penida all in seharga Rp 2,6 juta minimal 4 orang yang ditawarkan Multi Tours bisa diminati masyarakat terutama kalangan milenial.

“Paket ke luar negri terutama Korea Selatan yang dipasarkan sejak Januari 2019 justru laris. Demam K-Pop dan idola artis-artis Korea menjadi daya tarik yang kuat sehingga kalangan milenial suka berwisata ke Korea bersama keluarga atau komunitasnya,” jelas Djohari Somad yang juga ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI).

Paket wisata ke Korea sudah laris dari tahun ke tahun dan pihaknya mengemas paket-paket kekinian yang digemari oleh kalangan milenial yang menjadi booming akibat mereka menyukai film dan lagu lagu korea.

Paket yang banyak diminati turis milenial RI

“Mengemas paket wisata untuk milenial pilih  paket – paket yang instagramable. jika dulu wisatawan indonesia menjadi raja shopping, kini bertambah menjadi raja shopping dan upload media sosial ( medsos),”

Menurut dia paket paket backpaker lebih digemari. Asal murah dan peserta tour bisa upload di media sosial sesering mungkin dan belanja oleh oleh, maka paket laris apalagi jika peserta datang dari satu komunitas, maka dijamin perjalanannya tambah seru.

“Harga paket ke Korea 5 hari/ 3 malam cuma Rp 8.350.000. Sudah biaya semuanya kecuali visa dan tip untuk guide. Paket ini reguler hingga bulan Juni 2019. Kalau Maret, udaranya masih dingin kapan lagi selfie pakai jacket dan sepatu booth,” kata Djohari Somad menggoda.

Tiba di Seoul, ibukota Korea Selatan destinasi yang dituju adalah Nami island, pulau romantis  yang sering menjadi lokasi shooting drama-drama korea yang sangat populer, seperti Winter Soneta yang pernah tayang di TV swasta di tanah air.

“Rute lainnya ke Gunung Sorak atau  Mt. Seoraksan National Park, peserta naik cable car lihat patung budha, klenteng, Benteng dan pemandangan indah lainnya,”

Biasanya yang paling seru di hari ke empat karena rombongan ke Istana  Gyeongbokgung Palace, semua memakai baju tradisional Korea, Hanbok dan mengunjungi tempat pembuatan Kimchi, tambah Djohari.

“Jujur saja, sejak awal tahun tour-tour ke luar negri yang laku. Ke Bangkok Pataya 4 hari 3 malam cuma Rp 3.550.000/orang sudah termasuk tiket, hotel, makan jalan jalan dengan pesawat Air Asia tanpa bagasi, seat in coach. tanpa tour leader dari Jakarta. Paket yang dijuall hingga 25 Juni 2019 setelah Lebaran ini juga laris,” tuturnya.

Agar kalangan milenial dan wisatawan domestik mau berwisata di dalam negri maka selain obyek wisata yang dituju punya spot instagramable juga tiket penerbangannya sebagai komponen utama dalam paket tour juga harus bisa bersaing.

“Saat ini untuk berwisata di dalam negri justru lebih mahal ketimbang ke Bangkok, Oleh karena itu harus ada upaya dari pemerintah Dan penerbangan untuk merebut pasar wisata domestik lagi,” tandas Djohari Somad.

QANTAS Borong Penghargaan di Cellars in The Sky

this formate

AUSTRALIA, bisniswisata.co.id: Qantas, maskapai tertua asal Australia memborong enam penghargaan sekaligus dalam Cellars in the Sky Awards. Jumlah penghargaan yang diraih maskapai berlogo kangguru ini, merupakan yang terbanyak dalam sejarah di antara maskapai lain.

Beroperasi sejak tahun 1985, Cellars in the Sky Awards merupakan apresiasi yang diberikan kepada maskapai yang menyajikan wine terbaik di atas pesawat. Qantas meraih medali Emas untuk wine cellar terbaik secara keseluruhan, wine cellar First Class terbaik, daftar sajian wine First Class terbaik, champagne First Class terbaik, white wine First Class terbaik, dan dessert wine Kelas Bisnis terbaik.

Qantasjuga berhasil meraih satu medali Perak dan satu medali Perunggu, sementara oneworld memenangkan penghargaan Best Airline Alliance untuk kategori wine.

“Bersama Qantas Rockpool Sommeliers, tim spesialis minuman kami telah bekerja keras untuk menyeleksi wine serta Champagne terbaik Australia, dan dedikasi mereka berbuah manis,” ujar Qantas Creative Director Food, Beverage & Service Neil Perry dalam keterangan resminya, Ahad (24/02/2019).

Qantas menginvestasikan AUD35 juta dalam industri wine Australia dan merupakan salah satu pembeli wine terbesar di benua tersebut. Seluruh wine yang disajikan oleh QANTAS telah diseleksi oleh tim Qantas Rockpool Sommeliers, yang terdiri dari 16 Sommeliers dan mixologist berpengalaman serta dipimpin langsung oleh Neil Perry.

Perry mengatakan, setiap tahun para Sommeliers ini menghabiskan empat hari penuh untuk melakukan blind taste dan menilai 1.600 jenis wine dan champagne asal Australia. Hasil seleksi mereka kemudian disajikan di berbagai penerbangan domestik dan internasional serta lounge QANTAS. Tim Qantas Rockpool Sommeliers mencakup dua dari enam Master Sommeliers Australia, yakni Sebastian Crowther, dan Jonathan Ross.

Saat ini, lebih dari 300 awak kabin telah melayani penumpang QANTAS sebagai Sommeliers di atas pesawat, sementara 2.000 awak lainnya telah menyelesaikan pelatihan wine tahap awal, menengah, ataupun tahap lanjut. Awak kabin yang lulus dari pelatihan tersebut telah memiliki pengetahuan yang mumpuni tentang wine sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. (NDY)