2019, Bandara Ngurah Rai Targetkan Layani 24,7 Juta Penumpang

this formate

DENPASAR, biniswisata.co.id: Sepanjang 2019, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menargetkan 24,7 juta penumpang. Dengan target ini, Bandara Ngurah Rai akan berkontribusi terhadap 24,4 persen dari target seluruh bandar udara di Indonesia yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura I (Persero).

“Terkait target 24,7 juta penumpang pada tahun 2019, merupakan puncak dari kapasitas Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai pada skala nyaman,” kata General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi dalam siaran pers, Ahad (24/2/2019).

Dari sisi trafik, PT Angkasa Pura I (Persero) telah melayani 96,5 juta penumpang di 13 bandar udara, tumbuh 7,6 persen jika dibandingkan tahun 2017 dengan 89,7 juta penumpang. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengalami peningkatan pelayanan penumpang yang sangat signifikan. yaitu sebesar 13 persen dibanding tahun 2017.

Selama 2018 lalu, sebanyak 23,7 juta penumpang telah terlayani, termasuk di dalamnya 6 juta wisatawan mancanegara. Daya tarik Bali dengan kekentalan budaya, alam, dan keramahtamahannya semakin menjadi primadona bagi wisatawan dari seluruh penjuru dunia.

“Faktor Bali yang beberapa kali memperoleh kehormatan untuk menggelar pagelaran akbar kelas dunia, turut menjadi katalis dalam peningkatan lalu lintas di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai,” kata Yanus.

Karena itu, bersamaan dengan penetapan target 24,7 juta penumpang, pihak Bandara Ngurah Rai telah melakukan kajian awal dalam rangka pengembangan, baik pada sisi terminal, runway, taxiway, apron, dan sisi darat. “Masterplan yang telah ditetapkan untuk mencapai kapasitas hingga 37,6 juta penumpang pada tahun 2023,” ujar Yanus. (redaksibisniswisata@gmail.com)

API Berdampak Positif bagi Pariwisata Daerah

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ajang lomba pemilihan destinasi wisata Indonesia melalui vote bertajuk Anugerah Pesona Indonesia (API) memberikan dampak posotif bagi pariwisata daerah. Obyek wisata menjadi terkenal bahkan viral di media sosial, kunjungan wisatawan terutama yang menjadi pemenang semakin membludak. Dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik.

Di samping itu, pemenang API ada yang menjadu destinasi yang mendunia. Juga terdampak pada pelestarian sejarah dan seni budaya serta danpak sosial dan ekonomi lainnya.

“Dan yang menggembirakan lagi, ada objek wisata yang menjadi juara mendapat anggaran khusus dari petinggi daerah untuk perbaikan infrastruktur, mempercantik destinasinya, hingga menjadi sarana promosi utama agar kunjungan wisatawan grafiknya semakin naik,” papar Ketua Panitia Penyelenggara API 2019 Hiro Kristianto kepada Bisniswisata.co.id di sekretariat API Cilandak Twon Square Jakarta Selatan, Sabtu (23/02/2019).

Dicontohkan, objek wisata bukit warna-warni Kellaba Maja di Kecamatan Hawu Mehara Nusa Tenggara Timur (NTT) meraih juara 1 dalam ajang API 2018 untuk kategori Surga Tersembunyi Terpopuler. Setelah menjadi pemenang Wakil Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke memberikan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp400 juta dari Bank NTT untuk mendukung pembangunan di Sabu Raijua. Bantuan itu dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan di sektor pariwisata.

Selain itu, API 2017 dirasakan Provinsi Riau yang menyabet 7 penghargaan sekaligus antar lain makanan tradisional terpopuler, situs sejarah terpopuler, tempat berselancar terpopuler,  atraksi budaya terpopuler, serta festival pariwisata terpopuler.

Riau semakin banyak dikunjungi wisatawan terutama wisatawan mancanegara (wisman) dari Malaysia. Karena tertarik dengan paket wisata event budaya seperti Pacu Jalur, Bakar Tongkang, dan surfing di sungai Bono. Apalagi Turis negeri serumpun lebih tertarik dengan festival budaya Provinsi Riau karena adanya kedekatan budaya ( proximity )masyarakat kedua negara tersebut.

Selain itu, Destinasi baru Lava Bantal mencatat kenaikan kunjungan yang signifikan setelah menang API 2018 sebagai tujuan wisata baru terpopuler. Melihat potensi pariwisata di Tebing Breksi yang menjanjikan, Pemkab Sleman berencana menjalin kerjasama dengan pengelola objek di bawah kewenangan BUMDes. Juga memberikan fasilitasi dalam bentuk pelatihan bagi pemandu wisata. Mengingat – Jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman berhasil melampaui target.

