KOMUNITAS KULINER LAPORAN PERJALANAN

Wisata Open Trip Karimunjawa Ala Dien

Pandemi COVID -19 memang belum berakhir namun tujuh orang mantan pecinta alam Himapala IKIP Negri Surabaya berkumpul dan berwisata bersama.

Dua orang peserta menyetir mobil sendiri bergantian dari Jakarta, tiga orang dari Surabaya dan dua orang dari Semarang berwisata ala open trip milenial.

Sepakat berkumpul di Semarang, para eyang putri atau oma berusia 58 -62 tahun ini berangkat ke Jepara lanjut ke Karimunjawa pada 10-13 Juni 2021.  Bagaimana  reuni mereka ? yuk ikuti keseruannya.

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Spontanitas dan pertemanan sejak bangku kuliah di tahun 1985 an yang terus terjaga membuat ide Dien Irhastini, pensiunan Asessor Assement Center POLRI untuk berwisata dengan aman ke Karimunjaya mendapat sambutan.

Tak heran kalau nama trip ini jadi Wisata Open Trip Aladien. Karena idenya dari mbak Dien dan mereka dulu bergabung di himpunan mahasiswa pecinta alam ( Himapala) meskipun sekarang sudah beranak-cucu.

Dua rekannya dari Jakarta, Hilda dan Haryani membawa mobil pribadi dan menyetir bergantian via tol. Sedangkan Indung, Rita Tri dan Hera Diana dari Surabaya juga berangkat bersama dengan kereta api. 

Dien dan Mardiyati yang berdomisili di Semarang sepakat berkumpul di rumah Dien di kawasan Graha Taman Bunga BSB sebagai tempat transit. Sesuai pengalaman masa muda dan cocok dengan tren dunia saat ini, tujuan wisata mereka kali ini di alam terbuka menjadi pilihan.

Tujuan Kali ini adalah Karimunjawa, kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare. 

Karimunjawa kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara.

Kepulauan ini memiliki air biru yang jernih serta pasir pantai yang putih sehingga membuat pengunjungnya merasa nyaman

Taman Nasional (TN) Karimunjawa resmi buka kembali dan mulai menerima wisatawan sejak 16/10/2020, apalagi niat mereka untuk berkunjung belum kesampaian.

Meski kunjungan wisata ke TN Karimunjawa tidak serta merta sama seperti masa normal. Mereka ber tujuh happy saja menuju Pelabuhan Jepara. 

Pandemi COVID-19 yang belum berakhir memaksa orang untuk menerapkan protokol kesehatan ketika berwisata. Termasuk untuk berkunjung ke Karimunjawa maka aksesnya satu pintu melalui pelabuhan Jepara.

Seperti biasa sebelum naik kapal berfoto ria dulu dan supaya semua masuk dalam jepretan kamera maka oma-oma ini tinggal pasang senyum manis pada orang yang berpapasan dengan mereka lalu minta tolong di fotoin.

pantai
     Aktivitas wisata pantai di Karimunjawa

Prokes berlaku

Untuk naik kapal Express Bahari ke Karimunjawa, penumpang harus membawa hasil swab test negatif. Maklum lama perjalanan sekitar  2,5- 3 jam dan mereka duduk di ruang VIP dengan udara AC.

Selain menerapkan protokol kesehatan, Kapal Express Bahari mempunyai ruangan yang luas serta bersih,  ada TV led layar lebar, cafe serta perlengkapan keamanan yang baik seperti  life jacket, pelampung, perahu penyelamat, pemadam kebakaran, area sampah.

Di dalam kapal yang punya rencana mau tidur atau nyemil makanan akhirnya kembali berceloteh mengingat masa muda dan sibuk berfoto ria sehingga waktu berjalan dengan cepat dan tiba dengan selamat.

Tiba di tempat langsung menuju ke Sunrise Sea Hill View Hotel. Jaraknya sekitar 2 km dari pelabuhan penyebrangan Express bahari ini dan tinggal panggil taxi. Di era New Normal pergi berwisata pengunjungnya memang dibatasi jumlahnya dan harus booking dulu.

