Nasi Goreng Kang Fir di Ruang Belajar

0
19

PHNOM PENH, bisniswisata.co.id: Aaah nasi goreng di ruang belajar? Iya! Nasi goreng, fried rice bukan nasi “goreng” ala Sunda ya? (goreng = jelek). Setidaknya — kalau belum pernah merasakan kelezatannya—, pasti pernah mendengar namanya disebut-sebut.

Ya, nasi goreng merupakan salah satu kuliner Asia yang sangat terkenal di dunia. Dari Eropa sampai Afrika, dari Amerika sampai Australia, makanan ini sangat dikenal luas. Bahkan bagi masyarakat di Asia Tenggara, nama dan penyajiannya sudah sangat umum dari kelas restoran/hotel bintang 5 sampai rumah makan dan kaki lima. Nasi goreng sangat mendapat tempat dihati orang-orang sebagai salah satu makanan segala kalangan.

Diplomasi nasi goreng KBRI Phnom Penh berhasil menarik minat para muda-mudi Kamboja dan Indonesia untuk bertemu,  menjalin keakraban lewat layar video conference dalam acara Masak Nasi Goreng sambil Belajar Bahasa Indonesia.

Para muda-mudi tersebut terdiri dari pembelajar bahasa Indonesia pada Pusat Budaya Indonesia di Kamboja (Pusbudi), Sekolah Nurul Iman, dan Pasukan Khusus Kamboja Brigade 911 (di bawah koordinasi bersama dengan Atase Pertahanan), para pelajar Kamboja yang sedang studi di Indonesia; para alumni Indonesia di Kamboja yang tergabung dalam Indonesia-Cambodia Alumni Network (I-CAN); hingga para mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh program double degree di National Polytechnic Institute of Cambodia (NPIC) dan peserta lainnya yang tertarik dengan budaya dan bahasa Indonesia.

Pemelajar bahasa Indonesia dan Khmer

Sekitar 50 peserta berpartisipasi pada program virtual  KBRI Phnom Penh bersama Pusbudi dan pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Kamboja tersebut, menghadirkan bintang tamu Firdaos (akrab dipanggil Kang Fir). Koki rumah makan Warung Bali di Phnom Penh yang telah tinggal di Kamboja lebih dari 20 tahun. Rumah Makan Warung Bali terkenal dengan makanannya yang enak, harga terjangkau.

Kang Fir dan Nurul Fitri salah seorang pengajar BIPA di Kamboja, menjelaskan cara memasak nasi goreng. Dijelaskan bumbu-bumbu dasar nasi goreng dan bagaimana cara mendapatkannya di Phnom Penh.

Bahasa pengantarnya adalah bahasa Indonesia dan Khmer, kedua belah pihak peserta dapat mengerti apa yang dimaksud. Peserta dipersilahkan menyela jika ada hal yang tidak jelas, maklum peserta warga Kamboja belajar bahasa Indonesia, warga Indonesia belajar bahasa Khmer.

Selain saling menyapa, peserta pun bersendagurai sembari memperhatikan dengan seksama prakti membuat nasi goreng ala Kang Fir dan menunggu kuis berhadiah.

‘Acara ini merupakan salah satu upaya KBRI di tengah pandemic COVID-19 untuk tetap dapat melaksanakan kegiatan terpadu. Acara yang memanfaatkan teknologi virtual dan media sosial ini, juga bertujuan untuk mempromosikan kuliner, rumah makan dan produk Indonesia di Kamboja. Kegiatan promosi Indonesia, diupayakan dengan cara-cara kreatif, inovatif, efisien, dan efektif’, ucap Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja Sudirman Haseng.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.