Menurut Hiro, API 2019 kembali digelar yang dimulai beberapa tahapan yang diawali pengiriman surat pemberitahuan dan formulis usulan nominasi ke seluruh Pemprov agar dapat dikordinasikan kepada Pemkab atau Pemkot se Indonesia sejak Desember 2018 hingga April 2019.

“Memang selama ini baru Propinsi di wilayah Jawa, Sumatera, sebagian Kalimantan, Papua, NTT dan NTB yang aktif ikut API sementara Sulawesi masih blank juga Bali masih rendah mengikuti API mungkin pikirnya pariwisata Bali sudah mendunia sehingga nggak perlu mengikuti API. Jadi jika kabipaten/kota aktif mengikuti API sementara Pemprov masih kurang perhatian. Begitu juga sebaliknya jika provinsinya aktif seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah sementara kabupaten kotanya kurang perhatian,” lontarnya.

Dilanjutkan, setelah usulan nominasi terkumpul maka Komite Seleksi terdiri dari Pelaku Pariwisata, Akademisi, Asosiasi pariwisata, wartawan, blogger, pemerintah dan pengamat wisata melakukan penyeleksian, kemudian dilakukan sosialisi dan promosi nominasi. Lantas Juni hingga Oktober 2019 dilakukan Voting da pengumuman pemenang API dapa November 2019.

Pihak panitia penyelenggara telah memiliki 180 nominasi yang terbagi dalam 18 kategori. Ada 18 kategori yang dilombakan di API 2019. Jumlah kategori tak ada perubahan seperti tahun 2018. Daftar dan 18 kategori dalam Anugerah Pesona Indonesia yakni : Kategori 1 : Makanan Tradisional Terpopuler, Kategori 2 : Minuman Tradisional Terpopuler, Kategori 3 : Wisata Olahraga dan Petualangan Terpopuler, Kategori 4 : Wisata Air Terpopuler, Kategori 5 : Ekowisata Terpopuler

Kategori 6 : Dataran Tinggi Terpopuler, Kategori 7 : Cendera Mata Terpopuler, Kategori 8 : Atraksi Budaya Terpopuler, Kategori 9 : Kampung Adat Terpopuler, Kategori 10 : Situs Sejarah Terpopuler, Kategori 11 : Wisata Halal Terpopuler, Kategori 12 : Festival Pariwisata Terpopuler, Kategori 13 : Promosi Pariwisata Digital Terpopuler.

Kategori 14 : Wisata Kreatif Terpopuler, Kategori 15 : Wisata Belanja Terpopuler, Kategori 16 : Obyek Wisata Unik Terpopuler, Kategori 17 : Tujuan Wisata Baru Terpopuler, Kategori 18 : Surga Tersembunyi Terpopuler. (ENDY)

Astindo Travel Fair 2019 Tempat Berburu Tiket dan Paket Wisara Murah

this formate

Elly Hutabarat ( kedua dari kiri), Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Ticketing ( ASTINDO)  penyelenggara Astinfo Travel Fair 2019 ( Foto: Venuemagz.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Hari kedua Astindo Travel Fair 2019 yang diselenggarakan oleh Asosiasi travel Agent yang mengutamakan bisnis ticketing dari berbagai Airlines, ASTINDO, terus dibanjiri pengunjung meski cuaca Jakarta kurang bersahabat dengan turunnya hujan.

“Astindo Travel Fair kali ini targetnya 150.000 pengunjung diikuti 150 stan dengan nilai transaksi hingga Rp220 miliar. Harga tiket untuk masuk ke pameran yang berlangsung di Asembly Hall Jakarta Convention Center ini (JCC) dipatok dengan harga Rp 20 ribu per orang,” kata Rudiana, Ketua pelaksana.

Elly Hutabarat, Ketua Umum ASTINDO mengatakan pameran wisata terbesar di Indonesia ini digelar ke 9 kalinya,  seiring meningkatnya tren perjalanan wisata masyarakat Indonesia. Pameran yang berlangsung 22-24 Febuari 2019 menjadi pameran wisata bagi para penggemar wisata untuk berburu tiket dan paket wisata murah meriah.

Penerbangan dalam negri hadir a.l Garuda Indonesia,  Sriwijaya Air & NAM Air. Sedangkan maskapai mancanegara terdiri dari AH Nippon AirIines (ANA), Cathay Pacific, China Airlines, Emirates, Etihad Airways, Ethiopian Airways, EVA Air, Garuda Indonesia, Korean Air.

Selain itu juga hadir Malaysian Airlines, Oman Air, Philippines Airlines, Qantas Airways, Qatar Ainzvays, Saudia Airlines, Singapore Airlines, Sriwijaya Air NAM Air, Thai Airways, dan Vietnam Airlines.