Hal ini untuk mengantisipasi adanya banyak pengunjung yang dapat menimbulkan kerumunan.Menghindari kerumunan memang disarankan pada saat masa pandemi.

Tenang saja mbak Dien yang biasa uji kompetensi soft skill di lingkungan POLRI ini memang senang berwisata dengan hobi menyelam, snorkling, berenang,  jadi perjalanan sudah disiapkan betul. Perjalanan ala open trip yang merupakan salah satu alternatif untuk menekan budget sudah biasa dilakukan. 

 “Nggak ribet juga karena semua sudah diurus sebelum berangkat.Lagi pula kami semua hanya mau snorkling tidak menyelam, “kata Dien singkat.

Semasa berdinas sebagai assessor, mbak Dien sudah menyelam ke berbagai daerah. ” Latihan menyelam awalnya di Kepulauan Seribu, setelah itu keliling ke Derawan, Kep Maratua, Raja Ampat, Labuan Bajo dan tempat-tempat diving di Indonesia Timur seperti Pulau Buru dan Maluku Tengah serta dimasa pandemi terakhir ke Ora Beach Eco Resort,” kata Dien.

Tiba di Sunrise Sea Hill View, tempatnya memang strategis di ketinggian sehingga bisa melihat bukit-bukit dan pemandangan lepas pantai. Penginapan ini memiliki lokasi resto dan juga tempat santai menikmati pemandangan laut dimalam hari dari hotel dengan sejumlah gazebo di halaman untuk menikmati gemerlapnya bulan dan bintang.

Hotel ini dipilih karena persis depan penginapan ada pantai Pancuran Beach, satu kilometer dari sini ada pantai Bobi Karimunjawa, 4 Km dari hotel ada bukit Love dan 2 Km ada bukit Joko Tuwo. Semua adalah tempat-tempat spot foto yang menarik pula. 

Adventure dan acara memasak

Hari pertama kulinernya buat gulai ikan, tinggal nyemplung lalu diolah dengan bumbu yang sudah dibuat sendiri dan dibawa dari Semarang jadi kebayangkan piknik ala lansia Himapala IKIP Surabaya di tepi pantai ini.

” Pokoknya heboh, orang jawa bilang pecakilan, nggak bisa diam, foto sana-foto sini, tinggal nyemplung, dapat ikan langsung digulai karena bumbu racikan sendiri sudah siap dibawa dari rumah,”

Namanya juga kuliner adventure jadi masaknya juga ala chef di pinggir pantai. Selesai makan nyemplung lagi atau foto bak seorang model dengan dagu terangkat, senyum mengembang. Wuih…

Malamnya nggak pakai ribet, nasi goreng ayam dan bakso, kerupuk dan acar saja. Tapi malam pertama karena perjalanan seharian yang melelahkan membuat semua cepat tidur.

makanan
Kuliner makanan khas daerah bagian dari perjalanan ke Karimunjawa

Besoknya naik kapal keliling dari pulau Karimunjawa Besar ke pulau Kura kura atau Kura-kura Resort dan kepulau Menjangan tempat penangkaran hiu.

Kami berangkat dengan perut yang sudah terisi nasi uduk, srundeng daging, acar kol dan wortel serta rendang sapi kiriman teman dari Padang. Ada cemilan bitter ballen selain juga kopi dan teh panas.

Kura Kura Resort ada di tengah Pulau Menyawakan. Surga tersembunyi ini masih tutup ketika kami datang. Infonya dari pengelola kapal yang kami tumpangi sudah selama pandemi tidak melayani tamu.

Terletak di Pulau Menyawakan, Karimunjawa, Kura Kura Resort memang diperuntukan buat yang ingin menikmati ketenangan liburan. Di atas tanah seluas 22 hektare, Kura Kura Resort dibangun dengan fasilitas premium dengan lanskap pemandangan alam sehingga layaknya tinggal di pulau pribadi. 

