AIRLINES KOMUNITAS TRANSPORTASI

Kesederhanaan, Prediktabilitas, Kepraktisan : Kunci Memulihkan Mobilitas Global

JENEWA, bisniswisata.co.id: BORDER Bali telah dibuka sejak 14 Oktober, namun penerbangan dari 19 negara diperkenankan masuk – tentu dengan penumpang wisatanya– belum nampak. Pengelola bandara I Gusti Ngurah Rai pun telah menawarkan insentif landing fee bagi airlines dari 19 negara mendaratkan penumpangnya di Tuban, Bali.

Kerjasama code share Garuda Indonesia dan Emirates, baru akan dilaksanakan Januari tahun depan, begitu juga harapan charter flight sampai saat ini belum tercatat satu pun. Tidak ada penjelasan resmi baik dari operator penerbangan asing yang regular telah melayani Bali mau pun asosiasi jasa angkutan udara hal upaya membantu Bali bangkit dari keterpurukannya.

Dalam penyelenggaraan SAKIRA belum lama ini, pihak AOC bandara Ngurah Rai mengakui, tidak mudah untuk memulai kembali operasional transportasi udara. Perlu kepastian aturan dengan kenormalan baru dan jeda waktu mempersiapkan jaringan layanan.

Fokus Tiga Hal

Sementara secara internasonal Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) meminta pemerintah untuk mengadopsi langkah-langkah sederhana, dapat diprediksi, dan praktis untuk memfasilitasi peningkatan perjalanan internasional secara aman dan efisien saat perbatasan dibuka kembali. Secara khusus, IATA mendesak pemerintah untuk fokus pada tiga bidang utama:

  1. Protokol kesehatan yang disederhanakan
  2. Solusi digital untuk memproses kredensial kesehatan
  3. Tindakan COVID-19 sebanding dengan tingkat risiko melalui proses peninjauan berkelanjutan

Visi Industri Mengatasi Kompleksitas

Diuraikan dalam makalah kebijakan yang baru dirilis: From Restart to Recovery: A Blueprint for Simplifying Travel (Dari Memulai Ulang hingga Pemulihan: Cetak Biru untuk Menyederhanakan Perjalanan).

“Ketika pemerintah menetapkan proses untuk membuka kembali perbatasan, sejalan dengan apa yang mereka sepakati dalam Deklarasi Tingkat Menteri Konferensi Tingkat Tinggi ICAO COVID-19, Cetak Biru akan membantu mereka dengan praktik yang baik dan pertimbangan praktis. Selama beberapa bulan ke depan kita perlu beralih dari pembukaan perbatasan individu ke pemulihan jaringan transportasi udara global yang dapat menghubungkan kembali masyarakat dan memfasilitasi pemulihan ekonomi,” kata Conrad Clifford, Wakil Direktur Jenderal IATA.

Cetak Biru bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan konektivitas global yang efisien.

“Kita harus memiliki proses untuk mengelola peningkatan perjalanan internasional dengan aman dan efisien saat perbatasan dibuka kembali. Dengan lebih dari 18 bulan pengalaman operasional pandemi dan umpan balik wisatawan, kami tahu bahwa fokus pada kesederhanaan, prediktabilitas, dan kepraktisan sangat penting. Itu bukan kenyataan hari ini. Pemerintah di seluruh dunia telah menerapkan lebih dari 100.000 tindakan terkait COVID-19. Kompleksitas ini adalah penghalang bagi mobilitas global yang diperburuk oleh inkonsistensi tindakan-tindakan antara negara-negara bagian,” kata Clifford.

Protokol kesehatan yang disederhanakan:

Tujuannya protokol yang sederhana, konsisten, dan dapat diprediksi. Rekomendasi utama meliputi:

  • Hapus semua hambatan perjalanan (termasuk karantina dan pengujian) bagi mereka yang divaksinasi lengkap dengan vaksin yang disetujui WHO.
  • Aktifkan perjalanan bebas karantina untuk pelancong yang tidak divaksinasi dengan hasil tes antigen pra-keberangkatan negatif.

Rekomendasi ini didukung oleh penelitian opini publik –wisatawan–, yang mengungkapkan bahwa:

  • 80% percaya bahwa orang yang divaksinasi harus dapat bepergian dengan bebas
  • 81% percaya bahwa tes sebelum bepergian adalah alternatif yang dapat diterima untuk vaksinasi
  • 73% percaya bahwa karantina tidak diperlukan untuk pelancong yang divaksinasi

Digitalisasi Proses Kredensial Kesehatan:

Pengelolaan kredensial kesehatan perjalanan (sertifikat vaksinasi atau pengujian) harus ditangani secara digital dan memungkinkan wisatawan untuk menyelesaikan proses terlebih dahulu sehingga mereka dapat tiba di bandara dalam keadaan siap untuk bepergian. Ini akan memfasilitasi proses check-in otomatis, mengurangi antrian bandara dan waktu tunggu.