“Kami selalu bekerja sama dengan mitra industri terkait, seperti agen pariwisata, maskapai penerbangan, perbankan, asuransi perjalanan, dan lainnya. Untuk itu kami hadir dalam memberikan penawaran harga yang menarik serta diskon spesial setiap tahunnya,” kata Elly Hutabarat.

Diskon, ujarnya, bisa didapat dari harga tiket pesawat sampai paket tur wisata dalam negeri maupun luar negeri dan juga perbankan terutama pemenang kartu kredit BCA.Dalam acara ini, para pengunjung juga dapat memperoleh informasi mengenai destinasi dan tren wisata dalam maupun luar negeri.

“Bagi para pelaku bisnis wisata, Astindo Travel Fair ini jadi ajang berkumpulnya agen perjalanan, maskapai penerbangan, perbankan, asuransi perjalanan, hotel, cruise lines, obyek pariwisata, hingga perlengkapan wisata,”

Rudiana selaku Ketua Panitia Astindo Travel Fair 2019 menyebut bahwa pada tahun ini, kemungkinan besar wisatawan Indonesia lebih banyak yang memilih pelesir ke luar negeri akibat di saat yang sama, pariwisata dalam negeri sedang terkendala imbas naiknya harga tiket pesawat terbang.

Di arena ini berbagai negara, khususnya Asia sedang gencar-gencarnya mempromosikan destinasi wisata di negara mereka dengan harga yang murah. Smailing Tour, misalnya yang  menggaet China Airlines punya harga yang kompetitif.

Tawarannya antara lain AS/Kanada Rp 8,4 juta), Taiwan (Rp 4,4 juta), Eropa (Rp 8,3 juta), Hong Kong (Rp 3,920 juta) dan Korea (Rp 4,7 juta). Obaja Tour punya rute ke Singapura (Rp 1,8 jutaan), Kuala Lumpur (Rp 1,7 jutaan), Hong Kong (Rp 2,8 jutaan), Bangkok (Rp 3 jutaan).

Penerbangan lainnya seperti Malaysia Airlines Jakarta-Hong Kong, Rp 3,3 juta,Cathay Pacific tawarkan Jakarta-Guangzhou, Rp 4,2 juta Dan Jakarta-Nagoya, Rp 5,4 juta. Qantas Airlines tawarkan Jakarta-Sydney/Perth, Rp 6,2 juta dan ke Jakarta-Auckland, Selandia Baru Rp 7,7 juta. Selandia tengah gencar promosikan wisata dalamnya pada kalangan milenial Indonesia.

Ajang pameran bertema ‘Wisata Hemat ke Mana Saja ‘ ini selain di Jakarta, pada tanggal yang sama Astindo Travel juga menggelar secara serentak di tiga kota besar di Indonesia, yaitu Surabaya, Bali dan Palembang.

Anugerah Pesona Indonesia 2019 Diapresiasi Kemenko Kemaritiman

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.di: Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019, kembali dihelat. Ajang penghargaan pariwisata di penjuru nusantara yang telah menginjak tahun keempat ini, kini mendapat apresiasi dari Kementrian Kordinasi (Kemenko) Kemaritiman. Mengingat, API dinilai memiliki nilai strategis dalam memajukan pariwisata Indonesia, juga mendorong kunjungan turis asing ke penjuru tanah air.

“Pariwisata memang mendapat perhatian serius pemerintahan Jokowi, sehingga tahun ini ditargetkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) bisa berwisata di Indonesia. Jumlah ini sangat besar, jika tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak maka akan sulit dicapai,” papar Kepala bidang Pengembangan Seni dan Budaya Bahari Kemenko Kemaritiman Sartin Hai di sekretariat API Cilandak Twon Square Jakarta Selatan, Sabtu (23/02/2019).

Sartin sangat apresiasi dengan API ini, karena bersentuhan langsung untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan destinasi wisata yang ada di penjuru nusnatara, dengan cara yang berbeda. Berbeda karena masyarakat Indonesia maupun wisatawan asing mengenal obyek wisata melalui suara atau voting kepada nominasi yang masuk API.

“Bahkan yang sudah mengetahui destinasi wisata yang masuk nominasi dapat memilih sesuai dengan pilihannya via API, sehinga destinasi wisata itu semakin dikenal, semakin menjadi penasaran bagi yang belum mengenal sehingga berminat untuk mengunjunginya,” jelasnya.

Apalagi dari laporan panitia API, lanjut dia, bahwa pemenang API selalu dibanjiri wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. “Karena itu Kemenko Kemaritiman sangat apresiasi dengan event ini dan mendukung agar API ke depannya bisa lebih sukses lagi dalam penyelenggarannya. Apalagi dalam API juga digelar Travel Mart sehingga menjadi daya tarik tersendiri untuk memajukan pariwisata kita,” tambahnya.