Resort ini bak surga yang tersembunyi di balik ramainya wisatawan yang datang bergiliran. Untuk istirahat sejenak, mbak Dien membuat  es buah dadakan karena memang sudah  bawa semangka, stroberi dan anggur dicampur sunquick rasa jeruk.

” Saya suka masak ngarang ngarang semaunya dan seadanya bahan. Jadi resortnya tutup kita tetap makan siang dan punya minuman segar sebelum ke tempat penangkaran hiu,”

Mau tahu menu makan hari ke dua?. Sarapannya nasi bakar tuna dengan oseng daun pepaya dan bekalnya snack bomboloni, tahu isi teh kotak dan air mineral. Makan siangnya nasi sayur asem dan pepes bandeng dan sambel tentunya. Eitt …ada gulai ikan kakap juga loh..

Semua disiapkan di kapal termasuk  wedang jahe rempah, air kelapa muda, risoles daging. Malamnya sudah disiapkan ikan bakar dan cumi bakar. dambal dan lalap, juga kopi dan teh panas.

Untuk tempat penangkaran hiu di Pulau Menjangan Besar adalah milik warga setempat bernama Minarno atau Cun Ming. Tempat yang diklaim satu-satunya di dunia untuk penangkar ikan hiu di Karimunjawa itu kini sudah resmi ditutup.

Dia mendirikan penangkaran hiu yang ia beri nama Hiu Kencana dan konon juga menjadi satu-satunya yang ada di dunia. Keberadaan hiu yang jinak itu mengundang sejumlah wisatawan dan peneliti dari perguruan tinggi, selain juga warga negara asing untuk melakukan penelitian di lokasi tersebut.

Tercatat dia  menangkarkan hiu sejak 1960 dan bukan cuma hiu yang ditangkarkan, tetapi juga meluas hingga ke spesies penyu dan ikan lainnya.

Hari ke tiga wisata para oma ini kembali ke Jepara dan lanjut ke Semarang. Sarapannya bubur ayam tersedia, ayam goreng, telur goreng dan juga rodanbagi yang tidak mau sarapan berat. Dien menyiapkan pula teh jeruk nipis yang menyegarkan dan anti mabuk laut. 

Jam 11.00 kapal Express bahari meninggalkan Karimunjawa. Di ruang VIP rombongan kecil ini sudah menyusun rencana makan siang di Jepara dengan mangut ikan asap dan nanti sampai di Semarang makan kotok dan pindang tahu/tempe. Perut kenyang, hati riang dan pulang dengan ceria.

Liburan bersama di Karimunjawa sebagai destinasi wisata populer satu ini memang tidak mengecewakan. Soalnya dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas menarik, seperti perahu wisata penyeberangan, pusat informasi, tour guide, camping area dan persewaan kendaraan.

Ada berbagai macam penginapan hotel melati, berbintang hingga resort mewah, warung makan dan restoran, wisata Pantai cantik dengan berbagai macam fasilitas didalamnya. Ada wahana atraksi  menarik seperti ATV, Jetski, banana boat, snorkeling, diving dan masih banyak lagi.

Toko Souvenir dengan berbagai macam oleh-oleh menarik,puskesmas, ATM dan tempat ibadah dan masih banyak lagi fasikitas lainnya. yang lainnya.

Suara mereka mendominasi ruangan VIP kapal ferry itu saat mereka sudah mencanakan  trip berikutnya  mau jalan ke Ranupane Semeru. ” Tidak sampai mendaki Gubung Semeru, sampai kakinya saja di titik Ranupane. Itupun naik jeep dari Tumpang Malang, tidak pakai jalan,” kata Dien tergelak di susul tawa cekikikan oma lainnya. Semoga terwujud ya next trip. 

“Siapa mau ikut ayo berangkat. pergi denganku di hari libur sekarang ……”  kata Dien berdendang.menirukan penyanyi tahun 1960an Lilis Suryani..

 

Hilda Ansariah Sabri

Hilda Ansariah Sabri, Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers. Saat ini menjabat sebagai Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat ( 2018-2023)