Gara-gara Wortel, Banyak Kanguru Serang Wisatawan

0
242
Wisatawan Indonesia berlibur di Australia (Foto: Tripadvisor)

SYDNEY, bisniswisata.co.id: Meski kanguru mungkin dianggap lucu dan unik, namun ikon Australia ini secara ganas menyerang para pengunjung di salah satu tempat wisata. Penyebabnya, mereka telah ketagihan wortel.

“Ada pengunjung yang kena tendangan dan luka tergores setiap harinya. Seorang wanita bahkan harus mendapat 17 jahitan dari bagian mata ke dagunya,” ujar Shane Lewis, seorang pengemudi bus pariwisata seperti dilansir laman ABC Australia, Rabu (02/05/2018).

Setiap pekan, ribuan pengunjung mendatangi tujuan wisata yang tidak biasa, yaitu di lapangan Rumah Sakit Morisset di Lake Macquarie, New South Wales (NSW). Di situ memang banyak kanguru yang suka merumput.

Di brosur-brosur wisata disebutkan lokasinya tidak sampai dua jam dari Sydney. Disebutkan pula peluang melihat ‘kanguru liar yang menggemaskan’ dan ‘cukup jinak untuk foto bersama’.

Masalahnya, terlalu banyak turis yang menyodorkan wortel dengan tujuan bisa mendapatkan foto selfie sempurna bersama seekor kanguru. “Setidaknya 2.000 turis datang setiap minggunya. Kanguru-kanguru ini tidak memerlukan 2.000 wortel, pisang, roti, keripik atau biskuit,” ujar Lewis.

“Saya pernah melihat sejumlah orang menyodorkan makanan McDonalds, KFC, keripik jagung, gandum dan beberapa makanan yang membuat mereka jadi sangat agresif,” katanya.

Lewis menjalankan bisnis untuk pengunjung yang datang dari stasiun kereta api Morisset dan membawa mereka di lapangan rumah sakit itu. Dia meminta perlunya meningkatkan kesadaran pengunjung.

Diakui, sudah berusaha sebaik mungkin mendidik mereka. Dalam delapan bulan terakhir, dia pun mengumpulkan foto-foto pengunjung yang terluka akibagt serangan. “Begitu saya tunjukkan foto-fotonya, mereka biasanya menjaga anak-anaknya dengan baik. Menjauhkan makanan dari hewan-hewan itu saat mereka tahu apa yang bisa terjadi,” katanya.

“Ada seorang pengunjung yang perutnya terluka padahal dia tidak memberikan makanan. Pria ini baru dari McDonalds 10 menit sebelumnya. Apakah karena masih memiliki bau makanan, saya tidak tahu. Tapi kanguru menyerangnya,” jelas Lewis lagi.

Menurut pakar hewan, kanguru kemungkinan besar kehilangan rasa takutnya terhadap manusia. Diperkirakan mereka semakin kencaduan pada makanan yang tak alami bagi mereka. “Jika melihat wortel padahal mereka telah diberi wortel 100 kali sebelumnya, mereka akan mendekat dan mengambil wortel itu,” kata Andrew Daly, seorang penjaga hewan di Australian Reptile Park.

“Dan mereka bisa sangat agresif. Bisa menendang, bisa mencakar. Terutama saat mencoba untuk mendapatkan makanan yang sangat mereka sukai. Atau bisa kecanduan,” jelasnya.

Bila Anda menganggap wortel lebih sehat bagi kanguru daripada junk food, harap hati-hati. “Keduanya sama buruknya. Bagi seekor kanguru, wortel itu sangat tinggi gulanya. Bagi kita itu cukup sehat, namun untuk seekor kanguru itu sama dengan sebatang cokelat,” jelasnya sambil menambahkan “Mereka bisa jadi rakus.”

Dampaknya bukan hanya kanguru yang kegemukan dan mudah marah. Menurut Daly, memberi makanan apa pun selain rumput kepada kanguru dapat menyebabkan hewan ini menderita penyakit mematikan.

“Salah satunya disebut kelenjar rahang. Di situlah makanan dengan gula tinggi atau apa pun yang bisa abrasif di mulut menyebabkan luka. Kemudian bakteri akan masuk ke luka itu. “Dari sana penyakitnya berkembang dan umumnya fatal,” tambah Daly.

Di lapangan rumahsakit Morisset yang jadi tujuan turis sebenarnya sudah ada papan peringatan. “Anda Memasuki Kawasan Hewan Liar. Jangan memberi makanan pada kanguru!!” demikian bunyinya. Namun sebagian besar area ini tidak diawasi dengan baik. Bahkan toilet umum pun tidak ada di sana.

Lewis telah menyampaikan perlunya dipasang lebih banyak papan peringatan. Dia menghubungi politisi setempat Greg Piper, yang pekan ini membawa isu ini ke Parlemen NSW. “Meskipun ada sejumlah papan peringatan, para pengunjung masih berbondong-bondong mereka memberi makanan pada kanguru,” Piper dalam sidang di parlemen. “Minggu lalu saya di sana dan melihat sendiri para turis memberikan keripik jagung pada kanguru,” katanya.

Piper mengatakan sebenarnya dia tidak ingin adanya peraturan ketat. Namun dia menyarankan perlunya papan informasi dalam berbagai bahasa serta lebih seriang dilakukan patroli di Taman Nasional dan Satwa Liar untuk mendidik para pengunjung.

Dia juga menolak usulan untuk menutup daerah yang secara alamiah tumbuh menjadi daya tarik wisata terbesar di Lake Macquarie. “Saya rasa tidak mungkin menutup daerah itu. Kita bisa mencoba tapi rasanya tidak akan berhasil,” kata Piper.

“Lokasi itu terbuka untuk umum dan banyak diiklankan. Sudah dikenal luas. Sudah terlanjur, tinggal bagaimana mengelolanya,” papar politisi ini. (ABC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here