Ketua Panitia Penyelenggara API 2019 Hiro Kristianto menjelaskan ajang penghargaan pariwisata ini sudah menginjak tahun keempat sejak awal digelar tahun 2016. API diadakan untuk mengakomodir perkembangan dalam dunia pariwisata. Dan tak kalah pentingnya, untuk memperkenalkan serta mempromosikan pariwisata Indonesia kepada dunia.

“Melalui API, saya ingin masyarakat mulai mencintai kampung halamannya masing-masing dan mengajak berlomba untuk daerahnya masing-masing. Tapi, dalam persaingan yang sehat,” papar Hiro.

Selain itu, lanjut Hiro, dengan adanya API kebangkitan pariwisata sudah mulai dirasakan didaerah. Seperti tahun pertama API 2016 menjadi momen kebangkitan bagi pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT), sedangkan di tahun kedua menjadi tahun pariwisata Riau. Dan tahun ketiga kebangkitan Sumatera Selatan

Sementara CEO Jalan-jalan.com, Muhammad Syafaat menambahkan API ini dapat dijadikan momentum untuk mengangkat kinerja industri pariwisata Indonesia, khususnya daerah yang selama ini kurang terekspose oleh media. “Kita jadikan API sebagai momentum untuk mengangkat wisata-wisata yang belum dikenal. Ternyata sambutan masyarakat sangat antusias dengan API ini,” lontarnya.

Diakui, kini daerah yang masuk nominasi, menjadi terkenal sekaligus dikunjungi wisatawan, apalagi yang terpilih jadi juara jelas berdampak pada penjualan dan paket wisata dan meningkatkan keinginan wisatawan untuk berkunjung.

Dengan adanya API ini, Kementerian Pariwisata maupun 34 propinsi serta 105 daerah kabupaten dan kota yang masuk nominasi merasa sangat diuntungkan. “Apalagi jika produk wisata yang ditawarkan itu bagus dan berkualitas, wisatawan mancamegara pun ditargetkan grafiknya akan terus meningkat,” jelasnya.

Ditegaskan, pelaksanaan API ini berlangsung dengan adil, jujur dan tidak memihak terhadap daerah. Mengingat sebelum digelar ajang vote ini, panitia sudah mengirimkan surat ke seluruh provinsi serta kabupaten dan kota agar mengirimkan obyek wisata, budaya, atraksi wisata, hingga kuliner untuk ikut dalam ajang apresiasi pariwisata ini.

“Bagi provinsi serta kabupaten dan kota yang tidak ikut bisa memasukkan daerahnya pada API 2018 mendatang. Bahkan bagi daeran yang sudah masuk nominasi namun tidak menjadi juara bisa diikutkan lagi. Agar destinasi wisatanya lebih terkenal lagi. API 2018 akan lebih seru lagi bahkan ada kategori baru yang cukup menarik,” sambungnya.

Ada 18 kategori yang dilombakan di API 2019. Jumlah kategori tak ada perubahan seperti tahun 2018. Daftar dan 18 kategori dalam Anugerah Pesona Indonesia yakni : Kategori 1 : Makanan Tradisional Terpopuler, Kategori 2 : Minuman Tradisional Terpopuler, Kategori 3 : Wisata Olahraga dan Petualangan Terpopuler, Kategori 4 : Wisata Air Terpopuler, Kategori 5 : Ekowisata Terpopuler

Kategori 6 : Dataran Tinggi Terpopuler, Kategori 7 : Cendera Mata Terpopuler, Kategori 8 : Atraksi Budaya Terpopuler, Kategori 9 : Kampung Adat Terpopuler, Kategori 10 : Situs Sejarah Terpopuler, Kategori 11 : Wisata Halal Terpopuler, Kategori 12 : Festival Pariwisata Terpopuler, Kategori 13 : Promosi Pariwisata Digital Terpopuler.

Kategori 14 : Wisata Kreatif Terpopuler, Kategori 15 : Wisata Belanja Terpopuler, Kategori 16 : Obyek Wisata Unik Terpopuler, Kategori 17 : Tujuan Wisata Baru Terpopuler, Kategori 18 : Surga Tersembunyi Terpopuler. (ENDY)

Air Asia Indonesia Beri Diskon Tiket Pesawat 20 Persen

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Air Asia Indonesia memberikan diskon tiket pesawat sebesar 20 persen setelah maskapai lain berbondong-bondong menurunkan harga tiketnya usai kenaikan tarif yang diterapkan. Diskon tiket pesawat berlaku untuk rute penerbangan tujuan Bali, Surabaya, Penang, Kuala Lumpur, dan Hongkong berlaku hingga 31 Juli 2019 ini.