Rekomendasi utama meliputi:

  • Sebuah kredensial kesehatan digital untuk merekam status kesehatan. Sertifikat COVID Digital Eropa (EU DCC) diterima secara luas dan merupakan praktik baik yang diakui di 22 Negara non-UE saat dan sudah memiliki perjanjian kesetaraan dengan DCC UE.
  • Sebuah portal web digital atau aplikasi di mana penumpang dapat menunjukkan kredensial kesehatan perjalanan mereka langsung ke pemerintah masing-masing untuk verifikasi. Portal web Aruba dan aplikasi ArriveCAN Kanada adalah contoh bagus yang dapat dipelajari oleh negara lain, dan platform Deklarasi Penumpang Digital Australia masih dalam proses penyederhanaan. IATA Travel Pass dapat berintegrasi dengan solusi pemerintah untuk membantu pengumpulan dan verifikasi data. IATA bekerja dengan beberapa pemerintah, termasuk Australia untuk memastikan proses kerjasama,
  • Platform web yang memberikan penjelasan jelas tentang persyaratan masuk yang disesuaikan dengan status tempat tinggal penumpang, status kesehatan, riwayat perjalanan, dan variabel lain yang diperlukan. Portal Swiss Federal Office of Public Health Travelcheck (Pemeriksaan Perjalanan Kesehatan Masyarakat Federal Swiss) adalah contoh praktik yang baik untuk kemudahan penggunaan, kesederhanaan, dan kejelasannya.

Rekomendasi ini didukung hasil penelitian opini publik yang mengungkapkan bahwa:

  • 88% mendukung vaksinasi standar dan sertifikat pengujian
  • 87% akan membagikan data kesehatan pribadi melalui aplikasi jika menghemat waktu pemrosesan
  • 73% merasa bahwa memahami aturan dan dokumen yang berlaku untuk perjalanan, merupakan tantangan nyata (mereka yang melakukan perjalanan sejak Juni 2020)

Tindakan COVID-19 sebanding dengan tingkat risiko dengan proses peninjauan berkelanjutan: Industri dan pemerintah telah mengumpulkan pengalaman penting dengan COVID-19 dan masih berlanjut sampai COVID-19 menjadi endemik. Langkah-langkah COVID-19 harus mencerminkan perkembangan pengetahuan, perubahan tingkat risiko, dan toleransi masyarakat. Sementara modifikasi setiap waktu terhadap penatalaksanaan COVID, diakui  menimbulkan tingkat ketidakpastian tinggi bahkan kontra-produktif, oleh karenanya diperlukan tinjauan dan penyesuaian secara reguler.

Rekomendasinya:

  • Publikasikan penilaian risiko– terkait perjalanan internasional — untuk meningkatkan prediktabilitas bagi konsumen dan industri untuk mengambil keputusan.
  • Tinjau proses yang ada dan terapkan klausa “sunset” pada tindakan kesehatan masyarakat untuk memastikan bahwa aturan tersebut berlaku selama diperlukan
  • Menyusun peta jalan untuk memulihkan konektivitas penerbangan fase pascapandemi.

Rekomendasi ini didukung hasil penelitian  bahwa:

  • 87% percaya bahwa pemerintah harus menemukan keseimbangan yang tepat dalam mengelola COVID-19 dan memungkinkan pemulihan ekonomi
  • 86% percaya bahwa perbatasan harus dibuka kembali secara progresif seiring dengan meningkatnya cakupan vaksinasi dan kapasitas pengujian
  • 85% percaya bahwa penggunaan masker di pesawat sangat penting dalam pandemi ini, tetapi 62% percaya bahwa persyaratan tersebut harus dihilangkan sesegera mungkin

Moving Forward

“Perjalanan itu penting. Sebelum pandemi, sekitar 88 juta mata pencaharian terhubung langsung dengan penerbangan. Dan ketidakmampuan untuk bepergian dengan bebas melalui udara telah berdampak pada kualitas hidup miliaran orang. Kami tahu bahwa para pelancong merasa percaya diri dengan penerapan langkah-langkah keamanan COVID-19. Tetapi mereka dengan jelas memberi tahu kami bahwa pengalaman perjalanan saat ini perlu ditingkatkan dengan informasi yang lebih baik, pemrosesan yang lebih sederhana, dan solusi digital. Deklarasi Menteri ICAO HLCC sejalan dengan G20 dan G7 menegaskan bahwa pemerintah ingin memulihkan manfaat sosial dan ekonomi dari mobilitas global. Untuk itu, industri dan pemerintah harus bekerja sama dengan visi bersama tentang proses yang nyaman bagi wisatawan, efektif bagi pemerintah, dan praktis bagi industri,” kata Clifford.*

Dwi Yani

Representatif Bali- Nusra Jln G Talang I, No 31B, Buana Indah Padangsambian, Denpasar, Bali Tlp. +628100426003/WA +628123948305 *Omnia tempus habent.*