“Air Asia Indonesia mengapresiasi penurunan harga avtur yang ditetapkan pemerintah. Penurunan harga avtur yang ditetapkan pemerintah akan berdampak positif karena akan membuat biaya operasional maskapai makin efisien,” papar Direktur Utama Air Asia Indonesia, Dendy Kurniawan, kepada wartawan, di Menteng Jakarta, Jumat (22/2).

Menurutnya, komponen pembiayaan avtur dalam bisnis maskapai mencapai 40 persen. Presentase itu merupakan komponen terbesar yang harus ditanggung maskapai dibanding komponen lainnya. Karenanya, harga kenaikan atau pun penurunan avtur sedikit banyak berdampak pada stabilitas harga tiket pesawat yang ada.

Terkait harga tiket Air Asia, Dendy mengaku menyesuaikan kebijakan tarif tiket sesuai dinamika bisnis yang terjadi. Sebagai maskapai low cost carrier (LCC), jika ada kenaikan tarif dari Air Asia, hal itu lantas tak dapat disamakan dengan kenaikan tarif serupa yang diterapkan maskapai berstatus full service. “Kalau katakanlah kita (Air Asia) menaikkan tarif dan di sana tidak, tetap saja tarif tiket kami masih jauh lebih murah dari mereka (full service),” kata Dendy.

Selain memberikan diskon 20 persen, Air Asia juga memberikan kemudahan bagi calon penumpangnya dengan mengeluarkan kartu terbaru yang dipersembahkan untuk traveler Indonesia yaitu AirAsia Platinum Credit Card, dan untuk pertama kalinya memperkenalkan AirAsia Debit Card

“Peluncuran AirAsia Debit Card dan AirAsia Platinum Credit Card ini merupakan bagian dari rencana strategis untuk mentransformasi AirAsia BIG menjadi BIGLIFE, sebuah platform yang menjawab semua kebutuhan traveling dan gaya hidup traveler seperti pemesanan tiket pesawat, hotel, pilihan aktivitas, belanja, kuliner, konten menarik, dan masih banyak lagi,” sambung AirAsia Group Deputy CEO of Digital and Technology, Aireen Omar.

Kartu ini, lanjut dia, tidak hanya mempermudah anggota BIG untuk mengumpulkan BIG Points lebih cepat, namun juga membuat BIG Points menjadi lebih bernilai karena dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan trave ling dan gaya hidup lainnya, yang secara tidak langsung mentransformasi BIG Points dari sekedar poin program loyalitas pelanggan menjadi digital currency untuk kegunaan yang lebih beragam, sambungnya. (ENDY)

Backpacker Index 2019: 20 Kota Dunia Paling Murah untuk Wisata

this formate

MEKSIKO, bisniswisata.co.id: Berwisata ke luar negeri jadi impian banyak orang. Bagi yang memiliki bujet terbatas, berwisata ke luar negeri sebenarnya tidak mustahil. Kuncinya ada pada pemilihan destinasi.

Backpacker Index 2019 yang dirilis Price of Travel, sebuah situs berita wisata murah bisa dicontek untuk pemilihan destinasi wisata. Sejak 2010, Backpacker Index merangkum daftar negara dengan biaya wisata paling murah.

Biaya wisata dirangkum berdasarkan tarif hostel, tiga kali makan, dua kali ongkos transportasi umum, satu kali membayar atraksi wisata, dan sebagai hiburan tiga kali minum bir murah.

Dari faktor di atas, kemudian ditotal dan disetarakan dengan dollar AS. Maka keluarlah Backpacker Index 2019 yang di dalamnya terdapat 137 negara. Indonesia diwakili Jakarta dan Kuta (Bali) dalam daftar tersebut.

Berikut daftar 20 kota paling murah pada 2019 untuk berwisata versi Backpacker Index, disesuaikan dengan kurs rupiah terhadap dollar AS saat ini di mana 1 dollar AS setara Rp 14.055:

1. Rp 257.075 Hanoi, Vietnam
2. Rp 273.660 Saigon (Ho Chi Minh City), Vietnam
3. Rp 274.925 Vientiane, Laos
4. Rp 278.720 Yangon, Myanmar
5. Rp 285.607 Pokhara, Nepal

6. Rp 290.808 Chiang Mai, Thailand
7. Rp 291.932 Granada (Nicaragua), Nicaragua
8. Rp 297.976 Hoi An, Vietnam
9. Rp 307.815 Quito, Ekuador
10. Rp 312.453 Phnom Penh, Kamboja

11. Rp 313.437 Delhi, India
12. Rp 329.320 Kathmandu, Nepal
13. Rp 344.640 Manila, Filipina
14. Rp 345.624 Zanzibar City, Tanzania
15. Rp 348.435 Jakarta, Indonesia

16. Rp 355.744 Goa, India
17. Rp 357.431Colombo, Sri Lanka
18. Rp 362.913 Luang Prabang, Laos
19. Rp 365.443 Siem Reap, Kamboja
20. Rp 368.956 La Paz, Bolivia

Tiga kota di Vietnam yakni Hanoi, Saigon, dan Hoi An masuk dalam daftar 20 kota paling murah untuk wisata versi Backpacker Index. Mulai dengan biaya hidup Rp 257.000.

Sedangkan Jakarta masuk peringkat 15 dengan biaya wisata per hari Rp 348.435. Kuta, Bali masuk dalam peringkat ke 23, dengan biaya wisata Rp 392.570 per hari. (NDY)

Tips Packing Simpel yang Mau Traveling

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Masih suasana awal tahun, rencana setahun kedepan masih sangat panjang bukan? Gimana dengan rencana traveling kamu, Blazzer? Ayo sempatkan traveling sejenak ditengah kesibukanmu tahun ini ya.

Jika sebelumnya sudah dibahas tentang gimana mencuri waktu weekend untuk liburan, kali ini kita bahas tips packing yang simpel yuk untuk kamu yang mau traveling nanti. Berikut tipsnya seperti dilansir hello.blade.co.id, Jumat (22/02/2019):

1. List barang yang akan dibawa

Penting untuk kamu membuat list apa saja barang yang akan kamu bawa saat traveling. Yaitu agar memastikan bahwa tidak ada barang yang tertinggal dirumah atau malah tidak terbawa kembali pada saat kamu pulang. Sangat berguna bukan catatan kecil seperti ini, apalagi untuk kamu yang cenderung agak ceroboh dan pelupa.

2. Bawalah hanya barang-barang yang kamu butuhkan

Jika traveling, bawa barang-barang yang dibutuhkan saja ya. Lebih baik sedikit mengosongkan koper kamu untuk oleh-oleh pulang nanti. Tipsnya adalah sesuaikan barang kebutuhanmu dengan itinerary yang sudah kamu buat selama traveling nanti, jadi kamu akan tau barang apa saja yang bisa kamu tinggal dan apa saja yang harus dibawa. Misal, jika dalam itinerary yang kamu buat hampir tidak ada waktu senggang selain untuk istirahat/tidur, hindari membawa buku atau barang hobi lainnya yang hanya dilakukan diwaktu senggang.

3. Jangan masukkan alas kaki ke dalam koper
Sepatu mempunyai kapasitas yang cukup besar di dalam koper, lebih baik sepatu dipakai pada saat pergi dan juga pulang sehingga tidak memenuhi ruang tas/koper bawaan kamu.

4. Bukan lipat, melainkan gulung
Untuk membuat space kosong pada koper, biasanya orang akan melipat baju kan, namun hal ini tidak bisa dikatakan salah, ada cara yang lebih efektif loh dengan cara me-roll baju satu set, pisahkan dulu untuk pakaian pagi, siang, dan malam hari. Satu set baju pada pagi hari digulung bersamaan lalu di roll. Silahkan mencoba, Blazzer.

5. Gunakan koper/tas dengan rain cover
Guna koper dengan rain cover adalah supaya barang-barang yang di dalam koper kamu tidak basah dan terkena air atau kehujanan di tengah perjalanan traveling kamu.

6. Sediakan tas/kantong plastik
Penting sekali untuk membawa tas plastik, jika kamu merasa mual dalam perjalanan hal ini sangat efektif untuk kamu muntah selama diperjalanan, atau sebagai penyimpanan baju kotor setelah seharian pakaian dipakai. (NDY)

Chef Ragil: Kuliner Otentik Indonesia Diambang Kepunahan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Chef Ragil Imam Wibowo prihatin dengan perkembangan dengan kuliner otentik Indonesia. Keprihatinan bersumber dari semakin punah kuliner asli nusantara, yang berlangsung secara perlahan namun pasti. Bahkan tercatat dua kuliner otentik sudah jarang ditemuinya.

Penyebabnya berbagai sebab. Selain tergerus dengan aneka makanan moderen yang merajai pasar bahkan konsumen Indonesia, juga sudah tidak ada lagi generasi penerus yang melestarikannya. Bahkan tak ada resep secara tertulis, hingga susah menemukan bahan-bahan utama untuk membuat masakan tradisional tanah air.

“Sebenarnya banyak sekali yang diambang kepunahan. Ada beberapa yang paling dekat. Ada Sayur Babanci khas Betawi dan Mie Lethek dari Jogja,” papar Chef Ragil – panggilan akrabnya ditemui di press conference Festival Jajanan Bango (FJB) di Nusa Indonesian Gastronomy, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis, (21/2).

Punahnya kedua kuliner itu, lanjut Chef Ragil, karena susah mencari atau mendapatkan bahan-bahan resepnya. “Misalnya, Mie Lethek. Ini adalah mie asli Jogja yang menggunakan bahan dari tepung gaplek yang dicampur dengan tepung singkong. Yang menjadi susah dicarinya tepung gaplek. Bahan itu susah didapatkan karena di Jogja sendiri sudah tak banyak lagi yang menyediakannya,” lontarnya.

Sementara yang jual Mie Lethek juga semakin sedikit. Karena, mereka agak kurang sabar untuk menunggu proses itu. Padahal, itu yang paling dicari orang saat datang ke Jogja,” tambah pengamat kuliner sekaligus foodpreneur.

Ini tentu sebuah kerugian, karena kuliner Indonesia sangat dicari-cari oleh para pecinta kuliner. Tak hanya rasanya yang lezat, kuliner Indonesia juga kaya akan cerita. “Beda dengan di luar negeri, mereka harus mencari-carinya. Kalau Indonesia pasti ada cerita di belakangnya dan menarik. Itu yang harus digali dan di-trigger ke milenial. Karena, mereka suka hal-hal yang seperti itu,” tuturnya

Chef Ragil mengklaim sudah melakukan perjalanan keliling Indonesia untuk mencari resep otentik dan resepnya hampir hilang. Dan mencatat ada tiga problem yang menjadi perhatian kita bersama. Pertama, bangsa kita jarang menulis resep, hanya dilakukan secara lisan saja. “Jadi generasi dulu hanya bisa diingat-ingat, dihafal juga mendampingi cara memasaknya. Tanpa melakukan pencatatan,” jelas peraih penghargaan Chef of The Year 2018 dari Jakarta’s Best Eats.

Kedua, lanjut pria berkaca mata ini, menyebut hampir punahnya kuliner asli Indonesia juga lantaran bahan-bahan utama yang sudah hampir sulit didapatkan. Karena ada beberapa bahan di satu tempat dengan tempat lain. Padahal bahan itu memiliki nilai otentitas.

Ketiga, yang membuat makanan asli Indonesia hampir punah adalah generasi berikutnya yang tidak tertarik. Nah ini bagaimana buat makanan yang menurut mereka kuno dibuat menarik seperti dari packaging-nya,” kata koki gastronomi yang menyebet predikat pemenang Asian Cuisine Chef of the Year 2018 (Regional) dari ajang penghargaan internasional World Gourmet Summit (WGS) Award Of Excellent 2018

Keempat, yang membuat kuliner asli Indonesia terancam punah lantaran penjaja kuliner yang menghidangkan aneka hidangan autentik hang mulai pudar. Maka dari itu kata dia, eksistensi penjaja kuliner dari generasi ke generasi menjadi hal yang penting agar kelezatan asli Indonesia tidak hilang ditelan waktu. (ENDY)

Agenda Akhir Pekan di Jakarta

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tak terasa bulan Februari akan segera berakhir. Pada akhir pekan minggu ini, sejumlah acara seru dan beragam digelar di Jakarta. Agenda acara akhir pekan cocok bagi yang tak punya aktiftas pasca sepekan bergelut dengan aktifitas yang membosankan.

Inilah momen akhir pekan pilihan di kawasan Jakarta akhir pekan:

#. Mega Pesona Budaya Nusantara 2019
Pameran dan pertunjukan kesenian budaya nusantara digelar Lapangan Arcici Sport Center – Cempaka Putih Jakarta Pusat, pada tanggal: 22-24 Februari 2019 Pukul: 09.00 – 23.00 WIB. Pesona budaya yang bertujuan untuk melestarikan seni budaya Indonesia akan diisi seniman tari dari beberapa daerah di wilayah tanah air. Berbagai event menarik antara lain Drama Kolosal, Pesta Tabuik & tabut, Parade tari piring, parade gendang tabua, ekspo kerajinan, pesta kuliner tradisional, simposium dan lainnya.

#. 20 Tahun Kuldesak
Empat sutradara. Empat cerita. Dunia remaja saat itu yang penuh dengan mimpi, obsesi, cita-cita, dan masalahnya masing-masing. Film Kuldesak karya Nan T. Achnas, Riri Riza, Mira Lesmana, Rizal Mantovani yang menggoreskan sejarah dalam industri perfilman Indonesia ini bakal tayang pada 22-24 Februari 2019 di Kinosaurus, Kemang, Jakarta, pukul 19.00 WIB.

#. IFI Indonesia
Bagi yang ingin belajar bahasa Prancis, Institut Français Indonesia (IFI) kembali menggelar kelas setiap hari Minggu pada tahun ini. Bagi yang ingin mendaftar silakan menghubungi IFI di kursus@ifi-id.com

#. Marco Bailey

DJ dan produser music techno legendaris, Marco Bailey, akan tampil bersama Indra7 dan Dimitri di kelab malam Jenja, Jakarta, pada 22 Februari 2019. Segera pesan tiket sebelum kehabisan.

#. Jakarta Indonesia Pet Show 2019
Acara sayang hewan ini bakal digelar pada 22-24 Februari 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Selain bisa belanja kebutuhan hewan peliharaan, dalam acara ini juga ada penyuluhan mengenai kesehatan hewan peliharaan dari kalangan medis, komunitas penyayang hewan dan pemerintah provinsi DKI Jakarta.

#. MAMAMOO
Kelompok musik asal Korea Selatan ini akan tampil pada 23 Februari 2019 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Konser akan dimulai tepat pukul 20.00 WIB.

#. Comic Frontier
Tanggal: 23-24 Februari 2019 di Balai Kartini, Jakarta Selatan digelar Comic Frontier (Comifuro) adalah pasar kreatif untuk menyalurkan minat serta bakat kreator independen dalam bidang.

#. Astindo Travel Fair 2019
Pameran perjalanan terbesar di Indonesia Astindo Travel Fair 2019, pada 22 – 24 Februari di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC). Selain Jakarta, pada tanggal yang sama Astindo Travel juga akan digelar secara serentak di tiga kota besar di Indonesia, yaitu Surabaya, Bali dan Palembang. Astindo Travel Fair merupakan consumer show pariwisata (B2C), yang mempertemukan pelaku industri wisata dengan consumer untuk memperoleh informasi wisata dalam dan luar negeri. Astindo Travel Fair 2019 didukung oleh 19 maskapai penerbangan terkemuka, BCA sebagai bank partner, Sompo Insurance sebagai insurance partner, serta Filipina sebagai preferred destination. (ENDY)

Rinjani masih Ditinggalkan Wisatawan Pendaki

this formate

MATARAM, bisniswisata.co.id: Aktifitas wisata pendakian Gunung Rinjani di Lombok Nusa Tenggara Barat, belum normal. Hingga kini masih ditingalkan wisatawan pendaki dari luar negeri, pasca gempa bumi yang melanda wilayah Lombok NTB.

“Memang Rinjani ini destinasi atraksi kita yang paling terdampak. Apalagi jalur pendakian Gunung Rinjani ditutup sejak gempa pada Juli lalu hingga kini,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal seperti dilansir Antara, Jumat (22/02/2019).

Namun, lanjut dia, penutupan jalur pendakian Gunung Rinjani adalah hal lumrah pada periode Januari hingga Maret karena kondisi cuaca. “Jika pada tahun-tahun sebelumnya, jalur pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka pada April. Kita berharap pada 2019, jalur pendakian Gunung Rinjani juga dapat kembali dibuka pada April,” ucapnya.

Menurutnya, pendakian Gunung Rinjani harus dibuka sebab sesuai dengan agenda kalender pariwisata dilaksanakan kegiatan Rinjani 100. “Dari laporan yang masuk sudah 4.000 orang yang menddaftar ikut Rinjani 100. Kalau ini tidak kita laksanakan, nanti saya yang akan menjadi orang pertama di-bully,” ujarnya.

Disebutkan, Rinjani 100 merupakan ajang wisata olahraga andalan Lombok yang menarik ribuan pelari dari mancanegara. “Bahkan, agenda tersebut sudah mendunia. Karena itu harus disiapkan dengan baik, tidak ada cara lain selain membuka jalur pendakian Rinjani secepatnya,” kata Faozal.

Untuk kerusakan ringan yang terjadi di Islamic Center NTB akibat gempa juga membuat operasional ikon wisata religi Lombok itu belum dapat beroperasi secara normal. “Dinas PU sudah menyampaikan pada akhir Februari 2019 semua akan normal dan perbaikan sudah selesai. Alhamdulillah kita juga diberikan sumbangan lampu senilai Rp 1,5 miliar dari Kemenpar, hampir sama nanti bentuknya dengan Masjid Nabawi,” ungkapnya.

Faozal tidak memungkiri jika kondisi pariwisata NTB saat ini belum sepenuhnya normal. Faozal menilai wisatawan masih trauma dengan bencana gempa yang melanda NTB. Kondisi ini, katanya, diperparah dengan harga tiket pesawat dan penerapan bagasi berbayar yang membuat banyak pembatalan penerbangan dan juga pengurangan frekuensi penerbangan ke Lombok.

“Kondisi ini terjadi di seluruh Indonesia. Memang hampir menjerit pelaku industri wisata yang tentu tidak mungkin menjual paket murah,” tambahnya.

Karena itu, Faozal berharap rakor bisa mencari solusi atas sejumlah persoalan yang membelit sektor pariwisata NTB saat ini. “Ini mimpi besar kita untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata NTB,” katanya. (NDY)